The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

ِ ‫بسماللهالرحمنالرحي‬ ‫ِ ِْ ّ ّ ْ ِ ّ ِم‬
Kisah 1
“Ketika saya kecil, ibu dan ayah saya mendidik saya dalam suasana al-Qur’an sehingga hati saya amat terkesan dengan ayat-ayat al-Qur'an. Terutama ayat-ayat yang menganjurkan kita untuk menolak kezaliman dan pemerasan….Antaranya adalah firman Allah dalam surah asy Syura ayat 39 yang bermaksud : "Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri." Ketika ibu saya meninggal dan hati saya dirundung kesedihan saya sentiasa merenung surah al-Fajr, "Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya. Maka masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga Ku" Inilah antara coretan yang ditemui dalam salah satu lembaran diari kecil hingga kini tetap terpelihara. Di atas lembar-lembar diari itu, tertulis petikan ayat-ayat al-Qur’an. Begitulah sepintas kenangan manis masa kecil milik Alija Izzatbegovic. Sosok itu menghadapi badai permusuhan hebat yang menghempas agama dan bangsanya di Bosnia Herzegovina. Inilah antara cebisan kisah peribadi-peribadi yang dibentuk oleh gema al-Qur’an dalam jiwa mereka sejak kecil.

Gema al-Qur’an semasa mereka kecil amat mempengaruhi

kehidupan dewasa kemudian hari……
Kisah 2
“Ayahku menyimpan cita-cita agar Allah memberinya rezeki seorang anak yang mempunyai suara dan bacaan al-Qur'an yang indah. Ternyata, puteranya, tak ditakdirkan memiliki suara yang merdu. Puteranya itu sekadar menjadi seorang yang suka menyemak bacaan al-Qur'an. Ayahku sering mengundang para qurra' untuk tilawah al-Qur'an di rumahku. Bermula dari detik itu, sedikit demi sedikit, kesenangan dan rasa sukacita itu tumbuh subur dan memekar dalam jiwaku. Bila terdengar al-Qur'an dibaca, aku yang masih kecil terdiam dan menyemaknya dengan penuh perhatian. Berkembanglah keterpautan jiwaku dengan al-Qur'an. Dan kelak, aku memang sekali lagi tak menjadi qari'ul Qur'an……” Namun putera ini termasuk segelintir para tokoh pemikir Islam yang memiliki saham besar dalam arus kebangkitan Islam di zaman kini. Sayyid Qutb nama yang tidak asing dalam dunia Islam. Beliau bukan qari’ul Qur’an namun beliaulah pengarang kitab Tafsir al-Qur’an – Fi Dzilalil Qur’an…….

Kunci kemenangan
Al-Qur'an telah terbukti menjadi kunci kemenangan dan ‘izzah kaum muslimin. Suatu ketika
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. 4:9) Halaman : 1

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

dahulu tatkala dalam dada umat tertanam kedekatan serta pemahaman yang dalam terhadap al-Qur'an, mampu mengobarkan semangat seterusnya melahirkan kekuatan sangat besar. Dalam siri-siri peperangan,

banyak kisah sahabat yang berjaya meraih kemenangan melalui bacaan al-

Qur'an. Dalam perang Qadasiyah contohnya, Umar ra memerintahkan Sa'ad bin Abi Waqash ra untuk
membaca dan memperdalam kandungan ayat dalam surat al-Anfal di kalangan pasukannya. Lalu terjadilah perubahan dahsyat dalam jiwa pasukan Islam. Mereka bangkit setelah hampir tewas dan kehilangan semangat hingga mampu meraih kemenangan. (Hayatu shahabah 4, hal 556). Malah keistimewaan orang yang membaca dan mempelajari al-Qur'an diumpamakan oleh Rasulullah, ibarat suata bejana yang penuh berisi minyak wangi yang baunya selalu semerbak di mana-mana (Riwayat Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Daud). Peribadi al-Qur’an bagai sebuah mercu obor yang memancarkan cahaya dan memberi terang di malam gelap kepada umat manusia. Maka tidak ada yang lebih baik kecuali berusaha mengenalkan seseorang pada al-Qur'an sejak dini. Kisah Alija dan Sayyid Quthb semasa kecil di atas, boleh dijadikan ibrah bahawa

pendidikan al-Qur'an sejak kecil, sebagai tonggak utama terbentuknya mental dan keperibadian anak yang sihat dan diredhai Allah SWT. Dalam petikan kisah di atas juga
ternyata menunjukkan kesan yang lahir dari kedekatan seseorang dengan al-Qur'an. Alija yang terlatih dengan ayat-ayat Allah contohnya sentiasa menghubungkan garis peristiwa hidupnya dengan ungkapanungkapan al-Qur'an. Sayyid Quthb pula yang sejak kecil memiliki rasa hormat yang demikian agung dalam hatinya kepada al-Quran, sehiagga di akhir hayatnya, beliau dapat dengan tenang menyongsong syahadah di tiang gantung demi membela aqidahnya. Oleh itu sudah sewajarnya seorang anak, sejak kecil diusahakan untuk memiliki ikatan-ikatan rohani melalui gema al-Qur’an. Sehingga jiwanya memiliki kejernihan, cahaya, keimanan dan keikhlasan. Menjadi tanggungjawab kedua ibu bapa untuk membuka mata anak sejak kecil untuk mengetahui prinsip baik dan buruk, masalah halal dan haram, benar dan salah, dosa dan pahala sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:"Suruhlah anak-anakmu mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya…"(Riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu al-Mundzir).

Ikatan rohani dalam jiwa anak
Pendidikan al-Qur'an adalah salah satu ikatan rohani yang paling efektif untuk mendidik jiwa seseorang. Rasulullah SAW bersabda: "Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan membaca al-Qur'an. Sesungguhnya orang-orang yang membawa a!- Qur'an berada dalam naungan Arsy Allah ketika tidak ada naungan kecuali naungan Nya, bersama para nabi dan orang-orang suci." (Riwayat ath-Thabrani). Para ulama terdahulu telah menekankan kepentingan dan keutamaan pengajaran al-Qur'an agar dimulakan sejak zaman kanak-kanak. Dalam Muqaddimah-nya, Ibun Khaldun mengisyaratkan pentingnya mengajar dan menghafal al-Qur'an kepada anak-anak.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. 4:9) Halaman : 2

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Menurut beliau pengajaran al-Qur'an adalah dasar pengajaran dalam semua kurikulum sekolah di berbagai negara Islam. Al-Qur’an merupakan semboyan agama yang mengukuhkan akidah. Begitu juga Ibnu Sina, dalam kitabnya "as-Siyasah", menekankan kaum muslimin seharusnya mempersiapkan fizikal dan

mental anak yang dimulakan dengan pengajaran al-Qur'an.

Imam al-Ghazali dalam Ihyanya pula mewasiatkan pengajaran al-Qur'an, hadis dan cerita orangorang soleh kepada anak-anak. Malah telah menjadi suatu kebiasaan para orang tua menyerahkan anakanak mereka kepada seorang syaikh murabbi (pendidik) untuk diajar al-Qur'an. Sehingga roh mereka begitu tinggi, hati mereka khusyuk, air mata mereka mudah berlinangan bila mengingati Allah. Inilah kesan lantunan gema al-Qur’an, keimanan dan aqidah yang telah meresap ke dalam jiwa. "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (iaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka." ( al-Hajj: 34-35).

Menumbuhkan Rasa Cinta pada al-Qur'an
“Tak kenal maka tak cinta.” “Dari mana datangnya cinta ? Dari mata turun ke hati.” Ungkapan-ungkapan ini sering dilafazkan apabila kita berbicara tentang cinta. Oleh itu bagaimana menyuburkan rasa cinta dalam jiwa anak terhadap al-Qur'an? Dalam hal ini ibu bapa adalah pihak yang paling berperanan menjadi pembentuk cinta tersebut. Rasa cinta akan tumbuh subur dalam jiwa anak-anak apabila mereka sering melihat dan membaca Al-Qur’an. Anak-anak akan terpengaruh dengan persekitaran yang dilihat disekelilingnya. Hidup dalam suasana membaca Al-Qur’an, membincangkan atau menghafal ayat-ayat suci al-Qur'an dalam sebuah keluarga akan menumbuhkan rasa hormat dan menimbulkan kebanggaan dalam jiwa anak kepada al-Qur'an. Perlihatkanlah kepada anak-anak suasana indah bersama Al-Qur’an. Tidurkan mereka dengan kisah-kisah dari Al-Qur’an. Bukannya dongengan dari kayangan. Dodoikan anak-anak dengan dendangan Al-Qur’an. Pujuklah mereka dengan janji-janji dari Al-Qur’an. Takutkan mereka dengan ancaman dalam Al-Qur’an. Bukan takut binatang atau hantu atau kegelapan.Biarkan mereka kenal AlQur’an dalam kehidupan.

Jangan jadikan Al-Qur’an asing dalam kehidupan. Hanya

disentuh apabila ada kematian atau diletakkan tinggi kononnya dimuliakan sehingga dibaca anai-anai. Semaklah bacaan al-Qur'an anak-anak sebagaimana kita menyemak tugas sekolah mereka. Putarkan alunan Al-Qur’an melalui pita rakaman. Bukan hanya lagu-lagu yang mengasyikkan.

Gemakanlah Al-Qur’an dalan jiwa anak-anak agar ia melahirkan generasi cinta Al-Qur’an. Generasi tetap pendirian, generasi yang hidup dengan semangat perjuangan.
Generasi yang sanggup menumpahkan darah demi mempertahankan Al-Qur’an.

Generasi bijak yang beriman. Generasi yang berwawasan. Generasi al-Qur’an….. Ia bukan suatu dongengan.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. 4:9) Halaman : 3

Al Israa:23). Namun untuk sementara. Tujuan utama metode Rumah Qurani adalah mengajar anak mengenal Al Quran secara menyenangkan dan komprehensif sehingga insya Allah tercipta generasi yang cinta Al Quran dan berakhlak Qurani. inilah garis besar metode tersebut. "Lihat itu. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Sebagai contoh. Topik ayat: mendirikan sholat Ayat: wa aaqimis-sholaata li dzikrii (Thaha:14) Gambar: anak sedang sholat (posisi berdiri) e.arisprasetya. motivasi kita untuk mengajar anak menghafal Al Quran bukanlah karena orang lain.. bukan 'mantra-mantra aneh'. b. yang bisa Anda terapkan kepada anak-anak Anda mulai dari sekarang. lalu anak disuruh mewarnainya.. di Iran. (baca: Mengapa Kita dan Anak Kita Perlu Menghafal Al Quran) Langkah Kedua: mulailah dengan pengajaran ayat-ayat yang sederhana dan mudah diaplikasikan anak dalam kehidupan sehari-hari Langkah ini bertujuan antara lain untuk membuat anak familiar dengan bunyi-bunyi bahasa Arab yang tentu awalnya terasa asing bagi mereka. Topik ayat: kebersihan baju Ayat: wa tsiyaabaka fa thahhir (Al Mudatsir:4) Gambar: anak di samping mesin cuci dan baju di jemuran c. 4:9) Halaman : 4 . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.(QS. Topik ayat: berhias/ berpenampilan rapi kalau ke mesjid Ayat: khudzuu ziinatakum inda kulli masjid (Al A’raaf: 31) Gambar: Anak sedang bersisir (bersiap-siap akan ke mesjid) d. Dengan kata lain. metode lengkapnya secara bertahap akan di-upload di website Rumah Pohonku.net/komunitas/modules/gallery2/main. Beberapa contoh gambar sederhana. Metode "Rumah Qurani" yang kami maksud adalah metode yang diilhami dari pengajaran Al Quran di Jamiatul Quran yang didirikan oleh Sayyid Muhammad Mahdi Tabatabai. si Budi sudah hapal 10 surat.php Pilihan topik-topik ayat lain yang konsepnya mudah diaplikasikan: a. bisa dilihat di situs ini : http://www. ayat yang berhubungan dengan berbuat baik kepada ibu-bapak (waa bil waalidaini ihsaanaa -. Langkah Pertama: tetapkan motivasi yang benar Yang jelas. mereka akan menyadari bahwa ayat Quran adalah sesuatu yang 'hidup' dalam keseharian. Konsep-konsep dalam ayatayat pilihan tersebut dengan mudah bisa digambar oleh orang tua. masak kamu tidak bisa?!" Carilah motivasi yang benar. Insya Allah.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. untuk mendidik akhlak anak agar sesuai dengan ajaran Kitab Suci Ilahi ini. Kita bisa menggambar di kertas: seorang anak yang sedang mencium tangan ibu dan ayah. antara lain. Anak dan orang tua juga bisa mendiskusikan banyak hal dari ayat itu. Topik ayat: kebersihan badan Ayat: wallahu yuhibbul mutathaahhiriin (At-Taubah:108) Gambar: anak sedang mandi. Topik ayat: bekerjasama dengan teman dalam kebaikan Ayat: wa ta’aawanu alal birri wa taqwaa (Al Maidah:2) Gambar: seorang anak sedang memapah temannya yang kakinya terluka Langkah Ketiga: lakukan proses menghafal dengan suasana yang menyenangkan dan komprehensif Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah.

Gunakan alat-alat bantu. lalu Ahmad ayat ketiga. untuk sementara. Dst. Ayah dan Ibu bisa saja berpurapura lupa. Dia akan mendapatkan kenangan indah dari proses menghafal Al Quran dan insya Allah. ayah-ibu-Ahmad secara bergantian menyebut ayat yang sedang dihafal.tahukah engkau siapa yang menciptakan semua itu? Alam semesta ini diciptakan oleh Allah yang Satu. kita bisa mencoba sebatas kemampuan kita saja. kita bisa menyiasatinya dengan menjelaskan makna ayat melalui gambar (seperti langkah kedua di atas) atau melalui dongeng. kita harus menguasai minimalnya. Misalnya. lalu Ibu ayat kedua.. lalu kembali ke Ayah. di Iran. berilah dia hadiah. Memahamkan kepada anak makna ayat yang sedang dihafal dengan menggunakan isyarat tangan. tentu saja diperlukan pelatihan terlebih dahulu. Misalnya. gunung. c." Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. "Anakku. Qul huwal-Laahu Ahad. Misalnya ketika mengajarkan surat Al-Ikhlas: qul huwal-Laahu ahad Qul (artinya: katakanlah) -> tangan menunjuk ke mulut Huwal.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Hadiah sangat berpengaruh besar kepada psikologis anak. sedikit. ketika anak sudah menghafal satu ayat atau satu surat pendek..(artinya: Dia) -> jari telunjuk menunjuk ke atas Laahu (artinya: Allah) -> jari telunjuk menunjuk ke atas Ahad (artinya: satu) -> tangan menunjukkan bilangan satu b. yaitu pentingnya keteladanan orangtua. Allah itu Satu. coba lihat di sekitarmu. Namun. buat tanda bintang di kertas khusus.c. bunga. namun setidaknya ada nilai penting yang bisa kita ambil. bahasa Arab). Ayah ayat pertama. antara lain sbb: a. Bila penggunaan isyarat tangan sulit dilakukan (karena memang untuk itu. lalu mendapat hukuman.(QS. kecintaan kepada Al Quran pun tumbuh dalam dadanya. Bila mengikuti metode aslinya (yaitu menggunakan metode Rumah Qurani). Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. dst. Bila kondisi keuangan terbatas. para ibu ikut duduk di kelas bersama anak-anak mereka). dia akan mendapat hadiah buku cerita (atau apa saja sesuai kemampuan). Buat game atau permainan agar anak tidak merasa bosan. ada pohon.. 4:9) Halaman : 5 . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Langkah Keempat: berikan keteladanan Salah satu hal yang paling menonjol dari metode pengajaran hafalan Quran yang diterapkan oleh Jamiatul Quran (yang sebagian metodenya kemudian diadaptasi oleh Rumah Qurani) adalah peran serta ibu dalam proses pengajaran itu (artinya.. Bagaimana mungkin kita berharap anak-anak kita mencintai Al Quran dan memiliki akhlak Qurani bila kita sendiri orangtuanya jarang membaca Al Quran? Langkah Kelima: berilah anak hadiah Setelah anak berhasil menghafal satu ayat atau satu surat pendek. jika dia sudah mengumpulkan 10 tanda bintang (misalnya). misalnya VCD Quran yang banyak tersedia di pasaran. Katakan kepada anak. kupu-kupu. bisa saja hadiah diberikan secara akumulatif. langit. Misalnya. Meskipun di Indonesia agaknya sistem ini sulit diterapkan.

Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). guru cerita tentang gambar itu (jadi anak harus baik…dll). baru mulai menghapal ayat. itu israf (mubazir)!” (Soalnya. tidak disuruh langsung menghapal juz’amma. Kemudian.. pintar…dll) dan pelukan atau ciuman. pensil warna. Sejak anak masuk ke ruang kelas. melainkan setiap kali datang. si guru mengajarkan ayat “wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23” dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu). ia mampu menyebutkan ayat pertama dari setiap halaman Al Quran. Suasana kelas juga semarak banget. anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. sampai pulang. para guru mengobral pujian-pujian (sayang. anak-anak mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. ketika Kirana berumur empat tahun. Itupun.” Pada usia enam tahun. baik berurutan dari depan ke belakang. isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). “walidaini”. (di rumah. manis. bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air terlalu besar. cantik. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak. Kelas itu durasinya 90 menit . Kirana mulai belajar di Jamiatul Quran. tapi dia menikmati kelasnya). anak-anak diajak senam. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. gambar anak lagi cium tangan ibunya. Kirana akan nyeletuk..The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. misalnya. gurunya menerangkan makna surat Al A’raf :31 “kuluu Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. ayat berapa?” Dia bisa menjawab pertanyaan tentang topik-topik ayat. Akhirnya. ayat sekian? ” atau sebaliknya. Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. mulai dari gambar tempel. Dia mampu menjawab pertanyaan “Apa bunyi ayat dari surat sekian. cenderung diam. misalnya “Sebutkan semua ayat dalam Al Quran yang berhubungan dengan Isa bin Maryam. mereka belajar membaca. “Ayat ini berasal dari surat mana. dll. setelah beliau berhasil mendidik anaknya menjadi hafiz Quran. diperlihatkan gambar kepada mereka. dia mendapat gelar Dr. HC dari sebuah universitas Islam di London. dan baru kemudian mulai menghapal juz’amma. Jadi. Inilah sekelumit cerita tentang sekolah itu: Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini. Habis baca doa. sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak-anak saling berebut memberikan pendapatnya. Oya. plus dengan artinya. Bak komputer. mungkin 13 thn-an). cita-cita itu tercapai. saya dan suami telah bercita-cita memasukkan anak kami ke Jamiatul Quran.(QS. anak disuruh mewarnai gambar itu). atau dari belakang ke depan. Setelah berhasil menghapal satu ayat. sebuah sekolah hapalan Quran untuk anak-anak yang didirikan oleh ayahanda Muhammad Husain Tabatabai. Hasilnya? Wah. Sejak empat bulan yang lalu. Dalam usianya yang baru lima tahun (sekarang sih. 4:9) Halaman : 6 . Dia mampu membacakan ayat-ayat dalam satu halaman secara mundur (dari ayat terakhir hingga ayat pertama). Namanya Muhammad Husain Tabatabai. para ibu juga duduk di kelas. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Ketika saya mengandung Kirana. Lalu. bersama anak-anaknya. dia sudah menghapal seluruh isi Al Quran. Setelah itu. mobil-mobilan. “Mama. (Sayang Kirana karena masalah bahasa. misalnya.

multiply. janji tidak main keluar lama-lama. baru saya tahu bahwa metode seperti ini tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak-anak kepada Al Quran. mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab..com/journal/item/10. Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. ketika ingkar janji (misalnya.. setelah diajarkan ayat tentang jilbab. dia sudah belajar ayat “laa yaghtab ba’dhukum ba’dhaa”). saya ingatkan ayat “limaa taquuluu maa laa taf’alun” …dia langsung bilang “Nanti nggak gitu lagi Ma…!” Akibatnya. ghibah ya?” (soalnya. Ayat-ayat itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka. Di Iran. (disalin dari: http://bundakirana. ternyata mainnya lama). suka sekali mengulang-ulang ayat-ayat itu tanpa perlu disuruh. yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu lain daripada yg lain. saya memang harus bersyukur bahwa Kirana memiliki kesempatan untuk bergabung dalam gerakan menghapal Quran ini. sesuai penuturan ibu-ibu mereka). Waktu dia lihat TV ada polisi mengejar-ngejar penjahat. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. tim rumah qur’ani ) Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. dan jangan israf/berlebih-lebihan). Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (baik berasal dari Jamiatul Quran. Anak saya. dia nyeletuk “Innal hasanaat yuzhibna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan” (Hud:114). washrabuu walaatushrifuu/makanlah dan minumlah.(QS. jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati. Tapi. anaknya akan nyeletuk “Mama. Sepertinya. 4:9) Halaman : 7 . maupun sekolah-sekolah lain). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecahbelah umat muslim. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. ayat itu pula yang keluar dari mulutnya! Setelah bertanya pada pihak sekolah. Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain. gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil memang benar-benar digalakkan. Anak saya (dan anak-anak lain. Anak-anak balita itu di masa depan akan mempunyai kenangan indah tentang Al Quran. ketika sendirian.

Adapun tujuan pembelajaran Al Qur'an sejak bayi dalam kandungan itu untuk menajamkan fitrah iman dan Islam pada anak sehingga mereka nantinya diharapkan menjadi anak yang shaleh dan shalehah dan mencintai Al Qur'an. ayat-ayat Al Qur'an yang diajarkan kepada anak sejak dini atau sejak bayi masih dalam kandungan itu akan mampu merangsang syaraf otak.(QS. juga terhadap ibu. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Penemu metode Assalam (pembelajaran Al Qur'an sejak bayi dalam kandungan).5 tahun itu. anak akan cerdas dan berkualitas serta mencintai membaca apabila sejak dini sudah diajarkan Al Qur'an. 4:9) Halaman : 8 . telinga dan mata sehingga mereka akan mudah belajar Al Qur'an. pengaruhnya selain terhadap anak..Dia menjelaskan. Dihadapan ratusan peserta yang sebagian besar wanita itu."ujarnya pada pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan..The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. apabila di dalam rumah dibaca ayat-ayat suci Al Qur'an. Minggu. bapak dan seluruh lingkungan tempat tinggalnya. pembelajaran Al Qur'an sejak dini kepada anak-anak itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak itu dimasa mendatang. maka rumah tersebut ber berkah.Mustofa yang memiliki tiga anak dan dua orang sudah bisa mengkhatamkan Al Qur'an sejak Taman Kanak-kanak (TK) itu menjelaskan. "Saya berharap sejak anak dalam kandungan itu hendaknya diajarkan orangtuanya Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. "Selain melahirkan anak yang cerdas dan berkualitas sebagai generasi mendatang. di Banjarmasin. Ustazd Mustofa yang didampingi isteri dan anaknya yang baru berusia 2. anak yang sejak dini diajarkan membaca Al Qur'an itu. kata Mustofa yang merintis sekolah bayi itu menyebutkan. Pembelajaran Al Qur'an sejak dini itu. Ustazd Drs.Mustofa AY mengungkapkan. menyatakan. maka mereka akan mencintai membaca sehingga diharapkan akanlahir generasi yang lebih baik dimasa mendatang.

Dia menyatakan.(QS.. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. mengingat sejak hamil ada rahasia pembentukan karakter anak. 4:9) Halaman : 9 . mendukung program pendidikan usia dini yang akan dilaksanakan pemerintah dan pendidikan usia dini yang akan dilakukan itu harus dilandasi nilai-nilai Al Qur'an agar mampu melahirkan generasi Qur'ani dimasa mendatang. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. pemikiran yang positif..The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." katanya.

Diharapkan dengan upaya tersebut. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. anak-anak di Indonesia terutama di daerah ini tidak ikut-ikutan larut dalam sikap yang negatif dan bertentangan dengan akidah Islam akibat terpengaruh globalisasi.belajar Al Qur'an sejak dini atau sejak bayi dalam kandungan memiliki nilai strategis menyiapkan generasi Qur'ani dimasa mendatang. Dia mengatakan. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Dra.Jauhar Manikam Muchlis Gafuri. Untuk gerakan TKA BKPRMI. Minggu. Pengasuh Nasional LPPTKA BKPRMI. Menurut Hayatun Fardah. Jawa Tengah (Jateng) ini terselenggara atas kerjasama LPPTKA BKPRMI Kalsel dengan Tim Penggerak PKK Kalsel. 4:9) Halaman : 10 . Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel selaku pembina Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur'an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel itu disampaikan saat membuka pelatihan mengajar Al Qur'an bayi dalam kandungan.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan yang mendatangkan pelatih dari Ambarawa. H. Karena itu. kata Chairani." tandasnya dalam sambutan tertulis dibacakan.Hayatun Fardah Rudy Ariffin berpendapat. Menurut Chairani. pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan dalam rangka menyiapkan generasi Qur'ani guna menyongsong masa depan gemilang akan menjadi gerakan nasional seperti gerakan TKA BKPRMI. Ir.. umat Islam yang mengajarkan Al Qur'an terhadap bayi dalam kandungan dengan menggunakan metode Assalam ini adalah mereka yang merindukan anak atau generasi shaleh dan shalehah dimasa mendatang. Kalsel masih sebagai percontohan di Indonesia dan hal ini hendaknya bisa dipertahankan dan sampai saat ini sudah mampu membebaskan anak sekitar 20 persen warga Kalsel dari buta huruf Al Qur'an.Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan.(QS. kegiatan pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan ini sejalan atau sinergi dengan program pemberantasan buta huruf Al Qur'an yang sedang dilakukan LPPTKA BKPRMI Kalsel. belajar Al Qur'an sejak usia dini sangat penting sebagai tonggak awal untuk membentengi anak sejak dini dari pengaruh peradaban dunia atau globalisasi yang tidak sesuai dengan akidah Islam. di Banjarmasin.Hj. Secara terpisah.Mustofa AY bersama isterinya di Kalsel ini diharapkan mampu memberikan pengalaman dan pendidikan pada anak sejak dini untuk belajar dan mencintai Al Qur'an..Chairani Idris berharap. kata Hayatun Fardah. "Generasi Qur'ani yang telah dibentengi dengan Al Qur'an itu diharapkan mampu menyelamatkan peradaban dunia dimasa mendatang.Hj. melalui pelatihan pembelajaran Al Qur'an bagi bayi dalam kandungan oleh Drs. Banjarmasin-RoL-. isteri Sekdaprov Kalsel.

Tabalong. pelatihan ini dihadiri sekitar 285 orang yang berasal dari Kota Banjarmasin. M. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.(QS... Kotabaru. Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. melaporkan. A. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Barito Kuala (Batola).Tarsyi T.Ma. Ketua Panitia Pelaksana.Pd. Banjarbaru. Tanah Bumbu (Tanbu). 4:9) Halaman : 11 . Kabupaten Banjar.

yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa "hidup bersama" al-Quran. 4:9) Halaman : 12 . lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Memperdengarkan. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan. D. yakni ketika sang ibu yang mengandungnya. apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik. insya Allah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi. Mengenalkan al-Quran juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah. (HR ath Thabrani).. Saat yang paling tepat mengenalkan alQuran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku buku lain. Mengenalkan. C. anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut. banyak orangtua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak lemari paling atas. dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara AlQur'an itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran. Dengan sering melihat. B. tentu harus ada upaya keras dari orangtua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia.. Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran 1. Semakin dini semakin baik. Rasulullah saw. tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A. Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. (QS Al-Isra'[17]:9) Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. mereka beserta para nabiNya dan orang-orang suci. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. mencintai ahlul baitnya. Untuk mendapatkan semua itu. rajin membaca al-Quran. bukan mengajarinya membaca. suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dari tenang. Sayang.(QS. 2. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Anak shalih shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Ketika membaca alQuran. pernah bersabda (yang artinya): Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu.

(HR at-Tirmidzi).. misalnya. sekarang ini tidaklah sulit. Jangan aneh kalau tiba-tiba si kecil lancar melafalkan surat al-Fatihah. alif adalah satu huruf. Orangtua penting memberikan contoh. Disamping anak tidak mudah lupa. (HR al-Bukhari dan Muslim). hal itu juga sebagai upaya membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat. Akan tetapi. Aku tidak mengatakan bahwa alif-lam-mim adalah satu huruf.. hudan li an-nas. Menghapalkan al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak. lam satu huruf dan mim juga satu huruf. Metode-metode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orangtua untuk mahir membaca al-Quran. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Untuk anak-anak yang belum bisa berbicara. birr al-walidayn. begitu dia bisa berbicara. khususnya perkembangan psikologisnya. Kondisi stres pada Ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya. memperdengarkan ayat-ayat alQuran (surat-surat pendek) kepadanya terbukti memudahkan sang anak menghapalkannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hapal di luar kepala. Agar anak lebih mudah mengingat. Memperdengarkan al-Qurari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. secara teoretis kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi. Ajaklah anak-anak yang belum bisa membaca untuk bersamasama mendengarkan kakak-kakaknya yang sedang membaca al-Quran. Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Membaca Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia. Telah banyak metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra. 4:9) Halaman : 13 . Jadikanlah membaca al-Quran. bersabda: Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya. 4. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Orangtua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca al-Quran. Untuk anak yang lebih besar. dan sebagainya). ayat yang sedang dihapal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Untuk bisa membaca al-Quran.akan mendapat satu kebaikan. Pasalnya. sesungguhnya hapalan Al-Qur'an itu lebih cepat lepasnya daripada seekor unta pada tambatannya. 3. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Qiroati dan sebagainya. insya Allah lantunan ayat al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Lalu latihlah anak untuk menirukannya. Menghapal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. juga tidak mengenal batas usia anak. Menghapalkan. utamanya pada pagi hari usai shalat subuh atau usai shalat magrib. Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca alQuran. Nabi saw.(QS. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek atau potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrat. sebagai kegiatan rutin dalam keluarga. termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya.

sekaligus anak belajar bahasa Arab. hal ini akan memotivasi anak. Menulis. Wallahu a'lam bi ash-shawab. ya: a-ba-da) artinya diam. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Paling tidak.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Jika anak salah membaca. Ketika seorang anak membaca. Orangtua bisa memberi arahan atau koreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat. dan sebagainya. Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada alQuran. di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta mengembangkan cita rasa seni mereka. Sesekali di rumah. Ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. dan dal anak diminta menulis a. Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran. Insya Allah.. tema yang akan dikaji bisa diserahkan kepada anak-anak. 6. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Mulailah dengan kata-kata pendek. Justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia. ba. Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata. Misalnya. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran. dihapal dan dikaji. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. 4:9) Halaman : 14 . ba-da-a (yang ini juga) artinya mulai. Sekali waktu. Mengkaji. selain anak bisa menulis. ia bisa diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi. 5. Dengan cara itu. sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga. Diktekan kepada anak katakata tertentu yang mempunyai makna. ba da (tolong tuliskan Arabnya. yang lain menyimaknya. AI-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca. Jadi. Kajian bersama. tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf-alQuran semata. Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini. Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orangtua. Tema yang dingkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari. Mengamalkan dan memperjuangkan AI-Quran. coba adakan lomba menulis ayat al-Quran. Ajaklah anak mulai mengkaji isi al-Quran. Dengan begitu. untuk mengenalkan tiga kata alif. seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. 7. ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam kehidupan. rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkah yang lain bisa membetulkan. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka..(QS.

belajar. Dengan begitu. Ajarkan metode belajar yang benar menurut Islam. Para Sahabat dan Salaf ash-Shâlih sangat serius di dalam memilih Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. bahwa Rasulullah saw. Dalam mempelajari alam semesta. Memilihkan guru dan sekolah yang baik bagi anak. meriwayatkan secara marfû’. Abu Hurairah ra. maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Apalagi bagi mereka. Begitu pula ketika menilai suatu keburukan. ia dapat mengetahui bahwa menentukan tanggal satu Ramadhan. Antusiasme inilah yang menjadikan mereka sangat isimewa sepanjang sejarahnya yang panjang. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam kitab As-Syakhshiyah al-Islâmiyyah jilid 1. Guru adalah sumber pengambilan ilmu. Tanamkan bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah Swt. Guru adalah cermin yang dilihat oleh anak sehingga akan membekas di dalam jiwa dan pikiran mereka.. Agar para orangtua dapat mengarahkan anak melangkah menuju ilmu. Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur untuk melakukan pembinaan keilmuan dan pemikiran. 4:9) Halaman : 15 . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis di atas air. tidak ditemukan suatu agama yang mendorong pemeluk-nya untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak seperti Islam. hingga dapat menyelesaikan suatu masalah. anak pun menjadi yakin bahwa perubahan tanggal setiap harinya adalah karena peredaran bulan. Semua yang benar menurut al-Quran itulah yang harus dan boleh dilakukan. misalnya.(QS. 4. 2. serta mencintai ilmu dan ulama. termasuk dalam menuntut ilmu. maka ia mendapatkan pahala dua kali. semuanya dinilai dengan standar al-Quran. bukan sekadar teoretis. ad-Dailami. Cinta dan takut kepada Allah akan memunculkan sikap konsisten dalam mencari ilmu tanpa bosan dan dihinggapi rasa putus asa. Pada masa ini daya tangkap dan daya serap otak mereka berada pada kemampuan maksimal. anak akan melihat realisasi al-Quran sebagai sumber kebenaran dalam setiap perilaku orangtuanya. misalnya. Untuk menjadikannya sebagai pemahaman yang mendalam haruslah anak diajak melihat fakta bulan.. Ini memerlukan keteladanan orangtua. Mempelajari sesuatu dengan mendalam hingga dipahami apa yang dipelajari dengan benar. dan al-Hakim). akan memunculkan ketaatan pada perintah-Nya dan takut akan azab-Nya. 2. yang bisa dijadikan media untuk mendekatkan diri kepada Alllah. Tanamkan bahwa al-Quran adalah sumber kebenaran. bahwa Islam mengajarkan metode belajar yang benar. (HR al-Baihaqi. Dengan begitu. yaitu: 1. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya. adalah dengan melihat bulan. Dengan demikian.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. bersabda (yang artinya): Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda. Oleh: Rasyidah Munir Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu pada waktu kecil adalah seperti memahat batu. 3. dada mereka lebih longgar dan lebih hapal terhadap apa yang mereka dengar. Dalam sejarah. yang dari hari ke hari berubah bentuk dan besarnya. ada beberapa hal penting yang harus ditempuh: 1. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa. Kecintaan anak kepada Allah.). yang seyogyanya sudah terlebih dulu ditanamkan. 3. Al-Quran sebagai sumber kebenaran (QS al-Maidah [5]: 48) sejak awal harus disampaikan oleh orangtua kepada anak. menuntut ilmu adalah ibadah yang paling utama. dikatakan secara teoretis bahwa bulan mengelilingi bumi. Islam menjadikan seorang Muslim memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar dan mengajar. Sesuatu yang dipelajari bersifat praktis. Meyakini ilmu yang sedang dipelajari hingga bisa dijadikan dasar untuk berbuat. (HR ath-Thabrani dari Abu Darda’ ra.

biografi Salafus Shâlih. bahkan lebih dari itu. “Adalah sangat penting adanya perpustakaan di dalam rumah. Anas bin Malik ra. kisah-kisah penaklukan berbagai negeri. Dengarkanlah perkataan para ahli hikmah. tetapi lupa akan perkembangan kekokohan akidah dan akhlaknya. Imam al-Bukhari mulai menghapal hadis ketika duduk dibangku madrasah dan mengarang kitab At-Târîkh pada usia 18 tahun. Nabi saw. As-Siyâsah. apalagi yang merusak akidah anak-anak Muslim.. pernah menceritakan bahwa beliau ketika masih kecil juga turut menghadiri majelis-majelis kaum dewasa. sekalipun sederhana.” Imam Mawardi (dalam Nashîhah al-Mulûk hlm. sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras. menuturkan bahwa Rasulullah saw. Ibnu Abbas ra. ulama.. karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah. Ibnu Sina dalam kitabnya.(QS. Beliau mengatakan: “Aku biasa menghadiri pertemuan-pertemuan para pemuka kaum bersama paman-pamanku…. Dengan membawa anak-anak ke majelis orang dewasa. Membiasakan seluruh keluarga membaca dan menghapal ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi saw. Memuliakan ulama menjadikan anak akan memuliakan ilmu yang diterimanya. dan tidak kasar di hadapan muridnya. dan semisalnya…. bersikap santun dan lembut di dalam bergaul dengan mereka. Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. Mempelajari ilmu tak akan lepas dari kitab ataupun buku-buku sebagai media referensi yang senantiasa akan memenuhi kebutuhan ilmu. Imam asy-Syahid Hasan al-Banna dalam Risâlah-nya. yang dengannya Allah menghidupkan hati seseorang. telah hapal al-Quran pada usia sepuluh tahun. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. kisah perjalanan para ulama ke berbagai negeri.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanad sahih dalam Musnad-nya [2/157] dan oleh Ahmad [1/190]). tentulah guru yang paling pertama dan utama adalah orangtuanya.. Mereka adalah orangtua. mengumpul-kan istri dan anak-anaknya. piawai dalam membina akhlak. Banyak orangtua memilih sekolah untuk anaknya sekadar agar anak dapat memperoleh ilmu dan prestasi yang bagus. masih hidup. Keduanya merupakan sumber untuk menghidupkan ilmu yang akan menyinari dan menguatkan akal. jauh dari sifat ringan tangan dan dengki. Abu Umamah ra.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. jiwanya akan terdidik. sangat berambisi sekali mengikat anak-anak mereka dengan al-Quran. Dalam membina akidah anak. mengatakan. sekalipun sederhana. adalah hal yang utama dalam membentuk mentalitas anak. Keberadaan perpustakaan rumah menjadi hal yang sangat penting untuk mengkondisikan anak-anak seantiasa dekat dengan ilmu dan bersahabat dengan kitab-kitab ilmu. buku-buku akhlak. Abu Umamah ra. 6. Ulama adalah pewaris para nabi. adalah di antara adab yang harus dibiasakan sejak kanak-kanak. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. engkau harus duduk dekat dengan ulama. 172) menegaskan urgensi memilih guru yang baik dengan mengatakan. dan pemimpin yang adil. adab dan kebiasaan dari gurunya melebihi yang diambil dari orangtuanya sendiri. setiap kali mengkhatamkan al-Quran. akalnya akan meningkat. Sarana Paling Efektif dalam Mendidik Generasi Muda dengan Pendidikan Islam yang Murni.” (HR ath-Thabrani).” Begitupun memilihkan sekolah yang baik yang di dalamnya diajarkan hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama. lalu berdoa untuk kebaikan mereka. mengatakan. Seorang anak akan mengambil akhlak. hikmah. Imam Syafii rahimahullâh telah hapal al-Quran pada usia tujuh tahun. mengajarkan al-Quran dan Hadis Nabi saw. Para Sahabat ra. semangat dan kecintaannya kepada ilmu akan semakin kuat. Membuat perpustakaan rumah. Pada masa Rasulullah saw. “Wajib bersungguh-sungguh di dalam memilihkan guru dan pendidik bagi anak. “Wahai anakku. pernah bersabda (yang artinya): Sesungguhnya Luqman berkata kepada putranya. Namun demikian. Memuliakan dan menghormati mereka. gerak-gerik. (HR ath-Thabrani). Mengajari anak untuk memuliakan para ulama. Mengajak anak menghadiri majelis-majelis kaum dewasa. pernah bersabda (yang artinya): Ada tiga manusia. dan sekolah yang paling pertama dan utama adalah rumah tempat tinggalnya bersama orangtua. tidak ada yang meremehkan mereka kecuali orang munafik.” 8. guru yang baik bagi anak-anak mereka. “Seyogyanya seorang anak itu dididik oleh seorang guru yang mempunyai kecerdasan dan agama. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. 4:9) Halaman : 16 . seperti kesungguhan di dalam memilihkan ibu dan ibu susuan baginya. 7. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. 5. cakap dalam mengatur anak. Koleksi bukunya dipilihkan dari buku-buku sejarah Islam.

pelan.” Justru kita bekerja dan beraktifitas lain tetapi waktu kita tetap untuk anak secara penuh. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Jangan biarkan prilaku buruk menghiasi kehidupan anda sehingga secara otomatis anda turunkan ke anak tiap waktu. prestasi dan kebiasaan anak jauh dengan target dan cita-cita kita. fisik. Tempatkan anak-anak kita di situasi terbaik. Jawaban singkatnya “tidak. Justru menambah rumitnya masalah. Perbaiki menjadi investasi kenangan yang masuk di otak anak. masa remaja. sabar dan telaten.. Semua dapat berjalan sesuai dengan cara mengatur waktu kita dan memandang esensi waktu. “Bagaimana dengan orang tua yang putra-putrinya lebih dari satu?” Jawabnya sama saja. Mengubah diri untuk merancang masa depan anak kita. Dan mendekatkan semua sumber kehidupan yang mampu menumbuhkembangkan inisiatif dan partisipatif positif setiap waktu. berusaha dan berdo’a jangan sampai anak-anak kita menjadi beban tiada berkeseduhan. prilaku. Nahhh. Sabarlah. psikis maupun moral. Tidak demikian. Beban masyarakat. Beban para anggota keluarga. 2. para orang tua sesuai dengan visi. Jamu racikan sendiri ini dihadiahkan para orang tua siap mempunyai generasi yang mBeneh. Inilah kecerdasan dalam mengatur waktu diri sendiri dan keluarga. Catat kebiasan buruk yang ditampilkan diri kita. Kita harus menyesuaikan diri kita dengan cita-cita terhadap masa depan anak. 4:9) Halaman : 17 . Ubahlah diri. Nah situasi terbaik adalah mengkondisikan lingkungan anak jauh dari pengganggu tumbuh kembang anak baik secara fisik. Dan beban negara. kiat sederhana ini diharapkan dapat menjadi jamu untuk menyembuhkan segala penyakit. Kehadliran buah hati bagi para orang tua merupkan investasi yang berkesinambungan. kebiasaan kita. dan saat ini. Mau? Berani? Pasti sukses. Yaaaa jika ada asap pasti ada sumber apinya. Perbaikan menuju prilaku terpuji. kejengkelan tidak mampu mengatasi masalah. Beban kita. Catat kembali kebiasaan buruk masa kecil. Semisal ada ibu-ibu yang memanjakan anak dianggap mendidik dalam situasi terbaik. Bergantung pada Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Bagamana ada harapan anak mandiri jika setiap hari tidak ditemukan latihan-latihan. misi. Bagaimana kita punya cita-cita mensholehkan anak jika tiap saat anak melihat kita dalam bencana keteledoran. Yaaa. Saatnya melakukan pendekatan.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Maaf situasi terbaik sering dalam persepsi yang tidak sama setiap orang. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. “berarti kita tidak beraktifitas lain? Berarti kita tidak bekerja?”. Berilah waktu 24 dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu untuk buah hati kita. 5. Melalui deteksi sumber api. 3. Saatnya mencari sumber apinya. Mengapa demikian? Inilah jawabannya dalam kiat-kita melejitkan potensi anak 1. kita masuk untuk mengubah bertahab. Tentu kita bertanya.(QS. target yang diharapkan pada diri anak. Nahhhh kita mengenal diri kita lebih dalam. 4. Kemarahan. Tentu harus ditumbuhkembangkan sehingga menjadi kader penerus cita-cita besar keluarga.. tenanglah jika mendapatkan kenyataan perangai.

4) Guru ada di setiap kesempatan dan kehidupan. Siapkan perbekalan yang dibutuhkan. Anak kita tidak makan uang tapi makan makanan yang halal dan thoyib. 4:9) Halaman : 18 . Kita saat ini sudah jadi orang tua. kecerdasan mengatur waktu. Jangan biarkan buah hati kita. Berilah tugas pada pembantu yang tidak terkait dengan hal-hal di atas. Apa sebenarnya perbekalan yang dibutuhkan oleh si buah hati kita untuk menjadi pemimpin? 8.. Do’a. Kekuatan bathin anda dapat mengubah semua prilaku anak. Hantarkan tidur anak dalam bekal kematian. Beri yang dibutuhkan tapi jangan diberi mata uang. puasa senin kamis. Jangan biarkan buah hati kita. 5) Buka diri untuk menerima kritik orang lain. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Menjerumuskan ke dalam segala malapetaka. 6) Amalkan ilmu secara bertahab. Ambil alih segera tugas berat pembantu di tangan Anda. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Segala tugas berat tersebut menyalurkan energi prilaku. memberi usapan pada kepala atau sekujur tubuh merupakan upaya menyalurkan energi perubahan prilaku. sholat malam. Hentakkan langkah perjalanan kita harus mengiringi kemana mereka pergi. (maaf keterangannya nanti yaaa. Jangan biarkan buah hati kita. 3) Peganglah prinsip bahwa ilmu merupakan karunia Allah Ta’ala. 9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. tidur di pangkuan pembantu. Insya Allah kali lain. 11. mandi dari tetesan air sumber pembantu. 7. 6. 10. Memberi uang berarti menjerumuskan anak.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani.. makan dari kunyahan gigi pembantu. Salurkan energi bathin ke dalam raga dan kehidupan anak. Hindari memberi uang. Ini tadi nulisnya sambil nuggu berbuka puasa) 1) Membiasakan dan melatih diri untuk cinta ilmu dan sekaligus menambah keilmuan setiap waktu. 2) Hiasi ilmu dengan ketawadluan dan keikhlasan. Masih bingung? Ikuti bahasan dalam sesi kecerdasan mengatur waktu. tirakat. Teliti apa yang dibawa anak dri luar rumah. Keringat badan kita harus mampu menetes pada pori-pori tubuh anak. Ambillah hikmah dari guru yang dating setiap saat itu. Napas doa kita harus tersampung dan terikat napas anak-anak kita.(QS. Datangi murid dan beri layanan padanya.

Hindarkan prasangka negatif terhadap kepala sekolah. Manfaatkan kemampuan dasar yang telah Anda kenali.. Sikap tersebut merupakan pedang tajam yang akan menusuk ulu hati kita. 6. Udah di mana. segala yang di luar kemampuan. Apabila saat ini udah mendapatkan diri Anda. 15. Berilah anak didik kesempatan. 11. Suara guru atas kelas kita. 10. Atas kita. Sukai. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Kepala sekolah harus Anda pandang sebagai sosok pemacu prestasi. Tak perlu melirik rumput tetangga. Yang Anda perdengarkan kepada mereka adalah api kesuksesan. Tumbuhkan menjadi bekal dasyat. buka Anda dan bukan pula sosok teori dalam kuliah Anda. Ajak komunikasi secara terbuka.. Apakah Anda sejak awal ingin jadi guru atau hanya masuk pekerjaan alternatif? Batu loncatan saja? Daripada nganggur lebih baik cari aktifitas. 5. 2. 3. 4:9) Halaman : 19 . Akui dan hormati hasilnya. Lakukan evaluasi diri dari pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Teknik membujuk tercanggih adalah mendengar segala yang diinginkan mereka. Mau kemana. Janjilah bersama bahwa tim Anda semua ini tim pemberani dan siap ambil segala resiko. Selamilah dunia anak dengan kaca mata orang desa bahwa anak seusia anak yang ada di hadapan Anda adalah anak. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. Suara guru atas mata pelajaran yang dalam tanggung jawab kita. Ambil segala hal yang terkecil tetapi fokus. Lihatlah hasil kerja siswa Anda. Kembalilah pada orientasi awal Anda. bagaimana teman guru Anda. Bagaimana. 9. bahwa mereka adalah generasi siap dan mampu.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Mantapkan dan matangkan. 12. Jalan Pintas Guru Unggul 1. Belajar besama untuk menyukai segala yang tidak enak. Sebagaimana komunikasi suami istri dalam keterbukaan segala hal. Sekali lagi sukai dan jangan mencemooh apalagi melarikan diri. Hentikan keluhan di hadapan anak didik. Bujuklah kerumunan anak didik menjadi komonitas dan tim yang solid. Renungkan azam dan niat awal Anda. 13. Salah satu teknisnya adalah optimalkan lingkaran yang diamanahkan kepada kita. Bertanyalah kenapa siswa kita bertanya yang demikian. ada peluang terbuka jadi guru. Anda masuk. berkomentar? 7. segala yang pahit. Sadari pengaruh hidup dari lingkungan. Suara guru atas penampilan diri kita. Nahhhh. Bertanyalah mengapa hasil siswa kita seperti ini dan atau seperti itu? Lakukan evaluasi diri dari pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Berikan penilaian pada siswa Anda. Mulai dari diri Anda untuk berkomitmen. 4. 14. Dengarkan pertanyaan siswa Anda. 8. Apa. segala yang menyakitkan. Beri stempel bahwa mereka semua pandai dan cukup dewasa. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.

Segala yang layak mendapatkan penghargaan.(QS. Tinggalkan segera segala yang tiada manfaat. Buatlah Janji untuk ditepati. 22. Jauhi gunjing menggunjing Libatkan Robb Anda Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Buatlah awal pembicaraan dengan siswa Anda segala yang layak didengar. 24. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Saat ini waktu memutuskannya. Pasti tidak ada magnitnya. 4:9) Halaman : 20 . Jangan obral janji 20... Tawaran. Ubahlah kepemimpinan serba memerintah menuju kepemimpinan serba kerja bersama. Selalu mendahulukan kepentingan anak didik atau kepentingan teman guru lainnya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Perjuangkan segala yang menjadi hak anak didik. 17. Katakan bahwa Anda telah prima. Ajukan tawaran. Mengajarlah materi pembelajaran yang bener-bener telah dikuasi. Segala yang layak ditindaklanjuti.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Paling tidak teah dipraktekkan. 21. Jangan asal kutip sumber informasi dari teks book atau sumber lainnya. Tawaran dan tawaran. 25. Latihlah diri Anda dapat jalan alternatif saat mendapatkan jalan buntu. Jalan buntu itu hanya sebatas pandangan mata kita saja. Anda telah unggul. Jangan asal ngomong. Anda telah efektif. 23. 16. Walau harus memberi taaran hingga ke seribu. 18. Tetapi materi pembelajari telah terhayati. 19. Saat ini sudah luar biasa.

Tapi anak usia 7 tahun mendapatkan gelar Doktor Kehormatan. bahwa inilah surat cinta dari Sang Maha Lembut.(QS. Husein diundang dalam berbagai acara Qur’ani. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. satu bernama Musa dan satu lagi bernama Muhammad (hal 14).” (QS 7:157). (M. Jadi buku ini sangat berguna sekali bagi orangtua yang menginginkan mengenalkan dunia Al-Qur’an yang menyenangkan kepada anakanaknya. Usia tua mendapatkan gelar Doktor. hadirin akan menyebutkan potongan sebuah ayat dan bertanya. berbagai pertanyaan diajukan kepadanya. Husein seperti biasa duduk di depan mikrofon dan para hadirin silih berganti mengajukan berbagai pertanyaan kepadanya. pada masa pemerintahan monarki. Namun anak diajak untuk menyelami sebuah firman sebuah firman cinta dari Allah. Buku ini juga mempersembahkan metode menyenangkan untuk hafalan dan pemahaman Al-Qur’an buat anak-anak. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College Islamic University. Yang dimaksud Husein. misalnya. Atau orang yang telah menempuh pendidikan strata tersebut untuk mendapatkan gelar Doktor juga wajar.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i. hadirin menyebutkan arti/makna sebuah ayat dan menanyakan. Minggu. (Dia) membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Situs BBC Online memberitakan bahwa sekitar 13. Nurul Ummah. Faqih. dia memiliki 2 paman. 80-90 Magister Kehormatan.000 muslim Inggris datang menemui Husein di Islamic Centre yang berlokasi di barat laut London. Husein cilik akan terdiam sebentar. Luar biasa. Husein menjawab semuanya dengan lancar. lengkap dengan artinya.. “Engkau memiliki berapa orang paman?” Husein selalu menjawab dengan menggunakan ayat Al-Qur’an. Sastra Indonesia UGM) Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. sepertinya itu tidak wajar. di baris ke berapa. Selama 2 pekan itu. (hal 19). wajar. “Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?”. di halaman mana ayat itu berada. teruji dari pengalaman Husein dan ratusan bocah serupa. “Apa bunyi ayat yang saya maksudkan?”. Dengan begitu Al-Qur’an bukan lagi sekadar huruf-huruf dengan bentuk dan bunyi yang asing bagi anak-anak. sehingga pertanyaan tadi dijawabnya dengan dua ayat.” Atau. seolah-olah sedang mencari-cari file data dalam benaknya. Buku ini dibagi menjadi empat bab. Yang dimaksud Husein. lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan mereka dari belenggu dan penindasan itu. Dalam pertemuanpertemuan itu. Tepat pada tanggal 19 Oktober 1998 lelaki cilik itu menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang ‘Science of The Retention On the Holy Qur’an’ dengan nilai yang diraih 93. Bab pertama menjelaskan tentang saat-saat menakjubkan di luar dan dalam negeri Mukjizat Abad 20 Doctor Honoris Causa 7 tahun. Seseorang bertanya kepadanya. Resensi di Harian Kedaulatan Rakyat. Sang Pemilik Alam Semesta. rakyat Iran terbelenggu dan tertindas. Mahasiswa FIB. dia akan menyebutkan ayat itu. tapi dimotivasi untuk menyadari. Mereka tidak lagi dipaksa belajar membaca huruf-huruf asing itu dengan doktrin ‘harus. Bocah cilik itu bernama lengkap. dan matanya yang bundar indah berputarputar. Mereka bukan lagi diharuskan untuk menghafalkan ayat-ayat pendek tanpa tahu apa maknanya. Apalagi gelar Doctor Honoris Causa itu dari Hijaz College Islamic University. Bab tiga menjelaskan tentang metode penghafalan Al-Qur’an ala Si Doktor Cilik. Inggris.. Biasanya. Bab dua menjelaskan tentang anak kecil yang berbicara dengan Al-Qur’an yang lebih menekankan pada substansi buku ini. Husein menjawab. peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat Diploma. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. 4:9) Halaman : 21 . santri PP. 11 November 2007. Dan bab empat menjelaskan tentang hasil uji coba Rumah Qur’ani terhadap metode Doktor Cilik di Indonesia. karena kamu beragama Islam”. “Ayat ini di mana letaknya dalam Al-Qur’an?. Siapakah lelaki cilik itu? Dan seberapa pintarkah lelaki cilik itu?. Lalu dengan lancar. dan di atas 90 Doktor Kehormatan (Honoris Causa). 70-80 Sarjana Kehormatan. Dia memang sudah biasa dengan forum semacam itu sejak usia 5 tahun. Sehingga membuat mereka menghayati makna Al-Qur’an serta bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Sudah sampaikah kepadamu kisah Musa (QS 79:15)” dan “Muhammad itu adalah utusan Allah (QS 48:29)”. Husein datang ke Inggris 2 pekan sebelum akhirnya dia menerima Doctor Honoris Causa. sebagian yang lain menanyakan pertanyaan sederhana.

Peranturan dan tata tertib di sekolah tidak mengatur batasan pakaian dan pergaulan yang sesuai dengan aturan syariat. berlebihan sehingga mampu menarik perhatian seksual laki-laki. Dalam tulisan sederhana ini kami hanya membatasi akar budaya mesum pelajar. 45 Surabaya. Dewan Imamah Nusantara pernah menggelar dialog dan dengar pendapat dengan anggota DPR yang tergabung dalam pnasus RUU Antipornografi dan Pornografi (RUU APP). Budaya kholwat yaitu bercampur antara laki-laki dan perempuan baik di dalam kelas. seraya menunjuk wajah dan telapak tangannya. Mendasarkan pembahasan di atas dapat ditelusuri akar permasalahan mengapa terdapat budaya mesum pelajar? 1. Hal ini menarik dibahas karena budaya ini sudah membahayakan. tidak diperkenankan terlihat darinya kecuali ini dan ini. Saat itu Rasulullah sholallah alaihi was salam berpaling. Para pelajar perempuan yang tidak menutup aurot tersebut berhias. Namun hasilnya hingga sekarang tidak jelas jluntrungnya. Aurat bagi perempuan yang sedang keluar rumah adalah kerudung (al-khimâr) yang menutup seluruh kepala.(QS. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. kecuali wajah hingga dada (al-Nur: 31) dan pakaian bagian bawahnya diwajibkan mengenakan al-jilbâb (al-Ahzab: 59). yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. (HR Abu Dawud) Busana perempuan dalam harus ditata. Para peserta yang hadir menyepakati bahwa pornografi merupakan akar penyebab tindakkan mesum (baca perzinaan). Udah menjadi tradisi dan tidak lagi menjadi hal yang tabu. Berhias yang berlebihan termasuk memakai parfum yang menimbulkan daya syahwat laki-laki. 20 Maret 2006 bertepatan 19 Shafar 1427 H di Hotel Santika Surabaya Jl. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. 3.. Para orang tua dan guru sudah tidak risi lagi jika mendapatkan kabar terjadi perbuatan mesum pelajar. di kegiatankegiatan sekolah intra atau ekstra dan atau saat mereka lepas dari sekolah. Ada baiknya peristiwa ini kita jadikan teladan. Inilah yang disebut dengan aurot.. Batasan minimalnya adalah memperhatikan apakah dandanya mencolok. Tanggung jawab dan nasehat dari pihak sekolah sangat lemah. Pandegiling Raya Darmo No. Demikian pula busana laki-laki. seraya bersabda: Wahai Asma’. 4:9) Halaman : 22 . Suatu hari putrid Sahabat Abu Bakar yang bernama Asma’ masuk ke dalam kamar Rasulullah sholallah alaihi was salam. 4. Pelajar baik laki-laki maupun perempuan di negeri kita ini memakai pakaian yang tidak menutup aurot 2. sesungguhnya perempuan jika telah mencapai usia baligh. diatur dan diberi batasan tidak dibiarkan bebas. Jilbab itu merupakan baju yang menutup seluruh tubuh hingga telapak kaki. Baik laki-laki tersebut sesama temannya maupun laki-laki itu gurunya. wujuduh ka adamih. dandanannya menimbulkan daya tarik laki-laki sehingga syahwat birahi seksnya meledak-ledak. Di samping memperhatikan pakaian terdapat tata cara berhias saat para perempuan di luar rumah. Tepatnya Senin. Putri tersebut memakai busana yang tipis.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani.

Media. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. 4:9) Halaman : 23 . Perkembangan modes. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. oleh gurunya atau oleh keluarganya sendiri memberi dampak pada prilaku seks pelajar. 21.(QS. dan vila atau hotel yang memberi akses bebas bagi para pelajar untuk berbuat mesum. di masyarakat atau di rumah. Menjamurnya warung cethe. Orang tua memberi fasilitas agar pelajar dapat menjalankan akses mesum secara sempurna. 23. Para pelajar diberi akses bebas memanfaatkan pariwisata untuk perbuatan mesum 18. 12. 9. 5. Iklan ini memberi akses bebas setiap saat kepada semua usia. Tidak ada sanksi yang menjerakan. Akses bebas terhadap pornografi dan pornoaksi didapat oleh para pelajar dari berbagai sumber. 11. Ada upaya dari bangsa penjah. 22. Pemerintah yang ragu. warung café. Kehidupan rumah yang tidak sholih. Baik itu media tertulis atau bergambar. Perlakuan kekerasan seks dini baik oleh tetangganya. 17. bentuk dan trend pakaian 16. 20. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. (Mohon maaf) kadang-kadang pergaulan orang tua di rumah atau di luar rumah juga memberi dampak pada persepsi putra-putrinya. tayangan TV ataupun saluran internet. negara barat untuk merusak moral generasi muda dengan pergaulan bebas yang mengarah perbuatan mesum. Tauladan para guru di sekolah udah sirna. Rokok. 8. dan jalur baik di sekolah. 10. narkoba dan miras merupakan teman dan pintu perbuatan mesum pelajar. Kebijaksanaan pariwisata yang diambil dan diterapkan oleh pemerintah sangat tidak tepat karena hanya mementingkan pemerolehan PAD saja tanpa memperhatikan dampak kerusakkan moral. 15. Budaya pergaulan gaul. Sanksi yang diberikan kadang-kadang hanya menimbulkan dampak psikologis saja. Iklan perusahan menggunakan adegan porno baik yang ditampilkan lewat tayangan TV dan atau gambar-gambar banner di pinggir jalan. Orang tua anak-anak pelajar yang TKI dan TKW juga menjadi penyebab adanya kegiatan mesum pelajar. perasaan dan kesadaran agar jera bagi pelakunya dan bagi yang melihat hukuman tersebut sehingga tidak berani coba-coba. Yaitu memberi pengaruh baik secara fisik. 13. Jika budaya cium pipi kanan cium pipi kiri diterapkan dan anak menyaksikan maka itu sama saja dengan cara pembelajaran terefektif agar anak berbuat mesum. 19.. Tidak tegas terhadap pembatasan dan pemberian sanksi terhadap media menjadikan media porno berkembang cepat dan mudah diakses oleh semua usia. 7.. tidak harmonis terdapat keretakan komunikasi. Peranan agama telah dikebiri 14. Jeratan makelar perdagangan seks. Kehidupan dan budaya global yang masuk tanpa difilter. Belum menyentuh pada tujuan utama sebuah hukuman. 24. Para orang tua memberi kelonggoran pergaulan semi bebas dan atau bebas pada putra dan putrinya 6.

dimandikan dan bentuk bantuan lainnya. lambat laun dapat makan. generasi pengamen. Maka para pejabat tersebut mendatangi toko. digandeng dalam berjalan. Para orang tua menyiapkan generasinya agar tidak menjadi generasi peminta-minta. Lima hari beikurtnya saat menanyakan pengumuman juga bersama ibunya. Mengapa mereka berprofesi yang tidak ada kemulyaan. berjalan dan berpakain sendiri. tetapi dia ingin hidup enak. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.. Hebatnya dia ditemani dan diantar langsung oleh ibunya yang sudah berusia di atas lima-lima tahun. Beberapa anak SD kelas tiga belum dapat melayani dirinya sendiri. Profesi ini terorganisai dengan baik dan dilakukan oleh orang yang sudah memiliki kecukupan hidup. Kedua adalah mereka yang bermalas-malas melakukan pekerjaan yang dianggap berat. rekanan kerja atau pihak lainnya yang membutuhkan jasa dia untuk mengajukan permohonan-permohonan sumbangan dengan segala macam dalih. Salah satu tugas orang tua adalah memandirikan anak agar dapat menatap kehidupan masa yang lebih sulit dari masa yang dialami para orang tua. Mereka sebenarnya dapat bekerja dan bahkan memiliki lahan pekerjaan tetapi malas Ketiga ingin memperkaya diri dengan jalan pintas Keempat sangat ingin menikmati sesuatu tetapi tidak punya. Bahkan secara pendidikan sangat rendah. Tentu saja para pendidik dan orang tua tidak rela Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. sarjana ini juga ditemani ibunya hingga usia test. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. generasi hedoisme tetapi yang kuat aqidah dan kuat ekonominya. mandi. disuapi. menyetelika atau pekerjaan untuk dia hidup dan menghadapi dirinya sendiri. Bahkan saat ini tidak jarang ditemukan anak-anak usia SLTP juga belum dapat mencuci bajunya sendiri. Kemandirian belum dimiliki oleh sarjana tersebut. Kondisi masyarakat kita yang terjerumus ke dalam peminta-minta adalah disebabkan oleh faktor-faktor: Pertama yaitu masyarakat yang lemah ekonomi dikarenakan tidak memiliki skill kehidupan dan skhill yang dibutuhkan oleh kehidupan. Pemintaminta ini keliling ke setiap rumah. baik bus kota maupun bus antar kota pasti akan mendapatkan hiburan dari para pengamen. Benarkah mengamen itu bekerja? Ataukah mengamen itu hanya bentuk lain dari meminta-minta? Kalau tidak boleh dibilang mengemis? Setiap hari di kantor LPI Al Azhaar tidak kurang dari 3 orang yang rutin meminta-minta.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani.. Saat ini mengamen juga dilakukan dari rumah ke rumah. Semisal atas dorongan mmiliki dan menikmati sesuatu tetapi gajinya tidak menukup. Prinsip kemandirian adalah mengerjakaan sesuai tahapan dan kemampuan sendiri. Setiap kita berziarah ke makam para walisonggo pasti akan disambut segerombolan orang yang berprofesi meminta-minta. dapatkah dijelaskan bahwa mengamen merupakan bentuk kemandirian anak dalam hidupnya. lalu dia memikul seikat kayu bakar di atas punggungnnya kemudian dia jual sehingga dengan begitu Allah menyelamatkan mukanya adalah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. wawancara dan micro teaching.(QS. Seorang bayi tidak hidup dalam ketergantungan disusui. Bahkan dalam satu perjalanan mendapatkan lebih dari lima kali pengamen. 4:9) Halaman : 24 . Seseorang di antara kamu mengambil talinya. Dua minggu berikutnya diadakan test tulis. Mengamen sudah dipandang sebagai pekerjaan. bahkan mendekati kehinaan? Dua tahun yang lalu ada seorang sarjana menyampaikan surat lamaran pekerjaan ke kantor LPI Al Azhaar. Namun dia dilatih dan dibiasakan mengurangi ketergantungan prilaku tersebut. baik diberi maupun ditolak (HR Bukhori) Setiap naik bus. Jika pandangan kita seperti itu. demikian simpulan para penguji saat itu sehingga tidak dapat diluluskan. Kasus meminta-minta juga terjadi di lingkunagn para pejabat. Kemadirian merupakan prilaku hidup yang tidak dalam ketergantungan mutlak dan selamanya. Yang lebih menyakitkan hati kita adalah mobil keliling memintaminta atas nama pembangunan masjid atau pesantren.

Keenam membiasakan hidup untuk menolong orang lain. Teladan berwiraswasta telah diberikan para nabi.. tidak disukai oleh Allah dan harga dirinya rendah. Zuhud bukan berarti melupakan dunia tetapi memanfaatkan dunia seoptimal mungkin. Dalam QS 28:27-28 dijelaskan Nabi Musa bekerja sebagai penggembala domba milik Nabi Syu’aib selama delapan tahun. dijelaskan tentang keterampilan Nabi Daud mebuat baju besi. mendikti dan tanpa dilakukan pendekatan kemandirian anak. Pekerjaan yang dilakukan oleh anak ini sifatnya adalah melatih. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan. 4:9) Halaman : 25 . Bahkan para pendidik dan orang tua perlu menanamkan doktrin hukum para peminta-pinta itu dosa. Para pendidik dan orang tua apabila menyaksikan anak dalam pergaulan dengan teman sebaya. maka latihlah melakukan pekerjaan ringan sebagai latihan kemudian setelah dapat melaksanakan dengan baik baru permintaannya dikabulkan. kaca cendela. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Para pendidik dan orang tua sudah selayaknya bertekat untuk menghasilkan generasi mandiri. konkrit dan dilaksanakan bersama-sama. Membangkitkan Motivasi Bekerja Tanggung jawab terpenting yang harus dimiliki oleh para pendidik dan orang tua adalah memotivasi untuk mendapatkan pekerjaan yang bebas baik itu pertukangan. para pendidik dan orang tua melatih dan membiasakan kemandirian anak dengan memberi pendidikan zuhud. Kasus yang ada saat ini adalah para pendidik dan orang tua mengkabulkan permintaan anak bersifat menjejali. Zuhud merupakan upaya memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori kuntu ar’al ghonama qorooriitho liahli makkah. pertanian. bila generasi yang sekarang diasuh terjerumus sebagai peminta-minta. berempati atas kesusahan orang lain tanpa harus menunggu orang lain meminta-minta. Dan Rasulullah juga pernah sebagai penggembala domba. Upaya yang dilakukan oleh para pendidik dan orang tua ini untuk membentuk mental dan karakter kripribadian agar tidak terbiasa hidup hedoisme dengan jalan pintas meminta-minta. menyiram bunga dan alangkah baiknya anak-anak kemudian diberi tugas dan jadwal. Untuk membentuk karakter mental dan kepribadian agar tidak terjerumus meminta-minta dan memiliki kemandirian. Kedua apabila anak-anak meminta atau menginkan sesuatu baik harus dibeli ataupun tidak hendaknya para pendidik dan orang tua mengajak diskusi dengan cara apa anak-anak dapat memenuhi keinginannya jika pada suatu saat para pendidik dan orang tua sudah tidak mendampingi. bengkel. meminta sesuatu yang dimiliki oleh teman sebayanya hendaknya menasehatinya dan mengarahkan agar tidak punya sifat memintaminta. Rasulullah juga dua kali pergi ke Syam untuk berniaga. Dan pekerjaan Nabi Musa nilia sebagai maskawin perkawinannya dengan putri Nabi Syu’aib. Zuhud merupakan sifat dan sikap qonaah atas pemberiaan yang diberikan oleh Allah dan mencukupkan dirinya dari apa yang telah dimiliki. yang telah ada. membiaakan dan memberi pemahaman secara langsung. Dalam keadaan apapun dibiasakan dan ditumbuhkan rasa malu bila akan meminta-minta demi menjaga kehormatan dirinya. Dalam QS 21:80 dan QS 34:10-11. Keempat.. Kali pertama adalah ditemani dan bersama Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Semisal para pendidik dan orang tua mengajak anak-anak membersiahkan lantai. Aku (Rasulullah) pernah menggembala kambing dengan upah beberapa qiroth dari penduduk Mekkah. perdagangan maupun jasa. paling tidak yang dapat dilakukan oleh para pendidik dan orang tua adalah: Pertama. Anak semestinya dilatih agar menjauhkan diri dari sifat meminta-minta. serta terhina. perkebunan. Ketiga membiasakan dan melatih anak menjaga harga dirinya. jelek.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Jika anak-anak telah memahami bahwa harus dengan cara bekerja. melatih anak terlibat dalam pekerjaan keseharian. Dalam QS 11: 37-38 dijelaskan kegiatan Nabi Nuh dalam membuat bahtera yang selanjutnya beliau dengan para pengikutnya selamat dati banjir. Kelima membiasakan hidup hemat dengan cara menyisihkan apa yang diberikan oleh Allah untuk ditabung.(QS.

Untuk membangkitkan motivasi bekerja. Saat itu beliau masih berusia dua belas tahun. Minat dan menyenangi pekerjaan harus ditananamkan sejak usia muda sebagai upaya membentuk pribadi yang siap mandiri. Kemudian beliiau bertanya. 4:9) Halaman : 26 . menemui suatau kaum yang tidak bekerja. Imam Ahmad meriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda inna afdlolal kasbi kasbur rojuli min yadihi.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Memandirikan anak memang harus diupayakan. Umar bin Khaththab r. pamannya. Tidakkah takut jika kita meninggalkan anak-anak kita dalam kondisi lemah. tidak beraktifitas mencari rezki dan hanya berka: “ya Allah berilah aku rezki. Sedangkan Imam Asy Syafi’I berkata: Memindahkan batu besar dari atas gunung Adalah lebih aku sukai dari mengharapkan Pemberian orang Orang-orang mngatakan bahwa pekerjaan Seperti itu adalah cela Aku katakan bahwa selaha adala bagi Orang yang meminta-minta. memiliki skill dan bekerja dengan skillnya itu). mungkin setelah membaca artikel ini. “kalian dusta. sesungguhnya orang yang bertawakkal adalah orang yang menanamkan biji-bijian di tanah.(QS.. atau mungkin besuk pagi. berseru. Dan Umar bin Khaththab r. “kenapa kalian tidak bekerja”. Semoga Allah Ta’ala menjaga diri kita mendapatkan generasi yang tidak mandiri yaitu generasi pengemis dan pengamen.a. kemudian bertawakkal pada Allah”. tidak mandiri dan terbiasa tercukupi oleh kita kemudian untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangannya dia terpaksa harus meminta-minta. karena kita akan meninggalkan anak-anak kita. sesungguhnya Allah mencintai hanba yang bekerja (kreatif. Mereka menjawab.. sesungguhnya mencari nafkah yang paling mulia adalah mencari nafkahnya seseorang oleh tangannya sendiri (dari tangangannya sendiri). yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. berkata. Ibnu al jauzi meriwayatkan bahwa Umar bin Khaththab r. Sedangkan Ath Thobaroni. “kami bertawakkal”.a. Kali kedua adalah beliau ditemani Maisarah yaitu hamba sahaya Khotijah. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. “hendaknya tak seorang pun dari kalian hanya duduk saja. Abu Tholib. Ibnu “Adiy dan at Tirmidzi meriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda innallaha yuhibbul abdal muhtarifu.a. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. padalah ia tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak”.

sebagai umat terbaik atau khairu ummah (QS Ali Imran [3]: 110). dan olah raga sehingga mampu mengungguli pribadipribadi lainnya. tetapi berlaku umum manakala kaum Muslim memenuhi syarat-syarat generasi unggulan itu. dan sekolah yang saat ini sangat memprihatinkan. Akan tetapi. ada yang mengkhususkan dirinya untuk memperjuangkan sekolahsekolah sejenis yang semakin marak. dan orang-orang shalih. Persoalannya. kelompok masyarakat. Kepribadian yang unggul di akhirat lantaran telah terlatih memaksimalkan segala yang dimiliki dan diperolehnya di dunia untuk kepentingan mendapatkan negeri akhirat (Lihat: QS al-Qashash [28]: 77). Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. yang dihuni oleh para pabi. tanpa mengurangi penghargaan terhadap usaha-usaha semacam itu.. yang terunggul di antara umat manusia. yang unggulan itu yang bagaimana? Generasi unggulan adalah generasi yang tersusun atas individu-individu yang memiliki kepribadian yang unggul di dunia akhirat.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Kepribadian yang unggul di dunia adalah kepribadian yang telah berhasil mencapai keunggulan dalam oleh pikir. Umat inilah yang digelari Allah Swt.. shiddiqîn.(QS. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membentuk generasi unggulan. Oleh Ummu Kultsum Umat Islam adalah umat yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah saw. tampaknya kita perlu berhitung secara obyektif mengenai kelebihan dan kekurangan dari sekolah terpadu ataupun pesantren tersebut. Mencetak Generasi Unggulan Lewat Pendidikan Alternatif Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai pihak.Kita yakin bahwa julukan khairu ummah bukan hanya untuk para sahabat Nabi. pilihan yang sepintas kelihatannya lebih baik adalah sekolah Islam terpadu (fullday school) dan pesantren modern (boarding school). sedangkan ibu berperan sebagai pelaksana harian dalam pendidikan anakanaknya. dalam kondisi prima memiliki keunggulan sumber daya manusia melebihi 10 orang kafir (Lihat: QS al-Anfal [8]: 65) dan dalam kondisi di bawah form pun masih mampu mengungguli 2 orang kafir (Lihat: QS al-Anfal [8]: 66). keluarga adalah benteng terakhir dalam penyelenggaraan pendidikan. baik individu. Ayah sebagai kepala rumah tangga berfungsi sebagai pemimpin (leader) yang mengarahkan pendidikan anak-anaknya sesuai dengan visi dan misi pendidikan Islam. Pada tataran masyarakat awam ada anggapan bahwa anak-anak mereka akan menjadi lebih baik keislamannya hanya jika anak-anak mereka bersekolah di pesantren. Visi dan misi itu wajib dimiliki seluruh umat Islam. keluarga. dan negara. Terwujudnya generasi unggulan dunia dan akhirat itulah visi yang mesti ditetapkan bagi seluruh usaha pendidikan yang diselenggarakan oleh kaum Muslim. maupun negara. Bahkan. 4:9) Halaman : 27 . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Pada kalangan aktivis dakwah ada sebagian pandangan bahwa anak-anak mereka dapat terhindar dari pengaruh negatif lingkungan yang tidak Islami dan dapat lebih mengental warna keislamannya dengan cara bersekolah di sekolah Islam terpadu atau pesantren. yaitu keluarga. negara. olah rasa. akan lahir kembali generasi unggulan sebagaimana generasi pertama umat ini dulu. para syuhada. dengan melihat kondisi masyarakat. ketika masyarakat tidak berdaya dan negara pun berlepas diri. Melihat kenyataan tersebut. Memang. Dengan visi dan misi itu. masyarakat. dalam kondisi saat ini. Manusia yang unggul di akhirat adalah manusia penghuni surga tertinggi dan paling tengah. yaitu Jannah al-Firdaus.

menjadi aktivis gerakan sekular liberal. Efektivitas penanaman nilai.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. tidak terjangkau oleh kalangan ekonomi lemah. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. umumnya alumni pondok pesantren larut dengan lingkungan masyarakat pergaulannya. Dengan melihat poin ke-4 maka orangtua harus mempunyai tenaga ekstra untuk menghapus pemahaman yang bertentangan dengan akidah Islam dan atau syariat Islam yang sudah beberapa saat mengendap dalam benak anak. Dengan harapan. namun relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pesantren salafiyah yang hanya mengajarkan tsaqâfah Islam. Dilihat dari 12 segi di atas. Belum ada satu bukti alumni pondok pesantren yang mayoritas maupun rata-ratanya menjadi pengemban ideologi Islam. 10. 8. 2. Efek multiplier dalam masyarakat. Kontrol orangtua. Terlalu banyaknya tsaqâfah Islam yang dipelajari yang kurang terfokus pada materi pendidikan yang urgen bagi kehidupan anak. 11. 6. Yang ketemu paham sekular liberalis. 3.. Bagi anak-anak yang sudah masuk pesantren hal ini hanya dapat dilakukan pada saat libur sekolah setahun sekali. kita bisa menemukan alternatif lain yang bisa kita lakukan untuk memecahkan permasalahan ini. Karena kurikulum lembaga pendidikan formal ditentukan oleh negara. Pembentukan kepribadian. Siswa relatif mendapat lebih banyak mata pelajaran tsaqâfah Islam dibandingkan dengan sekolah umum. Efek multiplier dalam keluarga. Selanjutnya. 5. kita perlu mempertimbang efektivitas dan efisiensi pemberian materi pada model pendidikan tersebut dalam melahirkan generasi unggulan: apakah masih ada peluang bagi kita untuk memberikan usulan perubahan kurikulum yang memuat hal-hal yang memang urgen dan efektif bagi kehidupan anak. 5. kaum muslimin dan dakwah Islam. maka pembentukan syakhshiyyah islâmiyyah dalam definisi di atas tidak menjadi program utama. kaum Muslim. Bila tidak ada perubahan kurikulum. menjadi aktivis sosialis kiri. Sekolah lebih menekankan transfer pengetahuan Islam (ma‘ârif Islamiyah) dan aplikasi Islam yang terbatas pada ibadah ritual dan akhlak semata.. 4:9) Halaman : 28 . Sosialisasi dengan lingkungan. kita bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang ada serta meningkatkan kelebihankelebihan yang dimilikinya. Efektivitas waktu membentuk generasi unggulan. maka proses pendidikan yang dijalani si anak akan lebih lama daripada yang semestinya bilamana materi pelajaran bisa diseleksi dengan seefektif mungkin. Persoalan akan muncul setelah anak didik lulus dan berinteraksi dengan masyarakat.(QS. Pembiayaan. dan dakwah Islam. 9. yaitu: 1. Gerak dakwah. 6. 4. Efektivitas tenaga membentuk generasi unggulan. Kealamiahan: menghadapi kenyataan lingkungan masyarakat yang heterogen. Materi pelajaran. 3. 7. Orangtua memiliki kesempatan yang sangat kecil untuk dapat mengontrol perkembangan syakhshiyyah islâmiyyah anak-anaknya. Kelebihan dan kekurangan tersebut dapat kita lihat dari berbagai segi. 4. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. penulis melihat kelebihan atau kekurangan sekolah Islam terpadu atau pesantren umumnya: 1. Dengan melihat poin 2 dan 3. Yang ada justru sebaliknya. Relatif mahal. karena hanya dapat dilakukan di luar jam sekolah (yang relatif sedikit sekali) bahkan bagi yang menginap di pesantren hanya setahun sekali. Yang ketemu dengan gerakan Islam menjadi aktivis gerakan Islam. 12. 2. orangtua masih harus memberikan tambahan materi pelajaran di luar jam sekolah atau pesantren untuk menyempurnakan materi yang mempengaruhi pembentukan syakhshiyyah islâmiyyah. Yang ketemu dengan penganut sosialis.

dan mengawinkanmu. 11. 10. usia 13 tahun dipukul jika tidak melaksanakan shalat dan shaum. terutama ketika jenjang pendidikan anaknya bertambah tinggi dan semakin bertambah jumlah anaknya yang bersekolah. Di samping membereskan pekerjaan rumah tangga. Lebih rentan menghadapi kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat yang sangat heterogen kondisinya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. dan pikiran yang dipengaruhi oleh akidah Islam dan keterikatan terhadap syariat Islam. 12. Secara praktis. karena waktu anak habis di sekolah dan waktu yang tersisa tidak cukup untuk bergaul dengan masyarakat di sekitarnya. 4:9) Halaman : 29 . pengaruh yang ditularkan pada lingkungan masyarakat sekitarnya kurang terasa dan keluarga yang bersangkutan kurang termotivasi untuk mendorong masyarakat di sekitarnya membentuk syakhshiyyah islâmiyah anak-anak mereka. Tingkat efek multiplier dalam masyarakat sekitarnya juga rendah karena tidak cukup waktu untuk bergaul dengan mereka. 8.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. dll. Siswa-siswa yang lemah kepribadiannya akan lebih mudah terpengaruh dan sulit beradaptasi dengan kenyataan yang dihadapinya yang sangat berbeda dengan lingkungannya di sekolah. tadarus. berzikir. (2) lebih meningkatkan semangat mempelajari Islam (dengan cara membaca buku-buku keIslaman Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. pengaruh yang ditularkan kepada adik-adiknya sangat terbatas. mengajarimu. tenaga. diberi nama yang baik. Berkaitan dengan poin 1. Program Praktis Membentuk Generasi Unggulan dalam Keluarga Masa Kini Rasulullah Saw bersabda: Seorang anak diaqiqahi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Tingkat efek multiplier dalam keluarga rendah. usia 9 tahun dipisahkan tempat tidurnya. Jadi. Kemampuan sosialisasi dengan lingkungan relatif rendah. 7. 9.) Berdasarkan dalil tersebut di atas. tidak ada teman yang bisa diajak bermain. karena waktu bertemu dengan keluarga sangat terbatas. Namun demikian. berdoa. Anak-anak mereka menjadi mercusuar bagi anak-anak di lingkungannya. sekolah sejenis ini akan banyak membantu anak tersebut belajar bersosialisasi. (HR Ibn Hibban dari Anas r. jiwa. “Aku telah mendidikmu. karena lingkungannya yang homogen sehingga lebih mudah terjaga dari pengaruh negatif di luar lingkungan sekolah.. dan dihilangkan penyakitnya (dicukur rambut kepalanya). Jadi.a. Fokus perhatian orangtua sangat tersedot dalam menghadapi masalah ini. dan pikiran untuk gerak dakwahnya. Ibu hamil harus: (1) lebih mengoptimalkan pendekatan dirinya kepada Allah dengan meningkatkan ibadah: shalat. Dalam jangka panjang hal tersebut akan mempengaruhi kesempatan serta ketersediaan waktu. karena lebih terbiasa dengan suasana lingkungan yang homogen. khusus bagi lingkungan perumahan yang bersifat individual dan dalam kondisi keluarga yang kedua orangtuanya sibuk meniti jenjang karir.(QS. dakwah dari keluarga ini relatif kurang mengakar pada masyarakat di lingkungan sekitarnya. yang menerapkan aturan tertentu bagi seluruh siswanya. ayahnya mengawinkannya. ketika mereka di rumah tidak ada orang tua yang mendampinginya. orangtua yang kondisi ekonominya pas-pasan harus berusaha sedemikian rupa untuk dapat menutupi tingkat biaya yang relatif tinggi. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Khusus pada kasus ini. Hal ini mungkin terjadi mengingat anak lebih banyak bergaul dalam lingkungan sekolah saja. Orangtua sendiri relatif kurang menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar yang masih sangat memerlukan bimbingan keislaman. dan kalaupun mereka keluar rumah. tahapan pendidikan Islam untuk melahirkan generasi unggulan adalah sbb: Tahap 1: Pendidikan masa kehamilan. Usia 6 tahun ia diajarkan adab. Jika sudah menginjak usia 16 tahun. ibu mengkondisikan dirinya yang sedang mengandung janin agar selalu berada dalam suasana hati. Berkaitan dengan poin 8. dari azab yang disebabkan olehmu. Aku berlindung kepada Allah dari fitnah (yang disebabkan) kamu. lalu mendekatkan anaknya dengan tangannya sambil berkata. Lebih efektif dalam hal penanaman nilai.. Saat hamil ibu sudah dapat melakukan hal-hal yang dapat merangsang janin yang masih dalam keadaan fitrah tauhid (QS al-A‘raf [7]: 172).

8) Membiasakan memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat: bermain yang selektif dalam jenis permainannya. Waktu belajar adalah ba’da Subuh dan ba’da Maghrib sekitar 1/2-1 jam sesuai dengan kondisi masing-masing. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. 3) Membentuk idola para tokoh Islam. 7) Membaca doa sehari-hari. bahkan pelaksanaan perintah-perintah-Nya. Kegiatannya sehari-hari sudah terjadwal sedemikian rupa sehingga tidak ada waktu yang terbuang siasia. surat-surat pendek. 4:9) Halaman : 30 . tahfîzh. 12) Bapak bisa mengajak anak shalat berjamaah ke masjid atau manakala bepergian jauh selalu mampir ke masjid untuk menumbuh kecintaan anak pada masjid. bacaan al-Quran. menonton TV yang terkendali waktu dan programnya terutama program berita dan pengetahuan untuk menumbuhkan sikap intelektualitasnya dan terbiasa memperhatikan keadaan manusia termasuk kaum Muslim di berbagai negara dalam berbagai peristiwa. Ibu harus merangsang seluruh pancaindera anak dengan hal-hal yang tidak dilarang oleh Allah. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. shalawat.. 6) Membiasakan mengucapkan kalimat thayyibah sesuai dengan peristiwa yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari. dll. kisah-kisah para nabi dan para sahabat. terutama para sahabat. setiap hari. tadarrus. 5) Mengenalkan dan membiasakan membaca al-Quran secara bertahap: talqîn. 11) Mengkondisikan suasana di rumah senantiasa kental warna keislamannya. yang akan berlanjut dari tingkat SD. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. dst. program majelis taklim keluarga sudah dapat dimulai. doa. dll. 9) Memasukkan anak ke TK Islam yang materi pendidikannya lebih banyak keislamannya meliputi doa. belajar alQuran dengan metode iqra. Dengan demikian. waktu. 4) Menanamkan akhlak Islam. membuat klipping informasi penting. lagu-lagu Islami. membuat majalah dinding di rumah. istighfar. banyak membaca buku untuk memperluas wawasan. SMP. 10) Mengajak anak mengikuti kegiatan keislaman ayah atau ibu setiap ada kesempatan. membaca buku (dibacakan). Tahap 3: Pendidikan usia prasekolah. baik mengikuti maupun mengisi kajian keislaman.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. dan tempatnya. terbiasa mendengarkan program berita setiap hari. SMU.. Misalnya. 2) Menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah dengan menunjukkan sekaligus mengajak anak melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah dalam kehidupannya sehari-hari. Penanaman nilai-nilai Islam sudah dapat dilakukan dengan metode berpikir dan berdialog untuk menumbuhkan kesadaran akan keterikatannya dengan syariat Islam dan mempersiapkan anak memasuki usia balig secara matang. teman bermainnya. (3) mengalirkan semangat memperjuangkan kemuliaan Islam dan kaum Muslim dengan lebih giat lagi berdakwah dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatannya. 2) Bayi sering diperdengarkan bahasa Islam termasuk kalimat thayyibah. Anak-anak sudah mulai diajarkan untuk serius dan terencana dalam menjalani kehidupan. 1) Mengenalkan Allah melalui ciptaan-Nya dan segala sesuatu Pemberian Allah untuk manusia.(QS. Tahap 4: Pendidikan usia sekolah. Tahap 2: Pendidikan usia bayi (0-1 tahun). mengomentari apa saja yang dilihat dengan pemikiran-pemikiran Islam dan syariat Islam. Anak sudah dapat dilibatkan secara praktis dalam setiap usaha penanaman nilai-nilai Islam. gerakan dan bacaan shalat. Materi pelajaran ditujukan untuk membentuk kepribadian Islam serta yang diperlukan oleh umat Islam. sebagai teladan nilai-nilai Islam. 1) Bayi berkesempatan sebanyak mungkin menyaksikan ibu yang sedang menjalankan perintah-perintah Allah. ataupun menghadiri majelis ilmu yang membahas akidah Islam dan halal-haram) sebagai bekal untuk mendidik anaknya dan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupannya. dll. senang mengikuti kegiatan-kegiatan kajian keislaman. hadis.

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. do’a. 4) Mengamalkan apa yang dibolehkan dan diharamkan sehingga mulai mengatur kehidupan anak agar selalu terikat dengan syariat Islam. sudahkah langkah pendidikan dan dakwah yang mereka tempuh benar-benar melibatkan umat dalam upaya membangkitkan mereka? Bila pendidikan yang diperoleh anak-anak umat dan anak-anak para aktivis dakwah menciptakan gap. sehingga dapat dilanjutkan pada hukum Islam yang bersifat fardhu kifayah. gerak dakwah orangtua menjadi efektif karena mengakar pada lingkungan sekitar. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Tabel 1. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. Selanjutnya. Kita dapat melakuakn semua itu sambil memotivasi masyarakat sekitar agar terdorong untuk mendidik anak-anaknya menjadi generasi unggulan sehingga mereka membutuhkan adanya madrasah diniyah di lingkungan tersebut. dengan menggunakan fasilitas dan sarana yang ada maka kita dapat melaksanakan madrasah diniyah tersebut setiap sore hari ba’da sholat Ashar bagi anak usia SD atau ba’da Isya setiap hari bagi anak tingkat SMP/SMU/dst. dll. Selanjutnya. Dana yang diperlukan hanya untuk melengkapi buku-buku pokok sebagai pegangan dan buku-buku referensi tambahan sebagai pelengkap. 3) Melanjutkan hafalan qur’an. Pengajarnya adalah ayah dan ibu. Umur 7 sampai 10 tahun diajarkan hukum-hukum ibadah: shalat. haji. hadits. Salah satu metode yang dapat dilakukan misalnya dengan membuat buku catatan ibadah harian si anak. mulai pendisiplinan untuk menjalankan ibadah yang fardhu ‘ain (sampai kalau perlu dipukul) agar setelah memasuki usia baligh sudah tidak berat dan tidak lalai lagi dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya. Targetnya adalah pengenalan dan pelatihan (pembiasaan) praktek ibadah yang fardhu ‘ain. bukankah ini akan semakin menambah faktor kesulitan masuknya dakwah Islam ke tengah-tengah masyarakat. bacaan sholat dan artinya. shaum. ayah dan ibu bisa optimal dalam berdakwah karena waktunya tidak habis untuk menutupi biaya pendidikan yang relatif mahal. dll.. zakat. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Gambaran materi pengajaran pada anak usia sekolah dapat dilihat pada tabel 1. Bukankah keunggulan generasi yang ingin kita lahirkan adalah keunggulan generasi kaum Muslim. bukan keunggulan keturunan segelintir orang? Wallâhu a‘lam. dengan metode aqidah aqliyah secara praktis sebagaimana pendekatan Al Quran.. Ummu Kultsum. 2) Penanaman aqidah agar tertancap kuat dalam benak anak. Dengan demikian. Jadi sudah harus ditumbuhkan kesadaran akan keterikatannya dengan syariat Islam. majelis taklim keluarga ini akan lebih terasa langsung bagi lingkungannya ketika anak-anaknya bergaul dengan anak-anak tetangganya. fokus perhatian orangtua tidak hanya melulu pada masalah biaya pendidikan formal yang relatif tinggi bagi anakanaknya. agenda ramadhan. Gambaran materi pelajaran majelis taklim keluarga atau madrasah diniyah pada usia sekolah: Khatimah Dengan program pendidikan anak yang terjadwal rapi dan biaya yang sangat minim. Kepala RA dan Madrasah Diniyah serta praktisi pendidikan kemasyarakatan Usia Sekolah SD (umur 7 tahun sampai menjelan g baligh) Gambaran Materi Pengajaran Melatih anak menyiapkan diri menerima tugas-tugas kemanusiaan sebagai hamba Allah dengan cara: 1) Mulai konsentrasi belajar baca tulis dan selanjutnya dirangsang untuk gemar membaca. Orangtua terdorong untuk mewarnai lingkungan masyarakat sekitar yang akan menjadi lingkungan pergaulan dari anak-anaknya. Dengan demikian. Pada umur 10 tahun sampai baligh. Ironis sekali. sehingga diperlukan kajian tentang Islam sebagai aqidah dan syariat. para aktivis dakwah ingin menyelamatkan anak-anak mereka sambil membiarkan anak-anak masyarakat berada dalam keterpurukan pendidikan. Satu catatan buat para aktivis dakwah yang mengklaim dirinya bergerak di tengah-tengah umat. 4:9) Halaman : 31 .

dan mulai ditumbuhkan untuk mengambil peran dalam memuliakan Islam dan kaum muslimin sesuai dengan posisinya masing-masing.. jurnalistik. Materi yang urgen: 1) Mabda Islam dan perbandingannya dengan mabda lain 2) Kewajiban dakwah 3) Taqorrub ilallah 4) Fikrul Islam 5) Dirosat fil fikril Islam 6) Problematika umat 7) Bahasa arab dari segi nahwu shorofnya untuk diterapkan dalam mengkaji kitabkitab berbahasa Arab 8) Kajian tafsir 9) Kajian hadits 10) Kajian lanjutan tentang siroh nabi dan teladan para sahabat nabi 11) Latihan menjadi imam dan khutbah 12) Latihan menulis 13) Mulai mengikuti kegiatan-kegiatan edukatif yang ada secara pasif seperti seminar. teladan para sahabat (yang disampaikan dalam bentuk cerita). sehingga sudah wajib untuk melaksanakan hukum Islam secara sempurna. 8) Latihan berdiskusi dan menyampaikan materi ke Islaman 9) Mulai mengikuti kegiatan-kegiatan edukatif yang ada dengan aktif seperti seminar. akuntasi.(QS. 6) Mulai latihan berbicara di depan umum. bedah buku. siroh nabi. khot. baca puisi. percetakan.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. aliran-aliran sesat dan ajaran-ajaran yang membahayakan 7) Belajar ketrampilan khusus untuk mempersiapkan anak terjun ke masyarakat: komputer. Materi yang urgen: 1) Berinteraksi. tilawah. Dan anak didorong untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan dan bakatnya agar dapat memperoleh kemampuan maksimal dalam ketrampilanketrampilan khusus tersebut. Sehingga anak harus mulai digambarkan Islam secara utuh sebagai sebuah system aturan hidup (mabda). 11) Mulai mengkaji Islam secara langsung dari kitab-kitab berbahasa Arab Anak sudah menjadi anggota masyarakat yang siap bergerak bersama-sama masyarakat secara mandiri. dll. tajwid. berdiskusi dan berargumentasi serta berdebat menghadapi pengaruh ideology/kebudayaan selain Islam 2) Terus menggali tsaqofah Islam untuk diterapkan pada masalah-masalah yang dihadapinya di lingkungan masyarakat local maupun internasional 3) Menjadi panutan dan tempat bertanya bagi masyarakat di sekelilingnya 4) Dapat memanfaatkan ketrampilan-ketrampilan khusus yang dimilikinya sehingga dirinya menjadi eksis di masyarakat 5) Belajar bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi secara internasional 6) Belajar menjadi muqallid muttabi’ dan berijtihad dengan modal tsaqofah Islam yang memadai. SMP SMU Perguruan Tinggi/ Pasca SMU Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.. tabligh akbar. Materi yang urgen: 1) Analisa siroh nabi 2) Ulumul Qur’an 3) Ulumul hadits 4) Bahasa Arab lanjutan 5) Ushul fiqh 6) Mulai diungkap pemikiran-pemikiran kufur yang merusak. bahasa Arab untuk dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. dll Anak sudah memasuki masa baligh. tafsir. 10) Mulai aktif mengirimkan tulisan-tulisan ke media masa. dll. sehingga akan muncul para mujtahid yang sangat diperlukan ummat manusia di seluruh dunia. bedah buku. menjahit. 5) Memperbanyak tsaqofah Islam (ilmu pengetahuan yang berlandaskan aqidah Islam) seperti fiqh. elektro. montir. dll Anak sudah memahami Islam sebagai sebuah mabda. 4:9) Halaman : 32 . seperti membacakan ayat Qur’an. tagligh akbar. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. hadits. memasak.

dan Rasulullah sebagai apa? Pertanyaan ini penting dijawab agar upaya pengenalan anak kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi fokus. dan Rasul-Nya. Karenanya. anak harus mengenal: (1) Rasulullah saw. membela. bahkan umatnya. setiap orangtua senantiasa berupaya dan memanjatkan doa ke hadirat Allah Yang Mahasayang agar anak-anak mereka menjadi shalih/shalihah. sebagai manusia yang membawa wahyu-Nya. Zat Yang Mahaperkasa dan Rasulullah sebagai manusia utama. Bean? Alangkah rugi orangtua yang tidak berupaya untuk mengenalkan mereka kepada Allah. sebagai Penciptanya. Apa yang Dikenalkan? Persoalan utama yang harus dicamkan adalah anak harus mengenal Allah Swt. landasan pertama adalah cinta kepada anak. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Tentu. Tulisan ini memaparkan teknis praktis bagaimana agar anak sejak usia dini mengenal Allah dan RasulNya. (3) Sifat-sifat dan perikehidupan Rasulullah saw. secara syar‘i anak harus mengenal: (1) Allah Swt. Ketika orangtua hendak mendarahdagingkan kecintaan kepada Allah dan Rasul dalam setiap aliran darah anak-anaknya.. maka ia harus terlebih dulu menanamkan rasa cinta dalam jiwanya kepada anak-anak mereka. (2) Allah sebagai Tempat kembalinya. Adapun berkaitan dengan Rasulullah saw. sebagai suri teladan bagi manusia.. anak-anak adalah buah hati di dunia.. (4) Perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw. sinetron Bajaj Bajuri. bahkan di akhirat. Pertanyaan yang penting diajukan adalah: selama ini anak-anak kita lebih mengenal siapa? Apakah mereka telah mengenal Allah. (2) Rasulullah saw.. Landasan Pengenalan anak-anak kepada Allah dan Rasulullah ditujukan untuk menghunjamkan rasa cinta mereka kepada Allah Swt. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. 4:9) Halaman : 33 . Rasul. Sponge Bob. dan al-Quran? Ataukah mereka lebih mengenal Dora the Explorer.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. artis cilik. anak-anak adalah penerus generasi untuk menerapkan. Karena itu. Oleh: Dedeh Wahidah Achmad Anak adalah aset terbesar bagi orangtua. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. untuk Islam dan umatnya. Bagi orangtua. sebagai manusia pilihan. Adapun bagi umat. (4) Sifat-sifat Allah Swt. (5) Rasulullah saw. (3) Allah sebagai Zat Yang akan menghisabnya.(QS. Tidak cukup jika mereka sekadar mengenal nama atau cerita semata. dan memperjuangkan Islam. Mr. Menanamkan cinta hanya bisa dilakukan dengan cinta pula.

. Pendidikan anak secara formal berarti pendidikan di ruang kelas. jika berhasil. maka ibulah yang menjadi ustadzahnya. Katakan saja. Mendidik anak dengan seadanya apalagi asal jalan merupakan bentuk ketidaksungguhan. perlu banyak contoh nyata yang langsung dialaminya dalam mengenalkan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Abdullah bin Zubair. di rumah sejatinya dilakukan pendidikan rutin untuk anak-anak. Pada sisi lain. anak disekolahkan di sekolah yang pendidikan agamanya bagus. Ruang kelas dimaksud bukan hanya sekadar di sekolah. Langkah Praktis Anak-anak memiliki dunianya sendiri.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. adalah para pecinta Allah dan Rasul. dibuat agenda kuliah subuh. 4:9) Halaman : 34 . Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. perlu energi besar. Yasir dan Sumayyah. atau disuruh mengaji di masjid. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Misalnya. Bisa bersama-sama dengan orang lain atau khusus anak-anak kita sendiri. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. (2) Setiap berbicara dengan anak. mendidik anak harus secara sengaja dan terprogram. melainkan juga bisa masjid atau bahkan rumah. ucapan dan perilaku kita sebagai orangtua pun harus lahir dari rasa cinta kita kepada Allah Swt. cukup sulit. Gagal memiliki kecintaan dalam mengenalkan anak kepada Allah Swt. buahnya tak akan pernah hilang. dan bicaralah dengan penuh rasa cinta. Karenanya. ketika sang ayah keluar kota.(QS. Artinya. Cermin dari kecintaan ini adalah: (1) Tertanam dalam jiwa bahwa anak-anak itu adalah buah hatinya. Artinya. Begitu juga. Mungkinkah seseorang yang tidak mengenal Allah dan Rasul dapat mengenalkan anak-anaknya kepada Zat Yang Mahaperkasa dan Rasul pilihan tersebut? Mungkinkah orang yang hampa dari kecintaan kepada keduanya dapat menghunjamkan kecintaan kepada anak-anaknya? Mungkinkah orang yang mengenal Allah dan Rasul secara biasa-biasa saja dapat melahirkan generasi yang kecintaan kepada keduanya luar biasa? Ammar bin Yasir sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya karena ayah-ibunya. Ketiga. dan Rasulullah merupakan tanda utama kegagalannya.. pernah mengibaratkan bahwa mendidik anak di waktu kecil laksana mengukir di atas batu. Formal. (3) Niatkan bahwa apa yang disampaikan kepada anaknya adalah sebagai hadiah baik sekaligus tanda kasih sayangnya kepada mereka. Di antara langkah praktis yang dapat ditempuh antara lain: 1. Namun. setiap ucapan atau perilaku yang ditujukan untuk mengenalkan anak kepada al-Khaliq dan Rasulullah haruslah mengandung ’ruh’. Namun. dan kesabaran. tataplah matanya dengan cinta. ia dibina oleh orangtuanya Asma binti Abu Bakar dan Zubair al-Awwam. Pada sisi lain. Landasan kedua adalah didik anak dengan cinta. Ketika ayah ada di rumah maka yang memberi kuliah subuh kepada anak-anak adalah ayahnya. Nabi saw.

Mungkin mereka sambil tiduran. Secara psikologis. dll. Internalisasi. dibuat variasi sesuai dengan tema mengenalkan anak kepada Allah dan Rasul di atas. keindahan alam. dan Rasulullah saw. Buat kebiasaan. pasir. Sampaikan satu ayat atau hadis yang berkaitan. Hal yang sama dapat dilakukan untuk pohon. Hal ini dapat dilakukan menjelang tidur. Ayah dan ibu mengarang lagu sederhana sesuai tema. sekali-kali kuliah subuh berupa nyanyi bersama. Jelaskan contoh-contoh makna yang mereka alami di rumah. dan bintang. Setelah mereka shalat. Non-formal. tidak apa-apa. menanamkan anak mengenal Allah dan Rasul dapat dilakukan dengan mengajak mereka ke forum pengajian. perjuangan Nabi.. Meskipun mungkin mereka tidak mengerti. Saat azan subuh berkumandang. anak akan merasa segar. yaitu Allah Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. biasanya mereka segera bangun. Biarkan mereka terbiasa membaca buku-buku tersebut. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. pikiran jernih. saat Isya pulang dari masjid terlihat ada bulan. Bisa juga mereka diajak menonton film perjuangan Rasul (Ar-Risâlah) secara berseri untuk beberapa hari. bagus bonekanya? Dia akan bilang. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. munculkan kesabaran. tanpa kita sadari mereka akan mendarah-dagingkan sikap dan perjuangan ayah/ibunya untuk mencintai Allah Swt. kumpulkanlah semua anak-anak. Karenanya. Bisa juga mengoleksi CD berisi doa atau cerita anak Islam. bunga. sekolah. dll. laut. bulan. dan Rasulullah. bisa bergerak sendiri. kedap-kedip. Perlu juga. Ayah/ibu menjelaskan siapa Rasul dan perjuangannya. itu akan sangat membantu. Setelah itu. Hampir semua kejadian dapat digunakan untuk mengenalkan tautan jiwa kita itu kepada Allah Swt. jelaskan kehebatan Allah Swt. kita bisa bertanya kepada mereka. 3. Ajak sesekali mereka pada acara pengajian ayah atau ibunya. 2. Jika di rumah ada komputer atau laptop. Sebagai contoh.(QS. siapa pencipta bulan? Lalu sambil berjalan kita menjelaskan kekuasaan Allah terkait dengan langit. Internalisasi yang dimaksud di sini adalah mengenalkan anak kepada Allah dan Rasulullah melalui sikap dalam kehidupan keseharian. jalan. Seorang ayah atau ibu penting menjadi seorang pendongeng/pencerita hebat bagi anakanaknya. Jika tidak ada sarana elektronik. Secara non-formal. ayah atau ibunya yang menceritakan atau membacakan isi buku tersebut pada saat santai.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani. Kalaupun mereka sulit bangun. Tidak perlu lama. yang menciptakan adik bayi. 4:9) Halaman : 35 . belikan anak-anak buku bertemakan Allah dan Rasulullah. bagus. Mungkin anak kita suka main boneka. dll. katakan kepadanya bahwa manusia harus tunduk kepada Zat Yang Mahahebat. Jangan lupa. dll. ganti dengan bercerita tentang semua itu.. Anak-anak disuruh berdiri dan diajari bernyanyi. 10–15 menit cukup. bangunkan dengan penuh cinta. saat membangunkan anak telah dimainkan musik instrumentalia yang lembut mengalun. bangunkan anak-anak. Untuk lebih menanamkan ’ruh’ cinta mereka. Materinya. nangis. Kita tanya.

Swt. mempelajarinya dan mengamalkannya. kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan). cahayanya seperti cahaya matahari. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. ad-Dailami. Tidak perlu mengalah apalagi menyerah.dan Ad Darimi) Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu pada waktu kecil adalah seperti memahat batu.(QS. bahkan mengorbankan nyawa. maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Dirangkum oleh : MUHAMMAD IHSAN http://c.The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani Yuk kita bangun generasi qur'ani.com/assalamtafsir http://ccc. salah satunya karena dakwah. Akan bagus jika itu dilakukan juga di tengah malam saat para malaikat turun ke langit dunia. berjuang dengan harta. ada senjata orangtua yang sangat utama: doa! Setiap kali usai shalat. tetapi bukan milik kita. (HR ath-Thabrani dari Abu Darda’ ra.(HR Al Hakim. sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya. bersabda (yang artinya): Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda.1asphost. Ya. setelah shalat malam. dan al-Hakim).1asphost. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa. keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran". (HR al-Baihaqi. yang tidak pernah didapatkan di dunia. sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis di atas air. doakanlah anak-anak kita agar mengenal dan mencintai Allah dan Rasul-Nya.com/assalamquran http://ccc. maka ia mendapatkan pahala dua kali.) Rasulullah saw. Doakan dengan cinta dan airmata. 4. Jangan lupa.com/assalam Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. jadikanlah anak-anak kami mengenal serta mencintai-Mu dan Rasul-Mu! [] *PENUTUP* Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al Quran. pikiran. tetapi dirasa sulit mencapainya.1asphost. tenaga. Berusaha terus. Bayangkan wajah mereka satu persatu mulai dari yang terbesar.. Anak-anak kita memang lahir melalui kita.com/sibin http://ccc. Sering orangtua menghendaki anaknya begini atau begitu. maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat. 4:9) Halaman : 36 . Ketika itu datang berarti kesempatan untuk menjelaskan bahwa dakwah yang dilakukan ayah/ibu belum seberapa. Mintalah kepada-Nya dengan penuh kesungguhan dan tetes airmata kecintaan. Doakan satu persatu sambil menyebut namanya.1asphost. Allah. Rasulullah saw. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Barangkali kita sering kelihatan capai oleh anak-anak.Imam Ahmad..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful