BERNIE 090 111 180

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2010

Puji dan syukur Saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas karuniaNya makalah Batuk ini dapat Saya selesaikan. Sesuai dengan peribahasa tiada gading yang tak retak, maka masukan dan kritik yang membangun Saya harapkan untuk lebih menyempurnakan makalah ini. Akhir kata Saya ucapkan terima kasih. Penulis,

BERNIE 090 111 180

maka terjadilah batuk. gas. Apabila peyakit itu sudah memuncak. maka batuk akan berfungsi untuk membersihkan saluran pernapasan dari zat-zat yang merangsang penyakit. terutama pada anak-anak yang sudah lemah karena adanya komplikasi dengan penyakit lain. Pencegahan dan penyembuhan yang tepat sangat diperlukan. sehingga angin yang dikeluarkan menggetarkan selaput suara. tetapi penyakit tersebut tetap harus dicegah atau diatasi sedini mungkin.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Batuk adalah refleks fisiologis yang biasa terjadi pada saluran pernapasan orang sehat maupun sakit. Radang jalan pernapasan pada bronchitis dan pharingitis. Batuk dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab. maka terjadilah pengeluaran napas secara tiba-tiba dengan kekuatan besar. Batuk yang tidak berat biasanya akan sembuh tanpa menimbulkan kerusakan yang permanen. Penyumbatan jalan pernapasan oleh lendir biasanya pilek. Namun batuk juga merupakan gejala suatu penyakit yang dapat menyebabkan gejala yang serius di dalam paru-paru. Karena kekuatan besar itulah. debu. dan perubahan suhu yang mendadak atau juga merupakan gejala dari penyakit TBC. astma. si sakit akan mengalami serangan batuk yang berulangulang. dan pertusis. bronchitis. otot dalam dinding perut dan sekat rongga badan ditekan dengan tiba-tiba ke atas. misalnya rangsangan selaput lendir pernapasan yang terletak di tenggorokan dan cabang-cabang tenggorokan. Ini sering berakhir dengan tarikan napas panjang dan dalam . atau kanker paru-paru. Secara umum penyakit batuk akan lebih mudah menyerang orang pada peralihan musim. Batuk dapat juga disebabkan oleh bau-bauan. dengan disertai bunyi yang melengking. Karena rangsangan saluran pernapasan. .

histology. pemahaman mengenai batuk dari sudut pandang anatomi. . khususnya batuk. 2. TUJUAN 1. Terutama bila batuknya menyerang saat berbaring atau tertidur sebab bisa jadi hal itu merupakan gejala gagal jantung. Oleh karena itu. Memahami fisiologi proses pernapasan secara umum. Mengetahui anatomi. Yang harus diwaspadai adalah batuk yang terjadi pada orang tua. dan fisiologi menjadi sesuatu yang wajib kita pahami. Mampu menjelaskan mekanisme dan patofisiologi batuk. 3. fisiologi dan histologi yang berkaitan dengan batuk. Kondisi tubuh yang tidak fit juga memudahkan terkena penyakit.terutama bila terjadi perubahan temperatur udara mendadak dari musim panas ke musim dingin atau penghujan.

MANFAAT Manfaat dari penulisan laporan ini adalah penulis memahami bagaimana proses pernapasan secara fisiologis dan bentuk-bentuk kelainan pada sistem respirasi yang berelasi terhadap batuk. .

Ketiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiiri dari epitel epitel toraks bertingkat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA ANATOMI SALURAN PERNAPASAN Saluran penghantar udara yang membawa udara ke dalam paru adalah hidung. Ketika masuk rongga hidung udara di saring. laring. dihangatkan dan dilembabkan. Saluran-saluran ini bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum hidung. bronkus. Rongga Hidung Nares anterior adalah saluran-saluran dalam lubang hidung. dan bronkiolus. dan bersambung dengan lapisan faring dan selaput lender. Saluran pernapasan dari hidung sampai bronkiolus dilapisi oleh membrane mukosa bersilia. Semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Permukaan epitel diliputi oleh lapisan mucus yang disekresi oleh sel goblet dan kelenjar mukosa. faring. trakea. bersilia dan bersel goblet. • Sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung. Rongga hidung dilapisi selaput lender yang sangat kaya akan pembuluh darah. Rongga hidung sendiri berfungsi sebagai berikut: • Bekerja sebagai saluran udara pernafasan. .

• Membunuh kuman-kuman yang masuk. Terdapat beberapa sinus paranasalis. Tuba eustachius.   tak boleh dilupakan kemungkinan tertutupnya lubang-lubang tersebut sehingga dapat menimbulkan penumpukan cairan dan terjadi radang di dalam sinus paranasalis. Pada bagian belakang rongga hidung terdapat ruangan yang disebut nasophaynk. Berhubungan dengan rongga hidung melalui ostium (lubang). maxillaris . karena duktus nasolacrimalis buntu.• Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa. Pada rongga hidung misalnya terjadi influenza atau hidung buntu. yang berhubungan dengan ruang telinga bagian tengah. dan ruang telinga tengah akibatnya bias terjadi sinusitis. sinus maksilaris dan sinus ethmoidalis yang dekat dengan permukaan dan sinus sphenoidalis dan sinus ethmoidalis yang terletak lebih dalam. olfactorius • Cabang nervous trigeminus (V) • N. Rongga hidung dan nasofaring berhubungan dengan:  Sinus paranasalis. yang menyalurkan air mata ke dalam hidung. bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lender atau hidung. otitis media. keluar air mata. Duktus nasolacrimalis. yaitu rongga-rongga pada tulang cranial. Berikut adalah Inervasi mucosa nasi: • N. Karena itu pada hidung buntu perlu diberi obat-obatan tetes hidung untuk mengurangi kemungkinan tertutupnya lubang-lubang tersebut di atas.

Palatina mayor • N. Nasofaring Adalah bagian posterior rongga nasal yang membuka ke arah rongga nasal melalui 2 naris internal (koana). Tuba ini berfungsi untuk menyetarakan tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga. dan laringofaring. • Amandel (adenoid) faring adalah penumpukan jaringan limfatik yang terletak di dekat naris internal. Bila terjadi radang disebut pharyngitis.• N. Orofaring . yaitu: • Dua tuba eustachius (auditorik) yang menghubungkan nasofaring dengan telinga tengah. Pembesaran pada adenoid dapat menghambat aliran darah. orofaring. Faring terjadi menjadi 3 bagian yaitu nasofaring. Ethmoidalis anterior Faring Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid.

kotoran-kotoran. Jika masuk ke laring maka akan batuk dan dibantu bulu-bulu getar silia untuk menyaring debu. dilembabkan atau dihangatkan yang menimbulkan . Laring dapat tersumbat. Laringofaring Mengelilingi mulut esophagus dan laring. Laring Laring berperan untuk pembentukan suara dan untuk melindungi jalan nafas terhadap masuknya makanan dan cairan. antara lain oleh benda asing (gumpalan makanan).Dipisahkan dari nasoparing oleh palatum lunak muscular. makanan bisa masuk ke larynx (keslek) dan terbatuk-batuk. Bila waktu makan kita berbicara (epiglottis terbuka). • Amandel palatinum terletak pada kedua sisi orofaring posterior. • Jika bernafas melalui mulut udara yang masuk ke paru-paru tak dapat disaring. yang merupakan gerbang untuk system respiratorik selanjutnya. Pada saat bernafas epiglottis terbuka tapi pada saat menelan epiglottis menutup laring. suatu perpanjangan palatum keras tulang. • Uvula (anggur kecil) adalah prosesus kerucut (conical) kecil yang menjulur ke bawah dari bagian tengah tepi bawah palatum lunak. Di bagian laring terdapat beberapa organ yaitu: • Epiglottis. merupakan katup tulang rawan untuk menutup larynx sewaktu orang menelan. infeksi (misalnya difteri) dan tumor.

trakea dilapisi oleh selaput lender yang terdiri atas epitilium bersilia dan sel cangkir. duktus alveolar. Dibagian bronkus masih disebut pernapasan extrapulmonar dan sampai memasuki paru-paru disebut intrapulmonary. Selama pernafasan pita suara sedikit terpisah sehingga udara dapat keluar masuk. terdapat dua pita suara yang dapat ditegangkan dan dikendurkan. Setiap bronkus primer bercabang 9 sampai 12 kali untuk membentuk bronki sekunder dan tersier dengan diameter yang semakin kecil. merupakan percabangan trachea. Trakea Trakea. bronkiolus. Percabangan Bronkus Bronkus. dan alveoli. Struktur mendasar dari paru-paru adalah percabangan bronchial yang selanjutnya secara berurutan adalah bronki. • Pita suara. sehingga lebar sela-sela antara pita-pita tersebut berubah-ubah sewaktu bernafas dan berbicara. merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk olwh 16 sampai 20 cincin kartilago yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang terbentuk seperti C. bronkiolus terminalis. Laring terdiri dari rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot . bronkiolus respiratorik. Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara.gangguan tubuh dan sel-sel bersilia akan rusak adanya gas beracun dan dehidrasi.

Bronkus kanan dan kiri tidak simetris. . Adapun fungsi faring adalah : • Sebagai katub untuk proses pernapasan dan menelan • sebagai saluran udara • penghasil suara Trakea disokong oleh cincin tulang rawan berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 12. karina memiliki banyak saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk berat jika dirangsang. oleh karena itu dinamakan pohon trakeobronkial. Struktur trakea dan bronkioli dianalogikann sebagai sebuah pohon. Tempat trakea bercabang menjadi bronkus utama kanan dan kiri dikenal sebagai karina . Bronkus utama kanan lebih pendek dan lebih lebar jika dibandingkan dengan bronkus kiri.dan mengandung pita suara (yaitu glotis) bermuara kedalam trakea dan membentuk bagian antara saluran pernapasan atas dan bawah.5 cm (5 inchi).

yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara) bronkiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm.Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan kemudian bronkus segmentali. . Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru. tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannnya dapat berubah. bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronkus yang ukurannya semakiin kecil sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis .

dan terletak dalam rongga dada atau toraks. berbentuk kerucut. Mediastinum sternal yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar memisahkan paru tersebut. Pembuluh darah paru dan bronchial.Paru merupakan organ yang elastis. Paru kanan dibagi menjadi 10 segmen sedangkan paru kiri dibagi menjadi 9 segmen. Setiap paru mempunyai apeks (bagian atas paru) dan bagian dasar. saraf dan pembuluh limfe memasuki tiap paru pada bagian hilus dan membentuk akar paru. bronkus. Paru kiri dibagi menjadi 2 lobus. Paru kanan lebih besar daripada paru bagian kiri dan dibagi menjadi tiga lobus oleh fisura interlobaris. . Lobus-lobus tersebut dibagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya.

TINJAUAN HISTOLOGI .

Bagian respirasi adalah saluran napas di dalam paru tempat berlangsungnya respirasi atau pertukaran gas. Bronkioli yang lebih kecil dilapisi epitel selapis kuboid. Trakea dilingkari oleh cincin-cincin tulang rawan hialin berbentuk c. maka saluran ini ditunjang oleh tulang rawan hialin. Epitel pada jalan napas di luar paru. bronki.5-1 mm. dan bronkioli yang lebih besar. laring. setelah bercabang manjadi bronki yang kemudian memasuki paru. Untuk menjamin agar saluran napas yang lebih besar selalu terbuka. Bagian respirasi adalah lanjutan distal bagian konduksi dan terdiri atas saluran-saluran napas tempat berlangsung pertukaran gas atau respirasi sebenarnya. Bagian Konduksi adalah saluran napas solid baik di luar maupun di dalam paru yang menghantar udara ke dalam paru untuk respirasi. bronkiolus yang lebih besar dilapisi oleh epitel bertingkat semu bersilia . trakea. yaitu trakea. Makin kecil bronkus. Pada bronkioli terminalis juga terdapat sel kuboid tanpa silia yang disebut sel clara. Bagian konduksi system pernapasan terdiri dari rongga hidung. faring. Bronkiolus yang lebih besar masih mengandung sel goblet yang berangsur berkurang sampai tidak dijumpai lagi pada bronkiolus terminalis. Bagian konduksi yang terkecil adalah bronkiolus terminalis dengan diameter antara 0. dan sederetan bronki dan bronkioli intrapulmonal dengan diameter yang makin kecil dan berakhir pada bronkioli terminalis. bronki ekstrapulmonal. Bronkiolus terminalis bercabang menjadi bronkiolus .Saluran napas terdiri dari bagian konduksi dan bagian respirasi. cincin hialin diganti oleh lempeng-lempeng tulang rawan hialin. Epitel ini berangsur memendek sampai menjadi epitel selapis bersilia. seperti pada trakea dan bronki. makin sedikit dan kecil lempeng-lempeng tulang rawan ini. adalah epitel bertingkat semu bersilia dengan banyak sel goblet. jumlah sel ini bertambah di bronkiolus terminalis bersamaan dengan berkurangnya sel-sel bersilia.

Makrofag alveolar (sel debu) berasal dari sel monosit darah. papilla jaringan ikat hilang dan . Pada alveoli paru terdapat dua jenis sel. namun epitel berlapis gepengnya lebih rendah. Mukosa anterior atau lingual.respiratorius yang ditandai dengan mulai adanya alveoli berdinding tipis. Permukaan anterior atau lingualnya dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. terjulur ke atas dari dinding anterior laring berupa lembaran pipih. terdapat di dalam jaringan ikat septa interalveolar (makrofag alveolar) di antara alveoli yang berdekatan. dan di dalam alveoli. Lamina propria dibawahnya menyatu dengan perikondrium tulang rawan epiglotis. Tulang yang mambentuk kerangka epiglotis adalah sepotong tulang rawan (elastis) epiglotis sentral. sel lain yang terselip di antara sel alveolar gepeng ini adalah sel alveolar besar (pneumosit tipe II). Sel yuang paling banyak adalah sel alveolar gepeng (pneumosit tipe I) . EPIGLOTIS (POTONGAN MEMANJANG) Epiglotis adalah bagian superior laring. menutupi bagian apeks epiglotis dan lebih dari separuh permukaan posterior atau laryngeal .

serosa. Di jaringan ikat longgar submukosa terdapat kelenjar . atau tubulosinar campur terdapat pada lamina propria. yaitu epitel bertingkat semu silindris bersilia dengan sel goblet. Lamina propria mengandung serat jaringan ikat halus. jaringan limfatik difus dan kadang-kadang limfonodus solitarius. serat-serat elastin membentuk sebuah membrane elastis memanjang. TRAKEA Mukosa terdiri dari epitel bertingkat semu silindris bersilia dengan sel goblet.terjadi peralihan menjadi epitel respiratorius. Di lamina propria bagian dalam. Kelenjar mukosa.

Di dalam adventisia. Tulang rawan hialin dikelilingi jaringan ikat padat. yaitu perikondrium yang menyatu dengan submukosa di satu sisi dan dengan adventisia di sisi lain. atau asini mukoserosa.tubuloasinar campur dengan duktusnya melalui lamina propria untuk memasuki lumen trakea. Selapis tipis otot polos mengelilingi lamina propria. . Duktus dari kelenjar bronchial submukosa melalui lamina propria untuk bermuara ke dalam lumen bronkus. terdapat banyak pembuluh darah dan saraf yang bercabang halus ke lapisan luar. mukosa. lamina propria tipis jaringan ikat halus dengan banyak serat elastin dan sedikit limfosit. BRONKUS INTRAPULMONAL Bronkus ini dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindris bersilia. Submukosa mengandung kelenjar serosa. Pada kelenjar campur mungkin terlihat demilun serosa.

jaringan ikat sub mukosa menyatu dengan adventisia yang tebal. Pada bronkiolus terminal. dan epitelnya bertingkat semu silindris rendah bersilia dan sedikit sel goblet. BRONKIOLUS TERMINALIS Bronkiolus terminalis memiliki diameter kecil. Di dekat bronkiolus. terdapat sebuah cabang kecil arteri pulmonaris bronkiolus dikelilingi oleh alveoli paru. Lapisan otot polos yang berkembang bak mengelilingi lamina propria tipis. Cabang arteri pulmonaris yang menyertainya terdapat di dekat bronki yang berdekatan atau di dalam adventisiabagian luar. sel epitelnya silindris bersilia tanpa sel goblet. Terdapat banyak lipatan mukosa yang menyolok. yang pada gilirannya dikelilingi adventisia.Lempeng tulang rawan tersebar rapat mengelilingi perifer bronkus lempeng ini makin kecil dan lebih berjauhan dengan bercabangnya bronki menjadi lebih kecil. Di antara lempeng tulang rawan. kira-kira 1 mm atau kurang. Sebuah cabang arteri pulmonaris yang lebih kecil menyertai bronkus kecil atau bronkiolus pada bidang irisan lain. .

Otot polos terdapat di sebelah epitel. Sebuah cabang kecil arteri pulmonaris menyertai bronkiolus respiratorius. .BRONKIOLUS RESPIRATORIUS Dinding bronkiolus respiratorius dilapisi oleh sel epitel selapis kuboid. Sebuah duktus alveolaris muncul dari bronkiolus respiratorius dan banyak alveoli bermuara ke dalam duktus alveolaris.

.

tulang iga maju sehingga sternum bergerak ke depan menjauhi spinal. (2) difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan darah.TINJAUAN FISIOLOGI Tujuan dari pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen bagi jaringan dan membuang karbondioksida.  Mengeluarkan benda asing atau sekret yang abnormal dari dalam saluran napas. disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang Paru-paru dapat dikembangkan melalui dua cara yaitu naik turunnya diafragma untuk memperbesar atau memperkecil rongga dada dan depresi serta elevasi tulang iga untuk memperbesar atau memperkecil diameter anteroposterior rongga dada. yaitu batuk akut dan batuk kronis. Sedangkan apabila rangka iga dielevasikan. Batuk juga berfungsi untuk mengeluarkan atau menghilangkan benda asing yang menjadi pemicu. Berikut adalah kriteria penggolongan batuk berdasarkan waktu tersebut:  Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari. . yang berarti masuk dan keluarnya udara antara atmosfer dan alveoli paru. Batuk adalah gerakan refleks fisiologis dalam tujuan untuk memproteksi paru-paru dari faktor-faktor yang berkaitan dengan unsur mekanik. Untuk mencapai tujuan ini. yaitu melalui gerekan diafragma. Metode kedua untuk mengembangkan paru adalah dengan mengangkat rangka iga. dan (4) pengaturan ventilasi dan lain-lain dari pernapasan.  Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi selama 3 bulan berturut-turut. pernapasan dapat dibagi menjadi empat peristiwa fungsional utama: (1) ventilasi paru. maka batuk dapat digolongkan menjadi 2 tipe. Pernapasan normal dan tenang dapat dicapai dengan hampir sempurna melalui metode pertama dari kedua metode tersebut. dengan jalan:  Mencegah masuknya benda asing ke saluran napas. kimia dan suhu. Pada saat istirahat. (3) transpor oksigen dan karbon dioksida dalam darah dan cairan tubuh ke dan dari sel. Sebenarnya Batuk bukanlah suatu penyakit seperti pandangan sebagian masyarakat. Berdasarkan ada atau tidaknya secret (dahak) yang dihasilkan maka batuk dapat dibagi menjadi 2 jenis:  Batuk produktif Batuk yg menghasilkan pengeluaran sekret atau dahak  Batuk yg tidak produktif Batuk yg tdk menghasilkan pengeluaran sekret atau dahak Berdasarkan lama terjadinya batuk. iga miring ke bawah dan sternum turun ke belakang ke arah koluma vertebralis.

lambung. Vagus. membran timpani Reseptor batuk • Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. • Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga. trakea. Udara cenderung bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. • dalam rongga toraks : terdapat di laring. yang mengalirkan rangsang dari laring.Pada ventilasi terdapat tiga tekanan berbeda yang penting yaitu tekanan atmosfer. trakea. Udara mengalir masuk dan keluar paru selama proses bernapas dengan mengikuti penurunan gradien tekanan yang berubah selang-seling antara alveolus dan atmosfer akibat aktivitas siklik otot-otot pernapasan. lambung dan juga rangsang dari telinga melalui cabang Arnold dari n. sinus paranasalis. karina. Hubungan timbal balik antara ketiga tekanan ini penting dalam mekanika pernapasan. Pusat batuk Sistem saraf eferen Efektor. trakea dan bronkus. berupa otot-otot pernapasan Daerah refleks batuk yang paling sensitif pada saluran napas adalah daerah laring. karina dan daerah percabangan bronkus. yang lain ialah pleura. Serabut aferen • Terpenting ada pada cabang nervus Vagus. tekanan intra alveolus dan tekanan intrapleura. hilus. pleura. Terdapat 5 komponen utama refleks batuk: • • • • • Adanya reseptor pemicu batuk Terdapat serabut saraf aferen yang menuju medula. bronkus. trakea. • sejumlah besar reseptor didapat di laring. • Nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan • Nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma . perikardial dan diafragma. bronkus dan di pleura. • Nervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis. Jumlah reseptor akan semakin berkurang pada cabangcabang bronkus yang kecil.

walaupun glotis tetap terbuka Fase ekspirasi Pada fase ini glotis terbuka secara tiba-tiba akibat kontraksi aktif otot ekspirasi. • Masuknya udara ke dalam paru dengan jumlah banyak memberikan keuntungan Fase kompresi • Fase ini dimulai dengan tertutupnya glotis akibat kontraksi otot adduktor kartilago artenoidea.2 detik. • Tekanan pleura tetap meninggi selama 0. perut dan diafragma. • Batuk dapat terjadi tanpa penutupan glotis karena otot-otot ekspirasi mampu meningkatkan tekanan intratoraks. 3. otot-otot pernapasan dan cabang-cabang bronkus merupakan hal yang penting dalam fase mekanisme batuk clan di sinilah terjadi fase batuk yang sebenarnya. Suara batuk sangat bervariasi akibat getaran sekret yang ada dalam saluran napas atau getaran pita suara . • Inspirasi terjadi secara dalam dan cepat. sehingga dimensi lateral dada membesar mengakibatkan peningkatan volume paru.Fase ekspirasi Gerakan glotis.5 detik setelah glotis terbuka. • Pada fase ini tekanan intratoraks meninggi sampai 300 cm H20 agar terjadi batuk yang efektif. • Hal ini disertai terfiksirnya iga bawah akibat kontraksi otot toraks. sehingga udara dengan cepat dan dalam jumlah banyak masuk ke dalam paru. glotis tertutup selama 0. sehingga terjadilah pengeluaran udara dalam jumlah besar dengan kecepatan yang tinggi disertai dengan pengeluaran benda-benda asing dan bahan-bahan lain.MEKANISME BATUK Mekanisme batuk dibagi menjadi tiga fase Fase inspirasi • Glotis secara refleks terbuka lebar akibat kontraksi otot abduktor kartilago artenoidea.

inhalasi gas. post nasal drip.Hal-hal yang dapat merangsang terjadinya batuk adalah • Rangsang inflamasi seperti edema mukosa dengan sekret trakeobronkial • yang banyak. Rangsang suhu seperti asap rokok (merupakan oksidan). Pada penelitian 200 perokok dengan batuk kronik. udara panas/dingin. Rangsang psikogenik. aspirasi. Rangsang mekanik seperti benda asing dalam saluran napas. retensi sekret bronko pulmoner. setelah berhenti merokok ternyata 77% gejala • • . Batuk sering dijumpai pada perokok dan dapat menyebabkan batuk kronik.

Dapat terjadi bersamaan dgn: • • • • Obstruksi bronkial Keadaan kongenital atau herediter Postinfeksi Keadaan-keadaan lain . Dilatasi bronkus dapat menjadi permanen. Emfisema dapat diklasifikasikan menjadi: • • • • Emfisema sentriasiner Emfisema panasiner Emfisema paraseptal Emfisema ireguler Bronkiektasi Adalah dilatasi permanen bronkus dan bronkioli disebabkan oleh karena destruksi dari jaringan elastik dan otot sbg akibat dari infeksi nekrotisasi kronik.batuk menghilang dan 17% gejala batuk berkurang. Pada 50% perokok gejala batuk menghilang satu bulan setelah berhenti merokok PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN BATUK Emfisema Emfisema merupakan penyakit paru yang ditandai oleh pelebaran abnormal rongga-rongga alveoli (udara) yang bersifat permanen. distal terhadap bronkioli terminal disertai dengan destruksi dinding alveoli tanpa fibrosis. Dapat pula menjadi reversible pada infeksi virus dan pneumonia bakteri.

uap dan asap kimia. mencakup partikel organik dan inorganik. Gambaran mikroskopik ‘coal worker’s’ pneumoconiosis .Pneumokoniosis Merupakan reaksi paru non-neoplastik terhadap inhalasi debu-debu mineral yg dijumpai ditempat kerja.

kimia. Batuk merupakan suatu gejala terhadap suatu penyakit. batuk merupakan upaya dalam rangkaian refleks protektif tubuh. Dalam kaitan batuk dengan penyakit secara patologis.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Batuk bukanlah merupakan suatu penyakit. maupun perubahan suhu. Perlindungan terhadap unsur-unsur fisik. SARAN . dapat disimpulkan bahwa batuk yang dialami oleh seseorang saat batuk dapat disebabkan oleh infeksi yang perlu diwaspadai. Lebih jauh lagi.

international edition.Guidance to Anatomy II Edisi Revisi. Price.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi ke-9.Pendit.Histologi Dasar: Teks & Atlas Edisi 10.2005. alih bahasa: Jan Tambayong. Syahrir. . seventh edition. Chandrasoma. Parakrama.1997.2004. Budianto. Robbins and Cotran.Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem Edisi Kedua. Fausto. Arthur C and Hall.2007.2006.2005.Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2. Lauralee. Sylvia Anderson and Wilson.Guyton. Luiz Carlos. Junqueira. Pendit. M. alih bahasa Brahm U.Ringkasan Patologi Anatomi. WB Saunders Co. alih bahasa: Brahm U. Lorraine McCarty. Kumar.2001. John E. 2005. alih bahasa Roem Soedoko. Anang dan Azizi. Abbas. Atlas of Pathology. Sherwood. Robbins Pathologic basis of disease. alih bahasa Irawati Setiawan.