P. 1
tugas ke 3

tugas ke 3

|Views: 43|Likes:

More info:

Published by: Farid BocahMediz Ugal on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

TUGAS IDK III KONSEP DOKUMENTASI KEPERAWATAN

Disusun Oleh Kelompok 1 : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Mega Suwari Farid Novi Hasan Untari Huda Oktavia Aisyah Ilham Solihin Akbar Kunti Utari Syamsul Huda Nuning Yunia Fatmawati Agung Widhi setiawan Patut Budi Pranoto M. Syukron Jazilan Siti Halimatus Sa’diyah Fawaid Ummi Hanik Yusmini Mustika Wati

AKADEMIK KEPERAWATAN STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN
1

GENGGONG PROBOLINGGO 2011-2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat hidayah ”Bioptik Dalam Keperawatan”. Dalam penyelesaian ini yang tidak lepas dari kesalahan. Namun dengan adanya bimbingan,pengarahan dari berbagai pihak,sehingga makalah ini dapat terselesaikan,maka pada kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. KH.Mutawakil Alallah.SH.MM selaku ketua yayasan dan penanggung jawab Akademi Keperawatan Hafsahaty Zainul Hasan Genggong 2. Ns.Iin Isnaawati,S.Kep,selaku Direktur Akademi dan

petunjuknya sehingga kami dapat kami menyelesaikan makalah yang berjudul

keperawatan Hafsawaty Zainul Hasan Genggong 3. Roisah,SKM selaku sekretaris program studi keperawatan yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis 4. Ns.Mariani,S.Kp selaku dosen program studi keperawatan yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis 5. Alwin Widhiyanto,S.Kep selaku dosen program studi keperawatan yan g telah memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis

2

sesuai kenyataan.6. akurat. Data Fokus adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan yang 679. Data Dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status kesehatan klien. Untuk itu penulis berharap saran dan kriritnya penulis dapat mengucapkan terima kasih Genggong. 16 Februari 2012 P enulis.SKM selaku dosen program studi keperawatan yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan kepada penulis Dalam penyusunan makalah ini belum sempurna dan terdapat kekurangan. Tahap pengkajian keperawatan merupakan pemikiran dasar dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu.Pengkajian keperawatan Merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan terhadap dirinya sendiri. A. Pengkajian yang lengkap. kebenaran data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu. dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. Sunanto.dilaksanakan terhadap klien. Fokus Pengkajian Keperawatan 3 .

Dari informasi yang terkumpul. serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien.Pengkajian keperawatan tidak sama dengan pengkajian medis. Pulta (Pengumpulan Data) Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah-masalah. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Tujuan Pengumpulan Data 1. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien. merencanakan asuhan keperawatan. 3. 4 . sehingga fokus pengkajian klien adalah respon klien yang nyata maupun potensial terhadap masalah-masalah aktifitas harian. serta kebutuhankebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. 2. Misalnya dapatkah klien melakukan aktivitas sehari-hari. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). Selanjutnya data dasar tersebut digunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. sedangkan pengkajian keperawatan ditujukan pada respon klien terhadap masalah-masalah kesehatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Pengkajian medis difokuskan pada keadaan patologis. Untuk menilai keadaan kesehatan klien.

2. Data Subjektif Adalah data yang didapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. cium. Misalnya tentang nyeri. Tipe Data : 1. tekanan darah. dapat diperoleh menggunakan panca indera (lihat. ide klien tentang status kesehatannya. mual. Perawat harus mengkaji lebih dalam mengenai masalah klien tersebut dengan menanyakan halhal sebagai berikut: apakan tidak mau makan karena tidak ada nafsu makan atau disengaja? Apakah karena adanya perubahan pola makan atau hal-hal yang patologis? Bagaimana respon klien mengapa tidak mau makan. edema. frustrasi. 2. Karakteristik Data 1. Informasi tersebut tidak bisa ditentukan oleh perawat. perasaan malu. Misalnya frekuensi nadi. pernafasan. ketakutan. mencakup persepsi. Lengkap Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. perasaan. raba) selama pemeriksaan fisik.4. berat badan. Misalnya klien tidak mau makan selama 3 hari. Akurat dan nyata 5 . Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah berikutnya. dengar. Data Objektif Adalah data yang dapat diobservasi dan diukur. kecemasan. perasaan lemah. tingkat kesadaran.

yang merupakan data fokus terhadap masalah klien dan sesuai dengan situasi khusus. anak. informasi dapat diperoleh melalui orang tua. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya menyebabkan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar tidaknya apa yang didengar. maka hal itu merupakan perkiraan dari perilaku klien dan bukan data yang aktual. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. suami atau istri. 2. dilihat. Sumber data sekunder Orang terdekat. jika klien mengalami gangguan keterbatasan dalam 6 . Kondisi seperti ini bisa diantisipasi dengan membuat data komprehensif tapi singkat dan jelas.Untuk menghindari kesalahan. jika keadaan klien tersebut ditulis oleh perawat bahwa klien depresi berat. teman klien. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menetapkan kondisi klien. maka perawat harus berkonsultasi dengan perawat yang lebih mengerti. sehingga menyita waktu dalam mengidentifikasi. 3. pada observasi : “klien selalu diam dan sering menutup mukanya dengan kedua tangannya. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang mungkin meragukan. Selama sehari klien tidak mau makan makanan yang diberikan”. Sumber Data 1. Perawat berusaha mengajak klien berkomunikasi. Apabila perawat merasa kurang jelas atau kurang mengerti terhadap data yang telah dikumpulkan. Dengan mencatat data yang relevan sesuai dengan masalah klien. Sumber data primer Klien adalah sumber utama data (primer) dan perawat dapat menggali informasi yang sebenarnya mengenai masalah kesehatan klien. Misalnya. tetapi klien selalu diam dan tidak menjawab pertanyaan perawat.

Konsultasi Kadang terapis memerlukan konsultasi dengan anggota tim kesehatan spesialis. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya. 7 . khususnya dalam menentukan diagnosa medis atau dalam merencanakan dan melakukan tindakan medis. 2. atau klien dalam kondisi tidak sadar. Hal ini untuk kelanjutan tindakan keperawatan yang telah diberikan. Catatan kesehatan terdahulu dapat digunakan sebagai sumber informasi yang p[\dapat mendukung rencana tindakan perawatan. dapat digunakan perawat sebagai data objektif yang dapat disesuaikan dengan masalah kesehatan klien. 3. 4. kh 3. Hasil pemeriksaan diagnostik dapat digunakan membantu mengevaluasi keberhasilan dari tindakan keperawatan. Informasi tersebut dapat diambil guna membantu menegakkan diagnosa. 5. Sumber data lainnya 1.berkomunikasi atau kesadaran yang menurun. Hasil pemeriksaan diagnostik b Seperti hasil pemeriksaan laboratorium dan tes diagnostik. Riwayat penyakit Pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan merupakan riwayat penyakit yang diperoleh dari terapis. maka perawat harus meminta informasi kepada perawat yang telah merawat klien sebelumnya. Informasi yang diperoleh adalah hal-hal yang difokuskan pada identifikasi patologis dan untuk menentukan rencana tindakan medis. misalnya klien bayi atau anak-anak. Perawat lain Jika klien adalah rujukan dari pelayanan kesehatan lainnya.

2000. Diagnosa keperawatan memberikan dasar petunjuk untuk memberikan terapi yang pasti dimana perawat bertanggung jawab di dalamnya ( Kim et al. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. Diagnosa keperawatan adalah suatu bagian integral dari proses keperawatan. Dibeberapa negara mendiagnosa diidentifikasikan dalam tindakan praktik keperawatan sebagai suatu tanggung jawab legal dari seorang perawat profesional. dimana perawat mengidentifikasi respon-respon individu terhadap masalahmasalah kesehatan yang aktual dan potensial. Gordon. 1984). keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. Untuk mendapatkan data dasar klien yang komprehensif. menurunkan. 8 .6. Kepustakaan. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. Hal ini merupakan suatu komponen dari langkah-langkah analisa. Memperoleh literatur sangat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang benar dan tepat. 1976 & NANDA).Diagnosa keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. membatasi. B. perawat dapat membaca literatur yang berhubungan dengan masalah klien.

