i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

Sp. Dr.A. Anom Purbawangsa. I. Pembimbing II. SE. SE. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana.Luh Gede Sri Artini.. Dr. Gede Suarjaya.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I. SE.B.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii .. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof. Dr.A. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana. dr. M.A.Si NIP 19720804 19970 2 001 A. Raka Sudewi..

Si 4. Ni Ketut Purnawati.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana. M.. MS iv . SE. Ni Luh Putu Wiagustini.4 / HK / 2011.Si 3.Si Anggota : 1. Ida Bagus Panji Sedana. A. M. SE. SE. Dr.Luh Gede Sri Artini. Dra.. M. Gede Suarjaya. No: 1026 / H14... Prof.A. Dr. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr. MM 2. SE.

Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. 16 Juni 2011 Mahasiswa. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi. 20 Tahun 2003. Denpasar. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. (UU NO.

Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof.. dr.Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. SE. SE.Luh Gede Sri Artini. PD (KHOM). A. A Raka Sudewi. tesis ini dapat diselesaikan. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis.. Dr. Dr. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. penulis juga menyampaikan vi .. M.. SE. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. A Gede Suarjaya. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. MM.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. semangat. karena hanya atas kurnia-Nya. Wayan Ramantha. Pada kesempatan ini.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. I Made Bakta. Sp. Dr. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Sp. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A.

Denpasar. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dr.B. MS yang telah memberikan masukan. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas. yaitu Prof. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini.Si dan Dra.vii rasa terima kasih kepada Dr. Ni Ketut Purnawati.Si. SE. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. M. Dr. Ida Bagus Panji Sedana. 16 Juni 2011 Penulis vii . I... saran.. M. SE. sanggahan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga. Ni Luh Putu Wiagustini. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Anom Purbawangsa. SE. MM sebagai Ketua Program MM Unud.

6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh. Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . Kata Kunci : Kinerja Keuangan.co. Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q.id) dan ICMD tahun 2006-2009. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). idx. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis.

the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009.co. 3) leverage not significant negative effect on firm value. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. Firm value and Dividend Policy ix . idx. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. and based on predetermined criteria. 5) Profitability significant positive effect on firm value. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. The higher the stock price the higher the value of the company. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth.id) and ICMD 2006-2009. Sampling method performed with saturated sampling method. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value. Keywords: Financial Performance. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI.

...................................................................................................................4 Manfaat Penelitian.........................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan...... 2.................................... 2........................................................................... vi ABSTRAK....................................................3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan........1.......2 Hipotesis....... 2.......... xi DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................... v UCAPAN TERIMA KASIH............................... ix DAFTAR ISI........1 Latar Belakang................. 1..........3............................................................................................................................................................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan...........................................................................................................................................................2................................................................................4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan....... 2....... 1.................1 Kerangka Konseptual........... x .6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan................................................1 Landasan Teori................. iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI.......................................................................3 Dividen....... 1........................ 2......................1...... ii LEMBAR PERSETUJUAN................................................. i PRASYARAT GELAR.................................................3.........2.... 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA.. viii ABSTRACT....................1................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN................................................................ 2........................................... xiv BAB I PENDAHULUAN........2 Rumusan Masalah.... 2..............2...................................................................................................................... x DAFTAR TABEL.................................................................................................... 1...................................................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen........1 Kontroversi Dividen.............................................................................1 Nilai Perusahaan ..... 2......................... 2..................... 3..................3 Tujuan Penelitian.....................2 Kajian empirik........................................................... 4......................................2..................................................................2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan..............1....................... 2....................................................................... BAB IV METODE PENELITIAN...2...........................2 Kinerja keuangan ...................... 2...................... BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3........1 Identifikasi Variabel..................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM....1.................................................... 2............................................ 2........................... iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS.............2...

................................... 4.....................2 Definisi Operasional Variabel............... 5........... 5........................... 4..............1 Jenis Data...2............................1.......................... 5..........1.................................... 5..............................1 Hasil penelitian................................ 5............... 6....................2 Pembahasan............................ BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.....1...........................1.................................................2 Sumber Data.........4....................... 4.................................2 Saran..............................................3 Implikasi penelitian................................................................................................................................................................................................................................................ .....................................6..................................................................................1 Analisis Regresi..................................1........1 Uji Normalitas............... 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi ......................6 Teknik Analisis Data............. 5............4 Uji t......................... 4........ LAMPIRAN.........................1.......2 Uji Heteroskedastisitas....................... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.......... 4...................................... 4........ 5.................1 Kesimpulan........5 Metode Pengumpulan Data............................................ DAFTAR PUSTAKA................................................................................2 Uji asumsi Klasik.. 4................................................................................... ....1 Statistik Deskriptif..............2....................4......................3 Populasi dan sampel ............... 5................................................................3 Analisis regresi.......................................4 Jenis dan Sumber Data................................. 5...........xi 4........................

Hasil analisis regresi............................xii DAFTAR TABEL Tabel 5.................... Hasil analisis regresi..........................................2 Leverage (X2) .................................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)....... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)................. 64 70 71 71 Tabel 5............................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)......................................................1 Likuiditas (X1) .................................................................... 63 Tabel 5..........5 Tabel 5.......... xii .6 Hasil analisis regresi.3 Profitabilitas (X3) .................................. 63 Tabel 5..........................4 Tabel 5...................

..................2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot.......... 49 67 69 xiii .....1 Grafik 5..............xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3.............................1 Grafik 5............................ Scatterplot.....................................

....... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009........ Output regresi Profitabilitas (X3)...... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)........... Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009.......... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).............. Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009...................................................... 6....... xiv ... Output regresi Leverage (X2)......... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)........................................................ 3........................ Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009.xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1... 2......................................... 7............ 5................................. Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009............ 4...................................................... 8........ Output regresi Likuiditas (X1)..................

2008 dalam Kusumadilaga. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. (Harjito dan Martono. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Wahyudi. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. yaitu : 1 . Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. 2005).1 BAB I PENDAHULUAN 1. Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. 2010). Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

struktur modal. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. Tanpa keyakinan tersebut. ukuran perusahaan.2 keputusan pendanaan. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional. dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. 2001 dalam Kusumadilaga. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). 2009). Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. pertumbuhan perusahaan. Keadaan seperti itu. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. 2010). Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. kebijakan dividen. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. keputusan investasi. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut.

Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. 2009). sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor. Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi.3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. 2002 dalam Raharjo. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. 2005). penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. 2004). Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. Bagi sebuah perusahaan. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. 2002 dalam Pinuji.

2002). Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk .4 masing-masing jenis saham. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. leverage.

maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan.5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. Dividen merupakan arus kas keluar. leverage dan profitabilitas (Riyanto. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. Semakin tinggi ROE . Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.2001). 2008). Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan. 2001). Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham.

Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. . Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. 2010). DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan.

akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. tanggal pengumuman. 2005). maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. Apabila dividen yang dibayar tinggi. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. Informasi atas . Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. Hartono (2000). maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. 2004).

harga saham. tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. struktur finansial. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. Saat laba akan dibagi atau ditahan. arus pendanaan dan posisi likuiditas. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. Pada dasarnya. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. 1980 dalam Wardani. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Dengan perkataan lain. 2009).

Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. likuiditas. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. posisi kas. 2006). dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. 2009). 1982 dalam Erlangga.9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . 2005 dalam Erlangga. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. 2009). Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. kreditor. Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham.

Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. 2005). 1999 dalam Apriani (2005). Penelitian Apriani mendukung . Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen. Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. 2005). Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). (2). Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. (3). yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen.10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen.

telah mengembangkan irrelevant dividend. (Miller dan Modigliani. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. . 1961 dalam Saxena.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan. 1995).

debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). debt to equity ratio dan return on . Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE.12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. (2004) menemukan bahwa cash ratio. Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). Susilo (2009) dan Siregar (2010). Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham. EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. ROI. memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. Sujasno. Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009).

Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas.13 assets. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang . kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham.

Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Semakin tinggi laba perusahaan. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. yang pada saatnya harus dikembalikan.14 benar-benar bebas. kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya.

Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. 2008). karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). . Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya. kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas.15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z). leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor.

3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas. maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .16 1.

hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.4.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia. Bagi investor. yaitu : 1.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan. .4.

sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.1.1 Landasan teoritis 2. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 . dkk. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung. Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar. 2006 dalam Susanti. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. 2010). Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 2010).

Semakin tinggi harga saham. 2006 dalam Kusumadilaga. 2008 dalam Kusumadilaga. . penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. 2010). c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. Samuel (2000). Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. f) pendekatan economic value added (Suharli. Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . 2010). Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. Wahyudo (2005). karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva.19 dalam Kusumadilaga (2010). e) pendekatan harga saham .

sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. 2001 dalam Malla Bahagia. 2002). Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham .20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Indikator. Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar. 2008). Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. atau memaksimalisasikan harga saham. Berdasarkan alasan itulah. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. Susanti (2010).indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan.

hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . b) Semakin tinggi dividend payout ratio. karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien. semakin tinggi price earning ratio nya.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. . Semakin besar price earning ratio.22 price earning ratio. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang.

.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan. 2010). Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010). Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran.……………………………(2) H arg aSaham 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan.23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham. 2006). sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu.1. yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar.

Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. mencari. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . keadaan dan stabilitas politik. 2).24 1). Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. dan lain-lain. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. ekonomi. jumlah perusahaan. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan. dan lain-lain. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. sosial.

(3) kelaziman dalam praktek. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. 1994 dalam Raharjo. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. rasio leverage. . (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. laporan rugi laba. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. (IAI.1995 dalam Raharjo. 2005).25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. laporan perubahan posisi keuangan. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. antara lain : rasio likuiditas. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. 2005).

2005). Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. . harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba. 2005). b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan.

2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas. e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. . d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap. menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. 2) Rasio Solvabilitas/leverage. 2004).

3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada. Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. 4) Rasio aktivitas. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . penjualan dan kegiatan lainya. Berdasarkan kedua pendapat tersebut. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. 5) Rasio pasar. 2. mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan.1. 6) Rasio pertumbuhan.

Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki.29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut. Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham.

karena terdapat lebih dari satu pendapat. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila . Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang.3.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan. Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. 2. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham.1.

tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. . Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. biaya notaris. pendaftaran saham saham. akuntan.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). konsultan hukum. mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). harga saham akan naik. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. dan sebagainya. yang berkisar antara 2 – 4 %. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. seperti fee untuk underwriter.

MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya.32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM). 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. .

sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. 2.1. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham. . Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta).3. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya.

maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi.34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur. Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. b). maka biasanya harus ada laba ditahan. bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. persediaan dan barang-barang lainnya. . c).

Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali. Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari.35 d). artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu . Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi. e). Sekali dividen naik. Stabilitas laba. semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. f).

.36 dapat terus dipertahankan. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. Dividen merupakan arus kas keluar. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. 4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman.

Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan. 2.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya. Biasanya.2. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. Bertambahnya jumlah saham yang beredar. pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah .2 Kajian Empirik 2. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya.

Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan. Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen).

Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya. Duha Al. Nugroho (2004). Anil . arus kas bersih.2. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. Sujasno (2004). 2. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). Lestari (2009).Kuwari. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen. Hartoyo (2008).39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan.

Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. 2. tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. . Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009).2. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan.

Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. arus kas bersih. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang.2. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan. Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel .41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. 2. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004). leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008). Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam .5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.2. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. 2. Berbeda dengan penelitian Rob et al. Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004.6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan.2. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sembiring (2010). Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ.43 melakukan penilaian.

dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. . (2010). Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. (2008) dalam Susanti. Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. leverage. Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati.

2010). Jika perusahaan berjalan lancar.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. 2004 dalam Christiani.45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Berdasarkan alasan itulah. Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. 2002). Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 .

2008).46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 2010). Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. kreditor. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham.

aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio.47 perusahaan (Kartika. Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. 2009). Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. 2005 dalam Erlangga. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. 2009). Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. Jika perusahaan menggunakan . 1982 dalam Erlangga.

Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE. Kelompok industri manufaktur.36%.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki.84%. industri keuangan. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen. 607. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri).29%. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. dan 77. Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah.

Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.49 Gambar 3. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. .2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut. H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3.

50 BAB IV METODE PENELITIAN 4. 2001 dalam Kusumadilaga. 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. 2010). 4. leverage dan profitabilitas. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan 50 . 2010).1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas.

idx.id).51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. 2010).dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q. Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q. Menurut Yuniasih. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .co. yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ……….……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.

idx. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto.idx. 2005).id). Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity.co.co. Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. return on equity dapat . Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.id). Secara matematis. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. Secara matematis. cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif.52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. 2001 :332). Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio.

53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ………. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio.id).co.idx... Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang . debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. Secara matematis.

(2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share.54 diperoleh melalui (www.idx.co. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Menurut Keown et al. Secara matematis. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4.3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling.id). sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam . Menurut Harjito. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu.

2003 : 14). . 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. 4. skema atau gambar ( Sugiyono. kalimat. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling).4 Jenis Dan Sumber Data 4.4. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya. 2003 : 14 ). Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.1 Jenis data Berdasarkan sifatnya.

data melalui internet (www. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa. 4. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai .id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009. 4.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan.4. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku.idx. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.co. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.56 4. karya ilmiah berupa jurnal.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya. tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009.

dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati.........(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)............ Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1.................(9) = Nilai perusahaan = Konstanta ............1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen.............. Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana.......Z + ei ...... Y= + b1X1 + ei ........6.. Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya...................... Secara statistic F dan nilai statistik t.................. Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima.... 4..57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions).... 2007).. perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)......

.................................. Y= + b1X3 + ei .............(13) ......Z + ei ................... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana............................................. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana................(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2............... Y= + b1X2 + ei ...............58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term.....................(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term....................

. Leverage X2 dan Profitabilitas ...... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali.Z + ei . Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : ................ Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.........(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term......X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ).. Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3.. 2006).......59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)...........

Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. Sebelum model regresi.60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.05 ( Los = 5 %). b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. variabel independen. di mana pada .

maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika ada pola tertentu. Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jika t-hitung < t-tabel. melebar kemudian menyempit ). maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). maka tidak terjadi heteroskedastisitas. . Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. 2006 : 105). b.61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Jika tidak ada pola yang jelas. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a. 2010).

maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi).05 (α=5%). Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0. Jika t-hitung > t-tabel. .62 b. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. . Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 5. variabel independen. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk.92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan.1.2.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati. 2007). Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya.40 persen.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean).1. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45.

2 0.0 Expected Cum Prob 0.0 0.0 0.0 0. hal ini .6 0.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1).0 0.2 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).2 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.8 Expected Cum Prob 0.0 0.2 0.6 0. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.4 0.6 0.8 0.0 0.4 0.8 1.0 0.4 0.4 0.8 1.6 0.2 0.0 Dependent Variable: y 1.6 0.4 0.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah.4 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 1.0 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).8 Expected Cum Prob 0.2011 Menurut Ghozali (2006).6 0.67 Grafik 5.

Grafik 5. Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal.1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal.1 telah terdistribusi secara normal. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. (Ghozali.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis. leverage. 5. Karena berdasarkan Grafik 5.2 berikut: . profitabilitas.1.2006).2. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya.2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

69 Grafik 5. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).2011 .

004 -0.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.000 0.103 1 Model (Constant) x1 t 6.032 Sig. B Error Beta 2.003 0.000 0.163 0.256 2.311 -0.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).028 0.70 Grafik 5. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5.148 t 2.000 0.005 0.035 0.301 0.008 0.137 -1. B Error Beta 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.020 0.003 -0.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial.454 -0.676 1.2011 .517 -1.969 0. 0.304 Sumber : data yang diolah.009 0. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan. 5.1.129 Sig.212 0.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. 0.

0.980 -0.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).010 0.240 Model 1 (Constant) x3 t 0. 0.000 0.041 1.086 1. 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.314 0.140 0.047 0. B Error Beta 1.009 0.228 7.001 0.135 t 1.868 0.023 0.249 Sumber : data yang diolah.695 -0.460 Sig.011 0. 0. B Error Beta 0.004 0.223 0.955 0.2011 .226 0.010 0.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.279 -0.042 Model 1 (Constant) x2 t 6.000 0. Error Coefficients -0.000 0.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3).611 Sumber : data yang diolah.043 0.273 2.71 Tabel 5. Error Beta 0.647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.550 0.160 Sig. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.280 0.072 0.820 0.322 0.030 0.124 Sig.554 0.032 0.081 0.001 -0.448 0.057 2.2011 Tabel 5.000 -0.003 0.510 Sig.001 0.063 0.447 0.000 0.785 0.

Ŷ = 1.047X3+ 0.005X1 + 0.028 – 0.032 + 0.5 tersebut.Z .Z Berdasarkan Tabel 5.000X3. Ŷ = 2.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA). maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana.550 + 0.030Z+0. Ŷ = 0.020Z+0.001X2+ 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.6 tersebut.010Z+0.969 – 0.000X2.550 + 0.Z Berdasarkan Tabel 5.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).4 tersebut. Ŷ = 0.000X1. Ŷ = 0.72 Berdasarkan Tabel 5.868 -0. Ŷ = -0.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).

05 (α=5%) maka H0 diterima (0. 2010). yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.05). Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.304>0.304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.05).261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.261>0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan .05 (α=5%) maka H0 diterima (0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.73 5.1.

5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0.000<0.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05).05 (α=5%) maka H0 diterima (0.647>0. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .05).05).5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.611>0. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.

Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Likuiditas secara parsial hasil .05 (α=5%) maka H0 diterima (0.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas. 5.249>0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan.05).249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.

76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 2010). Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford. para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . Proses pengambilan keputusan ekonomi. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. 1999 dalam Susanti. investasi. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah.77 terhadap nilai perusahaan. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Semakin rendah rasionya. Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak . Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. 2010). Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).

79 operasinya.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. . sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. 5. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 .1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan.80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan. 6.81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. . Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya.2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen.82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. .

2006. 2010. (2002). 2010. 2004. Program Magister Manajemen UNUD. Tesis.com/abstract=220671) Christiani. ISSN 14502887 Issue 42 (2010).ac. Duha. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008).Bandung. Arsintadiani. SNA VIII Solo. Stake holder Theory. Devi. Value Maximization. (online). Volume 7.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). Intermediate Accounting. Jakarta : Salemba Empat. and the Corporate Objective Function. Baridwan. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. 2010. Bebezuk. Al-Kuwari. Desember 2002: 113-122.(http://elib. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. Z.(http://ssrn. 2008. Anggia Prayitmo. Edisi 8. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. International Research Journal of Finance and Economics.academicjournal. Dasar-dasar Kesepuluh. Pengaruh Profitabilitas. M.unikom. Nomor 2. Penerbit BPFE Yogyakarta. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. Brigham and Houston. 2008. Lisa.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor.(online).org ) Policies in Argentina. International Research Journal of Finance and Economics. Apriani.(online). 15 – 16 September 2005. 2005. . 2004.id/gdl. C. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator. Cucu. Tesis. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. Michael. Jensen.Explaining Dividend (http://www.Telkom. S. Manajemen Keuangan. Jurnal Perspektif. D dan Harsono. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama.Edisi Cahyati. 2006.

Universitas Sumatera Utara. (http://papers. Enggar. 2003. 2006. 2004. Ervin L. J. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. Program Pascasarjana.eprints. Analisis Multivariate dengan Program SPSS.Raja Grafindo Persada. Eugene and Kenneth. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Edisi Keempat. Fakultas Ekonomi Manajemen.id/3020/) Flint. Manajemen Keuangan.84 Erlina. (online). Imam.ums. Analisis Pengaruh Roa.com/abstract=118089).. Taxes. 2009. Harahap. Hayu. (online). Volume 4 number 2 .usu. (http://etd.ssrn. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. A dan Martono. S. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. 2008.com/sol3/papers. Yogyakarta. al . 2009. Skripsi.cfm?abstract_id=1871). Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. and Firm Value. Black Sr . Edisi Ketiga. Yogyakarta: BFE Gujarati. Ghozali. Harjito. N. (online). Arus Kas Bersih. Principles of Mangerial Finance. Damodar. Jakarta : PT. Sri. Gitosudarmo.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. Manajemen Keuangan. 10thedition. Fitriyanti. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Lawrance. Jakarta : Erlangga.ac.(online). Roe. Addison Wesley. Financing Decisions.2010. et. International Journal of Business an Finance Research. 2002. Edisi ke 4. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta. 2009. 2010. Hartini. (2007). Pengaruh Dividen Kas. 2005. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei.(http://repository. Erlangga. Manajemen Keuangan. Dasar-dasar ekonometrika. Gitman.id/handle/123456789/20595).2010. Good Corporate Governance.ac. Indriyo dan Basri. . S. Anthony .(http://ssrn. 1998.

2006. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. (online). 2009. 2005. 2005. Tesis. A. Hotbin. 2008.Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Jhojor Triwati N. S dan Pudjiastuti. Hasugian.id/handle/123456789/8877). Hellfert. 2000. 2010. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Yogyakarta: BPFE. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI.M. Edisi Pertama. Skripsi. International Edition. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. Mc Graw-Hill. Husnan. Rimba. 2002. Eka P. Universitas Sumatera Utara.ac.usu. 2010. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. 2009. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia. (http://repository. Tesis. Pengaruh Kebijakan Dividen. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.id/handle/123456789/9599). Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. (Online). Barasa. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). . Erick. Simposium Nasional akuntansi IV. Miftachul. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. Iin Hastuti. Jannah. Technique of Financial Analysis. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne. E. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti.usu. Program Pascasarjana USU. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Suad. Jogiyanto. V. Skripsi. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007.85 Hartoyo. A Guide to Value Creation. 2008. Kusumadilaga. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.ac. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. (http://repository. Harmoni. Keown et al. Universitas Sumatera Utara. 2009. Husnan. H.

ums. Universitas Gunadarma. Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi Akuntansi.Edisi kedua. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. Denpasar : Keraras Emas. Tesis. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.ac. Awat. 2008. 2009..86 Kim. (Online). Fakultas Ekonomi Akuntansi. Anggraeni Ayu. 2002. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala. Ina. Rotua.ac.(online).”Analisis Pengaruh Cash Position.usu.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas.2.vol 4. Lestyorini. (http://etd. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”.id/2305/). 2004. 2010. p. Murtini. 2008. L dan Danica.(Online). Napa J. Woochan et al. cara mudah memahami Inferensia). Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. Mandiri Vol. (http://repository.eprints. Jurnal riset akuntansi. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea. C. Setya. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. 17-24 Nugroho.com/abstract=311275). Nata Wirawan. 1999. Marlina. Jurnal Manajemen bisnis vol. Nova H. no 1 februari 2008 hal 32-47.9 No. 2009. Departemen Pengajar FE USU. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Umi. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan.1 Juli-September. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis. 2006. Universitas Sumatera Utara. . 2008. 2008.(http://ssrn. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lestari.id/handle/123456789/20416).

Semarang. 2008. Agnes . Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. 2010. The Effect on Stock Returns. (online ) . Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. S. Prayitno. Saxena. 2003. Gramedia Pustaka Utama. Skripsi. International Research Journal of Finance and Economics. Raharjo. 2005. . dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Solvabilitas. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Sunariyah. 2010. Bambang.com/abstract=444543). The Journal of Finance. Jakarta : PT. Yogyakarta: BPFE. Rika. (http://ssrn. Sawir. Ponco Satriyo. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Susilo. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. 2008. 2010.87 Pinuji. 2001. Firm Value and Performance. Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. Juni 2006: 73-89. Skripsi. (http://repository. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. Skripsi. 2005. Universitas Sumatera Utara. R dan Priya N.K. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi. Riyanto. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). Anggia. Daniel Sehate. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Azhagiah.id/handle/123456789/18430). Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. 2006. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Program Magister Manajemen Universitas Udayana. 1999. Sembiring. Universitas Widyatama. Rob Bauer et al. Susanti. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. 2009. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Fordema Volume 6 Nomor 1. Fakultas Ekonomi Akuntansi. (online).ac. Pengaruh Profitabilitas. 2004.usu. A. Rosyadi.

2004. Tesis. Elisa. Inge. Jakarta : Literata Lintas Media.88 Sujasno.id/5251/). 2010. Manajemen Keuangan : Jilid 2.ac. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Citra Noveli. Fakultas Ekonomi Manajemen. S dan Berlian. 2001. Weston. Universitas Udayana. Sudjaja. 2001.ac. Susilo. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Siregar. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Winardi. Wardani.ums. Manajemen Keuangan. Skripsi.(online). Bandung : CV Alfabeta. (http://etd. 1997. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Ni Wayan dan Wirakusuma.eprints. 2010.eprints. Sitepu. E Copeland. Universitas Sumatera Utara. Sheila Ramadhani. 2001. J dan Thomas.( http://etd. Jakarta : Binarupa Aksara. Metode Penelitian Bisnis. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. Agus. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Fred.Universitas Muhammadiyah Surakarta.ums. Skripsi. Medan. Made Gede. Fakultas Ekonomi Akuntansi. (online). Yuniasih. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. 2007. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi. 2009. Ekonomi Majerial. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Bandung : Mandar Maju.id/5310/) Sugiyono. .

63 59.13 5.32 66.63 29.co.idx.01 28.94 47.16 54.08 79.25 36.27 100.69 50.42 34.97 72.87 33.42 40.85 2007 5.03 14.51 116.99 48.31 41.73 27.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.19 17.97 32.96 6.85 39.12 90.80 6.21 142.28 18.00 30.09 47.01 2009 60.26 78.34 30.39 8.05 38.42 7.58 39.00 39.37 33.75 6.50 11.19 71.01 10.99 108.20 12.20 62.63 54.39 99.17 33.id .76 Sumber : www.56 32.65 95.49 31.06 22.92 299.00 20.73 157.90 31.16 31.81 40.63 50.40 31.73 93.17 25.11 99.03 17.29 29.92 75.51 47.63 53.08 25.33 12.11 2008 40.00 19.11 124.92 35.32 65.70 30.39 50.84 40.86 9.81 12.73 52.70 53.00 49.83 39.95 97.42 14.73 44.84 20.03 27.87 17.60 42.97 31.38 39.60 15.63 105.26 8.10 33.00 34.66 49.58 40.00 31.85 38.00 25.09 74.24 18.49 52.61 15.25 48.87 38.90 43.35 42.53 55.29 4.80 25.34 24.38 30.47 120.

81 4.68 12.14 3.30 2.97 6.53 38.54 225.37 19.71 2009 78.69 5.83 9.61 5.09 187.co.idx.10 148.93 25.36 8.29 32.96 43.20 179.51 26.52 40.91 28.35 229.49 2.47 40.08 207.85 185.57 107.01 2.84 38.66 296.85 38.73 42.79 44.94 10.29 131.27 12.42 29.79 10.23 2006 30.91 7.32 Sumber : www.40 148.68 158.35 32.32 11.92 100.34 286.26 40.14 173.73 3.46 195.30 15.92 99.65 1.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.44 60.99 49.35 426.16 29.51 28.79 8.21 4.01 15.44 23.67 57.96 10.30 22.55 14.id .23 3.53 35.00 4.05 99.45 14.34 12.35 23.20 50.34 74.12 161.59 17.18 20.27 15.40 36.92 50.49 40.89 5.83 28.48 64.42 16.94 35.56 220.06 5.71 12.09 93.45 24.00 230.79 36.04 39.43 2.73 201.86 208.13 70.05 62.65 138.85 11.49 3.71 186.52 119.43 49.61 310.96 254.04 31.13 119.91 4.27 342.99 16.78 147.10 45.93 105.56 45.99 60.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

Error of the Estimate 2. Method Enter a.777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig.011 F Change 1.261 DurbinWatson 2.103 a . Dev iation 2. Predictors: (Constant). Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed .35497 Std.80134 72. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression .002 Std. .000 .000 -.103 .023 a. x1 b. All requested variables entered.601532 R Square Change .011 Adjusted R Square .604522 85. F Change .274 df1 1 df2 118 Sig.131 120 120 x1 -. (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1.131 .94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1). Dependent Variable: y .Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.103 1. b.

517 -1.261 a Regression Residual Total a.621 807.000 1.620 6.829 Std. x1 b. Predicted Value -4.620 798.261 -. . Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std.000 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .02440 Residual -1. Residual -.590578 1. Predictors: (Constant).002 -.996469 11.354 Condition Index 1.000 1.103 -.768 F 1. Dependent Variable: y Mean 1.241 df 1 118 119 Mean Square 8.103 Part -.134 .129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.000 a.95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8.401 a.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.996 N 120 120 120 120 . Error 2.000 Std.18 .646 .158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 .767 4.311 -.003 Standardized Coefficients Beta -. Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.274 Sig.000 7.269144 2.028 .82 a.000 .645 .82 .68861 2.18 . Deviation .103 t 6.73E-006 a.000000 .450176 Std.80134 .000 2.003 .412 2.009 .

0 0.0 0.8 1.0 0.2 0. = 0.8 Expected Cum Prob 0.78E-16 Std.6 0.2 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.4 0.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value . Dev.

109 .000 -. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z. x1 b.000 .384 . z.625 .92833 2967. z.507 Std.740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1.000 . Dev iation 2.000 -.000 120 120 120 120 z .419501 R Square Change .625 .026 .137 Std. xa1 Variables Remov ed .000 DurbinWatson 2.000 .777520 38.000 120 120 120 120 x1z . b.604522 85.000 .398 a .384 -.026 120 120 120 120 x1 -.177 .103 .436 .97 Regression .Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1. 120 120 120 120 Sig. Method Enter a. . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . . Predictors: (Constant).159 F Change 7. All requested variables entered.118 . Dependent Variable: y .159 Adjusted R Square . F Change . . Error of the Estimate 2. x1z.35497 45.299 df1 3 df2 116 Sig.103 1.131 .177 .058 a.000 .109 1.436 1.118 .000 .80134 72.131 .403287 4544.

035 .854 F 7.969 .116 . .037849 2.000 a Regression Residual Total a.15 .76E-009 -4.005 .02 .1E-007 -2.64E-005 1.71 Varianc e Proportions x1 z . z .299 Sig.005 . Dependent Variable: y Max imum 8.64E-005 x1 -.107 .241 .49E-005 .80134 .000 .304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .008 x1z 8.384 .83E-005 1. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.760 5.24 .752 .100474 Std.083 Condition Index 1.13 .000 Standardized Coefficients Beta -.352 2.009 .062 807.904 (Cons tant) .06 .02 . Predicted Value -1.148 t 2.726 5.05 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.040210 5.095 Part -.000000 .736 Mean 1.649 1.179 679.071 1.935 a.088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .327 1.08 .4E-007 1.155 2.838 a.004 z .241 df 3 116 119 Mean Square 42.000 .163 .749 2. x1z.98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.000 .784 Std.02156 9.04968 Residual -7.77 x1z .013 .228 .000 .301 .68 a.649 -.000 2.000 Std.000 -2. Error (Constant) .10 .256 2. Residual -2.137 -1.177 .212 .543 1.908 .020 . .02 . Deviation 1.626 .02 .003 -.032 Sig.103 -.993 3. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.4E-007 z -.572 . Predictors: (Constant).21 .430 .454 x1 -.56E-005 a.000 .752 6.867 -.987 N 120 120 120 120 .388808 1.676 1. x1 b.000 -.1E-007 5.73 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.543 -4.036 .382 .

0 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3.0 0.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.26E-16 Std.8 Expected Cum Prob 0. Dev.6 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value . = 0.4 0.4 0.0 0.6 0.8 1.2 0.2 0.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

893 Sig. Error of the Estimate 2.389 a R Square . (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122. F Change .130 .823 . Dependent Variable: y .078 .712 5.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1. .66651 45.403287 7186. z .000 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R .323 .000 a Regression Residual Total a. 120 120 120 120 Sig.893 df 1 3 df 2 116 Sig.078 120 120 120 120 x2 -.476 . x2z.241 df 3 116 119 Mean Square 40.000 120 120 120 120 z . .384 . x 2 b.130 .80134 105.000 -.000 DurbinWats on 2.011 1.430242 R Square Change .105 807.967419 38.000 . x2 b.000 .354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.451 .151 Adjusted R Square .92833 4929.000 . Predictors: (Constant).136 685.042 .103 Regression .604522 174.042 1.476 1. Dev iation 2.451 . .384 . z .323 .462 Std. .129 Std.080 a. Predictors: (Constant). x2z.000 .011 .823 .000 120 120 120 120 x2z .151 F Change 6.000 .000 .906 F 6.

130 -.785 .004 .044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .39 .625 Mean 1.809252 6.000 -.0E-007 .03 .367 Std.916 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1. Deviation 1.010 .338 1.15E-009 -8.13 .255 -.80134 .52 Varianc e Proportions x2 z .754 .447 -. Residual -3.980 -.030 .1E-007 z -.41676 Residual -7.000 .930 .000 Std.042 .273 2.010 -4.930 9.882694 Std.68E-005 1.000 .448 .047 Part .02 .966 3.94 a.04 .611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.077 9.81 x2z .025 .226 . Dependent Variable: y Max imum 8.01 .000000 .000 -3.033 Condition Index 1.000 1.003 .9E-005 .437 -. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.822 1.522 a.68E-005 x2 -.008 -. .01 .550 .063 .000 2.104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.01 .761 1.223 .07 .912 3.105 7.325 .362 3.384 .000 .761 -8.80378 8.267 .013090 2.19E-005 a.91 .023 .822 -.1E-007 2.000 Standardized Coefficients Beta .000 .135 t 1.006 . Predicted Value -1.297 . Error .000 .399413 1.136 .05 .050 .001 .510 Sig.01 .05 .457 (Cons tant) .132 9.0E-007 -3.987 N 120 120 120 120 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .244 a.

2 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value . = 0.0 0.4 0.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.4 0.8 Expected Cum Prob 0.98E-16 Std.6 0.0 0.0 0. Dev.2 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.8 1.

106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3). Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1. Dependent Variable: y . Method Enter a. Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. x3 b.000 120 120 x3 .000 a Regression Residual Total a.763 4. Error of the Estimate 2.000 . Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R .604522 17.301 F Change 50.477 807. Dev iation 2.187168 R Square Change . .667563 Cor relations Pearson Correlation Sig.748 Sig.80134 21.748 df 1 1 df 2 118 Sig.39542 Std.000 .000 .000 DurbinWats on 2. b. x3 b. (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1.295 Std. All requested variables entered.0 a.548 1.548 a R Square . Predictors: (Constant). .548 . F Change .241 df 1 118 119 Mean Square 242.301 Adjusted R Square . Predictors: (Constant).784 F 50. 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .763 564.

000 Std.025 4.000 .820 -. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .072 .548 t .107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.551 .109 3.314 .000000 . Predicted Value -1.548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.89 a.103 .864 Std.228 Condition Index 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Residual -2.058 .80134 .21791 7.177959 1.744543 Std.000 . Dependent Variable: y Mean 1.428656 10.772 .000 1.000 .11 .228 7. Error Beta .124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.31994 Residual -4.000 a.000 .081 .11 .428296 2.913 a.000 2.791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .548 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .996 N 120 120 120 120 .89 .694 .011 .000 a. Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.548 Part . Deviation 1.

Dev.0 0.0 0. = 0.2 0.45E-17 Std.6 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .4 0.8 1.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.0 0.6 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6.4 0.2 0.8 Expected Cum Prob 0.

000 .415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.39542 45.002 . F Change .675 1.591 .994 a.000 .000 120 120 120 120 z .675 .92833 1154. b.000 .610 a .80134 21. Predictors: (Constant). (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z. xa3 Variables Remov ed .000 120 120 120 120 x3 . Dependent Variable: y .403287 1887.384 .355 Std. .000 .000 . x3z.000 .000 .591 . Method Enter a. All requested variables entered.255 .002 . 120 120 120 120 Sig.797 .000 DurbinWats on 1.667563 38.000 120 120 120 120 x3z . Error of the Estimate 2.255 1. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .548 1.548 . Dev iation 2.091 Std.000 .797 .872 df1 3 df2 116 Sig.000 .091060 R Square Change .384 .109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.604522 17. . .000 .372 Adjusted R Square . z.372 F Change 22. z . x 3 b.000 .

085 Collinearity Statistics Tolerance VIF .186 -.807 1.569146 4.080 .576 Mean 1. Residual -2.987 N 120 120 120 120 .00 .241 df 3 116 119 Mean Square 100. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.91 a.140 .000 .064534 1.373 F 22.000 . Predictors: (Constant).85 Varianc e Proportions x3 z . Error -.000 .482 .000 -5.8E-006 z -.554 .0E-006 -5.0E-006 7.280 .000 a Regression Residual Total a.001 .00 .384 . Predicted Value -.872 Sig.066 .874 a.256 10.000 Std.009 .322 .107 Part . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .000 2.000 .000 .000 .950 Std.09 .548 .186 4.001 a. Dependent Variable: y Max imum 8.160 Sig.930 a.301 .25 .100 . z .093 .041 1.01 .249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.12E-008 -2.01 .027 .80134 .876 .086 1.74 x3z .634 -2.12 .218 .807 -.010 .150 .591 .043 .001 . x3 b. .01 .000 x3 -. x3z.8E-006 .01 .955 .326 .000 Standardized Coefficients Beta .072 7.29266 Residual -6.186 .165 (Cons tant) .000 -.44854 9.032 .008 . Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.129 1.127604 Std.240 t -.031 Condition Index 1.570 3.65E-005 .587840 2.127 4.13 .00 .588 3. Deviation 1.000000 .110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.87 .027 507. .01 .023 .876 8.634 1.047 .057 2.214 807.009 4.

2 0.4 0.6 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 1.2 0.0 0.08E-16 Std.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .0 0.8 Expected Cum Prob 0.0 0. Dev. = 0.6 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful