P. 1
Modul-Modul Praktikum

Modul-Modul Praktikum

|Views: 1,027|Likes:
Published by apachecoolon

More info:

Published by: apachecoolon on Feb 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

Sections

Modul Praktikum APLIKASI KOMPUTER

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MODUL 1 MENGENAL BLOG Blog adalah semacam buku harian yang dipajang di Internet. Memang berbeda dengan anak-anak muda atau remaja di tahun 70-an hingga 90-an yang menulis curahan hatinya di buku harian dan menguncinya rapat-rapat. Dengan media blog, sekarang ini justru orang menulis agar bias dibaca oleh orang lain. Dan golongan usianya tidak terbatas anak muda atau remaja saja. Dari sisi tema, isi blog juga bermacam-macam, misalnya cerita tentang kegiatan sehari-hari seseorang, sharing resep masakan, tip dan trik di dunia teknologi informasi, bahkan ada juga yang mengusung tema-tema yang berat seperti halnya politik dan hokum. Blog juga sering dimanfaatkan sebagia media promosi atau kegiatan marketing. 1.1 Sejarah Singkat Blog Blog sebenarnya merupakan kependekan dari weblog. Weblog berasal dari kata web dan log. Seperti kita tahi, web dapat diartikan jaringan internet, sedangkan log berasal dari kata logbook. To log adalah kata kerja yang diturunkan dari kata benda logbook, yang berarti melakukan pencatatan ke dalam buku log. Dalam dunia teknologi informasi, kata log berkembang sedemikian rupa sehingga memiliki arti melakukan pencatatan secara sistematis terhadap pemrosesan data ( data processing ). Sejarah blog bias jadi setua sejarah internet itu sendiri. Bahkan sebuah sumber mengatakan bahwa situs web yang pertama kali ada merupakan blog yang pertama juga. 1.2 Mengapa Harus Blog? Di akhir decade 90-an, mulai banyak orang yang “melek” internet dan memikirkan pentingnya memiliki situs pribadi di internet entah sebagai ajang promosi maupun hanya sekedar ekspresi diri. Namun hanya sedikir situs pribadi yang kemudian mampu bertahan. Kesulitan dalam pengelolaan situs serta minimnya kemampuan desain web yang dimiki menjadi ganjalan utama. Keunggulan blog dibandingkan situs web adalah : • Pemilik blog tidak perlu memahami HTML

• Pemilik blog tidak perlu memiliki kemampuan pemrograman • Tersedia template desain yang melimpah • Sudah memilik fasilitas CMS (Content Management System) di dalamnya.

1.3 Mengapa WordPress? WordPress adalah perangkat lunak publikasi untuk keperluan personal. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa WordPress adalah perangkat lunak untuk blogging atau ngeblog. Keunggulan WordPress antara lain adalah :      Bersifat bebas (free) karena dilisensikan di bawah lisensi GPL (GNU Public License). Dapat digunakan secara offline (tanpa koneksi internet) menggunakan web server yang diinstal secara local Dapat diinstal pada web hosting yang mendukung penggunaan PHP dan MySQL. Versi PHP yang digunakan minimal adalah versi 4.2 dan versi MySQL minimal adalah3.23.x. Mudah dikustomisasi. Menyediakan banyak themes dan plugin

CATATAN Penulis lebih suka menerjemahkan kata free menjadi bebas untuk menyatakan salah satu sifat perangkat lunak yang dilesensikan GPL, sebab terjemahan free menjadi gratis kurang tepat pada lingkungan pembicaraan GPL. Seperti halnya perangkat lunak berlisensi GPL lainnya, WordPress juga dapat didownload secara bebas. WordPress dapat di-download melalui situs www.wordpress.org. Perhatikan baik-baik bahwa alamat situs tersebut memiliki akhiran .org. Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah memang perangkat lunak WordPress tersebut harus diinstall terlebih dahulu di computer sebelum dapat digunakan untuk membuat blog?Jawabanya adalah tidak perlu. Di internet telah tersedia banyak web hosting yang mendulkkun penggunaan WordPress. Dan jika kebutuhan Anda adalah murni hanya untuk membuat blog, Anda dapat menggunakan

blog gratis yang disediakan oleh www.wordpress.com. Kali ini akhiran yang digunakan adalah .com. Situs www.wordpress.com adalah situs yang dipersembahkan oleh para pengembang WordPress bagi khalayak luas agar dapat membuat blog tanpa harus dipusingkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan pengeloaan situs web.

MODUL 2 PEMBUATAN BLOG BARU DI WORDPRESS Sebuah perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Dan langkah pertama pembuatan blog adalah mendaftarkan diri Anda ke situs tersebut. 2.1Proses Pendaftaran Buka browser favorit Anda dan ketikkan ke www.wordpress.com. Tampilan situs WordPress.com akan terlihat seperti Gambar 2.1

Tentunya jika anda lebih menyukai tampilan berbahasa inggris, anda bisa menggantinya dengan mudah pada bagian pojok kanan atas. Lanjutkan dengan mengklik tombol “daftar sekarang”, dan anda akan dibawa pada halaman berikut:

Pada halaman tersebut, kita akan diminta memasukkan Nama Pengguna (username), dengan ketentuan minimal 4 karakter, hanya diperkenankan menggunakan huruf dan atau angka saja. Tentu saja penggunaan tanda titik, spasi, dan lain sebagainnya tidak diperkenankan. Selain itu, anda diminta untuk mengisikan password sebanyak dua kali, ketikkan pada bagian Kata

Sandi dan Konfirmasi password yang sama. Indikasi kekuatan password yang anda gunakan akan ditampilkan pada petunjuk dibawah kotak konfermasi. Masukkan alamat e-mail yang ingin anda gunakan untuk pendaftaran ini. Lalu, jangan lupa untuk memberikan tanda cek (centang) di samping tulisan “Saya telah membaca dan setuju..”, kemudian klik tombol “Berikutnya”

Pada bagian tersebut, jika anda tidak menghendaki perubahan pada domain untuk alamat blog anda, biarka seperti apa adanya, karena secara baku alamat akan berformat namauser.wordpress.com. Domain Blog tidak dapat diubah di kemudian hari, maka dari itu tetapkan pilihan anda dengan mantap. Lalu, lakukan penyesuaian pada judul Blog seperlunya, lanjutkan dengan mengklik “Daftar>>”. Di halaman selanjutnya,jika tidak ada yang salah, anda akan diberi tahu dengan kalimat “Akun Anda talah aktif”. Untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya, klik link “ubah wdhan Anda” untuk mengubah tema tampilan, atau klik kunjungi situs untuk melihat tampilan awal blog anda sebelum mendapat sentuhan tambahan. 2.2 Lupa Password? Lupa adalah hal yang lumrah terjadi pada manusia. Lalu bagaimana jika Anda lupa password yang hendak digunakan untuk login ke WordPress.com? Anda tidak perlu cemas karena WordPress.com menyediakan fasilitas untuk membuat password baru.

Pada halaman depan WordPress.com terdapat link Lost your password? Jika link tersebut diklik, Anda akan dibawa ke halaman yang berisi form untuk meminta password baru. Masukkan nama user atau e-mail yang Anda pergunakan saat mendaftar di WordPress.com dan klik Get New Password. Password baru tersebut akan dikirimkan ke alamat e-mail yang Anda pergunakan saat mendaftar di WordPress.com. Gunakan password baru tersebut untuk ke login ke WordPress dan setelah itu segeralah ganti kembali password tersebut menjadi password baru yang lebih mudah Anda ingat. 2.3 Profil Penulis Blog Hal yang penting untuk segera dilakukan setelah pembuatan blog baru adalah penentuan proil penulis blog. Klik link My Account > Edit Profile. Dengan mengklik link tersebut, Anda akan dibawa ke halaman Your Profile and Personal Options. Untuk mengganti password, isikan password baru pada kotak teks New Password dan ulangi sekali lagi pada kotak teks “Type it one more time”. Jika perubahan maupun tambahan informasi dirasa telah cukup klik tombol Update Profile. Setelah proses update, perhatikan bahwa di bagian atas akan muncul balok bertuliskan Profile Updated. 2.4 Cara Cepat Menulis di Blog Setelah memiliki blog, tentunya Anda sudah tidak sabar untuk segera menulis dib log Anda. Dalam bahasa Inggris, menulis dib log disebut dengan posting, sedangkan tulisannya disebut dengan post. Cara termudah untu menulis di blog dengan sebgai berikut : 1. Bukalah blog Anda dengan sebuah browser 2. Pastikan Anda telah login terlebih dahulu 3. Klik link New Post yang terdapat pada bagian atas blog Anda 4. Tunggulah beberapa saat hingga halaman untuk menulis post terbuka dengan sempurna. 5. Pada kotak teks “Title”, isikan judul tulisan Anda 6. Tuliskan (baca:ketikkan) tulisan Anda pada kotak penyuntingan teks yang tersedia. Pastikan bahwa tab yang aktif pada bagian tersebut adalah tab Visual 7. Setelah tulisan selesai diketikkan, klik tombol Publish.

Beberapa saat kemudian, di bagian atas blog Anda akan muncul balok yang bertuliskan “Post Saved”. “View Post”, untuk melihat posting Anda tersebut, klik link View Post. Sedangkan untuk melihat situs blog Anda secara penuh, klik link View Site yang terdapat di sisi kanan judul blog.

2.5 Menyunting Tulisan Jika tulisan yang telah terpublikasi tersebut ternyata belum sesuai dengan keinginan, Anda dapat menyuntingnya kembali. Untuk menyunting tulisan yang telah terpublikasi dib log, klink link Edit.

MODUL 3 FASILITAS PENYUNTINGAN TEKS 3.1 Kotak Teks Judul Kotak teks judul digunakan untuk menuliskan judul tulisan. 3.2 Kotak Penyuntingan Teks Kotak penyuntingan teks digunakan untuk mengetikkan teks tulisan yang akan dipublikasikan di blog. Jika Anda terbiasa menggunakan peranti lunak pengolah kata, bekerja dengan kotak penyuntingan teks ini bukanlah hal yang menyulitkan. Kotak penyuntingan teksw terdiri dari dua tab (halaman), yaitu Visual dan Code. Tab Visual bersifat WYSIWYG (What You See Is What You Get), artinya apa yang Anda ketikkan di kotak terseburt nantinya akan sama dengan hasil publikasi. Sedangkan tab Code digunakan untuk menyunting teks berdasarkan kode HTML. 3.3 Format Teks dan Paragraf Secara Visual Untuk menerapkan format tertentu terhadap teks dan paragraph, Anda dapat memanfaatkan tombol-tombol yang terdapat di bagian atas kotak penyuntingan teks. 3.3.1 Memecah Tulisan Menjadi Dua Bagian Mengapa tulisan perlu dipecah menjadi dua bagian? Begini, jika Anda termasuk orang yang suka menulis dan selalu menghasilkan tulisan yang panjang, maka sangat mungkin halaman blog Anda sudah penuh hanya oleh satu atau dua tulisan saja. Hal ini ternyata kurang menguntungkan karena pengunjung blog Anda menjadi tidak tertarik untuk melirik tulisan Anda yang lain. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memecah tulisan adalah sebagai berikut: 1. Letakkan kursor pada posisi di mana pemecahan akan dilakukan 2. Klik tombol Split post with More tag atau tekan kombinasi tombol Alt+Shift+T. 3. Pada kotak penyuntingan akan muncul garis yang menandai letak pemecahan. Nantinya setelah tulisan Anda dipublikasikan, tulisan yang muncul hanyalah tulisan yang terdapat di atas garis pemecahamn. Di bawahnya akan terdapat link bertuliskan “Read the rest of this entry”. Untuk membaca tulisan Anda secara lengkap, pembaca harus mengklik link tersebut.

3.3.2 Advanced Toolbar Jika Anda mengkilik tombol Show/Hide Advanced Toolbar. 3.3.3 Penyuntingan Teks melauli kode HTML Jika Anda memiliki pengetetahuan yang memadai akan HTML, Anda dapat menyunting teks melalui kode-kode HTML-nya. Untuk melakukan hal tersebut, klik tab Code yang terdapat di bagian atas kotak penyunting teks. Mengingat fasilitas ini membutuhkan pengetahuan yang memadai akan HTML, maka kita tidak membahasnya lebih lanjut. 3.4 Menyisipkan Gambar Langkah-langkah untuk melakukan upload gambar ke WordPress.com sebagai berikut: 1. Klik tombol Browse yang terdapat pada halaman penyuntingan tulisan. 2. Pada kotak dialog File Upload, pilih gambar yang hendak di-upload dan klik tombol Open. 3. Jika perlu tambahkan judul dan deskripsi terhadap gambar yang di-upload tersebut pada kotak teks Title dan Description. 4. Klik tombol Upload 5. Dengan mengkilk tombol Upload, Anda akan dibawa ke tab Browse 6. Jika Anda ingin menyunting judul dan deskripsi gambar, klik link Edit 7. Pilihan yang terdapat pada opsi Show digunakan untuk menentukan tampilan gambar, apakah berupa Thumbnail (gambar yang ukurannya diperkecil), Full Size (gambar berukuran penuh), atau Title (hanya judul gambar yang ditampilkan). 8. Pilihan yang terdapat pada opsi Link to digunakan untuk menentukan alamat link yang dituju oleh gambar, apakah File (file gambar tersebut), Page (halaman yang memuat gambar tersebut)m atau none (gambar tidak mengandung link) 9. Klik tombol Send to Editor untuk menampilkan gambar pada kotak penyuntingan teks. 3.5 Menambahkan Tag Di bawah kotak penyuntingan teks terdapat sebuah kotak teks yang digunakan untuk menuliskan tag. Tag adalah semacam penggolongan tulisan. WordPress mengenal dua macam penggolongan tulisan, yaitu dengan kategori dan tag.

Sifat penggolongan kategori lebih umum, sedangkan tag lebih spesifik. Misalnya Anda menulis tentang “Belajar Linux”, Anda mungkin akan memasukkanya pada kategori “Dunia Linux” dan memberi tag ”perintah dasar, pemrograman shell(BASH)”. 3.6 Menyimpan Tulisan Setelah tulisan Anda selesai disunting, ada tiga kemungkinan yang dapat dilakukan. Yang pertama adalah menyimpan tulisan tersebut dengan masih tetap mempertahankan halaman penyuntingan terbuka agar masih dapat disunting kembali. Hal ini dapat dicapai dengan mengklik tombol Save and Continue Editing. Kemungkian kedua adalah menyimpan tulisan tersebut sebagai draft yang dilakukan dengan mengklik tombol Save. Pilihan ini biasanya diambil jika tulisan masih akan disunting lagi pada kesempatan lain. Jika di kesempatan lain Anda login kembali ke blog Anda dan hendak membuat tulisan baru, draft tersebut akan ditampilkan di bagian atas kotak penyuntingan teks. Klik draft tersebut untuk menyuntingnya kembali. Terakhir, jika Anda sudah merasa puas dengan tulisan Anda, Anda dapat langsung melakukan publikasi terhadap tulisan tersebut dengan mengklik tombol Publish.

MODUL 4 PENGELOLAAN TULISAN BLOG 4.1 My Dashobard Seperti halanya dashoboard mobil yang digunakan untuk mengendalikan serta melakukan berbagai pengaturan terhadap mobil, dashboard yang terdapat dib log juga memiliki fungsi untuk mengendalikan serta melakukan berbagai pengaturan terhadap blog. Untuk masuk ke dashboard blog Anda, klik link My Dashboar yang terdapat di baigan atas blog Anda. Ingat, link tersebut baru muncul jika Anda telah login ke WordPress.com. Catatan : Untuk menghindari kerancuan, link-link seperti Dashboard, Write, Manage, akan disebut dengan tab, sedangkan link-link yang berada di bawah tab akan disebut dengan halaman. Perhatikan bahwa pada tab Dashboard terdapat beberapa halaman yaitu:      Dashboard, berisi dashboard itu sendiri Blog Stats, berisi statistik blog] Blog Surfer, berisi daftar blog yang penulisnya sering berkunjung ke blog Anda dan sering Anda kunjungi. Fitur ini masih berada dalam tahap pengembangan. My Comments, berisi daftar komentar yang pernah Anda tinggalkan pada blog-blog yang ada di WordPress.com Tag Surfer, berisi koleksi tulisan yang senada dengan tulisan-tulisan dib log Anda. Fitur ini masih berada dalam tahap pengembangan.

4.1.1 Halaman Dashboard Halaman Dashboard terdiri dari tiga bagian, yaitu beberapa link pengoperasian dasar blog, Your Stuff, dan What‟s Hot. Beberapa link pengoperasian dasar yang tersedia adalah sebagai berikut:

Write a post, menuju ke halaman pembuatan tulisan baru

    

Update your profil or password, menuju ke halaman yang digunakan untuk memperbarui profil dan password Add a bookmark, menuju ke halaman yang digunakan untuk menambahkan link pada blog Anda Post, menuju ke halaman yang digunakan untuk melakukan manajemen tulisan Comments, menuju ke halaman yang digunakan untuk melakukan manajemen komentar Invite your friends, menuju ke halanan yang digunakan untuk mengundang teman Anda membuat account di WordPress.com Bagian Your Stuff berisi link-link yang menuju ke berbagai aktifitas yang dilakukan atau

terjadi pada blog Anda, seperti tulisan, komentar, moderasi yang perlu dilakukan, dan lain-lain. 4.1.2 Halaman Blog Stats Halaman Blog Stats berisi statistik aktivitas blog Anda. Pada bagian atas halaman ini terdapat chart yang menggambarkan statistic tersebut. Halaman Blog Stats terdiri dari beberapa bagian yaitu :     Referres, berisi daftar situs atau blog lain yang memiliki link menuju ke blog Anda. Pengunjung dating ke blog Anda karena mengklink link tersebut Top Posts & Pages, daftar tulisan atau halaman blog Anda yang ramai dikunjungi Search Engine Terms, kata kunci pada search engine yang hasilnya membawa seseorang tiba di blog Anda Clicks, daftar link pada blog Anda yang diklik oleh pengunjung.

4.2 Membuat Tulisan dan Halaman Baru Untuk membuat tulisan dan halaman baru, klik tab Write yang terletak di sebelah kanan tab Dashboard. Materi mengenai pembuatan tulisan baru telah dibahas tadi, karena itu pada bagian ini akan dibahas mengenai pembuatan halaman baru. Halaman baru yang terdapat pada blog umumnya digunakan untuk menampilkan informasiinformasi singkat seperti jati diri penulis, alamat kontak, atau informasi lain yang ingin ditampilkan dalam jangka panjang, bahkan mungkin “seumur hidup”.

Perhatikan bahwa di bawah tab Write terdapat dua buah link, yaitu Write Post dan Write Page. Link Write Post akan membawa Anda menuju ke halaman penyuntingan teks yang tentunya sudah tidak asing lagi. Speintas lalu, halaman tersebut nampak sama saja dengan halaman penyuntingan teks. Namun jika diperhatikan, ada beberapa area yang “hilang” dan ada bebeapa area baru. Area baru yang ditambahkan adalah sebagai berikut :     Page Parent, digunakan untuk menentukan induk dari halaman yang sedang dibuat. Jika berinduk pada Main Page, halaman tersebut dapat diakses dari halaman utama. Page Template, digunakan untuk menentukan template halaman yang akan dibuat Page Author, digunakan untuk menunjukkan siapa penulis halaman tersebut. Bermanfaat jika blog ditulis oleh lebih daripada satu orang penulis Page Order, menentukan urutan halaman yang sedang disunting relative terhadap halaman-halaman yang lain.

4.3 Pengelolaan Tulisan dan Halaman Fasilitas pengelolaan tulisan dan halaman tersedia pada tab Manage. Tab Manage memiliki beberapa halaman sebagai berikut :       Posts, halaman untuk mengelola tulisan Pages, halaman untuk mengelola halaman blog Uploads, halaman untuk mengelola file-file yang di-upload ke WordPress.com Categoriez, halaman untuk mengelola kategori tulisan Import, halaman yang berisi fasilitas untuk melakukan impor tulisan dari blog lain. Export, halaman yang berisi fasilitas untuk melakukan ekspor tulisan yang ada di-blog ke ke dalam format XML agar dapat diimpor ke blog WordPress yang lain.

4.3.1 Pengelolaan Tulisan Pengelolaan tulisan dilakukan melalui halaman Posts. Halaman Posts berisi daftar tulisan yang pernah Anda tulis, baik yang telah dipublikasikan maupun masih berupa draft. Daftar

tulisan tersebut ditampilkan pada table yang memiliki sepuluh kolom. Kolom-kolom tersebut adalah sebaagai berikut :     ID, identitas tulisan yang dibuat secara otomatis oleh WordPress When, tanggal dibuat atau dipublikasikannya tulisan Ttile, judul tulisan Categories, kategori tulisan. Jika Anda mengklik salah satu link kategori, Anda akan dibawa ke halaman yang berisi daftar tulisan-tulisan di WordPress.com yang memiliki kategori yang sama dengan tulisan tersebut.     Comments, jumlah komentar yang masuk. Author, nama penulis. Stats, statistic tulisan Tiga kolom terakhir berisi operasi yang dapat dilakukan terhadap suatu tulisan, yaitu View (melihat tulisan), Edit (menyunting tulisan), dan Delete (menghapus tulisan), dan Delete (menghapus tulisan).

4.3.2 Pengelolaan Halaman Blog Pengelolaan halaman blog dilakukan melalui halaman Pages. Isi halaman Pages mirip dengan halaman Posts. 4.3.3 Pengelolaan Upload Halaman Uploads berisi file-file yang telah di-upload ke WordPress.com. Umumnya filefile tersebut berupa file gambar. 4.3.4 Pengelolaan Kategori Tulisan Saat pertama kali dibuat, secara default blog di WordPress.com hanya memilki sebuah kategori, yaitu Uncategorized. Untuk menyunting atau menambah kategori baru, masuklah ke halaman Categorized. Untuk menambahkan kategori baru, klik link add new atau langsung menuju ke area Add Category.

MODUL 5 PENGELOLAAN KOMENTAR Salah satu yang membuat aplikasi blog begitu cepat berkembang dan memiliki banyak penggemar adalah karena adanya interaksi antara pembaca dan penulis blog. Interaksi tersebut dinyatakan dengan adanya komentar-komentar yang ditinggalkan oleh para pembaca blog terhadap tulisan yang dipublikasikan oleh penulis blog 5.1 Melarang Komentar Pada halaman penyuntingan tulisan terdapat area Discussion. Salah satu opsi pada area tersebut adalah Allow Comments. Jika opsi Allow Comments dinonaktifkan, tulisan yang sedang disunting tersebut nantinya tidak dapat diberi komentar jika telah dipublikasikan. BAGIAN 6 BLOGROLL Blogroll adalah kumpulan link yang sengaja diletakkan pada suatu area tertentu dan umunya digunakan untuk menuju ke blog sahabat atau orang-orang yang berelasi denga penulis blog. Umumnya para pemilik blog yang memiliki hubungan erat akan saling tukar-menukar alamat URL blog mereka masing-masing untuk ditampilkan di blogroll. Dengan adanya blogroll, para penulis blog bisa saling mempromosikan blog teman atau relasi mereka. Selain itu, mereka juga bisa dengan mudah mengunjungi blog teman atau relasi mereka dengan mengklik link yang terdapat pada blogroll tersebut. Pengelolaan blogroll dilakukan melalui halaman Blogroll yang dapat dicapai dengan mengklik link My Dashboard dan kemudian link Blogroll. Pastikan Anda telah login terlebih dahulu ke blog Anda sebelumnya. 6.1 Pengelolaan Blogroll Pengelolan Blogroll dilakukan melalui halaman Manage Blogroll yang terdapat di bawah tab Blogroll. 6.2 Menambahkan Link Penambahan link blogroll dapat dilakukan melalui halaman Add Link. Hal yang perlu dilakukan untuk menambahkan link baru sebagai berikut :

      

Tuliskan teks link pada kotak teks Name Tuliskan URL link pada kotak teks Address Tuliskan deskripsi link tersebut. Deskripsi umumnya akan muncul dalam bentuk tool tip jika pointer mouse didekatkan pada link yang bersangkutan Tentukan deskripsi link tersebut. Deskripsi umumnya akan muncul dalam bentuk tool tip jika pointer mouse didekatkan pada link yang bersangkutan Tentukan pada kategori mana link tersebut akan dimasukkan dengan memilih opsi-opsi yang terdapat pada area Categories. Tentukan target jendela browser melalui opsi-opsi yang terdapat pada area Target. Setelah selesai, klik tombol Add Link.

MODUL 7 DESAIN BLOG Walaupun mungkin tidak sepenting tulisan-tulisan yang dikandungnya, namun desain blog pastilah menyumbang peranan yang menentukan ramai atau tidaknya suatu blog dikunjungi. Penentuan desain blog dilakukan dengan mengklik tab Presentation. 7.1 Pengaturan Theme Theme merupakan kumpulan desain yang diterapkan terhadap suatu blog. Selain menentukan desain visual, theme juga menentukan komponen-komponen blog apa saja yang ditampilkan serta komposisi letaknya. Untuk memilih sebuah theme, klik gambar thumbnail theme atau judul theme tersebut. Sebelum theme tersebut benar-benar diterapkan pada blog, terlebih dahulu akan muncul preview. Jika Anda yakin hendak menggunakan theme tersebut, klik link Activate ([ama theme] yang terletak di kanan atas. Sebaliknya, untuk membatalkan penggunaan theme, klik tanda silang yang terletak di kiri atas. 7.2 Pengelolaan Widgets Widgets adalah komponen-komponen blog yang umumnya diletakkan pada sidebar. Sidebar sendiri adalah ruang kolom yang ada di sisi kanan atau kiri blog, tergantung dari theme yang digunakan. Daftar widgets yang tersedia diberikan pada area Available Widgets. Untuk menambahkan suatu widgets ke sidebar, klik dan tarik widgets yang terletak pada area Available Widgets ke area sidebar. Setelah selesai, klik tombol Save Changes. 7.3.3 Fasilitas Snapshots Jika pada tulisan blog Anda terdapat sebuah link menuju ke situs lain, maka jika pointer mouse didekatkan pada link tersebut akan muncul sebuah preview dari halaman yang dituju oleh link tersebut. Fasilitas yang memungkinkan hal tersebut terjadi adalah fasilitas Snapshots. Namun tidak semua orang menyukai fasilitas tersebut, bahkan sebagian orang menganggap hal tersebut sangat menjengkelkan. Jika Anda termasuk yang tidak menyukai

fasilitas tersebut, Anda dapat mematikannya dengan masuk ke halaman Extras, menonaktifkan opsi Enable Snap Shots on this blog, dan mengklik tombol Update Extras. 7.4 Mengganti Gambar Header Fasilitas untuk mengganti gambar header hanya dimiliki oleh jenis theme tertentu. Jadi jangan heran jika link untuk menuju ke halaman Custom Image Header tidak terdapat pada tab Presentation blog Anda. Untuk mengganti gambar header, klik browse dan carilah gambar yang diinginkan. Perhatikan ukuran yang disarankan oleh petunjuk yang terdapat pada halaman tersebut. Klik Upload untuk melakukan upload gambar. Jika ingin melihat hasilnya, klik link View site. Perhatikan di bawah gambar header terdapat empat buah tombol sebagai berikut :     Hide Text, untuk menyembunyikan teks judul blog Select a Text Color, untuk mengubah warna teks Use Original Color, untuk mengembalikan warna teks ke warna asal Save Chages, untuk menyimpan perubahan yang dilakukan.

7.5 Menyunting CSS Jika Anda memahami penggunaan HTML dan CSS, Anda dapat menyunting tampilan blog Anda melaui kode-kode CSS-nya. Hanya sayangnya fasilitas ini hanya dapat menampilkan preview-nya saja. Jika ingin perubahan CSS tersebut dapat disimpan pada blog Anda, Anda harus melakukan pembelian Custom CSS Upgrade. Karena alasan itu, disamping tentunya membutuhkan keterampilan teknis yang memadai, maka fasilitasi ini tidak dibahas.

MODUL 8 KONFIGURASI BLOG Saat blog dibuat, seluruh konfigurasinya ditetapkan pada nilai default yang dimilikinya. Melalui halaman ini, Anda dapat menentukan hal-hal sebagai berikut:     Judul blog Pada kotak teks Tagline, berilah keterangan singkat mengenai isi blog Anda Tentukan bahasa Tentukan apakah user yang meninggalkan komentar harus terdaftar sebagai user di WordPress.com dan harus login terlebih dahulu.    Tentukan alamat email administrator Tentukan format tampilan jam dan tanggal Tentukan hari dimulainya awal minggu

Setealah menentuka hal-hal yang diperlukan, klik tombol Update Options untuk menerapkannya. 8.2 Konfigurasi Penulisan Konfigurasi penulisan dilakukan melalui halaman Writing Options. Melalui halaman tersebut, Anda dapat menentukan hal-hal sebagai berikut:      Tinggi kotak penyuntingan teks Tentukan apakah karakter-karakter emoticon akan diubah menjadi grafis atau tidak Tentukan apakah WordPress akan memperbaiki kode-kode XHMTL yang invalid secara otomatis. Tentukan kategori default tulisan melaului drop-down Default Post Category Tentukan kategori default blogroll

8.3 Konfigurasi Tampilan Tulisan Konfigurasi tampilan tulisan ditentukan melalui halaman Reading Options. Melalui halaman tersebut Anda dapat menentukan hal-hal berikut :

  

Tampilan halaman depan blog Jumlah tulisan yang ditampilkan pada halaman depan melalui kotak teks Show at most Tentukan apakah tulisan penuh atau hanya rangkuman saja yang hendak ditampilkan melalui opsi Full Text atau Summary.

Setelah menentukan hal-hal yang diperlukan, klik tombol Update Options untuk menerapkannya. 8.4 Konfigurasi Privasi Konfigurasi privasi mengatur tingkat privasi blog. Pengaturan konfigurasi privasi dilakukan melalui halaman Privacy Options. Opsi yang tersedia untuk menentukan privasi blog sebagai berikut :  I would like my blog to appear in search engine like Google and Sphere, and in public listings around WordPress.com, artinya blog dapat dicari melalui mesin pencari seperti Google atau Sphere dan ditampilkan pada daftar WorPress.com  I would like to block search engines, but allow normal visitors, artinya blog tidak dapat dicari oleh mesin pencari, tetapi pengunjung biasa dapat mengunjunginya  I would like my blog to visible only to users I choose, artinya blog hanya dapat dilihat dan dikunjungi oleh orang-orang yang dipilih oleh pemilik blog. Pilih salah satu opsi dan klik tombol Update Options untuk menerapkannya. 8.5 Menghapus Blog Jika karena suatu hal Anda terpaksa harus menghapus blog Anda, gunakan fasilitas yang tersedia pada halaman Delete Blog.

MODUL 9 PROMOSI BLOG Saat membuat sebuah blog, mungkin Anda memiliki misi tersendiri dengan tulisantulisan Anda, misalnya saja ingin memberikan solusi untuk masalah-masalah di bidang TI, mengangkat masalah social disertai kritik membangun, dan lain-lain. Semua itu akan menjadi sia-sia jika pengunjung blog Anda relatif sedikit. 9.1 Perluas Jaringan Blog WorPress telah dilengkapi dengan fitur blogroll. Jadi mengapa tidak saling tukarmenukar link dengan teman-teman Anda yang juga memiliki blog? Anda juga bisa memperluas jaringan dengan bergabung pada komunitas blog, salah satu contohnya adalah Blogger Family (www.blogfam.com). 9.2 Promosi Offline Sekalipun blog adalah media online, tidak ada salahnya promosi juga dilakukan secara offline. Jika Anda memiliki kartu nama, tuliskan alamat URL blog Anda pada kartu nama tersebut. 9.3 Promosi Online Bergabunglah dengan berbagai macam mailing list atau forum diskusi dan seringseringlah melakukan posting, juga saat mengunjungi blog lain, tinggalkan komentar yang memberikan kesan baik. Di samping cara-cara tadi, salah satu cara lain yang cukup efetif adalah mendaftarkan blog Anda ke mesin pencari. 9.3.1 Mendaftar ke Google Untuk mendaftarkan alamat URL blog ke Google, bukalah browser dan arahkan ke http://www.google.com/addurl atau http://www.google.co.id/intl/id/add_url.html. 9.3.2 Mendaftar ke Yahoo Untuk mendaftarkan alamat URL blog ke Yahoo, bukalah browser dan arahkan ke http://siteexplorer.search.yahoo.com/submit. 9.3.3 Mendaftar ke MSN

Untuk mendaftarkan alamat URL blog ke Yahoo, bukalah browser dan arahkan ke http://search .msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2.

Modul Praktikum DASAR-DASAR STATISTIK

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MICROSOFT EXCEL 2007

Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007 . i Sebelum mulai memasuki pembahasan Microsoft Excel, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana tampilan Microsoft Excel itu, beserta beberapa istilah-istilah umum yang akan digunakan.

Function Bar Cel l Row Heading Column Heading

Dalam Microsoft Excel terdapat 4 komponen utama yaitu :
1. Row Heading Row Heading (Kepala garis), adalah penunjuk lokasi baris pada lembar kerja yang aktif. Row Heading juga berfungsi sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel (akan dibahas setelah ini). Jumlah baris yang disediakan oleh Microsoft Excel adalah 65.536 baris. 2. Column Heading Column Heading (Kepala kolom), adalah penunjuk lokasi kolom pada lembar kerja yang aktif. Sama halnya dengan Row Heading, Column Heading juga berfungsi sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel (akan dibahas setelah ini). Kolom di simbol dengan abjad A – Z dan gabungannya. Setelah kolom Z, kita akan menjumpai kolom AA, AB s/d AZ lalu kolom BA, BB s/d BZ begitu seterus sampai kolom terakhir yaitu IV (berjumlah 256 kolom). Sungguh suatu lembar kerja yang sangat besar, bukan. (65.536 baris dengan 256 kolom). 3. Cell Pointer Cell Pointer (penunjuk sel), adalah penunjuk sel yang aktif. Sel adalah perpotongan antara kolom dengan baris. Sel diberi nama menurut posisi kolom dan baris. Contoh. Sel A1 berarti perpotongan antara kolom A dengan baris 1. 4. Formula Bar Formula Bar, adalah tempat kita untuk mengetikkan rumus-rumus yang akan kita gunakan nantinya. Dalam Microsoft Excel pengetikkan rumus harus diawali dengan tanda „=‟ . Misalnya kita ingin menjumlahkan nilai yang terdapat pada sel A1 dengan B1, maka pada formula bar dapat diketikkan =A1+B1 .

Menggerakkan Penunjuk Sel (Cell Pointer)
Cell Pointer berfungsi untuk penunjuk sel aktif. Yang dimaksud dengan sel aktif ialah sel yang akan dilakukan suatu operasi tertentu. Untuk menggerakan ponter dengan Mouse dapat dilakukan dengan meng-klik sel yang diinginkan. Untuk sel yang tidak kelihatan kita dapat menggunakan Scroll Bar untuk menggeser layar hingga sel yang dicari kelihatan lalu klik sel tersebut. Untuk kondisi tertentu kita lebih baik menggunakan keyboard. Berikut daftar tombol yang digunakan untuk menggerakan pointer dengan keyboard : Tombol ←↑→↓ Tab Enter Shift + Tab Shift + Enter Home Ctrl + Home Ctrl + End Fungsi Pindah satu sel ke kiri, atas, kanan atau bawah Pindah satu sel ke kanan Pindah satu sel ke bawah Pindah satu sel ke kiri Pindah satu sel ke atas Pindah ke kolom A pada baris yang sedang dipilih Pindah ke sel A1 pada lembar kerja yang aktif Pindah ke posisi sel terakhir yang sedang digunakan

PgUp PgDn Alt + PgUp Alt + PgDn Ctrl + PgUp Ctrl + PgDn

Pindah satu layar ke atas Pindah satu layar ke bawah Pindah satu layar ke kiri Pindah satu layar ke kanan Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar berikutnya Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar sebelumnya

Format Worksheets
MENAMBAHKAN BORDER DAN COLOR Kita dapat menambahkan border pada lembar kerja kita. Caranya adalah dengan memblok terlebih dahulu cell yang akan kita beri border, kemudian klik tombol pada tab home

Kemudian pilihlah jenis border yang diinginkan. Microsoft Excel 2007 menyediakan pula style border yang dapat langsung kita gunakan. Untuk menggunakannya klik tombol CELL STYLES pada tab home :

MERGE CELLS & ALLIGN CELL CONTENTS Microsoft Excel juga menyediakan fasilitas merge cells dan memiliki fungsi yang sama seperti pada Microsoft word. Klik tombol berikut pada tab home.

Dan untuk mengatur alignment klik tombol berikut :

o Menggunakan Rumus (Formula) Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Microsoft Excel , karena setiap tabel dan dokumen yang kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam rumus adalah ;
Lambang + * / ^ % Fungsi Penjumlahan Pengurangan Perkalian Pembagian Perpangkatan Persentase

Proses perhitungan akan dilakukan sesuai dengan derajat urutan dari operator ini, dimulai dari pangkat (^), kali (*), atau bagi (/), tambah (+) atau kurang (-). Latihan 1 :
Ketiklah contoh berikut dalam excel anda dan hitunglah total tersebut dengan menggunakan fungsi penjumlahan. ( total = Harga x Jumlah). Setelah selesai silakan simpan dengan nama file : latihan1.xls.

o Menggunakan Fungsi

Fungsi sebenarnya adalah rumus yang sudah disediakan oleh Microsoft Excel, yang akan membantu dalam proses perhitungan. kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya penulisan fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik berupa angka, label, rumus, alamat sel atau range. Argumen ini harus ditulis dengan diapit tanda kurung (). Beberapa Fungsi yang sering digunakan:
1. Fungsi Average(…)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data(range). Bentuk umum penulisannya adalah =AVERAGE(number1,number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rataratanya.
2. Fungsi Logika IF(…)

Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut ;
Lambang = < > <= >= <> Fungsi Sama dengan Lebih kecil dari Lebih besar dari Lebih kecil atau sama dengan Lebih besar atau sama dengan Tidak sama dengan

3. Fungsi Max(…)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah =MAX(number1,number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya.
4. Fungsi Min(…)

Sama halnya dengan fungsi max, bedanya fungsi min digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data numerik.
5. Fungsi Sum(…)

Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1,number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan.
6. Fungsi Left(…)

Fungsi left digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kiri dari suatu teks. Bentuk umum penulisannya adalah =LEFT(text,num_chars). Dimana text adalah

data yang akan diambil sebagian karakternya dari sebelah kiri, num_chars adalah jumlah karakter yang akan diambil.
7. Fungsi Mid(…)

Fungsi ini digunakan untuk mengambil sebagian karakter bagian tengah dari suatu teks. Bentuk umum pemakaian fungsi ini adalah =MID(text,start_num,num_chars). Artinya mengambil sejumlah karakter mulai dari start_num, sebanyak num_char.
8. Fungsi Right(…)

Fungsi ini merupakan kebalikan dari fungsi left, kalau fungsi left mengambil sejumlah karakter dari sebelah kiri, maka fungsi mengambil sejumlah karakter dari sebelah kanan teks.. Bentuk umum penulisannya adalah =RIGHT(text,num_chars). Dimana text adalah data yang akan diambil sebagian karakternya dari sebelah kanan, num_chars adalah jumlah karakter yang akan diambil.
9. Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP

Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP digunakan untuk membaca suatu tabel secara horizontal (VLOOKUP) atau secara vertikal (VLOOKUP). Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah : =HLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Row_index_num,…) =VLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Col_index_num,…) Dari rumus diatas, dapat dilihat bahwa bedanya hanya pada nomor indeksnya saja, kalau kita pakai HLOOKUP, maka digunakan nomor indeks baris (Row_index_num), tapi kalu pakai VLOOKUP digunakan nomor indeks kolom (Col_index_num). Nomor indeks adalah angka untuk menyatakan posisi suatu kolom/baris dalam tabel yang dimulai dengan nomor 1 untuk kolom/baris pertama dalam range data tersebut.
o Menggunakan GRAFIK Salah satu fungsi unggul dalam Ms Excel 2007 adalah grafik dimana dapat melihat hasil tabel diubah menjadi ke dalam grafik dengan cepat. Dengan fungsi grafik para ilmuwan dapat menampilkan data mereka. Ms Excel menyediakan berbagai macam bentuk grafik yang mencakupi Line, XY, Column, Bar, Batang, Area, Stock, dan sebagainya. Grafik dapat dilihat dalam menu INSERT sebagai berikut.

Klik tombol ini

Setelah klik tombol

, maka akan muncul menu sebagai berikut :

Setelah masuk ke Insert Chart, maka silakan pilih jenis grafik yang anda inginkan sesuai selera anda. Jika sudah terpilih jenis Chart yang anda inginkan, silakan klik OK. Namun, karena membuat grafik perlu sebuah tabel data untuk menampilkan grafiknya.

i

http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Excel pada 15 September 2008

Modul Praktikum PERBANDINGAN POLITIK

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Praktikum pertama: PENDAHULUAN Studi perbandingan Politik adalah studi ilmu politik yang mempelajari dan menggambarkan tentang sistem politik Negara-negara dan membandingkan system-sistem politik tersebut, sehingga penstudi politik dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan masingmasing system politik tersebut. Tentunya sebuah rumusan system politik yang ideal tidak mungkin didapatkan, namun perumusan system politik dapat pula dilihat dari struktur sosial, ekonomi,dan budaya serta lingkungan fisik baik internal maupun eksternal yang meliputi Negara tersebut. Sebagai suatu studi atau ilmu, perbandingan politik tergolong ke dalam ilmu politik (Pamudji, 1983:2). Kata perbandingan berasal dari kata banding, yang artinya timbang yaitu menentukan bobot dari sesuatu obyek atau beberapa obyek. Dengan demikian kata perbandingan dapat disamakan dengan kata pertimbangan yaitu perbuatan menentukan bobot sesuatu atau beberapa obyek dimana untuk keperluan tersebut obyek atau obyek-obyek disejajarkan dengan alat pembandingnya. Jadi dapatlah disimpulkan bahwa perbandingan adalah perbuatan menyejajarkan sesuatu atau beberapa obyek dengan alat pembanding. Dari perbandingan ini dapat diperoleh persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan dari obyek atau obyek-obyek tadi dengan alat pembandingnya atau dari obyek yang satu dengan obyek yang lainnya. Dalam kaitan dengan pemerintahan, tentu saja obyek yang diperbandingkan itu adalah pemerintahan dari satu negara (bangsa) tertentu dengan negara (bangsa) yang lain. Contohnya, jika Anda membandingkan ruang makan dan ruang tamu, maka bukan hanya perbedaan-perbedaannya saja yang anda cari melainkan pula persamaan-persamaannya. Coba perhatikan tabel berikut dibawah ini : Ruang Tamu Ruang Makan 1. Manfaat umum untuk 5. Manfaat umum untuk 2. tempat berkumpul dan 6. tempat berkumpul dan bertemu bertemu 7. Ruangan dari sebuah rumah 3. Ruangan dari sebuah 8. Terdiri dari meja dan kursi rumah 4. Terdiri dari meja dan kursi   Digunakan untuk tempat menyambut tamu Terdiri dari meja dengan ukuran sedang atau kecil dan kursi sofa atau kursi kayu yang lebih besar dan nyaman Biasanya terletak pada bagian depan rumah    Tempat anggota keluarga makan Terdiri dari Meja dengan ukuran besar dan kursi-kursi kayu Biasanya terletah dibagian tengah atau belakang rumah

Persamaan

Perbedaannya

Dalam kaitan dengan pemerintahan, tentu saja objek yang diperbandingkan itu adalah system politik dan pemerintahan dari satu negara bangsa tertentu dengan negara bangsa yang lain.

Contohnya, membandingkan pemerintahan negara Amerika Serikat dengan negara Inggris. Maka kita lihat tabel dibawah ini: Amerika Ruang Makan 9. Sistem Pemilu : Distrik 10. Sistem Pemilu : Distrik  Bentuk Pemerintahan  Bentuk Pemerintahan Presidensil Parlementer  Kepala Negara Presiden  Kepala Negara : raja/ratu Kepala Pemerintahan Kepala Pemerintahan Perdana Presiden Menteri  Sistem kepartaian :  Sistem kepartaian: Multi partai dwipartai

Persamaan Perbedaannya

Catatan: Perbandingan ini hanyalah contoh. Modul 1 PENGERTIAN PERBANDINGAN POLITIK perbandingan politik adalah menyejajarkan unsur-unsur poltik dan pemerintahan baik dalam arti luas maupun dalam arti sempit untuk mendapatkan persamaan-persamaan dan perbedaanperbedaan dari objek atau objek-objek tadi dengan alat perbandingannya. Studi perbandingan politik mempelajari kegiatan-kegiatan politik dalam cakupan lebih luas termasuk mengenai pemerintahan dan berbagai lembaganya dan juga aneka organisasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan pemerintahan antara lain adalah suku-suku bangsa, masyarakat, asosiasiasosiasi dan bebagai perserikatan. Sebagai suatu studi atau sebagai suatu ilmu, perbandingan politik tergolong ke dalam ilmu politik. Ilmu politik dan ilmu perbandingan politik berkaitan dalam hal teori dan metode. Teori adalah serangkaian generalisasi yang tersusun secara sistematik, sedangkan metode adalah suatu prosedur atau proses yang menggunakan teknikteknik dan perangkat-perangkat tertentu dalam mengkaji sesuatu guna menelaah, menguji dan mengevaluasi teori. Sedangkan metodologi mencakup berbagai metode, prosedur, konsepkonsep kerja, aturan dan sebagainya yang digunakan untuk menguji teori dan menjadi pedoman kajian serta kerangka arahan dalam mencari solusi atau berbagai persoalan di dunia nyata. Pada intinya, metodologi adalah suatu cara tertentu dalam memandang, mengorganisasikan dan membentuk kegiatan pengkajian. Istilah-istilah tersebut acapkali membingungkan karena studi perbandingan pemerintahan juga sering diartikan sebagai studi tentang berbagai pemerintahan asing dan istilah perbandingan politik/pemerintahan juga diartikan sebagai upaya untuk membandingkan segala bentuk kegiatan politik baik itu yang berkaitan dengan pemerintahan maupun yang tidak berkaitan dengan pemerintahan. Oleh sebab itu, para spesialisasi perbandingan politik/pemerintahan cenderung mengartikan perbandingan politik/pemerintahan sebagai studi tentang segala sesuatu yang berbau politik dan pemerintahan. Ada beberapa upaya untuk mengatasi masalah teoretis dan metodolog dalam perbandingan politik/pemerintahan. Maurice Duverger (1964) menawarkan tiga hal yaitu; Pertama, ia menggali gagasan dasar ilmu sosial, dan melacak perkembangan historis ilmu-ilmu sosial tersebut. Kedua, ia menguraikan dan membahas teknik-teknik observasi yang berkaitan dengan kajian terhadap dokumen-dokumen tertulis. Ketiga, ia menelaah penggunaan teori dan hipotesis

dan juga klasifikasi serta konseptualisasi dalam penelitian. Karya lain yang menunjang karya Duverger namun dengan penekanan pada percabangan telaah ilmiah adalah karya Frohock (1967) yang berusaha mengungkap implikasi dan permasalahan teori serta metode. Metode ilmiah dilihat sebagai upaya pencarian paradigma dan karya Max Weber pun muncul sebagai salah satu landasan ilmu sosial kontemporer. Meyer (1972) dan Meehan (1967) turut mengulas berbagai persoalan di seputar teori dan metode ini. Meyer berusaha menegaskan keilmiahan ilmu politik pertama-tama melalui tinjauannya terhadap landasan empiris ilmu pengetahuan, penjelasan dan daya prediksi dari ilmu, hukum-hukum, generalisasi dan teori-teori politik. Selanjutnya Meyer secara kritis mengadakan survei terhadap berbagai tulisan tentang metode komparatif dengan mengambil contoh dari analisis fungsionalisme, budaya politik dan psikologi politik. Meehan juga membahas masalah yang kurang lebih sama, yakni struktur pemikiran dan metodologi politik dilengkapi dengan tinjauan kritis atas karya-karya penting dalam ilmu politik. Ia mencoba menjawab apa yang sebenarnya diperlukan ilmu politik agar metode investigasi dan penjelasannya memenuhi standar ilmu pengetahuan. Dengan demikian, para penulis sudah mulai berusaha memecahkan persoalan-persoalan teoretis dan metodologis dalam ilmu politik. Sementara sejumlah penulis lainnya memusatkan perhatiannya pada perumusan metode-metode yang sekiranya sesuai untuk telaah komparatif pemerintahan. Untuk melakukan penelusuran terhadap kajian teoretis dalam komparatif pemerintahan, terlebih dahulu akan diuraikan pengertian pemerintahan. Secara etimologis pemerintahan berasal dari kata pemerintah, sementara pemerintah berasal dari kata perintah yang mempunyai arti; a) perintah adalah perkataan yang bermaksud menyuruh melaksanakan sesuatu, b). Pemerintah adalah kekuasaan memerintah sesuatu negara atau daerah atau badan tertinggi yang memerintah suatu negara, c). Pemerintahan adalah perbuatan atau cara atau hal yang berkaitan dengan urusan memerintah. (Manila, 1997). Sementara Victor Situmorang (1994) merumuskan istilah pemerintah yang berasal dari kata perintah yang berarti menyuruh melakukan sesuatu sehingga dapat dikatakan bahwa; a) pemerintah adalah kekuasaan memerintah sesuatu negara/badan tertinggi yang memerintah sesuatu negara seperti kabinet merupakan suatu pemerintah. Dengan kata lain pemerintah adalah kata nama subyek yang berdiri sendiri; b). Pemerintahan dilihat dari segi tata bahasa merupakan kata jadian yang oleh karena subyek mendapat akhiran-an, artinya pemerintah sebagai subyek melakukan tugas/kegiatan. Sedang cara melakukan tugas/kegiatan itu disebut sebagai pemerntahan atau dengan kata lain bahwa pemerintahan adalah perbuatan memerintah. Selain itu, beberapa ahli membedakan pengertian pemerintahan menjadi dua dikotomi, yaitu pemerintahan dalam arti luas dan pemerintahan dalam arti sempit. Pemerintahan dalam arti sempit adalah pelaksanaan fungsi eksekutif yaitu pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan negara. Sedangkan pemerintahan dalam arti luas berari pelaksanaan dari fungsi badan legislatif, eksekutif dan yudikatif baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Lebih lengkapnya pengertian pemerintah dalam arti luas adalah menunjuk kepada semua aparatur atau alat perlengkapan negara sebagai kesatuan yang menjalankan segala tugas dan wewenang kekuasaan negara; sedangkan pemerintah dalam arti sempit menunjuk kepada aparatur atau alat perlengkapan negara yang melaksanakan tugas dan kewenangan pemerintahan dalam arti sempit. Sementara pemerintahan sebagai kegiatan dalam arti luas adalah tugas dan kewenangan negara.

Jika dilihat pembidangan Montesqiueu, pemerintahan dalam arti luas terdiri dari bidang legislatif, eksekutif dan yudikatif; sedangkan pemerintahan dalam arti sempit diartikan sebagai tugas dan kewenangan negara dalam bidang eksekutif saja. Singkatnya, pengertian pemerintah mengarah pada lembaganya atau badannya yakni organ negara yang melakukan pemerintahan, sementara pemerintahan adalah pelaksanaan tugasnya, fungsinya atau aktivitasnya yang dilakukan oleh pemerintah. Di beberapa negara, istilah negara maupun pemerintahan tidak dibedakan, Inggris menyebutnya ”Government” dan Prancis menyebutnya ”Gouvernment” di mana keduanya berasal dari bahasa latin ”Gubernacalum”. Dalam hal ini, secara etimologis, pemerintahan diartikan sebagai, a). Memerintah berarti melakukan pekerjaan menyuruh, b). Pemerintah berarti badan yang melakukan kekuasaan memerintah, c). Pemerintahan berarti perbuatan, cara, hal atau urusan dari badan yang memerintah tersebut. Secara lebih lengkap pemerintahan dapat diartikan sebagai kegiatan penyelenggaraan negara guna memberikan pelayanan dan perlindungan bagi segenap warga masyarakat, melakukan pengaturan, memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan, serta membina hubungan baik di dalam lingkungan negara ataupun dengan negara lain. Di tingkat lokal tentu saja membina hubungan dengan pemerintahan nasional dan pemerintahan daerah lainnya. Di tinjau dari segi konsep, Pemerintahan itu sendiri merupakan konsep manusia yang sudah ada sejak manusia itu sendiri ada di muka bumi. Dua hal yang merupakan inti dari konsep pemerintahan yaitu pemerintah dan yang diperintah. Kedua hal ini menjadi jelas karena subjek dari pemerintahan itu adalah pemerintah dan yang diperintah adalah objek. Seiring perkembangan zaman dan kompleksitas manusia serta kemajuan ilmu pengetahuan, pemerintah atau orang yang memerintah berkembang menjadi suatu organisasi utuh yang mempunyai kekuatan hukum. Tidak seperti zaman kuno, pemerintah dipegang oleh orang yang berkuasa seperti kepala suku. Kini, pemerintah umumnya diatur dalam konstitusi dan memiliki keterbatasannya. Lalu, selayaknya apa yang dimaksud dengan konsep pemerintahan itu sendiri?, konsep pemerintahan adalah segala bentuk ide-ide yang tersusun secara abstrak menyangkut suatu organ yang memerintah atas hal yang diperintah. Pemerintahan disini berarti suatu organisasi yang memerintah, mengatur, menertibkan penduduknya. Pemerintah bertugas menjaga ketertiban dalam masyarakat, memberi fasilitas untuk berkembang, membuat hukum dan peraturan dan yang terutama menyejahterakan rakyatnya. Selain itu, pemerintah juga berkewajiban membuat dan mengatur hukum demi menjaga ketertiban, serta pemerintah dapat bertindak sebagai wadah untuk menampung dan jika mungkin memfasilitasi kepentingan-kepentingan rakyatnya. Pemerintahan dibentuk bertujuan untuk menjaga suatu sistem ketertiban sehingga masyarakat bisa menjalani kehidupannya secara wajar. Karena pada hakekatnya pemerintahan tidaklah melayani dirinya sendiri, akan tetapi melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi mencapai tujuan bersama. Pengertian akan pemerintahan sangat dekat dengan pengertian akan negara. Jelas sekali bahwa negara membutuhkan pemerintahan agar dapat menjalankan tugas-tugas kenegaraannya. Tetapi dalam artian umum, pemerintahan bisa jadi bukan hanya negara, tetapi juga menyangkut kegiatan memerintah dan diperintah. Perlu diperjelas, pemerintahan adalah lembaga atau organisasi yang mengatur dan menjalankan negara. Negara tanpa pemerintahan seperti manusia tanpa kepala.

Jika di lihat dari struktur negara, pemerintah merupakan kepala dari rakyat yang memiliki wewenang dalam menjalankan kegiatan bernegara. Tidak seperti zaman dahulu, pemerintahan masa kini, mempunyai aturan sendiri dalam hal pemerintahan. Struktur dan pembagian kekuasaan dalam pemerintah diatur dalam konstitusi atau kontrak sosial di awal negara itu terbentuk untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Konsep awal kebutuhan akan pemerintah dikarenakan manusia yang berbeda-beda, oleh karena itu dibutuhkan suatu pihak yang menengahi. Di zaman modern ini pemerintahan umumnya berskala luas dalam negara. Dalam pandangan David Apter (1967) Pemerintah merupakan instrument strategis dari variabel politik. Dalam hal ini Apter merumuskan pengertian pemerintah sebagai suatu kumpulan khusus dari individu-individu yang telah menetapkan tanggung jawab untuk mempertahankan dan atau mengadaptasi sistem di mana mereka menjadi bagiannya. Menjalankan tanggung jawab ini dengan membuat pilihan-pilihan yang mengikat para anggota sistem yang merupakan aktivitas utama pemerintah. Seberapa luas dan sempitnya pilihanpilihan ini dianggap membangun satu landasan perbedaan antar pemerintahan. Beberapa pemerintahan hanya akan memenuhi sebagian dari komunitas. Ini merupakan karakteristik oligarki yang mewakili kelas atau kasta tertentu. Namun sekarang ini kebanyakan pemerintahan beroperasi di bawah iklim kerakyatan dan partisipasi massa. Bagaimana kerakyatan tersebut dikontrol dan dibentuk dan juga seberapa derajat tanggapan pemerintah terhadap tuntutan publik, membangun masalah karakteristik pemerintahan terutama di negara-negara yang sedang menjadi modern. Masyarakat yang telah modern paling sering dicirikan oleh keterbukaan dan persaudaraan yang mencerminkan penghargaan pada publik serta pengakuan terhadap kemampuan manusia. Karena sifat-sifat ini pemerintah bisa saja dianggap semata-mata hanya merupakan timbal balik masyarakat. Di bawah lingkungan seperti yang diakibatkan oleh modernisasi, ciri pemerintah lebih merupakan agen aktif daripada pasif yang dengan setia mencerminkan masyarakat seperti apa adanya. Pemerintah di kebanyakan komunitas yang sedang menjadi modern membantu membentuk masyarakat yang sesuai dengan norma-norma partisipasi yang berbeda, dengan menekankan tujuan untuk menyadari kemampuan manusia dan sumber daya sosial. Pemerintah di masyarakat yang sedang menjadi modern berusaha mengoptimalkan kepuasan bagi pluralitas anggota-anggotanya supaya tumbuh kekuasaan untuk menjadi modern, yang pasti gilirannya dibatasi oleh kebutuhan untuk mempertahankan loyalitas dan mengabsahkan tindakan.

LATIHAN I
Tes Formatif 1
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara melingkari huruf a, b, c, atau d di depan jawaban tersebut! (1) PERTANYAAN PILIHAN GANDA 1. Perbandingan adalah perbuatan menyejajarkan sesuatu atau beberapa obyek dengan alat pembanding. Dalam kaitan dengan politik dan pemerintahan obyek yang diperbandingkan itu adalah? a. Negara b. Bangsa c. Pemerintahan d. Sistem Politik

2. Ada berbagai pengertian tentang konsep pemerintahan, akan tetapi terdapat dua hal yang merupakan inti dari konsep pemerintahan yaitu: a. Pemerintah dan Negara b. Pemerintah dan Bangsa c. Pemerintah dan yang diperintah d. Pemerintah dan Pemerintahan 3. Pada hakekatnya Pemerintahan tidaklah melayani dirinya sendiri akan tetapi melayani masyarakat, karena pemerintahan dibentuk dengan tujuan: a. untuk menjaga suatu sistem ketertiban dalam masyarakat b. untuk memberikan fasilitas kehidupan kepada masyarakat c. untuk memberikan keadilan kepada masyarakat d. untuk memberikan kehidupan kepada masyarakat 4. Bahasan awal di dalam ruang lingkup perbandingan pemerintahan sesuai dengan perkembangan di dalam ilmu politik di mulai pada suatu tradisi pendekatan, yaitu: a. Tradisi tradisional b. Tradisi behavioral c. Tradisi pasca behavioral d. Tradisi marxis 5. Dilihat dari struktur negara, pemerintah merupakan….. a. Konstitusi negara yang mengatur dan menjaga negara b.Kepala dari rakyat yang memiliki wewenang menjalankan kegiatan bernegarac. Instrumen strategis dari variabel politik d. pemegang tanggungjawab negara Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaaan Anda dalam materi kegiatan belajar 2. Rumus: Tingkat PenguasaanAnda = Jumlah jawaban anda yang benar X 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup - 70 % = kurang Jika anda mencapai tingkat penguasaan bo % atau lebih, anda dapat meneruskan ke modul 3 Bagus! Tetapi jika nilai anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi

Tes Formatif 2
Petunjuk : Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang materi dalam kegiatan belajar 2, kerjakanlah latihan di bawah ini! (II) Pertanyaan Essay 1. Ada beberapa upaya untuk mengatasi masalah teoretis dan metodologi dalam perbandingan pemerintahan. Bagaimanakah upaya yang dirumuskan oleh

Maurice Duverger dalam mengatasi masalah teoretis dan metodologi perbandingan pemerintahan? 2. Dalam pandangan David Apter, pemerintah merupakan istrumen strategis dari variabel politik. Bagaimanakah David Apter memberikan pengertian pemerintah? 3. Saat ini ruang lingkup studi perbandingan pemerintahan sudah semakin meluas. Bagaimanakah perkembangan ruang lingkup studi perbandingan pemerintahan (teruatam pada abad ke-19 dan memasuki abad ke-20)?

Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1. (C) Pemerintahan merupakan obyek yang diperbandingkan di dalam studi perbandingan pemerintahan. 2. (C) Pemerintah dan yang diperintah adalah dua hal yang merupakan inti dari konsep pemerintahan. 3. (A) Pada hakekatnya Pemerintahan di betuk dengan tujuan untuk menjaga suatu sistem ketertiban dalam masyarakat 4. (A)Tradisi tradisional merupakan bahasan awal di dalam ruang lingkup perbandingan pemerintahan sesuai dengan perkembangan di dalam ilmu politik. 5. (B) Dilihat dari struktur negara Pemerintahan merupakan Kepala dari rakyat yang memiliki wewenang menjalankan kegiatan bernegara-

Tes Formatif 2
1. Maurice Duverger (1964) menawarkan tiga hal yaitu; Pertama, ia menggali gagasan dasar ilmu sosial, dan melacak perkembangan historis ilmu-ilmu sosial tersebut. Kedua,ia menguraikan dan membahas teknik-teknik observasi yang berkaitan dengan kajian terhadap dokumen-dokumen tertulis. Ketiga, ia menelaah penggunaan teori dan hipotesis dan juga klasifikasi serta konseptualisasi dalam penelitian. 2. Apter merumuskan pengertian pemerintah sebagai suatu kumpulan khusus dari individu-individu yang telah menetapkan tanggung jawab untuk mempertahankan dan atau mengadaptasi sistem di mana mereka menjadi bagiannya. Menjalankan tanggung jawab ini dengan membuat pilihan-pilihan yang mengikat para anggota sistem yang merupakan aktivitas utama pemerintah. 3. Menurut J. Blonde dalam bukunya Comparative Government An Introduction, saat ini ruang lingkup ilmu perbandingan pemerintahan menjadi lebih luas sejalan dengan bertambahnya bagian-bagian yang tadinya bukan dianggap masuk ke dalam pemerintahan menjadi bagian-bagian dari pemerintahan. Pada abad ke 19, studi pemerintahan secara umum dianggap memiliki ruang lingkup yang sama dengan studi perencanaan konstitusi (study of constitutional arrangement). Peristiwa-peristiwa pada abad ke-18 khususnya Revolusi Amerika dan Prancis (yang sebagian besar disebabkan oleh adanya Revolusi Inggris), memunculkan dua kesimpulan. Pertama, adalah berakhirnya absolutisme dan Kedua, adalah sejak saat itu masyarakat diperintah berdasarkan hukum dan prinsip-prinsip konstitusional. Dengan demikian, konstitusi dipandang sebagai inti dari analisis pemerintahan dan ilmuwan politik menjadi ilmuwan-ilmuwan hukum konstitusional. Kemudian pandangan seperti ini dianggap sebagai hal yang sempit baik dalam istilah geografi maupun istilah bekerjanya pemerintahan modern. Alasannya karena kerja pemerintah tidak dapat

dibatasi hanya membuat konstitusi saja, namun badan-badan non konstitusional seperti partai-partai politik mulai memainkan peranan yang penting dalam kehidupan politik dibanyak negara pada abad 20-an. Lagi pula jauh sebelum meluas keseluruh dunia, konstitusionalisme sejak lama terutama hanya terbatas pada wilayah atlantik saja. Bahkan jika terdapat ekspansi pemerintahan yang konstitusional selama tahun 1890-an, tetap ada keraguan yang patut dipertimbangkan seperti sejauhmana/ sedalam apa konstitusionalisme telah mengakar. DAFTAR PUSTAKA Apter, E. David, 1985. Politik Modernisasi, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta Almond, Gabriel. 1974.Comparative Politics Today. Toronto Blondel, J. 1995. Comparative Government: An Introduction; Second Edition. Prentice Hall/Harvester Wheatsheaf. London Chilcote, H. Ronald. 2003. Teori Perbandingan Politik, Penelusuran Paradigma, PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta Johari, J.C. 1990. Comparative Politics; Revised & Enlarged Edition. Sterling Publishers Pvt. Ltd. New Delhi. JH, Price. 1975. Comparative Government, London. Mas‟oed, Mochtar & MacAndrews, Colin. Perbandingan Sistem Politik. Gadjah Mada University Press S. Pamudji. 1983. Perbandingan Pemerintahan. PT. Bina Aksara. Jakarta Modul 2 KERANGKA PEMIKIRAN Mengamati kegiatan politik dapat dilakukan melalui berbagai cara,bergantung pada perspektif atau kerangka acuan yang dipakai. Bagaimana kita mengamati kegiatan politik itu, akan mempengaruhi apa yang kita lihat. Vernon van Dyke mengatakan bahwa suatu pendekatan (approach) adalah kriteria untuk menyeleksi maslah dan data yang relevan. Dengan lain perkataan, pendekatan mencakup standar atau tolok ukur yang dipakai untuk memilih masalah, dan data mana yang akan diteliti serta data mana yang akan dikesampingkan. Dalam sejarah perkembangannya, ilmu politik telah mengenal beberapa pendekatan antara lain : (1) Pendekatan Tradisional; Pendekatan tradisional yang secara historis saling menghubungkan fakta dan nilai dalam studi perbandingan pemerintahan. Selama awal abad keduapuluh, orientasinya bergeser pada studi institusiinstitusi negara-negara individual (2) Pendekatan Tingkah laku; Penelusuran terhadap pendekatan behavioural bermula dari kondisi-kondisi penganalisian tersebut yang dirasa bersifat sempit dalam melakukan analisa deskriptif menyangkut institusi-institusi. Behavioralisme, sekalipun tidak mengisi kekosongan filosofis yang ditinggalkan oleh institusionalisme, berusaha menelaah masalah ”mengapa” dari politik dengan menelaah tindakan individual. (3) Pendekatan Paska tingkah laku; Gerakan paska tingkah laku ini memperjuangkan perlunya relevance and action (relevansi dan orientasi bertindak). Tetapi perlu dicatat bahwa pendekatan ini tidak sepenuhnya menolak pendekatan tingkah laku, hanya mengecam praktek dari sarjana

Tingkah laku. Akan tetapi pendekatan paska tingkah laku mendukung sepenuhnya pendekatan tingkah laku mengenai perlunya meningkatkan mutu ilmiah dari ilmu politik. pada hakekatnya paska tingkah laku.

LATIHAN 2
Tes Formatif 1
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara melingkari huruf a, b, c, atau d di depan jawaban tersebut! (1) PERTANYAAN PILIHAN GANDA 1. Tiga pendekatan yang mendominasi bidang politik dan terutama perbandingan politik dan pemerintahan dapat dikaji melalui pendekatanpendekatan di bawah ini, kecuali a. Pendekatan Tradisional b. Pendekatan Irasional c. Pendekatan Behavioral d. Pendekatan paska Behavioral 2. Pendekatan Kelembagaan atau sering disebut sebagai pendekatan institusional sudah merupakan pilar yang sangat tua dalam ilmu politik. Pendekatan ini memiliki sifat : a. Yuridis dan ekspolarif b. Pragmatisme dan Filosofis c. Positivisme dan Filosofis d. Formal dan Deskriftif 3. Dari segi struktur pemerintahan, sangat sulit untuk membedakan keberadaan hukum dan politik pada negara-negara ketika kita menggunakan pendekatan kelembagaan. Begitu sulitnya membedakan hukum dan politik membuat pendekatan ini disebut sebagai : a. Pendekatan legal formal b. Pendekatan induktif-deduktif c. Pendekatan legal rasional d. Pendekatan induktif historikal 4. Subyek utama pendekatan Kelembagaan/ Institusional/ Tradisional berfokus pada a. Pada relevansi dan tindakan dari institusi-institusi negara b. Pada analisa eksploratif dari institusi-institusi negara c. pada struktur politik yang formal legal dan melihat bagaimana peraturan dan organ formal dari pemerintahd. pada prilaku di dalam struktur maupun institusi politik 5. Ada tiga ciri utama dari pendekatan Kelembagaan/ Institusional/Tradisional salah satunya adalah Deskriptif Induktif. Kavanagh menjelaskan bahwa deskriptif Induktif merupakan : a. pendekatan yang secara sistematis mendeskripsikan dan menganalisa kejadian masa lalu, kemudian ia menjelaskan fenomena politik kontemporer b. metode yang dapat menganalisis setiap negara sehingga tahu dirinya sendiri dan kemudian setelah itu baru melihat dan memperbandingkannya dengan struktur yang dimilikinya. c. Pendekatan ini memfokuskan analisis pada struktur negara, pemilihan umum dan partai-partai politik

d. Metode yang digunakan untuk menganalisis beberapa negara untuk kemudian dilakukan perbandingan. 6. Kelemahan utama dari ciri legal formal pendekatan institusional adalah a. menafikan adanya hukum-hukum informal yang tidak tertulis dan sering menjadi acuan yang sudah mentradisi b. menaruh perhatian pada mekanisme pemerintahan, sehingga telah mewariskan suatu kekosongan filosofis. c. Menjelaskan peristiwa-peristiwa politik sebagai distribusi ”kekuasaan” d. mengecilkan hipotesa-hipotesa umum dan intuitif, dan dengan mendukung hal-hal empiris yang lebih tegar berdasarkan pada observasi 7. Metode historical Comparative bagi setiap negara bertujuan ? a. menjelaskan bagaimana lembaga-lembaga pemerintah berada dan bagaimana fungsi dari setiap lembaga itu. b. mengetahui dirinya sendiri dan kemudian setelah itu baru melihat dan memperbandingkannya dengan struktur yang dimilikinya c. mengetahu kegiatan politik institusi-institusi setiap negara untuk kemudian diperbandingkan d. menjelaskan bagaimana bekerjanya sistem politik dan pemerintahan setiap negara 8. Secara intrinsik, pendekatan tradisonal menjadi nonkomparatif, deskriftif, sempit dan statis. Pendapat tersebut dikemukakan oleh : a. Ronald H. Chilcote b. Gabriel A Almond c. David Easton d. Macridis 9. Membangun filsafat praktis mengenai kebenaran yang tidak didasarkan pada prinsip-prinsip ideal, melainkan pada observasi terhadap pengalaman. Adalah usaha yang dilakukan oleh salah satu pelopor mazhab behavioralisme, yaitu : a. David Hume b. Charles Piere c. John Dewey d. David Easton 10. Kecaman para penganut pendekatan paskabehavioral/paska tingkahlaku dalam beberapa aspek mirip dengan kritik yang dilontarkan oleh sarjana tradisional. Perbedaannya ialah bahwa penganut pendekatan tradisional ingin mempertahankan hal-hal yang lama, sementara pendekatan pasva behavioral adalah: a. pasca behavioral meekankan nilai-nilai dan norma-norma b. pasca behavioral menekankan sifat ilmu murni c. pasca behavioral melihat kemasa depan atau future oriented d. pasca pbehavioral menekankan metode kuantitatif Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaaan Anda dalam

materi kegiatan belajar 2. Rumus: Tingkat PenguasaanAnda = Jumlah jawaban anda yang benar X 100 %10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup - 70 % = kurang Jika anda mencapai tingkat penguasaan bo % atau lebih, anda dapat meneruskan ke modul 3 Bagus! Tetapi jika nilai anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan belajar 2 pada modul ini, terutama bagian yang belum anda kuasai.

Tes Formatif 2
Petunjuk : Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang materi dalam pertemuan ke 2, kerjakanlah latihan di bawah ini! (II) Pertanyaan Essay 1. Bagaimanakah lahirnya berbagai pendekatan di dalam studi perbandingan politik/pemerintahan? 2. Berikanlah identifikasi untuk masing-masing pendekatan yang dikenal dalam studi perbandingan politik/pemerintahan? 3. Bagaimanakah lahirnya pendekatan paska behavioral?

Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1. (B). Pendekatan Irasional tidak termasuk ke dalam pendekatan dalam bidang ilmu politik. Tiga pendekatan yang mendominasi bidang politik dan terutama perbandingan politik dan pemerintahan adalah Pendekatan Tradisional, Pendekatan Behavioral, Pendekatan paska Behavioral 2. (D). Sifat Formal dan deskriftif merupakan salah satu sifat dari pendekatan kelembagaan atau sering disebut sebagai pendekatan institusional. 3. (A). Pendekatan Legal Formal merupakan juga sebutan bagi pendekatan kelembagaan, karena dari segi struktur pemerintahan, sangat sulit untuk membedakan keberadaan hukum dan politik pada negara-negara ketika kita menggunakan pendekatan kelembagaan, maka pendekatan kelembagaan ini disebut juga pendekatan legal formal. 4. (C). Sruktur politik yang formal legal dan melihat bagaimana peraturan dan organ formal dari pemerintah merupakan fokus utama yang menjadi subyek pendekatan Kelembagaan/ Institusional/ Tradisional. 5. (A). Ciri utama dari pendekatan Kelembagaan/ Institusional/ Tradisional salah satunya adalah Deskriptif Induktif. Kavanagh menjelaskan bahwa deskriptif Induktif merupakan pendekatan yang secara sistematis mendeskripsikan dan menganalisa kejadian masa lalu, kemudian ia menjelaskan fenomena politik kontemporer. 6. (A). Kelemahan utama dari ciri legal formal pendekatan institusional adalah menafikan adanya hukum-hukum informal yang tidak tertulis dan sering menjadi acuan yang sudah mentradisi-

7. (B). Metode historical Comparative bagi setiap negara bertujuan untuk mengetahui dirinya sendiri dan kemudian setelah itu baru melihat dan memperbandingkannya dengan struktur yang dimilikinya. 8. (D). Macridis merupakan ahli yang mengemukakan pendapat bahwa secara intrinsik, pendekatan tradisonal menjadi nonkomparatif, deskriftif, sempit dan statis. 9. (C). John Dewey merupakan salah satu pelopor mashab behavioralisme yang mengemukakan bahwa usaha membangun filsafat praktis mengenai kebenaran yang tidak didasarkan pada prinsip-prinsip ideal, melainkan pada observasi terhadap pengalaman. 10. (C). Kecaman para penganut pendekatan paskabehavioral/paska tingkahlaku dalam beberapa aspek mirip dengan kritik yang dilontarkan oleh sarjana tradisional. Perbedaannya ialah bahwa penganut pendekatan tradisional ingin mempertahankan hal-hal yang lama, sementara pendekatan pasca behavioral melihat kemasa depan atau future oriented.

Tes Formatif 2
1. Lahirnya pendekatan-pendekatan di dalam ilmu politik dan khususnya di dalam perbandingan politik/pemerintahan dapat ditelusuri melalui tiga periode. Periode pertama, para pemikir politik kuno memusatkan perhatiannya kepada masalah negara ideal. Periode kedua, para pemikir politik abad pertengahan melibatkan diri mereka pada pengembangan suatu kerangka bagi adanya pendirian kerajaan Allah di dunia, sedangkan periode ketiga, para pemikir politik zaman sesudahnya telah melibatkan dirimereka pada masalah-masalah lainnya seperti kekuasaan, wewenang, dan lain-lain. Tetapi pada masa selanjutnya, ilmu politik terfokus pada masalah kelembagaan dan pendekatan yang digunakannya juga semakin luas. Pendekatan yang digunakan sepanjang masa itu bersifat historis, dalam pengertian bahwa para pemikir politik lebih memusatkan perhatiannya pada upaya melacak serta menggambarkan berbagai fenomena politik yang bersifat khusus, daripada menganalisa fenomena serta lembaga-lembaga tersebut, serta melibatkan diri dengan elemen-lelemen yang bersifat abstrak. Dengan hal itu para penulis masalah politik mulai membahas kelebihan dan kekurangan, keuntungan dan kerugian dari berbagai kelembagaan politik, dengan memperbandingkan antara: sistem pemerintahan presidensil dengan parlementer, sistem pemilihan distrik dengan sistem proporsional, Negara kesatuan dengan negara federal, dan akhirnya mereka mulai menarik suatu kesimpulan mana yang lebih baik, tanpa mengindahkan berbagai kondisi yang terdapat dalam suatu negara, dalam mana lembaga-lembaga yang bersifat ideal tersebut berada. 2. Identifikasi untuk masing-masing pendekatan yang dikenal dalam studi perbandingan politik/pemerintahan adalah sebagai berikut: Pendekatan Pendekatan Pendekatan Tradisional Behavioural Paskabehavioural

Saling mengaitkan fakta dan nilai Perspektif dan normative

Memisahkan fakta dari Nilai Nonperspektif, objektif dan empiris

Fakta dan nilai diikat pada tindakan dan relevansi Bersifat humanistik dan Berorientasi masalah; normative Kualitatif dan kuantitatif Berkaitan dengan keteraturan dan ketidakteraturan Komparatif; berfokus pada beberapa Negara

Kualitatif Berkaitan dengan ketidakteraturan dan keteraturan Konfiguratif dan non komparatif, berfokus pada negara-negara Individual Etnosentris, secara khusus berfokus pada ‟demokrasidemokrasi‟Eropa Barat Deskriftif; sempit dan Statis Berfokus pada strukturstruktur formal (institusi dan pemerintah)

Kuantitatif Berkaitan dengan keseragaman dan keteraturan Komparatif; berfokus pada beberapa Negara

Etnosentris; secara khusus berkaitan dengan model Anglo-Amerika

Secara khusus berorientasi pada dunia ketiga

Abstrak; beridiologi konservatif dan statis

Teoreitis, rdikal dan berorientasi hasil

Berfokus pada Berfokus pada hubungan strukturstrujtur dan konflik kelas serta dan fungsi-fungsi kelompok (kelompok) formal dan informal Sumber; Ronald H. Chilcote, Teori Perbandingan Politik, Penelusuran Paradigma, 2003;79 3. Lahirnya pendekatan pascabehavioral diawali dari adanya penentangan terhadap pendekatan tradisional. Selama tahun 1960-an terdapat sejumlah besar ketidakpuasan atas riset dan pengajaran yang diorientasikan pada pembentukan studi politik untuk menjadikannya disiplin ilmiah yang lebih kokoh. Ketidakpuasan ini menghasilkan apa yang disebut pendukung utama revolusi behavioural sebagai ”revolusi behavioural”, yakni yang berorientasi ke masa depan menuju relevansi dan tindakan. Di samping itu, timbul reaksi yang dinamakan ”revolusi paska tingkahlaku” pertengahan dasawarsa 1960-an. Gerakan ini mencapai puncaknya pada akhir dasawarsa itu ketika berlangsungya Perang Vietnam. Kecaman ini muncul karena telah timbul banyak masalah yang meresahkan masyarakat, seperti masalah lomba persenjataan dan diskriminasi ras, yang tidak ditangani apalagi diselesaikan oleh sarjana penganut pendekatan tingkah laku.

Bagi para penganut pendekatan paska tingkah laku, para penganut pendekatan tingkah laku telah gagal untuk meramalkan ataupun mengaatasi keresahan yang ditimbulkan oleh perang Vietnam. Gerakan paska tingkah laku ini memperjuangkan perlunya relevance and action (relevansi dan orientasi bertindak). Tetapi perlu dicatat bahwa pendekatan ini tidak sepenuhnya menolak pendekatan tingkah laku, hanya mengecam praktek dari sarjana tingkah laku. Akan tetapi pendekatan paska tingkah laku mendukung sepenuhnya pendekatan tingkah laku mengenai perlunya meningkatkan mutu ilmiah dari ilmu politik. Pada hakekatnya paska tingkah laku merupakan kesinambungan sekaligus koreksi dari pendekatan tingkah laku. DAFTAR PUSTAKA Apter, E. David, 1985. Pengantar Analisa Politik, LP3ES. Jakarta 1987, Politik Modernisasi, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta Chilcote, H. Ronald. 2003. Teori Perbandingan Politik, Penelusuran Paradigma, PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta Johari, J.C. 1990. Comparative Politics; Revised & Enlarged Edition. Sterling Publishers Pvt. Ltd. New Delhi. JH, Price. 1975. Comparative Government, London. SP. Varma. 1999. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

MODUL 3

BENTUK, KELEMBAGAAN PEMERINTAHAN

DAN

TIPE-TIPE

SISTEM

PERSPEKTIF TEORETIS MENGENAI KELEMBAGAAN KEGIATAN BELAJAR 1 RANGKUMAN Lembaga tidak dengan sendirinya ada dan tidak hidup dari dirinya sendiri; melainkan lembaga terdiri dari orang-orang yang bertindak berdasarkan penafsiran mereka sendiri terhadap kemampuan badan-badan pemerintahan untuk berkuasa. Filsafat politik dan paham kelembagaan mempunyai kaitan satu sama lain. Filsafat politik mendefinisikan kondisi-kondisi demokrasi, sementara faham kelembagaan menyediakan alat-alat pembantu yang memungkinkan demokrasi dapat dijalan. Sistem parlementer mempunyai kriteria adanya hubungan antara legislatif dengan eksekutif, dimana satu dengan yang lain dapat saling mempengaruhi. Pengertian mempengaruhi di sini adalah bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan kekuasaan (Power Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya. Adapun istilah sistem “pemerintahan campuran”, kata “campuran” diartikan campuran antara ciri sistem pemerintahan presidensiil dengan sistem pemerintahan parlementer. Mengikuti anjuran Plato, pemerintahan oleh satu orang, sedikit orang, atau banyak orang dapat dibedakan sebagai bentuk-bentuk pemerintahan yang baik atau buruk; setiap bentuk yang baik mempunyai pendamping yang buruk. Akibatnya ada enam pengelompokan jenis pemerintah yaitu Monarki (pemeritahan yang baik oleh satu orang), Tirani

(pemerintahan yang buruk oleh satu orang), Aristokrasi (pemerintahan yang baik oleh sedikit orang), Oligarki (pemerintahan yang buruk oleh sedikit orang), Demokrasi (pemerintahan yang baik oleh banyak orang), Mobokrasi (pemerintahan yang buruk oleh banyak orang). Para pendukung pemerintahan monarki, bahkan pada saat ini, menyatakan bahwa corak pemerintahan ini memperbesar kemungkinan stabilitas politik, terutama dalam hubungannya dengan perluasan perubahan sosial dan ekonomi. Para mahasiswa perbandingan politik tampaknya memang terkesan dengan kestabilan yang relatif tinggi dari negara-negara yang hingga kini masih mempertahankan beberapa lembaga monarkinya setelah sekian abad. Mengapa? Bagian terbesar dari jawaban atas pertanyaan ini (meskipun tidak semuanya) tergantung pada kemampuan dan kemauan dari raja-raja tertentu dan para pengganti mereka untuk menerima pengurangan yang besar dalam kekuasaan politik mereka.Monarki (pemerintahan oleh satu orang), Arsitokrasi (pemerintahan oleh beberapa orang yang bergelar), Oligarki (pemerintahan oleh beberapa orang yang tidak bergelar, militer atau sispil), pluktokrasi ( pemerintahan oleh orang-orang kaya) semuanya adalah pemerintahan yang bersifat otoriter, karena mayoritas wrga negara tidak mempunyai peranan langsung atau terlembaga dalam pembuatan kebijakan; mereka tidak bisa berperan serta dalam pemilihan umum, dan mereka tidak terorganisasikan ke dalam partai-partai politik yang bersaing atau kelompok-kelompok kepentingan yang mudah dikenali. Sementara sistem pemerintahan demokrsi langsung adalah ungkapan yang sempurna untuk kedaluatan rakyat. Demokrasi langsung berarti rakyat memerintah dirinya sendiri ecara langsung tanpa perantara.

LATIHAN MODUL 3
Tes Formatif 1
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara melingkari huruf a, b, c, atau d di depan jawaban tersebut! (1) PERTANYAAN PILIHAN GANDA 1. Di dalam tradisi pencerahan, para teoretisi berusaha memecahkan masalahmasalah politik melalui pemerintahan perwakilan. Bagaimanakah orientasi kelembagaan pada tradisi pencerahan dalam memecahkan masalah-masalah politik? a. Orientasi kelembagaan berusaha mewujudkan pemecahan politik dengan mengadopsi nilai-nilai pada masa pencerahan b. Orientasi kelembagaan berusaha mewujudkan pemecahan masalah politik dengan menerjemahkan cita-cita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. c. Orientasi kelembagaan berusaha mewujudkan pemecahan politik dengan melakukan integrasi antara nilai dan fakta dalam tradisi pencerahan d.Orientasi kelembagaan berusaha mewujudkan pemecahan politik dengan mengadopsi sistem pemerintahan perwakilan pada tradisi pencerahan 2. Terdapat dua bentuk pemerintahan perwakilan utama, yaitu sebagai berikut: a. Sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensiil b. Sistem pemerintahan sentralisasi dan sistem pemerintahan desentralisasi c. Sistem pemerintahan terpusat dan sistem pemerintahan terpencar d. Sistem pemerintahan monarki dan sistem pemerintahan aristokrasi

3. Di dalam memahami faham kelembagaan diperlukan suatu kondisi cara mencapai kebebasan dan ketertiban yang juga dapat merupakan masalah utama bagi penganut paham kelembagaan. Dalam hal ini terdapat dua cara membentuk lembaga-lembaga yang tepat, yaitu? a. Dengan cara evolusi dan dengan cara revolusi b. Dengan cara depolitisasi dan dengan cara politisasi c. Dengan cara pragmatisme dan dengan cara institusionalisme d. Dengan cara politisasi dan dengan cara evolusi 4. Salah satu ciri negara federal adalah negara dalam mana wewenang dan kekuasaan dibagi di antara beberapa negara bagian. Sementara bagi Negara kesatuan wewenang dan kekuasaan bersifat? a. Desentralisasi b. Otonom c. Terpusat d. Terpencar 5. Sistem pemerintahan parlementer mempunyai kriteria adanya hubungan antara legislatif dan eksekutif dimana satu dengan yang lain dapat saling mempengaruhi. Pengertian mempengaruhi di sini adalah: a. Bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan legitimasi (Legitimacy Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya b. Bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan kewenangan ( Authority Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya c. Bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan hak (the right Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya d. Bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan kekuasaan (Power Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya. 6. Bagaimanakah sebutan yang diberikan oleh Alan R. Ball terhadap system pemerintahan parlementer? a. The parliemantary executive b. The parliemantary types of government c. The non parliemantary atau the fixed executive d. The presidential type of government 7. Bagaimana pula C. F Strong menamakan sistem pemerintahan parlementer a. The non parliemantary atau the fixed executive b. The presidential type of government c. The parliemantary executive d. Separation of power 8. Bagaimana pula C. F Strong menamakan siste pemerintahan presidensiil? a. The non parliemantary atau the fixed executive b. Separation of power c. The presidential type of government d. The parliemantary executive 9. Bagaimana Allan R. Ball menamakan siste pemerintahan presidensiil? a. The presidential type of government b. The non parliemantary atau the fixed executive c. Separation of power

d. The presidential type of government 10. Sementara itu R Kranenburd menamakan sistem pemerintahan presidensiil dengan menggunakan istilah? a. The presidential type of government b. The presidential type of government c. Separation of power d. The non parliemantary atau the fixed executive Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaaan Anda dalam materi kegiatan belajar 2. Rumus: Tingkat PenguasaanAnda = Jumlah jawaban anda yang benar X 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup - 70 % = kurang Jika anda mencapai tingkat penguasaan bo % atau lebih, anda dapat meneruskan ke modul 3 Bagus! Tetapi jika nilai anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan belajar 2 pada modul ini, terutama bagian yang belum anda kuasai.

Tes Formatif 2
Petunjuk : Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang materi dalam kegiatan belajar 2, kerjakanlah latihan di bawah ini! (II) Pertanyaan Essay 1.. Bagaimanakah asas kerja dalam kerangka kerja paham kelembagaan? 2. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer, presidensiil dan campuran dari ahli yang anda ketahui?

Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1. (B) Orientasi kelembagaan pada tradisi pencerahan dalam memecahkan masalah-masalah politik dengan menerjemahkan cita-cita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. 2. (A). Sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensiil merupakan dua bentuk pemerintahan perwakilan utama. 3. (A). Cara evolusi dan cara revolusi merupakan dua cara dalam membentuk lembaga-lembaga yang tepat. 4. (C). Terpusat merupakan salah satu ciri bagi negara kesatuan wewenang dan kekuasaan 5. (D). Sistem pemerintahan parlementer mempunyai kriteria adanya hubungan antara legislatif dan eksekutif dimana satu dengan yang lain dapat saling mempengaruhi. Pengertian mempengaruhi di sini adalah Bahwa salah satu pihak mempunyai kemampuan kekuasaan (Power Capacity) untuk menjatuhkan pihak lain dari jabatannya. 6. (B). The parliemantary types of government Merupakan sebutan yang diberikan oleh Alan R. Ball terhadap sistem pemerintahan parlementer.

7. (C) The parliemantary executive merupakan istilah yang dikemukakan C. F Strong terhadap sistem pemerintahan parlementer 8. (A) The non parliemantary atau the fixed executive merupakan nama yang diberikan oleh C. F Strong terhadap siste pemerintahan presidensiil? 9. (A) The presidential type of government merupakan nama yang diberikan Allan R. Ball terhadap siste pemerintahan presidensiil? 10. (C) Separation of power merupakan istilah yang diberikan R Kranenburd terhadap sistem pemerintahan presidensiil.

Tes Formatif 2
1. Lembaga-lembaga membutuhkan suatu kerangka kerja yang terdiri dari prinsip-psinsip dari mana mereka memperoleh kepercayaan. Kerangka kerja itu adalah sebuah konstitusi. Untuk menganalisis kerangka kerja paham kelembagaan dapat ditelusuri melalui dua asas kerja yaitu; Asas kerja pertama; yang membuat kerangka kerja berjalan dalam menghidupkan dan menghasilkan keputusan serta undang-undang adalah persaingan. Masalahnya adalah harus adanya mekanisme untuk mencegah persaingan agar tidak menjurus pada kekacauan. Cara melakukan ini adalah melalui pemilihan, dimana melalui proses pemilihan, persaingan perorangan dipakai untuk menghasilkan manfaat kolektiff. Dengan demikian doktrin persaingan menerjemahkan politik ke dalam pemilihan, persaingan antara partai dan pengawasan serta penyeimbangan yang diselenggarakan melalui pemisahan kekuasaan badan-badan pemerintahan atau melalui pengawasan kekuasaan eksekutif oleh parlemen. Asas kerja kedua; sesuai dengan pemikiran montesqiue mengenai pengawasan dan penyeimbangan. Konstitusi mungkin merupakan produk pemisahan kekuasaan antara badan-badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dari pemerintahan, atau mungkin merupakan akibat pengawasan parlemen terhadap eksekutif. Ketiga badan pemerintahan tersebut adalah otonom yang harus bekerjasama bila undang-undang dan kebijakan akan dibuat. Persaingan antara ketiga badan itu memisahkan mereka, karena masing-masing tidak suka terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh badan-badan lain terhadap kekuasaannya. karena terpisah, maka mereka sering mengawasai kekuasaan masingmasing. Demikianlah persaingan yang dipadukan dengan pemisahan kekuasaan di antara ketiga badan pemerintahan itu dan sistem pemungutan suara di mana para calon pejabat bersaing berdasarkan pada penampilan kerja dan janji-janji mereka, mengakibatkan terbatasnya kekuasaan pemerintah. 2. Ciri-ciri sistem pemerintahan (Parlementer, Presidensiil dan Campuran) Empat ciri sistem pemerintahan parlementer menurut SL Witman dan JJ.Wuest, yaitu: 1. it is based upon the diffusion of powers principle 2. there is mutual responsibility between the executive and the legislature, hence the executive may dissolve the legislature or the must resign together with the rest of the cabinet when his policies are nt longer accepted by the majority of the membership in the legislature 3. there is mutual responsibility between the executive and the cabinet 4. the executive (prime minister, premier or chancellor) is chosen by the titular head of state (Monarch or President, according to the support of the majority in the legislature. Empat ciri sistem pemerintahan parlementer menurut SL Witman dan JJ.Wuest, yaitu: 1. it is based upon the separation of power principle

2. the executive has no power to dissolvethe legislature nor must he resign when he loses the support of the majority of its membership 3. there is no mutual responsibility between the president and his cabinet, the latter is wholly responsible to the chief executive 4. the executive is chosen by the electorate Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Campuran : 1. Menteri-menteri dipilih oleh parlemen. 2. Lamanya masa jabatan eksekutif ditentukan dengan pasti dalam konstitusi. 3. Menteri-menteri tidak bertanggung jawab baik kepada parlemen maupun kepada presiden. DAFTAR PUSTAKA Apter, E. David, 1985, Pengantar Analisa Politik, LP3ES, Jakarta Blondel, J. 1995. Comparative Government: An Introduction; Second Edition. Prentice Hall/Harvester Wheatsheaf. London Johari, J.C. 1990. Comparative Politics; Revised & Enlarged Edition. Sterling Publishers Pvt. Ltd. New Delhi. JH, Price. 1975. Comparative Government, London. F. Isjwara, ; 1980, Pengantar Ilmu Politik, Binacipta, Bandung I Made Pasek Diantha, 1990, Tiga Tipe pokok Sistem Pemerintahan dalam Demokrasi Modern, Penerbit Abardin, Bandung Rodee, C.C dkk, 1995, Pengantar Ilmu Politik (Terjemahan), PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

Modul Praktikum METODE PENELITIAN SOSIAL

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

DESKRIPSI Dalam dunia akademis, mahasiswa dikenalkan kepada proses penelitian ilmiah. Penelitian ini tentunya memerlukan sebuah metode (alat) yang benar sehingga tujuan dari penelitian dapat dicapai. Sebuah penelitian yang baik, didalamnya terdapat data atau informasi yang benar (valid) dan data tersebut juga diperoleh dengan jalan yang benar. Modul 1 ini akan mengenalkan kepada mahasiswa tentang beberapa macam bentuk data yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah. Bentuk 1: Data Statistik Data statistik adalah sekumpulan data yang dihasilkan dari proses penghitungan terstruktur dari sebuah fenomena. Data ini biasanya berupa angka, grafik atau diagram. Sedangkan fenomena yang dapat diukur dengan statistik contohnya adalah jumlah penduduk, angka angkatan kerja, jumlah pengangguran dll. Sedangkan data yang berbentuk diagram bisa berupa angka pertumbuhan penduduk, trend pemakaian HP dari tahun ke tahun atau angka kematian bayi. Sama halnya dengan diagram, grafik juga menunjukkan angka yang mewakili penghitungan sebuah proses. Di bawah ini akan diberikan contoh masing-masing bentuk data yang bisa dikategorikan sebagai data statistik: (Gambar 1)

(data statistik tentang angka inflasi di DKI Jakarta tahun 2010, disarikan dari http://jakarta.bps.go.id/, diakses tanggal 11 januari 2011)

Keterangan: Data diatas terdiri dari bentuk angka dan garis, garis melengkung menunjukkan perubahan angka sedangkan angka yang terdapat di bagian vertikal dan horizontal adalah penunjuk atau skala. (Gambar 2)

(data statistik tentang ekonomi China dalam tiga dekade terakhir, disarikan dari National Bureau of Statistics: World Bank; The Economist http://www.economist.com/ diakses tanggal 11 Januari 2011)

Keterangan: Angka-angka yang ditunjukkan oleh data di gambar 2 lebih beragam dari gambar 1, hal ini lebih memudahkan pembaca data. Bentuk 2: Data Hasil Wawancara Tidak menutup kemungkinan dalam sebuah penelitian dibutuhkan wawancara untuk menggali informasi yang lebih dalam. Wawancara adalah sebuah teknik perbincangan dalam bentuk pertanyaan dan jawaban yang dilakukan oleh dua atau lebih orang dimana salah satu diantaranya menanyakan beberapa hal kepada orang lain untuk meminta informasi atau pendapat.

Dalam penelitian kualitatif, seringkali peneliti melakukan wawancara kepada beberapa orang yang dinilai mempunyai kompetensi dalam memberikan informasi yang diharapkan. Contoh, melakukan wawancara kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum tentang kondisi jalan di sebuah kota. Contoh lain adalah melakukan wawancara kepada penduduk desa tentang pendapat mereka terhadap hasil pembangunan. Dalam sebuah wawancara, beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum terjun ke lokasi wawancara adalah: 1. Daftar pertanyaan 2. Daftar narasumber yang dituju 3. Alat perekam atau alat tulis untuk mencatat hasil wawancara Dibawah ini akan diberikan contoh hasil wawancara: Bekasi (Arrahmah.Com) - Ahad, 26 Oktober 2008 Tim Ar Rahmah Media berhasil menemui Ustadzah Paridah Abbas, istri Syekh Mukhlas alias Ali Ghufron, selepas kunjungan menjenguk suaminya di Nusa Kambangan. Berikut „ole-ole‟ dari beliau, sekaligus curahan hatinya selama ini dan wasiat sang suami tercinta untuk anak-anaknya. Ar Rahmah Media (AM) : Assalamu‟alaikum. Wr. Wb! Ustadzah, apa kabar ? Ustadzah Paridah Abbas (UPA): Alhamdulillah, baik-baik. AM : 6 tahun sudah berlalu dari peristiwa Bom Bali, bagaimana kondisi Ustadzah dan keluarga ? UPA : Alhamdulillah, baik-baik juga. AM : Anak-anak nampak sudah besar-besar, bagaimana dengan pendidikan mereka ? Semua Ustadzah sendiri yang menangani ? UPA : Untuk akademik kita serahkan ke pihak sekolah, sekolah biasa saja mereka semua. Untuk urusan dinniyah (agama) juga Al Qur‟an, itu semua saya yang menanganinya. AM : Keputusan hukuman (eksekusi) terhadap Syekh Muhklas, suami Ustadzah kian mendekati waktu, bagaimana perasaan ustadzah ? UPA : Sebenarnya biasa-biasa saja. Karena selama ini kami tidak pernah memikirkan eksekusi. Eksekusi itu khan cuma rekayasa manusia, dan mati itu bukan di tangan mereka. AM : Ustazah tetap mensupport suami dalam hal ini ? UPA : Ya, Insya Allah, Alhamdulillah. AM : Ustadzah kelahiran Singapura dan sudah pasti pernah tinggal di sana. Juga di Malaysia,

serta di Indonesia. Bagaimana Ustadzah memandang masing-masing negara serumpun Melayu ini ? UPA : Sebentar, itu maksudnya apa ? (UPA agak kaget dan terkejut). Tetapi saya tidak besar di Singapura. Ketiga-tiga negara ini pada prinsipnya sama saja, yakni negara sekuler. Sekalipun Malaysia mengklaim negaranya negara Islam, tapi sebenarnya tidak, cuma agama resminya saja yang Islam. Tapi terhadap saya sendiri secara pribadi karena saya tidak pernah bekerjasama dengan pemerintah, jadi tidak pernah merasakan diskriminasi sebagaimana yang dialami oleh saudara-saudara kita muslimat yang memakai hijab yang dduduk di pemerintahan di jabatan-jabatan tersebut. AM : Artinya Ustadzah tidak pernah mengalami diskriminasi sama sekali di Malaysia: UPA : Sepanjang ini kepada saya secara pribadi tidak ada, kecuali dalam masalah imigrasi. AM : Apakah di Malaysia gejala Islamophobia lebih parah daripada di Indonesia atau Singapura ? UPA : Mungkin kondisnya bisa disamakan seperti Indonesia pada masa berlakunya undangundang subversif. Kini kondisi di Malaysia seperti itu. AM : Kini di Malaysia seperti itu ? Ceramah-ceramah agama, majalah-majalah Islam, jihad, dan sejenisnya tidak bisa beredar ? UPA : Seperti itu kira-kira. Ada majalah yang seperti itu dan sejenisnya tapi mereka belum berani secara terang-terangan untuk muncul kecuali orang-orang yang memang sudah siap dengan segala resiko termasuk ditahan dengan undang-undang ISA (undang-undang subversif Malaysia, red). AM : Ustadzah, banyak orang meneteskan air mata karena terharu sewaktu membaca buku Ustadzah “Orang Bilang Ayah Teroris” bisa diceritakan bagaimana sampai menulis buku tersebut ? UPA : Saya perlu terangkan bahwa pada asalnya buku tersebut bukan untuk diterbitkan. Saya sama Ustadz (Ustadz Ali Ghufron alias Mukhlas) biasa saling berkomunikasi sebagaimana pasangan lain, dan alhamdulillah, ustadz adalah seorang pendengar yang setia. Jadi, sewaktu saya di Klaten dan beliau sudah ditahan, tidak ada teman khan disana, otomatis saya menumpahkannya di atas tulisan. Nah buku itu kemudian saya serahkan ke Ustadz, dan Ustadz teryata memandang maslahatnya baik jika buku itu di kongsi (share) untuk muslimah yang lain. Jadi sepenuhnya kemudian saya serahkan ke Ustadz, hingga kemudian jadilah buku itu. Saya secara pribadi malu, soalnya gini, teryata setelah orang membaca orang kemudian memandang tinggi, padahal saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan. . AM : Tidak banyak orang yang mampu bertahan ketika dilanda ujian dan cobaan yang berat dari Allah SWT. Apa rahasia dan kiat Ustadzah menghadapi kondisi ini ?

UPA : Begini. Saya sendiri merasa kalau tidak ada pertolongan Allah SWT, wallahu‟alam, saya tidak tahu akan jadi bagaimana. Besar kemungkinan di sekeliling saya ini masih ada muslimahmuslimah lain yang menghadapi cabaran (cobaan) lebih besar dan lebih berat tekanannya dari yang saya alami. Karena saya merasa alhamdulillah, selalu dibantu Allah, yaitu dari segi material maupun dari segi moral. AM : Tentang Syekh Mukhlas, suami Ustadzah. Bagaimana pandangan Ustadzah tentang beliau saat ini ? Apakah sama ketika di masa awal-awal dulu ? UPA : Yang nampak beda adalah ilmu dan penghayatan beliau, lebih bagus sekarang dan semangatnya juga menyala-nyala. Sebenarnya sejak dahulu beliau bersemangat, tetapi karena kita masing-masing sibuk, jadi ekspresinya tidak seperti yang kita lihat sekarang ini. AM : Ustadzah kini bermukim di Malaysia ? Bagaimana tanggapan dan sikap masyarakat sekitar terhadap Ustadzah ? UPA : Alhamdulillah, sementara ini semuanya baik dan respon yang mereka berikan positif. Mereka juga memberikan bantuan moril dan materil terutama dari pihak sekolah, dan ketua kampung (semisal lurah disini, red). dan Alhamdulillah atas karunia Allah banyak dari mereka adalah teman-teman saya juga ustadz, jadi mereka banyak memberikan bantuan kepada kami dan tidak ada masalah. Mereka tahu siapa kita dan mereka menerima kita apa adanya. Alhamdulillah! Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/2526/wawancara-eksklusif-dengan-ustadzahparida-abbas-istri-syekh-mukhlas-alias-#ixzz1Ah0BaOZt Keterangan: Wawancara diatas adalah hasil wawancara antara wartawan majalah Ar-Rahmah dengan Paridah Abbas. Perhatikan bentuk pertanyaan dan gaya bahasa yang digunakan dalam wawancara tersebut! Bentuk 3: Hasil Observasi Modul ini sudah memberikan deskripsi tentang dua bentuk data yaitu data statistik dan hasil wawancara, yang terakhir adalah bentuk data yang merupakan hasil observasi (pengamatan) peneliti di lokasi. Untuk merekam atau membuat deskripsi tentang kejadian atau fenomena yang terjadi di lokasi penelitian, biasanya digunakan gambar atau foto yang dapat menceritakan kejadian. Berikut akan diberikan contoh hasil observasi lapangan berupa foto:

Keterangan: Foto diatas mendokumentasikan tentang partisipasi warga dalam pelaksanaan program Water and Sanitation Program (WSP) di Kabupaten Trenggalek 2008. Perhatikan bagaimana foto ini bisa “berbicara” tentang suatu kejadian. Menurut anda, bagaimana partisipasi warga dalam program WSP apabila dilihat dari foto diatas?

PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI Setelah mahasiswa mengenal berbagai macam dan bentuk data, maka selanjutnya modul ini akan menuntun mahasiswa untuk bisa memilih salah satu bentuk data dan menjelaskan data tersebut di dalam kelas. Tugas 1 Pilihlah salah satu topik yang anda pahami lalu carilah bukti, data, informasi yang bisa menjelaskan atau menguatkan argumen yang terdapat di dalam topik tersebut. (Tugas perorangan, bobot nilai 30%) Contoh: Anda berargumen bahwa sebagian besar penduduk kota X adalah manula, sehingga anda harus menunjukkan data yang menyatakan hal tersebut. Data yang mendukung adalah data dari Kantor Kependudukan di tahun Y tentang Demografi. Lakukan tugas ini secara individu lalu berikan penjelasan alasan pemilihan data. Tugas 2 Peragakan bagaimana melakukan wawancara yang benar! Dalam hal ini buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang dimana masing-masing anggota merepresentasikan stakeholder yang dianggap mampunyai informasi akurat tentang hal yang akan diteliti. Sebelum melakukan simulasi di depan kelas, buatlah terlebih dahulu daftar pertanyaan dan siapkan alat perekam atau

alat tulis untuk mencatat hasil wawancara. Peragakan simulasi wawancara ini di depan kelas dan lakukan kembali berulang-ulang. (Tugas kelompok, bobot nilai 30%) Contoh: Penelitian yang anda lakukan mengenai partisipasi publik dalam proses pemerintahan. Anda memutuskan untuk melakukan wawancara dengan Kepala Desa dan perwakilan kelompok wanita. Alasan memilih Kepala Desa karena dianggap tahu tentang proses pemerintahan dan sejauh mana masyarakat terlibat di dalamnya. Ujian Di akhir kegiatan, akan dilakukan evaluasi terhadap kopetensi mahasiswa dalam mengenal data. Ujian akan dilakukan dengan merujuk pada materi dan simulasi di dalam kelas. Bobot nilai ujian adalah 40%.

Modul Praktikum KOMPETENSI BAHASA INGGRIS

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MODUL 1
INTRODUCTION & GRAMMAR REVIEW Teaching Procedures : Step 1 Greet the whole class as usual . Step 2 Questions (1)How do you greet each other or your teachers on the way to school in the morning ? (2) what do you say when you first meet someone ? The first thing you do when meeting someone is to greet the person in an appropriate manner. The person will then greet you in return. Here are some common greetings. Greeting someone formally, e.g., in a job interview. Good morning/afternoon.(You can also shake hands with the person.) Nice to meet you.(Only used when meeting someone for the first time.) Greeting a friend or classmate. Hello! Hi! Greeting a stranger. e.g., before asking him/her question. Good morning/afternoon/evening. Excuse me,(sir/madam) Hello. (3) How do you introduce yourself to others? After greeting the person you can introduce yourself and tell the person what you intend to do and why. Here are some common introductions. ·I‟m...(your name)from ...(your school/club/company).I‟d like to ask you a few questions about your opinions/application/new book. ·My name is ...(your name).I‟m form...(your school/club/company).I‟d like to you a few questions if you don‟t mind. It‟s for/to...(the purpose of asking the questions). Step 3 Conduct Dialogues (Divide the students in to 3 groups. Each group should imagine in one situation below.) 1 you are in a job interview (interviewer ; interviewee) 2 two close friends meet in the street 3 ask the way for somebody Step 4 Conduct an interview about Best Book Club You revised your questionnaire and are ready to interview club members. Find a partner to be your interviewee. Take turns to be the employee and the member. Remember to greet one another appropriately. Use the greetings in skills building 2 to help you. The club member can use vocabulary on page 15 or any words the he/she can think of.

Club employee: Greet the clue member. Introduce yourself and tell him/her who you are and what you would like to do. Ask the club member the 10 questions on page 15. Tick the boxes and write down the answers in your revised questionnaire, If there are several choices under one question, read the choices to your interviewee. Club member: Greet the club employee. Answer his/her questions using the vocabulary on next page. Vocabulary 1. 2. 3. 4. 5. 6. fourteen/ sixteen/ twenty-seven/... newspapers/magazines/friends/Internet/TV two thousand/two thousand and one/ two thousand and two/ two thousand and three group membership/single membership never/once/three times/six times/twelve times/... forty-five yuan/eight yuan/one hundred and thirty yuan/one hundred and sixty-five yuan/... 7. humour/mystery/history/horrob/science/... 8. new books/discounts/second-hand books/free books/book exchange book signing/book fairs/lectures/... 9. yes /no 10. eight yuan /fifteen yuan /twenty-seven yuan / forty yuan /... Step 5 Conduct a dialogue between boss and employee You boss is asking you what the club member‟s answer are .Find a partner to be your boss and use the completed questionnaire on page 13 to answer the questions . Take turns . The boss may ask these questions in any order . Questions: 1 How much has he /she spent on books in the last six months ? 2 Is he /she interested in a mystery book club ? 3 How many times has he /she visited bookshops in last six months ? 4 How old is he /she ? 5 Why did he /she join Best Book Club ? 6 Which topics is he / she interested in ? 7 How did he /she find out about Beat Book Club ? 8 How much would he /she spend on mystery books each month ? 9 When did he /she join the club ? 10 Which membership does he /she have? Step 6 Home work Make a dialogue Work in pairs. Greet your partner and introduce yourself to him/her as a reporter from the school magazine .your purpose is to ask him/her recent plan for an article to be included in next issue of the school magazine.

Grammar Review 10 Tenses: 1. A: What were you doing when the accident occurred? B: I was trying to change a light bulb that had burnt out. 2. I have had the same car for more than ten years. I am thinking about buying a new one. 3. Sam arrived in San Diego a week ago. 4. If Vera keeps drinking, she will eventually lose her job. 5. Listen Donna, I don't care if you missed the bus this morning. You have been late to work too many times. You are fired! 10 Modals 1. If we had gone to the cinema yesterday, we would have seen a great movie. 2. Would you like a coffee ? 3. They must have started their homework at 5PM yesterday evening in order to finish early. 4. Next month, I will be able to do more things because I will have more free time. 5. You failed your final test. You should have studied harder. 6. If I had enough money, I would travel with my friends but now I can't. 7. I wish I could buy a new car but I don‟t have any money. 8. We could not climb those mountains when we were kids. 9. The project must be finished in two years time. 10 Passives 1. An idea was put for discussion. (to put - past) 2. My bank loan will be paid off in five years time. (to pay off – future) 3. A story will be made up. (to make up – future) 4. The candle was blown out by the draft. (to blow out – past) 5. The inconvenience will be made up for by this money. (to make up for – future) 6. Everybody was shocked by the terrible news yesterday. (to shock) 7. Five hundred employees were fired last year. (to fire) 8. A new book will be published by that company next year. (to publish) 9. He remembers the girl's name now. (to remember) 10. A prize will be given to whomever solves this equation. (to give) 5 Articles & Nouns 1. First, know what you want and need in A fitness facility, and don't pay for what you'll never use. 2. Oh I'm just looking for (b) some antiques at this sale. 3. Right or Wrong: 4. The class has some advantages over a traditional on-campus class. I get my homeworks by going to the class web-site Assignment Page. WRONG 5. Also, I have to send half of my writing assignments by e-mail. RIGHT 6. Also, I can post informations on the Message Board. WRONG

10 Pronouns, substitution & ellipsis 1. When we moved to Spain, we met John and Mary and their children. 2. The computer puts information on its hard disk. 3. Give it back to them, it's theirs. 4. Sarah left her laptop on the bus. 5. The students were always late, so the teacher asked them for an excuse note. 6. My company really takes care of its employees. 7. Nina‟s dog had puppies, and she‟s keeping one, so the fluffy brown puppy is hers. 8. Simon told us the truth, but we didn‟t believe him. 9. I can't find my pencil. Can I use yours, Mary? 5 Adjectives & Adverbs (placement, etc) 1. He invited that beautiful, young lady to dinner. (beautiful, young) 2. Why can't you wear your silk, pink dress tonight? (pink, silk) 3. She sells delicious, chocolate cookies. (chocolate delicious) 4. He ate his dinner very quickly. b). quickly 5. (My uncle, late, yesterday afternoon, arrived) My uncle arrived late yesterday afternoon. 15 Prepositions 1. We met on January 10th, 1998. 2. On Sundays, we go to the park. 2. Our appointment was at 3 :00PM, but he was late. 3. Tomorrow, I‟m going to the cinema at night. 4. I saw something about it on television. 5. You can sit on the table. Lunch is ready. 6. This birthday present is from your brother. He gave it to you. 7. She went to the cinema yesterday. 8. My parents are on holiday in Spain. 9. Look at the table. There is a magazine under/on the floor. 10. It sometimes snows in November. 11. I often go to visit our grandma in the afternoon. 12. I really like listening to the radio in the evenings. 13. Don‟t yell at your brother ! 14. I live on the second floor. 15. It's unlucky to walk under a ladder in my culture. I always walk around them. 5 Conditionals 1. Why are you always so hungry in the evenings? If you didn‟t eatso little at lunch time you wouldn‟t be so hungry 2. I didn't know you were sleeping. I wouldn‟t have called you if I had known you were still in bed. 3. Here is Peter's number. I am sure he‟ll help you if you ask him.

4. Don't tell them about the car yet. If I were you, I would wait till they are back from their holiday. 5. The accident was your fault. You would have seen the approaching car earlier if you hadn‟t been so fast. Linking words 1. Her salary is higher than mine even though/although we do the same work. 2. It must be finished before tomorrow now matter how long it takes. 3. The rule applies to all employees regardless of their position. Reporting speech At one of his exhibitions a woman once asked Picasso: "What does this picture represent?" Picasso replied: "Two hundred thousand dollars." At one of his exhibitions a woman once asked Picasso what a picture represented and he replied that it represented two hundred thousand dollars. Infinitives & Gerunds Bill and Amy wanted to go shopping. Bill needed to buy a jacket because he had forgotten to bring one from Cleveland. They asked their teacher to recommend a good place to buy secondhand clothes. She told them to go to Haight Street. That afternoon, they took the #71 bus to Haight Street. As soon as they got off the bus, Bill was cold. Amy offered him her jacket, but he refused it. He regretted not bringing his leather jacket from home, but he couldn't stand taking a jacket from a girl. Noun clauses 1. I had an accident and took my car to the garage. My husband asked me where my car was. (my car, to be) 2. My friend predicted that I would receive a lot praise for my work. (to receive, I) 3. Q: How do you make a noun clause? Could you explain how to make a noun clause? Relative Clauses 1. You should speak to Peter who is responsible for company relations abroad. 2. Smith House, which was built in 1756, is an important local monument. 3. He came for the weekend wearing only some shorts and a t-shirt, _____ was a stupid thing to do. 4. Frank Smith, whose son works for us, can provide an estimate. 5. They attended Harvard University in Massachusetts where the population is less than 250,000. Determiners & Qualifiers (some, not, none, each) 1. I always keep some money in my wallet for emergencies. 2. He didn‟t want anything to do with them after their treachery.

3. She was wearing a bracelet on each wrist. 4. You won't be successful. Nobody can succeed it in such a time. 5. There has been almost nothing for the last couple of weeks.

MODUL 2 LISTENING TO LECTURES AND NOTE-TAKING Lectures Lectures usually present information and concepts that are central to the course. The outline of the lecture program is usually in your subject handbook – use this to prepare yourself for a lecture. Material presented in a lecture is often important to assignments and is included in the exam. It is common to feel a bit overwhelmed at your first lecture in a subject. However, you will find that your level of understanding increases with each lecture you attend.

The material presented in this resource will assist you to maximise your learning from lectures.

Getting the most out of lectures
Some suggestions adapted from Eastern Illinois University, Learning Assistance Centre,
http://www.eiu.edu/~lrnasst/learn.htm and from the Bendigo Assignment Manual, La Trobe University Bendigo Academic Skills Unit, Ch. 1

Before a lecture  Print and read any web lecture notes.  If reading has been recommended ahead of the lecture, read it.  Go over your notes from the last lecture so you can make connections between lectures.  Identify what you already know about a subject, because this develops your ability to understand new material.  Arrive 5 minutes early to avoid missing critical details. Usually the main point is presented in the first few minutes, and often the lecture plan is also.  Avoid sitting at the back – it‟s noisy!  Begin notes for each lecture on a new page, headed with: Lecture topic, subject, speaker, date and, if appropriate, reading covered. Keep any handouts with your lecture notes. During the lecture
(i) Structure

    

Note introduction - key thoughts which set scene for rest of lecture listen for key words & phrases main points are often stressed by repeating, changing tone, loudness, speed, „signposting‟ („finally‟ or „three main reasons why‟), rhetorical questions, restating („in other words‟ or „to put it more another way‟) take note of summary/conclusion to ensure you have understood main points lecture styles are varied therefore consider using different note taking styles

(ii) Language

   

no need to write whole sentences, but notes need to be full enough to reconstruct main points and some supporting detail with some examples note any repeated key words copy definitions and diagrams exactly adopt your own abbreviated writing style, for example omit syllables and unnecessary words and use acronyms (La Trobe University = LTU)

After the lecture Go over your notes soon after the lecture when you can still remember it!  If your notes seem insufficient, try these strategies:  Lectures usually parallel the reading. If your lecture notes are incomplete, you can try to fill in the gaps later from that week‟s reading.  If there is too much unfamiliar material - make a list of questions /new terms and seek answers from reading, other students, tutor, and lecturer.  If you are finding a lecture is hard to follow leave a lot of space so you can fill in the gaps later.  To help you understand and remember your notes, you could:  Turn them into diagrams or mind maps (see “Taking Notes from Reading”)  Use colour-highlighting to show what‟s important  Use different colours for different ideas  In the margin, write keywords to help you skim later Review notes regularly.  Discuss the subject with other students; perhaps, form a study group. If you tape lectures, with your lecturer‟s permission, use these to improve your note taking skills - listen for how the lecturer presents new points - listen to a section, don‟t take notes, but stop & remember the main points, then check. Noticing Cues Your lecturers and tutors will give cues about the structures of the ideas underlying the course. Think about your teachers/lecturers, past and present. How have they introduced main/important points/new points? finished points? Listen for the cues they use

A Checklist of Cues  repeating ideas  repeating a particular word or phrase  repeating something very slowly so that it can be noted down word for word  re-positioning - standing up, moving closer to the audience…  talking more quickly, or louder, or with more emphasis, or making dramatic pauses  using particular hand gestures, looking serious  focussing attention on the audience

  

writing something on the board/ over head projector saying students must know something or be able to do something watch particularly for language that shows relationships between ideas: e.g.,  first, second, third (for analysing something into its parts)  however, on the other hand (for introducing a contrast, an alternative, or a problem)  especially, most significant, most important (for emphasis)  because, so, therefore, consequently (for cause and effect)

Note Taking Methods A. Example of a student’s lecture notes

B. Notes for comparison/contrast. Assignments often ask you to compare two events, or two ideas, or two interpretations of something, etc. You can set up your notes to organise your comparison as you read. For example, Qu: Compare the roles of men and women in the community of Upper Rivers. Men Role in work Role in family Role in politics Role in religion Women

C. The Cornell lecture note taking method This format, as explained at Academic Skills Centre, Dartmouth, USA: http://www.dartmouth.edu/~acskills/success/notes.html, presents the “5 R's of note taking”. You can adapt these to make your own note taking method. First, set up your page with a wide righthand column to RECORD your notes and a narrow left-hand column to RECALL them later:

RECALL

RECORD

“1. Record. During the lecture, record in the main column as many meaningful facts and ideas as you can. Write legibly. 2. Reduce. As soon as possible after the lecture, summarize the ideas and facts concisely in the Recall Column. Summarizing clarifies meanings and relationships, reinforces continuity, and

strengthens memory. Also, it is a way of preparing for examinations gradually and well ahead of time. 3. Recite. Now cover the column, using only your jottings in the Recall Column as cues or "flags" to help you recall, say the facts and ideas of the lecture as fully as you can, not mechanically, but in your own words and with as much appreciation of the meaning as you can. Then, uncovering your notes, verify what you have said. This procedure helps to transfer the facts and ideas of your long term memory. 4. Reflect. Reflective students think about what they have listened to. This helps them to make sense out of their courses and academic experiences by finding relationships among them. Reflective students continually label and index their experiences and ideas; they put them into structures, outlines, and summaries; and they connect them to other ideas. Unless ideas are placed in categories, and reviewed from time to time they will soon be forgotten. 5. Review. Spend 10 minutes every week or so in a quick review of these notes - you will retain most of what you have learned, and you will be able to use your newfound knowledge more effectively.” (http://www.dartmouth.edu/~acskills/success/notes.html,)

References
York University, Counselling and Development Centre, Learning Skills Program
·

http://www.yorku.ca/cdc/lsp/index.htm

Academic Skills Centre, Dartmouth, USA
http://www.dartmouth.edu/~acskills/success/notes.html

·

Eastern Illinois University, Learning Assistance Centre

http://www.eiu.edu/~lrnasst/learn.htm

Hong King Polytechnic University, English Language Centre
http://elc.polyu.edu.hk/elsc/material/Listening/note-taking.html

MODUL 4 UNDERSTANDING ENGLISH VARIATION Introduction Morphology is the study of word-formation and organisation. Morphology helps us to describe how words are made up in a language. Every word is made up of one or more morpheme. Morphemes are the smallest units of language that have their own meaning or grammatical function. Think about the word „loveliness‟. If we were to break this word up into smaller units of meaning we would probably do the following: love + li + ness. Today we will be talking about the morphology of English and how words can be formed in different ways. Exercise 1 Count the morphemes in the following thinker postmodernist tulip cats ungovernability

Bases and Affixes Morphemes are either bases or affixes. Bases Every word must contain a base which expresses the fundamental meaning of the word. Bases usually belong to a lexical category such as noun, verb etc. Example: “Cat”, “person” and “fire” are all examples of bases that are nouns. “Run”, “think” and “knit” are all examples of bases that are verbs. In addition bases can usually stand on their own. They do not have to co-occur with another morpheme and are therefore called freemorphemes Affixes Affixes add to or change the meaning of a base. They may be classified according to their function and where they occur in relation to the bases. Prefixes and Suffixes (and Infixes) Prefix Prefixes occur before the base they are attached to. Example: unhappy, relive, Suffix Suffixes occur after the stem.

Example: cats, played, terrorise Infix Infixes occur within the stem (generally not in European languages but in many African, Amerindian and Asian languages). Example: In English infixation generally only happens with swear words such as „fan – fuckingtastic‟ Derivational and Inflectional Affixes This distinction is determined by the function of an affix. Derivational Affixes Derivational affixes affect the underlying meaning or syntactic category of the base. In English derivational affixes can be either pre- or suffixes. Example: In the word “unhappy” the “un-” affix changes the meaning of the base morpheme from “happy” to “sad” and means „negative‟. In “terrorise” the affix “-ise” changes the lexical category from noun to verb. Exercise2 For each of the following derivational affixes (a) state another two words which contain the affix (b) state the meaning of the affix (c) state the word class of the base and the word class of the resulting word. -ee as in payee -ism as in feminism -ise as in immunise -ery as in brewery Inflectional Affixes Inflectional affixes do not affect the underlying meaning or class of the base but they do have a grammatical function. Example: In the word “cats” (as in „there were two cats‟) the “-s” affix functions to show that the word is plural but does not change the underlying meaning or the lexical category of the stem “cat.” Example: In the word cat‟s (as in „it‟s the cat‟s bowel‟) the –s suffix functions to show that the cat is the owner of the bowel. Affixes in English must be either a prefix or a suffix they cannot be both. Affixes can not generally occur on their own and are called bound-morphemes. To be accurate in our terminology we need to redefine bases. Bases are morphemes which can attach to either an inflectional or derivational affix. We can also talk about stems which are

morphemes to which inflectional affixes can attach. (Thus all stems are bases but not all bases are stems.) Homophony Sometimes words or morphemes may sound the same but mean different things. Thus „their‟ and „there‟ and „there‟ are homophonous. Sometimes the different meaning is not even reflected in the spelling (bank, letter). Morphemes can also be homophones. Thus in the above example the suffix –s is homophonous. It can mean either plural or possessive. Exercise 3 Divide the following into free and bound morphemes. For bound morphemes say whether they occur as a prefix or suffix in English ation nation pre post angle ible infra out Common Problems Allomorphy The same morpheme can be realised in different ways. These different realisations are called allomorphs. This is usually the result of phonology interacting with morphology. Irregular Words Irregular words do not obey the general rules for forming plurals or past tenses. However they are still considered to be made up of the same number of morphemes as if they were regular. Example: “Mice” contains two morphemes as it is made up of the root “mouse” and the idea of plurality. “Gave” also contains two morphemes as it made up of the root “give” and the idea of past tense. Productivity Some affixes are more limited than others in the way they can be used. Exercise 4 Think of examples of the use of the two suffixes –hood and –ness. You‟ll probably have found that there are many fewer examples using –hood that able. –hood attaches to nouns that are morphologically simple whilst –ness attaches to adjectives and forms

nouns. However, there are many morphologically simple nouns that –hood cannot attach to (e.g. friend, nurse) and therefore we say that it is relatively unproductive. Other methods of word formation Compounding In compounding, two independent words are put together to form a new meaning that is not obvious from their individual meanings. For example the compound „longboat‟ is made up of two independent words „long‟ and „boat‟. The meaning is slightly more specialised though and refers to the largest boat carried by a sailing ship. We say that compound nouns are syntactically headed. Thus the syntactic properties of one component decide the syntactic properties of the whole compound. Generally in English compound nouns are right headed so the second element decides the syntactic properties of the compound. In the „longboat‟ example „boat‟ is a noun and „longboat‟ is a noun too. Compound nouns can belong to any major word category. Examples:  Noun: Signpost  Verb: outlive  Adjective: icecold  Preposition: into Blending Blends are hybrid words. They are rather like compounds except that only part of each individual word has been used. Examples:  Smog smoke + fog  Brunch breakfast + lunch  Oxbridge Oxford + Cambridge Acronyms Acronyms are pronounceable words formed from the initial letters of other words. Examples:  RAM – random access memory  IFAW – international fund for animal welfare  BAAP British Association of Academic Phoneticians Abbreviations Abbreviations are also formed from the initial letters of other words but this time they do not make pronounceable words, and instead the letter names are spoken. Examples:  CD – compact disk  RSPCA – Royal society for the Prevention of Cruelty to Animals  LAGB – Linguistics Association of Great Britain

Exercise 5 Think of three more abbreviations and three more acronyms in common usage Clipping Clipping involves missing off part of the word to create a word with the same meaning. Either the beginning (fore-clipping), ending (back-clipping) or both ends of the original word may be removed. Exercise 6 What are the unclipped forms of the following words? Has fore- or back-clipping taken place?  fridge  gym  bus  lab  plane  flu Backformation Backformation is a rather complex process by which new words are formed. In these instance a word that originally consists of just one morpheme is reanalysed as consisting of two morphemes and then one of these is removed to create a new word. For example, the noun „juggler‟ existed before the verb „to juggle‟. Because so many occupations can be formed by adding –er to a noun („teacher‟, „builder‟), people began to assume that this must be the case for „juggler‟ and thus the new verb „juggle‟ was born. Exercise 7 Have the following words been formed by derivation, inflection, compounding, back-formation, acronym, abbreviation, clipping or blending. In cases of derivation and affixation state the base and whether the affix is a prefix or suffix. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) References: blackbird NASA TLC peddle oxen chunnell happily goes bike unnecessary

In addition to the reading on your course guide the following will also be useful for further reading and when completing your assignment Katamba, K. (1994) English Words, London: Routledge (especially chapters 3, 4 and 9) Any good dictionary that gives the etymology of words (Oxford English for example)

Modul Praktikum METODE PENELITIAN HUBUNGAN INTERNASIONAL

Tim Pengampu Mata Kuliah

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MODUL 1 PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA

Waktu Alat

: 100 Menit : LCD Projector Komputer

Bahasan Sub-bahasan Tujuan

: Pengenalan Data : Pemilahan Data :
1. Praktikan mampu memilah data 2. Praktikan mampu menggunakan data yang sesuai motode penelitiannya

Persiapan

:
1. Baca buku literatur tentang metode penelitian dalam Ilmu Politik terutama yang membahas tentang kategori data 2. Modul Praktikum MPS

Pekerjaan

:
1. Kerjakan dan selesaikan Tugas Pendahuluan Praktikum di lembar jawaban yang sudah disediakan di modul 2. Kerjakan Tugas Praktikum sebagai latihan di rumah

Hasil

:
1. Kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi jawaban Tugas Pendahuluan dan jawaban Soal Praktikum sesuai pertanyaan yang ada 2. Tunjuk dan kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi hasil pekerjaan Tugas Praktikum Anda kepada asisten laboratorium/asisten dosen pada pertemuan berikutnya

Landasan Materi : Garis Besar:
A. B. C. D. E. Definisi Data Data Primer (Observasi, Partisipasi, Pengukuran, Interogasi) dan Sekunder Data Kuantitatif dan Kualitatif Pengukuran Data (Nominal, Ordinal, Interval, Rasio) Menghubungan Data ke Teori (Teori, Konsep, Indikator, Variable, Value)

Definisi Data Data, jamak dari datum, adalah informasi, atau menurut Oxford Engslish Dictionary, “known facts of things used as basis for inference or reckoning”. Dalam penelitian Hubungan Internasional, penstudi sering menggunakan data sekunder, meski tak menutuo kemungkinan

beberapa topic membutuhkan data primer. Untuk itu di sesi praktikum ini mahasiswa diajak untuk mengenali dan memilah data serta menghubungkannya ke teori. Data Primer Data yang didapat dari observasi langsung, dialami atau direkam secara langsung merupakan sesuatu yang paling mendekati “kebenaran” disebut sebagai data primer Data Sekunder Data yang merupakan sumber tertulis yang menginterpretasi atau merekam data primer merupakan data sekunder Cara Pengumpulan Data Primer Data primer diperoleh melalui:
a. Observasi - merekam, biasanya kejadian, situasi atau sesuatu,a tau yang dialami lewat indera atau dengan bantuan alat (kamera, perekam, mikroskop) b. Partisipasi -data yang diperoleh melalui observasi yang intens (belajar mengemudi akan memberikan pengalaman yang berbeda tentang mobil dan lalu lintas daripada sekedar mengamatinya) c. Pengukuran – merekam angka (contoh: statistik demografi, persenjataan) d. Interogasi – data yang diperoleh melalui bertanya dan melakukan probing. (contoh: bertanya tentang keyakinan seseorang)

Data Kuantitatif Data yang direkam dalam bentuk angka, contoh seperti kepadatan penduduk atau anggaran persenjataan. Bentuk angka memungkinkannya dimanipulasi lewat teknik atau analisis statistik. Data Kualitatif Data yang berupa kata-kata. Meninjilkan kualitas, bukan kuantitas. Tak semua informasi yang berharga bisa direduksi lewat angka. Opini seseorang, perasaannya, atau tradisi perlu digambarkan lewat kata-kata. Kata-kata tak bisa direduksi lewat rata-rata, nilai maksimum atau minimum, atau presentase. Pengukuran Data Skala pengukuran ada 4 yaitu nominal, ordinal, interval dan ratio. Skala pengukuran dalam penelitian merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik. Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu. Skala Nominal Pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Contoh: mengkategorikan pegawai pria dan wanita. Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.

Skala Ordinal Skala (ukuran) ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi „lebih‟ atau „kurang‟ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti. Contoh : mengukur kejuaraan olah raga, prestasi kerja, senioritas pegawai. Skala Interval Merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya). Contoh : Angka 0 (nol) untuk thermometer memiliki makna yang sangat berpengaruh dan bukan berarti dapat diabaikan. Skala Rasio Merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0). Contoh : penghasilan pegawai 0 (berarti pegawai itu tidak menerima uang sedikitpun) Menghubungkan Data ke Teori Untuk menghubungkan keduanya, perlu dipahami beberapa kata kunci: Teori: Statemen abstrak yang memebuat klaim tentang dunia dan bagaimana ia bekerja. Masalah riset biasa dinyatakan dalam level teoretis Konsep: batu bata yang menyusun suatu teori yang biasanya abstrak dan tak bisa langsung diukur Indikator: Fenomena yang langung merujuk pada eksistensi suatu konsep Variabel: Komponen indicator yang bisa diukur Value: unit actual atau metode pengukuran dari variable. Ini adalah data dalam bentuknya yang paling konkrit

Untuk mengklarifikasi, perhatikan contojh berikut: Teorikemiskinan menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk Konsepkemiskinan Indikator kondisi lingkungan yang buruk Variabelkepemilikan fasilitas sanitasi Valuejumlah pengguna per WC

Soal Praktikum:
1. Identifikasi data primer dan sekunder atau data kuantitatif dan kualitatif dari sekitar Anda! Beri kritik atas keduanya! 2. Hubungkan salah satu data yang Anda dapat dengan teori!

Jawaban Soal Praktikum NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS Acc

Nilai:

Tugas Praktikum
1. Kumpulkan data primer dan sekunder dari suatu femonena global dengan cara yang Anda ketahui! 2. Bagaimana menjaga validitas dan reliabilitas data yang Anda peroleh?

Jawaban Tugas Praktikum NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS Acc

Nilai:

MODUL 2 PENGUMPULAN DATA Waktu Alat : 100 Menit : LCD Projector Komputer TV Kabel Koran Modem Kamera Tape Perekam Buku kecil : Pengumpulan Data : Pengumpulan dan Seleksi Data Primer dan Sekunder :
1. Praktikan mampu mengumpulkan data primer dan sekunder

Bahasan Sub-bahasan Tujuan Persiapan

:
1. Baca buku literatur tentang metode penelitian dalam Ilmu Politik terutama yang membahas pengumpulan data 2. Baca hasil wawancara dengan teman sekelas dan hasil wawancara tokoh di internet

Pekerjaan

:
1. Kerjakan dan selesaikan Tugas Pendahuluan Praktikum di lembar jawaban yang sudah disediakan di modul 2. Kerjakan Tugas Praktikum sebagai latihan di rumah

Hasil

:
1. Kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi jawaban Tugas Pendahuluan dan jawaban Soal Praktikum sesuai pertanyaan yang ada 2. Tunjukkan dan kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi hasil pekerjaan Tugas Praktikum Anda kepada asisten laboratorium/asisten dosen pada pertemuan berikutnya

Landasan Materi : Garis Besar:
A. Pengumpulan Data Sekunder B. Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan Data Sekunder Kualitas data ditentukan oleh : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data.
Lembaga Pengumpul Data Serkunder : 1) lembaga pemerintah (BPS, Bank Indonesia, Kantor/Departemen teknis). 2)lembaga non pemerintah (Bank Umum, Pasar Modal/Bursa Efek, perusahaan konsultan). Teknologi Penyimpanan Informasi : perkembangan teknologi informasi memungkinkan penyimpanan data sekunder yang lebih efektif dan efisien. Penyimpanan data sekunder melalui media cetak memerlukan tempat yang sangat banyak dan dan seringkali mengalami kesulitan dalam pencarian kembali. Penyimpanan data sekunder dewasa ini tidak terbatas melalui media cetak saja, melainkan dengan berbagai macam media lain seperti : microfilm, magnetic tape, magnetic disk , hard disk, foppy disk, optical laser disk, compact disk, Compact Disk Read Only Memory /CD-ROM, USB Flash Drive. Penggunaan Data Sekunder : Ada dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian: 1) Efisiensi biaya , biaya pencarian/pengumpulan data sekunder lebih murah daripada data primer. 2) Hemat waktu , untuk mencari data sekunder lebih singkat daripada data primer.

Metode Pengumpulan/Pencarian Data Sekunder :
1. Pencarian Data Secara Manual : melalui penelusuran data sekunder secara fisik melalui penggunaan indeks, bibliografi, dan referensi putakawaan. Lokasi Data Sekunder : a. data internal : data sekunder yang sudah tersedia di dalam perusahaan ; b.data eksternal : data sekunder yang berasal dari berbagai institusi di luar perusahaan 2. Pencarian Data Melalui Kontak Langsung : menggunakan terminal komputer si peneliti secara langsung mencari data yang relevan dari sumber atau distributor data sekunder. Keuntungan Penggunaan metode ini : a) Penghematan waktu, dimana prosedur pencarian data dengan metode ini sangat cepat. b) Kecermatan, c) kenaikan relevansi, d) efisiensi biaya Kriteria Evaluasi Data Sekunder : a) Ketepatan waktu, diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan atau tidak. b) Relevansi, data sekunder yang dikumpulkan harus relevan dengan permasalahan yang dihadapi. c) Akurasi, ketelitian dalam proses pengumpulan data sekunder perlu dievaluasi sebelum dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Cara Pengumpulan Data Primer: Data primer adalah data yang langsung di ambil dari sumbernya. Ada 3 cara pengumpulan data primer : 1. Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan pengamatan. Data

yang di hasilkan adalah data yang kualitatif. 2. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, biasanya dilakukan jika ingin diketahui hal-hal yang lebih mendalam dari responden. Data yang di hasilkan adalah data yang kualitatif. 3. Kuesioner Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawab. Data yang di hasilkan bisa data yang kuantitatif atau kualitatif Faktor-Faktor Yang Diperhatikan Dalam Wawancara di Lapangan : Akses : merupakan kemampuan responden untuk menyampaikan informasi yang ditanyakan pewawancara. Hal ini berkaitan dengan struktur pertanyaan dan mudah dipahami responden. Kepercayaan / Niat Baik : pewawancara agar membina hubungan baik dengan responden yang dilandasi dengan perasaan saling percaya dan niat baik, sehingga terwujud situasi wawancara yang menyenangkan bagi responden. Keahlian : keahlian pewawancara sedemikian rupa sehingga hasil wawancara dapat dipercaya, memperoleh legitimasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Motivasi Responden : berupa kemauan dan hasrat pihak yang diwawancarai (interviewee) untuk memberikan informasi yang diminta oleh pewawancara (interviewer). Untuk itu kiat untuk menumbuhkan dan menjaga motivasi responden, antara lain : a)ciptakan situasi wawancara yang tenang dan tidak diganggu oleh pihak lain. b) ingat baik-baik nama responden Anda, c) jagalah netralitas, d) jagalah kerahasiaan, e) dengarkan dengan penuh perhatian dan antusias apa yang diucapkan responden, f) jangan menyinggung perasaan responden, g) jangan menanyakan lebih rinci isyu-isyu yang sensitif, h) Beritahu responden bagaimana dan mengapa ia dipilih sebagai responden, i) Ceritakan mengenai diri dan organisasi Anda serta tujuan penelitian yang sedang dilakukan.

1. 2.

3. 4.

Soal Praktikum
1. Lakukan evaluasi kritis secara mandiri atas Tugas Praktikum yang telah Anda buat! 2. Identifikasi dari sumber mana saja data sekunder yang diperlukan dalam penelitian HI!

Jawaban Soal Praktikum NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS Tugas Praktikum
1. Cari data kuantitatif dan kualitatif di laman lembaga internasional yang terpercaya mengenai a. Kesehatan di Indonesia b. Lingkungan di Indonesia

Acc

Nilai:

Jawaban Tugas Praktikum

NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS

Acc

Nilai:

MODUL 3 ANALISIS DATA Waktu Alat : 100 Menit : LCD Projector Komputer

Bahasan Sub-bahasan Tujuan

: Analisis Data : Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif :
1. Praktikan mampu menganalisis data kuantitatif dan kualitatif 2. Praktikan mampu menganalisis data menggunakan teknik yang sesuai dengan tipe data

Persiapan

:
1. Baca buku literatur tentang metode penelitian dalam Ilmu Politik terutama yang membahas tentang analisis data 2. Baca karya ilmiah yang menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif

Pekerjaan

:
1. Kerjakan dan selesaikan Tugas Pendahuluan Praktikum di lembar jawaban yang sudah disediakan di modul 2. Kerjakan Tugas Praktikum sebagai latihan di rumah

Hasil

:
1. Kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi jawaban Tugas Pendahuluan dan jawaban Soal Praktikum sesuai pertanyaan yang ada 2. Tunjukkan dan kumpulkan modul praktikum Anda yang berisi hasil pekerjaan Tugas Praktikum Anda kepada asisten laboratorium/asisten dosen pada pertemuan berikutnya

Landasan Materi :
A. Analisa Data Kuantitatif a. Parametrik/tes statistik (untuk data interval dan rasio)  deskriptif (univariat, bivariat, multivariat) dan inferensial b. Non Parametrik (untuk data nominal dan ordinal) B. Analisa Data Kualitatif a. Pendekatan (Etnografi, Interview Kualitatif, FGD, Analisis Wacana dan Percakapan, Analisis Teks dan Dokumen) b. Analisis Kualitatif Teks dan Dokumen i. Interrogative Insertion ii. Problem Solution Discourse iii. Membership categorization iv. Semiotika v. Analisis Retorika vi. Analisis Wacana

Soal Praktikum
1. Lakukan analisis kuantiatif atas anggaran pertahanan AS di masa Bush periode II! 2. Lakukan analisis wacana atas politik luar negeri Iran di masa Ahmadinejad!

Jawaban Soal Praktikum NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS Tugas Praktikum
1. Buat mini proposal yang berisi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Kerangka Teoretik/Konseptual dan Metode Penelitian tentang salah satu fenomena global!

Acc

Nilai:

Jawaban Tugas Praktikum NIM NAMA HARI/JAM PRAKTIKUM KELAS Acc

Nilai:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->