BAB I PENDAHULUAN 1.

LATAR BELAKANG Dinamika perkembangan kemajuan teknologi yang begitu canggih serta perkembangan jumlah penduduk yang sangat pesat secara langsung akan mempercepat proses transformasi arus informasi barang dan jasa. Begitu juga perkembangan budaya dari berbagai suku bangsa dibelahan dunia dan Indonesia Seiring pertambahan dengan penduduk, perkembangan perkembangan kemajuan seni budaya teknologi dengan

sendirinya akan mempengaruhi dan akan bersentuhan dengan Undang – undang serta peraturan yang berlaku pada saat ini, maka mau tak mau Undang – undang, peraturan dan lain sebagainya harus dapat mengakomodir perkembangan teknologi petambahan penduduk perkembangan seni budaya dalam beberapa rangkuman Undang – undang untuk mengaturnya dan ini adalah salah satu konsekuensi dari suatu negara yang sedang berkembang. Usaha di bidang Ini dihadapkan pada kemajemukan masyarakat Indonesia yang memiliki keaneka ragaman agama dan etnik. Ia juga dihadapkan pada perubahan masyarakat dalam berbagai kehidupan yang dikehendaki dan direncanakan secara nasional. Oleh karena itu, kodifikasi dan unifikasi hukum dituntut untuk memperhatikan dan menampung keaneka ragaman budaya dan kesadaran hukum masyarakat yang mengacu pada keyakinan dan nilai-nilai yang mereka anut. Upaya dalam hal ini dilakukan dalam berbagai bidang, di antaranya: bidang hukum ketata-negaraan, bidang hukum pidana dan perdata. Menurut Bagir Manan, Program penyusunan kodifikasi hukum ternyata tidak dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya. Kodifikasi selamanya mengandung berbagai kelemahan bawaan. Di satu sisi ia

Dinamika Masyarakat dan kebudayaan. akibatnya timbul terobosan yang sering bersifat fighting the problem bukan solving the problem. 2. dan Hukum dan Dinamika masyarakat. setiap perkembangan dalam dinamika kehidupan . Hukum dan Dinamika Masyarakat. Untuk mengetahui hukum dan dinamika masyarakat.membutuhkan waktu lama karena harus lengkap dan menyeluruh. akan dibahas tentang bagaimana Urgensi kajian sosiologis terhadap pembentukan hukum. kebutuhan hukum tidak mungkin menunggu. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENULISAN Ada pun tujuan penulisan adalah sebagai berikut : a. 3. Antara lain sebagai barikut: a. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan diskripsi diatas maka kami perlu memberikan rumusan masalah sebagai objek pembahasan dan batasan yang akan kami bahas dalam makalah kami ini. b. Dari asumsi diatas maka diperlukan terobosan-terobosan dalam pembentukan Hukum yang dapat mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah dalam setiap tatanan hukum nasional sehingga harapan menjadikan hukum sebagai regulasi dan rel dalam perjalanan kehidupan dapat secara dinamis dapat mengikuti masyarakat. b. namun di sisi yang lain. Untuk mengetahui Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan. Berikut ini dalam makalah kami.

b. .Sedangkan kegunaan penulisan ini sebagai berikut : a. Memberi dorongan kepada mahasiswa jurusan hukum pasca sarjana untuk senantiasa menambah wawasan dalam sosiologi hukum khusus pada masalah hukum dan dinamika masyarakat. Dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mata kuliah Sosiologi Hukum. 3. Dapat mengimplementasikan pembelajaran Sosiologi Hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Maka Dinamika Masyarakat merupakan suatu kehidupan masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih individu dalam suatu wilayah yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara masyarakat yang satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. serta emosi kepribadiannya. Tetapi wujud dari kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam pengaruh yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budayanya.BAB II PEMBAHASAN 1. Konsep-konsep penting tersebut antara lain sebagai berikut : 1. sedangkan masyarakat adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan bersosialisasi serta mempunyai tujuan bersama. Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial (social dynamic). nafsu. Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara masyarakat satu dengan yang lain. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri disebut Proses Internalisasi. Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Dinamika masyarakat berasal dari kata dinamika dan masyarakat. dimana ia belajar . Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal. hasrat. Untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosial dan budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser diperlukan beberapa konsep. Internalisasi (internalization).

menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat. Proses ini mengenai suatu aktivitas dalam sebuah lingkungan atau suatu adat dimana aktivitas yang dilakukan terus berulang. Evolusi kebudayaan (cultural evolution). yang mengamati perkembangan kebudayaan manusia dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang semakin lama semakin kompleks. 3. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya yag menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses ini seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat. Proses sosialisasi. serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya. serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. sistem norma. Sosialisasi (socialization). Proses ini bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. 2. Proses evolusi Sosial. 4. Sorang individu dalam hidupnya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah diinternalisasi dalam kepribadiannya. nafsu. Sampai akhirnya masyarakat tidak bisa mempertahankan adatnya lagi. Dan aktivitas yang dimaksud biasanya aktivitas yang menyimpang atau diluar kehendak prilaku. perasaan. Namun pada suatu ketika dan sering terjadi aktivitas tersebut selalu berulang (recurent) dalam kehidupan sehari-hari disetiap masyarakat. Proses Enkulturasi. karena terbiasa dengan . Enkulturasi (enculturation). Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”.

dan sekarang makhluk itu sudah menduduki hampir seluruh permukaan bumi ini. Penyebaran Unsur-Unsur Kebudayaan. Namun bisa juga tanpa adanaya migrasi. 5. Difusi (diffusion). Maka masyarakat terpaksa memberi konsesinya dan adat serta aturan diubah sesuai dengan keperluan baru dari individu-individu didalam masyarakat. terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi. 6. turut pula tersebar unsur-unsur kebudayaan dan sejarah dari proses penyebaran unsur penyebaran kebudayaan seluruh penjuru dunia yang disebut proses difusi (diffusion). Proses difusi yaiu penyebaran kebudayaan secara geografi. dan mereka adalah para pedagang dan pelaut. Proses belajar unsur-unsur kebudayaan asing.penyimpangan-penyimpangan tersebut. tetapi karena ada individu-individu yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu. Ilmu Paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah Sabana tropikal di Afrika Timur. . Dengan mengambil jangka waktu yang panjang maka akan terlihat perubahan-perubahan arah (dirctional) besar dari yang sejarah seolah bersifat menentukan perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang bersangkutan. Salah satu bentuk difusi dibawa oleh kelompok-kelompok yang bermigrasi. Bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi. Hal ini dapat diterangkan dengan dengan adanya proses pembiakan dan gerakan penyebaran atau migrasi-migrasi yang disertai dengan proses adapatasi fisik dan sosial budaya. Proses Mengarah dalam Evolusi Kebudayaan. Proses Difusi dapat dikatakan Penyebaran Manusia.

Sedangkan yang Asimilasi. sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian manusia kebudayaan latar itu sendiri. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. dan dibuatnya produk-produk baru. Proses pembaharuan atau inovasi (innovation). Discovery baru . energi dan modal. Merupakan Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan dengan kebudayaan berbeda-beda. baik berupa suatu alat baru. Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru. 7. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama.Proses ini dilakukan oleh warga suatu masyarakat. melalui proses akulturasi (acculturation) dan asimilasi (assimilation). sehingga kebudayaan golongan-golongan tersebut masing-masing berubah sifatnya yang khas. dan juga unsurunsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran. yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi. ide baru. yang berhubungan erat dengan penemuan baru (discovery dan invention). Akulturasi yaitu Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention. Pembaruan atau Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam.

juga menyebabkab terjadi kejahatan di dunia maya (cybercrime) . panitera. Dalam sejarah dijumpai munculnya bentuk-bentuk kejahatan baru yang tidak siap dihadapi oleh perundang-undangan yang ada. B. Situasi seperti ini pernah terjadi di Amerika Serikat. menerima. Akan tetapi. ruang-ruang sidang fasilitas fisik lainnya. Setelah beberapa konsep pergeseran pola prilaku masyarakat dalam dinamika sosial yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya terlihat jelas bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan kebudayaan masyarakat. Perkembangan mutakhir adalah maraknya penggunaan komputer dan internet yang kecuali memperkenalkan praksis baru didunia perdagangan. Hukum yang berupa perundang-undangan atau peraturan pada umumnya dirancang berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Desain pengadilan yang tidak siap menghadapi arus perkara yang masuk. Desain pengadilan menjadi begini atau begitu. Maka dituntulah suatu hukum yang dapat mengarahkan masyarakat kepada aturan dalam berkehidupan bermasyarakat dan bernegara. dan menerapkan penemuan baru itu. Pada gilirannya terjadi banyak kecelakaan yang akhirnya berujung di pengadilan. keadaan tidak selalu sesuai dengan perkiraan. sehingga dapat muncul keadaan luar-biasa yang tidak diduga sama sekali. akhirnya harus menyiapkan ketentuanketentuan khusus atau menghadapi risiko ambruk (collapse).menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. misalnya didasarkan pada perkiraan rata-rata jumlah perkara yang masuk. menyusul produksi obil yang menyebabkan banjir kendaraan di jalan-jalan. Berangkat dari situ ditentukan jumlah hakim. Hukum dan Dinamika Masyarakat. Pendorong Penemuan Baru.

mengintegrasikan dunia di luar hukum dengan hukum itu sendiri. Apapun juga yang terjadi dan dihadapi. perjalanan hukum menjadi terputus. Selama ini (ditulis tahun 70-an). berpendapat bahwa apa pun yang terjadi di luar yang menentukan apa yang akan dilakukan oleh hukum adalah lawyers sendiri. Apabila cara-cara biasa atau normal disebut “rule making”. untuk kemudian dilanjutkan lagi. Maka sekalipun terjadi perubahan perubahan besar di dunia. dalam arti tidak lagi berpikir secara hitam putih. kita melihat dan mengalami. Sekali lagi. Ilmu dan teknologi sekarang sudah semakin menjadi dewasa. Oleh patahan tersebut. betapa perjalanan hukum itu tidak selalu lurus-lurus saja. sebelum para lawyers mengatakan bahwa hukum harus diubah. Hukum itu adalah “law of the lawyers”. kepada .Hal dan kejadian yang diuraikan di atas menunjukkan bahwa sewaktu-waktu hukum memang dihadapkan kepada situasi luar biasa. para strukturalis seperti Nonet dan Selznick. bahwa ia tidak dipersiapkan untuk itu. hukum dan lingkungan sosial terpisah secara tajam. hukum tidak dapat berhenti dan menolak untuk bekerja. melainkan berkelok-kelok dan di sana-sini berupa patahan-patahan. semata-mata berdasarkan alasan. ketidakpastian dan relativitas. maka cara luar-biasa ini disebut “rule breaking” atau mematahkan dan menerobos hukum yang ada. Ini dilakukan oleh kedua orang tersebut dengan developmental modelnya. perubahan pun tidak akan terjadi dan bisnis hukum akan berjalan seperti biasa. Dalam situasi seperti itu. Hukum bekerja menurut apa yang dianggapnya betul. melainkan mengakui komplektisitas. Perubahan-perubahan di luar secara generik akan berpengaruh kepada hukum. Para ahli yang mengatakan bahwa hukum itu sungguh otonom dan sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan di luar hukum. tanpa menengok keluar. Di lain pihak. mau tidak mau kita akan memasuki ranah cara berhukum yang luar-biasa.

Fokus kepada Masalah Korupsi yang sekarang sudah semakin meruyak itu. perkembangan ekonomi yang lamban.penyelesaian yang dilakukan oleh ilmu-ilmu sosial. Maka masalah korupsi pun harus mendapat penanganan secara luar biasa pula. Dibentuklah Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) tahun luar-biasa kepada (extra-ordinary agar meansures) untuk menghadapi masalah korupsi tersebut. seolah-olah tidak ada masalah besar tanpa . adalah contoh dari keadaan luar-biasa yang terjadi di negara ini. Dengan alasan pembentukan TGPTPK tersebut cacat yuridis dan prosedural. Pengadilan dijalankan menurut logika hukum. Tetapi apa pun yang terjadi kita tidak dapat terus-menerus membiarkan penyelesaian terhadap masalah-masalah besar di negeri kita begitu saja. Dengan demikian hukum menjadi mandul. demikian Nonet dan Selznick. Bahkan menyarankan pemerintah menyatakan indonesia dalam “keadaan darurat perang melawan korupsi”. yang disebut keadaan luarbiasa 1999 Tim (extraordinary). mereka menyarankan agar hukum juga memanfaatkan apa yang mereka namakan “social science strategy” Dewasa ini bangsa indonesia sedang menghadapi masalahmasalah besar seperti korupsi. Hanya mengandalkan hukum yang bekerja konvensional dan tetap bekerja menurut cara dan irama biasa. Saat indonesia mengalami keadaan seperti itu. dari kejadian kecil-kecilan di tahun 50-an. Tetapi harapan untuk menyambut langkah progresif tersebut berakhir disebabkan TGPTPK dibubarkan oleh Mahkamah Agung pada waktu itu. sekarang sudah berkembang menjadi extraordinary crime. melakukan “business as usual” ternyata tidak menolong banyak.pada yang tersebut merupakan pernah tahun cara-cara tersebut. kerusakan dan kemerosotan lingkungan. bangkitnya rakyat dalam berdemokrasi dan sejumlah masalah besar lainnya. Karena itu.

perkembangan masyarakat saat ini tidak lagi berjalan seperti yang biasanya tetapi melesat bagai mobil dengan kecepatan tinggi. asas. Hukum yang kita gunakan sekarang ini adalah sebuah karya manusia yang dibuat dengan sengaja (purposeful). konstruksi. Artinya dengan arus modern dan globalisasi saat ini yang secara tidak langsung berpengaruh kepada perkembangan kehidupan masyarakat. Dengan perubahan besar kepada beberapa institusi hukum dan jajaran-jajaran pemerintahan.melakukan perombakan dalam cara kerja hukum di negeri ini. dimana hukum harus sejalan dengan perkembangan masyarakat. Hukum itu berubah dari masa ke masa. Tidak hanya hukum modern yang muncul tetapi juga sejumlah konsep. Jika diasumsikan. Perubahan besar tersebut pun tidak mungkin terjadi mana kala orang waktu itu tetap berpikir biasa-biasa saja dalam menyelesaikan masalah-masalah besar tersebut yang berarti meneruskan praktik yang sesungguhnya sudah dirasakan ketidakadilan dan ketidakbenarannya. Belajar dari pengalaman bangsa lain tersebut dan dari sejumlah pengalaman kita sendiri. Sejarah hukum modern sekarang ini dimulai mundur untuk kurun waktu ribuan tahun yang lalu. Sekarang kita sudah sampai pada satu titik dalam peradaban manusia. harusnya didukung oleh hukum yang lebih maju kedepan. kita dapat mengatakan bahwa kesediaan dan keberanian untuk berpikir luar-biasa sangat dibutuhkan sebelum melangkah kepada tindakan konkret. doktrin yang menyertainya dan yang berfungsi untuk memelihara dan menjalankan hukum modern tersebut. Kumpulan dari sekalian hal tersebut membentuk citra “hukum yang . maka dari itu keadaan tersebut tentu harus di tunjang dengan hukum lebih responsif menanggapi hal tersebut. yang berarti dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. melesat bagai pesawat terbang. jika perkembangan masyarakat yang melesat bagai mobil.

karena perilaku-perilaku dari masyarakat dalam interaksi sosial sangat bertalian dengan masalah keadilan. Ide-ide ini adalah ide mengenai suatu keadilan. tetapi harus dilihat juga dari ekspresi cita-cita keadilan masyarakat. Kita tidak dapat membicarakan hukum dari wujud formalnya saja. Hukum selalu berhubungan dengan masyarakat dan perilakuperilakunya dalam konteks interaksi sosial.normal”. termasuk pemberantasan korupsi dan masalah-masalah hukum lainnya diperlukan Hukum yang merupakan karya manusia yang berupa noma-norma. Hukum ingin dicitrakan sebagai produsen ketertiban dan oleh karena itu harus dijaga dengan berbagai cara. Kaitan yang erat antara hukum dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat itu ternyata bahwa hukum yang baik tak lain adalah hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat. Hukum merupakan pencerminan dari kehendak manusia tentang bagaimana seharusnya masyarakat itu dibina dan kemana harus diarahkan. termasuk ide kepastian hukum. Namun demikian dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa yang besar sekarang ini. oleh karena itu permasalahan hukum selalu menjadi wacana yang sangat menarik. Para profesional hukum akan mengatakan bahwa mereka tidak bisa mulai bekerja kalau kita tidak mematok kepastian hukum kepatuhan hukum dan lain-lain. Dengan demikian setiap membicarakan hukum tidak terlepas dari konteks persoalan keadilan. Harusnya profesional hukum tersebut harus bekerja karena kepedulian mereka adalah kepada kebenaran dan bukan kepada profesi. . berisikan petunjuk-petunjuk tingkah laku. Oleh karena itu hukum harus mengandung rekaman dari ide-ide yang dipilih oleh masyarakat tempat hukum itu diciptakan. Mengapa hukum selalu menjadi perhatian yang sangat menarik pada saat ini.

karena perilaku-perilaku dari masyarakat dalam interaksi sosial sangat bertalian dengan masalah keadilan. Saran a. Mengapa hukum selalu menjadi perhatian yang sangat menarik pada saat ini. Kesimpulan Dinamika Masyarakat merupakan suatu kehidupan masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih individu dalam suatu wilayah yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara masyarakat yanf satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Hukum selalu berhubungan dengan masyarakat dan perilakuperilakunya dalam konteks interaksi sosial. . perubahan sosial dan dinamika gerakan sosial dari masa klasik sampai kontemporer. Gerakan sosial dalam sejarah masyarakat dunia bisa muncul dalam bermacam bentuk kepentingan. Ilmu sosiologi. mengubah pandangan hidup. dan kepentingan merebut peran politik (kekuasaan). Di harapkan dalam setiap pertemuan dalam mata kuliah ini di angkat suatu masalah yang dapat di diskusikan secara bersamasama.BAB III PENUTUP 1. seperti mengubah struktur hubungan sosial. Kaitan yang erat antara hukum dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat itu ternyata bahwa hukum yang baik tak lain adalah hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat. 2. Perubahan-perubahan dipengaruhi oleh gerakan-gerakan sosial dari individu dan kelompok sosial yang menjadi bagian dari masyarakat. oleh karena itu permasalahan hukum selalu menjadi wacana yang sangat menarik.

Di harapkan mahasiswa dapat secara mendalam menalaah setiap kasus atau masalah yang timbul di tengah-tengah masyarakat sesuai perkembangan teknologi pertambahan penduduk. serta penigkatan seni dan budaya di Indonesia dan dapat di implementasikan dalam mata kuliah Sosiologi hukum terkhusus pada menelaah hukum dan dinamika masyarakat.b. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.