Pendahuluan Memasuki abad 21, terjadi perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan bernegara di Indonesia, suatu perubahan yang mungkin

tak pernah diduga oleh kebanyakan masyarakat Indonesia sendiri. Diawali oleh krisis moneter dan ekonomi pada akhir 1997, perubahan-perubahan penting dalam kehidupan politik, ekonomi, hukum dan sosial masih terus berlangsung hingga saat ini. Meskipun dampak krisis ekonomi mulai reda dan kondisi berangsur pulih, suasana serba tak pasti dan kebingungan masih terasa di mana-mana. Salah satu sumber kebingungan itu adalah proses desentralisasi yang ikut terpacu oleh dinamika perubahan sebagai akibat krisis ekonomi. Dengan lahirnya UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dalam situasi krisis, proses desentralisasi yang sebenarnya sudah dimulai sejak lama meskipun berjalan lambat, bercampur aduk dengan proses reformasi yang digencarkan sejak krisis ekonomi terjadi. Gejala lain yang ikut memperumit proses desentralisasi tersebut adalah munculnya aspirasi beberapa daerah untuk memisahkan diri dari negara kesatuan RI. Adanya aspirasi ini membuat agenda otonomi daerah berada dalam dilema yang sulit dipecahkan, yakni antara keinginan untuk meredam aspirasi semacam itu melalui pemberian otonomi yang luas dan kekhawatiran bahwa persoalan pusat akan berpindah ke daerah karena ketidak-siapan daerah untuk menerima otonomi luas. Meskipun masih sulit membayangkan wajah Indonesia baru dalam beberapa tahun mendatang, proses desentralisasi dan perwujudan otonomi daerah yang luas merupakan salah satu faktor yang hampir pasti akan ikut membentuk wajah tersebut. Dengan demikian, dapat diperkirakan akan terjadinya pergeseran besar-besaran dalam tata kehidupan masyarakat, dari tata kehidupan yang bersifat sentralistik ke sifat desentralistik, dari kecenderungan serba seragam ke warna warni lokal yang plural, dari paradigma negara kesatuan ke negara kuasi federal. Dalam operasionalisasinya, proses pergeseran tersebut memerlukan penjabaran yang rumit dan kompromi-kompromi yang alot dari beragam kepentingan yang terlibat. Hal inilah yang antara lain menimbulkan suasana serba tak pasti dan gamang sebagaimana tampak khususnya di kalangan birokrasi pemerintah. Proses pergeseran yang dimaksud antara lain juga akan terjadi dalam pengelolaan sumberdaya air. Dalam hal ini, menarik untuk mempertanyakan, apakah pergeseran ke arah otonomi daerah itu dapat dimanfaatkan untuk sekaligus memecahkan masalah-masalah yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan sumberdaya air ? Apakah UU No 22 tahun 1999 memberi landasan hukum yang memadai untuk upaya tersebut ? Tulisan ini akan mencoba membahas persoalan yang terangkat dari pertanyaan tersebut guna membantu terselenggaranya upaya perwujudan otonomi daerah yang sekaligus mendukung penyempurnaan pengelolaan sumberdaya air.

<Top> Makna Otonomi Daerah Bagi Pengelolaan Sumberdaya Air Penyelenggaraan otonomi daerah umumnya disambut positif dan didukung banyak pihak. Disamping merupakan amanat konstitusi, otonomi daerah dirasakan sebagai kebutuhan yang semakin mendesak dan menjadi jalan keluar bagi tantangan yang akan sulit diatasi jika penyelenggaraan kehidupan berbegara tetap dalam sistem yang sentralistik. Terdapat tiga manfaat yang umumnya diharapkan dari penyelenggaraan otonomi daerah melalui desentralisasi : pertama, prakarsa dan kreativitas daerah dapat lebih berkembang sehingga masalah dan tantangan yang muncul di daerah dapat lebih mudah dan cepat diatasi ; kedua, beban persoalan dapat lebih dibagi antara pemerintah pusat dan daerah sehingga memungkinkan kesempatan yang lebih luas bagi pusat untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang bersifat strategis; ketiga, membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat di tingkat lokal dan daerah sehingga mampu meningkatkan rasa keadilan dan tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Pengalaman dalam mengupayakan otonomi daerah selama ini menunjukkan alotnya proses yang berlangsung guna mewujudkan otonomi daerah. Faktor utama penyebabnya adalah keengganan pemerintah pusat untuk menyerahkan kewenangan ke daerah dengan berbagai alasan, antara lain keraguan akan kemampuan daerah, kekhawatiran akan berpindahnya masalah-masalah pusat ke daerah dan sebagainya. Disamping keengganan, pemerintah pusat terkesan sangat berhati-hati dalam mendorong otonomi daerah. Ini dapat dibaca dari pesan yang senantiasa melekat dalam mengupayakan otonomi daerah, misalnya lewat ungkapan-ungkapan seperti otonomi yang nyata dan bertanggung jawab, otonomi diselenggarakan dengan prinsip-prinsip demokratis, peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan dan sebagainya. Keengganan pemerintah pusat untuk menyerahkan kewenangan dalam rangka otonomi daerah bisa jadi bersumber pada faktor yang bersifat politis bahwa pusat tidak rela kehilangan kontrol dan kepentingannya terhadap daerah. Faktor demikian terbukti dapat ditandingi dengan ancaman beberapa daerah untuk melepaskan diri sehingga muncul dorongan yang kuat untuk segera mewujudkan otonomi daerah sebagaimana tertuang dalam UU No 22 tahun 1999. Hal yang tampaknya kurang disadari dalam kegairahan menyambut otonomi daerah yang luas ini adalah bahwa otonomi daerah dalam beberapa bidang urusan tertentu dapat justru menimbulkan kerugian disamping keuntungan sebagaimana secara umum telah dikemukakan. Hal ini dapat dilihat antara lain dalam pengelolaan sumberdaya air. Keuntungan dan kerugian yang dapat ditimbulkan oleh penyelenggaraan otonomi daerah bagi pengelolaan sumberdaya air dapat dijelaskan

dengan mengembalikan makna otonomi daerah sebagai penerapan azas desentralisasi. Eksternalitas yang dimaksud merupakan dampak atau akibat tidak langsung yang ditimbulkan oleh pengelolaan sumberdaya air terhadap lingkungan secara keseluruhan. Dalam pengelolaan sumberdaya air. Artikulasi merupakan proses yang menghubungkan tindakan unit yang satu dengan tindakan dari unit-unit lainnya (Benveniste. Di pihak lain. Eksternalitas pengelolaan sumberdaya air dapat bersifat positif misalnya dalam bentuk dukungan bagi perkembangan ekonomi masyarakat. seperti pengamanan catchment area. 1989:230). desentralisasi tak banyak gunanya karena keputusan dapat ditentukan secara terpusat dan dibakukan. Desentralisasi dapat mendatangkan tiga bentuk kerugian. Seperti telah dikemukakan. Pemborosan dapat terjadi bila terdapat duplikasi dalam pelayanan. konflik antar bagian lebih mudah terjadi. Setiap manfaat tersebut memiliki kondisi atau persyaratan-persyaratan tertentu agar dapat diperoleh melalui upaya desentralisasi. Persoalannya adalah apakah pengelolaan sumberdaya air menyediakan persyaratan yang dimaksud ? Satu misal adalah persyaratan bagi manfaat pertama. penanggulangan erosi. desentralisasi akan membawa sejumlah manfaat seperti mempermudah dan mempercepat penyelesaian masalah dan tantangan yang muncul secara lokal. perlu disadari beberapa kerugian yang dapat muncul dari desentralisasi pengelolaan sumberdaya air. Bila masalah yang muncul umumnya telah dapat diduga dan dapat dibuat rumusan secara umum. Sebaliknya. meningkatkan biaya artikulasi dan mengurangi keuntungan internal. penyusunan . Desentralisasi akan meningkatkan biaya artikulasi dalam arti akan lebih banyak waktu. biaya artikulasi akan menjadi tinggi untuk menangani urusan-urusan yang bersifat lintas daerah. kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup. Desentralisasi pengelolaan sumberdaya air dalam bentuk otonomi daerah akan dapat mengurangi eksternalitas tersebut bila kepentingan masing-masing daerah tidak bisa saling dipertemukan untuk memaksimalkan nilai kegunaan sumberdaya air yang tersedia guna mendukung perkembangan ekonomi. tingkat kesehatan rata-rata masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup. mengurangi beban persoalan di pusat dan memperluas partisipasi bagi masyarakat lokal dan daerah. akan bisa diidentifikasi hal-hal apa dalam pengelolaan sumberdaya air yang dapat memetik keuntungan dari desentralisasi. Selain itu. energi serta biaya yang diperlukan untuk mengkoordinasikan bagian-bagian yang masing-masing memiliki otonomi. Dengan mengidentifikasi dan menganalisa persyaratan-persyaratan untuk setiap manfaat yang diharapkan dari desentralisasi. eksternalitas negatif yang timbul akibat degradasi sumberdaya air menjadi semakin sulit ditanggulangi dalam sistem pengelolaan yang terdesentralisasi. desentralisasi akan mampu memberikan manfaat tersebut bila masalah dan tantangan lokal sulit diramalkan dan heterogen sifatnya. yakni mengurangi eksternalitas positif dan meningkatkan eksternalitas negatif.

Contoh paling jelas untuk peluang ini adalah desentralisasi pengelolaan jaringan irigasi. <Top> Peluang. Bentuk keuntungan internal lain adalah standardisasi dan simplifikasi norma-norma adminsitratif yang tidak perlu dihilangkan karena alasan desentralisasi. menjadi jelas bahwa tidak semua hal dalam pengelolaan sumberdaya air yang akan menjadi lebih baik bila dikelola secara terdesentralisasi. 1989: 234). Pertama. Dalam Tabel 1 dicoba diidentifikasi hal-hal dalam pengelolaan sumberdaya air yang cocok untuk sentralisasi dan desentralisasi. Hambatan yang muncul kebanyakan disebabkan karena terlalu terpaku pada proses persiapan dan pelaksanaan penyerahan kewenangan. Pada hal disamping hambatan tersebut. Secara teoritis. sentralisasi dan desentraalisasi memang berada dalam suatu kontinum (Benveniste. baik dengan menyerahkan semua urusa pengelolaan jaringan irigasi ke para petani pemakai air (P3A) maupun dinas pengairan di daerah otonom. Sementara desentralisasi berarti menyerahkan sebagian kewenangan ke tingkat daerah otonom. Desentralisasi yang mengabaikan prinsip ini akan berdampak pada pengurangan atau hilangnya keuntungan internal yang seharusnya dapat diperoleh. baik di tingkat propinsi maupun kabupaten dan kota. Ancaman dan Tantangan Dengan memusatkan perhatian pada aspek-aspek urusan yang cocok untuk didesentralisasi. Sentralisasi dalam hal ini dapat berarti terpusat di tingkat nasional atau dalam satu Satuan Wilayah Sungai (SWS). sebenarnya sudah menunggu ancaman dari periode pasca . desentralisasi akan memungkinkan terpenuhinya biaya Operasi dan Pemeliharaan (O&P) untuk pendaya-gunaan sumberdaya air dalam jumlah yang lebih memadai dan berkorelasi langsung dengan tingkat pelayanan yang diberikan. Langkah desentralisasi ini sudah dimulai sejak menjelang akhir tahun 1980-an tetapi masih banyak menghadapi hambatan. ada dua peluang yang memberi harapan untuk menemukan jalan keluar bagi permasalahan pengelolaan sumberdaya air. misalnya pembangunan suatu sistem jaringan irigasi akan membutuhkan satuan wilayah tertentu yang secara minimal memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan sehingga tercapai efisiensi biaya. Desentralisasi atau Sentralisasi ? Dengan mencermati segi-segi menguntungkan dan merugikan dari proses desentralisasi.rencana tata pengaturan air dalam satu sungai yang melintasi dua atau lebih daerah otonom dan sebagainya. misalnya dalam kasus pengelolaan sungai dan sistem irigasi. Disamping itu terdapat kondisi dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memetik keuntungan dari masing-masing pilihan tersebut. Keuntungan internal dapat diperoleh oleh kesatuan sistem pengelolaan.

efektivitas kelembagaan pengelola sumberdaya air di tingkat lokal akan berdampak pada perbaikan pelayanan air dan menjamin kelansungannya. baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. kebebasan untuk menemukan bentuk dan fungsi kelembagaan P3A sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal akan menghilangkan kekakuan aturan pusat yang merupakan salah satu sumber kegagalan berfungsinya lembaga pengelola lokal selama ini. Orientasi semacam ini bisa dihilangkan jika proses artikulasi dalam sistem pengelolaan secara utuh dapat berjalan efektif sehingga tindakan yang bersifat sepihak oleh pemerintah daerah otonom dapat diimbangi oleh reaksi berlawanan dari bagian lain yang akan dirugikan. Disamping peluang. Tetapi dalam praktek dapat terjadi hilangnya korelasi langsung antara beban yang dipungut dan tingkat pelayanan yang diberikan karena pemanfaatan untuk hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan urusan pengelolaan sumberdaya air. Hal ini bisa dipahami mengingat perbedaan kepentingan atau preferensi antar daerah yang dapat meruncing karena didukung oleh menguatnya basis kewenangan masing-masing. terdapat ancaman yang secara potensial akan muncul oleh proses desentralisasi. Ancaman pertama akan muncul dalam bentuk beban pembiayaan lebih berat dan melampaui proporsi yang harus dipikul oleh masyarakat pengguna air di lokasi setempat. Dua peluang tersebut merupakan peluang pokok yang jika dapat dimanfaatkan dengan baik akan memunculkan peluang-peluang ikutan lainnya. desentralisasi akan meningkatkan efektivitas pengelolaan di tingkat lokal melalui fleksibelitas yang lebih besar bagi pihak pengelola lokal untuk menyesuaikan bentuk kelembagaan maupun fungsinya dengan kebutuhan dan kondisi setempat. Terpenuhinya biaya O&P secara memadai misalnya akan memecahkan kendala keterbatasan pembiayaan pengelolaan sumberdaya air sehingga pada gilirannya akan menjamin kelangsungan pelayanan air bagi berbagai jenis penggunaan. Ancaman ini muncul oleh orientasi berlebihan pemerintah daerah otonom setempat untuk menghimpun sumber-sumber pembiayaan Pendapatan Asli daerah (PAD) agar mampu menyelenggarakan otonomi daerah.penyerahan berupa kegagalan lembaga pengelola untuk menjalankan otonominya dalam pengelolaan jaringan irigasi. Eksternalitas positif akan dengan sendirinya muncul dari peningkatan pelayanan air tersebut. khususnya untuk sumberdaya air yang pengelolaannya bersifat lintas daerah. Kunci untuk mengurangi . Dalam kasus pengelolaan jaringan irigasi. Ancaman ke dua adalah meningkatnya konflik antar daerah otonom. Meningkatnya beban pembiayaan sejauh dimanfaatkan hanya dalam rangka otonomi pengelolaan sumberdaya air dapat dipahami dan diterima secara wajar. Kedua. Begitu juga. Seperti telah disinggung di muka. ancaman yang dimaksud pada dasarnya muncul dari kegagalan menaggulangi sejumlah kerugian yang timbul karena proses desentralisasi.

Ini sesuai dengan tantangan pertama yang telah dikemukakan dan menjadi tugas pertama yang harus . Berdasar tinjauan terhadap peluang dan ancaman di atas.potensi konflik ini adalah membatasi kewenangan masing-masing daerah untuk hal-hal yang bersifat lintas daerah. sosialisasi dan pendekatan ke pihak-pihak terkait (stakeholder) untuk memproses lahirnya komitmen yang kuat bagi penyelenggaraan otonomi daerah yang kondusif dan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan sumberdaya air. Ketiga. Untuk mendukung semua upaya dalam rangka menjawab tantangan tersebut secara internal perlu digalang komunikasi dan kerjasama yang produktif dikalangan para penggiat. Jika kegagalan ini terjadi hasil yang dipetik akan merupakan back fire yang akan semakin memerosotkan kinerja pengelolaan sumberdaya air dengan segala akibatnya. Selain persiapan yang matang tetapi juga tidak menjebak dalam kerumitan-kerumitan baru. sentralisasi di tingkat SWS akan lebih bermanfaat dibanding desentralisasi. <Top> Penutup Dalam UU N0 22 Tahun 1999. Dengan kata lain. perhatian yang besar harus diarahkan pada upaya-upaya penanggulangan masalah pada periode pasca penyerahan kewenangan. Ke empat adalah segera terjun dalam tindakan praktis untuk mengupayakan perwujudan otonomi daerah sesuai konsep. pemetaan masalah secara komprehensif dan rinci untuk memperoleh gambaran sejelas-jelasnya hal-hal apa yang darus didesentralisasi dan apa yang tetap harus dipertahanakan secara terpusat pada tingkat yang mana sebagai dasar konsepsional penyelenggaraan otonomi daerah yang meyangkut pengelolaan sumberdaya air. dalam hal-hal semacam itu. merumuskan strategi dan program-program yang berkesinambungan untuk mewujudkan komitmen-komitmen yang diperoleh di tengah proses persiapan dan penyelenggaraan otnomi daerah yang kini dilakukan oleh berbagai pihak. strategi dan program yang telah dipersiapkan. Pertama. pemerhati dan mereka yang memiliki kepedulian terhadap masalah sumberdaya air. Kedua. Ancaman ketiga akan timbul dari kegagalan menindak-lanjuti proses desentralisasi atau dengan kata lain mengisi otonomi daerah dengan praktek pengolaan yang sesuai dengan porsi kewenangan yang telah diterima. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena belum terdapat gambaran yang jelas hal-hal apa yang dapat diserahkan ke daerah tanpa menimbulkan dampak yang merugikan. dapat diidentifikasi tantangan-tantangan yang harus ditanggulangi agar proses desentralisasi untuk mewujudkan otonomi daerah dapat memberikan makna yang produktif untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sumberdaya air. kewenangan dalam pendaya-gunaan sumberdaya alam yang berarti mencakup sumberdaya air masih belum termasuk kewenangan yang diserahkan ke daerah dalam rangka otonomi daerah.

1989. Efendi. arus desentralisasi akan lebih banyak ditentukan oleh mereka yang kurang banyak memahami masalah-masalah sumberdaya air sehingga mungkin akan justru merugikan kepentingan pengelolaan sumberdaya air sendiri. Jika tidak. Heinemann Educational Books Ltd. Pasandaran. Benveniste. CV Mini jaya Abadi.or. Undang-undang Ri No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. 1973. Rajawali Pers. Jakarta.lp3es. 4.dilaksanakan oleh mereka yang memiliki kepedulian terhadap masalah sumberdaya air dalam rangka mendukung perwujudan otonomi daerah. GUY. Cyril. <Top> DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. baik di lingkungan internal birokrasi pemerintah maupun yang ada di luar. 3. London. Kejelasan atas masalah ini niscaya juga akan ikut mengurangi kebingungan yang saat ini sedang melanda banyak pihak terkait dalam pengelolaan sumberdaya air. Sofer. Dalam situasi seperti ini dituntut peran aktif para penggiat di bidang sumberdaya air yang memiliki pemahaman terhadap masalah-masalah sumberdaya air. Irigasi di Indonesia : Strategi dan Pengembangan. LP3ES. Jakarta 2. 1991. Organizations in Theory and Practice. Source: http://psdal. Anonim. 1999.id . Birokrasi.

pembangkit tenaga listrik. industri. temperatur semakin tinggi. Mubiar Purwasasmita. Dalam keseharian manusia membutuhkan air untuk keperluan minum. kondisinya semakin menurun akibat eksploitasi secara intensif dan tidak terkendali terutama di daerah-daerah industri.Sumber Air Tinggal 10 Persen AIR merupakan sumber kehidupan. menurut Dine. selain tercemar. air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian. temu media. kesadaran. Tujuannya. dan community campaign dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern. semiloka. Dalam pandangan agama air menjadi kunci utama dalam hal beribadah (thoharoh).” ujar Dine.” Sejak pertengahan 2005 Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A) getol melakukan kampanye air dari berbagai aspeknya mulai masalah banjir. ”Karena itu. Air permukaan rusak tercemar baik oleh limbah domestik maupun limbah non-domestik. dan masalah konservasi sumber daya air (SDA).5) . Kondisi lingkungan Menurut Dine. dan keterlibatan masyarakat. ”Terutama adanya pemahaman. seperti halnya bahan bakar. Bentuk kegiatannya antara lain berupa talk show. kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat saat ini sudah sangat memprihatinkan sehingga memberi pengaruh besar terhadap kualitas dan kuantitas air. Sedangkan air tanah. dari waktu ke waktu terus mengalami penyusutan dan pengurangan baik kualitas maupun kuantitasnya. Keberadaannya sangat urgen dan melekat dalam menunjang kelangsungan semua makhluk hidup. Sedangkan tanpa makan manusia masih bisa bertahan hidup sampai beberapa minggu. dari rangkaian kegiatan kampanye peduli air itu diharapkan dapat menginventarisasi berbagai masalah air dan antipasi penyelesaian masalah dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Tanpa air (tidak minum) manusia hanya bisa bertahan hidup dalam beberapa hari saja. mengapa harus repot? ”Air sebagai suatu sumber daya. mencuci dan lain-lain. Kekhawatiran senada juga disampaikan Dr. juga kondisi air hujan semakin asam (pH 3. selain curah hujan menurun. Menurutnya. kami merasa perlu dan peduli melakukan kampanye masalah air sehingga keberadaan air tidak membawa bencana. dan transportasi. Lantas bagaimana situasi dan kondisi air saat ini. media gathering.” ujar Koordinator Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A) Dine Andriani. media visit. mandi. Ketua Dewan Pakar DPKLTS. penyediaan air bersih.

Ketua PWI Jabar yang terlibat menjadi pembicara pada semiloka K3A pekan silam. Jadi. Karena pada zaman kolonial Belanda. tidak ada air yang tersimpan atau meresap ke dalam tanah karena langsung melimpas.750. Kondisi ini. Gunakan phytotechnology atau teknologi ramah lingkungan lainnya untuk maksud tersebut.” ujar Mubyar dalam suatu kesempatan kegiatan K3A. Secara teoritis. saat terjadi hujan. Infrastruktur buatan hendaknya dibangun justru untuk menguatkan dan menjaga kesinambungan manfaat infrastruktur alam. dalam sepuluh tahun terakhir ini muka air tanah dangkalnya telah menurun hingga 10 meter dan air tanah dalamnya mencapai 80 meter. kekurangan air bagi warga Kota Bandung bukan hal yang mustahil. Us Tiarsa. dengan kondisi kawasan lindung yang rusak.500. diperparah dengan kerusakan di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang telah mencapai 70 persen. Itu pun kualitasnya sangat jelek karena tercemar oleh limbah.25 x 1. lanjut Mubyar. merupakan 60 persen dari sumber pasokan air tanah Kota Bandung serta merupakan infrastruktur alam untuk memelihara kestabilan iklim mikro Kota Bandung. bukan untuk menggantikannya.Sungai di Kota Bandung berjumlah 46 buah dengan panjang 268 km dan 77 mata air saat ini berada dalam keadaan sekarat.2 miliar m3/tahun. penataan kembali ekosistem harus dimulai dengan pemulihan infrastruktur alam berupa hutan. sungai. dan sejenisnya.000 m3/tahun. pesisir.900. sebenarnya Kota Bandung tidak perlu mengalami kekeringan dan dapat memenuhi kebutuhan air warganya sepanjang tahun. Kawasan ini merupakan kawasan lindung dan daerah tangkapan air hujan (water catchment area) bagi cekungan Bandung dengan potensi 0. sudah sangat defisit. Karena itu.3 juta jiwa dengan kebutuhan air bersihnya 386. akibatnya terjadi landsubsidence sedalam dua meter. Penelitian menunjukkan bahwa potensi air yang bisa dimanfaatkan di musim kemarau tinggal 10 persen saja atau 28. Namun. Menurut H. apabila fungsi kawasan lindung di hulu sub DAS sungaisungai kecil Kota Bandung dapat dipulihkan.000 m3/tahun. ”Kota Bandung tengah menghadapi masalah kekeringan kota. danau.5 juta. Secara khusus. Muka air tanah sudah sangat menurun. Kota Bandung harus melakukan penataan ekosistemnya berdasarkan batas-batas alamnya sebagai bagian dari sebuah cekungan . maka krisi air bersih menjadi ancaman yang tak terhindarkan. munurut Mubiar. karena investasi dan biaya operasi infrastruktur alam adalah yang paling murah. Apalagi prediksi National Geographic. Kota Bandung hanya diperuntukkan bagi 600 ribu penduduk dan kini jumlah sudah mencapai 3. padahal kebutuhannya sudah mencapai 182. pada tahun 2015 Kota Bandung berpenduduk 5.000 m3/tahun.

dan bukan lagi kota taman sekedar untuk keindahan.25 ha.48 ha. sehingga pengkajian luasan hutan kota di Kota Bandung menjadi sangat menentukan.alami cekungan Bandung.729 ha. Secara regional Cekungan Bandung harus memiliki kawasan lindung seluas 54 persen.pdamtirtamayang.com . Ini berarti hampir separoh dari luas Kota Bandung yang mencapai 16. Potensi luas taman di Kota Bandung saat ini mencapai 115. pekarangan rumah. perkantoran dan industri seluruhnya bisa mencapai luas 8. yang juga merupakan hulu dari sebuah daerah aliran sungai yang sangat penting yaitu Sungai Citarum. Kelompok Kerja Komunitas Air Source: http://www. bila ditambah dengan potensi ruang terbuka hijau lainnya seperti jalur hijau.336. kawasan konservasi termasuk Punclut. termasuk di dalamnya adalah Kota Bandung. pemakaman. jalur tegangan tinggi. Konsep ruang Kota Bandung pasca-reformasi mestinya merupakan sebuah kota hutan yang sangat ditentukan oleh jumlah dan jenis tegakkan pohonnya. Sumber : Cecep Sukmara. jalur kereta api.

Kebutuhan air bersih Kota Bandung semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan kota. Sesumber air baku yang ada di Kota Bandung kapasitasnya sangat terbatas.271. walaupun ada kelemahan/kendala internal. salah satu diantaranya adalah dengan cara mencari sumber air baku yang barn. dan akan dijadikan sebagai . Basil analisis SWOT.183 1/clet. Potensi sesumber air yang ada di Wilayah Kota Bandung sudah habis. Sinergi kedua PDAM akan berpeluang besar dalam mengembangkan sumber air bersama. kebutuhan air bersih mencapai sebesar 6. Pokok permasalahan yang dihadapi adalah adanya sesumber air yang akan digunakan sebagai sumber air balm secara bersama-sama antara PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Bandung serta perbedaan kepentingan antara "pemilik" sesumber air (Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat) dan "pemanfaat" (PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung). diantaranya didalam pengelolaan sumber daya air atau sesumber air untuk dijadikan salah satu sumber Pendapatan Ash Daerah. akan tetapi kapasitasnya belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan warga kota. sedangkan "pemanfaat" cenderung ke arah kepentingan sosial dan pelayanan masyarakat. "Pemilik" sesumber air cenderung kearah kepentingan ekonomi (pemasukan PAD). Sesumber air yang berpotensi berada di Wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk Kota Bandung sampai dengan tahun 2015 sebesar 2. oleh karena itu perlu dicarikan sesumber air baku barn yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung (wilayah yang paling dekat dengan Kota Bandung). maka untuk menutupi kekurangan kebutuhan tersebut diambil dari wilayah lain. pemerintahan Kabupaten/Kota mempunyai kewenangan penuh dalam penyelenggaraan pemerintahannya. PDAM Kota Bandung memiliki peluang yang sangat baik.196 l/det. Saat ini kapasitas air bersih yang ada sebesar 3. PDAM Kabupaten Bandung memiliki peluang besar. yaitu dan Sungai Cikapundung dan Sungai Cisangkuy. Untuk mengelola sesumber air yang ada di Wilayah Kabupaten Bandung. Saat ini penyediaan air bersih diselenggarakan oleh PDAM.485 jiwa. maka sistem penyediaan air bersih tersebut perlu dikembangkan. Oleh karena itu perlu dirumuskan pola kerjasama yang saling menguntungkan dalam pengelolaan/pemanfaatan sesumber air yang akan digunakan sebagai sumber air baku bagi sistem penyediaan air bersih lintas batas Kabupaten/Kota dalam rangka Otonomi Daerah. jadi kekurangan sebesar 3. Dalam era Otonomi Daerah berdasarkan UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. agar bisa mencukupi.379 1/det.

yaitu Perseroan Terbatas (PT).id . dengan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. perlu dibentuk Badan Thalia Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berbadan hukum. Source: http://eprints. dan Pemerintah Kota Bandung. agar supaya bisa bertindak sebagai penengah bila ada perselisihan antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan Pemerintah kota Bandung.ac. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki saham terbesar.undip.sumber air balm bagi PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung.

Cibeureum. saat ini layanan air bersih di Kota Cimahi baru sekitar 31 persen. selain untuk mengatasi kritis sumber air bersih. Dikatakannya. di antaranya meliputi Kelurahan Cipageran. maka kami berharap kerjasama Pemkot dengan Pemprov Jabar melalui fasilitasi Kementerian Pekerjaan Umum ini cepat terwujud.co. Cibabat.Pemerintah Kota(Pemkot) Cimahi mendorong Pemerintah Provinsi(Pemprov)Jawa Barat. Menurut Ade. pemanfaatan air waduk Saguling juga diperlukan guna mengejar target program Millenium Development Goal's (MDG's). Sedangkan rencananya. “Pengadaan air bersih dari waduk Saguling ini tak hanya untuk Kota Cimahi. dan Kelurahan Cigugur.” ujar Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pemukiman pada Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan (DPLK) Kota Cimahi Ade Ruhiyat kepada wartawan belum lama ini.” katanya. Data yang diperoleh.CIMAHI.(caf) Source: http://radarbandung. namun daerah lain di Jawa Barat. Cimahi bakal mengambil air waduk Saguling dengan debit sekitar 800 liter/detik. penggunaan air waduk Saguling dapat menjadi alternatif penyediaan air bersih di Kota Cimahi. bersumber dari PDAM Tirta Raharja sebesar 17 persen dan pengadaan air bersih lainnya seperti pengadaan air bersih melalui program instalasi pengelolaan air sederhana (IPAS) sekitar 14 persen. “Ketergangungan warga pada ketersediaan air bersih sangatlah besar. segera merealisasi program pengadaan air bersih yang sudah mulai diwacanakan sejak tahun lalu. Rencana tersebut yakni berupa pemanfaatan air waduk Saguling. dimana program tersebut menargetkan cakupan layanan penyediaan air bersih sebesar 50 persen dari jumlah penduduk.id . Sementara itu sedikitnya ada sepuluh titik rawan daerah kurang air bersih di Kota Cimahi. sedangkan pemerintah daerah (Pemda) berkewajiban untuk membuatkan jaringan pipa untuk mengalirkan air dari reservoir menuju rumah penduduk.

" ujar Zaky saat menerima penghargaan Mochtar Lubis Award 2010. Proposal bertajuk "Para Pemburu Air: Kesalahan Pengelolaan Air Bersih di Kota Bandung dan Dampak Sosial yang Diakibatkannya" itu akhirnya mendapat Mochtar Lubis Fellowship 2010." ujar Toriq.JAKARTA. Toriq Hadad. Mochtar Lubis (1922-2004) adalah nama besar dalam jurnalisme di Indonesia. Variabel penilaian lain dalam kategori ini adalah magnitude keluasan perhatian publik pada topik kelengkapan proposal. tapi ternyata sulit air. Zaky berhak melanjutkan laporan jurnalistiknya dengan bantuan dari Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) dan akan diterbitkan dalam bentuk buku. proposal untuk mengungkap tentang krisis air bersih di Bandung ini sudah dipersiapkan sejak dua tahun lalu. 27 karya investigasi. panitia menyeleksi 32 karya berita pelayanan publik.com . "Sebelumnya pernah diterbitkan pada tahun 2006 tapi saya lihat masih banyak kurang dan perlu dikembangkan. Kegiatan semacam ini untuk memacu prestasi para wartawan agar menghasilkan karya-karya jurnalistik terbaik yang berguna untuk kepentingan publik. dan 21 karya liputan mendalam bagi wartawan televisi. karya yang menang untuk kategori ini lebih memfokuskan pada unsur kepentingan publik yang digali. Pemimpin Harian Indonesia Raya itu setia membela kepentingan publik lewat pemberitaan yang gencar dalam melawan korupsi dan sejenisnya.Kesulitan air bersih yang menimpa masyarakat di Bandung merupakan sebuah ironi di tengah keadaan tanah Bandung yang seharusnya subur.com . tingkat kesulitan. dan metode kerja yang digunakan. Perwakilan dewan juri. Dengan begitu. di Jakarta. Di tahun ini. ada orang harus ambil dari air comberan karena sudah tidak ada lagi air bersih. Kamis (22/7/2010). menilai. "Bandung dulu tempat yang subur. Mochtar Lubis Award 2010 adalah penghargaan tahunan yang tahun 2010 ini baru ketiga kalinya." ujar Zaky. Zaky Yamani mengaku. dan akhirnya memenangkan Mochtar Lubis Fellowship 2010. KOMPAS.kompas. Bahkan di tengah kota. 69 karya features. 63 karya foto jurnalistik. Lazim diketahui.Zaky Yamani. Source: http://regional. "Bobot kepentingan publik sampai 10. Pikiran dasar seperti itulah yang kemudian diangkat wartawan Pikiran Rakyat.

ekonomi. JM--Tingginya urbansasi dan jumlah penduduk yang semakin bertambah tidak sebanding dengan daya tampung dan daya dukung lingkungan sehingga berakibat timbul pemukiman padat dan kumuh. kelahiran dan migrasi. Lingkungan serta sosial budaya.650 Ha dengan jumlah penduduk 2.” katanya.5 Juta Jiwa. baru mencapai cakupan pelayanan 52% untuk Kota Bandung. Ayi Vivananda. Ayi menjelaskan dengan menjaga lingkungan sesungguhnya mengurangi biaya kesehatan.2 Bandung (10/12) Taufik Rachman ketua pelaksana Pokja Sanitasi Kota Bandung. salah satunya permasalahan serius kondisi sanitasi lingkungan kota yang merupakan kombinasi persoalan dari keterbatasan infrastruktur. . “Sungai Cikapundung salah satu sumber air baku andalan masyarakat Kota Bandung. masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam pembangunan sanitasi serta belum terintegrasinya pengembangan sanitasi kota bandung menjadi isu pokok sanitasi. menurunnya kualitas sanitasi kota bandung. Luas Kota Bandung 16.” lapornya. terbatasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap sumber daya sanitasi. “Akibat sanitasi yang buruk khususnya sektor drainase lingkungan dan persampahan dapat menyebabkan penyakit diare. dan area yang beresiko tinggi sanitasi umumnya di daerah pemukiman kumuh dan sepadan sungai” ungkapnya Sekretaris Pokja Sanitasi Kota Bandung. Dikatakan Wakil Walikota Bandung. diperumahan kumuh. pemukiman padat dan bantaran sungai air baku terindikasi tercemar 40%. melaporkan Kota Bandung sebagai kota metropolitan dihadapkan dengan berbagai permasalahan. ISPA.Bandung. mempunyai kepadatan 156 Jiwa/Ha. PDAM sebagai penyedia layanan air bersih belum mampu memenuhi kualitas standar baku. Gunadi melanjutkan dampak dari buruknya sanitasi. “Rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan sanitasi yang layak.729. FLU dan tingkat penyakit demam berdarah yang tinggi” Jelasnya. sehingga diperlukan program percepatan pembangunan sanitasi. Jalan Wastukancana No. salah satunya dengan bakteri e-coli” Katanya saat membuka Konsultasi Publik Strategi Sanitasi Kota Bandung di Auditorium Rosada. “Kebutuhan sanitasi kota seiring dengan jumlah pertambahan penduduk. “Persoalan sanitasi yang kurang memadai menjadi isu lingkungan yang berpotensi menyebabkan penyakit. menjadikan sumber air baku untuk air bersih dari hari kehari menjadi semakin langka. Gunadi Sukma Bhinekas menyampaikan isu pokok dalam pembangunan sanitasi Kota Bandung. TBC. tercemar limbah cair domestik dan sampah dari sebagian masyarakat yang belum paham tentang pentingnya sanitasi yang baik serta kurangnya sarana dan prasarana sehingga dikhawatirkan berpengaruh menurunnya derajat kesehatan masyarakat.

organisasi TP PKK memiliki struktur yang lengkap di seluruh wilayah kota.net . “sebagai bagian pokja.Didalam laporannya ketua tim penggerak PKK Kota Bandung diwalikili Ida Gunadi menyampaikan. Source: http://www. sebagai motivator dan penyampai informasi mengenai pembangunan sanitasi dengan menggerakan kader2 sebagai relawan.satuportal. mengingat TP PKK memahami kaum perempuan.” Sampainya.

tidak berwarna. individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir. terutama logam. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia. lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan. terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri(misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Daftar isi [sembunyikan] • • 1 Sumber air bersih 2 Penyalah gunaan dan pencemaran air o bersih 2.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C. Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan.Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi[1]. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup. tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. . dan tidak mengandung logam berat. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7. tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. tidak berbau.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk. banyak zat berbahaya.  Curah hujan Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih.1 Akibat ketiadaan air • • • 3 Kontroversi air bersih 4 Lihat pula 5 Referensi [sunting]Sumber  Sungai air bersih Rata-rata lebih dari 40. syarat-syarat air minum adalah tidak berasa.

maka cenderung berlebihan. mencemarinya. seihingga menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi. Penghamburan air akibat ketiadaannya penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produktivitas air dan tanah[2] 2. Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses pengolahan khusus. permukaan air tanah anjlok 24 hingga 30 meter selama tahun 1970-an sebagai akibat dari tak terkendalikannya pemompaan atau pengairan. Eksploitasi sumber-sumber air secara masal oleh rumah tangga. * Di negara berkembang: Di beberapa tempat di negara bagian Tamil Nadu di India bagian selatan yang tidak memiliki hukum yang mengatur pemasangan penyedotan sumur pipa atau yang membatasi penyedotan air tanah. 3. Pertama. Pada sebuah konferensi air di tahun 2006 wakil dari suatu negara yang kering melaporkan bahwa 240. dan pada akhirnya juga mencemari lingkungan laut. pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan pencemaran bagi air permukaan atau air bawah tanah. Kedua. dan kira-kira 500 kilometer kubik air telah tersedot. Walaupun industri menggunakan air jauh lebih sedikit dibandingkan dengan irigasi pertanian. Jaringan sumber ini sekarang sudah setengah kering kerontang di bawah sejumlah negara bagian. namun penggunaan air oleh bidang industri mungkin membawa dampaknya yang lebih parah dipandang dari dua segi. penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional. Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya. Sumber-sumber air juga . atau kadang-kadang buangan tersebut dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah tanpa melalui proses pengolahan apapun. [sunting]Penyalah gunaan dan pencemaran air Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air seperti: 1. sistem jaringan yang tergantung pada sumber ini meluas dari 2 juta hektar menjadi 8 juta. Pertanian. * Di negara maju seperti Amerika Serikat seperlima dari seluruh tanah irigasi di AS tergantung hanya pada jaringan sumber air (Aquifer) Agallala yang hampir tak pernah menerima pasok secara alami. Air permukaan dan air bawah tanah.000 sumur pribadi yang dibor tanpa mengindahkan kapasitas jaringan sumber air mengakibatkan kekeringan dan peningkatan kadar garam. Air buangan industri sering dibuang langsung ke sungai dan saluran-saluran. Selama 4 dasawarsa terakhir terhitung dari tahun 2006. Industri.

Penyakit cacingan[5]. Sebanyak 13 juta anakanak balita mengalami diare setiap tahun. Penyakit diare[3]. dan sekarang AS terpaksa membangun suatu proyek besar untuk memurnikan air garam di Yuma. guna meningkatkan mutu sungainya. 2. tetap juga sering berbahaya terhadap orang lain dan merupakan ancaman bagi lingkungan karena limbah mereka lepas tanpa proses pengolahan. Hal ini tidak saja mengakibatkan masalah bagi penggunanya sendiri. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya [6] . Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber dimana rumah tangga yang terlayani terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air. [sunting]Akibat ketiadaan air bersih Program percontohan penyediaan air bersih melalui sambungan saluran rumah tangga olehUSAID dan ESP. atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat. Ketiadaan air bersih mengakibatkan: 1.mengalami kemerosotan mutu. Sementara itu 100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih [4]. Arizona. Pemiskinan. seperti pengotoran berat dari sisa-sisa dari lahan pertanian. di samping pencemaran dari limbah industri dan limbah perkotaan yang tidak diolah. sungai Colorado bagian bawah sekarang ini demikian tinggi kadar garamnya sebagai akibat dari dampak arus balik irigasi sehingga di Meksiko sudah tidak bermanfaat lagi. Misalnya. di bagian barat AS. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur lima tahun. dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan. 3. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini.

misalnya.000 meter kubik untuk setiap orang. Selain itu. kira-kira 87 persennya. namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan. yaitu di negara-negara berkembang. lebih dari 200 sungai. digunakan bersama oleh dua negara atau lebih.tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah. Keributan masalah air bersih bisa terjadi dalam suatu negara. kawasan. Laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat.[sunting]Kontroversi air bersih Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1. ataupun berdampak ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. hampir semuanya. kira-kira 97%. dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2. . Di seluruh dunia. Sungai Nil oleh sembilan. dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya. kira-kira 20 negara. ada dalam samudera atau laut.3 miliar diperkirakan akan meningkat menjadi 8.003%. yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi. Dari 3% sisanya yang ada. lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sebagian besar air. Di Afrika. hampir semuanya di kawasan negara berkembang. Sedangkan di seluruh dunia. Penduduk dunia yang pada 2006 berjumlah 5. memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1. banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batasbatas negara.000 meter kubik untuk tiap orang. suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan.4 ribu juta kilometer kubik.5 miliar pada tahun 2025 akan didera oleh ketersediaan air bersih. yaitu kira-kira hanya 0.

Pertambahan penduduk yang semakin hari semakin meningkat menyebabkan kebutuhan akan air bersih menjadi meningkat pula. Dilihat dari segi kuantitas. Biasanya saat musim penghujan. kekeruhan air meningkat disebabkan banyaknya lumpur (tanah yang tergerus air hujan) yang masuk ke badan air. Kondisi ini memicu adanya kekurangan air produksi sehingga menyebabkan PDAM melakukan pengaliran secara bergiliran. Penurunan kuantitas ini disebabkan pula oleh perubahan kondisi topografi dan tata guna lahan di bagian hulu sungai Cikapundung. terjadi pula kondisi pendangkalan akibat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke sungai dan terjadinya algae blooming (eutrofikasi) akibat banyaknya limbah organik dari industri makanan yang berkembang di daerah hulu sungai. terkadang saat musim kemarau debit air mengalami penurunan. sedangkan saat musim basah (penghujan) debit menjadi berlebih dan tidak tertampung. Kondisi ini seringkali menyebabkan pihak IPA menaikkan dosis koagulan yang digunakan. Hal ini menyebabkan luas area sungai menyempit dari kapasitas seharusnya. Pendangkalan dan penyempitan ini menyebabkan kapasitas penampungan air menjadi berkurang. Akan tetapi. setiap harinya debit yang masuk memang mampu mencapai 600 l/det. Selain itu adanya masalah tersebut menyebabkan perubahan kualitas air baku. 2010 by Chrysanthee Rate This Sumber air baku IPA Dago Pakar berasal dari sungai Cikapundung. Saat ini area pinggiran sungai sudah banyak berubah menjadi perumahan-perumahan warga bahkan hingga beberapa meter ke badan sungai. Saat ini kondisi sungai Cikapundung telah banyak mengalami perubahan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. seperti yang telah dijelaskan di bab III. Selain penyempitan badan sungai. . Ketika musim kering debit akan berkurang. Bagian hulu sungai Cikapundung yang berada di daerah Lembang.Evaluasi Sumber Air Baku PDAM Bandung Posted on September 25. banyak mengalami perubahan tata guna lahan.

Masalah yang terjadi ini tidak hanya berhubungan dengan lingkungan saja tetapi juga berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan. Masyarakat seyogyanya mampu berinteraksi dengan alam sesuai dengan kapasitas alam.wordpress. Saat ini pihak PDAM Kota Bandung sedang giat mencari sumber air baku yang baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan air bersih. Source: http://chrysanthee. bahwa pola hidup masyarakat dalam memelihara lingkungan di daerah hulu sungai kurang baik. Tidak berlebihan dalam mengeksploitasi alam dan mulai hidup sesuai dengan wawasan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya.com . Pengaruh sosial ini pun berakaitan dengan ketersediaan air.

tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi sektor publik dan perdagangan.3 miliar dolar AS per tahun. Selain akses yang buruk terhadap air bersih. berkontribusi pada perlindungan lingkungan hidup. melindungi lingkungan hidup. kegagalan untuk mendorong perubahan perilaku—khususnya di kalangan keluarga berpenghasilan rendah dan penduduk di daerah kumuh—telah memperburuk situasi air bersih dan sanitasi di Indonesia. dengan dampak ekonominya senilai lebih dari 3. sejahtera dan damai. IRD telah berada di garis depan dalam bekerja bersama masyarakatmasyarakat lokal untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur air dan sanitasi. Indonesia kehilangan 2. Sanitasi yang buruk juga menjadi penyumbang signifikan dari polusi air—yang menambah biaya air yang aman bagi rumah tangga. Hampir 50 persen rumah tangga di wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia kekurangan layanan-layanan dasar seperti ini.000 kematian dini setiap tahun. Tahun 2006. Sebuah studi Bank Dunia yang disebarluaskan bulan Agustus 2008 menemukan bahwa kurangnya akses terhadap sanitasi menyebabkan biaya finansial dan ekonomi yang berat bagi ekonomi Indonesia. dan kakus tidak dipelihara atau digunakan dengan baik. penyakit kulit.3 persen produk domestik bruto yang disebabkan oleh sanitasi dan kebersihan yang buruk. Praktik-praktik kebersihan yang ada seringkali tidak kondusif bagi kesehatan yang baik. Masyarakat tidak selalu menyadari pentingnya kebersihan. penyakit usus dan penyakit-penyakit lain yang berasal dari air di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi halangan yang seringkali terjadi dalam upaya meningkatkan kesehatan anak secara umum. Sanitasi yang buruk. Sistem air bersih dan sanitasi yang baik akan menghasilkan manfaat ekonomi. Tingginya angka kejadian diare. Biaya ekonomi yang terkait dengan polusi air oleh karena sanitasi yang buruk saja telah melampaui 1. . dan menurunkan produksi perikanan di sungai dan danau. Sepanjang sejarahnya selama 10 tahun di Indonesia. dan vital bagi kesehatan manusia. mendidik penduduk mengenai kebersihan yang lebih baik. menyebabkan sedikitnya 120 juta kasus penyakit dan 50.Program Air Bersih dan Sanitasi Akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan salah satu fondasi inti dari masyarakat yang sehat. termasuk kebersihan yang buruk. dan membantu masyarakat memperoleh pendapatan dari penyediaan layanan-layanan dasar.5 miliar dolar AS per tahun.

pihak berwenang setempat. Setiap intervensi oleh IRD dimulai dengan melibatkan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk membangkitkan minat dan kepercayaan pada program serta pemikiran mengenai keberlanjutan program. Atas: Staf IRD dan pejabat setempat meletakkan batu pertama untuk sistem distribusi air yang baru. Sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan secara manual. Bawah: Menguji hasilnya.000 penduduk. sehingga mengurangi biaya dan dampak terhadap lingkungan. IRD telah bekerja untuk menyediakan air bersih kepada lebih dari 300. Hal ini dicapai melalui pembentukan komite air desa. . Ini biasanya dilakukan dengan menerapkan iuran bulanan dimana setiap rumah tangga menyumbang sejumlah kecil uang selama empat hingga enam bulan. IRD bekerja bersama komite tersebut untuk mengkaryakan dan mengatur kontraktor-kontraktor serta pekerja-pekerja lokal dan menyediakan pelatihan bagi para pekerja untuk membanguna atau merestorasi sistem pasokan air kecil. Berkolaborasi dengan UNICEF. di propinsi Aceh melalui kombinasi antara peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi dan pendidikan mengenai praktik-praktik kesehatan dan kebersihan yang baik. Para penerima manfaat dari kegiatan IRD dilibatkan secara aktif dalam keseluruhan proses mulai dari perencanaan dan pembangunan hingga penyuluhan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem. dan perusahaan penyedia layanan publik. serta septic tank yang baik. sistem sanitasi dan pembuangan. dimana penduduk memutuskan bagaimana cara menggalang sumbangan dari desa terhadap proyek tersebut. khususnya perempuan dan anak-anak. Program Restorasi Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan memperbaiki status kesehatan jangka panjang dari masyarakat yang terkena dampak tsunami.Baru-baru ini. koneksi ke rumah-rumah.

serta kelompok-kelompok perempuan dan komite-komite sanitasi air desa dalam hal metodologi peningkatan kebersihan.id . perbaikan infrastruktur saja tidak akan cukup untuk memelihara kesehatan dalam jangka panjang. lagu dan tarian untuk mempromosikan kebersihan yang baik di sekolah dan dalam acara masyarakat setempat Source: http://www. IRD melibatkan siswa dan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kebersihan yang baik pada saat infrastruktur yang baru telah berfungsi. IRD melatih bidan-bidan. Selain itu. IRD melaksanakan program WASH di sekolah-sekolah setempat.000 penduduk. Pihak berwenang setempat. sarana sanitasi air di 20 sekolah di desa-desa tersebut juga direhabilitasi.or. melatih guru-guru dan siswa-siswa untuk menjadi pendidik sebaya mengenai prakti-praktik kebersihan yang baik dengan menggunakan metodologi pembelajaran aktif. IRD juga bekerja bersama masyarakat di 20 desa untuk membangun sarana pasokan air dan sanitasi desa yang baik yang akan dijalankan dan dipelihara oleh masyarakat itu sendiri. Tanpa pemahaman dan kesadaran akan praktik-praktik kebersihan yang baik. Siswa menggunakan drama. IRD merestorasi dan memperbaiki empat sistem pasokan air besar bagi 197. PDAM. Instalasi-instalasai pengolahan air dan jaringan-jaringan distribusi air telah menghubungkan sekolah-sekolah dan rumah-rumah ke pasokan air yang berkesinambungan yang sebelumnya tidak ada. Di Aceh.Atas: Mempraktekkan kebersihan yang baik di sebuah sekolah.ird. diberi pelatihan untuk mengoperasikan dan memelihara sarana-sarana ini dengan baik. baik di puskesmas maupun di tingkat desa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful