FILSAFAT ILMU

YUYUN SUMANTRI

Lecturer : Drs. Mukarom,M.Hum
Disusun Oleh:

Fatimatur Rohmah

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA

IKIP BUDI UTOMO MALANG

Jl. Simpang Arjuno 14B Malang, Telp. (0341) 323214-326019, Fax. 335070 DAFTAR PUSTAKA

. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang ita belum tahu. ILMU DAN FILSAFAT Pengetahuan dimulai denga rasa ingin tahu.I. Yang ketiga adalah sifat spekulatif. Yang kedua adalah sifat mendasar. seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.PENDAHULUAN 1. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Sesuai dengan fungsinya menjawab sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok: terjawab masalah yang satu. maka dia menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Bidang Telaah Filsafat Selaras dengan dasarnya yang spekulatif. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri. diapun mulai merambah pertanyaan lain.1. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri: apakah sebenarnya yang asaya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? Kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran secara ilmiah? Mengapa kita mempelajari ilmu? Apakah kegunaannya sebenarnya? Demikian juga berfilsafat berarti berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah kita ketahui: Apakah ilmu telah mencakup segenap pengetahuan yang seyogyanya saya ketahui dalam kehidupan ini? Dibatas manakah ilmu mulai dan di batas manakah dia berhenti? Kemanakah saya harus berpaling di batas ketidaktahuan ini? Apakah kelebihan dan kegunaan ilmu?  Apakah Filsafat? Ada tiga karakteristik berpikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. semacam keberanian untuk berterus terang.

6. merasa dan mengindera yang membuahkan pengetahuan? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan landasan ontologism. 11. merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan? b. Filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti : a. Politik ( filsafat pemerintahan ). Filsafat sejarah. Filsafat ilmu merupakan telaah scara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti: Obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Metafisika. 4.  Filsafat Ilmu Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology ( filsafat pengetahuan ) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu ( pengetahuan ilmiah ). Filsafat Hukum. Cabang-Cabang Filsafat Cabang-cabang filsafat antara lain: 1. Filsafat matematika. Filsafat pendidikan. Filsafat ilmu 8. 7. Estetika ( Filsafat seni ). Epistemologi . 5. 10. Epistemologi ( filsafat pengetahuan ). Filsafat Agama. 2. Etika (Filsafat moral) 3. Ontologi Obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia ( seperti berpikir. 9.

Aksiologi Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional? .Bagaimana proses yang memung kinkan ditimbanya pengetahuan yang berupailmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara / teknik / sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? c.

adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika. Logika Logika dapat di defenisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih. sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia. Logika Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus yang bersifat individual.II. MANUSIA DAN PENGETAHUAN Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lain (hewan dan tumbuhan). karena manusia mempunyai sifat rasa ingin tahu tentang sesuatu. Penarikan kesimpulan secara deduktif menggunakan pola berpikir silogisme. Perasaan adalah suatu penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran. Intuisi adalah suatu kegiatan berpikir yang nonanalitik yang tidak mendasarkan diri pada pola pikir tertentu. DASAR-DASAR PENGETAHUAN A. Sebagai kegiatan berpikir. Atau dapat juga dikatakan penalaran merupakan suatu proses berpikir logis. Manusia dalam kehidupannya memerlukan pengetahuan. penalaran mempunyai irri-ciri tertentu yaitu: pertama. Logika ada dua yaitu: logika induksi dan logika deduksi. 3. Ciri yang kedua adalah proses berpikirnya bersifat analitik. Penalaran Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. . 1. Disusun dari dua buah pertanyaan dan sebuah kesimpulan. juga untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang selalu berubah dan meningkat. Sedangkan logika deduksi merupakan cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. dan rasa ingin tahu itu selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Suatu masalah dalam pikiran namun menemui jalan buntu. Teori ini disebut teori koherensi. Kaum rasionalis mengembangkan paham apa yang kita kenal dengan rasionalisme sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman mengembangkan paham yang disebut dengan empirisme. suatu pernyataan benar adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi ( berhubungan ) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. . Sumber pengetahuan Pada dasarnya terdapat dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Sesuatu yang dianggap benar apabila pernyataan dan kesimpulan konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang terdahulu yang telah dianggap benar. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. 5. tiba-tiba saja muncul di benak kita yang lengkap dengan jawabannya dan kita merasa yakin bahwa itulah jawabannya namun kita tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya kita sampai kesana. Atau dapat disimpulkan bahwa teori koherensi adalah suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar y Paham Korespondensi ( Bertrand Russell ( 1872-1970 ) Bagi penganut teori korespondensi. Wahyu pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada para nabi dan rasul-rasulnya. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio dan yang kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. Selain rasionalisme dan empirisme masih terdapat cara untuk mendapatkan pengetahuan yaitu intuisi dan wahyu. Kriteria Kebenaran y Paham Koherensi.4. Kaum rasionalis beranggapan bahwa pengetahuan didapatkan lewat penalaran rasional yang abstrak sedangkan kaum empirisme pengetahuan manusia didapatkan lewat bukti konkret.

. jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Peirce 1839-1914 ).y Paham Pragmatisme ( Charles S. Bagi kaum pragmatisme kebenaran adalah suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Artinya suatu pernyataan adalah benar.

Ontologi dalam Pandangan The Liang Gie adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan : . ONTOLOGI HAKIKAT APA YANG DIKAJI Ontologi dalam definisi Aristoteles. pengertian universal.Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari kategori-kategori logis yang berlainan (misalnya objek-objek fisis. Metafisika Apakah hakikat kenyataan ini yang sebenar-benarnya? Metafisika dapat diartikan sebagai ilmu yang menyelidiki apa hakikat dibalik alam nyata ini. yaitu teori atau studi tentang being / wujud seperti karakteristik dasar dari seluruh realitas. Tanpa mengenal ketiga aspek ini akan sulit bagi kita untuk mengenal hakikat keilmuan dengan baik.Apakah artinya ada. probabilistik dan pilihan bebas merupakan permasalahan filsafati yang rumit namun menarik. 1. yaitu pembahasan tentang hal ada sebagai hal ada (hal ada sebagai demikian) mengalami perubahan yang dalam. Bidang telaah filsafati yang disebut metafisika ini merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafat termasuk pemikiran ilmiah. hal ada ? . abstraksi dan bilangan) dapat dikatakan ada ? Ontologi dalam Ensiklopedi Britannica Yang juga diangkat dari Konsepsi Aristoteles. sehubungan dengan objeknya. Ontologi dalam Filsafat ilmu adalah studi/pengkajian mengenai sifat dasar ilmu yang sifat dasar itu menentukan arti. . Asumsi Determinisme.Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada ? . struktur dan prinsip ilmu.III.Apakah golongan-golongan dari hal yang ada ? . 2.

3. Beberapa asumsi dalam ilmu Suatu permasalahan kehidupan tidak bisa dianalisis secara cermat dan saksama hanya oleh satu disiplin keilmuan saja.Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton ( 1788-1856 ) dari doktrin Thomas Hobbes ( 1588-1679 ) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak yang bersifat universal. Ilmu membatasi lingkup penjelajahanya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipergunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenaranya secara empiris. Peluang Berdasarkan teori keilmuan tidak akan pernah mendapatkan hal yang pasti mengenai suatu kejadian. Yang ada adalah kesimpulan yang probabilistik. Dalam mengembangkan asumsi kita harus perhatikan beberapa hal. 5. . Batas-Batas Penjelajahan Ilmu Ilmu memulai penjelajahan pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. asumsi ini harus relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disiplin keilmuan. Pertama. Asumsi harus operasional dan merupakan dasar dari pengkajian teoritis. Aliran ini merupakan lawan dari fatalisme yang menyatakn bahwa segala kejadian ditentukan oleh nasib yang ditetapkan lebih dahulu. 4. asumsi ini harus disimpulkan dari keadaan sebagaimana adanya bukan bagaimana keaadaan yang seharusnya. Asumsi yang pertama adalah mendasari telaah ilmiah sedangkan asumsi yang kedua adalah asumsi yang mendasari telaah moral. Kedua.

Jarum Sejarah Pengetahuan Konsep dasar pengetahuan waktu dulu adalah kriteria kesamaan bukan perbedaan. Tetapi setelah berkembangnya abad penalaran pada pertengahan abad ke 17 konsep dasarnya berubah dari kesamaan kepada perbedaan berbagai pengetahuan yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan dan konsekuensinya mengubah struktur kemasyarakatan. Setiap jenis pengetahuan memiliki ciri-ciri yang spesifik mengenai apa ( ontologi ). . bagaimana gaimana ( epistemologi ) dan untuk apa ( aksiologi ). Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. Usaha untuk mengetahui gejala ualam sudah dimulai sejak dulu kala melalui mitos. Termasuk didalamnya adalah ilmu. bagaimana cara mengetahui dan untuk apa pengetahuan itu dipergunakan. Lalu berkembang lagi kearah empirisme yang menyatakan bahwa pengetahuan yang benar itu didasarkan kepada kenyataan pengalaman. 2. EPISTEMOLOGI (CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR) 1. Tahap selanjutnya yaitu dengan mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis dan berakar pada pengalaman berdasarkan akal sehat yang didukung oleh metode mencoba-coba. Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya rasionalisme yang secara kritis mempertanyakan dasar-dasar pikiran yang bersifat mitos.IV. Perkembangan ini menyebabkan tumbuhnya pengetahan yang disebut seni terapan. Akal sehat dan coba-coba mempunyai peranan penting dalam usaha manusia untuk menemukan penjelasan mengenai berbagai gejala alam. Pohon pengetahuan mulai dibeda-bedakan berdasarkan apa yang diketahuai. Pengetahuan Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu.

Makin tinggi keumuman konsep maka makin tinggi teoritis konsep tersebut. Pada hakikatnya pengetahuan ilmiah mempunyai tiga fungsi yakni menjelaskan. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan. Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui dinamakan penelitan murni atau penelitian dasar. Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. 4. perumusan masalah. analisis kelembagaan atau tahap-tahap perkembangan. Hukum pada hakikatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut yaitu: pertama. Pengetahuan ilmiah dalam bentuk teori dan hukum harus mempunyai tingkat keumuman yang tinggi atau secara idealnya harus bersifat universal. . pengujian hipotesis. Sedangkan penelitian yang bertujuan untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah yang telah diketahui untuk memecahkan masalah kehidpan yang bersifat praktis dinamakan penelitian terapan.3. Keempat. Dalam ilmu sosial untuk meramalkan menggunakan metode proyeksi. Sebuah teori pada umumnya terdiri dari hukum-hukum. ketiga. Penarikan kesimpulan. Kedua. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara. Metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. pendekatan struktural. merencanakan dan mengontrol. Struktur Pengetahuan Ilmiah Pengetahuan yang di proses menurut metode ilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat keilmuan dan dapat disebut pengetahuan ilmiah atau ilmu. Kelima.

statistika. matematika. logika. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. SARANA BERPIKIR ILMIAH Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Tanpa bahasa maka mustahil bisa berpikir secara teratur dan dengan bahasa kita bisa melanjutkan nilai-nilai kepada generasi berikutnya. Berbahasa dengan jelas artinya juga mengungkapkan Karya ilmiah pada pendapat dasarnya atau merupakan pikiran kumpulan secara pernyataan jelas. Tanpa itu matematika hanya kumpulan rumus-rumus yang mati. Matematika Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan melakukan penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Berbahasa dengan jelas adalah makna yang terkandung dalam kata-kata harus diungkapkan secara tersurat untuk mencegah pemberian makna yang lain.V. Bahasa mengalami perkembangan oleh karena disebabkan pengalaman dan pemikiran manusia yang juga berkembang. Bahasa Bahasa dapat dicirikan sebagai serangkaian bunyi. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa. Rangkaian bunyi ini yang kita kenal sebagai kata melambangkan suatu obyek tertentu. Dengan bahasa manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasikan apa yang sedang ia pikirkan kepada orang lain. lambang dimana rangkaian bunyi ini membentuk suatu arti tertentu. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. 1. Matematika mempunyai kelebihan dari bahasa verbal karena matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara . yang mengemukakan informasi tentang pengetahuan maupun jalan pemikiran dalam mendapatkan pengetahuan tersebut 2.

Sebagai bagian dari perangkat metode ilmiah maka statistika membantu kita untuk melakukan generalisasi dan menyimpulkan karakteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan secara kebetulan. Yang pada pokoknya didasarkan pada asas yang sederhana. Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalitas antara dua faktor atua lebih bersifat kebetulan atau benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris.kuantitatif. Dengan bahasa verbal hanya bisa mengemukakan peryataan yang bersifat kualitatif. yakni semakin besar contoh yang diambil maka makin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulan tersebut. Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik. Matematika berfungsi sebagai alat berpikir. . Ilmu memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat. Matematika secara garis besarnya merupakan pengetahuan yang disusun secara konsisten berdasarkan logika deduktif. Ada beberapa aliran dalam Filsafat Matematika antara lain: Aliran Logistik ( Immanuel Kant ) Aliran Intusionis ( Jan Brouwer ) dan Aliran Formalis ( David Hilbert ). Sifat kuantitatif dari matematika meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu. 3. Konsep statistika sering dikaitkan dengan distribusi variabel yang ditelaah dalam suatu populasi. Statistika Yang menjadi dasar teori statistika adalah peluang.

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang ilmuwan maka harus dapat mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogiyanya mereka safari. Sikap sosial seorang ilmuwan adalah konsisten dengan proses penelaahan keilmuwan yang dilakukan. seorang ilmuwan yang mempunyai latarbelakang pengetahuan yang cukup harus menempatkan masalah tersebut pada proporsi ang sebenarnya dan menjelaskanya lepada masyarakat dalam bahasa yang dapat dicerna. Ilmu terbebas dari nilai. Dalam menghadapi masalah social.VI. . 2. Raja Charles II dari Inggris mendirikan the Royal Society yang bertindak selaku penawar bagi fanatisme di masyarakat waktu itu. Para ilmuan berusaha untuk menegakkan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana semboyan : ilmu yang bebas nilai. tanggungjawab seorang ilmuwan bukan lagi memberikan informasi tetapi memberikan contoh. Dibidang etika. Ilmu dan Moral Untuk apa sebenarnya ilmu itu harus dipergunakan? Dimana batas wewenang penjelajahan keilmuan? Kearah mana perkembangan keilmuan harus diarahkan? Sejak pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun dalam perpektif yang berbeda. Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan\ Secara historis fungsi sosial dari kaum ilmuwan telah lama dikenal dan diakui. AKSIOLOGI NILAI KEGUNAAN ILMU 1. Ilmu itu sendiri netral dan para ilmuwanlah yang memberikan nilai. Para ilmuwan pada waktu itu bersuara mengenai toleransi beragama dan pembakaran tukang-tukan sihir. Sejak Copernikus ( 1473-1543 ) mengajukan teori tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya seperti apa yang diajarkan oleh ajaran agama maka disinilah timbul interaksi antara ilmu dan moral ( yang bersumbe dari ajaran agama ).

Revolusi Genética Revolusi genética merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuan manusia sebab sebelum ini ilmu tidak pernah menyentuh manusia sebagai obyek penelaahan itu sendiri. 4. Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penemuanya untuk menindas bangsa lain meskipun yang menggunakan itu adalah bangsanya sendiri. Jika sekutu kalah maka yang akan muncul adalah rezim Nazi yang tidak berperikemanusiaan. Einstein waktu itu memihak Sekutu karena anggapanya bahwa sekutu mewakili aspirasi kemanusiaan. Untuk itu seorang ilmuwan tidak boleh berpaku tangan. . Nuklir dan Pilihan Moralnya.3. Seorang ilmuwan tak boleh memutarbalikan penemuwannya bila hipotesisnya yang dijunjung tinggi yang disusun diatas kerangka pemikiran yang terpengaruh preferensi moral ternyata hancur berantakan karena bertentangan dengan fakta-fakta pengujian. Memperlakukan manusia sebagai kelinci pencobaan adalah sikap yang tidak bermoral dan bertentangan dengan hakikat ilmu. Dia harus memilih sikap: berpihak kepada kemanusiaan atau tetap bungkam?.

kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan. adat serta kemampuan dan kebiasaan lainya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Manusia dan Kebudayaan Kebudayaan didefenisikan pertama kali oleh EB. Tujuh nilai ilmiah yang terpancar dari hakikat keilmuwan yakni: kritis. hukum.VII. kepercayaan. seni. Yang menjadi dasar dari kebudayaan adalah nilai. obyektif. Taylor pada tahun 1871 dimana dalam bukunya primitive culture. ILMU DAN KEBUDAYAAN 1. Kedua. Dalam rangka pengembangan kebudayaan ilmu mempunyai peranan ganda. Pertama. Ilmu dan Pengembangan Kebudayaan Nasional Ilmu merupakan pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur dari kebudayaan. Disamping itu nilai budaya dan tata hidup manusia ditopang oleh sarana kebudayaan. terbuka. ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terlenggaranya pengembangan kebudayaan nasional. moral. rasional. ekonomi dan kemasyarakatan membutuhkan pemecahan permasalahan secara kritis. Peranan ketujuh nilai ini adalah dalam hal bangsa mengahadapi permasalahan dalam bidang politik. Pada dasarnya tata hidup merupakan pencerminan yang konkret dari nilai budaya yang bersifat abstrak: kegiatan manusia ini dapat ditangkap oleh pancaindera sedangkan nilai budaya hanya tertangguk oleh budi manusia. logis. menjunjung kebenaran dan pengabdian universal. logis dan terbuka. Sedangkan sifat menjunjung kebenaran dan pengabdian universal akan merupakan aktor yang penting dalam pembinaan bangsa dimana seseorang lebih menitikberatkan kebenaran untuk kepentingan golongan dibandingkan kepetingan . ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak suatu bangsa. rasional. 2. Disamping nilai ini kebudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan manusia yang mencerminkan nilai budaya yang di kandungnya. Dua dasar moral bagi kaum ilmuwan adalah meninggikan kebenara dan pengabdian secara universal.

. Asumsi kedua ini sekarang ini tidak relevan lagi karena pengembangan ilmu sosial membutuhkan bakat-bakat matematika yang baik untuk menjadikanya pengetahuan yang bersifat kuantitatif.golongan. Dua Pola Kebudayaan. Bukan saja seni namun ilmu dalam hakikatnya yang murni bersifat mempersatukan. 3. Ada dua pola kebudayaan yang terbagi kedalam ilmu-ilmu alam dan ilmuilmu sosial. Raiso de¶etre yang menjadi argumentasi pembagian jurusan ini adalah asumsi yang pertama mengemukakan bahwa manusia mempunyai bakat yang berbeda dalam pendidikan matematika yang mengharuskan kita mengembangakan pola pendidikan yang berbeda pula. Asumsi yang kedua adalah yang menganggap bahwa ilmu sosial kurang memerlukan pengetahuan matematika.

Ilmu Pengetauan dan Sains Seluruh bentuk dapat digolongkan dalam kategori ketahuan ( knowledge ) di mana masing-masing bentuk dapat di cirikan oleh karakter obyek ontologis. Tentang Terminologi: Ilmu. landasan epistemologis dan landasan aksiologi masing-masing. 3. 2. Politik Bahasa Nasional Bahasa mempunyai dua fungsi yang pertama sebaga sarana komunikasi dan kedua sebagai sarana budaya yang mempersatukan kelompok manusia yang mempergunakan bahasa tersebut. Adapun kelemahan dari pilihan ini ialah bahwa kita terpaksa meninggalkan kata ilmu pengetahuan dan hanya menggunakan kata ilmu saja untuk sinonim science dalam bahasa inggris. Obyek Ontologis yaitu pengalaman manusia yakni segenap ujud yang dapat dijangkau lewat pancaindra atau alat yang membantu kemampuan pancaindra. Salah satu bentuk knowledge ditandai dengan: 1. Quo Vadis? Terminologi Ilmu untuk science dan pengetahuan untuk knowledge. ILMU DAN BAHASA 1. Pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dengan alasan utama yaitu fungsi kohesif bahasa Indonesia sebagai sarana yang mengintegrasikaan berbagai suku kedalam satu bangsa yakni Indonesi .VIII. 2. Landasa aksiologi: kemaslahatan manusia artina segenap ujud ketahuan itu secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia. Landasan epistemologis yaitu metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dan logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau yang disebut logico-hyphotetico-verifikasi. Fungsi pertama dapat disebut sebagai fungsi komunikatif dan fungsi kedua sebagai fungsi kohesif atau integratif. Secara defacto dalam kalangan dunia keilmuwan terminology ilmu sudah sering dipergunakan seperti dalam metode ilmiah dan ilmu-ilmu social atau ilmu-ilmu alam. Alternatif pertama menggunakan ilmu pengetahuan untuk science dan pengetahuan untuk knowledge 3.

Setelah melakukan perumusan hipotesis maka langkah berikutnya menguji hipotesis secara empiris melalui penelitian dan kemudian hasil penelitian dapat dilaporkan dalam kegiatan sebagai berikut: 1. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Dalam laporan penelitian dilampirkan daftar pustaka dan riwayat hidup peneliti. 4. Kesimpulan pengujian hipotesis dikembangkan menjadi kesimpulan penelitian yang ditulis dalam bab tersendiri. Dalam hipotesis mengkaji mengenai teori-teori ilmiah yang dipergunakan dalam analisis. Langkah selanjutnya setalah kegiatan laporan hasil penelitian adalah Ringkasan dan Kesimpulan. PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH 1. . menyatakan variabel-variabel yang diteliti. Kemudian melakukan identifikasi masalah. metodologi penelitian dan penemuan penelitian. Komunikasi ilmiah harus bersifat impersonal dimana berbeda dengan tokoh dalam sebuah novel yang bisa berupa aku dan dia atau doktor faust. memberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis data. Mendeskripsikan hasil analisis data. 2. Seluruh laporan penelitian disarikan dalam sebuah ringkasan yang disebut abstrak. 2. Kesimpulan penelitian ini merupakan sintesis dari keseluruhan aspek penelitian yang terdiri dari masalah. Menyimpulkan pengujian hipotesis apakah ditolak atau diterima. lalu merumuskan hipotesis. Struktur Penelitian dan Penulisan Ilmiah Langkah pertama dalam penelitian ilmiah adalah mengajukan masalah yang berisi: latarbelakang dari suatu masalah. hipotesis. pembahasan mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan. Langkah kedua yaitu : pengajuan Hipotesis. perumusan masalah. Teknik Penulisan Ilmiah Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan serta teknik notasi. 5. Menyatakan teknik analisa data. pembatasan masalah. penyusunan kerangka berpikir dengan mempergunakan premis-premis dan menyatakan secara tersurat postulat. asumsi dan prinsip yang dipergunakan. kerangka teoritis. Penulis ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif artinya bahwa sipenerima pesan mendapatkan kopi yang benar-benar sama dengan prototipe yang disampaikan sipemberi pesan. 3.IX.

Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi op. y Teknik Notasi Ilmiah Kalimat yang kita kutip harus dituliskan sumbernya secara tersurat dalam catatan kaki. Pernyataan ilmiah yang kita gunakan harus mencatat beberapa hal yakni kita identifikasi orang membuat pernyataan tersebut. lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan dilakukan. Jika kutipan itu disarikan dari beberapa halaman maka dapat ditulis pp.1-5 atau hlm 1-5. media komunikasi ilmiah dimana pernyataan tersebut di sampaikan. Sebuah buku yang ada diterjemahkan harus ditulis baik pengarang maupun penterjemah bukut tersebut sedangkan kumpulan karangan cukup disebutkan nama editornya. ( halaman ). Nama pengarang yang jumlahnya sampai tiga orang dituliskan lengkap sedangkan jumlah pengarang yang lebih dari tiga orang hanya ditulis nama pertama ditambah kata et al. cit ( loco citato: dalam tempat yang telah dikutip dan ibid ( ibidem : dalam tempat yang sama ). jika nama pengaranganya tidak ada langsung dituliskan nama bukunya atau Anom ( anoniymous ) didepan nama buku tersebut. loc.Kata ganti perorangan hilang dan diganti universal yakni ilmuwan. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis dalam argumentasi kita.cit ( opere citato: dalam karya yang telah dikutip ). Catatan kaki mulai langsung dari pinggi atau dapat dimulai setelah beberapa ketukan tik dari pinggir asalka dilakukan secara konsisten. . Kutipan yang diambil dari halaman tertentu disebutkan halamanya dengan singkatan p ( pagina ) atau hlm.