P. 1
FILSAFAT PENDIDIKAN

FILSAFAT PENDIDIKAN

|Views: 813|Likes:
Published by galangsinergi

More info:

Published by: galangsinergi on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Sections

  • I. HAKIKAT FILSAFAT
  • II. PENALARAN SEBAGAI DASAR PEMAHAMAN FILSAFAT
  • III. FILSAFAT DAN BERPIKIR
  • IV. PROBLEMA POKOK FILSAFAT PENDIDIKAN
  • V. MAZHAB-MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN

Saudara para mahasiswa. filsafat adalah induk ilmu pengetahuan. Pernyataan ini bukan hanya slogan semata.

Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji makna yang tersirat di balik pernyataan tersebut. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. Materi ini berisi uraian tentang hakikat filsafat serta beberapa batasan tentang filsafat pendidikan. Diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini, Saudara dapat memahami hal tersebut. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut, cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bahan ajar ini, mahasiswa diuharapkan dapat: 1. Menjelaskan hakikat filsafat pendidikan 2. Menguraikan eksistensi filsafat dalam kehidipan manusia? 3. Mengemukakan perbedaan antara pemikiran alamiah dengan pemikiran filosofos. 4. Memadukan pandangan para ahli tentang batasan filsafat pendidikan. .

I. HAKIKAT FILSAFAT A. Uraian Materi Pendidikan sangat erat hubungannya dengan filsafat. Di kalangan ahli pendidkian ada pemikiran tentang pendidikan yang bertitik bertolak dari filsafat. Akan tetapi menurut Pribadi (1995: 84), cara yang demikian itu tidak menghasilkan ilmu pendidikan sebagai teori yang otonom melainkam masih terikat dari semua induk ilmu pengetahuan, yaitu filsafat atau lebih tepatnya disebut sebagai filsafat pendidikan. Perlu diketahui bahwa berteori secara sistematis tentang pendidikan sering berttitik tolak dari filsafat., dan kebanyakan ahli pikir tentang ilmu pendidikan berbuat demikian. Masalah filsafat pendidakan tak dapat dipisahkan dari masalah pendidikan dan masalah filsafat. Filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat ke dalam pendidikan. Pendidikan sebagai bidang studi masih diajarkan di semua jurusan. Bagaiman halnya dengan filsafat sebagai landasan untuk belajar guna memahami filsafat pendidikan. Jika dikaji lebih mendalam filsafat dugunakan justru dalam hidup dan kehidupan, yang liputannya jauh lebih luas, sesuai dengan sifat filsafat sebagai sistem berpikir yang sedalam-dalamnya, dan seluas-luasnya secara sistematis. Oleh sebab itu, filsafat pada dasarnya dibutuhkan sebagai landasan dalam memikirkan, dalam memandang dan menilai, serta dalam bertindak ketika menghadapi sesuatu yang sifatnya tidak rutin.

Dewasa ini kita menghadapi gejala bahwa dalam pelaksanaan tugas di lapangan, jika ada suatu peraturan baru atau pembaharuan sesuatu, pimpinan pelaksana tugas di lapangan tidak dapat bertindak atau mengambil keputusan sebelum ada petunjuk pelaksanaan, karena memang tidak diberikan wewenang untuk itu. Hal ini dapat membawa dampak lumpuhnya inisiatif dan yang paling rawan ialah lumpuhnya daya pikir kreatif dan percaya diri di kalangan para pimpinan pelaksana tugas di lapangan. Dampak selanjutnya ialah malasnya orang berpikir, apalagi kalau begitu menyangkut hal yang abstrak, yang sifatnya metafisis, yang sulit dijabarkan secara konkret dalam bentuk faedah atau kegunaan. Menurut Kattsoff (1967: 45), sesungguhnya banyak pendidikan dewasa ini didasarkan atas suatu pandangan dunia yang mengatakan pencarian nafkah merupakan kebaikan tertinggi. Menghasilkan ahli yang cakap, sering menjadi tujuan pendidikan yang hendak kita capai. Kita mendidik para ahli di bidang kedokteran untuk menjadikan diri kita menjadi sehat, demikian pula di bidangbidang lainnya. Akan tetapi kita cenderung lalai mendidik ahli-ahli yang dapat menajadikan kita lebih bijaksana. Tujuan pendidikan yang demikian ini menyebabkan para ahli tersebut tidak dapat membuat kita menjadi lebih bijaksana. Mereka dapat mengajarkan kepada kita bagaiman cara berbuat (know how), tetapi bukannya mengapa berbuat (know why). Eksistensi filsafat sebagai ilmu termasuk di dalamnya filsafat agama, filsafat pendidikan, dan sebagainya sangatlah penting. Namun amatlah sukar untuk

memberikan definisi yang konkret apalagi abstrak. Kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh manusia dan bahkan dapat dikatakan bahwa tidak akan ada habisnya, karena mengandung dua kemungkinan yaitu proses berfikir dan hasil berfikir. Falsafah dalam bahasa Arab sebenarnya serapan dari bahasa Yunani, yang berasal dari kata Philosophia. Philo berarti cinta dan sophia berarti kebenaran atau hikmah. Dengan demikian, philosophia mengandung arti cinta kebenaran atau cinta akan hikmah. Filsafat dalam artian pertama adalah jalan yang ditempuh untuk memecahkan masalah, sedangkan pada pengertian yang kedua adalah

kesimpulan atau hasil yang diperoleh dari pemecahan atau pembahasan masalah. Manusia dalam hidup dan kehidupannya tidak pernah sepi dan terus ada melekat masalah, baik sebagai individu dalam keluarga, masyarakat, dan negara maupun dalam masalah ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan sebagainya. Kemudian sesuai dengan perkembangan akal pemikiran manusia yang senantiasa

mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan maka pengertian filsafat juga mengalami perkembangan dan perubahan konotasi agar dapat menguasai kehidupan umat manusia sehingga mempengaruhi falsafah hidup suatu bangsa menjadi norma agama. Hakikat filsafat adalah menggunakan ratio (berfikir), tetapi tidak semua proses berfikir dikatakan filsafat. Manusia yang berfikir dapat diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Jika mengacu kepada pemikiran manusia tadi maka ada 4 (empat) golongan pemikiran, yaitu :

1) Pemikiran pseudo ilmiah, yaitu bertumpu pada aspek kepercayaan dan kebudayaan mitos. 2) Pemikiran awam, adalah pemikiran orang-orang dewasa yang

menggunakan akal sehat, karena bagi orang awam untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya cukup menggunakan dengan akal sehat tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. 3) Pemikiran ilmiah, adalah menggunakan metode-metode, tata fikir dalam paradigma ilmu pengetahuan, dilengkapi dengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsep teori atau pemikiran dalam dunia empiris yang tak pernah selesai dalam proses keilmuan. 4) Pemikiran filosofis, adalah kegiatan berfikir reflektif yang meliputi kegiatan berpikir analisis, pemahaman, deskripsi, penilaian, penafsiran, dan

perekaan yang bertujuan untuk memperoleh kejelasan, kecerahan, keterangan dan pembenaran, pengertian dan penyatuan pada suatu objek. Aristoteles (884-322 sebelum masehi) berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. Senada dengan pendapat Al-Farabi (wafat 950 M), seorang filsuf muslim besar sebelum Ibnu Sina berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu tentang sesuatu yang maujud (mengada) sebagaimana ia secara hakiki sebagai wujud. Untuk memberikan gambaran tentang kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia maka terlebih dahulu diungkapkan kembali pengertian filsafat. Filsafat

S. afala ta`qilun (apakah kamu tidak berakal?).S. dalam arti mulai dari akarnya suatu gejala sampai mencapai kebenaran yang dilakukan dengan kesungguhan dan kejujuran melalui tahapan-tahapan pikiran. fandzur perhatikanlah) dan sebagainya.´(. Ayat 53 Surah Fushshilat di atas memberikan isyarat petunjuk tentang berfikir induktif.. atau memberi petunjuk tentang langkah yang harus ditempuh dalam berfikir. antara lain dengan kata-kata: ³Afala tatafakkarun (apakah kamu tidak (maka memikirkannya?). Demikian pula Al Qur`an banyak mengemukakan ayat yang merangsang agar manusia berfikir. Oleh karena itu seorang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir secara sadar dan bertanggung jawab terutama bagi dirinya sendiri.mengandung pengertian adalah suatu ikhtiar untuk berpikir secara radikal.. sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar . Kita lihat pengertian ayat berikut : Artinya: ³Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. . Yang keluar antara tulang sulbi laki-laki dan dada perempuan´ (Q. yaitu melakukan inferensi antara kenyataan faktual yang bersifat individual dan kebenaran yang bersifat umum dalam Al Qur`an. Representasi dari perintah berpikir banyak ditemukan dalam ayat Al Qur`an. Fushshilat: 53). At Thariq: 5-7).Q. Ayat lain yang pengertiannya menyatakan : Artinya : ³Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar.

misalnya dengan ayat Al Qur`an sebagaimana dicontohkan di atas. b. Berdasarkan atas dasar-dasar hasil kenyataan maka filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia. . Dengan akal.Dari ayat 5-7 Surah At Thariq memberi stimulus dan acuan pengetahuan tentang kejadian manusia untuk dipikirkan. Bahasa biasa sebetulnya merupakan bagian kegiatan manusia sehari-hari. Dengan bertitik tolak pada ajaran agama. juga kalu bentuk tata bahasa memberi kesan hanya melukiskan sesuatu atau memberikan keterangan yang tidak bersifat ilmiah. dapat ditunjukkan betapa kegiatan berfikir termasuk berfikir secara filsafat dapat dilakukan. filsafat memberikan pedoman hidup untuk berfikir guna memperoleh pengetahuan. Mengimbau. menganjurkan. penting perannya dalam bahasa pergaualan. Rasa dan kehendak maka filsafat memberikan pedoman tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia adalah : a. Memberikan pengertian dan kesadaran kepada manusia akan arti pengetahuan tentang kenyataan yang diberikan oleh filsafat. Perbedaan pertama terdapat pada sifat bahasa sehari-hari yang evaluatif. Bila ayah berkata ³Dompetku di sana´ maka ucapan tersebut tidak menyebutkan keadaan melainkan lebih bersifat undangan untuk mengambil uang. dan meyakinkan.

2. 3. menyelaraskan. Imam Bernadib mengartikan filsafat pendidikan dengan ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran pemecahan masalah pendidikan. Omar Muhammad Al-Toumy Al. Filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan tujuan yang diusahakan untuk mencapainya. yang dilakukan oleh para pendidik dan para filosof untuk menerangkan. Filsafat pendidikan menceminkan satu segi pelasanaan filsafat umum dan menitikberatkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar filsafat umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis. mengecam. menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Sadiq Salman mengemukakan bahwa filsafat pendidikan ialah pendidikan yang merupakan aktivitas. Labib Al-Najihi mengartikan filsafat pendidikan dengan aktifitas pikiran yang tertaur dan menjadikan filsaft itu sebagai jalan untuk mengatur.Syaibani mengartikan filsafat pendidikan dengan pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah-kaidah filsafat dalam bidang pendidikan. 4.Beberapa defini tentang filsafat pendidikan dikemukakan oleh beberapa pakar seperti pada uraian berikut ini: 1. Dengan pengertian ini. dan . Moh. Filasat pendidikan dan pengalaman kemanusiaan merupakan tiga unsur yang teratur.

Pendidikan bukan hanya berperan membantu manusia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan pada umumnya. Filsafat dan pendidkikan tidak bisa dipisahkan. Pada tahun berapakah abolisi di Amerika dihapuskan? Aborsi yaitu pengguguran janin dalam kandungan. selaras dengan masalah-masalah kebudayaan dan unsur-unsur yang bertentangan di dalamnya. Abrasi yaitu pengikisan pantai. B. keduanya saling bergantung. Karena seorang filosofis selalu berusaha menyebarluaskan paham dan prinsip-prinsip yang dianut. Bahaya abrasi mengancam warga yang berdomisili di sekitar pantai Losari. Rangkuman Filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat ke dalam pendidikan. Glosarium Abolisi artinya penghapusan perbudakan. C. melainkan juga untuk menjadi pemeran utama terjadinya perubahan prilaku. merumuskan sarana dan metode guna mencapai tujuan tersebut. Tindakan aborsi selain melanggar hukum negara juga melanggar hukum agama Islam. sedangkan filsafat berperan mengarahkan tujuan sistem pendidikan. dan untuk mencapai maksud itu ia harus menggunakan sarana pendidikan. Pendidikan merupakan kosekuensi logis dari filsafat. Pendidikan berperan menyerbarluaskan filsafat dan mengajarkan kepada orang lain.mengubah proses pendidikan. .

kasih sayang.Mengapa dikatakan bahwa filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan? . atau kecintaan Aspek afeksi perlu menjadi penekanan guru dalam memberikan penilaian akhir. Evaluasi 1. 5. 4.Pendidikan merupakan pemeran utama dalam perubahan tingkah laku.Jelaskan pengertian filsafat pendidikan spekulatif. perasaan. pembangunan yang semula direncanakan sepuluh tahu dapat menjadi delapan tahun Aktualisasi yaitu usaha untuk mewujudkan atau pengaktualan Aktualisasi semua aturan itu harus segera dilakukan Akulturasi yaitu pencampuran dua kebudayaan Tak lama setelah masuk maka terjadilah akulturasi antara kebudayaan asing itu dan kebudayaan pri bumi D. Bagaimanakah eksistensi filsafat dalam kehidipan manusia? 3. Semangat rakyat berkobar mendengarkan agitasi yang diberikan oleh pemimpinnya. Afeksi yaitu sikap. Mengapa masalah pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat? 2. Akselerasi yaitu percepatan Kalau diakselerasikan. Jelaskan perbedaan antara pemikiran alamiah dengan pemikiran filosofos.Adaptasi yaitu penyesuaian diri dengan keadaan. Agitasi yaitu pidato yang bertujuan mengobarkan semangat. 6. Jelaskan maksud pernyataan tersebut. Kita harus bisa beradaptasi dengan masyarakat di sekitar tempat tinggal kita¶ Adopsi yaitu pengambilan anak secara sah menurut hukum Karena sudah lama belum dikaruniai anak maka pasangan suami isteri itu mengadopsi anak.

perintah dan lainlain. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. Mengidentifikasi perbedaan antara penalaran induktif dengan penalaran deduktif. PENALARAN SEBAGAI DASAR PEMAHAMAN FILSAFAT A. Berbahasa berarti berkomunikasi. Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara kedua hal ini. mahasiswa diuharapkan dapat: 1. penolakan. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bahan ajar ini. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. 2. baik dalam bentuk permintaan. II. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Manusia adalah salah satu makhluk dapat mengalami keheranan.. Merekonstruksi sebuah konklusi dari dua premis yang berbeda 4. Siapa yang heran tentu ada yang . Uraian Materi Filsafat timbul karena adanya keheranan.Saudara para mahasiswa. Membedakan antara silogisme dengan entimen. Saudara dapat memahami hal tersebut. 3. atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Materi ini berisi uraian tentang relevansi filsafat dengan bahasa sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. Menjelaskan relevansi antaraa bahasa dan filsafat. Ternyata masih banyak mahasiswa yang belum menyadari bahwa bahasa dan filsafat memiliki kaitan yang sangat erat.

Keduanya saling berhadapan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Syarat utamanya ialah keinsyafan. atau pemikiran. bahkan dapat memasukkan dirinya sendiri ke dalam keheranan itu. kesadaran manusia bersifat bertanya yang sebenar-benarnya. Berfilsafat ialah berpikir dengan insyaf. Filsafat bertitik pangkal pada pertanyaan yang merupakan tali pengikat antara manusia dengan peristiwa. menjadikan dirinya sebagai objek keheranan. seorang filosof Belanda mengatakan manusia baru dikatakan manusia. Setiap jawaban selalu mengandung dan mengundang pertanyaan baru.diherankan. Hanya manusia yang telah tiba pada tingkat berpikir. Sementara itu R. seorang filosof alairan aliran eksistensialisme perancis mengatakan.F. Naumun tidak semua yang berpikir itu disebut sebagai berfilsafat. Ada subjek yang heran dan ada objek yang diherankan. kagum. Manusia mungkin heran tentang keadaan yang ada disekitarnya. yaitu berpikir dengan teliti. kalau ia bangun melihat sekelilingnya dan bertanya kepada dirinya sendiri. Beerling. yang berfilsafat. menurut suatu aturan yang tertentu. ³Apa gerangan yang terjadi?´. Jean Paul Sartre. Sutan Takdir Alisyahbana menyimpulkan bahwa pekerjaan berfilsafat itu adalah berpikir. Ia dapat meluaskan keherannnya meliputi semua kenyataan. Orang yang berfilsafat itu dengan teliti dan beraturan memikirkan segala ke dalam pikirannya . Manusia mahluk adalah penanya. Berfilsafat berarti bertanya disertai rasa heran. karena ada syaratnya. Karena takjub. Keheranan manusia itu dinyatakan dengan pertanyaan. Manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri. pertanyaan. bercampur heran manusia bertanya dan bertanya terus.

Banyak orang berpikir tetapi tidak berfilsafat. Pendapat yang agak senada dikemukakan oleh Suriasumantri (1993:42) yakni penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik suatu simpulan yang berupa pengetahuan. Dengan kata lain. Mulder. sekalipun berfilsafat itu adalah berpikir. penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan.C. yaitu berpikir secara ilmiah. Berkaitan dengan penalaran Moeliono (1989:124) memberikan batasan bahwa penalaran merupakan proses mengambil simpulan dari bahan bukti atau petunjuk ataupun yang dianggap bahan bukti atau petunjuk. tersusun dalam urutan yang saling berhubungan . namun tidak berarti bahwa berpikir sama dengan berfilsafat. Demikian pula halnya dengan pendapat Suhendar (1992:44) yang menyatakan bahwa penalaran adalah kegiatan berpikir yang lebih tinggi .dari seluruh alam. Keraf (1992:5) memandang penalaran sebagai salah satu proses berpikir yang mengikuti cara-cara atau langkah-langkah tertentu untuk mencapai suatu simpulan yang diandalkan. Menurut Imam Bernadib. yang dilakukan secara sadar. kalimat atau simpulan-simpulan individual menjadi simpulan umum. Berfilsafat adalah berpikir dengan cara tertentu. baik yang di luar maupun yang ada dalam dirinya. Selanjutnya D. Masalah penalaran adalah masalah bagaimana merumuskan pendapat yang benar sebagai hasil dari proses berpikir bagaimana menerangkan kata-kata. manusia mulai berfilsafat jika berpikir dengan teliti dan teratur memecahkan masalah-masalah dan memandang permasalahan itu dari sudut yang hakiki.

Poespoprojo (1985:8) menegaskan bahwa penalaran adalah suatu penjelasan yang menunjukkan kaitan antara dua hal atau lebih yang berdasarkan pada alasan-alasan atau langkah-langkah tertentu sehingga sampai pada suatu kesimpulan. analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. pernyataan atau kesimpulan terdahulu yang telah dianggap benar.serta bertujuan untuk memperoleh simpulan. Sifat analitik penalaran merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi atau berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Sejalan dengan pendapat tersebut. Tanpa adanya pola berpikir tersebut maka tidak akan ada kegiatan analisis. dapat dikatakan bahwa kegiatan berpikir bertolak pada suatu analisis dan kerangka pikir yang menggunakan logika penalaran. Bagi penganut teori korespondensi.Seperti telah dipaparkan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari proses penalaran merupakan pengetahuan yang benar. . Dengan demikian. Berdasarkan pandangan para pakar di atas. Kebenaran dimaksudkan sebagai suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan itu. teori korespondensi. dan teori kebenaran pragmatis. Sehubungan dengan masalah kebenaran ini. Menurut teori koherensi. Suriasumantri mengemukakan ada tiga kriteria kebenaran yang masing-masing berdasar pada teori koherensi.

tetapi banyak juga yang berdasarkan asumsi atau pengandaian. dan (c) hubungan kausal. Analog atau sering disebut analog induktif ialah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu dengan yang lain. Penalaran induktif termasuk di dalamnya adalah bentuk penalaran (a) generalisasi. Sejalan dengan pendapat tersebut. dan (2) penalaran deduktif. Sebaliknya. Pengandaian itu adalah fakta atau pernyataan yang dianggap benar walaupun belum atau tidak dapat dibuktikan. banyak perampatan induktif berdasarkan fakta. Berbagai jenis penalaran yang dikemukakan ini dijelaskan sebagai berikut : Generalisasi induktif ialah proses penalaran yang bertolak pada sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Menurut Moeliono. penalaran dibedakan dari (1) penalaran induktif. Barker (1989: 83) menjelaskan bahwa generalisasi induktif adalah penalaran induktif yang menyuguhkan sejumlah fakta yang diamati dari sekelompok anggota kelas untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan. deduksi adalah penalaran dari yang umum ke yang khusus untuk mencapai suatu kesimpulan. selanjutnya menarik kesimpulan bahwa yang berlaku untuk satu hal akan berlaku pula dengan hal yang lain. Induksi ditafsirkan sebagai penalaran yang bertolak pada yang khusus atau spesifik menuju pada kesimpulan yang umum. (b) analog.Sebagai suatu proses penarikan kesimpulan secara umum. Arifin dan Tasai (1988:25) menjelaskan bahwa analogi merupakan cara penarikan kesimpulan dengan membandingkan dua hal yang .

Dicontohkan. maka semua peristiwa mempunyai sebab yang dapat diketahui jika manusia berupaya menyelidikinya dan tentu bila manusia itu memiliki pengetahuan yang memadai untuk melakukan penyelidikan itu. maka faktor satu-satunya yang menyebabkan kedua peristiwa itu berbeda adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebab gejala tersebut. analogi induktif merupakan penalaran induktif yang menyajikan suatu kesimpulan mengenai kasus tunggal berdasarkan kemiripan antara kasus tersebut dengan kasus-kasus lain yang diamati sebelumnya. Penarikan kesimpulan yang menggunakan metode persamaan dan metode perbedaan secara bersama-sama dapat dikatakan menggunakan metode gabungan. Jenis hubungan kausal yang lain adalah proses penalaran yang bertolak dari suatu akibat yang lain. ketika tombol ditekan bel berbunyi. Orang yang terkena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. hujan turun dan jalan-jalan becek. Misalnya. tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu. Rumusan prinsip metode perbedaan adalah apabila sebuah peristiwa yang mengandung gejala yang diselidiki dan sebuah peristiwa lain yang tidak mengandungnya. semua faktornya sama kecuali satu. Dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Mengacu pada hubungan kausal ini. Penggunaan metode gabungan dipandang .mempunyai sifat yang sama. hubungan kausal ini sering dijumpai. Sementara itu.

Menurut pendapat Baum (1981: 104).dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih kuat sebab dengan menggunakan masing-masing metode secara terpisah pun sudah dapat ditarik suatu kesimpulan. silogisme kategorial (categorical syllogism) disusun secara tepat berdasrkan tiga pernyataan kategorial atau istilah yang berbeda. dua hal pokok sama. Premis pertama . dua hal adalah berbeda dengan jika yang satu sama dengan hal yang ketiga. juga diingkari pada tiap-tiap anggotanya. Silogisme terdiri atas tiga kalimat atau proposisi. Penalaran deduktif menggunakan peralatan silogisme. jika keduanya sama dengan hal ketiga. Menurut prinsip kedua. Kedua proposisi itu dalam silogisme sering disebut sebagai premis. Dua kalimat pertama disebut premis. yaitu premis mayor dan premis minor. apa yang diingkari tentang sesuatu kelas secara distributif. sedangkan premis minor adalah penyamaan suatu objek atau ide dengan unsur yang dicakup oleh premis mayor. menurut prinsip keempat. Menurut prinsip pertama. sedangkan yang lain tidak sama dengan hal ketiga tersebut. Premis mayor adalah perampatan yang meliputi semua kategori. sedangkan kalimat ketiga disebut kesimpulan. apa yang berlaku secara deskriptif untuk suatu kelas yaitu berlaku untuk semua dan masing-masing anggotanya. Akhirnya. Lebih lanjut dikemukakan bahwa bentuk baku silogisme tersebut terdiri atas dua bentuk premis dan satu bentuk kesimpulan. Berdasarkan prinsip ketiga. yaitu suatu bentuk penalaran formal dengan menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menarik kesimpulan.

Semua anggota dewan adalah manusia Jadi. entimen akan berarti jika proposisi yang tidak dinyatakan secara eksplisit tersebut sudah jelas. semua anggota dewan korupsi. semua pegawai di perusahaan ini adalah orang yang berpendidikan. Semua pegawai di perusahaan ini adalah lulusan perguruan tinggi. Kejelasan ini dapat terjadi karena memang sudah jelas dengan sendirinya atau karena merupakan pengetahuan umum atau karena terdapat dalam konteks komunikasi. Semua manusia korupsi. Jadi. B. Sebagai contoh. Selaras dengan pernyataan ini. Jadi. Silogisme ini bertolak dari satu pendirian bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Banyak penalaran yang tidak semua unsur proposisinya dinyatakan secara eksplisit atau salah satunya dihilangkan. Semua anggota dewan korupsi karena semua manusia korupsi. Rangkuman . Bentuk semacam itu disebut entimen. Dicontohkan sebagai Semua lulusan perguruan tinggi adalah orang yang berpendidikan.disebut premis major berikut: dan kedua disebut premis minor. Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian ialah semacam penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. Meskipun dihilangkan. Carney (1980: 8) berpendapat bahwa entimen adalah beberapa argumen yang tidak dinyatakan secara penuh. proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran dan dianggap diketahui pula oleh orang lain.

Keheranan manusia itu dinyatakan dengan pertanyaan. C. dan bertindak. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk berpikir. Silogisme terdiri atas tiga kalimat atau proposisi. yaitu suatu bentuk penalaran formal dengan menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menarik kesimpulan. pertanyaan. atau pemikiran. menjadikan dirinya sebagai objek keheranan. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu. Karena takjub. dan (2) bersifat analitik artinya sebagai kegiatan berpikir dengan alur tertentu yang merupakan konsekuensi dari adanya pola berpikir tersebut. yakni (1) bersifat logis. Dua kalimat pertama disebut premis. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir. sedangkan kalimat ketiga disebut simpulan. kagum. dan bukan dengan perasaan. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. merasa.GLOSARIUM . bersikap. Setiap jawaban selalu mengandung dan mengundang pertanyaan baru. Manusia adalah salah satu makhluk yang dapat mengalami keheranan. bercampur heran manusia bertanya dan bertanya terus. Sikap dan tindakannya itu bersumber dari pengetahuan yang diperolehnya melalui kegiatan berpikir dan merasa. artinya sebagai kegiatan berpikir yang menurut suatu pola tertentu atau sesuai dengan logika. Akan tetapi. Manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri.Filsafat timbul karena adanya keheranan. Penalaran deduktif menggunakan peralatan silogisme.

dan penalaran deduktif? 5. Buktikan maksud pernyataan tersebut melalui sebuah ilustrasi. 2. Kemukakan masing-masing 1 contoh bentuk penalaran induktif dan penalaan deduktif. Apakah yang dimaksud dengan analogi deklaratif. Saudara para mahasiswa. penalaran induktif.Jelaskan makna pernyataan yang menyatakan bahwa filsafat berupaya memanusiakan manusia. 4. Brilyan yaitu pandai sekali. Kemukakan perbedaan antara silogisme dan entimen. EVALUASI 1. cemerlang Sejak kecil Raja dikenal oleh guru-gurunya sebagai anak yang brilyan Buletin yaitu siaran kilat yang berisi informasi aktual Disampin majalah.Aliansi yaitu ikatan dua pihak atau lebih Beberapa negara mengadakan aliansi untuk memelihara keamanan dikawasan itu Ambiguitas yaitu sesuatu yang punya dua arti atau lebih Karya ilmiah tidak membenarkan penggunaan kalimat yang ambiguitas Animo yaitu hasrat untuk masuk atau memperoleh sesuatu Animo lulusan SLTA memasuki fakultas keguruan sangat tinggi Aparheitd yaitu pemisahan berdasarkan warna kulit Konon Afrika selatan akan segera menghapuskan pelitik aparheitd Apatis yaitu tak peduli Kita tidak boleh bersikap apatis terhadap bencana yang melanda saudara kita di Jepang Balistik yaitu ilmu tentang peluruh yang ditembakan Ahli balistik dapat menentukan dari mana arah peluru yang melukai mahasiswa itu. Tidak semua orang berpikir dapat dikatakan berfilsafat. sekolah juga menerbitkan buletin D. . 3.

cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Sebagai calon intelektual. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. 2. FILSAFAT DAN BERPIKIR A. Tujuan Instruksional. Memberikan contoh sebuah pernyataan ilmiah III. Uraian Materi . Setelah mempelajari materi ini. 3. Saudara dapat memahami hal tersebut. Mengemukakan perbedaan antara bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari sebagai media filsafat. Menguraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan. baik dalam bentuk silogisme maupun entimen Materi ini berisi uraian tentang penalaran deduktif dan induktif sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. Tuntutan tersebut cukup berlasan karena di tangan mahasiswalah terletak masa depan bangsa.Mahasiswa sebagai calon intelektual dituntut agar senantiasa berpikir dan bertindak secara ilmiah. 4. mahasiswa dituntut memiliki penalaran yang tepat.

asal atau pokok. atau bidang studi. Sebelum filosof menganalisis peristiwa secara filosofis. Walaupun teori dan filsafat itu adalah upaya intelektual. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong proses kehidupan umat manusia di bumi ini ratusan tahun lebih maju dari abad-abad sebelumnya. Plato menggambarkannya sebagai peningkatan dari bayangan gelap gua ke dunia cemerlang yang disinari matahari. karena filsafatlah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia di bidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau pengetahuan. Prinsip-prinsip itu bersifat umum. Aristoteles mengatakan bahwa semua benda yang kita saksikan dalam pengalaman hidup kita adalah benda yang sebenarnya dan nyata. Lambat laun sesuai dengan sifatnya. Filsosofis tertarik pada prinsip-prinsip umum dari setiap gejala. melainkan juga memperlihatkan hal-hal yang khusus. Akhirnya kemudian timbullah penyelidikan mengenai hal-hal yang khusus yang sebelumnya masuk lingkungan filsafat. proses. eksistensi filsafat mempunyai kedudukan sentral. bukan khayalan atau bayangan. Filsafat Aristoteles berpijak pada kenyataan yang berada di dunia nyata.Dalam ilmu pengetahuan. manusia tidak pernah merasa puas dengan meninjau suatu hal dari sudut yang umum. maka cabang penyelidikan itu melepaskan diri dari filsafat sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. objek. Jika penyelidikan ini telah mencapai tingkat yang tinggi. oleh sebab itu aliran filsafatnya disebut realisme. Untuk menghadapi . jika memahami sejumlah besar gejala. namun pada dasarnya lebih merupakan upaya yang mengandung perasaan dan imajinasi.

Kita tak dapat mengkritik adanya kebijakan pendidikan atau menyarankan suatu yang baru tanpa mempertimbangkan masalah-masalah filosofik. dan (2) . dan bertindak. dan (d) sifat realita yang utama. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. karena pendidikan adalah proses sosial. Filsafat pendidikan tergantung pada filsafat umum sejauh masalah-masalah pendidikan itu berkarakter filsafat umum. teori pendidikan. Sikap dan tindakannya itu bersumber dari pengetahuan yang diperolehnya melalui kegiatan berpikir dan merasa. dan bukan dengan perasaan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir.kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. (b) sifat manusia itu sendiri. yakni (1) bersifat logis. (c) sifat masyarakat. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. dan peralatan pendidikan tradisional tidak dapat menjawab tantangan zaman sekarang yang kita hadapi. sistem pendidikan. Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu. bersikap. merasa. Suriasumantri (1993:42) menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk berpikir. yang merupakan sasaran semua pengetahuan untuk ditembus. dan filsafat pendidikan. Akan tetapi. Berpikir sebagai manifestasi dari berfilsafat adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan manusia di dalam kehidupannya. artinya sebagai kegiatan berpikir yang menurut suatu pola tertentu atau sesuai dengan logika. seperti (a) sifat hidup yang baik.

Metode ilmiah selalu mengarahkan dan membatasi bahasa itu. Namun dalam hal semacam ini pun akan diusahakan agar masalah-masalah nilai yang akan muncul sedapat mungkin dikuasai oleh metode ilmiah untuk membatasinya.bersifat analitik artinya sebagai kegiatan berpikir dengan alur tertentu yang merupakan konsekuensi dari adanya pola berpikir tersebut. oleh karena itu lebih tepat dipakai oleh ilmu. Bahasa ilmiah tidak ditujukan kepada pribadi-pribadi yang bermakna. Bahasa ilmiah sedapat mungkin bebas nilai. Moeliono (1989: 124) menyatakan bahwa pada hakikatnya logika adalah pengetahuan tentang kaidah berpikir. Dapat . dan juga dipengaruhi olehnya. pemerian-pemerian semacam itu bersentuhan dengan bidang keputusan sahri-hari. sedangkan Poespoprojo (1985:5) menyatakan bahwa dalam logika dipelajari aturan atau patokan-patokan yang harus diperhatikan untuk dapat berpikir secara tepat.teliti. dan teratur agar mencapai kebenaran. Memang pada ilmu-ilmu terapan. Pemerian maupun keterangan mengenai keadaan nyata tidak tunduk kepada anjuran untuk berbuat sesuatu dalam keadaan tertentu. sebagai salah satu ciri kegiatan penalaran. Berkaitan dengan istilah logika. Apabila seorang ekonom atau ahli psikologi memakai istilah nilai maka artinya lebih khas dan lebih sempit dibandingkan dengan artinya dalam bahasa sehari-hari. Penilaian seakan-akan diterjemahkan ke dalam bahasa ilmiah yang diatur dengan lebih ketat. Pendapat lain dikemukakan oleh Suriasumantri yang menegaskan bahwa logika merupakan pengkajian untuk berpikir secara sahih.

seperti (a) sifat hidup yang baik. teori pendidikan. dan peralatan pendidikan tradisional tidak dapat menjawab tantangan zaman sekarang yang kita hadapi. dan filsafat pendidikan. sistem pendidikan.saja bahwa sains menelaah hubungan antara norma-norma tertentu dengan para warga salah satu bagian kebudayaan. sistem logis atau matematis. dan taat asas. Inilah tanda bahwa pertama. Rangkuman Untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. . Bahasa harian ini mempunyai kaidah-kaidah yang terpaut pada konteks. Dalam logika atau pada bagian-bagian matematika mungkin perlu dirancangkan suatu metabahasa yang misalnya bermaksud memperlihatkan bahwa objeknya adalah bahasa. Apabila mengajarkan suatu ilmu. B. Kedua tidak dapat dihindari sekurang-kurangnya tidak langsung bahwa suatu sistem bahasa akhirnya ditujukan pada dirinya sendiri. Filsafat pendidikan tergantung pada filsafat umum sejauh masalahmasalah pendidikan itu berkarakter filsafat umum. metode suatu ilmu kiranya tidak pernah dapat menghasilkan suatu sistem tertutup mutlak. seseorang menggunakan bahasa harian untuk membahas ilmu tertentu. Ketiga kiranya jelas bahwa bahasa ilmiah tidak dapat memencilkan diri ke dalam strukturnya lepas dari bahasa harian. Kita tak dapat mengkritik adanya kebijakan pendidikan atau menyarankan suatu yang baru tanpa mempertimbangkan masalah-masalah filosofik. namun dalam bahasa ilmu hal itu tidak mungkin..

yang merupakan sasaran semua pengetahuan untuk ditembus.(b) sifat manusia itu sendiri. Akan tetapi. Drainase yaitu pembuangan air Dengan sistem drainase yang baik kota itu tidak pernah kebanjiran Ekologi yaitu ilmu tentang lingkungan Ekologi perlu diajarkan di sekolah-sekolah agar anak-anak kelak dapat hidup serasi dengan lingkungannya Eksekusi yaitu pelaksanaan hukuman terhadap orang atau penyitaan bangunan/ lahan Rencana eksekusi terhadap bangunan tua itu menuai protes dari warga setempat. Eksistensi keberadaan atau kehadiran . karena pendidikan adalah proses sosial. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. (c) sifat masyarakat. dan bukan dengan perasaan. Berpikir sebagai manifestasi dari berfilsafat adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan manusia di dalam kehidupannya. Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu. yakni bersifat logis dan analitik. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. C. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir. GLOSARIUM Diskriminasi yaitu perbedaan perlakuan Tidak boleh ada diskriminasi antara suku dan bangsa Dispensasi yaitu pengecualian Pihak kampus memberikan dispensasi kepada pengurus UKM untuk menuntaskaan kuliahnya. dan (d) sifat realita yang utama.

D. . 2.Segala cara ditempuh olehnya untuk mempertahankan eksistensinya dalam organisasi itu Eksodus yaitu perbuatan beramai-ramai meninggalkan tempat asal Insiden di Maluku menyebabkan banyak warga suku Bugis yang melakukan eksodus. Evaluasi 1. 4. 5.Kemukakan perbedaan antara bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari sebagai media filsafat. Apakah pernyataan tersebut dapat diterma sebagai sebuah pernyataan ilmiah? Saudara para mahasiswa. maka ayam sama dengan kucing´. Jelaskan. 3. ³Jika ada kucing berekor ayam. Filsafat menempati posisi sentral dalam ilmu pengetahuan. Jelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Uraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan.

Saudara dapat memahami hal tersebut. Menguraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan. Materi ini berisi uraian tentang relevansi filsafat dengan pendidikan sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. 3. 4. Mengemukakan objek materi filsafat secara umum. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. Setelah mempelajari materi ini. Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara pendidikan dan kemajuan bangsa. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Menjelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Memberikan contoh sebuah pernyataan ilmiah . Dengan demikian serta tenaga kependidikan sangat menentukan demi kemajuan bangsa. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. Tujuan Instruksional.Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari majunya pendidikan di negara tersebut. mahasiswa diharapkan dapat: 1. 2.

Kimia mempunyai objek unsurunsur dan materi. Biologi mempunyai objek tumbuh-tumbuhan. . yang sama sekali di luar atau di atas jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Objek filsafat itu sebagai berikut : a. sampai kepada sebab-sebab dan mengapa yang terakhir tentang objek materi filsafat.IV. b. Objek materi filsafat terdiri dari 3 persoalan pokok : 1) Masalah Tuhan. PROBLEMA POKOK FILSAFAT PENDIDIKAN A. 2) Masalah alam yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa. namun daipada menimbulkan beberapa cabang ilmu yang berdiri sendiri. Ketika diamati semua cabang ilmu pengetahuan ternyata bahwa objeknya alam kodrat. sepanjang kemungkinan yang ada pada akal budi manusia. Objek formal filsafat mencari keterangan sedalam-dalamnya. Filsafat memang mempunyai hubungan dengan kehidupan manusia oleh karena itu dari kehidupanlah kita menggapai filsafat. manusia dan hewan. Jadi filsafat mempunyai dasar atau gejala-gejala dari persoalan. Uraian Materi Setiap pengetahuan mempunyai objek masing-masing. sampai ke akar persoalan. Pandangan kita terhadap filsafat adalah positif dan konstruktif. 3) Masalah manusia yang juga belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa.

baik hakikat tentang manusia.Selain objek yang telah disebutkan di atas sebenarnya masih ada lagi yang merupakan kesatuan dari kesemuanya itu yang berupa hakikat (esensi) daripada sesuatu yang ada. Logika menuntun pandangan lurus dalam praktek berpikirnya akal menuju kebenaran dan menghindari budi menempuh jalan yang salah berpikir. Di dalam ilmu pengetahuan kita biasa memakai hasil-hasil daripada logika formal dan materiil secara bersama-sama. . Objek materi filsafat pada garis besarnya dapat dibagi atas 3 persoalan pokok : 1. rasa. alam dan hakikat tentang Tuhan (istilah pengetahuan disebut Causa Prima). Jiwa manusia mempunyai alat berup akal. Manusia seperti yang kita lihat dai beberapa segi seperti jiwanya saja. Oleh karena itu ada juga filsafat yang memperhatikan hakikat. Akal manusia yang dipakai sehari-hari itu diselidiki pula oleh filsafat yang disebut logika. Hakikat alam 3. yang disebut psychology. Jika yang diselidiki cara bertindaknya akal tersebut logika formal. dan kehendak. Hakikat manusia Kemudian dari tiap-tiap 3 persoalan pokok yang besar itu juga masih diselidiki oleh filsafat misalnya kia mengambil manusi sebagai objek. Hakikat Tuhan 2. Dengan demikian tumbuhlah filsafat tentang jiwa manusia. sedang yang kalau diselidiki itu kontrol daripada inti (isinya) bertindaknya akal disebut materiil. Dengan logika materiil dapat dikontrol apakah hasil bertindaknya atau sudah cocok dengan kenyataan sebenarnya.

dan atau sikap orang-orang terhadap filsafat sesuai dengan macam-macam dan perbedaan pengertian mereka terhadap . sebab kebudayaan mengenai ketiga segi dari alat-alat kejiwaan manusia yang disebutkan. rasa dan kehendak dapat dijadikan satu yang disebut filsafat kebudayaan. maka timbullah filsafat yang namanya estetika. kondisi pengetahuan dan sebagainya. Tentang filsafat tentang hidup manusia. pendirian. Dengan filsafat ini lebih dapat menyadrkan tentang perbuatanperbuatan manusia mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ukuran kesusilaan. disebut filsafat antrofologi. Untuk memudahkan dalam peninjauan tentang filsafat pendidikan terlebih dahulu akan diketahui pandangan. Dengan menggunakan hasil dari estetika kita dapat menyadari tentang ssikap kita terhadap hal-hal yang dipandang ssebagai sesuatu yang indah atau estetis.Selanjutnya ilmu pengetahuan itu sendiri menjadi objek filsafat yakni filsafat ilmu pengetahuan. Di dalam sejarah pemikiran teori pengetahuan menjadi sistem filsafat yang membicarakan masalah-masalah tentang asal. timbullah filsafat tentang perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak yang merupakan tindakan-tindakan susila yang disebut etika. sifat. Mengenai kehendak (alat kejiwaan yang lain). yang menerangkan tentang apa sebenarnya manusia itu dan apa fungsi manusia di dunia ini dan seterusnya. Hasil usaha manusia menyangkut akal. Yang berhubungan dengan alat kejiwaan yang lain adalah rasa.

Mereka berpendapat aliran filsafat sesuatu alam abstrak yaitu alam yang dalam dan luas yang hanya dapat dipelajari soleh orang ±orang tertentu saja. Macam-macam dan perbedaan pandangan tersebut digolongkan kepada : a. b. karena mengartikan filsafat secara negatif. c. Pandangan yang bersifat skeptis yakni orang-orang yang berpendapat bahwa berfilsafat adalah suatu perbuatan yang tidak ada gunanya. karena berfilsafat dianggat tidak baik. hakikat dunia. akan membuang-buang waktu saja. Pendirian seperti tersebut di atas dikemukakan oleh beberapa orang yang beragam yang dapat dikelompokkan pada pandangan yang bersifat negatif . Pandangan yang berpendapat bahwa apabila mendengarkan skata filsafat maka terbayanglah di hadapan sesuatu yang ruwet dan sulit.arti kata filsafat. Untuk apa berfilsafat memutar otak tentang hakikat benda. seperti Aristoteles. Golongan ini memandang berfilsafat tidak ada gunanya. Al Ghozali.tidak boleh dan berdosa. dan sebagainya lebih bekerja untuk keperluan kehidupan yang lebih bermanfaat. Pandangan yang bersifat negatif. Plato. karena mereka belum mengetahui arti filsafat yang sebenarnya. dan menyerah begitu saja sebelum berusaha. Pandangan ini bersifat pesimis terhadap kesanggupan dirinya untuk berkecimpung dalam alam filsafat. dengan mengatakan bahwa berfilsafat adalah berarti bermain api alias berbahaya. dan orang-orang termasuk ahli pikir.

B. apaagi hal atau peristiwa yang akan datang. . Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggeris. yang berpendapat bahwa nanusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Sedangkan semua itu adalah kekuasaan Tuhan semata.ini karena pengertian filsafat hanya dibatasi hanya mencari hakikat Tuhan merupakan perbuatan yang salah dan terlarang dalam agama. Ketiga filosof tersebut berbeda . baik dari segi metodologi maupun kesimpulannya. karena mencari hakikat Tuhan dianggap tidak mengenal batas-batas. Sebab masih banyak hal-hal dan peristiwa yang sudah dan sedang terjadi yang belum diketahui manusia. Pendiri filsafat pragmatisme di Amerika adalahCharless Sandre Peirce. Di dalam agama islam terlarang bahkan dengan berfilsafat saja tidak mungkin mencari hakikat Tuhan sebab akal manusia sangat terbatas kemampuannya. Pragmatisme Peice dilandasi oleh fisika dan matematika. Istilah pragmatisme berasal dari perkataan ³Pragma´ yang berarti praktik. William James. Maksudnya adalah bahwa maknadari segala sesuatu adalah tergantung dari hubungannya dengan apa yang dilakukan. filosof Dewey dilandasi oleh sains-sains sosial dan biologi. dan John Dewey. sedangkan filosof James dilandasi oleh psikologis dan religius. Filsafat Pendidikan Pragmatisme Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli.

Pengetahuan sebagai transaksi antara manusia dengan lingkungannya. Tujuan dan alat pendidikan harus fleksibel dan terbuka untuk perbaikan secara terus menerus. Pengalaman senantiasa berubah. Pragmatisme yakin bahwa akal manusia aktif dan selalu ingin meneliti. Dikatakan eksperimentalisme karena sifat ini menggunakan metode eksperimen dan berdasarkan atas pengalaman dalam menentukan kebenarannya. tidak pasif dan tidak begitu saja menerima pandangan tertentu sebelum dibuktikan kebenarannya secara empiris. Pikiran (rasio) tidak bertentangan dan tidak terpisah dengan dunia. Manusia dalam kehidupannya baik individual maupun sosial memerlukan .Istilah lainnya yang dapat diberikan pada filsafat pragmatisme adalah intrumentalisme dan eksperimentalisme. Watak pragmatisme adalah humanistis dan menyetujui suatu dalil ³ manusia adalah ukuran segala-galanya´. Disebut instrumentalisme karena menganggap bahwa dalam hidup ini tidak dikenal tujuan akhir. Inti dari pengalaman adalah berupa masalah-masalah yang dihadapi oleh individu atau sekelompok individu. dan kebenaran merupakan bagian dari pengetahuan. melainkan hanya tujuan antara dan sementara yang merupakan alat untuk mencapai tujuan berikutnya. Tujuan dan cara untuk mencapai tujuan pendidikan harus rasional dan ilmiah. merupakan bagian dari dunia. Apa yang dikatakan nyata adalah apa yang dapat dialami dalam pengalaman. maka akal tidak memerlukan pengetahuan yang tetap dan abadi.

tidak ada kebenaran mutlak. 1980). Menurut James (Harun Hadiwijoyo. Pragmatisme mengajarkan bahwa tujuan semua berpikir adalah kemajuan hidup. pragmatisme Dewey disebut instrumentalisme. Yang ada hanya kebenaran-kebenaran yaitu kebenaran yang ada dalam pengalaman yang khusus. Pragmatisme juga berpandangan bahwa metode intelegen merupakan cara . lepas dari akal pikiran yang mengetahui. Alat untuk memecahkan masalah tersebut adalah pengetahuan-pengatahuan tentatif atau hipotesis-hipotesis. nilai pengetahuan manusia harus dinilai dan diukur dengan kehidupan praktis. bersifat tetap. yang setiap saat dapat diubah oleh pengalaman berikutnya. berdiri sendiri. walaupun kita tidak menyadarinya. Dalam arti dapat mengabdi pada tujuan-tujuan tertentu dari alam dan pengalaman manusia dan akan bernilai apabila dihubungkan dengan tujuan-tujuan tersebut. karena pengalaman pada dasarnya selalu berubah. berlaku umum. Pengalaman kita berjalan terus dan segala yang dianggap benar dalam pengalaman senantiasa berubah karena dalam praktiknya apa yang dianggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. Oleh karen itu tidak ada kebenaran mutlak. Di balik semua gambaran berpikir terdapat tujuan tertentu untuk memajukan dan memperkaya kehidupan. Semua kebenaran mengandung watak pragmatis.alat untuk memecahkan masalah-masalah tersebut yang selalu akan muncul. Jadi. Oleh karena itu.

nilai universal. Pragmatisme tidak menaruh perhatian terhadap nilai-nilai yang tidak empiris. Nilai moral maupun etis akan dilihat dari perbuatannya bukan dari segi teorinya. Jadi. Pendidikan menurut pragmatisme merupakan suatu proses reorganisasi dan rekonstruksi dari pengalaman-pengalaman individu.ideal untuk memperoleh pengetahuan. dan juga bukan merupakan suatu pemerkahan kekuatan-kekuatan laten dengan sendirinya (unfolding). bahwa nilai itu relatif. Menurut pragmatisme pendidikan bukan merupakan suatu proses pembentukan dari luar. pendekatan terhadap nilai adalah cara empiris berdasarkan pengalaman-pengalaman manusia. Pragmatisme mengemukakan pandangannya tentang nilai. Kaidah-kaidah moral dan etika tidak tetap. bahkan termasuk nilai-nilai agama. Kita mengerti segala sesuatu dengan penempatan dan pemecahan masalah. Pragmatisme menyarankan untuk menguji kualitas nilai dengan cara yang sama seperti menguji kebenaran pengetahuan dengan metode empiris. seperti nilai supernatural. Dalam hal ini dapat dikatakan baik anak maupun orang dewasa selalu belajar dari pengalaman. Intelegensi mengajukan hipotesis untuk memecahkannya. khususny kehidupan sehari-hari. Hipotesis yang mampu memecahkan masalah secara gemilang adalah hipotesis yang menjelaskan fakta-fakta dari masalah tersebut. melainkan selalu berubah seperti perubahan kebudayaan masyarakat dan lingkungannya. .

GLOSARIUM Debarkasi yaitu penurunan muatan Debarkasi muatan kapal itu dilakukan dipelabuhan paotere Dedikasi yaitu pengebdian Dedikasi almarhum kepada bangsa dan negaranya tak akan dilupakan oleh orang Defenitif yaitu pasti Bintang dijadikan pejabat defenitif di kantor DPRD sebagai wakil rakyat Defisit yaitu kekurangan Setelah dilaksanakan ternyata anggaran belanja mengalami defisik Degradasi yaitu penurunan mutu Sejak banyak keahlian keluar produksi di pabrik itu mengalami degradasi Deklarasi yaitu pernyataan lengkap . Dengan menggunakan hasil dari estetika kita dapat menyadari tentang sikap kita terhadap hal-hal yang dipandang ssebagai sesuatu yang indah atau estetis. kondisi pengetahuan dan sebagainya. Di dalam sejarah pemikiran teori pengetahuan menjadi sistem filsafat yang membicarakan masalah-masalah tentang asal. maka timbullah filsafat yang namanya estetika. Mengenai kehendak (alat kejiwaan yang lain). Dengan filsafat ini lebih dapat menyadrkan tentang perbuatan-perbuatan manusia mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ukuran kesusilaan. Rangkuman Ilmu pengetahuan merupakan objek filsafat yakni filsafat ilmu pengetahuan. timbullah filsafat tentang perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak yang merupakan tindakan-tindakan susila yang disebut etika.C. D. Yang berhubungan dengan alat kejiwaan yang lain adalah rasa. sifat.

Jelaskan pengertian etika dan estetika. Evaluasi 1. 2. 5.Deklarasi tentang hak-hak manusia sudah lama dikenal diseluruh dunia Demarkasih yaitu garis pembatas Peran timbul lagi karena ada pihak yang melanggar demarkasi Deportasi pengusiran Deportasi terhadap imigran itu akan segera dilakukan E. 3. pendirian. dan kehendak memiliki perbedaan. dan sikap memiliki perbedaan. Bagaimanakah pandangan yang skeptis tentang filsafat? . 4. Kemukakan sebuah ilustrasi untuk membuktikan bahwa akal. Buktikan bahwa pandangan.Bedakan antara objek materi dengan objek formal dalam filsafat. rasa.

Membedakan antara filsafat realisme dengan filsafat materialisme. 5. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. materialisme. 2. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Saudara dapat memahami hal tersebut.Saudara para mahasiswa.. maupun realisme. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. idealisme. Mengklasifikasi komponen inti filsafat realisme. demikian pula halnya dengan filsafat baik aliran eksistensialisme. progresivisme. V. Aliran atau mazhab tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sehingga selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara kedua hal ini. Ilmu pengetahuan memiliki ciri mazhab tersendiri. Uraian Materi . Setelah mempelajari materi ini.Mengemukakan perbedaan cara pandangan antara penganut aliran eksistensialisme dengan aliran progresivisme. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. MAZHAB-MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN A. Materi ini berisi uraian tentang beberapa mazhab filsafat sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. Mendeskripsikan ciri khusus aliran filsafat idealisme. 3. Tujuan Instruksional.

Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat. yaitu filsafat pendidikan progresif dan filsafat pendidikan konservatif . dan nilai. bukan fisik. Filsafat Pendidikan Idealisme Filsafat idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh. Penulis ³sekurangkurangnya´ karena masih terdapat filsafat pendidikan yang telah ada. sekurang-kurangnya sebanyak aliran dalam filsafat itu sendiri.Dapat dikatakan bahwa filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum. Dalam filsafat terdapat berbagai mashab seperti. Permedines. filosof dari Yunani Purba. maka dalam filsafat pendidikan akan ditemukan berbagai aliran. materialisme. realisme. seorang filosof idealisme klasik (Yunani Purba) menyatakan bahwa realitas terakhir adalah dunia cita. realisme pragmatisme. Plato. Schoupenhaour . pengetahuan. tidak berubah. bukan materi. dan supernaturalisme atau realisme religius. Brubcher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar. humanisme. dan lain-lain. didukung oleh filsafat pragamatisme dari Jhon Dewey. dan romantik naturalisme dari Roousseau. asli serta abadi. Dalam arti filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat. Yang kedua. berkata ³apa yang tidak dapat dipikirkan adalah tidak nyata´. didasari oleh filsafat idealisme. Yang pertama. 1. Dunia cita merupakan dunia mutlak. Realitas akhir tersebut sebetulnya telah ada sejak semula pada jiwa manusia. sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya. idealisme. yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas. maka dalam membahasa filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat.

Selanjutnya. Oleh karena itu. Hakikat roh dapat berupa ide atau pikiran. Mind merupakan suatu wujud yang mampu menyadari dunianya. untuk melaksanakan stujuan. bintang-bintang yang muncul terlihat pada malam hari. matahari. Menurut Hegel. badan atau jasmani tanpa jiwa tidak memiliki apa-apa. Jiwa (mind) merupakan faktor utama yang menggerakkan semua aktivitas manusia. jasmani atau badan sebagai materi merupakan alat jiwa. seperti rumah. Tentang teori pengetahuan. idealisme mengemukakan pandangannya bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui indera tidak pasti dan tidak lengkap. bahkan sebagai pendorong dan penggerak semua tingkah laku manusia. dunia adalah roh yang mengungkapkan diri dalam alam. keinginna. yakni apa yang disebut ³mind´. Bagi penganut aliran idealisme. pepohonan. alat roh. binatang. rohaninya. Mereka berpandangan bahwa kenyataan-kenyataan seperti itu merupakan manifestasi dari realitas yang hanya memenuhi kebutuhaan fisik. Hakikat manusia adalah jiwanya. dengan maksud agar roh tersebut sadar akan dirinya sendiri. Mereka dapat mewakili pandangan metafisika idealisme. Termasuk dalam paham idealisme adalah spritualisme. dan dorongan jiwa manusia. idealisme tidak menolak eksistensi dunia fisik di sekeliling kita. .menyatakan bahwa ³dunia adalah ide saya´. fungsi mental adalah apa yang tampak dalam tingkah laku. rasionalisme dan supernaturalisme.

Dengan matematika manusia mampu mengembangkan inteleknya. Dalam hubungannya dengan pendidikan. 2. tidak sesuai antara pengamatan sebagai laporan indera dengan kenyataan. Pengetahuan yang benar hanya merupakan hasil akal belaka. yang menyimpang dari kenyataan yang sebenarnya. sifatnya maya (bayangan). Sampai sekarang orang akan mengakui kebesaran hasil pemikirannya. Filsafat Pendidikan Realisme . bagi mengemukakan memberikan mentah pengetahuan.karena dunia merupakan tiruan belaka. baik memberikan persetujuannya maupun memberikan kritik. sedangkan jiwa manusia merupakan bagian dari substansi spritual tersebut. karena realitas pada hakikatnya spritual. Demikian menurut Plato idealisme metafisika percaya bahwa manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang realitas. karena akal dapat membedakan bentuk spritual murni dari benda-benda di luar penjelmaan materi. halusinasi. idealisme memberi sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori pendidikan. dalam prinsip-prinsip sebagai hasil indera. Indera dapat menipu manusia yang berpikir. Jadi rasionalisme bahwa yang indera mendasari hanya teori pengetahuan . apabila pengamatan indera bisa dipengaruhi oleh ilusi. dan fantasi. Pengetahuan tidak ditemukan dari pengalaman indera.materi idealisme. khususnya filsafat pendidikan. Tokoh idealisme merupakan orang-orang yang memiliki nama besar. melainkan dari konsepsi. bahkan penolakan. Ssains fisika tidak akan berkembang tanpa menggunakan mmatematika. Matematika melengkapi pola berpikir manusia.

Manusia bebas . Realisme klasik ialah filsafat Yunani yang pertama kali dikembangkan oleh Aristoteles sedangkan realisme religius ialah Scholastisisme oleh Thomas Aquina.di mana badan dan roh menjadi satu. Kneller membagi realisme menjadi dua bentuk. yang disebut tomisme. Tomisme juga mengungkapkan bahwa manusia merupakan suatu perpaduan / kesatuan materi dan rohani. yaitu realisme klasik dan realime religius. pada saat filsafat gereja dikuasai oleh neoplatonisme yang dipelopori oleh plotinus. yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia. Realisme merupakan aliran filsafat yang memiliki beraneka ragam bentuk. a. Realisme klasik maupun religius menyetujui bahwa dunia materi adalah nyata dan berada di luar pikiran (ide ) yang mengamatinya. yaitu : (1) realisme rasional. Bentuk utama dari realisme religius ialah Scholastisisme. Realisme Rasional Realisme rasional dapat didefinisikan pada dua aliran. (2) realisme naturalis. dan jiwa lebih penting daripada materi karena Tuhan adalah rohani yang sempurna.Pada dasarnya realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Thomas Aquina menciptakan filsafat baru dalam agama kristen. Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisilk dan dunia rohani. yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan dipihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia. dengan menggunakan filsfat Aristoteles dalam membahas teologi gereja. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian. Tetapi sebaliknya Tomisme berpandangan bahwa materi dan jiwa diciptakan oleh Tuhan.

Dunia dikenal melalui akal. dimulai dengan prinsip ³self evident´ di mana manusia dapat menjangkau kebenaran umum. manusia sempurna adalah dan mengasihi pencipta. Self evident merupakan asas bagi pengetahuan artinya bahwa pengetahuan yang benar buktinya ada di dalam pengetahuan atau kebenaran pengetahuan itu sendiri.dan bertanggung jawab untuk bertindak namun manusia juga abadi lahir ke dunia untuk mencintai kebahagiaan abadi. Realisme klasik berpandangan bahwa manusia pada hakikatnya memiliki ciri rasional. Labih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa terdapat aturan moral universal yang diperoleh dengan akal dan mengikat manusia sebagai makhluk rasional. eksistensi) itu sendiri. Menurut pandangan Aristoteles. Self evident merupakan merupakan asas untuk mengerti kebenaran sekaligus untuk membuktikan kebenaran. Self evident merupakan hal yang penting dalam filsafat realisme karena evidensi merupakan asas pembuktian tentang realitas dan kebenaran sekaligus. namun selain itu sekolah harus menghasilkan individu-individu yang sempurna. Bahan pendidikan yang esensial bagi aliran ini. Realisme Klasik Realisme klasik oleh brubacher (1950) disebut sebagai humanisme rasional. Di sekolah lebih menekankan perhatiannya pada mata pelajaran (subject matter). Jadi bukti tersebut buikan pada materi atau realitas yang lain. Yang esensial adalah apa yang merupakan penyatuan dan pengulangan dari pengalaman manusia. Self evident merupakan suatu bukti yang ada pada diri (realitas. b. yaitu pengalaman manusia. karena itu manusia mencari .

struktur sosial berakar pada aristokrat. Ia berpendapat bahwa terdapat dua order yang terdiri atas order natural dan order supernatural. Realisme religius Realisme religius dalam pandangannya tampak dualistis. Hubungan antara gereja dan negara sadalah menjaga fundamental dasar dualisme antara order natural dan order supernatural. Hal ini penting bagi anak untuk mendapatkan kebiasaan baik. Kedua order tersbut berpusat pada Tuhan. Kebenaran bukan dibuat. karena negara memiliki kedudukan lebih . Demokrasinya berarti setiap orang diberi kesempatan yang luas untuk memegang setiap jabatan dalam struktur masyarakat. dan demokrasi letak aristokrasinya adalah pada cara meletakkan kekuasaan pada yang lebih tahu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai yang abadi. Kemajuan diukur sesuai dengan yang abadi tersebut yang mengambil tempat dalam alam. Pada anak harus diajarkan ukuran moral absolut dan universal.manusia moderat yang mengambil jalan tengah. sebab apa yang dikatakan baik atau benar adalah untuk keseluruhan umat manusia. Menurut pandangan aliran ini. c. Kebaikan tidak datang dengan sendirinya melainkan harus dipelajari.Tuhan adalah pencipta semesta alam dan abadi. bukan hanya untuk suatu ras atau kelompok masyarakat tertentu. Hakikat kebenaran dan kebaikan memiliki makna dan pandangan filsafat ini. melainkan sudah ditentukan di mana belajar harus mencerminkan kebenaran tersebut. Minat negara terhadap pendidikan bersifat natural.

penuh rahmat. diisi dengan nilai-nilai ketuhanan.rendah dibandingkan dengan gereja. Wiliam Mc Gucken (Brubacher. 1950) seorang pengikut Aristoteles membicarakan pula natural dan supernatural. Tujuan pendidikan adalah keselamatan atau kebahagiaan jasmani dan rohani sekaligus. Anak yang lahir pada dasarnya rohaninya dalam keadaan baik. Tujuan pendidikan adalah mendorong siswa memiliki keseimbangan intelektual yang baik. karena keteraturan dan keharmonisan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan maka manusia harus mempelajari alam sebagai ciptaan Tuhan. dan pada akhirnya tidak ada tujuan pendidikan. . Tuhan telah memberkahi manusia dengan kemampuan rasional yang sangat tinggi untuk memahami hukum moral tersebut. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk hidup didunia sekarang dalam arti untuk mencapai tujuan akhirat yang abadi untuk hidup di sana. Menurut realisme religius. realisme religius menyetujuan bahwa kita dapat memahami banyak hukum moral dengan menggunakan akal. Menurut Gucken tanpa Tuhan tidak ada tujuan hidup. Moral pendidikan berpusat pada agama. Pandangannya tentang moral. Pendidikan agama sebagai pedoman bagi anak untuk mencapai Tuhan dan akhirat. melainkan juga karena periontah Tuhan. namun secara tegas beranggapan bahwa hukum-huklum moral tersebut diciptakan oleh Tuhan. Tujuan utama pendidikan mempersiapkan individu untuk dunia dan akhirat. bukan semata-mata penyesuaian terhadap lingkungan fisik dan sosial saja. Anak akan menerima kebaikan dan menjauhi kejahatan bukan hanya karena perintah akal.

Teori kebenaran yang dipergunakan oleh kaum realisme natural ilmiah adalah teori korespondensi tentang kebenaran. Mereka bersilang pendapat dalam hal bahwa individu ditentukan oleh akibat lingkungan fisik dan sosial dalam struktur genetiknya. yang pada umumnya dipergunakan oleh kaum idealis yang mengemukakn bahwa pengetahuan itu benar karena selaras atau bertalian dengan pengetahuan yang telah ada. dan aturan-aturan alam bukan suatu proyeksi akal. Teori ini sebagai suatu penolakan terhadap teori koherensi. Kebenaran merupakan persesuaian antara pernyataan mengenai fakta dengan faktanya sendiri. atau jiwa manusia melainkan merupakan suatu penampilan atau penampakan dari dunia atau alam itu sendiri. Apa yang dinamakan berpikir merupakan fungsi yang sangat kompleks dari organisme yang berhubungan dengan lingkungannya. Kebanyakan penganut realisme natural menolak eksistensi kemauan bebas (free will). melainkan dunia sebagaiman adanya. sebab akibat. Menurut . atau antara pikiran dengan realitas situasi lingkungannya. Substansialitas. realisme natural ilmiah mengatakan bahwa dunia yang kita amati bukan hasil kreasi akal atau jiwa (mind) manusia. yang menyatakan bahwa kebenaran itu adalah persesuai terhadap fakta dengan situasi yang nyata.d. Pandangan tentang teori pengetahuan (epistomologi). Realisme Natural Ilmiah Realisme natural ilmiah mengatakan bahwa manusia adalah organisme biologis dengan sistem saraf yang kompleks dan secara inheren berpembawaan sosial (social dispossition).

sesuai denga fakta dan situasi yang nyata. Jadi semua sains merupakan cabang dari sains mekanika. Atom-atom itu bergerak sehingga dengan demikian membentuk realitas pada pancaindera kita. bukan spritual. ekonomi. atau supernatural. dan yang linnya ditinjau dari dasar fenomena materi yang berhubungan secara kausal (sebab akibat). 3. sisitem urat saraf. serta kebebasan hanyalah sekedar namanama atau semboyan. karena teori yang telah ada tersebut adalah benar. fisika. atau organ-organ jasmani lainnya. Filsafat Pendidikan Materialisme Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi. bukan rohani. dan kesenangan. simbol subyektif manusia untuk situasi atau .teori korespondensi. kimia. keindahan. psikologi. 3) Apa yang disebut dengan nilai dan cita-cita makna dan tujuan hidup. 2) Apa yang dikatakan jiwa (mind) dan segala kegiatannya (berpikir. Demokritos beserta para pengikutnya beranggapan bahwa segala sesuatu terdiri dari bagin-bagian kecil yang tidak dapat dibagi-bagi (disebut atom-atom). memahami) adalah merupakan suatu gerakan yang kompleks dari otak. Asumsi tersebut menunjukkan bahwa : 1) Semua sains seperti biologi. Atom-atom merupakan bagian dari yang begitu kecil sehingga mata kita tidak dapat melihatnya. sosiologi. pengetahuan baru itu dikatakan benar apabila sesuai dengan teori atau pengetahuan terdahulu yang telah ada.

Gerakan fisik yang terjadi dalam otak. Jadi. apa yang disebut dengan kegiatan mental kenyataannya tergantung pada kegiatan fisik. Behaviorisme yang berakar pada positivisme dan materialisme telah populer dalam menyusun teori pendidkan. dihasilkan oleh peristiwa lain dalam dunia materi baik materi yang berada dalam tubuh manusia maupun materi yang berada di luar tubuh manusia. Oleh karena itu ia ingin mengganti idealisme dengan materialisme. Oleh karena itu.F Skinner. terutama dalam teori belajar yaitu apa yang disebut dengan conditioning theory.hubungan fisik yang berbeda. yang merupakan berbagai kombinasi dan materi dalam gerak. Tuhan diciptakan oleh manusia sendiri. semua fenomena baik fenomena sosial maupun fenomena psikologis adalah merupakan bentuk-bentuk tersembunyi dari realitas fisik. Thorndike B. Dengan kegagaln tersebut manusia memikirkan suatu wujud di luar dirinya yang dikhayalkan memiliki kesempurnaan. yang dikembangkan oleh E. Jadi menurut Feurbach yang ada hanyalah materi tidak mengenal alam spritiual. . yang merupakan sumber kebahagiaan manusia suatu wujud yang bahagia secara absolut. suatu etika yang humanistis. Ludwig Feurbach (1804-1872) mencanangkan suatu metafisika materialistis. Tuhan hanyalah merupakan hasil khayalan manusia.L. dan suatu efistomologi yang menjunjung tinggi pengenalan inderawi. kita sebut berpikir. Kepercayaan kepada Tuhan hanyalah merupakan suatu proyeksi dari kegagalan atau ketidakpuasan manusia untuk mencapai cita-cita kebahagian dalam hidupnya. secara maya. Menurut behaviorisme. padahal wujudnya tidak ada.

Realitas adalah kenyataan hidup itu sendiri.4. eksistensialisme menekankan pilihan kreatif. Filsafat skeptik berpandangan bahwa semua pengalaman manusia adalah palsu. subjektivitas pengalaman manusia. Di sisi lain. Eksistensialisme menolak kedua pandangan filsafat di atas. kita harus menggambarkan apa yang ada dalam diri kita. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme Filsafat eksistensialisme itu unik yakni memfokuskan pada pengalamanpengalamn individu. bukan yang ada di luar kondisi manusia. Untuk menggambarkan realitas. Secara tradisional. Mereka menganggap bahwa konsep metafisika adalah sementara. keberadaan manusia dan nilai. Filsafat spekulatif menjelaskan tentang hal-hal yang fundamental tentang pengalaman. tidak ada sesuatu pun yang dapat dikenal dari realitas. Ia menolak pandangan spekulatif dengan mengemukakn pandangannya. Secara umum. apa yang benar untuk saya. dan tindakan kongkret dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakikat manusia atau realitas. Filsafat-filsafat lain berhubungan dengan pengembangan sistem pemikiran untuk mengidentifikasi dan memahami apa yang umum pada semua realitas. bahwa manusia dapat menemukan kebenaran yang fundamental berargumentasi. dengan berpangkal pada realitas yang lebih dalam secara inheren telah ada dalam diri individu. eksistensialisme memberi indiviud suatu jalan berpikir mengenai kehidupan. filsafat dibedakan atas filsafat spekulatif dan skeptis. apa maknanya bagi saya. bahwa yang nyata adalah yang kita alami. .

pengalaman yang eksistensial. Bereksistensi berarti menciptakan dirinya secara aktif. melainkan terdiri dari berbagai pandangan yang berbeda-beda. Manusia . bersifat humanistis. realitas yang belum selesai. Pengeathuan manusia tergantung pada pemahamannya tentang realitas. Namun. d) Eksistensialisme memberi tekanan pada pengalaman konkrit. berbuat. Pusat perhatgian ini ada pada manusia. menjadi.Paham eksistensialisme bukan hanya satu. Hanyalah manusialah yang bereksistensi. yang masih dalam proses menjadi. Teori pengetahuan eksistensialisme banyak dipengaruhi oleh filsafat fenomenologi. c) Manusia di pandang sebagai makhluk terbuka. pandangan-pandangan tersebut memiliki beberapa persamaan sehingga pandangan mereka dapat digolongkan filsafat eksistensialisme.dan merencanakan. Kebebasan bukan suatu tujuan atau suatu cit-cita dalam diriny sendiri melainkan merupakan suatu potensi untuk suatu tindakan. Pemahaman eksisitensialisme terhadap nilai. tergantung pada interpretasi manusia terhadap realitas. Oleh karena itu. Persamaan-persamaan tersebut antara lain : a) Motif pokok dari filsafat eksistensialisme ialah apa yang disebut eksistensi. tergantung pada interpretasi menusia terhadap realitas. suatu pandangan yang menggambarkan penampakan benda-benda dan peristiwa-peristiwa sebagaimana benda-benda tersebut menampakkan dirinya tersebut terhadap kesadaran manusia. yaitu cara manusia berada. menekankan kebebasan dalam tindakan. b) Bereksistensi harus diartikan secara dinamis.

Eksistensialisme sebagai filsafat. hubungan antarmanusia. serta ingin mengetahui dan menyelidiki demi pengembangan pengalaman. Setiap individu dipandang sebagai makhluk unik dan secara unik pula ia harus bertanggung jawab terhadap nasibnya. karena karena keduanya bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama. Progressivisme disebut sebagai naturalisme yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta ini (bukan kenyataan spritual dan supernatural). Filsafat Pendidikan Progresivisme Aliran progressivisme adalah salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang dengan pesat pada permulaan abad ke XX dan sangat berpengaruh dalam pembaharuan pendidikan yang didorong oleh terutama aliran naturalisme dan experimentalisme. Berbuat akan menghasilkan akibat di mana seseorang harus menerima akibat-akibat tersebut sebagai pilihannya. yaitu manusia hidup. Dalam hubungannya dengan pendidikan Pribadi (1971) mengemukakn bahw eksistensialisme berhubungan erat dengan pendidikan. Progresivisme dalam pandangannya selalu berhubungan dengan pengertian ³the liberal road to cultural´ yakni liberal dimaksudkan sebagai fleksibel (lentur dan tidak kaku). toleran dan bersifat terbuka. 6. hakikat kepribadian dan kebebasan. .memiliki kebebasan untuk memilih. sangat menekankan individualitas dan pemenuhan diri secara pribadi. namun menentukan pilihan-pilihan di antara pilihan-pilihan yang terbaik adalah yang paling sukar.

Jadi jelaslah bahwa progres atau kemajuan. Tokoh-tokoh pelopor progresisvisme yang berpengaruh ternyata banyak yang bermunculan di Amerika Serikat. Semuanya ini diperlukan oleh pendidikan agar orang dapat maju. antara lain Benyamin Franklin. Thomas Paine. Dengan kata . teori dan cita-cita saja melainkan harus dicari dengan memfungsikan jiwa sehingga menghasilkan dinamika yang lain dalam hidup ini. Oleh karena itu pendidikan tidak hanya dimaksudkan sebagai pengetahuan saja kepada peserta didik tetapi yang lebih penting lagi adalah melatih kemampuan berpikir dengan memberikan rangsangan dengan cara-cara ilmiah seperi kemampuan menganalisis dan memilih secara rasional di antara beberapa alternatif yang tersediah. Demokratis memiliki nilai ideal yang wajib dilaksanakan sepenuhnya dalam semua bidang kehidupan karena ia berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai keseimbangan dan kebebasan serta kebersamaan dalam mencari nilai-nilai kebenaran. lingkungan dan pengalaman menjadi perhatian dari progressivisme. dan Thomas Jefferson memberikan sumbangan terhadap perkembangan aliran ini dengan cara sikap menentang dogmatisme terutama dalam agama dan moral dan sikap demokratis. Adapun tugas pendidikan menurut progrevissisme ialah mengadakan penelitian atau pengamatan terhadap kemampuan-kemampuan manusia itu dalam menguji kemampuan-kemampuan tersebut. tidak hanya berupa angan-angan dalam dunia ide. dan berbuat sesuatu mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan.

F. yakni keduanya sebagai pendukung namun tidak melebur diri menjadi satu atau tidak melepaskan identitas atau ciri masing-masing aliran. Empiris yaitu berdasarkan pengalaman . Emisi yaitu pengeluaran uang/ surat berharga Emisi itu dilakukan oleh perusahaan tersebut untuk memperluas usahanya. terutama sejak zaman renainsance. Karena kebudayaan lama itu telah ada semenjak peradaban umat manusia dahulu.lain demokrasi adalah ide-ide. pemikiran-pemikiran yang dilaksanakan dalam pergaulan sosial. Atau pertemuan dua aliran bersifat elektik. Essensialisme merupakan perpaduan antara ide-ide filsafat idealisme dan realisme sehingga aliran ini nampak lebih mantap dan kaya dengan ide-ide. Filsafat Pendidikan Essensialisme Aliran filsafat pendidikan essensialisme ini dapat ditelusuri dari aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. GLOSARIUM Eksploitasi yaitu pengusahaan Eksploitasi terhadap bahan tambang di daerah itu sama sekali pernah dilakukan Eksplorasi yaitu penjelejahan untuk memperoleh pengalaman baru Eksplorasi dengan biaya yang besar itu dlakukan untuk mencari sumber minyak baru Embargo yaitu pelanggaran barang-barang yang akan masuk Selak diterapkan embargo sebagai sangsi pelanggaran ekonomi negara itu kocar-kacir Embarkasi yaitu tempat pemberangkatan pesawat atau kapal Hasanuddin merupakan bandar udara yang dijadikan embarkasi jemaah haji. 6.

2. namun kebenaran teori Lambroso harus dibuktikan secara empiris. Jelaskan perbedaan cara pandang antara penganut filsafat pendidikan aliran eksistensialime dengan aliran progresivisme. Kemukakan komponen utama aliran filsafat realisme. Uraikan karakteristik filsafat pendidikan aliran esensialisme.Sekalipun telah banyak kali terbukti. 5. 3. . Evaluasi 1. Esensial yaitu bersifat dasar atau pokok Tolong menolng terhadap sesama merupakan hal yang esensial Estimasi yaitu perkiraan Karena dia ahli di bidang itu maka estimasinya selalu tepat Evakuasi yaitu mengungsikan Evakuasi harus dilakukan secepatnya agar tidak banyak korban yang jatuh G. Bedakan antara filsafat realisme dengan filsafat materialisme. Apakah yang menjadi ciri khusus aliran filsafat idealisme? 4.

Filsafat Islam. Barnadib. Rahim. dan Agama. John. 1984. 2009. 1985. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: FIP IKIP. Bandung. Makassar: Berkah Utami. Filsafat. UNS Surakarta. Jakarta: Djmbatan. Endang. Jujun S. 1995. Jogyakarta: Kota Kembang. 1987. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar. Democracy and Education. . Indikator-Indikator Kemampuan Bernalar dengan Bahasa Indonesia. Surabaya: Usaha Nasional. Hoesin. Muhammad. Abd. Ilmu. W. Imam. Dewey. 1994. Buchari. Surabaya: Karya Abditama Keraf. New York: Tge Mc Mollan Company. Bahasa dan Berbahasa. 1983. Logika: Ilmu Menalar. Imam. dan Gilarso. Suryadi dan Tilaar. 1979. 1988.DAFTAR PUSTAKA Ali. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1989. Djumberansyah. Saefuddin. Poespoprojo. Suriasumantri. Makalah HPBI. Gorys. Indar. Dasar Filsafat Pendidikan. Hamdani. Sistem Filsafat Pendidikan. Surabaya: Sinar Ilmu. Rahman. 1995. Analisis Kebijakan Pendidikan. Rosda Karya. Argumentasi dan Narasi. Bandung: Remaja Karya. Jakarta: Bulan Bintang. 1995. Jakarta: Gramedia Noersyam. Dandan. Filsafat Pendidikan. Ilmu Pendidikan dan Praktik Pendidikan dalam Renungan. Amin. Supratman. 1981. 1975.

FILSAFAT PENDIDIKAN Disusun oleh: Drs. Rahman Rahim.Pd Dr. Hamid Mattone.Si. H. H. Drs. M. M..Hum. Hum. H. Drs. A. M. M. A. Hambali. Tjodding SB. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2011 .

Oleh karena itu. Bab pertama berisi uraian tentang batasan atau hakikat filsafat. Pada bab keempat diuraikan problematika filsafat pendidikan sedangkan bab kelima berisi uraian mengenai aliran atau mazhab filsafat pendidikan. Pada bab kedua diuraikan mengenai penelaran sebagai dasar pemahaman filsafat. Baham ajar ini didesain untuk dibahas dalam bentuk simulasi pembelajaran sebanyak enam kali pertemuan dan akan ditindaklanjuti dengan beberapa soal atau pertanyaan. tidak terwujud tanpa bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Antara pertemuan sampai pertemuan keenam terjadi keterkaitan yang sangat erat sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari mahasiswa pada setiap pertemuan. porsi waktu pelaksanaan pembelajarannya akan lebih banyak dibamdingkan materi sebelumnya. Penulis menyadari pula bahwa penulisan bahan ajar ini.KATA PENGANTAR Tiada kata yang paling afdal diucapkan selain puji syukur ke hadirat Allah swt. Team Penyusun . sepantasnyalah penulis menyampaikan terima kasih atas segala partisipasinya. Juni 2011. Karena materi tentang mazhab dalam filsafat cukup luas. Makassar. atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan bahan ajar ini dapat diselesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Bab ketiga berisi uraian tentang relevansi antara berpikir dengan filsafat.

.......................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................ ..................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .............. PENALARAN DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ..... PROBLEMATIKA FILSAFAT PENDIDIKAN ................................................................................................... BAB IV BAB V HAKIKAT FILSAFAT ............................... DAFTAR ISI ............. FILSAFAT DAN BERPIKIR ............... BAB............................................ MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN .................................................................... i ii iii 2 12 22 29 40 56 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................II BAB III....................I BAB...............

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->