P. 1
Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

|Views: 579|Likes:
Published by Harkisnawati

More info:

Published by: Harkisnawati on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

LEMBAGA PENDIDIKAN A. Lembaga Pendidikan Secara bahasa lembaga adalah suatu organisasi dan pendidikan adalah usaha manusia dewasa dalam mengembangkan potensi anak yang sedang berkembang untuk menjadi manusia yang berguna. Segala kegiatan yang diarahkan dalam rangka mengembangkan potensi anak menuju kesempurnaannya secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan adalah menjadi hakikat pendidikan. Untuk mencapai sasaran dan fungsi di maksud maka sistim persekolahan atau lembaga pendidikan menjadi salah satu wahana strategis dalam membina sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan islam merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional. Karena itu sebagian sub sistem, maka masing- masing lembaga pendidikan islam yang ada berfungsi untuk mencapai tujuan lembaga yang ditetapkan. Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan islam baik pesantren, madrasah atau sekolah-sekolah agama dan perguruan tinggi agama islam memiliki peranan yang besar bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Peran yang dijalankan dalam rangka mencapi fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana dinyatakan bahwa : ³pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab´[1]. a. Sekolah Sekolah merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan secara formal di Indonesia. Di dalamnya berlangsung proses pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. b. Madrasah Keberadaan madrasah sudah ada sejak agama Islam berkembang di Indonesia. Madrasah tumbuh dan berkembang dari bawah dalam arti (umat islam) sendiri yang didorong oleh rasa tanggung jawab untuk mengamalkan ajaran agam islam kepada generasi muda. Oleh sebab itu, madrasah pada waktu itu lebih ditekankan pada pendalaman ilmu-ilmu islam. Pada saat ini kebijakan baru pemerintah menetapkan keberadaan madrasah telah dipandang sebagai sekolah umum yang bercirikan agama islam dengan tanggung jawabnya mencakup: 1) Sebagai lembaga pencerdasan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat muslim, 2) Sebagai lembaga pelestarian budaya keislaman, 3) Sebagai lembaga pelopor bagi peningkatan kualitas masyarakat Indonesia. c. Pesantren Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Pesantren difungsikan sebagai suatu lembaga yang dipergunakan untuk penyebaran agama, tempat mempelajari agama islam, mengusahakan pembinaan tenaga-tenaga bagi pengembangan agama. Kemampuan pondok pesantren bukan hanya dalam pembinaan pribadi muslim, melainkan dalam usaha mengadakan perubahan social dan kemasyarakatan. Sebagai lembaga sosial pesantren menampung anak-anak dari segala lapisan masyarakat muslim, tanpa membeda-bedakan tingkat sosial ekonomi orang tuanya. B. Lembaga Sosial dan Lembaga Profit 1.) Pengertian lembaga sosial Lembaga sosial adalah suatu lembaga yang lebih menekankan kepada suatu sistem atau kompleks nilai dan norma. Pengertian lain dari lembaga sosial juga lebih dikenal dengan lembaga kemasyarakatan. Sistem nilai dan norma atau tata kelakuan ini berpusat di sekitar

kepentingan atau tujuan tertentu.didalam perkembangan selanjutnya, norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok kehidupan manusia. Misalnya kebutuhan akan pendidikan menimbulkan lembaga-lembaga pendidikan
Sumber dana lembaga s os ial .

1. 2. 3. 4.

pertukaran jas a

hibah

donor

pendapatan

Ciri-ciri umum lembaga sosial 1. suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktifitas-aktifitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya. 2. suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan. 3. lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu 4. lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan. 5. lambing-lambang biasanya juga merupakan ciri khas dari lembaga kemasyarakatan. 6. suatu lembaga mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis. Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan 1. lembaga primer, lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat 2. lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat 3. lembaga-lembaga yang diterima masyarakat 2.) Lembaga Profit Lembaga profit adalah suatu lembaga yang menghimpun dana, sumberdaya, dan memperkuat organisasi, dengan tujuan mencapai keuntungan di akhir kegiatan. Sumber dana lembaga profit:

1. Pertukaran barang 2. Pertukaran jasa 3. Keuntungan 4. Investasi Prinsip-prinsip lembaga profit 1. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil 2. Kemitraan, yakni kesejajaran sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan 3. Transparansi 4. Universal, tidak ada perbedaan yang khususnya didasarkan atas perbedaan suku, agama, golongan Lingkungan Pendidikan, Dimensi dan Tipologi Lingkungan Pengertian lingkungan pendidikan adalah alam sekitar yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Lingkungan pendidikan terbagi tiga dimensi, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tipologi pendidikan yang mempengaruhi pendidikan, antara lain: Tipologi lingkungan keluarga Seorang anak mulai mengenal hidup dan kehidupannya dimulai di dalam keluarga. Seorang anak masuk dalam keluarga mulai dari kandungan hingga tumbuh berkembang sampai anak sanggup melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dasar-dasar perilaku akan ditentukan oleh adat istiadat orang tuanya, juga sifat sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaan orang tuanya.[2] Tipologi lingkungan sekolah Sekolah merupakan lingkungan pendiidkan kedua setelah lingkungan rumah. Sekolah merupakan tempat latihan persahabatan dan persaudaraan. Suasana sekolah ditentukan

C.

a.

b.

oleh petugas-petugas yang berbeda-beda sehingga dapat menghilangkan kejenuhan. Banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya itu kepada sekolah. Dengan demikian, guru di sekolah berperan sebagai pendidik pengganti orang tua yang harus bertanggung jawab atas pendidikan. Tipologi lingkungan masyarakat Arti masyarakt menurut Cook adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh kebiasaan dan pengalaman-pengalaman yang sama, serta memiliki sejumlah persesuaian, kesatuan dan tindakan yang sama di dalam kehidupannya. Lingkungan mayarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak, seperti : Perkembangan intelektual antara lain : tingkat kecerdasan, kecepatan reaksi, kapasitas sintesa, kapasitas ingatan dan pengembangan bakat khusus. Perkembangan emosi anak seperti : perasaan senagn, sedih, gembira, ramah, pendiam, pemarah dan seterusnya Perkembangan kepribadian seperti memilliki cita-cita yang teguh, memiliki rasa tanggung jawab, mengetahui hak dan kewajiban, percaya diri dan sebagainya. D. Sistim Pendidikan Nasional Sistem pendidikan nasional (sisdiknas) adalah suatu keseluruhan yang terpadu dari semua sistem dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya pendidikan nasional. (UU No. 2/1989, pasal 1 ayat 3) Dengan lahirnya UU no. 2 tahun 1989 tersebut segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan harus dilaksanakan dan bersumber pada undang-undang tersebut[3]. Sisdiknas menjamin dan memberikan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia dua hal yang sangat penting:

c.

a)

b)

c)

yaitu : pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. 10. Dari segi akademik memberikan kesempatan kepada warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan dalam arti kegiatan belajar yang seluas-luasnya sehingga terbentuknya manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang berkualitas dan mandiri. dan efisiensi. 8. departemen pendidikan dan kebudayaan telah menetapkan empat dasar pendidikan. Ed.1.A. 4. Tilaar. Dari segi pengelolaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. peningkatan kualitas pendidikan. 6. 2. H. 1. pengembangan megatrend Sisdiknas : Pendidikan Dasar Kurikulum Proses belajar mengajar Tenaga pendidik Pendidikan.. pelatihan. 9.R. relevansi. . mengemukakan 10 kecenderungan 2. MSc. 3. sehingga tercapai efisiensi pengadaan dan penggunaan sumber daya. 7. Dr. dan tenaga kerja Pendidikan Tinggi Pendidikan berkelanjutan Pembiayaan pendidikan Desentralisasi pendidikan dan partisipasi masyarakat Manajemen pendidikan Berlandaskan GBHN 1993 dan GBHN 1998.. 5. Prof.

Dr. Dimensi pembangunan b.R. 1. hak-hak peserta didik. Kategori Politik Menekankan kepada pertumbuhan nasionalisme yang sehat pada setiap sikap dan cara berfikir anak Indonesia. MSc. meliputi dua dimensi. membaginya dalam dua bagian[4]: Fungsi umum Sisdiknas. Erat kaitannya dengan nasionalisme yang sehat ialah fungsi budaya pendidikan nasional. Dalam kategori ini ditekankan tentang pembudayaan nilai-nilai nasional termasuk inti kebudayaan daerah. biaya ditanggung oleh bersama antara pemerintah dan mesyarakat. dimensi ini meliputi kaitan pendidikan dengan lingkungan sosial. Kategori kebudayaan b.Fungsi Sisdiknas menurut Prof. dimensi ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan anak luar biasa. dan pentingnya bahasa daerah bagi pembentukan intelek serta kepribadian peserta didik. meliputi dua kategori politik dan kebudayaan a.. fungsi Sisdiknas dapat dikategorikan dalam : . anak cerdas.. yaitu dimensi teknis dan dimensi pembangunan Fungsi dimensi teknis 2. Fungsi khusus Sisdiknas. Ed. anak cacat. tumbuhnya rasa bangga atas kepemilikan suatu budaya nasional sebagai suatu identitas bangsa. H. Dengan mengacu kepada kategorisasi Jeanne Bellatien.A. pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. a. Tilaar. pendidikan keluarga.

4. orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. School Based Management School based management adalah suatu manajemen yang memberikan otonomi lebih luas ke sekolah-sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif kepada komponenkomponen sekolah seperti guru. tinggi/tingkat ketergantungan rendah . gigih. fungsi sosial. Dengan kemandiriannya. meningkatkan kehidupan dan martabat manusia 3. memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet. Dengan otonomi yang lebih besar. fungsi pengembangan sosial dan pribadi. 4. sehingga sekolah lebih mandiri. antara lain: 1. 3. bersifat adaptif dan antisipatif/proaktif sekaligus . fungsi pembaharuan dan inovasi. tingkat kemandirian 2. mengembangkan kemampuan manusia Indonesia. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.1. sebagai berikut. sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program±program. staff. murid. dan pemerintah dalam penyelenggaraan program sekolah Meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Sekolah yang mandiri memiliki ciri-ciri. fungsi seleksi. inovatif. kepala sekolah. memiliki kontrol yang kuat terhadap input . masyarakat. Tujuan based management. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. E. maka sekolah memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya. memerangi segala keterbelakangan dan kebodohan 2. berani mengambil resiko) . bertanggung jawab terhadap kinerja sekolah . menigkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan kebudayaan bangsa.

[2] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.manajemen dan sumberdaya .31 tahun 2000 Ibid.html makalah: Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Posted by olehruhyana on June 19. Koswara dan Ade Yeti Nuryantini.30 [4] http://muthoharohmuth. hal.[5] C. mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan. misalnya. komitmen yang tinggi pada dirinya dan prestasi merupakan acuan utama. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. hal. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. 2011 Posted in: Uncategorized.com/2008/12/lembaga-pendidikan. Leave a Comment by. M.[4] Ricky W. dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. S. hlm.Pd. sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar. Fungsi Manajemen . yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. 2002 [3] Soebagio Atmodiwirio. S. Syafaruddin. Manajemen Lembaga Pendidikan hal.[3] Mary Parker Follet.203 tahun 2005 [2] Dr.28. memiliki kontrol yang kuat terhadap kondisi kerja . pengorganisasian. pengkoordinasian.Pd. terorganisir. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Manajemen Pendidikan Indonesia. H. Tatang Al Ayubi Pengertian Manajemen Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement.blogspot. [1] Dr.. dan sesuai dengan jadwal.

Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. faktor manusia adalah yang paling menentukan. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. siapa yang harus mengerjakannya. manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. materials. Tools tersebut dikenal dengan 6M. Ketika itu. dan markets. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/lembaga. selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus . memerintah. 2. alatalat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi. yaitu men. yaitu: 1. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan. Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja. D. Namun saat ini. 3. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. 1. Sarana Manajemen Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. mengorganisir. siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. dan mengendalikan. machines. Dalam manajemen.Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. money. yaitu merancang. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja. Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Oleh karena itu. mengordinasi. method. bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan. ia menyebutkan lima fungsi manajemen. pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

s. Dengan demikian. penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. berpendapat bahwa:[6] ³«organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu. Gibson c. Oleh sebab itu. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen E. Artinya. with a relatively identifiable boundary. Dengan demikian. Pola-pola interaksi yang diikuti orang-orang di dalam suatu organisasi tidak muncul begitu saja. fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu. maka proses produksi barang akan berhenti. Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. that functions on a relatively continuous basis to achieve a common goal or set of goals´. antara organisasi dan pengorganisasian memiliki pengertian yang berbeda. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku. Entitas sosial yang dikemukakan dalam definisi di atas berarti bahwa kesatuan tersebut terdiri dari orang-orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi. sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. Perlu diingat meskipun metode baik. Pengertian Organisasi dan Pengorganisasian Organisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki hubungan yang erat dengan manajemen.. Robbins memberikan rumusan pengertian organisasi sebagai berikut: ³« An organization is a consciously coordinated social entity.dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Tujuan yang diinginkan tersebut tidak dapat diperoleh secara individu tetapi perlu dilakukan upaya secara bersama dan terpadu. peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran. Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertidak secara sendiri´ Organisasi-organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang pada dasarnya menginginkan terwujudnya suatu hasil atau tujuan tertentu. Stephen R. akan tetapi mereka . Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sementara Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning). sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. James L. serta uang dan kegiatan usaha. proses kerja tidak akan berlangsung.

Koordinasi Upaya. adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antara sesama karya wan. Mengingat bahwa organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas sosial. kecuali apabila pihak yang telah bersatu. . Edgar H. Tanpa hierarki otoritas yang jelas.P. maka sesuatu organisasi dapat memanfaatkan sumber-sumber daya manusianya secara efisien. Akuntabilitas juga dibantu apabila orang-orang bekerja dalam rantai komando ((he chain of command). adanya sistem kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang. Malayu S. organisasi adalah suatu sistem mengenai usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. 3. Pembagian kerja memungkinkan para anggota organisasiorganisasi menjadi lebih terampil dan mampu karena tugas-tugas terspesialisasi dilaksanakan berulang-ulang. Hierarki Otoritas. adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Pembagian Kerja.[9] 1. 2.[8] Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa organisasi adalah tempat atau wadah berkumpulnya beberapa orang yang secara sadar berinteraksi dan saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. 4. seorang psikolog keorganisasian terkemuka berpendapat bahwa semua organisasi memiliki empat macam ciri atau karakteristik sebagai berikut. Prajudi Atmosudirdjo menyatakan bahwa organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Koordinasi upaya tidak mungkin terjadi. Lebih lanjut. Tujuan Umum Bersama. 3. Meskipun terdapat perbedaan definisi tentang organisasi. Hasibuan menyimpulkan bahwa aspek-aspek penting dari berbagai definisi organisasi adalah:[10] 1. koordinasi upaya akam mengalami kesulitan. Sebuah tujuan umum bersama memberikan anggota organisasi sebuah rangsangan untuk bertindak. seperti yang dikutip Asnawir.[7] Barnad. Schein. mencapai persetujuan untuk berupaya mencapai sesuatu yang merupakan kepentingan bersama. Para individu yang bekerja sama dan mengkoordinasi upaya mental atau fisikal mereka dapat mencapai banyak hal yang hebat dan yang menakjubkan.dipertimbangkan sebelumnya. bahkan kadang-kadang tidak mungkin diilaksanakan. Para teoretisi organisasi telah merumuskan otoritas sebagai hak untuk mengarahkan dan memimpin kegiatan-kegiatam pihak lain. akan tetapi secara umum organisasi itu memiliki ciri-ciri yang sama. 2. maka pola-pola interaksi para anggotanya perlu dipertimbangkan pula serta diharmonisasi guna tercapainya tujuan yang diinginkan. Dengan jalan membagi-bagi tugas-tugas kompleks menjadi pekerjaanpekerjaan yang terspesialisasi.

artinya organisasi baru ada. 7. yaitu: 1. artinya organisasi baru ada.4. Pekerjaan. adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati. Adapun pengorganisasian. adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi. jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan serta adanya pembagian pekerjaan. 7. Terry. 3. jika ada tempat kedudukannya. artinya organisasi baru ada. artinya organisasi baru ada. 2. George R. Untuk lebih memahami hakikat organisasi. artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai. Pengorganisasian tersebut juga dapat diartikan sebagai penyusunan tugas dan tanggung jawab para personil dalam organisasi. 6. Teknologi.[12] Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen setelah fungsi perencanaan sehingga masing-masing anggota organisasi mendapat tugas dan tanggung jawab tertentu sesuai dengan yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manusia (human factor). Lingkungan (Environment External Social System). . menuliskan: Organizing is the establishing of effective behavioral relationships among persons so that they may work together efficiently and gain personal satisfaction in doing selected tasks under given environmental conditions for the purpose of achieving some goal or objective. 4. adanya unsur-unsur dan alat-alat organisasi. 5. 6. adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. Hasibuan. ada pemimpin dan ada yang dipimpin (bawahan). juga didefinisikan oleh para pakarnya. jika terdapat unsur teknis. Tempat Kedudukan. Asnawir mengemukakan bahwa istitah ³organizing[11] mempunyai arti yaitu berusaha untuk menciptakan suatu struktur dan bagian untuk dapat berinteraksi dan saling pengaruh-mempengaruhi antara satu sama lainnya. seperti yang dikutip Malayu S. 8.P. Struktur. artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yang bekerja sama. adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan. jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi mi-salnya ada sistem kerja sama sosial. perlu diketahui pula unsur-unsurnya. 5. artinya organisasi baru ada. Tujuan. jika ada hubungan dan kerja sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Pengelompokan kegiatan-kegiatan. 3. artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang akan dipakai. 5. artinya manajer harus menetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan. Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi. maka organisasi yang disusun akan baik. Perincian peranan perorangan. Penentuan kegiatan-kegiatan. artinya manajer harus menetapkan besarnya wewenang yang akan didelegasikan kepada setiap departemen. manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai. apakah ³line organization. kegiatan-kegiatan yang bersamaan dan berkaitan erat disatukan ke dalam satu departemen atau satu bagian. supaya tumpang-tindih tugas terhindarkan. Rentang kendali. berbentuk setengah lingkaran. proses pengorganisasian juga mencakup kegiatan-kegiatan berikut: 1. Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu /kelompok. Pendelegasian wewenang. berbentuk kerucut vertikal/horizontal ataukah berbentuk oval´. efektif. Tipe organisasi. 2. . apa profit motive atau service motive. artinya manajer harus menetapkan dengan jelas tugas-tugas setiap individu karyawan. artinya manajer harus mengetahui. 2. Pengelompokan tugas menurut tipe dan jenisnya. apa struktur organisasi ³segitiga vertikal. 7. Pembagian kerja yang harus dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok tertentu. 8. artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiap departemen atau bagian. 3. 6. merumuskan dan mengspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. 4. line and staff organization ataukah function organization´. Pernbagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab. 5. segitiga horizontal. berbentuk lingkaran. Adapun langkah-langkah pengorganisasian dapat dilakukan sebagai berikut: 1.Kemudian. Struktur organisasi (organization chart = bagan organisasi). Tujuan. Jika proses pengorganisasian dalam suatu organisasi di atas dilakukan dengan baik dan berdasarkan ilmiah. efisien dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai tujuannya. artinya manajer harus mengelompokkan kegiatan-kegiatan ke dalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama. 4.

dalam Alquran dicontohkan beberapa surat yang berkaitan dengan organisasi. organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau lebih. pengembangan organisasi. dalam surat: 2:43. Perilaku organisasi. Berangkat dari pengertian di atas maka dalam perkembangannya dan karena tuntutan globalisasi muncul berbagai hal berkenaan dengan pengorganisasian. organisasi ada karena untuk mendapatkan sesuatu. Sejarah Perkembangan Organisasi Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial. politik organisasi. 37:1. kultur organisasi yaitu sistem yang dapat menembus nilai-nilai. perlunya bersatu dan mengikuti jalan yang lurus. Berkaitan dengan pengertian organisasi. C. 4:71. dan kesamaan interest dengan kegiatan di luar. b. dalam surat: 30:31. kesamaan kepentingan. 2:103.Dengan demikian. 8:74. interaksi hubungan. tidak nampak dalam struktur). perlunya persatuan. seperti struktur organisasi yaitu pola formal bagaimana orang dan pekerja dikelompokkan dalam suatu organisasi yang biasa digambarkan dengan bagan organisasi.105. Hubungan informal timbul. Hal ini turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-citanya. 6:59. perlunya saling tolong-menolong dan kerja sama. Sedangkan dinamis ketika organisasi sebagai suatu proses. dalam surat: 5:48. dan profil organisasi yaitu suatu diagram yang menunjukkan respons anggota organisasi. iklim organisasi yaitu serangkaian sifat lingkungan kerja. formal (nampak di bagan organisasi) dan informal (tidak diatur. sebagaimana Firman Allah SWT yang berkaitan dengan: a. dalam surat: 5:2. 9:71. antara organisasi (organization) dengan pengorganisasian (organizing) memiliki hubungan yang sangat erat. . 22:34. karena hubungan pribadi. 49:13 c. Jadi. yang ditekankan pada perilaku manusia dalam kelompok. kepercayaan dan norma-norma di setiap organisasi. Organisasi pendidikan Islam dapat dipahami sebagai wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerja sama dan beriteraksi dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan pendidikan Islam dengan tetap berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri. desain organisasi yaitu struktur organisasi spesifik yang dihasilkan dari keputusan dan tindakan manajer. 8:46 dan d. Karena itu. Pengorganisasian diproses oleh organisator (manajer) sehingga pengorganisasian itu bersifat dinamis dan hasilnya adalah organisasi yang bersifat statis.67. tempat kegiatan administrasi dan manajemen. Pengorganisasian yang baik akan menghasilkan organisasi yang baik pula. Akan tetapi. perlunya berbangsa-bangsa. Sesuatu ini merupakan tujuan organisasi. organisasi juga dibutuhkan.32. proses organisasi yaitu aktivitas yang memberi nafas pada kehidupan struktur organisasi. Statis bila organisasi sebagai wadah. hakikat organisasi juga bisa dipandang sebagai statis dan dinamis. Demikian pula dalam pendidikan Islam.

1. al-Maidah/5: 27) Sepanjang sejarah perkembangan manusia. (Qs. Adam Smith. benih-benih organisasi juga telah tersirat sejak awal proses penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang dijelaskan oleh ilmu kedokteran. manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama sejak ribuan tahun silam. mereka itu adalah Adam Smith.Bahkan. yaitu: 1. Charles Babbage. dan Robert Owen. yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas dengan berbagai argumentasi yang sangat dalam. berkata Habil: ³Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa´. Padahal. ketika keduanya mempersembahkan korban. Seperti Qabil bekerja sebagai petani. Kehidupan orang-orang Yunani. membuatkan ujung batangnya. Dengan demikian. jika setiap pekerja mengambil kawat sendiri-sendiri kemudian meluruskannya. Ketika mereka memiliki anak. sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal apabila berjumlah minimal 20 juta sel sperma. Kalau ada sepuluh pekerja maka dapat membuat sepuluh peniti setiap hari. . 1776. tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah akar perkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19. Masa Praktik Awal Ada tiga nama penting yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan arah dan batasan dari perilaku organisasi. Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat penting dengan doktrin ekonominya. ia juga membentuk kelurga bersama istrinya Hawa. kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa mereka telah membentuk dan membangun organisasi yang baik.000 buah peniti tiap harinya. Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia memang ditakdirkan untuk berorganisasi dalam mencapai tujuan. ia berkata (Qabil): ³Aku pasti membunuhmu´. sedangkan Habil sebagai peternak. Hal ini terungkap dalam firman Allah SWT: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya. hasilnya setiap pekerja mampu membuat satu peniti dalam satu hari. Sepuluh orang pekerja tersebut dapat membuat 48. setiap orang mempunyai tugas tertentu dengan mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. maka anak-anak tersebut mereka dididik dan diorganisir sedemikian rupa dengan pekerjaan yang berbeda sesuai dengan bakat dan minat mereka. Dan spesialisasi bidang pekerjaan tertentu pada masa sekarang ini sudah barang tentu termotivasi oleh keuntungan yang berlipat ganda dari doktrin Adam Smith pada 2 abad silam. Selanjutnya. hanya satu sel yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dengan sel telur milik sang istri. Ada sepuluh orang pekerja dalam pabrik tersebut. Adam Smith memberikan contoh pembagian tugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti. sebelum manusia terlahir ke muka bumi ini. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). juga ditemukan bukti-bukti bahwa organisasi itu telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Demikian pula kisah nabi Adam as sebagai manusia pertama yang diungkap dalam al-Qur¶an.

Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dari Inggris yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikan pertama kali oleh Adam Smith. Owen mengatakan bahwa mempergunakan uang untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satu investasi terbaik yang menjadi pilihan para eksekutif bisnis. untuk pertama kali teori-teori manajemen secara umum mulai dikembangkan. dan Chester Bernard telah meletakkan dasar praktik-praktik manajemen sekarang. Selain keterampilan. b. Frederick W Taylor. 1825. ia mengklaim bahwa memperlihatkan concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untuk manajemen dan membebaskan kesengsaraan manusia. Keuntungan tersebut yaitu: a. . undang-undang perburuhan anak. Robert Owen. Max Weber. ia mengkritik mereka yang membeli mesin dengan harga mahal sementara membayar para pekerja yang menjalankan mesin tersebut dengan harga sangat murah. menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang ketika penggantian tugas satu ke tugas yang lain. mereka itu adalah Frederick W. pendidikan untuk umum. perusahaan memberikan makan pada waktu kerja. Mary Panther Follet. pada masa ini yang banyak kontribusi dalam perilaku organisasi. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di pabrik-pabrik. ia mencek para pemilik pabrik yang memperlakukan peralatan lebih baik dibandingkan dengan para karyawannya. Taylor. Frederick W Taylor menggambarkan prinsip-prinsip manajemen secara ilmiah menampilkan tiga bab sebagai tujuan dari gerakannya:[13] a. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengan sistem pembagian tugas. 1832. yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan. Untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat telah dirugikan karena tidak adanya efisiensi. Masa Klasik Masa Klasik meliputi tahun 1900-1930. 3. Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarah perilaku organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkan bagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan para pekerja. seperti anak yang bekerja di bawah umur 10 tahun. Owen menjadi seorang reformer. Untuk ukuran zaman Owen ia tentu sangat idealis tapi seratus tahun setelah tahun 1825 ditetapkan jam kerja untuk semua. Henry Fayol. c. Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakat fisik dengan tugas-tugas tertentu. d.2. 2. Selama periode ini. Manajemen secara Ilmiah 1. Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keterampilan yang tinggi. 13 jam kerja tiap hari dengan kondisi kerja yang menyedihkan. Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap tingkatan. Charles Babbage.

Maka solusi terletak pada manajemen yang sistematis bukan pada usaha mencari orang yang istimewa. ia terkesan akan kelemahan-kelemahan manusia dan pertimbangan yang kadang-kadang tidak realistis bahwa manusia mempunyai rasa emosi. Untuk membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah suatu ilmu yang tepat yang berdasarkan pada hukum-hukum yang jelas. Adanya suatu sistem atau aturan dari suatu prosedur d. Adanya hubungan kelompok yang impersonalitas e. c. Adanya promosi dan jabatan yang berdasarkan kecakapan. Kedua. Kegiatan-kegiatan keuangan. c. Yang banyak mempengaruhi pemikiran-pemikiran manajemen di Eropa. seorang ahli ilmu sosial. aturan-aturan. produksi dan penjualan. Fayol berpendapat bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut: a. Unit-unit keamanan dan perlindungan d. pengarahan. Pandangan-pandangannya dianggap sebagai suatu pemikiran tentang organisasi administratif. Adanya spesialisasi atau pembagian kerja b. Perusahaan motor Ford berusaha melaksanakan prinsip-prinsip manajemen ilmiah di tahun 1908 dan berhasil merakit suatu mobil hanya dalam waktu 14 menit. pelaksanaan manajemen ilmiah mencoba memadukan asumsi-asumsi mekanik terhadap ilmu-ilmu perilaku organisasi.b. dan prinsip-prinsip. . Henry Fayol seorang industriawan Perancis menerbitkan bukunya pada tahun 1919 yakni General and Industrial Administration. 2. koordinasi. Teori Administratif dari Henry Fayol. Teori Max Weber memiliki sifat: a. dan pengendalian. Adanya hierarki yang berkembang c. Teori Struktural dari Max Weber. Fungsi administratif dari perencanaan. Fungsi perhitungan e. Max Weber adalah pemikir dalam ilmu sosial dari Jerman. ia tertarik untuk menjelas-kan preskripsi dari pertumbuhan organisasi yang besar. b. Aspek teknik dan komersial dan dari kegiatan pembelian. organisasi. Dua aspek kerja Weber yang relevan dengan perilaku organisasi yaitu: Pcrtama. Dari pandangan ilmu perilaku. 3. Awal penggunaan manajemen yang ilmiah membuahkan hasil yang gemilang.

depresi yang terjadi pada tahun 1930-an menyebabkan goncangan yang hebat di bidang keuangan. Tujuannya untuk melakukan analisis pengamatan terhadap kelompok pekerja informal. Penemuan Howthorne. tidak sebagai mesin yang dipergunakan dalam berproduksi.Gerakan Hubungan Kemanusiaan Raymond Miles menyatakan bahwa pendekatan hubungan kemanusiaan secara sederhana menempatkan karyawan sebagai manusia. Gerakan Serikat Buruh. studi tentang ruang bank tilgram. Tiga kejadian itu antara lain sam masamasa depresi yang hebat. b. percobaan tentang cahaya lampu antara tahun 1924-1927. Pada sejarah hubungan kemanusiaan ini terdapat tiga kejadian yang memberikan kontribusi dalam penelaahan ilmu perilaku organisasi. c. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa langkah.3. hasilnya bahwa cahaya penerangan lampu pada tempat kerja hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kerja dan pengaruhnya kecil sekali. sebagai basil dari depresi hubungan kemanusiaan dan perilaku organisasi mendapatkan tempat yang dominan dan perhatian yang seksama. Hasilnya dari fase ini hampir sama dengan fase pertama. Langkah ketiga. Di saat itu lalu timbul gagasan untuk meletakkan unsur manusia sebagai unsur yang amat dominan dalam manajemen. di tahun 1935 serikat buruh secara sah diakui (legally entranced). sebagai titik awal dalam masa embrio berkembang gerakan kemanusiaan. Howthome mengadakan penelitian dengan tujuan untuk mencari sampai di mana pengaruh hubungan antara kondisi fisik lingkungan kerja dengan produktivitas karyawan. gerakan kaum buruh. Langkah kedua. Langkah pertama. Ternyata dalam fase ketiga ini tidak ada kenaikan produktivitas yang tinggi. Gerakan serikat buruh ini secara langsung ataupun tidak langsung memberikan dampak yang besar terhadap studi perilaku organisasi individu-individu yang mendukung kerja sama dalam suatu organisasi tertentu. Ledakan depresi menyadarkan manajemen untuk menghayati bahwa produksi tidak akan bertahan lama sebagai unsur yang bertanggung jawab dalam manajemen. Gerakan serikat buruh tercatat dalam sejarah pengembangan studi perilaku organisasi. Implikasi penemuan Howthorne terhadap pengembangan tentang ilmu perilaku organisasi ternyata amat besar dan . Masa depresi. banyak para manajer menjadi sadar dan mulai banyak memberikan perhatiannya kepada buruh. dan perekonomian pada umumnya. dan basil penemuan Howthorne. Penyebab depresi pada umumnya antara lain: a) Akumulasi stok barang yang baru yang besar di tangan konsumen b) Konsumen menolak naiknya harga c) Jarang investasi dalam skala usaha d) Melemahnya kepercayaan dan harapan-harapan e) Akumulasi yang besar dari kemampuan produksi sebagai basil pengembangan teknologi. a. Howthorne menyediakan ruang istirahat bagi karyawan.

Salah satu di antaranya yang terkenal adalah Ibn Khaldun (1332 ± 1406 M/732 ± 808 H) diakui oleh para sarjana baik muslim maupun non-muslim di Barat sebagai seorang sosiolog ternama. lainnya beranggapan bahwa perilaku manusia dalam banyak hal menunjukkan sebagai sasaran yang tidak teratur. 4. Pernyataan ini mengandung makna bahwa seorang manusia tidak bisa hidup sendirian. bantuan itu berupa konsultasi. Ibn Khaldun menyebutkan sebagai makhluk sosial. Pernyataan ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. sehingga muncullah sikap saling membenci. peradaban. Semua itu tidak terlepas dari isyarat-isyarat yang dikemukakan dalam al-Qur¶an maupun Hadis sehingga melahirkan berbagai pemikiran yang brilliant dari generasi muslim pada masa-masa selanjutnya. akan membawa kepada sikap saling membantu. dan eksistensinya tidaklah terlaksana kecuali dengan kehidupan bersama. Dia tidak akan mampu menyempurnakan eksistensi dan mengatur kehidupannya dengan sempurna secara sendiri. jauh sebelumnya juga ditemukan tokoh-tokoh dari Timur (baca: Islam) dalam mengemukakan berbagai teori yang berkenaan dengan organisasi. Pendekatan yang dipakai untuk menganalisis perilaku manusia menurut ahli perilaku organisasi modern. yaitu pada hakikatnya juga menggunakan metode eksperimen. serta pentingnya berkumpul (organisasi) dalam mewujudkan cita-cita bersama. akan menimbulkan perselisihan dan pertengkaran. Usaha-usaha penemuan ini merupakan satu dasar yang amat berharga terhadap pendekatan perilaku di dalam segala aspek manajemen. Ini yang membawa peperangan atau perdamaian di kalangan bangsa-bangsa. Ibn Khaldun banyak berbicara tentang teori masyarakat. Tampak jelas bahwa Ibn Khaldun² yang hidup sekitar empat abad sebelum Adam Smith (1776)²telah memahami teori organisasi. Tapi jika tujuannya berbeda. apabila manusia butuh bantuan dalam memenuhi kebutuhannya. manusia selala berserikat (berorganisasi) jika memang ada kesatuan tujuan. Selain dari sejarah perkembangan organisasi sebagai suatu ilmu yang terjadi di kalangan ilmu barat. Lebih lanjut. Dalam pernyataan di atas. Organisasi Modern Asumsi dasar tentang sifat manusia menurut ilmu organisasi modern adalah bukan baik dan bukan buruk. saling berselisih. yaitu pemahaman-pemahaman dari perilaku manusia yang selalu bertambah dengan pemahaman ilmiah yang akan membawa ke arah penyempurnaan kerja. Mula-mula. perkembangan profesi. Beberapa orang beranggapan bahwa manusia mempunyai keunikan dalam perilaku hal yang terarah. . Berserikat dengan orang lain. bila ada kesatuan tujuan. Benar-benar sudah menjadi wataknya. ia menuliskan. dengan memberikan penekanan pada observasi terkendali dan generalisasi data. Pengharapan-pengharapan pada manajemen modern. Muqaddimah. Dalam kitab magnum opusnya. lalu kemudian berserikat serta hal-hal lain sesudahnya. konsep organisasi sebenarnya telah dikemukakan oleh para tokoh intelektual Islam ketika masa kejayaannya sebelum berkembangnya peradaban Barat.[14] Ibn Khaldun mengutip pendapat para filosof²di sini Ibn Khaldun tidak menyebutkan nama-nama filosof tersebut²³manusia adalah makhluk sosial´ (alins nu madaniyyun bit thab¶i). Dengan demikian. Dalam Muqaddimah-nya.penting sekali.

Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanya harus samabesarnya. Hal ini merupakan bagian penting dalam menentukan struktur organisasi. efektif.D. seseorang hanya bertanggung jawab kepada orang yang melimpahkan wewenang tersebut. Menurut prinsip ini tujuan organisasi harus jelas dan rasional. 4. Fungsi dan Manfaat Organisasi Agar terwujudnya suatu organisasi yang baik. apakah bertujuan untuk mendapatkan laba (business organization) ataukah untuk memberikan pelayanan (public organization). pengelompokan tugas-tugas. pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja (departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut. 8. Principle of Responsibility (prinsip tanggung jawab). Principle of Parity of Authority and Responsibility (prinsip keseimbangan wewenang dan tanggung jawab) Menurut prinsip ini. jika tidak ada kesatuan. Organisasi akan kacau. Prinsip-prinsip. tanggung jawabnya pun harus sebesar X pula. di dalam suatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Principle of Departmentation (principle of devision of work-prinsip pembagian kerja). Organisasi secara keseluruhan dan tiaptiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut. tetapi seorang atasan dapat memerintah beberapa orang bawahan. Principle of Organizational Objective (prinsip tujuan organisasi). hendaknya pertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang (line authority) dan pelimpahan wewenang. 6. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manajer bersangkutan. jika wewenang sebesar X. sehingga ia mengetahui wewenangnya. Menurut prinsip ini. secara selektif harus didasarkan pada prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut. Principle of Unity of Command (prinsip kesatuan perintah) Menurut prinsip ini. hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban hanya kepada satu orang atasan. 9. hendaknya pendelegasian wewenang dari seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain jelas dan efektif. hendaknya wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. 3. hendaknya penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecakapan. 5. misalnya 3 sampai 9 orang. 1. Principle of Personnel Placement (prinsip penempatan personalia). Menurut prinsip ini. Principle of Unity of Objective (prinsip kesatuan tujuan). Menurut prinsip ini. Principle of the Span of Management (prinsip rentang kendali). hendaknya wewenang yang didelegasikan tidak meminta pertanggungja wabany ang lebih besar dari wewenang itu sendiri atau sebaliknya. Menurut prinsip ini. Menurut prinsip ini. . Principle of Delegation of Authority (prinsip pendelegasian wewenang) Menurut prinsip ini. Misalnya. 7. 2. efisien serta sesuai dengan kebutuhan. seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu.

jelas dan menempuh jarak terpendeknya. Maka bertebaranlah kamu di muka bumi. dan bertakwalah kamu kepada Allah. (Qs. Principle of Efficiency (prinsip efisiensi). Dalam ajaran Islam. akan tetapi hal-hal yang bersifat duniawi tersebut adalah sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT. in the right job). 13. Sebaliknya pertanggungjawaban dari bawahan ke atasan juga melalui mata rantai vertikal. mismanajemen penempatan harus dihindarkan. (Qs. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Firman-Nya: Hai orang-orang beriman. Koordinasi dimaksudkan untuk mensinkronkan dan mengintegrasikan segala tindakan. karena dasar organisasi yang fundamental adalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah. al-Jumuah: 9-10) 2. bukan dalam hal kemaksiatan.keahlian dan keterampilannya (the right men. Pemberian tugas dan wewenang kepada anggota organisasi berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. 12. yaitu al-Qur¶an dan Sunnah. Hal ini penting. keburukan. 10. apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum¶at. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang objektif dan berpedoman atas job specification dari jabatan yang akan diisinya. Al-Maidah/5: 2) 3. Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Principle of Continuity (prinsip kesinambungan). yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. atau kemungkaran. Meskipun tujuan lain dibangun bernuansa duniawi. Prinsip ini merupakan tindak lanjut dari prinsip-prinsip organisasi lainnya. banyak hal hukum yang diterapkan berdasarkan . Apabila telah ditunaikan shalat. 11. Kerja sama yang dilakukan dalam suatu organisasi²termasuk segala proses yang dijalankan²hanya dalam kebaikan. prinsip-prinsip ini haruslah berlandaskan kepada landasan ajaran Islam itu sendiri. Menurut prinsip ini. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Firman-Nya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Di antara prinsip organisasi yang tersirat dalam al-Qur¶an dan Hadis adalah sebagai berikut: 1. Principle of Scalar Chain (prinsip jenjang berangkai). Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan penempatan karyawan yang tepat. supaya terarah kepada sasaran yang ingin dicapai. Menurut prinsip ini. tindakan dumping hendaknya dihindarkan. Dalam konteks pendidikan Islam. Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Principle of Coordination (prinsip koordinasi). suatu organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yang minimal. hendaknya saluran perintah/wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek. Tujuan organisasi secara umum harus mencari dan menemukan keridhaan Allah SWT.

Seluruh anggota organisasi secara kolektif bertanggung jawab terhadap individu-individu yang ada dalam organisasi tersebut sehingga diperlukan adanya pembinaan (supervisi). dan sebagainya. juga dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam al-Qur¶an surat ar-Ra¶du/13 ayat 11: Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada (keadaan) satu kaum (masyarakat). maka tunggulah saat kehancurannya. juga diperlukan penyerahan tugas sesuai dengan keahliannya. (Qs. dan akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya« (muttafaq µalaih). Bukhari). dan perhatian kepada mereka. Mengenai tanggung jawab ini. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. . Hal ini tersirat dalam firman Allah SWT dalam surat al-Anfal/8 ayat 25: Artinya: dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Demikian pula perintah memberi nafkah. (HR. pendidikan. maka kesalahan yang dilakukan oleh individu tertentu bisa merusak citra organisasi. Masing-masing anggota organisasi harus menjalankan tugasnya dengan baik dan mempertanggungjawabkan setiap tugas yang diembannya. 5. 4. sehingga mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri (sikap mental) mereka. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. mengganti puasanya dengan fidyah bagi yang sakit dan sulit akan sembuh. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.kemampuannya. ath-Thalaq/65: 7) Dalam hal ini. juga berdasarkan kemampuan seseorang. seperti shalat duduk atau berbaring bagi orang yang sakit. Jika tidak. Rasulullah SAW bersabda: « Kalian semua adalah pemimpin. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. sebagaimana firman-Nya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Rasulullah SAW bersabda: Apabila suatu perkara/urusan diserahkan bukan pada ahlinya.

qaulan sadida/perkataan yang benar (Qs. dan e. Maka bertawakkallah kepada Allah. Mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik dan lemah lembut ini Allah SWT berfirman: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Berbagai bentuk kata yang menunjukkan etika dan cara komunikasi tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi lawan bicara dan materi yang dibicarakan. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertawakkal kepada-Nya. al-Isra¶/17: 23). Bahkan Ali ibn Abi Thalib kw. sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. b. Ali Imran/3: 159) 9. Selain menggunakan kata-kata yang baik. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. d. sebagaimana dijelaskan dalam surat al-¶Ashr ayat 1-3: Artinya: Demi masa. 7. hendaklah dilakukan dengan prinsip musyawarah dan diiringi dengan sifat tawakal. Maryam/19: 34). (Qs. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. an-Nisa¶/4: 63). (Qs.6. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati (saling berwasiat) supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati (saling berwasiat) supaya menetapi kesabaran. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Al-Qur¶an juga banyak membicarakan tentang prinsip keadilan. tegas. Penerapan komunikasi seperti ini akan sangat efektif dalam membangun organisasi yang profesional dan menyenangkan. an-Nisa¶/4: 9 dan al-Ahzab/33: 70). qaulan karima/perkataan yang mulia (Qs. Komunikasi yang digunakan dalam organisasi hendaklah dengan lemah lembut. Muhammad/47: 21 juga al-Ahzab/33: 32 dan an-Nisa¶/4: 8). salah satu di antaranya adalah: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan . qaulan baligha/perkataan yang sampai berbekas pada jiwa mereka (Qs. qaulun ma¶rufun atau qaulan ma¶rufa/perkataan yang baik (Qs. Menegakkan prinsip keadilan. termasuk dalam urusan kemasyarakat dan berorganisasi. qaula al-haq/perkataan yang benar (Qs. Sebagaimana firman-Nya: Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. c. Ali Imran/3: 159) Dalam al-Qur¶an juga ditemukan beberapa istilah komunikasi seperti: a. 8. al-Baqarah/2: 2235 dan 263. Dalam pengambilan kebijakan dan keputusan. pernah berkata: ³Tuhan akan menegakkan negara yang adil meskipun kafir dan akan menghancurkan negara yang zhalim meskipun Islam´. perkataan yang benar serta mengandung keselamatan. hendaklah saling memberi nasehat di jalan yang benar. Islam sangat menekankan pentingnya menegakkan keadilan.

Dapat membantu organisasi untuk memperoleh suinberdaya manusia yang dibutuhkan. tranparan. 2. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. dan sifat-sifat terpuji lainnya sebagaimana yang dituntun dalam ajaran Islam. Memberikan alasan sebagai dasar untuk bekerja dan dapat memberikan arti pada pekerjaan yang kelihatannya tidak terarah.(kebenaran) karena Allah. Sebagai suatu standar penilaian terhadap organisasi. Firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. 4. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. pelanggan dan masyarakat secara keseluruhan dan sebagainya. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Jabatan dan tugas yang diberikan dalam organisasi pada hakikatnya sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sifat amanah (dapat dipercaya) pula. Dapat digunakan sebagai dasar dan alasan peng-orgairisasian. dan daprt dijadikau sebagai ukuran terhadap derajat efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya. Berlaku adillah. bumi dan gunung-gunung. Pentingnya sifat amanah ini juga ditegaskan dalam al-Qur¶an bahwa watak manusia memang suka menerima amanah. (Qs. akan tetapi agar tidak termasuk orang yang zalim lagi bodoh. 5. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. harus mampu mengemban amanah tersebut sebagaimana mestinya. anggota. dan bertakwalah kepada Allah. jujur. Dapat merumuskan serta memusatkan perhatian atau mengarahkan para manajer dalam usaha memperoleh dan mempergunakan sumber daya organisasi. Fungsi yang menjadi sasaran bagi para anggota perseorangan dalam suatu organisasi adalah: 1. . al-Ahzab/33: 72) 11. Dalam menjalankan organisasi pendidikan Islam hendaklah dilakukan dengan cara yang baik. surat al-Maidah/5 ayat 8) 10. khususnya yang berkenaan dengan ajaran akhlaqul Islam. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh. Dapat memberikan pengarahan kerja sehingga mendorong para pekerja untuk memusatkan perhatian dan usahanya secara lebih ielas ke arah tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai sumber legitimasi yang membenarkan kegi¬atan dan eksistensinya terliadap kelornpok-kelompok yang beraneka ragam seperti para penanaman modal. Dalam konteks berorganisasi. (Qs. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. 2. menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. maka setiap anggota organisasi harus menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing sesuai dengan job description yang diberikan. Adapun yang menjadi fungsi dari sasaran organisasi tersebut antara lain: 1. 3.

Karier berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan. Dapat dijadikan sebagai sasaran pencapaian keinginan pribadi. Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan. 5. Rasulullah SAW bersabda bahwa Shalat berjama¶ah lebih utama daripada shalat sendirian 27 derajat. Hadis ini mengisyaratkan tentang: a. Berdasarkan proses pembentukannya. Dapat membantu individu merasa terjarnin bahwa Organisasi akan tenis berjalan untuk masa selanjut-nya. Berdasarkan tipe-tipe strukturnya. E. . 4. Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat. Pernyataan ini menunjukkan begitu pentingnya organisasi untuk mewujudkan suatu tujuan. 4. Keutamaan shalat berjamaah b. di antaranya: 1. Pencapaian tujuan akan lebih efektif dengan adanya organisasi yang baik. 2. Dalam ajaran Islam. termasuk dalam menerapkan kebenaran. berorganisasi dapat menjadi solusi. Dapat memberikan identifikasi dan status bagi para pekerjanya Sementara manfaat dari adanya organisasi adalah: 1. Bentuk-bentuk Organisasi Bentuk-bentuk organisasi dapat dilihat dari beberapa segi. Peran penelitian dan pengembangan sangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan mengukir sejarah ilmu pengetahuan. Organisasi selalu berkembang seiring dengn munculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup. Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan. 2. (Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir). Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah. Organisasi menawarkan karier. Aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat bahwa hidup secara berjamaah atau berorganisasi dengan dipimpin oleh seorang pemimpm/imam lebih besar keuntungannya daripada tanpa berorganisasi atau berjamaah. 3. Begitu pula pernyataan Ali bin Abi Thalib: ³al-haqqu bila nizhamin sayaghlibuhu al-bathil bi nizhamin´.3. juga diperlukan organisasi. 3. maka akan turut mencerdaskan masyarakat serta membimbing masyarakat agar tetap menerapkan nilai-nilai ajaran Islam. Jika organisasi itu di bidang pendidikan.

Pelaporan tanggung jawab dari bawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertikal yang terpendek. 8) Tingkat spesialisasi yang dibiltuhkan masih sangat rendah. (3) organisasi dalam bentuk fungsional {functional. atau ³bentuk militer´. 3) Otoritas dan tanggung jawab tertinggi terletak pada pimpinan puncak (top Management).4. 6) Tujuan. 5) Hubuilgan kerja antara atasan dan bawahan berbsifat langsung. Bentuk ini adalah bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi dalam bentuk lini (line Organization) Bentuk lini juga disebut ³bentuk lurus´. 7) Pemilik organisasi biasanya menjadi pimpinan yang tertinggi. Untuk lebih jelasnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk orgaisasi tersebut dapai dilihat pada uraian berikut ini. 2) Masing-masing pekerja bertanggungjawab penuh terhadap semua kegiatannya. Berdasarkan tujuannya. organization). alat-alat yang digunakan dan struktur organisasi bersifat sederhana. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol dan biasanya orga¬nisasi ini dipakai oleh militer dan perusahaan-perusahaan kecil saja. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab hanya kepada atasan bersangkutan. 6. Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui garis terpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. dan (4) organisasi dalam bentuk panitia (committe organization). ³bentuk jalur´. yaitu: (1) organisasi dalam bentuk lini (line organization). organisasi dapat dibagi kepada beberapa tipe. Berdasarkan skala (ukuran) besar-kecilnya. Berdasarkan organization chartnya. . Adapun ciri-ciri dari organisasi dalam bentuk ini adalah: 1) Garis komando langsung dari atasan ke bawahan atau dari pimpinan tertinggi kepada berbagai tingkat operasional. 4) Ruang lingkup Organisasinya lebih kecil dan jumlah anggota juga sedikit. Berdasarkan Tipe-tipe Struktur Organisasi Jika dilihat dari strukturnya. 5. Bentuk-bentuk organisasi di atas akan dijelaskan berikut ini: 1. a. (2) organisasi dalam bentuk lini dan staf (line and staf organization).

3) Proses pengambilan kepuiusan berjalan dengan tepat karena jumlah orang yang perlu diajak berkonsultasi tidak banyak. 4) Disiplin kerja mudah dipertahankan dan pengawasan dari pimpinan mudah dilaksanakan. dan kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh orang bersangkutan. 10) Produksi yang dihasilkatt belum beraneka ragam (defersified). 3) Seluruh kegiatan organsasi tertalu tergantung kepada seseorang. 7) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangat terbatas. Organisasi dalam bentuk staf (Staff Organization) Organisasi dalam bentuk staf hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan berfungsi memberikan bantuan baik berupa pikiran maupun bantuan lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Organisasi bentuk lini ini mengandung beberapa keuntungan. Di samping itu beberapa kelemahan dari organisasi dalam bentuk lini tersebut antara lain: 1) Tujuan organisasi cenderung sama. 2) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan tanggung-jawab diketahui oleh semua pihak. karena organisasi dipandang milik pribadi. Organisasi dalam bentuk lini dan staf (tine and staf organization . atau paling tidak didasarkan atas tujuan pribadi pimpinan tertinggi dari organisasi dimaksud. Di antara keuntungan dari organisasi dalam bentuk lini ini antara lain: 1) Kekuatan dan tanggung-jawab dapat ditetapkan secara pasti. 4) Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangat terbatas. di samping itu juga mengandung beberapa kelemahan. 6) Tersedianya kesempatan yang banyak bagi pimpinan organisasi untuk melatih bakat-bakat yang dipunyai bawahan. b. c. 5) Besarnya solidaritas para anggota karena satu sama lainnya saling kenal-mengenal. 2) Pimpinan organisasi cenderung bertindak otoriter. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke bawah.9) Semua anggota organisasi masih kenal antara satu sama lainnya.

4) Organisasinya besar. . 4) Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah. karyawannya banyak dan pekerjaannya bersifat kompleks. 3) Prinsip ³the right man on the right place´ dapat diterapkan dengan mudah. yang dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu: para penasehat (advisor) dan personil yang melakukan kegiatan penunjang (auxiliary personnel) demi lancarnya mekanisme organisasi. Biasanya organisasi bentuk lini dan staf ini terjadi pada organisasi yang lebih besar. Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi. 5) Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih besar. Organisasi yang berbentuk lini dan staf ini memberikan beberapa keuntungan/kebaikan antara lain: 1) Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok organisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang. dari organisasi yang berbentuk lini dan staf ini adalah: 1) Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu oleh para staf. 5) Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak bersifat langsung. 7) Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara optimal. 2) Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing. 2) Terdapat dua kelompok wewenang.Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization) ini pada dasarnya merupakan kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. karena kedua jenis hirarki ini sering tidak seirama dalam memandang sesuatu Sedangkan kelemahan-kelemahan dari orgainsasi dalam bentuk lini dan staf ini adalah: 1) Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf. 6) Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling kenal-mengenal. yaitu wewenang lini dan wewenang staf. 3) Kesatuan perintah tetap dipertahankan. Tenaga semacam itu biasanya disebut ³staff personnel´ yaitu orang yang melaksanakan fungsi staf (staff function). di mana penyediaan tenaga spesialis sudah semakin dirasakan untuk memberikan nasehat. setiap atasan mempunyai bawahan tertentu dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.nasehat atau saran-saran teknis dan memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional. Kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan meniadakan keburukan-keburukannya. Ada beberapa karakteristik atau ciri utama.

Begitu juga orang-orang staf yang sifat tugasnya menunjang tugas-rugas pokok. misalnya dalam bidang kepegawaian. d. penuh dan vertikal kepada pejabat yang memimpin satuan-satuan di bawahnya. wewenang lini (line authority) adalah kekuasaan. W. Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguhsungguh. Adapun ciri-ciri tipe ini adalah sebagai berikut: 1) Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan. Sedangkan wewenang staf (staff authority) adalah kekuasaan dan hak hanya untuk memberikan data. 5) Terdapat dua kelompok wewenang. . Setiap kepala dari satuan mempunyai kekuasaan untuk memerintah dan mengawasi semua pejabat bawahan sepanjang mengenai bidangnya. ia berwenang mengambil keputusan. 4) Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu. hak dan tanggung jawab langsung bagi seseorang atas tercapainya tujuan. sesuai dengan keahliannya baik bersifat menasehati. 4) Koordinasi menyeluruh biasanya hanya diperlukan pada tingkat atas. keuangan. maupun yang memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional dalam bentuk ³auxilary service´. Tegasnya. yaitu orang-orang lini yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. ketatalaksanaan. perlengkapan kantor dan lain sebagainya. kebijaksanaan dan berkuasa serta harus bertanggung jawab langsung tercapainya tujuan perusahaan. Organisasi dalam bentuk fungsional Organisasi fungsional adalah bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Gambar di atas menunjukkan bahwa kekuasaan pimpinan diharapkan secara lurus. 3) Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui¶batas kewenangannya. pelayanan dan pemikiran untuk membantu kelancaran tugas-tugas manajer lini. 2) Bawahan akan menerima perintah dari beberapa orang atasan. Pembagian kerja didasarkan pada ³spesialisasi´ yang sangat mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas/pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya.2) Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pimpinan lini. Organisasi tidak terlalu menekankan pada struktural akan tetapi lebih banyak berdasarkan pada sifat dan macam fungsi yang harus dijalankan. informasi. Taylor yang menciptakan organisasi fungsional ini. 3) Penempatan pejabat berdasarkan spesialisasinya. yaitu wewenang lini dan wewenang fungsi. F.

karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang saja. Organisasi dalam bentuk panitia (committee) Organisasi panitia/komite adalah suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Jadi. ketua-ketua seksi. Organisasi ini hahya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan. 3) Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif. Biasanya terdiri dari ketua. e. 5) Koordinasi antara orang-orang yang ada daiam satu fungsi mudah dijalankan. dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagikan secara khusus. sekretaris. 2) Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Adapun ciri-ciri dari organisasi dalam bentuk panitia ini adalah: 1) Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. dan para perugas. 3) Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama umuinirya tinggi. 4) Moral serta disiplin keija yang tinggi. artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan ³kolektif/ presidium/plural executive´ dan komite ini bersifat manajerial. Sedangkan yang menjadi kelemahan dari organisasi berbentuk fungsional antara lain: 1) Insiatif perorangan sering tertekan karena sudah dibatasi pada satu fungsi.Ada beberapa kebaikan dari organisasi yang berbentuk fungsional ini antara lain: 1) Adanya pembagian tugas antara kerja pikir (mental) dan fisik. 3) Koordinasi yang sifatnya menyeluruh sulit diadakan karena orang-orang yang bergerak dalam satu bidang mementingkan fungsinya saja. Komite dapat juga bersifat formal atau informal. komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal. 2) Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik. . wewenang dan tanggung jawab yang sama. Di sini ada unsur pimpinan dan ada unsur pelaksana yang disebut dengan ³task force´ atau ³satgas´. organisasi dalam bentuk panitia ini adalah organisasi di mana para pelaksana dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. bendahara. 2) Sulit mengadakan pertukaran tugas. Organisasi Komite (Panitia = Committee Organization) mengutamakan pimpinan. 4) Semua anggota pimpinan mempunyai hak.

Lebih lanjut Chester I Barnard mengemukakan bahwa organisasi informal adalah sejumlah hubungan yangbersifat pribadi. Misalnya: organisasi arisan karyawan. Berdasarkan Proses Pembentukannya Jika dilihat dari proses pembentukannya. organisasi formal sering terbentuk dari organisasi in¬formal. dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya. tujuannya juga tidak jelas. Organisasi Formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal.R. Kalau terjadi kemacetan kerja. b. Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas Ada beberapa keuntungan dari orgaai-sasi yang berbentuk panitia ini. karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas. organisasi olahraga . Sedangkan G. Organisasi Informal adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya. dan beberapa seksi. yaitu organisasi formal dan organisasi informal. a. organisasi terbagi kepada dua bentuk. Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan. b. Usaha kerjasama bawahan mudah digalang Adapun yang menjadi kelemahan dari organisasi dalam bentuk panitia ini adalah: a.5) Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas. c. karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja d. tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain. Terry berpendapat bahwa ³Organisasi Non-Formal´[15] yaitu organisasi yang terbentuk di dalam suatu organisasi formal yang anggota-anggotanya terdiri dari para karyawan perusahaan bersangkutan. Ikatan-ikatan yang terdapat dalam organisasi adalah berdasarkan ikatan-ikatan formal. c. 2. Dalam organisasi formal sering terdapat organisasi informal dari para karyawannya. Para pelaksana sering bingung. Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan. anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya tidak ada dan hubunganhubungan terjalin secara pribadi saja (personal/private relationship bukan formal relationship). Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota or¬ganisasi. Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat b. bendahara. sekretaris. antara lain: a. Kegiatan-kegiatan/hubungan-hubungan yang terjadi di dalamnya adalah kegiatan (hubungan) jabatan sebagaimana diatur dalam keten-tuan-ketentuan tertulis. Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua. koperasi karyawan.

Misalnya: Klub Bola Voli. jika bidang kegiatannya sama dengan organisasi formalnya. Kelompok belajar dan lain-lainnya. Organisasi nonformal ini akan membahayakan organisasi formal. yaitu: a. tetapi sebaliknya saling melengkapi. koperasi di dalam koperasi.tetapi organisasi ini merupakan unit-unit yang sifatnya swasta. Organisasi tidak resmi. Organisasi Kecil. maka organisasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk. organisasi kesenian karyawan dan lain-lainnya. setiap anggota dari kedua bentuk organisasi ini sejatinya melaksanakan aktivitasnya masing-masing tanpa harus mengganggu pihak lain. karena akan mempengaruhi pilihan manajemen yang akan diterapkan. Tujuannya adalah memberikan pelayanan dan bukan memperoleh laba (nonprofit motive). mungkin juga suatu organisasi yang dibentuk oleh pemerintah. 5. Group Kesenian. tanpa perhitungan rugi-laba. Organisasi resmi. b. Misalnya: Bank di dalam bank. lembaga-lembaga pemerintahan. Berdasarkan Kaitan Hubungannya dengan Pemerintah Dalam hubungannya dengan pemerintah. . Klub Sepak Bola. yaitu: a. organisasi dibagi kepada dua bentuk. Tetapi besar-kecilnya organisasi perlu diketahui. b. Public Organization (organisasi sosial). seperti organisasi-organisasi swasta. yaitu: a. adalah organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar padaLembaran Negara. Berdasarkan Tujuannya Berdasarkan tujuannya. Dengan demikian. yayasan-yayasan. karena ditentukan oleh banyak faktor.karyawan. Organisasi pendaki gunung. dan perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum. Berdasarkan Skala (Ukuran) Besar-Kecilnya Jika dilihat dari skala (ukuran) organisasi tersebut secara kuantitas. yayasan-yayasan sosial dan lain-lainnya. Misalnya: Pemerintah. Organisasi Besar. adalah organisasi yang dibentuk oleh (ada hubungannya) dengan pemerintah dan atau harus terdaftar pada Lembaran Negara. dan c. adalah organisasi yang (nonprofit) yang tujuan utamanya untuk melayani kepentingan umum. 4. Tolok ukur (skala) besar-kecilnya organisasi ini sifatnya relatif. organisasi dapat dilihat dari dua bentuk. Organisasi Sedang (Menengah). 3. Misalnya: Jawatan-jawatan.

Business Organization (organisasi perusahaan) adalah organisasi yang didirikan untuk tujuan komersial (mendapatkan laba) dan semua tindakannya selalu bermotifkan laba (profit motive). Koperasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 7) Berapa tingkat (golongan) organisasi mudah diketahui. organisasi dapat dibedakan perusahaan perseorangan (single proprietorship). Kelemahannya: 1) Pimpinan kolektif (presidium) tidak dapat digambarkan. Berbentuk segitiga vertikal (Arrangement Chart). Namun jika dilihat dari sudut hukum. 3) Rentang kendali setiap bagian jelas dan mudah diketahui. Dilihat dari bidang usaha organisasi perusahaan ini dikenal perusahaanperusahaan produksi. Jika organisasi perusahaan tidak memberikan laba/keuntungan lagi.´ 6. maka tidak rasional untuk melanjutkannya lagi. 2) Garis perintah dan tanggung jawab jelas dan mudah kelihatan. b. CV. perdagangan dan pemberi jasa. 2) Top Manager kelihatan hanya mempunyai authority ke dalam organisasi saja. dan perusahaan milik bersama (part¬nership). yaitu: a. PT. Berbentuk Lingkaran Keterangan: . Puncak segitiga (A) merupakan kedudukan Top Manager Kebaikannya: 1) Tingkatan manajer dan kedudukan setiap karyawan jelas dan mudah diketahui. maka organisasi dapat dikelompokkan menjadi lima bentuk. 3) Bentuk struktur organisasi segitiga ini paling banyak dipergunakan oleh organisasi/perusahaan. 6) Pimpinan organisasi (Top Manager). 5) Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat jelas dan mudah diketahui. 4) Posisi kedudukan setiap karyawan (manajerial/operasional) jelas dan mudah diketahui. Misalnya: ³Firma.b. jelas kelihatan. Berdasarkan Organization Chart/Bagan Organisasinya Apabila dilihat dari bentuk bagan organisasi yang digunakan.

bisa lebih dekat pada A. Keterangan: 1) A. Struktur organisasi yang berbentuk setengah lingkaran ini. mempunyai posisi yang sama. pada prinsipnya samadenganyangberbentuk lingkaran. seperti untuk menggambar posisi staf sulit. Kelemahan bentuk struktur ini pada dasarnya sama dengan bentuk struktur lingkaran. Bentuk ini kurang populer dan jarang digunakan orang. 2) Pendelegasian wewenang dan pertanggung jawab tidak jelas kelihatan. kelihatan sebagai sentral keputusan dan kebijaksanaan. Top Manager 1. Kebaikannya: 5) Top Manager kelihatan mempunyai wewenang ke setiap penjuru. 4) Top Manajer. Struktur organisasi yang berbentuk lingkaran ini jarang dipergunakan dan kurang populer. jadi seperti bawahannya B. sedangkan (C) Lower Manager. dan 5 Middle Manager (B). padahal B itu bawahan dari C. 6) Top Manager. maka semakin tinggi kedudukannya dan sebaliknya. sebab ia lebih dekat pada A. .3. 2) Kedudukan yang jaraknya sama dari (A). Berbentuk lingkaran dan atau setengah lingkaran.Perbedaannya hanya terletak.bahwa bawahan Middle Manager terletak di luar lingkaran pertama. 2) Kedudukan yang mempunyai jarak yang sama dari pusat lingkaran punya posisi (golongan) yang sama. c. 3) Semakin dekat kepada (A).2. 3) Semakin dekat kedudukan pada pusat lingkaran maka semakin tinggi kedudukannya dan sebaliknya. C = Middle Mana¬ger dan B = Lower Manager.1) Top Manager berada pada titik pusat lingkaran (A). 5) Kedudukan (posisi) staf sulit digambar dalam bentuk struktur ini. 3) Kedudukan seorang bawahan dapat kelihatan sebagai atasan (B) terhadap C. 4) Demikian juga misalnya bawahan B. Kelemahannya: 1) Untuk mengetahui kedudukan atasan dan bawahan agak sulit dan kurang jelas.4.

Hal ini mencerminkan bahwa setiap negara punya kedudukan (posisi) yang sama tinggi derajatnya. biasanya soal meja tempat berunding digunakan meja yang berbentuk oval. 3) Yang duduk pada lingkaran III. Semakin dekat tempat duduknya ke . Karena perusahaan Firma. Keterangan: 1) Yang duduk pada lingkaran I (A-B-C-D-E) punya posisi sama. Pada organisasi komite tujuannya pimpinan puncak kolektif untuk menghindari kepemimpinan ³otoriter´ atau diktator jika pimpinan puncaknya seorang. Perbedaannya terletak pada struktur yang berbentuk segitiga. jika Firma tersebut dilikuidasi. 2) Yang duduk pada lingkaran II punya posisi yang sama. Keterangan: 1) A dan B merupakan pimpinan puncak kolektif. diharuskan bahwa semua kekayaan pribadi anggota ikut dipertaruhkan untuk membayar utang-utang Firma. e. 2) Tingkatan-tingkatan lain dari departemen seorang/tunggal. kedudukan semakin tinggi dan sebaliknya. juga posisi yang sama. Struktur organisasi berbentuk ³OVAL atau BULAT TELUR´ ini sering dipergunakan dalam perundingan-perundingan politik. Pimpinan kolektif ini sering d ilakukan pada organisasi ³komi te atau perusahaan FIRMA´. lingkaran II. Sedang struktur organisasi yang berbentuk kerucut. 4) Jarak yang sama dari A dan B punya kedudukan (golongan) yang sama pula. menunjukkan bahwa ³pimpinan puncak (Top Manager)-nya tunggal atau seorang´. Hal inilah yang men-dorong anggota Firma menganut ³pimpinan kolektif´ pada ³puncak pimpinannya´ untuk menghindari tindakan-tindakan negatif jika Firma pimpinan puncaknya tunggal (seorang). lingkaran III dan seterusnya.d. menunjukkan bahwa ³pimpinan puncak (Top Manager)-nya kolektif (presidium = beberapa orang)´. Berbentuk kerucut vertikal/horizontal Struktur organisasi yang berbentuk ³kerucut vertikal ataupun hori¬zontal´ ini pada prinsipnya sama dengan struktur organisasi yang berbentuk ³segitiga vertikal atau horizontal´. Barisan depan (dekat) meja duduk wakil-wakil tertinggi dari negaranya (lingkaran I). Jadi setiap tempat duduk pada lingkaran yang sama punya peranan yang sama pula dalam perundingan bersangkutan. Berbentuk bulat telor (Oval). 3) Posisi yang semakin dekat ke A-B. Dalam perundingan politik antara negara yang berselisih.

baik tertulis atau tidak. Sedangkan Depdiknas atas pelaksanaahnya. idiologi-idiologi dan sebagainya. semakin besar peranannya (posisi)-nya dalam perundingan tersebut. bentuk-bentuk di atas menjadi pertimbangan dalam merumuskan jenis organisasi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan Islam dalam suatu lembaga organisasi. nonformal. yaitu pendidikan agama Islam pada satuan pendidikan. pada tingkat satuan pendidikan. dan pendidikan keagamaan Islam.meja perundingan. pendidikan umum berciri Islam. sedangkan non-fisik disebut pranata. suatu konsepsi yang terdiri dari kode-kode. dalam bahasa Inggris disebut institute (berbentuk fisik). yaitu formal. lembaga pendidikan Islam dalam bentuk institute biasanya dikelola oleh lembaga Departemen Agama dimana di dalamnya terdapat lembaga pendidikan formal dan nonformal. Berbicara tentang lembaga pendidikan Islam. Madrasah Ibtidaiyah (Ml) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada pendidikan dasar. baik dalam satu bentuk saja atau mengkombinasikan antara beberapa bentuk lalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. untuk menerapkan pendidikan Islam perlu suatu lembaga dan lembaga tersebut harus terorganisir sedemikian rupa sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dicapai secara efektif dan efisien. pada jalur formal diselenggarakan oleh satuan pendidikan Raudhatul/Busthanul Athfal (RA/BA) pada anak usia dini. Organisasi Lembaga Pendidikan Islam Lembaga pendidikan. yaitu sarana atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. 1. lembaga pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung[16] adalah sustu sistem peraturan yang bersifat mujarrad. normanorma. Dengan demikian. sekolah kuttab dan sebagainya. termasuk perlengkapan material dan organisasi simbolik: kelompok manusia yang terdiri dari individu-individu yang dibentuk dengan sengaja atau tidak. Akan tetapi. Ditjen Pendidikan Islam bertanggung-jawab atas pengembangan kurikulum dan pembinaan guru. Tegasnya. . dapat dilihat dari segi proses pembentukannya. Pendidikan Islam pada satuan pendidikan dilakukan melalui koordinasi antara Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). dan informal. Lembaga Pendidikan Islam di Lingkungan Departemen Agama Pendidikan Islam dipetakan ke dalam tiga jenis pendidikan. Struktur organisasi bentuk ini kurang populer dan jarang dipakai dalam perusahaan. dan Perguruan Tinggi Islam (PTI) pada jenjang pendidikan tinggi. Bentuk-bentuk organisasi di atas dapat diterapkan dalam organisasi pendidikan Islam. Jelasnya. F. Madrasah Aliyah (MA) dan MA Kejuruan pada pendidikan menengah. dan lembaga dalam pengertian non-fisik atau abstrak disebut institution yaitu suatu sistem norma untuk memenuhi kebutuhan. Lembaga dalam bentuk fisik disebut juga bangunan. Pendidikan umum berciri Islam. Secara terminologi. untuk mencapai tujuan tertentu dan tempat-tempat kelompok itu melaksanakan peraturan-peraturan tersebut adalah: masjid. diperlukan organisasi lembaga pendidikan yang profesional.

Maka dari itu dalam struktur organisasi lembaga ini pun kepala sekolah biasanya selalui ditempatkan yang paling atas. DT Aly untuk jenjang pendidikan tinggi. pada dasarnya dikelola oleh Departemen Agama. Madrasah Tsanawiyah (MTs). baik formal maupun non-formal seperti pesantren. pendidikan diniyah mencakup Pendidikan Diniyah Dasar (PDD) dan Pendidikan Diniyah Menengah Pertama PDMP pada jenjang pendidikan dasar. Dengan demikian. seperti Sekolah Dasar Islam (SDI). guru-guru. Pendidikan Diniyah Menengah Atas (PDMA) pada jenjang pendidikan menengah. Sementara lembaga pendidikan umum. namun tetap berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. diselenggarakan melalui Program Paket A dan Program Paket B pada pendidikan dasar serta Program Paket C setara pendidikan menengah. jenjang dasar oleh lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan Diniyah Takmiliyah Wustha (DTW) dan jenjang pendidikan menengah oleh Diniyah Takmiliyah Ulya (DTU). Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI). dan Madrasah Aliyah (MA). Dengan demikian. Pada jalur non-formal. Faktor lain yang menyebabkan perlunya organisasi sekolah/madrasah yang baik ialah karena tugas guru-guru tidak hanya mengajar saja. Menurut sistem persekolah di negeri kita.Pada jalur non-formal. Pada jalur formal. Tsanawiyah. Sedangkan sekolah yang diidentikkan dengan lembaga pendidikan Islam adalah lembaga pendidikan yang biasanya dimiliki oleh organisasi Islam. dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pada jenjang pendidikan tinggi. pendidikan diniyah diselenggarakan secara berjenjang mulai dari pendidikan anak usia dini pada Taman Kanak-kanak al-Qur¶an (TKQ). pesantren ini berada di bawah departemen agama. Pendidikan keagamaan Islam diselenggarakan dalam bentuk pendidikan diniyah dan pendidikan pesantren yang melingkupi berbagai satuan pendidikan diniyah dan pondok pesantren pada berbagai jenjang dan jalur pendidikan. Di tingkat daerah. pada umumnya Kepala Sekolah/Madrasah merupakan jabatan yang tertinggi di sekolah itu sehingga dengan demikian kepala sekolah memegang peranan dan pimpinan segala sesuatunya yang berhubungan dengan tugas sekolah/medrasah ke dalam maupun ke luar. termasuk SD Islam Terpadu. dan Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) atau nama-nama lain yang sejenis dengannya. sebagai lembaga pendidikan formal yang di dalamnya terdapat kepala sekolah. Dalam struktur organisasi. SMP. Ketiga jenjang ini juga berada dalam departemen agama tepatnya di bagian Mapenda. serta nonjenjang pada lembaga pendidikan al-Qur¶an dan Majlis Taklim. dan SMA Swasta yang dimiliki oleh organisasi Islam juga dikategorikan sebagai lembaga pendidikan Islam. siswa. organisasi lembaga pendidikan Islam. tepatnya di bagian Pekapontren. Sekolah/Madrasah. juga pegawai-pegawai tata usaha. Madrasah juga meliputi jenjang madrasah ibtidaiyah (MI). pesuruh sekolah. dan Aliyah. agar tidak overlapping dalam . Pesantren sebagai lembaga pendidikan formal biasanya menerapkan kurikulum madrasah sehingga tingkatan dalam pesantren juga meliputi madrasah Ibtidaiyah. seperti SD. pegawai tata usaha. dan sebagainya memerlukan adanya organisasi yang baik agar tujuannya dapat dicapai. dan sebagainya semuanya harus bertanggung jawab dan diikutsertakan dalam menjalankan roda organisasi itu secara keseluruhan.

koordinator masingmasing mata pelajaran.567 . untuk menganggarkan dana pengelolaan sekolah umum yang berada di bawah lingkungan dinas pendidikan kota/kabupaten saja akan mengalami kesulitan mengingat jumlah sekolah umum yang lebih besar dari pada jumlah madrasah. Adapun sistem penanggung jawab lembaga tersebut awalnya bersifat sentralistik. ada juga pemerintah daerah yang menganggarkan biaya untuk madrasah tersebut. jumlah madrasah swasta jauh lebih banyak dari pada madrasah negeri. Sedangkan sekolah umum yang dimiliki oleh organisasi Islam cenderung lebih desentralisasi karena mereka berada di bawah departemen pendidikan nasional. seperti madrasah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum yang ada. Padahal madrasah juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat lokal di tingkat daerah tersebut. pembiayaan madrasah²khususnya yang berstatus negeri²yang dianggarkan dari DIPA Departemen Agama justru memperoleh anggaran yang lebih besar jika dibandingkan dengan sekolah di lingkungan dinas pendidikan.188 Persentase sebaran 36% Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1. Meskipun demikian. sekolah atau madrasah tersebut tentu memiliki visi dan misi tertentu dengan mengacu kepada nilai-nilai ajaran Islam. Para guru juga diorganisir sesuai dengan kebutuhan. diperlukan organisasi sekolah/madrasah yang baik dan teratur. meskipun belum sepenuhnya. dan wakil bidang kesiswaan. jangankan menganggarkan biaya yang cukup untuk madrasah yang masih bersifat sentralistik ke departemen Agama. seperti wali kelas.memegang/menjalankan tugasnya masing-masing. Akhirnya. khususnya di lingkungan Departemen Agama. seperti wakil bidang kurikulum. dan sebagainya. sesuai dengan kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Namun dewasa ini. Terutama di daerah yang memiliki APBD relatif kecil. sebab jumlah lembaga pendidikan Islam. wakil bidang sarana prasarana. Di sisi lain. sistem sentralistik secara berlahan mulai berubah ke arah desentralistik. Mengenai pengelolaan madrasah/pesantren di lingkungan Departemen Agama yang masih bersifat sentralistik memiliki kelebihan dan kekurangan. seiring dengan otonomi daerah. Kemudian di dalamnya terdapat struktur organisasi yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah/madrasah dan dibantu oleh beberapa orang wakil. madrasah swasta yang memperoleh ³penghidupan´ dari masyarakat setempat cenderung mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan yang berkualitas. Padahal. Kebijakan ini tentu terkait dengan besarnya APBD yang dimilikinya. yang menjadi persoalan berikutnya adalah madrasah yang memperoleh dana cukup dari departemen agama tersebut justru lebih terfokus kepada madrasah negeri. Lembaga pendidikan formal di bawah Departemen Agama seperti Madrasah cenderung hanya memperoleh anggaran biaya dari Departemen Agama pusat dan terkesan kurang perhatian dari pemerintah daerah. Sebagai organisasi. Namun. pembina OSIS. No 1 Jenis lembaga Negri (%) Swasta (%) Jumlah 19. sementara madrasah swasta kurang mendapat perhatian.621 21.

memang patut dihargai dan perlu terus dibantu pengembangannya. Dengan demikian.P.754 5.398 dari total MA yang ada.4 % 2 (9. 2007/2008.8%) 4 (11. sementara biaya pendidikan semakin mahal. sehingga tuntutan untuk terus-menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan madrasah terus-menerus ketinggalan dengan dunia pendidikan yang lain.624 58. sehingga jumlah madrasah negeri masih sangat kecil. Namun. Anggota masyarakat karena motivasi agama. di mana peran serta masyarakat dalam pengembangan madrasah dan pesantren sangat besar. proses penegerian madrasah di Departemen Agama berjalan sangat lambat.259 11.[18] sebagaimana yang terlihat dalam tabel berikut ini: No Jenis Lembaga Jumlah Lembaga Negeri (%) Swasta (%) . Pemerintah masih mengutamakan strategi pengembangannya pada sekolah-sekolah negeri.2%) Madrasah Aliyah (MA) (88.1%) 1. sehingga jumlah madrasah swasta demikian banyak seperti terlihat pada data di atas. masih sangat terbatas. Data ini diperoleh pada T. dan yang dapat dikumpulkan oleh masyarakat muslim dalam pengembangan pendidikan modern dewasa ini sangat terbatas.7. Akibatnya. banyak yang menyediakan tanah wakaf atau dana pembangunan madrasah dan pesantren. Padahal. persentase madrasah swasta jauh lebih besar jumlahnya dari pada madrasah negeri. Prakarsa dan peran serta masyarakat yang demikian besar dalam bidang pendidikan tersebut. khususnya madrasah dan pesantren.188 MI yang ada.8% dari 58.398 9% Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa MI yang negeri hanya 7. berbeda dengan Diknas. Di sisi lain. karena kemampuan dalam penyelenggaraan pendidikan masih terbatas.4 % dari 21. MTs berstatus negeri sebanyak 9.6% Madrasah Tsanawiyah (MTs) (90.9%) 92. Kelambatan itu disebabkan karena Departemen Agama dianggap bukan sebagai unit yang memeriukan perhatian dan prioritas untuk memperoleh dukungan dana dan dukungan kelembagaan seperti Diknas. biaya untuk menunjang kegiatan proses belajar-mengajar kurikulum yang tinggi tingkat relevansinya dengan jenis-jenis pekerjaan yang berkembang di dunia bisnis dan di masyarakat dewasa ini yang mengarah ke masyarakat industri.[17] Besarnya jumlah madrasah swasta ini memang berkaitan dengan sejarah pendidikan di Indonesia. khususnya dalam penyediaan tenaga guru dan pembagian alokasi dana pembiayaan pendidikan lainnya. Pada umumnya.288 22% 644 4.288 dan MA berstatus negeri hanya 11.9% dari 5. madrasah swasta berada dalam keadaan serba kekurangan karena menampung siswasiswa dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah. Lebih besarnya perhatian pemerintah terhadap madrasah negeri dari pada swasta juga dapat dilihat dari persentase madrasah penerima bantuan dari Program Bantuan Direktorat Pendidikan pada Madrasah tahun 2007. khususnya pendidikan Islam. Masalah kecilnya jumlah madrasah-madrasah negeri tersebut menjadi salah satu kendala dalam menyusun langkahlangkah pembinaan madrasah.

5 %) Jika diperhatikan pada tabel di atas. akan tetapi pemerintah daerah perlu menganalisis perbandingan antara anggaran yang diperoleh madrasah dengan anggaran yang diperoleh sekolah umum.754 (15.8 % Jumlah 21. Menyikapi persoalan di atas. masih banyak madrasah negeri yang tidak memperoleh bantuan. akan tetapi jauh lebih banyak madrasah swasta yang tidak memperoleh bantuan tersebut. termasuk dengan pemerintah daerah. dan 28. seperti madrasah dan pesantren.9%) merupakan madrasah diniyah yang berada di dalam Pondok Pesantren.102. madrasah dan pesantren juga berperan besar dalam mencerdaskan masyarakat di tingkat daerah tersebut.6 %) (7.5 %) (10.5 %) (4. Jika dilihat dari lokasinya.624 (10.521 100% Tabel: Jumlah Pondok Pesantren berdasarkan tipenya pada T.0 % 3 Kombinasi 9. Salafiyah 8. maka diharapkan pemerintah dapat memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun lembaga pendidikan di daerah tersebut.485 (22. Sebab. madrasah swasta sulit mengembangkannya sebagai lembaga pendidikan yang bermutu dengan sistem pengelolaan seperti ini. juga semakin berkembang dan butuh perhatian dari pemerintah dan masyarakat sendiri.259 11. Oleh karena itu. Berdasarkan tipe pondok pesantren.2 % 2 Ashriyah 3. Dengan begitu diharapkan pengelolaan organisasi lembaga pendidikan Islam dilakukan secara profesional sehingga bermutu dan mampu bersaing di tingkat global.3 %) 3 Madrasah Aliyah (MA) 644 4. jumlah madrasah negeri memang lebih besar dari pada madrasah negeri. Namun.639 44. dibutuhkan koordinasi yang baik lagi harmonis antara departemen agama dengan dinas pendidikan dari pusat hingga di tingkat daerah kota/kabupaten.001 37. terdapat 8.1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1. maka madrasah swasta jauh lebih kecil dari pada yang negeri. baik umum maupun lembaga pendidikan Islam.P. apalagi jika kurang mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat.621 (11. dapat disimpulkan bahwa secara kuantitas. jika dilihat dari persentase jumlah madrasah secara keseluruhan. seharusnya pemerintah daerah mengambil kebijakan yang proporsional (adil) terhadap pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam. 2007/2008 Sementara jumlah madrasah diniyah pada tahun pelajaran 2007/2008 terdapat sebanyak 37. Jika APBD di tingkat daerah memang relatif kecil. . Demikian pula dengan lembaga pendidikan pesantren dan diniyah yang nota benenya tumbuh dari masyarakat.3 %) 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1.881 18.1%) merupakan madrasah diniyah yang berada di luar Pondok Pesantren. Meskipun madrasah dikelola secara sentralistik.567 19. Itu artinya.617 (77. Oleh karena itu. dapat dilihat dalam tabel berikut ini: No Tipe Pondok Pesantren Jumlah Persentase 1.

lembaga-lembaga tersebut juga memerlukan pengelolaan yang profesional dalam suatu organisasi dengan manajemen yang baik. termasuk adanya ancaman. Taman Pendidikan Seni Al-Qur¶an. surau. c. pembinaan rohani. dan agama. Surau atau Rangkang. keempat. Ali Imran/3: 104). atau pemutusan hubungan kemasyarakatan sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi. kebudayaan. jika ada orang yang berbuat jahat. Taman Pendidikan al-Qur¶an. tetapi tidak mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat. maka masyarakat akan menyelanggarakan kegiatan pendidikan yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikan nonformal. wirid remaja. dan kekerasan lain dengan cara yang terdidik. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terikat oleh kesatuan bangsa. masyarakat pun dapat melakukan pembinaan melalui pengisolasian. Islam tidak membebaskan manusia dari tanggungjawabnya sebagai anggota masyarakat.2. dan kelima. Kursus-kursus Keislaman. menyadari bahwa Allah menjadikan masyarakat sebagai penyuruh kebaikan dan pelarang kemungkaran (Qs. Berpijak dari tanggung jawab masyarakat di atas. Mushalla. Lembaga Pendidikan Masyarakat (Nonformal) Selain dari bentuk lembaga pendidikan di atas. pendidikan kemasyarakatan dapat dilakukan melalui kerja sama yang utuh karena masyarakat muslim adalah masyarakat yang padu. negara. Begitu juga dengan tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan. . ketiga. seperti masjid. Meskipun demikian. maka lahirlah berbagai bentuk pendidikan kemasyarakatan. pemboikoitan. Berpijak dari tanggung jawab tersebut. dalam masyarakat Islam seluruh anak-anak dianggap anak sendiri atau anak saudaranya sehingga di antara saling perhatian dalam mendidik anak-anak yang ada di lingkungan mereka sebagaimana mereka mendidik anak sendiri. maka masyarakat turut menghadapinya dengan menegakkan hukum yang berlaku. Setiap masyarakat. TPA. dia merupakan bagian yang integral sehingga harus tunduk pada norma-norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Madrasah Diniyah yang tidak mengikuti ketetapan resmi. Menurut An-Nahlawi. dan sebagainya. Wirid Remaja/Dewasa. kursus-kursus keislaman. tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan tersebut hendaknya melakukan beberapa hal. kedua. lahirlah lembaga pendidikan Islam yang dapat dikelompokkan dalam jenis ini adalah: a. masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. d. Sebagai lembaga pendidikan non formal. Majlis Ta¶lim. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memberikan kontribusi dalam pendidikan yang ada di sekitarnya. hukuman.[19] yaitu: pertama. Adanya tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan. masyarakat juga melahirkan beberapa lembaga pendidikan nonformal sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan Islam. b. Masjid. memiliki cita-cita yang diwujudkan melalui peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Langgar.

dan akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. (Qs. Rasulullah SAW menegaskan: . keluarga dikenal dengan istilah usrah dan nasb. sebagai organisasi. keluarga memiliki tujuan tertentu. Dalam konteks suami istri. Islam memberikan tuntunan kepada orang tua untuk membina keluarga dan mendidik anak-anaknya. dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Imam adalah pemimpin kelak dia akan diminta pertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya. mawaddah wa rahmah. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. f. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Kemudian. sejak kanak-kanak hingga dewasa. . . Oleh karena itu. Pentingnya keluarga sebagai lembaga pendidikan Islam diisyaratkan dalam al-Qur¶an: Hai orang-orang yang beriman. sebagaimana yang telah disinggung di atas. Kalian semua adalah pemimpin.e. lembaga pendidikan ini harus terorganisir dengan baik sehingga tujuan dari masing-masing lembaga tersebut dapat tercapai dengan baik pula. Secara umum tujuan tersebut adalah memelihara keluarganya dari api neraka dan mewujudkan keluarga sakinah. keluarga juga dipandang sebagai lembaga pendidikan dalam bentuk informal. Lembaga Pendidikan Keluarga (informal) Perlu pula dijelaskan bahwa dalam literatur pendidikan Islam. keluarga juga dapat diperoleh melalui persusuan dan pemerdekaan. 3. Oleh karena itu. keluarga juga mengorganisir anggota keluarganya untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dan mereka bertanggung jawab terhadap tugas tersebut. Badan-badan Konsultasi Keagamaan. Karenanya. tanpa ada program waktu dan evaluasi. Sebagaimana firman-Nya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Seorang lelaki pemimpin istrinya. (Qs. bahkan lansia. Dalam Islam. kegiatan pendidikan dalam lembaga ini tanpa ada suatu organisasi yang ketat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Namun. Seorang perempuan (istri) pemimpin dalam . kelak dia akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. ar-Rum/30: 21) Dengan demikian. keluarga juga merupakan organisasi yang dipimpin oleh seorang ayah untuk membina keluarga dan mendidik anakanaknya sehingga diridhai oleh Allah SWT dengan terlebih dahulu pasangan suami-istri berupaya mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. alTahrim/66: 6) Pada dasarnya. Lembaga-lembaga pendidikan yang lahir dari masyarakat ini sangat berperan dalam mendidik umat. dan lain-lain. Badan Pembinaan Rohani.

organisasi merupakan proses mewujudkan tujuan dengan adanya kerja sama. informal (keluarga). Organisasi dalam artian statis merupakan wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semua itu dapat digunakan berdasarkan kebutuhan organisasi tersebut. kelak dia akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya« (muttafaq µalaih). Sementara organisasi pendidikan Islam dapat dipahami sebagai wadah berkumpulnya beberapa orang yang saling bekerja sama dan beriteraksi dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan pendidikan Islam dengan tetap berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri. Semua bentuk lembaga ini merupakan suatu organisasi yang harus dijalankan dengan profesional sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dicapai secara efektif dan efisien. line and staf. Semua itu relevan dengan temuan-temuan pakar organisasi modern. lembaga pendidikan Islam itu bisa dikategorikan dalam bentuk lembaga pendidikan Islam di lingkungan Departemen Agama yang terdiri dari formal (seperti MI. Hanya saja secara teoritis. 4. . seperti tujuannya harus mencari dan menemukan keridhaan Allah. 2. mulai dari klasik. MTs. Prinsip-prinsip organisasi pendidikan Islam tersirat dalam al-Qur¶an. dapat ditarik beberapa kesimpulan. dan nonformal (masyarakat). ilmiah. dan pengambilan keputusan sebaiknya dilakukan dengan cara musyawarah dan tawakal. Penutup Dari beberapa penjelasan di atas. proses yang dilakukan dengan cara yang baik. Pada dasarnya organisasi merupakan sesuatu yang alamiah bagi manusia. 5. Lagilagi dalam hal ini diperlukan manajemen yang baik dari kedua orang tuanya dan keluarga sebagai organisasi atau wadah untuk melaksanakan tujuan tersebut. fungsional. Sedangkan secara dinamis. hingga kepada perkembangannya di masa modern. kerja sama dalam konteks kebaikan/ketakwaan bukan kemaksiatan. seperti tipe line. Sementara anak harus dididik sesuai dengan petunjuk Islam sehingga mereka potensi yang dimilikinya berkembang secara optimal dan mengantarkannya sebagai anak yang shaleh. Secara garis besar lembaga pendidikan Islam dapat dikelompokkan kepada tiga bagian. Bentuk-bentuk organisasi.rumah suaminya. dan MA) dan nonformal (seperti TQ. adanya tanggung jawab masing-masing anggota organisasi. dll). Paket C. G. organisasi lebih berkembang dan muncul sejak abad ke 19 hingga saat ini dengan berbagai teori yang muncul. 3. di antaranya sebagai berikut: 1. tugastugas tertentu yang jelas dengan tanggung jawab yang kuat untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. staf. pengajian Kitab. sebab ia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu sama lain. jika dilihat dari strukturnya ada beberapa bentuk. dan panitia (committee). Namun dari segi pengelolaannya. komunikasi dilakukan dengan cara yang baik/santun. yaitu formal (sekolah/madrasah/pesantren).

Jakarta: Rineka Cipta. 2007. edisi revisi [1] Muh. Penj. wa Hiya Muqaddimah al-Kit b alMusamma Kit b al-Ibar wa D w n al-Mubtada¶ wa al-Khabar f Ayy m al-Arb wa al-µAjam wa al-Barbar wa Man µ sharahum min Dzaw al-Sulth n al-Akbar. 8th Edition. 2007 Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan T. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah. dan Masyarakat. Smith D. Ray Gullet. ke-5 al-Hasyimi. com Terry. Kehampaan Spiritual Masyarakat Modern.J.. Dasar-dasar Ilmu Administrasi Umum. Jakarta: Kencana. ke-2.. cet. Ilmu Pendidikan Islam. 2001 Ramayulis. 2007. Budaya Organisasi.: Prentice Hall. Jakarta: Rajawali Press. Jakarta: Kalam Mulia. 2007. ke-8 Winardi. Jakarta:Bumi Aksara. Kartasapoetra. Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta: Rajawali Pers. dan G. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. dalam Nurcholish Madjid et. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. 2003 Schein.al. 2006 Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Mediacita. 1988 An-Nahlawi. 58 [2] Oxford English Dictionary [3] Robbins. M. organisasi. Husni. manajemen. Organization: Theory and Behavior.suryantara. Organizational Psychology. Amin. 2000 Atmosudirdjo. Jakarta: Bumi Aksara. cet. wordpress. 1982 Ditjen Pendidikan Islam Depag RI. Taliziduhu. 2006 Rivai. Herbert G. 2008 Hasibuan. Prajudi. Ngalim. J.. Jakarta: Gema Insani Press. Mukhtarul Ahadits an-Nabawiyah. 2006. Jakarta: Bumi Aksara..M. ³Potret Kepemimpinan dalam Masyarakat Madani´. 2007 cet. (Jakarta: Lantabora Press) hal. Booklet. Guide to Management. Jakarta: Dirtjen PI Depag RI. 2003 Poerwanto. Sekolah. J. Englewood Cliffs.P. Muqaddimah Ibn Khald n. 1995 Hick. 1980 Siagian..P. Malayu S. Pendidikan Islam di Rumah. Penj. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.DAFTAR PUSTAKA Asnawir. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. cet. NJ: Prentice Hall.F. Penj. Dinamika Pemikiran Pendidikan Islam. G. dan manfaat organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Ditjen PI Depag RI. Abdurrahman Ibn. Stephen dan Mary coulter. cet. www. 1993 Langgulung. George R. 1988 Rahim. ke-2 Khaldun. Penj. Edgar H. Jakarta: Galia Indonesia. Jakarta: Pustaka al-Husna. Sayid Ahmad. 2007/2008. Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21. . Administrasi Pendidikan. Teori Pengembangan Organisasi. 2006 Akkas. Veithzal. Jakarta: Pustaka Amani. 1995 Ndraha. Padang: IAIN IB Press. Thalhah hasan.. Sondang P. Organisasi dan Motivasi.. N. Manajemen Pendidikan. ke-5 Suyantoro. Hasan. Abdurrahman. Darwis. 1995. Mahmud Zaini. Shihabuddin. Management.

. hal. 1980 [10] Hasibuan.J. Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan T. 8th Edition. dan Masyarakat. ke-8. Penj. 1995 http://jorjoran. Smith D. [12] Ibid. Shihabuddin. Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah. wa Hiya Muqaddimah al-Kit b alMusamma Kit b al-Ibar wa D w n al-Mubtada¶ wa al-Khabar f Ayy m al-Arb wa al-µAjam wa al-Barbar wa Man µ sharahum min Dzaw al-Sulth n al-Akbar. Guide to Management. 2006. [16] Langgulung. Pendidikan Islam di Rumah. [11] Asnawir. Muqaddimah Ibn Khald n. Jakarta: Ditjen PI Depag RI.: Prentice Hall. [5] Griffin. Malayu S. NJ: Prentice Hall. George R.P. Sekolah. hal. Hal. Dasar Peningkatan Produktivitas.. Hal. cet. Manajemen Pendidikan. Englewood Cliffs. Abdurrahman. Jakarta: Galia Indonesia.F. Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21. Jakarta: Rajawali Press. Padang: IAIN IB Press.P. Organizational Psychology. 2008 [18] ibid [19] An-Nahlawi. Edgar H. 2006. 45 [17] Ditjen Pendidikan Islam Depag RI. [9] Schein. Abdurrahman Ibn. Hal. 2006. 1993 [15] Terry. Penj. Jakarta: Gema Insani Press. Organisasi dan Motivasi. 1982 [8] Asnawir. [7] Atmosudirdjo. 1988.com/2011/06/19/makalah-manajemen-lembaga-pendidikan-islam/ Manajemen Pendidikan Islam Posted by abifasya pada 30 Oktober 2009 .M. Jakarta: Pustaka al-Husna. [13] [14] Khaldun. Business. Padang: IAIN IB Press.. cet. R. J. ke-5. hal. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Hasan. [6] Winardi. J. ± Page 51.[4]Vocational Business: Training. Hal. Manajemen Pendidikan. Dasar-dasar Ilmu Administrasi Umum. Jakarta: Bumi Aksara. 2006.wordpress. 2007. 2006. N. Jakarta: Bumi Aksara... Developing and Motivating People by Richard Barrett ± Business & Economics ± 2003. 2007/2008. Prajudi.

Pada jalur pendidikan non formal seperti Kelompok Bermain. Pendidikan Agama Islam dengan berbagai jalur. Sekolah Tinggi. sebab jika tidak bukan hanya gambaran negatif tentang pendidikan Islam yang ada pada masyarakat akan tetap melekat dan sulit dihilangkan bahkan mungkin Pendidikan Islam yang hak itu akan hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapi yang berada di sekelilingnya. B. jenjang pendidikan menengah ada yang berbentuk Madrasah Alyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). sebagai pengantar diskusi pekuliahan Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldul Bogor. Pendahuluan Dalam pandangan ajaran Islam. dan teratur. . 2003:1). DAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Oleh : A. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asalasalan (Didin dan Hendri. Jalur Pendidikan Informal seperti pendidikan yang diselenggarakan di dalam kelurarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Institut. dan bentuk yang ada seperti pada jalur pendidikan formal ada jenjang pendidikan dasar yang berbentuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).23 Votes PENGERTIAN. Taman Penitipan Anak (TPA). dan Universitas. Majelis Ta¶lim. benar. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. tertib. jenjang. Makalah sederhana ini akan membahas tentang pengertian dan fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam. tepat dan terarah dalam bingkai sebuah manajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan bisa selesai secara efisien dan efektif. Mulai dari urusan terkecil seperti mengatur urusan Rumah Tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur urusan sebuah negara semua itu diperlukan pengaturan yang baik. sebagaimana dikemukakan Ali bin Abi Thalib :´kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang tersusun rapi´. Pesantren dan Madrasah Diniyah. Kesemuanya itu perlu pengelolaan atau manajemen yang sebaik-baiknya. Pengertian Manajemen Pendidikan Islam. Farhan Syaddad dan Agus Salim A. segala sesuatu harus dilakukan secara rapi. dan pada jenjang pendidikan tinggi terdapat begitu banyak Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dengan berbagai bentuknya ada yang berbentuk Akademi.

Sementara dalam kamus Inggris Indonesia karangan John M. karena manusia yang diciptakan Allah SWT telah dijadaikan sebagai khalifah di bumi. lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan Islam . Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al Qur¶an seperti firman Allah SWT : Artinya : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi. Ramayulis (2008:362) menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Keteraturan alam raya ini merupakan bukti kebesaran Allah swt dalam mengelola alam ini. efesien. dan memperlakukan. C. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan proses transinternalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Bila kita perhatikan dari kedua pengertian manajemen di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa manajemen merupkan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya.Dari segi bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahan langsung dari kata management yang berarti pengelolaan. dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif. Dari isi kandungan ayat di atas dapatlah diketahui bahwa Allah swt adalah pengatur alam (manager). atau tata pimpinan. agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif. melaksanakan. Dengan demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimana dinyatakan Ramayulis (2008:260) adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam. Namun. efisien. mengatur. Sedangkan Sondang P Siagian (1980 : 5) mengartikan manajemen sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatankegiatan orang lain. ketata laksanaan. 2007:8). dan produktip. kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05). Echols dan Hasan Shadily (1995 : 372) management berasal dari akar kata to manage yang berarti mengurus. mengelola. maka dia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya ini. Sementara manajemen menurut istilah adalah proses mengkordinasikan aktifitas-aktifitas kerja sehingga dapat selesai secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain (Robbin dan Coulter.

Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai target kebahagiaan dunia dan akhirat. 1.Berbicara tentang fungsi manajemen pendidikan Islam tidaklah bisa terlepas dari fungsi manajemen secara umum seperti yang dikemukakan Henry Fayol seorang industriyawan Prancis. tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas-batas target kehidupan duniawi. dan mengendalikan. pengorganisasian. mengorganisasi. sebagaimana Firman-Nya dalam Al Qur¶an Surat Al Hasyr : 18 yang berbunyi : Artinya : Hai orang-orang yang beriman. yaitu : . Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sebab perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Demikian pula halnya dalam pendidikan Islam perencanaan harus dijadikan langkah pertama yang benar-benar diperhatikan oleh para manajer dan para pengelola pendidikan Islam. dan mengendalikan. Sementara itu Robbin dan Coulter (2007:9) mengatakan bahwa fungsi dasar manajemen yang paling penting adalah merencanakan. Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanya untuk mencapai tujuan dunia semata. mengoordinasi. Senada dengan itu Mahdi bin Ibrahim (1997:61) menyatakan bahwa fungsi manajemen atau tugas kepemimpinan dalam pelaksanaannya meliputi berbagai hal. mengorganisasikan. Bahkan Allah memberikan arahan kepada setiap orang yang beriman untuk mendesain sebuah rencana apa yang akan dilakukan dikemudian hari. pengorganisasian. dia mengatakan bahwa fungsi-fungsi manajemn itu adalah merancang. dan pengawasan. memimpin. maka kami (kelompok 1) akan menguraikan fungsi manajemen pendidikan Islam sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Robbin dan Coulter yang pendapatnya senada dengan Mahdi bin Ibrahim yaitu : Perencanaan. pengarahan dan pengawasan. dan bertakwalah kepada Allah. memerintah. pengarahan/kepemimpinan. dan terus berlangsung hingga sekarang. Fungsi Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950. sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang. Mahdi bin Ibrahim (l997:63) mengemukakan bahwa ada lima perkara penting untuk diperhatikan demi keberhasilan sebuah perencanaan. yaitu : Perencanaan. kesalahan dalam menentukan perencanaan pendidikan Islam akan berakibat sangat patal bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Untuk mempermudah pembahasan mengenai fungsi manajemen pendidikan Islam.

Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat. maupun kelembagaan. Oleh karena itu buatlah perencanaan sematang mungkin agar menemui kesuksesan yang memuaskan. masyarakat dan bahkan murid. Sementara itu menurut Ramayulis (2008:271) mengatakan bahwa dalam Manajemen pendidikan Islam perencanaan itu meliputi : 1. baik yang bersifat individual. Fungsi Pengorganisasian (organizing) Ajaran Islam senantiasa mendorong para pemeluknya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisir dengan rapi. Keterkaitan antara fase-fase operasional rencana dengan penanggung jawab operasional. interkasi. Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah. dan jelas. Tanpa perencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkan mungkin akan gagal.1. mempertimbangkan perencanaa. Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif. melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Kemampuan organisatoris penanggung jaawab operasional. agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai 4. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan (Didin dan Hendri. Dalam lembaga pendidikan Isla. Organisasi lebih menekankan pada pengaturan mekanisme kerja. kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai. Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan. 2003:101) Sementara itu Ramayulis (2008:272) menyatakan bahwa pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur. Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Manajeman Pendidikan Islam perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. 5. tugas secara transparan. . 2. kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya. 2. Ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai 3. aktivitas. Menurut Terry (2003:73) pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia. 4. Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan 3. sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan. sebab bisa jadi suatu kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dengan mudah bisa diluluhlantakan oleh kebathilan yang tersusun rapi. dan kesiapan perencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan. Ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan 2. koordinasi. kelompok. desain struktur. wewenang.

maupun bimbingan hendaknya tidak memberatkan dan diluar kemampuan sipenerima arahan. yaitu pengarah. larangan. sebab jika hal itu terjadi maka jangan berharap isi pengarahan itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh sipenerima pengarahan. Pengarahan adalah proses memberikan bimbingan kepada rekan kerja sehingga mereka menjadi pegawai yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. yang diberi pengarahan. kelembutan. yaitu : Keteladanan. Fungsi Pengarahan (directing). Jika kesemua prinsip ini dapat diaplikasikan secara konsisten dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan islam akan sangat membantu bagi para manajer pendidikan Islam. Yang diberipengarahan adalah orang yang diinginkan dapat merealisasikan pengarahan. keterbukaan. dan metode pengarahan. Bahkan Didin dan Hendri (2003:156) menyatakan bahwa dalam pandangan Islam pengawasan . Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa fungsi pengarahan dalam manajemen pendidikan Islam adalah proses bimbingan yang didasari prinsip-prinsip religius kepada rekan kerja. larangan. agar isi pengarahan yang diberikan kepada orang yang diberi pengarahan dapat dilaksanakan dengan baik maka seorang pengarah setidaknya harus memperhatikan beberapa prinsip berikut. Isi pengarahan baik yang berupa perintah. Dari uraian di atas dapat difahami bahwa pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Isi pengarahan adalah sesuatu yang disampaikan pengarah baik berupa perintah. Pengarah adalah orang yang memberikan pengarahan berupa perintah. Dalam manajemen pendidikan Islam. Banyak pikiran. isi pengarahan. maupun bimbingan. 4. tetapi juga untuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadap keinginan keterampilan dan pengetahuan. Sedangkan metode pengarahan adalah sistem komunikasi antara pengarah dan yang diberi pengarahan. keadilan. 3. dan bimbingan. Fungsi Pengawasan (Controlling) Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. konsistensi. sehingga orang tersebut mau melaksanakan tugasnya dengan sungguh.sungguh dan bersemangat disertai keikhlasan yang sangat mendalam. larangan. dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus dikoordinasi bukan saja untuk diselesaikan tugas-tugas yang bersangkutan. Pengorganisasian terjadi karena pekerjaan yang perlu dilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja. dan musyawarah.Sebuah organisasi dalam manajemen pendidikan Islam akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan jika konsisten dengan prinsip-prinsip yang mendesain perjalanan organisasi yaitu Kebebasan. Di dalam fungsi pengarahan terdapat empat komponen. dan kebijakan. Dengan demikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yang efektif. tangan.

terhindar dari semua ungkupan sumir yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan Islam dikelola dengan manajemen yang asal-asalan tanpa tujuan yang tepat. pengorganisasian. dan tidak memiliki sisten kontrol yang sesuai. dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. monitoring bukan hanya manajer. tidak teroganisir dengan rapi. Tulisan sederhana yang telah kami (kelompoik1) persembahkan dihadapan anda sebagai bahan pengantar diskusi ini semoga bermanfaat adanya. http://farhansyaddad. Bila Para Manajer dalam pendidikan Islam telah bisa melaksanakan tugasnya dengan tepat seuai dengan fungsi manajemen di atas. Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahami bahwa pelaksana berbagai perencaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui. tetapi juga Allah Swt. Di sisi lain pengawasan dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi. menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia. pengarahan.wordpress. pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman. Banyak sekali para ulama di bidang manajemen yang menyebutkan tentang fungsi-fungsi manajemen diantaranya adalah Mahdi bin Ibrahim.com/2009/10/30/manajemen-pendidikan-islam/ . mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak. dia mengatakan bahwa fungsi manajemen itu di antaranya adalah Fungsi perencanaan. efisien. lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. 1. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif. Penutup Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pendidikan Islam adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam.dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus. Maka tidak akan ada lagi lembaga pendidikan Islam yang ketinggalan Zaman. Terimakasih Wallahu µalam. Menurut Ramayulis (2008:274) pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual. Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekwen baik yang bersifat materil maupun spirituil. dan pengawasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->