BIOGRAFI EMPAT MAZHAB

IMAM SYAFI'I
(Gaza, Palestina, 150 H/767 M-Fustat [Cairo], Mesir, 204 H/20 Januari 820). Ulama mujtahid (ahli ijtihad) di bidang fikih dan salah seorang dari empat imam mazhab yang terkenal dalam Islam. la hidup di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid, al-Amin, dan alMa'mun dari Dinasti Abbasiyah. Nama lengkap nya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. la sering juga dipanggil dengan nama Abu Abdullah karena salah seorang putranya bernama Abdullah. Setelah menjadi ulama besar dan mempunyai banyak pengikut, ia lebih dikenal dengan nama Imam Syafi'i dan mazhabnya disebut Mazhab Syafi'i. Kata "Syafi'i" dinisbahkan kepada nama kakeknya yang ketiga, yaitu Syafi'i bin as-Sa'ib. Ayahnya bernama Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi' bin as-Sa'ib bin Abid bin Abd Yazid bin Hasyim bin alMuttalib bin Abd Manaf, sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Abdullah bin al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Talib. Dari garis keturunan ayahnya, Imam Syafi'i bersatu dengan keturunan Nabi Muhammad SAW pada Abd Manaf, kakek Nabi SAW yang ketiga, sedangkan dari pihak ibunya, ia adalah cicit dari Ali bin Abi Talib. Dengan demikian, kedua orang tuanya berasal dari bangsawan Arab Kuraisy. Kedua orangtuanya meninggalkan Mekah menuju Gaza, suatu tempat di Palestina, ketika ia masih dalam kandungan. Tiada berapa lama setelah tiba di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Beberapa bulan sepeninggal ayahnya ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Syafi'i diasuh dan dibesarkan oleh ibunya sendiri dalam kehidupan yang sangat sederhana, bahkan banyak menderita kesulitan. Setelah Syafi'i berumur dua tahun, ibunya membawanya pulang ke kampung asalnya, Mekah. Di sinilah Syafi'i tumbuh dan dibesarkan. Pendidikan Syafi'i dimulai dari belajar membaca Al-Qur'an. Sejak usia dini ia telah memperlihatkan kecerdasan dan daya hafal yang luar biasa. Dalam usia 9 tahun Syafi'i sudah menghafal seluruh isi Al-Qur'an dengan lancar. Setelah dapat menghafal Al-Qur'an, Syafi'i berangkat ke dusun Badui, Banu Hudail, untuk mempelajari bahasa Arab yang asli dan fasih. Di sana, selama bertahun-tahun Syafi'i mendalami bahasa, kesusastraan, dan adat istiadat Arab yang asli. Berkat ketekunan dan kesungguhannya, Syafi'i kemudian dikenal sangat ahli dalam bahasa Arab dan kesusastraannya, mahir dalam membuat syair, serta mendalami adat istiadat Arab yang asli. Syafi'i kembali ke Mekah dan belajar ilmu fikih pada Imam Muslim bin Khalid az-Zanni, seorang ulama besar dan mufti di kota Mekah, sampai memperoleh ijazah berhak mengajar dan memberi fatwa. Selain itu, Syafi'i juga mempelajari berbagai cabang ilmu agama lainnya seperti ilmu hadis dan ilmu Al-Qur'an. Untuk ilmu hadis, ia berguru pada ulama hadis terkenal di zaman itu, Imam Sufyan bin Uyainah, sedangkan untuk ilmu Al-Qur'an pada ulama besar Imam Isma'il bin Qastantin. Di samping cerdas, Syafi'i juga sangat tekun dan tidak kenal lelah dalam belajar. Pada usia 10 tahun ia sudah membaca seluruh isi kitab al-Muwatta' karangan Imam Malik dan pada usia 15

cara memberi fatwa. Selama di Madinah Syafi'i tinggal di rumah gurunya. Selama menuntut ilmu. Syafi'i mempunyai banyak guru. Imam Sufyan bin Uyainah. Di sana ia diangkat sebagai penasihat khusus dalam urusan hukum. Syafi'i berangkat ke Madinah. Selain sebagai ulama ahli fikih ia pun dikenal sebagai ulama ahli hadis. Imam Malik bin Anas (Imam Malik). Imam Fudail bin lyad. Syafi'i kemudian pindah ke Yaman atas undangan Abdullah bin Hasan. ilmu usul. dengan satu tujuan yaitu menuntut ilmu pada ulamaulama terkemuka dan mencari pengalaman. dan Imam Muhammad bin Syafi'. Dari kedua imam itu Syafi'i memperoleh pengetahuan yang lebih luas mengenai cara-cara hakim memeriksa dan memutuskan perkara. Sebagai ulama fikih namanya mulai dikenal. Waktu itu usianya sekitar 29 tahun. Imam Ibrahim bin Muhammad. Setelah 2 tahun di Irak. Lalu dengan meminta izin kepada gurunya di Mekah. dan tarikh. Syafi'i sangat berhasrat untuk menemui pengarangnya. tafsir. Imam Yahya bin Hasan. muridnya pun berdatangan dari berbagai penjuru wilayah Islam. Palestina. Imam Malik. Setibanya di Madinah.tahun telah menduduki kursi mufti di Mekah. wali negeri Yaman. di samping tetap melanjutkan . Syafi'i adalah profil ulama yang tidak pernah puas dalam menuntut ilmu. Imam Waqi'. baru kemudian menemui Imam Malik. dan Ramlah. Syafi'i memiliki kemampuan khusus dalam ilmu kiraah. la sangat mahir dalam melagukan ayat-ayat Al-Qur'an. antara lain: Imam Muslim bin Khalid. la sangat dikasihi oleh gurunya itu dan kepadanya diserahi tugas untuk mendiktekan isi kitab al-Muwatta' kepada murid-murid Imam Malik. Semakin banyak ia menuntut ilmu semakin dirasakannya banyak yang tidak diketahuinya. cara menjatuhkan hukuman. sekaligus memperdalam ilmu fikih yang amat diminatinya. Imam Malik. tempat Imam Malik. Sebagai pencinta ilmu. la kemudian meninggalkan Madinah menuju Irak untuk berguru pada ulama besar di sana. ia lalu salat di Masjid Nabi. Syafi'i hidup serba kekurangan dan penuh penderitaan. Di samping itu. antara lain Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad bin Hasan. bahasa dan kesusastraan Arab. Begitu banyaknya guru Imam Syafi'i. menziarahi makam Nabi SAW. Diceritakan bahwa dalam perjalanan antara Mekah dan Madinah yang ditempuhnya selama 8 hari Syafi'i sempat mengkhatamkan (baca sampai selesai) Al-Qur'an sebanyak 16 kali. serta berbagai metode yang diterapkan oleh para mufti di sana yang tidak pernah dilihatnya di Hedzjaz. sehingga Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyusun satu buku khusus yang bernama Tawali atTa'sis yang di dalamnya disebut nama-nama ulama yang pernah menjadi guru Syafi'i. Suaranya yang bagus dan bahasanya yang fasih memukau setiap orang yang mendengarkan bacaannya. Dari Ramlah ia kembali ke Madinah dan tinggal di sana bersama Imam Malik kurang lebih 4 tahun sampai wafatnya Imam Malik. Aktivitasnya di bidang pendidikan dimulai dengan mengajar di Madinah dan menjadi asisten Imam Malik. Setelah menghafal isi kitab al-Muwatta'. Diriwayatkan bahwa karena kemiskinan dan ketidakmampuannya ia terpaksa mengumpulkan kertas-kertas bekas dari kantor-kantor pemerintah atau tulang-tulang sebagai alat untuk mencatat pelajarannya. lalu ke Hirah. Imam Ibrahim bin Sa'id. Keduanya adalah sahabat Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi). suatu kota dekat Baitulmakdis. ilmu falak. Syafi'i melanjutkan perjalanannya ke Persia.

bahkan Khalifah merasa kagum terhadapnya. yang lainnya menggabungkan diri ke dalam halaqah Imam Syafi'i. Di samping mengajar. cicit Usman bin Affan. Selama di Baghdad.karirnya sebagai guru. Walaupun dalam serba kekurangan. Pakaian dan tempat tinggalnya sederhana. membuat hati jadi beku. Orang kenyang enggan beribadat kepada Allah. untuk pindah ke Mesir. Syafi'i adalah figur ulama yang zahid. di situ ada 20 halaqah (kelompok belajar). pendapat Imam Syafi'i yang lama. Setelah terbukti tidak bersalah. Di Mesir Syafi'i menyelesaikan beberapa buah buku. Sesampainya di sana Syafi'i disambut oleh ulama dan pemuka Baghdad yang telah lama merindukan kedatangannya. Perkawinannya ini dianugerahi tiga orang anak. Mulanya. yaitu Abdullah. Setiap kali menerima hadiah berupa uang dan harta lainnya ia tidak pernah menyimpannya di rumah. Belum cukup setahun mengajar di Baghdad Syafi'i diminta oleh wali negeri Mesir. Ada banyak pengakuan ulama mengenai dirinya. hanya tinggal 3 halaqah. Selama 17 tahun di Mekah Syafi'i mengajarkan berbagai macam ilmu agama. melainkan segera dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. la biasa mengajar mulai pagi hari sampai zuhur. Pada tahun 181 H/797 M Syafi'i kembali mengajar ke Mekah. ia dibebaskan. Syafi'i diminta mengajar dan orang-orang Baghdad pun berduyun-duyun datang belajar kepadanya. Di Mesir Syafi'i memberi pengajaran di Masjid Amr bin As. dan membuat pikiran jadi tumpul. Pikiranpikiran dan hasil ijtihadnya selama tinggal di Mesir inilah yang kemudian dikenal sebagai pendapat-pendapat Imam Syafi'i yang baru (al-qaul al-jadid). Selanjutnya pada tahun 198 H/813 M Syafi'i pergi ke Baghdad. karena kekenyangan membuat tubuh menjadi malas. la tidak suka makan banyak dan menurut pengakuannya sejak kecil ia sudah terbiasa tidak makan sampai kenyang. Oleh wali negeri Yaman. Syafi'i juga terkenal dalam ketaatannya dan ketakwaannya kepada Allah SWT. yaitu pada masa pemerintahan al-Ma'mun (198-218 H/813-833 M). Syiah dianggap sebagai kelompok oposisi yang akan menjatuhkan pemerintah resmi di Baghdad. Syafi'i dinikahkan dengan seorang putri bangsawan yang bernama Siti Hamidah binti Nafi'. terutama kepada para jemaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia Islam. Dengan rasa berat Syafi'i meninggalkan murid-muridnya di Baghdad menuju Mesir. baru ia pulang ke rumah. dengan jumlah murid yang tidak kalah banyaknya dari tempat lain. Abbas bin Musa. Pada waktu itu orang-orang Syiah di Yaman sedang melangsungkan kegiatannya dengan gencar. Di waktu sore dan malam hari ia memberikan pelajaran di rumah. Imam Syafi'i memiliki sifat dermawan. Sama seperti di Madinah. antara lain dari Imam ar-Rabi' bin Sulaiman al-Marawi yang mengatakan bahwa Syafi'i menggunakan sebagian besar waktunya di malam hari untuk salat dan . di sini pun Syafi'i mempunyai banyak murid. Selesai salat zuhur. Fatimah. dan Zainab. Syafi'i diberi tempat mengajar di dalam Masjid Baghdad. tetapi setelah Imam Syafi'i datang. Imam Syafi'i dituduh terlibat dalam aktivitas Syiah dan atas tuduhan itu ia ditangkap dan dibawa ke Baghdad menghadap Khalifah Harun ar-Rasyid. sedangkan pikiran-pikiran dan hasil ijtihad sebelumnya dikenal dengan sebutan al-qaul al-qadim. ia pun banyak menulis terutama mengenai masalah fikih.

Nasir asSunnah wa Wadi' al-Usul (Imam Syafi'i. 1) Al-Qur'an. Di dalamnya diuraikan secara rinci bagaimana sikap dan pembelaan Syafi'i terhadap sunah. Syafi'i menjadi sangat berhati-hati dalam menggunakan kias. Syafi'i dalam bukunya arRisalah menjelaskan bahwa ia memakai lima dasar. menulis sebuah buku dengan judul al-Imam asy-Syafi'i. Dalam meng-istinbat-kan (mengambil dan menetapkan) suatu hukum. Ulama besar. Kalau dalam Al-Qur'an tidak ditemukan hukumnya. terutama di bulan Ramadan ia bisa mengkhatam bacaan Al-Qur'an sampai enam puluh kali. Menurutnya. la berkata. Kalau suatu masalah tidak menghendaki makna lafzi barulah ia mengambil makna majazi (kiasan). Mengenai taklid. Abdul Halim al-Jundi. Dalam penggunaan kias. sebagaimana ia sangat memuliakan para ahli hadis. Pengakuan yang sama disampaikan oleh Imam Husain al-Karabisi. Sebaliknya ia menyuruh murid-muridnya untuk bersikap kritis dan berhati-hati dalam menerima suatu pendapat. 3) ijmak. Kias sama sekali tidak dibenarkan dalam urusan ibadah karena untuk segala yang menyangkut ibadah sudah tertera nasnya di dalam Al-Qur'an dan sunah Nabi SAW. atau tidak dijumpai ijmak pada sahabat. 4) kias. Dasar pertama dan utama dalam menetapkan hukum adalah Al-Qur'an. Pembela Sunah dan Peletak Dasar Ilmu Usul Fikih). dan 5) istidlal (penalaran)." Imam Syafi'i digelari Nasir as-Sunnah artinya "pembela sunah atau hadis" karena sangat menjunjung tinggi sunah Nabi SAW. Intinya adalah bahwa Imam Syafi'i sangat mengutamakan sunah Nabi SAW dalam melandasi pendapatpendapat dan hasil ijtihadnya. 2) sunah. sebaliknya jika bertentangan dengannya dikatakan bidah sesat. Syafi'i terlebih dahulu melihat makna lafzi (perkataan) Al-Qur'an. yaitu. Syafi'i selalu memberikan perhatian kepada murid-muridnya agar tidak menerima begitu saja pendapat-pendapat dan hasil ijtihadnya. Dikatakan terpuji jika bidah itu selaras dengan prinsip-prinsip sunah. ia . Karena sangat mengutamakan sunah.mengkhatamkan Al-Qur'an. yaitu dalam masalah mu'amalah (kemasyarakatan) yang tidak didapati teksnya (nasnya) secara pasti dan jelas di dalam Al-Qur'an atau hadis sahih. Ia tidak senang melihat murid-muridnya bertaklid buta kepada perkataan-perkataannya. Kelima dasar inilah yang kemudian dikenal sebagai dasar-dasar mazhab Imam Syafi'i. kias hanya dapat digunakan dalam keadaan terpaksa (darurat). Syafi'i menegaskan bahwa harus diperhatikan nas-nas Al-Qur'an dan sunah yang telah ada. Syafi'i berpendapat bahwa bidah ada dua ma-cam: bidah terpuji dan bidah sesat. "Saya sering bermalam di rumah Imam Syafi'i dan menyaksikannya setiap malam menghabiskan sepertiga waktunya di akhir malam untuk salat dan mengkhatam Al-Qur'an.

Imam Syafi'i merupakan pendiri aliran ini yang muncul pada pertengahan abad ke-2 H. Jima' al-'Ilm. Yahya bin Wazir al-Misri. meskipun kedua aliran ini telah dipelajarinya secara mendalam. Abu Ibrahim. dan Hasan bin Ibrahim bin Muhammad as-Sahab azZa'farani. Di dalamnya Syafi'i menguraikan dengan jelas cara-cara mengistinbatkan hukum. ia memilih jalan istidlal. Kitab al-Umm yang ada sekarang terdiri atas tujuh jilid dan mencakup isi beberapa kitab Syafi'i yang lain seperti Siyar al-Ausa'i. Abu Saur Ibrahim bin Khalid Yamani al-Kalbi. Nama ini dinisbahkan kepada Imam Syafi'i yang nama panjangnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. suatu kitab yang khusus membahas tentang usul fikih dan me-rupakan buku pertama yang ditulis ulama dalam bidang usul fikih. Sebagai ulama yang tempat mengajarnya berpindah-pindah. Dalam hal sunah. Syafi'i adalah profil ulama yang tekun dan berbakat dalam menulis. dan ar-Radd 'Ala Muhammad ibn Hasan. seperti Kitab al-fiqh. (2) Kitab al-Umm. selama hadis ahad itu mencukupi syarat-syaratnya. Ahmad bin Hanbal. ia membina para muridnya yang kemudian menjadi ulama-ulama besar sebagai penerus dan penyebar pahamnya. tetapi ditulis oleh murid-muridnya. Salah satu aliran dalam fikih di kalangan Ahlusunah waljamaah. Syafi'i mempunyai ribuan murid yang berasal dari berbagai penjuru. yaitu menetapkan hukum berdasarkan kaidah-kaidah umum agama Islam. Ahmad bin Sibti. Di sana dijelaskan keadaan sanad setiap hadis. Harmalah bin Yahya Abdullah at-Tujaibi. Isma'il bin Yahya al-Muzani. Karangannya yang sampai kepada kita antara lain. al-Mukhtasar as-Sagir. sebuah kitab fikih yang komprehensif. Jika di dalam sunah pun belum dijumpai nasnya. Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi. ia mengambil ijmak sahabat. Imam Syafi'i memiliki pemikiran fikih yang khas yang berbeda dengan kedua aliran sebelumnya. Ketika menetap di Mesir. Ibtal al-Istihsan. (3) Kitab al-Musnad. ia juga memakai hadis ahad (perawinya satu orang) di samping yang mutawatir (perawinya banyak orang). (4) Ikhtilaf al-Hadis. Setelah mencari dalam ijmak sahabat dan tidak juga ditemukan ketentuan hukumnya barulah ia melakukan kias. suatu kitab hadis yang menguraikan pendapat Syafi'i mengenai perbedaanperbedaan yang ter-dapat dalam hadis. Sampai sekarang buku ini tetap merupakan buku standar dalam usul fikih. MAZHAB. Terdapat pula buku-buku yang memuat ide-ide dan pikiran-pikiran Imam Syafi'i. Hasan bin Ali al-Karabisi. Di antaranya yang terkenal adalah ar-Rabi' bin Sulaiman alMarawi.beralih kepada sunah Nabi SAW. Sebagai pendiri mazhab. (1) ar-Risalah. dan al-Fara'id. Di antara . Abdullah bin Zubair al-Hamidi. Apabila ia tidak menjumpai dalil dari ijmak dan kias. Ketiga yang baru ini dihimpun oleh Imam al-Buwaiti. Mereka semua berhasil menjadi ulama besar di masanya. SYAFI'I. Yusuf bin Yahya al-Buwaiti. Yunus bin Abdul A'la as-Sadafi. berisi tentang hadis-hadis Nabi SAW yang dihimpun dari kitab al-Umm. alMuktasar al-Kabir.

al-Mukhtasar al-Kabir. Kitab-kitab lainnya. al-Umm (kitab yang memuat masalahmasalah fikih). Ijmak yang dimaksudkannya ialah suatu hasil kese-pakatan para sahabat secara integral mengenai hukum suatu masalah. Selain berpegang pada Al-Qur'an dan sunah. Sunah yang dipakai adalah sunah yang nilai kuantitasnya mutawdtir (perawinya banyak orang) maupun yang ahad (perawinya satu orang). dan as-Sagir (hasil himpunan al-Muzani). menurut Imam Syafi'i. ialah Al-Qur'an. (3) tidak bertentangan dengan dalil yang kuat atau sahih. (2) dibenarkan oleh kaidah umum atau dasar kulli (umum) dari nas. sunah. Karena. bahkan juga sunah yang daif. antara lain: Ar-Risalah (kitab usul fikih). pahampaham Syafi'i menjadi suatu mazhab fikih yang penganutnya tersebar di berbagai dunia Islam. Jika suatu persoalan . dan al-Musnad (kitab hadis). Soal kias. Ikhtilaf al-Hadis (kitab yang berkaitan dengan ilmu hadis). sunah yang nilai kualitasnya sahih maupun hasan. yang dihimpun oleh para muridnya. Bahkan. Dengan demikian. menurutnya. al-Jami' al-Kabir. Kesepakatan ini harus diper-oleh secara jelas. Adapun yang menjadi dasar dalam pembinaan fikihnya (masadir atau sumber/dasar dan dalil tasyri'-nya atau hukumnya) sebagaimana yang diterapkan oleh Syafi'i. al-Fara'id (hasil himpunan Imam al-Buwaiti). Para ulama Mazhab Syafi'i ada yang mengembangkan kitab-kitab tersebut dengan mensyarahkan (menguraikan atau menjelaskan) atau membuat hasyiahnya (komentar). antara lain al-Fiqh (hasil himpunan al-Haramain bin Yahya). dan kias. ijmak. dan (4) hadis tersebut bukan untuk menetap-kan halal dan haram atau masalah keimanan. dan ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi. Al-Qur'an merupakan sumber pertama dan sunah sumber kedua. memang pada tempatnya jika Imam Syafi'i oleh banyak orang dijuluki sebagai pembela sunah (nasir as-sunnah). Bahkan disebut-sebut sebagai salah seorang yang meletakkan hadis setingkat dengan Al-Qur'an dalam kedudukannya sebagai sumber hukum Islam yang harus diamalkan. menurut Imam Syafi'i merupakan salah satu dasar hukum Islam untuk mengetahui suatu kepastian hukum yang ketentuannya tidak ditunjuk langsung oleh nas yang sarih (tegas). Sumber acuan mazhab ini adalah paham dan buah pikiran Syafi'i yang termuat dalam berbagai karya tulisnya. Imam Syafi'i juga berpegang pada ijmak. Ada juga yang sengaja menyusun kitab-kitab sebagai karyanya sendiri dengan mengacu pada paham-paham fikih dan metode istinbat Syafi'i. Dari para murid inilah paham-pahamnya tersebar luas dan karya tulisnya menjadi pegangan atau sumber acuan masyarakat. Dalam pandangan Imam Syafi'i hadis mempunyai kedudukan yang begitu tinggi. al-Mukhtasar as-Sagir. setiap hukum yang ditetapkan Rasulullah SAW pada hakikatnya merupakan hasil pemahaman yang beliau peroleh dari memahami Al-Qur'an.muridnya yang ter-kenal adalah Abu Saur Ibrahim bin Khalid bin Yamani al-Kalbi. Isma'il bin Yahya al-Muzani. Adapun syarat-syarat untuk semua sunah yang daif adalah: (1) tidak terlalu lemah. hadis itu mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Al-Qur'an. Pada perkembangan selanjutnya. melainkan sekedar untuk anjuran keutamaan amal (fada'il al a'mal) atau untuk targib (imbauan) dan tarhib (anjuran). Hasan bin Ibrahim bin Muhammad as-Sahab az-Za'farani.

Khurasan. baik oleh nas maupun oleh ijmak. Pendiri Mazhab Maliki. Pakistan. 94 H/716 M-Madinah. Aden. Pakistan. dan Indonesia. mazhab ini juga mengalami pasang surut. karena terdapat kesamaan ilat [sebab] hukumnya). Untuk beberapa negara atau daerah. Dari sini paham-paham Syafi'i terus disebarkan oleh para pengikutnya ke berbagai wilayah. Malaysia. India. Di kalangan penganut Mazhab Syafi'i dikenal juga adanya teori/metode maslahat. Dalam hal penerimaan hadis. IMAM MALIK (Madinah. seperti Baghdad. Dalam hal periwayatan hadis. Hanya saja maslahat yang digunakannya terbatas pada maslahat yang mu'tabarah (maslahat yang secara khusus ditunjuk oleh nas) dan maslahat yang mulaimah lijins tasarrufat asy-Syari' (maslahat yang sesuai dengan kehendak Allah SWT sebagai pembuat undang-undang). Kias itu sendiri artinya ilhaqu amrin qair mansusin 'ala hukmihi bi amrin akhar mansusin 'ala hukmihi liisytirakihi ma'ahu fl 'illah al-hukmi (menetapkan hukum atas suatu perbuatan yang belum ada nasnya berdasarkan sesuatu yang sudah ada kepastian hukumnya secara jelas dalam nas.hukumnya tidak ditunjuk secara jelas. Pada perkembangan berikutnya. Mazhab ini berkembang cukup subur dan pesat di Mesir. antara lain Mesir. Suriah. dan beberapa daerah Afrika dan Andalusia. Hedzjaz. maka harus dilakukan ijtihad melalui jalan kias. Hedzjaz. ketika ia melawat ke daerah ini dalam rangka meluaskan wawasan ilmunya. 179 H/795 M). Persia. yakni metode penerapan hukum yang berdasarkan kepentingan umum. Palestina. la pun hanya menerima hadis yang matannya (redaksi atau kandungannya) tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. yakni berkaitan erat dengan kebijaksanaan pemerintah yang sedang berkuasa. India. Di sinilah untuk pertama kalinya Imam Syafi'i menyampaikan paham-pahamnya kepada para ulama. ia hanya menerima hadis dari orang yang memang dipandang ahli hadis dan orang terpercaya (siqah). Yaman. Syam (Suriah). Persia (Iran). ia hanya . Irak. imam dan mujtahid (ahli ijtihad) besar dalam Islam yang ahli di bidang fikih dan hadis. Khurasan. Malik bin Anas sejak lahir sampai wafatnya berada di Madinah. Mazhab Syafi'i mula-mula tumbuh dan berkembang di Irak. mazhab ini telah memasuki berbagai belahan dunia. dan ia sendiri menjadi salah seorang periwayat (rawi) hadis yang masyhur. la tidak pernah meninggalkan kota Madinah kecuali untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Hadramaut. Philipina. sampai pada abad modern Islam. sekalipun pada masa kekuasaan Dinasti Fatimiah mazhab ini sempat mendapat tekanan keras. Kama lengkapnya ialah Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al-Asbahi. Hal ini dapat dilihat di Iran maupun di Madinah bahwa Mazhab Syafi'i tidak banyak berkembang di kedua negara ini. Madinah ketika itu merupakan pusat berkembangnya sunah/hadis Rasulullah SAW. Brunei Darussalam. Cina.

Menurut pendapatnya. 2) as-sunnah (sunah Rasulullah SAW). di dalamnya terdapat pula fatwa para sahabat dan tabiin. al-Mansur. Dikatakan bahwa hadis-hadis yang terdapat dalam kitab al-Muwatta' ini tidak seluruhnya musnad (hadis yang bersambung sanadnya) karena di samping hadis. Adapun murid-muridnya antara lain: asy-Syaibani. . Baiat yang dimaksud itu ialah baiat khalifah Ab-basiyah. Ibnu Syihab az-Zuhri. Bagi kelompok Syiah. dan Muhammad bin Munkadir. Oleh sebab itu. fikih. 3) sunah sahabat. Imam Malik tidak mau ikut campur dalam hal politik. dan ilmu berdebat. Sebagai hasilnya. Gurunya yang lain adalah Abdur Rahman bin Hurmuz. Hasyim bin Urwa. seorang tabiin ahli hadis. dasar-dasar hukum yang berlaku dalam Mazhab Maliki adalah sesuai dengan urutan berikut: 1) Al-Qur'an.meriwayatkan hadis-hadis yang makruf dan mensyaratkan juga matan hadis itu sejalan dengan amalan penduduk Madinah. ketika ia diminta memberi fatwa tentang baiat yang diberikan secara paksa. Peristiwa yang terjadi tahun 147 H ini menyebabkan Malik bin Anas ditangkap dan disiksa. maka ia berpegang pada tradisi yang biasa berlaku di masyarakat Madinah. fatwa. Yahya bin Yahya al-Andalusi. Imam Syafi'i. 4) tradisi masyarakat Madinah ('amal ahli al-Madinah). Khalifah Harun ar-Rasyid (170 H/786 M194 H/ 809 M) berusaha menjadikan kitab ini sebagai kitab hukum yang berlaku untuk umum pada masanya. Buku ini adalah buku hadis dan sekaligus buku fikih karena berisi hadis-hadis yang disusun sesuai dengan bidang-bidang yang terdapat dalam buku fikih. Abul Zinad. Pemikiran Imam Malik di bidang hukum Islam/ fikih sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. ia menyatakan bahwa baiat semacam itu tidak sah. Abdurrahman bin Kasim di Mesir. Imam Malik kemudian dibebaskan dan Khalifah al-Mansur memohon kepadanya untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah SAW agar dapat dijadikan pegangan umat. tercipta kitab al-Muwatta' seperti tersebut di atas. tetapi Malik bin Anas tidak menyetujuinya. tradisi masyarakat Madinah ketika itu berasal dari tradisi para sahabat Rasulullah SAW yang dapat dijadikan sumber hukum. Akan tetapi. Kalau terjadi perbedaan satu sunah dengan yang lain. 5) kias. fatwa Malik bin Anas ini dijadikan pendorong dalam menentang kekuasaan Abbasiyah di Madinah. Buku karangan Malik bin Anas bernama al-Muwatta'. Pada mulanya Imam Malik memang keberatan tetapi akhirnya melaksanakannya juga. Madinah sebagai pusat timbulnya sunah Rasulullah SAW dan sunah sahabat merupakan lingkungan kehidupan Imam Malik sejak lahir sampai wafatnya. alMansur mengunjungi Imam Malik dan memohon maaf kepadanya atas perlakuan petugas yang ada di Madinah. dan Asad alFurat at-Tunisi. Kalau ia tidak menemukan dasar hukum dalam Al-Qur'an dan sunah. maka ia memakai qiyas (kias) dan al-maslahah al-mursalah (maslahat/kebaikan umum). Yahya bin Sa'id al-Ansari. Berdasarkan pendapat Imam Malik tersebut. yang menurut kelompok Syiah dipaksakan kepada umat. Ketika musim haji tiba. Guru yang sekaligus menjadi sumber penerimaan hadis Imam Malik adalah Nafi' bin Abi Nu'aim. Kitab al-Muwatta' ini mulai ditulis oleh Malik bin Anas pada masa Khalifah al-Mansur (137 H/754 M-159 H/775 M) dan selesai penulisannya pada masa Khalifah al-Mahdi (159 H/775 M-169 H/785 M). pemikiran hukum Imam Malik banyak berpegang pada sunah-sunah tersebut. dan 6) al-maslahah al-mursalah.

Tripoli. dan Abdur Rahim bin Khalid. Ulama mujtahid (ahli ijtihad) dalam bidang fikih dan salah seorang di antara imam keempat mazhab (Mazhab Maliki. IMAM HANAFI (Kufah. Di antara yang berjasa mengembangkannya adalah para murid Imam Malik sendiri: Abdul Malik bin Habib as-Sulami. Kuwait. Filsuf Ibnu Rusyd yang di dunia Barat dikenal sebagai Commentator dari Aristoteles termasuk pengikut Imam Malik. 80 H/699 M Baghdad. Isma'il bin Ishak. Sementara itu. Mazhab Hanbali. Tunisia. di dunia Islam sebelah timur Mazhab Maliki ini kurang berkembang. Abdurrahman bin Kasim.Mazhab Maliki timbul dan berkembang di Madinah. Selain di Mesir. Mazhab Maliki sudah mulai muncul dan berkembang selagi Imam Malik masih hidup. dan Mazhab Hanafi) yang terkenal . Asyhab bin Abdul Aziz al-Kaisy. kemudian tersiar di sekitar Hedzjaz. Di Mesir. termasuk Andalusia. dan daerah Islam lain di sebelah barat. Mazhab Syafi'i. Mazhab Maliki ini juga dianut oleh umat Islam yang berada di Maroko. 150 H/767 M). Sudan. Bahrain. Usman bin Hakam.

114 H). Imam Zufar bin Hudail (w. karena keduanya sangat erat berkaitan dengan fikih. dan Imam Hammad bin Abi Sulaiman (w. Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (132-189 H). dan memiliki kepribadian yang luhur. Imam Syu'bah al-Hajjaj. ia diangkat menjadi mufti di kota Kufah. Keahliannya diakui oleh ulama semasanya. Imam Khazzaz bin Sarad juga mengakui keunggulan Abu Hanifah di bidang fikih dari ulama lainnya. Abu Hanifah dalam memberikan pengajaran selalu menekankan kepada murid-muridnya untuk berpikir kritis. antara lain oleh Imam Hammad bin Abi Sulaiman. Imam Salamah bin Kuhail. hartanya lebih banyak didermakan daripada digunakannya sendiri. Imam Qatadah. Imam Rabi'ah bin Abi Abdurrahman. 158 H/775 M). la sering mempercayakan tugas kepada Abu Hanifah untuk memberi fatwa dan pelajaran ilmu fikih di hadapan murid-muridnya. la tidak ingin muridnya menerima . sehingga Abu Hanifah mempunyai banyak guru. Abu Hanifah juga mendalami hadis dan tafsir. Pengetahuan lain yang dimilikinya adalah sastra Arab dan ilmu hikmah. Imam Abu Hanifah begitu terkenal sehingga banyak orang datang dari daerah yang jauh. Lalu ia didoakan agar dari keturunannya (Sabit) ada yang menjadi ahli agama. dan Imam Hasan bin Ziyad.dalam Islam. berasal dari keturunan Persia yang semasa kecil diajak orangtuanya berziarah kepada Ali bin Abi Talib. Gurunya yang lain adalah Imam Muhammad al-Baqir. Gurunya keba-nyakan dari para tabiin. Selain ilmu fikih. Yang terakhir ini adalah seorang ulama fikih yang termasyhur di masanya. Nama lengkapnya Abu Hanifah Nu'man bin Sabit. Minatnya yang mendalam terhadap ilmu fikih. Begitu pula ketika ia sendiri menjadi pedagang kaya. Imam Adi bin Sabit. Imam Nafi Maula bin Amr (w. Imam Mansur bin Mu'tamir. Setelah menjadi ulama mujtahid. Imam Syafi'i menyatakan bahwa Abu Hanifah adalah bapak dan pemuka seluruh ulama fikih. antara lain Imam Abu Yusuf (113-182 H). antara lain Imam Ata bin Abi Rabah (w. dan dalam waktu singkat muridnya pun bertambah dengan pesat. Ayahnya. 120 H). Karena penguasaannya yang mendalam terhadap hukum-hukum Islam. Kepopulerannya sebagai ahli fikih terdengar sampai ke berbagai pelosok negeri. dan Iain-lain. Gelar Abu Hanifah diberikan kepada Nu'man bin Sabit karena ia seorang yang sungguh-sungguh dalam beribadah. menggantikan Imam Ibrahim an-Nakhai. Sabit. kecerdasan. Imam Abu Hanifah dikenal rajin dan teliti dalam bekerja. Kata hanif dalam bahasa Arab berarti "suci" atau "lurus". terutama yang bertalian dengan hukum Islam. Walaupun putra saudagar kaya. Imam Amr bin Dinar. fasih berbahasa. Abu Hanifah amat menjauhi kemewahan hidup. la teguh dalam memegang prinsip. Berbeda dengan guru lainnya pada waktu itu. la mengunjungi berbagai tempat untuk berguru kepada ulama yang terkenal. ia pun dipanggil dengan sebutan Imam Abu Hanifah dan mazhabnya dinamakan Mazhab Hanafi. berani menyatakan yang benar di hadapan siapa pun. ketekunan. hanya untuk mendengarkan fatwanya. Sejak masa mudanya Abu Hanifah sudah menunjukkan kecintaan yang mendalam pada ilmu pengetahuan. Pembicaraannya selalu mengandung nasihat dan hikmah. Imam Abdurrahman bin Hammaz. dan Abu Hanifah berguru kepadanya selama kurang lebih 18 tahun. Imam Asim bin Abu an-Najwad. dan kesungguhan dalam belajar mengantarkan Abu Hanifah menjadi seorang yang ahli di bidang fikih. la senang bergaul dan mempunyai banyak sahabat. 117 H).

khususnya al-Khulafa' arRasyidun (Abu Bakar as-Siddiq. (4) kias. dan paling sedikit berbicara. dan kritik. (2) sunah Rasulullah SAW. Imam Abu Hanifah meninggalkan banyak ide dan buah pikiran. ia senantiasa berpesan kepada murid-muridnya agar selalu waspada terhadap berbagai bidah yang muncul. (6) ijmak. pendapat. setiap hal yang baru dalam urusan ibadah adalah bidah. Imam Abu Hanifah adalah orang yang banyak beribadah kepada Allah SWT.begitu saja ilmu yang disampaikannya. (5) istihsan. tetapi kebanyakan dihimpun oleh murid-muridnya untuk kemudian dibukukan. melainkan mereka boleh mengemukakan tanggapan. tidak berarti ia mendahulukan kias daripada nas. ia hanya menggunakan kias bila hukumnya tidak didapati secara jelas di dalam Al-Qur'an. amat berhati-hati dalam mengeluarkan hukum agama. Sebagai ulama yang terkemuka dan banyak memberikan fatwa. Walaupun ia memberi kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat kepada murid-muridnya. Tegasnya. Kitab-kitab yang ditulisnya sendiri antara lain: (1) al-Fara'id. dan hendaknya selalu berpedoman pada sunah Rasulullah SAW. dan (7) 'urf. Imam Abu Hanifah dikenal mempunyai sikap keras dan tegas terhadap bidah. yaitu adat yang berlaku di masyarakat Islam. bahkan berdebat dengan muridmuridnya tentang suatu masalah. Dasar-dasar yang dipakai dalam menetapkan suatu hukum adalah: (1) kitab Allah SWT (Al-Qur'an). tidak dalam sunah (hadis sahih). la juga banyak menggunakan kias dalam menetapkan suatu hukum. Usman bin Affan. ia tetap disegani dan dihormati. Sebagian ide dan buah pikirannya ditulisnya sendiri dalam bentuk buku. Walaupun demikian. sangat membenci kemewahan hidup. yang khusus . sangat membenci perbuatan yang dilarang Allah SWT. Imam Abu Hanifah terkenal sebagai orang yang sangat alim. Menurutnya. Umar bin Khattab. Dasar-dasar itulah yang kemudian dikenal dengan "Dasar Mazhab Hanafi". Sering kali ia ditemukan berdiskusi. Ketakwaan Imam Abu Hanifah banyak diakui oleh ulama yang dekat dan mengenal dengan baik kehidupannya sehari-hari. (3) fatwa-fatwa dari para sahabat. tekun dalam beribadah kepada Allah SWT. dan Ali bin Abi Talib). dan tidak pula dalam keputusan para sahabat. malah sangat dicintai muridmuridnya. Karena itu. dan menguasai seluk-beluk hukum Islam. Imam Abu Hanifah digelari Imam Ahlur Ra'yi karena ia lebih banyak memakai argumentasi akal daripada ulama lainnya.

tetapi juga pikiran dan pendapat murid yang menuliskannya. dan (3) al-Fiqh al-Akbar.membicarakan masalah waris dan segala ketentuannya menurut hukum Islam. yaitu kitab-kitab yang berisi masalah fikih yang diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah dan sahabatsahabatnya dalam kitab selain Zahir ar-Riwayah. yang membahas perjanjian. . yaitu kitab-kitab yang berisi masalah-masalah fikih yang berasal dari is-tinbat (pengambilan hukum dan penetapannya) ulama Mazhab Hanafi. tingkat Masa'il al-Usul (masalah-masalah pokok). keenam buku ini dihimpun dan disusun menjadi satu oleh Imam Abdul Fadl Muhammad bin Ahmad al-Marwazi dengan nama al-Kafi (Yang Memadai) yang kemudian disyarah oleh Imam Muhammad as-Sarkhasi dengan nama al-Mabsut (Yang Menuai). (2) asy-Syurut. Pertama. yang membahas ilmu kalam atau teologi dan diberi syarah (penjelasan) oleh Imam Abu Mansur Muhammad al-Maturidi dan Imam Abu al-Muntaha al-Maula Ahmad bin Muhammad al-Magnisawi. (2) al-Jami' as-Sagir (himpunan ringkas). (3) al-Jami' alKabir (himpunan lengkap). di dalamnya terhimpun ide dan buah pikiran Abu Hanifah. (5) as-Sair al-Kabir (sejarah lengkap). dan Qais an-Niyah (Kadar Niat) oleh Imam Muhammad bin Hasan bin Syaibani. Semua kitab itu kemudian menjadi pegangan pengikut Mazhab Hanafi. Ulama Mazhab Hanafi membagi kitab-kitab itu ke dalam tiga tingkatan. yaitu: (1) al-Mabsut (buku yang terbentang). yaitu kitab-kitab yang berisi masalah-masalah yang langsung diriwayatkan dari Imam Hanafi dan sahabat-sahabatnya yang terkenal seperti Imam Abu Yusuf. Walaupun demikian. Kedua. kitab ini tidak murni merupakan pendapat dan pikiran Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya. Kitab dalam kategori ini disebut Zahir ar-Riwayah (teks riwayat) yang terdiri atas 6 kitab. serta kitab alMujarrad (Yang Asli) oleh Imam Hasan bin Ziyad. Kitab-kitab yang termasuk dalam kategori kedua adalah kitab-kitab Harr an-Niyah (Niat Yang Murni). (6) az-Ziyadah (tambahan). tingkat Masa'il an-Nawazir (masalah tentang sesuatu yang diberikan sebagai nazar). tingkat al-Fatawa wa al-Waqi'at (fatwa-fatwa dalam permasalahan). Termasuk dalam kategori ini adalah kitab-kitab anNawazil (Bencana) dari Imam Abdul Lais as-Samarqandi. Pada awal abad ke-4 Hijriah. (4) as-Sair as-Sagir (sejarah ringkas). Jumlah kitab yang ditulis oleh murid-muridnya cukup banyak. Jurj an-Niyah (Rusaknya Niat). Ketiga.

Abu Yusuf al-Qadi. Karena ayahnya meninggal dalam usia muda. ia dikenal dengan panggilan Imam Hanbali dan mazhabnya disebut Mazhab Hanbali. dan banyak lagi yang lainnya. Basra. Ibrahim bin Sa'id. Sering juga dipanggil dengan nama Abu Abdullah. Setelah istri pertama wafat. Abdurrazaq bin Human. ilmu hadis. Kemudian. ilmu kalam. dan Madinah. dan dianugerahi lima orang anak. dan Sa'id. ia menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang jariyah (hamba perempuan) bernama Husinah. rajin. Dari merekalah Ibnu Hanbal mendalami ilmu fikih. dengan serta merta ia berangkat ke sana untuk berguru pada ulama tersebut. Walid bin Muslim. Ibunya bernama Shahifah binti Maimunah bin Abdul Malik bin Sawadah bin Hindur asy-Syaibani. Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. Syam (Suriah). Setelah menjadi ulama besar yang mempunyai banyak pengikut. Musa bin Tariq. Karena perhatiannya yang besar kepada ilmu. ia memperdalam ilmu agama dengan mengunjungi ulama-ulama ternama di berbagai tempat. Pada Nizar inilah bertemu silsilah Imam Hanbali dan Nabi Muhammad SAW. Muzaffar bin Mudrik. sehingga setiap kali ia mendengar ada seorang guru atau ulama terkemuka di suatu tempat. Hanbali diasuh dan dibesarkan oleh ibunya sendiri. ilmu usul. Yaman. serta sangat cinta kepada ilmu pengetahuan. seperti Kufah. Husain. Di antara guru-gurunya adalah Hammad bin Khalid. Pendidikannya diawali dengan belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama pada ulama-ulama di Baghdad sampai usia 16 tahun. Ibnu Hanbal baru menikah setelah berusia 40 tahun. berasal dari bangsawan Bani Amir. Mu'tamar bin Sulaiman. Ibnu Hanbal adalah seorang yang cerdas. yaitu Zainab. Ayahnya bernama Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban bin Dahal bin Akabah bin Sya'b bin Ali bin Baqa bin Qashid bin Aqsy bin Dami bin Jadlah bin As'ad bin Rabi'ah bin Nizar. Hasan. . Ulama mujtahid (ahli ijtihad) di bidang fikih dan salah seorang di antara empat imam mazhab yang terkenal di dunia Islam. Yahya bin Zaidah. dan tekun. Isma'il bin Aliyyah. Nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. walaupun ia harus menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan waktu yang lama. karena salah seorang putranya bernama Abdullah.IMAM HANBALI (Baghdad. ilmu tafsir. Rabiulakhir 164/ 780 M-Rabiulawal 241/855 M). Mekah. Kemudian sepeninggal istri keduanya. Begitu cintanya pada ilmu pengetahuan. la menikah pertama kali dengan Aisyah binti Fadl dan dengannya dikaruniai seorang putra bernama Saleh. Muhammad. ia menikah lagi dengan Raihanah dan dikaruniai pula seorang putra yang bernama Abdullah. dan ilmu bahasa Arab.

teguh dalam memegang prinsip. Al-Ma'mun menjadikan aliran ini sebagai mazhab resmi negara dan selanjutnya dengan menggunakan kekuasaannya ia memaksakan aliran ini kepada pembesar kerajaan serta tokoh-tokoh masyarakat. muridnya pun semakin banyak jumlahnya. . putra al-Mu'tasim. Sebelum sampai ke kota itu.Imam Hanbali dikenal sangat taat beribadah dan sangat zuhud. Peristiwa ini menyebabkan terbunuhnya beberapa ulama terkemuka yang mempertahankan pendiriannya dengan tegas bahwa Al-Qur'an itu bukan makhluk melainkan sabda Allah. sehingga ia mempunyai banyak pengikut di kalangan umat Islam yang tidak setuju dengan paham Muktazilah. lalu aku diberinya uang sebanyak empat dirham sambil berkata. al-Ma'mun wafat dan digantikan oleh putranya al-Mu'tasim yang kemudian memenjarakan Imam Hanbali. Pada masa al-Mutawakkil ia dihormati dan dimuliakan. Kebanyakan waktunya dipakai untuk salat malam dan salat witir sampai masuk waktu subuh. Imam Ibrahim bin Hani (seorang imam fikih dan sahabat Imam Hanbali) mengatakan bahwa dia berpuasa hampir setiap hari dan tidurnya hanya sedikit pada malam hari. Imam Hanbali mendapat perlakuan yang sangat kejam. Sebagai ulama namanya bertambah harum dan orang-orang pun berdatangan dari berbagai pelosok negeri untuk mendengarkan fatwa dan mendapatkan ilmu daripadanya. "Ayah itu setiap harinya membaca sepertujuh Al-Qur'an dan waktu malam juga sepertujuh Al-Qur'an. Pada masanyalah Imam Hanbali memperoleh kebebasan. Karena membangkang terhadap penguasa. la tergolong orang kaya. Setelah al-Wasiq meninggal. Setiap kali memperoleh rezeki. Ibnu Hanbal ditangkap dan dikirim menghadap al-Ma'mun di Tarsus. ia tetap teguh pada keyakinannya. Imam Hanbali hidup pada masa pemerintahan Khalifah al-Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah. Selama dalam penjara. ia juga masyhur dengan sifat kedermawanannya. Sikap Ibnu Hanbal yang tegas." Selain itu.'" Imam Hanbali mempunyai perhatian yang amat besar terhadap hadis-hadis Nabi SAW. Di antara ulama yang dengan tegas mempertahankan pendiriannya adalah Imam Hanbali. ia pun mendatanginya untuk mendapatkan hadis daripadanya. Dengan demikian. Ten-tang hal ini Imam Yahya bin Hilal (seorang imam fikih dan sahabat Imam Hanbali) mengemukakan. Penganiayaan terhadap Imam Hanbali terus berlangsung sampai masa pemerintahan al-Wasiq. Di antara ajaran Muktazilah yang dipaksakan itu adalah paham yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah makhluk atau ciptaan Tuhan. Peristiwa ini disebut mihnah. Setiap hari ia dicambuk dan dipukul. Salat isyanya sering kali bersambung dengan salat subuhnya. "Aku pernah datang kepada Imam Hanbali. dan tidak takut mati menimbulkan simpati umat kepadanya. ia selalu membaginya kepada orang lain yang dianggap lebih membutuhkan. Pengakuan lain disampaikan oleh putranya. Imam Adullah. 'Ini adalah rezki yang kuperoleh hari ini dan semuanya kuberikan kepadamu. Waktu itu. ia digantikan oleh al-Mutawakkil. Bahkan ia kemudian dipandang sebagai pemuka kelompok oposisi yang menentang keinginan penguasa untuk memaksakan paham Muktazilah ini. Ketekunannya belajar dan meneliti hadis itu pulalah yang kemudian mengantarkannya menjadi ulama hadis yang menghafal ratusan ribu hadis. Walaupun sangat menderita. aliran Muktazilah sedang mengalami masa kejayaannya. Di mana saja ia mendengar ulama ahli hadis.

Apabila dalam hadis/sunah sahih tidak ditemukan hukumnya. dan sebagainya). Jika belum juga ditemukan hukumnya. Imam Hanbal bin Ishaq asy-Syaibani. Prinsip-prinsip inilah yang kemudian dikenal dengan dasar-dasar Mazhab Imam Hanbali.Di antara muridnya yang terkenal ialah Imam Hasan bin Musa. . barulah ia memakai kias. Kitab an-Nasikh wa al-Mansukh (Kitab mengenai Ayat-Ayat Yang Menghapuskan dan Dihapuskan Hukumnya).000 hadis yang termuat dalam kitab ini merupakan hadis seleksi dari 700. yaitu suatu kitab hadis yang menghimpun kurang lebih 40. dan Imam Abdullah. Imam Hanbali. seperti Tuhan mempunyai wajah. Imam Abu Bakar al-Asram. Kias hanya dipakai dalam keadaan terpaksa (darurat). Umumnya hadis-hadis yang terdapat di dalamnya mempunyai derajat sahih dan sedikit sekali yang berderajat daif. Kitab at-Tarikh (Buku Sejarah).000 hadis. Kitab al-Manasikh al-Kabir (Buku Besar tentang Ayat-Ayat Yang Dihapuskan). prinsip-prinsip yang digunakan Imam Hanbali dalam mengistinbdtkan (menyimpulkan) suatu hukum adalah (1) nas Al-Qur'an dan hadis sahih. Kemampuannya dalam bidang hadis terbukti dari kesanggupannya menyusun al-Musnad. Kitab al-Manasikh as-Sagir (Buku Kecil tentang Ayat-Ayat Yang Dihapuskan). antara lain Tafsir Al-Qur'an. Imam Muhammad bin Muhammad al-Jazari. (2) fatwa para sahabat. Dua yang tersebut terakhir adalah putranya sendiri yang juga berhasil menjadi ulama besar pada masanya. Imam Ibnu Abi ad-Dunia. 40. Dalam menetapkan suatu hukum Imam Hanbali pertamatama merujuk kepada nas Al-Qur'an dan.000 hadis. jika tidak ditemukannya. Imam Abu Zur'ah ad-Di-masyqi. ia mencarinya dalam fatwa sahabat Nabi SAW yang disepakati. Imam Ali bin Husain bin Urwah. (3) hadis mursal (bersambung) dan hadis daif (lemah) yang bukan disebabkan kecurigaan akan kebohongan perawinya. Imam Abu Zur'ah ar-Razi. Imam Saleh. terutama tentang Al-Qur'an. Dalam memahami Al-Qur'an Imam Hanbali lebih senang mengambil arti lafal daripada melakukan takwil. Kitab Jawdban Al-Qur'an. Pentingnya buku itu bagi para ulama hadis terlihat dari betapa banyak ulama yang mensyarah isinya. ia mencarinya dalam fatwa sahabat yang masih dalam perselisihan. Kalau dalam fatwa itu tidak pula ditemukan. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad (putra sulung Imam Hanbali).000 hadis yang dihafal oleh Imam Hanbali. ia merujuk kepada hadis mursal dan hadis daif. Imam Bukhari. ia merujuk kepada hadis/sunah Nabi SAW yang sahih. antara lain Imam Abu Amr Muhammad bin Abdul Wahid. tangan. Imam Abu Daud. Imam Hanbali lebih mengutamakan hadis daif daripada pemikiran akal (ra'yu). Imam Muslim. di samping hafal Al-Qur'an dengan fasih dan lancar. Penelitian Muhammad Abdul Aziz al-Khuli (seorang ulama bahasa yang menulis banyak biografi tokoh-tokoh sahabat dan tabiin) menunjukkan bahwa ada 10. Imam Hanbali meninggalkan banyak karya tulis. Bila sudah dicari hukumnya dalam hadis mursal dan hadis daif tetapi belum juga ditemukan. dan Imam Abu Hasan Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi. terutama terhadap ayat-ayat yang menjelaskan sifat-sifat Tuhan atau ayat-ayat mutasyabihat (mengandung penyerupaan Tuhan dengan makhlukNya. juga mengerti tafsirnya secara mendalam. Imam Sirajuddin bin Amr bin Ali.000 hadis yang berulang dalam Musnad Ahmad ibn Hanbal. dan disusun berdasarkan tertib nama sahabat yang meriwayatkannya. Kitab al-Muqaddam wa al-Mu'akhkhar fl Al-Qur'an (Buku tentang Ayat-Ayat Yang Terdahulu dan Yang Kemudian Diturunkan). dan (4) kias. Di bidang fikih. Jadi jumlah sebenarnya adalah 30.

dan Kitab al Wara' (Buku mengenai Ketakwaan). Kitab as-Salah. .Kitab al-'Illah (Buku tentang Sebab-Sebab Hukum). Kitab Ta'at at-Rasul (Buku mengenai Ketaatan kepada Rasul).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful