P. 1
orde baru

orde baru

|Views: 73|Likes:
Published by Caiiank Njarr

More info:

Published by: Caiiank Njarr on Feb 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia.

Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.[rujukan?] Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.[rujukan?] Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.[rujukan?] Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di Eropa Timur sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol).[rujukan?] Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana.[rujukan?] Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.[rujukan?] Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo.[rujukan?] Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.[rujukan?]

Daftar isi

2 Kerjasama Luar Negeri 3.2 Pembubaran PKI dan Organisasi massanya 1.2 Normalisasi Hubungan dengan Negara lain    • 2 Penataan Politik Luar Negeri ○ ○ 2.[sembunyikan] • 1 Penataan Kehidupan Politik ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1.3 Pembekuan Hubungan dengan RRC • 3 Penataan Kehidupan Ekonomi ○ ○ ○ 3.1 Kembali menjadi anggota PBB 2.1 Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 3.2.4 Pemilihan Umum 1.6 Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) 2.5 Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI 1.3 Penyederhanaan Partai Politik 1.1 Pembentukan Kabinet Pembangunan 1.1 Pemulihan Hubungan dengan Singapura 2.2.3 Pembangunan Nasional • • • • • • • • 4 Warga Tionghoa 5 Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru 6 Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru 7 Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru 8 Krisis finansial Asia 9 Pasca-Orde Baru 10 Lihat pula 11 Referensi [sunting] Penataan Kehidupan Politik .2.2 Pemulihan Hubungan dengan Malaysia 2.

dan negara. Dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS itu. sampai presiden baru hasil pemilu ditetapkan. Letjen Soeharto ditugaskan oleh MPRS untuk membentuk Kabinet Ampera. 163 tanggal 25 Juli 1966 dibentuklah Kabinet Ampera. yang secara resmi mencabut seluruh kekuasaan pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno[rujukan?].Jenderal Soeharto Penguasa Orde Baru Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tahun 1966 merupakan dasar legalitas dimulainya pemerintahan Orde Baru di Indonesia. situasi konflik yang telahmenyebabkan terjadinya instabilitas politik nasional dapat teratasi. Melalui Ketetapan MPRS No. dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden Republik Indonesia. Berdasarkan Keputrusan Presiden No. XXXIII/MPRS/1967 tertanggal 12 Maret1967.Dalam kabinet baru tersebut Soekarno tetap sebagai presiden dan sekaligus menjabat sebagai pimpinan kabinet. Pada 10 Januari 1967[rujukan?] Presiden Soekarno menyerahkan Pelengkap pidato pertanggungjawaban presiden yangdisebut PelNawaksara tidak diterima oleh MPRS berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS No. yang diletakan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dan pada tanggal 27Maret1968 Soeharto diangkat sebagai presiden republic Indonesia berdasarkan Ketetapan MPRS No. XIII/MPRS/1966. dan berusaha untuk menyusun kembalikekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Dan pada tanggal 20 Pebruari diumumkan tentang penyerahan kekuasaan kepada pengemban Ketetapan MPRS No.[rujukan?] Langkah-langkah yang dilakukan adalah:[rujukan?] [sunting] Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet pertama pada masa peralihan kekuasaan adalah Kabinet Ampera dengan tugasnya Dwi Darma Kabinat Ampera yaitu menciptakan stabilitas politik dan stabilitasekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional.[rujukan?] Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Catur Karya Kabinet Ampera yakni[rujukan?] • Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan . 13/B/1967. XLIV/MPRS/1968. Tetapi ketika kabinet Ampera dirombak pada tanggal 11 Oktober 1966. Dan juga dapat dikatakan bahwa Orde Baru merupakan koreksi terhadap penyelewangan pada masa lampau. IX/MPRS/1966. menyebabkan kekuasaan pemerintahan di tangan Soeharto semakin besar sejak awal tahun 1967. jabatan Presiden tetap dipegang Soekarno. Orde Baru merupakan tatanan seluruhkehidupan rakyat. Sebagai tindak lanjut lembagatertinggi Negara ini mengeluarkan Ketetapan No. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No. dan Letjen Soeharto diangkat sebagai perdanamenteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dalam kabinet Ampera yang disempurnakan. bangsa. Akibatnya muncul dualisme kepemimpinan nasional. XIII/MPRS/1966.

serta stabilitas pemerintahan.43 %dengan peroleh 27 kursi. Membersihkan aparatur Negara di pusat dan daerah dari pengaruh PKI. Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi 2. Dalam setiap Pemilu yang diselenggarakan selama masa pemerintahan Orde Baru. Golkar memperoleh 74. Penggabungan partai-partai politik tersebut tidak didasarkan pada kesamaan ideology. karena adanya perbedaan ideologi politik dan ketidakseragaman persepsiserta pemahaman Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. [sunting] Pembubaran PKI dan Organisasi massanya Dalam rangka menjamin keamanan. [sunting] Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru pemerintah berhasil melaksanakan enam kali pemilihan umum. [sunting] Penyederhanaan Partai Politik Pada tahun 1973 setelah dilaksanakan pemilihan umum yang pertama pada masa Orde Baru pemerintahan pemerintah melakukan penyederhaan dan penggabungan (fusi) partai.[rujukan?] Pada Pemilu 1997 yang merupakan pemilu terakhir masa pemerintahan Orde Baru. dan PERTI Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan dari PNI. tetapi lebih atas persamaan program. Parmusi.• • • • Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu yang ditetapkan. PSII. Partai Katolik. Soehartosebagai pengemban Supersemar telah mengeluarkan kebijakan:[rujukan?] • • • Membubarkan PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan Ketetapan MPRS No IX/MPRS/1966 Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia Pada tanggal 8 Maret 1966 mengamankan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965.51 % dengan perolehan 325 kursi di DPR. Golkar selalu memperoleh mayoritas suara dan memenangkan Pemilu. Tigakekuatan social politik itu adalah:[rujukan?] • • • Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan dari NU. 1977. Hal disebabkan adanya konflik intern . maka dibentuklah Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut Panca Krida yang meliputi: 1. Pengalaman sejarah pada masa pemerintahan sebelumnya telah memberikan pelajaran. 1985. IPKI. yaitu tahun 1971. Partai Murba.[rujukan?] Dan PDI mengalami kemorosotan perolehan suara hanya mendapat11 kursi. ketenangan. dan PPP memperoleh 5. dan 1997. Mengikis habis sisa-sisa Gerakan 30 September 4.partai politik menjadi tiga kekuatan social politik. 1987. dan Parkindo Golongan Karya Penyederhanaan partai-partai politik ini dilakukan pemerintah Orde Baru dalam upayamenciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. 1992. bahwa perpecahan yang terjadi dimasa Orde Lama. yaitu tanggal 5 Juli 1968 Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya Setelah MPRS pada tanggal 27 Maret 1968 menetapkan Soeharto sebagai presiden RI untuk masa jabatan lima tahun. Menyusun dan melaksanakan Pemilihan Umum 3.

yangmelahirkankan Orde Baru. Semua bentuk organisasi tidak boleh menggunakan asasnya selain Pancasila. Peran ganda ABRI ini kemudian terkenal dengan sebutan Dwi Fungsi ABRI. Selain itu setiap pertanggungjawaban. dan rahasia). walaupun pimpinan pemerintahan telah ditahan Belanda. Dengan demikian Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi.di tubuh partai berkepala banteng tersebut. Menolak Pancasila sebagai sebagai asas tunggal merupakan pengkhianat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Kedudukan TNI dan POLRI dalam pemerintahan adalah sama.[rujukan?] [sunting] Penataan Politik Luar Negeri . dan oleh karenanya maka semua prestasi lainnya dikaitkan dengan nama Pancasila. demokrasi Pancasila. Pancasila merupakan prestasi tertinggi Orde Baru. Penataran P4 ini bertujuan membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila. Namun dalamkenyataannya Pemilu diarahkan untuk kemenangan salah satu kontrestan Pemilu yaituGolkar.[rujukan?] Pertimbangan pengangkatan anggota MPR/DPR dari ABRI didasarkan pada fungsinya sebagai stabilitator dan dinamisator.Kemenangan Golkar yang selalu mencolok sejak Pemilu 1971 sampai dengan Pemilu 1997 menguntungkan pemerintah di mana perimbangan suara di MPR dan DPR didominasi oleh Golkar. Keadaan ini telah memungkinkan Soeharto menjadi Presiden Repupublik Indonesia selama enam periode. Melalui penegasan tersebut opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. pemerintah Orde Baru memberikan peran ganda kepada ABRI. Timbulnya pemberian peran ganda pada ABRI karena adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Mulai dari sistem ekonomi Pancasila. yaitu peran Hankam dan sosial. umum.[rujukan?] Dan sejak tahun 1985 pemerintah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan kehidupan berorganisasi.Peran dinamisator sebanarnya telah diperankan ABRI sejak zaman Perang Kemerdekaan. hubungan industri Pancasila.[rujukan?] [sunting] Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI Untuk menciptakan stabilitas politik.[rujukan?] Apalagi Pemilu berlangsung dengan asas LUBER (langsung. Dan Pancasila dianggap memiliki kesakralan (kesaktian) yang boleh diperdebatkan. dan sebagainya. di MPR dan DPR mereka mendapat jatah kursi dengan cara pengangkatan tanpa melalui Pemilu. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan MPR dan DPR tanpa catatan.Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama masa pemerintahan Orde Baru telah menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. Waktu itu Jenderal Soedirman telah melakukannya dengan meneruskan perjuangan. rancangan Undang-undang. Boleh dikatakan peran dinamisator telah menempatkan ABRI pada posisiyang terhormat dalam percaturan politik bangsa selama ini. sistem budaya. sehingga dengan adanya pemahaman yang sama terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Demikian juga halnya yang dilakukanSoeharto ketika menyelamatkan bangsa dari perpecahan setelah G 30 S PKI. maka sejak tahun 1978 pemerintah menyelenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat.[rujukan?] [sunting] Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) Pada tanggal 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila. pers Pancasila. dan Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. dan PDI pecah menjadi PDI Suryadi dan PDI Megawati Soekarno Putri yang sekarang menjadi PDIP . karena pada masa Orde Baru presiden dipilih oleh anggota MPR. yang terkenal dengan nama Ekaprasatya Pancakarsa atau Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).[rujukan?] Untuk mendukung pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. bebas.

Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. Thailand. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia harus didasarkan kepada kepentingannasional. serta keadilan. Dan Indonesia juga memulihkanhubungan dengan sejumlah negara seperti India. [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Malaysia Penandatanganan persetujuan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia dimulai dengan diadakannya perundingan di Bangkok pada 29 Mei. kemakmuran rakyat.1 Juni 1966 yang menghasilkan Perjanjian Bangkok. Isi perjanjian tersebut adalah:[rujukan?] • Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah merekaambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. [sunting] Normalisasi Hubungan dengan Negara lain [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Singapura Dengan perantaraan Dubes Pakistan untuk Myanmar. Australia. Keputusan untuk kembali menjadi anggota PBB dikarenakan pemerintah sadar bahwa banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota pada tahun 1955-1964.Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali dipulihkan. kebenaran. seperti pembangunan nasional. hubungan Indonesia dengan Singapura berhasil dipulihkan kembali. [sunting] Pembekuan Hubungan dengan RRC .[rujukan?] Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh negaranegara Asia lainnya bahkan oleh PBB sendiri.[rujukan?] Dan pemerintah Singapura menyampaikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Dan MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia.[rujukan?] [sunting] Kembali menjadi anggota PBB Pada tanggal 28 Desember 1966 Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB). • • Dan pada tanggal 11 Agustus 1966 penandatangan persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia ditandatangani di Jakarta oleh Adam Malik (Indonesia) dan Tun Abdul Razak (Malaysia). dan negaranegara lainnya yang sempat renggang akibat politik konfrontasi Orde Lama.[rujukan?] Pada tanggal 2 Juni 1966 pemerintah Indonesia menyampaikan nota pengakuan atas Republik Singapura kepada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Habibur Rachman. Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik.

serta secara terang-terangan menyokong bangkitnya kembali PKI. • • Debirokrasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian Berorientasi pada kepentingan produsen kecil Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut. serta menghapuskan subsidi bagi perusahaan Negara. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. dan pembangunan.[rujukan?] Selain itu pemerintah Indonesia merasa kecewa dengan tindakan teror yang dilakukan orang-orang Cina terhadap gedung. pelaksanaan. Terlalu banyak dan tidak efisiennya ekspansi kredit bank. Menghemat pengeluaran pemerintah (pengeluaran konsumtif dan rutin). Kebijakan ini didasari oleh Ketetapan MPRS No. Melalui media massanya RRC telah melakukan kampanye menyerang Orde Baru.Pada tanggal 1 Oktober 1967 Pemerintantah Republik Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina (RRC). yakni program penyelamatan. keuangan. terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. program stabilisasi dan rehabilitasi. baik bagi pendapatan perorangan maupun kekayaan dengan cara menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. maka pemerintah Orde Baru menempuh cara-cara :[rujukan?] • Mengadakan operasi pajak Melaksanakan sistem pemungutan pajak baru. maupun sesudah terjadinya pemberontakan tersebut. dan anggota-anggota Keduataan Besar Republik Indonesia di Peking. Pemerintah RRC juga telah memberikan perlindungan kepada tokoh-tokoh G 30 S PKI di luar negeri. 4. pemerintah Orde Baru melakukan langkah-langkah: • • Memperbaharui kebijakan ekonomi.[rujukan?] MPRS mengeluarkan garis program pembangunan. 3. Keputusan tersebut dilakukan karena RRC telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan cara memberikan bantuan kepada G 30 S PKI baik untuk persiapan. Rendahnya penerimaan negara. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri. Dan pada 30 Oktober 1967 Pemerintah Indonesia secara resmi menutup Kedutaan Besar di Peking. 2. Program pemerintah diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional. 5.[rujukan?] [sunting] Penataan Kehidupan Ekonomi [sunting] Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi Untuk mengatasi keadaan ekonomi yang kacau sebagai peninggalan pemerintah Orde Lama. • • . Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran negara. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. harta. Langkahlangkah yang diambil Kabinet Ampera yang mengacu pada Ketetapan MPRS tersebut adalah: • Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. Penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Adapun yang menyebabkan terjadinya kemacetan ekonomi tersebut adalah: 1. XXIII/MPRS/1966.

[rujukan?] Pemerintah Indonesia akan melakukan usaha bahwa devisa ekspor yang diperoleh Indonesia akan digunakan untuk membayar utang yang selanjutnya akan dipakai untuk mengimpor bahanbahan baku. baik terhadap negara kreditor maupun terhadap sifat atau tujuan kredit.2-2. Perancis dan dicapai kesepakatan sebagai berikut[rujukan?] 1. Perundinganpun dilanjutkan di Paris. Pembayaran dilaksanakan secara angsuran. • Pertemuan Amsterdam Pada tanggal 23-24 Februari 1967 diadakan perundingan di Amsterdam. gerakan koperasi. Program stabilsasi ini dilakukan dengan cara membentung laju inflasi. 2.[rujukan?] Melalui pertemuan tersebut pemerintah Indonesia berhasil mengusahakan bantuan luar negeri. pemerintah juga berusaha dan telah berhasil mengadakan penangguhan serta memperingan syarat-syarat pembayaran kembali (rescheduling) hutang-hutang peninggalan Orde Lama.7 miliar. dari tahun 1970 sampai dengan 1999. dengan angsuran tahunan yang sama besarnya. Indonesia mengalami kelumpuhan dan kerusakan pada prasarana social dan ekonomi. Hal ini mendapat tanggapan baik dari negara-negara kreditor. Selama waktu pengangsuran tidak dikenakan bunga. sehingga pemerintah Orde Baru meminta negara-negara kreditor untuk dapat menunda pembayaran kembali utang Indonesia. Sesudah dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968. 4.[rujukan?] Program rehabilitasi dilakukan dengan berusaha memulihkan kemampuan berproduksi. dan perbankan disalahgunakan dan dijadikan alat kekuasaan oleh golongan dan kelompok kepentingan tertentu.• Membatasi kredit bank dan menghapuskan kredit impor. Pemerintah Indonesia mengambil langkah tersebut untuk memenuhi kebutuhannya guna pelaksanaan program-program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi serta persiapan-persiapan pembangunan. Dampaknya lembaga (negara) tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyusun perbaikan tata kehidupan rakyat. Selama sepuluh tahun terakhir masa pemerintahan Orde Lama. Pembayaran hutang pokok dilaksanakan selama 30 tahun. Lembaga perkreditan desa. tetapi harga bahan kebutuhan pokok naik melonjak. pemerintah mengalihkan kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya sandang. pangan. Belanda yang bertujuan membicarakan kebutuhan Indonesia akan bantuan luar negeri serta kemungkinan pemberian bantuan dengan syarat lunas. [sunting] Pembangunan Nasional • Trilogi Pembangunan .[rujukan?] Di samping mengusahakan bantuan luar negeri tersebut. 3. pemerintahan Orde Lama juga mewariskan utang luar negeri yang sangat besar yakni mencapai 2. yang selanjutnya dikenal dengan IGGI (Intergovernmental Group for Indonesia). Pembayaran hutang dilaksanakan atas dasar prinsip nondiskriminatif. Pada tanggal 19-20 September 1966 pemerintah Indonesia mengadakan perundingan dengan negara-negara kreditor di Tokyo. dan kurs valuta asing. Dan pemerintah Orde Baru berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968. sebab kenaikan harga bahan-bahan pokok dan valuta asing sejak tahun 1969 dapat dikendalikan pemerintah.[rujukan?] [sunting] Kerjasama Luar Negeri • Pertemuan Tokyo Selain mewariskan keadaan ekonomi yang sangat parah. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil.

dan menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. perdamaian abadi dan keadilan sosial Pelaksanaan Pembangunan Nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan jalur Pemerataan. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Selama masa Orde Baru. dan Negara. 2. pemerintah telah melaksanakan enam Pelita yaitu:[rujukan?] • ○ Pelita I Pelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974. bangsa. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yaitu:[rujukan?] 1. Pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui Pembangunan Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dan Delapan Jalur Pemerataan yang dicanangkan pemerintah Orde Baru adalah:[rujukan?] 1. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Pemerataan kesempatan berusaha 6. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat khususnya pangan. Isi Trilogi Pembangunan adalah :[rujukan?] 1. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air 8. • Pelaksanaan Pembangunan Nasional Seperti telah disebutkan di muka bahwa Pembangunan nasional direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. sandang dan perumahan. maka langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan nasional. 2. Meningkatkan kesejahteraan umum 3. 7. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Setiap Pelita memiliki misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. 3. 4. Pemerataan kesempatan kerja 5. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Dan Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui program Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Pemerataan pembagian pendapatan. Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan .[rujukan?] Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan dan pelayanan kesehatan 3. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah Indonesia 2. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia. Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun.

Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil. dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. sandang.[rujukan?] Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pada Pelita ini pembangunan ditekankan pada sector pertanian dan industri. perbaikan prasarana perumahan rakyat. perluasan lapangan kerja.8% per tahun. mensejahterakan rakyat. sarana prasarana. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan.[rujukan?] Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik. serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang menganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat. [sunting] Warga Tionghoa .5%. Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6. • ○ Pelita V Pelita V dimulai 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. Pada awal pemerintahan Orde Baru inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I inflasi berhasil ditekan menjadi 47%. pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. • ○ Pelita IV Pelita IV dilaksanakan tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989.sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya. Dan pembangunan nasional dapat berlangsung terus. sandang. Program pembangunan pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian.[rujukan?] • ○ Pelita II Pelita II mulai berjalan sejak tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979. Sasarannya adalah pangan. dan memperluas kesempatan kerja. dan kesejahteraan rohani. perumahan.[rujukan?] Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi.[rujukan?] • ○ Pelita III Pelita III dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 Maret 1984. • ○ Pelita VI Pelita VI dimulai 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Dan pada tahun keempat Pelita II inflasi turun menjadi 9.[rujukan?] Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan. dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan.

Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana.[rujukan?] Padahal. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air.565[rujukan?] Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) • • • .[rujukan?] Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia.[rujukan?] [sunting] Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Bali dan Madura ke luar Jawa. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang.Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. dan Irian Jaya. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Kesenian barongsai secara terbuka. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran.[rujukan?] Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. terutama ke Kalimantan. Timor Timur. [sunting] Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru • • • • Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?]. Sulawesi. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. perayaan hari raya Imlek. Sejak tahun 1967. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya.

Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang. nepotisme 2. J. Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) 11.• • • • • Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri[rujukan?] [sunting] Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru [rujukan?] 1. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel 9. B. Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya 5. inflasi meningkat tajam. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat 3. Para demonstran. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. Habibie. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Kebebasan pers sangat terbatas. Semaraknya korupsi. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" 10. Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan 8. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) 7.[rujukan?] Rupiah jatuh. kolusi. Pelaku ekonomi yang dominan adalah lebih dari 70% aset kekayaaan negara dipegang oleh swasta [sunting] Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997.[rujukan?] Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. terutama di Aceh dan Papua 4. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) 6. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. meminta pengunduran diri Soeharto. 13. [sunting] Pasca-Orde Baru . Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. dan perpindahan modal dipercepat. yang awalnya dipimpin para mahasiswa.[rujukan?] 12. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak.

untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". .[rujukan?] Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru".[rujukan?] Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan zaman. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->