Dengan mengikuti kelima langkah ini. Identifikasi kebutuhan perawatan klien dan seleksi tujuan perawatan 3. Evaluasi. Diagnosa keperawatan. 9 . Diagnosa keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. Implementasi. perawat akan memiliki suatu kerangka kerja yang sistematis untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Menetapkan data dasar seorang klien 2. Proses keperawatan telah diidentikan sebagai metoda ilmiah keperawatan untuk para penerima tindakan keperawatan disajikan sesuai dengan lima langkah dari proses keperawatan : 1. Merencanakan suatu strategi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan untuk perawatan klien. Pengkajian. 1980). 4. sebagai suatu bagian dari proses keperawatan juga direfleksikan dalam standar praktik ANA. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Standar-standar ini memberikan satu dasar luas mengevaluasi praktik dan merefleksikan pengakuan hak-hak manusia yang menerima asuhan keperawatan ( ANA. Menentukan seberapa jauh tujuan-tujuan keperawatan yang telah dicapai. Perencanaan. Memulai dan melengkapi tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan 5. Analisa.Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien.

“ P “ diidentifikasi sebagai masalah / problem kesehatan. Bagian ini mencakup tanda dan gejala yang cukup jelas untuk mengindikasi keberadaan suatu masalah. Tanda dan gejala menggambarkan apa yang klien katakan dan apa yang diobservasi oleh perawat yang mengidentifikasikan adanya masalah tertentu. Etiologi ditunjukan melalui pengalaman-pengalaman individu yang telah lalu. Informasi yang ditampilkan pada setiap diagnosa keperawatan mencakup hal-hal berikut : 1. Kemungkinan Etiologi (“yang berhubungan dengan”). 1987 ). 3. 2. Faktor yang berhubungan / risiko diberikan untuk diagnosa yang beresiko tinggi. Problem dapat diidentifikasikan sebagai respons manusia terhadap masalah-masalah kesehatan yang aktual atau potensial sesuai dengan data-data yang didapat dari pengkajian yang dilakukan oleh perawat. Kemudian diagnosa-diagnosa tersebut dituliskan dengan cara berikut : Problem “ yang berhubungan dengan “ etiologi” dibuktikan oleh “ tanda-tanda dan gejala-gejala ( batasan karakteristik ). faktor-faktor lingkungan yang ada saat ini. Merujuk kepada defenisi NANDA yang digunakan pada diagnosa – diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan tersebut. dan “S” menggambarkan sekelompok tanda dan gejala. “E” menunjukan etiologi / penyebab dari problem. atau apa yang dikenal sebagai “ batasan karakteristik” ketiga bagian ini dipadukan dalam suatu pernyataan dengan menggunakan “ yang berhubungan dengan ”. Batasan karakteristik (“dibuktikan oleh”). atau perubahan-perubahan patofisiologis.Komponen Diagnosa Keperawatan Ada tiga komponen yang esensial dalam suatu diagnosa keperawatan yang telah dirujuk sebagai bentuk PES ( Gordon. pengaruh genetika. Sekali lagi 10 . Bagian ini menyatakan penyebab-penyebab yang mungkin untuk masalah yang telah diidentifikasi. Defenisi. Yang tidak dinyakatakan oleh NANDA diberi tanda kurung [ ].

Intervensi dengan Rasional Tertentu. Informasi ini mencakup implikasi keperawatan. 5. menyertai bab-bab yang mana tiap klarifikasinya sesuai. Sasaran / tujuan ini harus dapat diukur. Pernyataan –pernyataan ini ditulis sesuai dengan objektif perilaku klien. Informasi Obat – obatan. merupakan tujuan jangka panjang dan pendek. Rasional-rasional yang digunakan untuk intervensi mencakup memberikan klarifikasi pengetahuan keperawatan dasar dan untuk membantu dalam menyeleksi intervensi-intervensi yang sesuai untuk diri klien. dan mungkin merupakan “batu loncatan” untuk memenuhi tujuan jangka panjang. Yang tidak dinyatakan oleh NANDA diberi tanda kurung [ ]. Sasaran / Tujuan. Intervensi keperawatan Hasil pasien yang diperkirakan didefinisikan sebagai hasil intervensi keperawatan dan respons-respons pasien yang dapat dicapai. Hasil Klien yang Diharapkan / Kriteria Pulang. Hanya intervensi-intervensi yang sesuai untuk bagian diagnosa yang ditampilkan. dan dapat dicapai dalam peride waktu yang telah ditentukan. Hasil yang diinginkan ini merupakan langkah yang dapat diukur mengarah pada tujuan-tujuan saat pulang yang telah ditetapkan sebelumnya. diinginkan oleh pasien dan/atau pemberi asuhan. C. 6. Mungkin akan ada lebih dari satu tujuan jangka pendek. untuk digunakan dalam mengevaluasi keefektifan intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah yang telah diidentifikasi. Perubahan perilaku sesuai dengan kesiapan klien untuk pulang yang mungkin untuk dievaluasi. 7. Hasil pasien yang diperkirakan yang baik harus: 1. situasi dan sumber-sumber tertentu yang ada. Spesifik 11 . 4.seperti pada definisi dan etiologi.

. Pertimbangan kedua hasil pasien yang diharapkan berikut: ‘mengidentifikasi kebutuhan nutrisi individu dalam 36 jam” dan “Merumuskan rencana diet berdasarkan kebutuhan nutrisi yang teridentifikasikan dalam 72 jam” Berdasarkan pada kejelasan hasil yang diharapkan ini.. sering ditentukan oleh klasifikasi kelompok diagnosa (diagnosis related group [DRG]) dan memprtimbangkan adanya komplikasi atau situasi lain (spt. Digunakan kata kerja aksi dan jangka waktu. seperti. kebutuhan individual teridentifikasi.2. “pasien akan ambulasi. Kerangka waktu ini tergantung pada lama rawat pasien yang diprogramkan atau diantisipasi. Tindakan/Intervensi Keperawatan Intervensi keperawatan adalah preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan/atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat. usia) Jika hasil yang diharapkan ditulis dengan tepat. Tindakan/intervensi keperawatan dipilih untuk membantu pasien dalam mencapai hasil pasien yang diharapkan dan tujuan pemulangan. menggunakan tongkat. Harapannya adalah bahwa perilaku yang dipreskripsikan akan menguntungkan pasien dan keluarga dalam 12 . perawat dapat memilih intervensi keperawatan untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang diet pasien yang dikaji. Menunjukkan kerangka waktu pencapaian yang pasti 5. maka mereka akan memberikan arah dalam perencanaan dan validasi intervensi keperawatan. dan penyuluhan tentang nutrisi yang diberikan. Realistik 3. dalam 48 jam setelah pembedahan”. Mempertimbangkan keinginan dan sumber pasien Hasil pasien yang diharapkan ditulis dengan menyebutkan item-item dan/atau perilaku yang dapat diamati dan dipantau untuk menentukan apakah hasil-hasil yang dapat diterima sudah tercapai atau belum dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Dapat diukur 4.

Intervensi ini mempunyai maksud mengindividualkan perawatan dengan memenuhi kebutuhan spesifik pasien serta harus menyertakan kekuatan-kekuatan pasien yang telah diidentifikasi bila memungkinkan. dan membatasi jumlah pengunjung serta lamanya waktu dirawat Kolaboratif: Memberikan obat antiansietas seperti yang dipesankan. Contoh dari kedua tindakan yang dilakukan secara profesional berbeda ini adalah: Independen: Menciptakan lingkungan yang tenang. “Ukur masukan/haluaran setiap jam”. mengurangi kebisingan/aktivitas lingkungan. dan besarnya memberikan isi dari aktifitas yang direncanakan. nyaman. yang berhubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan tujuan yang telah dipilih. Pengkualifikasian seperti bagaimana. misalnya “Bantu aktivitas perawatan diri sesuai yang dibutuhkan setiap pagi”. dimulai dengan kata kerja aksi. selama. 13 . kapan. “Catat frekuensi pernafasan dan nadi sebelum. dan setelah aktivitas”. Intervensi keperawatan harus spesifik dan dinyatakan dengan jelas. frekuensi. di mana. Rasional: Meskipun rasional tidak tampak pada rencana perawatan institusi. “Mendengar aktif kekhawatiran pasien mengenai diagnosis”. rasional ini disertakan untuk membantu peserta didik dan perawat pelaksana dalam menghubungkan prinsip patofisiologi dan/atau psikologi dengan intervensi keperawatan yang dipilih. Blog ini membagi intervensi/tindakan keperawatan menjadi mandiri (dilakukan perawat) dan kolaboratif (dilakukan oleh pemberi perawatan lainnya).cara yang dapat diprediksi.

Untuk kesuksesan pelaksanaan implementasi keperawatan agar sesuai dengan rencana keperawatan. dengan mengkomunikasikan makna dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan dilakukan. dan keterampilan dalam melakukan tindakan.. tindakan untuk memperbaiki kondisi. faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan. 1995). pengobatan. 14 .Tahap implementasi keperawatan Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon. antara lain: 1)Individualitas klien. 1997). Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan. kemampuan dalam hubungan interpersonal. 1994. dalam Potter & Perry. Proses pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien. pendidikan untuk klien-keluarga. dan kegiatan komunikasi. atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari. (Kozier et al. Dalam Implementasi tindakan keperawatan memerlukan beberapa pertimbangan. strategi implementasi keperawatan. perawat harus mempunyai kemampuan kognitif (intelektual).D.

harga diri dan melindungi klien. standar pelayanan professional. 8) Dapat menjaga rasa aman. 15 . hakikat stressor. keadaan psiko-sosio-kultural. 7) Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan.. 6) Penampilan perawat yang bijaksana dari segala kegiatan yang dilakukan kepada klien. penyakitnya. 4) Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan.2)Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang dimiliki. 5) Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi keperawatan. hasil penelitian keperawatan. pengertian terhadap penyakit dan intervensi. Beberapa pedoman dalam pelaksanaan implementasi keperawatan (Kozier et al. 6) Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care). 3) Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi. 3) Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia. 1995) adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan respons klien. dukungan dan bantuan. 5) Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhannnya. 9) Memberikan pendidikan. 2)Berdasarkan ilmu pengetahuan. 4)Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan. hukum dan kode etik keperawatan.

memberikan umpan balik. menghubungkan tingkat pengetahuan klien dengan kegiatan hidup sehari-hari. membuat strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi. Sedangkan dalam melakukan implementasi keperawatan. meliputi pengajaran/ pendidikan. Interpersonal implementations.Technical implementations. mengawasi penampilan klien dan keluarga. menetapkan jadwal personal. meningkatkan pelayanan. role model. 12) Melakukan dokumentasi Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga kategori dari implementasike perawatan lain: 1. misalnya: membantu dalam memenuhi activity daily living (ADL). serta menciptakan lingkungan sesuai kebutuhan. Dalam pelaksanaannya terdapat tiga jenis implementasi keperawatan.Cognitive implementations. adalah implementasi yang diprakarsai sendiri oleh perawat untuk membantu klien dalam mengatasi masalahnya sesuai dengan kebutuhan. 3. bertindak sebagai advokasi klien.10) Bersifat holistik. meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit. melakukan aktivitas rutin keperawatan. perawat dapat melakukannya sesuai dengan rencana keperawatan dan jenis implementasi keperawatan. kolaborasi. antara lain: 1. menciptakan komunikasi terapeutik. meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan.Independent implementations. 2. dan lain lain. dan lain lain. mengorganisir respon klien yang abnormal. 16 . mengawasi tim keperawatan. menemukan perubahan dari data dasar klien. 11) Kerjasama dengan profesi lain. pengungkapan perasaan. melakukan tindakan keperawatan mandiri. dan lain-lain. memberikan dukungan spiritual. dan rujukan.

