KEPOLISIAN

NEGkRA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR

PROSEDUR TETAP KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR: PROTAPI TENTANG PENANGGULANGAN

1

IXl2010

ANARKI

JAKARTA,

s

OKTOBER 2010

Undang-Undang Namar 5 Tahun 1998 tentang Ratifikas] Konvensi Menentang Penyiksaan dan Penghukuman yang Kejam.. c. anarki merupakan bentuk pelanggaran hukum yang membahayakan keamanan dan mengganggu ketertiban umum masyarakat sehingga perlu dllakukan penindakan secara cepat.. PENDAHULUAN 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 181. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nornor 3983). 2.. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (Serita Republik Indonesia II. Undang-Undang Nornor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. e. d. b.. dan tegas dengan tetap mengedepankan prlnslp-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9) beserta perubahannya.KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS SESAR PROSEDUR TETAP Nomor: Protapl 1 IX/2010 tentang PENANGGULANGAN ANARKI I. perlu disusun Prosedur Tetap untuk dijadikan pedoman seluruh an9gota Polri. Tambahan Lembaran Negal a Republik Indonesia Nomor 3789). Dasar a. Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 164. tepat. Undang-Undang . . Umum a. agar anarki dapat ditangani secara cepat dan tepat untuk mengeliminir dampak yang lebih luas. b.

k. . o. Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886). Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian. I. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan. m. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nemor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Undang-Undang Nomor 12 Tahun Konvenan Internasional Hak Sipil dan Republik Indonesia Tahun2005 Lembaran Negara Republik Indonesia 2005 tentang Ratifikasi Politik (Lembaran Negara Nomor 119. h. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. Tambahan Nomor 4558). Peraturan Kepala Kepolisian Negara RepubJik Indonesia Nornor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.2 PROT AP KAPOLRI NeMeR TANGGAL: : PReTAPI 8 OKTOBER t IX/2010 2010 e. Unoang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Neqara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165. n. Resolusi . Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskrlminasi Ras dan Etnis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). g. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4919).. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tata Cara Lintas Ganti dan Cara Bertmdak Dalam Penanggulangan Huru-hara: I. j. Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di muka Umum. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia. f..

pengayoman. atau membahayakan jiwa raga...3 PROTAP KAPOLRI NOMOR . menqancarn keselamatan jiwa dan/atau barang. atau menghentikan anarki atau pelaku kejahatan lainnya yang mengancam keselamatan. c d. PROTAPI I IXJ2010 TANGGAL: Ii OKTOBER 2010 o. kerusakan fasilitas umum atau hak rnilik orang lain. harta benda atau kehormatan kesusilaan. menghambat. 5. b. Anarki adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau terang-terangan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bertentangan dengan norma hukum yanq mengakibatkan kekacauan. Resolusi PBS 34/169 tangga I 7 Desember 1969 tentang Ketentuan Berperilaku (code of conduct) untuk Pejabat Penegak Hukum: Protokol PSS Tahun 1980 yang diselenggarakan di Kuba pada p. pelaku. Tindakan Kepalisian adalah upaya paksa dan/atau tindakan lain yang dilakukan secara bertanggung jawab menurut hukum yang berlaku untuk mencegah. sarana prasarana. guna mewujudkan tertib dan tegaknya hukum serta terbinanya ketenteraman masyarakat.. Pengertian a. tanggal 27 Agustus sampai dengan 7 September 1980 tentang Prinsip-prinsip Oasar Penggunaan Kekuatan dan Senjata Api oleh Aparat Penegak Hukum. akibat anarki. Ruang Lingkup Lingkun Prosedur Tetap ini meliputi gambaran umum tentang bentuk. Tujuan agar tercapai keseragaman pola tindak dan tidak menimbulkan keraguraguan bagi anggota Polri dalam menangani anarki. Penggunaan . 4. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. sifat. dasar hukum tindakan tegas. personel. komando dan pengendalian serta anggaran. dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam neperi. cara bertindak. .. 3. membahayakan kearnanan urnum. penanggung jawab. serta memberikan perlindungan. menegakkan hukurn.

Mempertahankan diri dan/atau masyarakat adalah tindakan yang diambil oleh an9gota Polri untuk melindungi diri sendiri atau masyarakat. hukum. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Gangguan Nyata selanjutnya disingkat GN adalah gangguan keamanan berupa keJahatan atau pelanggaran yang terjadi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat berupa jiwa raga ataupun harta benda. 6. proporsional dan tanpa ragu-ragu serta sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Ambang Gangguan selanjutnya disingkat AG adalah kondisi gangguan Kamtibmas yang jika dibiarkan tidak ada tindakan kepolisian dapat meningkat menjadi gangguan nyata. membatasi. Tindakan Tegas dan Terukur adalah serangkaian tindakan kepolislan yang dilakukan oleh anggota Polri balk perarangan maupun dalam ikatan kesatuan secara profesional. pemerintah. L j. berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar.. menghalangi. . f... dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang dan tidak mendapatkan. h.4 PROT AP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI I /X/2010 TANGGAL: 8. e. OKTOBER 2010 d. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Asas-Asas Dalam menerapkan tugas dan perlindungan terhadap masyarakat setiap anggota Polri w8Jib memperhatikan: warga a asas . Penggunaan Kekuatan adalah segala upaya untuk pengerahan daya. g. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. atau harta benda atau kehormatan kesusilaan dari bahaya yang mengancam secara Jangsung. Pelanggaran Hak Asasi Manuela adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi.. potensi atau kemampuan anggota Polri dalam rangka melaksanakan tindakan kepolisian untuk menanggulangi anarki.

. Ancaman Gangguan (AG). dan melakukan senjata (api. baik di dalam perundang-undangan nasional maupun internasional. b. PELAKU DAN AKIBAT ANARKI 7. dan b. antara perkelahian massal: pembakaran· 3) perusakan . . asas akuntabilitas. d.... yang mengharuskan anggota Polri melakukan suatu tindakan yang membatasi kebebasan seseorenq ketika menghadapi kejadian yang tidak dapat dthindarkan: asas proporsionalitas. (GN). bahan berbahaya (pad at. SIFAT. tlndakan provokatlf (menghasut). Bentuk-bentuk lain: 1) 2) perbuatan yang merupakan GN anarki.. Bentuk a. senjata/bahan berbahaya lainnya (ketapel. tajam). yaitu setiap anggota Polri yang melakukan tugas senantiasa haws bertanggung ketentuan hukum yang berlaku. antara lain: 1) 2) 3} 4} merupakan AG yang beJum membawa membawa membawa kejut). c. BENTUK. asas legalitas. yaitu setiap anggota Polri yang dalarn melakukan tindakan harus didasari oleh suatu kebutuhan untuk mencapai tujuan penegakan hukum. Bentuk-bentuk perbuatan yang menjadi anarki. Gangguan Nyata. yaitu setiap anggota Polri dalam melakukan tindakan haws sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku. asas nesesitas. jawab sesuai dengan II.5 PROTAP KAPOLRI NOMOR : P'ROTAPI IXl2010 TANGGAL: & OKTOBER 2010 1 a. yaitu setiap an990ta Polri yang melakukan tugas harus senantiasa menjaga keseimbangan antara tindakan yang dilakukan dengan ancaman yang dihadapi dalarn penegakan hukum. cair dan gas).

dan melawan/menghina petugas dengan menggunakan tanpa menggunakan alat dan/atau senjata. b. Akibat Anarki dapat menyebabkan terjadinya: a. pencurian. g. dan kelompok atau kolektif. d. penganiayaan. h. sadis: menimbulkan ketakutan. dan berdampak luas terhadap 10. perusakan.. dan pada umumnya dilakukan secara massal. gangguan . f. dengan mengabaikan peraturan yang ada.. penyanderaan.. agresif. b. atau Sifat Sifat anarki antara lain: a.6 PROT AP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI 1 IX/2010 TANGGAL: A OKTOBER 201 Q 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 8. perorangan. Pelaku Anarki dapat dilakukan oleh: a. e. penculikan. penghilangan nyawa orang. stabilitas Kamtibmas. perampasan. baik yang dikendaJikan/digerakkan oleh seseorang maupun tidak dikendalikan oleh seseorang namun dilakukan secara bersarna-sama. brutal. berdampak luas. kerugian stabilitas jiwa dan harts benda yang berpengaruh Kamtibmas masyarakat terhadap luas atau atau me-esahkan keselarnatan masyarakat. pemerkosaan. . dan berdampak luas terhadap stabilitas Kamtibmas. sabotase. pengeroyokan. penjarahan. b. pengancaman. c. sporadis. spontan.. 9.

dan gangguan terhadap operasionalisasi dan fungsi suatu institusi tertentu..7 PROT AP KAPOLRI NOM OR : PROTAPI t IX/2010 TANGGAL: B OKTOBER 2010 b.. Pasal 51 : "barang siapa/anggota melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang. meliputi: 1) 2) pertimbangan manfaat serta resiko dari tindakannya. ... Pasal 50 : "barang siapa/anggata melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang tidak dipidana". Pasal 49 : "barang siapa/anggota yang melakukan perbuatan pembelaan secara terpaksa untuk diri sendiri maupun orang lain. Pasal18 : untuk kepentingan umum pejabat Palri dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri. PENANGANAN ANARKI Dasar hukum tindakan tegas. a.2 September 1990 di Havana Cuba tentang Prinsip-Prinsip Dasar Penggunaan Kekerasan dan Senjata Api Dleh Aparat Penegak Hukum: 1) untuk membela din atau orang lain terhadap ancaman kematian atau luka parah yang segera terjadi: 2) untuk . tidak dipidana". dan betul-betul untuk kepentingan umum. Protokol VII PBB tan9gal 27 Agustus . kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pad a saat itu yang melawan hukum tldak dapat dipidana". KUHP 1) 2) Pasal 48 : "barang siapa/anggota yang melakukan tindakan secara terpaksa tidak dapat dipidana". Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang POLRI. c. PELAKSANAAN 11. gangguan terhadap stabilitas Kamtibmas yang menyebabkan fungsi pemerintahan maupun aktivitas keseharian masyarakat tidak dapat berlangsung dengan lancar. III. . baik swasta maupun pemerintah. . C. 3) 4) b.

Cara bertindak a. . Setiap anggota Polri baik perorangan satuan.8 PROTAP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI IXf2010 TANGGAL: OKTOBER 201'0 g 1 2) 3) 4) untuk mencegah pelaku kejahatan melarikan diri... melihat dan mengetahui AG anarki dan/atau GN anarki wajib mengambil tindakan sesuai dengan keadaan dan berdasarkan penilaian sendiri. dan pelaku kejahatan melakukan perlawanan dengan senjata api atau membahayakan jiwa orang lain. dan apabila cara yang kurang mencapai tujuan-tujuan. 2) 3) 12. mendengar dan mengetahui AG. Personel.. Sarana dan prasarana yang digunakan berupa peralatan perorangan maupun peralatan satuan yang dimiliki oleh tiap-tiap satuan kepolisian. suatu tindakan kejahatan tidak cukup untuk ekstrim d. 14. setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan agar AG tldak berkembang menjadi GN dengan upaya antara lain. a. 13. Terhadap sasaran AG 1) Perorangan anggota Polri Apabila melihat.. a) melakukan . sesuai dengan asas keseimbangan antara penggunaan kekerasan dengan tujuan yang hendak dicapai. maupun dalam ikatan setiap anggota Polri apabila mendengar. Resolusl PBS 34/169 Tanggal 7 Desember 1969 tentang Ketentuan Berperilaku (code of conduct) untuk Pejabat Penegak Hukum: 1) dapat diberi wewenang untuk menggunakan kekerasan apabila perlu menurut keadilan untuk mencegah kejahatan atau dalam melaksanakan penangkapan yang sah terhadap pelaku yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan. untuk mencegah dilakukannya yang sangat serius. Sarana dan prasarana. b.

b) c) d) ..9 PROTAP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI IX/2010 TANGGAL: OKTOBER 2010 8 1 a) melakukan pemantauan dan himbauan kepada pelaku agar menaati hukum yang berlaku dan menjaga tata tertib. menyampaikan kepada pelaku bahwa perbuatannya dapat membahayakan ketenteraman dan keselarnatan umum.. serta jangan menggunakan kekerasan dalam penyelesaian rnasalah: mencatat identitas pelaku beserta peralatan yang dibawanya. apabila pelaku me. identifikasi. antara lain: tupas pemantauan. maka segera dilakukan himbauan berupa: SA YA SELAKU ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK .. pimpinan satuan melakukan himbauan kepada pelaku untuk menaati hukum yang berlaku dan menjaga tata tertib: menghimbau agar segera menyerahkan dan/atau barang-barang berbahaya kepada petugas. . mengetahui adanyaAG.lakukan perlawanan kepada petugas. mendengar. 2) Personel ikatan satuan Apabila personel dalam ikatan satuan melihat.INDONESIA ATAS NAMA UNDANG-UNDANG SAYA PERINTAHKAN AGAR SAUDARA TIDAK MELAKUKAN TINDAKAN YANG MELANGGAR HUKUM. e) melaporkan kepada pimpinan dan/atau satuan kepolisian terdekat dengan menggunakan alat komunikasi yang ada. peralatan lainnya dilakukan adalah: a) b) c) d) apabila " . cara bertindak yang pimpinan satuan melakukan pembagian tugas. pemotretan.

MEMERINTAHKAN UNTUK BERHIMPUN KENDARAAN..10 PROT AP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI /X/2010 TANGGAL: OKTO?ER 2010 8 l d) apabila pelaku melakukan perlawanan kepada petugas. f) apabila . dan kendall dengan menqqunakan senjata api tindakan atau alat lain untuk menghentikan atau perilaku pelaku menyebabkan luka parah anggota (4) yang dapat atau kematian g) apabila . . SEMUA ORANG ATAU TURUN DARI (2) (3) MELAKUKAN PENGGELEDAHAN DAN/ATAU PENYITMN ATAS BARANGBARANG YANG MENYERTAINYA. TINDAKAN (2) AGAR SEGERA MENYERAHKAN PERALATAN DAN/ATAU BARANGBARANG BERBAHAYA LAINNYA KEPADA PETUGAS.pelaku melakukan perlawanan fisik terhadap petugas. maka segera dilakukan himbauan berupa: SAYA SELAKU PETUGAS KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA ATAS NAMA UNDANG-UNDANG SAYA PERINTAHKAN: (1) AGAR TIDAK MELAKUKAN MELANGGAR HUKUM. atau alat lain sesuai standar Palri. perintah (3) e) • apabila pelaku tidak mengindahkan petugas. senjata kimia antara lain gas air mata. kendall senjata tumpul. Polri atau anggota masyarakat. kendall tangan kosong keras._. maka dilakukan tindakan melumpuhkan dengan menggunakan: (1) (2) (3) kendall tangan kosong lunak.. APABILA TIDAK MENGINDAHKAN KAMI AKAN MELAKUKAN TINDAKAN TEGAS. maka dilakukan tindakan: (1) MEMER1NTAHKAN MENGHENTIKAN PERGERAKAN PELAKU DAN/ATAU KENDARAAN YANG DIGUNAKANNYA.

maka dilakukan tindakan: a) segera . 2) berdasarkan penilaian sendiri bahwa pelaku anarki dapat ditangani. f1erorangan anggota Polri 1) apabila pelaku melakukan anarki.11 PROTAP KAPOLRI NOMOR : PROTAPI IX/2010 TANGGAL:. Cara bertindak terhadap sasaran GN a.standar Palri. h) i) 15... apabila pelaku secara sukarela segera menyerahkan diri. b) 3) apabila pelaku anarki dalam bentuk kelompak. dan kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain untuk menghentikan tindakan atau perilaku pelaku yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian dirinya sencin atau anggota masyarakat. maka segera meminta bantuan kekuatan dan perkuatan secara berjenjang. . atau alat lain sesuai . lisan agar menghentikan segera meJaporkan kepada pimpinan dan/atau satuan Polri terdekat untuk meminta bantuan kekuatan dan perkuatan. 4 OKTOBER 2010 1 g) apabila personel dalam ikatan satuan tidak mampu menangani AG anarki. maka diupayakan dilakukan tindakan melumpuhkan dengan: a) kendali senjata tumpul dan/atau senjata kimia antara lain gas airmata.. maka segera dilakukan tindakan: a) b) peringatan secara tindakannya. maka dilakukan tindakan membawa pelaku ke kantor Polisi terdekat untuk dilakukan proses lebih lanjut.. dan terhadap para pelaku yang secara sukarela menyerahkan diri harus diperlakukan secara manusiawi dan diberikan perlindungan terhadap hak-haknya.

kendali senjata tumpul. b) melakukan pengawasan atas gerak gerik pelaku dengan menggunakan peralatan dan/atau tanpa peralatan. maka seqera dilakukan tindakan melumpuhkan dengan cara: a) b) c) kendali tangan kosong keras. Personel ikatan satuan Apabila personel dalam ikatan satuan menghadapi GN. d) apabila pelaku tidak mengindahkan tembakan terarah peringatan maka dilakukan 1embakan kepada sasaran yang tidak mematikan.12 PI~OTAP KAPOLRI NOMOR 'PROTAPI IX/20i0 TANGGAL : OKTOBER 2010 b. . senjata kimia antara lain gas air rnata.. atau alat lain sesuai standar Polri. ". APABILA TIDAK MENGINDAHKAN PERINTAH AKAN DILAKUKAN TINDAKAN TEGAS. a) • b) 2) apabila pelaku tidak mengindahkan perintah petugas. 4) apabila . cara bertindak yang dilakukan adalah: 1) pimplnan satuan memerintahkan kepada para pelaku untuk menghentikan semua anarki dengan bunyi perintah: a) KEPOLISIAN SAYA SELAKU PETUGAS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ATAS NAMA UNDANG-UNDANG SA YA PERINTAHKAN AGAR MENGHENTIKAN ANARKI.arn ikatan satuan tidak mamou menangani pelaku anarki segera meminta bantuan kekuatan dan perkuatan secara bel'Jenjang. segera melaporkan kepada pimpinan dan/atau satuan kepolisian terdekat untuk meminta bantuan kekuatan dan perkuatan dengan menggunakan sarana komunikasi yang ada. kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain untuk menghentikan tindakan atau perilaku anarki yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau anggota masyarakat atau kerusakan dan/atau kerugian harta benda didahului dengan tembakan peringatan kearah yang tidak membahayakan. 3) apabila personel da.

13 PROT AP KAPOLRI NOMOR : PROTAPf ( /X/2010 T ANGGAL: OKTOBER 2010 g 4) apabila dalam tindakan melumpuhkan yang dilakukan oleh petugas terjadi korban luka petugas. Kasatwil.an pengamanan dan pemeriksaan terhadap personel Polri yang' melakukan tindakan tegas sebagaimana dimaksud dalam Protap ini. Pengemban fungsi pengawasan dan pengamanan internal berkewajiban melaksanak. Kasatfung dan/atau pimpinan satuan lapangan bertanggung jawab terhadap seluruh tindakan kepolisian yang dilakukan anggotanya. Dukungan admirustrasr. untuk tingkat provinsi: Kapolres. d.at nasional. IV. dan 18. c. Kapolda. Dalam hal penanganan anarki yang melibatkan fungsi eksternal Polri. komando dan pengendalian taktis berada pad a Kepala Kesatuan Kewilayahan Polri. segera dilakukan pertolongan sesuai prosedur pertolongan dengan menggunakan sarana yang tersedia. Kapolsek. logistik dan operasional yang dalam penanganan anarki menggunakan anggaran Polri. 20. DAN PENGENDALIAN bertanggung jawab Dalam hal penanganan anarki pimpinan yang melakukan komanda dan pengendalian yaitu: a. untuk tingk. . ANGGARAN 21. V. dalam rangka kelengkapan administrasi maupun prosedur menghadapi transparansi dan akuntabilitas. pelaku dan/atau masyarakat. untuk tingkat kabupaten/kota. Penanggung jawab. dibutuhkan VI.... Kapolri.. maka 19. KOMANDO 17. Dalam hal keadaan eskalasi anarki semakin meningkat. PENUTUP . sedangkan komando dan pengendalian teknis berada pada pimpinan funqsi-eksternal masing-masing. untuk tingkat kecamatan. komando dan pengendalian diambil alih secara berjenjang. 16. b.

• . VI..• . OKTOBER 2010 1 Ketentuan yang diatur dalam prosedur tetap penanggulangan anarki inl agar dijadikan pedoman bagi seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.. PENUTUP 14 PROTAP KAPOLRJ NOMOR . PROTAP/ IX/2010 TANG GAL : 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful