P. 1
PAKAN

PAKAN

|Views: 389|Likes:
Published by Rizky Aditya Putra

More info:

Published by: Rizky Aditya Putra on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

TINJAUAN PUSTAKA

Pakan Ayam Broiler Ayam broiler merupakan salah satu jenis ternak sumber pangan bagi manusia yang banyak mengandung gizi. Budidaya ayam broiler agar dapat berlangsung cepat dan aman untuk konsumsi manusia, maka diperlukan pakan yang bermutu dengan formulasi pakan pada komposisi zat makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi ternak. Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi, yang disusun secara khusus untuk dapat dipergunakan sebagai pakan sesuai dengan jenis ternaknya (Deptan 2007; Mulyantini 2010). Mutu pakan yang baik harus ada keseimbangan antara protein, energi, vitamin, mineral dan air. Kebutuhan pakan untuk ayam bergantung pada strain, umur, besar ayam, aktivitas, suhu lingkungan, kecepatan tumbuh, kesehatan dan imbangan zat pakan. Zat makanan untuk ternak umumnya terdiri dari 6 jenis, yaitu air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk mengetahui berapa jumlah zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh ternak serta bagaimana menyusun pakan, diperlukan pengetahuan mengenai mutu dan kuantitas zat-zat gizi. Untuk itu diperlukan pengujian terhadap kandungan air, mineral, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, asam amino, vitamin dan energi termetabolis (Amrullah 2004; Wahju 1997; Mulyantini 2010). Menurut Wahju (1997), faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan zatzat makanan dan yang sangat penting harus diperhatikan adalah hubungan-

hubungan antara : (1) makanan dan genetik; (2) makanan dan penyakit, cekamancekaman lainnya; dan (3) hubungan-hubungan yang menyangkut fungsi-fungsi khusus seperti mempertahankan mutu daging. Beberapa perusahaan menggolongkan pakan ayam broiler dalam 3 fase yaitu pakan fase starter untuk ayam dari umur 1-18 hari, pakan grower 19-30 hari dan pakan finisher 31-42 hari (Mulyantini 2010). Menurut BSN (2006), jenis pakan ayam broiler dibedakan menjadi dua jenis yaitu : 1. Pakan ayam broiler starter, biasa disebut BR1 merupakan pakan berbentuk tepung, pelet atau crumble yang diberikan kepada ayam broiler (ayam pedaging) mulai umur satu hari (DOC) sampai umur 21 hari.

6 2. 3.60 . Formula pakan ayam broiler umumnya terdiri dari bahan pakan : jagung 40-50%. yang hanya satu macam.40 Max 6 0. 5. Komposisi Nutrien Pakan Mutu pakan ayam broiler merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan di dalam industri pakan ternak. 1. Pakan ayam broiler finisher.90 . biasa disebut BR2 merupakan pakan berbentuk tepung. Persyaratan mutu pakan ayam broiler starter dan finisher No. 2. Tabel 1.20 Ayam broiler Finisher Max 14 Max 8 Min 18 Max 8 Max 6 0.1. Hal ini mengacu kepada tingkat imbangan energi metabolis dan protein yang berbeda untuk kedua masa atau umur ayam broiler. bungkil kedelai 25-30%. Disamping itu masih terdapat lagi 13-15 vitamin dan bermacam-macam zat makanan yang berupa karbohidrat dan bahanbahan aktif yang belum banyak digali kegunaannya. 4.5% (Amrullah 2004). mineral (limestone/dicalsiumphosphat)+vitamin 1-1. maka pertumbuhan atau produksi ternak akan tidak sesuai dengan yang diharapkan. dedak/pollar 3%.90 .1. 6. pelet atau crumble yang diberikan kepada ayam broiler (ayam pedaging) mulai umur 22 hari sampai panen. kini tidak kurang 15-21 macam mineral.1.1.20 0. minyak kelapa 3 %.00 7. tepung ikan/tepung daging dan tulang 5 %. Fosfor Total 0. Analisa pakan tersebut sangat . Kecuali air. Jenis pengujian Air Abu Protein Kasar Lemak kasar Serat Kasar Kalsium Kandungan nutrisi pakan (%) Ayam broiler Starter Max 14 Max 8 Min 19 Max 7.60 .00 Sumber : Badan Standardisasi Nasional (BSN) Tahun 2006 Perbedaan ayam broiler starter dengan finisher terdapat pada kandungan nutrisinya (Tabel 1). 8-11 asam amino dianggap esensial bagi hidup ternak. bungkil kelapa 10%. Bila suatu pakan tidak memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. 2 asam lemak.

Pengujian kimia yang umum dilakukan pada pakan ayam broiler adalah air. 1998. serat kasar. Jumlah abu dalam makanan hanya penting untuk menentukan perhitungan BETN. . begitu sebaliknya. protein kasar. Tillman dkk. Pengujian kimia masih menjadi metode uji yang akurat untuk memberikan hasil uji suatu produk. maka nilai mineral terutama kalsium juga tinggi. Amrullah 2004). Kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri dan jamur yang dapat menurunkan mutu pakan dan membahayakan ternak yang mengkonsumsinya. Tillman dkk. maka pabrik pakan akan mengalami kerugian akibat penyusutan. Oleh karena itu. Menurut BSN (2006). Pada bahan makanan yang berasal dari hewan. Menurut BSN (2006) kandungan abu pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah maksimal 8 %. Komponen unsur-unsur mineral dalam bahan makanan yang berasal dari tanaman sangat bervariasi sehingga nilai abu tidak dapat dipakai sebagai indeks untuk menentukan jumlah unsur mineral tertentu atau kombinasi unsur-unsur yang penting. kandungan air pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah maksimal 14 %. Kadar Air Kadar air dalam pakan berhubungan erat dengan stabilitas pada saat penyimpanan. Hal tersebut berakibat menurunkan reputasi pabrik pakan ternak yang memproduksinya. yaitu metode terdekat dalam menggambarkan komposisi zat makanan suatu bahan makanan (Amrullah 2004. Apabila kadar abu pakan ayam broiler tinggi.7 kompleks dan disederhanakan dengan mengelompokkan zat-zat makanan berdasarkan sifat fisik dan kimianya. Kadar Abu Kadar abu pada analisis proksimat tidak memberikan nilai nutrisi yang penting. lemak kasar. namun agar lebih pasti dilakukan pengujian terhadap mineral (Tillman dkk. 1998). kalsium dan fosfor. Jika pakan ayam broiler yang diproduksi pabrik pakan mengandung air yang tinggi. 1998). abu. kadar air dalam pakan perlu dikontrol (Bates 1993. Metode ini dikenal dengan Analisis Proksimat. kadar abu berguna sebagai indeks untuk menaksir kadar kalsium dan fosfor.

menaikkan penyerapan vitamin A dan karoten. Ikatan-ikatan peptida ini dengan berbagai jumlah asam amino menghasilkan formasi protein seperti pada Gambar 1 (Perry et al. 1998). mempertinggi palatabilitas.L. kandungan protein kasar pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah berturut-turut minimal 19 % dan 18 %. vitamin dan lain-lain. Protein mengandung karbon sebanyak 50–55 %. seperti kalsium. Protein-protein tersebut dibentuk oleh berbagai kombinasi asam amino yang terdiri dari 25 atau lebih asam amino yang berikatan dengan ikatan peptida. 19998). hidrogen 5-7 % dan oksigen 20-25 %. Struktur umum protein Kadar Lemak Kasar Lemak dalam pakan ayam broiler digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi pakan. . D. Keberadaan lemak juga dapat menyebabkan pakan menjadi cepat tengik. seperti vitamin A. E. sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi (Perlak I. mencegah pemisahan bahan baku pakan. COOH R C H NH O C NH2 H R Gambar 1. enzim. Tillman dkk. untuk itu perlu ditambahkan antioksidan ke dalam pakan ayam broiler (Tillman dkk. mengangkut zat nutrisi non lemak tertentu. 2009). produksi ternak dan perbaikan jaringan yang rusak (Wahju 1998). juga mengandung nitrogen rata-rata 16 %. dan K dan membantu penyerapan mineral-mineral tertentu. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan. 2003. hormone. Menurut BSN (2006).8 Kadar Protein Kasar Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat.

Pakan yang lebih tinggi kandungan serat kasarnya lebih amba dan umumnya lebih rendah nilai energinya. Serat kasar terdiri dari hemiselulosa. sehingga potensi terjadinya pengikatan oksigen menjadi besar. yaitu 7 macam mineral makro dan 9 macam mineral mikro. dan polisakaride terutama pati dan kesemuanya mudah larut dalam larutan asam dan basa mempunyai daya cerna yang tinggi. selulosa dan lignin. Pakan yang mengandung serat yang tinggi akan menurunkan mutu nutrisi dan palatabilitas ternak. Serat kasar diduga kaya akan lignin dan selulosa sehingga sulit dicerna oleh monogastrik. sebaliknya BETN yang berisi zat-zat mono. kandungan serat kasar pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah maksimal 6 %.4 % dan 8 %. Pembagian ini didasarkan kepada konsentrasi yang terdapat dalam tubuh ternak. Terdapat 16 mineral esensial yang dibagi menjadi dua golongan. tri. Hal ini disebabkan oleh rasio antara hidrogen dan oksigen pada lemak sangat besar. Ayam dapat menggunakan hemiselulosa sebagai sumber energi tapi dalam keadaan terbatas. Kalsium dan Fosfor Mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil. Serat kasar adalah karbohidrat yang tidak larut setelah dimasak oleh asam dan basa. 1998. 2003). Pengikatan oksigen di titik dimana adanya ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh menyebabkan terbentuknya aldehid dan keton. Menurut BSN (2006). Karbohidrat menjadi dua komponen yaitu serat kasar yang sukar dicerna dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) yang bersifat mudah dicerna. Menurut BSN (2006). (Tillman dkk. Amrullah 2004). kandungan lemak kasar pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah berturut-turut minimal 7. pertumbuhan dan produksi.9 Faktor kritis yang perlu diperhatikan mengenai lemak yang terkandung di dalam pakan adalah potensi terjadinya oksidasi selama penyimpanan. tetapi peranannya mencakup seluruh fungsi pengelolaan. Kadar Serat Kasar Karbohidrat bermacam-macam jenisnya dan berbeda-beda pula manfaatnya bagi tubuh. Aldehid dan keton ini menyebabkan bau tengik pada pakan (Perry et al. di. Umumnya mineral yang digunakan dalam pakan . karena ayam tidak mempunyai enzim selulose.

Level P dapat berpengaruh terhadap penyerapan Ca. Dengan demikian bila energi yang dipantulkan dapat diukur dan energi yang diteruskan diatur supaya mempunyai nilai nol maka energi yang diabsorbsi dapat dihitung (Williams & Norris 1990. . lunaknya tulang. Menurut BSN (2006).6-1 %. Menurut Mulyantini (2010). kontraksi otot dan saraf serta keseimbangan asam basa. lemahnya urat daging dan pertumbuhan terhambat (Tillman dkk. Hukum konservasi energi memungkinkan kejadian tersebut dapat diperhitungkan. dipertimbangkan perannya dalam pakan. Kalsium dan P merupakan mineral esensial yang saling berhubungan dalam proses biologis unggas. Osborne et al. Imbangan optimum Ca dan P tersedia dalam pakan unggas berkisar 1:1 sampai 2:1. Kelebihan kalsium akan mengganggu penggunaan magnesium. kebutuhan mineral. Vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium. enzim pendagradasi kompleks mioinositol. diteruskan dan dipantulkan. kandungan kalsium dan fosfor total pakan ayam broiler baik starter maupun finisher adalah berturut-turut 0. pembekuan darah. khususnya Ca dan P sangat mungkin akan banyak direvisi apabila fitase. mangan dan seng serta menyebabkan terbentuknya Ca3(PO4)2 tak larut. Near Infrared (NIR) untuk Analisa Pakan Ternak Metode NIR dapat diterapkan dalam pengujian. yang akan menyebabkan defisiensi fosfor. ia akan diabsorpsi. Total energi radiasi pada sampel sama dengan jumlah energi yang diabsorbsi. transpor energi. Prinsip kerja NIR adalah bila suatu radiasi berinteraksi dengan sampel. diteruskan atau dipantulkan.9-1.2 % dan 0. Untuk itu perlu dilakukan suatu pengkajian agar metode NIR ini valid dan dapat digunakan dalam pengawasan mutu pakan di daerah. Mineral ini berfungsi membantu pembentukan dan pemeliharaan struktur kerangka tubuh. Oleh karena itu imbangan kedua mineral tersebut sangat penting. 1998. sistem-sistem enzim. apabila telah dilakukan validasi metode yaitu membandingkannya dengan metode kimia.10 ayam broiler adalah kalsium dan fosfor total. 1993). Kekurangan Ca dan P akan mengalami gangguan pada tulang dan paruh. Amrullah 2004).

Farrel 1999. 2001. Basis near infrared spectroscopy adalah chemometric yang mengaplikasikan matematika ke analisis kimia. ikatan peptida pada panjang . tetapi bila proses kalibrasi telah selesai maka proses analisis untuk setiap sampel membutuhkan waktu beberapa menit saja sekitar 10 menit (Williams & Norris 1990. 1993). Di samping itu molekul juga mempunyai energi rotasi berdasarkan atas perputaran terhadap pusat gravitasinya. oksigen dan karbon. 2001. Pada umumnya pakan ternak tidak tembus cahaya. Besarnya perbedaan energi vibrasi dan rotasi pada molekul yang diradiasi akan mempengaruhi absorbsi near infrared (Adrizal 2007) Data absorbsi near infrared sangat potensial digunakan untuk analisis mutu pakan ternak. Osborne et al. Keuntungan penggunaan near infrared adalah cepat. Data reflektan dari penyinaran tersebut dikonversi menjadi nilai absorbsi. Fontaine et al. Model matematika dibangun atas dasar hubungan antara komposisi kimia dengan absorbansi radiasi sinar near infrared pada panjang gelombang antara 4000 – 10.11 Suatu molekul mempunyai energi dalam berbagai bentuk misalnya energi vibrasi yang disebabkan perubahan periodik pada atomnya dari posisi kesetimbangannya.000 cm-1 . Teknik ini merupakan integrasi spectroscopy. Prediksi dengan metode ini hanya membutuhkan beberapa gram sampel dalam bentuk tepung dengan ketebalan sampel pada cawan petri minimal 1 mm sampai dengan 7 mm. Analisis near infrared mengukur absorbs radiasi oleh komponen-komponen didalam sampel misalnya. Proses kalibrasi membutuhkan sampel yang banyak dan algoritma yang sesuai. tanpa menggunakan bahan kimia (Leeson & Summers 1997. kemudian disinari menggunakan near infrared. kemudian digunakan untuk memprediksi komposisi kandungan pakan. Cahaya yang dipantulkan oleh sampel digunakan secara tidak langsung untuk mengukur jumlah energi yang diabsorbsi oleh sampel. statistik dan ilmu komputer. persiapan sampel sederhana. Wrigley 1999). Kalibrasi hubungan antara data absorbsi near infrared dengan masing-masing kandungan gizi pakan adalah sangat penting. oleh sebab itu analisis near infrared cenderung menggunakan reflektan daripada transmitan. Pada spektrum tersebut kita mengukur terutama vibrasi hidrogen pada ikatan kimia dimana hidrogen terikat dengan atom lain seperti nitrogen. murah.

PCA terfokus pada keragaman di dalam prediktor. Untuk mengurangi efek tersebut dilakukan perlakuan matematik dan regresi linear atau prosedur statistik lainnya pada data tersebut (Williams & Norris 1990. sedangkan PLS fokus pada kovarians diantara respon dan . Komponen utama pertama menjelaskan variasi terbesar dari data diikuti dengan komponen utama kedua dan seterusnya. namun bersifat mengganggu. dimana sudah banyak yang tidak menggunakan lagi. Regresi PLS meningkatkan kemampuannya model dari PCA dengan menggunakan variabel respon secara aktif dalam dekomposisi bilinier prediktor. Osborne et al. metode kalibrasi yang banyak digunakan adalah Multiple Linear Regression (MLR). Akan tetapi. Principal Component Regression (PCR). Metode ini adalah kalibrasi multivariat. Komponen lain juga mengabsorbsi energi. dan Partial Least Squares Regression (PLS). MLR adalah metode penetapan kuantitatif yang klasik. dimana “the loading” dipilih untuk menjelaskan secara maksimal keragaman di dalam variabel.000 cm-1. Terdapat komponen utama yang jumlahnya sama dengan jumlah variabel yang ada. Tiap-tiap komponen utama merupakan kombinasi linier dari semua variabel.12 gelombang tertentu. kita akan mempertimbangkan disini sebagai alat statistik melalui penggunaan komponen-komponen yang diturunkan adalam sebuah model regresi untuk memprediksi variabel respon yang tidak teramati menggunakan komponen utama. sejenis dengan PCA. Principal components analysis (PCA) secara umum dikenal sebagai teknik interprestasi multivariat. dimana tujuannya adalah untuk memprediksi konsentrasi konstituen berdasarkan pada spektrumnya untuk mendapatkan persamaan regresi dari semua dimensi secara sederhana. 1993). Partial least squares (PLS) adalah sebuah metode reduksi dimensi data. Menurut Buchi (2006). Menurut Harjono (2008). untuk mencari faktor-faktor yang paling relevan dalam memprediksi dan menginterprestasi data. Panjang gelombang yang digunakan adalah 4000 – 10. Komponen utama bertujuan untuk menjelaskan sebanyak mungkin keragaman data dengan kombinasi linier yang ditemukan yang saling bebas satu sama lain dan didalam arah keragaman paling besar. tetapi biasanya hanya memilih sedikit komponen utama pertama untuk analisis regresi.

PLS mereduksi dampak dari banyaknya prediktor yang tidak relevan dengan keragaman data. . Spektrum secara khas terdiri dari nilai-nilai yang menjangkau panjang gelombang dengan kisaran yang luas. Dekomposisi dari matrik absorbansi menjadi matrik ortogonal yang lebih kecil memungkinkan terjadinya pengurangan permasalahan dimensional dalam kasus sistem yang dikondisikan buruk. dimana jumlah variabel bebas (prediktor) p adalah sangat banyak. Komponen tambahan yang tidak diketahui atau komponen background dapat secara otomatis dimodelkan sebagai komponen utama jika konsentrasi dari komponen tersebut bervariasi terhadap sampel kalibrasi yang berbeda. Principal Component Regression (PCR) merupakan teknik analisis multivariat yang dilakukan dengan terlebih dahulu mereduksi komponen dengan teknik Principal omponent Analysis (PCA) dilanjutkan dengan teknik analisis regresi antara komponen utama yang baru terhadap respon. kita akan selalu memperoleh solusi yang terbaik dalam hal matrik yang mendekati tunggal. Dengan jalan menyeimbangkan informasi antara prediktor dan respon. Estimasi kesalahan prediktor ditingkatkan dengan cara validasi silang.13 prediktor-prediktor. Kent. jika terdapat spektrum dengan korelasi yang tinggi. Morrison (1976). Jadi. PCA telah mulai dilakukan oleh Pearson (1901) dan kemudian dikembangkan oleh Hotelling (1933). PCA yang dilanjutkan dengan pemodelan regresi dan PLS-R dapat diterapkan untuk kalibrasi yang melibatkan dimensi prediktor relatif besar dengan respon yang relatif sedikit. Aplikasi dari PCA didiskusikan oleh Rao (1964). b. sedangkan faktor konsentrasi umumnya terbatas. dan Mardia. Keuntungan utama dari kalibrasi PCR adalah sebagai berikut: a. dimana tujuannya adalah untuk memprediksi konsentrasi konstituen berdasarkan pada spektrumnya. dan Bibby (1979). atau dimana antar prediktor berkorelasi tinggi (multikolinieritas). Salah satu aplikasi PCR yang cukup penting adalah kalibrasi multivariat. dan Gnanadesikan (1977). PCR secara khas digunakan untuk model-model regresi linier. Perlakuan statistik yang menakjubkan dengan PCA ditemukan oleh Kshirsagar (1972). sehingga terdiri dari ratusan komponen yang harus dianalisis. Cooley dan Lohnes (1971).

PLS dapat menangani multikolinieritas. bukan penjelasan. tepung daging dan tepung produk samping pemotongan ayam (poultry meal). telah menggunakan NIR untuk memprediksi kandungan asam amino esensial beberapa bahan pakan yaitu kedelai.545 % untuk koefisien korelasi. PLS-R adalah sama dengan PCR yang bertujuan untuk mengestimasi koefisien regresi dalam model regresi linier dimana terdapat jumlah variabel x dengan multikolinieritas yang tinggi. PLS-R pertama kali dipopulerkan oleh ahli kimia dan telah digunakan untuk mengatasi permasalahan kalibrasi dengan dimensi yang besar. sebagai contoh penggunaan jumlah pengukuran reflektan yang banyak untuk mengestimasi konsentrasi suatu larutan.034 % . skor diperoleh dengan mengekstraksi informasi yang ada didalam variabel x dengan menerapkan analisis komponen utama (PCA) tanpa menggunakan informasi apapun mengenai variabel y. Namun demikian. rapeseed meal.89 – 0. tepung biji bunga matahari. (2001). tidak adanya pemahaman yang baik mengenai hubungan respon terhadap prediktor tidak menjadi suatu masalah. Kalibrasi dilakukan dengan Modified Partial Least Squares Regression (MPLS). SEC berkisar 0.026 % . jumlah prediktor yang banyak. Hasil validasi menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.989 %. . skor dalam PLS-R dihitung dengan memaksimalkan kriteria kovarian antara variabel x dan y sehingga dalam teknik ini respon telah dilibatkan dalam analisis sejak awal.1. Hasil terbaik dari kalibrasi dan validasi untuk tepung ikan menunjukkan koefisien korelasi (r) berkisar antara 0. PLS juga telah digunakan oleh Davies dalam kalibrasi multivariat pada angka oktan menggunakan 226 panjang gelombang NIR.14 Partial Least-squared regression (PLS-R) pertama kali dikembangkan oleh Herman Wold.92 – 0. tepung ikan. Dalam tahap pertama PCR.93. kacang polong.1. dan akibat fokus prediksi. Fontaine et al. sedangkan SECV berkisar 0. Keunggulan utama dari metode PLS-R didasarkan pada proses dekomposisi matrik konsentrasi C dan matrik absorbansi A yang saling berhubungan.96. sehingga dengan algoritma ini dapat diperoleh model kalibrasi yang sempurna. Sebaliknya. yang tertarik pada aplikasi untuk ilmu sosial khususnya bidang ekonomi.

Prediksi komposisi nutrien pakan kelinci telah dilakukan oleh Xiccato et al. Hasil yang diperoleh adalah akurasi yang masih rendah dimana rasio SD/SEP berkisar antara 1. . telah menggunakan NIR dengan metode MPLS untuk memprediksi kandungan energi metabolis pada pakan unggas dan menunjukkan nilai SEP yaitu 58 kkal/kg pakan dari rata-rata 2996 kkal/kg dan standar deviasi (SD) sebesar 211 kkal/kg. Cozzolino dan Moron (2004). telah menggunakan NIR dengan metode MPLS untuk memprediksi kandungan trace mineral dari bahan pakan leguminosa di Uruguay.15 Valdes dan Leesons (1992).70.77 %. (1999) dengan mendapatkan nilai SEC dan SEP protein sebesar 0.61 sampai 3.75 % dan 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->