Secara operasional hal-hal yang perlu diperhatikan perawat dalam pelaksanaan implementasi keperawatan adalah: 1.Interdependen/ Collaborative implementations. mengatur posisi tidur. a. memberikan dorongan motivasi. ketepatan dosis pemberian. jenis obat. ketepatan jadwal pemberian. dosis. 17 . adalah tindakan keperawatan atas dasar rujukan dari profesi lain. 2. psikolog dan sebagainya. physiotherapies.Memahami rencana keperawatan secara baik. misalnya dalam hal: pemberian nutrisi pada klien sesuai dengan diit yang telah dibuat oleh ahli gizi. seperti ahli gizi.Pada tahap persiapan. ketepatan cara pemberian.Menguasai keterampilan teknis keperawatan.memberikan perawatan diri. seperti dokter. Menggali perasaan. dan lain-lain.Memahami rasional ilmiah dari tindakan yang akan dilakukan. pemenuhan kebutuhan psiko-sosiospiritual. dan ketepatan klien. c. latihan fisik (mobilisasi fisik) sesuai dengan anjuran dari bagian fisioterapi. naso gastric tube (NGT). serta respon klien setelah pemberian merupakan tanggung jawab dan menjadi perhatian perawat. melakukan dokumentasi. b. 3. dan efek samping merupakan tanggung jawab dokter tetapi benar obat. d. obat injeksi. adalah tindakan keperawatan atas dasar kerjasama sesama tim keperawatan atau dengan tim kesehatan lainnya. kateter urin. infus. dan lain-lain. menciptakan lingkungan yang terapeutik. analisis kekuatan dan keterbatasan professional pada diri sendiri. Keterkaitan dalam tindakan kerjasama ini misalnya dalam pemberian obat injeksi.Dependent implementations. Contohnya dalam hal pemberian obat oral. perawatan alat invasive yang dipergunakan klien.

Pada tahap pelaksanaan.Pada tahap terminasi. respon klien terhadap tindakan yang telah diberikan.Memahami efek samping dan komplikasi yang mungkin muncul. h. c.Mengetahui sumber daya yang diperlukan.Memahami kode etik dan aspek hukum yang berlaku dalam pelayanan keperawatan. 18 . Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan tindakan adalah energi klien. Menerapkan pengetahuan intelektual. d. kemampuan hubungan antar manusia dan kemampuan teknis keperawatan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan yang diberikan oleh perawat. rasa aman. b.e. g. pencegahan kecelakaan dan komplikasi. 2. f. i. privacy. a. Mengkomunikasikan / menginformasikan kepada klien tentang keputusan tindakan keperawatan yang akan dilakukan oleh perawat. kondisi klien.Memahami standar praktik klinik keperawatan untuk mengukur keberhasilan. 3. Beri kesempatan kepada klien untuk mengekspresikan perasaannya terhadap penjelasan yang telah diberikan oleh perawat.Penampilan perawat harus menyakinkan.

Menurut Craven dan Hirnle (2000) evaluasi didefenisikan sebagai keputusan dari efektifitas asuhan keperawatan antara dasar tujuan keperawatan klien yang telah ditetapkan dengan respon prilaku klien yang tampil. Tinjau kemajuan klien dari tindakan keperawatan yang telah diberikan c. 3)Untuk menilai pelaksanaan asuhan keperawatan.Tahap evaluasi keperawatan Meskipun proses keperawatan mempunyai tahap-tahap. untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan. 2) Untuk menilai efektifitas. Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan. 5)Sebagai tanggungjawab dan tanggunggugat dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. b. Rapikan peralatan dan lingkungan klien dan lakukan terminasi. namun evaluasi berlangsung terus menerus sepanjang pelaksanaan proses keperawatan (AlfaroLeFevre. dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Evaluasi dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam menilai tindakan keperawatan yang telah ditentukan. E. dan produktifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan. 19 .a. d. Terus memperhatikan respons klien terhadap tindakan keperawatan yang telah diberikan. 4)Mendapatkan umpan balik. efisiensi. 1998). Lakukan pendokumentasian. Tujuan dari evaluasi antara lain: 1) Untuk menentukan perkembangan kesehatan klien.

yaitu: 1. 2.Evaluasi proses. ada beberapa kegiatan yang harus diikuti oleh perawat. 2000). ratio perawat-klien. 3) Mengukur pencapaian tujuan. 20 . Untuk memutuskan hal tersebut dalam melakukan evaluasi seorang perawat harus mempunyai pengetahuan tentang standar pelayanan. dukungan administrasi. 2) Mengumpulkan data yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan. Menurut Ziegler.Perawat menggunakan berbagai kemampuan dalam memutuskan efektif atau tidaknya pelayanan keperawatan yang diberikan. respon klien yang normal. dan konsep model teori keperawatan. fasilitas fisik. 5) Melakukan revisi atau modifikasi terhadap rencana keperawatan bila perlu. pemeliharaan dan pengembangan kompetensi staf keperawatan dalam area yang diinginkan.Evaluasi struktur. Dalam melakukan proses evaluasi. dalam Craven & Hirnle. Voughan – Wrobel. Persediaan perlengkapan. Evaluasi struktur difokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan diberikan. & Erlen (1986. antara lain: 1) Mengkaji ulang tujuan klien dan kriteria hasil yang telah ditetapkan. Aspek lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam pemberian pelayanan. 4) Mencatat keputusan atau hasil pengukuran pencapaian tujuan. evaluasi terbagi menjadi tiga jenis.

atau tidak teratasi. 21 . 3) Masalah tidak teratasi. jika klien tidak menunjukkan perubahan dan kemajuan sama sekali yang sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan dan atau bahkan timbul masalah/ diagnosa keperawatan baru.Evaluasi hasil. 2) Masalah sebagian teratasi. Area yang menjadi perhatian pada evaluasi proses mencakup jenis informasi yang didapat pada saat wawancara dan pemeriksaan fisik. Analisis adalah membandingkan antara informasi subjective dan objective dengan tujuan dan kriteria hasil.Evaluasi proses berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merasa cocok. teratasi sebahagian. penilaian.jika klien menunjukkan perubahan sebahagian dari kriteria hasil yang telah ditetapkan. kemudian diambil kesimpulan bahwa masalah teratasi. Subjective adalah informasi berupa ungkapan yang didapat dari klien setelah tindakan diberikan. Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien. 3. jika klien menunjukkan perubahan sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan. validasi dari perumusan diagnosa keperawatan. pengukuran yang dilakukan oleh perawat setelah tindakan dilakukan. Adapun ukuran pencapaian tujuan pada tahap evaluasi meliputi: 1) Masalah teratasi. dan sesuai wewenang. dan kemampuan tehnikal perawat. tanpa tekanan. Untuk penentuan masalah teratasi. Objective adalah informasi yang didapat berupa hasil pengamatan. atau tidak teratasi adalah dengan cara membandingkan antara SOAP dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan. teratasi sebahagian. Respons prilaku klien merupakan pengaruh dari intervensi keperawatan dan akan terlihat pada pencapaian tujuan dan kriteria hasil.

22 .Planning adalah rencana keperawatan lanjutan yang akan dilakukan berdasarkan hasil analisa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->