P. 1
Apresiasi Terhadap Tradisi Dan Upacara Adat Kesukuan

Apresiasi Terhadap Tradisi Dan Upacara Adat Kesukuan

|Views: 1,601|Likes:
Published by Palui Banjar

More info:

Published by: Palui Banjar on Mar 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Apresiasi terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Islam Nusantara Pada tahun 30 Hijriah atau 651

Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah. Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi‟i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besarbesaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil‟alamin. Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda – menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin

Perang Jawa (Diponegoro). dan mungkin bahkan di dunia. Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Selanjutnya terjadi proses akulturasi (pencampuran budaya). Islam harus menyesuaikan diri dengan budaya lokal maupun kepercayaan yang sudah dianut daerah tersebut. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia). oleh karena itu proses akulturasi budaya Islam dengan budaya setempat di setiap daerah terdapat perbedaan. itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi‟i. ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya.beratus-ratus tahun. Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini. yang lebih terkenal dengan gelarnya. namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Makassar. terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Perang Padri (Imam Bonjol). namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. dan Perang Aceh (Teuku Umar). Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. yakni Demak. yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai. untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin. Sehingga jenis dan macamnya sangat beragam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi. maka banyak dihasilkan sebuah karya seni yang indah dan merupakan alat sosialisasi yang hebat serta metode dakwah yang paling efektif. Namun yang pasti sentuhan budaya local dengan agama Islam yang berlangsung telah melahirkan sebuah bentuk seni baru yang berfungsi baik sebagai ekspresi keagamaan maupun ekspresi budaya. agama seteru mereka. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani. Sunda Kelapa. Cirebon dan Banten. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa. . Fathahillah. Kemunculan seni tradisi Islam baik di Jawa maupun di Luar Jawa (dengan berbagai nama dan istilahnya) tentu merupakan ekspresi keberagamaan (religion) masyarakat yang bersifat local. Sejarah Tradisi Islam di Nusantara Masyarakat Indonesia sebelum kedatangan Islam ada yang sudah menganut agama Hindu Budha maupun menganut kepercayaan adat setempat. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman. Setiap wilayah di Indonesia mempunyai tradisi yang berbeda. Pasai. Ternate. namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Sulu (Filipina). sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin). Fathahillah sempat berguru di Makkah. Prose ini menghasilkan budaya baru yaitu perpaduan antara budaya setempat dengan budaya Islam. Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat. Terlepas dari hal ini. Berkat kearifan tokoh-tokoh penyebar Islam dalam mengelola percampuran antara syareat Islam dengan budaya local. Satu contoh. maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511. Apapun nama dan tujuannya kesenian tradisi Islam merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Banten. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam.

Bentuk Sastra Melayu lainnya adalah syair dan pantun. di Jawa terdapat budaya Jawa Kuno sebagai hasil akulturasi dengan budaya India yang masuk bersama agama Hindu dan Budha. seni murni. 3. Demikian juga dengan wayang golek di daerah Sunda. 2. Sulawesi Meskipun masyarakat Silawesi baru memeluk Islam pada abad ke-17. Wayang adalah salah satu budaya Jawa hasil akulturasi dengan budaya India. Bentuk hiasan pada ornament diambil dari bentuk flora. Karya lain yang bersifat asli adalah La Galigo (syair kepahlawanan raja Makasar). Bila disbanding dengan budaya Melayu. Jawa Sebelum Islam datang. Nur al daqai (Syamsudin). diikuti kalimat-kalimat tahlil (laailaaha illallah). ceritanya merupakan gubahan dari cerita-cerita Islam seperti tentang Amir Hamzah (Hamzah adalah paman Rosulullah SAW). Karya-karya tersebut sebagian besar berbentuk prosa. Hikayat Amir Hamzah. Bustan al Salatin (Nurrudin ar Raniri). Akulturasi antara budaya tersebut menimbulkan kesusasteraan Islam. seperti karya Nurrudin al Raniri.1. fauna dan grafis meniru gaya hiasan Arab. Bentuk ornament pada pakaian diwujudkan melalui teknik batik. Beberapa karya besar dari masa ini adalah Syarab al ‘Asyiqin dan Asrar al ‘Arifin (Hamzah Fansuri). namun mereka mempunyai keteguhan terhadap ajaran Islam. Seperti halnya di Sumatera. Ketiga ulama tersebut menulis banyak sastra Melayu yang bercorak tassawuf. Berikut ini beberapa contoh tradisi kesekuan di Indonesia yang bernuansa Islam : Tahlilan Tahlilan adalah upacara kenduri atau selamatan untuk berdo‟a kepada Alloh dengan membaca surat Yasin dan beberapa surat dan ayat pilihan lainnya. Sehingga para ulama disamping sebagai pendidik juga dikenal sebagai sastrawan. di daerah lainpun para mubaligh memilih mempertahankannya namun memberikan warna Islam. Setelah terjadi akulturasi dengan Islam tokoh-tokoh dan cerita pewayangan diganti dengan cerita bernuansa Islam. Selain kesenian si atas terdapat pula bentuk kesenian visual (seni rupa) seperti seni kerajinan.Karya-karya lainnya adalah Taj al Salatin. pengaruh budaya Islam terhadap budaya Jawa lebih kecil. Hal ini terlihat misalnya pada penggunaan huruf arab lebih kecil dibanding huruf Jawa. Sumatra Budaya yang sudah mengakar di Sumatra adalah budaya Melayu berupa kesusasteraan. Cerita-cerita pewayangan diambil dari kitab Ramayana dan Barathayuda. seni terapan dan ornament (hiasan). kedua bentuk puisi lebih sering digunakan disbanding prosa. Ada yang merupakan pengaruh Hindu dan Budha adapula tradisi asli yang sudah turun menurun. Hikayat Aceh. misalnya Hamzah Fansuri. senjata. pakaian dan buku. Abdurrauf (Singkil) dan Nurrudin ar Raniri. Ornamen terdapat pada wadah. Syamsudin (Pasai). sulam dan bordir. Hikayat Iskandar Dzulqrnain. tahmid . Apresiasi Terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Setiap daerah dimana Islam masuk sudah terdapat tradisi masing-masing. Karya budaya mereka bersifat Islami banyak berupa karya sastra terjemahan dan karya berbahasa Arab dan Melayu.

Syair lagu berisi pesan tauhid dan setiap bait lagu diselingi pengucapan dua kalimat syahadat atau syahadatain. 100. dari Presiden sampai rakyat biasa. sehingga mereka kembali ke agamanya. Tradisi ini dipelopori oleh Sunan Bonang. Dalam tahlilan sesaji digantikan dengan berkat atau lauk-pauk yang bisa dibawa pulang oleh peserta. Tradisi ini berasal dari kebiasaan orang-orang Hindu dan Budha yaitu Kenduri. Kegiatan ini diisi dengan pembacaan riwayat nabi (Barzanji) maupun kegiatan lainnya seperti perlombaa-perlombaan yang bersifat Islami. Muludan Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan mengadakan Muludan. Pada perayaan ini gamelan Sekati diarak dari Keraton ke halaman mesjid Agung Yogya dan dibunyikan siang-malam sejak seminggu sebelum 12 Rabiul Awal. Gerebeg Maulud Acara ini merupakan puncak peringatan maulud. Sekaten diselenggarakan pada bulan Besar (Dzulhijjah). Di Indonesia peringatan ini dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengarakan biasanya dilaksanakan setelah terlaksananya acara lainnya dengan menghidangkan beraneka macam hidangan makanan. Dilakukan dengan mengarak usungan berwarna-warni (tabut) di pinggir pantai kemudian dibuang ke laut lepas. Biasanya diselenggarakan sebagai ucapan syukur kepada Alloh SWT (tasyakuran) dan mendo‟akan seseorang yang telah meninggal dunia pada hari ke 3. Upacara ini dilaksanakan secara turun temurun di daerah Pariaman (Sumatera Barat) dan Bengkulu. Sekaten Sekaten adalah upacara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Keraton Yogyakarta atau Maulud. Adat Basandi Syara’. dengan Sri Sultan beserta pembesar Keraton Yogya hadir di mesjid Agung. selamatan dan sesaji. Peringatan Maulid Nabi sebenarnya tidak diperintahkan oleh Nabi melainkan budaya agama semata. kemudian menjadi Sekaten. Tabut/Tabuit Dilaksanakan pada hari asyura (10 Muharram) untuk memperingati pembantaian Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rosulullah) oleh pasukan Yazid bin Muawiyah di Karbela. 1. Takbiran Takbiran dilakukan dengan malam 1 Syawal (Idul Fitri) dengan mengucapkan takbir bersama-sama di masjid/mushalla ataupun berkeliling kampong (takbir keliling).000 dan khaul (tahunan). Dalam agam Islam tradisi ini tidak dapat dibenarkan karena mengandung unsure kemusyrikan.(Alhamdulillah) dan tasbih (subhanallah). Peringatan ini dipelopori oleh Sultan Muhammad Al Fatihuntuk membangkitkan semangat pasukan Muslim pada perang salib. 7. Selain untuk Maulud. Pada malam tanggal 11 Rabiul Awal ini. 40. Sara’ Basandi Kitabulloh . Ulama yang mengubah tradisi ini adalah Sunan Kalijaga dengan maksud agar orang yang baru masuk Islam tidak terkejut karena harus meninggalkan tradisi mereka. Dilanjutkandengan pembacaanpembacaan riwayat Nabi dengan ceramah agama.

Si anak dinaikkan becak yang telah dihias. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh antara 12 sampai 30 orang. Kelompok ini menamakan keseniannya sebagai “ Singir Ndjaratan” yang artinya “tembang kematian”. Kasihan. Kesenian ini berkembang seiring dengan tradisi memperingati seribu hari kematian (3 hari. Dimana sebuah kitab yang berisi tentang puji-pujian kepada Nabi Muhammad. Kesenian ini semakin hari digerus oleh perspektif Islam modernis dan banyak tergantikan dengan tahlil dan yasinan. Kelompok kesenian ini salah satunya ditemukan di daerah Tamantirto. Dalam prosesi ini. seiring kemajuan jaman. Adat Minagkabau kental dengan nuansa Islam sehingga melahirkan semboyan adat basabdi syara. yang kemudian dibelakangnya diikuti para pemain genjring. Penabuh terbang bisa bergantian dan nyanyian dilakukan secara serempak dengan menggunakan bahasa arab. kesenian ini cukup efektif untuk melakukan pembinaan generasi muda. syiiran shalawat dilantunkan secara rampak dengan diiringi tabuhan rebana. juga dimaksudkan adanya hikmah dari pembacaan sholawat tersebut. gengring dilakukan sambil jalan beberapa ratus meter menyambut datangnya pengantin sunatan yang datang dari tempat disunat tersebut. Jika dilihat dari isinya. orang bilang “genringan”. 40 hari. sehingga adat mereka dipautkan dengan sendi Islam yaitu Al-Qur‟an (Kitabullah). Dalam seni tradisi islam ini. namun diiringi tahlil bersama sepanjang pembacaan singir-singirnya. Kesenian ini di masyarakat Banyumas seringkali digunakan untuk mengarak sunatan. tabuhan rebana ini disebut genjring. Kesenian Singkiran Kesenian ini sangat jarang ditemui karena semakin punah. Untuk mengisi waktu senggang. kesenian ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk mendoakan para leluhur melalui pembacaan kalimat tahlil yang mengiringi pembacaan narasi syiiran. sehingga jumlahnya didominasi kaum tua (50 tahunan). syara basandi kitabullah (Adat bersendikan syara dan syara bersendikan Kitab Alloh). Seni Tradisi Genjring Seni tradisi ini banyak ditemukan di daerah Purwokerto. Seperti halnya kesenian Islam lain. Selain menarasikan nasehat-nasehat kebajikan. mereka memainkan genjring bersamasama di masjid. karena hampir setiap malam anakanak muda bertemu di masjid. Kesenian ini tidak menggunakan alat musik. seni tradisi ini berisikan nasehat-nasehat bagi si mayat dan nasehat kebajikan bagi anak cucu yang masih hidup untuk selalu mendoakan orang tua mereka. kesenian ini menggunakan dasar dari kitab Al-Berjanji. Sedangkan irama atau langgam . Pada masa lalu. Oleh masyarakat lokal. dan Banyumas pada umumnya. Hal ini mungkin dimaksudkan untuk mendekati bunyi rebana yang mirip bunyi “jring”. DIY. kesenian tradisi ini lebih banyak yang berbasis di masjid. 100 hari dan 1000 hari) salah satu warga. tanpa tarian. Di kalangan masyarakat Banyumas. Bantul. meninggalnya para pelakunya. Namun saat ini kesenian ini sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan kaum muda. dan sengaja di counter kelompok tertentu (islam modern) karena dianggap ada penyimpangan dari Islam. 7 hari. mengurangi rasa sakit pada si anak (karena perhatian tertuju pada keramaian). Kesenian Singiran merupakan salah satu bagian integral dari ekspresi seni tradisi ummat Islam.Masyarakat Minangkabau dikenal kuat dalam menjalankan agama Islam. Menurut keterangan masyarakat Purwokerto dan Banyumas hal ini dimaksudkan selain untuk menambah kemeriahan pesta.

Lagu yang top yakni Perdamaian dari Nasida Ria. Hal ini menunjukkan perbedaan sikap masing-masing daerah pada saat menerima Islam. Perintis kasidah modern adalah grup Nasida Ria dari Semarang yang semuanya perempuan. Penyanyi menyanyikan lirik berisi pujipujian (dakwah keagamaan dan satire) untuk kaum muslim. Adalah Kyai Soleh yang menciptakan tembang-tembang shalawat berbahasa Jawa yang sampai saat ini tulisannya menjadi pedoman para pelaku seni sholawat jawi. Alat musik yang dimainkan adalah rebana dan mandolin. Selain tradisi tersebut masih banyak tradisi lain yang berkembang di daerah atau suku-suku lainnya. pangkur dan lain-lain). dan Sholawat Jawi Kesenian Shalawat Jawi di temukan di daerah Pleret. Seni ukir reliefberupa suluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme.”ةديصق‬bahasa Persia: ‫ هدیصق‬atau ‫ هماكچ‬dibaca: chakameh) adalah bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan.singir digunakan langgam-langgam macapat. Kalangan mudah lebih senang kesenian yang lebih modern (model dan alatnya). atau bahkan di sekitar Kabupaten Bantul. Lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab. . Koes Plus dan AKA mengedarkan album kasidah modern. meskipun beliau sudah lama meninggal. Mereka mendapatkan manfaat keberagamaan yang mententramkan hati (sebagai kubutuhan spiritualitas) sekaligus kebutuhan akan keindahan (seni) juga terpenuhi. Kesenian ini merupakan salah satu bentuk penegasan jawanisasi kesenian Islam. Jadi tidak heran kesenian ini mulai jarang ditemui. qasida. disertai alat-alat modern. Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi bintang yang dibantu paduan suara wanita. bahasa Arab: “‫ . Kesenian yang berkembang seiring dengan tradisi peringtaan Maulid Nabi ini mengartikulasikan syair atau syiiran shalawat kepada Nabi Muhammad dengan medium bahasa Jawa. dan beberapa juga sudah menyebar di sekitar kecamatan Pleret. misalnya: biola. Tradisi-tradisi tersebut menambah kekayaan tradisi Islam Indonesia. dandang-gula. Proses Berkembangnya Islam Di Indonesia Seni Rupa    Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Kesenian ini merupakan ekspresi keberagamaan sekaligus ekspresi kesenian bagi pelakunya. Di tahun 1970-an. Bantul. bahkan juga dengan melodi-melodi Jawa (langgam sinom. keyboardflute. Bimbo. karena kelompok-kelompok kesenian ini semakin sedikit. Sinkretisme adalah perpaduan 2 jenis seni logam. kemudian bacaan singir secara bergantian. Kyai Soleh merupakan seorang tokoh lokal Islam yang sekaligus seniman yang memegang teguh prinsipprinsip ber-Islam. dan kemudian pembacaan sholawat (srokal) serta diakhiri dengan doa. Kesenian tradisi islam ini di dominasi oleh para oang tua ( rata-rata di atas 50 tahun) dan regenerasi sepertinya tidak. Secara garis besar kesenian ini diawali dengan pembacaan tahlil. gitar listrik. Kasidah Kasidah (qasidah.

hiasan bahagian dalam dan luar. dan fungsi rumah mencerminkan kebudayaan dan nilai Minangkabau. Rumah Banjar . Sistem Pemerintahan    Kerajaan-kerajaan Hindu Budha digantikan kerajaan-kerajaan Islam. pembinaan. istana. Masjid-masjid memiliki ciri-ciri khusus. Rumah Gadang  Gaya seni bina. Seni-seni sastra berikut Hikayat : dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf Primbon adalah hasil sastra yang berisi ramalan-ramalan.istana/kraton. Sistem Kalender  Munculnya kalender Jawa yang dibuat Sultan Agung menggantikan kalender Saka. Letak masjid biasanya dekat dengan istana Beberapa jenis masjid di Indonesia : masjid jami masjid madrasah masjid makam masjid tentara dan madrasah. Rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperti halnya para wali Jika rajanya meninggal tidak lagi dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam. keajaiban dan penentuan hari baik/buruk. Bangunan-bangunan lain yang muncul : istana. makam. Seni Bangunan/Arsitektur             Terutama mempengaruhi bangunan masjid. dan makam-makam.Aksara dan Seni Sastra       Bahasa dan huruf Arab. bangunan benteng penahanan. antara lain: Atapnya berbentuk tumpang Tidak dilengkapi dengan menara Bedug dan kentongan yang merupakan budaya asli Indonesia.

Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung. yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan. Bangunan Rumah Adat Banjar diperkirakan telah ada sejak abad ke-16. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa. dan Cirebon di Jawa Barat. khususnya di Jawa. yaitu Surabaya-GresikLamongan di Jawa Timur. atau sanga dalam bahasa Jawa. Sistem Pemerintahan. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. dan Teknologi. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Arti Walisongo Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa. Sistem Penanggalan. membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain. yaitu ketika daerah Banjar di bawah kekuasaan Pangeran Samudera yang kemudian memeluk agama Islam Sebagai Contoh salah satu bentuk akulturasi yang bisa kita temui dalam saluran Kesenian. diyakini sebagai salah satu tempat berkumpulnya para wali yang paling awal. Mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Pertama adalah wali yang sembilan. . Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo/sanga berasal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Walisongo Masjid Agung Demak. yang berarti tempat. Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14.

Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang). pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal.[1] Saat itu. dan Syekh Subakir. hingga ke pemerintahan. perniagaan. bercocok-tanam. kemasyarakatan. Maulana 'Aliyuddin.Lukisan Walisongo Pendapat lain yang mengatakan bahwa Walisongo adalah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah). Maulana Malik Isra'il (dari Champa). yaitu:    Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim Sunan Ampel atau Raden Rahmat Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim    Sunan Drajat atau Raden Qasim Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin    Sunan Kalijaga atau Raden Said Sunan Muria atau Raden Umar Said Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah Para Walisongo adalah intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. . majelis dakwah Walisongo beranggotakan Maulana Malik Ibrahim sendiri. Dari nama para Walisongo tersebut. Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi). kebudayaan. mulai dari kesehatan. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa. Maulana Hasanuddin. Maulana Muhammad Ali Akbar. kesenian. Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi).

Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Makam Maulana Malik Ibrahim. 3 isteri bernama: 1. bernama: Maulana Moqfaroh dan Syarifah Sarah 2. Siti Maryam binti Syaikh Subakir. Dalam Catatan itu tertulis: As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali‟ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ubaidillah bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Al-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja‟far Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib. memiliki 2 anak yaitu: Abbas dan Yusuf. Abdul Ghafur. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Champa Dinasti Azmatkhan 1). Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin AlAkbar Asmaraqandi. dan Ahmad 3. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat kebanyakan. mengikuti pengucapan lidah orang Jawa terhadap As-Samarqandy. yaitu: Abdullah. atau Sunan Tandhes. desa Gapura. Malik Ibrahim berusaha menarik hati masyarakat. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi. Jawa Timur Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. memiliki 4 anak. Selanjutnya Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung) berputera Sayyid Ja‟far Shadiq [Sunan Kudus]. pada paruh awal abad ke-14. Isteri Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim memiliki. Ibrahim. Maulana Malik Ibrahim umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa. yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Gresik. binti Nabi Muhammad Rasulullah Ia diperkirakan lahir di Samarkand di Asia Tengah. Nasab As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim Nasab Maulana Malik Ibrahim menurut catatan Dari As-Sayyid Bahruddin Ba'alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume (jilid). Selanjutnya Sharifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan Sayyid Fadhal Ali Murtadha [Sunan Santri/ Raden Santri] dan melahirkan dua putera yaitu Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Utsman Haji (Sunan Ngudung). Ia disebut juga Sunan Gresik. atau Mursyid Akbar Thariqat Wali Songo . yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit. ada yang memanggilnya Kakek Bantal.[2] Dalam cerita rakyat. Ia . memiliki 2 anak.

sederetan gong kecil diletakkan horisontal. keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Sunan Bonang diperkirakan wafat pada tahun 1525. Malik Ibrahim wafat.J.Sunan Derajat. yang masih sering dinyanyikan orang. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. berputera: Sunan Bonang. menurut riwayat ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa yang bernama Dewi Condro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dari Dinasti Ming. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta. Pembaharuannya pada gamelan Jawa ialah dengan memasukkan rebab dan bonang. . putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel. Gresik.Raden Husamuddin (Sunan Lamongan.Pangeran Tumapel dan Raden Faqih (Sunan Ampel 2. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo. Makam Sunan Ampel teletak di dekat Masjid Ampel. Surabaya.Siti Syari‟ah. dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.Siti Muthmainnah dan Siti Hafsah. putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. itu bukan karya Sunan Bonang namun mungkin saja mengandung ajarannya. Nasab lengkapnya sebagai berikut: Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin AlHusain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali‟ Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja‟far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam AlHusain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan.W. Gresik.membangun pondokan tempat belajar agama di Leran. Ia dikatakan sebagai penggubah suluk Wijil dan tembang Tombo Ati. Pada tahun 1419.Raden Zainal Abidin (Sunan Demak). Jawa Timur. Menurut G. Drewes. berputera: Dewi Murtasiyah. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim) Bonang. Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning.Sunan Sedayu. Sunan Bonang banyak berdakwah melalui kesenian untuk menarik penduduk Jawa agar memeluk agama Islam. Ia menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila. yang sering dihubungkan dengan namanya. Universitas Leiden menyimpan sebuah karya sastra bahasa Jawa bernama Het Boek van Bonang atau Buku Bonang. Surabaya.Asyiqah.

Gresik. sebagai pengamalan dari agama Islam. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550. Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad. Di antara yang pernah menjadi muridnya. ialah Sunan Prawoto penguasa Demak. yang menyebarkan agama Islam ke wilayah Lombok dan Bima. Sunan Giri Sunan Giri adalah putra Maulana Ishaq. dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad. putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Jamaluddin Al-Husain bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali‟ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja‟far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. Gamelan Singomengkok peninggalannya terdapat di Musium Daerah Sunan Drajat. Sunan Drajat diperkirakan wafat wafat pada 1522. Ia menekankan kedermawanan. dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel. yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur. bertempat di Desa Drajat. Salah satu peninggalannya yang terkenal ialah Mesjid Menara Kudus. Sunan Drajat banyak berdakwah kepada masyarakat kebanyakan. penasehat Sultan Demak. Sunan Giri adalah keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad. Sunan Kudus memiliki peran yang besar dalam pemerintahan Kesultanan Demak. Sebagai seorang wali. Pesantren Sunan Drajat dijalankan secara mandiri sebagai wilayah perdikan. dan peningkatan kemakmuran masyarakat. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. yaitu sebagai panglima perang. bahkan sampai ke kepulauan Maluku. Lamongan. Sunan Kudus Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji. Mursyid Thariqah dan hakim peradilan negara. dan Arya Penangsang adipati Jipang Panolan. yang arsitekturnya bergaya campuran Hindu dan Islam. merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Lamongan. Sunan Kalijaga .Sunan Drajat Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel. Tembang macapat Pangkur disebutkan sebagai ciptaannya. Ia banyak berdakwah di kalangan kaum penguasa dan priyayi Jawa. Salah satu keturunannya yang terkenal ialah Sunan Giri Prapen. Kecamatan Paciran. kerja keras. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton.

Tembang suluk Ilir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul umumnya dianggap sebagai hasil karyanya. Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq. putri Sunan Ngudung. Dalam satu riwayat. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Lukisan Sunan Gunung Jati . Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga dari isterinya yang bernama Dewi Sarah binti Maulana Ishaq. menikahi juga Syarifah Zainab binti Syekh Siti Jenar dan Ratu Kano Kediri binti Raja Kediri. Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah. Jadi Sunan Muria adalah adik ipar dari Sunan Kudus. antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk.Lukisan Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir). Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah. Sunan Muria (Raden Umar Said) Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putra Sunan Kalijaga. Ia adalah murid Sunan Bonang.

Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435). Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin. sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten. Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana „Aliyyuddin. terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim. sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. Maulana Malik Isra'il (wafat 1435). Maulana 'Aliyuddin (wafat 1462). Fathullah Khan    . Angkatan ke-2 (1435 . Maulana Ishaq (wafat 1463). Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465).1513 M. maupun dalam hubungan gurumurid. dan Syekh Subakir (wafat 1463). juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten. Sunan Gunung Jati. terdiri dari Sunan Ampel. Sunan Giri (wafat 1505).1463 M). Bila ada seorang anggota majelis yang wafat. Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar. Jawa Barat Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syekh Husain Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu. maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya:  Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M). namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat. Sunan Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya. Maulana Hasanuddin. Maulana Ahmad Jumadil Kubro. Maulana Ahmad Jumadil Kubro. ia masih keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang. Walisongo menurut periode waktu Menurut buku Haul Sunan Ampel Ke-555 yang ditulis oleh KH. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin.[1] majelis dakwah yang secara umum dinamakan Walisongo. Sunan Kudus.Gapura Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq. Maulana Ishaq. dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465). terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481). Angkatan ke-4 (1466 . Maulana Hasanuddin (wafat 1462).1466 M). Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra‟il. Mohammad Dahlan. Maulana Muhammad Al-Maghrabi. baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan. yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja. Maulana Muhammad Al-Maghrabi. terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419). Angkatan ke-3 (1463 . Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra. yang sesudahnya kemudian menjadi Kesultanan Cirebon. Maulana 'Aliyuddin. dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir.

Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung. Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat. Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah. Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak. terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599). Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan. Sunan Gunung Jati (wafat 1569).    Tokoh pendahulu Walisongo Syekh Jumadil Qubro Syekh Jumadil Qubro adalah Maulana Ahmad Jumadil Kubra bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali‟ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja‟far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Syekh Jumadil Qubro adalah putra Husain Jamaluddin dari isterinya yang bernama Puteri Selindung Bulan (Putri Saadong II/ Putri Kelantan Tua). Sayyid Amir Hasan. terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar. Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus. . Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen. Sunan Kudus. Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang. Fathullah Khan (wafat 1573). Angkatan ke-8 (1592. Sunan Kudus (wafat 1550).1533 M). Sunan Derajat.(Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi. Sunan Gunung Jati. Tokoh ini sering disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah seorang pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa.1650 M). terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599). Maulana Yusuf.1546 M). Raden Fattah (wafat 1518). Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana. Maulana Hasanuddin. Sunan Bonang. Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati. Angkatan ke-7 (1546. dan Sunan Muria (wafat 1551). dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria. Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana. Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II. dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos). Sunan Derajat (wafat 1533).1591 M). Sunan Bonang (wafat 1525). Sayyid Amir Hasan. Sunan Gunung Jati. Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto. Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan. dan Sunan Kalijaga (wafat 1513). Angkatan ke-6 (1533 . terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517). Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri. dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga. Fathullah Khan (Falatehan). Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan.  Angkatan ke-5 (1513 .

Yogyakarta. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk.W. membaca Diba & Barzanji. Alatas. Belum diketahui yang mana yang betul-betul merupakan kuburnya. Orang-orang Arab Hadramawt (Hadramaut) membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakanperanakan Arab. yang merupakan abad spesifik kedatangan atau kelahiran sebagian besar Walisongo di pulau Jawa.   Hingga saat ini umat Islam di Hadramaut sebagian besar bermadzhab Syafi‟i. doa Nur . beragam Shalawat Nabi. atau di desa Turgo (dekat Pelawangan). Islamolog dan ahli hukum Belanda yang mengadakan riset pada 1884-1886." Pernyataan van den Berg spesifik menyebut abad ke-15. Malaysia dan Indonesia. Trowulan. Syihab. Hal ini disebabkan mereka (kaum Sayyid Syarif) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW). Alaydrus. seperti mengadakan Maulid. pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar). Al Jufri. Syahab dan banyak marga Hadramaut lainnya. di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya. oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW).C van den Berg. dalam bukunya Le Hadhramout et les colonies arabes dans l'archipel Indien (1886)[5] mengatakan: ”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid Syarif. yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Beberapa argumentasi yang diberikan oleh Muhammad Al Baqir. Abad ke-15 ini jauh lebih awal dari abad ke-18 yang merupakan saat kedatangan gelombang berikutnya. mengikuti jejak nenek moyangnya.[3] [4] Teori keturunan Hadramaut Walaupun masih ada pendapat yang menyebut Walisongo adalah keturunan Samarkand (Asia Tengah). Al Hadad. dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi. walaupun ada juga suku-suku lain Hadramaut (yang bukan golongan Sayyid Syarif).Makamnya terdapat di beberapa tempat yaitu di Semarang. Bandingkan dengan umat Islam di Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah. mendukung bahwa Walisongo adalah keturunan Hadramaut (Yaman):  L. yaitu kaum Hadramaut yang bermarga Assegaf. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. sama seperti mayoritas di Srilangka. Selain dari mereka ini. Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi'i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait. dalam bukunya Thariqah Menuju Kebahagiaan.”  van den Berg juga menulis dalam buku yang sama (hal 192-204): ”Pada abad ke-15. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. namun tampaknya tempat-tampat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh daripada merupakan asal-muasal mereka yang sebagian besar adalah kaum Sayyid atau Syarif. Champa atau tempat lainnya. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab. Al Habsyi. Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) yang sebagian besar bermadzhab Hanafi.

Di abad ke-15. seorang anak dari Muhammad Shahib Mirbath ulama besar Hadramaut abad ke-13. Gelar tersebut juga merupakan gelar yang sering dikenakan oleh keluarga besar Jamaluddin Akbar di Gujarat pada abad ke-14. Malabar.C. Th.W. Hal tersebut mengindikasikan kesamaan sumber yaitu Hadramaut. yang merujuk kepada tulisan Mangaraja Onggang Parlindungan. yang kemudian merujuk kepada seseorang yang bernama Resident Poortman. ia meragukan pula tentang keberadaan seorang Poortman. misalnya bila dibandingkan dengan Snouck Hurgronje dan L. Teori keturunan Cina Sejarawan Slamet Muljana mengundang kontroversi dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa (1968). van den Berg. bahkan tak pernah sekalipun menyebut nama Poortman dalam buku-bukunya yang diakui sangat detail dan banyak dijadikan referensi. Terdapat beberapa sumber tertulis masyarakat Jawa tentang Walisongo. Sejarawan Belanda masa kini yang banyak mengkaji sejarah Islam di Indonesia yaitu Martin van Bruinessen. Salah satu ulasan atas tulisan H.J. Nuralam Akbar dan banyak lainnya. de Graaf. Kitab Walisongo karya Sunan Dalem (Sunan Giri II) yang merupakan anak dari Sunan Giri. Di sana.Th. M. Bila orang itu ada dan bukan bernama lain. Resident Poortman hingga sekarang belum bisa diketahui identitasnya serta kredibilitasnya sebagai sejarawan. Mesir. Keluarga besar ini terkenal sebagai mubaligh musafir yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara. Pigeaud. Ali Akbar. Referensi yang dimaksud hanya dapat diuji melalui sumber akademik yang berasal dari Slamet Muljana.[rujukan?] Referensi-referensi yang menyatakan dugaan bahwa Walisongo berasal dari atau keturunan Tionghoa sampai saat ini masih merupakan hal yang kontroversial. dan juga diceritakan cukup banyak dalam Babad Tanah Jawi.G. dengan menyatakan bahwa Walisongo adalah keturunan Tionghoa Indonesia.[6] Pendapat tersebut mengundang reaksi keras masyarakat yang berpendapat bahwa Walisongo adalah keturunan Arab-Indonesia. Sumber tertulis tentang Walisongo 1.C. Sulu & Mindanao. Srilangka. . Pemerintah Orde Baru sempat melarang terbitnya buku tersebut. yaitu cucu keluarga besar Azhamat Khan (atau Abdullah Khan) bin Abdul Malik bin Alwi. karena Hadramaut adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi'i dengan pengamalan tasawuf dan pengutamaan Ahlul Bait. Nubuwwah dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut. seharusnya dapat dengan mudah dibuktikan mengingat ceritanya yang cukup lengkap dalam tulisan Parlindungan [7]. seperti Zainal Akbar. Ibrahim Akbar. Gujarat. dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar. Malaysia dan Indonesia. raja-raja Jawa yang berkerabat dengan Walisongo seperti Raden Patah dan Pati Unus sama-sama menggunakan gelar Alam Akbar. Namun. isinya memasukkan pendapat-pendapat baik kaum Fuqaha maupun kaum Sufi. Ricklefs berjudul Chinese Muslims in Java in the 15th and 16th Centuries adalah yang ditulis oleh Russell Jones. Kitab fiqh Syafi‟i Fathul Muin yang populer di Indonesia dikarang oleh Zainuddin Al Malabary dari Malabar. antara lain Serat Walisanga karya Ranggawarsita pada abad ke-19.

Sunan Bonang dan Sunan Gresik. juga terdapat pembahasan mengenai leluhur Sunan Gunung Jati. Sunan Kudus. dan Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur. Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Sunan Ampel. dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut. Tâhir b. . 'Umdat al-Talib oleh al-Dawudi. Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin. 3. 1957). Dalam penulisan sejarah para keturunan Bani Alawi seperti al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran. Sunan Giri. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: AlMaktab ad-Daimi.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->