i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

A. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof. Raka Sudewi. dr. Gede Suarjaya.B. Dr.... Dr. I.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii . Anom Purbawangsa. SE.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I. Dr.Sp. SE.Luh Gede Sri Artini. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana. M. Pembimbing II.A.A. SE. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana.Si NIP 19720804 19970 2 001 A.

A.Si Anggota : 1.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana.Si 4.. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr. Ni Luh Putu Wiagustini. Prof. M. Dra. SE. M.4 / HK / 2011.Luh Gede Sri Artini. MS iv . M. Dr.A. Ni Ketut Purnawati. Dr. Gede Suarjaya. SE..Si 3. SE. MM 2.. SE. No: 1026 / H14. Ida Bagus Panji Sedana..

Denpasar.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. 20 Tahun 2003. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. (UU NO. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). 16 Juni 2011 Mahasiswa. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi.

. karena hanya atas kurnia-Nya. PD (KHOM). Dr. Sp. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. M. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A. Wayan Ramantha.. Dr. dr. A Raka Sudewi. MM. semangat. Sp. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. SE.Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan. I Made Bakta. tesis ini dapat diselesaikan. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. Pada kesempatan ini. Dr. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. A Gede Suarjaya..S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana.. SE.Luh Gede Sri Artini. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. penulis juga menyampaikan vi . Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. A. SE. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen.

Anom Purbawangsa. SE. saran. 16 Juni 2011 Penulis vii . Ni Ketut Purnawati. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. SE. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini. M.Si dan Dra. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. MS yang telah memberikan masukan.Si. MM sebagai Ketua Program MM Unud.vii rasa terima kasih kepada Dr.B. Dr.. sanggahan. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas.. Ida Bagus Panji Sedana. Dr. SE. Denpasar. M. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga. Ni Luh Putu Wiagustini. yaitu Prof. I..

5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Kinerja Keuangan. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009. idx.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.id) dan ICMD tahun 2006-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.co. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

id) and ICMD 2006-2009. the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. 3) leverage not significant negative effect on firm value. Sampling method performed with saturated sampling method. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. and based on predetermined criteria. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. idx. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study.co. The higher the stock price the higher the value of the company. 5) Profitability significant positive effect on firm value. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Firm value and Dividend Policy ix . 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. Keywords: Financial Performance.

........................2............2 Kinerja keuangan ....................... xi DAFTAR GAMBAR.................................................... x ... xiii DAFTAR LAMPIRAN....3........ BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3..........................................................................................................................................3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan............................. 1.................. 2...................1 Landasan Teori.2.................................................................... 2............3 Dividen.... iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS.......................1........................ 1..........1......................... ix DAFTAR ISI..........1 Nilai Perusahaan ..............2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen..........................................1.......1 Kerangka Konseptual..................................................................................................... 1..........2............................... iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI......................................1 Identifikasi Variabel....................... v UCAPAN TERIMA KASIH.................................................................................................................... 3.............. 2..............................................................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan....................................... 2............ 2.................. 2..............................6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan......................................2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan.................................................................................................. 2............................... ii LEMBAR PERSETUJUAN............................................ 2............... xiv BAB I PENDAHULUAN.......................3.......................................1... 1....................................................................................................................................................... viii ABSTRACT.................2 Rumusan Masalah....................2............................. x DAFTAR TABEL..........................................2 Hipotesis......................... 2...........4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan........ 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA........... 2.... BAB IV METODE PENELITIAN...3 Tujuan Penelitian....................................................2 Kajian empirik...............................................................................................................................................................................1 Latar Belakang................1.............................................................1 Kontroversi Dividen........................... 2........2......... 2................................................ 2....................2......................... vi ABSTRAK...............................................................................................................4 Manfaat Penelitian...................................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.............................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM...... 4................................................ i PRASYARAT GELAR...............................................................

.......................................4 Jenis dan Sumber Data......... 5....................1...... 5.....................................6.............. 4............... 4....................................................................................................................................3 Populasi dan sampel .......................................... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6...........2 Saran.. .................................1.....1 Statistik Deskriptif....................................................1 Kesimpulan..........................................2...........2 Definisi Operasional Variabel...................... 4.. DAFTAR PUSTAKA......................... 5............4 Uji t........................... 5.........................1 Hasil penelitian.............................................................................. 5.......................................................................1......... 5........................2 Uji Heteroskedastisitas................. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................................................................................................... 5. 5...................................1................1..... 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi .2 Sumber Data............... LAMPIRAN........... 5..........3 Analisis regresi......................................................................................xi 4.....................................................................................................................3 Implikasi penelitian.................................... 4...................5 Metode Pengumpulan Data......................................... 4..................................................................................1 Analisis Regresi.4...4.............................6 Teknik Analisis Data.... .............1 Uji Normalitas.................................2 Pembahasan........ 4..............2............................1........ 6.................................................... 4......................2 Uji asumsi Klasik..................1 Jenis Data.....................

........................................1 Likuiditas (X1) .............................................. xii ......... 63 Tabel 5.........................5 Tabel 5...............................................................................................2 Leverage (X2) .............3 Profitabilitas (X3) ...6 Hasil analisis regresi.......4 Tabel 5. 64 70 71 71 Tabel 5.................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)..xii DAFTAR TABEL Tabel 5.................... 63 Tabel 5.......... Hasil analisis regresi................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z).............................................. Hasil analisis regresi...... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)..........................................

.......2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot.............................1 Grafik 5...... 49 67 69 xiii .........................xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3........................................... Scatterplot.....1 Grafik 5..........................

........................................... Output regresi Leverage (X2)....... 3...........xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1........ xiv ................ Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009.... 6........................... 5.................... 4.......... 8...... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).......................... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)..................................... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009........ Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).................. 7............................................ Output regresi Profitabilitas (X3). Output regresi Likuiditas (X1)................................ 2.............. Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009................. Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009.......... Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009................................

Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. Wahyudi. 2008 dalam Kusumadilaga. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. 2010). Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. 2005).1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu : 1 . Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. (Harjito dan Martono.

ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. ukuran perusahaan. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. 2009). 2010). keputusan investasi. Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. kebijakan dividen. 2001 dalam Kusumadilaga. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. Keadaan seperti itu.2 keputusan pendanaan. struktur modal. dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . pertumbuhan perusahaan. Tanpa keyakinan tersebut.

Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. 2004). Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. Bagi sebuah perusahaan. 2002 dalam Pinuji. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . 2009). Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. 2005). 2002 dalam Raharjo. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham.

leverage. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk . Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor. Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik.4 masing-masing jenis saham. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. 2002). Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia.

Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). 2001). Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. 2008). Semakin tinggi ROE . Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno.2001). Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. leverage dan profitabilitas (Riyanto. Dividen merupakan arus kas keluar.5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan.

Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). . DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. 2010). Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada.6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER.

Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. 2004). Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. Informasi atas . Apabila dividen yang dibayar tinggi. tanggal pengumuman. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Hartono (2000). 2005). maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah.

Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . Pada dasarnya. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. Dengan perkataan lain. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. struktur finansial. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. harga saham. 2009). 1980 dalam Wardani.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Saat laba akan dibagi atau ditahan. arus pendanaan dan posisi likuiditas.

Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. likuiditas. kreditor. Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. 1982 dalam Erlangga. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 2009). 2005 dalam Erlangga. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. 2009). prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . 2006). Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. posisi kas.

menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. (2). 2005). (3). Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). 1999 dalam Apriani (2005). Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen.10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Penelitian Apriani mendukung . Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. 2005). yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen.

dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. (Miller dan Modigliani. Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). telah mengembangkan irrelevant dividend. . 1995). Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. 1961 dalam Saxena.

Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. Sujasno. Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor. EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). ROI. (2004) menemukan bahwa cash ratio. EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). Susilo (2009) dan Siregar (2010). Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). debt to equity ratio dan return on .12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010).13 assets. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang .

yang pada saatnya harus dikembalikan. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. Semakin tinggi laba perusahaan. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang.14 benar-benar bebas. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . Semakin tinggi hutang yang dimiliki. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage.

Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. 2008). Berbeda dengan penelitian sebelumnya. . Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008).15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z). leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini.

3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas. maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.16 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .

4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini. Bagi investor. yaitu : 1.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan.4.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1.4. . hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. 1.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

dkk.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. 2010).1 Landasan teoritis 2. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. 2006 dalam Susanti. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 . Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung.1. 2010). Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan.

Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. e) pendekatan harga saham . d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva.19 dalam Kusumadilaga (2010). Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . f) pendekatan economic value added (Suharli. Samuel (2000). Semakin tinggi harga saham. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. 2008 dalam Kusumadilaga. Wahyudo (2005). 2010). . 2006 dalam Kusumadilaga. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. 2010). karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen.

Indikator. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan.20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Jika perusahaan berjalan lancar. Berdasarkan alasan itulah. 2001 dalam Malla Bahagia. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham . atau memaksimalisasikan harga saham. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Susanti (2010). Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. 2002). 2008).indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina.

semakin tinggi price earning ratio nya. hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. b) Semakin tinggi dividend payout ratio. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik. sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal.

c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. Semakin besar price earning ratio.22 price earning ratio. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. .

2006). Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan.23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham.1. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu. sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan. yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok. Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010). 2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar.……………………………(2) H arg aSaham 2.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan.. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.

ekonomi. Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. dan lain-lain. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. sosial. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. jumlah perusahaan.24 1). Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . dan lain-lain. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. 2). Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. mencari. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan. keadaan dan stabilitas politik.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. rasio leverage. 2005). (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. . 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. 2005). antara lain : rasio likuiditas. laporan perubahan posisi keuangan.25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya.1995 dalam Raharjo. (3) kelaziman dalam praktek. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. laporan rugi laba. 1994 dalam Raharjo. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. (IAI.

. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. 2005). Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan. 2005). Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.

dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap. Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. . 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 2004). e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. 2) Rasio Solvabilitas/leverage. menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas.1. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . 6) Rasio pertumbuhan. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. penjualan dan kegiatan lainya.3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. 2. 5) Rasio pasar. 4) Rasio aktivitas. Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. Berdasarkan kedua pendapat tersebut.

2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham.29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki.

Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila . Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya. 2. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham.1. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki.3. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. karena terdapat lebih dari satu pendapat.

31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen. yang berkisar antara 2 – 4 %. harga saham akan naik. dan sebagainya. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). konsultan hukum. mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. biaya notaris. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). akuntan. jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. . Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. seperti fee untuk underwriter. pendaftaran saham saham.

MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. . bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan.32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM).

sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang.3. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal. .33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya.1. Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta). c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. 2. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi.

34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). maka biasanya harus ada laba ditahan. Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. persediaan dan barang-barang lainnya. . b). Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. c). Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur.

Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan.35 d). tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. Stabilitas laba. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. Sekali dividen naik. Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi. Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali. Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari. e). semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. f). maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu .

semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan. . 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman. Dividen merupakan arus kas keluar.36 dapat terus dipertahankan. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. 4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen.

Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. Biasanya.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. 2. pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif.2. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya. Bertambahnya jumlah saham yang beredar.2 Kajian Empirik 2. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah .

investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan.

Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen.39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. Duha Al. Hartoyo (2008). Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009).Kuwari. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. arus kas bersih. Sujasno (2004). Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham.2. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. 2. Lestari (2009). Anil . Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. Nugroho (2004).

tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas. 2.2. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. .3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

2. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen).41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan.4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004). arus kas bersih. 2. Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel . Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.

Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam .2. 2. Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008). (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Rob et al.

Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.43 melakukan penilaian. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya.6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ. Sembiring (2010). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2.2.

dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. leverage. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati. . Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. (2008) dalam Susanti. (2010). Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen. Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan.

Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan. 2010).45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. Berdasarkan alasan itulah. Jika perusahaan berjalan lancar. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. atau memaksimalisasikan harga saham. 2002). Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. 2004 dalam Christiani. Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali.

maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham. 2010). kreditor. hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham.46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. 2008). Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham.

Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas. Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. 2005 dalam Erlangga. Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. 2009).47 perusahaan (Kartika. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. Jika perusahaan menggunakan . 2009). rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. 1982 dalam Erlangga.

Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. industri keuangan. dan 77. Kelompok industri manufaktur. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen.29%. semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri). Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. 607. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : .36%.84%. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki.

49 Gambar 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. .2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga. leverage dan profitabilitas. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. 2010). 4.1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. 2001 dalam Kusumadilaga.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan.50 BAB IV METODE PENELITIAN 4. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas. Data yang digunakan adalah laporan 50 . 2010). 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.

yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ……….id).dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q. Menurut Yuniasih.……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti.co. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .idx. Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q. 2010).

2001 :332).idx. return on equity dapat .co. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio. Secara matematis. Secara matematis. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. 2005).52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.idx. Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.id).co. cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif. Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.id). Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity.

Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang ..…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya.. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.id).53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ……….co. Secara matematis. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio.idx.

Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam .3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Menurut Harjito. Menurut Keown et al. Secara matematis. A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4.idx.co.id). Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. (2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share.54 diperoleh melalui (www.

4. kalimat. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2003 : 14 ). skema atau gambar ( Sugiyono. 2003 : 14).1 Jenis data Berdasarkan sifatnya. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.4.4 Jenis Dan Sumber Data 4. .

tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009. 4.idx. 4. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009. data melalui internet (www.4. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai .co.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya. karya ilmiah berupa jurnal.56 4.

...Z + ei ... Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima................... Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana.................. Y= + b1X1 + ei ..6....(9) = Nilai perusahaan = Konstanta .... dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati...................57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions)............................. 2007)....... perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)........ Secara statistic F dan nilai statistik t....... 4....1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen.....(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).. Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1..... Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya......

.... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana.............................................. Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2.................................................................(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA). yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana.... Y= + b1X3 + ei ..................(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term....58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term...............................(13) ......Z + ei ....................... Y= + b1X2 + ei ......

....Z + ei ....... Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3..... 2006)....X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ)..... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali.. Leverage X2 dan Profitabilitas .(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term.....59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).................. Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : .......... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.

maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama. Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0.05 ( Los = 5 %). 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. di mana pada . b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO).05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. variabel independen.60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. Sebelum model regresi. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot.

2006 : 105). b. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a.61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. melebar kemudian menyempit ). . Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. 2010). Jika ada pola tertentu. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. Jika t-hitung < t-tabel. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. Jika tidak ada pola yang jelas.

yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. . Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0. maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi).62 b.05 (α=5%). Jika t-hitung > t-tabel. berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan).

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.1. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45. . Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya.92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham.1. variabel independen.40 persen. 5. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean).2.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan. 2007). Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.

1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1).0 0.6 0.67 Grafik 5. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).8 1.4 0.8 1.6 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 Expected Cum Prob 0.2 0.2 0.2 0.8 1.0 0.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).6 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.0 0.8 Expected Cum Prob 0.0 0.4 0.4 0.4 0.8 0.0 0.0 0.4 0.4 0.0 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.2 0.6 0.6 0. hal ini .2011 Menurut Ghozali (2006).0 Dependent Variable: y 1.0 0.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah.2 0.0 Expected Cum Prob 0.2 0. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.

68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal. Grafik 5. 5.1 telah terdistribusi secara normal.2.2 berikut: .2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal.1. leverage.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. Karena berdasarkan Grafik 5. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis.2006). (Ghozali. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5. Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. profitabilitas.

2011 .2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1).69 Grafik 5. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).

969 0.103 1 Model (Constant) x1 t 6.028 0.163 0. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5.2011 .020 0.1.009 0.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.304 Sumber : data yang diolah.005 0.70 Grafik 5.003 0.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. 5.035 0. B Error Beta 2.008 0.137 -1. B Error Beta 0.000 0. 0.212 0.000 0.003 -0.256 2.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).454 -0. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.311 -0.032 Sig.000 0.004 -0.517 -1.129 Sig.148 t 2.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. 0.676 1.301 0.

228 7. 0.057 2.000 0.240 Model 1 (Constant) x3 t 0.160 Sig.023 0.010 0.030 0.009 0.554 0.447 0.785 0.448 0.868 0.086 1.223 0.140 0. Error Beta 0.322 0. B Error Beta 1.081 0.041 1.550 0. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.047 0.611 Sumber : data yang diolah.000 0.314 0.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).124 Sig.2011 .042 Model 1 (Constant) x2 t 6.273 2.000 -0.003 0.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.135 t 1. 0.010 0.249 Sumber : data yang diolah.279 -0.001 -0.695 -0.001 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.001 0.032 0.280 0.000 0.71 Tabel 5.000 0.011 0.043 0.820 0.004 0. Error Coefficients -0.955 0.510 Sig. 0.460 Sig.980 -0.647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.063 0.226 0.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3). B Error Beta 0. 0.2011 Tabel 5. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.072 0.

028 – 0.001X2+ 0.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).030Z+0.550 + 0. Ŷ = 2. Ŷ = 0.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).Z Berdasarkan Tabel 5. Ŷ = 1.010Z+0.72 Berdasarkan Tabel 5.032 + 0.047X3+ 0.969 – 0.000X2. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.868 -0.550 + 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana.000X3.6 tersebut.000X1.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).020Z+0.Z . Ŷ = -0.005X1 + 0.Z Berdasarkan Tabel 5. Ŷ = 0. Ŷ = 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.5 tersebut.4 tersebut.

05 (α=5%) maka H0 diterima (0.261>0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.1. yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.304>0. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan . 2010).05).261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.73 5.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.05). Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.

05 (α=5%) maka H0 diterima (0.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.000<0. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.05).05 (α=5%) maka H0 diterima (0.05).5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.611>0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.647>0. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.05).74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.

5.05). Likuiditas secara parsial hasil . Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.249>0. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. Proses pengambilan keputusan ekonomi. investasi. 1999 dalam Susanti. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi.76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. 2010). dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford.

Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin rendah rasionya. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi.77 terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak .

3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. 2010). Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan.78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan.

5. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. . dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya.79 operasinya.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 .80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. 2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan.

6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya.2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. . 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan. 6. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan.81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi.

. Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen.82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan.

Michael.Explaining Dividend (http://www. 2010. Program Magister Manajemen UNUD. Baridwan.com/abstract=220671) Christiani.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor. 2004. Jensen. S. International Research Journal of Finance and Economics.Telkom.id/gdl. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. Dasar-dasar Kesepuluh.(http://elib. solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. Al-Kuwari. Devi. C. Apriani. Desember 2002: 113-122. Edisi 8.(http://ssrn. Tesis.ac. Jurnal Perspektif.(online).academicjournal. ISSN 14502887 Issue 42 (2010). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. 2006. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. Tesis. Penerbit BPFE Yogyakarta.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator.Bandung. Anggia Prayitmo. Pengaruh Profitabilitas. Value Maximization. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. 2006. 15 – 16 September 2005.org ) Policies in Argentina.Edisi Cahyati. and the Corporate Objective Function. Duha. 2008. Lisa. Stake holder Theory. . M. (2002). 2010. Nomor 2. Z. SNA VIII Solo. D dan Harsono. 2005. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. Bebezuk. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). 2010. International Research Journal of Finance and Economics. Jakarta : Salemba Empat. Arsintadiani. Volume 7. 2008. Intermediate Accounting. Brigham and Houston. 2004. (online). Manajemen Keuangan.unikom. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. Cucu.(online).

2008.com/sol3/papers. Program Pascasarjana.(http://ssrn.ums.id/handle/123456789/20595). Analisis Multivariate dengan Program SPSS. and Firm Value. Gitosudarmo. Black Sr . Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei. 2005. Principles of Mangerial Finance.2010. Arus Kas Bersih.ac. Damodar. Sri. 2009.usu. (online). Dasar-dasar ekonometrika. Yogyakarta: BFE Gujarati. Harahap. Edisi Ketiga. Manajemen Keuangan. 2010. Fitriyanti. Good Corporate Governance. Edisi Keempat. 2003.(http://repository. Universitas Muhammadiyah Surakarta. S. Indriyo dan Basri. Roe.2010. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta. Volume 4 number 2 . (http://etd. Anthony . .cfm?abstract_id=1871).com/abstract=118089). Manajemen Keuangan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. 2004. Hayu. Yogyakarta. Pengaruh Dividen Kas.ac. (online). 2009.(online). Analisis Pengaruh Roa. Enggar. Skripsi.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. J. Addison Wesley. Manajemen Keuangan. Gitman. 2002. Taxes. Eugene and Kenneth. al . S. Lawrance. (2007). N. (http://papers. Erlangga. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. Jakarta : PT..Raja Grafindo Persada. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. (online). A dan Martono. Harjito. International Journal of Business an Finance Research. Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Ervin L. 2009.eprints. 2006.Universitas Sumatera Utara. Jakarta : Erlangga.id/3020/) Flint. et. 10thedition. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Hartini. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. 1998.84 Erlina. Edisi ke 4. Ghozali.ssrn. Financing Decisions. Imam. Fakultas Ekonomi Manajemen.

(online). A Guide to Value Creation. Miftachul. Husnan. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. Universitas Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne.usu. 2010. Jogiyanto. 2008. S dan Pudjiastuti.id/handle/123456789/8877). Simposium Nasional akuntansi IV. 2006. (http://repository. .ac. Suad. Yogyakarta: BPFE. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. Harmoni. Program Pascasarjana USU.Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan.M.ac. 2005. Universitas Sumatera Utara. Hotbin. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. Mc Graw-Hill.usu. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia. A. Husnan. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). 2010.id/handle/123456789/9599). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Edisi Pertama. International Edition. Hellfert. 2008. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti. Hasugian. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Kusumadilaga. Jhojor Triwati N. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Eka P. H. 2000. Keown et al. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Pengaruh Kebijakan Dividen.85 Hartoyo. Barasa. Rimba. Tesis. 2009. Tesis. Technique of Financial Analysis. 2009. V. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi. Erick. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. (Online). Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. E. 2002. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. (http://repository. Iin Hastuti. Skripsi. 2009. Jannah.

2004. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.(online). 2009. 2008. Tesis. Universitas Gunadarma. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Marlina. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia. Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. 2008. Denpasar : Keraras Emas.1 Juli-September.id/handle/123456789/20416). 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. (Online). Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala.ac.9 No. no 1 februari 2008 hal 32-47. Mandiri Vol. 2010. 2002. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan.ums. Fakultas Ekonomi Akuntansi.usu. Napa J. 2006. Murtini. 17-24 Nugroho. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”.ac.Edisi kedua. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.86 Kim.”Analisis Pengaruh Cash Position. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea. 2009. 1999. Departemen Pengajar FE USU.(http://ssrn. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Universitas Sumatera Utara. 2008. Nata Wirawan. (http://etd. Lestari.vol 4. (http://repository.com/abstract=311275). Jurnal riset akuntansi. Anggraeni Ayu. . C. Setya. Jurnal Manajemen bisnis vol. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. L dan Danica.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas.(Online). p.2. Lestyorini. Rotua. Nova H. Awat. Woochan et al. Ina.id/2305/)..eprints. Umi. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. cara mudah memahami Inferensia).

Rosyadi. Semarang. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Universitas Widyatama. R dan Priya N. 2003. Yogyakarta: BPFE. (online ) .ac. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. 2009. Saxena.87 Pinuji. Sawir. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Sembiring. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. International Research Journal of Finance and Economics. Skripsi. 2010. Anggia. Agnes . 2006. 1999. (http://repository. Firm Value and Performance. . Fakultas Ekonomi Akuntansi. Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. (http://ssrn. Solvabilitas. Pengaruh Profitabilitas.K. Skripsi. Program Magister Manajemen Universitas Udayana. Sunariyah. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.com/abstract=444543). A. Daniel Sehate. 2005. 2001. (online). 2010. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Rika. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia. Ponco Satriyo. Universitas Sumatera Utara. Riyanto. Rob Bauer et al. Fordema Volume 6 Nomor 1. 2005.id/handle/123456789/18430). Jakarta : PT. S. 2008. 2008. Skripsi. Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). The Effect on Stock Returns. Bambang. Gramedia Pustaka Utama. Juni 2006: 73-89. Azhagiah. The Journal of Finance. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2004. Raharjo. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. 2010.usu. Prayitno. Skripsi. Susilo. Susanti. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Sheila Ramadhani. Ni Wayan dan Wirakusuma.ac. Manajemen Keuangan. Agus. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Susilo. Skripsi. J dan Thomas. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Metode Penelitian Bisnis. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Citra Noveli.ac. Winardi. Jakarta : Literata Lintas Media. Inge. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi.ums. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Tesis. Ekonomi Majerial.88 Sujasno. Jakarta : Binarupa Aksara. (online).ums.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sudjaja. 2001.eprints.id/5310/) Sugiyono. Universitas Sumatera Utara. 1997. . Fakultas Ekonomi Manajemen. Made Gede. 2004. 2009. Universitas Muhammadiyah Surakarta.eprints. Medan. Wardani. 2010.(online). Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. E Copeland. Universitas Udayana.( http://etd. S dan Berlian. 2001. 2009. 2007. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Bandung : CV Alfabeta. Fred. Elisa. 2010. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. 2001. (http://etd. Yuniasih. Manajemen Keuangan : Jilid 2. Siregar. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Bandung : Mandar Maju. Skripsi. Sitepu.id/5251/). Weston.

73 157.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.42 7.66 49.42 34.97 72.26 8.05 38.33 12.32 65.01 2009 60.25 36.42 14.00 49.92 299.56 32.80 6.29 29.61 15.84 20.94 47.19 71.34 24.73 27.03 27.19 17.49 31.09 74.20 62.08 25.17 33.70 53.38 39.58 40.86 9.63 59.90 31.99 108.09 47.16 54.11 2008 40.29 4.63 105.00 19.87 17.11 99.00 39.32 66.87 33.83 39.63 29.20 12.99 48.08 79.53 55.40 31.35 42.co.06 22.50 11.42 40.73 93.28 18.idx.51 47.01 28.13 5.90 43.49 52.39 50.00 34.97 32.00 20.63 50.51 116.00 30.37 33.87 38.80 25.95 97.92 35.03 17.39 8.24 18.85 38.70 30.60 42.27 100.69 50.00 25.81 40.16 31.58 39.03 14.96 6.39 99.11 124.31 41.26 78.85 39.75 6.73 52.97 31.01 10.92 75.73 44.76 Sumber : www.12 90.id .10 33.34 30.63 54.65 95.85 2007 5.17 25.63 53.47 120.81 12.25 48.60 15.00 31.84 40.38 30.21 142.

10 45.53 35.06 5.81 4.29 131.09 93.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.32 Sumber : www.01 15.71 12.79 8.83 9.99 49.43 49.73 42.92 99.09 187.45 24.85 38.53 38.55 14.21 4.20 50.36 8.52 119.23 2006 30.65 1.93 25.00 4.40 36.46 195.14 173.83 28.48 64.85 11.35 23.idx.47 40.68 12.92 50.23 3.71 186.85 185.13 119.01 2.16 29.27 342.42 29.12 161.79 44.91 7.37 19.18 20.49 3.56 220.co.89 5.05 62.30 22.96 43.93 105.69 5.78 147.00 230.30 15.97 6.43 2.29 32.32 11.71 2009 78.68 158.04 39.73 201.27 15.04 31.51 26.13 70.96 10.34 74.35 229.id .49 40.05 99.86 208.99 60.73 3.61 5.66 296.42 16.54 225.44 23.20 179.91 4.34 286.35 426.79 10.56 45.44 60.84 38.51 28.08 207.57 107.96 254.30 2.65 138.94 35.10 148.52 40.99 16.92 100.49 2.40 148.27 12.94 10.91 28.61 310.45 14.35 32.14 3.26 40.34 12.67 57.59 17.79 36.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

261 DurbinWatson 2.604522 85.131 120 120 x1 -.35497 Std.000 -.94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1). Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .103 a .000 .601532 R Square Change . Dependent Variable: y . All requested variables entered. (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1. F Change . Dev iation 2. Error of the Estimate 2. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression . b.023 a.011 Adjusted R Square .103 .011 F Change 1. 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed . Predictors: (Constant).002 Std.Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig.274 df1 1 df2 118 Sig.131 . x1 b.80134 72. . Method Enter a.103 1.

996469 11.646 .829 Std.241 df 1 118 119 Mean Square 8.412 2.103 t 6.73E-006 a.274 Sig. Dependent Variable: y Mean 1.620 798.000 1.02440 Residual -1.621 807.401 a.000000 .620 6.767 4.000 2. Predicted Value -4.000 7. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial . Deviation .311 -.009 .028 .000 .517 -1. Error 2.590578 1.261 a Regression Residual Total a.768 F 1.354 Condition Index 1.82 .80134 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.450176 Std.000 a.129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.18 .95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8.269144 2. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .003 Standardized Coefficients Beta -.002 -.003 . x1 b.103 -. Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.000 . Predictors: (Constant).000 Std.18 .996 N 120 120 120 120 .645 .261 -.82 a. Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std.000 1.158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 . Residual -. .103 Part -.134 .68861 2.

4 0.6 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1. Dev.2 0.78E-16 Std.0 0.8 1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .4 0.2 0. = 0.0 0.8 Expected Cum Prob 0.0 0.6 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.

000 .137 Std.625 .118 .058 a.299 df1 3 df2 116 Sig. x1z.103 1.000 120 120 120 120 x1z .000 DurbinWatson 2. Error of the Estimate 2.000 .398 a . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .403287 4544.604522 85. 120 120 120 120 Sig.80134 72.000 . . Dependent Variable: y . z.000 -.131 .026 120 120 120 120 x1 -.159 F Change 7. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.436 .000 -.419501 R Square Change .384 -.131 .103 . z.177 . F Change . All requested variables entered. .740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1.92833 2967. x1 b.35497 45.109 1.777520 38.Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.159 Adjusted R Square .97 Regression .507 Std.118 . Method Enter a. xa1 Variables Remov ed .625 .384 . b. Dev iation 2.026 . .109 .000 . Predictors: (Constant).000 .000 120 120 120 120 z .436 1.177 .000 .

241 df 3 116 119 Mean Square 42.388808 1.784 Std.64E-005 x1 -.1E-007 -2.752 .000 .177 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.062 807.040210 5. .77 x1z .212 .572 .137 -1.454 x1 -.626 .1E-007 5.020 .736 Mean 1.867 -.24 .103 -.116 .000 Standardized Coefficients Beta -.000 a Regression Residual Total a.352 2.000 2.384 .088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .256 2.382 .649 1.032 Sig.430 .76E-009 -4.838 a.301 .726 5.228 . x1z.10 .676 1.993 3. Error (Constant) .68 a.155 2.02 .179 679.100474 Std.000 -.49E-005 .13 .000 .000000 .05 . Predicted Value -1.749 2.969 .005 .904 (Cons tant) . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.04968 Residual -7.037849 2.760 5.008 x1z 8.02156 9.071 1.854 F 7.543 1.71 Varianc e Proportions x1 z .935 a.543 -4.035 .02 . .036 .15 . z .02 .4E-007 1.987 N 120 120 120 120 .64E-005 1.009 .08 .003 -. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.005 .06 .649 -.095 Part -.241 .752 6.000 -2.4E-007 z -.02 .83E-005 1.148 t 2.80134 .000 .083 Condition Index 1.107 .304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128. x1 b.327 1.000 Std.21 .000 .908 . Dependent Variable: y Max imum 8.163 .013 .004 z .56E-005 a. Residual -2.73 . Deviation 1. Predictors: (Constant).299 Sig.000 .

0 0.8 1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .8 Expected Cum Prob 0.2 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3. = 0.0 0.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.4 0.6 0.6 0.2 0.26E-16 Std. Dev.4 0.0 0.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

430242 R Square Change .80134 105. Predictors: (Constant).323 .000 .129 Std.078 120 120 120 120 x2 -. Error of the Estimate 2. Dependent Variable: y . .893 Sig.323 . z . F Change .011 1.000 .000 .000 .078 . .151 Adjusted R Square .103 Regression . Predictors: (Constant).967419 38. x 2 b. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R .000 DurbinWats on 2. .000 .136 685.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1. 120 120 120 120 Sig.451 .823 .92833 4929.462 Std.000 120 120 120 120 x2z . Dev iation 2.823 .906 F 6.042 .000 -.66651 45.384 . x2z. z .384 .011 .241 df 3 116 119 Mean Square 40.105 807.389 a R Square . x2z.042 1.130 .000 .130 .476 1.712 5.151 F Change 6.451 .000 . x2 b.080 a. .476 .354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.000 120 120 120 120 z .604522 174.403287 7186. (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122.000 a Regression Residual Total a.893 df 1 3 df 2 116 Sig.

457 (Cons tant) .41676 Residual -7.9E-005 .362 3.077 9.03 .273 2.754 .80134 .000 .050 .104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.437 -.80378 8.008 -.980 -.010 -4.223 .226 .1E-007 z -.05 .0E-007 .130 -.000 1.916 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.047 Part .966 3.000 Std.135 t 1.030 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .625 Mean 1.19E-005 a.05 .01 .15E-009 -8.02 .001 .987 N 120 120 120 120 .000000 .000 .006 .000 .000 .01 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1.94 a. Residual -3.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.68E-005 1.522 a.822 -.010 .325 .39 .13 .550 .105 7.04 .000 -.930 9.81 x2z .07 .822 1. .1E-007 2.000 -3.912 3.044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .063 .000 .004 .255 -. Dependent Variable: y Max imum 8.023 . Error .399413 1.761 1.761 -8.809252 6.244 a.0E-007 -3.785 .132 9.000 Standardized Coefficients Beta .003 .367 Std.447 -.91 .882694 Std.025 .384 .448 .930 .52 Varianc e Proportions x2 z .01 .338 1.136 .013090 2.042 .000 2.68E-005 x2 -.510 Sig. Deviation 1. Predicted Value -1.267 .01 .033 Condition Index 1.297 .

8 1.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.4 0. = 0.2 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value .0 0.8 Expected Cum Prob 0.0 0.0 0.2 0.4 0. Dev.6 0.98E-16 Std.6 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.

604522 17. 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed . Dependent Variable: y . Error of the Estimate 2.477 807.301 Adjusted R Square .763 4. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1.000 .106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3). x3 b. b.295 Std.000 a Regression Residual Total a. Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. Predictors: (Constant). Predictors: (Constant).548 a R Square .548 1.241 df 1 118 119 Mean Square 242.000 120 120 x3 .80134 21. Dev iation 2.187168 R Square Change .39542 Std.784 F 50. .000 DurbinWats on 2.763 564. Method Enter a. (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig. .748 Sig. All requested variables entered.748 df 1 1 df 2 118 Sig.301 F Change 50. Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R .000 .548 . x3 b. F Change .000 .0 a.

000 2.428656 10.744543 Std.177959 1.000 .124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.548 t .913 a.31994 Residual -4.548 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .228 7.000 Std.000 a.000 .000 .011 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.996 N 120 120 120 120 .000 .864 Std.772 .21791 7.89 a.103 . Error Beta .89 .000 1.548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.081 .072 .228 Condition Index 1.551 .694 .80134 . Predicted Value -1. Deviation 1.000000 .11 .025 4.428296 2.820 -.791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .548 Part .058 .109 3.11 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial . Residual -2. Dependent Variable: y Mean 1.107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.314 .000 a.

6 0.4 0.45E-17 Std.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 1.0 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6. Dev.8 Expected Cum Prob 0.2 0.0 0.0 0. = 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .2 0.4 0.6 0.

372 F Change 22.255 1.667563 38.000 120 120 120 120 z .797 . Method Enter a.355 Std. xa3 Variables Remov ed .255 .591 . F Change .39542 45. Dev iation 2.604522 17.091 Std.000 .675 . Predictors: (Constant).80134 21.000 . z. .384 .994 a.372 Adjusted R Square .091060 R Square Change . x 3 b.000 .548 . All requested variables entered. Error of the Estimate 2.000 .109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.548 1.000 . .000 .797 . z .610 a .591 .384 .000 . (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z.000 .002 .000 120 120 120 120 x3 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .000 .403287 1887.000 120 120 120 120 x3z . .92833 1154. 120 120 120 120 Sig.675 1. Dependent Variable: y .000 DurbinWats on 1.000 .002 . b.000 . x3z.872 df1 3 df2 116 Sig.415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.

Error -.807 1.000 -5.8E-006 .570 3.91 a.031 Condition Index 1.80134 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.256 10.01 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.085 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Predictors: (Constant).186 -.000 a Regression Residual Total a.384 .807 -.160 Sig.249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.027 507.009 4.008 .032 .043 .322 .00 . x3 b.13 .093 .080 .100 . Dependent Variable: y Max imum 8.01 . z . .12E-008 -2.587840 2.057 2.554 .000 2.00 .064534 1.023 .214 807.127 4.186 4.634 -2.000 x3 -.01 .086 1.041 1.010 . x3z.634 1.000 .85 Varianc e Proportions x3 z .930 a.09 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .482 .569146 4.000 Standardized Coefficients Beta .000 .047 .0E-006 7.000000 .00 .218 .0E-006 -5.65E-005 .8E-006 z -.000 .129 1.29266 Residual -6.000 . Predicted Value -.000 .186 .000 .874 a.44854 9. Residual -2.87 .950 Std.072 7.140 .301 .150 .127604 Std.066 .01 .001 .987 N 120 120 120 120 .872 Sig.588 3. Deviation 1.000 -.591 .326 . .001 a.25 .240 t -.955 .576 Mean 1.876 8.165 (Cons tant) .110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.373 F 22.107 Part .001 .000 Std.027 .12 .280 .241 df 3 116 119 Mean Square 100.548 .01 .009 .876 .74 x3z .

987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. = 0.6 0.4 0.8 Expected Cum Prob 0.8 1.0 0.08E-16 Std. Dev.2 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .0 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.0 0.6 0.4 0.2 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful