BIOGRAFI EMPAT MAZHAB

IMAM SYAFI'I
(Gaza, Palestina, 150 H/767 M-Fustat [Cairo], Mesir, 204 H/20 Januari 820). Ulama mujtahid (ahli ijtihad) di bidang fikih dan salah seorang dari empat imam mazhab yang terkenal dalam Islam. la hidup di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid, al-Amin, dan alMa'mun dari Dinasti Abbasiyah. Nama lengkap nya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. la sering juga dipanggil dengan nama Abu Abdullah karena salah seorang putranya bernama Abdullah. Setelah menjadi ulama besar dan mempunyai banyak pengikut, ia lebih dikenal dengan nama Imam Syafi'i dan mazhabnya disebut Mazhab Syafi'i. Kata "Syafi'i" dinisbahkan kepada nama kakeknya yang ketiga, yaitu Syafi'i bin as-Sa'ib. Ayahnya bernama Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi' bin as-Sa'ib bin Abid bin Abd Yazid bin Hasyim bin alMuttalib bin Abd Manaf, sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Abdullah bin al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Talib. Dari garis keturunan ayahnya, Imam Syafi'i bersatu dengan keturunan Nabi Muhammad SAW pada Abd Manaf, kakek Nabi SAW yang ketiga, sedangkan dari pihak ibunya, ia adalah cicit dari Ali bin Abi Talib. Dengan demikian, kedua orang tuanya berasal dari bangsawan Arab Kuraisy. Kedua orangtuanya meninggalkan Mekah menuju Gaza, suatu tempat di Palestina, ketika ia masih dalam kandungan. Tiada berapa lama setelah tiba di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Beberapa bulan sepeninggal ayahnya ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Syafi'i diasuh dan dibesarkan oleh ibunya sendiri dalam kehidupan yang sangat sederhana, bahkan banyak menderita kesulitan. Setelah Syafi'i berumur dua tahun, ibunya membawanya pulang ke kampung asalnya, Mekah. Di sinilah Syafi'i tumbuh dan dibesarkan. Pendidikan Syafi'i dimulai dari belajar membaca Al-Qur'an. Sejak usia dini ia telah memperlihatkan kecerdasan dan daya hafal yang luar biasa. Dalam usia 9 tahun Syafi'i sudah menghafal seluruh isi Al-Qur'an dengan lancar. Setelah dapat menghafal Al-Qur'an, Syafi'i berangkat ke dusun Badui, Banu Hudail, untuk mempelajari bahasa Arab yang asli dan fasih. Di sana, selama bertahun-tahun Syafi'i mendalami bahasa, kesusastraan, dan adat istiadat Arab yang asli. Berkat ketekunan dan kesungguhannya, Syafi'i kemudian dikenal sangat ahli dalam bahasa Arab dan kesusastraannya, mahir dalam membuat syair, serta mendalami adat istiadat Arab yang asli. Syafi'i kembali ke Mekah dan belajar ilmu fikih pada Imam Muslim bin Khalid az-Zanni, seorang ulama besar dan mufti di kota Mekah, sampai memperoleh ijazah berhak mengajar dan memberi fatwa. Selain itu, Syafi'i juga mempelajari berbagai cabang ilmu agama lainnya seperti ilmu hadis dan ilmu Al-Qur'an. Untuk ilmu hadis, ia berguru pada ulama hadis terkenal di zaman itu, Imam Sufyan bin Uyainah, sedangkan untuk ilmu Al-Qur'an pada ulama besar Imam Isma'il bin Qastantin. Di samping cerdas, Syafi'i juga sangat tekun dan tidak kenal lelah dalam belajar. Pada usia 10 tahun ia sudah membaca seluruh isi kitab al-Muwatta' karangan Imam Malik dan pada usia 15

Semakin banyak ia menuntut ilmu semakin dirasakannya banyak yang tidak diketahuinya. antara lain Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad bin Hasan. Di samping itu. Setibanya di Madinah. Imam Malik. Imam Fudail bin lyad. Syafi'i memiliki kemampuan khusus dalam ilmu kiraah. serta berbagai metode yang diterapkan oleh para mufti di sana yang tidak pernah dilihatnya di Hedzjaz. Dari Ramlah ia kembali ke Madinah dan tinggal di sana bersama Imam Malik kurang lebih 4 tahun sampai wafatnya Imam Malik. wali negeri Yaman. Lalu dengan meminta izin kepada gurunya di Mekah. tempat Imam Malik. Selama menuntut ilmu. ilmu falak. Selama di Madinah Syafi'i tinggal di rumah gurunya. antara lain: Imam Muslim bin Khalid. bahasa dan kesusastraan Arab. la kemudian meninggalkan Madinah menuju Irak untuk berguru pada ulama besar di sana. Suaranya yang bagus dan bahasanya yang fasih memukau setiap orang yang mendengarkan bacaannya. Syafi'i adalah profil ulama yang tidak pernah puas dalam menuntut ilmu. Syafi'i sangat berhasrat untuk menemui pengarangnya. Selain sebagai ulama ahli fikih ia pun dikenal sebagai ulama ahli hadis. Di sana ia diangkat sebagai penasihat khusus dalam urusan hukum. Keduanya adalah sahabat Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi). Imam Ibrahim bin Muhammad. Syafi'i kemudian pindah ke Yaman atas undangan Abdullah bin Hasan. Sebagai pencinta ilmu. Setelah 2 tahun di Irak. ia lalu salat di Masjid Nabi. muridnya pun berdatangan dari berbagai penjuru wilayah Islam. la sangat mahir dalam melagukan ayat-ayat Al-Qur'an. tafsir. dan tarikh. sekaligus memperdalam ilmu fikih yang amat diminatinya. dan Ramlah. Sebagai ulama fikih namanya mulai dikenal. Imam Ibrahim bin Sa'id. Waktu itu usianya sekitar 29 tahun. suatu kota dekat Baitulmakdis. menziarahi makam Nabi SAW. lalu ke Hirah. Imam Malik bin Anas (Imam Malik). Setelah menghafal isi kitab al-Muwatta'. Diceritakan bahwa dalam perjalanan antara Mekah dan Madinah yang ditempuhnya selama 8 hari Syafi'i sempat mengkhatamkan (baca sampai selesai) Al-Qur'an sebanyak 16 kali. Diriwayatkan bahwa karena kemiskinan dan ketidakmampuannya ia terpaksa mengumpulkan kertas-kertas bekas dari kantor-kantor pemerintah atau tulang-tulang sebagai alat untuk mencatat pelajarannya. cara menjatuhkan hukuman. la sangat dikasihi oleh gurunya itu dan kepadanya diserahi tugas untuk mendiktekan isi kitab al-Muwatta' kepada murid-murid Imam Malik. sehingga Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyusun satu buku khusus yang bernama Tawali atTa'sis yang di dalamnya disebut nama-nama ulama yang pernah menjadi guru Syafi'i. dan Imam Muhammad bin Syafi'. di samping tetap melanjutkan . cara memberi fatwa. Syafi'i berangkat ke Madinah. Begitu banyaknya guru Imam Syafi'i. ilmu usul. Imam Waqi'. Aktivitasnya di bidang pendidikan dimulai dengan mengajar di Madinah dan menjadi asisten Imam Malik. Imam Sufyan bin Uyainah. Dari kedua imam itu Syafi'i memperoleh pengetahuan yang lebih luas mengenai cara-cara hakim memeriksa dan memutuskan perkara. dengan satu tujuan yaitu menuntut ilmu pada ulamaulama terkemuka dan mencari pengalaman. Palestina. Syafi'i hidup serba kekurangan dan penuh penderitaan. Syafi'i mempunyai banyak guru.tahun telah menduduki kursi mufti di Mekah. baru kemudian menemui Imam Malik. Syafi'i melanjutkan perjalanannya ke Persia. Imam Yahya bin Hasan. Imam Malik.

Abbas bin Musa. Ada banyak pengakuan ulama mengenai dirinya. Selama di Baghdad. ia pun banyak menulis terutama mengenai masalah fikih. yaitu pada masa pemerintahan al-Ma'mun (198-218 H/813-833 M). Di Mesir Syafi'i memberi pengajaran di Masjid Amr bin As. Perkawinannya ini dianugerahi tiga orang anak. Syiah dianggap sebagai kelompok oposisi yang akan menjatuhkan pemerintah resmi di Baghdad. Fatimah. Di waktu sore dan malam hari ia memberikan pelajaran di rumah. di sini pun Syafi'i mempunyai banyak murid. Pikiranpikiran dan hasil ijtihadnya selama tinggal di Mesir inilah yang kemudian dikenal sebagai pendapat-pendapat Imam Syafi'i yang baru (al-qaul al-jadid). ia dibebaskan. sedangkan pikiran-pikiran dan hasil ijtihad sebelumnya dikenal dengan sebutan al-qaul al-qadim. Syafi'i juga terkenal dalam ketaatannya dan ketakwaannya kepada Allah SWT. baru ia pulang ke rumah. karena kekenyangan membuat tubuh menjadi malas. hanya tinggal 3 halaqah. Syafi'i diminta mengajar dan orang-orang Baghdad pun berduyun-duyun datang belajar kepadanya. di situ ada 20 halaqah (kelompok belajar).karirnya sebagai guru. Orang kenyang enggan beribadat kepada Allah. Belum cukup setahun mengajar di Baghdad Syafi'i diminta oleh wali negeri Mesir. Imam Syafi'i dituduh terlibat dalam aktivitas Syiah dan atas tuduhan itu ia ditangkap dan dibawa ke Baghdad menghadap Khalifah Harun ar-Rasyid. la tidak suka makan banyak dan menurut pengakuannya sejak kecil ia sudah terbiasa tidak makan sampai kenyang. Walaupun dalam serba kekurangan. dan membuat pikiran jadi tumpul. dan Zainab. Selama 17 tahun di Mekah Syafi'i mengajarkan berbagai macam ilmu agama. Setiap kali menerima hadiah berupa uang dan harta lainnya ia tidak pernah menyimpannya di rumah. Di samping mengajar. cicit Usman bin Affan. pendapat Imam Syafi'i yang lama. Oleh wali negeri Yaman. bahkan Khalifah merasa kagum terhadapnya. Mulanya. Selesai salat zuhur. yang lainnya menggabungkan diri ke dalam halaqah Imam Syafi'i. Pakaian dan tempat tinggalnya sederhana. Pada waktu itu orang-orang Syiah di Yaman sedang melangsungkan kegiatannya dengan gencar. dengan jumlah murid yang tidak kalah banyaknya dari tempat lain. melainkan segera dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. la biasa mengajar mulai pagi hari sampai zuhur. Sesampainya di sana Syafi'i disambut oleh ulama dan pemuka Baghdad yang telah lama merindukan kedatangannya. Sama seperti di Madinah. Syafi'i adalah figur ulama yang zahid. Pada tahun 181 H/797 M Syafi'i kembali mengajar ke Mekah. yaitu Abdullah. Syafi'i diberi tempat mengajar di dalam Masjid Baghdad. membuat hati jadi beku. Di Mesir Syafi'i menyelesaikan beberapa buah buku. tetapi setelah Imam Syafi'i datang. Selanjutnya pada tahun 198 H/813 M Syafi'i pergi ke Baghdad. Setelah terbukti tidak bersalah. Syafi'i dinikahkan dengan seorang putri bangsawan yang bernama Siti Hamidah binti Nafi'. Dengan rasa berat Syafi'i meninggalkan murid-muridnya di Baghdad menuju Mesir. antara lain dari Imam ar-Rabi' bin Sulaiman al-Marawi yang mengatakan bahwa Syafi'i menggunakan sebagian besar waktunya di malam hari untuk salat dan . untuk pindah ke Mesir. Imam Syafi'i memiliki sifat dermawan. terutama kepada para jemaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia Islam.

"Saya sering bermalam di rumah Imam Syafi'i dan menyaksikannya setiap malam menghabiskan sepertiga waktunya di akhir malam untuk salat dan mengkhatam Al-Qur'an. yaitu dalam masalah mu'amalah (kemasyarakatan) yang tidak didapati teksnya (nasnya) secara pasti dan jelas di dalam Al-Qur'an atau hadis sahih. Syafi'i dalam bukunya arRisalah menjelaskan bahwa ia memakai lima dasar. Dalam penggunaan kias. Syafi'i menjadi sangat berhati-hati dalam menggunakan kias. Kalau dalam Al-Qur'an tidak ditemukan hukumnya. Intinya adalah bahwa Imam Syafi'i sangat mengutamakan sunah Nabi SAW dalam melandasi pendapatpendapat dan hasil ijtihadnya. yaitu. 2) sunah. ia . 4) kias. Kias sama sekali tidak dibenarkan dalam urusan ibadah karena untuk segala yang menyangkut ibadah sudah tertera nasnya di dalam Al-Qur'an dan sunah Nabi SAW. Syafi'i berpendapat bahwa bidah ada dua ma-cam: bidah terpuji dan bidah sesat. dan 5) istidlal (penalaran). sebagaimana ia sangat memuliakan para ahli hadis. Mengenai taklid. 1) Al-Qur'an." Imam Syafi'i digelari Nasir as-Sunnah artinya "pembela sunah atau hadis" karena sangat menjunjung tinggi sunah Nabi SAW. Syafi'i terlebih dahulu melihat makna lafzi (perkataan) Al-Qur'an. atau tidak dijumpai ijmak pada sahabat. Pengakuan yang sama disampaikan oleh Imam Husain al-Karabisi. Kalau suatu masalah tidak menghendaki makna lafzi barulah ia mengambil makna majazi (kiasan). Menurutnya. Syafi'i selalu memberikan perhatian kepada murid-muridnya agar tidak menerima begitu saja pendapat-pendapat dan hasil ijtihadnya. Ulama besar. Ia tidak senang melihat murid-muridnya bertaklid buta kepada perkataan-perkataannya. menulis sebuah buku dengan judul al-Imam asy-Syafi'i. sebaliknya jika bertentangan dengannya dikatakan bidah sesat. Abdul Halim al-Jundi. Nasir asSunnah wa Wadi' al-Usul (Imam Syafi'i. Di dalamnya diuraikan secara rinci bagaimana sikap dan pembelaan Syafi'i terhadap sunah. Kelima dasar inilah yang kemudian dikenal sebagai dasar-dasar mazhab Imam Syafi'i. 3) ijmak. kias hanya dapat digunakan dalam keadaan terpaksa (darurat). Dikatakan terpuji jika bidah itu selaras dengan prinsip-prinsip sunah. Karena sangat mengutamakan sunah. Dalam meng-istinbat-kan (mengambil dan menetapkan) suatu hukum. Syafi'i menegaskan bahwa harus diperhatikan nas-nas Al-Qur'an dan sunah yang telah ada. la berkata. Pembela Sunah dan Peletak Dasar Ilmu Usul Fikih). Sebaliknya ia menyuruh murid-muridnya untuk bersikap kritis dan berhati-hati dalam menerima suatu pendapat. terutama di bulan Ramadan ia bisa mengkhatam bacaan Al-Qur'an sampai enam puluh kali.mengkhatamkan Al-Qur'an. Dasar pertama dan utama dalam menetapkan hukum adalah Al-Qur'an.

Isma'il bin Yahya al-Muzani. Salah satu aliran dalam fikih di kalangan Ahlusunah waljamaah. ia membina para muridnya yang kemudian menjadi ulama-ulama besar sebagai penerus dan penyebar pahamnya. Hasan bin Ali al-Karabisi. Di antaranya yang terkenal adalah ar-Rabi' bin Sulaiman alMarawi. MAZHAB. suatu kitab hadis yang menguraikan pendapat Syafi'i mengenai perbedaanperbedaan yang ter-dapat dalam hadis. Harmalah bin Yahya Abdullah at-Tujaibi. Yunus bin Abdul A'la as-Sadafi. (1) ar-Risalah. Dalam hal sunah. ia mengambil ijmak sahabat. Sampai sekarang buku ini tetap merupakan buku standar dalam usul fikih. Karangannya yang sampai kepada kita antara lain. Yusuf bin Yahya al-Buwaiti. al-Mukhtasar as-Sagir.beralih kepada sunah Nabi SAW. Apabila ia tidak menjumpai dalil dari ijmak dan kias. Di dalamnya Syafi'i menguraikan dengan jelas cara-cara mengistinbatkan hukum. Ibtal al-Istihsan. ia memilih jalan istidlal. Di antara . (2) Kitab al-Umm. Sebagai ulama yang tempat mengajarnya berpindah-pindah. Setelah mencari dalam ijmak sahabat dan tidak juga ditemukan ketentuan hukumnya barulah ia melakukan kias. Yahya bin Wazir al-Misri. Syafi'i adalah profil ulama yang tekun dan berbakat dalam menulis. Ketiga yang baru ini dihimpun oleh Imam al-Buwaiti. Imam Syafi'i merupakan pendiri aliran ini yang muncul pada pertengahan abad ke-2 H. Terdapat pula buku-buku yang memuat ide-ide dan pikiran-pikiran Imam Syafi'i. Nama ini dinisbahkan kepada Imam Syafi'i yang nama panjangnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. yaitu menetapkan hukum berdasarkan kaidah-kaidah umum agama Islam. Mereka semua berhasil menjadi ulama besar di masanya. meskipun kedua aliran ini telah dipelajarinya secara mendalam. Imam Syafi'i memiliki pemikiran fikih yang khas yang berbeda dengan kedua aliran sebelumnya. Abu Ibrahim. dan Hasan bin Ibrahim bin Muhammad as-Sahab azZa'farani. sebuah kitab fikih yang komprehensif. Ahmad bin Sibti. Jika di dalam sunah pun belum dijumpai nasnya. seperti Kitab al-fiqh. berisi tentang hadis-hadis Nabi SAW yang dihimpun dari kitab al-Umm. Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi. ia juga memakai hadis ahad (perawinya satu orang) di samping yang mutawatir (perawinya banyak orang). Abu Saur Ibrahim bin Khalid Yamani al-Kalbi. dan al-Fara'id. Ketika menetap di Mesir. suatu kitab yang khusus membahas tentang usul fikih dan me-rupakan buku pertama yang ditulis ulama dalam bidang usul fikih. Abdullah bin Zubair al-Hamidi. tetapi ditulis oleh murid-muridnya. SYAFI'I. (4) Ikhtilaf al-Hadis. selama hadis ahad itu mencukupi syarat-syaratnya. Sebagai pendiri mazhab. Syafi'i mempunyai ribuan murid yang berasal dari berbagai penjuru. Ahmad bin Hanbal. dan ar-Radd 'Ala Muhammad ibn Hasan. Kitab al-Umm yang ada sekarang terdiri atas tujuh jilid dan mencakup isi beberapa kitab Syafi'i yang lain seperti Siyar al-Ausa'i. Jima' al-'Ilm. (3) Kitab al-Musnad. Di sana dijelaskan keadaan sanad setiap hadis. alMuktasar al-Kabir.

(2) dibenarkan oleh kaidah umum atau dasar kulli (umum) dari nas. Adapun syarat-syarat untuk semua sunah yang daif adalah: (1) tidak terlalu lemah. yang dihimpun oleh para muridnya. Dari para murid inilah paham-pahamnya tersebar luas dan karya tulisnya menjadi pegangan atau sumber acuan masyarakat. Al-Qur'an merupakan sumber pertama dan sunah sumber kedua. hadis itu mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Al-Qur'an. al-Mukhtasar as-Sagir. Sumber acuan mazhab ini adalah paham dan buah pikiran Syafi'i yang termuat dalam berbagai karya tulisnya. Bahkan. Isma'il bin Yahya al-Muzani. ijmak. melainkan sekedar untuk anjuran keutamaan amal (fada'il al a'mal) atau untuk targib (imbauan) dan tarhib (anjuran). menurutnya. Karena. Soal kias. al-Umm (kitab yang memuat masalahmasalah fikih). memang pada tempatnya jika Imam Syafi'i oleh banyak orang dijuluki sebagai pembela sunah (nasir as-sunnah). Dalam pandangan Imam Syafi'i hadis mempunyai kedudukan yang begitu tinggi. Hasan bin Ibrahim bin Muhammad as-Sahab az-Za'farani. dan as-Sagir (hasil himpunan al-Muzani). Ikhtilaf al-Hadis (kitab yang berkaitan dengan ilmu hadis). Kesepakatan ini harus diper-oleh secara jelas. Sunah yang dipakai adalah sunah yang nilai kuantitasnya mutawdtir (perawinya banyak orang) maupun yang ahad (perawinya satu orang). antara lain: Ar-Risalah (kitab usul fikih). dan ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi. Adapun yang menjadi dasar dalam pembinaan fikihnya (masadir atau sumber/dasar dan dalil tasyri'-nya atau hukumnya) sebagaimana yang diterapkan oleh Syafi'i.muridnya yang ter-kenal adalah Abu Saur Ibrahim bin Khalid bin Yamani al-Kalbi. dan kias. Jika suatu persoalan . al-Mukhtasar al-Kabir. Para ulama Mazhab Syafi'i ada yang mengembangkan kitab-kitab tersebut dengan mensyarahkan (menguraikan atau menjelaskan) atau membuat hasyiahnya (komentar). (3) tidak bertentangan dengan dalil yang kuat atau sahih. setiap hukum yang ditetapkan Rasulullah SAW pada hakikatnya merupakan hasil pemahaman yang beliau peroleh dari memahami Al-Qur'an. Kitab-kitab lainnya. dan al-Musnad (kitab hadis). sunah yang nilai kualitasnya sahih maupun hasan. sunah. pahampaham Syafi'i menjadi suatu mazhab fikih yang penganutnya tersebar di berbagai dunia Islam. antara lain al-Fiqh (hasil himpunan al-Haramain bin Yahya). menurut Imam Syafi'i merupakan salah satu dasar hukum Islam untuk mengetahui suatu kepastian hukum yang ketentuannya tidak ditunjuk langsung oleh nas yang sarih (tegas). Dengan demikian. dan (4) hadis tersebut bukan untuk menetap-kan halal dan haram atau masalah keimanan. Ada juga yang sengaja menyusun kitab-kitab sebagai karyanya sendiri dengan mengacu pada paham-paham fikih dan metode istinbat Syafi'i. al-Jami' al-Kabir. Ijmak yang dimaksudkannya ialah suatu hasil kese-pakatan para sahabat secara integral mengenai hukum suatu masalah. bahkan juga sunah yang daif. al-Fara'id (hasil himpunan Imam al-Buwaiti). menurut Imam Syafi'i. Pada perkembangan selanjutnya. ialah Al-Qur'an. Bahkan disebut-sebut sebagai salah seorang yang meletakkan hadis setingkat dengan Al-Qur'an dalam kedudukannya sebagai sumber hukum Islam yang harus diamalkan. Imam Syafi'i juga berpegang pada ijmak. Selain berpegang pada Al-Qur'an dan sunah.

Pendiri Mazhab Maliki. Di kalangan penganut Mazhab Syafi'i dikenal juga adanya teori/metode maslahat. karena terdapat kesamaan ilat [sebab] hukumnya). yakni metode penerapan hukum yang berdasarkan kepentingan umum. Palestina. Hedzjaz. Hadramaut. dan Indonesia. Aden. Yaman. Hanya saja maslahat yang digunakannya terbatas pada maslahat yang mu'tabarah (maslahat yang secara khusus ditunjuk oleh nas) dan maslahat yang mulaimah lijins tasarrufat asy-Syari' (maslahat yang sesuai dengan kehendak Allah SWT sebagai pembuat undang-undang). Untuk beberapa negara atau daerah. Philipina. Dalam hal penerimaan hadis. 179 H/795 M). Mazhab Syafi'i mula-mula tumbuh dan berkembang di Irak. Brunei Darussalam. Hal ini dapat dilihat di Iran maupun di Madinah bahwa Mazhab Syafi'i tidak banyak berkembang di kedua negara ini. yakni berkaitan erat dengan kebijaksanaan pemerintah yang sedang berkuasa. Hedzjaz. India. Irak. baik oleh nas maupun oleh ijmak. mazhab ini juga mengalami pasang surut. ia hanya . Madinah ketika itu merupakan pusat berkembangnya sunah/hadis Rasulullah SAW. dan ia sendiri menjadi salah seorang periwayat (rawi) hadis yang masyhur. 94 H/716 M-Madinah. Persia. Mazhab ini berkembang cukup subur dan pesat di Mesir. maka harus dilakukan ijtihad melalui jalan kias. Dalam hal periwayatan hadis. Di sinilah untuk pertama kalinya Imam Syafi'i menyampaikan paham-pahamnya kepada para ulama. la tidak pernah meninggalkan kota Madinah kecuali untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. antara lain Mesir. Pada perkembangan berikutnya. Pakistan. mazhab ini telah memasuki berbagai belahan dunia. Suriah. ia hanya menerima hadis dari orang yang memang dipandang ahli hadis dan orang terpercaya (siqah).hukumnya tidak ditunjuk secara jelas. ketika ia melawat ke daerah ini dalam rangka meluaskan wawasan ilmunya. Khurasan. Kias itu sendiri artinya ilhaqu amrin qair mansusin 'ala hukmihi bi amrin akhar mansusin 'ala hukmihi liisytirakihi ma'ahu fl 'illah al-hukmi (menetapkan hukum atas suatu perbuatan yang belum ada nasnya berdasarkan sesuatu yang sudah ada kepastian hukumnya secara jelas dalam nas. Pakistan. dan beberapa daerah Afrika dan Andalusia. Dari sini paham-paham Syafi'i terus disebarkan oleh para pengikutnya ke berbagai wilayah. Persia (Iran). IMAM MALIK (Madinah. Cina. Malik bin Anas sejak lahir sampai wafatnya berada di Madinah. Kama lengkapnya ialah Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al-Asbahi. Malaysia. India. sampai pada abad modern Islam. Syam (Suriah). la pun hanya menerima hadis yang matannya (redaksi atau kandungannya) tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. seperti Baghdad. Khurasan. sekalipun pada masa kekuasaan Dinasti Fatimiah mazhab ini sempat mendapat tekanan keras. imam dan mujtahid (ahli ijtihad) besar dalam Islam yang ahli di bidang fikih dan hadis.

fikih. Hasyim bin Urwa. Oleh sebab itu. Buku karangan Malik bin Anas bernama al-Muwatta'. Baiat yang dimaksud itu ialah baiat khalifah Ab-basiyah. dan Muhammad bin Munkadir. Abdurrahman bin Kasim di Mesir. Abul Zinad. Guru yang sekaligus menjadi sumber penerimaan hadis Imam Malik adalah Nafi' bin Abi Nu'aim. Imam Syafi'i. maka ia berpegang pada tradisi yang biasa berlaku di masyarakat Madinah. Dikatakan bahwa hadis-hadis yang terdapat dalam kitab al-Muwatta' ini tidak seluruhnya musnad (hadis yang bersambung sanadnya) karena di samping hadis. dan 6) al-maslahah al-mursalah. fatwa Malik bin Anas ini dijadikan pendorong dalam menentang kekuasaan Abbasiyah di Madinah. Akan tetapi. dan Asad alFurat at-Tunisi. ia menyatakan bahwa baiat semacam itu tidak sah. dan ilmu berdebat. Kalau ia tidak menemukan dasar hukum dalam Al-Qur'an dan sunah. seorang tabiin ahli hadis. pemikiran hukum Imam Malik banyak berpegang pada sunah-sunah tersebut. 3) sunah sahabat. Ibnu Syihab az-Zuhri. maka ia memakai qiyas (kias) dan al-maslahah al-mursalah (maslahat/kebaikan umum). Imam Malik tidak mau ikut campur dalam hal politik. . Kalau terjadi perbedaan satu sunah dengan yang lain. 4) tradisi masyarakat Madinah ('amal ahli al-Madinah). al-Mansur. tercipta kitab al-Muwatta' seperti tersebut di atas. Khalifah Harun ar-Rasyid (170 H/786 M194 H/ 809 M) berusaha menjadikan kitab ini sebagai kitab hukum yang berlaku untuk umum pada masanya. Gurunya yang lain adalah Abdur Rahman bin Hurmuz. 5) kias. Yahya bin Yahya al-Andalusi. yang menurut kelompok Syiah dipaksakan kepada umat. Imam Malik kemudian dibebaskan dan Khalifah al-Mansur memohon kepadanya untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah SAW agar dapat dijadikan pegangan umat. tradisi masyarakat Madinah ketika itu berasal dari tradisi para sahabat Rasulullah SAW yang dapat dijadikan sumber hukum. Yahya bin Sa'id al-Ansari. tetapi Malik bin Anas tidak menyetujuinya. Ketika musim haji tiba. Buku ini adalah buku hadis dan sekaligus buku fikih karena berisi hadis-hadis yang disusun sesuai dengan bidang-bidang yang terdapat dalam buku fikih. Peristiwa yang terjadi tahun 147 H ini menyebabkan Malik bin Anas ditangkap dan disiksa. Berdasarkan pendapat Imam Malik tersebut. dasar-dasar hukum yang berlaku dalam Mazhab Maliki adalah sesuai dengan urutan berikut: 1) Al-Qur'an. fatwa. Bagi kelompok Syiah.meriwayatkan hadis-hadis yang makruf dan mensyaratkan juga matan hadis itu sejalan dengan amalan penduduk Madinah. di dalamnya terdapat pula fatwa para sahabat dan tabiin. Menurut pendapatnya. alMansur mengunjungi Imam Malik dan memohon maaf kepadanya atas perlakuan petugas yang ada di Madinah. ketika ia diminta memberi fatwa tentang baiat yang diberikan secara paksa. Madinah sebagai pusat timbulnya sunah Rasulullah SAW dan sunah sahabat merupakan lingkungan kehidupan Imam Malik sejak lahir sampai wafatnya. Sebagai hasilnya. 2) as-sunnah (sunah Rasulullah SAW). Pada mulanya Imam Malik memang keberatan tetapi akhirnya melaksanakannya juga. Kitab al-Muwatta' ini mulai ditulis oleh Malik bin Anas pada masa Khalifah al-Mansur (137 H/754 M-159 H/775 M) dan selesai penulisannya pada masa Khalifah al-Mahdi (159 H/775 M-169 H/785 M). Adapun murid-muridnya antara lain: asy-Syaibani. Pemikiran Imam Malik di bidang hukum Islam/ fikih sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.

Mazhab Hanbali. dan Mazhab Hanafi) yang terkenal . Mazhab Syafi'i. 150 H/767 M). Sudan. Bahrain. Mazhab Maliki sudah mulai muncul dan berkembang selagi Imam Malik masih hidup. Abdurrahman bin Kasim. Tripoli. Ulama mujtahid (ahli ijtihad) dalam bidang fikih dan salah seorang di antara imam keempat mazhab (Mazhab Maliki. Asyhab bin Abdul Aziz al-Kaisy. IMAM HANAFI (Kufah. Tunisia. Selain di Mesir. Filsuf Ibnu Rusyd yang di dunia Barat dikenal sebagai Commentator dari Aristoteles termasuk pengikut Imam Malik. Kuwait. kemudian tersiar di sekitar Hedzjaz. Usman bin Hakam. dan daerah Islam lain di sebelah barat. Di antara yang berjasa mengembangkannya adalah para murid Imam Malik sendiri: Abdul Malik bin Habib as-Sulami. termasuk Andalusia. Di Mesir. di dunia Islam sebelah timur Mazhab Maliki ini kurang berkembang. dan Abdur Rahim bin Khalid. 80 H/699 M Baghdad. Sementara itu.Mazhab Maliki timbul dan berkembang di Madinah. Isma'il bin Ishak. Mazhab Maliki ini juga dianut oleh umat Islam yang berada di Maroko.

Imam Qatadah. dan kesungguhan dalam belajar mengantarkan Abu Hanifah menjadi seorang yang ahli di bidang fikih. fasih berbahasa. Karena penguasaannya yang mendalam terhadap hukum-hukum Islam. terutama yang bertalian dengan hukum Islam. Minatnya yang mendalam terhadap ilmu fikih. Imam Abdurrahman bin Hammaz. Ayahnya. Imam Mansur bin Mu'tamir. antara lain Imam Ata bin Abi Rabah (w. Imam Khazzaz bin Sarad juga mengakui keunggulan Abu Hanifah di bidang fikih dari ulama lainnya. la sering mempercayakan tugas kepada Abu Hanifah untuk memberi fatwa dan pelajaran ilmu fikih di hadapan murid-muridnya. 117 H). kecerdasan. Berbeda dengan guru lainnya pada waktu itu. dan dalam waktu singkat muridnya pun bertambah dengan pesat. berasal dari keturunan Persia yang semasa kecil diajak orangtuanya berziarah kepada Ali bin Abi Talib. Gelar Abu Hanifah diberikan kepada Nu'man bin Sabit karena ia seorang yang sungguh-sungguh dalam beribadah. Kepopulerannya sebagai ahli fikih terdengar sampai ke berbagai pelosok negeri. karena keduanya sangat erat berkaitan dengan fikih. antara lain oleh Imam Hammad bin Abi Sulaiman. la mengunjungi berbagai tempat untuk berguru kepada ulama yang terkenal. Imam Adi bin Sabit. sehingga Abu Hanifah mempunyai banyak guru. Gurunya keba-nyakan dari para tabiin. la tidak ingin muridnya menerima . Imam Rabi'ah bin Abi Abdurrahman. antara lain Imam Abu Yusuf (113-182 H). Imam Abu Hanifah begitu terkenal sehingga banyak orang datang dari daerah yang jauh. Imam Amr bin Dinar. Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (132-189 H). Abu Hanifah amat menjauhi kemewahan hidup. Selain ilmu fikih. 158 H/775 M). Imam Syafi'i menyatakan bahwa Abu Hanifah adalah bapak dan pemuka seluruh ulama fikih. Imam Salamah bin Kuhail. menggantikan Imam Ibrahim an-Nakhai. Pengetahuan lain yang dimilikinya adalah sastra Arab dan ilmu hikmah.dalam Islam. hanya untuk mendengarkan fatwanya. dan Imam Hasan bin Ziyad. Keahliannya diakui oleh ulama semasanya. berani menyatakan yang benar di hadapan siapa pun. Yang terakhir ini adalah seorang ulama fikih yang termasyhur di masanya. ia diangkat menjadi mufti di kota Kufah. dan Imam Hammad bin Abi Sulaiman (w. la teguh dalam memegang prinsip. Pembicaraannya selalu mengandung nasihat dan hikmah. Setelah menjadi ulama mujtahid. Abu Hanifah dalam memberikan pengajaran selalu menekankan kepada murid-muridnya untuk berpikir kritis. la senang bergaul dan mempunyai banyak sahabat. Sabit. Begitu pula ketika ia sendiri menjadi pedagang kaya. Walaupun putra saudagar kaya. Lalu ia didoakan agar dari keturunannya (Sabit) ada yang menjadi ahli agama. dan Iain-lain. Imam Syu'bah al-Hajjaj. Imam Nafi Maula bin Amr (w. 114 H). Kata hanif dalam bahasa Arab berarti "suci" atau "lurus". Imam Zufar bin Hudail (w. Sejak masa mudanya Abu Hanifah sudah menunjukkan kecintaan yang mendalam pada ilmu pengetahuan. ia pun dipanggil dengan sebutan Imam Abu Hanifah dan mazhabnya dinamakan Mazhab Hanafi. Nama lengkapnya Abu Hanifah Nu'man bin Sabit. 120 H). ketekunan. Gurunya yang lain adalah Imam Muhammad al-Baqir. Imam Asim bin Abu an-Najwad. Abu Hanifah juga mendalami hadis dan tafsir. dan memiliki kepribadian yang luhur. Imam Abu Hanifah dikenal rajin dan teliti dalam bekerja. dan Abu Hanifah berguru kepadanya selama kurang lebih 18 tahun. hartanya lebih banyak didermakan daripada digunakannya sendiri.

(2) sunah Rasulullah SAW. tetapi kebanyakan dihimpun oleh murid-muridnya untuk kemudian dibukukan. ia senantiasa berpesan kepada murid-muridnya agar selalu waspada terhadap berbagai bidah yang muncul. Sebagai ulama yang terkemuka dan banyak memberikan fatwa. Imam Abu Hanifah adalah orang yang banyak beribadah kepada Allah SWT. malah sangat dicintai muridmuridnya. ia tetap disegani dan dihormati. setiap hal yang baru dalam urusan ibadah adalah bidah. Usman bin Affan. sangat membenci perbuatan yang dilarang Allah SWT. Dasar-dasar yang dipakai dalam menetapkan suatu hukum adalah: (1) kitab Allah SWT (Al-Qur'an). (3) fatwa-fatwa dari para sahabat. Walaupun ia memberi kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat kepada murid-muridnya.begitu saja ilmu yang disampaikannya. dan menguasai seluk-beluk hukum Islam. Tegasnya. Ketakwaan Imam Abu Hanifah banyak diakui oleh ulama yang dekat dan mengenal dengan baik kehidupannya sehari-hari. yang khusus . la juga banyak menggunakan kias dalam menetapkan suatu hukum. Dasar-dasar itulah yang kemudian dikenal dengan "Dasar Mazhab Hanafi". amat berhati-hati dalam mengeluarkan hukum agama. tekun dalam beribadah kepada Allah SWT. bahkan berdebat dengan muridmuridnya tentang suatu masalah. Imam Abu Hanifah digelari Imam Ahlur Ra'yi karena ia lebih banyak memakai argumentasi akal daripada ulama lainnya. Karena itu. dan tidak pula dalam keputusan para sahabat. pendapat. dan Ali bin Abi Talib). Imam Abu Hanifah dikenal mempunyai sikap keras dan tegas terhadap bidah. ia hanya menggunakan kias bila hukumnya tidak didapati secara jelas di dalam Al-Qur'an. khususnya al-Khulafa' arRasyidun (Abu Bakar as-Siddiq. (6) ijmak. dan kritik. (5) istihsan. dan (7) 'urf. sangat membenci kemewahan hidup. Imam Abu Hanifah terkenal sebagai orang yang sangat alim. tidak berarti ia mendahulukan kias daripada nas. Sebagian ide dan buah pikirannya ditulisnya sendiri dalam bentuk buku. dan hendaknya selalu berpedoman pada sunah Rasulullah SAW. (4) kias. Walaupun demikian. melainkan mereka boleh mengemukakan tanggapan. Umar bin Khattab. Imam Abu Hanifah meninggalkan banyak ide dan buah pikiran. yaitu adat yang berlaku di masyarakat Islam. tidak dalam sunah (hadis sahih). Kitab-kitab yang ditulisnya sendiri antara lain: (1) al-Fara'id. Menurutnya. dan paling sedikit berbicara. Sering kali ia ditemukan berdiskusi.

Ulama Mazhab Hanafi membagi kitab-kitab itu ke dalam tiga tingkatan. Jumlah kitab yang ditulis oleh murid-muridnya cukup banyak. (6) az-Ziyadah (tambahan). serta kitab alMujarrad (Yang Asli) oleh Imam Hasan bin Ziyad. keenam buku ini dihimpun dan disusun menjadi satu oleh Imam Abdul Fadl Muhammad bin Ahmad al-Marwazi dengan nama al-Kafi (Yang Memadai) yang kemudian disyarah oleh Imam Muhammad as-Sarkhasi dengan nama al-Mabsut (Yang Menuai). di dalamnya terhimpun ide dan buah pikiran Abu Hanifah. kitab ini tidak murni merupakan pendapat dan pikiran Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya. dan (3) al-Fiqh al-Akbar. (4) as-Sair as-Sagir (sejarah ringkas). Termasuk dalam kategori ini adalah kitab-kitab anNawazil (Bencana) dari Imam Abdul Lais as-Samarqandi. Jurj an-Niyah (Rusaknya Niat). Pertama. . dan Qais an-Niyah (Kadar Niat) oleh Imam Muhammad bin Hasan bin Syaibani. Kitab dalam kategori ini disebut Zahir ar-Riwayah (teks riwayat) yang terdiri atas 6 kitab. yaitu kitab-kitab yang berisi masalah-masalah yang langsung diriwayatkan dari Imam Hanafi dan sahabat-sahabatnya yang terkenal seperti Imam Abu Yusuf. yaitu kitab-kitab yang berisi masalah-masalah fikih yang berasal dari is-tinbat (pengambilan hukum dan penetapannya) ulama Mazhab Hanafi. yaitu: (1) al-Mabsut (buku yang terbentang). tetapi juga pikiran dan pendapat murid yang menuliskannya. tingkat Masa'il al-Usul (masalah-masalah pokok). (2) al-Jami' as-Sagir (himpunan ringkas). Pada awal abad ke-4 Hijriah. yang membahas perjanjian. Walaupun demikian. yaitu kitab-kitab yang berisi masalah fikih yang diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah dan sahabatsahabatnya dalam kitab selain Zahir ar-Riwayah. Kitab-kitab yang termasuk dalam kategori kedua adalah kitab-kitab Harr an-Niyah (Niat Yang Murni). (2) asy-Syurut.membicarakan masalah waris dan segala ketentuannya menurut hukum Islam. tingkat Masa'il an-Nawazir (masalah tentang sesuatu yang diberikan sebagai nazar). (5) as-Sair al-Kabir (sejarah lengkap). tingkat al-Fatawa wa al-Waqi'at (fatwa-fatwa dalam permasalahan). (3) al-Jami' alKabir (himpunan lengkap). Ketiga. Semua kitab itu kemudian menjadi pegangan pengikut Mazhab Hanafi. Kedua. yang membahas ilmu kalam atau teologi dan diberi syarah (penjelasan) oleh Imam Abu Mansur Muhammad al-Maturidi dan Imam Abu al-Muntaha al-Maula Ahmad bin Muhammad al-Magnisawi.

Mu'tamar bin Sulaiman. dan Sa'id. Ayahnya bernama Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban bin Dahal bin Akabah bin Sya'b bin Ali bin Baqa bin Qashid bin Aqsy bin Dami bin Jadlah bin As'ad bin Rabi'ah bin Nizar. Ibunya bernama Shahifah binti Maimunah bin Abdul Malik bin Sawadah bin Hindur asy-Syaibani. dan Madinah. dan dianugerahi lima orang anak. Yahya bin Zaidah. Sering juga dipanggil dengan nama Abu Abdullah. Begitu cintanya pada ilmu pengetahuan. Isma'il bin Aliyyah. Basra. Dari merekalah Ibnu Hanbal mendalami ilmu fikih. ia memperdalam ilmu agama dengan mengunjungi ulama-ulama ternama di berbagai tempat. Setelah istri pertama wafat. Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. dengan serta merta ia berangkat ke sana untuk berguru pada ulama tersebut. Hanbali diasuh dan dibesarkan oleh ibunya sendiri. dan tekun. Ibnu Hanbal adalah seorang yang cerdas. seperti Kufah. ilmu hadis. Karena perhatiannya yang besar kepada ilmu. Walid bin Muslim. berasal dari bangsawan Bani Amir. Ulama mujtahid (ahli ijtihad) di bidang fikih dan salah seorang di antara empat imam mazhab yang terkenal di dunia Islam. sehingga setiap kali ia mendengar ada seorang guru atau ulama terkemuka di suatu tempat. Ibrahim bin Sa'id. ilmu kalam. Muhammad. walaupun ia harus menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan waktu yang lama. Abdurrazaq bin Human. Di antara guru-gurunya adalah Hammad bin Khalid. ilmu usul. Kemudian. Nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. Muzaffar bin Mudrik. Mekah. rajin. Rabiulakhir 164/ 780 M-Rabiulawal 241/855 M). dan ilmu bahasa Arab. Karena ayahnya meninggal dalam usia muda. Kemudian sepeninggal istri keduanya. karena salah seorang putranya bernama Abdullah. Syam (Suriah). Pada Nizar inilah bertemu silsilah Imam Hanbali dan Nabi Muhammad SAW. la menikah pertama kali dengan Aisyah binti Fadl dan dengannya dikaruniai seorang putra bernama Saleh. yaitu Zainab. Musa bin Tariq.IMAM HANBALI (Baghdad. ia menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang jariyah (hamba perempuan) bernama Husinah. . Ibnu Hanbal baru menikah setelah berusia 40 tahun. Yaman. ia dikenal dengan panggilan Imam Hanbali dan mazhabnya disebut Mazhab Hanbali. Setelah menjadi ulama besar yang mempunyai banyak pengikut. Pendidikannya diawali dengan belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu agama pada ulama-ulama di Baghdad sampai usia 16 tahun. ilmu tafsir. Husain. serta sangat cinta kepada ilmu pengetahuan. dan banyak lagi yang lainnya. ia menikah lagi dengan Raihanah dan dikaruniai pula seorang putra yang bernama Abdullah. Abu Yusuf al-Qadi. Hasan.

teguh dalam memegang prinsip. Pada masanyalah Imam Hanbali memperoleh kebebasan. Pada masa al-Mutawakkil ia dihormati dan dimuliakan. Bahkan ia kemudian dipandang sebagai pemuka kelompok oposisi yang menentang keinginan penguasa untuk memaksakan paham Muktazilah ini. Peristiwa ini disebut mihnah. Selama dalam penjara. Di antara ajaran Muktazilah yang dipaksakan itu adalah paham yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah makhluk atau ciptaan Tuhan.Imam Hanbali dikenal sangat taat beribadah dan sangat zuhud. "Ayah itu setiap harinya membaca sepertujuh Al-Qur'an dan waktu malam juga sepertujuh Al-Qur'an. Salat isyanya sering kali bersambung dengan salat subuhnya." Selain itu. Dengan demikian. Ketekunannya belajar dan meneliti hadis itu pulalah yang kemudian mengantarkannya menjadi ulama hadis yang menghafal ratusan ribu hadis. muridnya pun semakin banyak jumlahnya. la tergolong orang kaya. Di antara ulama yang dengan tegas mempertahankan pendiriannya adalah Imam Hanbali. Penganiayaan terhadap Imam Hanbali terus berlangsung sampai masa pemerintahan al-Wasiq. putra al-Mu'tasim. Imam Ibrahim bin Hani (seorang imam fikih dan sahabat Imam Hanbali) mengatakan bahwa dia berpuasa hampir setiap hari dan tidurnya hanya sedikit pada malam hari. al-Ma'mun wafat dan digantikan oleh putranya al-Mu'tasim yang kemudian memenjarakan Imam Hanbali. Walaupun sangat menderita. ia pun mendatanginya untuk mendapatkan hadis daripadanya. Setiap hari ia dicambuk dan dipukul. 'Ini adalah rezki yang kuperoleh hari ini dan semuanya kuberikan kepadamu. ia digantikan oleh al-Mutawakkil. Karena membangkang terhadap penguasa. ia juga masyhur dengan sifat kedermawanannya. Kebanyakan waktunya dipakai untuk salat malam dan salat witir sampai masuk waktu subuh. ia tetap teguh pada keyakinannya. Ibnu Hanbal ditangkap dan dikirim menghadap al-Ma'mun di Tarsus. dan tidak takut mati menimbulkan simpati umat kepadanya. Waktu itu.'" Imam Hanbali mempunyai perhatian yang amat besar terhadap hadis-hadis Nabi SAW. Setiap kali memperoleh rezeki. Pengakuan lain disampaikan oleh putranya. Sebelum sampai ke kota itu. Imam Hanbali mendapat perlakuan yang sangat kejam. Setelah al-Wasiq meninggal. Al-Ma'mun menjadikan aliran ini sebagai mazhab resmi negara dan selanjutnya dengan menggunakan kekuasaannya ia memaksakan aliran ini kepada pembesar kerajaan serta tokoh-tokoh masyarakat. Ten-tang hal ini Imam Yahya bin Hilal (seorang imam fikih dan sahabat Imam Hanbali) mengemukakan. . ia selalu membaginya kepada orang lain yang dianggap lebih membutuhkan. Sikap Ibnu Hanbal yang tegas. sehingga ia mempunyai banyak pengikut di kalangan umat Islam yang tidak setuju dengan paham Muktazilah. "Aku pernah datang kepada Imam Hanbali. lalu aku diberinya uang sebanyak empat dirham sambil berkata. Di mana saja ia mendengar ulama ahli hadis. Sebagai ulama namanya bertambah harum dan orang-orang pun berdatangan dari berbagai pelosok negeri untuk mendengarkan fatwa dan mendapatkan ilmu daripadanya. Peristiwa ini menyebabkan terbunuhnya beberapa ulama terkemuka yang mempertahankan pendiriannya dengan tegas bahwa Al-Qur'an itu bukan makhluk melainkan sabda Allah. Imam Hanbali hidup pada masa pemerintahan Khalifah al-Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah. aliran Muktazilah sedang mengalami masa kejayaannya. Imam Adullah.

Imam Hanbali lebih mengutamakan hadis daif daripada pemikiran akal (ra'yu). ia merujuk kepada hadis mursal dan hadis daif. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad (putra sulung Imam Hanbali). terutama tentang Al-Qur'an. Imam Muslim. Penelitian Muhammad Abdul Aziz al-Khuli (seorang ulama bahasa yang menulis banyak biografi tokoh-tokoh sahabat dan tabiin) menunjukkan bahwa ada 10. . Kitab al-Manasikh as-Sagir (Buku Kecil tentang Ayat-Ayat Yang Dihapuskan). Imam Muhammad bin Muhammad al-Jazari. juga mengerti tafsirnya secara mendalam. Imam Abu Bakar al-Asram. Imam Bukhari. tangan. Imam Hanbali meninggalkan banyak karya tulis. dan disusun berdasarkan tertib nama sahabat yang meriwayatkannya. antara lain Imam Abu Amr Muhammad bin Abdul Wahid. (2) fatwa para sahabat. barulah ia memakai kias. Kalau dalam fatwa itu tidak pula ditemukan. jika tidak ditemukannya. seperti Tuhan mempunyai wajah. Jadi jumlah sebenarnya adalah 30. Dua yang tersebut terakhir adalah putranya sendiri yang juga berhasil menjadi ulama besar pada masanya. Bila sudah dicari hukumnya dalam hadis mursal dan hadis daif tetapi belum juga ditemukan. Dalam menetapkan suatu hukum Imam Hanbali pertamatama merujuk kepada nas Al-Qur'an dan. 40. antara lain Tafsir Al-Qur'an. dan sebagainya). Pentingnya buku itu bagi para ulama hadis terlihat dari betapa banyak ulama yang mensyarah isinya. Imam Hanbal bin Ishaq asy-Syaibani. di samping hafal Al-Qur'an dengan fasih dan lancar.Di antara muridnya yang terkenal ialah Imam Hasan bin Musa. Dalam memahami Al-Qur'an Imam Hanbali lebih senang mengambil arti lafal daripada melakukan takwil. dan Imam Abdullah.000 hadis yang berulang dalam Musnad Ahmad ibn Hanbal.000 hadis. Imam Sirajuddin bin Amr bin Ali. Umumnya hadis-hadis yang terdapat di dalamnya mempunyai derajat sahih dan sedikit sekali yang berderajat daif.000 hadis. Imam Abu Daud. Prinsip-prinsip inilah yang kemudian dikenal dengan dasar-dasar Mazhab Imam Hanbali. Kemampuannya dalam bidang hadis terbukti dari kesanggupannya menyusun al-Musnad.000 hadis yang dihafal oleh Imam Hanbali. dan (4) kias. Imam Abu Zur'ah ad-Di-masyqi. ia merujuk kepada hadis/sunah Nabi SAW yang sahih. Kitab at-Tarikh (Buku Sejarah). terutama terhadap ayat-ayat yang menjelaskan sifat-sifat Tuhan atau ayat-ayat mutasyabihat (mengandung penyerupaan Tuhan dengan makhlukNya. Kitab al-Manasikh al-Kabir (Buku Besar tentang Ayat-Ayat Yang Dihapuskan). yaitu suatu kitab hadis yang menghimpun kurang lebih 40. Di bidang fikih. Imam Ibnu Abi ad-Dunia. Kitab Jawdban Al-Qur'an.000 hadis yang termuat dalam kitab ini merupakan hadis seleksi dari 700. ia mencarinya dalam fatwa sahabat Nabi SAW yang disepakati. (3) hadis mursal (bersambung) dan hadis daif (lemah) yang bukan disebabkan kecurigaan akan kebohongan perawinya. Jika belum juga ditemukan hukumnya. ia mencarinya dalam fatwa sahabat yang masih dalam perselisihan. Apabila dalam hadis/sunah sahih tidak ditemukan hukumnya. Imam Hanbali. Imam Saleh. Kias hanya dipakai dalam keadaan terpaksa (darurat). Imam Abu Zur'ah ar-Razi. Kitab al-Muqaddam wa al-Mu'akhkhar fl Al-Qur'an (Buku tentang Ayat-Ayat Yang Terdahulu dan Yang Kemudian Diturunkan). prinsip-prinsip yang digunakan Imam Hanbali dalam mengistinbdtkan (menyimpulkan) suatu hukum adalah (1) nas Al-Qur'an dan hadis sahih. Imam Ali bin Husain bin Urwah. dan Imam Abu Hasan Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi. Kitab an-Nasikh wa al-Mansukh (Kitab mengenai Ayat-Ayat Yang Menghapuskan dan Dihapuskan Hukumnya).

Kitab Ta'at at-Rasul (Buku mengenai Ketaatan kepada Rasul). dan Kitab al Wara' (Buku mengenai Ketakwaan). Kitab as-Salah.Kitab al-'Illah (Buku tentang Sebab-Sebab Hukum). .