P. 1
Replikasi DNA

Replikasi DNA

|Views: 104|Likes:
Published by ielas_ganteng

More info:

Published by: ielas_ganteng on Feb 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

Replikasi DNA

Dulu sebelum struktur DNA diketahui, para ilumuan tertarik pada kemampuan organisme membuat salinan yang layak dari dirinya sendiri, dan kemudian kemampuan sel memproduksi banyak salinan sama précis makromolekul komplek. Spekulasi tentang permasalahan ini terfokus pada konsep template. Template sel seharusnya menjadi permukaan dimana molekul berada dalam susunan yang khusus dan bergabung untuk membentuk makromolekul yang struktur dan fungsinya unik. Proses replikasi DNA menunjukan contoh biologi pertama dari penggunaan template untuk memandu sintesa makromolekul. Tahun 1940an mengantarkan pada pengetahuan bahwa DNA merupakan molekul genetik, tetapi semuanya berubah ketika James Watson dan Francis Crick menyimpulkan struktur DNA yang menjelaskan bagaimana DNA bekerja sebagai template untuk replikasi dan penyaluran informasi genetic. Satu strand merupakan pelengkap strand yang lain. Aturan keras pasangan basa berarti bahwa penggunaan salah satu strand sebagai templat akan menghasilkan strand lain yang dapat diprediksi susunan complementarinya. Ciri pokok proses replikasi DNA dan mekanisme yang digunakan enzim yang mengkatalisasi DNA telah menunjukan kesamaan yang identik pada semua organisme. Kesatuan mekanisasi akan menjadi tema utama seperti yang kita proses dari cirri umum proses replikasi pada enzim replikasi E. coli dan akhirnya untuk replikasi eukaryotic. Replikasi DNA diatur oleh kumpulan aturan pokok Replikasi DNA dikatakan semikonservatif jika masing-masing strand DNA berlaku sebagai template untuk sintesa strand baru, dua molekul DNA baru akan dihasilkan, masing-masing dengan satu strand baru dan satu strand lama. Proses ini disebut replikasi semikonservatif. Hipotesa tentang replikasi semikonservatif diusulkan oleh Watson dan Crick setelah publikasi paper mereka tentang stuktur DNA; teri tersebut dibuktikan percobaan yang didesign dengan mahir oleh Mattew Meselson dan Franklin Stahl pada tahun 1957 (Gb. 24-2. Meselson dan Stahl menumbuhkan sel E.coli selama beberapa generasi pada medium dimana sumber nitrogen (NH4Cl) mengandung 15N, isotop nitrogen terberat disamping isotop normal, lebih banyak, ringan yakni 14N. DNa yang terisolasi dari sel ini memilika densitas 1%lebih besar dari pada DNA normal DNA[14N]. meskipun ini hanya perbedaan kecil , campuran [15N]DNA berat dengan [14N]DNA ringan dapat dipisahkan dengan sentrifugasi untuk keseimbangan pada garadien densitas klorida sesium. Sel E.coli yang berkembang pada medium 15N ditransfer ke medium baru yang hanya mengandung isotop 14N, dimana sel-sel tersebut dibiarkan berkembang sampai populasi sel menjadi berlipat ganda. DNA yang terisolasi dari generasi pertama sel membentuk pita tunggal pada gradient CsCl pada posisi yang mengindikasikan bahwa DNA helik ganda dari sel turunan merupakan hibrida yang mengandung satu strand 14N baru dan satu stran 15N inang . Hasil ini menumbangkan replikasi konservatif, hipotesis lain dimana satu turunan molekul DNA akan terdiri dari dua strand DNa hasil sintesa baru dan yang lainnya akan mengandung dua

Replikasi mulai pada dari yang asli dan biasanya berlangsung dua arah Pertanyaan tentang inang sekarang muncul. 23-3b) mengindikasikan bahwa replikasi kromosom bakteri berlangsung dua arah. Hal ini menunjukkan bahwa kedua strand DNA direplikasi secara serempak. Lintasanini menunjukan kromosom E. sepanjang 1. Pada medium 14N. memproduksi gamabaran molekul DNA. dua cabang replikasi bertemu pada suatu titik pada sisi lingkaran yang berlawanan dengan origin. Inman menunjukanbahwa DNa dapat dengan selektif diubah sifatnya pada susuna yang tidak selalu kayaakan pasangan basa A=T. Hipotesis replikasi semikonservatif kemudianmendukung langkah selanjutnya pada percobaan. DNA radioactive yang teisolasi dari sel selama proses replikasi menunjukan loop ekstra radioaktif (Gb.7 mm (lihat Gb. yang diberi istilah cabang replikasi. 12-30). menyebar dan terlapisi dengan emulsi potografik. coli secara utuh merupakan lingkaran tunggal. dan produk hasil DNA dari lingkaran kedua replikasi ini menunjukan duapita. coli radiaktif dengan mengembangkannya dalam medium yang mengandung timidin berlabel tritium (3H). Saat DNA diisolasi dengan hati-hati. hal ini menghasilkan pola gelembung strand tunggal yangdapat diproduksi (lihat Gb. Apakah strand inang dilepaskan seluruhnyasebelum masing-masing tereplikasi? Apakah replikasi dimulai padatempat yang acakatau selalu pada point unik tertentu? Setelah inisiasi pada titik tertentu dalam DNA. Disamping itu. satu memiliki densitas yang sama denganDNA ringan dan yang lainnya memilikidensitas DNA hybrid yang diamati sel pertama menggandakan diri. dan variasi dari percobaan ini (Gb.Untuk menentukan apakah loop berasal dari titik unik pada DNA. kedua ujungloop memiliki cabang replikasi aktif. dimana DNA inang dilepaskan danpemisahan strand secara cepat dengan replikasi. Jumlah besar radioactivity dalam loop terkait dengan DNA yang diajukan Chairns untuk menyimpulkan bahwa loop dalam DNA merupakan formasi dua strand radioaktif yang saling berhubungan. Salah satu atau kedua loop merupakan titik dinamis .apakah replikasi berlangsung searah atau dua arah? Indikasi awal menunjukan proseskoordinasi di mana strand inang dilepaskan dan direplikasi diajukan oleh John Cairns menggunakan teknik autoradiograpi.strand inang. Cairns membuat DNA sel E. Teknik yang dipakai mengungkapkan bahwa loop replikasi selalu berawaldari titik unik yang disebut origin. 23-2). sementara tidak akan dihasilakan molekul DNA hybrid pada percobaan MeselsonStahl. yang dikembangkan oleh Ross Inmun dan teman-temannya. Ketika DNA yang terisolasi mengandung loopreplikasi dirubah sifatnya secara partial dengancara ini. Menggunakan 48502 pasangan basa kromosom dari bakteri fage . Untuk molekul DNA sel. masing-masing melengkapi strand inang. penunjukanyang dibutuhkan dalam rangkaian DNA. Sintesis DNA berlangsung dengan arah 5¶_ 3¶ dan semiterputus Strand DNA yang baru selalu disintesa dengan arah 5¶_ 3¶ (ujung 5¶ dan 3¶ strand DNA ). hasil penelitian ini menguatkanobservasi awal yang mengatakan replikasi biasanya berlangsung dua arah. residu timidin radioaktif yang menghasilkan ³lintasan´ grain perak pada emulsi. Proses ini disediakan dengan teknik denaturation mapping. perkembagan cabang replikasidapat diukur dan dipetakan menggunakan wilayah denaturasi sebagai titik awalreferensi. .sel dibiarkanmengganda.dan dibiarkan selama beberapa minggu. 24-3).

Pertama. Strand yang berkelanjutan atau leading strand adalahstrand yang mana sintesis 5¶_ 3¶ berlangsung dengan arah yang sama sepertiperpindahan cabang replikasi. salah satu harus disintesis dengan arah3¶_ 5¶. dan penemuan ini dilengkapi dengan cerita pengerutan DNA yangmenarik. enzim polipeptida tunggal yang sekarang dikenaldengan sebutan DNA polymerase I (Mr 103. Reaksi polimerisasi dipandu oleh template strandDNA sesuai denga aturan pasangan basa yang diasumsikan oleh Watson dan Crick: dimana terdapat guanine pada template. Pirofospat anorganik dihasilkan melalui reaksi tersebut. Ini sudah dibuktikan sebagai kasus pada semuaDNA polymerase. tergantung jenis selnya. Okazaki menemukan bahwa salah satu dari strand DNA baru disintesis dalamlembaran pendek. Seperti yang akan kita lihat kemudian pada bab ini. tetapi karena penemuan ini memberikan contoh tentang penggunaan template untuk memandu reaksi biosintetik. strandtersebut bertindak sebagai template yang dibaca dari ujung 3¶ kemudian 5¶. yang disebut fragmen Okazaki. tidak hanya karena penemuan ini menghasilkan dasar kimia untuk replikasi DNA semikonservatif. enzim yang mensintesis RNA memiliki kemampuan memulai sintesis.000). dan akibatnya. Tidak ada enzim sintesis DNA dapat memulai sisntesis pada strand DNA baru. 24-5). yang akandijelaskan dibawah. Penelitian ini membawa pada pemurnian dan pencirianDNA polymerase pada sel E. Hasil ini kemudian membawa pasasebuah kesimpulan bahawa salah satu strand disinstesis secara berkelanjutan dansatunya lagi terputus (Gb. DNA disintesis dengan DNA polymerase Pencarian enzim yang dapat mensistesis DNA telah dimulai dari tahun 1955 oleh ArthurKornberg dan rekan-rekannya. Strand teputus atau lagging strand merupakan stranddimana sintesis 5¶ _ 3¶ berlangsung dengan arah yang berlawanan dengan perpindahancabang. Persamaan reaksinya adalah: (dNMP)n + dNMP _ (dNMP)n + PPi DNA perpanjangan DNA Dimana dNMP dan dNTP merupakan deoxynucleoside 5¶-monofospat dan 5¶-trifospat. dan sebagainya. Penelitian awal tentang DNA polymerase I membawa kepasa sebuah definisi tentangdua persyaratan sentral untuk DNA polymerase. coli. Reksi pokoknya adalahserangan nukleopilik oleh kelompok nukleotida 3¶hidroksil pada ujung 3¶ strand yang tumbuh di 5¶-_posporus deoxynucleoside 5¶-trifospat yang baru masuk . sitosin ditambahkan pada strand baru.Karena kedua strand DNA anti parallel. secara berturut-turut. 24-4). Dengan kata lain. Primer merupakan segmen strand baru(pelengkap template)dengan kelompok 3¶-hidroksil kemana nukleotida ditambahkan. ditemukan bahwa E. bagian dari strand baruharus sudak ditempatkan. Panjang fragmen Okazaki berkisar dari ratusan samapi ribuan nukleotida. semua DNa polymerasemembutuhkan template (Gb. Hal ini metupakan penemuan yang beda . polymerase hanya dapat menambahkan nukleotida padastrand yang sudah ada sebelumnya.Studi mendalam DNA polymerase I mengungkapkan ciri proses DNA sintetis yangdibuktikan secara umum pada semua DNA polymerase. bagaimana mungkin kedua strand dapat disintesis secara seretntak? Jika dua-duanya disintesis secara berkelanjutanseperti cabang replikasi berpindah.Ujung 3¶ dari primer disebut primer terminus. . dibutuhkan primer. Permasalahn ini dipecahkan oleh Reiji Okazaki dan rekan-rekannya pada tahun1960an. colimengandung skurang-kurangnya dua DNA polymerase yang berbeda . Jika sintesis strand DNA selalu berlangsung dari arah 5¶_ 3¶. kemudian. Kedua. primer sering merupakan oligonukleotida RNA.

polymerase cenderung mengkatalisasi degradasi DNA dengan keberadaan hidrolisis pirofospat.Jika kalkulasi ini telah lengkap. Basa yangsalah tidak akan membentuk ikatan hydrogen yang benar dan dapat dihilangkan sebelum ikatan pospodiester terbentuk. . sebelum polymerase dipisahkan didefinisikan sebagai processivity. namundalam kasus ini. Pemisahan dan penggabungan kembali polymerase dapat membatasikecepatan reaksi keseluruhan. DNA polymeraseharus harus dipisahkan atau dihilangkan dari template dan menambahkan nukleotidayang lain. ini bukanlah keseluruhan cerita.Setelah nukleotida ditambahkan pada strand DNA yang berkembang. Setiap nukleotida baru yang ditambahkan pada cincin yang berkembanng dilakukan disana tidak hanya dengan ikatan pospodiester baru tetapi juga dengan ikatan hydrogen pada pasangannya di dalam template dan interaksi penumpukan basa (base stacking) dengan nukleotida yang berdekatan pada cincin yang sama (p.7 x 106 pasangan basa. ini berat kesalahan akan dibuat hanya 1000 sampi 10000 replikasi. Pengukuran dalam vitro secarahati-hati menunjukan bahawa DNA polimerisasi memasukan satu nukleotida yang salahuntuk setiap 104 sampai 105 nukleotida yang benar. dengan beberapa penambahan sedikit nukleotida dan penambahan lainnya sebelum pemisahan terjadi. Keakuratan reaksi polimerisasi tidak cukup menghitung tingkatan keakuratan pada proses replikasi. coli. Hidrolisis pirofospat menjadi 2 molekul fospat anorganik oleehpirofospat yang ada pada sel menghasilkan D Gº¶= -30 kJ/mol. dan denganmenggabungkan dua reaksi ini sel mampu menyediakan termodinamika kuat secarapenuh dapa arah polimerisasi. Polymerase DNA murni. melangsungkan pilimerisasi secara efisien di dalam vitro dengan ketidakadaan pirofospatase. Penjelasan ini: interaksi nonkovalen yang tidak diketahui pada kalkulai di atas memberikan kontribusi termodinamika yang penting untuk reaksi polimerisasi. Jumlah nukleotida yang ditambahkan . dengan menerima energy sebesar DGº¶= -28kJ/mol. Untuk kromosom E. 330). Tambahan energyyang dihasilkan interaksi lemah ganda ini mampu menggerakkan reaksi dalam arah . oleh karena itu kecepatan reaksi umumnya bertambahjika polymerase menambahkan nukleotida tambahan tanpa pemisahan pada template. DNA Polimerase Sangat Akurat Proses replikasi haru dilaksanakan dengan ketelitian yang tinggi. Selama polimerisasi. Polimerasi merupakan rekasi yang menguntungkan secara termodinamik Pentingnya interaksi nonkovalen dan kovalen dalam proses biokimia. coli yang mengandung 4. Halini sangat penting untuk sel. Penyusunan kembali ikatan kovalen yaitu: satu ikatan anhidridposporik (dalam dNTP) dihidrolisis dan dibentuk satu ikatan phospodiester (dalam DNA). pembedaan anta nukleotida yang benar dan yang tidak benar bergantung pada ikatan hydrogen yang mengkhususkan pasangan yang benar antara basa yang saling melengkapi. Pembahasan tentang reaksi polimerisasi energetic dapat dilaksanakan jika ada ikatan kovalen.hasil ini merupakan perubahan yang tidak terlalu bagus (tak diinginkan) dalam standar energy bebas ( D Gº¶=2 kJ/mol)untuk semua reaksi yang ditunjukan padapersamaan 24-1.polimerisasi. pada E. rata-rata. kesalahan terjadi hanya satu dari 109 sampai 1010 nukleotida yang ditambahkan. DNA polymerase bervariasi dalam hal processivitynya.

Untuk menambah akses ke strand DNA yakni agar bertindak sebagai template dua inangstrand harus dipisahkan. yang bergerak sepanjang DNA dan memisahkan strand dengan menggunakan energy kimia yang berasal dari ATP. Tingkat kesalahan kemudian dikurangi dalam vivo dengan mekanisme tambahan enzim. Meskipun belum menjadi sesuatu yang nyata. Aktivitas polimerisasi dan proofreading DNA polymerase apat diukur secara terpisah. sisa tingkatan akurasinya dihitung dengan sistem enzim terpisah yangmemperbaiki kesalahan pemasangan pasangan basa yang terjadi setelah replikasi. Kompleksiti enzim replikasi menunjukan persyaratan yang ditentukanpada saat proses oleh struktur DNA.disebut torehan. Akhirnya. Hal ini dikerjakan oleh enzim yang disebut Helicases. membiarkan basa padaikatan hydrogen dengan pasangan yang salah. karena pirofospat tidak terlibat. aktivitas yang tidak menyederhanakan kemunduran reaksi polimerisasi. Aktivitas nuclease membiarkan enzim menghilangkan nukleotida yang baru ditambahkan dan cendrung mengkhususkan pada pasangan basa yang salah dipasangkan . Aktivitas eksonuklease 3¶_5¶ menghilangkan kesalahan pemasangan nukleotida. Aktivitas ini disebut proofreading. translokasipolymerase ke posisi dimana nukleotida berikutnya ditambahkan akan dihalangi. yang dibebaskan olek aksi topoisomerase. Strategi peningkatan kekauratan dengan interaksi nonkovalen yang saling melengkapi untuk pemisahan dua kali dengantahapan yang berurutan sangat umum dalam sintesis informasi yang mengandungmolekul.Hakekat mekanisme pada hampir semua DNA polymerase adalah memisahkan aktivitaseksonuklease 3¶_5¶ yang menyediakan pemeriksaan ganda masing-masing nukleotida setelah ditambahkan. Pemisahan basa yang benar dan tidak benar tergantung pada interaksi pasangan basa yang samayang digunkanan selama polimerisasi. Proses yang disebut perbaikan kesalahan pemasangan (mismatch repair) ini dijelaskan dalam proses perbaikan DNA lainnya di bab ini. Primer umumnya menunjukan segment RNA yang dihentikan olehenzim Primases. DNA polymerase melakukan kesalahan setiap 106 samapi 108 basa yang ditambahkan. Strategi yang sama digunakan untuk meyakinkan kekauratan sintesis protein Secara keseluruhan. yangmasing-masing memiliki tugas. Kami akan memperkenalkan nbeberapa kelasutama replikasi enzim dengan mempertimbangkan permaslahan yang dipecahkannya. Kerusakan tersebut. Pengukuran seperti tersebut menunjukan bahwa proofreading meningkatkan keakuratan reaksi polimerisasi dari lipatan 102 sampai 103. coli tidak hanya membutuhkan DNA polymerasetetapi juga membutuhkan 20 atau lebih enzim dan protein yang berbeda. Strand yang terpisah distabilkan dengan ikatan protein-DNA. Keakuratan replikasi sel E. Semua proses . harus ditutup dengan ezim DNA ligase. Replikasi DNA membutuhkan banyak faktor enzim dan protein Kita tahu bahwa replikasi pada E. Primer RNA harus dihilangkan dan digantikan oleh DNA.Pada E. hal tersebut merupakan salah satu fungsi DNA polymerase I. setelah penghilangan segmen RNA dan pengisian salah satu gap dengan DNA.Kesalahan ini sering terjadi karenabasa dalam bentuk tautomerik yang tidak biasa (lihat Gb 129). Jika nukleotida yang salah telah ditambahkan. Primer harus ada atau disintesa sebelum DNA polymerasemensintesis DNA. coli yang telah diukur menunjukan tingkatan tinggi. dan polymerase akan dimulai kembali. titik pada bagian belakang DNA dimana terdapat ikatan pospodiester rusak. Pemisahan strand membentuk penekatan topoligi pada struktur DNA helix.keseluruhan kompleks telah disebut sistem DNA replicase (DNA Replicase system)atau replisome.coli.

meskipun fungsinya belum banyak diketahui.000 samapi 300. struktur origin replikasi pada eukaryotic belum diketahui. Namun sebalikanya. PCNA pada yeastakan berfungsibersama-sama dengan DNA polymerase d dari timus anak sapi dan PCNA timus anaksapi dengan DNA polymerase d yeast. Salah satu dari subunit tersebut memiliki aktivitas primase. coli. Dua protein kompleks lainnya. telah dilibatkan dalam replikasi DNA eukaryotic. yang ada hubunganya dengapolymerase yang lain yaitu DNA polymerase d . DNA polymerase d memiliki duasubunit. Pengaruh dari proses dan enzim tersebut telah dikarakterisasikan pada sistem E. Polymerase lain adalah DNA polymerase Î. cenderung melaksanakan sintesis strand leading. yaknimembentuk kelem lingkar yang mempertinggi prosesivas DNA polymerase . DNA polymerase . coli . mengajukan konservasi struktur dan fungsidari komponen kunci alat divisi sel pada semua sel eukaryotic. Ciri esensialdari replikasi DNA sama denga eukariot dan prokariot. Dua-duanya ditemukan organisme yang berkisar dari yeast . Beberapatelah memiliki fungsi khusus sepertireplikasi DNA pada mitokondria. PCNA menunjukanfungsi yang sama dengan subunit _ DNA polymerase III E. dengan kebanyakan kromosom yang memilikibeberapa. Namun. DNA polymerase _ bisa melaksanakan sintesis strand lagging sebagai bagian dari replikasi eukaryotic. seprti pada perbaikan DNA. DNA polymerase _ merupakansubunit empat enzim dengan struktur dan ciri yang sama pada semua sel eukaryotic. Origin replikasi disebut ORS (autonomously replicating sequence) telah teridentifikasidan diamati pada yeast. yang memiliki aktivitas eksonuklease proofreading 3¶_5¶.keberadaan origin ganda pada kromosom eukaryotic merupakan aturan umum. dan denga primase yang terasosiasi. DNA polymerase _ memiliki prosesivas rendah. Elemen ARS menjangkau sampai region 300 pasangan basa danmengandung beberapa susunan yang dipelihara yang sangat penting untuk fungsi ARS. replikasi kromosom manusia berlanjut dalam dua arah dari originganda yang ditempati 30. Enzim ini menunjukkan asosiasi yang menarik dan stimulasi dengan proteinPCNA (proliferating cell nuclear antigen Mr~29. Pada tingkatan ini replikasi rata-rata kromosommanusia yang melanjutkan dari origin tunggal akan menghabiskan waktu 500 jam. coli. bisa menggantikan DNA polymerase DNA polymerase d pada situasi tertentu.Seperti pada bakteri. Ada hampir 400 elemen ARS pada yeast. Terkecuali elemen ARS yeast. Replikasi pada sel eukaryotik lebih kompleks Molekul DNA pada sel eukaryotic lebih luas dari sel eukaryotic pada bakteri dan terorganisir pada struktur nucleoprotein kompleks (kromatin) (Ban 23). ada beberapa tipe DNA polymerase pada sel eukaryotic. Subunit yang paling luas(Mr~180. Replikasi intikromosom memerlukan enzim DNA polymerase.000) ditemukan pada jumlah yangbanyak dalam nukelus sel yang berkembangbiak.000) mengandung aktivitas polimerisasi.000 pasangan basa terpisah. Protein yang secara khusus mengikat region ARS telah diidentifikasi padayeast.tersebut harus dikoordinasikan dan diregulasi. Tingkatan perpindahan cabang replikasi pada eukariot (~50 nukelotida/detik) hanyasepersepuluh yang diamati pada E. Karenakromoskm eukaryotic hampir lebih besar secara seragam daripada kromosom bakteri. RFA dan RFC (RF singkatan dari replication factor). beberapa variasimenarik pada asas umum yang dijelaskan di atas memberikan pandangan baru tentangregulasi replikasi dan hubungannya dengan lingkaran sel.

DNA polimerase I digunakan untuk mengisi kesenjangan antara fragmen-fragmen DNA untai tertinggal. pada DNA dari setiap organisme. coli DNA polymerase III . Itu juga merupakan enzim utama untuk mengisi jeda selama perbaikan DNA. This structure can clamp a DNA molecule and slide with the core polymerase along the DNA molecule. a. yang terlibat dalam menanggapi SOS kerusakan DNA. Mekanisme Replikasi DNA Molekul DNA disintesis oleh DNA polimerase dari deoxyribonucleoside trifosfat (DNTP). RFA merupakan eukaryotic DNA strand tunggal-ikatan protein. DNA polymerases DNA polimerase E. Replikasi DNA terutama dilakukan oleh DNA polimerase III. 1. dan sebuah G pada satu untai selalu berpasangan dengan sebuah C pada untai komplementernya. coli. DNA sebagai Materi Genetika Usaha pencarian materi genetiaka mengarah pada DNA. dan q merupakan inti subunit polimerase. Di antara mereka. Coli Tiga jenis DNA polimerase ada dalam E. Di mana saja satu untai molekul DNA memiliki sebuah A. DNA replication is mainly carried out by the DNA polymerase III. Namun. Struktur dibentuk oleh dua b subunit dari E. Peran utama subunit lain adalah untuk menjaga enzim dari jatuh dari untai cetakan. Struktur ini dapat penjepit molekul DNA dan slide dengan polimerase inti sepanjang molekul DNA. DNA polimerase III terdiri dari beberapa subunit. dan bukan protein yang berfungsi sebagai materi genetik faga. Reaksi kimia mirip dengan sintesis RNA untai. coli DNA polimerase III. dua untai pada molekul DNA antiparalel. 2. RFC memudahkan pertemuan kompleks replikasi aktif. banyaknya adenin sama dengan banyakn7ya timim dan banyaknya guanin sama dengan sitosin. Oleh karena itu. untaian pasangannya pasti mempunyai sebuah T.samapi mamalia. Coli E. Peran DNA dalam hereditas pertama kali dilakukan dengan cara meneliti mikroba-mikroba. Oleh karena itu. e. . dan slide dengan polimerase inti sepanjang molekul DNA. DNA polimerase II PolB dikodekan oleh gen. Seperti yang dilakukan Frederick Griffth yang membuktikan bahwa DNA dapat mentransformasi bakteri dengan melakukan percobaan menggunakan bakteri Streptococus pneumoniae Pembuktian lainnya dengan menggunakan Faga yaitu suatu virus yang menginfeksi bakteri. Watson dan Crick Menemukan Heliks Ganda dengan Cara Membuat Model-Model yang sesuai dengan Data Sinar-X Model Watson-Crick menjelaskan aturan-aturan Chragaff. dengan berat molekul total melebihi 600kD. dengan fungsi yang sama dengan protein SSB pad E. untai lain (lagging strand) disintesis segmen oleh segmen. coli: I. Hal ini menunjukan bahwa adalah DNA. Percobaan ini dilakukan oleh Hershey dan Chase yang membuktikan bahwa faga menggunakan ujung ekornya untuk menempel pada sel inang dan menyuntikan materi genetiknya. hanya satu untai (strand terkemuka) dapat disintesis terus menerus oleh DNA polimerase. The structure formed by two b subunits of the E. Kedua DNA dan RNA polimerase dapat memperpanjang untai asam nukleat hanya dalam 5 'ke 3' arah. II dan III. dua b subunit dapat membentuk struktur berbentuk donat untuk menjepit molekul DNA di pusatnya. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7-B1.

protein mengoreksi DNA yang bereplikasi dan memperbaiki kesalahan dalam pemasangan basa. molekul induk mempunyai dua untai DNA komplementer b. diantaranya: helikase dan protein pengikat untai-tunggal. Protein-protein yang Membantu Replikasi DNA terdapat dua jenis protein lain yang ikut berperan. Replikasi DNA semikonservatif yaitu di mana molkeul induk membuka gulungannya dan setiap untai kemudian berfungsi sebagai cetakan untuk sintesis setengah molekul yang baru sesuai dengan aturan-aturan pemasangan basa.3. Model semi konservatif yaitu kedua untai molekul iduk berpisah dan setiap untai berfungsi sebagai cetakan untuk mensintesis komplementer yang baru c. di mana kedua untai DNA berpisah. Sintesis DNA pada cabang replikasiàbekerja dalam arah 5¶ menghasilkan leading strand. Langkah pertama dalam replikasi adalah pemisahan kedua untai DNA c. Helikase adalah sejenis enzim yang berfungsi membuka heliks ganda di cabang replikasi. enzim perbaikan membetulkan DNA yang dirusak oleh agen fisis dan kimiawi. pemasangan basa untai-untai DNA yang ada bertindak sebagai cetakan untuk untai komplementer yang baru. Setiap untai yang lama berfungsi sebagai cetakan yang menetukan urutan nukleotida terpasang untai komplementer yang baru yang sesuai d. Replikasi dan Perbaikan DNA Selama replikasi DNA. Pemanjangan DNA baru pada cabang replikasi dikatalisis oleh enzim-enzim yang disebut DNA polymerase. Replikasi bermula di pangkal replikasi. Konsep dasar replikasi DNA adalah: a. memisahkan kedua untai lama. Fragmen-fragmen ini kemudian disambung oleh DNA ligase. Pada perbaikan salah pasang. . Cabang replikasi bentuk-Y terbentuk pada ujung-ujung berlawanan dari gelembung replikasi. Model konservatif yaitu heliks ganda induk tetap dalam keadaan utuh dan salinan kedua yang sama telah dibuat b. Sebelum melakukan replikasi. Nukleotida baru tersebut disambung satu sama lain untuk membentuk tulang belakang gula fosfat dari untaian baru Tiga model replikasi DNA adalah: a. Pada perbaikan eksisi. 3¶. Enzim dan Protein dalam DNA Satu tim besar yang terdiri dari enzim dan protein lain menjadi pelaksana DNA. Selain mengkatalisis enzim juga mengoreksi DNA Selama Replikasinya dan Memperbaiki Kerusakan pada DNA yang ada. Model dispersif yaitu setiap untai dari kedua molekul anak terdiri dari campuran bagian untai lama dan untai yang baru disintesis 4. DNA polimerase mengkatalisis sintesis untai-untai DNA baru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->