P. 1
hukum mastrubasi

hukum mastrubasi

|Views: 27|Likes:

More info:

Published by: Arswendo Tjikoe Datunsolang on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/29/2012

pdf

text

original

Wa'alaikumussalam Wr Wb Apakah Onani Sama Dengan Zina Sayyid Sabiq menyebutkan bahwa telah terjadi perbedaan pendapat dikalangan

para ulama dalam permasalahan onani : 1. Para ulama madzhab Maliki, Syafi i dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram. Argumentasi mereka akan pengharaman onani ini adalah bahwa Allah swt telah memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam segala kondisi kecuali terhadap istri dan budak perempuannya. Apabila seseorang tidak melakukannya terhadap kedua orang itu kemudian melakukan onani maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang melampaui batasbatas dari apa yang telah dihalalkan Allah bagi mereka dan beralih kepada apa-apa yang diharamkan-Nya atas mereka. Firman Allah swt

Artinya : dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Mukminun : 5 7) 2. Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa onani hanya diharamkan dalam keadaan-keadaan tertentu dan wajib pada keadaan yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa onani menjadi wajib apabila ia takut jatuh kepada perzinahan jika tidak melakukannya. Hal ini juga didasarkan pada kaidah mengambil kemudharatan yang lebih ringan. Namun mereka mengharamkan apabila hanya sebatas untuk bersenang-senang dan membangkitkan syahwatnya. Mereka juga mengatakan bahwa onani tidak masalah jika orang itu sudah dikuasai oleh syahwatnya sementara ia tidak memiliki istri atau budak perempuan demi menenangkan syahwatnya. 3. Para ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa onani itu diharamkan kecuali apabila dilakukan karena takut dirinya jatuh kedalam perzinahan atau mengancam kesehatannya sementara ia tidak memiliki istri atau budak serta tidak memiliki kemampuan untuk menikah, jadi onani tidaklah masalah. 4. Ibnu Hazm berpendapat bahwa onani itu makruh dan tidak ada dosa didalamnya karena seseorang yang menyentuh kemaluannya dengan tangan kirinya adalah boleh menurut ijma seluruh ulama sehingga onani itu bukanlah suatu perbuatan yang diharamkan. Firman Allah swt

Artinya : Padahal Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu. (QS. Al An am : 119)

Begitu pula hukum onani seorang wanita sama dengan hukum onani seorang laki-laki. firman Allah swt Artinya : dan janganlah kamu mendekati zina. yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu. al Hasan dan sebagian ulama tabi in yang masyhur. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji.Dan onani tidaklah diterangkan kepada kita tentang keharamannya maka ia adalah halal sebagaimana firman-Nya : Artinya : Dia-lah Allah. Hal itu dikarenakan bahwa onani bukanlah termasuk dari perbuatan yang terpuji dan bukanlah prilaku yang mulia. (QS. Asy Syeikhul Imam Abu Amr bin Sholah didalam al Fatawa al Kabiroh menyebutkan bahwa setiap dosa yang besar atau berat maka bisa dikatakan bahwa itu adalah dosa besar. Diantara yang membolehkannya adalah Ibnu Abbas. laknat atau adzab. Mujahid mengatakan bahwa orang-orang terdahulu memerintahkan para pemudanya untuk melakukan onani untuk menjaga kesuciannya. (QS. Para pelakunya pun disifatkan dengan fasiq berdasarkan nash. (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113) . Adapun diantara tanda-tanda dosa besar adalah wajib atasnya hadd. (Fiqhus Sunnah juz III hal 424 426) Dari pendapat-pendapat para ulama diatas tidak ada dari mereka yang secara tegas menyatakan bahwa onani sama dengan zina yang sesungguhnya. Al Baqoroh : 29) 5. Para ulama yang lainnya mengatakan bahwa dosa besar adalah dosa yang diancam Allah swt dengan neraka atau hadd di dunia. dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat orang yang merubah batas-batas tanah. Al Hasan mengatakan bahwa dahulu mereka melakukannya saat dalam peperangan. Dan suatu jalan yang buruk. demikian pula pendapat Imam al Hasan Bashri. Ada cerita bahwa manusia pada saat itu pernah berbincang-bincang tentang onani maka ada sebagian mereka yang memakruhkannya dan sebagian lainnya membolehkannya. 6. Al Israa : 32) Adapun apakah perbuatan tersebut termasuk kedalam dosa besar ? Imam Nawawi menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang batasan dosa besar jika dibedakan dengan dosa kecil : Dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa dosa besar adalah segala dosa yang Allah akhiri dengan neraka. Diantara ulama yang berpendapat bahwa onani itu makruh adalah Ibnu Umar dan Atho . kemurkaan. diancam dengan siksa neraka dan sejensnya sebagaimana disebutkan didalam Al Qur an maupun Sunnah. seperti orang yang menyepelekan suatu dosa sehingga menjadi kebiasaan. Namun para ulama mengatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk kedalam muqoddimah zina (pendahuluan zina). Abu Hamid al Ghozali didalam al Basiith mengatakan bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada perasaan takut dan penyesalan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar.

(Roddul Mukhtar juz XV hal 75) Adapun mengeluarkan mani dengan menonton film-film porno maka ini lebih berat dari sekedar onani dikarenakan ia telah menyaksikan aurat orang lain yang tidak halal baginya. Hendaklah faktor yang mendorongnya untuk melepaskan diri dari kebiasaan onani adalah untuk menjalankan perintah Allah swt dan menghindari murka-Nya. seorang ulama di Saudi Arabia. baik dengan telapak tangan atau dengan cara yang lainnya. yaitu sama-sama mengeluarkan mani untuk mendapatkan satu kenikmatan apakah dikarenakan kondisi terpaksa atau tidak. Ibnu Abidin menyebutkan bahwa Perkataan onani itu makruh adalah secara zhahir ia adalah makruh yang tidak sampai haram. Mengarahkan fikiran. 3. . Sedangkan onani mempunyai arti sama dengan masturbasi. Muhammad Shaleh al Munjid. Namun ada yang berpendapat bahwa onani hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Karena terus menerus menghayal akan mendorongnya untuk melakukan perbuatan itu dan pada akhirnya menjadikannya kebiasaan sehingga sulit untuk dilepaskan. sehingga hukumnya bisa disamakan dengan hukum onani yang menggunakan tangan. (sumber : situs. bisikan dan menyibukan dirinya dengan perkara-perkara yang didalamnya terdapat kemaslahatan bagi dunia maupun akheratnya. Adapun mengeluarkan air mani dengan alat (sarana) tertentu selain tangan pada asalnya tidaklah berbeda dengan istmina dikarenakan subsatansi perbuatan itu adalah sama. Solusi Bagi Orang Yang Sudah Terbiasa Onani DR.Dari beberapa definisi dan tanda-tanda dosa besar maka perbuatan onani tidaklah termasuk kedalam dosa besar selama tidak dilakukan secara terus menerus atau menjadi suatu kebiasaan. tentunya terhadap Allah swt yang Maha Besar lagi Maha Mulia. (Mu jam Lughotil Fuqoha juz I hal 65) Masturbasi adalah menyentuh. menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat. Hendaknya seorang muslim tidak berfikir kecilnya dosa suatu kemasiatan yang dilakukannya akan tetapi terhadap siapa dia bermaksiat.info) Namun didalam buku-buku fiqih kata istimna (onani) ini adalah mengeluarkan mani dengan menggunakan tangan baik tangannya. Pada hakekatnya melihat aurat orang lain melalui menonton film porno sama dengan melihat auratnya secara langsung dan ini adalah haram. 2. sedangkan istilah masturbasi dapat berlaku pada perempuan maupun laki-laki. Apakah Onani Mesti Dengan Menggunakan Tangan Pada asalnya istimna (masturbasi) adalah mengeluarkan mani bukan melalui persetubuhan.kesrepro. Hal itu dikarenakan bahwa kedudukan onani seperti orang yang mengeluarkan mani baik dengan merapatkan kedua paha atau menekan perutnya. tangan istri atau tangan budak perempuannya. yaitu : 1. Mendorong dirinya untuk mengambil solusi mendasar dengan menikah sebagai pelaksanaan dari wasiat Rasulullah saw kepada para pemuda dalam permasalahan ini. menyebutkan beberapa solusi bagi orang-orang yang terbiasa melakukan perbuatan ini.

(HR. menghindarkan tidur telungkup yang dilarang Nabi saw. (HR. sakit punggung dan penyakit-penyakit lainnya yang telah disebutkan oleh para dokter. tidur diatas sisi kanan tubuhnya. Tirmidzi. Untuk itu sudah seharusnya dia menjauhkan diri dari tempat-tempat yang didalamnya terdapat perkara-perkara yang bisa menggelorakan dan menggerakkan syahwat. Menjaga pandangan dari melihat orang-orang atau foto-foto yang membawa fitnah apakah itu foto dari orang yang hidup atau sekedar gambar dengan matanya secara langsung. Hindari berada dalam kesendirian seperti bermalam sendirian. . 6. melemahkan alat reproduksi. Menyibukkan dirinya dengan berbagai ibadah dan menghindari untuk mengisi waktu-waktu kosongnya dengan maksiat. Jangan pula menggunakan obatobat penekan syahwat karena didalamnya terkandung berbagai bahaya bagi tubuh. 7. dikarenakan sebagian pemuda menganggap bahwa perbuatan ini dibolehkan dengan alasan menjaga diri dari zina atau homoseksual padahal kondisinya tidaklah sama sekali mendekati perbuatan yang keji (zina/homoseksual) tersebut. seperti bersumpah untuk tidak melakukannya lagi atau bernazar dikarenakan jika ia kembali melakukan hal itu maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang memutuskan sumpah yang telah dikokohkan. sebagaimana firman Allah swt Artinya : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya (QS. Demikian pula dengan penyakit kejiwaan seperti : stress. seperti. 8. berdzikir. Mengambil palajaran dari beberapa penyakit pada tubuh yang disebabkan kebiasaan melakukan onani seperti : melemahkan penglihatan dan syahwat. Mempersenjatai diri dengan kekuatan kehendak dan tekad serta tidak mudah meyerah terhadap setan. Dia juga perlu menghindari beberapa solusi yang aneh. An Nuur : 30) Juga sabda Rasulullah saw. Berkomitmen dengan adab-adab syari ah saat tidur. Janganlah engkau ikuti pandanganmu dengan pandangan yang selanjutnya. 9.4. Didalam sunnah disebutkan bahwa segala sesuatu yang dipakai untuk menghentikan syahwat secara keseluruhan adalah haram. 10. 5. Ahmad didalam shahihul jami 6919) Mengambil cara-cara penyembuhan Nabi saw berupa puasa. karena ia dapat menekan gejolak syahwat dan seksualnya. Didalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi saw melarang seseorang bermalam sendirian. Menghilangkan berbagai cara untuk mencari kepuasan yang salah. kegalauan hati dan yang lebih besar dari itu semua adalah meremehkan waktuwaktu sholat dikarenakan berulang kalinya mandi dan juga merusak puasanya (apabila dalam keadaan puasa). dan dihasankan didalam shahihul jami ) Pandangan pertama adalah pandangan spontanitas yang tidak ada dosa didalamnya sedangkan pandangan kedua adalah haram. Karena hal itu akan mendorongnya kepada perbuatan yang diharamkan.

Hal yang demikian dikarenakan diantara kewajiban kita adalah bersabar terhadap hal-hal yang diharamkan walaupun hal itu disukai oleh jiwa. Ini adalah solusi terbesar karena Allah swt senantiasa mengabulkan doa orang yang berdoa apabila dia berdoa. Bukhori) Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh Selain Kemaluan. diantara kewajiban yang tidak diragukan adalah kembali kepada Allah dan merendahkan dirinya dengan berdoa. sebagaimana sabda Rasulullah saw. memegang sesuatu yang diharamkan. . (HR. artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja.11. zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya. zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh. Bukhori. Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam : 1. Berhias dengan kesabaran dan iffah. didalam Fath no 1469) 12. (Fathul Bari juz XI hal 28) Meskipun demikian hukum zina tangan. (Majmu al Fatawa juz XXIV hal 145) Ibnul Qoyyim mengatakan. Barangsiapa yang menjaga diri (iffah) maka Allah akan menjaganya. (HR. Telah diketahui bahwa sifat iffah dalam diri pada akhirnya akan menghentikannya dari kebiasaan tersebut. Zina mata adalah pandangan. Apabila seseorang telah jatuh kedalam perbuatan maksiat ini maka segeralah bertaubat dan beristighfar serta melakukan perbuatan-perbuatan taat dengan tidak berputus asa karena putus asa adalah termasuk kedalam dosa besar. 13. Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu. Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. barangsiapa yang meminta pertolongan kepada Allah maka Allah akan menolongnya. lisan dan mata tidaklah sama dengan zina sebenarnya yang wajib atasnya hadd. Kemaksiatan yang didalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz VII hal 5348) Begitu pula penjelasan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan bersandar pada pendapat yang paling benar dari Imam Ahmad bahwa pelaku onani haruslah diberikan ta'zir. Akhirnya. (sumber: islam-qa. meminta pertolongan dari-Nya untuk melepaskan diri dari kebiasaan ini. Si pelakunya hanya dikenakan ta'zir dan peringatan keras. Kemaksiatan yang didalamnya ada hadd dan kafarat. DR Wahbah menyebutkan bahwa pelaku onani haruslah diberi ta'zir dan tidak dikenakan atasnya hadd. barangsiapa yang bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran kepadanya dan tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik atau lebih luas daripada kesabaran. 2. Karena itu kata selanjutnya adalah serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya. Adapun ta'zir adalah pada setiap kemaksiatan yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya. Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil.com) Hukum Zina Tangan atau Mata Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan.

Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri. Adapun contoh dari macam kedua adalah berjima pada siang hari di bulan Ramadhan. Untuk lebih jelasnya anda bisa baca dalam jawaban sebelumnya di rubrik ini tentang Berfantasi Saat Berhubungan Badan . Wallahu A lam . minum khomr. mencium orang asing dan berdua-duaan dengannya. bersetubuh saat ihram. zina dan menuduh orang berzina. masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung. darah.3. memakan daging bangkai. babi dan yang sejenisnya. (I lamul Muwaqqi in juz II hal 183) Adapun terkait dengan permasalahan orang-orang yang melampiaskan kepuasannya dengan menghayalkan orang lain maka ini termasuk zina maknawi. Adapun contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang dimiliki bersama antara dia dan orang lain. Kemaksiatan yang didalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->