i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I.. Dr..B. SE. SE. I. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof. Gede Suarjaya. Anom Purbawangsa. dr.Luh Gede Sri Artini. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana. SE.A. Raka Sudewi. Dr. Pembimbing II. M.A.A. Dr. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana.Si NIP 19720804 19970 2 001 A.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii .Sp..

SE. Dr. M. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr.. SE. M.Si 4. Dr. Dra. SE.Si 3.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana.4 / HK / 2011. Gede Suarjaya. A.Si Anggota : 1.. MS iv . MM 2.A. Ida Bagus Panji Sedana. No: 1026 / H14. M. Ni Luh Putu Wiagustini.Luh Gede Sri Artini. Ni Ketut Purnawati.. Prof. SE..

20 Tahun 2003. kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. 16 Juni 2011 Mahasiswa. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. (UU NO. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. Denpasar. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v .

karena hanya atas kurnia-Nya. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. penulis juga menyampaikan vi . SE. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. SE. Wayan Ramantha.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. Pada kesempatan ini. semangat.... Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. tesis ini dapat diselesaikan. A Raka Sudewi. Dr.Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan. Sp. dr. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. SE. A Gede Suarjaya. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Sp.Luh Gede Sri Artini. MM. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen. M. A.. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. PD (KHOM). I Made Bakta. Dr. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

yaitu Prof. I. Denpasar.vii rasa terima kasih kepada Dr. Ni Luh Putu Wiagustini. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. M.B. SE. MS yang telah memberikan masukan. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini.. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit.Si dan Dra.Si. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas. M. Ni Ketut Purnawati. 16 Juni 2011 Penulis vii . sanggahan. Anom Purbawangsa. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. SE. saran. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis. Ida Bagus Panji Sedana. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga. MM sebagai Ketua Program MM Unud.. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dr. SE. Dr. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis..

Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh. Kata Kunci : Kinerja Keuangan.id) dan ICMD tahun 2006-2009. idx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.co. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan.

ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth. Sampling method performed with saturated sampling method.id) and ICMD 2006-2009. 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study. 5) Profitability significant positive effect on firm value. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. The higher the stock price the higher the value of the company.co. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. 3) leverage not significant negative effect on firm value. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. Firm value and Dividend Policy ix . the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). idx. Keywords: Financial Performance. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. and based on predetermined criteria.

..........................2 Rumusan Masalah......................................2............................ i PRASYARAT GELAR......................................................................1 Latar Belakang.................................. 4....................... 2.................2 Hipotesis...........2...................................................................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan...................1...............1..... 1............. viii ABSTRACT..... iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI.................................................2.............................................................................3 Tujuan Penelitian......................................................................... 2...........................................................1...............................................................3........ BAB IV METODE PENELITIAN....2...................1 Nilai Perusahaan .................4 Manfaat Penelitian................ BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3................................. iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS......................................................1..............................3.................................................. xiv BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................................1.............................................................................2 Kajian empirik............................................. 2.....................................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan...................................................... 2............... 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA...... x .................... 2..............2 Kinerja keuangan ................................. 1............................1 Landasan Teori................................................ x DAFTAR TABEL............................................ 3.................................... vi ABSTRAK...1 Kontroversi Dividen................2..................... 2........................................................6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan.................... ii LEMBAR PERSETUJUAN....2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan...................... ix DAFTAR ISI....................................................... 1................ v UCAPAN TERIMA KASIH......................... 1............. 2............................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................................................... 2......1 Identifikasi Variabel.................................................4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan................................................................ xi DAFTAR GAMBAR.............3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.......................................................................................................................................3 Dividen...... 2.................................................................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen................ 2....1 Kerangka Konseptual........................................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... 2... 2..............................................................2.... 2.........

....1 Statistik Deskriptif.......................................... 6...................................4 Jenis dan Sumber Data................. 5....................................3 Implikasi penelitian.........................xi 4............................2 Sumber Data.........................................................1........................ 5......1..........2 Definisi Operasional Variabel.............................................................1 Analisis Regresi........................ 4.............1.... 5..............................................1 Uji Normalitas................................................................6.............................................1................. ....................2 Pembahasan........ 5.................3 Populasi dan sampel ... 4.....................................................1.......... 5.........................1...................................... 5..................................................4 Uji t..........................................................................3 Analisis regresi................................4.....................2..........................................................2 Uji Heteroskedastisitas............................2.......................................................4..................... 4............................ LAMPIRAN...... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.. 4............. DAFTAR PUSTAKA................................ ......................................2 Saran...............6 Teknik Analisis Data.................................................................................................................... 4.................. 5. 4....................................... 5.......................................................................2 Uji asumsi Klasik.................................5 Metode Pengumpulan Data...................... 4..........1 Kesimpulan..... 5.................................1 Jenis Data............ BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.........1 Hasil penelitian..... 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi ...................................................

...................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z).............. Hasil analisis regresi............. 63 Tabel 5. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)....................... 64 70 71 71 Tabel 5...............4 Tabel 5........... xii ....................................xii DAFTAR TABEL Tabel 5...........................5 Tabel 5.......1 Likuiditas (X1) ................................................... Hasil analisis regresi............................................2 Leverage (X2) ........................................6 Hasil analisis regresi.................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)......... 63 Tabel 5...........3 Profitabilitas (X3) ............................................................

....xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3................................ Scatterplot..............................................2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot.1 Grafik 5............................ 49 67 69 xiii ...........1 Grafik 5...................

................. 6............................... Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009.................xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1... Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009... 7................................. xiv .... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009.. 5. Output regresi Likuiditas (X1).................... 8.............. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)......................... 3.......... Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009........................................................................... Output regresi Leverage (X2)... 2.......... 4........................... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).............................................................................. Output regresi Profitabilitas (X3)......... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)....... Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009..

Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. Wahyudi. Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. (Harjito dan Martono. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. 2008 dalam Kusumadilaga. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. 2005). 2010). yaitu : 1 .1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.

yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. 2010).2 keputusan pendanaan. Tanpa keyakinan tersebut. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . pertumbuhan perusahaan. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. Keadaan seperti itu. Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). 2009). 2001 dalam Kusumadilaga. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. keputusan investasi. ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. kebijakan dividen. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. ukuran perusahaan. struktur modal.

Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . 2002 dalam Raharjo. penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. 2009). Bagi sebuah perusahaan.3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. 2005). 2002 dalam Pinuji. 2004).

Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. 2002). Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. leverage. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk .4 masing-masing jenis saham.

Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham.5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan.2001). Dividen merupakan arus kas keluar. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. 2008). Semakin tinggi ROE . maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. leverage dan profitabilitas (Riyanto. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. 2001).

Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. 2010). . DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER).6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. 2005). maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. 2004). Apabila dividen yang dibayar tinggi.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual. Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. tanggal pengumuman. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Informasi atas . Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Hartono (2000).

Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. harga saham. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Saat laba akan dibagi atau ditahan. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen. arus pendanaan dan posisi likuiditas. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. 1980 dalam Wardani. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Pada dasarnya. 2009). struktur finansial.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. Dengan perkataan lain. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan .

prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. 2006). Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. 1982 dalam Erlangga. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. posisi kas. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. likuiditas. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. kreditor. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . 2009). hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 2005 dalam Erlangga. Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant.9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. 2009). Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik.

yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Penelitian Apriani mendukung . Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. 2005). Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). (3). Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. (2). Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen.10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. 1999 dalam Apriani (2005). 2005).

telah mengembangkan irrelevant dividend. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. 1995). Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). . (Miller dan Modigliani. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. 1961 dalam Saxena.

Susilo (2009) dan Siregar (2010). Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham. Sujasno. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. ROI. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. (2004) menemukan bahwa cash ratio. memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio).12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. debt to equity ratio dan return on . Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor.

Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang . dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day.13 assets. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas.

Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. Semakin tinggi laba perusahaan. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. yang pada saatnya harus dikembalikan. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor.14 benar-benar bebas. Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi.

penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat.15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. 2008). . leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z).

3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas. maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.16 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .

4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan.4. Bagi investor.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1. 1. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. yaitu : 1. .4.

Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. 2006 dalam Susanti.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.1 Landasan teoritis 2. dkk. 2010). Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. 2010). karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya.1. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 . Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung.

Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. 2010). 2006 dalam Kusumadilaga. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor.19 dalam Kusumadilaga (2010). penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. . 2008 dalam Kusumadilaga. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. 2010). f) pendekatan economic value added (Suharli. Samuel (2000). d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva. e) pendekatan harga saham . Semakin tinggi harga saham. c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. Wahyudo (2005). Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar.

Jika perusahaan berjalan lancar. 2001 dalam Malla Bahagia.20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Indikator. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. atau memaksimalisasikan harga saham. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. 2008). Berdasarkan alasan itulah. Susanti (2010). 2002). Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham .indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan.

dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. b) Semakin tinggi dividend payout ratio.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. semakin tinggi price earning ratio nya. hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik. Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien.

(r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan.22 price earning ratio. berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. . maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. Semakin besar price earning ratio. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio.

sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan. kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan. 2010). Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu.1.……………………………(2) H arg aSaham 2. yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010).. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran.23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham. 2006).2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar.

Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan.24 1). 2). dan lain-lain. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. jumlah perusahaan. keadaan dan stabilitas politik. Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan. mencari. ekonomi. dan lain-lain. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. sosial.

rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. (IAI. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. laporan perubahan posisi keuangan.25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. 2005). 1994 dalam Raharjo. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. 2005). . (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. rasio leverage. (3) kelaziman dalam praktek.1995 dalam Raharjo. laporan rugi laba. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. antara lain : rasio likuiditas.

. 2005). harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba. Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. 2005). maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan. b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan.

kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. 2) Rasio Solvabilitas/leverage. e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas. 2004). 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. .

28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. 4) Rasio aktivitas.1. mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. 5) Rasio pasar. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). Berdasarkan kedua pendapat tersebut. 2. Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada.3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. penjualan dan kegiatan lainya. 6) Rasio pertumbuhan. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan.

29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham. 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki. 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang. karena terdapat lebih dari satu pendapat. Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila . Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham. 2. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki. Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan.3.1.

yang berkisar antara 2 – 4 %. konsultan hukum. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen. tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. harga saham akan naik. biaya notaris. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. . mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. seperti fee untuk underwriter. Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. pendaftaran saham saham. akuntan. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. dan sebagainya.

32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM). 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. . dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya.

Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta). b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. 2. .1.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham. Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal. sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal.3.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang.

Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai.34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. maka biasanya harus ada laba ditahan. Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur. b). Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. . c). persediaan dan barang-barang lainnya.

artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. f). Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali. Stabilitas laba. tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. Sekali dividen naik. Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari. Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan.35 d). e). semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu .

4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. . Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan. Dividen merupakan arus kas keluar. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi.36 dapat terus dipertahankan.

pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan.2 Kajian Empirik 2. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah . Bertambahnya jumlah saham yang beredar.2. 2. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya. Biasanya. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008.

Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan.

arus kas bersih. Sujasno (2004). 2. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.Kuwari. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Hartoyo (2008). Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. Lestari (2009).2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya.2. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). Duha Al. Nugroho (2004). yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen. Anil .39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan.

2.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. 2. . Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan.

Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan.41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. arus kas bersih. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004). Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel . Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen). 2.2. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham.

42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007. (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. 2. Berbeda dengan penelitian Rob et al. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam . Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008).2. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen. Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

43 melakukan penilaian. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ.2. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2.6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Sembiring (2010).

44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. (2010). hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. leverage. . (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati. Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. (2008) dalam Susanti.

Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. 2004 dalam Christiani. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. atau memaksimalisasikan harga saham. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan.45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. 2010). Berdasarkan alasan itulah. Jika perusahaan berjalan lancar. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. 2002).

hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. 2008). maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham. kreditor.46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. 2010). Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian.

Jika perusahaan menggunakan . Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. 2009). Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. 2009). Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas.47 perusahaan (Kartika. 1982 dalam Erlangga. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. 2005 dalam Erlangga.

Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. industri keuangan. 607. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. dan 77. semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi.84%. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE.36%.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri). Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen.29%. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110. Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. Kelompok industri manufaktur.

Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.49 Gambar 3. . H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

2001 dalam Kusumadilaga. Data yang digunakan adalah laporan 50 . 4. 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. 2010). Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. leverage dan profitabilitas. 2010).50 BAB IV METODE PENELITIAN 4.

51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.id).dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q. yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ………. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah . Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q. 2010).idx. Menurut Yuniasih.……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.co. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti.

idx. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir.co. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto.id).id). Secara matematis. return on equity dapat . Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity.co.idx. 2001 :332). 2005).52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Secara matematis. Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif.

. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri.…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Secara matematis.co. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.id).idx.. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang .53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ……….

Secara matematis. (2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam . Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling.co. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4. Menurut Keown et al. A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas. Menurut Harjito.id).3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur.idx.54 diperoleh melalui (www. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel.

2003 : 14). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.1 Jenis data Berdasarkan sifatnya. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek.4. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa. skema atau gambar ( Sugiyono. 2003 : 14 ). 4. . sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). kalimat.4 Jenis Dan Sumber Data 4. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009.

4. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku. tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai . karya ilmiah berupa jurnal.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan.co.56 4.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya. data melalui internet (www. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.idx.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. 4. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal.4.

.........................(9) = Nilai perusahaan = Konstanta .... Y= + b1X1 + ei . Secara statistic F dan nilai statistik t..Z + ei .... 4. dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati........... 2007)...........................................................(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).... Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya......... Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana.....6..57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions)...... Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1. Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima...1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen...... perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)..

.............................. Y= + b1X2 + ei .................................(13) ... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana.....(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)..... Y= + b1X3 + ei .........................58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term...................... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana.................Z + ei ................................................(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term............... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2.....

............. Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : .Z + ei ... Leverage X2 dan Profitabilitas ....... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).................. 2006). yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali...X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ)..(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term.......... Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3...

60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot.05 ( Los = 5 %). b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. Sebelum model regresi. 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). variabel independen. peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. di mana pada . dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak.

Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a. melebar kemudian menyempit ). maka tidak terjadi heteroskedastisitas. 2006 : 105). Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. Jika ada pola tertentu. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. . maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak).61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. 2010). maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas. b. Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. Jika t-hitung < t-tabel.

Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0. berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.05 (α=5%). maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi).62 b. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). . yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika t-hitung > t-tabel.

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

2. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak.1.40 persen. 2007).92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya. variabel independen. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45.1.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299. 5. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4. Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5. . Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean).19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati.

4 0.0 0.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).0 0.0 Dependent Variable: y 1.8 1.8 1.2 0.8 Expected Cum Prob 0.8 1.2011 Menurut Ghozali (2006). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.67 Grafik 5.4 0.0 0.4 0.2 0.0 0.6 0.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1).8 0.4 0.0 0.0 0. hal ini .0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah.2 0.0 0. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.4 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).6 0.0 Expected Cum Prob 0.8 Expected Cum Prob 0.4 0.6 0.6 0.2 0.6 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.0 0.2 0.6 0.

2. leverage.1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis.2006). (Ghozali.1 telah terdistribusi secara normal.2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. Grafik 5.2 berikut: . 5. profitabilitas.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. Karena berdasarkan Grafik 5. Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal.1.

Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah.2011 . Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).69 Grafik 5.2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).

969 0.137 -1. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.008 0.004 -0.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial.103 1 Model (Constant) x1 t 6.005 0.212 0.148 t 2.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.70 Grafik 5.028 0.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. 0.454 -0.1. 0.032 Sig.129 Sig. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5.000 0.000 0. B Error Beta 0.163 0.000 0.003 0.301 0.304 Sumber : data yang diolah. 5.003 -0.035 0.676 1. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.020 0.256 2. B Error Beta 2.311 -0.517 -1.2011 .009 0.

081 0.955 0. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.010 0. B Error Beta 1.695 -0.000 -0.001 -0. Error Coefficients -0.140 0.000 0.647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.023 0.554 0.124 Sig.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.2011 Tabel 5. B Error Beta 0.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).042 Model 1 (Constant) x2 t 6.550 0.001 0.160 Sig.980 -0.063 0.460 Sig.047 0.072 0.280 0.032 0.273 2.223 0.314 0.447 0.820 0.030 0.868 0. Error Beta 0.011 0.086 1.240 Model 1 (Constant) x3 t 0. 0.004 0.785 0.226 0.322 0.279 -0.448 0.228 7.057 2.510 Sig.611 Sumber : data yang diolah.010 0.135 t 1.000 0.71 Tabel 5.003 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3).249 Sumber : data yang diolah.2011 . 0.001 0.009 0.000 0. 0. 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.000 0.041 1.043 0.

maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana. Ŷ = 1. Ŷ = -0. Ŷ = 0.969 – 0. Ŷ = 2.005X1 + 0.030Z+0.6 tersebut.000X2.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).72 Berdasarkan Tabel 5.032 + 0.868 -0.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).000X1.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).020Z+0.Z Berdasarkan Tabel 5. Ŷ = 0.010Z+0.028 – 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.000X3. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.001X2+ 0.Z .5 tersebut. Ŷ = 0.047X3+ 0.4 tersebut.550 + 0.Z Berdasarkan Tabel 5.550 + 0.

05 (α=5%) maka H0 diterima (0. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan .1.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.73 5.05).261>0. Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.05).304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. 2010). Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.304>0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.000<0.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.05). berpengaruh positif signifikan terhadap nilai . yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.647>0. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.05).05).611>0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.

leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.05). Likuiditas secara parsial hasil . 5. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.249>0. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan.2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas.

Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . investasi. 1999 dalam Susanti. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford. 2010). Proses pengambilan keputusan ekonomi. atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

77 terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Semakin rendah rasionya. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak . Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). 2010).78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah.

79 operasinya. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. . sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan. 5. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1.

Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. 2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 . karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.

81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. 6. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. . Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah.2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak.

.82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen.

S.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. ISSN 14502887 Issue 42 (2010). C. Baridwan.Edisi Cahyati. Bebezuk. Program Magister Manajemen UNUD. International Research Journal of Finance and Economics.unikom. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. Value Maximization. Volume 7. Jakarta : Salemba Empat. Tesis. Al-Kuwari. 2008.Explaining Dividend (http://www. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. 2006. Pengaruh Profitabilitas.com/abstract=220671) Christiani. D dan Harsono. 2008.(online). Desember 2002: 113-122. Nomor 2.ac. Intermediate Accounting.Bandung. 2010. Manajemen Keuangan. Dasar-dasar Kesepuluh. (2002).(http://elib. (online). Anggia Prayitmo. 2004. Duha. Z.id/gdl. 2010.org ) Policies in Argentina.Telkom. 2004. Tesis. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. Cucu. Jensen. SNA VIII Solo. Devi. 2005. Michael. International Research Journal of Finance and Economics. and the Corporate Objective Function. Edisi 8. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). Brigham and Houston.(online). To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. Stake holder Theory. solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. Penerbit BPFE Yogyakarta. 15 – 16 September 2005. Lisa. Apriani. 2006. . Jurnal Perspektif. 2010.(http://ssrn. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator.academicjournal.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor. M. Arsintadiani.

S.84 Erlina. Black Sr .. (online). N. Sri. Eugene and Kenneth. Imam.ac. (http://papers. A dan Martono. Fitriyanti. 2004.usu. Manajemen Keuangan. International Journal of Business an Finance Research. Analisis Pengaruh Roa. (online). Hayu. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei. Jakarta : Erlangga. 1998.id/3020/) Flint. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Gitman. 2009. Hartini. 2006. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. Yogyakarta. Dasar-dasar ekonometrika. and Firm Value.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. Harahap. Jakarta : PT. Roe. Fakultas Ekonomi Manajemen.ac. Manajemen Keuangan. 2003. Addison Wesley.Raja Grafindo Persada. Arus Kas Bersih. Volume 4 number 2 . Pengaruh Dividen Kas.2010. Yogyakarta: BFE Gujarati.com/sol3/papers. Edisi ke 4. Ghozali.com/abstract=118089). Ervin L.2010.eprints. 2009. Program Pascasarjana. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Taxes.id/handle/123456789/20595). Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. Damodar. Manajemen Keuangan. (online). Lawrance. Indriyo dan Basri. Financing Decisions. 2010. Anthony . Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 10thedition. (http://etd.ssrn. Good Corporate Governance.(online). 2005.Universitas Sumatera Utara. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. Erlangga. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Enggar. Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Edisi Ketiga. S.(http://repository.(http://ssrn. 2008. Harjito. 2002. (2007). Gitosudarmo. Edisi Keempat. al . .ums.cfm?abstract_id=1871). J. Principles of Mangerial Finance. et. 2009.

Skripsi. (online). Kusumadilaga. Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Harmoni. Suad. S dan Pudjiastuti. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. H. Jhojor Triwati N.id/handle/123456789/8877).ac. Eka P. Jannah.M. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Erick. Husnan. 2008. 2005. 2009. 2010. International Edition. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. 2002. A.85 Hartoyo. (Online). Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Mc Graw-Hill. 2009. Yogyakarta: BPFE. E. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. 2008. Fakultas Ekonomi. Hellfert. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating.id/handle/123456789/9599). Husnan. Edisi Pertama. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. 2006.ac. Hotbin. Keown et al.Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan.usu. Tesis. Simposium Nasional akuntansi IV. A Guide to Value Creation. Barasa. Rimba. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.usu. Program Pascasarjana USU. Technique of Financial Analysis. 2005. Tesis. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. (http://repository. Iin Hastuti. (http://repository. Universitas Sumatera Utara. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). Miftachul. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. 2009. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia. Jogiyanto. Skripsi. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. . Hasugian. Universitas Sumatera Utara. Pengaruh Kebijakan Dividen. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne. 2000. 2010. V.

Marlina. Anggraeni Ayu. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. 17-24 Nugroho. Universitas Sumatera Utara. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis. Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. 1999. (http://repository. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2008. 2008. C. cara mudah memahami Inferensia). Murtini.com/abstract=311275). Universitas Gunadarma.vol 4.(http://ssrn. Umi.ums. Lestari.86 Kim. 2009. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan.usu.Edisi kedua. 2010. Denpasar : Keraras Emas.”Analisis Pengaruh Cash Position. Nova H. Jurnal riset akuntansi.ac. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Departemen Pengajar FE USU.9 No. Mandiri Vol.2. Ina. 2006..eprints.1 Juli-September. no 1 februari 2008 hal 32-47. (http://etd. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. L dan Danica. 2008. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas. Napa J. Woochan et al. p. Nata Wirawan. Jurnal Manajemen bisnis vol. 2009.id/2305/).(online). Tesis. Lestyorini. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala. 2004. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.ac.id/handle/123456789/20416). . Rotua. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”. Setya. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia. 2008. 2002. (Online). Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea.(Online). Awat.

2008. Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia.usu. Sawir. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Gramedia Pustaka Utama. A. R dan Priya N. Universitas Widyatama. Ponco Satriyo. The Effect on Stock Returns. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. 1999. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Program Magister Manajemen Universitas Udayana. 2005. 2004.com/abstract=444543). Skripsi. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. International Research Journal of Finance and Economics. S. Agnes .id/handle/123456789/18430). Pengaruh Profitabilitas. Yogyakarta: BPFE. (online). Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Universitas Sumatera Utara. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. Rosyadi. Firm Value and Performance. Jakarta : PT. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Saxena. (http://repository. Fordema Volume 6 Nomor 1. Azhagiah. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Susilo. 2010. Anggia. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Susanti. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Rika. 2005. 2003. Riyanto. Sunariyah. Sembiring. Skripsi. Raharjo.87 Pinuji. . Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. 2006. Daniel Sehate. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. 2009. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). Juni 2006: 73-89. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia.K. Prayitno. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. The Journal of Finance.ac. Semarang. 2010. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Rob Bauer et al. 2001. 2008. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. (online ) . Solvabilitas. Skripsi. 2010. Bambang. (http://ssrn.

2010. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. 2009. J dan Thomas. Sheila Ramadhani. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Medan. Tesis. Yuniasih. Ekonomi Majerial. Universitas Muhammadiyah Surakarta.ac.Universitas Muhammadiyah Surakarta.id/5310/) Sugiyono. Winardi. Siregar. Elisa. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Universitas Sumatera Utara. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan.id/5251/). Jakarta : Literata Lintas Media. (online). Metode Penelitian Bisnis. 2009. Ni Wayan dan Wirakusuma. Fakultas Ekonomi Manajemen. Bandung : CV Alfabeta. Manajemen Keuangan. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi.eprints.(online). Agus. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Sudjaja.ums.( http://etd. S dan Berlian. Universitas Udayana. Sitepu. Wardani. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. 2001. Skripsi. 2007.ac. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Bandung : Mandar Maju. Susilo. Weston.ums. Fred. Jurnal Akuntansi dan Bisnis.88 Sujasno.eprints. 2004. Fakultas Ekonomi Akuntansi. . E Copeland. (http://etd. Skripsi. 1997. 2010. 2001. Citra Noveli. Manajemen Keuangan : Jilid 2. Jakarta : Binarupa Aksara. Inge. Made Gede. 2001.

63 59.12 90.11 2008 40.83 39.90 31.97 31.03 17.86 9.58 39.60 42.97 72.69 50.29 29.75 6.11 124.70 30.94 47.92 75.85 2007 5.81 12.85 38.10 33.63 50.40 31.84 20.00 49.06 22.01 28.73 93.47 120.31 41.00 31.19 71.70 53.08 79.16 54.idx.60 15.80 25.25 48.87 17.87 38.99 108.76 Sumber : www.42 34.73 157.03 14.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.81 40.16 31.66 49.34 30.58 40.80 6.00 20.87 33.32 65.99 48.34 24.00 34.id .29 4.38 30.09 47.63 105.63 53.20 12.49 31.42 14.90 43.25 36.92 35.37 33.11 99.05 38.84 40.00 30.42 40.53 55.17 33.63 29.17 25.27 100.00 25.00 19.42 7.73 44.51 47.85 39.32 66.24 18.35 42.38 39.95 97.39 8.49 52.13 5.01 10.21 142.20 62.00 39.73 52.28 18.26 78.92 299.73 27.51 116.08 25.96 6.97 32.39 99.33 12.39 50.56 32.09 74.26 8.61 15.50 11.01 2009 60.co.03 27.19 17.65 95.63 54.

45 14.34 12.92 50.42 16.32 11.26 40.85 185.56 220.30 22.42 29.49 40.81 4.16 29.53 38.20 179.79 8.37 19.49 3.23 3.71 186.96 254.83 28.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.44 60.46 195.97 6.71 2009 78.78 147.93 105.10 148.92 99.73 3.73 201.65 1.12 161.00 230.id .85 38.14 3.14 173.13 70.36 8.45 24.05 99.49 2.84 38.08 207.04 31.30 2.34 286.94 10.43 2.35 32.91 7.47 40.27 12.66 296.61 5.96 43.18 20.40 148.35 23.04 39.01 15.35 426.53 35.27 15.51 28.68 12.79 10.86 208.06 5.69 5.00 4.59 17.91 4.21 4.85 11.79 44.40 36.20 50.co.05 62.99 16.idx.56 45.61 310.44 23.51 26.67 57.09 187.96 10.30 15.94 35.93 25.99 49.52 119.55 14.68 158.54 225.43 49.99 60.13 119.01 2.48 64.27 342.65 138.32 Sumber : www.34 74.29 32.29 131.89 5.09 93.83 9.23 2006 30.79 36.73 42.35 229.10 45.52 40.91 28.57 107.71 12.92 100.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

35497 Std.011 Adjusted R Square .131 120 120 x1 -. b.023 a. Dev iation 2.000 -.131 .274 df1 1 df2 118 Sig.000 . .Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig.601532 R Square Change . 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed .011 F Change 1.80134 72. Error of the Estimate 2.94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1).103 1. (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1. All requested variables entered.103 . Method Enter a. Predictors: (Constant). x1 b.002 Std. F Change . Dependent Variable: y . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression .103 a .261 DurbinWatson 2.604522 85.

158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 .95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8.450176 Std.261 -.003 .311 -.620 798.645 .129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.517 -1.02440 Residual -1. Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std.621 807.646 .620 6.996 N 120 120 120 120 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .000000 .829 Std.73E-006 a.000 a.000 1.241 df 1 118 119 Mean Square 8.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.028 .103 Part -. Predictors: (Constant).18 .354 Condition Index 1.261 a Regression Residual Total a. Residual -.000 7.000 1.134 . Error 2. .401 a.103 -.000 2.000 .002 -.009 .000 Std. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.412 2. Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.996469 11.103 t 6.274 Sig.269144 2.767 4. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .18 .003 Standardized Coefficients Beta -. Predicted Value -4. Dependent Variable: y Mean 1.000 .82 a.768 F 1.82 . Deviation .68861 2. x1 b.590578 1.80134 .

0 0. Dev.4 0.0 0.6 0. = 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 Expected Cum Prob 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.0 0.2 0.78E-16 Std.4 0.2 0.6 0.8 1.

384 . x1 b. Predictors: (Constant).398 a .000 -. All requested variables entered.000 DurbinWatson 2.80134 72.000 .159 Adjusted R Square .604522 85.299 df1 3 df2 116 Sig. z.137 Std.000 120 120 120 120 z .403287 4544. xa1 Variables Remov ed .000 -.000 120 120 120 120 x1z . Dependent Variable: y .777520 38.118 . 120 120 120 120 Sig. Method Enter a. b.000 .109 .000 .97 Regression .Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.000 .177 .058 a.740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1. Error of the Estimate 2. .118 .625 .103 1.131 .384 -.103 .625 . x1z. .419501 R Square Change .000 .159 F Change 7.177 . F Change .92833 2967. Dev iation 2.507 Std. .436 1.026 .436 .35497 45.109 1.000 . (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.026 120 120 120 120 x1 -.131 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . z.

Deviation 1.116 .752 .21 .004 z .382 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.56E-005 a.626 .301 .02 .179 679.83E-005 1.04968 Residual -7.969 .155 2.24 .037849 2.000 . Error (Constant) .572 .64E-005 x1 -.040210 5.838 a.71 Varianc e Proportions x1 z .000 -. Predictors: (Constant).103 -.02 . Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.095 Part -.163 .241 .80134 .256 2.98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.752 6.749 2.100474 Std.49E-005 .177 .760 5.000 2.212 .088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .032 Sig.02 .327 1.76E-009 -4.000 a Regression Residual Total a.4E-007 1.676 1.08 .13 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.726 5.000 Std.430 .908 .904 (Cons tant) .64E-005 1.013 .137 -1.071 1.1E-007 -2.854 F 7. Residual -2. x1 b.77 x1z .020 .352 2.005 .388808 1.000 .000 .000 Standardized Coefficients Beta -. Predicted Value -1.1E-007 5.009 .935 a.649 -.035 .062 807.000 -2.06 .10 .02 . z .543 1. x1z.005 .05 .784 Std.000 .241 df 3 116 119 Mean Square 42.008 x1z 8.736 Mean 1. Dependent Variable: y Max imum 8.299 Sig.73 .987 N 120 120 120 120 .68 a.649 1. . .02156 9.003 -.384 .000000 .4E-007 z -.543 -4.993 3.148 t 2.228 .000 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.454 x1 -.036 .15 .083 Condition Index 1.867 -.107 .304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .

6 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .0 0.26E-16 Std.2 0.8 Expected Cum Prob 0.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.0 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3. Dev.4 0. = 0.4 0.0 0.8 1.6 0.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

F Change .92833 4929.712 5.042 1.451 .000 a Regression Residual Total a.403287 7186.000 -.000 .476 .103 Regression .384 . Error of the Estimate 2.000 DurbinWats on 2.604522 174.389 a R Square .80134 105. x2z.000 .078 120 120 120 120 x2 -. x2 b. (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122.476 1. x 2 b.151 F Change 6.000 120 120 120 120 z .000 .323 .000 .241 df 3 116 119 Mean Square 40.323 .136 685. Dependent Variable: y . x2z. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R .042 .906 F 6.967419 38. .080 a. .078 . Predictors: (Constant). . z .011 .000 120 120 120 120 x2z .430242 R Square Change .384 .823 .130 . Dev iation 2.130 . Predictors: (Constant).Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.893 df 1 3 df 2 116 Sig. 120 120 120 120 Sig.129 Std.000 .462 Std.66651 45.105 807.000 .011 1.000 .151 Adjusted R Square . z .451 . .354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.823 .893 Sig.

0E-007 .006 .03 .047 Part .04 .1E-007 2.008 -.05 .785 .063 .07 .004 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1.000 1.761 -8.80378 8.003 .68E-005 x2 -.136 .980 -.754 .94 a.130 -. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .437 -.510 Sig. Residual -3.362 3.267 .042 .822 -.001 .044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .625 Mean 1.000000 .077 9.81 x2z .01 .000 Standardized Coefficients Beta .000 -3. .01 .91 .68E-005 1.023 .930 .105 7.02 .930 9.325 .135 t 1.367 Std. Error .132 9.822 1.000 2.000 .13 .244 a.226 .030 .000 Std.448 . Deviation 1.338 1.987 N 120 120 120 120 .000 .399413 1.255 -.52 Varianc e Proportions x2 z .223 .966 3.39 . Dependent Variable: y Max imum 8.457 (Cons tant) .912 3.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.01 .19E-005 a.01 .010 .9E-005 .010 -4.000 .033 Condition Index 1. Predicted Value -1.916 .447 -.013090 2.050 .15E-009 -8.522 a.882694 Std.41676 Residual -7.384 .000 .80134 .273 2.1E-007 z -.0E-007 -3.809252 6.297 .000 -.104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.000 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.025 .550 .05 .761 1.

0 0.2 0.4 0.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.0 0. = 0.6 0. Dev.0 0.6 0.8 1.8 Expected Cum Prob 0.98E-16 Std.2 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value .

120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .748 df 1 1 df 2 118 Sig.295 Std.000 .39542 Std. Predictors: (Constant). x3 b.763 564.106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3). Error of the Estimate 2. b. F Change . .763 4.548 .477 807.548 a R Square . Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1. Method Enter a. Dev iation 2.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig.80134 21.000 DurbinWats on 2.0 a. Dependent Variable: y .784 F 50. Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R . (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1. . Predictors: (Constant).301 F Change 50.000 . Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. All requested variables entered.241 df 1 118 119 Mean Square 242.604522 17. x3 b.000 120 120 x3 .000 a Regression Residual Total a.748 Sig.000 .301 Adjusted R Square .548 1.187168 R Square Change .

011 . Deviation 1.31994 Residual -4.694 .081 .000 . Residual -2. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value . Error Beta .103 .11 .000 .744543 Std.772 .000000 .072 .025 4.000 .548 Part .913 a.548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.000 a. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .428656 10.314 .80134 .000 Std. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.996 N 120 120 120 120 .791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .11 .228 Condition Index 1.551 . Dependent Variable: y Mean 1.000 2.000 .177959 1. Predicted Value -1.058 . Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.820 -.107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.89 a.21791 7.228 7.864 Std.548 t .109 3.000 a.548 .428296 2.124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.89 .000 1.

45E-17 Std.4 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .8 Expected Cum Prob 0.4 0. Dev.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.0 0.2 0.2 0.8 1.0 0. = 0.6 0.0 0.

372 F Change 22.091060 R Square Change . . Dependent Variable: y .548 .002 .675 1.872 df1 3 df2 116 Sig.000 . Predictors: (Constant). z. x3z.591 .797 .667563 38. All requested variables entered. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z.604522 17.403287 1887.000 . F Change .548 1.415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.000 .000 DurbinWats on 1. .000 120 120 120 120 x3 . 120 120 120 120 Sig. x 3 b.994 a.255 1.000 .355 Std.000 .000 .80134 21.091 Std.39542 45.000 .000 120 120 120 120 x3z .384 . b. .591 .610 a . Error of the Estimate 2. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .000 .255 .002 . Method Enter a.000 .000 .372 Adjusted R Square .92833 1154. z .384 .675 .000 .109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.000 120 120 120 120 z .797 . Dev iation 2. xa3 Variables Remov ed .

Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.047 .987 N 120 120 120 120 .587840 2.482 .214 807.588 3.000 -5.080 .000 .807 1.072 7.093 .000 .280 .043 .91 a.140 .009 .25 .127604 Std.086 1.930 a.000 .057 2.8E-006 z -.01 .008 .000000 .241 df 3 116 119 Mean Square 100.000 Standardized Coefficients Beta .000 Std.591 . x3z.000 2.256 10.554 .032 .110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.127 4. z .240 t -.955 .13 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.01 .041 1.107 Part . x3 b.023 .100 . Predictors: (Constant).000 .031 Condition Index 1.066 .00 .000 -.85 Varianc e Proportions x3 z .000 x3 -.027 507.001 a.186 .384 . Deviation 1.064534 1.01 . Error -.160 Sig. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .027 .548 .01 .000 a Regression Residual Total a.09 .876 .01 .00 .00 .570 3.322 .301 .001 .950 Std. .12E-008 -2.373 F 22.0E-006 -5.186 4.872 Sig.874 a.569146 4.807 -.326 .009 4.186 -.150 . .000 .085 Collinearity Statistics Tolerance VIF .634 1. Predicted Value -. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.001 .249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.876 8. Dependent Variable: y Max imum 8.80134 .129 1. Residual -2.12 .576 Mean 1.0E-006 7.634 -2.218 .010 .000 .65E-005 .44854 9.87 .29266 Residual -6.8E-006 .74 x3z .165 (Cons tant) .

4 0.6 0.0 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.8 Expected Cum Prob 0.2 0. Dev.0 0. = 0.08E-16 Std.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .0 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.4 0.2 0.8 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful