44371774 Makalah Diagram Fasa Biner

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sampai saat ini sebagian besar material rekayasa terdiri dari campuran fasafasa,misalnya : Baja, solder, semen portland, batu gerinda, cat, dan fiber glass. Campuran dari dua atau lebih fasa dalam satu material memungkinkan terjadinya interaksi antara fasa. Diagram fase sangat membantu dalam mengatur dan meringkas eksperimental, data pengamatan serta dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang proses-proses yang melibatkan reaksi kimia antara fase. Kekuatan listrik atau medan magnet dapat diterapkan sebagai pengganti suhu, tekanan, dan komposisi lainnya. Untuk memberikan informasi tentang struktur dan fasa-fasa kesetimbangan khususnya pada dua komponen unsur atau temperatur, maka dapat digunakan satu jenis plot diagram fase temperatur terhadap konsentrasi relatif dari dua zat dalam biner campuran yang disebut diagram fase biner. Oleh karena itu, disusunlah makalah tentang diagram fasa dengan spesifikasi diagram fasa biner ini agar dapat mempermudah pembacaan fasa kesetimbangan paduan dua komponen unsur. 1.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui gambaran umum dan spesifikasi diagram fasa khususnya diagram fasa

biner.
2. Memahami pembacaan diagram fasa biner.

3. Memahami contoh soal yang berhubungan dengan diagram fasa biner. 1.3 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah gambaran umum dan spesifikasi diagram fasa khususnya diagram fasa biner?
2. Bagaimana cara membaca diagram fasa biner? 3. Bagaimana cara memahami contoh soal yang berhubungan dengan diagram fasa

biner? 1.4 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun meliputi Bab I terdiri dari latar belakang, tujuan, permasalahan, dan sistematika penulisan. Bab II terdiri dari dasar teori. Bab III terdiri dari pembahasan dan contoh soal. Bab IV terdiri dari kesimpulan dan saran.
1

ceramists.2 Komponen Diagram Fasa Komponen umum diagram fase adalah garis kesetimbangan atau batas fase. Diagram ini berguna untuk mendapatkan sifat mekanik tertentu dan mikrostruktur tertentu. Titik tripel 2 . 2. Fasa bainit misalnya pada baja hanya terdapat pada diagram TTT bukan diagram isothermal Fe-Fe3C. Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan suatu pemetaan dari kondisi logam atau paduan dengan dua variabel utama umumnya ( Konsentrasi dan temperatur). sedangkan struktur paduan dipengaruhi oleh suhu dan komposisi. misalnya timbal dan timah. metallurgists dan ilmuwan lain untuk mengatur dan meringkas eksperimental dan data pengamatan serta dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang proses-proses yang melibatkan reaksi kimia antara fase. ahli kimia. Diagram fasa secara umum dipakai ada dua jenis : • • • Diagram fasa tunggal ( Komposisi sama dengan Paduan ) Diagram fasa biner ( 2 komponen unsur dan temperatur) Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur) Diagram fasa tunggal memiliki komposisi yang sama dengan paduan. yang merujuk pada baris yang menandai kondisi di mana beberapa fase dapat hidup berdampingan pada kesetimbangan. Diagram fasa biner misalnya paduan kuningan ( Cu-Zn). Pada kesetimbangan. Fase transisi terjadi di sepanjang garis dari ekuilibrium. struktur paduan ini dapat digambarkan dalam suatu diagram yang disebut diagram fase (diagram kesetimbangan) dengan parameter suhu (T) versus komposisi (mol atau fraksi mol). (Fase dapat didefinisikan sebagai bagian dari bahan yang memiliki struktur atau komposisi yang berbeda dari bagian lainnya).BAB II DASAR TEORI 2. Diagram fase digunakan oleh ahli geologi. Kegunaan Diagram Fase adalah dapat memberikan informasi tentang struktur dan komposisi fase-fase dalam kesetimbangan. (Cu-Ni) dll Diagram fasa terner misalnya paduan stainless steel (Fe-Cr-Ni) dll Diagram pendinginan merupakan diagram yang memetakan kondisi struktur mikro apa yang anda akan dapatkan melalui dua variabel utama yaitu ( Temperatur dan waktu) disebut juga diagram TTT atau juga dua variabel utama yaitu (temperatur dan cooling rater) dosebut juga diagram CCT.1 Diagram Fasa Tidak seperti struktur logam murni yang hanya dipengaruhi oleh suhu.

adalah titik pada diagram fase di mana garis dari ekuilibrium berpotongan. misalnya kekuatan listrik yang diterapkan atau medan magnet dan mereka juga dapat melibatkan bahan-bahan yang mengambil lebih dari sekadar tiga negara dari materi.1 Grafik Titik Likuidus dan Solidus 2. Satu jenis plot diagram fase temperatur terhadap konsentrasi relatif dari dua zat dalam biner campuran yang disebut diagram fase biner. seperti yang ditunjukkan di bawah ini : 3 . tekanan dan komposisi. Sebagai contoh. Titik likuidus adalah Garis yang memisahkan bidang semua cairan dari yang ditambah cairan kristal. Diagram fasa dapat menggunakan variabel lain di samping atau sebagai pengganti dari suhu. cair.3 Diagram Fasa Biner Diagram fase dengan lebih dari dua dimensi dapat dibuat yang menunjukkan efek lebih dari dua variabel pada fase suatu zat. Temperatur di atas mana zat tersebut stabil dalam keadaan cair. Di bawah ini adalah Gambar yang dapat menjelaskan dalam bentuk yang sebenarnya : Gambar 2. diagram fase air memiliki titik tripel tunggal yang sesuai dengan suhu dan tekanan di mana padat. dan gas air dapat hidup berdampingan dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Terdapat sebuah kesenjangan antara solidus dan likuidus yang terdiri dari campuran kristal dan cairan. Titik solidus adalah Garis yang memisahkan bidang semua cairan dari yang ditambah cairan kristal. Tanda titik tripel kondisi di mana tiga fase yang berbeda dapat ditampilkan bersama.

Gambar 2. yaitu pendinginan dan pemanasan. atau pyroxene dan Ca plagioclase. yaitu pemanasan dan pendinginan. Reaksi Invarian Kedua disebut dengan Peritektik. yaitu : • Monotektik 4 . Selama dua khusus volatile komponen pada tekanan tertentu seperti tekanan atmosfer. dimana terdapat secara bersamaan dalam kondisi kesetimbangan pada sistem biner yang melibatkan larutan cairan. seperti olivin dan pyroxene. Reaksi Invarian Ketiga adalah Reaksi Eutektoid. Bentuk Generik dari Reaksi Peritektik adalah : Arah panah pada persamaan di atas menyatakan bahwa terdapat 2 proses yang dapat digunakan. diagram titik didih menunjukkan apa uap (gas) komposisi berada dalam kesetimbangan dengan komposisi cairan yang diberikan tergantung pada suhu. Eutektik biner diagram fase menjelaskan perilaku kimia dua tidak bercampur (unmixable) kristal dari yang benar-benar bercampur (mixable) meleleh. Reaksi Invarian lainnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam. Reaksi ini melibatkan larutan padat.2 Sebuah diagram fase untuk suatu sistem biner menampilkan titik eutektik Sebuah diagram fase untuk suatu sistem biner menampilkan sebuah titik eutektik.3 Titik Didih Diagram Reaksi Eutektik dapat disebut juga dengan Reaksi Invarian. Reaksi ini memiliki jumlah fasa maksimum adalah tiga. yaitu senyawa kimia. Bentuk generik dari Reaksi Eutektoid adalah sebagai berikut : Seperti halnya penjelasan pada Reaksi Peritektik. persamaan diatas menyatakan bahwa terdapat 2 proses yang dapat digunakan. Gambar 2. Dalam biner khas titik didih diagram suhu diplot pada sumbu vertikal dan campuran komposisi pada sumbu horizontal. Tipe lain dari diagram fasa biner adalah diagram titik didih campuran dari dua komponen.

Gambar 2. 2. Kombinasi fase terkondensasi termasuk cair-padat dan padat-padat. kita dapat menentukan komposisi kimia dua fasa dari sebarang paduan Pb-Sn pada sebarang suhu terkait. Subjek ini dikenal sebagai representasi diagram fase biner.Apabila hanya ada satu atau dua fasa. tujuannya adalah untuk menentukan konsentrasi.4 Diagram Peritectic. Lain halnya dengan eutektoid. disebut eutektoid. Analisis kesetimbangan antara fase terkondensasi biasanya mengabaikan fase gas. Eutectic.• • Peritektoid Sintektik Ketika satu fase padat berubah menjadi dua fasa padat selama pemanasan. komponen A dan B dalam dua fase bersamaan. Komposisi kimia dua fasa terletak di dua ujung isoterm. ambillah solder 80 Pb-20 Sn pada 150 derajat. Sebagai contoh. Variansinya adalah dua. Banyak kristalografi bentuk padatan masing-masing dianggap sebagai tahap yang berbeda. Pada masing-masing contoh di atas.4 Kaidah Fasa Kita telah mengetahui bahwa kondisi pada sistem dua komponen dengan tiga fasa adalah invarian. Sebagai gambaran. jadi kesetimbangan ini menunjukkan cukup beragam. identifikasi stabil fase I dan II juga merupakan objektif. kita memiliki kebebasan untuk memilih suhu dan komposisi. baik suhu dan komposisi dapat diubah namun fasa tunggal tetap dipertahankan. dan Eutectoid Dua fasa yang terdiri dari padat dan cair secara kolektif terkondensasi dikenal sebagai fase terkondensasi. Pada medan dua fasa. Dalam fase kental kesetimbangan. atau garis hubung yang melalui daerah dua fasa. variansinya adalah satu sehingga kita hanya bebas 5 . Dengan bantuan isoterm lainnya. dalam medan satu fasa suatu diagram kesetimbangan. Peritectoid merupakan suatu titik di mana dua fasa padat bergabung menjadi satu fase padat selama pemanasan.

melakukan satu pilihan. F berlaku kaidah fasa : P+F=C+I Dimana P adalah jumlah fasa. Contohnya adalah dengan menggunakan Lever Rule .5 Lever Rule Besarnya presentasi suatu fasa pada bagian dua fasa dari suatu diagram fasa biner dapat dihitung dengan menggunakan Lever Rule.Untuk variansi. sedangkan Xs adalah besarnya fraksi dari fasa padat. maka dapat diperoleh persamaan sebagai berikut : 6 . Jika kita merubah suhu. yang memiliki arti invarian. Persamaan lain yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : Deengan mengombinasi kedua persamaan.Adapun persamaan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : Xl + Xs = 1 Xl = 1 – Xs Xs = 1 – Xl Dari persamaan diatas. atau derajat kebebasan. kita terikat pada komposisi tertentu. diketahui bahwa Xl adalah besarnya fraksi dari fasa cair.5 Grafik Diagram Fasa Biner 2. Gambar 2. C adalah jumlah komponen ( dua untuk sistem biner ). besarnya presentasi dari suatu cairan atau zat padat pada suhu tertentu dapat untuk komposisi rata-rata pada dua fasa tersebut. Jika terdapat tiga fasa. maka F adalah 0.

6 Diagram Lever Rule Tabel 2.Adapun gambar dari Lever Rule seperti berikut ini : Gambar 2.1 Titik penting dalam system biner (ZrSn) BAB III PEMBAHASAN 7 .

Tampak fasa yang ada untuk semua paduan Pb-Sn pada rentang suhu 0 hingga 350oC.2% Sn pada 183oC menjadi 0 pada titik cair timah (232oC) Gambar 3.Gambar 3. Kurva pertama turun dari 19. pada 100oC. 8 . Diagram fasa merupakan suatu kumpulan kurva limit kelarutan. Untuk mendapatkan datanya maka segala kemungkinan reaksi antara fasafasa dalam sistem dua komponen ini harus tuntas. 2. Tiga pasangan kurva seperti ini menghasilkan diagram Pb-Sn pada gambar 3. Sama halnya dengan paduan 20% Pb (80% Sn) yang juga terdiri dari campuran α dan β pada 100oC.1 bukan hanya suatu diagram fasa.1% Pb pada 183oC hingga 100% Pb pada 327oC) 3. Jadi. tetapi pada 200oC terdiri dari cairan ditambah β.1 memperlihatkan diagram fasa dari sistem Pb-Sn. ketika ada cairan. yang disebut α dan β. Kurva ini berlaku untuk suhu tanpa cairan.9% Sn pada 183oC hingga 100% Sn pada 232oC). dan limit kelarutan timbal berbentuk fasa bct disebut β. Limit kelarutan Sn dalam logam cair (61. Limit kelarutan timah dalam α dan dari timbal dalam β. Gambar 3. Limit kelarutan timah berbentuk fasa fcc yang disebut α. Limit kelarutan timbal dalam logam cair (38. melainkan juga merupakan suatu diagram kesetimbangan.1 Diagram fasa biner Pb-Sn. paduan terdiri dari 60% Pb (40% Sn) terdiri dari dua fasa. pada 200oC terdapat α dan pada 300oC hanya terdapat cairan.1 sebagai berikut: 1.

Diatas suhu ini hingga 1280oC (2336oF) terdapat larutan padat dan larutan cair. diperoleh diagram fasa seperti Gambar 4. Di bagian bawah diagram.5 % tembaga.Gambar 3.5 % perak dan 7. hal ini memungkinkan atom nikel dan tembaga dapat saling menggantikan dalam struktur kristal dengan sembarang perbandingan pada 1000oC. Contoh Soal: 1) Perak sterling. Diatas 1280oC hanya terdapat fasa cair. Ketika tembaga dan nikel dicampur. berarti hanya ada satu struktur kristal yang diberi tanda alpha (α). dipanaskan secara perlahan dari suhu ruangan hingga 10000C atau 18300F.2 Diagram fasa Cu-Ni Medan fasa pada diagram kesetimbangan bergantung pada sistem yang digambarkan. semua paduan hanya membentuk satu larutan padat. Karena ukuran masing-masing atomnya hampir sama. Sebutkan fasa yang akan terjadi selama proses pemanasan berlangsung! Jawaban : 9 . Baik nikel maupun tembaga memiliki struktur fcc.2. suatu paduan yang mengandung sekitar 92. fasa padat tetap ada hingga suhu mencapai sekitar 1235oC (2255oF). Ketika suatu paduan yang mengandung 60% tembaga dan 40% Nikel dipanaskan.

Refer tovthe lead tin phase diagram and calculate the weight percent of the liquid and proeutectic alpha at 250 derajat! Jawaban : Wt % liquid = ( ( 30 – 12 ) / ( 40 – 12 ) ) ( 100% ) = 64 % Wt % proutectic = ( ( 40 – 30 ) / ( 40 – 12 ) ) ( 100% ) = 36 % BAB IV 10 .Suhu ruangan hingga 7400C Suhu antara 7400C-8100C a saja a+b Suhu antara 8100C-9000C a + cairan Suhu antara 9000C -10000C 2) cairan saja Suatu kombinasi yang terdiri dari 90% SiO2 dan 10% Al2O3. Sebutkan fasa yang ada selama proses pendinginan berlangsung! Jawaban : 18000C-17000C 17000C-15870C 15870C-14700C < 14700C cairan saja cairan +mullit (Al6Si2O13) mullit + kistobalit (SiO2) mullit + trimidit (SiO2) 3) One kilogram of an alloy of 70% Pb and 30% Sn is slowly colled from 300 derjat celcius. dilebur pada suhu 18000C dan kemudian didinginkan dengan sangat lambat hingga mencapai suhu 14000C.

Contoh soal pada sub bab diagram fasa biner ini ada beberapa tipe soal. 3. dimana meliputi cara membaca diagram fasa biner. Diagram fasa biner dapat dibaca bila terdapat dua paduan unsur sehingga dapat diketahui kemungkinan-kemungkinan reaksi yang ada pada kesetimbangan tertentu. Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan suatu pemetaan dari kondisi logam atau paduan dengan dua variabel utama umumnya ( Konsentrasi dan temperatur). Diagram fasa secara umum dipakai ada dua jenis : • • • Diagram fasa tunggal ( Komposisi sama dengan Paduan ) Diagram fasa biner ( 2 komponen unsur dan temperatur) Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur) 2. 11 .KESIMPULAN Dalam penyusunan makalah ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. dan penyelesaian soal dengan menggunakan rumus yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful