Pengertian Deskripsi Karangan jenis ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolaholah melihat

, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: * menggambarkan sesuatu * penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera, * membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. Pola pengembangan paragraf deskripsi: * Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat. * Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. * Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. Langkah menyusun deskripsi: # Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan # Tentukan tujuan # Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan # Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan) # Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan Contoh Narasi / karangan deskripsi : Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara-suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orangorang yang masih tidur. serta dapat ku lihat burung-burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Dari timur sang surya menyapaku dengan malu-malu untuk menampakkan cahayanya. Aku berjalan ke halaman depan rumah tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar untuk berlalu lintas dari kejauhan tampak sawah-sawah milik petani yang ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat sejuk, indah, dan damai. Dari kejauhan pula terlihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya yang belum ditanami tumbuhan, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput untuk makan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau. Didesaku rata-rata penduduknya sebagai petani. Pagi ini terlihat sangat sibuk, di jalan" terlihat ibu-ibu yang sedang berjalan menuju pasar untuk berjualan sayur. Tetanggaku seorang peternak bebek yang juga tidak kalah sibuknya dengan orang". Pagi-pagi sekali dia berjalan menggiring bebeknya kerawah dekat sawah untuk mencari makan, bebek yang pintar berbaris dengan rapi pengembalanya. Sungguh pemandangan yang sangat menarik dilihat ketika kita bangun tidur. Dihalaman rumah kakekku yang menghadap ketimur terdapat pohon-pohon yang rindang, ada pohon mangga yang berbuah sangat lebat, disamping kiri potehon mangga dapat pula pohon jambu air yang belum berbuah karena belum musimnya. Dan disebelah kanan rumah ada pohon rambutan yang buahnya sangat manis rasanya. sungguh pemandangan yang sangat indah yang sangat asri dan damai ini adalah tempat tinggal kakek ku dan tempat kelahiran ku. Desa

Paragraf Deskripsi Objektif. 3. paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan). Paragraf Deskripsi Subjektif. . 4. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.Tentukan tujuan. dapat dilengkapi dengan grafik. Pola pengembangan paragraf deskripsi: Paragraf Deskripsi Spasial. gambar atau statistik. paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. Langkah menyusun eksposisi: * Menentukan topik/tema * Menetapkan tujuan * Mengumpulkan data dari berbagai sumber * Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih CIRI-CIRI KARANGAN DESKRIPSI Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat.Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan.yang bernama NAMBAHDADI ini adalah tempat yang paling aku kunjungi saat liburan. Selain bisa bertemu kakek dan nenek aku juga bias melihat pemandangan yang indah nan damai. mendengar. atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan. tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Sebagai catatan. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. benda atau tempat. 2. Langkah menyusun deskripsi: 1. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. Pengertian Eksposisi Karangan eksposisi ini dapat dijelaskan dengan cara MAJALAH SIANTAR yang kemudian berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian.

Disebelahnya tergeletak sebuah agenda kelas yang terbuka dan kalender duduk. b.CIRI-CIRI KARANGAN EKSPOSISI Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan. Tampak satu buah white board yang bersih tanpa coretan. Dia memalingkan pandangan ke arah kanan. tampak sebuah meja guru yang memakai tapalak putih. Wina berpaling kedinding kanan. Di bawah jendela. Di sana terpasang struktur organigram dan sebuah daftar regu kerja dari karton berwarna kuning. ditatapnya dinding kiri kelas. Ciri-ciri paragraf eksposisi: a. Wina memutar pandanganya ke belakang kelas. CONTOH WACANA DESKRIPSI RUANG KELAS WINA Wina membuka pintu kelasnya perlahan-lahan. terpasang sebuah tempat spidol berwarna biru muda. Dan disebelah kanan white board terpasang satu papan madding yang penuh tulisan-tulisan karya siswa.namun cukup bagus dan menarik. Struktur organigram dan daftar regu kerja tersebut ditutupi oleh plastic bening. Wina menyusuri deretan bangku kosong didepanya. . Selain itu.dan duduk manis disana. Wina lalu memasuki ruang kelasnya dengan langkah yang lambat. Vas bunga tersebut bergambar beberapa kuntum bunga matahari seperti bunga yang ada didalamnya. Ada sebuah pribahasa berbahasa inggris yang berwarna kuning bertuliskan µpractice make perpect¶ dibawahnya terpasang sebuah system periodik unsur-unsur di kiri kananya juga terpasng sebuah denah duduk dan daftar kelompok belajar. hurf-hurufnya pun dari guntingan majalah. Dan tanpa kata wina berjalan kebangkunya sendiri.5. Meski tampak tidak rapi. 3. Dilihatnya sebuah jendela yang terbuka. menjelaskan. serasi dengan dinding yang bercatut biru tua. Tak usah dihitung lagi karena pasti ada 40 meja dan 80 kursi. dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. metode. Disana tergantung daftar pelajaran berwarna kuning. Daftar pelajaran itu disusun tak berurutan.Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan. Memaparkan definisi (pengertian). mengajarkan. menyampaikan informasi. Di sebelah kiri white board tersebut. Di atas taplak putih itu ada sebuah vas bunga dari kayu. Memaparkan langkah-langkah. atau cara melaksanakan suatu kegiatan.

Empat awak tewas berikut 47 penghuni flat yang ditabrak. Disusul kemudian oleh mesin nomor tiga. pilot tidak dapat mengendalikan pesawat dan menabrak gedung bertingkat di Amsterdam.600 merupakan peristiwa kedua bagi American Airlines beberapa detik lepas landas dari bandar udara internasional O Hare Chicago. . Pesawat mendarat dan menghujam tempat parkir kendaraan 31 detik kemudian dan 271 penumpang plus awak tewas seketika. Pilot tidak bisa mengendalikan pesawat akibat keseimbangan pesawat mendadak berubah dengan jatuhnya mesin berbobot sekitar 5 ton.Contoh Wacana Eksposisi Yang Kedua bagi American Airlines Jatuhnya pesawat berkapasitas 266 penumpang airbus A300. Kecelakaan lain menyangkut mesin copot dialami oleh pesawat kargo El-Al milik flag carier Israel. 4 Oktober 1992. Belanda. Mesin nomor empat atau yang paling ujung pada sayap kanan. tiba-tiba lepas akibat dua fuse-pin (baut kedudukan mesin) lepas. Mendadak kehilangan dua mesin. tiba-tiba mesin kiri lepas dari dudukannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful