Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: , al-khil fah al- abb s yyah) atau Bani Abbasiyah (Arab: , al- abb s yy n) adalah kekhalifahan kedua

Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad. Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang. Daftar isi [sembunyikan] 1 Pendahuluan 2 Menuju puncak keemasan 3 Pengaruh Mamluk 4 Pengaruh Bani Buwaih 5 Pengaruh Bani Seljuk 6 Kemunduran 6.1 Masa Disintegrasi (1000-1250 M) 6.2 Persaingan antar Bangsa 6.2.1 Yang berbangsa Persia: 6.2.2 Yang berbangsa Turki: 6.2.3 Yang berbangsa Kurdi: 6.2.4 Yang berbangsa Arab: 6.2.5 Yang mengaku dirinya sebagai khilafah: 6.3 Kemerosotan Ekonomi 6.4 Munculnya aliran-aliran sesat dan fanatisme kesukuan.

6.5 Ancaman dari Luar 6.6 Perang Salib 6.7 Serangan Bangsa Mongol dan Jatuhnya Baghdad 7 Kronologi Kekhalifahan Bani Abbasiyyah 8 Silsilah para khalifah 9 Kekhalifahan Abbasiyah di Kairo 10 Referensi 11 Sumber Lain 12 Lihat pula [sunting]Pendahuluan

Pada awalnya Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah. Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang nonArab, khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan. Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031. [sunting]Menuju puncak keemasan

Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah sebelumnya dari Bani Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah. Pola pemerintahan yang diterapkan oleh Daulah Abbasiyah berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M) s/d. 656 H (1258 M). Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima periode: Periode Pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Arab dan Persia pertama. Periode Kedua (232 H/847 M - 334 H/945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama. Periode Ketiga (334 H/945 M - 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. Periode Keempat (447 H/1055 M - 590 H/l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung). Periode Kelima (590 H/1194 M - 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol. Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja'far al-Manshur (754-775 M), yang keras menghadapi lawanlawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi'ah. Untuk memperkuat kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya, al-Manshur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani melakukannya, dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 755 M, karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya. Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Baghdad, dekat bekas ibu kota Persia, Ctesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya, di antaranya dengan membuat semacam lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementrian yang ada, Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari

Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. Pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah. Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. Di antara usahausaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus, Daylami di laut Kaspia, Turki di bagian lain Oxus dan India. Pada masa al-Manshur ini, pengertian khalifah kembali berubah. Dia berkata: Innama anii Sulthan Allah fi ardhihi (sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di bumiNya) Dengan demikian, konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi sesudahnya merupakan mandat dari Allah, bukan dari manusia, bukan pula sekedar pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al- Khulafa' al-Rasyiduun. Disamping itu, berbeda dari daulat Bani Umayyah, khalifahkhalifah Abbasiyah memakai "gelar tahta", seperti al-Manshur, dan belakangan gelar tahta ini lebih populer daripada nama yang sebenarnya. Kalau dasar-dasar pemerintahan daulah Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al-Abbas asSaffah dan al-Manshur, maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya, yaitu al-Mahdi (775-785 M), al-Hadi (775- 786 M), Harun Ar-Rasyid (786-809 M), alMa'mun (813-833 M), al-Mu'tashim (833-842 M), al-Watsiq (842-847 M), dan al-Mutawakkil (847861 M). Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi. Terkecuali itu dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. Bashrah menjadi pelabuhan yang penting. Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah (786-809 M) dan puteranya al-Ma'mun (813-833 M). Kekayaan negara banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial, dan mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Disamping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi. Al-Ma'mun, pengganti Harun Ar-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu filsafat. Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk

Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid . Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Sebelumnya. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah. Dalam bidang pendidikan. yaitu lembaga pendidikan terendah. Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad. Akan tetapi. pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat.menerjemahkan buku-buku Yunani. fiqh dan bahasa. Ia juga banyak mendirikan sekolah. puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini. hadits. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Ketika itu. Dengan demikian. Sebagaimana diuraikan di atas. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah. di awal Islam. Al-Mu'tasim. yang membawahi kepalakepala departemen. seperti tafsir. tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat: Maktab/Kuttab dan masjid. ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pada masa Al-Ma'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas. ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli (wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah). Disamping itu. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. dan konflik antar bangsa dan aliran pemikiran keagamaan. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab Islam. dimana para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya. gerakan Syi'ah. kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat di zaman Bani Umayyah. memberi peluang besar kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. semuanya dapat dipadamkan. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. Dalam penyelenggaraan negara. revolusi al-Khawarij di Afrika Utara. dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama. tempat anak-anak mengenal dasardasar bacaan. belum ada tentara khusus yang profesional. khalifah berikutnya (833-842 M). hitungan dan tulisan. Pada umumnya. gerakan Zindiq di Persia. Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab Islam. Tingkat pendalaman. pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Baitul-Hikmah. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah. misalnya. keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. Walaupun demikian. pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir.

bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana. penafsiran pertama. terutama setelah adanya pembuatan kertas. karena di samping terdapat kitab-kitab. yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran daripada hadits dan pendapat sahabat. kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Disamping itu. sangat kuat di bidang pemerintahan. mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadits. dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perkembangan logika di kalangan umat Islam sangat memengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut. Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. terutama filsafat. Imam Malik Rahimahullah (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas. Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam.atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. pada masa khalifah alManshur hingga Harun Ar-Rasyid. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah. bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum. (tafsir rasional). Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu. Dalam bidang tafsir. Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. terutama melalui gerakan terjemahan. di sana orang juga dapat membaca. Imam-imam madzhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. menjadi Qadhi al-Qudhat di zaman Harun Ar-Rasyid. sejak awal sudah dikenal dua metode. juga ditentukan oleh dua hal. tetapi juga ilmu pengetahuan agama. menulis dan berdiskusi. kemajuan itu paling tidak. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra'yi. dan Imam Ahmad ibn Hanbal Rahimahullah (780-855 M) yang . filsafat dan sastra. Disamping itu. baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah. sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. ilmu matematika dan astronomi. Fase pertama. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. bangsabangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Karena itu. tafsir bi alma'tsur. sebagaimana sudah disebutkan. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. Kedua. Imam Abu Hanifah Rahimahullah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah. Pengaruh Persia. yaitu: Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Fase kedua berlangsung mulai masa khalifah al-Ma'mun hingga tahun 300 H. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi'i Rahimahullah (767-820 M). tafsir bi al-ra'yi. Abu Yusuf. Pada masa pemerintahan Bani Abbas. yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran.

yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen. Ibnu Sina. yang terkenal di . Menurut teorinya yang kemudian terbukti kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. karena Al-Asy'ari sebelumnya adalah pengikut Mu'tazilah. Murji'ah dan Mu'tazilah pun ada. terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibn al-Haitsami. sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadits bekerja. antara lain al-Farabi. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. aliran tradisional di bidang teologi yang dicetuskan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. seperti Khawarij. Ini terjadi. Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat. yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama ar-Razi dan Ibnu Sina. Hal ini mereka lakukan untuk menjaga dan memurnikan ajaran Islam dari kebudayaan serta adat istiadat orang-orang non-Arab. Dalam lapangan astronomi terkenal nama al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. etika dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Namun. yang juga mahir dalam bidang astronomi. pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat. Kata aljabar berasal dari judul bukunya. Sesudahnya.mengembalikan sistim madzhab dan pendapat akal semata kepada hadits Nabi serta memerintahkan para muridnya untuk berpegang kepada hadits Nabi serta pemahaman para sahabat Nabi. Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. Penulisan hadits. Asy'ariyah. ilmu kedokteraan berada di tangan Ibn Sina. besi dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi. karena pengikutnya tidak berkembang. Di antara karyanya adalah Muuruj al-Zahab wa Ma'aadzin al-Jawahir. Ar-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Disamping empat pendiri madzhab besar tersebut. Akan tetapi. pemikiran-pemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru mereka rumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama. Ibnu Sina yang juga seorang filosof berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. kedokteran. kenegaraan. Di antara karyanya adalah al-Qoonuun fi alThibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah. terutama di bidang astronomi. Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M). Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. kimia dan sejarah. Akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran filsafat dan rasionalisme dalam Islam. juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. Di bidang kimia. dan Ibnu Rusyd. pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak para mujtahid lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan madzhab-nya pula. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah. Aliran-aliran sesat yang sudah ada pada masa Bani Umayyah. Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum. Teologi rasional Mu'tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. jiwa. alJabr wa al-Muqoibalah. Al-Farghani. logika. AlFarabi banyak menulis buku tentang filsafat. terkenal nama Jabir ibn Hayyan. filsafat. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas'udi.

yang kemudian dikenal dengan Bani Mamalik berhasil berkuasa. Ibnu Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes. tentara-tentara budak ini didominasi oleh bangsa Turki tetapi juga banyak diisi oleh bangsa Berber dari Afrika Utara dan Slav dari Eropa Timur. namun setelah periode ini berakhir. Ilmu-ilmu ini kemudiannya diperbaiki lagi oleh beberapa tokoh Islam seperti Al-Biruni dan sebagainya. Sumbangan mereka ini menyebabkan seorang ahli filsafat Yunani yaitu Aristoteles terkenal di Eropa. Pada masa ini. peradaban Islam juga mengalami masa kemunduran. Salah satu inovasi besar pada masa ini adalah diterjemahkannya karyakarya di bidang pengetahuan. sehingga Islam mencapai masa keemasan. [sunting]Pengaruh Bani Buwaih . banyak di antara mereka bukan Islam dan bukan Arab Muslim. kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Bagaimanapun tentara Mamluk membantu sekaligus menyulitkan kekhalifahan Abbasiyah. Tambahan pula.antaranya ialah asy-Syifa'. Banyak golongan pemikir lahir zaman ini. dan astronomi seperti Euclid dan Claudius Ptolemy. kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan. Bani Mamalik ini mendirikan kesultanan sendiri di Mesir dan memindahkan ibu kota dari Baghdad ke Cairo setelah berbagai serangan dari tentara tartar dan kehancuran Baghdad sendiri setelah serangan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. karena berbagai kondisi yang ada di umat muslim saat itu pada akhirnya kekhalifahan ini hanya menjadi simbol dan bahkan tentara Mamluk ini. kejayaan dan kegemilangan. Pada masa kekhalifahan ini. Ini adalah suatu inovasi sebab sebelumnya yang digunakan adalah tentara bayaran dari Turki. Walaupun berkuasa Bani Mamalik tetap menyatakan diri berada di bawah kekuasaan (simbolik) kekhalifahan. Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik. dimana khalifah Abbasiyyah tetap sebagai kepala negara. dan ilmu zaman pra-Islam kepada masyarakat Kristen Eropa. Wallahul Musta an. sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama. matematika. dan Hindustan. Mereka ini memainkan peranan yang penting dalam menterjemahkan dan mengembangkan karya Kesusasteraan Yunani dan Hindu. dunia Islam mengalami peningkatan besar-besaran di bidang ilmu pengetahuan. yang pada mulanya mengambil inisiatif merebut kekuasaan kerajaan Ayyubiyyah yang pada masa itu merupakan kepanjangan tangan dari khilafah Bani Abbas. banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat. Dibentuk oleh Al-Ma'mun. pada zaman ini menyaksikan penemuan ilmu geografi. [sunting]Pengaruh Mamluk Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mamluk Kekhalifahan Abbasiyah adalah yang pertama kali mengorganisasikan penggunaan tentara-tentara budak yang disebut Mamluk pada abad ke-9. hal ini disebabkan karena para penguasa Ayyubiyyah waktu itu kurang tegas dalam memimpin kerajaan. sastra. dan filosofi dari Yunani. Persia.

dengan membiarkan jabatan tetap dipegang bani Abbas. Di tangan mereka khalifah bagaikan boneka yang tak bisa berbuat apa-apa. tidak ada usaha untuk merebut jabatan khilafah dari tangan Bani Abbas. Bahkan merekalah yang memilih dan menjatuhkan khalifah sesuai dengan keinginan politik mereka. Tetapi. daulah Abbasiyah berada di bawah pengaruh kekuasaan Bani Buwaih yang berpaham Syi'ah. karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. meskipun khalifah tidak berdaya. Sedangkan kekuasaan dapat didirikan di pusat maupun di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Hal ini terjadi karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. seperti terlihat pada periode kedua dan seterusnya. sedangkan kekusaan dapat didirikan di pusat maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah. apa yang terjadi pada pemerintahan Abbasiyah berbeda dengan yang terjadi sebelumnya. . adalah: Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. sehingga banyak daerah memerdekakan diri. [sunting]Pengaruh Bani Seljuk Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kesultanan Seljuk Raya Setelah jatuhnya kekuasaan Bani Buwaih ke tangan Bani Seljuk atau Salajiqah Al-Kubro (Seljuk Agung). Bersamaan dengan itu. Setelah kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki pada periode kedua. Tentara Turki berhasil merebut kekuasaan tersebut. Akan tetapi. Hal ini sebenarnya juga terjadi pada pemerintahan-pemerintahan Islam sebelumnya. [sunting]Kemunduran Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada masa ini. ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dinasti Buwayhiyah Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. posisi dan kedudukan khalifah Abbasiyah sedikit lebih baik. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata. Yang ada hanyalah usaha merebut kekuasaannya dengan membiarkan jabatan khalifah tetap dipegang Bani Abbas. Pada masa pemerintahan Bani Abbas. Di antara faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. perebutan kekuasaan sering terjadi. pada masa-masa berikutnya. terutama di awal berdirinya. paling tidak kewibawaannya dalam bidang agama dikembalikan bahkan mereka terus menjaga keutuhan dan keamanan untuk membendung faham Syi'ah dan mengembangkan manhaj Sunni yang dianut oleh mereka. pada periode ketiga (334-447 H/l055 M).

Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah. Penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Secara riil. propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. dengan pembayaran upeti itu. Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zaman Bani Umayyah. Alasannya adalah : Mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya. para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran. akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Sebagai gantinya.Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. khususnya . Seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah. dengan berbagai cara di antaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh. kedudukannya semakin bertambah kuat. Pada saat kekuatan militer menurun. Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak. propinsi-propinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. seperti daulah Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko. Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko. sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propinsi-propinsi tertentu. tetapi beberapa di antaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri. banyak daerah tidak dikuasai khalifah. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di propinsi-propinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya. daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernurgubernur propinsi bersangkutan. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara: Seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh. Menurut Ibnu Khaldun. Bahkan dalam kenyataannya. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah. propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. [sunting]Masa Disintegrasi (1000-1250 M) Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu. sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia dan Thahiriyyah di Khurasan. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara. kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal.

dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Keduanya sama-sama tertindas. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam. tetapi jika khalifah lemah. tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Ada di antaranya yang cukup besar. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: [sunting]Persaingan antar Bangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. . banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur. Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab. Namun demikian. walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. disamping persoalanpersoalan keagamaan. khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu. hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat. Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya. Persekutuan dilatar belakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. bahkan ada di antara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada periode ini. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah. Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad. sudah merdeka dan berkuasa kembali. para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan. Disamping kelemahan khalifah. para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil. Para khalifah Abbasiyah. Nampaknya. sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab). terutama di bidang politik. seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah. sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan. dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut. faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba.tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik. benih-benih itu tidak sempat berkembang. Menurut Ibnu Khaldun. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri. masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. yang disebut masa pertengahan. Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah. Pengangkatan anggota militer Turki ini. mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan.

Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. . dan selanjutnya beralih kepada Dinasti Seljuk pada periode keempat.Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Akibatnya. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih. bahkan menguasai Baghdad. Turki dan India. (254-290 H/868-901 M). Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya sudah berakhir. wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas. Persia. Munculnya dinasti-dinasti yang lahir dan ada yang melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad pada masa khilafah Abbasiyah. Mereka diberi nasab dinasti dan mendapat gaji. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. [sunting]Yang berbangsa Turki: Thuluniyah di Mesir. mereka dianggap sebagai hamba. Dengan demikian. Sistem perbudakan ini telah mempertinggi pengaruh bangsa Persia dan Turki. para khalifah menjalankan sistem perbudakan baru. (261-389 H/873-998 M). Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam). dominasi tentara Turki tak terbendung lagi. di antaranya adalah: [sunting]Yang berbangsa Persia: Bani Thahiriyyah di Khurasan. (320-560 H/932-1163 M). Syria. Sementara itu. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. sebagaimana diuraikan terdahulu. meliputi berbagai bangsa yang berbeda. bangsa Persia. Bani Buwaih. pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemenelemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. seorang khalifah yang lemah. Budak-budak bangsa Persia atau Turki dijadikan pegawai dan tentara. Meskipun demikian. mereka mempunyai kekuasaan atas rakyat berdasarkan kekuasaan khalifah. pada periode ketiga. muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu'ubiyah. Akan tetapi. karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. mereka merasa bahwa negara adalah milik mereka. Bani Sajiyyah di Azerbaijan. Selain itu. (351-585 H/962-1189 M). Ghaznawiyah di Afganistan. Bani Shafariyah di Fars. Ikhsyidiyah di Turkistan. seperti Maroko. disamping fanatisme kearaban. naik tahta. Oleh Bani Abbas. orang-orang Persia tidak merasa puas. Mesir. Fanatisme kebangsaan ini nampaknya dibiarkan berkembang oleh penguasa. Kecuali Islam. (205-259 H/820-872 M). Setelah al-Mutawakkil. Irak. (254-292 H/837-903 M). (320-447 H/ 932-1055 M). Bani Samaniyah di Transoxania. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri. Karena jumlah dan kekuatan mereka yang besar. (266-318 H/878-930 M). khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional. stabilitas politik dapat terjaga.

Seljuk ini menguasai Baghdad dan memerintah selama sekitar 93 tahun (429522H/1037-1127 M). (380-489 H/990-1095 M). Abu 'Ali. al-Ayyubiyyah. e. Seljuk Syria atau Syam di Syria. Ukailiyyah di Maushil. (511-590 H/1117-1194 M). [sunting]Yang mengaku dirinya sebagai khilafah: Umayyah di Spanyol. Dari latar belakang dinasti-dinasti itu. Fatimiyah di Mesir. Persia dan Turki. Hamdaniyah di Aleppo dan Maushil. c. (348-406 H/959-1015 M). [sunting]Yang berbangsa Arab: Idrisiyyah di Maghrib. (386-489 H/996-1 095 M). Aghlabiyyah di Tunisia (184-289 H/800-900 M). 'Alawiyah di Thabaristan. Disamping latar belakang kebangsaan. ada yang berlatar belakang Syi'ah maupun Sunni. Seljuk Ruum atau Asia kecil di Asia tengah(Jazirah Anatolia). Dan Sulthan Alib Arselan Rahimahullah memenangkan Perang Salib ke I atas kaisar Romanus IV dan berhasil menawannya. (433-583 H/1040-1187 M). d. Seljuk besar. dinasti-dinasti itu juga dilatar belakangi paham keagamaan. (210-285 H/825-898 M). didirikan oleh Sulthan Shalahuddin al-ayyubi setelah keberhasilannya memenangkan Perang Salib periode ke III. [sunting]Kemerosotan Ekonomi . nampak jelas adanya persaingan antarbangsa. (317-394 H/929. Mirdasiyyah di Aleppo. atau Seljuk Agung. (487-511 H/1094-1117 M). (564-648 H/1167-1250 M). Mazyadiyyah di Hillah.1002 M). Seljuk Kinnan di Kirman. (403-545 H/1011-1150 M).Bani Seljuk/Salajiqah dan cabang-cabangnya: a. (470-700 H/1077-1299 M). (172-375 H/788-985 M). (414-472 H/1023-1079 M). [sunting]Yang berbangsa Kurdi: al-Barzuqani. didirikan oleh Rukn al-Din Abu Thalib Tuqhril Bek ibn Mikail ibn Seljuk ibn Tuqaq. Seljuk Irak di Irak dan Kurdistan. Dulafiyah di Kurdistan. terutama antara Arab. b. (250-316 H/864-928 M).

aliran Mu'tazilah dibatalkan sebagai aliran negara dan golongan Sunni kembali naik daun. Perselisihan antara dua golongan ini dipertajam oleh al-Ma'mun. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Zoroasterisme dan Mazdakisme. Mu'tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bid'ah oleh golongan salafy. Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. kembali memperkenankan orang Syi'ah "menziarahi" makam Husein tersebut. Al-Mansur berusaha keras memberantasnya. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-Kharaj.). Tidak tolerannya pengikut Hanbali terhadap Mu'tazilah yang rasional dipandang oleh tokoh-tokoh ahli filsafat telah menyempitkan horizon intelektual padahal para salaf telah berusaha untuk mengembalikan ajaran Islam secara murni sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah. khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (813-833 M). sehingga banyak aliran Syi'ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi'ah sendiri. Al-Mutawakkil. Pada saat gerakan ini mulai tersudut. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti polemik tentang ajaran. al-Muntashir (861-862 M. Gerakan al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu.Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. Akan tetapi. pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. tetapi juga antar aliran dalam Islam. Menurunnya pendapatan negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan. Aliran Syi'ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan paham Ahlussunnah. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. dengan menjadikan Mu'tazilah sebagai mazhab resmi negara dan melakukan mihnah. sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara moratmarit. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi. [sunting]Munculnya aliran-aliran sesat dan fanatisme kesukuan. Pada periode pertama. Antara keduanya sering terjadi konflik yang kadangkadang juga melibatkan penguasa. banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. Namun anaknya. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai. kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme. kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua. misalnya. Pada masa al-Mutawakkil (847-861 M). memerintahkan agar makam Husein Ibn Ali di Karballa dihancurkan. sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda rasa keimanan para khalifah. pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Syi'ah pernah berkuasa di dalam khilafah Abbasiyah melalui Bani Buwaih lebih dari seratus tahun. . pendukungnya banyak berlindung di balik ajaran Syi'ah. Sebaliknya. semacam pajak hasil bumi. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran. Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq atau Ahlussunnah dengan Syi'ah saja. bahkan AlMahdi merasa perlu mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan orang-orang Zindiq dan melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bid'ah. Dinasti Idrisiyah di Marokko dan khilafah Fathimiyah di Mesir adalah dua dinasti Syi'ah yang memerdekakan diri dari Baghdad yang Sunni. faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.

Namun pada masa Dinasti Seljuk yang menganut paham Sunni.000. peristiwa ini dikenal dengan peristiwa Manzikert. Soal kehendak bebas manusia... Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. dalam peristiwa ini berhasil mengalahkan tentara Romawi yang berjumlah 2. yang hanya berkekuatan 15. Disamping itu. Disebutkan bahwa Hulagu Khan.. di antara komunitas-komunitas Kristen Timur. Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti Islam itu dan diperkeras di kantong-kantong ahlul-kitab. terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam.000 orang. ada pula faktor-faktor eksternal yang menyebabkan khilafah Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur. menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga [sunting]Ancaman dari Luar Apa yang disebutkan di atas adalah faktor-faktor internal. [sunting]Perang Salib Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Salib Perang Salib ini terjadi pada tahun 1095 M. Tentara Mongol. Berkenaan dengan konflik keagamaan itu. selalu menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaanperbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manusia.. al-Hajr. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. ikut memperbaiki Yerusalem. Perbedaan pendapat mengenai soalsoal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir. sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orangorang Budha dan Kristen Nestorian. telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam . al-Akraj. Pengaruh perang salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. Pemikiran-pemikiran tersebut mempunyai efek yang tidak menguntungkan bagi pengembangan kreativitas intelektual Islam konon sampai sekarang.Pendapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah . Perancis dan Armenia. Sebagaimana sebelumhnya tentara Sulthan Alp Arselan Rahimahullah tahun 464 H (1071 M). Ghuz. orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. Perang Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di wilayah kekuasaan Islam. untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah di Baitul Maqdis yang dikuasai oleh Penguasa Seljuk.. Sebagaimana telah disebutkan. penyingkiran golongan Mu'tazilah mulai dilakukan secara sistematis. hanya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan Perang Salib dan melibatkan diri dalam tentara Salib. setelah menghancur leburkan pusat-pusat Islam.. Namun. Syed Ameer Ali mengatakan: Agama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam seperti juga agama Isa alaihis salaam.Aliran Mu'tazilah bangkit kembali pada masa Bani Buwaih. panglima tentara Mongol. Pikiran-pikiran al-Ghazali yang mendukung aliran ini menjadi ciri utama paham Ahlussunnah. Dengan didukung penguasa aliran Asy'ariyah tumbuh subur dan berjaya. serta menghambat pengaruh dan invasi dari tentara Muslim atas wilayah Kristen. saat Paus Urbanus II berseru kepada umat Kristen di Eropa untuk melakukan perang suci. terdiri dari tentara Romawi.000 prajurit. .

Pada saat yang kritis tersebut. sebelum melanjutkan gerakan ke Syria dan Mesir. [sunting]Kronologi Kekhalifahan Bani Abbasiyyah 750 . Hulagu Khan akan menjamin posisimu. Apa yang dikatakan wazirnya temyata tidak benar. Hulagu Khan ingin mengawinkan anak perempuannya dengan Abu Bakr Ibn Mu'tashim.Walaupun umat Islam berhasil mempertahankan daerah-daerahnya dari tentara Salib. Dengan demikian. Khalifah menerima usul itu. namun kerugian yang mereka derita banyak sekali.Abu al-Abbas al-Saffah menjadi Khalifah pertama Bani Abbasiyah. tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam. betul-betul tidak berdaya dan tidak mampu membendung "topan" tentara Hulagu Khan.1258). . permata dan hadiah-hadiah berharga lainnya untuk diserahkan kepada Hulagu Khan. tetapi malah terpecah belah. Dalam kondisi demikian mereka bukan menjadi bersatu.Pemberontakan Abdullah bin Ali. 752 . Kerugiankerugian ini mengakibatkan kekuatan politik umat Islam menjadi lemah. dibunuh dengan leher dipancung secara bergiliran. wazir khilafah Abbasiyah. karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulaghu Khan tersebut. Keberangkatan khalifah disusul oleh para pembesar istana yang terdiri dari ahli fikih dan orang-orang terpandang. [sunting]Serangan Bangsa Mongol dan Jatuhnya Baghdad Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dinasti Ilkhanat Pada tahun 565 H/1258 M. Hadiah-hadiah itu dibagi-bagikan Hulagu kepada para panglimanya. la keluar bersama beberapa orang pengikut dengan membawa mutiara. Khalifah Al-Musta'shim. sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongol tersebut. "Saya telah menemui mereka untuk perjanjian damai. karena peperangan itu terjadi di wilayahnya. putera khalifah. sambutan Hulagu Khan sungguh di luar dugaan khalifah. termasuk wazir sendiri. Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad selama dua tahun. Tetapi. penguasa terakhir Bani Abbas di Baghdad (1243 .Bermulanya Kekhalifahan Bani Abbasiyah. Ibn Alqami ingin mengambil kesempatan dengan menipu khalifah. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah. 755 . tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200. Mereka semua. Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khilafah Bani Abbasiyah di sana. Banyak daulah kecil yang memerdekakan diri dari pemerintahan pusat Abbasiyah di Baghdad. Pembunuhan Abu Muslim. Walaupun sudah dihancurkan.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. la mengatakan kepada khalifah. Dengan pembunuhan yang kejam ini berakhirlah kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. la tidak menginginkan sesuatu kecuali kepatuhan. sebagaimana kakek-kakekmu terhadap sulthan-sulthan Seljuk".

809 . 814 .wafatnya Harun ar-Rasyid. Spanyol.Tentara Kristen menawan Toledo. 1187 .000 tentara. 1194 . Mereka membunuh semua penduduknya.Sulthan Alp Arselan berhasil menguasai Asia Tengah (Anatolia). Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah di Baghdad.756 .Kaidah keilmuan mulai terbentuk.Bangsa Norman merebut Sisilia.Perang saudara antara al-Amin dan al-Ma'mun. Kejatuhan Baghdad.Peristiwa Manzikert. Spanyol.Serangan ke utara Perancis. Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi. 1000 .Perang Salib pertama dimulai. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol. al-Amin dilantik menjadi khalifah. Ribuan penduduk terbunuh. 805 . 1055 . Merebut Pulau Rhodes dan Siprus. Perang Salib Ketiga dimulai. 1071 .Pembangunan kota Bagdad. dan meneruskan kepungannya terhadap kerajaan Byzantium. 1091 .Kampanye melawan Byzantium.Salahuddin Al-Ayubbi merebut Baitulmuqaddis dari tentara Salib. India.Tentara Muslim merebut Delhi.Masjid Besar Cordoba dibangun. [sunting]Silsilah para khalifah . 792 . 800 . 1258 . 1005 . 1072 .Tentara Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. Pemerintahan Abbasiyah-Seljuk dimulai sampai sekitar tahun 1258 ketika tentara Mongol menghancurkan Baghdad. pemerintahan Muslim di sana berakhir.Harun ar-Rasyid menjadi Khalifah. 1099 . 1085 . Perang Salib Kedua dimulai.Tentara Salib merebut Baitulmuqaddis.Nur al-Din merebut Edessa dari tentara Salib. 786 .Baghdad dikuasai oleh tentara Turki Seljuk. 1144 .Abd ar-Rahman I mendirikan kerajaan Bani Umayyah di Spanyol. 1236 .Tentara Salib merebut Cordoba.000 tentara berhasil mengalahkan gabungan tentara salib yang dipimpim oleh Kaisar Romanus IV yang berjumlah 200.Multan dan Ghur ditawan. Sulthan Alp Arselan beserta pasukannya yang hanya berjumlah 15. al-Amin terbunuh dan al-Ma'mun menjadi khalifah. 763 . 1095 .

Dibawah ini merupakan silsilah para khalifah dari Bani Abbasiyah. . mulai dari Abbas bin AbdulMuththalib sampai khalifah terakhir dari Bani Abbasiyah yang berkuasa di Baghdad.

ABBAS pendiri Bani Abbasiyah .

.

.

Ibnu Abbas .

.

.

Ali .

.

Muhammad .

.

.

750-754) 2. AL-MANSUR . AS-SAFFAH (k.Ibrahim 1.

(k. 754-775 Musa .

.

3. 775-785) . AL-MAHDI (k.

.

.

5. 785-786 Ibrahim al-Mubarak . 786-809) 4. AL-HADI (k. AR-RASYID (k.

6. AL-AMIN (k. 809-813)

7. AL-MA'MUN (k. 813-833)

8. AL-MU'TASIM (k. 833-842

al-Qasim

al-Mu'taman

.

AL-MUTAWAKKIL (k. AL-WATSIQ (k. 847-861) . 842-847) 10.9.

AL-MUSTA'IN (k.12. 862-866) .

.

866-869) .14. AL-MUHTADI (k. AL-MU'TAZZ (k. 869-870) 13.

11. AL-MUNTASHIR (k. 861-862) al-Muwaffaq 15. 870-892) . AL-MU'TAMID (k.

.

16. 892-902) . AL-MU'TADHID (k.

.

.

17. 908-935) . AL-MUQTADIR (k. AL-MUKTAFI (k. 902-908) 18.

932-934) .19. AL-QAHIR (k.

.

944-946) 20.22. AR-RADHI (k. AL-MUSTAKFI (k. 934-940) .

AL-MUTTAQI (k.Ishaq 21. 940-944) 23. AL-MUTHI' (k. 946-974) .

.

25. AL-QADIR (k. ATH-THA'I (k. 974-991) . 991-1031) 24.

.

.

1031-1075) .26. AL-QA'IM (k.

.

27. AL-MUQTADI (k. 1075-1094) .

.

AL-MUSTAZHIR (k. 1094-1118) .28.

.

.

1136-1160) .29. AL-MUSTARSYID (k. AL-MUQTAFI (k. 1118-1135) 30.

.

.

AR-RASYID (k. 1160-1170) .30. AL-MUSTANJID (k. 1135-1136) 32.

.

33. 1170-1180) . AL-MUSTADHI' (k.

.

.

34. AN-NASHIR (k. 1180-1225) .

.

.

1225-1226) . AZH-ZHAHIR (k.35.

.

1. AL-MUSTANSHIR II Berkuasa di Kairo .

AL-MUSTANSHIR (k. 1226-1242) .36.

.

1242-1258) . AL-MUSTA'SHIM (k.37.

[sunting]Kekhalifahan Abbasiyah di Kairo Al-Mustanshir II 1261 Al-Hakim 1262-1302 Al-Mustakfi I 1302-1340 Al-Wathiq I 1340-1341 Al-Hakim II 1341-1352 Al-Mu'tadid I 1352-1362 Al-Mutawakkil I 1362-1383 Al-Wathiq II 1383-1386 Al-Mu'tasim 1386-1389 Al-Mutawakkil I (kembali berkuasa) 1389-1406 Al-Musta'in 1406-1414 Al-Mu'tadid II 1414-1441 Al-Mustakfi II 1441-1451 Al-Qa'im 1451-1455 . merupakan tahun kekuasaan Angka. merupakan nomor urut seseorang menjadi khalifah. Nama dengan huruf kapital merupakan khalifah yang berkuasa.[1] Catatan: k.

Al-Mustanjid 1455-1479 Al-Mutawakkil II 1479-1497 Al-Mustamsik 1497-1508 Al-Mutawakkil III 1508-1517 .