P. 1
Bahan Ajar Ekotek

Bahan Ajar Ekotek

|Views: 218|Likes:

More info:

Published by: Febrike Kautsar Liemawan on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

000. 61. 6 bulan.061 atau Rp. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. 30.000.000. 9 bulan dan 1 tahun.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.046 atau Rp. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).015 atau Rp.- Di samping kedua suku bunga tersebut.000.015)4 – 1 = 0. Contoh 1. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.000. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan..: i = (1 + 0. 15.: i = (1 + 0.015)2 – 1 = 0. suku bunga tiap tahun r. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .015)1 – 1 = 0.: i = (1 + 0. 1. 4 .015)3 – 1 = 0.03 atau Rp. 46. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.000.

09) = 1.100 + 1. 2. 5.Rp.000 + 0.000 + 1. nilai Rp.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000.Contoh 1.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000) = 665. 2.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.000 550. 500.000. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih. uang Rp. 1. 1.Rp.100 + 1.5 Ekuivalensi Dari pangalaman. 665.000 + 0.309.000 e 3 (0.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000 + 800 + 800 + 800 B . 500.10 (550.800.309.000) = 550.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp. Contoh 1.000. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1..000 500.964.000.10 (605.000.000 605.. 5. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.000 tiga tahun mendatang.000 sekarang berbeda dengan Rp.964.500 pada tiga tahun mendatang.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.000 + 0.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.100 5 . Contoh 1.10 (500.000) = 605.

1990. 12 % tiap enam bulan b). Institut Teknologi Sepuluh Nopember. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Surabaya 6 . Haryono. Ekonomi Teknik. 2004.Inc. Daftar Pustaka: Barish. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Pujawan. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Surabaya. Edisi Pertama. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 0. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). 3. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Mc Graw Hill Book Co. 0. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.1 % tiap hari b).1 %/hari secara kontinyu. dilakukan perhitungan ekivalensinya. N.Investasi B lebih besar dari A.N. Soal-soal : 1. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 12 % tiap kuartal c).N. 12 % tiap bulan 2.. New York.

.... 1.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P... i% ... yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P . n).. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun...2.1 (F/P . F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A.. 7 .BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P... yang nilai-nilainya telah ditabelkan...... i% . n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.... Pembayaran Tunggal.

1.1 : P ekuivalen dengan F.i %.000.- B.000 .000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 . n) = (1 + i).791. P = F (1 +i).1. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2. Pembayaran Seri Merata 1. 1.5584) = Rp. 1. 1.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. i = 0.000.Secara Grafis : P = 1. 1.n) ………………………2. 10) = 1.n = F (P/F.2 (P/F.000 (0.10)3 = 1.000 (F/P.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.1) Dari rumus 2.331.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.3310) = Rp..10 F = 1. Contoh 2.000.000 F = 1.000(1. 1.P = F (P/F.n disebut faktor jumlah sekarang. uang Rp. 2. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp. 6 %.000.000.791.i %..000.331. 1.000.791.Contoh 2.000.331. 3) = 1.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000 (1 + 0. F = Rp.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.000.000.000.000.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2. 10 %.

n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .3 F(A/F.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….n) ………………………2.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.i %.. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.i %. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).

4 (A/P. i %. 2..suku bunga tiap tahun adalah 6 %. 10. n = 40..dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i = P (1 + i)n =P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. 1 ½ . n) = 10. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.1 dan 2.240. i %.000.000.000 tiap 3 bulan. 10 . Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.. Pemyelesaian : F = Rp.000. 10.dengan uang muka Rp.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. 184. n) ………………………………2. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.Contoh 2.000 .000.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. i = 1½ % A = F(A/F.200. 1. 6. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.000 (A/F.000.000.i %.40) = 184.

240. i %.960. 100. i %.582) = Rp.000. Dari rumus 1.000 (F/A.5 (F/A. Penyelesaian : A = Rp.6 i (i + 1) (P/A. i %. agar tiap tahun dapat diambil Rp. n) i F = A (F/A.000.200.. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.960.179. 179. 7) = 179. 130.000 – 1.- 4.2.4. i %.200. 48 ) = 4. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. n) = 100. i = 1 % / bulan A = P (A/P. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.000 F = A(F/A. 6 %. A = Rp. 130.3.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. n = 7 . i %. 1. 563.Penyelesaian: P = 6. 100. n) = 4.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.. i %. 5) = Rp.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.000 = 4.06.700. i %.200 (5.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. n) ……………………. Penyelesaian : i = 0.2. 6 %.dengan suku bunga 6% / tahun . diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. n) ……………………………………….200 P = A (P/A. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.000 N = 48 bulan.960.000 (A/P. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.000 (0.11 .0263) = Rp. i %.000.450 3.

Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. asuransi. pada tahun kedua Rp.. pada tahun ketiga Rp. + (1+i)2 + (1+i) . 1. gaji karyawan. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp...500.200.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. 200.000.. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. 1.700.-.4.000. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 ..C.1. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp..(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….-.000..000. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.000.000. 6. demikian seterusnya naik Rp.tiap tahun.-.900.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak..

n) (P/A. Contoh 2. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. i %. i %.657.- 13 .(1). i %. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. 1. Penyelesaian: P 400.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 (6. (2). 35.-.200. 6 %. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.000. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.200..untuk selama 7 tahun.000 0 1 2 3 8 P = 155. n) (A/G.000 (P/G.000 (P/A. n) = (A/G. 8) = 155. 8) + 35. i %. i %.000 225.155.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. i %.657.000 190. 1.842) = Rp.000 155. 6 %. n) (P/G.210) + 35.000 (19. dan naik tiap tahun Rp.000.

18097) (12. n3 = 15.200. 1.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. 2. 15) = 1.000.200. 5%.6139) = 736.000.462) P = Rp. 1.000. F4 = 1.000 1.706. sebab adanya pembulatan).200.4810) = 572. Rp. 5 %. 5 %. agar dapat disediakan Rp. 5) (P/A. Contoh 2.200. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200.3769) = 452. 2. Rp. 5 %.000 pada tahun ke 5.000 F3 = 1. n2 = 10.1.05 P1 = F1 (P/F.000 .000 pada tahun ke 10.7835) = 940. 20) = 1. 5 %.200.200.200.200 P4 = F4 (P/F.200 P2 = F2 (P/F. 1. i = 0. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. n4 = 20.200.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.200. dan 4 tahun kemudian Rp. 20) = 1. 5 %.200.400 Cara langsung.200.000.000 (0.200.000 1. 1.000 (0. F1 = 1.300 ( perbedaan kecil timbul.000.200.1. 2. F2 = 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp.706.500.200.000.Contoh 2.000 (0.200.000 1.000.700 P3 = F3 (P/F.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. 10) = 1. 5) = 1.000 (0.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.200.000 (0. 14 .9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 2 tahun kemudian Rp.

11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.1 %. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . Contoh 2.000 (1.000 A = P(A/P.000.000 (2. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.681. 15) = 0.111 0. 10) + P2 (P/F.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.000. i %.500.000.13907 Jadi i kira-kira 11.000 A = ( A / P. n2 = 8. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). n3 = 6.000.13907 (A/P.dengan suku bunga 7%/tahun.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % i = 12 % i = 0.000. 100.1400 − 0.000. P = 50.000.15) = = 0.000.11 + (A/P. 8) + P3 (P/F.8509) + 1.P1 = 2.000 P2 = 1.1400 50.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 7. A = 7.681.000.1589) + 1. 8 %.14682 0.000 (1.000.13907 (0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.11) = 0.000 P3 = 1. 11 %. 15) = 0. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). 50.000.- Contoh 2. 15) 7. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 8.10 : Suatu investasi Rp.500. 6) = 2. profitability index (PI).12 − 0.5869) = 8. 8 %. 12 %.000.000.14862 − 0. i %.000. 8 %..

8) = 7. 255.200 = Rp.000.yang sama.000. 16 .000 (A/F.03392) = 255. 3 ½ %. 5 1/2 .538. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).538. mulai 1 Januari 2006. 14. 85.612.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 selama 5 tahun. n) = 100.Rp. 5 ½ .612.009.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.388.000 Contoh 2.000 (7.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000 . 5 ½. 1.000.000 (P/A.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. i %.000. 40) = 85. 100. P = 100.000 (0.000 (A/P. 10) = 1. 3 ½ %.538) = 7.000. jika suku bunga 11% / tahun.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. 60) = 4.538.690 Jadi harus didepositokan Rp.009. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000. 8) = 7.

Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000 Rp.000 Rp.000 + 5.000 (P/F.000 + 2.000 5.000 17 .000 i = 7% + 4. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 (P/F.69% 4. 100.000.75. 7 %. 15) = 4.000.000 5. 5.Contoh 2. 8%. i %.000 i = 8 % : .000 + 5.000.965.000.000 (P/A.000 pada tahun ke 15. Jika disewa ongkosnya Rp.000.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. Jika dibeli.000 + 5.000. 80.000.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 tiap awal tahun.-.000 Grafik beli sewa : 75. 80.000.000 − 0 (0.965. 7%.000.000. 14) + 100.000 (P/F.000 100. 5. 100.000. 5.000 (P/A.000.000.260.000.000.75.000.000.000. 15)= -2. 8%.000. 14) + 100. harganya Rp. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .260. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.01) = 7. i %.000 5.965.000.000 Sewa Rp. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : . 14) + 100.000 5.000 (P/A.000.75.000.

100.000 ( P / G .000 (3.000.000 ( A / P. 250.15) = −263. 0 = .605) − 50.862) = −9. 150.397) = −13.01) = 7.000 P1 P11 = 250.000 150.000 200.600 18 .650 i = 12% ______ 595.000 Rp.000 100.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 Rp.000 + 95.15)) + 5.000.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 (A/F.000.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.7%.000 (A/P.000 Rp. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.400 i = 7% + 545.000.000 50. 50.000 150.000 Rp.791) − 50.000 + 95.000 ( A / P.000 Grafiknya : 595.67% 545.15) = 545. i %.000.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 + 200.000 Rp.000 − 250.75.000.000.400 + 263.000 ( P /.000 ( A / F .000.7%.400 i = 8% : −75.000 ( A / F .000 (6.000 + 95.400 − 0 (0.000 (6. 200.15) + 5.000 100.000 − 250. i %.000 50. 15) + 5.7%.000 − 250.000 250. i %.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.8%.000 250.000 (3. 595. Contoh 2.000.5) − 50.

000.000 untuk selama 8 tahun.000 (3. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000 10 2 3 4 1 F = 20. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000. 19 .000 440.650 − 0 = 10. b.15%. 500.000 ( F /. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.10) + ( F / A.000.Jadi i = 10% + 2% 9.000 untuk selama 20 tahun.15%.000.- 0 Soal-soal : 1.000 F 480. Modal awal Rp. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000.000 20.15%.000. 3. G = 40. 40.781.0456) + 400. A = 400. 20.650 Contoh 2.304) = 91.83% 13.781.000. Penyelesaian : P = 20. 600.10) + 40. 91.000 520.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp. Modal awal Rp.600 + 9.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. Menurut staf ahli investor tersebut.000 (20.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.3)(20.10)( F / A.000 ( A / G.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.304) + 40.000. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000. 5.10) = 20.000 (4.000 400.000.

b).88 %.i = 15.i = 10.000. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a).Rp.44 %. a). c). 50. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.000.000 . 50.000 pada 12 tahun mendatang. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000.000 4. 3. 20 . i = 6. Uang sejumlah Rp. Investasi sebesar Rp.480 . 6.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. suku bunga bank tersebut b). Modal awal untuk suatu peralatan Rp. c).000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n ∞ ).31 %.500.100. 770. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. b). 50.000 dan menghasilkan penghematan Rp. d) Rp. Jawaban : a). akan ekuivalen dengan barapa sekarang. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun.i majemuk = 109475.143. 753. c). Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. 250.6 %) 2.c.000. 8. 1.i nominal = 1300%.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. 1. 15. uang sejumlah Rp. 4. (besar angsuran sama).i = 25 %.000 dalam 1 minggu. b) Rp.000. 40. d).c). Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.000 Jawaban : a). Jawaban : a) Rp.200 . Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. pinjaman sebesar Rp. 10.000. c).000. Hitung : a). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. b).000 dan harus dikembalikan Rp.

Second Edition.460 .N. N.b). 1992. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Mc Graw Hill Book Co. 1995. Jawaban : a) Rp. Tung and Thomas P. 9. Edisi Pertama.. Barish. Prentice Hall International Inc. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Surabaya 21 .Au. 34.N. Penerbit Guna Widya. New Jersey. Pujawan. Daftar Pustaka: Au. 2004. b) Rp.480. New York. Ekonomi Teknik.Inc. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis.

10. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. 2. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Dalam ekonomi teknik. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Dalam situasi tertentu. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. 3. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Berdasarkan kategori diatas. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1.

000 K (0. i %. 10. Rp.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.000 Rp. 1.649. 1.331. dan sebagainya.000 K (0.200 200.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .2505) − 600 K (0. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.200 23 .15) = 10.000 Rp. 1. n) − S ( A / F .8%.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. i %.000.000 Alternatif B Rp. i %. 200.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.131.149.000 Rp.000. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.1168) − 1.8%. 5. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%. n) dimana S = nilai akhir. tentukan alternatif mana yang dipilih.8%.000 K ( A / P.700 500.5) − 600 K ( A / F .0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. n) + Fi ………………………….8%. 500.000 + = Rp. Contoh 3..15) − 1000 K ( A / F .Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.700 CR = 10.000.5) = 5000 K (0. listrik. i %.3. pajak.000 + = Rp.000 600.

000 600.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.000. 24 . sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000 5.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.649.000.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.700 0 1 2 3 4 5 1.000 600.000.649. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 5.649.

Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 .000/tahun .200.000.000/tahun + 300.000 . 25 .000.000 .000. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.5.000 .000. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000 + 300.20.000 + 8.000/tahun + 300. 5.000/tahun .000 + 600.000 + 600.000. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).5.000 + 400.000/tahun .500.000 .000 -500.200. Eugene L Bab 20).700. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 -500.000 .700. 8.000.12.000 .000 + 600.000/tahun + 4. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.200. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 .000/tahun .000 akan menghasilkan Rp.200.400.000 + 1.000 -10. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.500.700.000 + 300.000/tahun + 300.000 -500.000 .500.000 +300.000.000.000.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.200. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.200. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000/tahun .5.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 1.700.980.700. 6) (A/P. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 (A/P.000 (A/P.000 29 .700.700. 16 %. 18) + 8.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.000 8.400. 16 %.700.400. 16 %.400. 9) + 1. 12) (A/P.700.000 Matematika 1.980. 16 %. 3.400.700.044. 4.400.800.000 (P/F.000 (A/P.000 (P/F.000 1.000 = Rp. 18) + 1. 6) + 1.000 8.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.800. 16 %. 16 %.400.000 1.000 1.400.000 = Rp. 16 %.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.700. 3.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.400. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8. 18) + 8.000 = Rp.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.

800 .000. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 16 %. 30 .000 Rp.000 dan nilai akhir Rp.000. 250.000 Proposal II Rp.000 Proposal I. 7.000.000. 18) + 1.000 Soal-soal: 1. 2. 12.000 Rp.000 (P/F.800.000. 100. 125. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000 = Rp.044 .000 tiap tahun. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000. 9)) (A/P. tahun kedua Rp.000 Rp. 16 %.030. Dua proposal diusulkan. Harga unit Y Rp. Dengan i = 20 % setelah pajak. 3.000.700.000 1.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.800. Harga unit X Rp.700.000 Rp. 200.000. 30.000.000. 15.000. 65.700.000 1. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 9. 175.000.000.000 Rp. 650. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000.000 Rp.000.000.000 10. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. 9.000.50. 240.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.800.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 65. 4.000 dan nilai akhir Rp.000.EUAC (Z): 10.00 . Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 + 10.000. 16.000. tahun kedua sebesar Rp. 665. 4.

. Principles of Engineering Economy. and GJ. W.. i = 9%. Leland and Anthony T. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula.Proposal II. Engineering Economy. New Delhi. 1985. Second Edition. Seventh Edition. Grant Ireson. John Wiley and Sons. Prentice Hall of India Private Limited. 1981. Daftar Pustaka: Blank. and Richard S.. Fabriky. Gant. Singapore. Leavenworth. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. WJ.Inc. 31 . Eugene L. Mc Graw Hill Book Co. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Thuesen. Engineering Economy.. 1982. Singapore.G. H. Thuesen. Fifth Edition.

Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. diperoleh: 32 . Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Untuk hal demikian. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. Seperti halnya dalam Bab 3. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama.

000. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 4) + 10.000. 8) + 500.000 (P/A. 8 %.000.000. CAPITALIZED COST Jika n ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ………………………………………. 20. 12) = Rp.000 33 . umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. 500. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.8 %..1: Harga mesin X adalah Rp.000.000. 8 %.000.000.000 500.4.000.000 dan bertambah Rp.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000 10.5.000 10.000. 100. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. Harga mesin Y adalah Rp. 26.521. 100.000 pada tahun-tahun berikutnya.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000 (P/F.000.1 i Contoh 4. Jika i = 8%.000 + 10.000.000 (P/F. 10.

296. Contoh 4.875. 8 %.000 . 20) + (P/F.000 Dari contoh 3. 20) + (P/F.000 (P/A.000. 60) = 205. 40) + 3. maka Capitalized Cost 22.648.000.000 (1+(P/F.000.000.933. 12) – 5. 6 %.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth. 253.000.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000 + 15.648. 6%. 40)) + 4. diperoleh Capitalized Cost 26.157.000.000 100. 21.000 = 42. 22.000 5.000.333 0. 60) + 80.000 (P/F.000 = PW = 0.2.784. Penyelesaiannya : = Rp.000 (P/G. dikarenakan pembulatan. 6%. 26.000 (P/G. Contoh 4.000 (P/A.000 (P/F. 6%.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil. Penyelesaian : PW (A) = 135.2.000.157.000.000.09 0.3: Lihat kembali contoh 3. Δ PW = = = 42. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.09 Capitalized Cost = 296. 60) = 203.784.000 3.000. 6%.000. jadi dipilih alternatif I.000 = Rp. 30)) + 20.784.000 PW (B) = 80.961.000 + 100.864. 6%.084.09 Ada perbedaan sedikit. 6%. 26.22.000 0.648.Untuk mesin Y : 20. 8 %.478.2: Lihat kembali contoh 3.000.09 EUAC (II) = Rp. 12) = Rp.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 6%.000.000 = PW = = Rp.000 (1+(P/F.000 + 3.000 – 253.084.927.

500. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.500. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000.Contoh 4.3. 36. 5) (8% 15) – 5.000. 8%.000.20).000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000.000. 8%.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. 20) + 6. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. 8% 20) = Rp 167.000.2. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.3.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .pa j a k 8 % . umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000.000) (P/A.850.000. nilai akhir Rp 2.000.000 (P/F.000 (P/F. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 + 30.000 / tah un.6.000.000 (PA.647.8%.000 + 27.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.500.500 . 329.000 + 13. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.30. Gaji karyawan ditaksir Rp. 5) (P/A.000.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah. harganya Rp 90. 8% 20) = Rp. 10) + ( 3.500.000 (P/A.000 tiap tahun.000. umur teknis 10 tahun.000.500 . Jika mesin oto matis dipilih. 8%.000.000.000. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000.000 + 2.000 (A/F.500. Harga sebuah mesin manual Rp.000 + 12.000.000 (A/F.000.876.(6.000) (P/F.000 tiap tahun.000. 8%. Untuk mesin otomatis. 8%.850.1.8%.000 + 1.000.000.000. l2. Rp.000 tiap tahun.000.15) + 2. 20) + Rp 3.438.

Soa1 – soal : 1.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000.000. Singapore. Surabaya. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Eugene L.800.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. 1990. Prentice Hall of India Private Limited.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. 36 .500. Seventh Edition.000.000. 1982. Daftar Pustaka: Blank. Fifth Edition.G.000.65. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. 1985. Singapore. Second Edition. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Haryono. John Wiley and Sons.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. W. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . H. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.. Mc Graw Hill Book Co. Ekonomi Teknik. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.000 pada tahun-tahun berikutnya. 1981. Leavenworth. apakah asrama seharga Rp 90.Inc.000. Engineering Economy. Gant.000. Leland and Anthony T. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.000.000. Fabriky.000. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol.. Principles of Engineering Economy. Thuesen. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. and Richard S. Engineering Economy. New Delhi.16. and GJ. WJ.000. Grant Ireson.000. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350..000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Thuesen.. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.

PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. 37 . Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. Internal Rate of Return (IRR). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL (RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.

000 (6.000 200.000 + Rp 100.000 (P/A.000 (3.000 + Rp 250.000 (6.000 150.000 + Rp 150.000 50. 1%.00 – 250.000 100.000 (P/G.83% 13.397) = 13.650 38 .000 + Rp 200.600 + 9. 1%. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 (3.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595. 5) – 50.000 – 250.791) – 5.000 + Rp 50.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 – 250.000 250.Contoh 5.682) = -9.650 − 0 = 10.605) – 50.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.

15.000 2.400.200.000 6.800.300.800.200. 10) + 2.000. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000 6.400.800. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. 9.15.000 NPW = 0 = -15.400. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.400.800.000 6. i%. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. i%.9.000 (A/P.9.200.000 6.9. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000.000.200.000 2.000 2. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 .9.400.000 6. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.9.000 2.800. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.400.000 2.000 . Rp.000.000 tiap tahun.000 .000. 15.800.200. 3.200.9.000 B–A .200.300.400.800.000. 400.400.200.000 6.000 2.000.000 2. Karena i = 13.1.200.000 6.200. 1. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 . Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 2.000 2.800.000 Alternatif B .000 6.000. 300.9.9.9.000 + 2.000 .3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000.400. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.3%.000 .000 2. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000 tiap tahun.000 .200.000 .800.9. asuransi.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13. dan Rp.400.000 6.000 6. tentukan alternatif mana yang dipilih.100.800.000. 10) Atau NAW = 0 = -15.Contoh 5.000 .800.000 (P/A.800.000 .

000.000 .000.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.7% 40 .100. 2.800.000 300.Rp. i% .100.000 Rp.000 + 1.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 3) = 0.3) = 0. 8. 800.800. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW. 9%.000 + 1.100. Contoh 5. Karena 6.7% B : -2. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. 800. diperoleh i = 9.100.000 Rp.000 (P/A.000 + 300.000 NPW = 0 = .000 = 15.100.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 = Rp. diperoleh i = 8. 10) + 3. i%.Rp. 1.000 + 400. 800.000 Rp. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 (A/P.200. 1.000 + 800.800. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. 2. 9.1%. i% .000 Rp.000 (P/A.737.000 300.800.000 300. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 + 300.000. 1.000 + 300.000 Rp.000 Rp.000 (P/A.300.000.

i%.000. 12%.000 Rp 24.000 (P /A.000. 12%.000+32.000.000.000 41 .916.000.100. 25) = 3.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.500. yaitu proyek X dan Y.000 Rp 88.000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 + 32.000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000. Contoh 5.000 Untuk i = 13 : .000 Rp 40. 13%.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 Rp 23.000.000.000.000. 50.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.250.000 tiap tahun.000.000.000 Rp 100.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000. = 13.000 (P/F. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.000 25 tahun Rp 325. 25) Untuk i = 12% : .000.000. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. Untuk proyek X : 0 = . i%.000.000..000 + 32.000 (P/A.000 Rp 32.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. 13% 25)+50.000 (P/I'. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.085. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 (P/A.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000.000 (P/F.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000.4 : Misal ada 2 proyek. 25) + 50.000.000.000 tiap tahun. 25) + 50.250. tentukan alternatif mana yang dipilih.000.000 Rp 50.000.000 Rp 50.250. 25).

000 40 tahun Rp 20. 2 5 0 . Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000 (P/A. i%.000 + 36. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return-nya.4%.000.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .085.916. yaitu 3. Untuk proyek Y : 0 = . 42 .000 + 13.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). 0 0 0 tiap tahun.000 Rp 6. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000.000.23 % 3.000 − 1 1% = 12.000 Rp 120.000 pada alternatif II.000.000 Karena 12. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis (not acceptable). 1 . Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 (P/F.000.23 % > 11 %.000.000 20 tahun Rp 10. Contoh 5.000. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.000 Rp 9.Diperoleh i = 12 % + 3. 25) + 50.000.500. 70. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000.916. K a r e n a i t u dipilih proyek X.325. i%.

000 + 1. b.750.000.000 .000 + 1.000. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.000 - 7.000/tahun - Alternatif II .250.000.000 + 10.750. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan. yaitu a.000 9.000 1. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000. Hitung rate of return t i a p .000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.50.000.000 + 10.000 1.750.250.000. 20) + 10.000.750.7.000 + 1.000/tahun II – I .120.000 9.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.50.000.000 .000 + 10. i%.250.000.000 + 20.000. i%.t i a p a l t e r n a t i f .70. i%.70.250.000 7.000.000 (P/F.000. 40) + 40.000 7.000 9.000 (P/F.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return-nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 NPW (II – I) = .000 21 – 39 40 9.000. c.000 (P/A.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama). 43 .750.000 + 40. d.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.

200 Keuntungan/tahun Rp. 5).000 + 27. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh.200 D Rp. 5).000 Rp.000 Rp. 5). 5).3% C : 0 = – 200.700 44 . tentukan alternatf mana yang harus dipilih.e. 400. Untuk A : 0 = – 400. i = 8. Contoh 5. i = 5% D : 0 = – 500.000 + 100. i = 12. 100.efisien). 100. 500. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . diperoleh hasil sebagai berikut. 27. 125.000 Rp. i%. Penyelesaian. i%. 200.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.200 (P/A.900 (P/A. Jika i% (MARR) 6%.700 C Rp.900 C Rp.000 B Rp.700 (P/A.000 + 46. i%. 500. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp.3% B : 0 = – 100. 27.200 Keuntungan/tahun Rp.000 Rp.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. 400. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. 125. 46.200 (P/A.000 Rp. 400.000 B Rp.000 + 125. i%. 100.

200 NPW (A – B) = 0 = .Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. K a r e n a 6 .000 Keuntungan/tahun Rp. Selanjutnya membandingkan A dengan D.300 (P/A. 5). 45 .000 Keuntungan/tahun Rp.9 % . 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 9 % > 6 % maka . Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).300 NPW ( D-A ) = 0 = .100. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).000 + 73. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. i%. 300.000 + 21. 73. 100. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. 21.300.200 (P/A. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.pilih alternatif D. i%.

G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000.000 Rp 16. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000.000.000 Rp 10.000 Rp 9. 2.000 40 tahun Rp 2.000 Alternatif II Rp 80. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat. Berdasarkan perhitungan tersebut. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Rp 16.000 Rp 1.000 4 tahun Rp 1.000 A Rp 40.000 Rp 11.000.000.000.850.000 5 tahun 5.000.000 1.000 Rp 11.000.000 Rp 11.000 Rp 14. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000.000.400. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Rp 16.000.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.Soal-soal : 1.000.000.000.

47 . 1985. Engineering Economy. Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy.. WJ.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Seventh Edition. Thuesen. and GJ. and Richard S. Eugene L. John Wiley and Sons.G. Fabriky. Principles of Engineering Economy. New Delhi.Inc. Leavenworth.. H. Second Edition. Mc Graw Hill Book Co. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. maka tentukan mesin y ang dipilih. Daftar Pustaka: Blank. Gant. Singapore. W. Grant Ireson.. Fifth Edition. Singapore. Leland and Anthony T. 1982. 1981.. Thuesen.

mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Contoh lain. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. rumah sakit dan obat-obatan. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. sedangkan sebaliknya tidak.Tetapi 48 . analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya (cost) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat (benefit) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah.

rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. 6. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….5) 100. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.5) 200. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.17 = 0. dokter.6%. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.97 46. dokter. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.000 27. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.700( P / A. : Lihat kembali contoh 5.06 = C PWcos t 400.000 49 .6%.5) = = 1.200( P / A.1.900( P / A. yaitu diperlukan analisis incremental. Contoh 6. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. tetapi disini dihitung incremental B/C. Untuk 3 alternatif atau lebih.000 B : B/C C : B/C = = = 1.6%. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.

900 D Rp.05 Untuk alternatif C karena. 500. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. 125. 50 . Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.300( P / A. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.900 D Rp. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. 500.6%. 0 2 100.000 72.300( P / A.700 A Rp.000 Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 Rp.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.5) = 1.D : B/C = 125.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . 400.200( P / A. Selanjutnya. 100.5) 200.5) = 1.000 = 1.000 Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.000 Rp. 100.000 Rp.6%. 400. 27. 100.6%. 100. 125.02 100. 21.200 Incremental D–A Rp.000 Rp.

55. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.300. 51 . k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). 0 0 0 .000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.000. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000.000. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value).900.000. 0 0 0 . Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.2.000. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000.10.Contoh 6.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000 tiap tahun. Seperti halnya dalan contoh 6. sebab data yang tersedia dalam tahunan.000. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000 tiap tahun.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .1.kecilnya banjir yang timbul).

000 .000.000. B (S .000 C(D & R– S) = 5300. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000.000.50 + 35. 6%.000.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost. 6%.000 (A/P.000 = 2900. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000) = 12.000.000 + 10.R.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 (A/P. Contoh 6.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000.000 = 0.000 (A/P. 50) + 40.000.000 = 1.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 Karena B/C – 0.000 = 375.71 219.000 B/C = 12.000. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah. 6%. dalam pengembangan sistem senjata.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000 = 219.000 . biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000 2900.000.50) + 35.000 . Misalnya.000. Cost disini mungkin biaya riset. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000.000.08 157.000 – 55.000 375.000.000. pengendalian polusi dan sebagainya.000.105.000) – (28.TP ) B/C = = 480.T P ) C (S . pengembangan. nilai akhir.000 = 157.

000 12.000 + 9.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 15. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000+ 12. 25. tentukan penawaran mana yang harus dipilih. 9%.000 9.000 Dari hasil perhitungan di atas.000 (P/A.000.000 (P/A. Dengan menggunakan MARR 9%. 15 ) = 272. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 9.161.000 75.000.9% 10) 15. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 (P/F.000.000 190. 99%.000.723. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 12.200.tersebut.732.000.000 + 25.000.000 PW (B) PW (G) = 160.000% B 160.000.000 160.000 15.15) = 256. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. 9%.000.000 25.200. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000.000.000.000.000. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000 ( P/A .000.000. 5) + (P/F. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000.000. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.200. 15) = 264.000 = 190. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.9%.000.000 75% C 190. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

03. (rubber yard sticks). kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.dengan nilai sejumlah uang tertentu. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas.3 tersebut. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.20 % maka penawaran C yang dipilih. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .000. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. . Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.38. maka masalahnya sederhana. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya.2 .B) = 15 % Dari hasil tersebut. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Demikian sebaliknya.429 efisiensi (C . Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis. Dari perhitungan. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.08 dan 1.429. Dalam contoh 6. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. 60% dengan 72 % dan sebagainya. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.000. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Misalnya dalam contoh 6. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. PW (C B) = 7. tetapi dalam beberapa hal berlainan. Soal – soal : 1. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.

000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000. 2.000. 4.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000. Dari soal 1.000.000 dan untuk lokasi N. Berikan kesimpulan hasil tersebut. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 dan Rp 90.000 dan naik Rp 5. 3. D & R akan mengurangi daerah pertanian. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. 3. Gunakan MARR 8 %.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.880.000.000.000.000.000.000.000 dan bertambah Rp 20.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000.000 dan Rp 660. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 tiap tahun.000.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. 50. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000.300. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.400. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000 tiap tahun. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. Untuk lokasi M. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.000 tiap tahun.000.000.000 dan naik Rp 12. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. diperlukan biaya awal Rp.000.000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.600.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.

N. Edisi Pertama. Daftar Pustaka: Barish. New York. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.N. Surabaya 56 . D .rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Ekonomi Teknik. 1995.000.N.. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Mc Graw Hill Book Co.Inc. 2004. Pujawan. Penerbit Guna Widya. R.

kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. biaya minimal. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. cost point). Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. 57 . Karena itu f1 (x) = f2(x). Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum.

000 – 200. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000. 550. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 . 10%.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. 4) = Rp. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.400.000 (0.10%. 174.000.400.10) = 399. 120.000 (A/P. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.4) + 200.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.Contoh 7. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800. Gunakan i (MARR)10 % tahun. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.000) (A/P.

Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA . 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.TCB = CRA + MA + CAt – CRB .000 59 .000 + 100 (0.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.HBt = 399. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000 − (399.t = jumlah jam operasi tiap tahun.000 + 120.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. 292.37) = Rp.000 + 120.84) – 174 – 100 (1. Maka TCB = CRB + Ht.

000 - Baja 29.000a (0.000.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. 20) + 8.000 = 2. Dalam contoh sebelumnya.000a + 6.000a (0.558.08) + 6. 8%.000 Rp 1. Contoh 7.000a (0.000 = 3.000 Rp 1.500.08) + 4.250.600.968) (A/P.000 Rp 2.000.250.400. 8%.500.032) ( 0.000 Rp Rp 5.440a + 8. 8%. 60 . dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.99) (A/P.000 Rp 5.250. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.500. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton). Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi. 20) + 35. 20) + 29.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000a (0.000 a (A/P. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.000.000.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 = 2.01) (0. steel (baja) dan frame (kayu). telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 = 29.000 3.934.000 Rp 3.000 TC (kayu) = 35.000a + 4.

Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000 beton 20.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . Misal biaya total (Total Cost) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. yang ekonomis adalah konstruksi beton. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. A. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.000.Biaya kayu baja 25.000.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.000. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.000 15. adalah membangun dengan konstruksi baja.

dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.6) A (0. pajak insurance. 20) + 500 (539.06) = 20.001 1435 ohm.40)(12)( A)(555) 539. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. 6%. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. umur teknis ditaksir 20 tahun. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . biaya investasi akan bertambah juga.940 62 . dan pemeliharaan diabaikan. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.890 A + 13. biaya instalasi Rp 160. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.6) A (A/P.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.0011435 258.B dTC =A– 2 =0 dX X X= B A Contoh 7. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.000 + (600 – 500) (539.

Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.760 162.52 inci2 20.400 TC 185.890 – 258.160 170.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.510 4 5 6 97. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya. 090 Biaya Investasi 129.090 162.390 139. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.280 64.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.610 86.490 =0 A 258.120 185.490 + 13.680 51.720 129.490 = 3.890 A + = 20.940 A 258.370 3 76.140 182.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).500 118.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.750 43.

000 3. 7. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 8.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 3.220. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.610.000 6.000 1.000 6. dibandingkan menyewa? 64 . komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 860. dan biaya pemeliharaan Rp. dua.710.000 tiap hari.000. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. 130. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.190.000 2. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .000 5. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.850. 5. Soal – soal 1. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 tiap tahun secara kontrak.350. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 tiap hari. 50.030.000. 3.960.000.680. maka berapa hari tiap tahun. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.560. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000 3.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.000. tiga atau empat evaporator.30. 4.240.960.000 4. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.

Ekonomi Teknik.N. Bi. Daftar Pustaka: Barish.000 tiap tahun. Ekonomi Teknik.500. New York.Inc. biaya pengoperasian Rp.000 tiap tahun. biaya pemeliharaan R p .2.000. N. dan mesin gas ekonomis.000.000. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. dan memerlukan biaya Rp. 315.N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Harga mes in diesel Rp. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. 3.000. 1995. Surabaya 65 . Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. biay a pemelihaan Rp. 2.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. sehingga dapat diabaikan.300. 150.. diesel atau gas hidrokarbon. Harga mesin ga s olin Rp. Edisi Pertama. 0. 4. 2004. 3.000. 3.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. dan memerlukan biaya Rp 2.aya buruh Rp. 1990. Haryono. 300.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. Mc Graw Hill Book Co. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.800.000 tiap tahun. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. Penerbit Guna Widya. Surabaya. Pujawan. 150. mesin diesel ekonomis. 240.000. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit.000 tiap tahun. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. untuk buldozer yang ia beli.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 2.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 200.

2. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation). Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Yang pertama.sederhana sebagai beriku t : 66 . Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang (physical degradation). yaitu: 1. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi (after tax and inflation analysis). Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu.

15. pemeliharaan.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.5. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. Dengan menggunakan mesin tersebut. 2. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting.000. 2. 2. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.500. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting.000 untuk menunjang proses produksinya. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.000. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.000. 67 Sum of Years digits . 4.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. upah kar yawan.000 tiap tahun.000 sebagai penghapusan modal.000 = Rp.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. dan nilai akhir (S).000 tiap komponen. 8. umur teknis (n) . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.500 2. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 7. 2.000 tiap tahun. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .500. dan depreciation accounting (SOYD).000. 5.000. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. ada 3 komponen utama yang digunakan. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000. 5. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Untuk menghitung depresiasi.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

10.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. i.1.. t) ………………………. 8. n) (F/P.000.000.670 8.000 6.600 1.580 2.000 71 .000.000 6% sinking fund Straight line 8. 10. n) + i (P-S) (A/F. i%.793. n) (F/A.901.711.000 Declining balance 2.403.596.000. i. i%.490 999. i.692.000 SOYD 4. i.. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F. n) (F/A. Nilai buku asset Rp.8.000. t-1) ………………………….000 1 2 3 4 5 Gambar 8.7.000. BVt = P-(P-F) (A/F.940 1.015. 8.000.060 3.400 6. i .015.917.000 4.390 1.000 1.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.

8.000.Contoh : 8. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Sebelum pajak NPW = 0 = . i %. g. h. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). e. b.900.000 + 8. 36.3 %.000 n 8 72 .000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. i. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Penyelesainnya : a. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Dt = P − S 36.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.900.36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. d. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.000 = = 4.000.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000 (P/A. b. c. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation.500. f. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.

900.400.000 4.000 4.000 + 8.000 2112.000 4.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 2112.400.000.738 .000 4.000 6. D5 = 4. 73 .000 4.000. D7 = 2.2 %.000 2112.36.000 6.400.400.000 + 8.000 6.738 .000.000 2112.738 .000 + 8.000 + 6.900.000 + 8.500. Dt = (P-S) D1 = 36.000.778.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 4. D3 = 6.000 + 8.500.000.900.000.900.900.000 NPW = 0 = .000 2112.000.000 6.500.000 4.000 + 8.738 .000.000 8(8 + 1) c).000 6.900.000.000 4.000 2112.738 .500.000 4.000 + 8.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0. D6 = 3.000 D2 = 7.900.000 2112.000. D4 = 5.000 4.738 .000.000 6.400.400.000 + 8.000 4.738 .000 4.000 4.000.000 6.500. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000.000.000 6.000. D8 = 1.000 2112.500.738 .000.000.400. i %.000 4.000.000.000 4.400.000 (P/A. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.500.500.000 4.900.

000 3.000 2.068.900.000 8.548.000 7.900.000 3.872.000 7.312.36.000 1.382.000.900.000 + 8.900.108.000 3.900.588.000 + 8.000 5.000 1.000 6.000.000 36.900. i %.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 2.000.000 6.000 3.000 7.000 7.988.392.900.000 8. i %.792.000 7.508.000 8.000 5.000 8.000.000 (B) (C = A + B) (D = -0.000.2 % 74 .Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 4.000 (P/A.900.900.900.000.000 5.000 6.000.832.000 NPW = 0 = .468.000 6.028. 8) – 480.900.000 2.000 (P/G.000.000 4.900.000 912.000.000 - - 432.000.000 1.000 2.48 C) (E = A + D) - 8.000 1.000 8.000 8.000 5.468.900.000 - - 900.000 8.000.

000 (1.000 .000.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.837.2.848.000 .000) = 6.d).905.900.000 .25 BV3 = 3.000) = 9.500 5.000.000.900.000 .1.000 8. yaitu : Dt = (11.995.36.000.25) = 27.25)3 = 15.000 5.905. untuk t = 5.995.842.848.000.1 % 75 .000.000 48.055.905.995.900.797.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000.000) (P/F.25)2 = 20.000 5.000 .052. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 2.250.449.25 (27.000 2.052.000 (1-0.900.390.000 - B C D E .451.000.25 (36.000 5. D1 = dr BV0 = 0. 6.000 8.797.000 + 5.1. 8) + CFt – 5. D2 = dr BV1 = 0. 7.750.000 6.000 (P/A.900.000 8.000.000 6.000 8.000 7.625.000 2150.000.000 2.000.2.0.052.000 3.000 d3 = 0.2. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.868.500 BV3 = 36.000 8.000 8.500 3.000 6.000 9.900.900.2.000.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000 BV4 = 36.000 8.000 8.750.000 .995.25 BV2 = 50.948.995.000 6.36.000 NPW = 0 = .000 .848.848.000 6.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.103.000 (1-0.500 − 0) = 2.187.000.000 .052. BV0 = 36.2.000.905.000 -100.000.000 2.062.25)4 = 11. dr = 2 = 0.000 5.500 D4 = 0.000 6.848.900.390. i %.000 (1-0.000 8.995.000 5.032. 8. i %.000 7.

000 76 . i %.900.32.000 3.900.000 4.000.4.000 (P/G.900.900.000 5.720.988.000 912.900.000 .280.272.000 7.000.588.000 8.000 900.000.000 (P/A.000 6.000 0 0 0 8.000 B C D 3.000) = 3.068.000 432.900.000 2.000 5.000 3.000 1.000 .000 7.000.000.000 4.36.000 8.4.900.468.352.468.628.000 8.000.000 4.000 8.000 6.600.000 + 8.000 5.000 2.508.000 8.900.000 NPW = 0 = .000 2.000 .000 6.000 7.312.000.028.900.000 1.000.600.000.000. f).000 8.000 7.900.000 B C D 17.900.832.000 1.000 8.000 ITC = 10 % (36.628.827. Tahun 0 1 2 3 A .272.108.272.000 8.000 2.900.4.900.628.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000 8.392.798.000 8.900.900.000 8.000 5.548.e).900.000 3.000 7.000 4.6 %.18. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14. n) – 480.900.000 1.000 8.000 3.900.000 8. i %.900.000 4.36.000 E 32.000 6.000 8.000.000 E .000 8.000.000.

000 8.000 8.272.000 8.720.000 -7.000 980.4.000 .000) = 7.000.000 1.340.000 .272.000) = 7.000 8.000.48 (-36.200.4.470.22 (36.000 4.000 .900. Tahun 0 1 2 A .000.000 NPW = 0 = .000 .272.000 4.000 8.650.560.32.000 .000 8.000 E .000 8.900.32.000 4.628.4.000.430.000 Keempat = 0.000.000 .000 8.000 E .628.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.400.900.4 5 6 7 8 8.000 8.272.816. g).900.650.000 8.000 B C D 3.900.000 8.272.000) = 17.000 8.000 Kedua = 0.000 .400.4.000 1.650.600.000) = 7. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.36.000 4.000.084.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .816.600.000 B C D 3.400.21 (36.000 8.900.272.000 1.900.920.900.0.000 4.628.21 (36.000 -7.000 .920.643.628.220.400.000 .7 % h).000 8.560.1.000 0 0 0 3.272.000 .000 8.21 (36.900.628.000 8.900.084.000 Ketiga = 0.000 8.000 8.000 8.3 %.000 1.340.000 .000 8.628.900.628.000 -7.000 Kelima = 0.4.700.000 8.643.000 + 4.000 8.643.280.900.4.700. i %.4.900.000 1.000 -7.000.000 -5.560.000 4.900.900.900.000 4.272.000 .000 -7.200.000 8.272.000 8.628.000.000 7.340.36.900.000 8.900.680.628.15 (36.000 .000 -7.000 .000) = 5.000 0 0 0 0 0 8.272.272.500.900.900.000) = 7.18.000 77 .000 Besar pajak investasi = .000 (P/A.000 .900.4.000 4.000 8.

272.700.000 8.628.000 . 180.020.000 B C D 3.000 4.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.200.900.628.258.000 1.000 .2.900. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.125.200. 36.000 8.000 -7.000 .200.000 .000 6.140.000 0 0 0 1. apendik) adalah 20 % (36.000 . 78 .000.000 -2.000 Tahun kelima = 8 % (36.084.816. 30.640.084.000 .000 .000 3.000 8.900.900.700.890.000 8.000.816.4.4.520.9 %.000 8.000.000 .000.000 8.628.000 .000 0 0 0 1.8.700.000) = 7.520.272.628.400.900.000 4.628.000.000 8.700.000.1..900.000 Tahun ketiga = 24 % (36.900.000.272.000 4.000 .200.4.900.000) = 5.816.000) = 2.272.3 4 5 6 7 8 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .760.000 .000 .000) = 8.000 8.000 8.000 1.900.000.000 6.393.32.900.620.900.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000.200.775.900.000) = 7.000 260.000.000 E .000.000 8.000 .000 8.760.4.000 .880.000 8.000 8.640.084.000 -11.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.36.2.600.000 .900.000 . i).816.000 10.000 1.000 4.000 4.507.000 8.272.628.000 4.272.000 7.000 -7.900.5.010.000 8.900.900.000 8.000 Tahun kedua = 32 % (36.4.000 -7.4.900.000) = 11. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.6 %.000 8.900.000 8.000 8.084. Contoh 8.880.000 8.900.000 8.158.200.000.000 -7.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.000 8.000 8.000.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.900.

000 (P/A.000 P−S ) t = 180.000.000 (P/F. b).000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.000 -10.000 30. c).000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.000.000 + 25. 10) + 30.000 180.000 B C D E -180.000.000.000.180. i %.000 10 A -180.400.000.000 -15. c).000.000 36. i %.920. i %. Dt = 180.000 4 P−S (180.9 %.000 − 30.2 % b).000 . Penyelesaian : a).180.000 − 0 = 45.000.000 .000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000.000.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000 + 36.000 . 79 .000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000 − 30. NPW = 0 = .10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 21.000 25.000 (P/F.000.000.920. NPW = 0 = .10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. i %.000.000K.000 30. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000 – 0) = 14. sebelum pajak pendapatan.000 = 15. 8. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16. 30.000.000 (P/A.000.000.48 (30.080.000. 10) + 30. sehingga tak ada pajak pendapatan. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 − 0) ) t = 180. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000.000.000.

000 25.000 36.560.000.000 B C D E .000. i %.000.560.000 18.000.000 – 30.000 + 40.000 + 25. i %.000.000 30.320.6% d).180.750.22.000 (P/A.000.000 − 30. 4) + 15.000 40.000 -45.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.560.000 10 BV = 180.000.000 -17.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.48 (22. 4) + 18.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 . i %.000 10 (180. Contoh 8.000 .000 .400.000 (P/A.000. 8.600.000 = 15.000.000 8.320.000.000 0 36. 6) (P/F.000.9.000 36.600.10 = 30. i %.320.5 %.000 (P/F.000 (P/A.180.000 . i %.560 .000 36.000 − 30.000 4.000 .Tahun 0 1 – 10 5 .000.15.000 (P/F.10.000 NPW = 0 = .000.000.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.10 10 A -180. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.920.000) .250.000. Dt = 180.750.000.000 .000 B C D E -180.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.920.22. 10) + 18.000 = .000) = 10.000.000 .000 -14.000 .000 10.180.000.000 21.000 NPW = 0 = .000 15.000.000.000 18.000 .000 K - Nilai akhir = Rp. i %.180.080 .000.000 .

000 33.000 B -250.400.800.25. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya. i %.000 D -500.000 NPW (A) = 0 = .100 .000 32.500.000 24. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 24.800.200. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.900 .000 .000 .5 % 81 .800. Berdasarkan data di atas.000 .600.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.200 .000.100.000 -21.000 27.000 20.000.000 -10.800 .000 117.000 40.000 -20.600.200.100.500 . 32.000 50.000. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .400.000 51. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 65.500 .000 -16.000.000 45.000 -17.400.000.000 52.000 34.400 .800 . terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 65.000 22.000 17.000 20.000.000 14.000.000 (P/A.000 101.700 .300. 20) i = 6.000 C -350.000 C 350.000 .400. untuk pemilihan alternatif berganda ini.700.600.Biaya peralatan investasi A 200.200.000 + 22.000 -10.000.000 D 500.500.000.400.000 .000 .200 .0.300 .000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000 B 250.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.000 60.200.000 + 17.000 51. i %. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 (P/A.7.000 .

000. Jadi tinggal membandingkan alternatif B . i %. 20).9 % < 6 %.300.000 D -500.300.000 34.NPW (C) = 0 = -350.Safety (keselamatan) .000.C dan D seperti sebelumnya. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 45.dan sebagainya.000 11.000 + 45. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .200. sehingga dipilih alternatif C.Pemasaran (marketing) .000 10. i %. Diperoleh i= 3.900.000.700.700.000.600.000 NPW (D – C) = 0 – 150. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000 + 11.300.900.200.000 (P/A.000.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 C-B -100. 20) i = 6.000 (P/A. Soal-soal: 82 .5 % Dari hasil perhitungan tersebut. 20) i = 7. karena itu dipilih alternatif C.000 NPW (C – B) = 0 = . i %. 20).000.000 + 34.000.000.000 + 10.000.000 (P/A.000 (P/A.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000 22.000 C-D -150. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.100.000 34. i %.000. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350. .000 C -350.

9. d. Pada tahun 2003. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. 3. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Rp. Metode depresiasi double declining balance.000 untuk selama 2 tahun. Metode depresiasi straight line.50.000. Harga notebook tersebut Rp. Untuk tujuan pepajakan. 16. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. Metode depresiasi SOYD. Metode depresiasi sinking fund 6 %. 2.000.000. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. 20. jika digunakan : a.000.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000. d. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). c. Dengan menggunakan metode “average book”.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Dengan 83 .000 pada tahun pertama.000 pada tahun kedua naik Rp. 78. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.4. memberikan pendekatan yang cukup baik.000 pada tahun pertama. b.000.000. Rp.1. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. 12. a.000 pada tahun-tahun berikutnya. c. 3.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. b.000. 3. hitung rate of return tiap peralatan.25.300.000. 17.

Fifth Edition. 1990. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Singapore. Haryono. New Delhi. Engineering Economy.G. and GJ. Ekonomi Teknik. Leland and Anthony T.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. 1982. Principles of Engineering Economy. 1981. Thuesen.Inc. Eugene L. Leavenworth. 1985. 84 .. Prentice Hall of India Private Limited. Singapore. WJ.. Grant Ireson. John Wiley and Sons. Gant. Daftar Pustaka: Blank. Mc Graw Hill Book Co. Thuesen. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Engineering Economy. Surabaya. Seventh Edition.. W. H. Fabriky. Second Edition.. and Richard S.

BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9.000. Contoh 9. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.87 %.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.A.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.S. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). 10.

000 399.000 500.700 161. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.200 100.000 500.338.300 121.000 500.000 500.000 10.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.400 116.000 238.000 492.500 195.000 pada tahun 1995.000 104. 500.500.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 468.000 272.100 147. Setelah 116.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 383.000 500.300 125. 399.200 109. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 256.000 = Rp. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 425.000 500.000.000 500.000 500.000 446.000 288.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 478.000 500. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 500.000 371. 7.000 Laju inflasi (CPI) 92.500 97.000 500.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.500.000.900 94.200 170.000 500.000 500.000 349. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000.000 314. 86 .000 500.500 181.300 133. pada kolom 4.900 ) Rp.

mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.85% c. NPW = 0 = . 40. Contoh 9.000 – 1. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.Contoh 9. Rp. 87 . Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. 70. i% .000 tiap Ha. 133.tahun kedua diberi indeks 105.000. Pertanyaan: a. Pertanyaan : a. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.35. i%.000.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.330 b. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.40.000.000.333. yaitu obligasi yang berharga Rp. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. 10) + 133. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.000. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.500.35.500.333.000. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).330 (P/F . Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000 (P/A .000 x 5 x 100/150 = Rp. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.000000.000.35. 1.

000 5.333.000 6. 10) x b.000 6.000 -1.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 -1.000 +∑ ( P / F .000 + 4.330 - Obligasi 35.833.000 -1. e.590.000 + 3.500. Berdasarkan tabel c).500.370.000 5.500.600 + 4.000 -1.733.148.500. i %.500.000 -1.600. NPW = 0 = .5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.500. c.362.333.648.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000 + 2.500.807.369.000 -1.500. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.433. n) 150 n = 1 1 + 0. d. i%.000 -1.000 + 46.000 -1. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.500.166.000 6. i %.500.000.000 + 5.000 -1.b.869.000. n) n =1 10 88 .000 -81.000 + 4.000.000.000 + 4.000 + 4. Hitung rate of return dari a).000 + 4.35.000.980.000 (P/F.000 + 133.000 5. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 5.500. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 -1.090. c. 100 10 5.000 d.862.666.000 + 70. Penyelesaian : a.480.666.000 + 5.000 5.

000. 26. 5. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.74 %. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Selama 10 tahun tersebut. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. 1.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp.9%) c. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.000 pada tahun pertama.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. 300. 200.1%) b. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000.000. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut.000. 110.e. Rp. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. 320.000 tiap tahun. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.8 %) d. 2.300. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 100. 89 . b. dan bertambah Rp.000. 74 %.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.000 pada tahun kedua. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. a. Soal-soal : 1. 32. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Berdasarkan data diatas : a.000.3 %) c. Komisi penjualan sebesar Rp.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.000.700.300. 20. 27.000.

3. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).12)10 = Rp.461.000 (1. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. 3. ada pajak kekayaan sebesar Rp. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. 25. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. Selain pajak pendapatan (income taxes).000.110.000 (1.110.000. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.110. Jika tanah tersebut dibeli.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas). hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000) dikenai pajak sebesar 49%.000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. b.000) maka hitung rate of return sebelum pajak.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000 tiap tahun. 3.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. 346.000. 110. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000. 3. 90 .100.000.000. a.

Mc Graw Hill Book Co. Pujawan.N. New York. 2004. Surabaya 91 .Inc. Surabaya.Daftar Pustaka: Barish. Haryono.N. Ekonomi Teknik. Ekonomi Teknik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Edisi Pertama. N. Penerbit Guna Widya. 1990.. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.

Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Untuk suatu variabel random x : a. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang.

5) = 0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0. (M1 B2).25 93 .5) = 0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0. (B1 M2). Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. bila Y kontinyu Contoh 10.5) (0.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) + (0.5) = 0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0.b.

50) + 22 (0. 40. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. 100 (0.-.. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.-. 80(0.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.5 Contoh 10. expected annual equivalents. 100. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. 15. 80.2 : Dari contoh 10.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.Rp.50) + Rp.1.50 0. 40 (0.25) – 1 = 0.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.5) + 12 (0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.25) + 1 (0.. 94 .25) + Rp.25) = Rp.25 0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. Contoh 10.50) + 2 (0.

400. 53.02 Rp. 100.000.000 Rp. 300. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.000 Rp.000. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.06)(15.000.000) + (0.000 dan seterusnya.000 Rp. 15) + 0.000 95 .000.16(100. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000.000) = Rp. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.16 3/50 = 0.000) + 0.06 2/50 = 0. 150.682. 0 Rp. 200. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.02) (300.000. 12 %.000.04 1/50 = 0.000 Rp. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000 Rp.000 Rp. 550. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.24 8/50 = 0.000 Rp. 100. 150.000 Rp.000.000.000. 0 Rp.000) + (0.48 12/50 = 0.000.000.000 Rp.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.04 (200. 450.000.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000. 100. 210. 330.000.000 (A/P.

Dalam dunia bisnis.000 (A/P.000) + 0.000 (A/P.000. 55.04 (100.751.04 (100.000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550. c. Contoh 10.04 (150.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000.069.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.000. 12%.000) + 0. 46. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000) + 0. 15) + 0.000.000) = Rp.000) = Rp. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. 15) + 0.480. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. 80.000.000 (A/P.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.02 (100.000. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. yang dapat 96 .02 (200. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir. sedang atau jelek. 12%. 12%.000. 12%. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.000. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).828.000. 15) = Rp.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000) = 68. b. 15) + 0.000 (A/P.02 (150.

000 Rp.000. 100.60) Buruk (0.25) Perluasan kecil Sedang (0. 15.000 Rp.000.000 Rp.15) 115.5) 10.000 10.000.972.15) Baik (0. 140.000 Rp.000.000.000 – 12.000 – 12.000 108.000.000 120.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000 Rp. 12.5) 145.028.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.60) Buruk (0.000.000.000 + 15.000.000 (P/F.028.000 dengan nilai akhir Rp 15. 190.000 100.000.000.000 Perluasan Kecil Rp. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.15) Baik (0.000.000 – 41.000.20%.000.000 Rp.000.000. 10.20%.60 0. 10.000.000 155.000 – 12. 145.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 (P/F.000.000.000 97 .000 110.000.5) = = = = = = 128.000 pada akhir tahun ke–5.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 + 15.000.000.000.000 – 41.000.25 0. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000.000 .000 + 15.24.15 Tidak ada perluasan Rp.000.000.000 15.000.000 Perluasn besar Rp. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 (P/F.000 140.000.000 190.000 3.60) Buruk (0.25) Perluasan besar Sedang (0. 120.000 – 41.000. 115. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.20%.

000) + 0.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000(υ(θ22)) 110.000) + 0. 2.60 (110.000(υ(θ12)) 108.972.000. contoh 10.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . = probabilitas dari Sj.000) + 0.n.028. 90.15 (24.000) + 0. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000) = Rp.028.000.000.000.250.000 (υ(θ21)) 110.15 (10. 97.000) + 0.000) = Rp.25 (115.000. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.15 (3.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.028. I = 1.25 (128.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000.60 (100.000.60 (108. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000(υ(θ23)) -24.000) + 0.250. ……n.000) = Rp.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000 (υ(θ11)) 128. ………….4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.000.972.000. Formulasi matriks contoh 10.101. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas. 2.028.000.000.1 98 . υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000(υ(θ13)) 3.25 (115.

000K. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. 99 . umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. 150.000.60 ) + 10.028.000 ( 0.250. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 ( 0. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000 ( 0.000 ( 0.972.60 ) + 3.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000 ( 0.000. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.25 )+108. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000 ( 0.15 ) = 97. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000K tiap tahun.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.25 )+110.000. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 Soal-soal: 1.15 ) = 101.15 ) = 90.60 ) + 24. 350.000 = 128.25 )+ 100.000K. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.028. 2. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000 ( 0. 200. 150.000 ( 0. 100.000 ( 0. pajak pendapatan 50%. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000K tiap tahun.7. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan.000 = 155. 150.000.250.028.000.

000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 25. Daftar Pustaka: Barish.000 12. Mc Graw Hill Book Co.5. Andaikan juga P(S1) = 0.000 22.000 2000.000 S1 18. Penerbit Guna Widya.N. Surabaya 100 .000. tanpa dikenai pajak.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. 1995. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000 Modal Kerja 10. N.2.000 15. Ekonomi Teknik. P(S3) = 0. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.200.000.2000..000. Edisi Pertama.600.000 8.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000 3. 2004.N.3.000. P(S2) = 0.000 10.500.200.000.000.Inc. Pujawan.600. Berdasarkan data diatas.000 80.000 S3 14. New York.000 30.000.

yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Misal: biaya tanah. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. b. Misal: biaya bahan baku. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. a. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. mengukur. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi.

dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. 103 . hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.

ongkos tenaga kerja langsung. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Titik yang dinyatakan variabel output. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. misal: volume produksi. misalnya ongkos bahan baku. Jumlah semua pendapatan.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. banyaknya penjualan dan sebagainya. dan sebagainya. lama operasi. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->