P. 1
PENYALAHGUNAAN NARKOBA

PENYALAHGUNAAN NARKOBA

|Views: 187|Likes:
Published by empualim

More info:

Published by: empualim on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Istilah Narkoba (Narkotika dan Obat/bahan Berbahaya),disebut juga NAPZA (Narkotika,Psikotropika,Zat Adiktif lian)adalah obat,bahan atau zat bukan makanan yang jika diminum,diisap dihirup,ditelan,atau disuntikkan,berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan seringkali menimbulkan ketergantunan. Berdasarkan jenisnya narkoba dapat menyebabkan: a) Perubahan pada suasana hati. b) Perubahan pada pikiran. c) Perubahan pada perilaku. Narkoba dapat digolongkan menurut undang-undang yang berlaku yaitu Narkotika(Undang-Undang No.22 tahun 1997 tentang Narkotika) dan Psikotropika (Undang-Undang No.5 1997 tentang Psikotropika).Adapula zat,obat,atau bahan lain,yang tidak tercantum dalam undang-undang disebut golongan zat Adiktif lain. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah: a)Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. b)Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

putaw Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian . Contohnya putaw d)Adiktif. narkoba dikelompokkan sebagai berikut: a)Halusinogen. efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD b)Stimulan. inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat. Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya. Contoh: lem/perekat. seperti: Alkohol yang mengandung ethyl etanol. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif. karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu c)Depresan. dan pemerintah khawatir. Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegahMengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawabTentu saja hal ini bisa membuat orang tua. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukannamun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa. bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. ether dan sebagainya. aceton. efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh.contohnya ganja. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah. sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. organisasi masyarakat. heroin.

Heroin adalah derivatif 3. namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya. diamorfin hidroklorida.1 Bagi pelajar baik ditingkat SD.2 Rumusan Masalah 1. tetrahidrokanabinol (THC.3. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida.Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. f)Ganja (Cannabis sativa syn.3 Hasil yang Ingin Dicapai 1.2. tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).2 Dengan dibuatnya karya ilmiah ini oleh siswa SMP Negri 2 Beji yang berjudul ³Penyalahgunaan Narkoba Mengakibatkan Kematian Bagi Pengguna Narkoba´bisa menyadarkan para siswa yang menyalahgunakan narkoba bisa menghentikan perbuatannya setelah membaca karya ilmiah ini. sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum. Karena pada jaman modrn ini banyak remaja dan anak sekolah ditingkat SD.SMA.1 Apa yang dimaksut penyalahgunaan narkoba? 1.SMA.2 Bagaimana cara menanggulangi penyalahgunaan narkoba? 1. .Dengan adanya fakta tersebut kami siswa SMP Negeri 2 Beji membuat karya ilmiah dengan judul´Penyalahgunaan Narkoba Mengakibatkan Kematian Bagi Pengguna Narkoba´agar para remaja dan pelajar bisa menghindari narkoba.SMP.3.e)Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.2.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi.SMP. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Di India. dan dengan meminum Bhang 1. Heroin dapat menyebabkan kecanduan. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.bahkan sampai mahasiswa banyak yang menyalahgunakan narkoba. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat.sampai mahasiswa bias menghindari narkoba setelah membaca karya ilmiah ini masalah tentang bahaya narkoba seperti orang akan kecanduan dan dapat merusak saraf-saraf yang ada pada tubuh 1.

Tergantung pada jenisnya. sebagaimana berikut .menghambat nilai dan lepas kendali). karena seringkali pelaku hanya dihukum ringan atau malah dibebaskan begitu saja. c) Perubahan pada perilaku(meningkatkan keakraban.BAB III PEMBAHASAN 3.dan berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik. masyarakat mempunyai kesempatan yang luas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam upaya pananggulangannya.(stress hilang dan meningkatnya daya khayal).tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya. Denpasar termasuk Yogyakarta dulu dikenal hanya merupakan daerah transit peredaran narkoba.1 Jenis-jenis narkoba Ada beberapa jenis-jenis narkoba yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di atas.1 Penyalahgunaan Narkoba Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang dilakukan tidak untuk pengobatan. Diharapkan dengan disosialisasikannya masalah ini kepada masyarakat luas. kota-kota besar di Indonesia sudah merupakan pasar peredaran narkoba.dalam jumlah berlebiha. sebenarnya sudah jauh dari cukup sebagai dasar pemberantasan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dan UU No. apalagi para pelakunya sebagian besar adalah generasi muda yang diharapkan menjadi pewaris dan penerus perjuangan bangsa di masa depan. Kasus penyalahgunaan narkoba beberapa tahun ini meningkat pesat. dapat digunakan sebagai salah satu upaya preventif (pencegahan) serta untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahayanya narkoba. terutama didasarkan pada UU No. maka upaya penanggulangannya tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum saja. namun seiring perkembangan waktu. Keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Mengingat peredaran narkoba sekarang ini sudah begitu merebak.dan rasa bebas) b) Perubahan pada pikiran. 3.1. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta.secara lebih kurang teratur. Untuk itulah dalam tulisan ini akan dikemukakan masalah penyalahgunaan narkoba dalam tinjauan yuridis.narkoba menyebabkan: a) Perubahan pada suasana hati(menenangkan. instrumen hukum yang mengaturnya baik berupa peraturan perundang-undangan maupun konvensi yang sudah diratifikasi. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Secara yuridis. Surabaya.mental.dan kehidupan sosialnya.rileks. Tetapi dalam praktek penegakan hukumnya masih terkesan tidak sungguh-sungguh. Semua jenis narkoba mengubah perasaan dan cara berfikir seseorang.

c. Benzetidin. Halusinogen yaitu menimbulkan perasaan-perasaan yang tidak riel atau khayalankhayalan yang menyenangkan Akibat yang ditimbulkan bagi para penyalahgunaan Narkoba dan minuman keras yang sudah adict atau kecanduan antara lain : a. Psikotropika. meliputi : Amfetamina (Sabu-sabu). mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan dalam golongan-golongan tertentu. c)Minuman keras adalah minuman beralkohol tetapi bukan obat. menodong. hilangnya rasa. b. sehingga dipergunakan untuk menenangkan syaraf seseorang untuk dapat tidur/istirahat. moral dan daya fikir 5)Cenderung melakukan penyimpangan sosial dalam masyarakat. Golongan I. merampok dan sebagainya. untuk memperoleh narkotika dilakukan dengan segala macam cara dimulai dengan mengambil barang milik sendiri. heroin-morphine. Depresant yaitu mengendurkan atau mengurangi aktivitas atau kegiatan susunan syaraf pusat. Dokstroprosifem. terutama yang populer adalah ecstasy dan sabu-sabu mengakibatkan : 1) Efek farmakologi : meningkatkan daya tahan tubuh. ganja. meningkatkan kewaspadaan. Stimulant yaitu meningkatkan keaktifan susunan syaraf pusat sehingga merangsang dan meningkatkan kemampuan fisik seseorang. 4) Melemahkan fisik. seperti bintik-bintik merah pada kulit. kudis dsb. Psikotropika dan minuman keras antara lain : a. meliputi : Amobarbital. merusak barang milik orang lain. seperti hati dan ginjal 3)Menimbulkan penyakit kulit. meliputi : MDMA (Ectasy). b)Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikotropika melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. meliputi : Alfesetilmetadol. meliputi: tanaman papaver somniverum. keluarga. Betametadol. seperti senang berbohong. yang terbagi dalam tiga golongan. b. Golongan II. . Butalbital. Buprenorfina. meliputi : Diazepam (Nipam/BK/Magadon). Golongan II. menimbulkan khayalan yang menyenangkan. MMDA yang terdapat kandungan ectasy. bahagia semu.a)Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. 6)Karena ketagihan. meliputi : Asetihidroteina. Deksamfetamina. Nitrazepam. Dihidro-kodenia. berkelahi. Golongan III.1. mencuri. tanaman koka-daun kokakokain mentah-kokaina. menimbulkan rasa nikmat. free seks dll. Golongan III. opium.2 Pengaruh dan akibat Narkoba Pengaruh Narkotika. Golongan A berkadar alkohol 1-5 % Golongan B berkadar alkohol 5-20 % Golongan C berkada alkohol 20-50 % 3. N-etil MDA. Golongan IV. Narkotika mengakibatkan : 1) Merusak susunan susunan syaraf pusat 2)Merusak organ tubuh. Golongan I. Fenetilena.

mengasingkan dari lingkungan dsb. Namun karena tempat tersebut dinilai tidak aman maka tempat transaksinya berpindah-pindah supaya terhindar dari petugas kepolisian. Untuk pil ecstasy reaksinya relatif cepat. bisnisman dan masyarakat luas. sehingga tidak dapat membendung pengaruh negatif dari lingkungannya. nikmat.4Faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba. jantung. pendarahan otak.1. kemampuan belajar menurun. denyut jantung meningkat. baik lingkungan sekolah. sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif. Untuk menutupi itu semua dan biar merasa eksis maka melakukan penyalahgunaan narkoba. bahagia fisik dan mental sampai reaksi ecstasy tersebut berakhir (2-6 jam). diskotik. kejang-kejang. Demikian pula sasaran peredaran narkoba pada mulanya juga terbatas pada kalangan tempat hiburan malam. Tapi lama kelamaan dirinya terperangkap pada jerat penyalahgunaan narkoba. 4)Efek terhadap organ tubuh : gangguan pada otak. Minuman keras. di antaranya adalah : . pemakainya terasa hangat. kulit dan kemaluan. emosi tidak stabil.menurunkan emosi. 3. namun buruknya setelah itu tubuh berubah seperti keracunan. 3.6Pengaturan Narkoba Dalam Perundang-undangan A)Landasan Hukum Landasan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan dan konvensi yang sudah diratifikasi cukup banyak. hati. apatis terhadap lingkungan. pelajar. timbul khayalan menakutkan. eksekutif. ginjal. mudah tersinggung. nafsu makan berkurang.3.1.1.5 Tempat dan sasaran peredaran Tempat peredaran narkoba pada mulanya di tempat-tempat hiburan. jantung lemah. jantung. ‡ Gangguan Kamtibmas : akibat minuman keras akan menekan pusat pengendalian seseorang. lambung dan otot. hipertensi. yaitu : a. sakit kepala. energik. kemudian kesempatan yang memungkinkan serta didukung adanya sarana dan prasarana. pankreas. ‡ Gangguan jiwa : gangguan otak/daya ingatan. seperti pub. lemah mental. bahkan tidak sedikit yang melakukan tindakan kriminal. Faktor kepribadian : rendah diri. Hal tersebut dapat terjadi karena benteng pertahanan dirinya lemah. karaoke. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan sosial pelaku.1. 3) Efek lain : tidur berlama-lama. Pada awalnya mungkin sekedar motif ingin tahu dan cobacoba terhadap hal yang baru. kelelahan dan mulut terasa kaku serta dapat mengakibatkan kematian kalau terlalu over dosis. yang kemudian diekspresikan dengan cara-cara yang melanggar norma-norma. berakibat antara lain : ‡ Gangguan fisik : gangguan dan kerusakan pada hati. 2) Efek samping : muntah dan mual. gelisah. depresi. yaitu 30-40 menit setelah diminum. tetapi kemudian merambah kepada mahasiswa. b. pergaulan dan lain-lain. 3. 3. Faktor lingkungan sosial.

sebagai berikut ini : a. apakah sebagai pemakai. Menkes No. Oleh karena itulah pemerintah dalam sidang kabinet bidang Polkam yang dipimpin Presiden Gus Dur memutuskan akan membuat hukuman minimal 12 s/d 20 Tahun untuk para pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba. UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika c. 196/Men. dalam UU No. sindikat.Kes. dapat dikenai hukuman pidana penjara sampai 20 tahun dan denda sampai Rp. 750 juta. Pasal 78 s/d 100. seringkali hakim menjatuhkan pidana yang sangat ringan hanya beberapa bulan saja atau malah dibebaskan kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. PP Nomor 1 Tahun 1980 tentang ketentuan Penanaman Papaver. Kep. Tapi dalam praktek peradilan. Tentang Ketentuan Pidana Narkotika diatur dalam UU No. Tentu saja ini tidak membuat si pelaku menjadi jera. Hukum pidana menganut asas legalitas. Konvensi Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika 1988 h. Bagi pelaku delik narkotika dapat dikenakan pidana penjara sampai dengan 20 tahun atau maksimal dengan pidana mati dan denda sampai Rp. UU No./SK/VIII/1997 tentang Penetapan Alat-alat dan Bahanbahan sebagai barang di Bawah Pengawasan 3. Koka dan Ganja. membuat korporasi dan sebagainya. Preventif (pencegahan). Pasal 59-72. pengedar. Diharapkan dengan adanya batas minimum hukuman. penyalur.2 Upaya Penanggulangannya Upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara. Keputusan Presiden No. Demikian juga bagi pelaku delik psikotropika. yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan . Kalau dilihat ketentuan pidananya sebenarnya sudah cukup berat. 22 Tahun 1997. Hal ini yang kadang membuat masyarakat menjadi tidak puas dan timbul kesan negatif kepada lembaga peradilan yang dinilai tidak sungguh-sungguh dalam menegakkan hukum untuk menjerat pelaku penyalahgunaan Narkoba. pelaku penyalahgunaan narkoba akan berpikir ulang melakukan tindakannya. Bab XIV tentang Ketentuan Pidana. UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan d.7 Ketentuan Pidana Penyalahgunaan Narkoba termasuk kualifikasi perbuatan pidana (delict) yang diatur dalam peraturan perundang-undangan sebagaimana disebutkan di atas. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol f. 3. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP yang menegaskan : ³Tiada suatu perbuatan dapat dipidanakan kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada. Itulah salah satu sisi kelemahan dari Undang-undang Narkotika yang tidak mencantumkan batas minimum ancaman hukuman kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba.1. produsen ilegal. Perkara narkotika termasuk perkara yang didahulukan dari perkara lain untuk diajukan ke pengadilan guna penyelesaian secepatnya. Bab XII. 8 Tahun 1976 tentang Perngesahan Konvensi Tunggal Narkotika 1961 g. UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika b. pengimpor atau pengekspor. e. 5 tahun 1997. 25 Milyar. sebelum perbuatan dilakukan´.a. Berat ringannya hukuman tergantung pada tingkat penyalahgunaan narkoba.

sekolah. Rehabilitatif (rehabilitasi). Menanamkan kesadaran hidup sehat dengan berolah raga secara rutin (yang tentunya harus juga diterapkan oleh kedua orang tua mereka). Ini akan mempertajam kesadarannya akan tubuhnya sendiri yang harus ia rawat dengan baik bagian luar dan dalamnya. selamatkan saudara-saudara kita. LSM dan Pemerintah untuk bersatu padu mencegah dan memberantas bahaya Narkoba. b.Menanamkan pemahaman hidup sehat anak usia dini Sebagai orang tua. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba. Misalnya asupan makanan/minuman apa yang baik bagi tubuh mereka dan asupan makanan/minuman apa yang berbahaya bagi tubuh mereka. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat. pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan. pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba. pengajian oleh para ulama. seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga. masyarakat. yayasan Pondok Bina Kasih dll. harus diberitahu. Pengetahuan mengenal fungsi dan kekuatan/kelemahan tubuhnya sendiri. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara. pesantren-pesantren. penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat. yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. menjadi kelanjutan dari langkah sebelumnya tadi. c. seperti keluarga. Perilaku hidup sehat akan paling manjur hasilnya bila diajarkan sedari anak kita masih kecil. proporsional dan tidak melanggar ramburambu hukum.1 Langkah-langkah Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba A. bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Upaya penanggulangan bahaya Narkoba tidak semata-mata tugas Pemerintah (Kepolisian). ulama. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati. Masing-masing dapat berperan sesuai bidangnya masing-masing. yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali ³ketagihan´ Narkoba. 3. Karena apa saja yang ia pelajari sewaktu kecil akan melekat selamanya di memori otaknya. sedini mungkin. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri.dan kekebalan terhadap narkoba. Mari kita perangi narkoba. kita harus dapat menerangkan dengan menarik untuk menanamkan perilaku hidup bagi anak-anak kita. Represif (penindakan). Untuk itu harus ada upaya terpadu (integrated) dari semua pihak. . d.2. Kuratif (pengobatan).

Maka seharusnya kita tidak merokok atau minum minuman beralkohol bila kita tidak mau anak-anak kita meniru kita atau bahkan mencoba-coba dan menyalahgunakan narkoba. Jadi bila suatu saat ia akan berhadapan dengan narkoba (biasanya ditawarkan oleh lingkungan teman-teman terdekatnya). Seharusnya pemberian informasi yang akurat dan jelas harus juga diberikan oleh sekolah-sekolah sebagai salah satu sub-kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak.Memberikan informasi yang akurat dan jelas Memberikan informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya dari setiap jenis narkoba merupakan kewajiban bila kita ingin membentengi/menyelematkan anak-anak kita (atau pun orang lainnya) dari bahaya narkoba. HIV/AIDS. sengatan ubur-ubur. dlsb. dari orang yang sehariannya berada paling dekat dengan mereka. Informasi mengenai jenis-jenis narkoba. Dampak bila menggunakannya. . harus memberikan contoh yang baik bila ingin anaknya berperilaku baik. dibandingkan dengan dashatnya dampak kerusakan yang akan diakibatkan oleh zatzat narkoba itu kepada penggunannya. harus diberikan kepada mereka sedetail dan sejelas mungkin. dan lainnya) Hampir dapat dipastikan bila seorang sudah mendapatkan informasi mengenai narkoba yang akurat dan jelas.Orang tua seyogianya menjadi role-model bagi anak-anak mereka. dampaknya bagi organ-organ tubuh kita serta dampak dari segi hukumnya bila tertangkap memiliki. Maka dari itu informasi mengenai racun di sekeliling kita. asap rokok. daya tarik narkoba yang seindah apapun akan lansung amblas. Tanpa informasi yang akurat dan jelas. kerusakan hati atau cirrhosis. Sering kali kita sebagai orang tua lupa bahwa anak kita belajar dari tingkah laku dan perilaku kita yang mereka lihat dan perhatikan setiap harinya dari bayi sampai remaja. Tetapi bila ia mendapat informasi yang akurat dan jelas mengenai bahaya narkoba. menggunakan atau mengedarkan narkoba. racun pada gigitan ular. asap dan limbah beracun dari pabrik-pabrik.Pemahaman akan adanya racun di sekeliling kita Memberikan pemahaman sedini mungkin akan adanya racun di alam sekeliling kita. juga racun yang secara sengaja maupun tak sengaja diproduksi oleh manusia. C. Anak-anak kita belajar. seorang anak belum tentu menyadari narkoba yang ditawari temannya itu berbahaya bagi kehidupannya. meniru. akan sangat bermanfaat dan dapat menyelamatkan anak-anak kita dari penggunaan zat-zat berbahaya. pasti ia akan menolaknya. Mendidik meraka untuk sadar (aware) bahwa zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh kita (bagi kelangsungan hidup kita) ada di sekitar kita dan setiap zat yang membahayakan kesehatan kita harus dijahui (avoid) atau terkadang dimusnahkan. sirna. Penyakit yang dapat diderita sebagai akibat pemakaian narkoba (infeksi klep kanan jantung. maka kita harapkan ia akan menolak untuk mengkonsumsi narkoba. zat yang asing yang dapat membahayakan kesehatan dan hidupnya. seperti polusi asap dari knalpot mobil. juga narkoba. B. Penerangan bahwa ada racun pada tumbuh-tumbuhan seperti jamur dan tumbuhan lainnya yang beracun. dan binatang lainnya yang berbisa.

untuk merancang program pemantauan. Bila sistem yang dibangun bersama para tetangga itu kuat. Terutama dengan tetangga yang mempunyai anak seusia atau yang lebih tua dari anak kita. dsb. F.Bekerjasama dengan tempat pendidikan (sekolah atau universitas) Bekerjasama dengan sekolah ataupun universitas di mana anak-anak kita menuntut ilmu. dijamin gejala-gejala penyalahgunaan narkoba di pemukiman kita akan terdeteksi dan dapat tertanggulangi dengan cepat dan baik G. sikap masa bodoh terhadap hidupnya. pencegahan. Kita bisa membuat sistem pemantauan keamanan bersama tetangga lainnya yang juga melibatkan ketua RT untuk memantau keamanan umum dan memantau bila ada anakanak di RT kita yang disinyalir menggunkan narkoba. Misalnya supaya diperhatikan. Perubahan-perubahan masa puber dan peralihan anak menjadi remaja.Hubungan interpersonal yang baik Hubungan interpersonal yang baik dengan pasangan dan juga dengan anak-anak kita. tidak sama dengan perubahan perilaku seorang anak yang mulai ter ekspos pada narkoba. RW. penjaga kantin. Kegalauan ini bisa memancingnya untuk mencoba narkoba dengan berbagai macam alasan yang dicarinya sendiri. untuk mengatasi kemarahan. E.Bekerjasama dengan lingkungan rumah Kita sebaiknya bekerjasama dengan lingkungan rumah kita seperti dengan ketua RT. Kedekatan hubungan batin dengan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan aman. remaja menjadi dewasa. menjadi benteng bagi keselamatan mereka dalam mengarungi kehidupan mereka nanti. atau kesedihan yang timbul dari melihat orang tua mereka yang selalu bertengkar. maka itu bisa memengaruhi sang anak secara psikologis. cekcok. atau yang sudah kecanduan narkoba. Bila orang tua sering ribut. ketidaksenagan. . dan juga program penanggulangan narkoba secara holistic yang spesifik dengan pusat-pusat pendidikan tersebut (yang sebetulnya hanya berbeda sedikit saja dari satu sekolah ke sekolah yang lainnya) Kerjasama yang terkoordinir dengan baik yang melibatkan setiap sendi dalam kehidupan di sekolah ataupun kampus seperti: Dosen. dan yang lainnya. akan memungkinkan kita melihat gejala-gejala awal pemakaian narkoba pada anak-anak kita. guru-guru. guru BK (bimbingan konseling). Menjalin hubungan yang baik dengan para tetangga selalu mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi kita.Tanggap lingkungan Orang tua harus selalu sadar akan perubahan-perubahan kecil dari perilaku sang anak.D. dan karyawan lainnya di lingkungan sekolah/kampus (yang sering mendapatkan para siswa/mahasiswanya memakai narkoba di WC/toilet). Osis. Satpam/security.

.

dapat digunakan sebagai salah satu upaya preventif (pencegahan) serta untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahayanya narkoba. karena seringkali pelaku hanya dihukum ringan atau malah dibebaskan begitu saja. frustasi maupun orang-orang yang berkehidupan malam. Secara yuridis. instrumen hukum yang mengaturnya baik berupa peraturan perundang-undangan maupun konvensi yang sudah diratifikasi. Tetapi dalam praktek penegakan hukumnya masih terkesan tidak sungguh-sungguh. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dan UU No. Denpasar termasuk Yogyakarta dulu dikenal hanya merupakan daerah transit peredaran narkoba. Alkohol dan Zat adiktif lainnya) baik mengkonsumsi maupun mengedarkannya. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama dari pihak yang berwenang. Keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Surabaya. namun seiring perkembangan waktu. terutama didasarkan pada UU No. . 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. kota-kota besar di Indonesia sudah merupakan pasar peredaran narkoba. maka upaya penanggulangannya tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum saja. pelajar bahkan tidak sedikit kalangan eksekutif maupun bisnisman telah terjangkit barang-barang haram tersebut. Hal itu mengisyaratkan kepada kita untuk peduli dan memperhatikan secara lebih khusus untuk menanggulanginya. masyarakat mempunyai kesempatan yang luas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. A. Meskipun diakui bersama bahwa narkoba di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan. Sasaran pasar peredaran narkoba sekarang ini tidak terbatas pada orang-orang yang broken home. namun telah merambah kepada para mahasiswa. Pendahuluan Kemajuan-kemajuan yang dicapai di era reformasi cukup memberikan harapan yang lebih baik. namun di sisi lain masih ada masalah yang memprihatinkan khususnya menyangkut perilaku sebagian generasi muda kita yang terperangkap pada penyalahgunaan NARKOBA/NAZA (Narkotika. namun di sisi lain dapat pula menimbulkan addication (ketagihan dan ketergantungan) tanpa adanya pembatasan. Diharapkan dengan disosialisasikannya masalah ini kepada masyarakat luas. apalagi para pelakunya sebagian besar adalah generasi muda yang diharapkan menjadi pewaris dan penerus perjuangan bangsa di masa depan. Surabaya. kota-kota besar di Indonesia sudah merupakan pasar peredaran narkoba. namun seiring perkembangan globalisasi dunia. Dalam upaya pananggulangannya. karena bahaya yang ditimbulkan dapat mengancam keberadaan generasi muda yang kita harapkan kelak akan menjadi pewaris dan penerus perjuangan bangsa di masamasa mendatang. sebenarnya sudah jauh dari cukup sebagai dasar pemberantasan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Denpasar termasuk Yogyakarta dulu dikenal hanya merupakan daerah transit peredaran narkoba. Untuk itulah dalam tulisan ini akan dikemukakan masalah penyalahgunaan narkoba dalam tinjauan yuridis.Kasus penyalahgunaan narkoba beberapa tahun ini meningkat pesat. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Mengingat peredaran narkoba sekarang ini sudah begitu merebak. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta.

berkelahi. Pengaruh dan akibat Narkoba Pengaruh Narkotika. Jenis-Jenis Narkoba Ada beberapa jenis-jenis narkoba yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di atas. Fenetilena. opium. seperti senang berbohong. Halusinogen yaitu menimbulkan perasaan-perasaan yang tidak riel atau khayalan-khayalan yang menyenangkan Akibat yang ditimbulkan bagi para penyalahgunaan Narkoba dan minuman keras yang sudah adict atau kecanduan antara lain : a. tanaman koka-daun koka-kokain mentah-kokaina. Psikotropika. Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikotropika melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. heroin-morphine. meliputi : Diazepam (Nipam/BK/Magadon). merusak barang milik orang lain. meliputi : Amobarbital. ‡ Melemahkan fisik. untuk memperoleh narkotika dilakukan dengan segala macam cara dimulai dengan mengambil barang milik sendiri. Depresant yaitu mengendurkan atau mengurangi aktivitas atau kegiatan susunan syaraf pusat. Deksamfetamina. Golongan III. Psikotropika dan minuman keras antara lain : a. Golongan IV. 3. seperti bintik-bintik merah pada kulit. Golongan I. Nitrazepam. Pengaruh dan Akibatnya B. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan dalam golongan-golongan tertentu.B. Butalbital.1. MMDA yang terdapat kandungan ectasy. meliputi: tanaman papaver somniverum. Narkotika mengakibatkan : ‡ Merusak susunan susunan syaraf pusat ‡ Merusak organ tubuh. b. ‡ Karena ketagihan. Dokstroprosifem. keluarga.2. moral dan daya fikir ‡ Cenderung melakukan penyimpangan sosial dalam masyarakat. yang terbagi dalam tiga golongan. sebagaimana berikut ini : 1. merampok dan sebagainya. Golongan III. seperti hati dan ginjal ‡ Menimbulkan penyakit kulit. Golongan II. b. menodong. Buprenorfina. Stimulant yaitu meningkatkan keaktifan susunan syaraf pusat sehingga merangsang dan meningkatkan kemampuan fisik seseorang.Jenis-jenis Narkoba. Golongan I. Golongan A berkadar alkohol 1-5 % Golongan B berkadar alkohol 5-20 % Golongan C berkada alkohol 20-50 % B. Dihidro-kodenia. ganja. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. meliputi : MDMA (Ectasy). 2. mencuri. meliputi : Amfetamina (Sabu-sabu). c. Golongan II. Minuman keras adalah minuman beralkohol tetapi bukan obat. sehingga dipergunakan untuk menenangkan syaraf seseorang untuk dapat tidur/istirahat. meliputi : Alfesetilmetadol. kudis dsb. meliputi : Asetihidroteina. Betametadol. free seks dll. Benzetidin. terutama yang populer adalah ecstasy dan sabu-sabu mengakibatkan : . N-etil MDA. hilangnya rasa.

Namun karena tempat tersebut dinilai tidak aman maka tempat transaksinya berpindahpindah supaya terhindar dari petugas kepolisian. Demikian pula sasaran peredaran narkoba pada mulanya juga terbatas pada kalangan tempat hiburan malam. kulit dan kemaluan. sakit kepala. Landasan Hukum Landasan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan dan konvensi yang sudah diratifikasi cukup banyak. pelajar. apatis terhadap lingkungan. kejang-kejang. ginjal. namun buruknya setelah itu tubuh berubah seperti keracunan. UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika b. ‡ Efek samping : muntah dan mual. Pada awalnya mungkin sekedar motif ingin tahu dan coba-coba terhadap hal yang baru. eksekutif. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan sosial pelaku. kemampuan belajar menurun. lemah mental. di antaranya adalah : a. Faktor kepribadian : rendah diri. gelisah. sehingga tidak dapat membendung pengaruh negatif dari lingkungannya. bahagia semu. yaitu 30-40 menit setelah diminum. C. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba. menimbulkan rasa nikmat. seperti pub. bahkan tidak sedikit yang melakukan tindakan kriminal. Untuk pil ecstasy reaksinya relatif cepat. karaoke.1. hipertensi. mengasingkan dari lingkungan dsb. B. bahagia fisik dan mental sampai reaksi ecstasy tersebut berakhir (2-6 jam). Pengaturan Narkoba Dalam Perundang-undangan C.3. yaitu : a. diskotik. Hal tersebut dapat terjadi karena benteng pertahanan dirinya lemah. kemudian kesempatan yang memungkinkan serta didukung adanya sarana dan prasarana. denyut jantung meningkat. menimbulkan khayalan yang menyenangkan. ‡ Gangguan Kamtibmas : akibat minuman keras akan menekan pusat pengendalian seseorang. Tempat dan sasaran peredaran Tempat peredaran narkoba pada mulanya di tempat-tempat hiburan. Faktor lingkungan sosial. sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif. yang kemudian diekspresikan dengan cara-cara yang melanggar norma-norma. ‡ Efek lain : tidur berlama-lama. bisnisman dan masyarakat luas. nafsu makan berkurang. jantung. pankreas. depresi. b. hati. Minuman keras. emosi tidak stabil. berakibat antara lain : ‡ Gangguan fisik : gangguan dan kerusakan pada hati.‡ Efek farmakologi : meningkatkan daya tahan tubuh. meningkatkan kewaspadaan. B. kelelahan dan mulut terasa kaku serta dapat mengakibatkan kematian kalau terlalu over dosis. Koka dan Ganja. C. ‡ Gangguan jiwa : gangguan otak/daya ingatan. PP Nomor 1 Tahun 1980 tentang ketentuan Penanaman Papaver. energik. Tapi lama kelamaan dirinya terperangkap pada jerat penyalahgunaan narkoba. mudah tersinggung. jantung lemah. Untuk menutupi itu semua dan biar merasa eksis maka melakukan penyalahgunaan narkoba. nikmat. timbul khayalan menakutkan. pergaulan dan lain-lain. UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan d. lambung dan otot. baik lingkungan sekolah.4. pendarahan otak. menurunkan emosi. ‡ Efek terhadap organ tubuh : gangguan pada otak. UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika c. . tetapi kemudian merambah kepada mahasiswa. pemakainya terasa hangat. jantung.

Diharapkan dengan adanya batas minimum hukuman. Perkara narkotika termasuk perkara yang didahulukan dari perkara lain untuk diajukan ke pengadilan guna penyelesaian secepatnya. Konvensi Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika 1988 h. Oleh karena itulah pemerintah dalam sidang kabinet bidang Polkam yang dipimpin Presiden Gus Dur memutuskan akan membuat hukuman minimal 12 s/d 20 Tahun untuk para pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Tentang Ketentuan Pidana Narkotika diatur dalam UU No. seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga. 5 tahun 1997. membuat korporasi dan sebagainya. pengedar. b. Itulah salah satu sisi kelemahan dari Undang-undang Narkotika yang tidak mencantumkan batas minimum ancaman hukuman kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba. dalam UU No.e. apakah sebagai pemakai. pengimpor atau pengekspor. sebagai berikut ini : a. Tentu saja ini tidak membuat si pelaku menjadi jera. 25 Milyar. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. 196/Men. Kalau dilihat ketentuan pidananya sebenarnya sudah cukup berat. yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. pengajian oleh para ulama. Kep.Kes. Tapi dalam praktek peradilan./SK/VIII/1997 tentang Penetapan Alat-alat dan Bahan-bahan sebagai barang di Bawah Pengawasan C. pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba. pelaku penyalahgunaan narkoba akan berpikir ulang melakukan tindakannya. Demikian juga bagi pelaku delik psikotropika. Menkes No. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berat ringannya hukuman tergantung pada tingkat penyalahgunaan narkoba. penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP yang menegaskan : ³Tiada suatu perbuatan dapat dipidanakan kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada. pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan. Hukum pidana menganut asas legalitas. sebelum perbuatan dilakukan´. Bab XIV tentang Ketentuan Pidana. D. produsen ilegal. Hal ini yang kadang membuat masyarakat menjadi tidak puas dan timbul kesan negatif kepada lembaga peradilan yang dinilai tidak sungguh-sungguh dalam menegakkan hukum untuk menjerat pelaku penyalahgunaan Narkoba. Pasal 59-72. Upaya Penanggulangannya Upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol f. Preventif (pencegahan). UU No. 750 juta. Represif (penindakan). Pasal 78 s/d 100. Ketentuan Pidana Penyalahgunaan Narkoba termasuk kualifikasi perbuatan pidana (delict) yang diatur dalam peraturan perundang-undangan sebagaimana disebutkan di atas. Bab XII. sindikat. Bagi pelaku delik narkotika dapat dikenakan pidana penjara sampai dengan 20 tahun atau maksimal dengan pidana mati dan denda sampai Rp.2. yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui . Keputusan Presiden No. 8 Tahun 1976 tentang Perngesahan Konvensi Tunggal Narkotika 1961 g. penyalur. 22 Tahun 1997. seringkali hakim menjatuhkan pidana yang sangat ringan hanya beberapa bulan saja atau malah dibebaskan kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. dapat dikenai hukuman pidana penjara sampai 20 tahun dan denda sampai Rp.

jalur hukum. d. ulama. bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali ³ketagihan´ Narkoba. yayasan Pondok Bina Kasih dll. sekolah. LSM dan Pemerintah untuk bersatu padu mencegah dan memberantas bahaya Narkoba. c. Kuratif (pengobatan). Untuk itu harus ada upaya terpadu (integrated) dari semua pihak. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri. masyarakat. . Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Mari kita perangi narkoba. Penutup Upaya penanggulangan bahaya Narkoba tidak semata-mata tugas Pemerintah (Kepolisian). E. yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba. proporsional dan tidak melanggar ramburambu hukum. pesantren-pesantren. Rehabilitatif (rehabilitasi). Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati. Masing-masing dapat berperan sesuai bidangnya masing-masing. selamatkan saudara-saudara kita. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat. seperti keluarga. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->