P. 1
Pengelolaan Industri Peternakan Sapi Di Lembang

Pengelolaan Industri Peternakan Sapi Di Lembang

|Views: 5,018|Likes:

More info:

Published by: Sangga Placenta Avrianza on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

Menurut Undang Santosa (2010: 25) Telah dibahas pada subbab sebelumnya

mengenai macam-macam hasil ternak. Seperti yang ditulis pada subbab sebelumnya,

peternakan sapi menghasilkan dua produk peternakan, yaitu daging dan susu. Kedua

produk peternakan sapi ini, nantinya bisa diolah menjadi berbagai produk makanan

lainnya.

1. Pengolahan Hasil Ternak Susu

Pengolahan pada susu bertujuan untuk diversifikasi produk susu, meningkatkan nilai

tambah, meningkatkan nilai gizi, meningkatkan kesukaan konsumen, meningkatkan

daya simpan, memudahkan pemasaran dan distribusinya. Sebelum susu dibuat

16

olahan, biasanya susu dilakukan penanganan segera setelah pemerahan. Penanganan

yang dapat dilakukan adalah:

1) Penyaringan

Penyaringan dilakukan untuk memisahkan bahan bukan komponen susu sehingga

tidak masuk ke dalam susu. Penyaringan dilakukan dengan kain flanel atau kertas

saring. Jika tidak akan segera dijual maka susu setelah disaring sebaiknya

didinginkan.

2). Pendinginan

Pendinginan dimaksudkan untuk mencegah bakteri perusak susu berkembang di

dalam susu. Pendinginan yang biasa dilakukan adalah pada temperatur 10°C atau

lebih rendah lagi. Penyimpanan susu pada keadaan dingin hanyalah bersifat

sementara saja sebelum susu dijual.

3) Pateurisasi

Pasteurisasi adalah pemanasan susu dengan suhu sekitar 60 – 70°C dalam waktu

tertentu (biasanya tidak lebih dari 30 menit) dengan maksud agar bakteri patogen

mati. Akan tetapi bakteri-bakteri tertentu yang bisa menumbuhkan spora dan tahan

panas tidak akan mati pada suhu pasteurisasi. Oleh karenanya susu yang diperoleh

pada pemerahan yang kotor, pasteurisasi kurang memberi arti apa-apa bagi susu.

Dari penenganan tersebut, susu kemudian diolah menjadi produk. Berikut adalah

beberapa produk dari hasil olahan susu:

1) Susu Kental Manis

17

Susu kental manis merupakan susu yang sudah di pasteurisasi kemudian di

tambahkan gula. Susu tersebut tidak steril tetapi pertumbuhan bakteri dihambat oleh

gula. Gula yang ditambahkan jumlahnya 63% dari produk akhir.

2) Susu Bubuk

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain

seperti lemak atau protein yangkemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan

dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu

bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk

dapat di kelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak, susu bubuk

rendah lemak, dan susu bubuk tanpa lemak.

3) Yoghurt

Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah di pasteurisasi kemudian

di fermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang

khas, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang di 14 izinkan. Bakteri yang di

gunakan untuk kultur starter tidak lebih dari 5 jenis saja. Yang termasuk dalam jenis

bakteri asam laktat dan digunakan sebagai kultur starter adalah Enterococcus,

Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc dan Streptococcus.

2. Pengolahan Hasil Ternak Daging

Setelah daging mendapatkan penanganan, daging kemudian diolah menjadi beberapa

produk. Berikut adalah produk-produk olahan dari daging:

18

1) Sosis

Sosis atau sausage berasal dari bahasa latin salsulus yang berarti digarami. Jadi sosis

sebenarnya merupakan daging yang diolah melalui proses penggaraman. Berdasarkan

prosedurnya, sosis merupakan makanan yang dibuat dari daging (atau ikan) yang

digiling dan dibumbui dan kemudian dimasukkan ke dalam selongsong bulat panjang.

Selongsong dapat berupa usus sapi ataupun buatan. Proses pembuatan sosis melalui

beberapa tahap, yaitu curing, pembuatan adonan, pengisian selongsong, pengasapan

(untuk sosis asap) dan perebusan. Bakso Bakso merupakan produk olahan daging

yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tahapan pembuatannya meliputi

curing (bila diperlukan), penggilingan, pembuatan adonan, pembentukan bulatan dan

perebusan hingga bulatan bakso mengapung. Bahan-bahan yang digunakan adalah

daging, tepung, STPP, garam dan bumbu-bumbu.

2) Kornet

Kornet adalah bahan olahan daging yang diawetkan. Pembuatannya merupakan

campuran dengan bumbu-bumbu, garam dan nitrit. Prosesnya adalah curing,

penggilingan, pembumbuan, pengalengan dan sterilisasi.

3) Abon

Abon merupakan produk olahan daging dengan cara disuwir. Prosesnya: daging

direbus hingga empuk kemudian dipuku-pukul dan disuwir-suwir. Tambahkan

bumbu-bumbu yang telah dihaluskan . Tambahkan santan dan direbus dalam pada api

yang kecil hingga agak kering. Kemudian ditumbuk hingga hancur.

4) Nugget

19

Nugget biasanya dibuat dari daging ayam tetapi semua daging bisa dibuat nugget.

Bahan untuk membuat nugget adalah daging, garam, bumbu-bumbu, tepung, kuning

telur, bisa ditambahkan susu full cream dan lain-lain. Proses pembuatannya meliputi

tahap penggilingan daging, pembentukan adonan (campur dengan bumbu dan bahan

lainnya), pencetakan dan dikukus selama 45 menit, pemotongan, pelapisan dan

penggorengan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->