. Fungsi bahasa secara umum - Sebagai alat untuk berkespresi Contohnya;mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan

. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada keinginan mereka sendiri. Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu: (1) Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; (2) Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi. - Sebagai alat komunikasi Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4). Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah ³bahasa yang komunikatif´. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional. - Alat untuk mengadakan imtegrasi dan adaptasi sosial

ceramah agama (dakwah). kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut. kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Misalnya. maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. orasi ilmiah atau politik adalah contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. . Dalam mempelajari bahasa asing. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru. sikap baru.Sebagai alat kontrol sosial Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat.Mewujudkan seni (sastra) Bahasa yang dipakai untuk menyampaikan atau mengungkapkan perasaan melalui media seni. B. Di samping itu. kita memerlukan pemahaman yang lebih mendalam agar bisa mengetahui apa makna atau apa yang ingin disampaikan kepada kita. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Biasanya. rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang. Terkadang bahasa yang dipergunakan merupakan bahasa yang memiliki makna artau arti denotasi atau memiliki makna yang tersirat. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu. buku-buku instruksi. Buku-buku pelajaran.dll. syair. Selain itu. Fungsi bahasa secara khusus . Dalam hal ini. informasi. kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Berbagai penerangan.Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu. misalnya puisi. biasanya saat berkomunikasi dengan teman). Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. . perilaku dan tindakan yang baik. Komunikasi yang berlangsung dapat mempergunakan dialeg resmi (baku) atau dialeg santai (tidak menghiraukan pemakaian bahasa resmi. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. prosa. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah.Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari Manusia adalah mahkluk sosial yang tak akan pernah mungkin dapat terlepas dari hubungan (komunikasi) dengan mahluk sosialnya. kata manakah yang sopan dan tidak sopan. pada akhirnya. . Dengan menguasai bahasa suatu bangsa. kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio.

misalnya saja untuk mengetahui keberadaan atau asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah-naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti. Pengetahuan atas tanda baca dan ejaan harus dimiliki dalam penggunaan bahasa tulis. kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar (Alwi dkk. dan ejaan. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu akan didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergnakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri. harus dimiliki dalam penggunaan bahasa lisan dan tulis. Akan sangat berbeda cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa kepada orang dewasa. Sebaliknya. 1998: 21) A.. lingkungan sosial.. Bahasa yang komunikatif tidak selalu hanus merupakan bahasa standar.. pendidikan. penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. yakni peraturan bahasa yang terdiri dari 4 hal. Sebaiknya.. melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Untuk itu. Kriteria yang akan digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa. 4. Bahasa yang baik dan benar Berbahasa dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa. untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi di masa yang akan datang. dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan. yaitu . maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. yaitu masalah tata bahasa. tanda baca. kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. . Sudah pasti kita akan mempergunkan bahasa yang lebih baik dan sopan kepada orang dewasa daripada kepada anak kecil Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang berpendidikan tinggi dengan yang berpendidikan rendah juga tidak dapat disamakan. status sosial. pilihan kata. sehingga kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Bahasa yang benar Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah. Pengetahuan atas tata bahasa dan pilihan kata.Mempelajari bahasa-bahasa kuno Dengan kita mempelajari bahasa-bahasa kuno ini. unsur-unsur seperti umur. kita akan dapat mengetahui kejadian atau peristiwa yang sudah di masa lampau. Kaidah ini meliputi aspek. ditambah dengan akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan hanya kepada manusia. Bahasa yang baik Penggunaan bahasa dengan baik menekankan pada aspek komunikatif bahasa. agama.Mengeksploitasi IPTEK Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia. atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. B.

Masalah lafal juga termasuk aspek tata bumi. dan sudah dalam penggunaan bahasa yang benar. zakat. misalnya. (3) Kosa kata (termasuk istilah). bentuk kata yang benar adalah ubah. kedesak. dan pajak bumi. Dalam hubungannya dengan peristilahan. (4) Ejaan. Misalnya. izin. jakat. bukan komplek. sebentar. dan hierarki (5) Makna. devaluasi. pelabuhan udara. Kedudukan Bahasa Indonesia A. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. ngebut. misalnya kita telah menerima bunyi f. entar dan udah lebih baik diganti dengan berkata/mengatakan. katakata yang benar adalah fajar. ekspor. aktif. dalam penggunaan bahasa dalam ilmu pengetahuan tidak tepat menggunakan bahasa konotasi memiliki makna kiasan) 5. v dan z. mengebut. dan pajak tanah (land tax) dipilih sebagai istilah yang benar daripada istilah pengaruh. robah. sampai dengan tercetusnya inspirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang konsep aslinya berbunyi (lihat pada gambar berikut): . objek. pitamin. sistem. bukan obah. terdesak. motif. (2) Tata bahasa (kata dan kalimat). bukan pajar.(1) Tata bunyi (Fonologi). ekspot. penggunaan bahasa yang benar bertalian dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. tegakkan. motip. pariabel. istilah dampak (impact). jadwal. dan pertanggungjawaban. tegakan dan pertanggung jawaban. variabel. Pelafalan yang benar adalah kompleks. depaluasi. memberi. nyari. transmigrasi. Oleh karena itu. Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara. mencari. rubah. vitamin. kualitas. misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi serta batu nisan di Aceh. bandar udara. bukan seperti anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan. kata-kata seperti bilang. dengan bukti-bukti prasasti yang ada. ijin. hasil. keluaran (output). aktip. kasih. tranmigrasi.. penulisan yang benar adalah analisis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful