i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

SE.Luh Gede Sri Artini. Dr.Sp. Dr.A.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii . Gede Suarjaya. Pembimbing II. M. I. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof.A. Dr.. SE. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana. Raka Sudewi.B. dr. SE. Anom Purbawangsa.A.Si NIP 19720804 19970 2 001 A.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I... Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr. Ida Bagus Panji Sedana. M. Ni Ketut Purnawati.Si 4. Dr.Si 3. No: 1026 / H14.Si Anggota : 1.. Prof. M..A. Ni Luh Putu Wiagustini.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana. Dr. SE. A. SE.4 / HK / 2011. M. Dra. Gede Suarjaya. MM 2.. SE. SE.. MS iv .Luh Gede Sri Artini.

di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi. kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. 20 Tahun 2003. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. 16 Juni 2011 Mahasiswa. Denpasar. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . (UU NO. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70).v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

Pada kesempatan ini. I Made Bakta. A Raka Sudewi. A. PD (KHOM).Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof. semangat. SE.. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. MM. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. A Gede Suarjaya. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. Wayan Ramantha. Sp.. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen. M. SE. karena hanya atas kurnia-Nya.. tesis ini dapat diselesaikan. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. penulis juga menyampaikan vi . Sp.Luh Gede Sri Artini. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Dr. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. SE. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. dr. Dr.. Dr.

. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. SE. Dr. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.Si dan Dra. Anom Purbawangsa. Dr. M. saran.B.Si. yaitu Prof. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis. 16 Juni 2011 Penulis vii . SE. Ida Bagus Panji Sedana. SE. Ni Luh Putu Wiagustini. Denpasar. MM sebagai Ketua Program MM Unud. sanggahan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis. M.vii rasa terima kasih kepada Dr. MS yang telah memberikan masukan. Ni Ketut Purnawati. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga... Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini. I. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas.

Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh.co.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Kinerja Keuangan. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. idx. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.id) dan ICMD tahun 2006-2009.

The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. The higher the stock price the higher the value of the company. 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth. the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009.id) and ICMD 2006-2009. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. 5) Profitability significant positive effect on firm value. 3) leverage not significant negative effect on firm value. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. and based on predetermined criteria.co. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Sampling method performed with saturated sampling method. Keywords: Financial Performance. idx. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study. Firm value and Dividend Policy ix . The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value.

.....1.....................1.................3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan........................................................................................... 3.................3..................1 Kontroversi Dividen................... viii ABSTRACT................ 2....... 1.........................................1.....................2 Rumusan Masalah.....................1 Nilai Perusahaan ..................................................................................... ix DAFTAR ISI.........................................................................................................................1.................................................... 2.............. 2..................................................... 1........1 Kerangka Konseptual................................................... 2........................................2...............................3 Tujuan Penelitian...........................................1 Latar Belakang...... 2.............................................. ii LEMBAR PERSETUJUAN..... 1.......... v UCAPAN TERIMA KASIH.......................................................... 4.......... 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA................2...........1 Landasan Teori......................................................................................................................2........................................2 Kajian empirik..5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan...............................................................3.........2 Kinerja keuangan ......6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan................................................................ x DAFTAR TABEL....2........ 2.....................................................3 Dividen................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen....................................................4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan....................... 2...........2................................................................................. BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3...................................................................................................1 Identifikasi Variabel.......................2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan....................................................................2 Hipotesis......... BAB IV METODE PENELITIAN............................... 2.......1..............4 Manfaat Penelitian..........2........... 2....................... xiii DAFTAR LAMPIRAN........................... 2.................................. 2.. xi DAFTAR GAMBAR............................................................................................. xiv BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................... 2.. 2........................ 1............................. i PRASYARAT GELAR........................................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM.............. vi ABSTRAK...........................................................................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS........................................................................... x ........... iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI............................................................

.......... 5...............4.............................................. LAMPIRAN...................5 Metode Pengumpulan Data................. 4...........................2 Pembahasan.......................................................................2......2 Definisi Operasional Variabel.............................3 Implikasi penelitian..............................................1 Analisis Regresi.............................. ...........2 Uji asumsi Klasik..........................2 Sumber Data...............................................xi 4.............................................................................. 5.....................................1 Statistik Deskriptif..................... 5........... 4............................................. DAFTAR PUSTAKA...........................................6 Teknik Analisis Data.......... 5.......6..1....................................1........ 4. 5.....1.......................... 5..................... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6..................................... .. 5........1 Jenis Data................ 5............ 4.......1 Hasil penelitian.......... 4...................1 Uji Normalitas..................3 Analisis regresi....2 Saran................2.........................................................................1 Kesimpulan.....................................................1...........................1........4 Jenis dan Sumber Data.............1........................................................ 6........................2 Uji Heteroskedastisitas............................................................................. 5................................................................................................................................. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................ 4...................................................3 Populasi dan sampel ..4 Uji t.............................................................................................................................................. 4.. 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi ..........................4...............................

................. 63 Tabel 5........ Hasil analisis regresi............................. 63 Tabel 5................................6 Hasil analisis regresi...........4 Tabel 5..xii DAFTAR TABEL Tabel 5. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)...................... xii ........1 Likuiditas (X1) ........5 Tabel 5........................................2 Leverage (X2) .......................... Hasil analisis regresi............. 64 70 71 71 Tabel 5..................................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)...............3 Profitabilitas (X3) .................................................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z).................................................................................

.................................1 Grafik 5. 49 67 69 xiii ............xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3..2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot.......................................................................1 Grafik 5............... Scatterplot.......

................................... 4.. Output regresi Likuiditas (X1).... xiv ................................... 8.............................. 7....... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).............. Output regresi Profitabilitas (X3).......................................... Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009................ 2.. 5................................. 6....... Output regresi Leverage (X2)................................ Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009......................................... Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009........................................... 3. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)..... Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009.....................xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1.. Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009.... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)...............

yaitu : 1 . (Harjito dan Martono.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda.1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. 2005). Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 2010). Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. 2008 dalam Kusumadilaga. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. Wahyudi.

Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. 2009). Tanpa keyakinan tersebut. Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. keputusan investasi. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. struktur modal. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. ukuran perusahaan.2 keputusan pendanaan. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. 2010). Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Keadaan seperti itu. 2001 dalam Kusumadilaga. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. pertumbuhan perusahaan. kebijakan dividen. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional.

sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. Bagi sebuah perusahaan. Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. 2005).3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. 2004). Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. 2002 dalam Raharjo. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. 2002 dalam Pinuji. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. 2009). menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.

Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. 2002). Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk . leverage. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor.4 masing-masing jenis saham. Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar.

leverage dan profitabilitas (Riyanto. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. Dividen merupakan arus kas keluar. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. 2008). Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham.2001). Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. 2001). maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan. Semakin tinggi ROE .

Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. . DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh.6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. 2010). semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan.

jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Apabila dividen yang dibayar tinggi. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. Informasi atas . Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. Hartono (2000). Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. 2005). Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. tanggal pengumuman. 2004).

Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . Pada dasarnya. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen. harga saham. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. Saat laba akan dibagi atau ditahan. tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. struktur finansial. 1980 dalam Wardani. Dengan perkataan lain. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. arus pendanaan dan posisi likuiditas. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. 2009).

Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. 1982 dalam Erlangga. 2009). 2006). kreditor. Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. 2005 dalam Erlangga. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. 2009).9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. likuiditas. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. posisi kas. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen.

Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen. (2).10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen. Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. 2005). Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. (3). Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. 1999 dalam Apriani (2005). Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen. 2005). Penelitian Apriani mendukung .

yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. (Miller dan Modigliani. 1995). Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. telah mengembangkan irrelevant dividend. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. 1961 dalam Saxena. .11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony.

menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. (2004) menemukan bahwa cash ratio. memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor. Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. Sujasno. Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. debt to equity ratio dan return on . Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. Susilo (2009) dan Siregar (2010).12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. ROI. Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham.

13 assets. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang . Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham. Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. Semakin tinggi laba perusahaan.14 benar-benar bebas. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. yang pada saatnya harus dikembalikan. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan.15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). . leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z). Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. 2008). Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Berbeda dengan penelitian sebelumnya.

maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas.16 1. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .

1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.4.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan. 1. yaitu : 1.4. . Bagi investor.

2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.1. dkk. 2006 dalam Susanti. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 . Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. 2010). Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar.1 Landasan teoritis 2. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung. 2010). Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang.

Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. e) pendekatan harga saham . untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. 2010). f) pendekatan economic value added (Suharli. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. 2006 dalam Kusumadilaga. 2010). Semakin tinggi harga saham. . Samuel (2000). b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . Wahyudo (2005). Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. 2008 dalam Kusumadilaga. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.19 dalam Kusumadilaga (2010). d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva.

2002). Berdasarkan alasan itulah. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina.indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. Indikator. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. 2001 dalam Malla Bahagia. Jika perusahaan berjalan lancar. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham . Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur.20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Susanti (2010). 2008).

hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. semakin tinggi price earning ratio nya. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. b) Semakin tinggi dividend payout ratio. sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien.

atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. Semakin besar price earning ratio. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio.22 price earning ratio. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. . sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama.

yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran.……………………………(2) H arg aSaham 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan.23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan. 2006). Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu. Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010).1. 2010). kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.. sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan.

2). Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . keadaan dan stabilitas politik. dan lain-lain. dan lain-lain. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan.24 1). mencari. ekonomi. sosial. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. jumlah perusahaan.

Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. (3) kelaziman dalam praktek.1995 dalam Raharjo. antara lain : rasio likuiditas.25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. laporan rugi laba. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. . 2005). (IAI. laporan perubahan posisi keuangan. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. rasio leverage. 1994 dalam Raharjo. 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. 2005). Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca.

Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan. maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. . Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. 2005). Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. 2005). b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan.

. e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. 2004). 2) Rasio Solvabilitas/leverage. Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap.

2. Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . 4) Rasio aktivitas.1.3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. 5) Rasio pasar. mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. Berdasarkan kedua pendapat tersebut. penjualan dan kegiatan lainya.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas. maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan. 6) Rasio pertumbuhan. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada.

Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham. 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham.29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. karena terdapat lebih dari satu pendapat.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang.1. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya.3. Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki. 2. Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila .

harga saham akan naik. Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. konsultan hukum. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. akuntan. jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. seperti fee untuk underwriter. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). pendaftaran saham saham. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. biaya notaris.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). yang berkisar antara 2 – 4 %. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. . dan sebagainya.

yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya.32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM). 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. . 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi.

Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta).2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya. Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar.3. . 2. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham.1. sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal.

Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. . Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur. persediaan dan barang-barang lainnya. Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha.34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). maka biasanya harus ada laba ditahan. maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. c). Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. b). bukan disimpan dalam bentuk uang tunai.

tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. Stabilitas laba. e). Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi. semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. f). artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. Sekali dividen naik. Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari.35 d). maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu . Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali.

. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen.36 dapat terus dipertahankan. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Dividen merupakan arus kas keluar. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman. 4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali.

5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar.2. pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah . ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. 2. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. Bertambahnya jumlah saham yang beredar.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya. Biasanya. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008.2 Kajian Empirik 2. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya.

Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa.

leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham.39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan. Duha Al. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas.2.2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. Sujasno (2004). Hartoyo (2008). Lestari (2009). Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Nugroho (2004). yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. arus kas bersih. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. 2. Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya.Kuwari. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Anil .

Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. 2.2. Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. . Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004).41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel . 2. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya.2. arus kas bersih.

Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008). Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. 2. (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Rob et al. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam . Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang.2.

2. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ.6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Sembiring (2010). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.43 melakukan penilaian. 2.

Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. leverage. (2010). (2008) dalam Susanti. hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor. dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan. Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. .

1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. 2004 dalam Christiani. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. 2010).45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. 2002). Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. Berdasarkan alasan itulah. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Jika perusahaan berjalan lancar. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. atau memaksimalisasikan harga saham.

Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda.46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. kreditor. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 2010). Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. 2008). Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham.

maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. 1982 dalam Erlangga. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. 2009). Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. 2005 dalam Erlangga. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas. Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. Jika perusahaan menggunakan . Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.47 perusahaan (Kartika. 2009). rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio.

Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi. dan 77. Kelompok industri manufaktur.36%. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. industri keuangan. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri).84%.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki.29%. 607. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE.

49 Gambar 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. . H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3.2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut.

Data yang digunakan adalah laporan 50 . 2010).1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen.50 BAB IV METODE PENELITIAN 4. 2010).2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. leverage dan profitabilitas. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas. 2001 dalam Kusumadilaga. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. 4. 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.

yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ……….51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.id).……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti. Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q.dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q.co. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .idx. 2010). Menurut Yuniasih.

Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity.id). 2005). 2001 :332).id). cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif. return on equity dapat . Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto. Secara matematis.idx.idx.co.co.52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio. Secara matematis.

co.…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio.. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.id). Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio.idx. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang .. Secara matematis.53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ………. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.

3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur.id). A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas.co. Menurut Harjito. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam . Menurut Keown et al. Secara matematis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. (2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share.idx.54 diperoleh melalui (www. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel.

Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya. 4. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.4. 2003 : 14). 2003 : 14 ).1 Jenis data Berdasarkan sifatnya.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling).4 Jenis Dan Sumber Data 4. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa. skema atau gambar ( Sugiyono. kalimat. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. .

4. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal. 4. 4. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya.56 4. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku. tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa. karya ilmiah berupa jurnal.idx.co.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009. data melalui internet (www.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai .

..1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen...... 4.. Secara statistic F dan nilai statistik t................................. Y= + b1X1 + ei .............. 2007)..(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)................... Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima..... Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya.................. dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati.......... Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1....(9) = Nilai perusahaan = Konstanta ........ Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana...Z + ei .6...............57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions).. perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak).

................................................. Y= + b1X3 + ei .............. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana......................................(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).......Z + ei ......(13) ........ yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana..58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term......... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2.....................................................(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term.................. Y= + b1X2 + ei ....

......(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term....... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali...........59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)..Z + ei ......... Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : ..X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ). 2006)... Leverage X2 dan Profitabilitas .. Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3.................

peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. variabel independen. Sebelum model regresi. b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama. di mana pada .05 ( Los = 5 %). Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot.60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.

melebar kemudian menyempit ). 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a. Jika tidak ada pola yang jelas. Jika ada pola tertentu. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. 2006 : 105). maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. b. . 2010). Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. Jika t-hitung < t-tabel. maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

05 (α=5%). . Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi).62 b. berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Jika t-hitung > t-tabel. Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0.

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

1. 2007). Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan.40 persen. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati.92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean).66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38. variabel independen. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45. 5. Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya. . Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.1.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.2.

2 0.6 0. hal ini . pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.2 0.6 0.0 0.4 0.67 Grafik 5.8 Expected Cum Prob 0.8 1.6 0.4 0.0 0.4 0.4 0.6 0.0 0.0 0.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).8 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.8 1.0 0.2 0.0 0.4 0.0 0.4 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).0 Dependent Variable: y 1.2011 Menurut Ghozali (2006).0 0.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.6 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.6 0.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1).2 0.8 Expected Cum Prob 0.2 0.

2.1. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal.2 berikut: . maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis. Karena berdasarkan Grafik 5. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. (Ghozali. Grafik 5.1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal. profitabilitas.2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. leverage. 5.1 telah terdistribusi secara normal.2006).

Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).69 Grafik 5.2011 .2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).

256 2.008 0. B Error Beta 2. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. 5.301 0.103 1 Model (Constant) x1 t 6.2011 .1.003 -0.969 0.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial. 0.311 -0.009 0. B Error Beta 0.129 Sig.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).005 0.70 Grafik 5.137 -1.148 t 2.676 1.163 0.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.000 0.003 0.000 0.212 0. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5.035 0.304 Sumber : data yang diolah.000 0.004 -0.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.032 Sig.454 -0.028 0.020 0. 0.517 -1. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.

226 0.228 7.2011 .647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. B Error Beta 1.072 0.004 0. 0.000 0.003 0.011 0.785 0.160 Sig.001 -0. Error Coefficients -0.032 0.124 Sig.322 0.010 0.550 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.063 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.554 0.043 0.030 0.240 Model 1 (Constant) x3 t 0.280 0. B Error Beta 0.314 0.249 Sumber : data yang diolah.460 Sig.279 -0.273 2.000 0.001 0.140 0.010 0.086 1.955 0.000 0.042 Model 1 (Constant) x2 t 6.611 Sumber : data yang diolah.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2). Error Beta 0.448 0. 0.71 Tabel 5.695 -0.820 0. 0.009 0.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3).447 0.047 0. 0.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.2011 Tabel 5.023 0.081 0.135 t 1.510 Sig.057 2. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.000 -0.223 0.001 0.868 0.000 0.980 -0.041 1.

Ŷ = -0.6 tersebut.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA). Ŷ = 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.032 + 0.72 Berdasarkan Tabel 5. Ŷ = 2.000X2.047X3+ 0. Ŷ = 0.5 tersebut.Z Berdasarkan Tabel 5. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.005X1 + 0.010Z+0.868 -0.550 + 0. Ŷ = 1.Z Berdasarkan Tabel 5.Z .550 + 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana.030Z+0.001X2+ 0.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).020Z+0.028 – 0.969 – 0. Ŷ = 0.000X3.000X1.4 tersebut.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).

Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.73 5. yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan .1.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.304>0. 2010).4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.05).261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.261>0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.05). b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

05). yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.647>0.000<0.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.05).05 (α=5%) maka H0 diterima (0.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.05).611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .611>0.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.

2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas.05). yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.249>0. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Likuiditas secara parsial hasil . 5.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.

Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. 1999 dalam Susanti. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. 2010). Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford. Proses pengambilan keputusan ekonomi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. investasi.

Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Semakin rendah rasionya. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak . Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi.77 terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah.

78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 2010). 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman.

79 operasinya. 5.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). . kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan.

3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 .1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. 2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan.

2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. 6. . sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan.81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya.

Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. .82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen.

Duha. (2002). Tesis.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. International Research Journal of Finance and Economics. Intermediate Accounting. (online). Brigham and Houston.Edisi Cahyati. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT.(online). 2006.id/gdl. Baridwan. 2006. Bebezuk. Value Maximization. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. Pengaruh Profitabilitas. Apriani. SNA VIII Solo. S. Michael. Edisi 8. Nomor 2. Al-Kuwari. 2005. Arsintadiani. 2010. D dan Harsono. 2004. Penerbit BPFE Yogyakarta. and the Corporate Objective Function. 2008.academicjournal. 2010.(http://ssrn. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. Cucu. 2004. ISSN 14502887 Issue 42 (2010).(http://elib. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). Z. 15 – 16 September 2005. Stake holder Theory. 2010. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor.(online). Devi. M. Program Magister Manajemen UNUD. International Research Journal of Finance and Economics. Anggia Prayitmo. . Desember 2002: 113-122. Manajemen Keuangan.com/abstract=220671) Christiani. Jakarta : Salemba Empat. Jurnal Perspektif. Jensen. Volume 7. Tesis.ac. Dasar-dasar Kesepuluh. C.unikom. Lisa.Bandung. 2008.Explaining Dividend (http://www.Telkom.org ) Policies in Argentina.

(http://papers.Universitas Sumatera Utara. 1998. Hartini. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. (online). Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Financing Decisions.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. 2002.com/abstract=118089). Jakarta : Erlangga. Damodar.2010. 10thedition. 2008. Lawrance.84 Erlina. Manajemen Keuangan. Analisis Pengaruh Roa. Program Pascasarjana. 2010. Yogyakarta: BFE Gujarati. 2004. Yogyakarta. Eugene and Kenneth. Harahap. Ghozali.id/3020/) Flint. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. 2009. Good Corporate Governance. 2003.com/sol3/papers. 2009. Harjito. Indriyo dan Basri. 2009. Universitas Muhammadiyah Surakarta.id/handle/123456789/20595). Skripsi.cfm?abstract_id=1871). Black Sr . Roe. Anthony . Fitriyanti.(http://ssrn. Jakarta : PT. al .Raja Grafindo Persada. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. and Firm Value. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. 2006. Gitman. Edisi ke 4. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei.eprints. (online). et. . Ervin L. J. Principles of Mangerial Finance. (online). Taxes. Erlangga. (http://etd.(online). Dasar-dasar ekonometrika. Manajemen Keuangan.ums. Pengaruh Dividen Kas. Sri.usu. 2005. Arus Kas Bersih. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta.ssrn.2010.ac. International Journal of Business an Finance Research. Fakultas Ekonomi Manajemen. S. Gitosudarmo. Hayu. Enggar.(http://repository. Edisi Ketiga. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Edisi Keempat. Imam.. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. (2007). A dan Martono. N. Manajemen Keuangan. S. Addison Wesley.ac. Volume 4 number 2 .

(http://repository. S dan Pudjiastuti. (http://repository. 2009. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Tesis. 2010. 2005. 2010. International Edition. Erick. H. 2008. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Hellfert. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. Kusumadilaga. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. Jhojor Triwati N.usu. Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Edisi Pertama. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Tesis. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Eka P. Hasugian.85 Hartoyo. Jannah.usu. 2000. Skripsi. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia.id/handle/123456789/9599). Fakultas Ekonomi Akuntansi. Program Pascasarjana USU. Universitas Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti.ac. 2005. Rimba. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. . Husnan. (online). Keown et al. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. Miftachul. Mc Graw-Hill. E. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. A. Suad. Pengaruh Kebijakan Dividen.ac. Barasa. A Guide to Value Creation. Harmoni. Hotbin. V. Universitas Sumatera Utara.Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Iin Hastuti. Jogiyanto. Husnan.id/handle/123456789/8877). (Online). 2009. Simposium Nasional akuntansi IV. Yogyakarta: BPFE. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne.M. Technique of Financial Analysis. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). 2002. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia. 2006. 2009. 2008.

Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin.86 Kim. Napa J.id/handle/123456789/20416). 2008. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”.ums. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. 2009. 2009.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas.(http://ssrn. 2008. Mandiri Vol. . 2008. L dan Danica. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Nova H. Universitas Gunadarma. Murtini. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Umi. Jurnal riset akuntansi. (Online). Universitas Sumatera Utara. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. 2010.9 No. Rotua.Edisi kedua.ac. Awat. Lestari.. 2002. Tesis. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea.(Online).1 Juli-September. 2004. C. Denpasar : Keraras Emas. 1999. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Jurnal Manajemen bisnis vol. Ina. 2008. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta.usu. Anggraeni Ayu.eprints. Setya. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Departemen Pengajar FE USU. no 1 februari 2008 hal 32-47.com/abstract=311275). 2006. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis. p. 17-24 Nugroho. Nata Wirawan.ac. Marlina. Woochan et al. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia.”Analisis Pengaruh Cash Position.(online). cara mudah memahami Inferensia).2. Lestyorini. (http://etd. (http://repository.vol 4.id/2305/).

Fordema Volume 6 Nomor 1. 2008. 2005. 2010. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Juni 2006: 73-89. Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. . Fakultas Ekonomi Akuntansi. 2004. A. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Skripsi. 1999. Sunariyah. Ponco Satriyo. Azhagiah.ac. Universitas Sumatera Utara. R dan Priya N. Firm Value and Performance. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia. (online ) . Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. 2009. Sawir. 2008. 2010. Agnes . Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2005. Bambang. Susilo. Skripsi. Rob Bauer et al. Raharjo. Gramedia Pustaka Utama. Skripsi. Semarang. Program Magister Manajemen Universitas Udayana. 2003. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Sembiring. Anggia.usu. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Daniel Sehate. Prayitno. Solvabilitas. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. International Research Journal of Finance and Economics. Susanti.id/handle/123456789/18430). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Riyanto. Rosyadi. 2010. Yogyakarta: BPFE. (http://ssrn. Universitas Widyatama. S. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. 2006. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). The Effect on Stock Returns. 2001. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. (http://repository. Pengaruh Profitabilitas.87 Pinuji. Jakarta : PT. Skripsi. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. The Journal of Finance. (online).com/abstract=444543).K. Saxena. Rika.

Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi. Skripsi. 2010. 2004.ac. Inge. Universitas Sumatera Utara. Winardi. 2007. Sitepu. (online).( http://etd.88 Sujasno. Wardani. 2001.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Manajemen Keuangan : Jilid 2. Susilo. Jakarta : Literata Lintas Media.id/5310/) Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Made Gede. Ekonomi Majerial. (http://etd. Siregar. Tesis. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Bandung : CV Alfabeta.ums. Universitas Muhammadiyah Surakarta. . 2009. Fakultas Ekonomi Akuntansi. 2001. Medan.ums. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Bandung : Mandar Maju. E Copeland. 2001. Skripsi. Universitas Udayana. Sudjaja.id/5251/).eprints. J dan Thomas. 1997. Fakultas Ekonomi Manajemen.ac. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Citra Noveli. S dan Berlian. Weston. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). 2009. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI.(online). 2010. Ni Wayan dan Wirakusuma. Agus. Jakarta : Binarupa Aksara. Yuniasih. Sheila Ramadhani. Elisa. Manajemen Keuangan. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Fred.eprints.

47 120.10 33.01 2009 60.86 9.87 38.83 39.00 31.70 53.00 30.99 108.08 79.00 20.32 65.01 10.39 8.34 30.25 36.63 29.69 50.81 12.73 27.35 42.63 105.16 54.63 53.20 12.26 78.08 25.11 124.73 52.06 22.75 6.70 30.56 32.73 157.03 17.42 7.id .87 33.09 74.50 11.42 40.97 31.17 25.94 47.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.80 6.66 49.42 14.38 30.49 31.27 100.51 116.co.96 6.92 75.40 31.20 62.99 48.73 44.19 71.11 2008 40.32 66.26 8.00 25.01 28.85 2007 5.92 35.11 99.13 5.84 20.05 38.00 19.28 18.00 34.73 93.00 49.97 72.84 40.03 27.53 55.12 90.49 52.58 39.38 39.81 40.85 38.37 33.63 54.31 41.00 39.42 34.21 142.61 15.17 33.60 15.idx.33 12.60 42.58 40.80 25.34 24.65 95.24 18.87 17.03 14.16 31.90 31.29 29.29 4.97 32.90 43.92 299.76 Sumber : www.19 17.09 47.63 59.95 97.25 48.39 50.39 99.63 50.85 39.51 47.

91 28.18 20.49 3.85 185.23 2006 30.32 11.20 50.78 147.37 19.16 29.99 60.26 40.20 179.61 310.83 28.71 12.92 100.94 10.idx.40 148.27 12.49 2.14 3.01 2.12 161.84 38.85 11.35 426.27 342.81 4.10 148.56 45.54 225.35 23.13 119.36 8.69 5.79 8.93 105.co.34 12.35 32.93 25.66 296.00 230.04 31.40 36.73 201.44 23.73 3.05 62.53 38.43 2.52 40.71 186.30 22.79 10.05 99.04 39.71 2009 78.89 5.51 26.57 107.45 14.27 15.92 99.86 208.43 49.48 64.08 207.91 4.34 286.44 60.73 42.09 187.59 17.30 2.10 45.99 16.99 49.21 4.32 Sumber : www.94 35.96 254.65 1.83 9.68 158.45 24.30 15.13 70.29 32.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.53 35.09 93.79 36.68 12.67 57.06 5.01 15.97 6.91 7.61 5.42 16.35 229.96 10.51 28.00 4.79 44.42 29.49 40.96 43.47 40.92 50.34 74.29 131.56 220.14 173.52 119.55 14.85 38.23 3.46 195.id .65 138.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

F Change .131 120 120 x1 -. b.601532 R Square Change .131 . Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression .103 .023 a. All requested variables entered. Predictors: (Constant).777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig. 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed . Error of the Estimate 2. .35497 Std. Dev iation 2.011 F Change 1.002 Std. Dependent Variable: y .Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.000 . Method Enter a.103 1.604522 85.000 -.80134 72. x1 b. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1.103 a .261 DurbinWatson 2.274 df1 1 df2 118 Sig.94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1).011 Adjusted R Square .

129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.009 .002 -.000 a.311 -.158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 . .80134 .645 .003 Standardized Coefficients Beta -.73E-006 a.767 4.241 df 1 118 119 Mean Square 8.261 a Regression Residual Total a. Deviation .82 a.103 -.003 . Predictors: (Constant). Predicted Value -4.620 798.000000 .000 .134 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .269144 2.354 Condition Index 1.103 Part -.028 .68861 2.274 Sig.02440 Residual -1.000 1.401 a.18 .000 . x1 b.620 6.829 Std.450176 Std.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Dependent Variable: y Mean 1.000 Std.000 2. Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8. Error 2.18 .646 .768 F 1. Residual -.261 -.517 -1.996469 11.103 t 6.000 7.82 .621 807.412 2.996 N 120 120 120 120 .000 1.590578 1.

0 0.6 0.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.8 Expected Cum Prob 0. = 0. Dev.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.78E-16 Std.0 0.2 0.4 0.2 0.0 0.8 1.

b.000 -.000 DurbinWatson 2. Method Enter a.625 .740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1.403287 4544.398 a .026 120 120 120 120 x1 -.625 .103 1.058 a.000 .Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.000 . F Change . x1z.299 df1 3 df2 116 Sig.419501 R Square Change . Dependent Variable: y .92833 2967.000 -. x1 b. .159 F Change 7.131 .137 Std.000 . All requested variables entered.159 Adjusted R Square .507 Std.118 .80134 72. .000 120 120 120 120 x1z .000 120 120 120 120 z .109 .604522 85.131 .177 .026 .103 . Predictors: (Constant). .000 .384 -.109 1. z. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .384 .97 Regression .436 .436 1.000 .35497 45.177 . Error of the Estimate 2.000 . Dev iation 2. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.118 .777520 38. z. 120 120 120 120 Sig. xa1 Variables Remov ed .

760 5.4E-007 z -.037849 2.040210 5.80134 .000 .752 6.003 -.04968 Residual -7.987 N 120 120 120 120 .148 t 2.020 .008 x1z 8.177 .299 Sig.784 Std.256 2.06 .02 .179 679.013 .454 x1 -.163 .543 1.116 .49E-005 .83E-005 1.908 .854 F 7.100474 Std.649 1. x1z.05 . Residual -2.10 .98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.935 a. x1 b.752 .103 -.68 a. Error (Constant) .228 .000 . Dependent Variable: y Max imum 8. Deviation 1.76E-009 -4.005 .000 .13 .212 .867 -.000 -2. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.24 .009 .649 -.21 . Predictors: (Constant).1E-007 5.382 .107 .1E-007 -2. .000 -. .626 .000 Std.000 Standardized Coefficients Beta -.095 Part -. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.02 .15 .083 Condition Index 1.035 .241 .02 .64E-005 x1 -.301 .56E-005 a.02156 9.02 .71 Varianc e Proportions x1 z .736 Mean 1.993 3.137 -1.032 Sig. z .749 2.327 1.430 .155 2.062 807.005 .241 df 3 116 119 Mean Square 42.036 .73 .388808 1.838 a. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.08 .000 .64E-005 1.4E-007 1.572 .676 1.088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .543 -4. Predicted Value -1.969 .000 a Regression Residual Total a.000000 .384 .77 x1z .726 5.000 2.904 (Cons tant) .352 2.304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 .004 z .071 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.

8 1.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.4 0.0 0.2 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3. Dev.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .2 0.26E-16 Std.4 0.8 Expected Cum Prob 0.6 0.0 0.6 0. = 0.0 0.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

384 .66651 45.130 .042 1.451 . Error of the Estimate 2.042 .389 a R Square .476 .967419 38.323 .103 Regression .000 a Regression Residual Total a.151 F Change 6. Predictors: (Constant).92833 4929.000 DurbinWats on 2.000 -. .462 Std.893 df 1 3 df 2 116 Sig. (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122.823 .000 . .712 5. . x 2 b.403287 7186.000 . F Change .000 120 120 120 120 x2z .451 . .011 . Predictors: (Constant).476 1.354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.323 .130 .604522 174.000 .430242 R Square Change .000 .906 F 6.80134 105.000 .893 Sig.080 a.105 807. 120 120 120 120 Sig.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.000 120 120 120 120 z .129 Std.136 685.078 .384 .151 Adjusted R Square . x2z.000 .000 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R . Dev iation 2. Dependent Variable: y . z .823 .078 120 120 120 120 x2 -. x2z.241 df 3 116 119 Mean Square 40.011 1. x2 b. z .

882694 Std. Error .047 Part .761 -8.030 .000 .822 -.000 .003 .550 .966 3.000000 .105 7.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.754 .042 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.19E-005 a.9E-005 .01 .980 -.273 2.916 .044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .130 -.004 .1E-007 z -.384 .987 N 120 120 120 120 .077 9.010 .000 .000 2.41676 Residual -7.522 a.050 .000 1.013090 2.1E-007 2.000 -.010 -4.822 1.223 .132 9.02 .325 .07 .68E-005 x2 -.006 .0E-007 .033 Condition Index 1.930 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .338 1.52 Varianc e Proportions x2 z .94 a.930 9.447 -.437 -.001 .03 .80378 8.267 .91 .04 .625 Mean 1.136 .025 .457 (Cons tant) .81 x2z .023 .761 1. Deviation 1.367 Std.448 .104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.362 3.000 .000 Std.399413 1.0E-007 -3.008 -.39 .809252 6.80134 .226 .000 .063 .01 .01 .255 -. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1.000 -3.135 t 1.510 Sig.000 Standardized Coefficients Beta .05 .912 3.244 a.13 . Residual -3.785 . Dependent Variable: y Max imum 8.01 .15E-009 -8. Predicted Value -1.68E-005 1.297 .05 . .

2 0.98E-16 Std.4 0. = 0.6 0.0 0.8 1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value .105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.4 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. Dev.0 0.0 0.8 Expected Cum Prob 0.2 0.6 0.

All requested variables entered.784 F 50. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1.548 1.604522 17. Error of the Estimate 2.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig.187168 R Square Change .301 F Change 50. b.548 a R Square .000 . (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1.301 Adjusted R Square . Predictors: (Constant).80134 21. Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. x3 b.000 a Regression Residual Total a. Method Enter a.39542 Std.000 . Dev iation 2.000 DurbinWats on 2. x3 b.106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3).763 4.0 a.548 . 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .000 120 120 x3 . Dependent Variable: y . .295 Std.241 df 1 118 119 Mean Square 242.000 .477 807. .748 df 1 1 df 2 118 Sig.763 564. F Change . Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R . Predictors: (Constant).748 Sig.

791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .548 t .081 .820 -.011 .000 .428656 10.772 .000 Std.548 Part .89 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1. Deviation 1.694 .228 Condition Index 1.11 .124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.428296 2. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .072 . Dependent Variable: y Mean 1.744543 Std.107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.000 .913 a.21791 7.000000 .000 2. Predicted Value -1.177959 1.000 .551 .314 . Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.89 a.864 Std. Error Beta .996 N 120 120 120 120 .000 a.228 7.109 3.31994 Residual -4.025 4.000 a.103 .000 .11 . Residual -2.548 .058 .80134 .

6 0.2 0. = 0.4 0. Dev.0 0.0 0.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 Expected Cum Prob 0.4 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6.45E-17 Std.0 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .2 0.8 1.6 0.

548 . xa3 Variables Remov ed . z.994 a.548 1.255 1.403287 1887. b.675 .872 df1 3 df2 116 Sig.604522 17. Method Enter a.255 .415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.000 .000 . 120 120 120 120 Sig. Predictors: (Constant).000 . . .372 F Change 22.384 .384 .797 .000 120 120 120 120 z . Dev iation 2.355 Std.591 .000 .000 .797 .667563 38.000 . x 3 b.091 Std.000 .109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.000 .000 DurbinWats on 1. x3z.92833 1154. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z.000 . Dependent Variable: y .591 .39542 45.000 .002 .000 120 120 120 120 x3 .372 Adjusted R Square .80134 21.000 .091060 R Square Change . Error of the Estimate 2. z . All requested variables entered. .000 120 120 120 120 x3z . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .675 1.610 a .002 . F Change .

01 .280 .01 .01 .8E-006 z -.301 .000 2. .000 .256 10.634 1.093 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.91 a.570 3.085 Collinearity Statistics Tolerance VIF .876 .322 .591 . x3 b.807 1.000 . .009 . Predicted Value -.00 .872 Sig.87 .001 a.874 a.027 .000 .876 8.000 -5.09 .807 -.165 (Cons tant) .066 .127 4.000 -. Predictors: (Constant).588 3.000000 .000 Standardized Coefficients Beta .13 .000 .064534 1. Dependent Variable: y Max imum 8.482 .85 Varianc e Proportions x3 z .576 Mean 1.027 507.00 .74 x3z .080 .25 .129 1.000 a Regression Residual Total a.218 .548 .186 4.032 .950 Std. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .186 -.107 Part .031 Condition Index 1.80134 .047 .587840 2.241 df 3 116 119 Mean Square 100.000 .000 Std.01 .240 t -.110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.0E-006 7.930 a. x3z.186 .072 7.008 .12E-008 -2.140 .569146 4.12 .955 .160 Sig.127604 Std.000 .041 1.150 .001 .043 . Deviation 1.023 .249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1. z . Residual -2.010 .000 x3 -.001 .29266 Residual -6.100 .057 2. Error -.01 .0E-006 -5.634 -2.44854 9.8E-006 .384 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.326 .086 1. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.554 .65E-005 .987 N 120 120 120 120 .009 4.214 807.373 F 22.00 .

2 0.4 0.6 0.6 0.8 1.8 Expected Cum Prob 0.08E-16 Std.0 0.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. = 0.4 0. Dev.0 0.2 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .0 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful