Sejarah Perkembangan Global Seni Rupa Ditinjau dari Tingkat Kebutuhan Oleh: Taswadi

ABSTRAK Seni rupa merupakan salah satu hasil budaya manusia sejak zaman prasejarah hingga sekarang abad ke 21. Manusia lahir ke dunia berusaha untuk mempertahankan hidup dengan cara memenuhi segala kebutuhannya. Tingkat kebutuhan itu berkembang bertahap seiring perkembangan pola pikir dan tantangan kehidupan. Semakin berkembang pola pikir manusia dan semakin banyaknya tantangan, semakin berkembang pula tingkat kebutuhan tersebut. Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dapat pula mempengaruhi perkembangan Seni Rupa. Tulisan ini berisi uraian global perkembangan seni ditinjau dari tingkat kebutuhan manusia dari zaman prasejarah hingga zaman modern. Mulai dari seni rupa pada Zaman Purba, Zaman Klasik, Zaman Nasrani, Zaman Islam, dan Zaman Modern di seluruh dunia dibahas secara garis besar. Akar dari diciptakannya karya seni, sebenarnya dari tuntutan kebutuhan manusia. Perkembangan tuntutan kebutuhan dari mulai kebutuhan tingkat dasar (primer), sekunder, dan tersier baik yang bersifat jasmani dan rohani, yang menentukan corak, gaya, jenis dari seni rupa yang diciptakannya.

Kata-kata kunci: Kebutuhan, kepercayaan, primer, ekspresi, kemewahan.

. yaitu tentang pengertian seni rupa itu sendiri. lebih jauh dan lebih mendalam. Disitu diciptakan karya seni sebagai alat dan media serta sarana dalam rangka memenuhi kebutuhan. Tulisan ini sebagai bahan masukan dalam mengenal bidang seni rupa yang sebenarnya sudah berkembang sangat kompleks. Padahal seni rupa itu lahir sejak manusia itu butuh makan. Pengertian seni yang selalu berkembang dan elastis itu terkadang membuat kita bingung dan ketidak pastian dalam memahami seni. Jadi. dengan kesimpulan hasil yang beragam sesuai dengan konteks pembahasannya. dan sudut pandang disiplin ilmu masing-masing. Seni rupa yang dibahas adalah tentang sejarah perkembangan ditinjau dari sudut kebutuhan manusia. perhiasan. tergantung dari sudut kacamata manusia memandang. Terkadang masyarakat awam galau dan tidak jelas memahami. tidur. pakaian. mana seni rupa dan yang bukan seni rupa.PENDAHULUAN Pemahaman tentang seni rupa pada zaman sekarang bervariasi sesuai dengan latar belakang dari seseorang. kepercayaan. Bahkan disebabkan sangat dekat dan akrabnya bidang seni rupa ini dengan kita. Sebenarnya seni rupa dapat dipandang dalam berbagai sudut pandang dan berbagai disiplin ilmu. dan memahami seni memang otoritas dan masing-masing. setiap yang membaca tulisan ini akan terpancing untuk bertanya tentang ruang lingkup seni rupa secara lengkap. Dalam arti yang luas seni rupa merupakan hasil cipta karya manusia yang dapat dilihat oleh manusia. kita semakin tidak mengenalinya. Pembahasan perkembangan seni rupa dalam tulisan ini hanya bersifat global dan tidak mendetail. yang menjadi kebutuhan manusia sejak zaman prasejarah. Bisa digaris bawahi untuk meletakkan dasar dalam mengenal seni rupa.

Kehidupan mereka masih sangat sederhana. Mereka hidup secara berpindah-pindah (nomanden). Seni rupa yang mereka ciptakan pada saat itu adalah benda-benda seperti batu kecil yang runcing secara alami. Lima tahapan perkembangan itu yaitu Zaman Batu Tua (Paleotilikum). Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Pertengahan (Mesolitikum) Ketika masa kedua ini. PERKEMBANGAN SENI RUPA KETIKA ZAMAN PRASEJARAH Manusia pada zaman prasejarah mengalami 5 masa tahapan perkembangan Seni Rupa berdasarkan dari tingkat kebutuhannya.URAIAN BAHASAN I. Mereka pergunakan sebagai alat bantu mengambil umbi-umbian dan buah-buahan. ranting kayu. yaitu baru memenuhi kebutuhan pangan. Pakaian pun mereka belum kenal. Penggolongan zaman tersebut didasari atas jenis bahan karya seni rupa yang dihasilkan. 1. ranting. Tahap-tahap perkembangan ini mewarnai tahapan perkembangan zaman. Jadi pada saat itu seni rupa yang dihasilkan adalah peralatan sederhana yang belum diolah. yang ada di sekitar mereka. bambu. dan bambu. Zaman Batu Besar (Megalitikum). Zaman Paleotilikum (Zaman Batu Tua) Pada zaman Paleotilikum ini manusia baru mengalami kehidupan awal. Mereka tinggal dari gua yang satu berpindah ke gua yang lainnya. sehingga para ahli sejarah menggolongkan 5 zaman yang dialami oleh manusia prasejarah. dan kayu yang belum diolah (diasah). Tantangan kehidupan muncul dikarenakan tidak semua buah-buahan dan umbi-umbian . mereka sudah memiliki gua sehingga belum perlu membuat rumah. Cara memenuhi kebutuhan makan yang paling sederhana. sehingga kebutuhan mereka pun sangat sederhana. Mereka belum memiliki pola pikir bagaimana membuat rumah. seperti batu. dengan cara mengambil makanan langsung dari alam dengan tangan dan di bantu dengan alat yang sederhana. pola pikir dan tantangan kehidupan mulai berkembang. Zaman Batu Tengah (Mesotilikum). dan Zaman Logam (Zaman Perunggu). sedangkan papan. Zaman Batu Muda (Neolitikum). 2. jadi belum membuat pakaian.

maka mereka tumbuh kepercayaan bahwa mati hanya jasadnya. akhirnya mereka berusaha mengagungkan kekuatan-kekuatan alam itu dengan saji-sajian dan mantra-mantra penolak bala. Maka penyebab kematian seperti angin topan. maka mereka berfikir bahwa di alam ini tidak abadi. Ritual itu lama-lama menjadi kebutuhan. tujuannya agar dapat mempermudah mengambil makanan umbi-umbian dan buah-buahan. Peristiwa kematian dari anggota keluarga tersebut merupakan jenis tantangan baru. Ketika tidur. Penyebab kematian itu dianggap sebagai kekuatan diatas kekuatan manusia. Upacara ritual penghormatan kepada roh-roh nenek moyang yang telah meninggal menghasilkan karya seni rupa yaitu lukisan dinding gua (cave painting). Tahap pertama. Percaya kepada roh binatang ini melahirkan karya seni rupa lukisan dengan tema perburuan. mereka juga bermimpi. Pada masa itu diciptakan pula tombak dari batu. kemudian untuk mempermudah cara menggunakannya. anak-anak bahkan baru lahir pun mati. Lukisan ini berbentuk . peralatan itu tanpa diberi tangkai. Akhirnya peralatan itu diberi tangkai (alat pemegang). Dapat bermimpi berjumpa dengan orangorang yang telah mati.karya seni lukis yang hidup dan berkembang hingga zaman modern sekarang ini. sungai. Mereka mulai berpikir untuk meruncingkan (mengasah) serpihan batu dan meruncingkan ranting kayu dan bambu. petir. Jalan kematian pun bermacam-macam. Maka mereka mengadakan ritual penghormatan kepada roh-roh yang telah mati. memiliki kekuatan yang dahsyat.dapat diambil dengan peralatan sederhana. Hidup itu tidak abadi. sedangkan arwahnya tidak mati. Jadi masa berburu ini menghasilkan seni rupa baru yaitu tombak dengan kapak batu yang tetap diolah dengan diruncingkan dan diberi tangkai. mati pada usia muda. Bahakan baru timbulnya kebutuhan batin yaitu pemujaan terhadap roh-roh ini sebagai salah satu momentum lahirnya karya . karena sakit atau karena kecelakaan. Upacara ritual pemujaan terhadap roh-roh itu dilaksanakan dengan ritual melukis pada dinding gua dengan tema-tema kematian {death magic). mereka tidak puas apabila tidak menjalankan ritual. dari mereka ada yang mati setelah tua. dan semua akan mati. upacara ritual itu berkembang setelah tumbuhnya kepercayan pada roh-roh termasuk roh binatang. ada yang mati karena usia lanjut. dan dari tulang yang berfungsi untuk berburu binatang.

lukisan gua itu berkaitan dengan kepercayaan magic. Berbeda dengan lukisan tema perburuan. pakaian sederhana penutup aurat). sebelum berangkat berburu mereka mengadakan upacara perburuan yaitu ritual melukis binatng yang akan diburu. Jadi lukisan tema perburuan ini berbentuk realis (persis sama dengan bentuk binatang yang diinginkan). Kebutuhan bertambah yaitu pakaian. maka digambarkan bison itu dan ditombak. Kebutuhan memakan daging selain umbi-umbian dan buah-buahan melahirkan jenis seni rupa baru yaitu lukisan gua. Ketika berburu mereka berlari mengejar binatang buruan di hutan yang penuh dengan rumput ilalang dan ranting pohon. yang berkembang menjadi koteka. Pada zaman batu pertengahan ini manusia memiliki perkembangan kebutuhan yang meningkat. dan terakhir kebutuhan rohani (kepercayaan) kepada roh-roh halus dan roh-roh binatang. maka acap kali terkena tusukan ilalang dan duri. apabila lukisan tersebut ditombak mengeluarkan darah. karena roh itu tidak dapat dilihat (abstrak) atau halus (roh halus). kelak akan mendapat binatang buruan seperti binatang yang dilukiskan. maka lahirlah seni rupa pakaian yang berupa kulit kayu dan kulit binatang sebagai penutup kemaluan. Ada sebagian para ahli sejarah berpendapat bahwa dalam ritual menombak. sehingga timbul selain seni rupa yang berupa peralatan seharihari. Demikian juga kebutuhan rohani pemujaan kepada arwah yang terlebih dahulu melahirkan seni lukis gua dalam tema perburuan. lahir pula seni lukis.buah-buahan dan daging. maka ketika berburu binatang tersebut akan berdarah (didapatkan) sebaliknya apabila meleset ditombak maka akan gagal dalam berburu. maka lukisan yang bertema roh dengan objek lukisan abstrak. Bagian kulit yang paling rawan sensitif terkena benda lain adalah kemaluan.lukisan abstrak tanpa bentuk seperti benda yang ada di alam dunia. Biasanya hanya berbentuk semprotan paduan warna. maka mereka berusaha melindungi kemaluannya dengan alat sederhana (pakaian sederhana). pangan (umbi-umbian. bukan sekedar kebutuhan makan saja. Bila ingin berburu jenis binatang Bison. Jadi pada Zaman Mesolitikum itu manusia sudah memiliki 4 kebutuhan yaitu papan (gua). yaitu kebutuhan rohani kepercayan dan kebutuhan magic. . Mereka percaya apabila binatang yang ingin diburu dilukis dan lukisan itu ditombak maka.

serta lahirnya seni lukis gua atau (cave painting). Mereka melukiskan binatang buruan lebih tampak ekspresif. kapak. lari atau kesakitan terkena mata tombak dapat dilukiskan secara tepat.Jenis-jenis kebutuhan diatas melatar belakangi lahirnya jenis-jenis seni rupa. 3. Binatang tampak sedang jalan. kain pakaian sederhan terbuat dari kulit kayu atau binatang. Supaya cepat dalam menombak binatang maka diperlukan tombak yang tajam. dan alat pisau pencukil. Lahirlah seni rupa dengan bahan batu yang telah di perbaharui dengan cara diasah sampai runcing yang digunakn sebagai mata tombak. Lukisan benar-benar mirip dan hidup. maka tombak yang pada awalnya kurang tajam diasah menjadi halus dan tajam. Seni lukis pada zaman batu muda ini mengalami perkembangan yang pesat. Tantangan persaingan dalam memenuhi kebutuhan maka tumbuh pemikiran baru untuk menciptakan peralatan yang lebih tepat dan lebih efektif . . lukisan belum ekspresif dan kaku. Tidak seperti pada Zaman Batu Pertengahan dan Batu Muda. realis dan dinamis. Dimensi volume pun dalam lukisan mulai tampak sehingga kesan tiga dimensi tercapai (kesan realis lebih menonjol). Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Muda (Neolitikum) Pada Zaman Batu Muda ini manusia dituntut untuk mengatasi tantangan hidup yang lebih keras. yaitu seni kria peralatan sehari-hari untuk mengambil dari berburu. disebabkan karena semakin berkembangnya populasi manusia dan semakin bersaing dalam mencari makanan.

Contoh Lukisan Prasejarah Zaman Batu Tua Tampak lukisannya kaku. dan tidak mengesankan tiga dimensi (volume). tidak ekspresif. Contoh Lukisan Zaman Batu Muda Tampak lebih realis. . berkesan volume (tiga dimensi menonjol). ekspresif. dan hidup (dinamis).

Kebutuhan zaman itu lebih meningkat karena adanya tantangan baru. Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Besar (Megalitikum) Pada zaman batu besar ini ditandai dengan kebutuhan mereka dalam menggunakan bahan batu sebagai menhir (tugu batu). Seni rupa yang lahir pada masa tersebut adalah didasari atas kebutuhan kultur kesuburan. dan paha. Tantangan pertama yaitu mereka sudah memiliki populasi yang padat. maka lama kelamaan persediaan m akan an umbi-umbian dan binatang semakin habis. sarkofagus. sedangkan gua jumlahnya tetap dan tidak bisa diperlebar. tahta batu. sebab wanita dianggap sebagai pengembang keturunan. pinggul. dan patung. dalam bentuk rumah rakit. . maka dibangunlah rumahrumah sederhana. Maka patung yang dibuat lebih menonjolkan bagian tersebut. dolmen (makam batu).4. Untuk mengatasi tantangan tersebut yaitu dengan cara bercocok tanam dan berternak. dalam ukiran batu yang besar. rumah pohon dan rumah panggung.. Patung-patung itu menggunakan bahan batu besar. sehingga membutuhkan tempat tinggal yang lebih luas dan lebih banyak. maka disebut Zaman Batu Besar. Muncul pemikiran untuk mencari alternatif bentuk tampat tinggal baru yaitu rumah. Lambang-lambang kesuburan yang dimiliki wanita adalah buah dada. yaitu dengan dibuat patung yang ditanam ditengah-tengah kebun agar tanamannya subur. Patung kesuburan itu kebanyakan berwujud seorang wanita. Lihat contoh gambar patung kesuburan dibawah ini. sehingga dikatakan sebagai zaman batu besar. Tantangan akibat bertambahnya populasi anggota keluarga dan penduduk lainnya. karena pertambahan keturunan.

maka lahirlah seni rupa tempat ibadah tersebut. lahir pula seni rupa kria tempat sajisajian. Bangunan seni rupa jenis lain yaitu didasari tuntunan tempat bersemayam setelah mati atau makam. Sebagai jalan para roh kedunia maka mereka membuat tiruan pohon atau gunung dengan bahan batu (menhir).Baik itu menhir. punden berundak yang dibuat dari batu disusun meninggi.(Patung Dewi Kesuburan Venus Willendorf) Patung diatas menonjolkan seorang wanita gendut (subur) dengan menonjolkan anngota tubuh yang memiliki kesuburan. maka dibuatlah makam peti kubur batu. Selain itu mereka juga mengadakan komunikasi dengan para roh. dengan jalan turun dari langit melalui tempat-tempat yang tinggi yaitu gunung. peti kubur batu. . yaitu tahta batu. maka zaman tersebut disebut zaman batu besar. tahta batu. mka lahirlah bangunan menhir (tugu batu). tempat makan dan minum. Setiap saat mereka memberi berkah kepada yang hidup. patung. Selain seni yang menggunakan batu besar. untuk dibuat jalan atau tempat. yang terbuat dari bahan tanah liat yang dicetak dan dibakar (tembikar). Zaman batu besar ini pun didesak kebutuhan kepercayaan terhadap para arwah yang telah berada diatas (langit). dan pohon yang tinggi. tempat memasak. semua dibuat dengan bahan batu yang besar.

topi. keindahan / ekspresi keindahan. karena dituntut adanya kebutuhan peralatan yang lebih tajam. adanya batu yang diasah lebih tajam sehingga memudahkan membuat goresan pada dinding gua yang berkesan halus dan lincah (ritmis). maka dibuat patung-patung logam. mangkok. walaupun kebiasaan berburu itu tetap dilaksanakan. Perkembangan seni rupa berdasarkan kebutuhan pada zaman prasejarah di seluruh dunia hampir mengalami tahapan dan jenis seni rupa yang sama. pakaian. Kelebihan teknik engrafing garis-garis yang dibentuk tahan lama dan ritmis sehingga lukisannya tahan lama dan utuh hingga zaman sekarang. Seni rupa lahir pada zaman ini. Seni patung pun dengan bahan logam. sehingga mereka menciptakan karya seni yang relatif sama. sebab didukung dari dua faktor dasar yaitu faktor psikologi dan faktor alam. lahir pada zaman perunggu ini. piling. pohon dan rumah panggung. Seperti senjata. Sejarah baru lahirnya seni yang berfungsi sebagai benda untuk memenuhi kebutuhan. Alam ini sebagai media karya seni rupa tahap awal yang relatif seragam. Gua tidak lagi dipakai sebagai tempat tinggal. perisai. sebab mereka telah membuat rumah rakit. Faktor psikologi bahwa manusia pada perkembangan awalnya memiliki jiwa yang sama (kodrati) dan memiliki sifat yang sama. gua. sebab mereka tidak lagi menggunakan ritual perburuan karena mereka tidak butuh berburu.Perkembangan seni lukis terjadi akibat majunya peralatan melukis. kalung. Mereka mulai hidup disuatu tempat. Diseluruh dunia memiliki tahapan tingkat kebutuhan yang relatif sama. Teknik ini disebut " engrafing ". dan adanya kebutuhan keindahan. Pada zaman logam ini perkembangan seni lukis di gua mulai turun. pohon. Faktor penting lainnya adalah kesamaan dalam perkembangan jenis kebutuhan. sehingga lahir seni rupa yang berfungsi untuk perhiasan dan peralatan sehari-hari. Perkembangan Seni Rupa Zaman Logam Logam yang pertama adalah perunggu maka disebut pula zaman perunggu. 5. Alam pertama yang mereka diami masih asli. lebih modern. keroncong dan benda perhiasan lainnya. ada hutan. Kedua adalah faktor alam. Mereka telah berternak. sungai dan bebatuan. sehingga benda seni yang . gunung. dan perhiasan seperti gelang.

dan patung-patung perwujudan dari dewa dan dewi. maka setelah meninggal dipatungkan dalam wujud dewa. Bisa diambil Seni Klasik di Mesir dengan didasari pada pemujaan terhadap dewa. Mummi ini didasari atas kepercayaan bahwa manusia setelah mati rohnya akan bersemayam melindungi manusia yang hidup asalkan jasadnya diawetkan. di Yunani. dan benda kesuburan. dan perkembangan berikutnya lahir seni untuk memenuhi kebutuhan. Karya seni bentuk lain adalah piramid. vihara. Didorong oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Seni rupa pada zaman klasik ini di seluruh dunia hampir mengalaminya. dan Indonesia. Piramid ini merupakan karya klasik dan monumental. Kepercayaan yang hidup pada zaman prasejarah berkembang pesat pada zaman klasik. Fir'aun sebagai raja yang dipercaya turunan dewa. Kebutuhan sarana ibadah baik bentuk dewa maupun tempat peribadatan menjadi alasan mereka menciptakan karya seni rupa. II. serta ditemukannya bahan logam. Kebutuhan kepercayaan itulah maka dibuat mummi. Kepercayaan awal pemujaan terhadap arwah (roh nenek moyang) berkembang menjadi kepercayaan kepada para dewa. keindahan atau ekspresi. Romawi. Mesir. candi. Pemujaan terhadap Fir'aun setelah mati bukan sekedar dipatungkan. pakaian. India. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN KLASIK Perkembangan seni rupa zaman klasik didasari atas berkembangnya kebutuhan dan kepercayaan. tetapi juga dibuat mummi (mayat yang diawetkan). berupa kuil. Piramid adalah tempat makam Fir'aun.diciptakan memiliki fungsi yang sama. Perbedaanya hanya terletak pada waktu. yaitu sebagai benda untuk mengambil makanan. . menjadikan karya-karya mereka mencapai tahap perkembangan yang dapat mencapai puncak (klasik). benda untuk upacara ritual pemujaan roh. serta piramid. Mesopotamia. berburu dan bercocok tanam.

Itu semua didasari oleh kebutuhan kepercayaan. Ketelitian. keuletan. didalam piramid dibuat kamar (cela): Pada Dinding cela ini digambarkan si mati ketika semasa hidupnya dan kendaraan kapal sebagai kendaran roh si mati menuju nirwana. kesungguhan dalam membuat patung sangat telliti dan tinggi. dan tempat olahraga olimpiade.dewa lainnya dalam bentuk patung yang menggunakan bahan batu. dan brahma. yang terbuat dari batu utuh dengan ketinggian puluhan meter. Karena teknik yang tinggi dan kecermatan yang luar biasa. maka raja biasanya dipatungkan dalam wujud dewa.Pada bagian tempat menyimpan mummi. dan dewa . dan sphink. Raja dianggap sebagai turunan dewa. tugu. Dewa-dewa diciptakan dalam bentuk patung manusia yang sempurna dalam bentuk fisik (idial). patung dewa dewi. serta mummi adalah karya seni rupa yang mencapai tahap klasik (puncak) karya seni rupa mesir. Lahirlah patung dewa Zeus. Borobudur dan Penataran . Ajaran agama Hindu yang percaya kepada para Dewa melahirkan perwujudan dewa-dewa dalam bentuk patung. patung. didasari oleh kepercayaan agama Hindu dan Budha. maka terciptalah kuil-kuil yang monumental (klasik). Seni klasik yang lahir di Indonesia. yang mengandung makna simbolis. logam dan emas. Selain patung seni rupa yang didasari kepercayaan terhadap dewa ini berupa sarana ibadah atau kuil. Patung. Di depan piramid dibangun pintu gerbag (pylon) yang diapit oleh dua tugu (obelix). Contoh lain seni rupa klasik yang lahir di Yunani dan Romawi. Dibelakangnya dibuat patung yang berbadan singa berkepala manusia (sphink). Dewa Appolo. Dinding bangunan candi dihias dengan relief yang berisi ajaran agama. sehingga melahirkan karya-karya patung yang sempurna (klasik). Tempat pemakaman para raja biasanya dibuatkan bangunan candi asal kata dari Candika (Dewa Kematian). dewa syiwa. Karya-karya mereka pun lahir didasari oleh kebutuhan kepercayaan kepada para dewa. Karya seni rupa mereka mencapai klasik sebab menciptakan karya-karya yang monumental seperti kuil. Kuil-kuil ini mencapai tahap klasik sebab didukung oleh tiang-tiang yang indah dan dihiasi dengan patung-patung dewa dan relief yang agung. Karya seni rupa yang lahir adalah relief. relief dan candi yang dibangun untuk kebutuhan kepercayaan di Indonesia mencapai tahap klasik dan monumental seperti Candi Prambanan. Dewa Olahraga. Piramid.

teknik lukisan kaca dan kaca patri lahir pada zaman Nasrani ini. dan negara-negara Asia. serta seni miniatur yang bergaya dekoratif berkembang pesat. yaitu corak dekoratif. motif-motif geometris. Seni miniatur yang menghiasi benda-benda peralatan sehari-hari. Bangunan mesjid hampir menyebar ke seluruh penjuru dunia baik di Timur Tengah. Kepercayaan agama Islam yang melarang perwujudan makhluk hidup secara realis dalam karya seni melahirkan corak dan gaya seni yang baru. motif awan. Kemajuan seni lukis dan permadani. dan abstraksi dalam seni Islam.III. flora dan fauna yang di nilai sebagai sumbangan seni Islam yang hidup hingga sekarang. seiring berkembangnya tingkat kebutuhan. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN ISLAM Lahirnya agama Islam merubah serta memperkaya hasil-hasil seni rupa di dunia. maka melahirkan kebutuhan baru yaitu sarana beribadah yang berupa bangunan gereja. yang memenuhi dinding dan langitlangit gereja. selain teknik hias marmer berwarna dengan gaya naturalis yang menghiasi bangunan gereja. menara masjid dan hiasan kaligrafi. stilasi. Gereja-gereja ini banyak dibangun di seluruh penjuru dunia terutama didunia barat (Eropa dan Amerika) banyak seni rupa bentuk bangunan gereja itu sangat kokoh dan agung. Lahirnya bangunan masjid. salah satu patung karya zaman Nasrani. IV. V. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN MODERN Tingkat kebutuhan zaman modern ini semakin kompleks. Eropa (Spanyol). Kitab Al-Qur'an dan sarana ibadah berkembang pesat. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI Lahimya agama kristen yang percaya terhadap Sang Kristus. sebagai hasil karya seni yang bernafaskan islam. Sarana ibadah berupa patung Yesus Kristus. Gereja-gereja selain kokoh dan monumental juga dihiasi dengan hiasan yang indah. . arabeska. sehingga karya seni rupa yang diciptakan pada zaman modern pun berkembang pesat dan kompleks.

kanvas. peralatan makan dan minum. istana. pangan. kria. sehingga lahir rumah-rumah penduduk kaum borjuis. ekspresi kemewahan dan tingkat kebutuhan tinggi lainnya. pakaian serta senjata dan benda-benda pakai lainnya.gedung bisnis. maupun kebutuhan kepercayaan berkembang ke tingkat kebutuhan lainnya.Berkembangnya jenis-jenis kebutuhan. dan informasi global melalui internet. kain. hotel dan mall menjamur di kota . periklanan dalam dunia bisnis. yaitu seni pakai dan seni murni. Perkembangan ilmu dan teknologi modern dan ditemukannya teknologi dan bahan baru seperti kertas. Pesatnya tingkat kebutuhan berkembang maka seni rupa yang diciptakan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan primer. hotel. laut. Seni murni adalah seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan ekspresi tanpa ada titipan kebutuhan lainnya seperti lukisan.kota besar sebagai karya seni rupa modern. pejabat negara dan birokrat yang sangat mewah. . Kebutuhan di era informasi dan globalisasi ini. kendaraan. maka seni rupa sebagai ilustrasi dan media komunikasi dalam media cetak dan televisi. Seni pakai adalah jenis seni yang diciptakan untuk menghias atau memperindah benda-benda pakai mulai dari hiasan pada benda-benda pakai sehari-hari. Seni berkembang menjadi 2 cabang utama. dan patung yang berfungsi sebagai ekspresi si seniman. papan). Tumbuhnya tingkat kebutuhan untuk prestisius. udara. gedung-gedung. gedung. fotografi dan seni gratis serta seni patung merupakankebutuhan kemewahan. maka seni lukis murni. dan ilustrasi produk dan promosi. hiasan taman. cat minyak dan berbagai jenis tinta dan pewarna. seperti hiburan wisata. tetapi seni rupa menjadi prestisius dan elit. Kebutuhan rumah dan tempat tinggal bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan primer semata tetapi menjadi kebutuhan kemewahan. baik kebutuhan lahir dan batin dan kebutuhan dasar (sandang. patung-patung hiasan jalan. Kebutuhan transportasi darat. ikut memperkaya jenis-jenis seni rupa modern. serta menjamurnya media cetak. ikut mendorong pesat dan kayanya perkembangan seni rupa.

dapat sebagai masukan pengetahuan baru tentang seni rupa. semakin tumbuh dan berkembang pula seni rupa yang diciptakan. demikian juga tentang seni. Semakin meningkat dan berkembangnya kebutuhan ." Bagi para ahli dan pakar sejarah seni rupa tulisan ini sebagai ide awal untuk meneliti seni rupa ditinjau dari sudut lainnya. yang ternyata sangat luas dan kompleks. Kebutuhan manusia dari zaman ke zaman selalu berubah dan berkembang. Timbulnya tantangan baru melahirkan gagasan dan kebutuhan baru maka lahirlah jenis seni rupa yang baru pula. seluas dan sekompleks tuntutan kebutuhan manusia yang berkembang dari zaman ke zaman.KESlMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Bahwa seni rupa itu lahir sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia. dari zaman prasejarah ke zaman modern. jadi seni rupa pun selalu berkembang seiring perkembangan zaman. Bagi para pembaca secara umum tulisan ini. dari zaman ke zaman. berkembang seiring perkembangan kebutuhan manusia. Saran Tulisan ini hanya membahas secara umum tentang perkembangan seni ditinjau secara dari tingkat kebutuhan manusia. . Perkembangan ilmu dan teknologi mempengaruhi perkembangan dalam bidang seni rupa.

1967. J. Mata Kuliah Filsafat Seni. New York. . Wayang : Asal-Usul Filsafat dan Masa Depannya. 1978. Jakob. 1967. Epeo. Bussum. 1996. Yudoseputro. Jakarta. 1973. Epigrqfi dan Sejarah Nusantara. Prasejarah ITB. The Meanig of Art. Soekmono. Yayasan Kanisus. Depdikbud. Josephus Jitta. Dahulu. B. Bahan Rupa Gambar. Indianapolis. Harper & Row Publisher.B atsford LTD. Louis Charles. Mikhail. Tabrani. Sekarang. Dr. Indayu Press PT.N.DAFTAR PUSTAKA Cooman. Graphic History of Architecture. Seminar FSRD. London. Candi. Pengantar Wawasan Seni Budaya. 1983. 1995. Soemardjo. Sri. George. Jakarta.T. Proyek Pembinaan Kesenian. Jakarta. Panitia Pameran Kias Bandung. 1993.A. Aestheties An Introduction. Robb. in Beeld. Art In The Western World. Kitev Press. John Mausbridge. Mulyono. The Tantri Reliefsof Ancient Javanese.R. J Garrison. 1978. Pegasus. Klokke. Yulianto. Gramedia. Jilid 1. 1989.2 dan 3. Faber & Faber. Nusa Jawa : Silang Budaya : Kajian Sejarah Terpadu Bagian I. 2000. London. M. Jakarta. Makalah. Antieke Culture. 1963. Wiyoso. 197'1. Seni Rupa Klasik : Perjalanan Seni Rupa Indonesia dari Masa Prasejarah Hingga Masa Kini. Jakarta. Gajah Mada Universitity Press. Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim. Diekie. Seni Rupa Indonesia dan Pembinaannya. Cambridge. Read Herbert. Manusia Daya. Memahami Seni Hand Book. Sejarah Kebudayaan Indonesia. David. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. 1993. Dr. 1997. Depdikbud. 1972. Lombard. Marijke. 2000. Damais. Denys. Masa Depan. Sumalyo. Zadoks. Yudoseputro. Wiyoso. Jakarta. Kusnadi. ITB. Primoko.

Keahlian sebagai Pendidik. Bekerja sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBSUPI Bandung. Pendidikan S-2 Seni Murni ITB. Peneliti. lahir di Jatibarang Kab-Brebes Jawa Tengah pada tanggal 11 Januari 1965. Kriawan. . Pelukis. Pematung.BIODATA Taswadi.