uraian-materi-pembelajaran

URAIAN MATERI PEMBELAJARAN

”PENGUKURAN FISIKA”
I. Alat Ukur Panjang Untuk mengukur panjang suatu benda, anda dapat menggunakan mistar, rolmeter, jangka sorong, dan mikrometer skrup. Dalam mengukur panjang suatu benda, selain memperhatikan ketelitian alat ukurnya, juga memperhatikan jenis dan macam benda yang akan diukur. A. Penggaris / Mistar Mistar adalah salah satu alat ukur panjang yang paling sering anda gunakan pada kehidupan sehari.hari. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm. Ketelitian mistar adalah ½ x skala terkecil = 0,05 cm. Dengan ketelitian 0,05 cm ini maka mistar dapat anda gunakan untuk mengukur panjang sebuah buku atau pensil. Untuk menggunakan mistar dapat anda lakukan dengan cara menempatkan mistar tersebut diatas benda yang akan diukur panjangnya, pastikan bahwa titik nol skala mistar tepat berimpit dengan salah satu ujung benda yang akan diukur. Langkah-langkah yang ditempuh untuk membaca hasil pengukran dengan mistar adalah : 1. Pastikan bahwa titik nol skala mistar telah berimpit dengan salah satu ujung benda yang diukur panjangnya. 2. Baca skala yang ditunjukkan oleh ujung benda yang satunya. 3. Nyatakan hasil pengukuran yang anda peroleh dalam 2 desimal sesuai tingkat ketelitian mistar. Hasil pengukuran dengan menggunakan suatu alat ukur dapat dinyatakan dengan format sebagai berikut : Hasil pengukuran = xo + ∆ x Dengan xo = hasil pembacaan pengukuran dengan alat ukur dan ∆ x = ketidakpastian alat ukur Untuk mistar karena ketelitiannya atau ketidakpastiannya = 0,05 cm (2 desimal) maka xo harus dinyatakan dalam 2 desimal pula. Misalnya L = (4,95 + 0,05) cm

Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran”

1

maupun kedalam sebuah tabung. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : ∆ x = ½ x 0.9 cm. Sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0. Jadi beda satu skala utama dengan satu skala nonius adalah 0. Mengukur diameter luar Untuk mengukur diameter luar sebuah benda (misalnya kelereng) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 2 . Berikut akan dijelaskan langkah-langkah menggunakan jangka sorong untuk keperluan tersebut a. maka jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng atau cincin dengan lebih teliti (akurat).005 cm. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser.B. diameter dalam sebuah tabung atau cincin.01 cm. Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm.09 cm. Jangka sorong Jangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0. Secara umum. Pada gambar disamping ditunjukkan bagian-bagian dari jangka sorong.01 cm = 0. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter luar sebuah kelereng.005 cm Dengan ketelitian 0. dengan kata lain jarak 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0.1 mm. Sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0.01 cm atau 0. (sorot masing-masing bagian dari jangka sorong tersebut untuk mengetahui nama setiap bagian).09 cm = 0.1 mm. jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser.1 cm. Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. diameter dalam sebuah tabung atau cincin maupun untuk mengukur kedalaman sebuah tabung. dengan kata lain jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0.1 cm – 0.1 mm atau 0. keuntungan penggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng.

• dan rahang tetap) • • • b.01 cm) Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 3 . Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda Catatlah hasil pengukuran anda Mengukur diameter dalam yang diukur terjepit oleh kedua rahang Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda (misalnya diameter dalam sebuah cincin) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • • • c. Letakkan benda/cincin yang akan diukur sedemikian sehingga kedua Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang Catatlah hasil pengukuran anda Mengukur kedalaman rahang jangka sorong masuk ke dalam benda/cincin tersebut jangka sorong menyentuh kedua dinding dalam benda/cincin yang diukur Untuk mengukur kedalaman sebuah benda/tabung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • • • Letakkan tabung yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak. jangka sorong menyentuh dasar tabung. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka nol skala nonis. Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit kekanan. Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • • • Bacalah skala utama yang berimpit atau skala terdekat tepat didepan titik Bacalah skala nonius yang tepat berimpit dengan skala utama. Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka Geserlah rahang geser kebawah Catatlah hasil pengukuran anda. sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0. sehingga ujung batang pada sorong ke permukaan tabung yang akan diukur dalamnya. Geserlah rahang geser jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.

005 mm x Dengan ketelitian 0.01 mm = 0.990 + 0. Mikrometer Skrup Mikrometer skrup merupakan alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Panjang skala utama mikrometer pada umumnya mencapai 25 mm. pada jangka sorong yang memiliki skala nonius. maka mikrometer skrup dapat dipergunakan untuk mengukur tebal kertas atau diameter kawat tipis dengan lebih teliti (akurat). sehingga hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat anda laporkan sebagai : Panjang L = xo + ∆ x Misalnya L = (4. jarak antara 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0. maka skala terkecil mikrometer skrup adalah 0.5 mm.Karena ∆ x = 0. maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 3 desimal. Jika bidal digerakkan 1 putaran penuh maka poros akan maju/mundur 0.005 mm. Tidak seperti mistar.005 cm (tiga desimal). mikrometer skrup terdiri atas : • Rahang tetap yang berisi skala utama yang dinyatakan dalam satuan mm. Untuk menggunakan mikrometer skrup dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 4 . • Poros berulir yang dipasang pada silinder pemutar (bidal).01 mm. Ketelitian dari mikrometer skrup adalah setengah dari skala terkecil.5 mm. karena selubung luar memiliki 50 skala.5 mm/ 50 = 0.005) cm C. Anda tidak pernah menaksir angka terakhir (desimal ke-3) sehingga anda cukup berikan nilai 0 untuk desimal ke-3. Seperti halnya jangka sorong. Mikrometer skrup dapat dipergunakan untuk mengukur tebal kertas. Jadi ketelitian mikrometer skrup adalah :  = ½ x 0. Pada ujung bidal terdapat garis skala yang membagi menjadi 50 bagian yang sama yang disebut skala nonius. tebal plat tipis yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. • Rahang geser yang dihubungkan dengan bidal. diameter kawat tipis. yang digunakan untuk memegang benda yang akan diukur bersama dengan rahang tetap.

005) mm II. ada pula neraca pasar Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 5 . Alat Ukur Massa Untuk mengukur massa suatu benda digunakan neraca. Dalam kehidupan sehari-hari kita kenal neraca sama lengan yang biasa kita jumpai di toko mas. pada pemutar besar tidak bergeser lagi. neraca"dacin" gabah. sehingga hasil pengukuran menggunakan Mikrometer skrup dapat anda laporkan sebagai : Panjang L = (Xo + ∆ X) Misalnya L = (3. Dari segi bentuk. yang diukur terjepit oleh rahang tetap dan rahang geser. Karena kita tidak perlu menaksir angka terakhir (desimal ke-3) maka kita cukup berikan nilai 0 untuk desimal ke-3. maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 3 desimal.250 + 0.01 mm) Karena ∆ x = 0.005 mm (tiga desimal). Kemudian putar bidal (pemutar besar) searah jarum jam sehingga benda Putar pemutar kecil (roda bergerigi) searah jarum jam sehingga skala nonius Baca hasil pengukuan yang diperoleh. alat ukur massa dalam fisika sangat berbeda dengan alat ukur massa yang sering kita jumpai di dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • Tentukan nilai skala utama yang terdekat dengan selubung silinder (bidal) dari rahang geser (atau skala utama yang berada tepat didepan/berimpit dengan selubung silinder luar rahang geser) • Tentukan nilai skala nonius yang yang berimpit dengan garis mendatar pada skala utama Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : • Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil mikrometer skrup) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0.• Putar bidal (pemutar besar) berlawanan arah jarum jam sehingga ruang antara rahang tetap dengan rahang geser cukup untuk menempatkan benda yang akan diukur. • • • • Letakkan benda yang akan diukur diantara rahang tetap dan rahang geser.

Neraca 3 Lengan Neraca adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda. Dari sekian banyak bentuk neraca.yang biasa digunakan untuk menimbang sayuran dan bahan pokok dipasar.1 gram = 0. Lengan yang terletak di tengah-tengah yang memiliki skala dari 0500gram dengan jarak antar skala adalah 100 gram.05 gram Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing- masing lengan yang dapat digeser-geser dan sebagai penunjuk hasil Titik 0. tetapi neraca ini mungkin sangat sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. dan bahkan ada neraca pegas yang sering digunakan ibu-ibu untuk menimbang bahan-bahan kue.1 gram (yaitu jarak antar skala pada lengan yang paling depan) Ketelitian dari neraca adalah setengah dari skala terkecil. • pengukuran. prinsip kesetimbangan gaya elastis dengan gaya gravitasi (contohnya : neraca pegas).Pada umumnya neraca 3 lengan (sering disebut sebagai neraca Ohause) memiliki batas ukur hingga 600 gram. Lengan neraca yang terdiri atas 3 lengan yaitu lengan paling belakang yang memiliki skala dari 0-100gram dengan jarak antar skala 10 gram. prinsip kesetimbangan momen gaya (contohnya: neraca dacin). yang digunakan untuk menentukan titik 6 . A. Jadi ketelitian neraca adalah : ∆ x = ½ x 0. Dalam Pembelajaran ini kita akan membahas neraca 3 lengan sebagai salah satu alat ukur massa yang paling banyak ditemui di labolatorium. neraca yang paling sering digunakan dilabolatorium adalah neraca lengan. Prinsip kerja neraca ada 4 macam yaitu prinsip kesetimbangan gaya gravitasi (contohnya : neraca sama lengan). Neraca 3 lengan terdiri atas : • • Penyangga beban yang digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur. • kesetimbangan. dan prinsip inersia/kelembaman.1 gram. neraca pelat datar dan neraca inersia. Skala terkecil dari neraca tersebut adalah 0. dan lengan paling depan yang memiliki skala dari 0-10 dengan jarak antar skala 0.

maka bacalah hasil pengukuran yang anda peroleh. hasil pengukuran menggunakan neraca dapat anda laporkan sebagai : Massa M = xo + ∆ x Misalnya M = ( 322. pelajaran pertama adalah Fisika yaitu mulai pukul 07. misalnya dalam penyusunan jadwal pelajaran.75 + 0. • Setelah posisi lengan setimbang.Dengan ketelitian 0.30 . Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan Neraca 3 lengan dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh anting (pemberat) pada masingHasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : masing lengan neraca. kemudian tempatkan benda tersebut diatas penyangga beban (bagian neraca untuk menempatkan benda yang akan diukur). Hasil = Pembacaan skala pada lengan tengah + Pembacaan skala pada lengan Belakang + Pembacaan skala pada lengan depan Karena ∆ x = 0. maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 2 desimal.05 gram.05 gram (dua desimal). Untuk mengukur massa suatu benda dengan menggunakan neraca 3 lengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • Siapkan benda yang massanya mau diukur. • Geser anting (pemberat) pada masing-masing lengan dimulai dari pemberat paling besar hingga pemberat paling kecil sedemikian sehingga lengan neraca dalam keadaan setimbang (horizontal) yang ditandai dengan berimpitnya garis mendatar pada ujung lengan dengan titik 0 (nol).05) gram III. Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 7 .15 wita kemudian istirahat 15 menit. maka neraca 3 lengan dapat dipergunakan untuk mengukur massa sebuah benda dengan lebih teliti (akurat). Dalam jadwal tersebut anda pansi mencantumkan waktu berlangsungnya kegiatan.08. Seperti halnya pada lat ukur panjang.Alat Ukur Waktu Dalam kehidupan sehari-hari anda pasti pernah menyusun sebuah jadwal kegiatan.

Skala dalam detik. Skala dalam menit. jam tangan).1 detik Dengan ketelitian 0. • Jarum pendek. yang berfungsi sebagai penunjuk waktu dalam menit. Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 8 . Penggunaan stopwatch digital lebih mudah dibandingkan dengan stopwatch analog karena pada stopwatch digital hasil pengukuran dapat dibaca langsung dalam bentuk angka. Ketika jarum panjang bergerak 1 putaran penuh. karena 1 putaran jarum panjang = 60 detik. Pada pembelajaran ini. Terdapat 2 jenis stopwatch yaitu stopwatch digital dan stopwatch analog. Selain jam. alat ukur waktu yang paling sering digunakan dilabolatorium adalah stopwatch.Alat ukur waktu yang sering anda temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah jam (jam dinding. Dari segi tampilan penunjuk waktu terdapat 2 jenis alat ukur waktu yaitu digital dan analog. maka 1 menit = 60 detik Telah disebutkan sebelumnya bahwa skala terkecil dari tersebut adalah 0. maka stopwatch dapat dipergunakan untuk mengukur waktu dengan lebih teliti (akurat) bila dibandingkan dengan jam (arloji).2 detik (yaitu jarak antar skala pada skala detik ) Ketelitian dari stopwatch adalah setengah dari skala terkecil. alat ukur waktu yang akan dibahas adalah stopwatch khususnya stopwatch analog. karena penggunaan alat ukur ini perlu sedikit keterampilan baik dalam pembacaan hasil pengukuran maupun penggunaannya. Jadi ketelitian stopwatch adalah :∆ x = ½ x 0.2 detik. A. maka jarum pendek akan bergerak 1 skala. skala ini disusun melingkar dengan jarak antar skala 1 menit. Secara umum stopwatch analog terdiri atas : • • • Tombol Start. yang berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran dalam menghentikan maupun mengulang pengukuran waktu. jarak antar skala 0. Stopwatch Stopwatch merupakan alat ukur waktu yang paling sering ditemui dilabolatorium. Stop dan reset yang dipergunakan untuk memulai. skala ini disusun melingkar dibagian pinggir dengan Jarum panjang.1 detik.2 detik = 0. detik. jam bandul.

Jika ingin menghentikan pengukuran klik tombol stop (tombol ini menjadi Selanjutnya baca hasil pengukuran yang anda peroleh. ( ingat 1 menit = 60 detik) tekan tombol reset (tombol ini juga menjadi satu dengan start maupun stop) Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan Stopwatch dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • • Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh jarum panjang (ini merupakan hasil Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh jarum pendek (ini merupakan hasil Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : pengukuran dalam detik). nyatakan hasilnya Jika ingin mengulang (memposisikan jarum stopwatch ke titik 0) maka periode ayunan bandul. Alat Ukur Suhu Alat ukur suhu disebut sebagai termometer. Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 9 . maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 1 desimal.8 + 0. maka. Seperti halnya pada alat ukur panjang. kita mengenal 3 macam termometer yaitu Celcius.1) detik IV. Hasil = Pembacaan skala oleh jarum panjang + Pembacaan skala oleh jarum pendek karena 1 menit = 60 detik. Terdapat banyak jenis termometer. dalam detik.Untuk mengukur waktu dengan menggunakan stopwatch dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • • • • • Siapkan benda yang akan diukur waktunya. pengukuran dalam menit). hasil pengukuran dapat dinyatakan sebagai : Hasil = {skala pada jarum panjang + (60 x skala pada jarum pendek)} detik.1 detik (1 desimal). Karena ∆ x = 0. satu dengan tombol start). misalnya anda ingin mengukur Tekan tombol start untuk memulai pengukuran.. hasil pengukuran menggunakan stopwatch dapat anda laporkan sebagai : Waktu t = xo + ∆ x Misalnya t = (160. Bila ditinjau dari jenis skalanya.

Dalam Pembelajaran ini kita akan membahas termometer zat cair sebagai salah satu alat ukur suhu yang paling banyak ditemui di labolatorium. Pada saat termokopel disentuhkan pada suatu benda. ukuran termimetriknya adalah nilai beda potensial . yang digambarkan pada tabung termometer. namun ketiga termometer tersebut dapat dikonversi sebagai berikut :  4t 0 C 0 t 0 C =  5  R      9t 0 C  0   t 0 C =    5  + 32  F    Bila ditinjau dari bahan termometrik yang digunakan. Ketiga termometer ini memiliki skala yang berbeda. Karena skala terkecil termometer tersebut adalah 10. Ujung zat cair ini nantinya dapat dipergunakan untuk menunjukkan skala hasil pengukuran suhu suatu zat/benda. jarak antar skala ini adalah 10 Ketelitian dari termometer adalah setengah dari skala terkecil. tinggi rendahnya kolom zat cair tersebut selanjutnya dikalibrasi sedemikian rupa sehingga penunjukkan tinggi kolom zat cair itu langsung menunjukkan suhu benda yang sedang diukur. Termometer zat padat ada 2 macam yaitu termometer termokopel dan termometer hambatan (platina). termokopel tersebut akan menghasilkan beda potensial yang nilainya sebanding dengan suhu benda tersebut. ukuran termometriknya adalah tekanan gas. • Skala termometer. Pada termometer gas volume tetap. Pada umumnya termometer zat zair (misalnya termometer raksa) terdiri atas : • • Tendon zat cair ( raksa/alkohol) yang terletak di salah satu ujung termometer Zat cair (raksa / alkohol) sebagai zat termometrik yang dapat memuai akibat yang akan disentuhkan pada zat/benda yang akan diukur suhunya. Nilai tekanan gas di dalam tabung dapat dikonversi menjadi nilai suhu benda yang sedang diukur. Termometer gas yang kita kenal adalah termometer gas volume tetap. Pada termometer termokopel. kita mengenal 3 macam termometer yaitu termometer gas. Termometer zat cair menggunakan ukuran termometrik berupa volume kolom zat cair tersebut. perubahan suhu.Fahrenheit dan reamur. termometer zat cair dan termometer zat padat (termokopel dan hambatan platina). Maka ketelitian termometer adalah : Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 10 .

Untuk pengukuran arus listrik yang lebih kecil biasa digunakan miliamperemeter. bergantung pada jenis besaran listrik yang akan diukur. tersebut.50C(satu desimal). Untuk pengukuran tegangan listrik yang lebih kecil biasa digunakan Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 11 . keadaan setimbang ( zat zair dalam termometer tidak memuai lagi/ ujung zat cair tidak bergerak lagi).050 Satuan dari termometer adalah sesuai dengan skala termometer yang digunakan. • Bacalah hasil pengukuran yang anda peroleh. Seperti halnya pada lat ukur panjang. • Untuk mengukur tegangan listrik (beda potensial) anda harus menggunakan voltmeter. Sebagai contoh : • Untuk mengukur kuat arus listrik anda harus menggunakan amperemeter. Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan termometer dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : • • Pastikan bahwa ujung zat cair dalam termometer tersebut tidak bergerak lagi Selanjutnya baca skala yang ditunjukkan oleh ujung zat cair dalam termometer (tidak memuai). sehingga zat zair pada termometer tersebut dalam tersebut kedalam benda/zat yang akan diukur suhunya. misalnya jika termometer yang dipergunakan adalah termometer celcius maka satuannya adalah C. maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 1 desimal. Alat Ukur Listrik Alat ukur listrik terdiri atas beberapa macam.50C Untuk mengukur suhu suatu benda dengan menggunakan termometer dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • • Siapkan benda yang akan diukur suhunya. sehingga sekala terkecilnya 10C dan ∆ x = 0. kemudian masukkan termometer Tunggu beberapa saat. Karena ∆ x = 0.∆ x = ½ x 10 = 0. mikroamperemeter atau bahkan galvanometer. sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan. hasil pengukuran menggunakan termometer dapat anda laporkan sebagai : Suhu T = xo + ∆ x V.

Sebetulnya wattmeter merupakan gabungan antara voltmeter dan ampermeter. Amperemeter Amperemeter adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur kuat arus listrik. tegangan. sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan. Amperemeter yang sering digunakan dilabolatorium sekolah pada umumnya memiliki kemampuan pengukuran yang terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera pada alat ukur tersebut. • Untuk pengukuran hambatan listrik biasa digunakan ohmmeter. • Untuk pengukuran daya listrik anda harus menggunakan wattmeter. tetapi dirancang sedemikian rupa sehingga penunjukkannya menunjukkan nilai daya yang terpakai • Alat ukur energi listrik adalah wattjam atau kWh. kuat arus yang mampu diukur oleh alat tersebut. maupun arus listrik baik AC maupun DC. Sebetulnya alat ukur listrik yang terpasang di setiap rumah adalah alat ukur energi listrik. • Selain itu. yang berfungsi untuk menunjukkan skala hasil Skala amperemeter yang telah dikalibrasi agar angka yang ditunjukkan Batas ukur amperemeter yang menyatakan nilai maksimum pengukuran pengukuran kuat arus. ketidakpastian hasil pengukuran dengan menggunakan amperemeter adalah : Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 12 . 10A dan 20 A. Selain ohmmeter ada juga alat ukur hambatan listrik yang lebih teliti dari ohmmeter biasa yaitu jembatan wheatstone. mikrovoltmeter atau bahkan nanovoltmeter. sesuai dengan besarnya arus listrik yang diukur. Alat ukur ini sering disebut dengan multimeter. sedangkan skala terkecil amperemeter adalah nilai dari jarak antara 2 kala yang saling berdekatan yang dinyatakan dengan persamaan : Ketelitian = Batas Ukur Jumlah Skala Maksimum .millivoltmeter. misalnya 5A. Dengan demikian. Ketelitian dari amperemeter adalah 1/2 kali skala terkecil. A. Secara umum sebuah amperemeter terdiri atas : • • • Jarum penunjuk skala. ada pula alat ukur listrik yang dapat digunakan untuk mengukur hambatan listrik. bukan alat ukur daya listrik seperti apa yang dipahami masyarakat awam. Alat ini sering digunakan oleh para teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dengan multitester atau Avometer.

Voltmeter Voltmeter adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur beda potensial (tegangan) listrik. digunakan untuk mengukur kuat arus tersebut. hasil pengukuran menggunakan amperemeter dapat anda laporkan sebagai berikut : Hasil pengukuran kuat arus = xo + ∆ x Misalnya I = (3. 3. dan waktu. • jarum amperemeter • amperemeter tersebut • persamaan : H asil = Skala yang ditunjuk Skala M aksim um x Batas Ukur Siapkan rangkaian yang akan diukur kuat Hubungkan amperemeter secara seri dengan Pilih salah satu batas ukur yang akan rangkaian yang akan diukur kuat arusnya. massa.25 + 0. Alat ini juga sering digunakan oleh para teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dengan multitester atau Avometer. Seperti halnya alat ukur panjang. paling tinggi. arus listriknya 2.01) mA B. Voltmeter yang sering Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 13 . mulailah dari batas ukur yang Baca hasil pengukuran yang anda peroleh Langkah-langkah yang ditempuh untuk membaca hasil pengukran dengan Bacalah batas ukur amperemeter yang Baca skala yang ditunjukkan oleh Baca pula skala maksimum dari Hasil pengukuran dinyatakan dengan • Nyatakan hasil pengukuran anda dengan jumlah desimal sesuai dengan ketelitian alat ukur. amperemeter adalah : • digunakan. 4.Ketelitian = Batas Ukur 2 x Jumlah Skala M aksimum Untuk mengukur kuat arus listrik menggunakan amperemeter dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1.

Baca hasil pengukuran yang anda peroleh Langkah-langkah yang ditempuh untuk membaca hasil pengukran dengan voltmeter adalah : • • • • Bacalah batas ukur voltmeter yang digunakan. • oleh alat tersebut. Hubungkan voltmeter secara paralel dengan rangkaian yang akan diukur tegangannya. Dengan demikian. Baca skala yang ditunjukkan oleh jarum voltmeter Baca pula skala maksimum dari voltmeter tersebut Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 14 . sedangkan skala terkecil voltmeter adalah nilai dari jarak antara 2 kala yang saling berdekatan yang dinyatakan dengan persamaan : Ketelitian = Batas Ukur Jumlah Skala Maksimum Jarum penunjuk skala. ketidakpastian hasil pengukuran dengan menggunakan voltmeter adalah : Ketelitian = Batas Ukur 2 x Jumlah Skala M aksimum Untuk mengukur kuat arus listrik menggunakan amperemeter dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. dan seterusnya. 4. Siapkan rangkaian yang akan diukur tegangan listriknya 2. yang berfungsi Skala voltmeter yang telah dikalibrasi untuk menunjukkan skala hasil pengukuran tegangan/beda potensial listrik. misalnya 1V. mulailah dari batas ukur yang paling tinggi. Ketelitian dari voltmeter adalah 1/2 kali skala terkecil. 3. Secara umum sebuah Voltmeter terdiri atas : • • diukur. Pilih salah satu batas ukur yang akan digunakan untuk mengukur tegangan tersebut. agar angka yang ditunjukkan sesuai dengan besarnya tegangan listrik yang Batas ukur voltmeter yang menyatakan nilai maksimum pengukuran tegangan listrik yang mampu diukur .digunakan dilabolatorium sekolah pada umumnya memiliki kemampuan pengukuran yang terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera pada alat ukur tersebut. 5V dan 10 V.

dan waktu. massa.0 + 0.5) V Uraian Materi Pembelajaran “Pengukuran” 15 .Hasil = Skala yang ditunjuk Skala M aksim um x Batas Ukur • Nyatakan hasil pengukuran anda dengan jumlah desimal sesuai dengan ketelitian alat ukur. Seperti halnya alat ukur panjang. hasil pengukuran menggunakan voltmeter dapat anda laporkan sebagai berikut : Hasil pengukuran tegangan = xo + ∆ x Misalnya V = (3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful