4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Kementerian; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025; 6. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 7. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/135/M.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014; 11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2011 tentang Kriteria dan Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2011. Pasal 1 Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini, merupakan panduan bagi evaluator yang berkaitan dengan: a. pemahaman mengenai tujuan evaluasi dan penetapan ruang lingkup evaluasi; b. pemahaman mengenai strategi evaluasi dan metodologi yang digunakan dalam evaluasi; c. penetapan langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam proses evaluasi;
2

.

.

.

Sistematika II.1. Teknik Evaluasi 2.3. Daftar Pemerintah Daerah yang Dievaluasi oleh Kementerian Negara PAN dan RB Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011     .2.3. Metodologi Evaluasi 2. Organisasi dan Jadual Evaluasi i ii 1 1 2 3 3 3 5 5 5 6 6 7 7 9 9 9 10 15 15 16 22 23 23 III. Maksud dan Tujuan 1.DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi I.1.4.3. Kertas Kerja Evaluasi 2.1. Penyampaian Laporan Hasil Evaluasi Penutup 5. Strategi Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi 2.5.2. Penugasan 1. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan V.1.5. Penilaian dan Penyimpulan IV.4. Pendahuluan 1. Lampiran 1. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah 4.6. Umum 3.1. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi 3.3. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat 3.2. Umum 4. Tahapan Evaluasi 2. Ruang Lingkup Evaluasi 1. Pelaksanaan Evaluasi Secara Umum 2. Umum 1. Pelaporan Hasil Evaluasi 4. Evaluasi Atas Komponen Akuntabilitas Kinerja 3. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat 2.2. Format dan Isi Laporan Hasil Evaluasi 4. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah 5.

maka perlu dilakukan suatu pemeringkatan atas hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tersebut. Ini berarti instansi pemerintah tersebut merencanakan. Dalam sistem yang mekanisme pelaksanaan demikian perlu adanya evaluasi dari pihak yang lebih independen agar diperoleh umpan balik yang obyektif untuk perbaikan akuntabilitas dan kinerja instansi pemerintah. Presiden selaku pemimpin tertinggi pemerintahan perlu mengetahui sampai seberapa jauh implementasi Sistem AKIP dilakukan dan perkembangan hasilnya sampai saat ini. Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk melihat sampai sejauh mana suatu instansi pemerintah melaksanakan dan memperlihatkan kinerja organisasinya. c. serta sekaligus untuk mendorong adanya peningkatan kinerja instansi pemerintah. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 1 . Sistem manajemen pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja berorientasi pada hasil (outcome) dikenal sebagai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP). Sistem AKIP diimplementasikan secara “self assesment” oleh masing-masing instansi pemerintah. Oleh sebab itu pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi merupakan bagian yang inherent dengan Sistem AKIP haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. melaksanakan. Selain itu. Perbaikan governance dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.BAB I PENDAHULUAN 1. b. mengukur dan memantau kinerjanya secara mandiri serta melaporkan kepada instansi yang lebih tinggi. Presiden juga perlu diberikan masukan (umpan balik) dari hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi sesuai dengan prioritas program pemerintah saat ini. Dengan adanya pemeringkatan ini diharapkan dapat mendorong instansi pemerintah pusat dan instansi pemerintah daerah untuk secara konsisten meningkatkan akuntabilitas kinerjanya dalam rangka mewujudkan pencapaian kinerja hasil organisasinya sesuai yang diamanahkan dalam RPJM Nasional/RPJMD.1 UMUM a.

e. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP. c. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 2 . Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 3). Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini merupakan petunjuk yang lebih teknis dari pedoman umum evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tersebut di atas. Penetapan langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam proses evaluasi.d. Tujuan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tahun 2011 ini adalah sebagai berikut: a. b. Pemahaman mengenai strategi evaluasi dan metodologi yang digunakan dalam evaluasi. Untuk itu diperlukan ada petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 bagi evaluator. disusun seiring dan selaras dengan kebijakan Pemerintah sebagaimana tertuang dalam pedoman umum evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang ditetapkan oleh MENPAN dengan Surat Keputusan Menteri Negara PAN Nomor KEP/135/M. Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang merupakan bagian inherent dengan Sistem AKIP. 2. Petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini. Menjadi panduan dalam mengelola pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tahun 2011 bagi pejabat dan staf pelaksana. 2). 4). Penyusunan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) dan mekanisme pelaporan hasil evaluasi serta proses pengolahan datanya. 1. Petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini dimaksudkan untuk: a. Pemahaman mengenai tujuan evaluasi dan penetapan ruang lingkup evaluasi.PAN/9/2004. Memberi panduan bagi evaluator dalam hal: 1).2 MAKSUD DAN TUJUAN 1. haruslah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi pemerintah. b.

PENDAHULUAN BAB II. PELAKSANAAN EVALUASI SECARA UMUM BAB III. dan pencapaian kinerja organisasi. Deputi Pengawasan Keuangan Daerah. Kementerian PAN dan RB melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja seluruh instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota terpilih di setiap Provinsi (terlampir). BPKP melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota selain dari butir 2. 4. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah meliputi evaluasi atas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (sistem AKIP). Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh BPKP cq. 1. 1. mana yang lebih rendah. yang penugasannya diatur oleh Kepala BPKP cq. Ruang lingkup evaluasi tahun 2011 meliputi : a. provinsi dan kurang lebih 50% pemerintah kabupaten/kota yang telah menyampaikan LAKIP 2010 kepada Kementerian PAN dan RB. 2. 2. yaitu: BAB I.3 RUANG LINGKUP EVALUASI 1. Jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang dievaluasi minimal 50% dari jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di setiap provinsi yang telah menyampaikan LAKIP 2010 kepada Kementerian PAN dan RB atau minimal 10 Pemerintah Kabupaten/Kota.1. 3.4 PENUGASAN 1. Perwakilan BPKP setempat. Kementerian Negara PAN dan RB dibantu oleh BPKP. Menyusun pemeringkatan hasil evaluasi Pemerintah Pusat dan Daerah. b. maka evaluasi dilakukan terhadap seluruh populasi kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut. Entitas akuntabilitas yang dievaluasi pada tahun 2011 adalah seluruh pemerintah pusat. Dalam pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi. EVALUASI ATAS AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 3 . Dalam hal jumlah 50% tersebut kurang dari 10 kabupaten/kota.5 SISTEMATIKA Sistematika Juklak Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Tahun 2011 terdiri dari 5 (lima) BAB.

PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 4 .BAB IV. PELAPORAN HASIL EVALUASI BAB V.

(ii) proses konsultasi yang terbuka dan memfokuskan pada pembangunan dan pengembangan serta implementasi komponen utama Sistem AKIP.1 STRATEGI EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI 1. adalah mengumpulkan informasi mengenai berbagai saran atau rekomendasi yang diberikan oleh evaluator tahun lalu. Pelaporan hasil evaluasi gabungan (Nasional) kepada Presiden. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang sudah pernah dievaluasi. 3. Strategi yang akan dijalankan menggunakan prinsip: (i) partisipasi dan coevaluation dengan pihak yang dievaluasi. 3. jika cukup relevan perlu dilaporkan kepada instansi yang lebih tinggi atau pihak lain yang berwenang. Hambatan dan kendala pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi tahun lalu. Keterlibatan pihak yang dievaluasi pada proses evaluasi ini sangat penting untuk meningkatkan efektivitas evaluasi. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 2. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 5 .2 TAHAPAN EVALUASI Tahapan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2011 meliputi: 1.BAB II PELAKSANAAN EVALUASI SECARA UMUM 2. yaitu difokuskan untuk peningkatan mutu penerapan manajemen berbasis kinerja (Sistem AKIP) dan peningkatan kinerja instansi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan instansi pemerintah yang berorientasi pada hasil (result oriented government) 2. 2. Untuk instansi Pemerintah Pusat. Penyusunan pemeringkatan hasil evaluasi untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah. langkah pertama yang perlu dilakukan oleh evaluator dalam melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi. Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pada tahun 2011 masih seperti tahun sebelumnya.

pembandingan. berbagai analisis dan pengukuran. d. Sedangkan teknik analisis data antara lain: telaahan sederhana. yaitu menilai secara bertahap langkah demi langkah (step by step assessment) setiap komponen dan menilai secara keseluruhan (overall assessment) dengan kriteria evaluasi dari masing-masing komponen yang telah ditetapkan sebelumnya. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 6 . namun demikian pada akhirnya apapun teknik yang digunakan harus dapat mendukung penggunaan metode evaluasi yang telah ditetapkan. Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen stratejik. Penentuan kriteria evaluasi seperti tertuang dalam Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan berdasarkan pada: a. studi dokumentasi atau kombinasi beberapa teknik tersebut.3 METODOLOGI EVALUASI Metodologi yang digunakan untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi adalah teknik “criteria referrenced survey”. c. Berbagai teknik pengumpulan data antara lain: kuesioner. manajemen kinerja. baik di Indonesia maupun di luar negeri. metode statistik. sehingga mampu menjawab tujuan dilakukannya evaluasi ini. dan sistem akuntabilitas yang baik. observasi.4 TEKNIK EVALUASI Teknik evaluasi pada dasarnya merupakan cara/alat/metode yang digunakan untuk pengumpulan dan analisis data. Kebenaran normatif yang bersumber pada best practices. wawancara. harus didasarkan pada fakta obyektif dan professional judgement dari para evaluator dan supervisor. 2. Kebenaran normatif yang bersumber pada modul-modul atau bukubuku petunjuk mengenai Sistem AKIP. Penilaian suatu instansi dalam pemenuhan suatu kriteria.2. Berbagai teknik evaluasi dapat dipilih untuk digunakan dalam evaluasi ini. ada dalam lampiran petunjuk pelaksanaan ini. Kriteria evaluasi yang ditetapkan. b. Kebenaran normatif apa yang seharusnya dilakukan menurut pedoman penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. analisis logika program dan sebagainya.

2.6 ORGANISASI DAN JADUAL EVALUASI 1. dan penyusunan argumentasi). Kertas kerja tersebut berisi fakta dan data yang dianggap relevan dan berarti untuk perumusan temuan permasalahan. sampai pada simpulannya. Data dan deskripsi fakta ini ditulis mulai dari uraian fakta yang ada. 3. analisis (pemilahan. pelaksanaan dan pengendalian evaluasi. Setiap langkah evaluator yang cukup penting dan setiap penggunaan teknik evaluasi diharapkan didokumentasikan dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 2. penerbitan laporan hasil evaluasi tetap mengikuti kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Deputi Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PAN dan RB. Laporan Hasil Evaluasi terhadap Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan diselesaikan paling lambat tanggal 30 September 2011 dan disampaikan kepada Kementerian PAN dan RB paling lambat tanggal 30 Oktober 2011. sedangkan pada tingkat unit kerja dilakukan Oleh Inspektorat Jenderal/Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota atau Tim Khusus yang dibentuk oleh Kementerian/Lembaga.2. seperti: penanggung jawab evaluasi. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Khusus tembusan LHE BPKP Perwakilan kepada Kementerian PAN dan RB perlu dilampirkan soft copy LKE untuk bahan penyusunan LKE Nasional kepada Presiden. Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan.5 KERTAS KERJA EVALUASI Pendokumentasian langkah evaluasi dalam kertas kerja perlu dilakukan agar pengumpulan data dan analisis fakta-fakta dapat ditelusuri kembali dan dijadikan dasar untuk penyusunan Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 7 . mekanisme penerbitan surat tugas. 4. Pejabat Kementerian PAN dan RB melakukan sosialisasi juklak evaluasi dan melakukan monitoring atas pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang dilakukan oleh BPKP maupun yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal/Inspektorat Provinsi/ Kabupaten/Kota atau Tim Khusus yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. yang selanjutnya dari hasil evaluasi dapat digunakan sebagai bahan informasi evaluasi oleh Kementerian PAN dan RB. Pengorganisasian evaluasi akuntabilitas kinerja instansi 2011 untuk tingkat Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota sepenuhnya dikendalikan oleh Kementerian PAN dan RB. pembandingan. pengukuran.

Laporan Hasil Evaluasi terhadap Instansi Pemerintah Pusat yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB dengan waktu penyelesaian paling lambat 31 Oktober 2011. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 8 . Laporan Hasil Evaluasi terhadap Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB dengan waktu penyelesaian paling lambat 30 September 2011. akan dilaporkan oleh Menteri Negara PAN dan RB kepada Presiden pada bulan Desember 2011. Laporan Hasil Evaluasi secara nasional.5. 7. 6.

f. Pengungkapan informasi pencapaian kinerja instansi dalam LAKIP. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. h. dan (ii) penilaian dan penyimpulan. e. Pembangunan sistem pengukuran dan pengumpulan data kinerja. evaluasi kinerja dan pencapaian kinerja yaitu pencapaian sasaran-sasaran organisasi. kebijakan pelaksanaan dan pengendalian serta pelaporannya. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 9 . g. 2. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi difokuskan pada kriteria-kriteria yang ada dalam Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tahun sebelumnya. terdiri atas evaluasi penerapan komponen manajemen kinerja (Sistem AKIP) yang meliputi: perencanaan kinerja.langkah kerja tersebut terdiri dari (i) evaluasi atas komponen akuntabilitas kinerja. Capaian kinerja utama dari masing-masing instansi pemerintah. pelaporan kinerja.BAB III EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI 3.2 EVALUASI ATAS KOMPONEN AKUNTABILITAS KINERJA 1. Tingkat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Kesungguhan instansi pemerintah dalam menyusun perencanaan kinerja benar-benar telah berfokus pada hasil.1 UMUM Terdapat beberapa langkah kerja yang berkaitan dengan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi yang tidak dapat dilepaskan dari ruang lingkup dan tujuan evaluasi. 3. maka isu-isu penting yang ingin diungkap melalui evaluasi akuntabilitas kinerja tahun 2011 adalah sebagai berikut: b. Monitoring dan evaluasi kinerja pelaksanaan program. d. khususnya program strategis instansi. pengukuran kinerja. c. Keterkaitan diantara seluruh komponen-komponen perencanaan kinerja dengan penganggaran. Langkah .

b. Kualitas RKT. Penetapan Kinerja 15%. Pemenuhan pengukuran 4%. (ii) sub-komponen. 2. Rencana Kinerja Tahunan 7.3 PENILAIAN DAN PENYIMPULAN 1. meliputi: Pemenuhan PK. Evaluasi atas pencapaian kinerja organisasi tidak hanya difokuskan pada pencapaian kinerja yang tertuang dalam dokumen LAKIP semata. Kualitas Renstra. dan Implementasi PK 2 Pengukuran Kinerja 20 % a.5%. tetapi juga dari sumber lain yang akurat dan relevan dengan kinerja instansi pemerintah. Kualitas pengukuran 10% c. meliputi : Pemenuhan RKT. dan Implementasi RKT c. meliputi: Pemenuhan Renstra. Dalam melakukan penilaian. Evaluasi penerapan manajemen kinerja (Sistem AKIP) juga meliputi penerapan kebijakan penyusunan dokumen penetapan kinerja dan indikator kinerja utama (IKU) sampai saat dilakukan evaluasi. Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) dan penjelasannya untuk evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Pusat sesuai lampiran 1-2 dan instansi Pemerintah Daerah sesuai lampiran 3-4 3. Implementasi pengukuran 6%. terdapat tiga variable yaitu: (i) komponen. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 10 . pengukuran kinerja. evaluasi kinerja dan capaian kinerja sesuai dengan kriteria masing-masing komponen yang ada dalam LKE. Langkah penilaian dilakukan sebagai berikut: a. 4. 5. Kualitas PK. Setiap komponen dan sub-komponen penilaian diberikan alokasi nilai sebagai berikut: No 1 Komponen Perencanaan Kinerja Bobot 35 % Sub-Komponen a. b.3. pelaporan kinerja. dan (iii) kriteria.5%. Evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi harus menyimpulkan hasil penilaian atas fakta objektif instansi pemerintah dalam mengimplementasikan perencanaan kinerja. Rencana Strategis 12. dan Implementasi Renstra b.

4 Evaluasi Kinerja 10 % a. penilaian didasarkan pada pencapaian kinerja yang telah disajikan dalam LAKIP maupun dokumen pendukung seperti Pengukuran Kinerja. Butir 5 a dan b. Jawaban a/b/c/d/e diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan “judgement” dari evaluator dan biasanya terkait dengan kualitas suatu sub komponen tertentu. Penilaian atas komponen dan sub komponen pada poin b. Kinerja yang dilaporkan (outcome) 10%. penilaian integritas Pelayanan Publik dari KPK dan lainnya. c. Penilaian terhadap butir 5c dilakukan berdasarkan pada penilaian pihak lain (stakeholders) seperti opini BPK terhadap Laporan Keuangan.3 Pelaporan Kinerja 15 % a. d. Kinerja yang dilaporkan (output) 5%. Pemenuhan pelaporan 3%. Pemanfaatan hasil evaluasi 3%. Pemenuhan evaluasi 2%. Pemanfaatan informasi kinerja 4%. b. Penyajian informasi kinerja 8%. b. c. 5 Capaian Kinerja 20 % a. Jawaban ya/tidak diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung dapat dijawab sesuai dengan pemenuhan kriteria. Setiap sub-komponen akan dibagi kedalam beberapa pertanyaan sebagai kriteria pemenuhan sub-komponen tersebut. Kota) dan entitas SKPD . Kabupaten. b. yaitu : 1) Pemda meliputi entitas Pemda (Provinsi. terbagi atas dua entitas. c. Setiap pertanyaan akan dijawab dengan ya/tidak atau a/b/c/d/e. sedangkan butir 5 terkait dengan pencapaian kinerja baik yang telah tertuang dalam dokumen LAKIP maupun dalam dokumen lainnya. Kinerja Lainnya 5% Total 100% Penilaian terhadap butir 1 sampai 4 terkait dengan penerapan SAKIP pada instansi pemerintah. 2) Pemerintah Pusat meliputi entitas KL dan Unit Organisasi. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 11 . Kualitas evaluasi 5% c.

Apabila pertanyaan yang digunakan dalam kriteria berhubungan dengan kondisi yang memerlukan penyimpulan. penilaian didasarkan pada judgement evaluator dengan kriteria sebagai berikut: Jawaban A B C D E Kriteria Memenuhi hampir semua kriteria (lebih dari 80% s/d 100% ) Memenuhi sebagian besar kriteria (lebih dari 60% s/d 80% ) Memenuhi sebagian kriteria (lebih dari 40% s/d 60%) Memenuhi sebagian kecil kriteria (lebih dari 20% s/d 40%) Sangat kurang memenuhi kriteria (kurang dari atau sama dengan 20% ) Nilai 1 0. Untuk jawaban a/b/c/d/e. Dalam memberikan kategori ya atau tidak maupun a/b/c/d/e.50 0. yang didukung dengan suatu kertas kerja evaluasi i.e.75 0. berhubungan dengan lebih dari satu sasaran atau indikator kinerja. ada 7 (tujuh) pertanyaan yang dijawab “Ya” maka nilai untuk sub-komponen tersebut adalah: (7/14) x 10 = 5. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 12 . Jika dari 14 (empat belas) pertanyaan tersebut. Setelah setiap pertanyaan diberikan nilai maka penyimpulan akan dilakukan sebagai berikut:  Tahap pertama dijumlahkan nilai pada setiap pertanyaan pada setiap sub-komponen sehingga ditemukan suatu angka tertentu misal: sub-komponen Kualitas Pengukuran mempunyai alokasi nilai 10% dan memiliki 14 ( empat belas) pertanyaan.25 0 g. (misal kriteria mengenai kondisi sasaran atau Indikator Kinerja. penilaian “Ya” atau “Tidak” dilakukan atas masingmasing sasaran atau indikator kinerja) h. f. Setiap jawaban “Ya” akan diberikan nilai 1 sedangkan jawaban “Tidak” maka akan diberikan nilai 0. evaluator harus benar-benar menggunakan professional judgement dengan mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi pada setiap kriteria. karena terdiri dari beberapa sub kriteria.

4. Untuk kriteria yang berhubungan dengan kondisi yang memerlukan penyimpulan.d. 100. perlu sedikit perbaikan Cukup baik (memadai). Tahap berikutnya adalah melakukan penjumlahan seluruh nilai sub-komponen yang ada sehingga ditemukan suatu angka tertentu untuk total nilai dengan range nilai antara 0 s. perlu banyak perbaikan. dengan kategori sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kategori AA A B CC Nilai Angka >85-100 >75-85 >65-75 >50-65 Interpretasi Memuaskan Sangat Baik Baik. Setelah setiap pertanyaan diberikan nilai maka penyimpulan akan dilakukan sebagai berikut: Penyimpulan atas hasil reviu terhadap akuntabilitas kinerja instansi dilakukan dengan menjumlahkan angka tertimbang dari masing-masing komponen. Reviu tingkat 2 dilakukan dalam bentuk forum panel.  3. Nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen akan dipergunakan untuk menentukan tingkat akuntabilitas kinerja instansi yang bersangkutan. penyimpulan tentang kriteria dilakukan melalui nilai ratarata. perlu banyak sekali perbaikan & perubahan yang sangat mendasar. perlu banyak perbaikan yang tidak mendasar 5 C >30-50 Agak kurang. khusus untuk menentukan pemeringkatan nilai hasil evaluasi Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 13 . Reviu tingkat 1 dilakukan di masing-masing tim evaluator oleh supervisor tim untuk setiap hasil evaluasi atas masing-masing instansi pemerintah yang dievaluasi b. termasuk perubahan yang mendasar D 0-30 Kurang. Dalam rangka untuk menjaga obyektivitas dalam penilaian maka dilakukan reviu secara berjenjang atas proses dan hasil evaluasi dari tim evaluator dengan pengaturan sebagai berikut: a. karena terdiri dari beberapa sub kriteria.

5. Laporan Hasil Evaluasi ini disusun berdasarkan berbagai hasil pengumpulan data dan fakta serta analisis yang didokumentasikan dalam Kertas Kerja Evaluasi. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 14 . Bagi instansi yang sudah pernah dievaluasi.1 UMUM 1. pelaporan hasil evaluasi diharapkan menyajikan informasi tindak lanjut dari rekomendasi tahun sebelumnya. 3. Permasalahan atau temuan hasil evaluasi (tentative findings) dan saran perbaikannya harus diungkapkan secara jelas dan dikomunikasikan kepada pihak instansi yang dievaluasi untuk mendapatkan konfirmasi ataupun tanggapan secukupnya. diupayakan menggunakan kalimat yang jelas dan bersifat persuasif untuk perbaikan. Akan tetapi disarankan tidak menggunakan ungkapan yang ambivalen atau membingungkan dalam proses penyimpulan dan kompilasi data. 2. Informasi dalam LKE ini harus diisi dan diselesaikan setelah langkah-langkah evaluasi dilaksanakan. Penggunaan kalimat dalam laporan. Sumber data untuk pelaporan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi adalah Lembar Kriteria Evaluasi (LKE). LHE disusun berdasarkan prinsip kehati-hatian dan mengungkapkan hal-hal penting bagi perbaikan manajemen kinerja instansi yang dievaluasi. Penulisan LHE harus mengikuti kaidah-kaidah umum penulisan laporan yang baik. Setiap surat tugas untuk pelaksanaan evaluasi Akuntabilitas Kinerja harus menghasilkan Kertas Kerja Evaluasi (KKE) dan Laporan Hasil Evaluasi (LHE). yaitu antara lain: a.BAB IV PELAPORAN HASIL EVALUASI 4. sehingga pembaca laporan dapat memperoleh data yang diperbandingkan dan dapat mengetahui perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan. 4.

merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra). Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. . 100.. Bentuk dari LHE Tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN dan RB dan BPKP terhadap Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam bentuk surat. . . .. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaporan Kinerja. dengan tujuan: a.PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. dokumen Penetapan Kinerja (PK). . c. .. .. Evaluator harus berhati-hati dalam menginterpretasikan data hasil penyimpulan dan menuangkannya dalam laporan. Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi. . . . 4. Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja. di . Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010. 4. .d.. .b. . . . . b.... dan Capaian Kinerja. Nomor Lampiran Hal : : : ………………. kami sampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. . . serta dokumen terkait lainnya. . ... . merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota . . Nilai sebagaimana tersebut. . Pemerintah Kabupaten/Kota . ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Yth. 3. . Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M. yang meliputi: Perencanaan Kinerja. memperoleh nilai sebesar ……. Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s. .. dengan contoh sebagai berikut: BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI . .…. ... . . . .2 FORMAT DAN ISI LHE 1. . . 2. Evaluasi Kinerja. Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Pengukuran Kinerja. . Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota …………. dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP... dengan rincian sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 15 .

.... . . . . ..... ... (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara.. . . ..Menteri Dalam Negeri.. . .. ..... .... . .. . .... ..... .... c. . . .. . .. b.. . . .. .. .... .... . .. .. .. ........ .... ..... .. .... ..... ... .... .........a. .... ... .. . . d.... . Perencanaan Kinerja ..... .... .. . .... . . . . ...Menteri Negara PAN dan RB .... .. . . .. . . .. . . . ... ... . . ............ . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas.... . ... ... . .... .... ... .. . .... . . Pencapaian Kinerja . ..... (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE... . ...... . .. ... ... .. ... . beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a.. .. ... Kepala.. .......... . ...... ..... . .... ..... . e..... . .. ... . .. . . .. .. . ... . Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota.... . .. . .... ... .. ........ ... . ... ... ... . ... ..... . ... . . .... yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5....... ....... .. . . ... .. ...Gubernur ... . ..... .... .. ..... ... ....... b. ... ... .... ... ... ... . .. . . .. .) Tembusan Yth. . . .... .. ... ...... Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten/Kota……... .. f.. .. . ........ .. .. . ... .. .... .. ... . . ... Pengukuran Kinerja ... .................. Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti ...... .... .. (..... ..... Pelaporan Kinerja ...... . . .. . .. . ... ...... c. ..... . kami merekomendasikan Pemerintah Kabupaten/Kota .. .... . . .. ...... . ... ... . .. . . . .... . ..: ..Kepala BPKP Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 16 . . Evaluasi Kinerja . . Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5..

....... Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP.............. ................. merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra). b........ ............. .. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. dengan rincian sebagai berikut: a.... Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M. ............ dokumen Penetapan Kinerja (PK).... Pelaporan Kinerja.. Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s............... ........ dengan tujuan: a. Pelaporan Kinerja ... b..... .. yang meliputi: Perencanaan Kinerja.... 4....... kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1........ Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi...PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. ........ ...... ..... Pemerintah Provinsi . Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 17 .................. ......... Nilai sebagaimana tersebut. dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT)... .. ..... Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.... e..... c...... Pencapaian Kinerja ....... Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah... d... .... memperoleh nilai sebesar …….... serta dokumen terkait lainnya.................. 2. 3.. Gubernur ............. Perencanaan Kinerja ........... dan Capaian Kinerja... dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011... .......... ....... Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi.... .. Evaluasi Kinerja.... .. ...d....... Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010. . ... .. di ... Pengukuran Kinerja..... 100...... ... ........ Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja...... ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Yth.......PAN/.... merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Pemerintah Provinsi .. ... Evaluasi Kinerja ..... Pengukuran Kinerja ........... ........ .... c..../2011 ……………….............KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI Nomor Lampiran Hal : : : B/ /M.

... . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas. .. (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE.... yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5........ Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara........ Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5.... .... ... . ... .. ......... ..... . Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 18 ... .... .. ...... ... ...... kami merekomendasikan Pemerintah Provinsi ... ... ... .. ... ...f.... . . . .... ... ... . Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti ........ . b... .... d.......... .... . .... ..... ... .. ... beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a.... Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Provinsi ……ini. .. .. ... . .. ................. . . .... . . . . ................ ... . ......... ...... .: Menteri Dalam Negeri....... ………………. Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi ...... .. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi............. ... ...... . ..... ..... (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) . ..... ) Tembusan Yth...... .. ... ... .... ...................... c.............. (. .... . ... ... ........ .. ..

. Evaluasi Kinerja. . Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011. . Perencanaan Kinerja ……………………………………………………………………………………………… b. Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi . 2.….. Pelaporan Kinerja. Pengukuran Kinerja ……………………………………………………………………………………………. . . Instansi . dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT). . . . . . dan Capaian Kinerja. .. kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. dokumen Penetapan Kinerja (PK)... Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s.. . merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra).... Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja. . . yang meliputi: Perencanaan Kinerja. Pelaporan Kinerja ……………………………………………………………………………………………. merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Instansi Pemerintah .d. Pengukuran Kinerja. .. ..PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 3.PAN/.. . .KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI Nomor Lampiran Hal : : : B/ /M.. dengan rincian sebagai berikut: a. serta dokumen terkait lainnya. .. 4. . Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. b.. e. . Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. . Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 19 .. . . Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M.. Nilai sebagaimana tersebut. Pencapaian Kinerja ……………………………………………………………………………………………. ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) Yth. . . Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi.. .... . .…………. c. di . .. . memperoleh nilai sebesar ……. .. Evaluasi Kinerja …………………………………………………………………………………………….. . 100. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP.. .. d.. . Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010./2011 ……………….. c. . dengan tujuan: a..

. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. . . . . . . . . . . .. . . . . . . . (. . . . . .. . . .. . . . . . . . . . . . beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a. . . . . . . . Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5. . . . Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti ………………………………………………………………………………………………. . . . b.. . . .. . . . . . . . . . . . . .. . . . kami merekomendasikan Instansi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..f. . . . . (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara. (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE. . . . . .. . . . . .. . . .. . . .. . . . . . . c. . . . . .. .. . . . . . . . . . . ) Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 20 . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas. . . . . . . Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Instansi . . . .. . . .. . ... Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja Instansi ………. . .. . . . ..

3. 2.4. d. c. Kepala BPKP. Kementerian PAN dan RB menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Instansi Pemerintah Pusat kepada Pimpinan Instansi yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi. Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Instansi Pemerintah secara nasional akan disampaikan kepada Presiden RI oleh Menteri Negara PAN dan RB pada bulan Desember 2011. Menteri Dalam Negeri. Menteri Negara PAN dan RB. b.3 PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL EVALUASI 1. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 21 . BPKP Perwakilan menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kepada Bupati/WaliKota yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi dengan tembusan kepada : a. 4. Gubernur. Kementerian PAN dan RB menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri. Khusus tembusan kepada Kementerian PAN dan RB perlu dilampirkan soft copy LKE untuk bahan penyusunan LKE Nasional kepada Presiden RI.

2. Perkembangan baru di bidang manajemen pemerintahan dan di bidang audit serta evaluasi hendaknya terus diikuti agar dapat memberikan sumbangsih yang berarti untuk perbaikan kinerja instansi pemerintah. termasuk evaluasi Akuntabilitas Kinerja merupakan bagian dari siklus manajemen yang tidak terlepas dari perubahan paradigma baru dalam manajemen pemerintahan. Jika kondisi tersebut terjadi atau terdapat keraguan terhadap suatu hal dari petunjuk pelaksanaan ini. Meskipun telah diusahakan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi di tahun 2011 ini. terutama melalui manajemen kinerja yang berorientasikan hasil. maka kepada pihak-pihak yang terkait diharapkan untuk senantiasa melakukan komunikasi dengan Deputi Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PAN dan RB. 3. para penyelenggara evaluasi hendaknya mengembangkan keahlian profesionalnya untuk melakukan tugas ini.BAB V PENUTUP 5. mungkin masih terdapat hal-hal lain yang belum dicakup dalam petunjuk pelaksanaan ini. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut di atas. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 22 . Sebuah evaluasi.1 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1.

Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat .Lampiran 1.

apabila tujuan dan sasaran yg berorientasi < 20% Berorientasi hasil: .Selaras. DOKUMEN RENSTRA (12.d. b. b. apabila 20%< keselarasan < 40% e.Lampiran 1 LEMBAR KRITERIA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 A.c. KUALITAS RENSTRA (6.b. . apabila indikator yang SMART < 20% a. kecuali target tahunan. sasaran. . apabila 60%< pemanfaatan IKU < 80%. b. tujuan.c.d. b. target tahunan.c. b. apabila 40%< Target yg baik < 60%. penjelasan di sisi kiri c. apabila 40%< Eselon I yang menyusun Renstra < 60%.d.b.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan a.bukan proses/kegiatan . sasaran. PERENCANAAN KINERJA (35%) I.d. apabila Renstra telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 60%< Target yg baik < 80%. apabila pemanfaatan IKU dalam Renstra < 20% a. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah a.Memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) . d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Merupakan cara untuk mencapai.5%) 1 Dokumen Renstra telah ada Dokumen Renstra Eselon I telah ada Cukup jelas Tidak berlaku untuk UNIT KERJA a. apabila 20% < Eselon I yang menyusun Renstra < 40% e.e mengacu pada c. c.c. apabila Renstra tidak dilengkapi target jawaban a. apabila lebih dari 80% indikator tujuan dan sasaran dalam Renstra telah memenuhi kriteria SMART. program. apabila 40%< keselarasan < 60%. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. apabila 20%< pemanfaatan IKU < 40% e.c. indikator kinerja sasaran. jawaban a. apabila Renstra telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.b.d. apabila 20%< Indikator SMART < 40% e. jawaban a. apabila lebih dari 80% Unit Kerja Eselon I telah menyusun Renstra.e c.e mengacu pada jangka menengah yang terukur. apabila 40%< berorientasi hasil < 60%. apabila 40%< Indikator SMART < 60%. apabila 60%< Eselon I yang menyusun Renstra < 80%.d. apabila 60%< Indikator SMART < 80%. apabila 40%< pemanfaatan IKU < 60%.Cukup untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dalam Renstra 5 Renstra telah menyajikan IKU a. indikator dan target b. apabila 20%< Target yg baik < 40% e. penjelasan di sisi kiri d.b. apabila 20% < berorientasi hasil < 40% penjelasan di sisi kiri e. misi.b. apabila Target yg baik < 20% 6 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik . c. apabila keselarasannya < 20% jawaban a. p g .5%) a. c. b.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil a. Renstra tidak memuat tujuan.berkualitas outcome atau output penting . c. apabila lebih dari 80% IKU yang telah diformalkan dimanfaatkan untuk mengukur tujuan/sasaran dalam Renstra. apabila lebih dari 80% tujuan dan sasaran dalam Renstra telah berorientasi hasil. apabila 60%< keselarasan < 80%. b apabila 60%< berorientasi hasil < 80%. penjelasan di sisi kiri d.e mengacu pada b. artinya: .e mengacu pada d. jawaban a. apabila Eselon I yang menyusun Renstra < 20% 2 Dokumen Renstra telah memuat visi. jawaban a b c d e mengacu pada a. PEMENUHAN RENSTRA (2. d. d.b.c. apabila lebih dari 80% program/kegiatan 4 Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai (selaras dengan) dalam Renstra telah selaras dengan tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan tujuan/sasaran. penjelasan di sisi kiri d. Renstra tidak dilengkapi indikator kinerja e.

apabila 40% < Sasaran yg selaras < 60%.Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Renstra unit kerja . apabila Renstra telah menetapkan hal2 yg seharusnya lebih dari 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri e.kontrak kinerja . apabila Sasaran yg selaras < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Selaras artinya tujuan. .e mengacu pada d apabila 20%< Sasaran yg selaras < 40% penjelasan di sisi kiri e.Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra unit kerja . apabila keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 20% c. d apabila 20% < hal2 yg seharusnya < 40% jawaban a. apabila 60% < hal2 yg seharusnya < 80%. indikator dan targettarget kinerja dalam Renstra telah mengacu pada: . 9 Dokumen Renstra telah menetapkan halhal yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) a. indikator dan target-target kinerja dalam Renstra telah relevan dengan RPJMN/Renstra atasannya. b. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 60%.c. jawaban a. apabila > 80% sasaran yg ditetapkan telah selaras.75%) 10 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan jawaban a. c. c. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 80%.d. c. apabila 60% < Sasaran yg selaras < 80%. apabila 60% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri dijadikan acuan atau selaras: . b. apabila hal2 yg seharusnya < 20% Yang dimaksud dengan hal-hal yg seharusnya adalah tujuan. IMPLEMENTASI RENSTRA (3.Berdasarkan indikator yg SMART.b. b.c. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra 11 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra unit kerja a.d. apabila lebih dari 80% tujuan/sasaran dalam Renstra K/L telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra unit kerja. sasaran.Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Rencana Kinerja Tahunan .core business .praktik2 terbaik Jawaban tentang Implemetasi Renstra harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Renstra a.b.Berdasarkan basis data yang memadai 8 Dokumen Renstra telah selaras dengan Dokumen RPJMN/Dokumen Renstra atasannya a. apabila keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 20% Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . apabila lebih dari 80% sasaran dalam rencana kinerja tahunan telah selaras dengan Renstra.Sasaran. apabila 40% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 60%.d.Selaras dengan RPJMN/Renstra.Sasaran.tugas dan fungsi .c. indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra K/L Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . apabila 40% < hal2 yg seharusnya < 60%. c. d apabila 20% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 40% e. b.Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Rencana Kinerja Tahunan .b. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 40% e. .PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 Target yg baik: . sasaran.

apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri II. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7 5%) (7. apabila 60% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 80%.c. b. apabila Renstra telah direviu. b.Sasaran. c. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.b. b. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% jawaban a.5%) PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1. apabila lebih dari 80% unit kerja telah menyusun RKT.c.5%) Ya. apabila 40% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 60%. apabila lebih dari 80% indikator hasil dalam RKA telah selaras dengan Renstra. c. apabila Renstra telah direviu e . apabila RKT tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri . ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan .PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. dan dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART. Tidak ada reviu jawaban a. c. apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran jawaban a.d. apabila Renstra telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (terdapat inovasi) . dan dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART.b. indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya outcome atau hasil2 program yang ada di RKA 13 Dokumen Renstra telah direviu secara berkala a .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . apabila 60% < unit kerja yg menyusun RKT < 80%. apabila keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 12 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran jawaban a. program. b . d apabila 20% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 40% e. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 40% < unit kerja yg menyusun RKT < 60%. d. indikator kinerja sasaran. apabila Renstra telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. c. dan target kinerja tahunan jawaban a.b. a. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. apabila RKT disusun sebelum anggaran (RKA) tahunan diajukan a.Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKA . d apabila 20% < unit kerja yg menyusun RKT < 40% e.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT unit kerja telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA 3 Dokumen RKT telah memuat sasaran.d.b.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri b. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3.d. d apabila 20% < sasaran t l h b bil telah berorientasi i t i hasil < 40% e.Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan outcome atau hasil2 program yang akan diwujudkan dalam RKA . apabila unit kerja yg menyusun RKT < 20% Ya. apabila ada dokumen rencana kinerja tahunan a. d. c . b.d.b.c.

Target2 kinerja RKT merupakan breakdown dari target2 kinerja dalam Renstra/RKP.memenuhi syarat kecukupan untuk terwujudnya sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU a.b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 Berorientasi hasil: . apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . apabila indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 20% a.b. apabila lebih dari 80% indikator di RKT memenuhi kriteria SMART. apabila 60%< Target yg baik < 80%. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 80%. jawaban a. apabila lebih dari 80% indikator di RKT adalah IKU.d. . penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < iindikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 40% e. b.berkualitas outcome atau output penting .b. b.bukan proses/kegiatan .e mengacu pada < 60%. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. b. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 40% e. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra/RKP 7 Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik IMPLEMENTASI PERENCANAAN c. apabila 60% < indikator di RKT adalah IKU < 80%. penjelasan di sisi kiri d. apabila 40% < indikator di RKT adalah IKU jawaban a.d. apabila indikator di RKT adalah IKU < 20% a.b.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Kegiatan merupakan cara mencapai sasaran (selaras dan cukup): .e mengacu pada c.c. b.d. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.e mengacu pada c.c. KINERJA TAHUNAN (2.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan a. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < indikator di RKT adalah IKU < 40% e. c.memiliki hubungan kausalitas (menjadi penyebab) terwujudnya sasaran . apabila 60% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 80%.d. jawaban a. b. d apabila 20% < kegiatan telah selaras dan cukup < 40% e.d. .25%) Jawaban tentang Implemetasi RKT harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RKT . apabila 40% < indikator di RKT memenuhi jawaban a. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT penjelasan di sisi kiri dengan Renstra/RKP < 60%. . c.Sasaran2 yang ada di RKT merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra. apabila 40%< Target yg baik < 60%. apabila lebih dari 80% kegiatan telah selaras dan cukup untuk mencapai sasaran.Sasaran.c. apabila 60% < kegiatan telah selaras dan cukup < 80%. apabila kegiatan telah selaras dan cukup < 20% KERANGKA LOGIS 5 5 Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk mencapai sasaran (di RKT) jawaban a.c.Selaras dengan Renstra. apabila 40% < kegiatan telah selaras dan cukup < 60%. . . apabila keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 20% Selaras: .e mengacu pada kriteria SMART < 60%.Berdasarkan indikator yg SMART.Relevan dengan indikatornya.c. apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra/RKP.Berdasarkan basis data yang memadai 9 Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen Renstra dan dengan Dokumen RKP/RKT atasannya a. c.

Hasil2 program. c. d apabila 20% < indikator dan target kinerja jawaban a. c. b.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah diusulkan menjadi target2 kinerja tahunan dalam RKA . PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Ya. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 60%. apabila keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA dijadikan acuan atau selaras : .d. Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) a.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah dibreakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKT unit kerja .c. apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan sasaran RKT unit kerja. b. apabila terdapat dokumen PK yang secara formal telah ditandatangani (Sesuai PerMenpanNo 29/2010) Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 40% e. apabila Indikator dan target kinerja di RKT penjelasan di sisi kiri yang telah digunakan dalam RKA < 20% dijadikan acuan atau selaras : . DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. indikator dan target yang diusulkan dalam RKA dilandasi oleh sasaran. d apabila 20% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 40% e.e mengacu pada di RKT telah digunakan dalam RKA < 40% e.Sasaran dan indikator yang diperjanjikan dalam PK didasarkan (mengacu) kepada sasaran dan indikator yang ada di RKT 11 Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RKT unit kerja a.c.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 (hasil2 program) yang akan diwujudkan dalam RKA . apabila 40% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 60%. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya sasaran2 yang ada di RKT 12 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun anggaran (RKA) (a. apabila 40% < sasaran dan indikator jawaban a.Target2 kinerja dalam RKT dijadikan acuan dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam PK .e mengacu pada kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < penjelasan di sisi kiri 60%.Sasaran.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RKT unit kerja . b.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam PK . indikator dan target2 yang ada di RKT III.b. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 80%. c. apabila 60% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 80%. apabila lebih dari 80% indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA.b.l.d. apabila lebih dari 80% sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK. apabila 60% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 80%. apabila sasaran dan indikator di RKT yg telah ditetapkan dalam PK < 20% KERANGKA LOGIS 5 1 2 10 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun penetapan kinerja (PK) dijadikan acuan atau selaras: .PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a.

b. c.c. apabila PK tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk DEP/LPND b. jawaban a.c. b.d.b.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a. apabila indikator di PK adalah IKU < 20% 6 Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a. c. b.d. namun hanya penjelasan di sisi kiri dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART. d apabila 20% < iunit kerja telah menyusun PK < 40% e. dan target jangka pendek cukup jelas a. apabila 40% < iunit kerja telah menyusun PK < 60%. d apabila 20% < iindikator di PK memenuhi kriteria SMART < 40% e. apabila 60% < unit kerja telah menyusun PK < 80%. apabila 60% < indikator di PK adalah IKU < 80%. apabila lebih dari 80% indikator di PK memenuhi kriteria SMART. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%. c. apabila PK telah memuat keseluruhan jawaban a. program. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. apabila 40%< Target yg baik < 60%. KUALITAS PK (7. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% Berorientasi hasil: . apabila 60% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 80%. apabila indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a. indikator kinerja. namun hanya dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART.e mengacu pada subtansi komponen tersebut.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik a. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.Berdasarkan indikator yg SMART. apabila lebih dari 80% unit kerja telah menyusun PK. penjelasan di sisi kiri d. d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e. c. c.d. apabila lebih dari 80% indikator di PK adalah IKU. apabila 40% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 60%. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%.c. c.c. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Dokumen PK unit kerja telah ada DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 a. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% a. RKT dan RKA.b. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. b.e mengacu pada c.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 PK telah menyajikan IKU a. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.b.berkualitas outcome atau output penting . . d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.Selaras dengan Renstra. apabila unit kerja telah menyusun PK < 20% Unit kerja yang menyusun PK mengacu pada SE Menpan 29 tahun 2010 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui 3 Dokumen PK telah memuat sasaran. apabila 60%< Target yg baik < 80%. apabila PK tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. b.e mengacu pada < 60%. b.Relevan dengan indikatornya. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < indikator di PK adalah IKU < 40% e. . d. . apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. b. b.bukan proses/kegiatan . apabila 40% < indikator di PK adalah IKU jawaban a.d.Berdasarkan basis data yang memadai .

. apabila 40% < pemanfaatan sasaran dan jawaban a.e mengacu pada target di PK < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri .Terdapat hubungan yang logis antara setiap output kegiatan dengan sasaran (outcome) yang akan dicapai. . b.e mengacu pada PK < 60%.b.Target2 kinerja PK merupakan uraian lebih lanjut (breakdown) dari target2 kinerja dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP. indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Kontrak Kinerja/Renstra/RKP c. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan.b. apabila lebih dari 80% capaian sasaran di PK telah dimonitor.d.c.c. apabila 60% < monitoring capaian sasaran PK < 80%. c.Sasaran2 dalam PK dijadikan dasar (acuan) untuk (memulai) pelaksanaan setiap kegiatan.Sasaran2 yang ada di PK merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP. 11 Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk mengukur keberhasilan a.e mengacu pada dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < penjelasan di sisi kiri 60%.Capaian sasaran dalam PK secara periodik (minimal setiap 3 bulan) dipantau kemajuannya.b. apabila 60% < pemanfaatan target kinerja < 80%. IMPLEMENTASI PK (4.d.Sasaran. apabila keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 20% KERANGKA LOGIS 5 Selaras: .Target2 kinerja dalam PK dijadikan alasan untuk memberikan otorisasi ditunda atau diteruskannya suatu kegiatan . . apabila 40% < pemanfaatan target kinerja < 60%. b. .Terdapat mekanisme yang memungkinkan pimpinan untuk mengetahui progress kinerja yang terbaru (up dated performance) 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan a. apabila 60% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 80%. apabila monitoring capaian sasaran PK < 20% Monitoring pencapaian sasaran: . apabila lebih dari 80% sasaran dan target dalam PK dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan.Setiap ada deviasi segera dilakukan analisis dan dicarikan alternatif solusinya. apabila 60% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 80%.c. c.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Jawaban tentang Implemetasi PK harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas PK a. b. . c. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 40% e. b.d. apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah selaras dengan tujuan/sasaran dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP. c. d apabila 20% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 40% e. .PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya dan Dokumen RKT DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a.Target2 kinerja dalam PK dijadikan acuan untuk mengevaluasi capaian output2 kegiatan. d apabila 20% < pemanfaatan target kinerja < 40% e. apabila 40% < keselarasan sasaran PK jawaban a. apabila pemanfaatan target kinerja < 20% jawaban a. apabila pemanfaatan sasaran dan target di PK < 20% Pemanfaatan PK dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan: . penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < monitoring capaian sasaran PK < 40% e.c. apabila 40% < monitoring capaian sasaran jawaban a.b.d.

menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur a. apabila 40% < IKU yang relevan < 60%. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) 1 Telah terdapat indikator kinerja utama Ya. apabila iIKU dapat diukur (measurable) < 20% a. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.d. apabila 60% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 80%. apabila 60% < iIKU dapat diukur (measurable) < 80%. b. tercapai. kurang.Ada kemudahan untuk mengakses data bagi pihak yang berkepentingan.d. . .d.c. apabila IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 20% jawaban a.c. KUALITAS PENGUKURAN (10%) 3 IKU telah dapat diukur secara obyektif a. apabila IKU yang relevan < 20% .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: .c. dll) suatu kondisi atau keadaan KERANGKA LOGIS 5 B. c. tidak tercapai.b. apabila 60% < pemenuhan kriteria yang memadai < 80%. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. apabila pemenuhan kriteria yang memadai < 20% Mekanisme pengumpulan data yang memadai: .PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 Pemanfaatan target kinerja untuk mengukur keberhasilan. .Terdapat pedoman atau SOP tentang pengumpulan data kinerja yang up to date. gagal.e mengacu pada d apabila 20% < pemenuhan kriteria yang penjelasan di sisi kiri memadai < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 IKU telah menggambarkan hasil jawaban a. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < IKU yang relevan < 40% e.b. apabila > 60% Unit Kerja Eselon I telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) level Unit Kerja yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. . d apabila 20% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 40% e. apabila lebih dari 80% IKU dapat diukur (measurable). 9 Tahun 2007 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja a.Terdapat penanggungjawab yang jelas. b. . . b.(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memilih dan memilah yang berkinerja dengan yang kurang (tidak) berkinerja.e mengacu pada c. apabila 40% < pemenuhan kriteria yang memadai < 60%. jawaban a. berhasil.Jelas waktu deliverynya.b. apabila Dep/LPND telah memiliki (IKU) sebagai ukuran kinerja secara formal Indikator Kinerja Utama (IKU) level Dep/LPND yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. .(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memberikan penghargaan (reward). apabila 40% < IKU dapat diukur (measurable) < 60%. apabila lebih dari 80% kriteria mekanisme pengumpulan data yang memadai terpenuhi. d apabila 20% < iIKU dapat diukur (measurable) < 40% e.d. c. apabila lebih dari 80% IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil b.(Capaian) target kinerja digunakan sebagai cara untuk menyimpulkan atau memberikan predikat (baik.bukan proses/kegiatan . 9 Tahun 2007 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA IKU Eselon I telah ada Tidak berlaku untuk DEP/LPND Ya.c. apabila 40% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 60%.b. c.berkualitas outcome atau output penting . jawaban a.Terdapat SOP yang jelas jika terjadi kesalahan data II. cukup.Ada kemudahan untuk menelusuri sumber datanya yang valid. apabila 60% < IKU yang relevan < 80%. .

c.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya tujuan atau sasaran utama 7 IKU telah diukur realisasinya a.c.c.terkait langsung dengan sasaran atau kondisi yang akan diukur .Mewakili (representatif) sasaran utama atau kondisi yang akan diwujudkan 6 IKU telah cukup untuk mengukur kinerja a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Relevan: . apabila IKU yang telah diukur < 20% a.d. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.b. c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: . d apabila 20% < IIndikator yang menggambarkan hasil < 40% e. apabila 60% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 80%.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 10 Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan diukur a.berkualitas outcome atau output penting .d. b.e mengacu pada < 60%.d. apabila Indikator yang dapat diukur < 20% 8 Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif 9 Indikator kinerja sasaran menggambarkan a.terkait langsung dengan sasaran utama atau kondisi yang akan diukur . apabila Indikator sasaran yang terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 20% jawaban a. c. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran dapat diukur (measurable). penjelasan di sisi kiri c. apabila 60% < IKU yang cukup < 80%. apabila IKU yang cukup < 20% Cukup artinya: .d. apabila 40% < IKU telah diukur < 60%. apabila 60% < Indikator yang menggambarkan hasil < 80%.b. apabila 60% < Indikator yang dapat diukur < 80%.b. bukan proses/kegiatan.c.b. jawaban a.e mengacu pada b. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran hasil telah menggambarkan hasil (outcome). d apabila 20% < IKU telah diukur < 40% e.9) .I. apabila 60% < IKU telah diukur < 80%. jawaban a.bukan proses/kegiatan .b. b. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. apabila 40% < Indikator yang menggambarkan hasil < 60%. d apabila 20% < IKU yang cukup < 40% e.c.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur kinerja yang seharusnya (lihat penjelasan A. apabila Indikator yang menggambarkan hasil < 20% jawaban a. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP. penjelasan di sisi kiri c. apabila 40% < IKU yang cukup < 60%. apabila 40% < Indikator yang dapat diukur jawaban a.Mewakili (representatif) sasaran/kondisi yang akan diwujudkan .b.c. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < Indikator yang dapat diukur < 40% e.e mengacu pada b. apabila 40% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 60%. b. d apabila 20% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 40% e.d.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Relevan: .

c. d apabila 20% < indikator yang cukup < 40% e. apabila lebih dari 80% indikator yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.dijadikan alat ukur pencapaian tujuan/sasaran utama dalam dokumen Renstra RKT dan Renstra. b. apabila 60% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 80%. .Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur sasaran . c.e mengacu pada dimanfaatkan < 60%. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja yang dihasilkan dapat diandalkan.d. b.c. c. b.Data kinerja yang diperoleh tepat waktu. apabila indikator yang cukup < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya jawaban a. c. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Cukup artinya: . apabila 40% < IKU yang telah jawaban a.Data yang dikumpulkan didasarkan suatu mekanisme yang memadai atau terstruktur (tidak bersifat dadakan). IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) Jawaban tentang Implemetasi Pengukuran harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Pengukuran 15 IKU telah dimanfaatkan dalam dokumena.Data yang dikumpulkan memiliki tingkat kesalahan yang minimal. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja teridentifikasi secara berkala. d apabila 20% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 40% e.b. . apabila 60% < indikator yang cukup < 80%.b. c. d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 40% e. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang jawaban a.e mengacu pada dapat diandalkan < 60%.d. apabila data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 20% III.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan a. b. PK . apabila 60% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 80%. p j penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. .b.Informasi capaian kinerja berdasarkan fakta sebenarnya atau bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. 14 Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala (bulanan/triwulanan/semester) a. .b.c.dijadikan alat ukur tercapainya outcome atau hasil-hasil program yang ditetapkan dalam dokumen anggaran (RKA) .c. apabila 40% < indikator yang cukup < 60%. b.d. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 60%. apabila 40% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 60%. apabila lebih dari 80% Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP.d.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya sasaran 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya a. apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% Dimanfaatkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran: . apabila data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 20% Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan. apabila Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 20% jawaban a. apabila 60% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 80%. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan dokumen perencanaan dan penganggaran telah dimanfaatkan dalam perencanaan dan penganggaran. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%.

PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a, apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dalam penilaian kinerja; b, apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%; c, apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%; jawaban a,b,c,d,e mengacu pada d apabila 20% < IKU yang telah penjelasan di sisi kiri dimanfaatkan < 40% e, apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% KERANGKA LOGIS 5

1 2 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja

Dimanfaatkan untuk penilaian kinerja: - Capaian IKU dijadikan dasar penilaian kinerja - Capaian IKU dijadikan dasar reward atau punishment - Capaian IKU dijadikan dasar promosi atau kenaikan/penurunan peringkat 17 IKU telah direviu secara berkala a , apabila IKU telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (inovatif) ; b , apabila IKU telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini; c , apabila IKU telah direviu, ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan ; d, apabila IKU telah direviu e , Tidak ada reviu a, apabila lebih dari 80% IKU dan indikator kinerja lain yang ditetapkan telah diukur dan dilaporkan dalam laporan kinerja; b, apabila 60% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 80%; c, apabila 40% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 60%; ; d apabila 20% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 40% e, apabila Ipengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 20%

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

18

Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan laporan kinerja

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

19 Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan pemantauan kinerja secara berkala

Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan Prasyarat: terdapat pengukuran atau pemantauan kinerja secara berkala (minimal semesteran). digunakan untuk pengendalian dan pemantauan artinya (kriteria): - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyimpulkan kemajuan (progress) kinerja - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk mengambil tindakan (action) dalam rangka mencapai target kinerja yang ditetapkan - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran

C. PELAPORAN KINERJA (15%) I. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP Eselon I telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu

cukup jelas Tidak berlaku untuk DEP/LPND Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 Tidak berlaku untuk DEP/LPND

Tidak berlaku untuk UNIT KERJA cukup jelas Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010

LAKIP Eselon I telah disampaikan tepat waktu

II. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%)

PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND UNIT KERJA 1 2 3 4 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari e, apabila lebih dari 80% Sasaran dan target Unit Kerja di bawahnya dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja; d, apabila 60% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 80%; c, apabila 40% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < jawaban a,b,c,d,e mengacu pada 60%; penjelasan di sisi kiri b apabila 20% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 40% a, apabila Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 20%

4 LAKIP menyajikan informasi pencapaian a, apabila lebih dari 80% informasi yang disampaikan dalam LAKIP berorientasi sasaran yang berorientasi outcome outcome; b, apabila 60% < informasi outcome dalam LAKIP < 80%; c, apabila 40% < informasi outcome dalam jawaban a,b,c,d,e mengacu pada LAKIP < 60%; penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < informasi outcome dalam LAKIP < 40% e, apabila informasi outcome dalam LAKIP < 20% Informasi LAKIP berorientasi outcome artinya: - Informasi yang disajikan dalam LAKIP menggambarkan hasil2 (termasuk output2 penting) yang telah dicapai sampai dengan saat ini - LAKIP tidak berfokus pada informasi tentang kegiatan atau proses yang telah dilaksanakan pada tahun ybs - LAKIP tidak berorientasi pada informasi tentang realisasi seluruh anggaran yang telah digunakan 5 LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU a, apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU); b, apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 80%; c, apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 60%; d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 40% e, apabila capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 20% a, apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK; b, apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 80%; c, apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 60%; d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 40% e, apabila capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 20%

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

6

LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

7 LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja

a, apabila LAKIP menyajikan lebih dari 80% evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja (outcome), bukan proses; b, apabila 60% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 80%; c, apabila 40% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 60%; jawaban a,b,c,d,e mengacu pada d apabila 20% < penyajian evaluasi dan penjelasan di sisi kiri analisis capaian yang bersifat kinerja < 40% e, apabila penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 20%

menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja, artinya: - LAKIP menguraikan hasil evaluasi dan analisis tentang capaian2 kinerja outcome atau output penting, bukan hanya proses atau realisasi kegiatan2 yang ada di dokumen anggaran (DIPA)

PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a, apabila LAKIP menyajikan pembandingan lebih dari 80% data kinerja (capaian sasaran) ; b, apabila 60% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 80%; c, apabila 40% < pembandingan data kinerja jawaban a,b,c,d,e mengacu pada (capaian sasaran) < 60%; penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 40% e, apabila pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 20% Pembandingan yang memadai, minimal mencakup: - Target vs Realisasi - Realisasi tahun berjalan vs realisasi tahun sebelumnya - Realisasi sampai dengan tahun berjalan vs target jangka menengah 9 LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja a, apabila LAKIP menyajikan informasi keuangan lebih dari 80% capaian sasaran (kinerja); b, apabila 60% < informasi keuangan sasaran < 80%; c, apabila 40% < informasi keuangan sasaran jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri < 60%; d apabila 20% < informasi keuangan sasaran < 40% e, apabila informasi keuangan sasaran < 20% a, apabila lebih dari 80% realisasi kinerja dapat diandalkan; b, apabila 60% < keandalan data realisasi kinerja < 80%; c, apabila 40% < keandalan data realisasi kinerja < 60%; d apabila 20% < keandalan data realisasi kinerja < 40% e, apabila keandalan data realisasi kinerja < 20% Dapat diandalkan: - datanya valid - dapat ditelusuri kesumber datanya - diperoleh dari sumber yang kompeten - konsisten Jawaban tentang pemanfaatan informasi kinerja harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Pelaporan dan Penyajian Informasi Kinerja KERANGKA LOGIS 5

10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

III.

PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%)

11 Informasi yang disajikan telah digunakan Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. dalam perbaikan perencanaan Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan dalam perbaikan perencanaan, artinya: LAKIP yang disusun sampai dengan saat ini telah berdampak kepada perbaikan perencanaan, baik perencanaan jangka menengah, tahunan maupun dalam penetapan atau perjanjian kinerja yang disusun. 12 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan, artinya: informasi yang disajikan dalam LAKIP telah mengakibatkan perbaikan dalam pengelolaan program dan kegiatan dan dapat menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan program secara terukur

b. apabila 60% < Program yang dievaluasi < 80%. dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas cukup jelas kinerja 2 Terdapat pemantauan mengenai a. .melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pimpinan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 3 Evaluasi program telah dilakukan a. c. mengadministrasikan kemajuan (progress) kinerja. mencatat (membuat catatan).mengidentifikasikan. EVALUASI KINERJA (10%) I. kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya b. apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk peningkatan kinerja. . apabila Program yang dievaluasi < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Program telah dievaluasi: . apabila 40% < Target kinerja yang terpantau < 60%.Terdapat informasi tentang capaian hasil2 program. untuk peningkatan kinerja Sebagai ilustrasi: a. apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d. apabila kurang dimanfaatkan e. c. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b. d. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b. apabila lebih dari 80% program telah dievaluasi. -mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi hambatan pencapaian kinerja. artinya: informasi capaian kinerja yang disajikan dalam LAKIP dijadikan dasar untuk menilai dan menyimpulkan kinerja serta dijadikan dasar reward dan punishment D.Terdapat simpulan keberhasilan atau ketidakberhasilan program. b. atau e didasarkan pada professional judgement evaluator. apabila 40% < Program yang dievaluasi < 60%.Terdapat ukuran yang memadai tentang keberhasilan program . . artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan capaian kinerja organisasi yang lebih baik periode berikutnya 14 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian kinerja Pemilihan a. b.Terdapat analisis dan simpulan tentang kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya suatu program. artinya: .dapat menjawab atau menyimpulkan posisi (prestasi atau capaian) kinerja terakhir. . apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c. . c. atau e didasarkan pada professional judgement evaluator. Sebagai ilustrasi: a. d apabila 20% < Program yang dievaluasi < 40% e.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND UNIT KERJA 1 2 3 4 13 Informasi yang disajikan telah digunakan Pemilihan a. c. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dipantau kemajuannya . apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d. dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. apabila 60% < Target kinerja yang terpantau < 80%. apabila kurang dimanfaatkan e. apabila target kinerja yang terpantau < 20% pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya. mencari tahu. apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk penilaian kinerja. d apabila 20% < target kinerja yang terpantau < 40% e. d.

apabila 60% < unit kerja yang dievaluasi < 80%.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas unit kerja telah dilakukan DEP/LPND 3 a. apabila lebih dari 80% unit kerja telah dievaluasi b. apabila unit kerja yang dievaluasi < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan Ya. d apabila 20% < unit kerja yang dievaluasi < 40% e. apabila hasil evaluasi telah disampaikan atau dibahas dengan pihak yang dievaluasi (yang berkepentingan) Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . c. apabila 40% < unit kerja yang dievaluasi < 60%.

d apabila 20% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 40% e. apabila 40% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 60%. c. p p g personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 20% a. apabila > 80% penugasan evaluasi telah oleh SDM yang berkompetensi dilakukan oleh SDM yang sudah terlatih dan kompeten dibidangnya dan hasilnya tidak memiliki perbedaan yg signifikan dengan hasil evaluasi eksternal b. apabila penugasan evaluasi oleh p . c. idem. terdapat supervisi namun tidak reguler d. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi Menpan & RB e. b. tdk disupervisi 9 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja a. apabila 60% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 80%. dan lebih dari 80% simpulan tersebut disepakati baik oleh evaluator internal maupun external b. idem. dengan tingkat kesepakatan > 20% s/d 40% e. namun modifikasi pedoman belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan. tingkat kesepakatan < 20%. c. apabila 60% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 80%. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri mengacu pedoman evaluasi Menpan & RB. 8 Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing unit kerja a. namun belum terdokumentasi c. apabila telah dilakukan kegiatan supervisi dan terdapat dokumentasi komunikasi yang reguler (teratur) b. dengan tingkat kesepakatan > 40% s/d 60% d. supervisi sangat minimal e. hasil evaluasi tidak menggambarkan kondisi yag sebenarnya. dengan tingkat kesepakatan > 60% s/d 80% C. d apabila 20% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 40% e. apabila telah dilakukan kegiatan supervisi.idem. apabila evaluasi dilaksanakan dengan tidak menggunakan pedoman evaluasi KERANGKA LOGIS UNIT KERJA 4 5 2 II. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang sama persis pedoman evaluasi Menpan & RB d. bukan sekedar simpulan atas pelaksanaan kerja (kegiatan semata). apabila 40% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 60%. apabila hasil evaluasi benar-benar menggambarkan akuntabilitas kinerja yang menggambarkan dan menyimpulkan dievaluasi akuntabilitas kinerja (outcome atau output penting) yang sesungguhnya. apabila unit kerja y g dievaluasi dan p j yang disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . apabila evaluasi dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang selaras dengan pedoman evaluasi Menpan & RB dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. KUALITAS EVALUASI (5%) 6 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 7 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan a. apabila lebih dari 80% unit kerja telah dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a.

apabila evaluasi telah dilakukan sebatas pelaksanaan program dan kegiatan serta penyerapan anggaran. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Jawaban tentang pemanfaatan evaluasi harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Evaluasi dan Kualitas Evaluasi . e. apabila evaluasi seluruh program telah dilakukan dan terdapat simpulan mengenai keberhasilan atau kegagalan program yang dievaluasi b. c. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. c. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg terkait dengan peningkatan kinerja dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e. apabila seluruh program telah dievaluasi namun belum sepenuhnya memiliki ukuran keberhasilan c. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg terkait dengan perencanaan kinerja dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b. c. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA III. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila evaluasi program telah dilaksanakan namun belum menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan program d. belum dilakukan evaluasi program a. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e. apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 11 Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 12 Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai keberhasilan program a. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 13 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e.

b Jika 60% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 80% c. Jika > 80% rekomendasi yang terkait telah ditindaklanjuti untuk perbaikan dengan perencanaan telah ditindaklanjuti perencanaan b. d apabila 20% < capaian kinerja < 40% e. apabila 20% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 40% e. apabila 20% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. apabila lebih dari 80% informasi capaian kinerja dapat diandalkan. b. Jika 20% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 40% 16 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA E. Jika 40% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 60% d. Jika > 80% capaian kinerja digunakan 18 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk mengukur (dimanfaatkan) untuk mengukur keberhasilan keberhasilan unit kerja maupun kegagalan unit kerja (sebagai dasar reward&punishment) b. Jika hasil evaluasi program telah untuk perbaikan kinerja meningkatkan > 80% capaian keberhasilan program b. apabila informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . apabila 60% < capaian kinerja < 80%. d. c. apabila lebih dari 80% capaian kinerja tahun berjalan melebihi capaian tahun sebelumnya. Jika 20% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 40% a. apabila 60% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80%. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai a. c. apabila 60% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 80%. Jika 60% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 80% c. apabila 40% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 60%. Jika 40% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 60% d. Jika 60% < capaian keberhasilan program ≤ 80% c. c. apabila capaian kinerja < 20% a. apabila capaian kinerja lebih dari 80%. Jika 40% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 60% d. d. apabila 40% < capaian kinerja < 60%. apabila capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 20% a. Jika 20% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 40% 17 Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti a.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND 1 2 3 15 Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja a. b. apabila 40% < informasi capaian kinerja y g yang dapat diandalkan < 60%. b. Jika 60% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 80% c. Jika > 80% rekomendasi yang terkait dengan penerapan manajemen kinerja telah ditindaklanjuti b. Jika 20% < capaian keberhasilan program ≤ 40% a. Jika 40% < capaian keberhasilan program ≤ 60% d.

b. . apabila capaian outcome yang andal < 20% Informasi kinerja dapat diandalkan. apabila 40% < capaian outcome yang andal < 60%. c. apabila 80% < capaian kinerja < 100%. apabila capaian kinerja < 50% a. . apabila 50% < peningkatan kinerja < 80% e. . apabila capaian outcome yang andal lebih dari 80%. apabila 60% < capaian outcome yang andal < 80%. apabila capaian kinerja > 100%.Dapat ditelusuri sumber datanya. apabila capaian kinerja = 100%. apabila 120% < peningkatan kinerja < 150% . apabila capaian kinerja tahun berjalan > 150% dibanding tahun sebelumnya. artinya: .Dapat ditelusuri sumber datanya. apabila 80% < peningkatan kinerja < 120%.Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). c. artinya: .Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). .Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid. . b.up to date UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai a.up to date Tidak berlaku untuk UNIT KERJA KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) 7 Kinerja Pengelolaan Keuangan 8 Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media 9 Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya 10 Kinerja Transparansi 11 Kinerja/Penghargaan Lainnya . .Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid. d apabila 20% < capaian outcome yang andal < 40% e. apabila peningkatan kinerja < 50% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan a. b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 Informasi kinerja dapat diandalkan. d. apabila 50% < capaian kinerja < 80% e. d. c.

Lampiran 2. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat .

KUALITAS RENSTRA (6.5%) a.00 Y y/t a/b/c/d/e 10 c. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3. misi.25%) Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk a/b/c/d/e 10 menyusun penetapan kinerja (PK) Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan a/b/c/d/e 11 RKT unit kerja Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 12 menyusun anggaran (RKA) (a.5%) 1 Dokumen Renstra telah ada Dokumen Renstra Eselon I telah ada Dokumen Renstra telah memuat visi. PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah b.00 A a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! 0. PEMENUHAN RENSTRA (2.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk 5 mencapai sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriter 7 indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen Renstra dan 9 dengan Dokumen RKP/RKT atasannya c. DOKUMEN RENSTRA (12. program.75 0.75 #VALUE! #VALUE! b. indikator 3 kinerja sasaran. IMPLEMENTASI RENSTRA (3.Lampiran 2 TEMPLATE KERTAS KERJA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN 1 2 A. Target kinerja RKT vs Targe a/b/c/d/e kinerja RKA) #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 1 . DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7.5%) a. sasaran. dan target kinerja tahunan #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! 0.75%) Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam 11 penyusunan Dokumen Renstra unit kerja Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan 12 Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran 13 Dokumen Renstra telah direviu secara berkala II. indikator kinerja sasaran. PERENCANAAN KINERJA (35%) I. target tahunan.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai 4 tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan 5 Renstra telah menyajikan IKU 6 DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! y/t Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e Error Error TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! REF 8 a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan a/b/c/d/e output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a/b/c/d/e a/b/c/d/e KKE3 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen Renstra telah selaras dengan Dokumen 8 RPJMN/Dokumen Renstra atasannya 9 Dokumen Renstra telah menetapkan hal-hal yang seharusny a/b/c/d/e ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! 1.75 1 Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! 1.50 #VALUE! 0.l.75 1 Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! 1.5%) 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT unit kerja telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA Dokumen RKT telah memuat sasaran. 2 program. #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 IMPLEMENTASI PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN #DIV/0! (2. tujuan.

PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) Telah terdapat indikator kinerja utama (IKU) sebagai ukuran 1 kinerja secara formal IKU Eselon I telah ada 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja KUALITAS PENGUKURAN (10%) IKU telah dapat diukur secara obyektif IKU telah menggambarkan hasil IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur IKU telah cukup untuk mengukur kinerja IKU telah diukur realisasinya Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif Indikator kinerja sasaran menggambarkan hasil Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan 10 diukur 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala 14 (bulanan/triwulanan/semester) III. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP Eselon I telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu LAKIP Eselon I telah disampaikan tepat waktu II. dan target jangka pendek b.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk 11 mengukur keberhasilan KKE2 KKE3 B. PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK unit kerja telah ada 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui Dokumen PK telah memuat sasaran. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. indikator 3 kinerja. IMPLEMENTASI PK (4. program. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) LAKIP bukan merupakan kompilasi dari Unit Kerja di 3 bawahnya II.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil 5 PK telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator 6 kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya 8 dan Dokumen RKT c. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) IKU telah dimanfaatkan dalam dokumen-dokumen 15 perencanaan dan penganggaran 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja 17 IKU telah direviu secara berkala Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan 18 laporan kinerja Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan 19 pemantauan kinerja secara berkala C. KUALITAS PK (7.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 III. PELAPORAN KINERJA (15%) I. 3 4 5 6 7 8 9 a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE3 #VALUE! KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! a/b/c/d/e #VALUE! 2 .

NO 1 4 5 6 7 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 LAKIP menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error TOTAL 7 #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai 8 antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya a/b/c/d/e dan pembandingan lain yang diperlukan LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan 9 III. EVALUASI KINERJA (10%) I. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerjatelah 15 ditindaklanjuti untuk perbaikan perencanaan Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjatelah ditindaklanjuti untuk 16 perbaikan penerapan manajemen kinerja Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti untuk perbaikan 17 kinerja #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 3 . PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Informasi yang disajikan telah digunakan dalam perbaikan 11 perencanaan 12 13 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e y/t #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e Error #VALUE! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! Informasi yang disajikan telah digunakan untuk peningkatan kinerja Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian 14 kinerja D. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja Terdapat pemantauan mengenai kemajuan pencapaian 2 kinerja beserta hambatannya 3 Evaluasi program telah dilakukan 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas unit kerja telah dilakukan 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan II. KUALITAS EVALUASI (5%) Evaluasi akuntabilitas kinerjadilaksanakan dengan 6 menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan Evaluasi akuntabilitas kinerjadilaksanakan oleh SDM yang 7 berkompetensi Pelaksanaan evaluasiakuntabilitas kinerjatelah disupervisi 8 dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjamenggambarkan 9 akuntabilitas kinerjayang dievaluasi 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjamemberikan penilaian atas a/b/c/d/e akuntabilitas kinerja masing-masing unit kerja Evaluasi akuntabilitas kinerjatelah memberikan rekomendasi11 rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat a/b/c/d/e dilaksanakan Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai a/b/c/d/e 12 keberhasilan program Evaluasi program telah memberikan rekomendasi13 rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat a/b/c/d/e dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasirekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a/b/c/d/e Error Error Error #VALUE! #VALUE! #VALUE! Error #VALUE! III.

NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjatelah ditindaklanjuti untuk 18 mengukur keberhasilan unit kerja DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e #DIV/0! 0. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) Kinerja Pengelolaan Keuangan Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya Kinerja Transparansi Kinerja/Penghargaan Lainnya #DIV/0! KKE1-II KKE1-II KKE1-II #DIV/0! KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III #DIV/0! #DIV/0! 7 8 9 10 11 HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA (100%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! KETERANGAN: KETIK 'y' ATAU 't' ATAU 'a' ATAU 'b' ATAU 'c' ATAU 'd' ATAU 'e' PADA KOLOM YANG BERWARNA HIJAU JANGAN MELAKUKAN PERUBAHAN PADA KOLOM YANG BERWARNA KUNING ATAU ABU-ABU 4 .00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 TOTAL 7 #VALUE! #DIV/0! 0.00 REF 8 E.00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0.00 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! 0.

Lampiran 3. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah .

e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 6 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a.Lampiran 3 LEMBAR KRITERIA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTASI PEMERINTAH DAERAH (PROP/KAB/KOTA) PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA 3 SKPD 4 1 2 A. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . sasaran. c.e. apabila 20% < SKPD yang menyusun Renstra<40% e. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. apabila RPJMD telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 60%< Target yg baik < 80%. Tidak untuk PEMDA Tidak untuk SKPD a. KUALITAS RENSTRA (6. apabila lebih dari 80% program/kegiatan dalam RPJMD telah mencapai (selaras dengan) selaras dengan tujuan/sasaran. misi. apabila lebih dari 80% IKU yang telah diformalkan dimanfaatkan untuk mengukur tujuan/sasaran dalam RPJMD.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 8 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah selaras dengan Dokumen RPJMN/Dokumen RPJMD a. apabila keselarasannya < 20% Merupakan cara untuk mencapai. c. apabila lebih dari 80% indikator tujuan dan sasaran dalam RPJMD telah memenuhi kriteria SMART.Berdasarkan indikator yg SMART. apabila 60%< keselarasan < 80%. b. apabila 60%< pemanfaatan IKU < 80%. apabila 40% < Sasaran yg selaras < 60%. tujuan.d. . apabila pemanfaatan IKU dalam RPJMD < 20% jawaban a.c.e mengacu pada penjelasan c. apabila 60% < Sasaran yg selaras < 80%. apabila > 80% sasaran yg ditetapkan telah selaras.c.b. apabila 20%< pemanfaatan IKU <40% e. indikator kinerja sasaran.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a. program. b.Selaras dengan RPJMN/RPJMD.c.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil jawaban a. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun Renstra. DOKUMEN RENSTRA (12.b. apabila indikator yang SMART < 20% 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik a. sasaran.d. PERENCANAAN KINERJA (35%) I.Cukup untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dalam RPJMD 5 RPJMD/Renstra SKPD telah menyajikan IKU a. d apabila 20%< Sasaran yg selaras < 40% e. b. b. c.c. apabila 40%< berorientasi hasil <60%.d. b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri jawaban a. d.Berdasarkan basis data yang memadai jawaban a. target tahunan. apabila 60%< Indikator SMART< 80%.c. apabila RPJMD telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 Program/kegiatan merupakan cara untuk a. jawaban a. c. d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 1 . apabila 20% < berorientasi hasil<40% e.c.d. apabila SKPD yang menyusun Renstra< 20% 2 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah memuat visi. c.berkualitas outcome atau output penting . apabila 60%< berorientasi hasil < 80%. apabila 40%< pemanfaatan IKU < 60%. RPJMD tidak memuat tujuan. b. c.d. apabila Sasaran yg selaras < 20% jawaban a. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah a. artinya: .b.d. apabila 40%< keselarasan < 60%.d. . d. PEMENUHAN RENSTRA (2.5%) a.b. di sisi kiri d. apabila tujuan dan sasaran yg berorientasi < 20% Berorientasi hasil: . c. .b. d. p .Memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) .c. apabila 20%< keselarasan <40% e. b. mengacu pada penjelasan di sisi kiri b. apabila 40%< SKPD yang menyusun Renstra<60%. apabila 20%< Indikator SMART<40% e.b.bukan proses/kegiatan . indikator dan target a. apabila 40%< Indikator SMART<60%. kecuali target tahunan.5%) 1 Dokumen RPJMD telah ada Dokumen Renstra SKPD telah ada Cukup jelas.Selaras. RPJMD tidak dilengkapi indikator kinerja e. d. d. tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan b. apabila RPJMD tidak dilengkapi target jangka menengah yang terukur.b. apabila 60%< SKPD yang menyusun Renstra< 80%. apabila lebih dari 80% tujuan dan sasaran dalam RPJMD telah berorientasi hasil. . apabila 40%< Target yg baik < 60%. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.

praktik2 terbaik Jawaban tentang Implemetasi RPJMD/Renstra harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RPJMD/Renstra a. b. apabila hal2 yg seharusnya < 20% 9 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah menetapkan hal-hal yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) jawaban a.Sasaran. indikator dan target-target kinerja dalam RPJMD/Renstra SKPD telah relevan dengan RPJMN/RPJMD a. apabila keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 20% Tidak berlaku untuk SKPD Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . b. apabila 40% < hal2 yg seharusnya < 60%.Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Rencana Kinerja Tahunan -S Sasaran2 yang ada di RPJMD dij dik sasaran2 yang akan di j dk d l 2 d dijadikan 2 k diwujudkan dalam R Rencana Ki j T h Kinerja Tahunan . apabila 60% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 80%.Sasaran.Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKA .Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah dibreakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Renstra SKPD . c. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 40% e. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD 11 Dokumen RPJMD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra SKPD a. apabila lebih dari 80% tujuan/sasaran dalam RPJMD telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra SKPD.kontrak kinerja . apabila keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 20% jawaban a. apabila 20% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 40% e.core business . IMPLEMENTASI RENSTRA (3.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 Selaras artinya tujuan. b. apabila keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 20% c.d. c.b. d.Sasaran. apabila 60% < hal2 yg seharusnya < 80%.c.c. sasaran. apabila lebih dari 80% sasaran dalam rencana kinerja tahunan telah selaras dengan RPJMD. indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya outcome atau hasil2 program yang ada di RKA 2 . b.Sasaran2 yang ada di RPJMD dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra SKPD . c.c. d apabila 20% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 40% e.b. d apabila 20% < hal2 yg seharusnya < 40% e.75%) 10 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan jawaban a. indikator dan target-target kinerja dalam RPJMD telah mengacu pada: . apabila 40% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 60%. sasaran.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Yang dimaksud dengan hal-hal yg seharusnya adalah tujuan.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri dijadikan acuan atau selaras: . indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD 12 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran a. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 60%. apabila 60% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 80%.tugas dan fungsi .d. c. apabila lebih dari 80% indikator hasil dalam RKA telah selaras dengan RPJMD.d. apabila RPJMD telah menetapkan hal2 yg seharusnya lebih dari 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . apabila 40% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 60%. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 80%.Sasaran2 yang ada di RPJMD dijadikan outcome atau hasil2 program yang akan diwujudkan dalam RKA .

b. a. b apabila RKT t l h memuat k bil telah t keseluruhan subtansi k l h bt i komponen tersebut. b.b. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.memiliki hubungan kausalitas (menjadi penyebab) terwujudnya sasaran . apabila kegiatan telah selaras dan cukup < 20% jawaban a. apabila SKPD yg menyusun RKT < 20% 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT SKPD telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA 3 Dokumen RKT telah memuat sasaran. d apabila 20% < indikator di RKT adalah IKU < 40% e. apabila RKT disusun sebelum anggaran (RKA) tahunan diajukan jawaban a. c. d apabila 20% < SKPD yg menyusun RKT < 40% e. c. b. apabila lebih dari 80% indikator di RKT adalah IKU.d. apabila 60% < SKPD yg menyusun RKT < 80%. apabila 40% < SKPD yg menyusun RKT < 60%. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.d. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun RKT. apabila RPJMD telah direviu.memenuhi syarat kecukupan untuk terwujudnya sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU a.c. b.e mengacu pada penjelasan . d apabila 20% < kegiatan telah selaras dan cukup < 40% e. program.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Kegiatan merupakan cara mencapai sasaran (selaras dan cukup): .b. c apabila 40% < indikator di RKT adalah IKU < 60%. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% jawaban a. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%. c. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%.c.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a.5%) PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri a.c. b. indikator kinerja sasaran. dan dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3. apabila RPJMD telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (terdapat inovasi). apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran jawaban a. c. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7. ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan . apabila RKT tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. apabila RPJMD telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri II. b. dan target kinerja tahunan t t ki j t h Ya.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri b.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Berorientasi hasil: . Tidak ada reviu SKPD 4 1 2 13 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah direviu secara berkala jawaban a.b.d.c. . apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. . d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e.b. apabila ada dokumen rencana kinerja tahunan Tidak untuk PEMDA Tidak untuk SKPD a.bukan proses/kegiatan .d.b. apabila indikator di RKT adalah IKU < 20% j jawaban a.d. g p p j di sisi kiri 3 . apabila 40% < kegiatan telah selaras dan cukup < 60%. apabila 60% < kegiatan telah selaras dan cukup < 80%.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk mencapai sasaran a. c. apabila RPJMD telah direviu e.5%) Ya.berkualitas outcome atau output penting . apabila lebih dari 80% kegiatan telah selaras dan cukup untuk mencapai sasaran. .PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA 3 a. c. d.d. apabila 60% < indikator di RKT adalah IKU < 80%.b. d. dan dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART.

apabila 60%< Target yg baik < 80%. b. b. apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan sasaran RKT SKPD.b. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < di sisi kiri 40% e.d.e mengacu pada penjelasan ditetapkan dalam PK < 60%.Sasaran dan indikator yang diperjanjikan dalam PK didasarkan (mengacu) kepada sasaran dan indikator yang ada di RKT 11 Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RKT SKPD a. apabila keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < 20% Selaras: . b.Sasaran. apabila 60% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 80%. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 60%. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya sasaran2 yang ada di RKT Tidak untuk SKPD 4 .Sasaran.c. apabila 60% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 80%. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 7 Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 a. c.d.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKT SKPD .Berdasarkan indikator yg SMART. apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan tujuan/sasaran RPJMD/RKPD.d. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 40% e.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam PK . c. b.e mengacu pada penjelasan 60%. apabila indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a. c. b.Berdasarkan basis data yang memadai jawaban a.25%) 10 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun penetapan kinerja (PK) Jawaban tentang Implemetasi RKT harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RKT a.Target2 kinerja RKT merupakan breakdown dari target2 kinerja dalam RPJMD/RKPD.b. apabila lebih dari 80% sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK. apabila 40% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 60%. apabila 40% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah jawaban a.d. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: .c. di sisi kiri d apabila 20% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 40% e.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RKT SKPD j .b. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. . . . .Target2 kinerja dalam RKT dijadikan acuan dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam PK . apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD< jawaban a. KINERJA TAHUNAN (2. apabila 40%< Target yg baik < 60%.Relevan dengan indikatornya.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 9 Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen RPJMD/Renstra SKPD dan dengan Dokumen RKPD/RKT atasannya a. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 80%.Sasaran2 yang ada di RKT merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RPJMD. apabila sasaran dan indikator di RKT yg telah ditetapkan dalam PK < 20% dijadikan acuan atau selaras: .c. c. d apabila 20% < iindikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik a.b.Selaras dengan RPJMD. apabila keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 20% dijadikan acuan atau selaras : . indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD/RKPD IMPLEMENTASI PERENCANAAN c. . apabila lebih dari 80% indikator di RKT memenuhi kriteria SMART. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < 80%. c. d.

apabila Indikator dan target kinerja di RKT yang telah digunakan dalam RKA < 20% dijadikan acuan atau selaras : . c. namun hanya dilengkapi dengan > 40% indikator dan target di sisi kiri yang SMART. d apabila 20% < iindikator di PK memenuhi kriteria SMART < 40% e. apabila 40% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 60%. apabila 60% < SKPD telah menyusun PK < 80%. apabila indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a.d. apabila 60% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 80%.c. indikator dan target2 yang ada di RKT 1 2 12 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun anggaran (RKA) (a. b. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. di sisi kiri d apabila 20% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 40% e. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun PK.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 (hasil2 program) yang akan diwujudkan dalam RKA .Hasil2 program. apabila SKPD telah menyusun PK < 20% . b.c. c.d.berkualitas outcome atau output penting . d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 6 Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik jawaban a. program. apabila indikator di PK adalah IKU < 20% a. b. apabila lebih dari 80% indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA. dan target jangka pendek cukup jelas a.l. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. d apabila 20% < SKPD telah menyusun PK < 40% e.bukan proses/kegiatan . PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK SKPD telah ada Ya. KUALITAS PK (7.b. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.b.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 a. b. apabila 40% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan jawaban a.e mengacu pada penjelasan dalam RKA < 60%.c.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah diusulkan menjadi target2 kinerja tahunan dalam RKA .b. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. apabila lebih dari 80% indikator di PK memenuhi kriteria SMART. c. indikator dan target yang diusulkan dalam RKA dilandasi oleh sasaran.c. p y % SKPD yang menyusun PK mengacu pada SE Menpan 29 tahun 2010 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui 3 Dokumen PK telah memuat sasaran. apabila terdapat dokumen PK yang secara formal telah ditandatangani (Sesuai PerMenpanNo 29/2010) Tidak untuk PEMDA a.b. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) III. apabila PK tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a. apabila lebih dari 80% indikator di PK adalah IKU. apabila 60% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 80%. apabila 60% < indikator di PK adalah IKU < 80%. apabila 40% < indikator di PK adalah IKU < 60%. apabila PK tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran b. indikator kinerja.e mengacu pada penjelasan tersebut. b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 PK telah menyajikan IKU a.d.d. c.c. d apabila 20% < indikator di PK adalah IKU < 40% e.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a. c.b.d. d. apabila 40% < SKPD telah menyusun PK < 60%. c. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% Berorientasi hasil: . apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 . b. namun hanya dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen jawaban a.

b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik PROP/KAB/KOTA 3 a. apabila 40% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 60%. apabila pemanfaatan target kinerja< 20% jawaban a. apabila 60% < monitoring capaian sasaran PK < 80%.c. apabila 40% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 60%. apabila lebih dari 80% capaian sasaran di PK telah dimonitor. .b. .Sasaran.(C (Capaian) t i ) target kinerja dij dik d t ki j dijadikan dasar untuk memilih d memilah yang b ki j d t k ilih dan il h berkinerja dengan yang k kurang (tid k) (tidak) berkinerja.b.b.Target2 kinerja dalam PK dijadikan acuan untuk mengevaluasi capaian output2 kegiatan. IMPLEMENTASI PK (4.Berdasarkan indikator yg SMART.Sasaran2 yang ada di PK merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD. apabila Target yg baik < 20% SKPD 4 jawaban a.Selaras dengan RPJMD. .c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Pemanfaatan target kinerja untuk mengukur keberhasilan.b. c.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Jawaban tentang Implemetasi PK harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas PK a. apabila 40% < monitoring capaian sasaran PK < 60%. berhasil. b. d apabila 20% < monitoring capaian sasaran PK < 40% e. apabila 60% < pemanfaatan target kinerja < 80%.d.Target2 kinerja dalam PK dijadikan alasan untuk memberikan otorisasi ditunda atau diteruskannya suatu kegiatan . kurang. d.Terdapat hubungan yang logis antara setiap output kegiatan dengan sasaran (outcome) yang akan dicapai. apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah selaras dengan tujuan/sasaran dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD.d. dll) suatu kondisi atau keadaan 6 . apabila monitoring capaian sasaran PK< 20% jawaban a. .d. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan. apabila 60% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 80%.Target2 kinerja PK merupakan uraian lebih lanjut (breakdown) dari target2 kinerja dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD. tidak tercapai. c. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. apabila 40%< Target yg baik < 60%.b. . .Relevan dengan indikatornya. . .Terdapat mekanisme yang memungkinkan pimpinan untuk mengetahui progress kinerja yang terbaru (up dated performance) 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan a. c.c. . d apabila 20% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 40% jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Monitoring pencapaian sasaran: . gagal.d. . tercapai. apabila pemanfaatan sasaran dan target di PK < 20% di sisi kiri Pemanfaatan PK dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan: . apabila 20%< Target yg baik < 40% e. c.d.(Capaian) target kinerja digunakan sebagai cara untuk menyimpulkan atau memberikan predikat (baik. apabila 60% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 80%. 11 Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk mengukur keberhasilan a. c. apabila 60%< Target yg baik < 80%. indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD c.(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memberikan penghargaan (reward). b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras: .Berdasarkan basis data yang memadai 8 Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya dan Dokumen RKT a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Target yg baik: .c. RKT dan RKA. d apabila 20% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD< 40% e. . .c. b.Capaian sasaran dalam PK secara periodik (minimal setiap 3 bulan) dipantau kemajuannya. b.Sasaran2 dalam PK dijadikan dasar (acuan) untuk (memulai) pelaksanaan setiap kegiatan. apabila 40% < pemanfaatan target kinerja < 60%. apabila keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 20% jawaban a. cukup. apabila lebih dari 80% sasaran dan target dalam PK dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan. d apabila 20% < pemanfaatan target kinerja < 40% e.e mengacu pada penjelasan e.Setiap ada deviasi segera dilakukan analisis dan dicarikan alternatif solusinya.

d.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 IKU telah menggambarkan hasil jawaban a. apabila PEMDA telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) (IKU) sebagai ukuran kinerja secara formal level PEMDA yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. apabila 60% < IKU level telah diukur < 80%.c.Terdapat SOP yang jelas jika terjadi kesalahan data II. apabila lebih dari 80% IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil b. apabila 40% < pemenuhan kriteria yang memadai < 60%.bukan proses/kegiatan .b. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. apabila 40% < IKU telah diukur < 60%. b.c. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP. apabila IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 20% Menggambarkan hasil: . KUALITAS PENGUKURAN (10%) 3 IKU telah dapat diukur secara obyektif a. apabila 60% < IKU dapat diukur (measurable) < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Relevan: .d. apabila IKU yang cukup < 20% jawaban a. d apabila 20% < IKU yang relevan < 40% e.c.b. b. apabila IKU yang telah diukur < 20% jawaban a. apabila 40% < IKU dapat diukur (measurable) < 60%. 9 Tahun 2007 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja a. c.d. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) 1 Telah terdapat indikator kinerja utama Ya. c. b.I. apabila 40% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur a.d.b.Jelas waktu deliverynya.mewakili (representatif) sasaran utama atau kondisi yang akan diwujudkan 6 IKU telah cukup untuk mengukur kinerja a.b.Ada kemudahan untuk menelusuri sumber datanya yang valid.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN SKPD 4 PROP/KAB/KOTA 1 2 3 B. apabila 60% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 80%. di sisi kiri d apabila 20% < pemenuhan kriteria yang memadai < 40% e. apabila 60% < IKU yang cukup < 80%. apabila > 60% SKPD telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) level SKPD yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No.b.Terdapat pedoman atau SOP tentang pengumpulan data kinerja yang up to date. apabila 60% < IKU yang relevan < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Cukup artinya: . d apabila 20% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 40% e. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.b. c. apabila lebih dari 80% kriteria mekanisme pengumpulan data yang memadai terpenuhi.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya tujuan atau sasaran utama 7 IKU telah diukur realisasinya a. apabila IKU yang relevan < 20% jawaban a. apabila 40% < IKU yang cukup < 60%. apabila 60% < pemenuhan kriteria yang memadai < 80%. 9 Tahun 2007 Tidak untuk PEMDA IKU SKPD telah ada Tidak untuk SKPD Ya. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 7 . apabila lebih dari 80% IKU dapat diukur (measurable).terkait langsung dengan sasaran utama atau kondisi yang akan diukur . p p (measurable) < 20% ) % a.berkualitas outcome atau output penting .Terdapat penanggungjawab yang jelas. d apabila 20% < iIKU dapat diukur (measurable) < 40% e. .e mengacu pada penjelasan c. .b.c. .menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur kinerja yang seharusnya (lihat penjelasan A. apabila pemenuhan kriteria yang memadai < 20% Mekanisme pengumpulan data yang memadai: .c. d apabila 20% < IKU yang cukup < 40% e. apabila iIKU dapat diukur ( . c. apabila 40% < IKU yang relevan < 60%. c. b. b.9) .d. .Ada kemudahan untuk mengakses data bagi pihak yang berkepentingan. jawaban a.d. . d apabila 20% < IKU telah diukur < 40% e.

apabila 40% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan jawaban a. apabila lebih dari 80% Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP. c.d. 8 . di sisi kiri d apabila 20% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 40% e.b. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja yang dihasilkan dapat diandalkan.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 10 Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan diukur a.Data yang dikumpulkan didasarkan suatu mekanisme yang memadai atau terstruktur (tidak bersifat dadakan).e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 9 Indikator kinerja sasaran menggambarkan a. apabila lebih dari 80% indikator yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya sasaran 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya a. apabila 60% < Indikator yang dapat diukur < 80%. apabila indikator yang cukup < 20% Cukup artinya: . .d. c. d apabila 20% < indikator yang cukup < 40% e.c.d.c. apabila 40% < indikator yang cukup < 60%. .b. apabila Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 20% 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan a. b.Data kinerja yang diperoleh tepat waktu.e mengacu pada penjelasan 60%. apabila Indikator sasaran yang terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 20% Relevan: . apabila 60% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 80%. b. apabila 60% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 80%.c.d. apabila 40% < Indikator yang dapat diukur < 60%. di sisi kiri c. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. hasil b. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran telah menggambarkan hasil (outcome). apabila Indikator yang dapat diukur < 20% SKPD 4 jawaban a.c.berkualitas outcome atau output penting . apabila data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 20% Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan.bukan proses/kegiatan .e mengacu pada penjelasan b.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur sasaran . bukan proses/kegiatan.b.b. d apabila 20% < IIndikator yang menggambarkan hasil < 40% e. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran dapat diukur (measurable).b.terkait langsung dengan sasaran atau kondisi yang akan diukur . di sisi kiri d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. .d.d.e mengacu pada penjelasan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 60%. apabila Indikator yang menggambarkan hasil < 20% jawaban a.Data yang dikumpulkan memiliki tingkat kesalahan yang minimal. c.c. c.Mewakili (representatif) sasaran/kondisi yang akan diwujudkan 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya a. apabila 60% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 80%. apabila 40% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < jawaban a. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < jawaban a. . b. d apabila 20% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < di sisi kiri 40% e.b. apabila 60% < indikator yang cukup < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: . apabila 60% < Indikator yang menggambarkan hasil < 80%. jawaban a.e mengacu pada penjelasan 60%.c.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif PROP/KAB/KOTA 3 a.Informasi capaian kinerja berdasarkan fakta sebenarnya atau bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. c. apabila 40% < Indikator yang menggambarkan hasil< 60%. d apabila 20% < Indikator yang dapat diukur< 40% e. b.

PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP SKPD telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu cukup jelas Tidak untuk PEMDA Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 Tidak untuk SKPD cukup jelas Tidak untuk SKPD 9 .d. b.dijadikan alat ukur pencapaian tujuan/sasaran utama dalam dokumen RPJMD.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Prasyarat: terdapat pengukuran atau pemantauan kinerja secara berkala (minimal semesteran). apabila IKU telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. d apabila 20% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 40% e. apabila 60% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 80%.c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Dimanfaatkan untuk penilaian kinerja: . apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dalam penilaian kinerja. apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% jawaban a. d apabila 20% < pemanfaatan hasil pengukuran < 40% e. d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e. apabila IKU telah direviu e. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dokumen perencanaan dan penganggaran dalam perencanaan dan penganggaran. apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja teridentifikasi secara berkala. apabila 60% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 80%. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%. b. ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan .b. b. apabila 40% < pemanfaatan hasil pengukuran < 60%.Capaian IKU dijadikan dasar reward atau punishment .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 19 Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan pemantauan kinerja secara berkala jawaban a. apabila pemanfaatan hasil pengukuran < 20% jawaban a. c. d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 40% e.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyimpulkan kemajuan (progress) kinerja .Capaian IKU dijadikan dasar promosi atau kenaikan/penurunan peringkat 17 IKU telah direviu secara berkala a. c. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 60%. b.d. apabila data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 20% SKPD 4 III.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran C. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%. c.b. PELAPORAN KINERJA (15%) I. b.b. apabila IKU telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (inovatif). d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e.c.c. Tidak ada reviu a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 18 Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan laporan kinerja jawaban a. apabila lebih dari 80% IKU dan indikator kinerja lain yang ditetapkan telah diukur dan dilaporkan dalam laporan kinerja.d. apabila Ipengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 20% a.PENJELASAN NO 1 14 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala (bulanan/triwulanan/semester) PROP/KAB/KOTA 3 a. b. apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% jawaban a. apabila 40% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 60%.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk mengambil tindakan (action) dalam rangka mencapai target kinerja yang ditetapkan . c. RKT dan PK . apabila lebih dari 80% hasil pengukuran kinerja (capaian kinerja) dimanfaatkan untuk pengendalian dan pemantauan.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Dimanfaatkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran: . digunakan untuk pengendalian dan pemantauan artinya: . apabila IKU telah direviu.dijadikan alat ukur tercapainya outcome atau hasil-hasil program yang ditetapkan dalam dokumen anggaran (RKA) 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja a.c. c.b. apabila 60% < pemanfaatan hasil pengukuran < 80%. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) Jawaban tentang Implemetasi Pengukuran harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Pengukuran 15 IKU telah dimanfaatkan dalam dokumena.Capaian IKU dijadikan dasar penilaian kinerja .c. apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%. c.d.b. d.

Informasi yang disajikan dalam LAKIP menggambarkan hasil2 (termasuk output2 penting) yang telah dicapai sampai dengan saat ini . di sisi kiri d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 40% e.d. apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang jawaban a.b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 LAKIP SKPD telah disampaikan tepat waktu PROP/KAB/KOTA 3 Tidak untuk PEMDA SKPD 4 Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 II.b. d apabila 20% < informasi outcome dalam LAKIP < 40% e. apabila pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 20% jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 LAKIP menyajikan informasi pencapaian a. apabila 60% < informasi outcome dalam LAKIP < 80%.c. apabila LAKIP menyajikan pembandingan lebih dari 80% data kinerja (capaian sasaran) . apabila lebih dari 80% informasi yang disampaikan dalam LAKIP berorientasi outcome.c. b.LAKIP tidak berorientasi pada informasi tentang realisasi seluruh anggaran yang telah digunakan 5 LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU a. c.d. di sisi kiri d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 40% e. apabila capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 20% 6 LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan a.c. d apabila 20% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 40% e. b.d. d. c.b. jawaban a. bukan hanya proses atau realisasi kegiatan2 yang ada di dokumen anggaran (DIPA) 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan a. c.c. d apabila 20% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 40% e. apabila 20% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 40% c.c.b.e mengacu pada penjelasan < 60%. apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) jawaban a. apabila capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 20% a. apabila 60% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 80%. apabila 40% < informasi outcome dalam LAKIP < 60%. apabila lebih dari 80% Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD. apabila penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 20% 7 LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja jawaban a. apabila 40% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 60%. apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU). apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 80%. apabila 60% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 80%. apabila 40% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 60%. apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK. sasaran yang berorientasi outcome b. apabila informasi outcome dalam LAKIP < 20% jawaban a.LAKIP menguraikan hasil evaluasi dan analisis tentang capaian2 kinerja outcome atau output penting.e mengacu pada penjelasan dijanjikan dalam PK < 60%. apabila LAKIP menyajikan lebih dari 80% evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja (outcome).d. apabila 40% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 60%. b.d. apabila Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 20% b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 10 .LAKIP tidak berfokus pada informasi tentang kegiatan atau proses yang telah dilaksanakan pada tahun ybs . b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja.b.d. e. c. c. artinya: . apabila 60% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 80%.c. bukan proses.b. apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Informasi LAKIP berorientasi outcome artinya: . PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari SKPD di bawahnya a.

apabila LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan lebih dari 80% capaian sasaran (kinerja).e mengacu pada penjelasan apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan di sisi kiri cukup. Nilai b.konsisten jawaban a.b.e mengacu pada penjelasan apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan di sisi kiri cukup.diperoleh dari sumber yang kompeten . di sisi kiri apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup.Realisasi sampai dengan tahun berjalan vs target jangka menengah SKPD 4 9 LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja a. telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan.c.b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan.b. Nilai c. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan capaian kinerja organisasi yang lebih baik periode berikutnya 11 . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik.d.d. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. Nilai b. telah digunakan untuk peningkatan kinerja.dapat ditelusuri kesumber datanya . Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri III. jawaban a. c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. b.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA 3 Pembandingan yang memadai. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan pelaksanaan program dan kegiatan periode berikutnya 13 Informasi yang disajikan telah digunakan Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. c. apabila keandalan data realisasi kinerja < 20% Dapat diandalkan: . dengan memperhatikan: Nilai a.b. apabila 60% < keandalan data realisasi kinerja < 80%.b. apabila 40% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 60%. 12 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan pelaksanaan program dan kegiatan . minimal mencakup: .e mengacu pada penjelasan d apabila 20% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 40% di sisi kiri e. PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Jawaban tentang pemanfaatan informasi kinerja harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Pelaporan dan Penyajian Informasi Kinerja 11 Informasi yang disajikan telah digunakan Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan perencanaan kinerja. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik.Target vs Realisasi . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. telah digunakan dalam perbaikan perencanaan.c. jawaban a. apabila telah jawaban a. jawaban a.d.c. Nilai c. apabila 40% < keandalan data realisasi kinerja < 60%. b.d.d.c. apabila informasi keuangan yang terkait sasaran < 20% 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan a.c. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan perencanaan kinerja yang lebih baik periode berikutnya. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. Nilai c. apabila lebih dari 80% realisasi kinerja dapat diandalkan. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang.e mengacu pada penjelasan dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. apabila 60% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 80%. dengan dalam perbaikan perencanaan memperhatikan: Nilai a. dengan untuk peningkatan kinerja memperhatikan: Nilai a.datanya valid . Nilai b.Realisasi tahun berjalan vs realisasi tahun sebelumnya . d apabila 20% < keandalan data realisasi kinerja < 40% e.

. EVALUASI KINERJA (10%) I. artinya: . . d apabila 20% < Program yang dievaluasi < 40% e. apabila SKPD yang dievaluasi < 20% Ya. mencatat (membuat catatan).Terdapat informasi tentang capaian hasil2 program. telah secara nyata digunakan oleh pimpinan organisasin sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan Pemda/SKPD D. apabila target kinerja yang terpantau < 20% pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya. .Terdapat ukuran yang memadai tentang keberhasilan program Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas SKPD telah dilakukan a. apabila lebih dari 80% program telah dievaluasi. apabila 40% < Program yang dievaluasi < 60%. artinya: Informasi kinerja dalam LAKIP . d apabila 20% < SKPD yang dievaluasi < 40% e.d. apabila 60% < SKPD yang dievaluasi< 80%. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik (untuk dasar penilaian dan ada reward und phunisment yang baik).Terdapat analisis dan simpulan tentang kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya suatu program. kemajuan pencapaian kinerja beserta b. dengan memperhatikan: Nilai a. . mengadministrasikan kemajuan (progress) kinerja.Terdapat simpulan keberhasilan atau ketidakberhasilan program. c. jawaban a. -mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi hambatan pencapaian kinerja. 1 2 14 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian kinerja telah digunakan untuk penilaian kinerja. Nilai b. apabila hasil evaluasi telah disampaikan atau dibahas dengan pihak yang dievaluasi (yang berkepentingan) Tidak berlaku untuk SKPD 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan Tidak berlaku untuk SKPD II. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan.mengidentifikasikan. apabila lebih dari 80% SKPD telah dievaluasi b. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dipantau kemajuannya 2 Terdapat pemantauan mengenai < 80%. b.dapat menjawab atau menyimpulkan posisi (prestasi atau capaian) kinerja terakhir.b. apabila 40% < SKPD yang dievaluasi < 60%. mencari tahu. . PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas cukup jelas kinerja a. c.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. apabila 40% < Target kinerja yang terpantau < 60%.e mengacu pada penjelasan . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas di sisi kiri pemanfaatan cukup (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment walaupun masih sedikit). Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang (untuk dasar penilaian dan belum ada reward und phunisment yang cukup ). d apabila 20% < target kinerja yang terpantau < 40% e. apabila Program yang dievaluasi < 20% Program telah dievaluasi: .c. KUALITAS EVALUASI (5%) 12 . apabila 60% < Program yang dievaluasi < 80%. Nilai c. hambatannya c. apabila 60% < Target kinerja yang terpantau < 80%.melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pimpinan 3 Evaluasi program telah dilakukan a. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment yang cukup ).

apabila evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 20% Tidak berlaku untuk SKPD 8 Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Cukup jelas. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakankurang baik. apabila kualitas hasil evaluasi cukup baik.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada apakah evaluasi program telah dapat menyimpulkan penilaian atas keberhasilan/kegagalan suatu program Cukup jelas. d apabila 20% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 40% e. c. apabila kualitas hasil evaluasi tidak baik (buruk) 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing SKPD cukup jelas . Nilai a. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 11 Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan 12 Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai keberhasilan program Cukup jelas. b.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan perencanaan kinerja secara berkelanjutan. d. c. Nilai a. apabila evaluasi dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang selaras dengan pedoman evaluasi Menpan & RB dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan secara cukup baik. c. Cukup jelas. Nilai c. a. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Jawaban tentang pemanfaatan evaluasi harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Evaluasi dan Kualitas Evaluasi 13 .Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas oleh SDM yang berkompetensi SDM yang melakukan evaluasi. Penilaian a/b/c/d/e berdasarkan pada tingkat kualitas pelaksanaan supervisi. apabila 40% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 60%. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan dangan baik.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 6 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB PROP/KAB/KOTA 3 a. apabila evaluasi dilaksanakan dengan tidak menggunakan pedoman evaluasi SKPD 4 Tidak berlaku untuk SKPD 7 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan Cukup jelas. apabila 60% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 80%. apabila pelaksanaan tidak dilakukan supervisi secara berjenjang Tidak berlaku untuk SKPD 9 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja Cukup jelas . apabila lebih dari 80% evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 80%. apabila dievaluasi kualitas hasil evaluasi baik. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang sama persis pedoman evaluasi Menpan & RB d. apabila kualitas hasil evaluasi kurang.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas dalam memberikan penilaian sesuai dengan juklak yang ada. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan sangat baik. a. Nilai a.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas menggambarkan akuntabilitas kinerja yang hasil evaluasi telah menggambarkan kondisi yang ada secara obyektif. b.Nilai d. b.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan penerapan manajemen kinerja secara berkelanjutan Cukup jelas. apabila kualitas hasil evaluasi sangat baik. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi Menpan & RB e. namun modifikasi pedoman belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri mengacu pedoman evaluasi Menpan & RB. Nilai b.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan peningkatan capaian kinerja organisasi secara berkelanjutan Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 13 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD III.

apabila lebih dari 80% capaian kinerja tahun berjalan melebihi capaian tahun sebelumnya. d apabila 20% < capaian kinerja < 40% e. apabila 60% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya< 80%. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. apabila 20% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. c. c. c. apabila capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 20% a. b. Nilai b. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. d. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. Nilai b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang (untuk dasar penilaian dan belum ada reward und phunisment yang cukup). p p j yang p Tidak berlaku untuk SKPD 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk SKPD 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Tidak berlaku untuk SKPD 14 . dengan memperhatikan: Nilai a. dengan memperhatikan: Nilai a.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN SKPD 4 PROP/KAB/KOTA 1 2 3 15 Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan perencanaan . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik (untuk dasar penilaian dan ada reward und phunisment yang baik). Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. Nilai b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment walaupun masih sedikit). Nilai b. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 17 Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan untuk perbaikan kinerja secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. Nilai c. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai a. dengan memperhatikan: Nilai a. apabila capaian kinerja < 20% a. 16 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja secara keseluruhan . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. dengan memperhatikan: telah ditindaklanjuti untuk perbaikan Nilai a. d. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. apabila 40% < capaian kinerja < 60%. b. apabila 60% < capaian kinerja< 80%. apabila lebih dari 80% informasi capaian kinerja dapat diandalkan. apabila 20% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 40% e. apabila informasi capaian kinerja y g dapat diandalkan < 20% . apabila 40% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 60%. apabila capaian kinerja lebih dari 80%. b. Nilai c. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD E. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas perencanaan pemanfaatan sangat baik. Nilai c. apabila 40% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 60%. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. apabila 60% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 80%. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. Nilai c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. 18 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk mengukur keberhasilan SKPD Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und punishment yang cukup ). apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup.

PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA 3 Informasi kinerja dapat diandalkan.Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid. . apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan 150% dari tahun sebelumnya. apabila 80% < capaian outcome tahun berjalan < 100%. artinya: .up to date Tidak berlaku untuk SKPD 7 Kinerja Bidang Kesehatan 8 Kinerja Bidang Pendidikan 9 Kinerja Bidang Ketenagakerjaan 10 Kinerja Bidang Sosial 11 Kinerja Bidang Ekonomi penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS dan Kemenkes penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS dan Kemendiknas penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) 12 Kinerja Pengelolaan Keuangan 13 Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media 14 Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya 15 Kinerja Transparansi 16 Kinerja/Penghargaan Lainnya penilaian berdasarkan data sekunder dari BPK Tidak berlaku untuk SKPD penilaian berdasarkan data sekunder dari pendapat masyarakat (NGO)/ pemberitaan media penilaian berdasarkan data sekunder dari hasil penilaian dari Kementerian/Lembaga cukup jelas penilaian berdasarkan pada data sekunder instansi pemerintah. apabila 80% < capaian outcome tahun berjalan < 120%. . apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan = 100% c. apabila capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya kurang dari 50% Tidak berlaku untuk SKPD 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya a. . . .Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid. b.Dapat ditelusuri sumber datanya.Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). apabila capaian outcome tahun berjalan kurang dari 50% dari tahun lalu Tidak berlaku untuk SKPD 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Informasi kinerja dapat diandalkan. artinya: .Dapat ditelusuri sumber datanya. d. d. apabila 50% < capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80% e. Penghargaan yang dimaksud adalah penghargaan atas organisasi (Pemda/SKPD) yang levelnya nasional Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 15 . . apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan lebih dari 100% b. apabila 50% < capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80% e. c.up to date SKPD 4 Tidak berlaku untuk SKPD KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai a.Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan 120% < capaian outcome tahun lalu < 150%.

Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah .Lampiran 4.

5%) 1 Dokumen RPJMD telah ada Dokumen Renstra SKPD telah ada Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah memuat visi.5%) a.25%) Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 10 menyusun penetapan kinerja (PK) Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan 11 RKT SKPD c. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah b. program. 1 2 3 PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7. DOKUMEN RENSTRA (12. dan target kinerja tahunan #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! b. tujuan. target 2 tahunan.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk 5 mencapai sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi 7 kriteria indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen 9 RPJMD/Renstra SKPD dan dengan Dokumen RKPD/RKT atasannya IMPLEMENTASI PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (2. indikator kinerja sasaran.5%) Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT SKPD telah ada Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA Dokumen RKT telah memuat sasaran. misi. IMPLEMENTASI RENSTRA (3. PEMENUHAN RENSTRA (2.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai 4 tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan 5 RPJMD/Renstra SKPD telah menyajikan IKU Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome 6 dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah selaras dengan 8 Dokumen RPJMN/Dokumen RPJMD Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah menetapkan hal-hal 9 yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) c. PERENCANAAN KINERJA (35%) I.75%) Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan 10 dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan 11 12 13 Dokumen RPJMD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra SKPD Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah direviu secara berkala PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! y/t Error SKPD Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e Error Error TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! REF 8 a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #VALUE! #VALUE! II. #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 1 .5%) a. KUALITAS RENSTRA (6. indikator kinerja sasaran.Lampiran 4 TEMPLATE KERTAS KERJA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN 1 2 A. program. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3. sasaran.

Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) III. program. PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK SKPD telah ada 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui Dokumen PK telah memuat sasaran.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan 10 pengorganisasian kegiatan Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk 11 mengukur keberhasilan PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e Error SKPD Y/T 5 a/b/c/d/e NILAI 6 Error TOTAL 7 #VALUE! REF 8 #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #VALUE! B. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP SKPD telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu LAKIP SKPD telah disampaikan tepat waktu II. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) Telah terdapat indikator kinerja utama (IKU) sebagai ukuran 1 kinerja secara formal IKU SKPD telah ada 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja KUALITAS PENGUKURAN (10%) IKU telah dapat diukur secara obyektif IKU telah menggambarkan hasil IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur IKU telah cukup untuk mengukur kinerja IKU telah diukur realisasinya Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif Indikator kinerja sasaran menggambarkan hasil Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan 10 diukur 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala 14 (bulanan/triwulanan/semester) III.l. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) II. IMPLEMENTASI PK (4. 3 4 5 6 7 8 9 #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE3 #VALUE! KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! 2 . DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil 5 PK telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator 6 kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya 8 dan Dokumen RKT c. PELAPORAN KINERJA (15%) I. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) IKU telah dimanfaatkan dalam dokumen-dokumen 15 perencanaan dan penganggaran 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja 17 IKU telah direviu secara berkala Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan 18 laporan kinerja Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan 19 pemantauan kinerja secara berkala C. KUALITAS PK (7. indikator 3 kinerja. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. dan target jangka pendek b.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 12 menyusun anggaran (RKA) (a.

EVALUASI KINERJA (10%) I. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja Terdapat pemantauan mengenai kemajuan pencapaian 2 kinerja beserta hambatannya 3 Evaluasi program telah dilakukan 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas SKPD telah dilakukan Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan 5 kepada pihak-pihak yang berkepentingan II. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja telah 15 ditindaklanjuti untuk perbaikan perencanaan Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk 16 perbaikan penerapan manajemen kinerja Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti untuk perbaikan 17 kinerja #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 3 . PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Informasi yang disajikan telah digunakan dalam perbaikan 11 perencanaan 12 13 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e Error #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e y/t #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! Informasi yang disajikan telah digunakan untuk peningkatan kinerja Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian 14 kinerja D.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari SKPD di bawahnya 4 5 6 7 LAKIP menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error Error SKPD Y/T 5 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e NILAI 6 Error Error Error Error Error TOTAL 7 #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang 8 memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan 9 III. KUALITAS EVALUASI (5%) Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan 6 menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan oleh SDM yang 7 berkompetensi Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi 8 dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja menggambarkan 9 akuntabilitas kinerja yang dievaluasi 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing SKPD Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan 11 rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai 12 keberhasilan program Evaluasi program telah memberikan rekomendasi13 rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasirekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e Error #VALUE! III.

00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0. KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan II.00 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! 0.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk 18 mengukur keberhasilan SKPD PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e #DIV/0! 0.00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! SKPD Y/T 5 NILAI 6 TOTAL 7 #VALUE! #DIV/0! 0. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) I. 12 13 14 15 16 KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) Target dapat dicapai Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Kinerja Bidang Kesehatan Kinerja Bidang Pendidikan Kinerja Bidang Ketenagakerjaan Kinerja Bidang Sosial Kinerja Bidang Ekonomi KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) Kinerja Pengelolaan Keuangan Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya Kinerja Transparansi Kinerja/Penghargaan Lainnya #DIV/0! KKE1-II KKE1-II KKE1-II KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III #DIV/0! HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA (100%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! KETERANGAN: KETIK 'y' ATAU 't' ATAU 'a' ATAU 'b' ATAU 'c' ATAU 'd' ATAU 'e' PADA KOLOM YANG BERWARNA HIJAU JANGAN MELAKUKAN PERUBAHAN PADA KOLOM YANG BERWARNA KUNING ATAU ABU-ABU 4 .00 REF 8 E. 4 5 6 7 8 9 10 11 III.

Daftar Pemerintah Daerah yang Dievaluasi oleh Kementerian Negara PAN dan RB .Lampiran 5.

Lampiran 5 DAFTAR PEMERINTAH DAERAH YANG DIEVALUASI OLEH                          KEMENTERIAN PAN DAN RB NO 1 2 3 4 PROVINSI Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara  Sumatera Barat Sumatera Selatan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KABUPATEN/KOTA Kota Banda Aceh Kab Samosir Kota Bukit Tinggi Kab Musi Rawas Kab Banyu Asin Kab Bengkulu Selatan Kab Tanjung Jabung Timur Kab Batang Hari Kab Bangka Kab Tulang Bawang Kab Bintan Kab Karimun Kab Siak Kota Dumai Kab Tangerang Kab Garut Kota Sukabumi Kab Temanggung Kab Karanganyar Kota Yogya Kab Sleman Kota Malang Kab Pacitan Kab Melawi Kab Katingan Kab Tanah Laut Kab Malinau Kab Tabanan Kota Denpasar Kab Sumbawa Kab Timor Tengah Selatan Kab Enrekang Kota Makassar Kab Parigi Moutong Kab Donggala Kab Bone Bolango Kota Bitung Kab Polewali Mandar Kab Maluku Tenggara Barat Kab Merauke 5 Bengkulu 6 Jambi 7 Bangka Belitung 8 Lampung 9 Kepulauan Riau 10 Riau 11 Banten 12 Jawa Barat 13 Jawa Tengah 14 Yogyakarta 15 Jawa Timur 16 17 18 19 20 Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Bali 21 Nusa Tenggara Barat 22 Nusa Tenggara Timur 23 Sulawesi Selatan 24 Sulawesi Tengah 25 26 27 28 29 30 Gorontalo Sulawesi Utara Sulawesi Barat Maluku Papua DKI JAKARTA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful