i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

Luh Gede Sri Artini.Si NIP 19720804 19970 2 001 A. I.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii . SE.A. SE. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana. M.. Gede Suarjaya.B. Dr. Dr. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana.A.A. SE. dr. Raka Sudewi... Pembimbing II.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I.Sp. Anom Purbawangsa. Dr.

Luh Gede Sri Artini. Ni Luh Putu Wiagustini.. SE. No: 1026 / H14. M. M. A.Si 3. MS iv .4 / HK / 2011. Dr..A.Si Anggota : 1. MM 2. Dr. M.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana. Ida Bagus Panji Sedana. Prof. Gede Suarjaya.. Dra. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr.. Ni Ketut Purnawati.Si 4. SE. SE. SE.

kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 16 Juni 2011 Mahasiswa. 20 Tahun 2003. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). Denpasar. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. (UU NO. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi.

I Made Bakta.Luh Gede Sri Artini. M. Dr.. Dr. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. Sp. A Raka Sudewi..S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. MM. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. SE. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. A Gede Suarjaya. semangat. SE. Wayan Ramantha. SE. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen. Sp. tesis ini dapat diselesaikan. dr. Pada kesempatan ini. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. PD (KHOM).vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. penulis juga menyampaikan vi .Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan.. Dr.. karena hanya atas kurnia-Nya. A. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof.

M. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini.Si dan Dra. sanggahan.Si.B. yaitu Prof. saran.. I. MM sebagai Ketua Program MM Unud. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. 16 Juni 2011 Penulis vii . Anom Purbawangsa. Ida Bagus Panji Sedana. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Ni Ketut Purnawati. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga. SE.. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas. Dr. M.. Ni Luh Putu Wiagustini. Dr. MS yang telah memberikan masukan. SE. Denpasar. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis. SE.vii rasa terima kasih kepada Dr. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis.

Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q.co.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. idx. 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www.id) dan ICMD tahun 2006-2009. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. Kata Kunci : Kinerja Keuangan.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

id) and ICMD 2006-2009. Sampling method performed with saturated sampling method. The higher the stock price the higher the value of the company. idx. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value. Firm value and Dividend Policy ix . 3) leverage not significant negative effect on firm value. and based on predetermined criteria. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth.co. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study. Keywords: Financial Performance. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. 5) Profitability significant positive effect on firm value. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis.

............................................................................................................... x DAFTAR TABEL............................................................................2..... 1........3................................................................................................................1..............2.............................. 2......2......2 Kinerja keuangan ...4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan.. 2..................................................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen....3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan...............................................................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan....1 Landasan Teori......................................................................................1 Kerangka Konseptual....................6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan..............................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM.........................3 Dividen..................................................................................................... v UCAPAN TERIMA KASIH................................................ 2............ viii ABSTRACT..............................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan...........................2............... 2........................... BAB IV METODE PENELITIAN...................1............................................................................. 2. 2............ xiii DAFTAR LAMPIRAN.....................................2 Kajian empirik. 2..................................................................................2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. ix DAFTAR ISI................................................................................................................................................................. iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS..............2.............................................................. 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA. ii LEMBAR PERSETUJUAN.................................................. 3.............................................................................................................. 2........................1.......................................1 Latar Belakang....3............1............................ 1.................................2 Hipotesis.......1 Identifikasi Variabel............................................... 1.......... 2........ BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3............................. 2... 2........ 1....1 Nilai Perusahaan ...........................................................2...................................... xiv BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 4................ 2.............1 Kontroversi Dividen................4 Manfaat Penelitian.................................. xi DAFTAR GAMBAR.............................................3 Tujuan Penelitian..... 2................2 Rumusan Masalah.................................. vi ABSTRAK.......... i PRASYARAT GELAR...................................1...................................................................................... iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI.................... x .........................................................................................................

.......................................... 4...............1 Jenis Data..2 Pembahasan............................................................1 Kesimpulan..............................................6................ 5......................... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6............................ BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...2 Uji asumsi Klasik.................................1... 6...6 Teknik Analisis Data....1 Statistik Deskriptif.................................................................................................................................... .............................................4 Uji t.................................................................... LAMPIRAN.......................................2 Definisi Operasional Variabel..................xi 4........ DAFTAR PUSTAKA.................................................................1................ 4.........................3 Analisis regresi....................................1................................2 Saran..............................................4.................2 Sumber Data....................1.........2....... 5................ 4............................... 5..................................................... 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi .. 4......................2 Uji Heteroskedastisitas............5 Metode Pengumpulan Data................. 4........................................................1 Analisis Regresi..1......................... 5..............3 Populasi dan sampel ........1 Uji Normalitas.....2........................................ 5............3 Implikasi penelitian.....................4................................1 Hasil penelitian..............4 Jenis dan Sumber Data....... 4............................................................. 5................1................................................................................. 5....................................... ............................ 5............................ 5........................................................................................................................... 4..

.................................................... 63 Tabel 5.......................................5 Tabel 5................................... 64 70 71 71 Tabel 5. Hasil analisis regresi.......... xii ............... Hasil analisis regresi..1 Likuiditas (X1) .............4 Tabel 5............... 63 Tabel 5................................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)....................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z).................................................xii DAFTAR TABEL Tabel 5........................ Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)........6 Hasil analisis regresi..........................................................2 Leverage (X2) ........................3 Profitabilitas (X3) .

.......... Scatterplot..................................2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot........ 49 67 69 xiii ...1 Grafik 5..............................................................xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3.....1 Grafik 5...................

............................................... Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009.... 8.. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)..................... Output regresi Likuiditas (X1)........ 3...... Output regresi Profitabilitas (X3).............. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)............ 5. xiv ........... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009........... Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009........................................................... 6................................................................................ 2................ 7........................................................... Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009......... Output regresi Leverage (X2).......... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).......xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1... Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009. 4..........

yaitu : 1 . Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. 2010). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Wahyudi. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham.1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. 2005). Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. (Harjito dan Martono. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. 2008 dalam Kusumadilaga.

Tanpa keyakinan tersebut. ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. Keadaan seperti itu. dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. 2009). Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). kebijakan dividen. Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. pertumbuhan perusahaan. keputusan investasi. yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. 2010).2 keputusan pendanaan. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional. Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. 2001 dalam Kusumadilaga. struktur modal. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. ukuran perusahaan. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa).

2002 dalam Raharjo. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. Bagi sebuah perusahaan. Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. 2005). Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. 2004).3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. 2009). penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. 2002 dalam Pinuji. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.

leverage. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk . Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.4 masing-masing jenis saham. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. 2002). Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor.

Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE).2001). ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. Semakin tinggi ROE .5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. 2008). 2001). Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. leverage dan profitabilitas (Riyanto. Dividen merupakan arus kas keluar.

Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya.6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. 2010). Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan. . Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu.

Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual. Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. tanggal pengumuman.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. 2004). Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. 2005). Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. Informasi atas . Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. Hartono (2000). maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. Apabila dividen yang dibayar tinggi.

Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . harga saham. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Dengan perkataan lain. struktur finansial. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. Saat laba akan dibagi atau ditahan. arus pendanaan dan posisi likuiditas. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. 2009). tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. 1980 dalam Wardani. Pada dasarnya. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary.

9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. 2009). Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. likuiditas. Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. 2009). dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. posisi kas. 2006). maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 2005 dalam Erlangga. kreditor. 1982 dalam Erlangga.

2005). Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. 1999 dalam Apriani (2005). Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen. (3). Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005).10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. (2). 2005). Penelitian Apriani mendukung . Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen. Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani.

(Miller dan Modigliani. . Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. 1961 dalam Saxena.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. 1995). Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). telah mengembangkan irrelevant dividend. Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.

Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. ROI. EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. Susilo (2009) dan Siregar (2010). Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). (2004) menemukan bahwa cash ratio. Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor. Sujasno. debt to equity ratio dan return on . Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham.12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio).

13 assets. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang . Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day.

maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan.14 benar-benar bebas. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. yang pada saatnya harus dikembalikan. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. Semakin tinggi laba perusahaan.

leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z).15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. 2008). Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). Berbeda dengan penelitian sebelumnya. Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. .

16 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? . maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.

1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.4. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1. Bagi investor.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan.4. yaitu : 1. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini. .

Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. 2010). 2010). Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 . Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan.1 Landasan teoritis 2. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. 2006 dalam Susanti. dkk. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.1.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar.

c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. e) pendekatan harga saham . b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . . 2010). Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. 2008 dalam Kusumadilaga.19 dalam Kusumadilaga (2010). maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. Semakin tinggi harga saham. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. Samuel (2000). 2010). untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. 2006 dalam Kusumadilaga. Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . f) pendekatan economic value added (Suharli. d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva. Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. Wahyudo (2005).

Berdasarkan alasan itulah. Indikator.20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Susanti (2010). atau memaksimalisasikan harga saham. 2002).indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jika perusahaan berjalan lancar. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. 2008). 2001 dalam Malla Bahagia. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham .

hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). b) Semakin tinggi dividend payout ratio. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik. karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. semakin tinggi price earning ratio nya.

berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. . Semakin besar price earning ratio. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio.22 price earning ratio. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan.

yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan. Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar. Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010).23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham. 2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . 2010). kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok.. sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan.1. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.……………………………(2) H arg aSaham 2. Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan.

sosial. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan.24 1). dan lain-lain. Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. jumlah perusahaan. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. keadaan dan stabilitas politik. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. 2). ekonomi. dan lain-lain. mencari. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan.

catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. 2005).25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. rasio leverage. laporan perubahan posisi keuangan. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. antara lain : rasio likuiditas. (3) kelaziman dalam praktek. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. 2005). 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. .1995 dalam Raharjo. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. (IAI. 1994 dalam Raharjo. laporan rugi laba. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan.

b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. . Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. 2005). Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan. 2005). maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan. harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.

d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. 2004). Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas. . dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap. 2) Rasio Solvabilitas/leverage. menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).

Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . 4) Rasio aktivitas. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada. 2. 5) Rasio pasar.1. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. Berdasarkan kedua pendapat tersebut.3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas. penjualan dan kegiatan lainya. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. 6) Rasio pertumbuhan.

29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham. 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki. 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut. 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : .

Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. karena terdapat lebih dari satu pendapat. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya.3. 2. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila . 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki.1.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan.

biaya notaris. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. dan sebagainya. harga saham akan naik. Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. yang berkisar antara 2 – 4 %. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). seperti fee untuk underwriter. pendaftaran saham saham. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. konsultan hukum. mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). . tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). akuntan. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat.

32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM). 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya. .

Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar. sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. 2.1. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta). .3. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal.

b). Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. c).34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur. bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. maka biasanya harus ada laba ditahan. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. persediaan dan barang-barang lainnya. maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. . Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha.

tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. Sekali dividen naik. Stabilitas laba. Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. e). Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. f). maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu . semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi.35 d). Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali.

Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Dividen merupakan arus kas keluar. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. . maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan.36 dapat terus dipertahankan. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. 4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen.

37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya.2. Biasanya.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.2 Kajian Empirik 2. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya. 2. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya. Bertambahnya jumlah saham yang beredar. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah . pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan.

Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan. Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan.

Kuwari. Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya.2. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. Hartoyo (2008). Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. Duha Al. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. Anil . Sujasno (2004). arus kas bersih. Lestari (2009). Nugroho (2004).2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. 2. Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang.39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen.

Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. . Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas. Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. 2.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.2.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel . Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya.41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. arus kas bersih.2. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004). 2.4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan.

Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam . Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Rob et al.42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba.2. Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007. Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008).

Sembiring (2010). Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2.43 melakukan penilaian. Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang .2. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen).6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya.

hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. . (2010). Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. (2008) dalam Susanti. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor. leverage. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati.

Jika perusahaan berjalan lancar. 2004 dalam Christiani.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. atau memaksimalisasikan harga saham.45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Berdasarkan alasan itulah. Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. 2010). 2002).

hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. kreditor. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. 2008). Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. 2010). Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham.46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan.

2005 dalam Erlangga.47 perusahaan (Kartika. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. 2009). Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. Jika perusahaan menggunakan . dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. 2009). Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. 1982 dalam Erlangga. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas.

36%. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi. industri keuangan. dan 77. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki.29%. Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. Kelompok industri manufaktur.84%.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri). semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . 607. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110.

Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.49 Gambar 3. .2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

2010).50 BAB IV METODE PENELITIAN 4. Data yang digunakan adalah laporan 50 . 2010). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. 2001 dalam Kusumadilaga. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. leverage dan profitabilitas. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga.1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. 4.

Menurut Yuniasih.51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.id). yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ………. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti. 2010).co. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q.……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.idx. Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q.

Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity.idx. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. 2005).id). Secara matematis. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto. cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif. Secara matematis. 2001 :332).id). return on equity dapat . Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.idx. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio.co.co.

co. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri.. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio. Secara matematis.. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.idx.53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ……….id).…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang .

(2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share.3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur. A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Menurut Keown et al. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam . Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling.co. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Secara matematis.idx.54 diperoleh melalui (www. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. Menurut Harjito.id). Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu.

yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.4. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. skema atau gambar ( Sugiyono. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa.4 Jenis Dan Sumber Data 4.1 Jenis data Berdasarkan sifatnya. sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. . 2003 : 14 ). data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. kalimat. 2003 : 14). 4.

6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal.4.co. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. 4. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.56 4. karya ilmiah berupa jurnal. data melalui internet (www. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai . tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009. 4.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku.idx.

dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati........ 4.......... 2007). perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)........... Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana....57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions).... Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya.... Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1...............................(9) = Nilai perusahaan = Konstanta ....... Y= + b1X1 + ei ... Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima........1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen............6. Secara statistic F dan nilai statistik t.........Z + ei .............(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)...................

..................................Z + ei ................................58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term..(13) .....(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2........................... Y= + b1X2 + ei ................... Y= + b1X3 + ei ...... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana...............(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).............................................................. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana...

.. 2006)..59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.... Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : ...... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali.Z + ei ...... Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3.... Leverage X2 dan Profitabilitas ......X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ).....(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term......................

Sebelum model regresi. peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. di mana pada . dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. variabel independen. Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0.05 ( Los = 5 %).

maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). Jika tidak ada pola yang jelas. Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. . 2006 : 105). Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga. 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. melebar kemudian menyempit ). Jika t-hitung < t-tabel. Jika ada pola tertentu. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. 2010). serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. b. Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a.

Jika t-hitung > t-tabel.62 b.05 (α=5%). . Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi). yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0.

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

variabel independen. Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan. 2007).1.40 persen.2. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299. 5. . Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.1.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4.92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati. Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya.

4 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.8 Expected Cum Prob 0.6 0.4 0.0 0.6 0.0 0.2 0.0 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1).0 0. hal ini .0 0. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.0 Dependent Variable: y 1.2011 Menurut Ghozali (2006).0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).4 0.4 0.6 0.67 Grafik 5.8 1.2 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).4 0.2 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.8 1.6 0.0 Expected Cum Prob 0.0 0.2 0.2 0.0 0.8 0.6 0.8 Expected Cum Prob 0.4 0.0 0.

(Ghozali.1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal. profitabilitas.1 telah terdistribusi secara normal.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. Grafik 5.2006). Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.2 berikut: . Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. leverage. Karena berdasarkan Grafik 5. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5.2.1. 5. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya.

2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1).2011 . Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).69 Grafik 5. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah.

028 0.103 1 Model (Constant) x1 t 6. 0.137 -1.000 0.304 Sumber : data yang diolah.163 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.256 2.003 -0.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).005 0.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.969 0.003 0.148 t 2.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial.129 Sig.454 -0. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5. B Error Beta 2.517 -1.2011 . 0. 5.009 0.032 Sig.1.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.008 0.004 -0. B Error Beta 0.70 Grafik 5.311 -0.212 0.000 0.301 0. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.000 0.020 0.035 0.676 1.

868 0.042 Model 1 (Constant) x2 t 6.041 1. B Error Beta 0.140 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.785 0.003 0.510 Sig. 0.279 -0.2011 .000 0.047 0.240 Model 1 (Constant) x3 t 0.249 Sumber : data yang diolah.228 7. 0.460 Sig.980 -0. Error Coefficients -0.004 0.000 0.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.009 0.030 0.226 0.695 -0.447 0.000 0.001 -0.955 0.550 0.223 0.011 0.010 0.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).314 0.124 Sig.081 0.160 Sig.001 0.023 0.043 0.71 Tabel 5.273 2.057 2.000 0.554 0.000 -0.2011 Tabel 5.072 0.448 0.001 0.647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. 0. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.063 0.322 0.611 Sumber : data yang diolah. 0. Error Beta 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.820 0.280 0.135 t 1.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3). B Error Beta 1.010 0.086 1.032 0.

4 tersebut.020Z+0. Ŷ = -0.Z Berdasarkan Tabel 5.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).Z . Ŷ = 1. Ŷ = 0.550 + 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.005X1 + 0. Ŷ = 2.001X2+ 0.6 tersebut.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).047X3+ 0.550 + 0. Ŷ = 0.000X3. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).010Z+0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana.032 + 0.5 tersebut.72 Berdasarkan Tabel 5.030Z+0.000X2.Z Berdasarkan Tabel 5.969 – 0.000X1.028 – 0. Ŷ = 0.868 -0.

yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.261>0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.73 5.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. 2010).05).4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05). 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan . Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.304>0. Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.1.

05).647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.000<0.647>0.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.05). yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.611>0. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05).05 (α=5%) maka H0 diterima (0.

Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Likuiditas secara parsial hasil .249>0.05).6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. 5.2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). 1999 dalam Susanti. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan .76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. investasi. Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford. atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Proses pengambilan keputusan ekonomi. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 2010).

Semakin rendah rasionya. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak . meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya.77 terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi.

Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 2010).78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1. 5. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan.79 operasinya.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. . kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan.

2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 . karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor.1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.

5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan. . Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah.2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu.81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. 6. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan.

Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen.82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. . karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan.

2008.ac. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator. Lisa. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. Pengaruh Profitabilitas.Edisi Cahyati. Jensen. 2004.(online). Anggia Prayitmo. ISSN 14502887 Issue 42 (2010). International Research Journal of Finance and Economics. D dan Harsono. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. Edisi 8. Duha.com/abstract=220671) Christiani.unikom. S.academicjournal. 2010. solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. SNA VIII Solo. Nomor 2. Brigham and Houston. Intermediate Accounting. Devi. Program Magister Manajemen UNUD. Stake holder Theory. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. Volume 7. Z. Desember 2002: 113-122. 2010. 2005. 2004. 15 – 16 September 2005. 2006. Apriani. Cucu.id/gdl.(online). C. Jurnal Perspektif.(http://elib. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. Michael. Bebezuk.Bandung. Value Maximization. .php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). M. and the Corporate Objective Function. (2002).org ) Policies in Argentina. Penerbit BPFE Yogyakarta. Manajemen Keuangan.(http://ssrn. International Research Journal of Finance and Economics. 2010.Telkom. Dasar-dasar Kesepuluh. Baridwan. 2006. Al-Kuwari. Arsintadiani.Explaining Dividend (http://www. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). 2008. Tesis. Jakarta : Salemba Empat. (online). Tesis.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor.

2009.ac. Skripsi. Analisis Pengaruh Roa.2010. (online). Sri. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Ghozali. Black Sr . (online). N. Hartini. Volume 4 number 2 .(http://ssrn. 2009. Harahap. Jakarta : Erlangga.(online). Jakarta : PT. Manajemen Keuangan. S. Yogyakarta. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei. 2003. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Manajemen Keuangan. al . Harjito. 2005. Anthony .ums. Imam.Universitas Sumatera Utara. Indriyo dan Basri. Ervin L. (http://papers.ac.84 Erlina.(http://repository. (online).cfm?abstract_id=1871).eprints. Principles of Mangerial Finance. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Gitman. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta.com/abstract=118089). A dan Martono. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. Lawrance. Fakultas Ekonomi Manajemen. 1998. 2004. (2007).Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. International Journal of Business an Finance Research. Enggar. et. 2010. and Firm Value. (http://etd. Erlangga. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Good Corporate Governance.id/handle/123456789/20595).. Damodar. Gitosudarmo. Program Pascasarjana. Eugene and Kenneth. 2006. Pengaruh Dividen Kas. Addison Wesley. Dasar-dasar ekonometrika. S. Manajemen Keuangan. Hayu. . 10thedition.Raja Grafindo Persada. J.2010.id/3020/) Flint. Edisi Keempat. Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi.ssrn. Roe. Arus Kas Bersih. 2009. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Financing Decisions. 2008.usu. Edisi Ketiga. Edisi ke 4. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. Fitriyanti. Yogyakarta: BFE Gujarati. 2002.com/sol3/papers. Taxes.

. 2009.85 Hartoyo. 2005. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne. International Edition. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Keown et al. Simposium Nasional akuntansi IV. Hotbin. (Online). Tesis. Miftachul. 2010. Jannah. Jogiyanto. Tesis. (online). Harmoni. Husnan. Yogyakarta: BPFE. Jhojor Triwati N. 2010. E. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. 2009. Technique of Financial Analysis.id/handle/123456789/8877). Hellfert. A Guide to Value Creation. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti. Eka P. V. 2000. Erick. Hasugian. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. Mc Graw-Hill. Universitas Sumatera Utara. Kusumadilaga.Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Iin Hastuti. 2006. A.id/handle/123456789/9599). (http://repository.usu. 2005. 2008. Pengaruh Kebijakan Dividen. Edisi Pertama.ac. Skripsi. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. Husnan. Suad. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. (http://repository. Fakultas Ekonomi. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Universitas Sumatera Utara. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. Barasa.ac. S dan Pudjiastuti. Program Pascasarjana USU. Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. 2002. Fakultas Ekonomi Akuntansi.M. Rimba. Skripsi. H. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. 2008. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. 2009.usu. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia.

Nata Wirawan. 2002. 2009. Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. p. Lestyorini. Ina. L dan Danica. 2009..(online). 2006. Jurnal riset akuntansi. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. Rotua. 2004.id/2305/).eprints. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”. 1999. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea.vol 4.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan.ac.Edisi kedua.usu. Denpasar : Keraras Emas. Marlina. Napa J. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2008. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis.(http://ssrn. Mandiri Vol. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Nova H. Departemen Pengajar FE USU. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.ac. (http://repository. Murtini.2.ums. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Fakultas Ekonomi Akuntansi.1 Juli-September. Setya. C. 2008.(Online).9 No. Woochan et al. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala. Anggraeni Ayu. 2010. Universitas Gunadarma. 2008. (http://etd. Awat. Lestari. . cara mudah memahami Inferensia). (Online). Universitas Sumatera Utara.”Analisis Pengaruh Cash Position.com/abstract=311275). 17-24 Nugroho. Jurnal Manajemen bisnis vol. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. Umi. 2008. no 1 februari 2008 hal 32-47.id/handle/123456789/20416).86 Kim. Tesis.

The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2009. Rika. Skripsi. Solvabilitas. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Agnes . Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Skripsi. 2005. The Journal of Finance. Pengaruh Profitabilitas. 2006. Susilo. (online). Firm Value and Performance. Gramedia Pustaka Utama. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Sembiring. Fordema Volume 6 Nomor 1. 2005. 2003. Daniel Sehate. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 1999.id/handle/123456789/18430). Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. International Research Journal of Finance and Economics. . Jakarta : PT. Prayitno. Sawir. Universitas Widyatama. Universitas Sumatera Utara. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). 2004. Rosyadi.ac.usu. 2008. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. The Effect on Stock Returns. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. 2010. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. Juni 2006: 73-89. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Semarang. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. (http://ssrn. 2001. Saxena. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. (http://repository. Ponco Satriyo. R dan Priya N. Susanti. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. Bambang. 2010. 2010. Skripsi. 2008. Program Magister Manajemen Universitas Udayana. Anggia. Rob Bauer et al.K. Yogyakarta: BPFE. Riyanto. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia.com/abstract=444543). (online ) . Raharjo. Azhagiah.87 Pinuji. S. A. Sunariyah.

Winardi. Agus. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. 2001.id/5251/). Bandung : CV Alfabeta. 2007. Jakarta : Binarupa Aksara. Skripsi. (online).ums. Universitas Sumatera Utara. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Sheila Ramadhani. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. 2009. Manajemen Keuangan. 2010. Siregar. Wardani. . 1997. Universitas Udayana. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Elisa. Sudjaja. Bandung : Mandar Maju. Medan. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Tesis.eprints. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Weston. Universitas Muhammadiyah Surakarta. S dan Berlian. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Ekonomi Majerial.id/5310/) Sugiyono. 2010. Made Gede.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Yuniasih. Ni Wayan dan Wirakusuma. Sitepu. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi. Manajemen Keuangan : Jilid 2.eprints. Citra Noveli.ac. 2001. (http://etd.(online). Fakultas Ekonomi Manajemen. 2001. E Copeland. 2009. Skripsi. Susilo. Metode Penelitian Bisnis. J dan Thomas.ums.88 Sujasno. Jakarta : Literata Lintas Media. Jurnal Akuntansi dan Bisnis.ac.( http://etd. 2004. Fred. Inge.

58 39.00 25.19 71.20 12.16 54.47 120.61 15.92 299.75 6.63 53.00 30.32 65.90 43.26 78.84 20.12 90.42 40.83 39.73 157.84 40.85 2007 5.26 8.85 38.co.09 74.49 31.00 34.20 62.16 31.51 47.99 48.35 42.11 99.81 40.76 Sumber : www.11 2008 40.65 95.39 8.34 30.03 27.58 40.97 72.00 49.87 17.70 30.08 25.94 47.73 44.73 27.70 53.60 15.97 32.39 99.03 17.09 47.08 79.63 105.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.38 30.idx.66 49.32 66.01 2009 60.73 93.13 5.39 50.63 54.01 10.03 14.87 33.11 124.73 52.53 55.49 52.19 17.33 12.80 6.42 7.99 108.29 4.86 9.87 38.96 6.24 18.38 39.95 97.00 39.97 31.id .34 24.50 11.10 33.80 25.31 41.63 59.25 36.27 100.81 12.42 34.01 28.42 14.69 50.37 33.92 75.60 42.85 39.25 48.29 29.92 35.63 29.63 50.21 142.56 32.00 19.28 18.00 20.05 38.17 25.51 116.06 22.00 31.40 31.90 31.17 33.

29 32.29 131.30 2.45 14.68 158.08 207.85 11.79 44.40 148.55 14.99 49.37 19.44 23.53 38.99 16.01 2.32 Sumber : www.56 45.10 148.48 64.91 28.78 147.61 5.00 4.73 3.27 342.09 93.56 220.94 10.93 25.23 3.99 60.71 186.61 310.89 5.49 2.86 208.10 45.27 15.04 39.14 3.91 7.26 40.23 2006 30.16 29.79 8.09 187.21 4.20 50.30 15.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.01 15.67 57.69 5.57 107.42 16.92 50.20 179.93 105.46 195.51 26.96 254.34 286.52 40.65 1.42 29.52 119.53 35.35 23.id .32 11.13 70.43 2.36 8.43 49.49 3.44 60.14 173.59 17.71 12.06 5.35 229.49 40.35 426.47 40.79 10.34 12.92 100.13 119.45 24.00 230.85 38.97 6.27 12.05 99.54 225.94 35.04 31.co.73 201.34 74.12 161.84 38.35 32.30 22.51 28.91 4.79 36.05 62.85 185.73 42.68 12.92 99.66 296.65 138.83 9.18 20.idx.40 36.96 43.96 10.81 4.71 2009 78.83 28.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

80134 72.35497 Std.000 . Error of the Estimate 2.000 -.131 120 120 x1 -. . All requested variables entered.131 . Predictors: (Constant). Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression .011 F Change 1. 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed .103 1. Dev iation 2. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig.261 DurbinWatson 2. x1 b. Dependent Variable: y . Method Enter a.601532 R Square Change .023 a.103 a .002 Std.103 .94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1).Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.274 df1 1 df2 118 Sig.011 Adjusted R Square .604522 85. b. F Change . (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1.

003 Standardized Coefficients Beta -.996 N 120 120 120 120 .009 .000 1.129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.18 .274 Sig.646 .261 -. Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std.000000 .103 Part -.02440 Residual -1. x1 b.003 . Residual -.028 . .450176 Std.768 F 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.767 4.241 df 1 118 119 Mean Square 8.000 1.590578 1.269144 2.18 .261 a Regression Residual Total a.80134 . Deviation .000 a.645 .412 2. Error 2. Predictors: (Constant). Dependent Variable: y Mean 1.002 -.000 Std.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 . Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.401 a.621 807.000 .000 2.82 .829 Std.996469 11.134 .73E-006 a.311 -.354 Condition Index 1.68861 2.103 -. Predicted Value -4.82 a. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 7.620 6.517 -1.95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .103 t 6.158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 .620 798.

0 0.2 0. = 0.78E-16 Std.8 Expected Cum Prob 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .6 0.4 0.6 0.8 1.2 0.0 0.0 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.4 0. Dev.

384 -.000 .131 . Dev iation 2.109 .92833 2967. .777520 38.159 F Change 7. .436 1.419501 R Square Change .000 -.80134 72. z. .137 Std. x1z.97 Regression .436 . Error of the Estimate 2.625 .299 df1 3 df2 116 Sig.159 Adjusted R Square .177 .507 Std.000 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square . 120 120 120 120 Sig.000 -.000 DurbinWatson 2. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.103 . Predictors: (Constant).118 . All requested variables entered.026 120 120 120 120 x1 -.604522 85. z. Dependent Variable: y .Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.000 120 120 120 120 z .000 . F Change .398 a . x1 b.384 .000 .177 .000 . b.109 1.103 1.058 a. Method Enter a.625 .131 .118 .026 .35497 45.000 .403287 4544.000 120 120 120 120 x1z .740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1. xa1 Variables Remov ed .

382 .228 . .000 -.1E-007 -2.935 a.137 -1.24 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.032 Sig.035 .76E-009 -4.000 .56E-005 a.04968 Residual -7.1E-007 5. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.163 .000 2.212 .301 .71 Varianc e Proportions x1 z .760 5.241 df 3 116 119 Mean Square 42.752 6.736 Mean 1.299 Sig.000 . Residual -2.854 F 7.241 .071 1.095 Part -.083 Condition Index 1.13 .454 x1 -.02 .49E-005 .116 .993 3.020 .000 a Regression Residual Total a. Predicted Value -1. . Dependent Variable: y Max imum 8.088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .062 807.103 -. x1z.676 1.107 .013 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.68 a.005 .000 Std.256 2.004 z .05 .008 x1z 8.000000 .726 5.388808 1.040210 5.000 .649 1.000 .867 -.626 . Deviation 1. z .10 .000 Standardized Coefficients Beta -.749 2.908 .384 .98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.179 679.4E-007 1.572 .21 .06 .752 .430 .02 .037849 2.000 .73 .352 2.148 t 2.64E-005 x1 -.100474 Std.177 .155 2.02 .543 -4.987 N 120 120 120 120 .64E-005 1.15 .02 . x1 b.005 .036 .4E-007 z -. Error (Constant) .327 1.304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 -2.003 -. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.08 .784 Std. Predictors: (Constant).83E-005 1.80134 .009 .904 (Cons tant) .543 1.969 .838 a.02156 9.77 x1z .649 -.

0 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .6 0.2 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3.0 0.6 0.8 1.0 0.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 Expected Cum Prob 0. = 0.4 0.2 0.4 0.26E-16 Std. Dev.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

451 . .000 .80134 105. z . F Change .000 . .66651 45.462 Std.011 1.323 .389 a R Square .000 120 120 120 120 z .078 120 120 120 120 x2 -.151 F Change 6.011 . (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R .712 5.384 . Error of the Estimate 2.136 685.000 -.967419 38. x2z. 120 120 120 120 Sig. Predictors: (Constant).129 Std.000 . .000 . z .92833 4929. x2z.000 .042 1.451 .130 .384 .893 df 1 3 df 2 116 Sig.354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1. Dev iation 2.000 a Regression Residual Total a.105 807.103 Regression .823 .078 . .241 df 3 116 119 Mean Square 40.893 Sig.476 .000 .130 . Predictors: (Constant). Dependent Variable: y .323 .403287 7186.000 120 120 120 120 x2z .151 Adjusted R Square .080 a.476 1.430242 R Square Change . x 2 b.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.000 .604522 174.823 .000 DurbinWats on 2. x2 b.042 .906 F 6.

987 N 120 120 120 120 .362 3.916 .000 -3.000 .297 .930 9.001 .0E-007 .980 -.132 9.050 .1E-007 z -.13 .000 Std.68E-005 x2 -. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.04 . Predicted Value -1.000 .000 1.003 .010 .01 .013090 2.077 9.1E-007 2.882694 Std.004 . .000 .02 .41676 Residual -7.01 .044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .000000 .030 .07 .367 Std.785 .457 (Cons tant) .809252 6.930 .000 -.01 .9E-005 .550 .754 .05 .03 .81 x2z .325 .94 a.244 a.522 a.761 -8.267 .000 . Dependent Variable: y Max imum 8. Residual -3.0E-007 -3.399413 1.063 .80378 8.223 .226 .104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.448 .437 -.033 Condition Index 1.010 -4.042 .52 Varianc e Proportions x2 z .510 Sig.130 -.761 1.000 2. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .80134 .000 .39 .822 1.255 -.023 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1. Deviation 1.68E-005 1.047 Part .105 7.008 -.15E-009 -8.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.006 .912 3. Error .273 2.000 Standardized Coefficients Beta .01 .447 -.91 .625 Mean 1.384 .135 t 1.966 3.136 .19E-005 a.822 -.338 1.025 .05 .

8 1.4 0.6 0.0 0.4 0.98E-16 Std.6 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value .2 0.2 0.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.0 0.0 0. = 0.8 Expected Cum Prob 0. Dev.

39542 Std. Dev iation 2.000 120 120 x3 .604522 17.000 . Predictors: (Constant). Predictors: (Constant). Dependent Variable: y .784 F 50.548 1.748 df 1 1 df 2 118 Sig.0 a.000 DurbinWats on 2. All requested variables entered. x3 b.106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3).548 a R Square .301 Adjusted R Square . Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R . x3 b. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1.763 4. b.763 564.000 . F Change .000 a Regression Residual Total a.301 F Change 50.295 Std. .187168 R Square Change . 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .80134 21. Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. Error of the Estimate 2.548 .000 . Method Enter a. .748 Sig.477 807. (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1.241 df 1 118 119 Mean Square 242.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig.

228 7.89 .548 .551 . Predicted Value -1.744543 Std.548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.31994 Residual -4.772 .820 -.000 .000 a. Error Beta . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.081 .21791 7.000 .025 4.107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.80134 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .11 .000 2.103 .000 1.548 t .89 a.694 . Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.428656 10. Dependent Variable: y Mean 1. Deviation 1.000 a.314 .000 Std.109 3.072 .177959 1. Residual -2.011 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .548 Part .000 .058 .428296 2.124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.228 Condition Index 1.000 .913 a.996 N 120 120 120 120 .000000 .864 Std.11 .

4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .0 0.45E-17 Std.8 1. = 0.6 0.0 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6. Dev.2 0.8 Expected Cum Prob 0.4 0.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.0 0.6 0.

255 .000 .415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.403287 1887. Method Enter a.000 .255 1. b.372 Adjusted R Square .000 . Dev iation 2.667563 38. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z.797 .591 . F Change .000 .000 . z .591 .39542 45. . Error of the Estimate 2.000 .604522 17.000 .002 .372 F Change 22.091 Std.000 DurbinWats on 1.109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.384 .610 a . .000 . xa3 Variables Remov ed .000 120 120 120 120 x3 . x 3 b.384 .000 .000 120 120 120 120 x3z .80134 21.548 1. Dependent Variable: y . 120 120 120 120 Sig.797 .675 1.091060 R Square Change . Predictors: (Constant).92833 1154. x3z.355 Std. .675 . z.000 .994 a.548 .000 120 120 120 120 z . All requested variables entered. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .000 .872 df1 3 df2 116 Sig.002 .

987 N 120 120 120 120 .186 -.301 .950 Std.000 2. Dependent Variable: y Max imum 8.591 .080 .000 Standardized Coefficients Beta .127604 Std.000 .876 .634 -2.576 Mean 1.000 .064534 1.023 .001 . x3 b.872 Sig. Predicted Value -.874 a.072 7.65E-005 .322 .047 .000 x3 -.587840 2.027 507.0E-006 -5.256 10.85 Varianc e Proportions x3 z . Predictors: (Constant).000 a Regression Residual Total a.129 1.000 -5.100 .085 Collinearity Statistics Tolerance VIF .001 .280 .569146 4.165 (Cons tant) .326 .107 Part .093 .12E-008 -2. Residual -2. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.140 .87 .80134 .000 .634 1.127 4.032 .876 8.000 -. Deviation 1. Error -.25 .01 .009 4.000 .01 .01 .249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.241 df 3 116 119 Mean Square 100.44854 9.930 a.240 t -.186 .373 F 22. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .91 a.00 .00 . .057 2.000 .027 .043 .09 .186 4.955 . . Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.12 .01 .031 Condition Index 1. x3z.01 .008 .807 1.807 -.010 .74 x3z .066 .001 a.588 3.150 .000000 .009 .086 1.482 .110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.00 .554 .548 . z .214 807.041 1.384 .8E-006 z -.160 Sig.29266 Residual -6.13 .8E-006 .570 3.218 .000 Std.000 .0E-006 7. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.

6 0.4 0. = 0.2 0. Dev.0 0.08E-16 Std.8 1.0 0.2 0.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .0 0.8 Expected Cum Prob 0.6 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.