i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

M.Sp. Dr. Dr. SE. SE. Anom Purbawangsa. Gede Suarjaya.. Raka Sudewi. I.Si NIP 19720804 19970 2 001 A.A. MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof. Pembimbing II.. dr. Dr.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii . MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana.. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana. SE.A.B.Luh Gede Sri Artini.A.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I.

M. SE. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr. No: 1026 / H14. SE. SE.Si 3. Dra. MS iv . M. A... Dr.Luh Gede Sri Artini. M.Si 4.Si Anggota : 1. SE. Gede Suarjaya. Ni Ketut Purnawati.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana.4 / HK / 2011. Prof.A... Ida Bagus Panji Sedana. MM 2.

16 Juni 2011 Mahasiswa. Denpasar. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi. kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. (UU NO. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . 20 Tahun 2003.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya.

Luh Gede Sri Artini. tesis ini dapat diselesaikan.. karena hanya atas kurnia-Nya. M. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. Sp. A Raka Sudewi. Sp. semangat. SE. khususnya dalam penyelesaian tesis ini. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof.. Dr. A Gede Suarjaya. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. MM. Dr. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan.. Pada kesempatan ini. penulis juga menyampaikan vi .S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. SE. I Made Bakta. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. PD (KHOM). Wayan Ramantha. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. SE..

sanggahan. Ida Bagus Panji Sedana. M. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. yaitu Prof. Anom Purbawangsa. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga. MS yang telah memberikan masukan.Si dan Dra. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas. M.. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis.vii rasa terima kasih kepada Dr. saran. I. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 16 Juni 2011 Penulis vii . SE.Si. Dr. MM sebagai Ketua Program MM Unud.B. Denpasar.. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. Ni Luh Putu Wiagustini. SE. Dr.. SE. Ni Ketut Purnawati.

Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh.id) dan ICMD tahun 2006-2009. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi.co. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . idx. Kata Kunci : Kinerja Keuangan. 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini.

5) Profitability significant positive effect on firm value. 3) leverage not significant negative effect on firm value.id) and ICMD 2006-2009. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). which is reflected by the increasing value of Tobins Q. Firm value and Dividend Policy ix . idx. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. Sampling method performed with saturated sampling method.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth. The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. and based on predetermined criteria. The higher the stock price the higher the value of the company. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value.co. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. Keywords: Financial Performance. the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study.

....... ix DAFTAR ISI..................................3 Tujuan Penelitian....................... 2.........................1...........1 Kontroversi Dividen..........x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM..................................................... iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS.................................................... ii LEMBAR PERSETUJUAN....................... 2..............2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan................................. viii ABSTRACT..............................................1 Kerangka Konseptual.......... 2.....................................................................................3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan............. 2........................................... xiii DAFTAR LAMPIRAN.................. 2........................................ x ...................................1.... v UCAPAN TERIMA KASIH........................................................................2........4 Manfaat Penelitian.... 1...............................2..........2.......................................................................................................................2 Rumusan Masalah.............1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan........3......................................... BAB IV METODE PENELITIAN..................................................................... 1.... 3.......................................6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan............. i PRASYARAT GELAR.....................................1....3 Dividen........................1 Landasan Teori.....4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan.......... 2............................ 1............................................................................................................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen................ xiv BAB I PENDAHULUAN.. xi DAFTAR GAMBAR................................................................ 4............................. 1............ 2................. iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI................3.................. 2. 2........2 Hipotesis......................... 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA...................2 Kajian empirik...............................................................................................................1 Latar Belakang............ x DAFTAR TABEL.........................2................2 Kinerja keuangan ................. 2................ 2.............................................................2............................................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan..............................................................................................................................................................................1 Nilai Perusahaan ................... BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3..........................................1 Identifikasi Variabel............... 2.....2...............................................................1........... 2.................................................................................1................................................................. vi ABSTRAK...................................................................................................................................................................................................................

..........................................2 Sumber Data...........2........2 Saran............................... 4................................................1......................................................1......... 5................................................................................................................................................................................................... .... 4.....................................2..........1...........4.............1 Analisis Regresi............................................................................5 Metode Pengumpulan Data...2 Uji asumsi Klasik..............1 Hasil penelitian..............6 Teknik Analisis Data.......................................2 Definisi Operasional Variabel................................... 4............... LAMPIRAN.............. 5..............................1 Jenis Data.......................................2 Pembahasan.........xi 4...........................................................................................................................1... 5..............4 Uji t........................................... 5...........6................2 Uji Heteroskedastisitas..................... 5..........................................4........ DAFTAR PUSTAKA......................................... 5...............3 Implikasi penelitian......................... 4.....................................1 Uji Normalitas........... 6.......................................... ....................................4 Jenis dan Sumber Data...3 Populasi dan sampel ................................ 4................ BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6......... 5........................... 5....... 5......... BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................1 Kesimpulan...............................3 Analisis regresi...................................... 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi ............. 4.................................1 Statistik Deskriptif........................ 4...........................................................1..........................................1...............

..................5 Tabel 5.....1 Likuiditas (X1) .................... 63 Tabel 5.. 63 Tabel 5..................................... Hasil analisis regresi......................................................... 64 70 71 71 Tabel 5............................ Hasil analisis regresi...................... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)...............................2 Leverage (X2) ................................................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)....6 Hasil analisis regresi...........3 Profitabilitas (X3) ........... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z).........................................................................4 Tabel 5.........xii DAFTAR TABEL Tabel 5................. xii ........

.........................1 Grafik 5.............................................................................1 Grafik 5.........2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot..... 49 67 69 xiii ........xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3............. Scatterplot....

............. 8........ Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009.......................................................................... 3........ Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009........ 6. xiv ............................... Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009......xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1.................... Output regresi Leverage (X2)............... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).................... Output regresi Profitabilitas (X3)................................. 4......... 7..................................................... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).... Output regresi Likuiditas (X1).......... 2.................................. 5...... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y).......... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009................ Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009............

Wahyudi.1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. (Harjito dan Martono. Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu : 1 . maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. 2010). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal.1 BAB I PENDAHULUAN 1. 2005). Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. 2008 dalam Kusumadilaga. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya.

Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). pertumbuhan perusahaan. Tanpa keyakinan tersebut. Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. 2009). pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). 2010). dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya. 2001 dalam Kusumadilaga. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . keputusan investasi. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional. struktur modal. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan.2 keputusan pendanaan. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. ukuran perusahaan. kebijakan dividen. ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. Keadaan seperti itu.

2009). Bagi sebuah perusahaan. Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. 2005). Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. 2002 dalam Raharjo. Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. 2002 dalam Pinuji. Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor. sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap. 2004).3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas.

Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk . Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. leverage. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. 2002).4 masing-masing jenis saham.

Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham.2001). semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . 2001). Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. Semakin tinggi ROE . 2008). Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan. ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. Dividen merupakan arus kas keluar. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham.5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. leverage dan profitabilitas (Riyanto. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE).

6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. 2010). (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas. . Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER).

Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual. 2005). Hartono (2000). Apabila dividen yang dibayar tinggi. Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. 2004). Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. tanggal pengumuman. Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Informasi atas .

maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Pada dasarnya. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. 1980 dalam Wardani. 2009). Saat laba akan dibagi atau ditahan. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . struktur finansial. arus pendanaan dan posisi likuiditas. tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. harga saham. Dengan perkataan lain.

2009). Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. 2005 dalam Erlangga. 2006). Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. posisi kas.9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. 1982 dalam Erlangga. Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . likuiditas. 2009). kreditor. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff.

Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. 2005). Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian Apriani mendukung . Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. (3). Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. 2005). Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. 1999 dalam Apriani (2005). (2). Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen.10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen. Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen.

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). 1995). Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. . Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. (Miller dan Modigliani. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. 1961 dalam Saxena. telah mengembangkan irrelevant dividend.

Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor.12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham. EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. debt to equity ratio dan return on . Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). Sujasno. (2004) menemukan bahwa cash ratio. Susilo (2009) dan Siregar (2010). Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. ROI. Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010).

dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang .13 assets. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.

kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas.14 benar-benar bebas. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. yang pada saatnya harus dikembalikan. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Semakin tinggi laba perusahaan. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal .

penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan.15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor. Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. Berbeda dengan penelitian sebelumnya. . Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z). 2008). Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan.

2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .16 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas. maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.

Bagi investor. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan.4. .4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1.4. yaitu : 1. 1.

1. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 .18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 2010). Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti. 2006 dalam Susanti. Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan.1 Landasan teoritis 2. 2010). dkk. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya.

Samuel (2000). 2010). maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Semakin tinggi harga saham. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. f) pendekatan economic value added (Suharli. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. 2010). Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.19 dalam Kusumadilaga (2010). d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva. c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. 2006 dalam Kusumadilaga. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. 2008 dalam Kusumadilaga. Wahyudo (2005). Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. e) pendekatan harga saham . .

Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan.indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham . Indikator. Jika perusahaan berjalan lancar. atau memaksimalisasikan harga saham. 2008). Berdasarkan alasan itulah. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. 2001 dalam Malla Bahagia. Susanti (2010).20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. 2002).

b) Semakin tinggi dividend payout ratio. Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien. sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan .21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. semakin tinggi price earning ratio nya. hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010).

semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. . Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio.22 price earning ratio. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. Semakin besar price earning ratio. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama.

yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan.……………………………(2) H arg aSaham 2. Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010). 2010). 2006).1..23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar. sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: . kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok. Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.

c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. keadaan dan stabilitas politik. jumlah perusahaan. dan lain-lain. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan. 2).24 1). Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. mencari. sosial. dan lain-lain. Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. ekonomi.

1995 dalam Raharjo. 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. laporan perubahan posisi keuangan. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. laporan rugi laba.25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto. (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. 1994 dalam Raharjo. Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. rasio leverage. 2005). Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. 2005). (IAI. antara lain : rasio likuiditas. (3) kelaziman dalam praktek. .

2005). b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan. Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. 2005). harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. . maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo.

Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap. menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. 2004). e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi. 2) Rasio Solvabilitas/leverage. . 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya.

3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. 6) Rasio pertumbuhan. 4) Rasio aktivitas. mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . penjualan dan kegiatan lainya. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun.1. Berdasarkan kedua pendapat tersebut. 2. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada. 5) Rasio pasar.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan. Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki. Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham. 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya.

Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila .1. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai. Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. 2. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain. karena terdapat lebih dari satu pendapat.3. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki.

Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). . yang berkisar antara 2 – 4 %. dan sebagainya. 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. harga saham akan naik. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. konsultan hukum. akuntan. biaya notaris. jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. pendaftaran saham saham. 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. seperti fee untuk underwriter. tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru).

. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi.32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM). MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. 2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi.

3. 2. Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta). dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi. . sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya.1.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham.

bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur. persediaan dan barang-barang lainnya.34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. b). Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. . c). maka biasanya harus ada laba ditahan. Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha.

tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu . Sekali dividen naik. Stabilitas laba.35 d). Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. f). e). Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi. Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari. Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali. semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen.

4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi.36 dapat terus dipertahankan. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan. Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. Dividen merupakan arus kas keluar. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman. . Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen.

Bertambahnya jumlah saham yang beredar.2 Kajian Empirik 2. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya.2. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah . 2. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya. pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif. Biasanya.1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan. Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa.

Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. arus kas bersih.2. Lestari (2009). Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. Anil . Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya.39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan. Nugroho (2004).2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. Duha Al. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.Kuwari. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Sujasno (2004). Hartoyo (2008). 2. Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.

Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas. 2. . Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya.2. tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham.4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004). penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen).41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel .2. arus kas bersih. 2. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan.

Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.2.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam . (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008).42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010). Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007. Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Rob et al. 2. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen.

Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.2. Sembiring (2010). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan.6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). 2. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen).43 melakukan penilaian. Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati. (2008) dalam Susanti. leverage. Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. (2010). hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. . Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan.

Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. Berdasarkan alasan itulah. 2004 dalam Christiani. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. 2002). atau memaksimalisasikan harga saham. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Jika perusahaan berjalan lancar. 2010). Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina.45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. maka nilai saham perusahaan akan meningkat.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan.

Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. 2008). maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan . kreditor.46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek. Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. 2010). Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham.

2009). 2005 dalam Erlangga. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. 2009). dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff. 1982 dalam Erlangga. Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. Jika perusahaan menggunakan .47 perusahaan (Kartika.

semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut.29%.36%. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri). Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE.84%. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. 607. Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen. industri keuangan. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. Kelompok industri manufaktur. Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti. dan 77.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi.

Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.49 Gambar 3. H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. .1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut.

2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. Data yang digunakan adalah laporan 50 . Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas. 2010). 2001 dalam Kusumadilaga. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga. 2010). leverage dan profitabilitas.1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. 4.50 BAB IV METODE PENELITIAN 4.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi.

dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q. Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q.co. Menurut Yuniasih.id). 2010). Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti. yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ……….idx.51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.

Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.co.52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. 2005).id). return on equity dapat . Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity. Secara matematis. Secara matematis. Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif.co.id).idx. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. 2001 :332).idx.

Secara matematis.53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ………. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang .id).idx. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio.. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.co. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio..

A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas.id).54 diperoleh melalui (www. Menurut Harjito. Menurut Keown et al. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Secara matematis. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel.co. (2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu.idx. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam .3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4.

sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. skema atau gambar ( Sugiyono. 2003 : 14 ). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. 4.4. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. 2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. .4 Jenis Dan Sumber Data 4. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. 2003 : 14). data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif.1 Jenis data Berdasarkan sifatnya. kalimat.

tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009.idx.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan. data melalui internet (www.56 4. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan.4.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai . 4.co. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya. karya ilmiah berupa jurnal. 4.

(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)...1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen......... Y= + b1X1 + ei ........ Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima..............Z + ei ..... Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana.... Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1........ dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati.......... Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya......... Secara statistic F dan nilai statistik t................6.. perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)........................... 4..........57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions)......(9) = Nilai perusahaan = Konstanta ..... 2007).........

......................... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2........................Z + ei ....................... Y= + b1X3 + ei ....... Y= + b1X2 + ei .. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana............................................................ yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana....(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)......(13) .................(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term.......................58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term.................

..........................Z + ei . Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : ........X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ)... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali.(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term...... 2006)...59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)....... Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3. Leverage X2 dan Profitabilitas ....

60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. di mana pada . Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot. Sebelum model regresi.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama.05 ( Los = 5 %). maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. variabel independen.

61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a. 2006 : 105). Jika t-hitung < t-tabel. Jika ada pola tertentu. 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. b. melebar kemudian menyempit ). 2010). seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. . maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.

berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi). Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). Jika t-hitung > t-tabel. . Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0.62 b.05 (α=5%).

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. 5. Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38.40 persen. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 2007).13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299.1. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati. .1.2. variabel independen.

8 0.0 Expected Cum Prob 0.4 0.6 0.0 0.4 0.67 Grafik 5.2 0.8 Expected Cum Prob 0.4 0.0 0.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.0 0.0 0.2011 Menurut Ghozali (2006).0 0.8 Expected Cum Prob 0.6 0.0 0.2 0.6 0.4 0.6 0.8 1.2 0.0 0.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).2 0.2 0.4 0.4 0.0 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.2 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2).6 0.8 1.6 0.8 1.0 Dependent Variable: y 1. hal ini .

1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal. Grafik 5. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya.2006).2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.2. leverage. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. Karena berdasarkan Grafik 5.1.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal. Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.1 telah terdistribusi secara normal. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. profitabilitas.2 berikut: . Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis. (Ghozali. 5.

2011 .2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).69 Grafik 5.

304 Sumber : data yang diolah.311 -0.137 -1.129 Sig.000 0.2011 .1.000 0.008 0.517 -1.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.004 -0.032 Sig.009 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.103 1 Model (Constant) x1 t 6.003 -0.70 Grafik 5.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).148 t 2.003 0.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial.163 0.454 -0.035 0.028 0. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5. 5.212 0. 0.020 0.676 1.005 0.256 2. B Error Beta 0. B Error Beta 2.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.969 0.301 0. 0.000 0.

B Error Beta 1.447 0.011 0.001 0.010 0.000 0.280 0.611 Sumber : data yang diolah.2011 Tabel 5.042 Model 1 (Constant) x2 t 6.785 0.868 0.554 0.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).032 0.314 0. 0.240 Model 1 (Constant) x3 t 0. 0.063 0.000 0.041 1.140 0.955 0.001 -0. Error Beta 0.448 0.820 0.550 0.249 Sumber : data yang diolah. B Error Beta 0.223 0.004 0.000 0.030 0.510 Sig.273 2.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.980 -0.135 t 1.010 0. Error Coefficients -0.124 Sig.009 0.072 0.023 0.047 0.081 0.460 Sig.2011 .647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.695 -0.322 0.057 2. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.279 -0.003 0.228 7.001 0.000 0.226 0.71 Tabel 5. 0.160 Sig.000 -0.043 0.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3). 0.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.086 1.

maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).550 + 0.72 Berdasarkan Tabel 5.030Z+0.868 -0. Ŷ = 2.550 + 0.010Z+0.001X2+ 0. Ŷ = 0. Ŷ = 1.Z .Z Berdasarkan Tabel 5. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.000X1.000X2.000X3.032 + 0.047X3+ 0.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).Z Berdasarkan Tabel 5.5 tersebut.4 tersebut.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).6 tersebut.020Z+0.005X1 + 0. Ŷ = 0.028 – 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana. Ŷ = -0.969 – 0. Ŷ = 0.

05 (α=5%) maka H0 diterima (0.1.73 5.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.05).261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan . Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.261>0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.05).304>0. 2010).304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.

3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.05).000<0.611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.647>0.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .05 (α=5%) maka H0 diterima (0. yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.611>0.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0.05). b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.05).

yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.05). Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan. 5.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Likuiditas secara parsial hasil . diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas.249>0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . investasi. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford.76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 1999 dalam Susanti. 2010). Proses pengambilan keputusan ekonomi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).

maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak . Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.77 terhadap nilai perusahaan. Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Semakin rendah rasionya. meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 2010). Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan.78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1.79 operasinya. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. 5. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan. . Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan.

2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan.80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 .

2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 6. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. .81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi.

82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen. . karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan.

solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti. Baridwan.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). Nomor 2.com/abstract=220671) Christiani. Stake holder Theory.ac.unikom.academicjournal. 2008. International Research Journal of Finance and Economics. 2004.id/gdl. Anggia Prayitmo. Jensen. and the Corporate Objective Function. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. Volume 7. D dan Harsono.Telkom. 15 – 16 September 2005. 2010. Edisi 8. ISSN 14502887 Issue 42 (2010). S. Devi. Al-Kuwari. Apriani. C. Pengaruh Profitabilitas. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator. Jurnal Perspektif. Tesis. Program Magister Manajemen UNUD. Tesis. 2008. (2002). Intermediate Accounting. Brigham and Houston. SNA VIII Solo. Duha. Jakarta : Salemba Empat. 2006. M.Explaining Dividend (http://www.(http://ssrn. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama.org ) Policies in Argentina. 2004. Cucu. Value Maximization. . Bebezuk.(http://elib. Arsintadiani. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. Manajemen Keuangan. 2010. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. 2006. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. International Research Journal of Finance and Economics.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor. 2005.Edisi Cahyati. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). (online).(online).Bandung. Desember 2002: 113-122. Michael. 2010. Dasar-dasar Kesepuluh. Lisa.(online). Z. Penerbit BPFE Yogyakarta.

Jakarta : PT. Indriyo dan Basri. 2010. and Firm Value.ac. 1998. Erlangga. Enggar. Manajemen Keuangan.. Hartini. (online). Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Pengaruh Dividen Kas.Universitas Sumatera Utara. (2007). 10thedition.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. Gitman.eprints. S. Yogyakarta: BFE Gujarati.id/handle/123456789/20595). Ervin L.ums. Black Sr . Addison Wesley. Edisi ke 4.Raja Grafindo Persada. Harjito. Dasar-dasar ekonometrika. (online). Yogyakarta. Edisi Keempat. J. Fakultas Ekonomi Manajemen. Principles of Mangerial Finance. al . Gitosudarmo. 2009.2010. 2002. (http://etd. 2005.cfm?abstract_id=1871).(http://repository.84 Erlina. Program Pascasarjana. Good Corporate Governance. S. 2008. N.(http://ssrn.com/sol3/papers. Manajemen Keuangan. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR.ac. Edisi Ketiga. Manajemen Keuangan. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sri. International Journal of Business an Finance Research.com/abstract=118089). A dan Martono.ssrn. Imam.id/3020/) Flint. Financing Decisions. 2009. Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Hayu. Jakarta : Erlangga. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Arus Kas Bersih. Volume 4 number 2 . et. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. Taxes. Lawrance. Eugene and Kenneth. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. Roe. 2006. (online).(online).2010. Damodar. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Ghozali. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta.usu. 2004. Harahap. Analisis Pengaruh Roa. . 2009. Anthony . 2003. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Fitriyanti. (http://papers.

Kusumadilaga. Skripsi. Iin Hastuti. Harmoni. Keown et al. Skripsi. Program Pascasarjana USU. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima.85 Hartoyo. Mc Graw-Hill. 2005. Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. Suad. Technique of Financial Analysis. 2009. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.usu. Jannah. 2008. 2000. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. A Guide to Value Creation. E. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Jogiyanto. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. . V. Universitas Sumatera Utara.id/handle/123456789/9599).id/handle/123456789/8877).M.ac. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Hotbin. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. (online).Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Hellfert. Hasugian. Yogyakarta: BPFE. Rimba. Universitas Sumatera Utara. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). Husnan. 2005.ac. (http://repository. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. Erick. S dan Pudjiastuti. Pengaruh Kebijakan Dividen. 2002. (http://repository. Husnan. Fakultas Ekonomi Akuntansi. 2010. H. A. International Edition. Fakultas Ekonomi. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia. Jhojor Triwati N. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. Tesis. Tesis. Eka P. 2009. 2010. 2008. 2006. 2009.usu. Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne. Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Barasa. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Miftachul. Simposium Nasional akuntansi IV. (Online). Edisi Pertama. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti.

2008. p. Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. Denpasar : Keraras Emas.com/abstract=311275).ac.id/2305/).1 Juli-September.. 2009.id/handle/123456789/20416). Rotua. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Mandiri Vol.usu. 2008.86 Kim.”Analisis Pengaruh Cash Position. 2008. C. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta.2.(Online). Universitas Sumatera Utara. cara mudah memahami Inferensia). Woochan et al. (http://etd. Ina. 17-24 Nugroho. Tesis. 1999. Lestyorini. 2009. Nova H. 2010.vol 4. Awat. Setya. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis. 2004. (http://repository. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. (Online). Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Departemen Pengajar FE USU. L dan Danica. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”.eprints. Jurnal riset akuntansi. Marlina. Anggraeni Ayu. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. 2002. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea.ac. Fakultas Ekonomi Akuntansi. 2008. Umi. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala.9 No. Murtini. Lestari. Universitas Gunadarma. no 1 februari 2008 hal 32-47.ums.(http://ssrn. Fakultas Ekonomi Akuntansi.(online).Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas. . Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia.Edisi kedua. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Napa J. Jurnal Manajemen bisnis vol. Nata Wirawan.

Prayitno. Susanti.com/abstract=444543).ac. Pengaruh Profitabilitas. Agnes . Semarang. Skripsi. A. R dan Priya N. (http://ssrn. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. The Journal of Finance. 2003. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. (online). Jakarta : PT. 2008. 2006. Skripsi. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. 2005. Riyanto. Sunariyah. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008). Ponco Satriyo. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. (online ) . Program Magister Manajemen Universitas Udayana.usu. Rika. Bambang. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. .id/handle/123456789/18430). Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. Daniel Sehate. Sawir. 2010. 2004. 2001. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. 2008. Saxena. Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. Yogyakarta: BPFE. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia. 2010. International Research Journal of Finance and Economics. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Solvabilitas. The Effect on Stock Returns. Universitas Sumatera Utara. Sembiring.87 Pinuji. Fordema Volume 6 Nomor 1. Juni 2006: 73-89. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rosyadi. (http://repository. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. Skripsi. S. Universitas Widyatama. Skripsi. Anggia. Raharjo. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Rob Bauer et al. Azhagiah. Firm Value and Performance.K. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. 1999. Susilo. 2010. 2009. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. 2005.

Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007). Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. 2009. S dan Berlian.ums. Jakarta : Literata Lintas Media. (online).eprints. Universitas Udayana.ac. Tesis. Agus. Ekonomi Majerial. 2009. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Manajemen Keuangan. Siregar. 2001.id/5310/) Sugiyono. Medan.(online).( http://etd. Wardani. 1997. Susilo. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sudjaja. Elisa. . (http://etd. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Jakarta : Binarupa Aksara.88 Sujasno. Inge. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Weston. 2010. 2004. 2001. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Made Gede.id/5251/). Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Universitas Sumatera Utara. Manajemen Keuangan : Jilid 2. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. J dan Thomas. Sitepu.ums. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Mandar Maju. Yuniasih. Skripsi.eprints. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Winardi. 2001. Bandung : CV Alfabeta. Ni Wayan dan Wirakusuma.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fred. 2010. Fakultas Ekonomi Manajemen. Sheila Ramadhani. E Copeland. 2007. Citra Noveli.ac. Skripsi.

73 93.00 30.34 24.58 40.00 34.27 100.01 2009 60.63 53.86 9.24 18.58 39.16 54.33 12.37 33.69 50.76 Sumber : www.00 31.26 78.73 44.87 33.80 6.28 18.49 31.87 17.idx.26 8.42 7.13 5.51 116.51 47.08 25.63 29.39 50.63 105.01 10.39 8.16 31.05 38.11 2008 40.12 90.60 42.20 12.39 99.95 97.65 95.03 17.99 108.85 39.20 62.56 32.co.09 74.49 52.21 142.38 30.53 55.92 75.73 157.03 14.01 28.00 49.08 79.id .75 6.87 38.73 27.92 35.63 50.40 31.60 15.06 22.80 25.92 299.81 12.94 47.00 25.99 48.25 48.61 15.42 34.00 20.19 71.84 40.29 4.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.97 31.85 38.85 2007 5.81 40.32 65.63 54.29 29.66 49.50 11.63 59.34 30.17 33.47 120.25 36.10 33.42 40.96 6.32 66.00 39.11 124.83 39.90 31.17 25.70 53.09 47.42 14.90 43.73 52.84 20.31 41.97 72.00 19.35 42.38 39.70 30.19 17.11 99.97 32.03 27.

09 187.13 70.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.97 6.23 3.34 74.co.68 158.85 38.48 64.83 9.04 39.29 32.55 14.44 60.10 148.94 35.32 11.66 296.96 254.42 29.51 26.67 57.20 179.05 62.30 2.12 161.20 50.93 105.35 23.96 43.85 185.49 3.idx.93 25.68 12.45 24.71 186.94 10.73 42.04 31.00 4.71 12.61 310.53 38.32 Sumber : www.43 49.27 342.81 4.16 29.65 138.id .84 38.35 229.92 99.05 99.47 40.35 32.56 220.52 119.49 40.45 14.85 11.92 100.79 10.00 230.44 23.51 28.35 426.26 40.73 201.43 2.34 286.53 35.99 60.83 28.37 19.96 10.69 5.79 44.13 119.78 147.57 107.71 2009 78.46 195.65 1.91 7.27 15.79 36.29 131.08 207.14 3.23 2006 30.36 8.61 5.10 45.56 45.52 40.18 20.06 5.99 49.92 50.01 15.34 12.27 12.01 2.14 173.79 8.54 225.89 5.21 4.49 2.42 16.30 15.91 28.40 148.40 36.59 17.09 93.30 22.73 3.86 208.99 16.91 4.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

103 .002 Std. Predictors: (Constant). Error of the Estimate 2.604522 85. b. F Change . Dev iation 2. 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.261 DurbinWatson 2. . (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1.601532 R Square Change .011 F Change 1.777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig. Method Enter a.131 120 120 x1 -.35497 Std.80134 72.000 .131 .000 -.103 1.023 a. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression .011 Adjusted R Square .274 df1 1 df2 118 Sig. All requested variables entered.94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1). x1 b. Dependent Variable: y .103 a .

000 .261 a Regression Residual Total a.158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 .412 2. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .768 F 1.103 -.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.003 Standardized Coefficients Beta -.000 .000000 . x1 b.274 Sig.000 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.620 6.02440 Residual -1.028 . Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.646 .002 -.645 .000 Std. Predicted Value -4.401 a.000 2. Predictors: (Constant).996469 11.590578 1. .82 . Residual -.000 1.450176 Std.68861 2.18 .009 .18 .517 -1. Error 2. Deviation .003 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .103 Part -.73E-006 a.000 7.000 a.767 4.996 N 120 120 120 120 .95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8. Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std. Dependent Variable: y Mean 1.103 t 6.129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.134 .311 -.269144 2.80134 .829 Std.261 -.241 df 1 118 119 Mean Square 8.82 a.621 807.620 798.354 Condition Index 1.

2 0.78E-16 Std.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .0 0.0 0.4 0. Dev.2 0.8 1. = 0.8 Expected Cum Prob 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.0 0.4 0.6 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.

604522 85.000 .118 . Predictors: (Constant).Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.299 df1 3 df2 116 Sig. x1z.80134 72. Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .97 Regression . Dependent Variable: y . 120 120 120 120 Sig. x1 b.109 1.507 Std. .625 .000 .000 -.384 -.026 .109 . z.000 -. Dev iation 2. All requested variables entered. .137 Std.35497 45.398 a . (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.131 .436 . b.000 120 120 120 120 x1z .625 .000 . z. xa1 Variables Remov ed .159 F Change 7.000 .384 .177 .92833 2967.419501 R Square Change .436 1.000 .000 120 120 120 120 z .118 .026 120 120 120 120 x1 -. .403287 4544. F Change .777520 38. Method Enter a. Error of the Estimate 2.000 DurbinWatson 2.000 .103 .177 .103 1.740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1.058 a.159 Adjusted R Square .131 .

15 .4E-007 1.040210 5.301 .009 .56E-005 a. Residual -2.784 Std.163 .02 .032 Sig.000 -2. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .327 1.388808 1. x1 b.037849 2.993 3.908 .005 .04968 Residual -7.299 Sig.000 .83E-005 1.000 .020 .73 .003 -.155 2. .095 Part -.854 F 7. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.64E-005 x1 -.76E-009 -4.103 -.071 1.384 .10 .649 1.454 x1 -.000 .752 .000 .49E-005 . Predictors: (Constant).867 -.02 .013 . Dependent Variable: y Max imum 8.760 5.80134 .649 -.71 Varianc e Proportions x1 z .116 .752 6.241 .000 -.004 z .1E-007 -2.68 a.06 . .838 a.1E-007 5.13 .000 Standardized Coefficients Beta -.543 1.241 df 3 116 119 Mean Square 42.100474 Std.77 x1z .64E-005 1.98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.036 .08 .000 a Regression Residual Total a.726 5.352 2.543 -4.212 . Error (Constant) .088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .228 .02 .749 2.083 Condition Index 1.008 x1z 8. x1z.21 .626 .005 .736 Mean 1.382 .987 N 120 120 120 120 .05 .062 807.000000 .035 .179 679.430 .904 (Cons tant) .572 .177 .137 -1. Deviation 1.107 .256 2. Predicted Value -1.969 .02 .676 1. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1.02156 9.000 . z .000 Std.4E-007 z -.24 .935 a.148 t 2.000 2.

99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3.4 0.8 Expected Cum Prob 0.0 0.26E-16 Std.6 0.6 0.0 0. = 0.4 0.2 0.2 0.8 1.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1. Dev.0 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

430242 R Square Change .000 120 120 120 120 x2z . . z . 120 120 120 120 Sig. x2z. x 2 b.000 .000 . x2 b.042 .011 1. x2z.476 1.451 . .384 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R . z . F Change .130 .906 F 6.000 . Error of the Estimate 2.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1. . Predictors: (Constant).823 . (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122.000 a Regression Residual Total a.151 F Change 6.078 120 120 120 120 x2 -.080 a.893 Sig.476 .92833 4929.241 df 3 116 119 Mean Square 40. Predictors: (Constant).323 .000 120 120 120 120 z .000 .042 1.000 DurbinWats on 2.323 .129 Std. Dependent Variable: y .604522 174.136 685.893 df 1 3 df 2 116 Sig.389 a R Square .105 807.712 5.403287 7186.000 .462 Std.823 .000 -. Dev iation 2.103 Regression .011 .80134 105.384 .451 .000 .151 Adjusted R Square .66651 45.354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.967419 38. .000 .078 .130 .

384 .030 .000000 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.255 -.930 9.522 a. .01 .03 .273 2.010 .297 .000 -3. Predicted Value -1.761 1.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.01 .338 1.000 1.000 Std.13 .19E-005 a.987 N 120 120 120 120 .882694 Std.81 x2z . Deviation 1.809252 6.510 Sig.000 .05 .000 2.930 .822 -.130 -.001 .80134 .223 .050 .9E-005 .267 .006 .042 .68E-005 x2 -.000 .362 3.966 3.80378 8.916 .01 .437 -. Residual -3.000 Standardized Coefficients Beta .07 .761 -8.39 .04 .447 -.980 -.822 1.1E-007 z -.448 .457 (Cons tant) .52 Varianc e Proportions x2 z .013090 2.000 -.033 Condition Index 1.68E-005 1.01 .025 .135 t 1.136 .625 Mean 1.000 .004 .000 .000 .047 Part .132 9.325 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .94 a.550 .003 .367 Std.41676 Residual -7.15E-009 -8.0E-007 -3.244 a.044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .077 9. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1.1E-007 2.912 3.399413 1.785 .008 -.91 .0E-007 .226 .105 7.010 -4.02 .05 .023 .104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.063 .754 . Error . Dependent Variable: y Max imum 8.

0 0.6 0.8 Expected Cum Prob 0.98E-16 Std.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value . Dev.0 0.2 0.2 0.4 0.6 0.4 0.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2. = 0.8 1.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.0 0.

Method Enter a. Predictors: (Constant). Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242. Dev iation 2.763 564.000 .763 4.106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3). Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R .000 DurbinWats on 2.39542 Std. Predictors: (Constant).748 df 1 1 df 2 118 Sig.241 df 1 118 119 Mean Square 242. x3 b.477 807. x3 b.0 a. .784 F 50.604522 17.548 1.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig.748 Sig.000 a Regression Residual Total a. Dependent Variable: y .000 .80134 21. F Change .187168 R Square Change . Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1.301 Adjusted R Square .548 .000 120 120 x3 . (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1. 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .548 a R Square . b. .295 Std.000 . All requested variables entered. Error of the Estimate 2.301 F Change 50.

791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 .228 Condition Index 1. Dependent Variable: y Mean 1. Predicted Value -1.11 .000 1.772 .996 N 120 120 120 120 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Error Beta .109 3.694 .058 .000 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.548 .31994 Residual -4.89 a.744543 Std.081 .000 2.177959 1.000 a.864 Std.000 a.000 .548 t .428656 10.913 a.11 .011 .548 Part .80134 .000 . Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 .820 -.228 7. Residual -2.107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.428296 2.025 4. Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.89 .000000 .548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.551 .000 Std.072 .103 . Deviation 1.314 .21791 7.

0 0.0 0. Dev.4 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6.45E-17 Std.6 0.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value . = 0.8 Expected Cum Prob 0.2 0.0 0.4 0.6 0.8 1.

372 F Change 22.000 . .109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1. . b.355 Std.000 .548 1.002 .000 .610 a .92833 1154. All requested variables entered.000 . Predictors: (Constant). xa3 Variables Remov ed .000 . z .675 1. x3z. z. Method Enter a. Dependent Variable: y .000 120 120 120 120 x3 .000 .002 . Error of the Estimate 2.384 .80134 21.604522 17.000 .255 .797 .000 . . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .548 .384 .39542 45.000 .591 .000 120 120 120 120 z . 120 120 120 120 Sig.091 Std.091060 R Square Change .255 1.675 .591 .872 df1 3 df2 116 Sig.994 a.000 .415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1. Dev iation 2.000 DurbinWats on 1.000 120 120 120 120 x3z .403287 1887.372 Adjusted R Square .667563 38. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z.000 . x 3 b.797 . F Change .

373 F 22.554 .634 -2.086 1.001 .150 . Residual -2.91 a. Predictors: (Constant).043 .0E-006 -5.000 Standardized Coefficients Beta .000 Std.00 .482 .588 3.0E-006 7.032 . Dependent Variable: y Max imum 8.01 .09 . Predicted Value -.110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.000 -5.8E-006 z -.569146 4.570 3. Error -.085 Collinearity Statistics Tolerance VIF .127 4.249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.057 2.00 .872 Sig.107 Part .031 Condition Index 1.591 .301 .8E-006 . z . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.280 .930 a.000000 .987 N 120 120 120 120 .000 .13 .140 .001 .000 .807 1.326 . x3 b.027 .950 Std.000 .072 7.129 1.00 .322 .876 .186 .093 .214 807.000 .008 .240 t -.256 10.010 .80134 .000 2.01 .165 (Cons tant) .041 1.876 8.955 .047 .000 a Regression Residual Total a. Deviation 1.241 df 3 116 119 Mean Square 100.000 .85 Varianc e Proportions x3 z .186 4. x3z.01 .001 a.100 . .548 .576 Mean 1.87 .023 . .000 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.000 -.874 a.218 .01 .064534 1.009 . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .12E-008 -2.44854 9.160 Sig.027 507. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.807 -.587840 2.25 .080 .000 x3 -.65E-005 .01 .384 .74 x3z .634 1.066 .186 -.29266 Residual -6.127604 Std.009 4.12 .

111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 Expected Cum Prob 0.08E-16 Std.0 0.4 0.4 0.2 0. Dev.0 0.2 0.6 0. = 0.8 1.6 0.0 0.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.