i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

i

TESIS

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011
i

ii

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana

ALFREDO MAHENDRA DJ NIM: 0990661030

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

ii

MM NIP 19620922 198702 1 002 Prof.A. SE. dr. Dr.. Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana.Luh Gede Sri Artini. Pembimbing II. MM NIP 196 00801 198603 1 004 Mengetahui Ketua Program Studi Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana.A.B.iii Lembar Pengesahan TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 16 Juni 2011 Pembimbing I. Anom Purbawangsa. I.. Gede Suarjaya. Dr.Sp. SE.. Raka Sudewi.A. M. Dr.S(K) NIP 19590215 198510 2 001 iii . SE.Si NIP 19720804 19970 2 001 A.

Dr.Si 3.. Ni Ketut Purnawati. A..Si Anggota : 1.Si 4.A. MS iv . M. Gede Suarjaya. SE. SE. M.4 / HK / 2011.iv Penetapan Panitia Penguji Tesis ini Telah Diuji pada Tanggal: 10 Juni 2011 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana. No: 1026 / H14.Luh Gede Sri Artini. Dr. Ida Bagus Panji Sedana. M. Prof. Dra. SE. MM 2.. SE.. Tanggal 23 Mei 2011 Ketua : Dr. Ni Luh Putu Wiagustini.

16 Juni 2011 Mahasiswa. 20 Tahun 2003. dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. di dalam naskah TESIS dengan Judul : “PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA” Tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi. Apabila ternyata di dalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI. Pasal 25 ayat 2 dan pasal 70). Denpasar. kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Nama NIM PS : Alfredo Mahendra Dj : 0990661030 : Magister Manajemen PPS FE Unud v . (UU NO.v PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya. saya bersedia TESIS ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (MAGISTER MANAJEMEN) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

penulis juga menyampaikan vi .Si sebagai pembimbing utama yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan. SE. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. SE. A. Dr. M. Ak sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program Magister. karena hanya atas kurnia-Nya. PD (KHOM).. semangat. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Prof. bimbingan dan saran selama penulis mengikuti program Magister Manajemen.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. tesis ini dapat diselesaikan.. A Raka Sudewi. Sp. MM Sebagai Pembimbing Pendamping yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis. MM. Pada kesempatan ini. dr. Sp.vi UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Dr. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr.. Wayan Ramantha.Luh Gede Sri Artini. Terima kasih sebesarbesarnya pula penulis sampaikan kepada A. A Gede Suarjaya. khususnya dalam penyelesaian tesis ini.. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh Prof. SE. atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. I Made Bakta.

Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. MM sebagai Ketua Program MM Unud. Ni Ketut Purnawati. 16 Juni 2011 Penulis vii .Si dan Dra. dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini. Denpasar. MS yang telah memberikan masukan. M. yaitu Prof. SE. sanggahan. I. Ida Bagus Panji Sedana. memberikan dasar-dasar berpikir logik dan suasana demokratis sehingga tercipta lahan yang baik untuk berkembangnya kreativitas. Dr.. Juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Marcel Jemalit. SE.Si. Ni Luh Putu Wiagustini.vii rasa terima kasih kepada Dr. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus disertai penghargaan kepada saluruh guru-guru yang telah membimbing penulis.B. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini serta kepada penulis sekeluarga.. Dr. SE. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih kepada Ni Kadek Wahyu Witaharini tersayang dan teman-teman angkatan 22 Magister Manajemen Udayana yang dengan penuh pengorbanan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini.. saran. M. Anom Purbawangsa. ST dan Ibu Dewi Herlina Sukrowati yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi. dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). yang tercermin dengan meningkatnya nilai Tobins Q. dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel adalah sebanyak 30 sampel perusahaan manufaktur yang secara berturutturut membagikan dividen selama periode 2006-2009.id) dan ICMD tahun 2006-2009.viii ABSTRAK PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERATING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis berganda dan moderated regression analysis. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampling jenuh. idx. Nilai perusahaan dan Kebijakan Dividen viii . 6) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 4) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya profitablitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Ini berarti Profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.co.5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Kinerja Keuangan. untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Indonesian Stock Exchange (www.3) leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Disarankan pada penelitian berikutnya untuk menambah variabel moderasi lainnya selain kebijakan dividen yang digunakan dalam penelitian ini.

It is suggested in subsequent studies to add other moderating variables in addition to dividend policy used in this study.ix ABSTRACT EFFECT FINANCIAL PERFORMANCE TO THE FIRM VALUE (DIVIDEND POLICY AS MODERATING VARIABLE) TO MANUFACTURING COMPANY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Firm value is very important because the high value of the firm which will be followed by higher shareholder wealth.co. idx. The results showed that profitability is only significant positive influence to the value of the company This means that high profitability can provide added value to the company. 5) Profitability significant positive effect on firm value. Keywords: Financial Performance. The population in this study are all manufacturing companies listed on the BEI. This study aims to determine the effect on the value of the company's financial performance with the dividend policy as a moderating variable. Sampling method performed with saturated sampling method. The results showed that: 1) liquidity not significant positive effect on firm value. The higher the stock price the higher the value of the company. 2) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of liquidity on the value company. with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions). The research data is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. 6) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of profitability on firm value.id) and ICMD 2006-2009. to achieve general corporate value investors give up their management to professionals. which is reflected by the increasing value of Tobins Q. 3) leverage not significant negative effect on firm value. and based on predetermined criteria. 4) dividend policy is not able to significantly moderate the effect of leverage on firm value. Hypothesis testing studies used analytical techniques and moderated multiple regression analysis. Firm value and Dividend Policy ix . the number of samples is a sample of 30 manufacturing companies consecutive dividend during the period 2006-2009.

...........................................................................2.................................................4 Manfaat Penelitian......... v UCAPAN TERIMA KASIH..........................2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan..................2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen............................1 Latar Belakang.........2.................................. 2........ vi ABSTRAK...............................................................1 Kontroversi Dividen................ 3................................................ xiii DAFTAR LAMPIRAN................................ 2...... ii LEMBAR PERSETUJUAN.................2 Rumusan Masalah......................... 2.........3 Dividen............................................................ 2..................................................................... iii PENETAPANAN PANITA PENGUJI... 2......................... BAB IV METODE PENELITIAN............................... viii ABSTRACT...............2 Kajian empirik.................. 1...............................6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan.................................................................................................................. 1.........1....................... 2........................3 Tujuan Penelitian..2 Hipotesis............1...................................................1 Kerangka Konseptual.................................................................................... 2...................................4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan............................................1 Identifikasi Variabel.....................3................................................................... 1 1 16 16 17 18 18 18 23 28 30 33 37 37 39 40 41 42 43 45 45 49 50 50 BAB II KAJIAN PUSTAKA...........................................................2 Kinerja keuangan ...............................................2.......1...................................................5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan............................................................................................ 2........................................................................................ i PRASYARAT GELAR............................................................. ix DAFTAR ISI..1 Nilai Perusahaan .. x ........... 2... 2....................................... 1..................... iv PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS..................... 4...........................2............................... BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3............................3............................................. xiv BAB I PENDAHULUAN........................... xi DAFTAR GAMBAR.......................................x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM...3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan..................2.... 1..............................................................................................................................................1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan............................................................................1 Landasan Teori..........1.................................................................. x DAFTAR TABEL.... 2.........1.......................................................................... 2....2..................... 2...................................................................................................

....................2 Pembahasan................................1 Analisis Regresi..........6................................................................................ ....3 Populasi dan sampel ..........1 Uji Normalitas........ 50 54 55 55 56 56 56 57 63 63 63 66 66 68 70 73 75 79 80 80 81 83 89 xi ......4 Jenis dan Sumber Data.................1 Jenis Data............................................................................................. BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.... ...........4................................ 5..............................................1.......... LAMPIRAN.................................................................................................. 4.. 5....6 Teknik Analisis Data........... DAFTAR PUSTAKA... 4........ BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......2 Uji asumsi Klasik.......................................... 4............................................................ 4......................................................................................................................................................... 5............................................................. 5................................. 4............................................... 4.......... 4......1 Statistik Deskriptif.........2 Uji Heteroskedastisitas.........................................................................1.............................xi 4................................ 5................................4 Uji t...2 Saran....1..........................................................................2 Sumber Data....................................1........................................................1 Hasil penelitian..................3 Implikasi penelitian.......................................................... 5............................. 5.....3 Analisis regresi.... 6.......... 5.2 Definisi Operasional Variabel...........................1................5 Metode Pengumpulan Data.............1................2......................................4..1 Kesimpulan....................................................... 5.....................................2.........................

.......... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)...... Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)..............4 Tabel 5........................ 63 Tabel 5..........................5 Tabel 5...........................................1 Likuiditas (X1) ..............3 Profitabilitas (X3) .... Hasil analisis regresi...2 Leverage (X2) .............................. Hasil analisis regresi......................................................... 63 Tabel 5... xii ................................ 64 70 71 71 Tabel 5.................................................................. Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)................xii DAFTAR TABEL Tabel 5.....6 Hasil analisis regresi.................................................

49 67 69 xiii .............................................................1 Grafik 5................ Scatterplot.......xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3.........................................2 Kerangka konseptual……………………………………… Grafik Normal Plot.............1 Grafik 5...

......xiv DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 89 90 91 92 93 94 100 106 1.............. Perkembangan Tobins Q periode 2006-2009........ xiv .................. Perkembangan Cash Ratio periode 2006-2009............ Perkembangan Dividend Payout Ratio periode 2006-2009..... 6......................... 5.................................................... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)........... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)...................................... Perkembangan Return On Equity periode 2006-2009............... Output regresi Profitabilitas (X3)........................... 2.... Perkembangan Debt to Equity Ratio periode 2006-2009...... Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)............ Output regresi Likuiditas (X1)..................................................... 3........................................ 4.... 8............... Output regresi Leverage (X2).............. 7............

(Harjito dan Martono. maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Ada beberapa hal yang mengemukakan tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan. Wahyudi. 2008 dalam Kusumadilaga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. yaitu : 1 . Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Nilai perusahaan merupakan cerminan dari penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat. Tujuan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal. Enterprise Value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. 2005).1 Latar Belakang Berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. 2010). Semakin tinggi harga saham sebuah perusahaan. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan (Nurlela dan Ishaluddin. Tujuan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham.

2001 dalam Kusumadilaga. ukuran perusahaan. pertumbuhan perusahaan. pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional.2 keputusan pendanaan. Beberapa faktor tersebut memiliki hubungan dan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tidak konsisten. keputusan investasi. Tanpa keyakinan tersebut. Informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan . ia harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar. 2009). Indikator kepercayaan pemodal akan pasar modal dan instrumen-instrumen keuangannya. Pesatnya perkembangan Bursa Efek Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran investor yang melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. kebijakan dividen. Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). Pasar modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. pemodal tentunya tidak akan bersedia membeli sekuritas yang ditawarkan perusahaan (atau diperjual-belikan di bursa). 2010). Keadaan seperti itu. serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dalam perdagangan tersebut. yaitu penilaian dengan cermat terhadap emiten. struktur modal. dicerminkan antara lain oleh dana masyarakat yang dihimpun di pasar modal (Pinuji. Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Sebelum seorang investor akan memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas yang diperdagangkan di bursa) ada kegiatan terpenting yang perlu untuk dilakukan. Sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya.

Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham. 2002 dalam Pinuji. sehingga hal ini dapat merugikan para pemodal. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. 2009). Laporan keuangan dijadikan sebagai salah satu alat pengambilan keputusan yang andal dan bermanfaat. Bagi sebuah perusahaan. Para pelaku pasar modal seringkali menggunakan informasi tersebut sebagai tolak-ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. Informasi tersebut setidaknya harus memungkinkan investor dapat melakukan proses penilaian (valuation) saham yang mencerminkan hubungan antara risiko dan hasil pengembalian yang sesuai dengan preferensi . sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai tinggi bagi penggunanya (Wintoro. maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien (Imron. Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi. penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap.3 menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas. 2004). alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan. menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor. 2005). Laporan keuangan adalah akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk perusahaan memberikan infomasi keuangan yang dapat menjelaskan kondisi dalam suatu periode. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. 2002 dalam Raharjo.

Rasio-rasio tersebut di rancang untuk membantu para analisis atau investor dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. aktivitas dan profitabilitas perusahaan untuk .4 masing-masing jenis saham. Penggunaan informasi keuangan yang disediakan sebuah perusahaan biasanya analis atau investor akan menghitung rasio-rasio keuangannya yang mencakup rasio likuiditas. Umumnya investor akan mencari perusahaan yang mempunyai kinerja terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Bahasa teknis pasar modal istilah reaksi pasar ini mengacu pada perilaku investor dan perilaku pasar lainnya untuk melakukan transaksi (menjual atau membeli saham) sebagai tanggapan atas keputusan penting emiten yang disampaikan ke pasar. Dikatakan perolehan modal perusahaan dan nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya. Pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu indikator yang dipergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan dari harga pasar saham tersebut di bursa efek Indonesia. Horne (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan meliputi hasil perhitungan rasio-rasio keuangan yang berbasis pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dan telah di audit akuntan publik. 2002). Suatu laporan keuangan dikatakan memiliki kandungan informasi bila publikasi dari laporan keuangan tersebut menimbulkan reaksi pasar. Reaksi pasar ini akan ditunjukkan dengan adanya perubahan dari harga sekuritas yang bersangkutan (Husnan. Semakin baik kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi return yang akan diperoleh oleh investor. leverage.

Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. 2001). Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.2001). Dalam penelitian ini menggunakan rasio likuiditas. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. leverage dan profitabilitas (Riyanto. 2008). Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan. Semakin tinggi ROE .5 dasar pertimbangan dalam keputusan investasi. ROE merupakan rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik atau pemegang saham atas investasi di perusahaan. Dividen merupakan arus kas keluar. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh cash ratio (CR) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan. dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar (Prayitno. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono . ROE membandingkan besarnya laba bersih terhadap ekuitas saham biasa.

DER menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman yang diberikan oleh pemilik perusahaan. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham perusahaan akan semakin meningkat. Seorang calon investor perlu melihat ROE suatu perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi supaya dapat mengetahui seberapa banyak yang akan dihasilkan dari investasi yang dilakukannya (Sitepu. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. 2010). DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari utang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada. Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk”. (2004) dalam Sitepu (2010) bahwa “semakin kecil rasio DER. . Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. seperti yang dikemukakan oleh Warren et al.6 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian terhadap investasi yang dilakukan dan semakin rendah ROE suatu perusahaan maka tingkat pengembaliannya akan semakin rendah pula. DER merupakan rasio yang membandingkan total utang ekuitas.

Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliknya (Sunariyah. maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan kembali laba yang diperolehnya. 2005). Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham. Salah satu informasi yang dapat diperoleh seorang investor adalah pengumuman pembayaran dividen. Apabila dividen yang dibayar tinggi. Hartono (2000). Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi. dalam Wardani (2009) pengumuman pembayaran dividen merupakan sumber informasi dan menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif.7 Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Investor dalam menentukan saham yang akan dibeli atau dijual. Pengumuman tersebut di dalam pasar modal tertera nama saham. 2004). Informasi atas . tanggal pengumuman. Dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Harjito dan Martono. akan mempertimbangkan informasi yang tersedia. Menurut Mullins (1983) seperti yang dikutip Bandi. Informasi tersebut berguna dalam menentukan tingkat keuntungan beserta risiko saham yang akan dijual atau dibeli. maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. jumlah dividen yang dibagikan serta jenis dividen.

Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen. laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk di investasikan kembali di dalam perusahaan. maka kemampuan pembentukan dana internal akan makin besar. karena kebijakan dividen berpengaruh dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. arus pendanaan dan posisi likuiditas. struktur finansial. Jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh. Pada dasarnya.8 dividen menghipotesiskan bahwa para manager menggunakan pengumuman dividen untuk memberi sinyal perubahan dalam pengharapannya tentang prospek perusahaan yang akan datang (Aharony dan Swary. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan. harga saham. Masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. 2009). Saat laba akan dibagi atau ditahan. kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Dengan perkataan lain. maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. 1980 dalam Wardani. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan . tetap harus mempertimbangkan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham. maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana internal.

Beberapa penelitian telah mengembangkan dan menguji berbagai model untuk menjelaskan perilaku dividen. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. likuiditas. 1982 dalam Erlangga. maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan perusahaan (Kartika. 2009). Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. posisi kas.9 antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan (Nurmala. Besar Kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. 2009). hal ini dikarenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. prospek pertumbuhan perusahaan dan kuasa kendali para pemegang saham yang memiliki mayoritas saham perusahaan. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan. kreditor. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. Memahami keyakinan manajer yang terlibat dalam penetapan . dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula (Rozeff. Menurut Gitman (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan adalah debt covenant. Telah dilakukan survei terhadap manajer kantor pusat dan investor untuk menentukan pandangan beberapa peneliti tersebut mengenai dividen. 2006). 2005 dalam Erlangga.

Pandangan manajer mengenai penetapan pembayaran dividen saat ini konsisten dengan yang dilaporkan oleh manajer menurut wawancara yang dilakukan oleh Litner (1956) (Apriani. Penelitian Apriani mendukung . 1999 dalam Apriani (2005). Penelitian Baskin (1989) menyimpulkan bahwa manajer mungkin dapat mengembangkan kebijakan dividen untuk mempengaruhi harga sahamnya (Apriani. Bukti-bukti temuan menunjukkan: (1). Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan. Banyak bukti empiris mendukung pandangan mengenai dividen sebagai signaling (Baker dan Powell. Responden biasanya mengatakan sangat setuju dengan pernyataan mengenai signaling explanation dari relevansi dividen. (3). Penelitian yang dilakukan Apriani (2005) menyimpulkan bahwa pasar bereaksi kuat terhadap pengumuman kenaikan/penurunan dividen.10 kebijakan dividen mungkin memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai mengapa perusahaan membayar dividen kas. menunjukkan bahwa manajer kantor pusat yakin kalau kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan bahwa terdapat tingkatan optimal pembayaran dividen. Baker dan Edelman (1985) dalam Apriani (2005). Penelitian yang dilakukan oleh Baker dan Powell ini juga memberi kontribusi terhadap riset survei mengenai kebijakan dividen. (2). Investor akan menggunakan pengumuman dividen sebagai informasi untuk menilai harga saham perusahaan. Dalam praktek sebagian besar perusahaan membayar dividen meskipun membayar dividen membutuhkan biaya. Survei yang telah dilakukan oleh Farrely. yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan/penurunan dividen. 2005). 2005).

Hal ini menunjukkan bahwa peran serta industri manufaktur dalam perekonomian di Indonesia mempunyai posisi yang dominan. Perekonomian di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. 1961 dalam Saxena. Falk dan Swary (1988) dan Impson (1997). Brigham (2006) juga mengatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividen payout ratio yang stabil. 1995). dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. (Miller dan Modigliani. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2010 sebanyak 170 perusahaan dari 477 perusahaan. Industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Alasan penelitian ini menggunakan dividend payout ratio (DPR) untuk mewakili kebijakan dividen dikarenakan DPR pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. telah mengembangkan irrelevant dividend. Kelompok industri manufaktur memiliki target dividend payout ratio paling tinggi dibandingkan dengan kelompok industri lainnya. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividen dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar.11 penelitian yang dilakukan oleh Aharony. .

Sujasno. Susilo (2009) dan Siregar (2010). Penelitian Fitriyanti (2009) dengan menggunakan DER dan Jhojor (2009) menggunakan ROE menemukan hasil parsial serupa yang ditemukan Lestroyini (2010). Lestyorini (2008) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dan menemukan hasil penelitian yang berbeda dengan Fitriyanti (2009). Hasil penelitian Lestroyini (2010) dengan menggunakan variabel keuangan ROE. ROI.12 Siregar (2010) dalam penelitiannya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham menyimpulkan bahwa ROE dan DER secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berbeda dengan Marlina dan Danica (2009) dengan menggunakan variabel keuangan cash position. EPS dan DER) berpengaruh terhadap harga saham. Hartoyo (2008) dengan menggunakan analisis faktor. menemukan bahwa ROE dan DER berpengaruh terhadap DPR (dividend payout ratio). Penelitian Siregar (2010) didukung juga oleh Fitriyanti (2009) yang menemukan bahwa variabel DER berpengaruh terhadap harga saham secara parsial maupun simultan. debt ratio dan return investement (ROI) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap DPR (dividend payout ratio). Susilo (2009) dalam penelitiannya dengan menggunakan variabel ROE. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen telah banyak dilakukan. EPS dan DER menemukan bahwa secara individu/parsial hanya ROI dan EPS yang berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan (ROE ROI. debt to equity ratio dan return on . memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. (2004) menemukan bahwa cash ratio.

Nugroho (2004) dengan menggunakan analisis faktor dalam penelitiannya menemukan bahwa cash ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. dimana kebijakan dividen sebagai salah satu faktor independent terhadap harga saham sebagai variabel dependent menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap harga saham setelah ex dividend day. Arus kas merupakan cerminan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan. Hasugian (2008) menemukan hasil yang berbeda dengan Sembiring (2010). Arus kas di dalam penelitian ini didefinisikan sebagai likuiditas. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang .13 assets. Lestari (2009) menguji pengaruh faktor-faktor terhadap dividend payout Ratio dengan salah satu variabel Return on Equity menemukan bahwa Return on Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. debt to equity ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitan secara parsial dan simultan antara variabel di atas diperoleh bahwa kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. kebijakan Hasil penelitian menemukan secara simultan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial hanya kebijakan dividen (dividend payout ratio) yang mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Sembiring (2010) yang menguji pengaruh struktur modal dan dividen terhadap harga saham.

kemampuan untuk mengembalikan dana dalam bentuk dividen akan semakin tinggi untuk memakmurkan investor atau pemilik saham. Hutang dalam penelitian ini di definisikan sebagai leverage. Pemaksimuman kesejahteraan pemilik perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepemilikan kas perusahaan untuk membiayai aktivitas produksinya. karena perusahaan akan memaksimumkan nilai perusahaan dapat dicapai bila perusahaan memperhatikan stake holder atau pemegang saham. Semakin tinggi laba perusahaan. Investor yang melakukan investasi di sebuah perusahaan dapat dilihat melalui profitabilitas. Profitabilitas menunjukkan tingkat pengembalian terhadap sebuah investasi. karena akan memberikan sinyal positif bagi investor atau calon investor. semakin kecil kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham berupa dividen dan semakin buruk penilaian investor terhadap perusahaan. Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya bekerja sementara di dalam perusahaan. Semakin tinggi hutang yang dimiliki. yang pada saatnya harus dikembalikan. maka hal ini pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan harga saham karena tingkat pengembalian investasi tinggi. Keseimbangan pencapaian tujuan stake holder perusahaan berpeluang mendapatkan keuntungan optimal . Apabila profitabilitas dinilai tinggi oleh investor. dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut hutang. Kebijakan dividen menarik digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan dalam penelitian ini.14 benar-benar bebas.

. karena nilai perusahaan salah satu di ukur dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga pasar saham (Murtini. kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Respon positif ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan saham perusahaan. Berbeda dengan Murtini (2008) yang menemukan kebijakan dividen tidak mampu mempengaruhi nilai perusahan. Hasil kontroversi pada penelitian mengenai kebijakan dividen sebagai pemoderasi antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sebelumnya yang dilakukan oleh Enggar (2009) pada perusahaan manufakur yang menemukan kebijakan dividen mampu memoderasi kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Kinerja keuangan yang diwakili oleh likuiditas. Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) terhadap variabel independent (Y) dan variabel moderasi (Z). Apabila permintaan saham meningkat sedang yang sudah memiliki saham tersebut juga enggan menjual (karena kinerja perusahaa bagus) maka harga saham akan meningkat. dalam penelitian ini kebijakan dividen digunakan sebagai variabel moderasi antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dan menguji lebih lanjut hasil penelitian yang diperoleh oleh Enggar (2009) dan Murtini (2008). penelitian ini tidak hanya untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan. 2008). Meningkatnya harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan. leverage dan profitabilitas yang baik akan direspon positif oleh investor. Berbeda dengan penelitian sebelumnya.15 sehingga kinerja perusahaan akan dinilai baik oleh investor.

3 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan di atas. maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah : 1) Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 2) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 3) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5) Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 6) Apakah kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 1.16 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? 2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan likuiditas dengan nilai perusahaan? 3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? .

1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (kebijakan dividen sebagai variabel moderating) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. 1.4.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapakan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan. .4.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini. yaitu : 1. Bagi investor.17 4) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan leverage dengan nilai perusahaan? 5) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan? 6) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen pada hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan? 1.

Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan. 2010). dkk. 2010). Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluangpeluang investasi. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar. karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai aset perusahaan sesungguhnya. 2006 dalam Susanti. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Susanti.18 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. seperti halnya penelitian yang pernah dilakukan oleh Nurlela dan Islahudin (2008) 18 .1.1 Landasan teoritis 2. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Untung.

Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menjelaskan bahwa enterprise value (EV) atau dikenal juga sebagai firm value (nilai perusahaan) merupakan konsep penting bagi investor. Nurlela dan Ishaluddin (2008) dalam Kusumadilaga (2010) menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli andai perusahaan tersebut dijual. d) pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva. b) pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas . Semakin tinggi harga saham. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu : nilai ditentukan pada harga yang wajar. . penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu. karena merupakan indikator bagi pasar menilai perusahaan secara keseluruhan. c) pendekatan dividen antara lain pertumbuhan dividen. e) pendekatan harga saham .19 dalam Kusumadilaga (2010). 2010). Samuel (2000). Secara umum banyak metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan diantaranya adalah : a) pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio metode kapitalisasi . 2006 dalam Kusumadilaga. Para professional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin. f) pendekatan economic value added (Suharli. 2010). untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para professional. Wahyudo (2005). maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. 2008 dalam Kusumadilaga. Karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.

Susanti (2010). Indikator. 2008).indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1) PER (Price Earning Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham (Mohammad Usman. Berdasarkan alasan itulah.20 Tujuan perusahaan pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. 2002). Untuk mencapai tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. atau memaksimalisasikan harga saham. Jika perusahaan berjalan lancar. sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Rumus yang digunakan adalah : PER H arg aPasarSaham x 100 % ……………………………………(1) Laba per lembarsaham . maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan. 2001 dalam Malla Bahagia.

sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki price earning ratio yang tinggi pula. semakin tinggi price earning ratio nya. dividend payout ratio memiliki hubungan positif dengan . Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi. hubungan faktor-faktor tersebut terhadap price earning ratio dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Semakin tinggi pertumbuhan laba semakin tinggi price earning ratio nya. dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan price earning ratio nya bersifat positif. Menurut Yusuf (2005) dalam Susanti (2010). b) Semakin tinggi dividend payout ratio. karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien. dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba. yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik.21 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PER : a) Tingkat pertumbuhan laba b) Dividend Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal.

berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. . (r) merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. di mana dividend payout ratio menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mengejar dividen sebagai target utama. maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang di isyaratkan. c) Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah price earning ratio.22 price earning ratio. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi price earning ratio. semakin tinggi tingkat keuntungan yang di isyaratkan semakin rendah nilai price earning ratio nya. Semakin besar price earning ratio. Dengan begitu (r) memiliki hubungan yang negatif dengan price earning ratio. Price earning ratio adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang di isyaratkan.

Menurut Fabozzi (1999) dalam Siregar (2010). Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada dalam kendali pihak manajemen perusahaan. sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di luar kendali manajemen perusahaan. Secara implisit definisi kinerja mengandung suatu pengertian adanya suatu efisiensi yang dapat diartikan secara umum sebagai rasio atau perbandingan antara masukan dan keluaran.……………………………(2) H arg aSaham 2.. 2010). kinerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara umum dapat dibagi dalam dua kelompok.2 Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh pihak manajemen suatu perusahaan.23 2) PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham. Kinerja perusahaan sebagai emiten di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan yang menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi (operating result) perusahaan tersebut dan biasanya diukur dalam rasio-rasio keuangan (Siregar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah: .1. yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. yang diproksikan dengan : PBV NilaiPasar x 100 % ………. Kinerja berarti pula bahwa dengan masukan tertentu untuk memperoleh keluaran tertentu. 2006).

2). ekonomi. b) Kondisi Industri Meliputi tingkat persaingan. sosial. dan lain-lain. Dalam penelitianpenelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan dilakukan . d) Manajemen Keuangan Berkaitan dengan perencanaan. dan memanfaatkan dana untuk memaksimumkan efisiensi perusahaan. c) Manajemen Produksi Berkaitan dengan faktor-faktor produksi agar barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. Faktor Eksternal a) Kondisi perekonomian Kondisi yang dipengaruhi kebijakan pemerintah.24 1). keadaan dan stabilitas politik. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan ukuran rasio sudah menjadi suatu parameter yang terbilang umum saat ini. Faktor Internal a) Manajemen Personalia Berkaitan dengan sumber daya manusia agar dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan secara manusiawi. b) Manajemen Pemasaran Berkaitan dengan program-program yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. mencari. dan lain-lain. jumlah perusahaan.

Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan dimana neraca mencerminkan nilai aktiva. 2005). rasio leverage. (3) kelaziman dalam praktek. (4) mengembangkan model pengukuran melalui pengujian secara statistik terlebih dahulu dengan memilih tolok ukur yang sesuai dengan tujuan penelitian. laporan perubahan posisi keuangan. laporan rugi laba. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca.25 berdasarkan pada ketentuan: (1) hasil penelitian-penelitian sejenis sebelumnya. (IAI. catatan-catatan dan bagian integral dari laporan keuangan. utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan rugi laba mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu (Riyanto.1995 dalam Raharjo. rasio aktivitas dan rasio profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. antara lain : rasio likuiditas. 1) Laporan keuangan Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. . Sawir (2005) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. Nainggolan (2004) dalam Christiani (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan. 1994 dalam Raharjo. 2005). (2) menggunakan tolok ukur yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang.

2005). maka pihak-pihak tersebut akan memberikan tekanan metode analisis yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing (Raharjo. 2005). Harmanto (1992) dalam Raharjo (2005) melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi-informasi yang penting suatu perusahaan yaitu berupa: a) Informasi tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal perusahaan.26 Laporan keuangan merupakan data yang dapat memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan untuk itu perlu dilakukan suatu interpretasi terhadap data keuangan perusahaan pada suatu perusahaan. Dengan interpretasi terhadap laporan keuangan tersebut maka diharapkan laporan keuangan dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. Adanya analis data keuangan pada periode tertentu memberikan informasi tentang hasilhasil yang telah dicapai dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan (Raharjo. . Pihakpihak tersebut merupakan pihak yang ingin mengetahui secara mendalam tentang laporan keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dengan segala keterbatasannya dapat menjadi alat dalam mengkomunikasikan data keuangan suatu perusahaan dengan pihak-pihak berkepentingan. b) Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi. harta atau kekayaan bersih yang timbul dalam aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.

2) Rasio Solvabilitas/leverage. dengan kata penyederhanaan ini dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian ( Harahap. 2004). Rasio keuangan hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. e) Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan keuangan seperti kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan. 2) Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempuyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). . menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Adapun rasio keuangan yang populer dan sering digunakan dalam bisnis adalah : 1) Rasio likuiditas.27 c) Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. d) Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi.

2. maka dapat dikatakan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan. Menurut Sunariyah (2003:118) dividen yang dibagikan kepada pemegang saham bisa berupa : . Menurut Sunariyah (2004: 48) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Berdasarkan kedua pendapat tersebut. Menurut Napa (1999: 151) dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri). 5) Rasio pasar. mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi keuangan yang dicapai oleh perusahaan. kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui sumber yang ada. mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam penjualan dan kegiatan lainnya. 4) Rasio aktivitas.28 3) Rasio rentabilitas/pofitabilitas.1. menggambarkan persentasi pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun. penjualan dan kegiatan lainya.3 Dividen Salah satu return yang akan diperoleh para pemegang saham adalah dividen. 6) Rasio pertumbuhan.

29 1) Dividen Tunai (cash dividend) Dividen Tunai adalah dividen yang dibayar oleh emiten kepada para pemegang saham secara tunai setiap lembarnya. 1) Dividen Tunai Dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy (2001 : 9) dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai dan dividen saham. 2) Dividen Saham Dividen saham artinya kepada para pemegang saham saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut. Sedangkan Baridwan (2004 : 233) menyatakan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dapat berbentuk : . 2) Dividen Saham (stock dividend) Dividen saham merupakan pembayaran dividen dalam bentuk saham yaitu berupa pemberian tambahan saham kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan saham-saham yang dimiliki.

Argumentasi ini mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya dimungkinkan apabila . Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar tarif per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki. 2) Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri) Dividen yang dibagikan kadang – kadang tidak berbentuk uang tunai. Saham yang diterima berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain.1 Kontroversi Dividen Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan. Pemegang saham yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar harga pasar yang diterimanya.1. 3) Dividen saham (stock dividen) Penerimaan dividen dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham disebut dividen saham. karena terdapat lebih dari satu pendapat.3. tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang – barang hasil produksi perusahaan yang membagikan dividen tersebut. Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006: 334) pendapat tentang dividen dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1) Dividen dibagi sebesar – besarnya Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan.30 1) Dividen yang berbentuk uang Pembagian dividen yang paling sering dilakukan adalah dalam bentuk uang. 2.

Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. Harga saham tersebut disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang diperoleh tidak meningkat. yang berkisar antara 2 – 4 %. asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. seperti fee untuk underwriter.31 laba yang diperoleh oleh perusahaan juga meningkat. tidak peduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam perusahaan (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). 3) Dividen dibagikan sekecil – kecilnya Penganut pendapat bahwa dividen seharusnya dibagikan sekecil – kecilnya. mengabaikan adanya biaya emisi (floatation cost). pendaftaran saham saham. Apabila perusahaan menerbitkan saham baru. biaya notaris. 2) Dividen tidak relevan Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit. dan sebagainya. . jadi yang penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif. Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal. perusahaan akan menanggung berbagai biaya ( yang disebut sebagai floatation cost ). akuntan. atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend). konsultan hukum. harga saham akan naik.

2) Teori ”bird-in-the-hand” Pandangan MM untuk teori yang menyatakan bahwa nilai perusahaan akan dimaksimalkan dengan menentukan rasio pembagian dividen yang tinggi. yaitu : a) Tarif pajak untuk pendapatan dividen yang tinggi bila dibandingkan dengan tarif pajak untuk keuntungan modal membuat investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham dan menerima sebagian besar dividen yang dibayarkan) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. . MM berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan risiko bisnisnya. dengan kata lain nilai suatu perusahaan tergantung semata – mata pada pendapatan yang dihasilkan aktivanya. bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi di antara dividen dan laba ditahan. 3) Teori Preferensi Pajak Ada 3 alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi.32 Brigham and Houston (2001 : 66) menelaah tiga teori preferensi investor yaitu : 1) Teori Ketidakrelevanan Dividen Pendukung utama teori ketidakrelevanan dividen (dividen irrelevance theory) ini adalah Merton Miller dan Franco Modigliani (MM).

Melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen yang menyedot → membagikan investasinya bukan membagikan keuntungan Peraturan mengenai tak mampu bayar. c) Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Menurut Ridwan Sudjaja dan Berlian (2001: 230-231) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen : 1) Peraturan Hukum Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba yang terdahulu dan laba sekarang. dengan demikian terhindar dari pajak keuntungan modal.33 Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikan harga saham. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya lebih tinggi. Ahli waris yang menerima saham itu dapat menggunakan nilai saham pada hari kematian sebagai dasar biaya. b) Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual karena adanya efek nilai waktu. 2.3. Perusahaan boleh tidak membayar dividen jika tidak mampu (bangkrut→jumlah hutang lebih besar dari jumlah harta). sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang. .1.

c). Posisi Likuiditas Laba ditahan biasanya di investasikan dalam bentuk aktiva yang diperlukan untuk menjalankan usaha. maka biasanya harus ada laba ditahan. b). Pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan untuk melindungi para kreditur.34 2) Faktor keuangan dan ekonomi a). . Perlunya membayar kembali pinjaman Jika perusahaan telah membuat penjaman untuk memperluas usahanya atau untuk pembiayaan lainnya. diputuskannya bahwa pinjaman itu akan dilunasi. bukan disimpan dalam bentuk uang tunai. Keterbatasan karena kontrak pinjaman Kontrak pinjaman apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai. persediaan dan barang-barang lainnya. maka ia dapat melunasi penjamannya pada saat jatuh tempo atau ia dapat menyisihkan cadangan-cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya. Laba ditahan dari tahun-tahun terdahulu sudah di investasikan dalam bentuk mesin dan peralatan. Suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasa mungkin saja tidak membayar dividen karena keadaan likuiditasnya.

maka segala daya dan upaya yang akan dikerahkan supaya tingkatan yang baru itu . f). semakin banyak dana yang dibutuhkan di kemudian hari dan semakin banyak laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan. Nilai dividen selalu terlambat dibandingkan dengan nilai keuntungan. Perusahaan seperti itu kemungkinan besar akan membagikan labanya dalam bentuk dividen dengan presentasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang labanya berfluktuasi.35 d). artinya dividen itu baru akan dinaikkan jika sudah jelas bahwa meningkatnya laba itu benar-benar mantap dan nampak cukup permanen. Tingkat laba Laba dibagikan kepada para pemegang saham atau tetap ditahan di perusahaan untuk digunakan kembali. i) Keputusan kebijakan dividen Hampir semua perusahaan ingin mempertahankan dividen per lembar saham pada tingkat yang konstan. e). Perusahaan yang labanya relatif teratur seringkali dapat memperkirakan bagaimana laba di kemudian hari. Sekali dividen naik. Stabilitas laba. tingkat penjualan aktiva Semakin cepat pertumbuhan perusahaan.

Dividen merupakan arus kas keluar. semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. 4) Pembatasan – pembatasan dalam perjanjian utang Ketentuan perlindungan (protective covenant) dalam suatu perjanjian utang sering mencantumkan pembatasan terhadap pembayaran dividen. Penghasilan perusahaan akan digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya (semua proyek investasi yang menguntungkan) baru sisanya untuk pembayaran dividen. hal ini merupakan fleksibilitas keuangan yang tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi. . Laba akan tetap dipertahankan sampai betul-betul jelas bahwa labanya memang tak mungkin pulih kembali. 2) Likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan dividen. Menurut Harjito dan Martono (2005) pertimbangan manajerial dalam menentukan kebijakan dividen adalah : 1) Kebutuhan dana bagi perusahaan Semakin besar Kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil kemampuan untuk membayarkan dividen. maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas perusahaan.36 dapat terus dipertahankan. 3) Kemampuan untuk meminjam Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mendapatkan pinjaman.

Biasanya. Dalam penelitian di interpretasikan nilai koefisien likuiditas adalah .1 Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.37 Pembatasan ini digunakan oleh para kreditur untuk menjaga kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utangnya. maka perusahaan mungkin menaikkan modal di waktu yang akan datang melalui penjualan sahamnya untuk membiayai kesempatan investasi yang menguntungkan. 5) Pengendalian perusahaan Apabila suatu perusahaan membayar dividen yang sangat besar.2. Penelitian mengenai pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Siregar (2010) dengan obyek peneltian perusahaan manufaktur periode 2006-2008. sehingga pengendalian perusahaan menjadi berpindah tangan. ada kemungkinan kelompok pemegang saham tertentu tidak lagi dapat mengendalikan perusahaan karena jumlah saham yang mereka kuasai menjadi berkurang dari seluruh saham yang beredar. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya. 2. Menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diperoleh 61 perusahaan. Bertambahnya jumlah saham yang beredar.2 Kajian Empirik 2. Dianggap berbahaya bila perusahaan terlalu besar membayar dividennya. pembatasan ini dinyatakan dalam persentase maksimum dari laba kumulatif.

Interpretasi menyebutkan hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi ekonomi dan persepsi subjektif dari investor. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel likuiditas (dependen) dan nilai perusahaan (independen).38 negatif yang artinya semakin tinggi likuiditas semakin rendah nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham. Pada start-up investasi nilai arus kas yang lebih relevan daripada laba dalam tahap pertumbuhan dan penurunan arus kas operasi lebih memiliki nilai-relevant daripada laba. Penelitian Siregar (2010) didukung oleh Ervin (1998) yang menguji relevansi-nilai relatif laba dan arus kas tindakan dalam konteks siklus kehidupan perusahaan. Hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa laba lebih nilai-relevan daripada operasi. Penelitian Siregar (2010) dan Ervin (1998) didukung oleh Hartini (2010) yang menemukan secara parsial dan simultan likuiditas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Menurut Helfert (2000) ukuran likuiditas dengan analisis ratio dari sudut pemberi jaminan dapat dinilai melalui rasio kas (cash ratio). Arus kas diharapkan menjadi nilai relevan secara bertahap ditandai dalam tahap pertumbuhan dan penurunan perusahaan. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai . Laba diperkirakan lebih nilai-relevan dalam tahap dewasa. investasi atau arus kas pembiayaan dalam tahap siklus kehidupan dewasa. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada likuiditas sebagai variabel dependen untuk meguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.

Penelitian Murtini (2008) menyatakan likuiditas yang dinilai dari arus kas bebas perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benarbenar bebas. Anil .Kuwari.39 variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan. 2. leverage dan earnings per share yang diharapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Lestari (2009). Sujasno (2004). Nugroho (2004).2. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan Lisa dan Clara (2009). arus kas bersih. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen.2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Murtini (2008) obyek penelitian perusahaan manufaktur tahun 2000-2004 dengan sampel 22 perusahaan. yang dapat dibagikan kepada pemilik saham sebagai dividen. Duha Al. Perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya. penelitian ini menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hartoyo (2008). Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang. Arus kas bebas mencerminkan kinerja manajemen keuangan dalam mengambil keputusan keuangan.

2. Persamaan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan likuiditas sebagai salah satu perwakilan kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini seperti penelitian Murtini (2008) yang menggunakan arus kas bebas.2. Berbeda dengan hasil penelitian Jhojor (2009). Hartini (2010) menemukan leverage secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham dengan meyimpulkan investor tidak melihat perusahaan dari faktor leverage-nya. Brigham (2006) juga menyatakan bahwa manajer percaya bahwa investor lebih menyukai perusahaan yang mengikuti dividend payout ratio yang stabil. . tetapi secara simultan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.40 dan Kapoor (2008) terletak pada proxy kebijakan dividen yang digunakan yaitu dividend payout ratio. Hasil penelitian serupa dengan Hartini (2010) di dukung oleh Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) dengan menggunakan uji F dan t menunjukkan bahwa leverage secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Dividend payout ratio pada hakikatnya menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.3 Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan telah diteliti oleh Jhohor (2009) meneliti pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan hasil penelitian secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel leverage (dependen) dan nilai perusahaan (independen). Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. 2. Semakin tinggi nilai kesehatan suatu perusahaan akan memberikan keyakinan kepada pemegang saham untuk memperoleh pendapatan (dividen atau capital gain) di masa yang akan datang.41 Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada leverage sebagai variabel dependen untuk menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. leverage dan earnings per share yang di harapkan setiap tahun oleh perusahaan bahwa dividen menunjukkan hal yang pasti berkaitan dengan apresiasi harga saham. Lestari (2009) adalah penggunaan kebijakan dividen dengan variabel . arus kas bersih. Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen tersebut telah diteliti oleh Hartini (2010) yang menyatakan terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan pembayaran dividen. leverage digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui cerminan struktur modal perusahaan untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya jangka pendek maupun jangka panjangnya.2. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel leverage terhadap nilai perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaaan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi antara variabel leverage dan nilai perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2004).4 Pengaruh Kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan.

2.5 Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menemukan secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh Susilo (2009) meneliti pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga sahamnya pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada bursa efek indonesia tahun 2005-2007. jika tingkat pengembalian tinggi sebuah investasi dimiliki sebuah perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor dalam . (2003) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa dijelaskan bahwa penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian Susilo (2009) didukung oleh Lestroyini (2008). Fitriyanti (2009) dan Siregar (2010) secara parsial dan simultan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Profitabilitas digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diberikan kepada pemegang saham. Persamaan penelitian ini dengan sebelumnya terletak pada profitabilitas sebagai variabel dependen. 2. Berbeda dengan penelitian Rob et al.42 proxy dividend payout ratio yang berguna memberikan informasi kepada investor dan penggunaan variabel leverage yang sama dengan penelitian Hartini (2010).

dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan.43 melakukan penilaian. Penelitian juga memasukkan variabel kebijakan dividen sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan pengaruhnya antara hubungan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan.2. penelitian ini tidak hanya menjelaskan pengaruh secara langsung variabel profitabilitas (dependen) dan nilai perusahaan (independen).6 Pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen dengan menyatakan besarnya dividen yang . Nova (2010) dan Eugene and Kenneth (1997) menyimpulkan bahwa pengaruh dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2008) pada perusahaan manufaktur yang melakukan pembagian dividen minimal 2 tahun berturut-turut pada tahun 2000-2004. 2. Sembiring (2010). Semakin tinggi profitabilitas semakin tinggi pemaksimalan kesejahteraan pemegang saham sehingga berdampak pada nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Penelitian Erlangga didukung oleh Wardani (2009). Penelitian mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan ini berkaitan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Erlangga (2009) pada perusahaan manufaktur periode 2004-2007 yang terdaftar di BEJ.

(2008) dalam Susanti. Penelitian Murtini (2008) didukung oleh Hasugian (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kebijakan dividen secara parsial dan simultan terhadap nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham.44 dibagikan pada pemegang saham tidak mempengaruhi nilai perusahaan. leverage. hal ini menunjukkan bahwa dividen tidak memiliki kandungan informasi sehingga besarnya dividen tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. (2008) Tobins q di sini digunakan sebagai proksi nilai perusahaan. Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental Herawati. . Seperti peneltian Erlangga (2009) yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi dan profitabilitas sebagai variabel dependen. Persamaan penelitian ini dengan penelitian-peneltian sebelumnya terletak pada nilai perusahaan sebagai variabel independen. dan profitabilitas sebagai variabel dependen dan penggunaan proxy yang sama dengan penelitian Kim et al. Perbedaannya dengan penelitian Erlangga (2009) adalah dari kinerja keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh likuiditas. (2010). Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan dividen tidak dapat dipergunakan untuk meramalkan harga saham oleh para investor.

45 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Baik-buruknya kinerja keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. sedangkan nilai utang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Berdasarkan alasan itulah. 2002). 2004 dalam Christiani. 2010). di antaranya adalah mengenai kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang fundamental mengenai kondisi yang dimiliki perusahaan (Nainggolan. Jika perusahaan berjalan lancar. maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimilisasi nilai saham kepemilikan perusahaan. Jadi dapat di simpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan.1 Kerangka Konseptual Pada dasarnnya manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan 45 53 . Masyarakat atau calon investor dalam berinvestasi mempertimbangkan beberapa hal yang berhubungan dengan informasi yang dapat mereka pergunakan sebagai dasar keputusan investasi. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi (Erlina. Dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. atau memaksimalisasikan harga saham.

Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividen dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham. Pada umumnya tujuan investor melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan yaitu capital gain ataupun dividen. Nilai perusahaan ditentukan oleh nilai modal sendiri dan nilai hutang (Hasugian. Investor akan berusaha mencari perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik dan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan jalan membeli saham-sahamnya. Semakin baik kinerja keuangan perusahaan maka semakin tinggi pula return yang akan di dapatkan oleh investor. Perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana untuk memenuhi dua kepentingan yang berbeda. Dalam hal ini pemegang saham berharap untuk mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal relative sama setiap tahun. Kebijakan dividen sebagai variabel pemoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. kreditor. Dapat dikatakan perolehan modal perusahaan akan meningkat apabila perusahaan memiliki reputasi baik yang tercermin dalam laporan keuangannya (Christiani. Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham. Perusahaan juga menginginkan laba ditahan dalam jumlah relative besar agar leluasa melakukan reinvestasi. 2008). hal ini di karenakan kebijakan dividen menjadi pusat perhatian banyak pihak seperti pemegang saham. 2010). maupun pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan dari informasi yang dikeluarkan .46 merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga pasar saham di bursa efek.

Semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. 2005 dalam Erlangga. Dividen memiliki atau mengandung informasi sebagai syarat prospek perusahaan (Rozeff.47 perusahaan (Kartika. Hal ini di sebabkan karena current ratio mengandung akun piutang dagang dan persediaan. aturan struktur financial konservatif memberikan batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri. rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang harus segera dipenuhi (hutang lancar) dari kas yang tersedia dalam perusahaan dan dari surat berharga yang dapar segera diuangkan. Jika perusahaan menggunakan . 1982 dalam Erlangga. 2009). Kedua adalah Leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio. Sedangkan quick ratio mengandung akun piutang dagang dimana kedua akun tersebut relatif lama untuk berubah menjadi kas. dan pada akhirnya penilaian terhadap perusahaan yang tercermin melalui harga saham akan semakin baik pula. 2009). Rasio keuangan yang diduga mempengaruhi dividend payout ratio dan Nilai perusahaan dalam penelitian ini adalah : Likuiditas yang diproksikan dengan cash ratio. maka kinerja perusahaan akan dianggap semakin baik. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya lebih tepat waktu di bandingkan current ratio maupun quick ratio. Diasumsikan bahwa pembelanjaan yang sehat itu pertama-tama harus di bangun dari modal sendiri yaitu modal yang tahan risiko maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri.

Kelompok industri manufaktur. maka perusahaan wajib memberikan balas jasa dalam bentuk dividen. Semakin besar pembelanjaan perusahaan yang menggunakan modal dari para pemegang sahamnya maka semakin besar pula dividen yang harus dibagikan. maka kemampuan perusahaan untuk membayar dividen juga akan semakin tinggi dan harga saham yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin tinggi. dan industri lain-lain mempunyai nilai DER masing-masing sebesar 110.36%. Para kreditur umumnya senang bila rasio ini rendah. dan 77.48 modal yang berasal dari pinjaman maka akan menimbulkan beban tetap berupa bunga pinjaman. 607. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal sendiri yang dimiliki. semakin rendah rasio tersebut berarti semakin tinggi tingkat pembelanjaan perusahaan yang disediakan oleh para pemegang saham dan semakin besar tingkat perlindungan kreditur dari kehilangan uang yang di investasikan ke perusahaan tersebut. Jika perusahaan menggunakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri).84%. industri keuangan. Berdasarkan pembahasan di atas maka kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Data yang diperoleh selama periode 1986-1993 menunjukkan adanya keragaman yang tinggi dari nilai debt to equity ratio (DER) pada tiga kelompok industri. Semakin tinggi tingkat laba yang diperoleh. Rasio terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang diproksikan dengan ROE.29%. Perbedaan yang tinggi pada nilai DER berdasarkan kelompok industri tersebut menjadi menarik untuk diteliti.

H5 : H6: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. H3: H4: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. H1 : H2: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.2 Hipotesis Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut.1 Kerangka Konseptual Likuiditas (X1) Profitabilitas (X2) H5 H1 H4 Kebijakan Dividen (Z) H3 Leverage (X3) H6 H2 Nilai Perusahaan (Y) 3. Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.49 Gambar 3. . Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

2010). 4.50 BAB IV METODE PENELITIAN 4. 2010). Variabel Moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. leverage dan profitabilitas.2 Definisi Operasional Variabel 1) Nilai perusahaan Nilai perusahaan adalah nilai laba yang masa akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang terdiri dari likuiditas. Data yang digunakan adalah laporan 50 . 2001 dalam Kusumadilaga. 3) Moderating Variabel (Z) adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen (Kusimadilaga.1 Identifikasi Variabel Pengujian hipotesi dan analisis data dalam penelitian ini dapat di identifikasi variabel-variabel yang akan digunakan dalam model penelitian yaitu: 1) Dependent variable (Ŷ) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. 2) Independent variabel (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.

Alar ukur yang digunakan untuk nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobins Q. yang diformulasikan (dengan satuan persentase) Tobins Q ={(CP x Jumlah Saham) + TL + I)} – CA TA ………. 2010).co. Menurut Yuniasih.……………(3) Dimana : Tobins Q CP TL I CA TA = Nilai perusahaan = Closing Price = Total Liabilities = Inventory = Current Assets = Total Assets 2)Kinerja Keuangan Kinerja keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Likuiditas Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Data yang digunakan untuk menilai likuiditas dalam penelitian ini adalah .idx.id).dkk (2007) menyebutkan bahwa nilai perusahaan diukur melalui Tobins Q.51 keuangan dan jumlah lembar saham pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Tobins Q adalah perbandingan antara market value of equity ditambah dengan hutang (debt) dengan book market value ditambah dengan hutang (debt) (Susanti.

co.id).co.idx. Likuiditas dalam penelitian ini diwakili oleh cash ratio.idx. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham (Sawir. 2005). Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera di uangkan (Riyanto. Profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity. return on equity dapat . cash ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (dengan menggunakan menggunakan persentase): Cash Ratio Kas Efek x 100 % ……………………………(4) Utang Lancar b) Profitabilitas Profitabilitas memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif.52 laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturutturut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. Return on equity merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. Secara matematis. Secara matematis. Data yang digunakan untuk menilai Profitabilitas dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www. 2001 :332).id).

id).co. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diwakili oleh dividend payout ratio. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang diperoleh melalui (www.. Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio.idx. Secara matematis.53 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Laba Bersih Setelah Pajak x 100% ……….. debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (dengan satuan persentase): Total Utang x 100 % ……(6) Total Modal Sendiri Debt to Equity Ratio 3)Kebijakan Dividen (Z) Kebijakan dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.…(5) Modal Sendiri Re turn on Equity c) Leverage Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2006-2009 yang .

A dan Martono (2005) menyatakan bahwa dividend payout ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa perusahaan berupa dividen kas.co. Pada penarikan sampel dengan cara ini pandapat dan pengetahuan dari peneliti akan menjadi dasar pemilihan anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel.3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan–perusahaan pada sektor manufaktur yang telah terdaftar Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 dan membagikan dividen dari tahun 2006-2009 yaitu sebanyak 170 perusahaan sektor manufaktur.54 diperoleh melalui (www. sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Menurut Nata Wirawan (2002 : 115) Non Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu.idx. (2005 :148) dividend payout ratio adalah jumlah dividen relatif terhadap net income perusahaan atau earning per share. Menurut Harjito. Subyektivitas dari peneliti sangat berperan di dalam pemilihan sampel. Secara matematis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non random Sampling. Cara pengambilan sampel yang termasuk ke dalam . Menurut Keown et al. Dividen Payout Ratio dapat dinyatakan dengan rumus (dengan menggunakan persentase) : Dividen per Share x 100 % ……………………(7) Earning per Share Dividen Payout Ratio 4.id).

2) Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata. 2003 : 14). data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Jumlah dalam kriteria sebanyak 30 perusahaan dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek. Sampel tersebut adalah perusahaan-perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen selama periode penelitian 2006-2009. sehingga sampel yang dibentuk tersebut dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat populasi induknya. yaitu adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. 4. anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikan rupa.1 Jenis data Berdasarkan sifatnya. 1) Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau yang diangkakan (Sugiyono. 2003 : 14 ). Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur periode 2006-2009 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.4.4 Jenis Dan Sumber Data 4. kalimat. skema atau gambar ( Sugiyono.55 penarikan sampel yang bersifat tidak acak ini adalah penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). .

6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 20062009. Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai . tesis dan dokumen – dokumen yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory ( ICMD ) tahun 2006-2009. data melalui internet (www. tapi diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan. karya ilmiah berupa jurnal. yaitu data yang tidak langsung di dapat dari perusahaan.co.2 Sumber Data Berdasarkan sumbernya.idx. 4. data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya adalah data sekunder eksternal.56 4. 4. diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa.4. mencatat serta mempelajari uraian – uraian dari buku – buku.5 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non prilaku. Observasi non prilaku adalah metode pengumpulan data dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Dengan metode ini semua data diperoleh melalui pengumpulan data dengan cara mengamati.

...........(9) = Nilai perusahaan = Konstanta ................... 4...... Secara statistic F dan nilai statistik t....... perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)....Z + ei ........ Y= Y + b1X1+ b2Z+b3X1.......6.......................57 moderating variabel pada perusahaan sektor manufaktur di bursa efek Indonesia tahun 2006-2009 dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions).......... 2007).. Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya.......... Y= + b1X1 + ei ....(8) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)...... Data yang telah di kumpulkan akan di analisis menggunakan alat bantu analisis statistik yaitu : 1) Likuiditas a) Analisis regresi linier sederhana... Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima...... dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gujarati..1 Analisis Regresi Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen.................

..(13) ...........58 b1-b3 X1 Z X1Z ei 2) Leverage = Koefisien regresi = Likuiditas = Kebijakan dividen = Interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen = Error Term............................. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Profitabilitas a) Analisis regresi linier sederhana...................................................... Y= Y + b1X2+ b2Z+b3X2................................. yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian a) Analisis regresi linier sederhana............ Y= + b1X2 + ei ......... Y= + b1X3 + ei .(10) b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)...................Z + ei .............(12) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X2 Z X2Z ei 3) = Koefisien regresi = Leverage = Kebijakan dividen = Interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen = Error Term.........................

...........59 b)Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA)..Z + ei .X3) dan Kebijakan dividen (Z) merupakan variabel moderating oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel Kebijakan dividen (Z) terhadap hubungan Kinerja Keuangan (X) dan Nilai Perusahaan (Ŷ). 2006).......... Variabel perkalian antara Kinerja Keuangan (Likuiditas X1.......... Jogiyanto (2010) menyatakan pengujian terhadap efek moderasi dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut : .......... Y= Y + b1X3+ b2Z+b3X3... yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear di mana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali..(14) = Nilai perusahaan = Konstanta b1-b3 X3 Z X3Z ei = Koefisien regresi = Profitabilitas = Kebijakan dividen = Interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen = Error term....... Leverage X2 dan Profitabilitas .....

Nilai efek-efek utama dan efek moderasi (VI*VMO) jika mengalami peningkatan nilai R square dari efek utama. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak.05 ( Los = 5 %). peningkatan R square tidak signifikan karena tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) > 0. maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal (Ghozali. Pengujian dalam penelitian dengan melihat normal probability plot.05 ( Los = 5 %) dan dikatakan signifikan jika tingkat signifikansi b3 (VI*VMO) < 0. Arsintadiani dan Harsono (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil interaksi variabel independen (VI) dan variabel dependen (VD) dengan memasukkan variabel Moderating (VMO). b) efek moderasi juga dapat dilihat dari signifikansi koefisien b3 dari interaksi (VI*VMO). Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 2006) : 1) Uji normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. variabel independen. di mana pada . Sebelum model regresi.60 a) Efek Moderasi dilihat dari kenaikan R2 persamaan regresi yang berisi dengan efek-efek utama dan efek moderasi dari persamaan regresi yang hanya berisi dengan efek utama saja.

Jika tidak ada pola yang jelas. maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak). 2006 : 105). 2010). . Dasar pengambilan keputusannya adalah: a. 2) Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali.61 grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Jika ada pola tertentu. serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jika t-hitung < t-tabel. seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur ( bergelombang. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. melebar kemudian menyempit ). Adapun dasar analisisnya adalah sebagai berikut : a. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastis pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar scatterplot model tersebut. b. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) secara statistik yaitu sebagai berikut : Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.

maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikansi). berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.05 (α=5%). Jika t-hitung > t-tabel. . yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji t dapat juga dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0.62 b. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan).

63

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan dideskripsikan data masing-masing variabel pada tahun 2006-2009 yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing variabel; Tabel 5.1 Likuiditas (X1) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.80134 72.35497 45.92833 2967.507 Std. Dev iation 2.604522 85.777520 38.403287 4544.740488 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

Tabel 5.2 Leverage (X2) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1.80134 105.66651 45.92833 4929.462 Std. Dev iation 2.604522 174.967419 38.403287 7186.354016 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah, 2011

63

64

Tabel 5.3 Profitabilitas (X3) , Nilai Perusahaan (Y) dan Kebijakan Dividen (Z)
Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.80134 21.39542 45.92833 1154.091 Std. Dev iation 2.604522 17.667563 38.403287 1887.415571 N 120 120 120 120

Sumber : data yang diolah,2011

Berdasarkan statistik deskriptif yang tersaji pada Tabel 5.1, Tabel 5.2 menunjukkan nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q. (Rimba, 2010) rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental. Berdasarkan Tabel 5.1, 5.2, 5.3 nilai rata- rata 1.80 persen dengan nilai standar deviasi 2.60 persen yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean ). Tobins Q dengan nilai terendah sebesar -0.31 yaitu perusahaan PT Mustika Ratu tbk dan yang tertinggi 12.55 yaitu perusahaan Delta Djakarta tbk. Nilai rata-rata Tobins Q sebesar 1.80 persen menunjukkan bahwa efektivitas manajemen perusahaan penelitian dalam memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi sebesar 1.80 persen. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata likuiditas yang diukur dengan dengan Cash ratio sebesar 72.35 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 85.77 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Cash ratio dengan nilai terendah sebesar 1,27 persen

65

yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk dan nilai tertinggi sebesar 426.99 persen yaitu perusahaan Lion Metal Works tbk. Nilai rata-rata cash ratio sebesar 72.35 persen menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang yang harus dipenuhi dengan kas tersedia dalam perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata leverage yang diukur dengan dengan debt to equity ratio sebesar 105.66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 174.96 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Debt to equity ratio dengan nilai terendah sebesar 10.42 persen yaitu perusahaan Mustika Ratu tbk dan nilai tertinggi sebesar 1765.66 persen yaitu perusahaan Malindo Feedmil tbk. Nilai ratarata debt to equity ratio sebesar 105.66 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata profitabilitas yang diukur dengan dengan return on equity sebesar 21.39 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 17.66 persen, yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean). Return on equity dengan nilai terendah sebesar 1.81 persen yaitu perusahaan Trias Sentosa tbk dan nilai tertinggi sebesar 89.66 persen yaitu perusahaan Multi Bintang Indonesia tbk. Nilai rata-rata return on equity sebesar 21.39 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kebijakan dividen yang diukur dengan dengan dividend payout ratio sebesar 45.92

66 persen dengan nilai standar deviasi sebesar 38. 5. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 5. Uji asumsi klasik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi data yang ada dalam penelitian ini dan menentukan model analisis yang paling tepat digunakan.1.19 persen yaitu perusahaan Sepatu Bata tbk. Nilai rata-rata dividend payout ratio sebesar 45.2.13 persen yaitu perusahaan Tempo Scan Pacific tbk dan nilai tertinggi sebesar 299.1.1 Uji Normalitas Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. .40 persen. Divided payout ratio dengan nilai terendah sebesar 4. dependen dan moderasi terdistribusi secara normal atau tidak. 2007). variabel independen. Model dinyatakan cukup baik dan dapat dipakai unyuk memprediksi apabila sudah lolos dari serangkaian uji asumsi ekonometrik yang melandasinya. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.2 Uji Asumsi Klasik Suatu model dinyatakan baik untuk alat prediksi apabila mempunyai sifat-sifat best linear unbiased estimator (Gujarati. yang berarti variasi data sangat besar (lebih dari 30 persen dari mean).92 persen menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar proporsi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham.

4 0.0 0.1 Grafik Normal Plot Regresi likuiditas (X1). hal ini .67 Grafik 5.2 0.2 0.0 Expected Cum Prob 0.2 0.8 Expected Cum Prob 0.0 Observed Cum Prob Regresi Leverage (X2). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.8 1.2011 Menurut Ghozali (2006).4 0.0 0.6 0. pendeteksian normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik.8 1.4 0.6 0.2 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.4 0.8 Expected Cum Prob 0.8 0.0 0.6 0.0 0.0 0.0 Observed Cum Prob Observed Cum Prob Sumber : data yang diolah.0 0. Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3).8 1.4 0.2 0.0 0. yaitu jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.6 0.0 0.0 Dependent Variable: y 1.6 0.2 0.4 0.

1 telah terdistribusi secara normal.1. Grafik scatterplot ini dapat ditunjukkan pada Grafik 5.68 menunjukkan data yang telah terdistribusi normal.2006). Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. 5. Grafik 5. Ini menunjukkan bahwa data penelitian yang mencakup variabel likuiditas. profitabilitas. Karena berdasarkan Grafik 5. (Ghozali.2 berikut: .1 menunjukkan bahwa data (titik) menyebar di sekitar dan mendekati garis diagonal. kebijakan dividen dan nilai perusahaan telah menunjukkan distribusi data normal yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis.2 Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang homoskodesitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.2. leverage. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat ZPRED dengan residualnya SPRESID. maka dapat dilakukan pengujian asumsi klasik lainnya.

Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Scatterplot Scatterplot Dependent Variable: y 4 Dependent Variable: y Regression Standardized Residual Regression Standardized Residual 4 2 2 0 0 -2 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value Regression Standardized Predicted Value Regresi Leverage (X2).69 Grafik 5.2 Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Regresi likuiditas (X1).2011 . Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Regresi Profitabilitas (X3). Nilai perusahaan (Y) dan Kebijakan dividen (Z) Sumber : data yang diolah.

B Error Beta 2.1. 0.2 menjelaskan bahwa data sampel tersebar baik berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.2011 .000 0.035 0.020 0. Hasil analisis regresi dapat di lihat pada Tabel berikut : Tabel 5.304 Sumber : data yang diolah. Hal ini menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.163 0.676 1.003 0.000 0. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model1a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.261 Model 1 (Constant) x1 z x1z regression-model1b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.148 t 2.004 -0. B Error Beta 0.70 Grafik 5.517 -1.301 0.256 2. 5.005 0.4 Hasil analisis Regresi Likuiditas (x1).969 0.009 0.212 0.103 1 Model (Constant) x1 t 6.311 -0.454 -0.008 0.032 Sig.028 0.129 Sig.003 -0.000 0.3 Analisis regresi Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai pemoderasi secara parsial.137 -1. 0.

2011 Tabel 5.273 2.000 0.785 0.647 Model 1 (Constant) x2 z x2z regression-model2b (moderasi) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.086 1. B Error Beta 1. nilai perusahaan (y) dan kebijakan dividen(z) regression-model3a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.009 0.047 0.2011 .447 0.000 0.000 Model 1 (Constant) x3 z x3z t -0.314 0.030 0.010 0.71 Tabel 5.5 Hasil analisis Regresi Leverage (x2).041 1.000 -0.6 Hasil analisis Regresi Profitabilitas (x3).160 Sig. Error Beta 0.695 -0.460 Sig.000 0.043 0.057 2.001 0.032 0.003 0.280 0.554 0.223 0. 0.228 7. 0.072 0.140 0.226 0.063 0.448 0.510 Sig.322 0.004 0. Error Coefficients -0.001 0.081 0.000 0.249 Sumber : data yang diolah.820 0.611 Sumber : data yang diolah.240 Model 1 (Constant) x3 t 0.550 0.955 0.042 Model 1 (Constant) x2 t 6.011 0.135 t 1. nilai perusahaan (z) dan kebijakan dividen regression-model2a (parsial) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std.548 regression-model3b (moderasi) Unstandardized Coefficients Standardized B Std.980 -0.868 0. 0. 0.124 Sig.279 -0.023 0. B Error Beta 0.001 -0.010 0.

020Z+0. Ŷ = 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) Analisis regresi linier sederhana. Ŷ = 2.001X2+ 0.028 – 0.5 tersebut.010Z+0.4 tersebut. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 2) Leverage (X2) a) Analisis regresi linier sederhana.969 – 0. Ŷ = 0.6 tersebut.868 -0. Ŷ = 0.550 + 0. Ŷ = 1.030Z+0.Z Berdasarkan Tabel 5.550 + 0. maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : 3) Profitabilitas (X3) a) Analisis regresi linier sederhana.72 Berdasarkan Tabel 5.Z Berdasarkan Tabel 5.001X2 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA). Ŷ = -0.005X1 + 0.047X3+ 0.Z .000X3.003X1 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).000X1.000X2.081X3 b) Model Persamaan Moderated Regression Analysis (MRA).032 + 0.

261 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. b) H2: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap likuiditas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.73 5.304 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Hasil dari output SPSS dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Likuiditas (X1) a) H1 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.4 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05). yang berarti likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. 2010).05 (α=5%) maka H0 diterima (0. 2) Leverage (X2) a) H3: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan .1.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.5 Uji t ( Uji Signifikansi Parameter Individual) Uji statistik t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Kusumadilaga.304>0.05).261>0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.

000 dan nilai signifikansi lebih kecil dari Los (level of significance) 0.05).611 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.611>0.74 Pengujian hipotesis pengaruh variabel leverage terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5.5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. b) H4: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap leverage dan nilai perusahaan pada Tabel 5.000<0.05). b) H6: Kebijakan dividen mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. yang berarti leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.05 (α=5%) maka H0 ditolak (0.05 (α=5%) maka H0 diterima (0.05). yang berarti profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. 3) Profitabilitas (X3) a) H5 : Profitabilitas perusahaan Pengujian hipotesis pengaruh variabel Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Tabel 5. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai .5 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0.647 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0.647>0. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

Semakin tinggi likuiditas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan rendah.249>0. 5. Hasil penelitian terhadap masing-masing variabel dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. diperoleh bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dilihat menggunakan indikator likuiditas dan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. yang berarti kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.75 Pengujian hipotesis pengaruh variabel moderasi kebijakan dividen terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan pada Tabel 5.249 dan nilai signifikansi lebih besar dari Los (level of significance) 0. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hanya profitabilitas yang mampu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.6 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. Likuiditas secara parsial hasil .2 Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan. Likuiditas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan.05 (α=5%) maka H0 diterima (0. Penggunaan kebijakan dividen sebagai pemoderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas.05).

dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan . investasi. Semakin kecil kepemilikan kas yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan karena dengan adanya nilai kas yang berlebihan atau kepemilikan kas yang tinggi pada cenderung membuat penurunan akuisisi dan merger (Harford. 2010). Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang menyatakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. atau arus kas pembiayaan dalam siklus perusahaan maturity. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). para pemakai informasi perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.76 dalam penelitian ini menemukan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Proses pengambilan keputusan ekonomi. Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Ervin (1998) yang menemukan laba lebih relevan daripada operasi. 1999 dalam Susanti.

Leverage yang parsial dalam hasil penelitian ini menemukan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan rendah dan semakin rendah leverage maka nilai perusahaan tinggi. 2) Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. Leverage dalam teori berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. karena dalam pasar modal indonesia pergerakan harga saham dan penciptaan nilai tambah perusahaan disebabkan faktor psikologis pasar. karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Berbeda dengan teori yang mengatakan leverage yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa klaim pihak lain relatif lebih besar ketimbang asset yang tersedia untuk menutupnya. meningkatkan resiko bahwa klaim kreditor kemungkinan tidak akan tertutup secara penuh bilamana terjadi likuidasi. maka semakin sedikit kewajiban perusahaan dimasa yang akan datang dan baik secara langsung maupun tidak .77 terhadap nilai perusahaan. Ini mengindikasikan semakin tinggi atau rendah hutang yang dimiliki sebuah perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penggunaan hutang harus hati-hati oleh pihak manajemen. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Semakin rendah rasionya.

Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan . 3) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Susilo (2009) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan perbankan. 2010). dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan tinggi dan semakin rendah profitabilitas maka nilai perusahaan rendah. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas secara parsial dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Lestroyini (2010) dan Jhojor (2009). Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Fitriyanti (2009) yang menemukan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Profitabilitas dalam teori berhubungan positif dengan nilai perusahaan.78 langsung berdampak terhadap harga saham (Hartini. Semakin baik perusahaan membayar return terhadap pemegang saham akan meningkatkan nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009).

sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. kebijakan dividen dan nilai perusahaan bersamaan. Implikasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengukur variabel tersebut secara time-lag yang berarti nilai perusahaan tahun t dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan kebijakan dividen tahun t-1. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Masuknya kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Dalam kenyataannya investor bereaksi setelah mengetahui kinerja keuangan perusahaan. . 5. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan.79 operasinya. kemungkinan disebabkan karena periode waktu pengukuran variabel kinerja keuangan.3 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini kebijakan dividen tidak mampu memoderasi nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erlangga (2009). Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah.

Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak terlalu dipertimbangkan oleh pihak eksternal perusahaan dalam melakukan penilaian sebuah perusahaan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham sebuah perusahaan. 2) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. karena investor lebih melihat bagaimana pihak manajemen perusahaan mengunakan dana tersebut dengan efektif dan efisien untuk mencapai nilai tambah bagi nilai perusahaan. Besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan tidak terlalu diperhatikan oleh investor.1 Simpulan 1) Likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan 80 .80 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6. 3) Leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat likuiditas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat likuiditas rendah. 4) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.

2 Saran 1) Berdasarkan simpulan penelitian maka pengaruh variabel likuiditas dan leverage tidak signifikan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. 6) Kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas tinggi dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah. sehingga dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaannya yang tercermin pada harga sahamnya. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. . 6. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur perlu memperhatikan likuiditas dan leverage agar memiliki fleksibilitas keuangan dalam mencapai nilai perusaahaan yang baik bagi pihak eksternal perusahaan.81 dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi. Variabel profitabilitas perlu mendapat perhatian baik bagi investor maupun calon investor untuk menilai sebuah perusahaan. 5) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hati-hati dalam penggunaan hutang bagi manajemen.82 2) Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan time lag pada variabel kinerja keuangan dan kebijakan dividen. . karena semakin besar hutang akan menurunkan nilai perusahaan.

15 – 16 September 2005. Stake holder Theory.unikom. Desember 2002: 113-122.com/abstract=220671) Christiani. Arsintadiani. ISSN 1450-2887 Issue 15 (2008). Intermediate Accounting. To Pay or Not to Pay: Using Emerging Panel Data to Identify Factors Influencing Corporate Dividend Payout Decisions. Lisa. Hubungan kebijakan dividen terhadap Nilai Perusahaan pada PT. Baridwan. Apriani. Jakarta : Salemba Empat. Pengaruh Profitabilitas. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan dan Kinerja Saham Sebelum dan Sesudah Seasoned Equity Offerings Pada perusahaan Manufaktur di BEI. Pengaruh tingkat LMX terhadap penilaian kinerja dan kepuasan kerja dengan kesamaan gender dan locus of control sebagai variabel moderator. S.Explaining Dividend (http://www. International Research Journal of Finance and Economics. D dan Harsono.(http://elib. 2006. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. 2005. SNA VIII Solo. Jurnal Perspektif.Edisi Cahyati. 2008. C. solveabilitas dan likuiditas terhadap harga saham sektor properti.(http://ssrn. Dasar-dasar Kesepuluh. Penerbit BPFE Yogyakarta. Nomor 2.Bandung.(online). Z. Michael. 2004. M. Cucu. . (2002). Brigham and Houston. Tesis. Al-Kuwari. 2010. 2010. Tesis. (online). 2006. Bebezuk. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Kenaikan/Penurunan Dividen. and the Corporate Objective Function. Determinants of Dividend Payout Ratios-A Study of Indian Information Technology Sector. 2010. Manajemen Keuangan. Duha.(online).ac. Devi. ISSN 14502887 Issue 42 (2010).id/gdl.org ) Policies in Argentina. Anggia Prayitmo. 2004. Value Maximization. 2008. International Research Journal of Finance and Economics.83 DAFTAR PUSTAKA Anil dan Kapoor.php?mod=brows e&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-cucucahyat-3327). Volume 7. Edisi 8.Telkom.academicjournal. Program Magister Manajemen UNUD. Jensen.

Ervin L. Black Sr . (2007). Program Pascasarjana. Skripsi. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan CSR. and Firm Value. Arus Kas Bersih.2010. Gitosudarmo. Jakarta : PT.(http://ssrn. 10thedition. 2003. Edisi ke 4. Dan Der Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei. Addison Wesley. Financing Decisions. Manajemen Keuangan.Raja Grafindo Persada. Anthony . (online). Universitas Muhammadiyah Surakarta. A dan Martono.ums. Manajemen Keuangan. al . Universitas Sumatera utara : program studi akuntansi. Good Corporate Governance. Indriyo dan Basri. 2008.Which is More Value-Relevant: Earnings or Cash Flows?. et.id/3020/) Flint. S.(http://repository. Enggar.84 Erlina.eprints. Edisi Keempat. Yogyakarta.Universitas Sumatera Utara. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Volume 4 number 2 .com/abstract=118089). Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. 2009. Yogyakarta: BFE Gujarati. (online). Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Erlangga. 2005.cfm?abstract_id=1871). Fakultas Ekonomi Manajemen.ac. (http://papers. Analisis Pengaruh Roa. Hartini. Hayu. J. 2009. dan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Pemoderasi. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Yogyakarta. Principles of Mangerial Finance. Eugene and Kenneth.ac. Imam. Taxes. Leverage Ratio Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Damodar. Harjito. (http://etd.com/sol3/papers.. 1998. 2004. International Journal of Business an Finance Research. Ghozali. Harahap. . Dasar-dasar ekonometrika. Edisi Ketiga. N. 2009. Sri. Fitriyanti. 2006.2010.(online). Manajemen Keuangan. Predicting Future Earnings Growth: A Test Of The Dividen Payout Ratio In The Australian Market. (online). 2002. Roe.usu. Lawrance.ssrn.id/handle/123456789/20595). Jakarta : Erlangga. S. 2010. Gitman. Pengaruh Dividen Kas.

Yogyakarta : UPP AMP YKPN Horne. Tesis. 2010. 2005. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Simposium Nasional akuntansi IV. (Online). Jakarta Barat: PT indeks kelompok Gramedia. Harmoni. Tesis. Erick. Keown et al. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dividen Payout Ratio perusahaan Manufaktur di BEI 2005-2007. Rimba. Fakultas Ekonomi Muhammadyah Surakarti. (online). Technique of Financial Analysis. Pengaruh Kebijakan Dividen. Jannah. 2002. Skripsi.id/handle/123456789/9599).Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. 2006. 2008. Jogiyanto.85 Hartoyo. Suad. Husnan. (http://repository. Iin Hastuti. A Guide to Value Creation. Fakultas Ekonomi Diponegoro Semarang. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. (http://repository. . Metodologi Penelitian Bisnis :salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Yogyakarta: BPFE. Barasa. Manajemen Keuangan (prinsip-prinsip dan aplikasi). Fakultas Ekonomi Akuntansi. A. Universitas Sumatera Utara. 2005. 2009. Hasugian. Kusumadilaga. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi Ketiga. Program Pascasarjana USU. Hotbin. Volume Perdagangan Saham dan Leverage Perusahaan terhadap Harga Saham Setelah Ex Dividend Day Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. H. 2010. Miftachul. 2000. V.M. Eka P. Analisis kinerja Perusahaan yang melakukan Right Issue di Indonesia.id/handle/123456789/8877). International Edition. Jhojor Triwati N. 2009. Fakultas Ekonomi. 2008.usu. E.ac. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi Kelima. Analisis Pengaruh Variabel Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI. S dan Pudjiastuti. Husnan.usu. Hellfert. Edisi Pertama. Mc Graw-Hill. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.ac.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Dividen payout Ratio Pada perusahaan yang sahamnya Aktif di Bursa Efek Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 1999. Nata Wirawan. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.vol 4. 2010. Napa J. Manajemen Keuangan : Pendekatan Sistematis.(online). Umi.”Analisis Pengaruh Cash Position. Does Corporate Governance Predict Firms Market Value? Evidence from Korea. 2008. 17-24 Nugroho. Simposium Nasional Akuntansi XI Nurmala. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Jurnal riset akuntansi. 2006.(Online).usu. Ina. Lestari. Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. 2008.. Universitas Gunadarma. Anggraeni Ayu. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Perusahaan-perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta.ums.Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas.ac. 2004. no 1 februari 2008 hal 32-47. 2002. Murtini.(http://ssrn. Tesis. cara mudah memahami Inferensia). Departemen Pengajar FE USU.2.1 Juli-September.eprints.id/2305/). Universitas Sumatera Utara.Edisi kedua. (Online). Mandiri Vol.ac. Fakultas Ekonomi Akuntansi. 2009. 2008. Awat. L dan Danica.id/handle/123456789/20416). Statistik 2 (Statistik Nurlela dan Islahuddin. Pengaruh Variabel-variabel Keuangan Terhadap Harga Pasar Saham Setelah Initial Public Offering (ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periodesasi 2000-2005 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Debt to Equity Ratio dan Retutn on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”. Denpasar : Keraras Emas. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Setya. (http://etd. p. 2009.com/abstract=311275). (http://repository. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Peusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. Lestyorini. 2008. Nova H. Fakultas Ekonomi Akuntansi.86 Kim. Marlina. Rotua. Jurnal Manajemen bisnis vol. C. . Woochan et al.9 No.

Universitas Sumatera Utara. Raharjo. Ponco Satriyo. Yogyakarta: BPFE. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Empirical Evidence on Corporate Governance in Europe. Juni 2006: 73-89. S. . Rika. Semarang. Susilo. The Impact of Dividend Policy on Shareholders’ Wealth. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Perubahan Struktur Modal Dan Dividen Pay Out Ratio Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Lembaga Keuangan Di Bursa Efek Indonesia. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Fordema Volume 6 Nomor 1. 2001. Universitas Widyatama. Pengaruh Profitabilitas. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. Jakarta : PT. dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Sektor Properti di Bursa Efek Jakarta Tahun 20012006. (http://ssrn. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Sawir. (http://repository. ISSN 1450-2887 Issue 20 (2008).K.ac. Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia. 2008. The Journal of Finance. Rob Bauer et al. Saxena. 2004. Anggia. Sembiring. 2009. Analisa Penfaruh Kinerja keuangan Terhadap Return Saham pada Perusaahn LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi Akuntansi. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi Keempat. Prayitno. Susanti. (online). 2006.87 Pinuji.com/abstract=444543). Riyanto. Skripsi. 2005. International Research Journal of Finance and Economics. Skripsi. 2008. 2005. Agnes . 2010.usu. Gramedia Pustaka Utama. Solvabilitas. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Azhagiah. 2003. 1999. Bambang. R dan Priya N. Firm Value and Performance. Skripsi. Determinant of Dividend Policy: Regulated Versus Unregulated Firms. Daniel Sehate. Skripsi. (online ) . The Effect on Stock Returns. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20052007. Program Magister Manajemen Universitas Udayana.id/handle/123456789/18430). A. Sunariyah. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010. Rosyadi. 2010.

Universitas Muhammadiyah Surakarta.( http://etd.Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2009.eprints. Program Magister Manajemen Univesitas Diponegoro Semarang tidak dipublikasikan. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebijakanan Deviden (Perbandingan Pada Perusahaan PMA dan PMDN yang go publik di Bursa Efek Jakarta). Sudjaja. (online). Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.ac. Universtias Sumatera Utara fakultas Ekonomi Medan. Ekonomi Majerial.eprints.(online). Winardi. Elisa. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Medan. 2007. Skripsi.88 Sujasno. Citra Noveli. 2001. Ni Wayan dan Wirakusuma. Manajemen Keuangan : Jilid 2. Jakarta : Binarupa Aksara. Bandung : CV Alfabeta. 2009. S dan Berlian. Tesis. Skripsi. Fred.ac. Jakarta : Literata Lintas Media. Sheila Ramadhani. Manajemen Keuangan. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham (studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007).id/5251/).ums.id/5310/) Sugiyono. Wardani. 2001. 2004. Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia. Inge. Susilo. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. 2010. Fakultas Ekonomi Manajemen. 1997. . Universitas Sumatera Utara. Yuniasih. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI. Fakultas Ekonomi Akuntansi. J dan Thomas. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai perusahaan dengan pengungkapan Corpotare Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai variable moderasi. (http://etd. Made Gede. E Copeland. Sitepu.ums. Bandung : Mandar Maju. 2010. Siregar. Weston. Universitas Udayana. Agus.

25 36.00 19.38 39.31 41.53 55.33 12.58 40.69 50.19 17.85 38.27 100.86 9.97 72.16 54.19 71.42 14.84 20.97 31.08 25.co.29 4.90 31.73 27.63 53.00 49.06 22.99 48.16 31.34 30.11 99.92 35.32 65.87 17.28 18.85 39.00 39.51 47.idx.01 28.42 40.01 2009 60.11 124.49 52.17 33.00 20.60 42.73 157.89 Lampiran 1 Perkembangan Dividend Payout Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) Dividen Payout Ratio (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk 2006 20.32 66.70 30.80 6.25 48.42 7.08 79.81 40.17 25.42 34.12 90.96 6.11 2008 40.73 44.63 50.39 8.26 8.70 53.09 47.id .10 33.37 33.73 93.05 38.92 75.00 34.63 54.38 30.03 14.03 27.95 97.73 52.66 49.58 39.81 12.63 59.61 15.84 40.35 42.76 Sumber : www.90 43.00 31.75 6.97 32.85 2007 5.94 47.65 95.13 5.24 18.87 38.00 25.60 15.40 31.92 299.56 32.51 116.29 29.49 31.34 24.39 50.01 10.83 39.20 12.63 29.80 25.00 30.99 108.26 78.87 33.50 11.20 62.47 120.39 99.21 142.03 17.09 74.63 105.

92 99.27 342.91 4.14 173.96 10.30 15.13 70.01 15.co.10 148.66 296.79 36.13 119.81 4.90 Lampiran 2 Perkembangan Cash Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Cash ratio(%) 2007 2008 48.27 12.48 64.85 38.61 5.86 208.40 36.93 25.34 12.99 16.96 43.68 12.73 42.56 220.42 29.83 28.23 2006 30.44 23.16 29.08 207.65 138.79 44.52 40.34 286.18 20.30 22.23 3.id .99 60.35 426.94 35.26 40.01 2.05 99.52 119.78 147.14 3.55 14.35 229.84 38.44 60.04 31.92 100.54 225.85 185.42 16.12 161.49 40.49 2.40 148.32 11.65 1.43 49.46 195.30 2.20 179.47 40.20 50.73 201.51 26.94 10.79 10.49 3.35 32.56 45.35 23.89 5.71 186.51 28.96 254.99 49.71 2009 78.45 24.00 4.05 62.00 230.79 8.09 93.29 131.36 8.61 310.29 32.37 19.69 5.04 39.34 74.93 105.43 2.21 4.09 187.10 45.57 107.73 3.32 Sumber : www.68 158.06 5.53 35.97 6.91 7.67 57.45 14.53 38.idx.59 17.27 15.92 50.85 11.83 9.91 28.71 12.

91

Lampiran 3 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Debt to Equity Ratio(%) 2007 2008 48.41 44.89 98.86 152.66 116.87 121.41 28.69 33.54 69.33 55.12 94.43 100.44 262.10 311.05 44.30 32.53 51.72 48.11 52.75 38.00 33.11 37.11 115.55 63.57 27.23 25.81 168.94 1765.66 214.46 173.49 13.03 16.85 129.06 206.86 55.45 67.33 59.88 47.15 65.65 62.65 27.09 30.10 33.92 25.49 267.34 215.42 82.64 95.03 290.67 249.72 26.39 29.34 43.30 37.37 118.01 108.11 98.04 109.60 125.87 104.61

2006 57.22 97.61 140.77 31.48 65.05 120.71 213.42 59.10 61.00 44.17 36.08 85.58 25.32 98.77 207.55 10.42 119.63 65.55 42.79 53.13 34.83 58.13 114.97 72.17 324.11 23.03 58.61 107.12 94.97 143.80

2009 39.34 116.77 100.28 27.25 48.35 87.72 245.06 24.08 22.90 29.31 39.25 83.35 19.13 634.71 208.60 15.55 167.02 58.14 38.27 80.00 25.82 14.19 176.98 77.59 60.66 34.03 21.06 67.87 101.99 75.51

Sumber : www.idx.co.id

92

Lampiran 4 Perkembangan Debt to Equity Ratio Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam persen)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Return On Equity(%) 2007 2008 20.12 21.34 22.95 18.77 24.18 27.78 10.32 16.11 10.22 12.12 44.94 48.40 13.76 12.17 14.20 20.53 4.38 9.50 8.13 3.84 20.84 19.30 20.39 24.37 14.89 18.81 15.00 9.12 42.68 64.59 3.98 7.34 19.96 14.92 4.62 3.34 16.65 57.69 16.66 16.75 26.79 31.27 17.60 19.26 15.45 3.15 21.34 26.21 22.17 23.92 13.16 14.34 32.88 43.94 1.81 5.59 72.98 77.64 26.04 23.90

2006 15.13 18.77 16.59 9.88 7.66 62.00 13.41 9.83 2.20 5.63 22.59 11.36 13.78 27.51 37.08 3.45 18.43 2.71 10.61 14.67 23.56 11.89 16.60 7.77 3.30 14.03 33.06 2.66 72.69 20.25

2009 23.94 12.77 25.17 21.43 18.88 40.67 20.44 25.72 7.34 11.94 21.55 6.04 14.76 62.89 89.66 6.64 8.82 3.57 17.58 26.69 32.62 5.84 4.92 23.41 22.85 14.94 49.82 12.57 82.21 27.58

Sumber : www.idx.co.id

93

Lampiran 5 Perkembangan Tobins q Pada perusahaan Manudaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009 (dalam satuan)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Graphia Tbk PT Astra Internasional Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Gudang Garam Tbk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT Indofood Sukses makmur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Lionmesh Prima Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Malindo Feedmil Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Radiant Utama Interinsco TBK PT Rig tenders Indonesia Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Semen Gresik Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Sucaco Tbk PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Tempo Scan Pacific Tbk PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unilever Indonesia Tbk PT United Tractors Tbk Tobins Q 2007 2008 0.73 0.68 1.33 0.51 1.95 0.69 (0.03) 0.03 1.65 0.55 2.90 2.55 1.20 0.66 3.20 1.57 0.45 0.43 0.13 (0.16) 2.25 0.50 2.84 4.66 0.19 0.33 0.84 0.82 2.28 1.29 (0.08) (0.31) 0.56 0.53 0.63 0.35 0.92 0.80 7.86 10.55 3.62 2.05 0.28 (0.14) 0.40 0.55 1.47 0.96 0.79 0.50 0.90 0.32 0.22 1.08 0.52 0.50 9.81 9.39 2.97 0.82

2006 0.81 0.73 1.44 0.22 1.15 3.83 1.17 2.49 0.57 0.08 2.15 3.19 0.29 0.95 2.37 (0.03) (0.01) 0.79 0.73 1.17 2.71 0.32 0.50 0.61 0.62 1.32 1.95 0.52 10.97 1.91

2009 0.88 1.14 1.70 12.55 1.75 2.95 1.25 3.69 0.34 0.00 1.81 2.79 (0.06) 0.73 4.73 (0.05) 0.24 0.52 1.19 12.01 3.14 0.47 0.42 1.34 1.47 0.72 2.91 0.49 11.47 2.21

Sumber : www.idx.co.id

000 -.103 . F Change .94 Lampiran 6 Output regresi Likuiditas (X1). Dependent Variable: y . Error of the Estimate 2. x1 b.131 120 120 x1 -. b.Model 1a Des criptive Statistics y x1 Mean 1.601532 R Square Change . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .103 1. Predictors: (Constant).261 DurbinWatson 2. Dev iation 2.35497 Std. (1-tailed) N y x1 y x1 y x1 y 1.274 df1 1 df2 118 Sig.011 Adjusted R Square . All requested variables entered.80134 72.011 F Change 1. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression . Method Enter a.000 .604522 85.002 Std.023 a. 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1a Variables Remov ed .777520 N 120 120 Cor relations Pearson Correlation Sig.103 a . .131 .

000 Std.000 1.158 Varianc e Proportions (Cons tant) x1 .412 2. Residual -.02440 Residual -1.103 t 6.311 -. Deviation .000000 .241 df 1 118 119 Mean Square 8.82 a.80134 .003 .000 a.590578 1.645 .009 .620 798.620 6.996 N 120 120 120 120 .517 -1.274 Sig.646 . Dependent Variable: y a Coefficients Model 1 (Constant) x1 Unstandardized Coefficients B Std.18 .401 a.18 .000 7. Dependent Variable: y Mean 1.134 .103 -.000 1.82 .003 Standardized Coefficients Beta -. .450176 Std.95 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 8.996469 11.767 4.028 .768 F 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1.103 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value . Dependent Variable: y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x1 x1 x1 1.002 -.73E-006 a. Error 2.621 807. x1 b.000 .000 2.269144 2.829 Std. Predictors: (Constant).68861 2.103 Part -.261 -. Predicted Value -4. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .129 95% Confidence Interval for B Correlations Sig.000 .354 Condition Index 1.261 a Regression Residual Total a.

0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 5 Regression Standardized Residual 4 3 2 1 0 -1 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value .4 0.0 0.96 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -1.4 0.2 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.0 0.8 1.8 Expected Cum Prob 0. Dev. = 0.0 0.6 0.6 0.78E-16 Std.

118 .000 .625 . Method Enter a.35497 45. z. Dependent Variable: y .131 .109 1. xa1 Variables Remov ed . .97 Regression .000 120 120 120 120 z .159 F Change 7. Predictors: (Constant).177 .103 1.000 . Dev iation 2.384 .000 DurbinWatson 2.026 120 120 120 120 x1 -. Error of the Estimate 2. 120 120 120 120 Sig.109 .403287 4544.026 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statistics Model 1 R R Square .137 Std.177 .398 a .777520 38.604522 85.436 .000 -.625 .Model 1b Des criptive Statistics y x1 z x1z Mean 1.159 Adjusted R Square .436 1. x1z. .299 df1 3 df2 116 Sig. x1 b.000 120 120 120 120 x1z .92833 2967.131 .000 . All requested variables entered.507 Std.058 a.384 -. b. .103 .419501 R Square Change .80134 72.000 -. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x1z.118 .000 . z.740488 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x1 z x1z y x1 z x1z y x1 z x1z y 1. F Change .000 .000 .

Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x1z z x1 x1z z x1 x1z 1. Dependent Variable: y Max imum 8.13 .000 .000000 .032 Sig.388808 1.4E-007 z -.68 a. Residual -2.037849 2. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.543 1.107 .626 .80134 .000 -.000 .095 Part -.116 .08 . Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.02 .009 .56E-005 a.241 df 3 116 119 Mean Square 42.241 .908 .736 Mean 1.384 .000 Standardized Coefficients Beta -.163 .000 a Regression Residual Total a.752 6.005 .838 a.04968 Residual -7.000 .06 .382 .969 . .430 .212 .676 1.083 Condition Index 1.02 .103 -.05 .036 .000 . Predicted Value -1. Deviation 1.035 .71 Varianc e Proportions x1 z .1E-007 -2.02156 9.98 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 128.10 .040210 5.148 t 2.24 .543 -4.726 5.020 .49E-005 .000 Std.155 2.572 .77 x1z .64E-005 x1 -.760 5.15 .784 Std.02 .64E-005 1.02 .003 -.4E-007 1.752 .987 N 120 120 120 120 .854 F 7.177 .062 807.008 x1z 8.867 -.071 1.327 1.993 3.83E-005 1.649 -.256 2.137 -1.1E-007 5. x1 b.100474 Std. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value -.76E-009 -4. z . Predictors: (Constant). Error (Constant) .004 z .904 (Cons tant) .299 Sig.013 .73 .749 2.088 Collinearity Statistics Tolerance VIF .935 a. .000 2.228 .649 1.454 x1 -.304 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 -2.179 679.005 . x1z.301 .21 .000 .352 2.

4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value .6 0.2 0.2 0.0 0.987 N = 120 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.6 0.0 0.26E-16 Std.4 0.8 Expected Cum Prob 0.99 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -3. = 0.8 1.0 0. Dev.

100

Lampiran 7 Output regresi Leverage (X2), Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y)

Regression-Model 2a
Des criptive Statistics y x2 Mean 1.80134 105.66651 Std. Dev iation 2.604522 174.967419
Cor relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N y x2 y x2 y x2 y 1.000 -.042 . .323 120 120 x2 -.042 1.000 .323 . 120 120

N 120 120

Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x2a Variables Remov ed . Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: y
b Model Sum m ary

Change Statis tics Model 1 R .042 a R Square .002 Adjusted R Square -.007 Std. Error of the Estimate 2.613197 R Square Change .002 F Change .211 df 1 1 df 2 118 Sig. F Change .647 DurbinWats on 2.014

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 1.443 805.798 807.241 df 1 118 119 Mean Square 1.443 6.829 F .211 Sig. .647 a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), x2 b. Dependent Variable: y

101

a Coe fficients

Model 1

(Constant) x2

Unstandardized Coefficients B Std. Error 1.868 .279 -.001 .001

Standardized Coefficients Beta -.042

t 6.695 -.460

95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .000 1.315 2.420 .647 -.003 .002 -.042 -.042

Part -.042

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.000 1.000

a. Dependent Variable: y

a Coefficie nt Cor relations

Model 1

Correlations Covarianc es

x2 x2

x2 1.000 1.87E-006

a. Dependent Variable: y
a Colline arity Diagnostics

Model 1

Dimension 1 2

Eigenvalue 1.519 .481

Condition Index 1.000 1.776

Varianc e Proportions (Cons tant) x2 .24 .24 .76 .76

a. Dependent Variable: y
a Res iduals Statistics

Minimum Max imum Predicted Value .75677 1.86128 Residual -2.169573 10.698245 Std. Predicted Value -9.487 .544 Std. Residual -.830 4.094 a. Dependent Variable: y

Mean 1.80134 .000000 .000 .000

Std. Deviation .110100 2.602194 1.000 .996

N 120 120 120 120

102

Charts

Histogram

Dependent Variable: y

50

40

Frequency

30

20

10 Mean = -1.99E-16 Std. Dev. = 0.996 N = 120 -1 0 1 2 3 4 5

0

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: y
1.0

0.8

Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: y
5

Regression Standardized Residual

4

3

2

1

0

-1 -10 -8 -6 -4 -2 0 2

Regression Standardized Predicted Value

967419 38.103 Regression .078 120 120 120 120 x2 -.604522 174.129 Std. x2z.451 . x2 b. .000 . .323 .000 . F Change . .011 1.Model 2b Des criptive Statistics y x2 z x2z Mean 1. x2z.476 1.130 .000 .823 .105 807.042 . Predictors: (Constant).151 F Change 6.130 .92833 4929. Error of the Estimate 2.000 a Regression Residual Total a.823 .476 .000 120 120 120 120 x2z . Predictors: (Constant).000 120 120 120 120 z . z .000 . 120 120 120 120 Sig. Dev iation 2.712 5. (1-tailed) N ANOVAb Model 1 Sum of Squares 122.354016 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x2 z x2z y x2 z x2z y x2 z x2z y 1.000 .906 F 6.451 .462 Std.893 df 1 3 df 2 116 Sig.136 685.080 a.000 -. Dependent Variable: y .430242 R Square Change .042 1.151 Adjusted R Square .078 .80134 105.66651 45. z .000 DurbinWats on 2.384 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R .323 .011 . .389 a R Square .403287 7186.384 . x 2 b.241 df 3 116 119 Mean Square 40.893 Sig.000 .000 .

047 Part .010 -4.025 .000 .01 .980 -.008 -.267 .15E-009 -8.05 .03 .000 . Predicted Value -1.809252 6.822 -.625 Mean 1.02 .023 .1E-007 2.41676 Residual -7.01 .000 .9E-005 .362 3.822 1.52 Varianc e Proportions x2 z .07 .003 .13 .130 -.930 . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 2.80134 .05 .223 . Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x2z z x2 x2z z x2 x2z 1.39 .132 9.104 a Coe fficients Model 1 (Constant) x2 z x2z Unstandardized Coefficients B Std.785 .04 .987 N 120 120 120 120 .447 -.01 .457 (Cons tant) .000 .000 Std.754 .135 t 1.004 .19E-005 a.010 .063 . Error . Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value .550 .273 2.448 .033 Condition Index 1.80378 8.030 .338 1.437 -.105 7.91 .226 .912 3.000 Standardized Coefficients Beta . Dependent Variable: y Max imum 8.68E-005 x2 -.81 x2z .001 .1E-007 z -.522 a.044 Collinearity Statistics Tolerance VIF .297 .050 .761 1.000 2.013090 2.042 .006 . .68E-005 1.0E-007 . Deviation 1.367 Std.611 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -.000 -.384 .325 .000 -3.000 1.077 9.94 a.01 .255 -.916 .136 .761 -8.399413 1.0E-007 -3.510 Sig.930 9.966 3. Residual -3.000000 .244 a.000 .882694 Std.

2 0.6 0. = 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y 4 Regression Standardized Residual 2 0 -2 -4 -2 0 2 4 6 8 Regression Standardized Predicted Value .4 0.6 0.8 Expected Cum Prob 0.105 Charts Histogram Dependent Variable: y 50 40 Frequency 30 20 10 Mean = -2.0 0. Dev.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.0 0.4 0.0 0.98E-16 Std.8 1.2 0.

Dev iation 2.548 .241 df 1 118 119 Mean Square 242.548 1.80134 21.748 df 1 1 df 2 118 Sig.784 F 50. (1-tailed) N y x3 y x3 y x3 y 1. .187168 R Square Change . All requested variables entered. .39542 Std.000 .000 .301 Adjusted R Square .301 F Change 50. F Change . Predictors: (Constant).295 Std.000 .000 DurbinWats on 2.748 Sig. Method Enter a. Dependent Variable: y ANOVAb Model 1 Sum of Squares 242.763 564. Error of the Estimate 2. 120 120 N 120 120 Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3a Variables Remov ed .763 4.106 Lampiran 8 Output regresi Profitabilitas (X3).604522 17.000 a Regression Residual Total a.000 120 120 x3 . x3 b. x3 b.667563 Cor relations Pearson Correlation Sig. Kebijakan Dividen (z) dan Nilai perusahaan (Y) Regression-Model 3a Des criptive Statistics y x3 Mean 1. b. Dependent Variable: y b Model Sum m ary Change Statis tics Model 1 R . Predictors: (Constant).477 807. Dependent Variable: y .548 a R Square .0 a.

Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial .107 a Coefficients Model 1 (Constant) x3 Unstandardiz ed Standardized Coefficients Coefficients B Std.21791 7.996 N 120 120 120 120 .31994 Residual -4. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Max imum Predicted Value .744543 Std.913 a.548 t .000000 .103 .228 7.428296 2.694 .548 .89 a.000 1. Dependent Variable: y a Colline arity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Predicted Value -1.864 Std.11 .820 -.000 2.11 .428656 10.081 .548 Collin earity Statis tics Tole rance VIF 1.772 .548 Part . Deviation 1.000 .228 Condition Index 1.000 a.000 .058 .025 4.011 .791 Varianc e Proportions (Cons tant) x3 . Dependent Varia ble : y a Coefficie nt Cor relations Model 1 Correlations Covarianc es x3 x3 x3 1.89 . Error Beta .124 95% Confidence Interval for B Correlatio ns Sig.80134 .000 . Dependent Variable: y Mean 1.000 a.551 .177959 1.314 . Residual -2.072 .000 .000 Std.109 3.

6 0.0 0.2 0.0 0.45E-17 Std. = 0. Dev.0 0.8 Expected Cum Prob 0.108 Charts Histogram Dependent Variable: y 60 50 Frequency 40 30 20 10 Mean = -6.8 1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value .4 0.4 0.996 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.6 0.

548 1.000 .548 . Dev iation 2.591 .000 .872 df1 3 df2 116 Sig.591 . Dependent Variable: y b Model Summ ary Change Statis tics Model 1 R R Square .355 Std. . x3z.000 .667563 38.000 .372 Adjusted R Square .384 . Dependent Variable: y .002 . Error of the Estimate 2.255 . Method Enter a.109 Regression-Model 3b Des criptive Statistics y x3 z x3z Mean 1.610 a .255 1.372 F Change 22.000 DurbinWats on 1.000 .384 .091 Std.415571 N 120 120 120 120 Cor relations Pearson Correlation y x3 z x3z y x3 z x3z y x3 z x3z y 1.000 .000 .000 .000 .000 120 120 120 120 x3 .80134 21.002 .675 1.403287 1887.92833 1154.39542 45. . 120 120 120 120 Sig. z.797 . b.675 . x 3 b. (1-tailed) N Variables Enter ed/Re m ovebd Model 1 Variables Entered x3z. All requested variables entered. z . . Predictors: (Constant).000 120 120 120 120 x3z . F Change .091060 R Square Change . xa3 Variables Remov ed .000 120 120 120 120 z .604522 17.797 .000 .000 .994 a.

588 3. x3z.214 807.043 .576 Mean 1.000 .29266 Residual -6.13 .186 4.807 -.570 3.001 .000 a Regression Residual Total a.80134 .65E-005 .107 Part . Dependent Variable: y a Colline arity Diagnos tics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 3.000 Standardized Coefficients Beta .587840 2.064534 1.554 .165 (Cons tant) .240 t -.01 .160 Sig.127 4. Dependent Variable: y a Res iduals Statistics Minimum Predicted Value . Predicted Value -.001 .086 1.301 .876 .384 .127604 Std.930 a.00 .009 .876 8.373 F 22.027 .00 .010 .280 .000 -.150 . z .548 .872 Sig.25 .000 .000 2.987 N 120 120 120 120 .85 Varianc e Proportions x3 z .186 -.326 .74 x3z .241 df 3 116 119 Mean Square 100.057 2.950 Std.955 .027 507.001 a.256 10.87 .000 .634 1.569146 4. Dependent Variable: y a Coe fficient Corr elations Model 1 Correlations Covariances x3z z x3 x3z z x3 x3z 1.023 . .129 1.031 Condition Index 1.0E-006 7.080 . .066 .140 .100 .322 .634 -2.000 .8E-006 z -.218 . Error -.00 .807 1.000 Std.44854 9.01 .249 95% Confidence Interval for B Correlations Low er Bound Upper Bound Zero-order Partial -1.0E-006 -5. Dependent Variable: y a Coe fficients Model 1 (Constant) x3 z x3z Unstandardized Coefficients B Std.591 .093 .874 a.085 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Predictors: (Constant). Dependent Variable: y Max imum 8.009 4.000000 .000 .01 .047 .000 -5.12 .01 .110 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 300.09 .12E-008 -2. x3 b.008 . Deviation 1.186 . Residual -2.482 .041 1.072 7.000 .01 .91 a.032 .8E-006 .000 x3 -.

0 0.08E-16 Std.8 Expected Cum Prob 0.6 0.0 0.6 0.4 0.0 0.8 1. Dev. = 0.111 Charts Histogram Dependent Variable: y 70 60 Frequency 50 40 30 20 10 Mean = -2.987 N = 120 -4 -2 0 2 4 6 0 Regression Standardized Residual Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: y 1.2 0.2 0.4 0.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: y Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful