Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia.

Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.[rujukan?] Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.[rujukan?] Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.[rujukan?] Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di Eropa Timur sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol).[rujukan?] Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana.[rujukan?] Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.[rujukan?] Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo.[rujukan?] Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.[rujukan?]

Daftar isi

1 Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 3.4 Pemilihan Umum 1.1 Kembali menjadi anggota PBB 2.2.2 Pembubaran PKI dan Organisasi massanya 1.1 Pemulihan Hubungan dengan Singapura 2.2.6 Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) 2.2.2 Pemulihan Hubungan dengan Malaysia 2.2 Normalisasi Hubungan dengan Negara lain    • 2 Penataan Politik Luar Negeri ○ ○ 2.[sembunyikan] • 1 Penataan Kehidupan Politik ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1.2 Kerjasama Luar Negeri 3.5 Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI 1.3 Penyederhanaan Partai Politik 1.1 Pembentukan Kabinet Pembangunan 1.3 Pembekuan Hubungan dengan RRC • 3 Penataan Kehidupan Ekonomi ○ ○ ○ 3.3 Pembangunan Nasional • • • • • • • • 4 Warga Tionghoa 5 Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru 6 Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru 7 Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru 8 Krisis finansial Asia 9 Pasca-Orde Baru 10 Lihat pula 11 Referensi [sunting] Penataan Kehidupan Politik .

Jenderal Soeharto Penguasa Orde Baru Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tahun 1966 merupakan dasar legalitas dimulainya pemerintahan Orde Baru di Indonesia. Akibatnya muncul dualisme kepemimpinan nasional.[rujukan?] Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Catur Karya Kabinet Ampera yakni[rujukan?] • Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan . XXXIII/MPRS/1967 tertanggal 12 Maret1967. 13/B/1967.[rujukan?] Langkah-langkah yang dilakukan adalah:[rujukan?] [sunting] Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet pertama pada masa peralihan kekuasaan adalah Kabinet Ampera dengan tugasnya Dwi Darma Kabinat Ampera yaitu menciptakan stabilitas politik dan stabilitasekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Melalui Ketetapan MPRS No. Dan juga dapat dikatakan bahwa Orde Baru merupakan koreksi terhadap penyelewangan pada masa lampau. dan Letjen Soeharto diangkat sebagai perdanamenteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dalam kabinet Ampera yang disempurnakan. sampai presiden baru hasil pemilu ditetapkan. XIII/MPRS/1966. dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden Republik Indonesia. Berdasarkan Keputrusan Presiden No. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No. Sebagai tindak lanjut lembagatertinggi Negara ini mengeluarkan Ketetapan No. jabatan Presiden tetap dipegang Soekarno. IX/MPRS/1966. XIII/MPRS/1966. situasi konflik yang telahmenyebabkan terjadinya instabilitas politik nasional dapat teratasi. Pada 10 Januari 1967[rujukan?] Presiden Soekarno menyerahkan Pelengkap pidato pertanggungjawaban presiden yangdisebut PelNawaksara tidak diterima oleh MPRS berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS No. dan negara. Dan pada tanggal 27Maret1968 Soeharto diangkat sebagai presiden republic Indonesia berdasarkan Ketetapan MPRS No. yang diletakan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. yang secara resmi mencabut seluruh kekuasaan pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno[rujukan?]. Orde Baru merupakan tatanan seluruhkehidupan rakyat. Tetapi ketika kabinet Ampera dirombak pada tanggal 11 Oktober 1966. Letjen Soeharto ditugaskan oleh MPRS untuk membentuk Kabinet Ampera. Dan pada tanggal 20 Pebruari diumumkan tentang penyerahan kekuasaan kepada pengemban Ketetapan MPRS No. Dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS itu. menyebabkan kekuasaan pemerintahan di tangan Soeharto semakin besar sejak awal tahun 1967. bangsa. dan berusaha untuk menyusun kembalikekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.Dalam kabinet baru tersebut Soekarno tetap sebagai presiden dan sekaligus menjabat sebagai pimpinan kabinet. XLIV/MPRS/1968. 163 tanggal 25 Juli 1966 dibentuklah Kabinet Ampera.

Penggabungan partai-partai politik tersebut tidak didasarkan pada kesamaan ideology. bahwa perpecahan yang terjadi dimasa Orde Lama. [sunting] Penyederhanaan Partai Politik Pada tahun 1973 setelah dilaksanakan pemilihan umum yang pertama pada masa Orde Baru pemerintahan pemerintah melakukan penyederhaan dan penggabungan (fusi) partai. Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi 2. Tigakekuatan social politik itu adalah:[rujukan?] • • • Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan dari NU. Partai Murba. dan Parkindo Golongan Karya Penyederhanaan partai-partai politik ini dilakukan pemerintah Orde Baru dalam upayamenciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. 1992.[rujukan?] Pada Pemilu 1997 yang merupakan pemilu terakhir masa pemerintahan Orde Baru.partai politik menjadi tiga kekuatan social politik. Mengikis habis sisa-sisa Gerakan 30 September 4.[rujukan?] Dan PDI mengalami kemorosotan perolehan suara hanya mendapat11 kursi. 1977. Partai Katolik. yaitu tahun 1971. Dalam setiap Pemilu yang diselenggarakan selama masa pemerintahan Orde Baru. dan 1997.51 % dengan perolehan 325 kursi di DPR.• • • • Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu yang ditetapkan. IPKI. yaitu tanggal 5 Juli 1968 Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya Setelah MPRS pada tanggal 27 Maret 1968 menetapkan Soeharto sebagai presiden RI untuk masa jabatan lima tahun. Membersihkan aparatur Negara di pusat dan daerah dari pengaruh PKI. Golkar memperoleh 74. 1985. Golkar selalu memperoleh mayoritas suara dan memenangkan Pemilu. [sunting] Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru pemerintah berhasil melaksanakan enam kali pemilihan umum.43 %dengan peroleh 27 kursi. ketenangan. tetapi lebih atas persamaan program. dan PERTI Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan dari PNI. PSII. maka dibentuklah Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut Panca Krida yang meliputi: 1. Menyusun dan melaksanakan Pemilihan Umum 3. Pengalaman sejarah pada masa pemerintahan sebelumnya telah memberikan pelajaran. Parmusi. [sunting] Pembubaran PKI dan Organisasi massanya Dalam rangka menjamin keamanan. karena adanya perbedaan ideologi politik dan ketidakseragaman persepsiserta pemahaman Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. Soehartosebagai pengemban Supersemar telah mengeluarkan kebijakan:[rujukan?] • • • Membubarkan PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan Ketetapan MPRS No IX/MPRS/1966 Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia Pada tanggal 8 Maret 1966 mengamankan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. serta stabilitas pemerintahan. 1987. dan PPP memperoleh 5. Hal disebabkan adanya konflik intern .

umum. Dengan demikian Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi. Waktu itu Jenderal Soedirman telah melakukannya dengan meneruskan perjuangan. dan oleh karenanya maka semua prestasi lainnya dikaitkan dengan nama Pancasila.[rujukan?] Dan sejak tahun 1985 pemerintah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan kehidupan berorganisasi. Melalui penegasan tersebut opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. hubungan industri Pancasila. maka sejak tahun 1978 pemerintah menyelenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat.[rujukan?] [sunting] Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI Untuk menciptakan stabilitas politik.[rujukan?] Apalagi Pemilu berlangsung dengan asas LUBER (langsung.[rujukan?] [sunting] Penataan Politik Luar Negeri .[rujukan?] Pertimbangan pengangkatan anggota MPR/DPR dari ABRI didasarkan pada fungsinya sebagai stabilitator dan dinamisator. sehingga dengan adanya pemahaman yang sama terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Boleh dikatakan peran dinamisator telah menempatkan ABRI pada posisiyang terhormat dalam percaturan politik bangsa selama ini. pers Pancasila. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan MPR dan DPR tanpa catatan.Kemenangan Golkar yang selalu mencolok sejak Pemilu 1971 sampai dengan Pemilu 1997 menguntungkan pemerintah di mana perimbangan suara di MPR dan DPR didominasi oleh Golkar. yaitu peran Hankam dan sosial. Dan Pancasila dianggap memiliki kesakralan (kesaktian) yang boleh diperdebatkan. Demikian juga halnya yang dilakukanSoeharto ketika menyelamatkan bangsa dari perpecahan setelah G 30 S PKI. dan rahasia). di MPR dan DPR mereka mendapat jatah kursi dengan cara pengangkatan tanpa melalui Pemilu. Mulai dari sistem ekonomi Pancasila. yang terkenal dengan nama Ekaprasatya Pancakarsa atau Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Timbulnya pemberian peran ganda pada ABRI karena adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Selain itu setiap pertanggungjawaban. karena pada masa Orde Baru presiden dipilih oleh anggota MPR. Menolak Pancasila sebagai sebagai asas tunggal merupakan pengkhianat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun dalamkenyataannya Pemilu diarahkan untuk kemenangan salah satu kontrestan Pemilu yaituGolkar. yangmelahirkankan Orde Baru. rancangan Undang-undang. dan sistem sosial masyarakat Indonesia.Peran dinamisator sebanarnya telah diperankan ABRI sejak zaman Perang Kemerdekaan. sistem budaya. Penataran P4 ini bertujuan membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila. demokrasi Pancasila.[rujukan?] [sunting] Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) Pada tanggal 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila.[rujukan?] Untuk mendukung pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Keadaan ini telah memungkinkan Soeharto menjadi Presiden Repupublik Indonesia selama enam periode. bebas. Pancasila merupakan prestasi tertinggi Orde Baru. walaupun pimpinan pemerintahan telah ditahan Belanda.Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama masa pemerintahan Orde Baru telah menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. pemerintah Orde Baru memberikan peran ganda kepada ABRI. Peran ganda ABRI ini kemudian terkenal dengan sebutan Dwi Fungsi ABRI.di tubuh partai berkepala banteng tersebut. Semua bentuk organisasi tidak boleh menggunakan asasnya selain Pancasila. dan PDI pecah menjadi PDI Suryadi dan PDI Megawati Soekarno Putri yang sekarang menjadi PDIP . Kedudukan TNI dan POLRI dalam pemerintahan adalah sama. dan Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. dan sebagainya.

seperti pembangunan nasional.[rujukan?] Pada tanggal 2 Juni 1966 pemerintah Indonesia menyampaikan nota pengakuan atas Republik Singapura kepada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Malaysia Penandatanganan persetujuan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia dimulai dengan diadakannya perundingan di Bangkok pada 29 Mei. Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. Australia.[rujukan?] Dan pemerintah Singapura menyampaikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia.Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali dipulihkan.1 Juni 1966 yang menghasilkan Perjanjian Bangkok. Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik.[rujukan?] Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh negaranegara Asia lainnya bahkan oleh PBB sendiri. Dan Indonesia juga memulihkanhubungan dengan sejumlah negara seperti India. hubungan Indonesia dengan Singapura berhasil dipulihkan kembali. Isi perjanjian tersebut adalah:[rujukan?] • Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah merekaambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. [sunting] Normalisasi Hubungan dengan Negara lain [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Singapura Dengan perantaraan Dubes Pakistan untuk Myanmar. • • Dan pada tanggal 11 Agustus 1966 penandatangan persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia ditandatangani di Jakarta oleh Adam Malik (Indonesia) dan Tun Abdul Razak (Malaysia). Keputusan untuk kembali menjadi anggota PBB dikarenakan pemerintah sadar bahwa banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota pada tahun 1955-1964. serta keadilan. kebenaran. Habibur Rachman.[rujukan?] [sunting] Kembali menjadi anggota PBB Pada tanggal 28 Desember 1966 Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB). kemakmuran rakyat. Dan MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia harus didasarkan kepada kepentingannasional. [sunting] Pembekuan Hubungan dengan RRC . dan negaranegara lainnya yang sempat renggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Thailand.

maka pemerintah Orde Baru menempuh cara-cara :[rujukan?] • Mengadakan operasi pajak Melaksanakan sistem pemungutan pajak baru. 4. terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. Rendahnya penerimaan negara. 5. Pemerintah RRC juga telah memberikan perlindungan kepada tokoh-tokoh G 30 S PKI di luar negeri. baik bagi pendapatan perorangan maupun kekayaan dengan cara menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. maupun sesudah terjadinya pemberontakan tersebut. 3. Terlalu banyak dan tidak efisiennya ekspansi kredit bank. Dan pada 30 Oktober 1967 Pemerintah Indonesia secara resmi menutup Kedutaan Besar di Peking. Melalui media massanya RRC telah melakukan kampanye menyerang Orde Baru.[rujukan?] Selain itu pemerintah Indonesia merasa kecewa dengan tindakan teror yang dilakukan orang-orang Cina terhadap gedung. pemerintah Orde Baru melakukan langkah-langkah: • • Memperbaharui kebijakan ekonomi. Kebijakan ini didasari oleh Ketetapan MPRS No. dan anggota-anggota Keduataan Besar Republik Indonesia di Peking. program stabilisasi dan rehabilitasi. • • .[rujukan?] MPRS mengeluarkan garis program pembangunan. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran negara. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. dan pembangunan. Adapun yang menyebabkan terjadinya kemacetan ekonomi tersebut adalah: 1. Menghemat pengeluaran pemerintah (pengeluaran konsumtif dan rutin). Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Langkahlangkah yang diambil Kabinet Ampera yang mengacu pada Ketetapan MPRS tersebut adalah: • Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. Keputusan tersebut dilakukan karena RRC telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan cara memberikan bantuan kepada G 30 S PKI baik untuk persiapan. yakni program penyelamatan. • • Debirokrasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian Berorientasi pada kepentingan produsen kecil Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. keuangan. Penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Program pemerintah diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional. harta.Pada tanggal 1 Oktober 1967 Pemerintantah Republik Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina (RRC). pelaksanaan. serta secara terang-terangan menyokong bangkitnya kembali PKI. XXIII/MPRS/1966. 2.[rujukan?] [sunting] Penataan Kehidupan Ekonomi [sunting] Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi Untuk mengatasi keadaan ekonomi yang kacau sebagai peninggalan pemerintah Orde Lama. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri. serta menghapuskan subsidi bagi perusahaan Negara.

dan kurs valuta asing. pangan. Pembayaran hutang dilaksanakan atas dasar prinsip nondiskriminatif. pemerintah mengalihkan kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya sandang. dari tahun 1970 sampai dengan 1999. Indonesia mengalami kelumpuhan dan kerusakan pada prasarana social dan ekonomi. Pembayaran dilaksanakan secara angsuran. 4. sebab kenaikan harga bahan-bahan pokok dan valuta asing sejak tahun 1969 dapat dikendalikan pemerintah. Hal ini mendapat tanggapan baik dari negara-negara kreditor. Lembaga perkreditan desa. Pada tanggal 19-20 September 1966 pemerintah Indonesia mengadakan perundingan dengan negara-negara kreditor di Tokyo. sehingga pemerintah Orde Baru meminta negara-negara kreditor untuk dapat menunda pembayaran kembali utang Indonesia. Perundinganpun dilanjutkan di Paris.7 miliar. 2. Belanda yang bertujuan membicarakan kebutuhan Indonesia akan bantuan luar negeri serta kemungkinan pemberian bantuan dengan syarat lunas. Perancis dan dicapai kesepakatan sebagai berikut[rujukan?] 1. Pemerintah Indonesia mengambil langkah tersebut untuk memenuhi kebutuhannya guna pelaksanaan program-program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi serta persiapan-persiapan pembangunan.[rujukan?] [sunting] Kerjasama Luar Negeri • Pertemuan Tokyo Selain mewariskan keadaan ekonomi yang sangat parah. • Pertemuan Amsterdam Pada tanggal 23-24 Februari 1967 diadakan perundingan di Amsterdam. pemerintah juga berusaha dan telah berhasil mengadakan penangguhan serta memperingan syarat-syarat pembayaran kembali (rescheduling) hutang-hutang peninggalan Orde Lama. baik terhadap negara kreditor maupun terhadap sifat atau tujuan kredit. 3.2-2. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil. Dan pemerintah Orde Baru berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968. Selama sepuluh tahun terakhir masa pemerintahan Orde Lama. Sesudah dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968. tetapi harga bahan kebutuhan pokok naik melonjak.[rujukan?] Melalui pertemuan tersebut pemerintah Indonesia berhasil mengusahakan bantuan luar negeri. Pembayaran hutang pokok dilaksanakan selama 30 tahun.[rujukan?] Pemerintah Indonesia akan melakukan usaha bahwa devisa ekspor yang diperoleh Indonesia akan digunakan untuk membayar utang yang selanjutnya akan dipakai untuk mengimpor bahanbahan baku. dan perbankan disalahgunakan dan dijadikan alat kekuasaan oleh golongan dan kelompok kepentingan tertentu. [sunting] Pembangunan Nasional • Trilogi Pembangunan . pemerintahan Orde Lama juga mewariskan utang luar negeri yang sangat besar yakni mencapai 2. gerakan koperasi. Dampaknya lembaga (negara) tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyusun perbaikan tata kehidupan rakyat. yang selanjutnya dikenal dengan IGGI (Intergovernmental Group for Indonesia).[rujukan?] Program rehabilitasi dilakukan dengan berusaha memulihkan kemampuan berproduksi. Selama waktu pengangsuran tidak dikenakan bunga. Program stabilsasi ini dilakukan dengan cara membentung laju inflasi.[rujukan?] Di samping mengusahakan bantuan luar negeri tersebut.• Membatasi kredit bank dan menghapuskan kredit impor. dengan angsuran tahunan yang sama besarnya.

pemerintah telah melaksanakan enam Pelita yaitu:[rujukan?] • ○ Pelita I Pelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974. maka langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan nasional. bangsa. Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan . Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air 8. perdamaian abadi dan keadilan sosial Pelaksanaan Pembangunan Nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan jalur Pemerataan. dan menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. • Pelaksanaan Pembangunan Nasional Seperti telah disebutkan di muka bahwa Pembangunan nasional direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pemerataan kesempatan berusaha 6. Isi Trilogi Pembangunan adalah :[rujukan?] 1. Setiap Pelita memiliki misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah Indonesia 2. sandang dan perumahan. dan Negara. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.[rujukan?] Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Dan Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui program Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Pembangunan nasional dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yaitu:[rujukan?] 1. Pemerataan kesempatan kerja 5. Pemerataan pembagian pendapatan. Meningkatkan kesejahteraan umum 3. 2. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat khususnya pangan. Selama masa Orde Baru. Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun. Pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan dan pelayanan kesehatan 3.Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia. Dan Delapan Jalur Pemerataan yang dicanangkan pemerintah Orde Baru adalah:[rujukan?] 1. 2. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. 3. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 4. 7. Pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui Pembangunan Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Sasarannya adalah pangan. Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan. Program pembangunan pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian. Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil. [sunting] Warga Tionghoa . perluasan lapangan kerja. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan.[rujukan?] Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri.[rujukan?] • ○ Pelita II Pelita II mulai berjalan sejak tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979.5%. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. dan kesejahteraan rohani. sandang. dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6. sarana prasarana.[rujukan?] Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan. perbaikan prasarana perumahan rakyat. dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.8% per tahun.[rujukan?] Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Pada awal pemerintahan Orde Baru inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I inflasi berhasil ditekan menjadi 47%. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Dan pembangunan nasional dapat berlangsung terus. Pada Pelita ini pembangunan ditekankan pada sector pertanian dan industri. mensejahterakan rakyat. Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan. • ○ Pelita IV Pelita IV dilaksanakan tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989. sandang. • ○ Pelita VI Pelita VI dimulai 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang menganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat.[rujukan?] Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi. • ○ Pelita V Pelita V dimulai 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian.sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya. Dan pada tahun keempat Pelita II inflasi turun menjadi 9. dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.[rujukan?] • ○ Pelita III Pelita III dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 Maret 1984. dan memperluas kesempatan kerja. pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. perumahan.

[rujukan?] Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Bali dan Madura ke luar Jawa. [sunting] Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru • • • • Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. terutama ke Kalimantan. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. perayaan hari raya Imlek.[rujukan?] Padahal. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. Timor Timur. Sulawesi. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia.565[rujukan?] Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) • • • . Sejak tahun 1967.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya.[rujukan?] [sunting] Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Kesenian barongsai secara terbuka. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. Agama tradisional Tionghoa dilarang.Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?]. dan Irian Jaya.[rujukan?] Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah.

yang awalnya dipimpin para mahasiswa. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. J. Habibie. Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya 5. Pelaku ekonomi yang dominan adalah lebih dari 70% aset kekayaaan negara dipegang oleh swasta [sunting] Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. meminta pengunduran diri Soeharto. Para demonstran. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) 7. Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang.• • • • • Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri[rujukan?] [sunting] Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru [rujukan?] 1. [sunting] Pasca-Orde Baru . Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan.[rujukan?] Rupiah jatuh. Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan 8. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). antara lain dengan program "Penembakan Misterius" 10. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel 9. Semaraknya korupsi. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat 3. nepotisme 2. kolusi. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) 11. Kebebasan pers sangat terbatas. B. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) 6.[rujukan?] 12. inflasi meningkat tajam. hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. terutama di Aceh dan Papua 4. dan perpindahan modal dipercepat. 13.[rujukan?] Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden.

[rujukan?] Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru".Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. .[rujukan?] Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan zaman.