"Cara Mereview Jurnal Penelitian

"
Review jurnal merupakan sebuah strategi untuk bisa mempermudah memahami inti dari penelitian yang telah dilakukan. Setiap mahasiswa seharusnya memiliki sedikit kemampuan melakukannya. Terkadang seorang dosen memberi tugas mahasiswanya untuk melakukan hal ini dengan tujuan agar jurnal yang dibahas dapat dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa. Dengan ini pembahasan dari jurnal yang ada lebih mudah dilakukan karena baik dosen maupun mahasiswa telah mengerti apa maksud yang terkandung dalam penelitian tersebut Adapun beberapa pokok bahasan yang perlu di tampilkan dalam melakukan review, diantaranya: 1. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian Mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai. 2. Metode Mengungkapkan mengenai metode apa yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan. 3. Hasil dan Pembahasan Dalam pokok bahasan ini mengambil hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat. Masih belum jelas juga?? Ok, berikut contoh review jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia. Judul: Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia) (Oleh : Ida Ayu Brahmasari dan Agus Suprayetno) 1. Lata Belakang Teori dan Tujuan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (Explanatory research) yang akan membuktikan hubungan kausal antara variabel bebas (independent variable) yaitu variabel motivasi kerja, variable kepemimpinan, dan variabel budaya organisasi; variabel antara (intervening variable) yaitu variable kepuasan kerja karyawan; dan variabel terikat (dependent variable) yaitu kinerja perusahaan. Penelitian ini juga merupakan penelitian korelasional, yaitu penelitian yang berusaha untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki hubungan atau tidak, dan seberapa besar hubungan itu serta bagaimana arah hubungan tersebut (Indriyantoro dan Supomo (1999) dalam Yasa, (2006:29). Penelitian ini menganggap bahwa, a) motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dan b) motivasi kerja, kepemimpinan, budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan berpengaruh siginifikan terhadap kinerja perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan dan menganalisis 1). Pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan dan kinerja perusahaan, serta 2). Pengaruh kepuasaan kerja karyawan terhadap kinerja perusahaan. 2. Metode Subyek penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia di Surabaya dan Jombang sejumlah 1.737 orang pegawai. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data primer dan menyebar kuisioner yang diberikan kepada responden / sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan simple

Aldag dan Stearns (1987) dalam Usmara (2006:15). Ivancevich dan Donnely (1997:89). Hadi (2002:48). al.05) artinya budaya organisasi secara positif dan searah berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Usmara (2006:27). Maslow dalam Usmara (2006:18) dan Gibson. Di jelaskan bahwa pelaksanaan aktivitas kepemimpinan yang lebih banyak ke arah menekan karyawan bisa saja menyebabkan seorang karyawan dapat mencapai kepuasan dalam bekerja. Sperling (1987:183). artinya hasil dari pelaksanaan aktivitas manajerial kepemimpinan yang dijalankan belum tentu mempunyai dampak yang selalu positif atau baik bagi organisasi. Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Menurut penelitian ini bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. artinya budaya organisasi merupakan suatu konsep yang dapat dijadikan sarana untuk mengukur kesesuaian dari tujuan organisasi. Variabel bebas. Studi Universitas Negeri Ohio dalam Robbins 1996:41-44). serta dampak yang dihasilkan. strategi dan organisasi tugas.random sampling yang berjumlah 325 dari 1. Hersey dan Blanchard dalam Suryoputro et. Sedangkan untuk reliabilitas menggunakan Alpha Chronbach >0. Gibson. . maka akan berdampak pada penurunan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. dan variabel terikat dalam kuisioner penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert dengan skala penilaian (skor) 1 sampai dengan 5. peneliti mempergunakan alat bantu yang berupa program aplikasi komputer yaitu SPSS versi 13.078 dan p (0. variabel antara.0 dan AMOS versi 4. Suprihanto. Yukl (1989) dalam Kreitner dan Kinicki (2005:300).000) < (0. Ivancevich dan Donnely (1992:92). Agarwal (1984). Bartol (1991) dalam Tika (2006:63).60. sebab semakin tinggi pelaksanaan aktivitas manajerial kepemimpinan dilakukan. Hasil dan Pembahasan Hasil analisis penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Penelitian ini membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan yang meskipun besarnya berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Herzberg dalam Kreitner dan Kinichi (2005:262). Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Stanton (1981:101) dalam Mangkunegara (2005:93-94). Dalam perhitungan pengolahan data. tetapi belum tentu dapat membawa pengaruh yang positif dalam pembentukan kepribadian bawahan untuk ikhlas bekerja mencapai tujuan organisasi.737 total populasi.0. Hasil ini memperkaya teori tentang motivasi yang ungkapkan oleh para ahli antara lain: Robbins (2005:55). Koontz (1984). Kreitner dan Kinicki (2005:299). Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Koesmono (2005:79) yang mengemukakan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja yang ditunjukkan oleh koefisien jalur = 2. namun secara keseluruhan responden merasa puas dengan motivasi kerja yang diberikan oleh manajemen perusahaan. seperti : Dubrin (2005:3). 3. Hodgets dan Luthans dalam Usmara (2006:14). (2005:1). Harsiwi. Scott dalam Sukarto (1999) dan Sutiadi (2003:3). Validitas instrumen dalam penelitian ini diuji dengan cara menghitung korelasi Pearson dari skor tiap item pertanyaan dengan skor totalnya. McClelland dalam Mangkunegara (2005:19). Hasil ini agak berbeda dengan pendapat para ahli tentang teori kepemimpinan.

Tetapi pihak manajemen menentukan bahwa sesuai ketentuan yang ada hal tersebut tidak diperkenankan. berdasarkan hasil penelitian ini mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kepuasan Kerja Karyawan terhadap Kinerja Perusahaan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hersey dan Blanchard dalam Suryoputro et. Deal dan Kennedy (1982) dalam Tika (2006:16). artinya bahwa secara umum kepuasan kerja karyawan yang tinggi akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan. akhirnya karyawan tersebut akan menyelesaikan pada hari berikutnya. Hasil penelitian ini mendukung . Koontz (1984). Hasil penelitian ini memperkuat beberapa pendapat dan teori tentang kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli seperti: Dubrin (2005:3). yaitu karyawan yang telah terpuaskan kebutuhannya merasa bahwa manajemen telah memberikan penghargaan kepada dirinya sehingga dia merasa harus bekerja dengan profesional artinya apabila terdapat pekerjaan yang melekat pada dirinya yang sampai dengan jam kerja belum selesai tetapi dapat diselesaikan hari tersebut. Belum optimalnya kerja seorang karyawan dibatasi oleh adanya kebijakan atasan misalnya berhubungan dengan waktu lembur. karyawan tersebut bermaksud untuk menyelesaikannya karena dedikasi dan loyalitas terhadap pekerjaannya meskipun tidak diperhitungkan waktu lembur. Schein dalam Tika (2006:2). dan dukungan orang. Hal ini dapat terjadi karena karyawan yang merasa puas karena telah dipenuhi kebutuhannya oleh manajemen dapat bekerja secara optimal. Yukl (1989) dalam Kreitner dan Kinicki (2005:300). (2005:1).Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perusahaan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kreitner dan Kinicki (2005:299). artinya kepemimpinan merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi banyak orang melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi diharapkan dapat menimbulkan perubahan positif berupa kekuatan dinamis yang dapat mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan jika diterapkan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan kedua belah pihak sesuai dengan jabatan yang dimiliki. Studi Universitas Negeri Ohio dalam Robbins (1996:41-44). al. tekanan pada tim. akan membentuk suatu persepsi subyektif keseluruhan mengenai organisasi berdasarkan pada faktor-faktor seperti toleransi resiko. Agarwal (1984). Robbins (2001:528) dalam Koesmono (2005:79). persepsi keseluruhan ini akan menjadi budaya atau kepribadian organisasi tersebut yang mampu mendukung dan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dan kinerja perusahaan serta dampak yang lebih besar pada budaya yang lebih kuat. artinya meskipun motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tetapi belum tentu mempengaruhi kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung beberapa pendapat dan teori tentang budaya organisasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut: Marcoulides dan Heck (1993) dalam Brahmasari (2004:16). artinya budaya organisasi yang merupakan hasil dari interaksi ciri-ciri kebiasaan yang mempengaruhi kelompok-kelompok orang dalam lingkungan organisasinya. Hal inilah yang salah satunya menjadi suatu pertimbangan dan alasan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja tetapi motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Budaya Organisasi terhadap Kinerja Perusahaan Budaya organisasi. Bartol (1991) dalam Tika (2006:63). Kepemimpinan terhadap Kinerja Perusahaan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan.

. kepemimpinan. Selain itu. ada beberapa hal yang menjadi critical review antara lain penulis tidak menuliskan secara eksplisit model penelitian yang digunakan meskipun model penelitian telah tercermin dari hipotesis yang ada (secara implisit). 4.0 dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. kemungkinan responden memberikan jawaban yang tidak sesuai. namun akan lebih baik bila model penelitian dicantumkan juga sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi jurnal/penelitian. maka penulis sebaiknya melakukan penelitian lanjutan dengan memadukan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Meskipun tidak ada keharusan untuk mencantumkan model penelitian secara eksplisit. dapat disimpulkan beberapa hal penting dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan 2) Kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan 3) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan 4) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan 5) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan 6) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan 7) Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui program AMOS versi 4. Namun. Hal ini dapat memberikan hasil yang bias diantaranya karena adanya kemungkinan diganggu orang lain. kepemimpinan. Misalnya. apabila penulis dapat menjelaskan hasil penelitiannya berdasarkan karakteristik responden. dan kurangnya kontrol. budaya organisasi terhadap kinerja perusahaan dan dampaknya. pembaca tentunya akan bertanya-tanya metode apa yang digunakan penulis sehingga bisa mengungkapkan alasan / argumen penyebab motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan tapi tidak tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Olehnya itu teknik pengambilan sampel sebaiknya dengan stratified random sampling. Untuk lebih mengetahui lebih jauh tentang pengaruh motivasi kerja.pendapat Lawler dan Porter (1967) dalam Usmara (2006:45) dan Hasibuan dalam Sujak (1990) dan Sutiadi (2003:6). Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Koesmono (2005) yang memberikan suatu kesimpulan bahwa kepuasan kerja secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Akan lebih baik pula. dalam melakukan proses pengumpulan data penulis menggunakan metode dengan mengirimkan kuesioner kepada responden. Sehingga dengan adanya model penelitian akan dapat menjelaskan lebih rinci dari sumber mana alasanalasan yang dikemukakan oleh penulis tentang penyebab motivasi kerja. Critical Review Secara keseluruhan. dan budaya kerja dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. jurnal ini sudah cukup lengkap dan memenuhi standar penulisan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful