4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Kementerian; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025; 6. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 7. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/135/M.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014; 11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2011 tentang Kriteria dan Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2011. Pasal 1 Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini, merupakan panduan bagi evaluator yang berkaitan dengan: a. pemahaman mengenai tujuan evaluasi dan penetapan ruang lingkup evaluasi; b. pemahaman mengenai strategi evaluasi dan metodologi yang digunakan dalam evaluasi; c. penetapan langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam proses evaluasi;
2

.

.

.

1. Penyampaian Laporan Hasil Evaluasi Penutup 5. Penilaian dan Penyimpulan IV.4. Tahapan Evaluasi 2. Strategi Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi 2. Umum 1. Umum 4. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah 4.3. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan V.3. Penugasan 1.5.2. Daftar Pemerintah Daerah yang Dievaluasi oleh Kementerian Negara PAN dan RB Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011     .DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi I.1. Maksud dan Tujuan 1. Sistematika II. Evaluasi Atas Komponen Akuntabilitas Kinerja 3.2. Metodologi Evaluasi 2.1. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat 3.1. Kertas Kerja Evaluasi 2. Umum 3. Ruang Lingkup Evaluasi 1. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat 2. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi 3. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah 5. Format dan Isi Laporan Hasil Evaluasi 4.1.3.2.5. Organisasi dan Jadual Evaluasi i ii 1 1 2 3 3 3 5 5 5 6 6 7 7 9 9 9 10 15 15 16 22 23 23 III.6.3. Teknik Evaluasi 2. Lampiran 1. Pelaksanaan Evaluasi Secara Umum 2.4. Pendahuluan 1. Pelaporan Hasil Evaluasi 4.2.

c. b. Dengan adanya pemeringkatan ini diharapkan dapat mendorong instansi pemerintah pusat dan instansi pemerintah daerah untuk secara konsisten meningkatkan akuntabilitas kinerjanya dalam rangka mewujudkan pencapaian kinerja hasil organisasinya sesuai yang diamanahkan dalam RPJM Nasional/RPJMD. Dalam sistem yang mekanisme pelaksanaan demikian perlu adanya evaluasi dari pihak yang lebih independen agar diperoleh umpan balik yang obyektif untuk perbaikan akuntabilitas dan kinerja instansi pemerintah. Perbaikan governance dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.1 UMUM a. maka perlu dilakukan suatu pemeringkatan atas hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tersebut. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 1 . Sistem AKIP diimplementasikan secara “self assesment” oleh masing-masing instansi pemerintah. Ini berarti instansi pemerintah tersebut merencanakan. mengukur dan memantau kinerjanya secara mandiri serta melaporkan kepada instansi yang lebih tinggi. melaksanakan. Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk melihat sampai sejauh mana suatu instansi pemerintah melaksanakan dan memperlihatkan kinerja organisasinya. Sistem manajemen pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja berorientasi pada hasil (outcome) dikenal sebagai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP). Selain itu. Presiden juga perlu diberikan masukan (umpan balik) dari hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi sesuai dengan prioritas program pemerintah saat ini. Oleh sebab itu pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi merupakan bagian yang inherent dengan Sistem AKIP haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Presiden selaku pemimpin tertinggi pemerintahan perlu mengetahui sampai seberapa jauh implementasi Sistem AKIP dilakukan dan perkembangan hasilnya sampai saat ini.BAB I PENDAHULUAN 1. serta sekaligus untuk mendorong adanya peningkatan kinerja instansi pemerintah.

2 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini. e. Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang merupakan bagian inherent dengan Sistem AKIP. b. Penetapan langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam proses evaluasi. disusun seiring dan selaras dengan kebijakan Pemerintah sebagaimana tertuang dalam pedoman umum evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang ditetapkan oleh MENPAN dengan Surat Keputusan Menteri Negara PAN Nomor KEP/135/M. 4). 2).d. Memberi panduan bagi evaluator dalam hal: 1). Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini merupakan petunjuk yang lebih teknis dari pedoman umum evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tersebut di atas. b. haruslah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pemahaman mengenai strategi evaluasi dan metodologi yang digunakan dalam evaluasi. Untuk itu diperlukan ada petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 bagi evaluator. Petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Tahun 2011 ini dimaksudkan untuk: a. Tujuan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tahun 2011 ini adalah sebagai berikut: a. 2. Penyusunan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) dan mekanisme pelaporan hasil evaluasi serta proses pengolahan datanya.PAN/9/2004. c. Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi pemerintah. 3). Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 2 . Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Pemahaman mengenai tujuan evaluasi dan penetapan ruang lingkup evaluasi. Menjadi panduan dalam mengelola pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi tahun 2011 bagi pejabat dan staf pelaksana. 1.

1. 1. Ruang lingkup evaluasi tahun 2011 meliputi : a. Kementerian Negara PAN dan RB dibantu oleh BPKP. Jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang dievaluasi minimal 50% dari jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di setiap provinsi yang telah menyampaikan LAKIP 2010 kepada Kementerian PAN dan RB atau minimal 10 Pemerintah Kabupaten/Kota. Entitas akuntabilitas yang dievaluasi pada tahun 2011 adalah seluruh pemerintah pusat. provinsi dan kurang lebih 50% pemerintah kabupaten/kota yang telah menyampaikan LAKIP 2010 kepada Kementerian PAN dan RB. PENDAHULUAN BAB II. 2. Dalam pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi. 1. b. yang penugasannya diatur oleh Kepala BPKP cq. yaitu: BAB I. Perwakilan BPKP setempat. BPKP melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota selain dari butir 2. Dalam hal jumlah 50% tersebut kurang dari 10 kabupaten/kota. 4. Deputi Pengawasan Keuangan Daerah. dan pencapaian kinerja organisasi. Menyusun pemeringkatan hasil evaluasi Pemerintah Pusat dan Daerah.4 PENUGASAN 1. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah meliputi evaluasi atas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (sistem AKIP).3 RUANG LINGKUP EVALUASI 1. maka evaluasi dilakukan terhadap seluruh populasi kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut. mana yang lebih rendah. 2. Kementerian PAN dan RB melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja seluruh instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota terpilih di setiap Provinsi (terlampir). PELAKSANAAN EVALUASI SECARA UMUM BAB III. 3. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh BPKP cq. EVALUASI ATAS AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 3 .5 SISTEMATIKA Sistematika Juklak Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Tahun 2011 terdiri dari 5 (lima) BAB.

PELAPORAN HASIL EVALUASI BAB V.BAB IV. PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 4 .

3. adalah mengumpulkan informasi mengenai berbagai saran atau rekomendasi yang diberikan oleh evaluator tahun lalu.2 TAHAPAN EVALUASI Tahapan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2011 meliputi: 1.BAB II PELAKSANAAN EVALUASI SECARA UMUM 2. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang sudah pernah dievaluasi. (ii) proses konsultasi yang terbuka dan memfokuskan pada pembangunan dan pengembangan serta implementasi komponen utama Sistem AKIP. Hambatan dan kendala pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi tahun lalu. Pelaporan hasil evaluasi gabungan (Nasional) kepada Presiden. Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pada tahun 2011 masih seperti tahun sebelumnya.1 STRATEGI EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI 1. Strategi yang akan dijalankan menggunakan prinsip: (i) partisipasi dan coevaluation dengan pihak yang dievaluasi. Penyusunan pemeringkatan hasil evaluasi untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 2. yaitu difokuskan untuk peningkatan mutu penerapan manajemen berbasis kinerja (Sistem AKIP) dan peningkatan kinerja instansi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan instansi pemerintah yang berorientasi pada hasil (result oriented government) 2. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 5 . langkah pertama yang perlu dilakukan oleh evaluator dalam melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi. 3. jika cukup relevan perlu dilaporkan kepada instansi yang lebih tinggi atau pihak lain yang berwenang. Keterlibatan pihak yang dievaluasi pada proses evaluasi ini sangat penting untuk meningkatkan efektivitas evaluasi. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 2. Untuk instansi Pemerintah Pusat.

Penentuan kriteria evaluasi seperti tertuang dalam Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan berdasarkan pada: a. berbagai analisis dan pengukuran. Kebenaran normatif apa yang seharusnya dilakukan menurut pedoman penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Sedangkan teknik analisis data antara lain: telaahan sederhana.4 TEKNIK EVALUASI Teknik evaluasi pada dasarnya merupakan cara/alat/metode yang digunakan untuk pengumpulan dan analisis data. metode statistik. observasi. analisis logika program dan sebagainya. sehingga mampu menjawab tujuan dilakukannya evaluasi ini. Berbagai teknik pengumpulan data antara lain: kuesioner. Kebenaran normatif yang bersumber pada modul-modul atau bukubuku petunjuk mengenai Sistem AKIP. Penilaian suatu instansi dalam pemenuhan suatu kriteria. Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen stratejik. d. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 6 . dan sistem akuntabilitas yang baik. c.2. Kebenaran normatif yang bersumber pada best practices.3 METODOLOGI EVALUASI Metodologi yang digunakan untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi adalah teknik “criteria referrenced survey”. baik di Indonesia maupun di luar negeri. yaitu menilai secara bertahap langkah demi langkah (step by step assessment) setiap komponen dan menilai secara keseluruhan (overall assessment) dengan kriteria evaluasi dari masing-masing komponen yang telah ditetapkan sebelumnya. Berbagai teknik evaluasi dapat dipilih untuk digunakan dalam evaluasi ini. studi dokumentasi atau kombinasi beberapa teknik tersebut. harus didasarkan pada fakta obyektif dan professional judgement dari para evaluator dan supervisor. b. manajemen kinerja. namun demikian pada akhirnya apapun teknik yang digunakan harus dapat mendukung penggunaan metode evaluasi yang telah ditetapkan. 2. Kriteria evaluasi yang ditetapkan. ada dalam lampiran petunjuk pelaksanaan ini. pembandingan. wawancara.

dan penyusunan argumentasi). pelaksanaan dan pengendalian evaluasi.5 KERTAS KERJA EVALUASI Pendokumentasian langkah evaluasi dalam kertas kerja perlu dilakukan agar pengumpulan data dan analisis fakta-fakta dapat ditelusuri kembali dan dijadikan dasar untuk penyusunan Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Khusus tembusan LHE BPKP Perwakilan kepada Kementerian PAN dan RB perlu dilampirkan soft copy LKE untuk bahan penyusunan LKE Nasional kepada Presiden. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 7 . Laporan Hasil Evaluasi terhadap Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan diselesaikan paling lambat tanggal 30 September 2011 dan disampaikan kepada Kementerian PAN dan RB paling lambat tanggal 30 Oktober 2011. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota sepenuhnya dikendalikan oleh Kementerian PAN dan RB. Setiap langkah evaluator yang cukup penting dan setiap penggunaan teknik evaluasi diharapkan didokumentasikan dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Pengorganisasian evaluasi akuntabilitas kinerja instansi 2011 untuk tingkat Pemerintah Pusat. 3. 2. Pejabat Kementerian PAN dan RB melakukan sosialisasi juklak evaluasi dan melakukan monitoring atas pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang dilakukan oleh BPKP maupun yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal/Inspektorat Provinsi/ Kabupaten/Kota atau Tim Khusus yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. Data dan deskripsi fakta ini ditulis mulai dari uraian fakta yang ada.6 ORGANISASI DAN JADUAL EVALUASI 1. 2. sedangkan pada tingkat unit kerja dilakukan Oleh Inspektorat Jenderal/Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota atau Tim Khusus yang dibentuk oleh Kementerian/Lembaga. pengukuran.2. pembandingan. sampai pada simpulannya. penerbitan laporan hasil evaluasi tetap mengikuti kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Deputi Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PAN dan RB. analisis (pemilahan. yang selanjutnya dari hasil evaluasi dapat digunakan sebagai bahan informasi evaluasi oleh Kementerian PAN dan RB. mekanisme penerbitan surat tugas. Kertas kerja tersebut berisi fakta dan data yang dianggap relevan dan berarti untuk perumusan temuan permasalahan. Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan. seperti: penanggung jawab evaluasi. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

6.5. 7. Laporan Hasil Evaluasi terhadap Instansi Pemerintah Pusat yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB dengan waktu penyelesaian paling lambat 31 Oktober 2011. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 8 . Laporan Hasil Evaluasi terhadap Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB dengan waktu penyelesaian paling lambat 30 September 2011. Laporan Hasil Evaluasi secara nasional. akan dilaporkan oleh Menteri Negara PAN dan RB kepada Presiden pada bulan Desember 2011.

Tingkat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 2. evaluasi kinerja dan pencapaian kinerja yaitu pencapaian sasaran-sasaran organisasi. c. 3. Monitoring dan evaluasi kinerja pelaksanaan program. dan (ii) penilaian dan penyimpulan. Capaian kinerja utama dari masing-masing instansi pemerintah. e. f. h. maka isu-isu penting yang ingin diungkap melalui evaluasi akuntabilitas kinerja tahun 2011 adalah sebagai berikut: b. Kesungguhan instansi pemerintah dalam menyusun perencanaan kinerja benar-benar telah berfokus pada hasil. kebijakan pelaksanaan dan pengendalian serta pelaporannya.BAB III EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI 3.2 EVALUASI ATAS KOMPONEN AKUNTABILITAS KINERJA 1. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Langkah . Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 9 . pengukuran kinerja. terdiri atas evaluasi penerapan komponen manajemen kinerja (Sistem AKIP) yang meliputi: perencanaan kinerja. d. Pembangunan sistem pengukuran dan pengumpulan data kinerja. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi difokuskan pada kriteria-kriteria yang ada dalam Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tahun sebelumnya. pelaporan kinerja.langkah kerja tersebut terdiri dari (i) evaluasi atas komponen akuntabilitas kinerja. Keterkaitan diantara seluruh komponen-komponen perencanaan kinerja dengan penganggaran. Pengungkapan informasi pencapaian kinerja instansi dalam LAKIP. g.1 UMUM Terdapat beberapa langkah kerja yang berkaitan dengan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi yang tidak dapat dilepaskan dari ruang lingkup dan tujuan evaluasi. khususnya program strategis instansi.

dan Implementasi PK 2 Pengukuran Kinerja 20 % a. Implementasi pengukuran 6%. pelaporan kinerja. dan Implementasi RKT c. Evaluasi atas pencapaian kinerja organisasi tidak hanya difokuskan pada pencapaian kinerja yang tertuang dalam dokumen LAKIP semata. 4. Evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi harus menyimpulkan hasil penilaian atas fakta objektif instansi pemerintah dalam mengimplementasikan perencanaan kinerja. Rencana Kinerja Tahunan 7. 2. 5.3 PENILAIAN DAN PENYIMPULAN 1. Penetapan Kinerja 15%. Dalam melakukan penilaian. tetapi juga dari sumber lain yang akurat dan relevan dengan kinerja instansi pemerintah. meliputi: Pemenuhan PK. pengukuran kinerja. b. Kualitas PK. dan Implementasi Renstra b. Pemenuhan pengukuran 4%. Kualitas Renstra. Setiap komponen dan sub-komponen penilaian diberikan alokasi nilai sebagai berikut: No 1 Komponen Perencanaan Kinerja Bobot 35 % Sub-Komponen a.5%.3.5%. meliputi : Pemenuhan RKT. dan (iii) kriteria. Kualitas pengukuran 10% c. Lembar Kriteria Evaluasi (LKE) dan penjelasannya untuk evaluasi akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Pusat sesuai lampiran 1-2 dan instansi Pemerintah Daerah sesuai lampiran 3-4 3. b. meliputi: Pemenuhan Renstra. Langkah penilaian dilakukan sebagai berikut: a. Evaluasi penerapan manajemen kinerja (Sistem AKIP) juga meliputi penerapan kebijakan penyusunan dokumen penetapan kinerja dan indikator kinerja utama (IKU) sampai saat dilakukan evaluasi. Rencana Strategis 12. evaluasi kinerja dan capaian kinerja sesuai dengan kriteria masing-masing komponen yang ada dalam LKE. Kualitas RKT. terdapat tiga variable yaitu: (i) komponen. (ii) sub-komponen. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 10 .

penilaian integritas Pelayanan Publik dari KPK dan lainnya. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 11 . Kualitas evaluasi 5% c. Kinerja yang dilaporkan (output) 5%. d. Penilaian terhadap butir 5c dilakukan berdasarkan pada penilaian pihak lain (stakeholders) seperti opini BPK terhadap Laporan Keuangan. Kota) dan entitas SKPD . c. Jawaban a/b/c/d/e diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan “judgement” dari evaluator dan biasanya terkait dengan kualitas suatu sub komponen tertentu. Setiap sub-komponen akan dibagi kedalam beberapa pertanyaan sebagai kriteria pemenuhan sub-komponen tersebut. Pemanfaatan hasil evaluasi 3%. c. yaitu : 1) Pemda meliputi entitas Pemda (Provinsi. 4 Evaluasi Kinerja 10 % a. Butir 5 a dan b. Kinerja Lainnya 5% Total 100% Penilaian terhadap butir 1 sampai 4 terkait dengan penerapan SAKIP pada instansi pemerintah. 2) Pemerintah Pusat meliputi entitas KL dan Unit Organisasi. penilaian didasarkan pada pencapaian kinerja yang telah disajikan dalam LAKIP maupun dokumen pendukung seperti Pengukuran Kinerja. c. Kabupaten.3 Pelaporan Kinerja 15 % a. 5 Capaian Kinerja 20 % a. Setiap pertanyaan akan dijawab dengan ya/tidak atau a/b/c/d/e. b. Penyajian informasi kinerja 8%. Pemenuhan pelaporan 3%. b. Kinerja yang dilaporkan (outcome) 10%. Pemenuhan evaluasi 2%. terbagi atas dua entitas. b. sedangkan butir 5 terkait dengan pencapaian kinerja baik yang telah tertuang dalam dokumen LAKIP maupun dalam dokumen lainnya. Jawaban ya/tidak diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung dapat dijawab sesuai dengan pemenuhan kriteria. Pemanfaatan informasi kinerja 4%. Penilaian atas komponen dan sub komponen pada poin b.

yang didukung dengan suatu kertas kerja evaluasi i. f. Untuk jawaban a/b/c/d/e. Setiap jawaban “Ya” akan diberikan nilai 1 sedangkan jawaban “Tidak” maka akan diberikan nilai 0. evaluator harus benar-benar menggunakan professional judgement dengan mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi pada setiap kriteria. (misal kriteria mengenai kondisi sasaran atau Indikator Kinerja.50 0. Setelah setiap pertanyaan diberikan nilai maka penyimpulan akan dilakukan sebagai berikut:  Tahap pertama dijumlahkan nilai pada setiap pertanyaan pada setiap sub-komponen sehingga ditemukan suatu angka tertentu misal: sub-komponen Kualitas Pengukuran mempunyai alokasi nilai 10% dan memiliki 14 ( empat belas) pertanyaan.75 0. Jika dari 14 (empat belas) pertanyaan tersebut. penilaian didasarkan pada judgement evaluator dengan kriteria sebagai berikut: Jawaban A B C D E Kriteria Memenuhi hampir semua kriteria (lebih dari 80% s/d 100% ) Memenuhi sebagian besar kriteria (lebih dari 60% s/d 80% ) Memenuhi sebagian kriteria (lebih dari 40% s/d 60%) Memenuhi sebagian kecil kriteria (lebih dari 20% s/d 40%) Sangat kurang memenuhi kriteria (kurang dari atau sama dengan 20% ) Nilai 1 0. Apabila pertanyaan yang digunakan dalam kriteria berhubungan dengan kondisi yang memerlukan penyimpulan. penilaian “Ya” atau “Tidak” dilakukan atas masingmasing sasaran atau indikator kinerja) h.25 0 g. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 12 . ada 7 (tujuh) pertanyaan yang dijawab “Ya” maka nilai untuk sub-komponen tersebut adalah: (7/14) x 10 = 5. Dalam memberikan kategori ya atau tidak maupun a/b/c/d/e. berhubungan dengan lebih dari satu sasaran atau indikator kinerja. karena terdiri dari beberapa sub kriteria.e.

khusus untuk menentukan pemeringkatan nilai hasil evaluasi Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 13 . Reviu tingkat 2 dilakukan dalam bentuk forum panel. Setelah setiap pertanyaan diberikan nilai maka penyimpulan akan dilakukan sebagai berikut: Penyimpulan atas hasil reviu terhadap akuntabilitas kinerja instansi dilakukan dengan menjumlahkan angka tertimbang dari masing-masing komponen. dengan kategori sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kategori AA A B CC Nilai Angka >85-100 >75-85 >65-75 >50-65 Interpretasi Memuaskan Sangat Baik Baik. penyimpulan tentang kriteria dilakukan melalui nilai ratarata. perlu banyak perbaikan. karena terdiri dari beberapa sub kriteria. 4. perlu banyak perbaikan yang tidak mendasar 5 C >30-50 Agak kurang. 100. Dalam rangka untuk menjaga obyektivitas dalam penilaian maka dilakukan reviu secara berjenjang atas proses dan hasil evaluasi dari tim evaluator dengan pengaturan sebagai berikut: a. Reviu tingkat 1 dilakukan di masing-masing tim evaluator oleh supervisor tim untuk setiap hasil evaluasi atas masing-masing instansi pemerintah yang dievaluasi b. perlu sedikit perbaikan Cukup baik (memadai). Nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen akan dipergunakan untuk menentukan tingkat akuntabilitas kinerja instansi yang bersangkutan. Tahap berikutnya adalah melakukan penjumlahan seluruh nilai sub-komponen yang ada sehingga ditemukan suatu angka tertentu untuk total nilai dengan range nilai antara 0 s.  3.d. perlu banyak sekali perbaikan & perubahan yang sangat mendasar. Untuk kriteria yang berhubungan dengan kondisi yang memerlukan penyimpulan. termasuk perubahan yang mendasar D 0-30 Kurang.

Akan tetapi disarankan tidak menggunakan ungkapan yang ambivalen atau membingungkan dalam proses penyimpulan dan kompilasi data. pelaporan hasil evaluasi diharapkan menyajikan informasi tindak lanjut dari rekomendasi tahun sebelumnya. 3. sehingga pembaca laporan dapat memperoleh data yang diperbandingkan dan dapat mengetahui perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan. diupayakan menggunakan kalimat yang jelas dan bersifat persuasif untuk perbaikan.BAB IV PELAPORAN HASIL EVALUASI 4. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 14 . 2. Bagi instansi yang sudah pernah dievaluasi. Penggunaan kalimat dalam laporan. Informasi dalam LKE ini harus diisi dan diselesaikan setelah langkah-langkah evaluasi dilaksanakan. Permasalahan atau temuan hasil evaluasi (tentative findings) dan saran perbaikannya harus diungkapkan secara jelas dan dikomunikasikan kepada pihak instansi yang dievaluasi untuk mendapatkan konfirmasi ataupun tanggapan secukupnya.1 UMUM 1. Laporan Hasil Evaluasi ini disusun berdasarkan berbagai hasil pengumpulan data dan fakta serta analisis yang didokumentasikan dalam Kertas Kerja Evaluasi. 4. Sumber data untuk pelaporan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi adalah Lembar Kriteria Evaluasi (LKE). LHE disusun berdasarkan prinsip kehati-hatian dan mengungkapkan hal-hal penting bagi perbaikan manajemen kinerja instansi yang dievaluasi. yaitu antara lain: a. Setiap surat tugas untuk pelaksanaan evaluasi Akuntabilitas Kinerja harus menghasilkan Kertas Kerja Evaluasi (KKE) dan Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Penulisan LHE harus mengikuti kaidah-kaidah umum penulisan laporan yang baik. 5.

.. . memperoleh nilai sebesar ……. Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota …………. .. 4. . . Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.. Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Yth. merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra). . . . . .b. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP. Nomor Lampiran Hal : : : ………………. 3. .. merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota . . di . . Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010. Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s.. dengan tujuan: a..... . . 4. . . Pelaporan Kinerja. . dan Capaian Kinerja. dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M.PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. serta dokumen terkait lainnya. dengan contoh sebagai berikut: BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI .d. Evaluasi Kinerja. . c. . . . b. Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja. Nilai sebagaimana tersebut. Evaluator harus berhati-hati dalam menginterpretasikan data hasil penyimpulan dan menuangkannya dalam laporan. . 2. dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011. Bentuk dari LHE Tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN dan RB dan BPKP terhadap Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam bentuk surat.. Pengukuran Kinerja.. . . yang meliputi: Perencanaan Kinerja.. . . .. . .….2 FORMAT DAN ISI LHE 1. kami sampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. . Pemerintah Kabupaten/Kota .. 100. . dokumen Penetapan Kinerja (PK). dengan rincian sebagai berikut: Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 15 . . Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi. .

...... .. .. ........ .....Kepala BPKP Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 16 . .. .... . .. .... ... ...... ....) Tembusan Yth..... .... ... . . .. .. .. .. .. ... . . . .. .. .... .... f.. (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara. .. . d. Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota.... . . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas..... . . ... ... c.. . ... . ... . . Kepala. .. .. (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE.. . . .........Menteri Dalam Negeri.. .. .. .... .. Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5.... . . .. ............ ... ... ... .. .... ........ . .... . ... .. .. . ........ ... . . . e. .. . ..... . . . . . c. .. (. .. Pencapaian Kinerja ... . .. ....... . .. ... . . .. ... ..... . . . ..... . .... .... ... .... Evaluasi Kinerja ....... .. Pelaporan Kinerja . ..... . ....... .. Pengukuran Kinerja .. .. .. .. ..... ... ... ..... .. .... ... . ..: ........ . ...... ... .. . . .. ... ..... .. . ... .. ... ......Menteri Negara PAN dan RB ... .............. . .......Gubernur . .... beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a.... .......... ..... . .. ...... .. . .. .. ..... . b... ... . . .. . . Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten/Kota…….. Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti ... .. .. .... .. ... .. ..... . .. .... .. . . . b. . . yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5. ... . ..a. . .. .. . .... ..... .. . ...... .... ... ... .. .. . . ...... . .... . ... . . ... Perencanaan Kinerja . . kami merekomendasikan Pemerintah Kabupaten/Kota ...... . ..... . .. . . ...... .. . ... . .... .. . ... .....

. ..... Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi... Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP.. 4....... ... Evaluasi Kinerja ............ 2........ yang meliputi: Perencanaan Kinerja.. ... Pengukuran Kinerja ... ............. Pemerintah Provinsi ...... b... dan Capaian Kinerja.... e.. dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011.............. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah....... 100.... . Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M............. .......... .. ........d.. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah... merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra)... 3... .. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 17 ... Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010. Nilai sebagaimana tersebut...... c............ ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Yth.... memperoleh nilai sebesar ……. Gubernur .. Pengukuran Kinerja........................ Pelaporan Kinerja .. ........ dengan rincian sebagai berikut: a.......... ..... .. Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja..... di ............... Pencapaian Kinerja .... ... dengan tujuan: a........ ... Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi............KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI Nomor Lampiran Hal : : : B/ /M... ... . ........ dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT).. ... b...... d................... dokumen Penetapan Kinerja (PK).. ......... kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1...PAN/........ Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah..... ...... c... Perencanaan Kinerja . Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s.. .. Pelaporan Kinerja....... merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Pemerintah Provinsi ....... ..... ..... ./2011 ………………. ......... serta dokumen terkait lainnya......PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah....... Evaluasi Kinerja........ ......

................ . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas......... ………………............... .. . . ... . Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 18 ......... c..... .. . .. . ....... .... ...... .. . .... ... .. ...... ......... ... ..... yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5. . .. ............. ............... . . (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) .... . .. ............................. ... .............. d..f. . (.. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara.. ... . .. (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE........... Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5. Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti . ........ Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Provinsi ……ini.... . ....... . .. . .. .... . Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi . . ...: Menteri Dalam Negeri... .. ... Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.. .. .. kami merekomendasikan Pemerintah Provinsi . . .... . ) Tembusan Yth. . ............. .. b.. .. ... ..... .... .... . . . .......... ... .. ... ..... .... beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a.. ... ............ .

.. .. . . . Evaluasi Kinerja ……………………………………………………………………………………………. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP. c. 2. b.PAN/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 100. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. . Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi..KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI Nomor Lampiran Hal : : : B/ /M. . .. . memperoleh nilai sebesar ……. Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s.. ..d.PAN/. . . . Pencapaian Kinerja ……………………………………………………………………………………………... . yang meliputi: Perencanaan Kinerja. . dengan rincian sebagai berikut: a./2011 ………………. merupakan salah satu dokumen yang dievaluasi selain Rencana Strategis (Renstra). .. . Pelaporan Kinerja..….. Pengukuran Kinerja. . .. Kami telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi .. Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Perencanaan Kinerja ……………………………………………………………………………………………… b.. . d. . ……………… 2011 Laporan Hasil Evaluasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) Yth. .... . .. 3. Instansi . Pelaporan Kinerja ……………………………………………………………………………………………. . Pengukuran Kinerja ……………………………………………………………………………………………. Evaluasi Kinerja.. .. . . merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Instansi Pemerintah . Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2010.. e.. dan Capaian Kinerja.. di . Surat Keputusan MENPAN Nomor: KEP-135/M. .. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.. dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT). dengan tujuan: a... kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. . . c. . serta dokumen terkait lainnya. . . . dokumen Penetapan Kinerja (PK). dan Permen PAN dan RB Nomor 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 19 . Nilai sebagaimana tersebut. . 4. . Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja.…………..

. . . . . . .. .. . . . . . Berikut terlampir beberapa hal yang merupakan penjelasan dari poin 1 s/d 5. . . Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.. (. . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . c. . . . . . . Rekomendasi Evaluasi Tahun Lalu yang belum ditindak lanjuti ………………………………………………………………………………………………. . . yang dapat mengindikasikan tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi) 5. . . . . . . . . . . .. .f. .. . . . .. . . . . .. . . . .. . kami merekomendasikan Instansi . . . .. . . . . . . . . . . . .. . . (jika ada dan benar-benar merupakan penjelasan) Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Saudara. ) Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 20 . . . . . . . . Terhadap permasalahan yang telah dikemukakan di atas. . . . . . . Kami menghargai upaya Saudara beserta seluruh jajaran dalam menerapkan manajemen kinerja di lingkungan Instansi .. . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Demikian disampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja Instansi ………. . . . . . . .. . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . beserta seluruh jajarannya agar dilakukan perbaikan sebagai berikut: a. .. . . . . (Dalam poin a s/d e menyajikan hasil penilaian atas berbagai atribut akuntabilitas instansi yang telah dituangkan dalam LKE. .. . . . . . . . . . . . . b. .. . . . . . . . . . . .. . . .. . . . . . . . . . .. . . . . . .

3 PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL EVALUASI 1. Kementerian PAN dan RB menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Instansi Pemerintah Pusat kepada Pimpinan Instansi yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 21 . Khusus tembusan kepada Kementerian PAN dan RB perlu dilampirkan soft copy LKE untuk bahan penyusunan LKE Nasional kepada Presiden RI. Menteri Dalam Negeri. b. 4. Kepala BPKP. Menteri Negara PAN dan RB. Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Instansi Pemerintah secara nasional akan disampaikan kepada Presiden RI oleh Menteri Negara PAN dan RB pada bulan Desember 2011. Kementerian PAN dan RB menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri. Gubernur. 3. d.4. BPKP Perwakilan menyampaikan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kepada Bupati/WaliKota yang akuntabilitas kinerjanya telah dievaluasi dengan tembusan kepada : a. 2. c.

para penyelenggara evaluasi hendaknya mengembangkan keahlian profesionalnya untuk melakukan tugas ini. Jika kondisi tersebut terjadi atau terdapat keraguan terhadap suatu hal dari petunjuk pelaksanaan ini.1 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 22 . terutama melalui manajemen kinerja yang berorientasikan hasil. mungkin masih terdapat hal-hal lain yang belum dicakup dalam petunjuk pelaksanaan ini. Perkembangan baru di bidang manajemen pemerintahan dan di bidang audit serta evaluasi hendaknya terus diikuti agar dapat memberikan sumbangsih yang berarti untuk perbaikan kinerja instansi pemerintah. maka kepada pihak-pihak yang terkait diharapkan untuk senantiasa melakukan komunikasi dengan Deputi Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian PAN dan RB. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut di atas.BAB V PENUTUP 5. Meskipun telah diusahakan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi di tahun 2011 ini. 2. termasuk evaluasi Akuntabilitas Kinerja merupakan bagian dari siklus manajemen yang tidak terlepas dari perubahan paradigma baru dalam manajemen pemerintahan. 3. Sebuah evaluasi.

Lampiran 1. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat .

c.5%) a.c.Memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Merupakan cara untuk mencapai. apabila 60%< Eselon I yang menyusun Renstra < 80%.d. apabila lebih dari 80% IKU yang telah diformalkan dimanfaatkan untuk mengukur tujuan/sasaran dalam Renstra. apabila 40%< berorientasi hasil < 60%.Selaras. apabila Renstra tidak dilengkapi target jawaban a. apabila tujuan dan sasaran yg berorientasi < 20% Berorientasi hasil: . jawaban a b c d e mengacu pada a. . misi.c.Lampiran 1 LEMBAR KRITERIA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 A. indikator dan target b.Cukup untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dalam Renstra 5 Renstra telah menyajikan IKU a. jawaban a.d. apabila 60%< Target yg baik < 80%. sasaran. apabila 40%< Target yg baik < 60%. apabila 20%< Indikator SMART < 40% e. apabila 40%< keselarasan < 60%. apabila lebih dari 80% tujuan dan sasaran dalam Renstra telah berorientasi hasil. Renstra tidak dilengkapi indikator kinerja e.e mengacu pada jangka menengah yang terukur.b. apabila 20% < berorientasi hasil < 40% penjelasan di sisi kiri e. apabila 20%< keselarasan < 40% e. apabila Target yg baik < 20% 6 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik . . PERENCANAAN KINERJA (35%) I. c. p g . b. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. c. d. PEMENUHAN RENSTRA (2.berkualitas outcome atau output penting .b. sasaran. apabila Renstra telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan a.e mengacu pada d. KUALITAS RENSTRA (6.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil a. jawaban a.d. b. d. DOKUMEN RENSTRA (12. target tahunan.bukan proses/kegiatan .b.b. apabila lebih dari 80% program/kegiatan 4 Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai (selaras dengan) dalam Renstra telah selaras dengan tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan tujuan/sasaran. kecuali target tahunan. d. b. apabila Eselon I yang menyusun Renstra < 20% 2 Dokumen Renstra telah memuat visi. apabila 60%< pemanfaatan IKU < 80%.c. b. apabila 40%< Eselon I yang menyusun Renstra < 60%.e c.e mengacu pada c. apabila 60%< Indikator SMART < 80%. Renstra tidak memuat tujuan. apabila indikator yang SMART < 20% a.d.5%) 1 Dokumen Renstra telah ada Dokumen Renstra Eselon I telah ada Cukup jelas Tidak berlaku untuk UNIT KERJA a. penjelasan di sisi kiri d. indikator kinerja sasaran. b. artinya: .b. jawaban a. apabila 40%< pemanfaatan IKU < 60%. c. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah a.e mengacu pada b. apabila lebih dari 80% Unit Kerja Eselon I telah menyusun Renstra. apabila 20% < Eselon I yang menyusun Renstra < 40% e.c. apabila pemanfaatan IKU dalam Renstra < 20% a. apabila 20%< pemanfaatan IKU < 40% e. apabila lebih dari 80% indikator tujuan dan sasaran dalam Renstra telah memenuhi kriteria SMART.d. apabila 20%< Target yg baik < 40% e. c.c. penjelasan di sisi kiri c. apabila 40%< Indikator SMART < 60%. tujuan. penjelasan di sisi kiri d. penjelasan di sisi kiri d. b. apabila keselarasannya < 20% jawaban a.b. apabila 60%< keselarasan < 80%. program.d. apabila Renstra telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. b apabila 60%< berorientasi hasil < 80%.

Sasaran.Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra unit kerja .b. apabila 40% < Sasaran yg selaras < 60%. apabila 40% < hal2 yg seharusnya < 60%. apabila Renstra telah menetapkan hal2 yg seharusnya lebih dari 80%.d. apabila 60% < Sasaran yg selaras < 80%. jawaban a.75%) 10 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan jawaban a. c. sasaran.c. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 80%. . apabila Sasaran yg selaras < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Selaras artinya tujuan. apabila keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 20% Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . apabila 40% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 60%.core business . sasaran.c. c.d. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 40% e. apabila hal2 yg seharusnya < 20% Yang dimaksud dengan hal-hal yg seharusnya adalah tujuan. b. d apabila 20% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 40% e. .c.b.Berdasarkan indikator yg SMART. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 60%. c.Sasaran.b.d. b. indikator dan target-target kinerja dalam Renstra telah relevan dengan RPJMN/Renstra atasannya.Selaras dengan RPJMN/Renstra.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 Target yg baik: .Berdasarkan basis data yang memadai 8 Dokumen Renstra telah selaras dengan Dokumen RPJMN/Dokumen Renstra atasannya a. c. indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra K/L Tidak berlaku untuk UNIT KERJA .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri dijadikan acuan atau selaras: .kontrak kinerja . b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri e. apabila 60% < keselarasan tujuan/sasaran Renstra K/L dengan Renstra unit kerja < 80%.tugas dan fungsi . apabila keselarasan sasaran RKT dengan Renstra < 20% c. d apabila 20% < hal2 yg seharusnya < 40% jawaban a. 9 Dokumen Renstra telah menetapkan halhal yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) a. apabila > 80% sasaran yg ditetapkan telah selaras.Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Rencana Kinerja Tahunan .Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Rencana Kinerja Tahunan . b. indikator dan targettarget kinerja dalam Renstra telah mengacu pada: .praktik2 terbaik Jawaban tentang Implemetasi Renstra harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Renstra a. apabila 60% < hal2 yg seharusnya < 80%. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra 11 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra unit kerja a. apabila lebih dari 80% sasaran dalam rencana kinerja tahunan telah selaras dengan Renstra. IMPLEMENTASI RENSTRA (3.e mengacu pada d apabila 20%< Sasaran yg selaras < 40% penjelasan di sisi kiri e.Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Renstra unit kerja . apabila lebih dari 80% tujuan/sasaran dalam Renstra K/L telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra unit kerja.

5%) Ya. c.d. d apabila 20% < unit kerja yg menyusun RKT < 40% e. apabila RKT tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT unit kerja telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA 3 Dokumen RKT telah memuat sasaran.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri b. apabila unit kerja yg menyusun RKT < 20% Ya.d.5%) PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1.c. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. c. dan dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART.b.b. apabila 40% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 60%. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil. ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan . d. d apabila 20% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 40% e.d. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% jawaban a. apabila Renstra telah direviu.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a. dan target kinerja tahunan jawaban a. apabila Renstra telah direviu e . apabila 60% < unit kerja yg menyusun RKT < 80%. b. apabila keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 12 Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran jawaban a.Target2 kinerja jangka menengah dalam renstra telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKA . b.c.d.c. c. c . c. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. apabila RKT disusun sebelum anggaran (RKA) tahunan diajukan a.b. b. d apabila 20% < sasaran t l h b bil telah berorientasi i t i hasil < 40% e. apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran jawaban a.c. apabila lebih dari 80% indikator hasil dalam RKA telah selaras dengan Renstra.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . indikator kinerja sasaran. program.b. apabila 60% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan Renstra < 80%. indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya outcome atau hasil2 program yang ada di RKA 13 Dokumen Renstra telah direviu secara berkala a .Sasaran2 yang ada di renstra dijadikan outcome atau hasil2 program yang akan diwujudkan dalam RKA . a. apabila lebih dari 80% unit kerja telah menyusun RKT. apabila 40% < unit kerja yg menyusun RKT < 60%. apabila Renstra telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. apabila Renstra telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (terdapat inovasi) . DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7 5%) (7.Sasaran.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri . Tidak ada reviu jawaban a. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. d.d. apabila ada dokumen rencana kinerja tahunan a.b. b.c. b .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri II. dan dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART.

Target2 kinerja RKT merupakan breakdown dari target2 kinerja dalam Renstra/RKP.b.c.c.Berdasarkan indikator yg SMART.d.b. jawaban a. . c.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Kegiatan merupakan cara mencapai sasaran (selaras dan cukup): . apabila kegiatan telah selaras dan cukup < 20% KERANGKA LOGIS 5 5 Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk mencapai sasaran (di RKT) jawaban a.b. KINERJA TAHUNAN (2. b. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < indikator di RKT adalah IKU < 40% e. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra/RKP 7 Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik IMPLEMENTASI PERENCANAAN c.Sasaran. apabila 40%< Target yg baik < 60%. apabila 60% < indikator di RKT adalah IKU < 80%. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT penjelasan di sisi kiri dengan Renstra/RKP < 60%. apabila 40% < indikator di RKT memenuhi jawaban a. apabila 20%< Target yg baik < 40% e. b. apabila 40% < indikator di RKT adalah IKU jawaban a. . . apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra/RKP. apabila lebih dari 80% kegiatan telah selaras dan cukup untuk mencapai sasaran.bukan proses/kegiatan . b. d apabila 20% < kegiatan telah selaras dan cukup < 40% e. apabila indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 20% a. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < iindikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 40% e. . penjelasan di sisi kiri d. b. apabila lebih dari 80% indikator di RKT memenuhi kriteria SMART. b.c.memenuhi syarat kecukupan untuk terwujudnya sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU a.d.c.e mengacu pada kriteria SMART < 60%. jawaban a. apabila 60%< Target yg baik < 80%.b. apabila 40% < kegiatan telah selaras dan cukup < 60%. c. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik.Berdasarkan basis data yang memadai 9 Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen Renstra dan dengan Dokumen RKP/RKT atasannya a.25%) Jawaban tentang Implemetasi RKT harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RKT .c. apabila 60% < kegiatan telah selaras dan cukup < 80%.e mengacu pada < 60%.Sasaran2 yang ada di RKT merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 Berorientasi hasil: . c.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan a.memiliki hubungan kausalitas (menjadi penyebab) terwujudnya sasaran .b.d. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 80%. apabila lebih dari 80% indikator di RKT adalah IKU.berkualitas outcome atau output penting . apabila keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 20% Selaras: .e mengacu pada c. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan Renstra/RKP < 40% e. .Relevan dengan indikatornya. apabila indikator di RKT adalah IKU < 20% a.Selaras dengan Renstra.d. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . apabila 60% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 80%.e mengacu pada c.

c. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 80%. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 60%.Hasil2 program. indikator dan target yang diusulkan dalam RKA dilandasi oleh sasaran.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah dibreakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKT unit kerja . apabila lebih dari 80% sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK.e mengacu pada kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < penjelasan di sisi kiri 60%. Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) a. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RKT unit kerja . c. c. apabila Indikator dan target kinerja di RKT penjelasan di sisi kiri yang telah digunakan dalam RKA < 20% dijadikan acuan atau selaras : . PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Ya. apabila 40% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 60%.c. indikator dan target2 yang ada di RKT III. apabila lebih dari 80% indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA. b.b. b. apabila terdapat dokumen PK yang secara formal telah ditandatangani (Sesuai PerMenpanNo 29/2010) Tidak berlaku untuk UNIT KERJA .e mengacu pada di RKT telah digunakan dalam RKA < 40% e. d apabila 20% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 40% e.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 (hasil2 program) yang akan diwujudkan dalam RKA .Target2 kinerja dalam RKT dijadikan acuan dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam PK . apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan sasaran RKT unit kerja. apabila 60% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 80%.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a. apabila 40% < sasaran dan indikator jawaban a. apabila keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA dijadikan acuan atau selaras : . d apabila 20% < indikator dan target kinerja jawaban a.l. apabila sasaran dan indikator di RKT yg telah ditetapkan dalam PK < 20% KERANGKA LOGIS 5 1 2 10 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun penetapan kinerja (PK) dijadikan acuan atau selaras: . d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT unit kerja < 40% e. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT unit kerja menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya sasaran2 yang ada di RKT 12 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun anggaran (RKA) (a.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam PK . apabila 60% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 80%.d. c.Sasaran.Sasaran dan indikator yang diperjanjikan dalam PK didasarkan (mengacu) kepada sasaran dan indikator yang ada di RKT 11 Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RKT unit kerja a.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah diusulkan menjadi target2 kinerja tahunan dalam RKA . b.b.d.

d. . apabila lebih dari 80% unit kerja telah menyusun PK. c. b. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil. d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e. b. b. apabila 60%< Target yg baik < 80%. apabila indikator di PK adalah IKU < 20% 6 Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a.Relevan dengan indikatornya. d apabila 20% < iunit kerja telah menyusun PK < 40% e. jawaban a.d.bukan proses/kegiatan . apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 40% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 60%. b. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% Berorientasi hasil: . program. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.Berdasarkan indikator yg SMART.b. apabila PK tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk DEP/LPND b.Berdasarkan basis data yang memadai . apabila 60% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 80%. d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e. dan target jangka pendek cukup jelas a. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. c. apabila PK tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. apabila 60% < indikator di PK adalah IKU < 80%.c.d. apabila 60% < unit kerja telah menyusun PK < 80%.e mengacu pada subtansi komponen tersebut.c. .Selaras dengan Renstra.c.c. apabila indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik a. namun hanya dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART. c. c. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%.b.e mengacu pada c. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%.e mengacu pada < 60%.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a.berkualitas outcome atau output penting . b. indikator kinerja. b. c. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%.d. apabila 40% < indikator di PK adalah IKU jawaban a. apabila unit kerja telah menyusun PK < 20% Unit kerja yang menyusun PK mengacu pada SE Menpan 29 tahun 2010 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui 3 Dokumen PK telah memuat sasaran. apabila lebih dari 80% indikator di PK memenuhi kriteria SMART.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 PK telah menyajikan IKU a. penjelasan di sisi kiri d. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% a. .PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Dokumen PK unit kerja telah ada DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 a. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. c. d. namun hanya penjelasan di sisi kiri dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART. apabila 40%< Target yg baik < 60%. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: .b. apabila 40% < iunit kerja telah menyusun PK < 60%. apabila PK telah memuat keseluruhan jawaban a.b. d apabila 20% < iindikator di PK memenuhi kriteria SMART < 40% e. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < indikator di PK adalah IKU < 40% e. b. apabila lebih dari 80% indikator di PK adalah IKU. KUALITAS PK (7. RKT dan RKA. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil.

Target2 kinerja PK merupakan uraian lebih lanjut (breakdown) dari target2 kinerja dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP.c. b.c. c. d apabila 20% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 40% e.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya dan Dokumen RKT DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a.Terdapat hubungan yang logis antara setiap output kegiatan dengan sasaran (outcome) yang akan dicapai.Target2 kinerja dalam PK dijadikan acuan untuk mengevaluasi capaian output2 kegiatan. apabila 40% < pemanfaatan sasaran dan jawaban a.d.Sasaran. apabila 40% < keselarasan sasaran PK jawaban a. IMPLEMENTASI PK (4. . apabila 60% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 80%.Setiap ada deviasi segera dilakukan analisis dan dicarikan alternatif solusinya. c. apabila pemanfaatan sasaran dan target di PK < 20% Pemanfaatan PK dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan: .c.e mengacu pada dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < penjelasan di sisi kiri 60%.b. indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Kontrak Kinerja/Renstra/RKP c. 11 Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk mengukur keberhasilan a. apabila 40% < monitoring capaian sasaran jawaban a. apabila monitoring capaian sasaran PK < 20% Monitoring pencapaian sasaran: . apabila pemanfaatan target kinerja < 20% jawaban a. apabila 40% < pemanfaatan target kinerja < 60%.d. apabila 60% < monitoring capaian sasaran PK < 80%.Terdapat mekanisme yang memungkinkan pimpinan untuk mengetahui progress kinerja yang terbaru (up dated performance) 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan a. apabila keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/Renstra/RKP < 20% KERANGKA LOGIS 5 Selaras: . apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah selaras dengan tujuan/sasaran dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP.e mengacu pada PK < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri . c. . d apabila 20% < pemanfaatan target kinerja < 40% e.b.Sasaran2 dalam PK dijadikan dasar (acuan) untuk (memulai) pelaksanaan setiap kegiatan. b. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 40% e.b. . penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < monitoring capaian sasaran PK < 40% e. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan.d.Sasaran2 yang ada di PK merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Kontrak Kinerja/Renstra/RKP.e mengacu pada target di PK < 60%.c. . c. apabila lebih dari 80% capaian sasaran di PK telah dimonitor. . apabila 60% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 80%. b. . b.Capaian sasaran dalam PK secara periodik (minimal setiap 3 bulan) dipantau kemajuannya. apabila 60% < pemanfaatan target kinerja < 80%.d. apabila lebih dari 80% sasaran dan target dalam PK dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan.b.Target2 kinerja dalam PK dijadikan alasan untuk memberikan otorisasi ditunda atau diteruskannya suatu kegiatan .5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Jawaban tentang Implemetasi PK harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas PK a.

cukup. berhasil. apabila 40% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 60%.c. 9 Tahun 2007 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA IKU Eselon I telah ada Tidak berlaku untuk DEP/LPND Ya.b.d.c.b.(Capaian) target kinerja digunakan sebagai cara untuk menyimpulkan atau memberikan predikat (baik. .e mengacu pada d apabila 20% < pemenuhan kriteria yang penjelasan di sisi kiri memadai < 40% e. apabila iIKU dapat diukur (measurable) < 20% a. apabila 40% < pemenuhan kriteria yang memadai < 60%.Terdapat penanggungjawab yang jelas. apabila lebih dari 80% kriteria mekanisme pengumpulan data yang memadai terpenuhi. apabila 40% < IKU dapat diukur (measurable) < 60%. b. apabila IKU yang relevan < 20% .(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memberikan penghargaan (reward).menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur a. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. c.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 Pemanfaatan target kinerja untuk mengukur keberhasilan. gagal. c. KUALITAS PENGUKURAN (10%) 3 IKU telah dapat diukur secara obyektif a. . apabila IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 20% jawaban a. . apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.c.(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memilih dan memilah yang berkinerja dengan yang kurang (tidak) berkinerja.c.berkualitas outcome atau output penting . penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < IKU yang relevan < 40% e. apabila 60% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 80%. . apabila lebih dari 80% IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil b.Jelas waktu deliverynya. apabila 60% < IKU yang relevan < 80%. apabila 60% < iIKU dapat diukur (measurable) < 80%. d apabila 20% < iIKU dapat diukur (measurable) < 40% e.d.d.b. . jawaban a.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: . jawaban a. 9 Tahun 2007 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja a. .Ada kemudahan untuk mengakses data bagi pihak yang berkepentingan.Ada kemudahan untuk menelusuri sumber datanya yang valid. .bukan proses/kegiatan . . apabila > 60% Unit Kerja Eselon I telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) level Unit Kerja yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 IKU telah menggambarkan hasil jawaban a. b.Terdapat SOP yang jelas jika terjadi kesalahan data II. kurang. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) 1 Telah terdapat indikator kinerja utama Ya. d apabila 20% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 40% e.Terdapat pedoman atau SOP tentang pengumpulan data kinerja yang up to date. apabila 40% < IKU yang relevan < 60%.e mengacu pada c. b. apabila lebih dari 80% IKU dapat diukur (measurable). tercapai. apabila pemenuhan kriteria yang memadai < 20% Mekanisme pengumpulan data yang memadai: . apabila 60% < pemenuhan kriteria yang memadai < 80%. tidak tercapai. dll) suatu kondisi atau keadaan KERANGKA LOGIS 5 B.d. apabila Dep/LPND telah memiliki (IKU) sebagai ukuran kinerja secara formal Indikator Kinerja Utama (IKU) level Dep/LPND yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. c.

e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: .c. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < Indikator yang dapat diukur < 40% e.c.d. apabila 40% < IKU yang cukup < 60%. apabila IKU yang cukup < 20% Cukup artinya: . b.terkait langsung dengan sasaran atau kondisi yang akan diukur .c. apabila Indikator yang menggambarkan hasil < 20% jawaban a. apabila 40% < IKU telah diukur < 60%. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran dapat diukur (measurable). apabila 40% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 60%. apabila IKU yang telah diukur < 20% a. d apabila 20% < IKU telah diukur < 40% e.e mengacu pada b.b.d.b.c.bukan proses/kegiatan . apabila 60% < IKU telah diukur < 80%.berkualitas outcome atau output penting . apabila 40% < Indikator yang dapat diukur jawaban a.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya tujuan atau sasaran utama 7 IKU telah diukur realisasinya a. d apabila 20% < IIndikator yang menggambarkan hasil < 40% e.Mewakili (representatif) sasaran/kondisi yang akan diwujudkan .b.b.terkait langsung dengan sasaran utama atau kondisi yang akan diukur . apabila Indikator sasaran yang terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 20% jawaban a. d apabila 20% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 40% e. c. bukan proses/kegiatan.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur kinerja yang seharusnya (lihat penjelasan A. apabila 60% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 80%. c.e mengacu pada < 60%. b. d apabila 20% < IKU yang cukup < 40% e.e mengacu pada b. jawaban a. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. apabila 60% < IKU yang cukup < 80%.d. penjelasan di sisi kiri c. b.d.I. apabila 60% < Indikator yang menggambarkan hasil < 80%.b. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP. penjelasan di sisi kiri c.d. jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Relevan: .Mewakili (representatif) sasaran utama atau kondisi yang akan diwujudkan 6 IKU telah cukup untuk mengukur kinerja a.9) .c. apabila 40% < Indikator yang menggambarkan hasil < 60%.b. c.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Relevan: . apabila lebih dari 80% Indikator sasaran hasil telah menggambarkan hasil (outcome). apabila lebih dari 80% Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. apabila 60% < Indikator yang dapat diukur < 80%.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 10 Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan diukur a. apabila Indikator yang dapat diukur < 20% 8 Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif 9 Indikator kinerja sasaran menggambarkan a.

apabila lebih dari 80% indikator yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.b.e mengacu pada dimanfaatkan < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Cukup artinya: .d.Informasi capaian kinerja berdasarkan fakta sebenarnya atau bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. apabila 40% < indikator yang cukup < 60%.c. penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e. .Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya sasaran 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya a. apabila 60% < indikator yang cukup < 80%. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang jawaban a. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) Jawaban tentang Implemetasi Pengukuran harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Pengukuran 15 IKU telah dimanfaatkan dalam dokumena. apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% Dimanfaatkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran: . apabila 40% < IKU yang telah jawaban a. . apabila 60% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 80%.dijadikan alat ukur tercapainya outcome atau hasil-hasil program yang ditetapkan dalam dokumen anggaran (RKA) .PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a.b.d. p j penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. d apabila 20% < indikator yang cukup < 40% e. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 60%. .Data yang dikumpulkan didasarkan suatu mekanisme yang memadai atau terstruktur (tidak bersifat dadakan). b. b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan a.e mengacu pada dapat diandalkan < 60%. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja teridentifikasi secara berkala.dijadikan alat ukur pencapaian tujuan/sasaran utama dalam dokumen Renstra RKT dan Renstra. b. c.d. apabila 60% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 80%. b.c.d.Data kinerja yang diperoleh tepat waktu. b. apabila Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 20% jawaban a. apabila 40% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 60%. c. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan dokumen perencanaan dan penganggaran telah dimanfaatkan dalam perencanaan dan penganggaran.c. c.b. PK . d apabila 20% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 40% e. d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 40% e. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja yang dihasilkan dapat diandalkan. apabila indikator yang cukup < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya jawaban a.Data yang dikumpulkan memiliki tingkat kesalahan yang minimal. c. apabila 60% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 80%. . apabila lebih dari 80% Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP.b. apabila data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 20% Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%. 14 Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala (bulanan/triwulanan/semester) a. apabila data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 20% III.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur sasaran . c.c.

PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a, apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dalam penilaian kinerja; b, apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%; c, apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%; jawaban a,b,c,d,e mengacu pada d apabila 20% < IKU yang telah penjelasan di sisi kiri dimanfaatkan < 40% e, apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% KERANGKA LOGIS 5

1 2 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja

Dimanfaatkan untuk penilaian kinerja: - Capaian IKU dijadikan dasar penilaian kinerja - Capaian IKU dijadikan dasar reward atau punishment - Capaian IKU dijadikan dasar promosi atau kenaikan/penurunan peringkat 17 IKU telah direviu secara berkala a , apabila IKU telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (inovatif) ; b , apabila IKU telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini; c , apabila IKU telah direviu, ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan ; d, apabila IKU telah direviu e , Tidak ada reviu a, apabila lebih dari 80% IKU dan indikator kinerja lain yang ditetapkan telah diukur dan dilaporkan dalam laporan kinerja; b, apabila 60% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 80%; c, apabila 40% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 60%; ; d apabila 20% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 40% e, apabila Ipengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 20%

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

18

Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan laporan kinerja

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

19 Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan pemantauan kinerja secara berkala

Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan Prasyarat: terdapat pengukuran atau pemantauan kinerja secara berkala (minimal semesteran). digunakan untuk pengendalian dan pemantauan artinya (kriteria): - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyimpulkan kemajuan (progress) kinerja - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk mengambil tindakan (action) dalam rangka mencapai target kinerja yang ditetapkan - Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran

C. PELAPORAN KINERJA (15%) I. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP Eselon I telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu

cukup jelas Tidak berlaku untuk DEP/LPND Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 Tidak berlaku untuk DEP/LPND

Tidak berlaku untuk UNIT KERJA cukup jelas Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010

LAKIP Eselon I telah disampaikan tepat waktu

II. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%)

PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND UNIT KERJA 1 2 3 4 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari e, apabila lebih dari 80% Sasaran dan target Unit Kerja di bawahnya dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja; d, apabila 60% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 80%; c, apabila 40% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < jawaban a,b,c,d,e mengacu pada 60%; penjelasan di sisi kiri b apabila 20% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 40% a, apabila Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari unit kerja < 20%

4 LAKIP menyajikan informasi pencapaian a, apabila lebih dari 80% informasi yang disampaikan dalam LAKIP berorientasi sasaran yang berorientasi outcome outcome; b, apabila 60% < informasi outcome dalam LAKIP < 80%; c, apabila 40% < informasi outcome dalam jawaban a,b,c,d,e mengacu pada LAKIP < 60%; penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < informasi outcome dalam LAKIP < 40% e, apabila informasi outcome dalam LAKIP < 20% Informasi LAKIP berorientasi outcome artinya: - Informasi yang disajikan dalam LAKIP menggambarkan hasil2 (termasuk output2 penting) yang telah dicapai sampai dengan saat ini - LAKIP tidak berfokus pada informasi tentang kegiatan atau proses yang telah dilaksanakan pada tahun ybs - LAKIP tidak berorientasi pada informasi tentang realisasi seluruh anggaran yang telah digunakan 5 LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU a, apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU); b, apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 80%; c, apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 60%; d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 40% e, apabila capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 20% a, apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK; b, apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 80%; c, apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 60%; d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 40% e, apabila capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 20%

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

6

LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

7 LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja

a, apabila LAKIP menyajikan lebih dari 80% evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja (outcome), bukan proses; b, apabila 60% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 80%; c, apabila 40% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 60%; jawaban a,b,c,d,e mengacu pada d apabila 20% < penyajian evaluasi dan penjelasan di sisi kiri analisis capaian yang bersifat kinerja < 40% e, apabila penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 20%

menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja, artinya: - LAKIP menguraikan hasil evaluasi dan analisis tentang capaian2 kinerja outcome atau output penting, bukan hanya proses atau realisasi kegiatan2 yang ada di dokumen anggaran (DIPA)

PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan DEP/LPND UNIT KERJA 3 4 a, apabila LAKIP menyajikan pembandingan lebih dari 80% data kinerja (capaian sasaran) ; b, apabila 60% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 80%; c, apabila 40% < pembandingan data kinerja jawaban a,b,c,d,e mengacu pada (capaian sasaran) < 60%; penjelasan di sisi kiri d apabila 20% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 40% e, apabila pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 20% Pembandingan yang memadai, minimal mencakup: - Target vs Realisasi - Realisasi tahun berjalan vs realisasi tahun sebelumnya - Realisasi sampai dengan tahun berjalan vs target jangka menengah 9 LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja a, apabila LAKIP menyajikan informasi keuangan lebih dari 80% capaian sasaran (kinerja); b, apabila 60% < informasi keuangan sasaran < 80%; c, apabila 40% < informasi keuangan sasaran jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri < 60%; d apabila 20% < informasi keuangan sasaran < 40% e, apabila informasi keuangan sasaran < 20% a, apabila lebih dari 80% realisasi kinerja dapat diandalkan; b, apabila 60% < keandalan data realisasi kinerja < 80%; c, apabila 40% < keandalan data realisasi kinerja < 60%; d apabila 20% < keandalan data realisasi kinerja < 40% e, apabila keandalan data realisasi kinerja < 20% Dapat diandalkan: - datanya valid - dapat ditelusuri kesumber datanya - diperoleh dari sumber yang kompeten - konsisten Jawaban tentang pemanfaatan informasi kinerja harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Pelaporan dan Penyajian Informasi Kinerja KERANGKA LOGIS 5

10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan

jawaban a,b,c,d,e mengacu pada penjelasan di sisi kiri

III.

PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%)

11 Informasi yang disajikan telah digunakan Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. dalam perbaikan perencanaan Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan dalam perbaikan perencanaan, artinya: LAKIP yang disusun sampai dengan saat ini telah berdampak kepada perbaikan perencanaan, baik perencanaan jangka menengah, tahunan maupun dalam penetapan atau perjanjian kinerja yang disusun. 12 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi Pemilihan a, b, c, d, atau e didasarkan pada professional judgement evaluator, dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi: a, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b, apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c, apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d, apabila kurang dimanfaatkan e, apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan, artinya: informasi yang disajikan dalam LAKIP telah mengakibatkan perbaikan dalam pengelolaan program dan kegiatan dan dapat menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan program secara terukur

Terdapat informasi tentang capaian hasil2 program. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas cukup jelas kinerja 2 Terdapat pemantauan mengenai a. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND UNIT KERJA 1 2 3 4 13 Informasi yang disajikan telah digunakan Pemilihan a. . dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. c. b. b. EVALUASI KINERJA (10%) I. dengan tetap memperhatikan kriteria yang ditetapkan. mencatat (membuat catatan). kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya b. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan capaian kinerja organisasi yang lebih baik periode berikutnya 14 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian kinerja Pemilihan a. -mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi hambatan pencapaian kinerja. Sebagai ilustrasi: a. mengadministrasikan kemajuan (progress) kinerja.Terdapat ukuran yang memadai tentang keberhasilan program . c. apabila lebih dari 80% program telah dievaluasi. apabila target kinerja yang terpantau < 20% pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya. artinya: informasi capaian kinerja yang disajikan dalam LAKIP dijadikan dasar untuk menilai dan menyimpulkan kinerja serta dijadikan dasar reward dan punishment D. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b. apabila kurang dimanfaatkan e. atau e didasarkan pada professional judgement evaluator. d apabila 20% < Program yang dievaluasi < 40% e. apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk penilaian kinerja. . b. apabila kurang dimanfaatkan e. d.mengidentifikasikan.melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pimpinan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 3 Evaluasi program telah dilakukan a. apabila 40% < Target kinerja yang terpantau < 60%. apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d. mencari tahu.Terdapat simpulan keberhasilan atau ketidakberhasilan program. d apabila 20% < target kinerja yang terpantau < 40% e. apabila 60% < Target kinerja yang terpantau < 80%. apabila 40% < Program yang dievaluasi < 60%. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dipantau kemajuannya . apabila 60% < Program yang dievaluasi < 80%.Terdapat analisis dan simpulan tentang kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya suatu program. artinya: .dapat menjawab atau menyimpulkan posisi (prestasi atau capaian) kinerja terakhir. . d. apabila Program yang dievaluasi < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Program telah dievaluasi: . untuk peningkatan kinerja Sebagai ilustrasi: a. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif dan menyeluruh b. c. apabila pemanfaatan bersifat ekstensif namun belum menyeluruh (sebagian) c. . apabila pemanfaatan hanya bersifat sebagian d. c. apabila tidak ada pemanfaatan telah digunakan untuk peningkatan kinerja. atau e didasarkan pada professional judgement evaluator. .

apabila lebih dari 80% unit kerja telah dievaluasi b. apabila hasil evaluasi telah disampaikan atau dibahas dengan pihak yang dievaluasi (yang berkepentingan) Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . c.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas unit kerja telah dilakukan DEP/LPND 3 a. d apabila 20% < unit kerja yang dievaluasi < 40% e. apabila 60% < unit kerja yang dievaluasi < 80%. apabila unit kerja yang dievaluasi < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan Ya. apabila 40% < unit kerja yang dievaluasi < 60%.

apabila 60% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 80%. b. idem. apabila lebih dari 80% unit kerja telah dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya b. apabila evaluasi dilaksanakan dengan tidak menggunakan pedoman evaluasi KERANGKA LOGIS UNIT KERJA 4 5 2 II. apabila telah dilakukan kegiatan supervisi dan terdapat dokumentasi komunikasi yang reguler (teratur) b. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri mengacu pedoman evaluasi Menpan & RB. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi Menpan & RB e. d apabila 20% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 40% e. apabila telah dilakukan kegiatan supervisi. c.idem. KUALITAS EVALUASI (5%) 6 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 7 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan a. bukan sekedar simpulan atas pelaksanaan kerja (kegiatan semata). apabila 40% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 60%. terdapat supervisi namun tidak reguler d. apabila evaluasi dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang selaras dengan pedoman evaluasi Menpan & RB dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. apabila > 80% penugasan evaluasi telah oleh SDM yang berkompetensi dilakukan oleh SDM yang sudah terlatih dan kompeten dibidangnya dan hasilnya tidak memiliki perbedaan yg signifikan dengan hasil evaluasi eksternal b. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang sama persis pedoman evaluasi Menpan & RB d. 8 Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing unit kerja a. dengan tingkat kesepakatan > 60% s/d 80% C. tingkat kesepakatan < 20%. c. d apabila 20% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 40% e. dengan tingkat kesepakatan > 40% s/d 60% d. namun belum terdokumentasi c. dengan tingkat kesepakatan > 20% s/d 40% e. dan lebih dari 80% simpulan tersebut disepakati baik oleh evaluator internal maupun external b. tdk disupervisi 9 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja a. apabila 60% < penugasan evaluasi oleh personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 80%. apabila 40% < unit kerja yang dievaluasi dan disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 60%. p p g personil kompeten dan perbedaan yg insignifikan < 20% a. hasil evaluasi tidak menggambarkan kondisi yag sebenarnya. idem. apabila hasil evaluasi benar-benar menggambarkan akuntabilitas kinerja yang menggambarkan dan menyimpulkan dievaluasi akuntabilitas kinerja (outcome atau output penting) yang sesungguhnya. namun modifikasi pedoman belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan. c.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. apabila unit kerja y g dievaluasi dan p j yang disimpulkan akuntabilitas kinerjanya < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . apabila penugasan evaluasi oleh p . supervisi sangat minimal e.

e. c. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg terkait dengan perencanaan kinerja dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg terkait dengan peningkatan kinerja dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b. c. apabila lebih dari 80% hasil evaluasi telah disertai rekomendasi dan rekomendasi tsb disetujui untuk dilaksanakan b. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Jawaban tentang pemanfaatan evaluasi harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Evaluasi dan Kualitas Evaluasi . apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 1 2 11 Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 12 Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai keberhasilan program a. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 13 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN DEP/LPND 3 a. apabila evaluasi seluruh program telah dilakukan dan terdapat simpulan mengenai keberhasilan atau kegagalan program yang dievaluasi b. apabila evaluasi program telah dilaksanakan namun belum menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan program d. apabila 40% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 60%. apabila seluruh program telah dievaluasi namun belum sepenuhnya memiliki ukuran keberhasilan c. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e. apabila 60% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 80%. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e. apabila hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA III. c. belum dilakukan evaluasi program a. apabila evaluasi telah dilakukan sebatas pelaksanaan program dan kegiatan serta penyerapan anggaran. d apabila 20% < hasil evaluasi telah disertai rekomendasi yg disetujui untuk dilaksanakan < 40% e.

Jika 20% < capaian keberhasilan program ≤ 40% a. c. d. Jika 40% < capaian keberhasilan program ≤ 60% d. apabila capaian kinerja lebih dari 80%. apabila lebih dari 80% capaian kinerja tahun berjalan melebihi capaian tahun sebelumnya. apabila 20% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 40% e. b. Jika 20% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 40% a. Jika 40% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 60% d. apabila 60% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 80%. b Jika 60% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 80% c. c. apabila capaian kinerja < 20% a. Jika 20% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 40% 17 Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti a. apabila 60% < capaian kinerja < 80%. apabila 40% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 60%. Jika 40% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 60% d. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai a. Jika > 80% rekomendasi yang terkait dengan penerapan manajemen kinerja telah ditindaklanjuti b. b. Jika > 80% capaian kinerja digunakan 18 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk mengukur (dimanfaatkan) untuk mengukur keberhasilan keberhasilan unit kerja maupun kegagalan unit kerja (sebagai dasar reward&punishment) b. apabila 40% < informasi capaian kinerja y g yang dapat diandalkan < 60%. apabila informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 20% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Tidak berlaku untuk UNIT KERJA . apabila capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 20% a. apabila 20% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. Jika > 80% rekomendasi yang terkait telah ditindaklanjuti untuk perbaikan dengan perencanaan telah ditindaklanjuti perencanaan b. d. Jika 60% < capaian keberhasilan program ≤ 80% c. b. Jika 20% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 40% 16 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA Tidak berlaku untuk UNIT KERJA E. Jika hasil evaluasi program telah untuk perbaikan kinerja meningkatkan > 80% capaian keberhasilan program b. Jika 40% < pemanfaatan capaian kinerja sebagai dasar pengukuran ≤ 60% d. apabila 60% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80%.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 DEP/LPND 1 2 3 15 Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja a. apabila lebih dari 80% informasi capaian kinerja dapat diandalkan. apabila 40% < capaian kinerja < 60%. c. Jika 60% < rekomendasi yang terkait dengan perencanaan yang ditindaklanjuti ≤ 80% c. d apabila 20% < capaian kinerja < 40% e. Jika 60% < rekomendasi yang ditindaklanjuti ≤ 80% c.

apabila capaian kinerja > 100%. b. apabila 60% < capaian outcome yang andal < 80%. b.Dapat ditelusuri sumber datanya. . apabila peningkatan kinerja < 50% Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk UNIT KERJA 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan a. apabila capaian outcome yang andal < 20% Informasi kinerja dapat diandalkan. c.Dapat ditelusuri sumber datanya.Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND 3 Informasi kinerja dapat diandalkan. c.up to date UNIT KERJA 4 KERANGKA LOGIS 5 Tidak berlaku untuk UNIT KERJA KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai a. apabila capaian kinerja tahun berjalan > 150% dibanding tahun sebelumnya.up to date Tidak berlaku untuk UNIT KERJA KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) 7 Kinerja Pengelolaan Keuangan 8 Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media 9 Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya 10 Kinerja Transparansi 11 Kinerja/Penghargaan Lainnya . apabila 50% < peningkatan kinerja < 80% e. d. c.Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid. artinya: .Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten).Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). . artinya: . apabila capaian kinerja = 100%. apabila capaian kinerja < 50% a. . apabila 80% < peningkatan kinerja < 120%. apabila 40% < capaian outcome yang andal < 60%. d apabila 20% < capaian outcome yang andal < 40% e. apabila capaian outcome yang andal lebih dari 80%. apabila 80% < capaian kinerja < 100%. . . d. apabila 50% < capaian kinerja < 80% e. b. apabila 120% < peningkatan kinerja < 150% . .

Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat .Lampiran 2.

75 1 Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! 1.75 #VALUE! #VALUE! b. dan target kinerja tahunan #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! 0. program. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah b.5%) a.00 A a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! 0.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai 4 tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan 5 Renstra telah menyajikan IKU 6 DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! y/t Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e Error Error TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! REF 8 a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan a/b/c/d/e output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a/b/c/d/e a/b/c/d/e KKE3 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen Renstra telah selaras dengan Dokumen 8 RPJMN/Dokumen Renstra atasannya 9 Dokumen Renstra telah menetapkan hal-hal yang seharusny a/b/c/d/e ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! 1. IMPLEMENTASI RENSTRA (3. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3.5%) 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT unit kerja telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA Dokumen RKT telah memuat sasaran.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk 5 mencapai sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriter 7 indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen Renstra dan 9 dengan Dokumen RKP/RKT atasannya c. PEMENUHAN RENSTRA (2. indikator 3 kinerja sasaran.00 Y y/t a/b/c/d/e 10 c.75 0.5%) 1 Dokumen Renstra telah ada Dokumen Renstra Eselon I telah ada Dokumen Renstra telah memuat visi. tujuan. PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1. PERENCANAAN KINERJA (35%) I.25%) Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk a/b/c/d/e 10 menyusun penetapan kinerja (PK) Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan a/b/c/d/e 11 RKT unit kerja Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 12 menyusun anggaran (RKA) (a. Target kinerja RKT vs Targe a/b/c/d/e kinerja RKA) #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 1 . KUALITAS RENSTRA (6. DOKUMEN RENSTRA (12.75 1 Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! 1. indikator kinerja sasaran. #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 IMPLEMENTASI PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN #DIV/0! (2. sasaran. 2 program. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7. misi.5%) a.l.75%) Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan dalam 11 penyusunan Dokumen Renstra unit kerja Dokumen Renstra digunakan sebagai acuan penyusunan 12 Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran 13 Dokumen Renstra telah direviu secara berkala II.Lampiran 2 TEMPLATE KERTAS KERJA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN 1 2 A.50 #VALUE! 0. target tahunan.

dan target jangka pendek b. program. PELAPORAN KINERJA (15%) I. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) LAKIP bukan merupakan kompilasi dari Unit Kerja di 3 bawahnya II. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP Eselon I telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu LAKIP Eselon I telah disampaikan tepat waktu II. IMPLEMENTASI PK (4.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk 11 mengukur keberhasilan KKE2 KKE3 B. PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK unit kerja telah ada 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui Dokumen PK telah memuat sasaran. KUALITAS PK (7. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) IKU telah dimanfaatkan dalam dokumen-dokumen 15 perencanaan dan penganggaran 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja 17 IKU telah direviu secara berkala Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan 18 laporan kinerja Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan 19 pemantauan kinerja secara berkala C.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil 5 PK telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator 6 kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya 8 dan Dokumen RKT c. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) Telah terdapat indikator kinerja utama (IKU) sebagai ukuran 1 kinerja secara formal IKU Eselon I telah ada 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja KUALITAS PENGUKURAN (10%) IKU telah dapat diukur secara obyektif IKU telah menggambarkan hasil IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur IKU telah cukup untuk mengukur kinerja IKU telah diukur realisasinya Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif Indikator kinerja sasaran menggambarkan hasil Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan 10 diukur 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala 14 (bulanan/triwulanan/semester) III.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 III. 3 4 5 6 7 8 9 a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE3 #VALUE! KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! a/b/c/d/e #VALUE! 2 . indikator 3 kinerja.

PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja Terdapat pemantauan mengenai kemajuan pencapaian 2 kinerja beserta hambatannya 3 Evaluasi program telah dilakukan 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas unit kerja telah dilakukan 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan II. PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Informasi yang disajikan telah digunakan dalam perbaikan 11 perencanaan 12 13 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e y/t #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e Error #VALUE! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! Informasi yang disajikan telah digunakan untuk peningkatan kinerja Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian 14 kinerja D. KUALITAS EVALUASI (5%) Evaluasi akuntabilitas kinerjadilaksanakan dengan 6 menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan Evaluasi akuntabilitas kinerjadilaksanakan oleh SDM yang 7 berkompetensi Pelaksanaan evaluasiakuntabilitas kinerjatelah disupervisi 8 dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjamenggambarkan 9 akuntabilitas kinerjayang dievaluasi 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjamemberikan penilaian atas a/b/c/d/e akuntabilitas kinerja masing-masing unit kerja Evaluasi akuntabilitas kinerjatelah memberikan rekomendasi11 rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat a/b/c/d/e dilaksanakan Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai a/b/c/d/e 12 keberhasilan program Evaluasi program telah memberikan rekomendasi13 rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat a/b/c/d/e dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasirekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a/b/c/d/e Error Error Error #VALUE! #VALUE! #VALUE! Error #VALUE! III. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerjatelah 15 ditindaklanjuti untuk perbaikan perencanaan Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjatelah ditindaklanjuti untuk 16 perbaikan penerapan manajemen kinerja Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti untuk perbaikan 17 kinerja #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 3 . EVALUASI KINERJA (10%) I.NO 1 4 5 6 7 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 LAKIP menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error TOTAL 7 #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai 8 antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya a/b/c/d/e dan pembandingan lain yang diperlukan LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan 9 III.

00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! UNIT KERJA Y/T NILAI 5 6 TOTAL 7 #VALUE! #DIV/0! 0.00 REF 8 E.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerjatelah ditindaklanjuti untuk 18 mengukur keberhasilan unit kerja DEP/LPND Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e #DIV/0! 0.00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0.00 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! 0. PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) Kinerja Pengelolaan Keuangan Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya Kinerja Transparansi Kinerja/Penghargaan Lainnya #DIV/0! KKE1-II KKE1-II KKE1-II #DIV/0! KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III #DIV/0! #DIV/0! 7 8 9 10 11 HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA (100%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! KETERANGAN: KETIK 'y' ATAU 't' ATAU 'a' ATAU 'b' ATAU 'c' ATAU 'd' ATAU 'e' PADA KOLOM YANG BERWARNA HIJAU JANGAN MELAKUKAN PERUBAHAN PADA KOLOM YANG BERWARNA KUNING ATAU ABU-ABU 4 .

Lampiran 3. Lembar Kriteria Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah .

DOKUMEN RENSTRA (12. indikator kinerja sasaran.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 Program/kegiatan merupakan cara untuk a.c.c. apabila indikator yang SMART < 20% 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik a. apabila 40%< pemanfaatan IKU < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 8 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah selaras dengan Dokumen RPJMN/Dokumen RPJMD a. d apabila 20%< Sasaran yg selaras < 40% e. apabila 60%< Indikator SMART< 80%. tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan b. . apabila lebih dari 80% indikator tujuan dan sasaran dalam RPJMD telah memenuhi kriteria SMART. d. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun Renstra. apabila 40%< SKPD yang menyusun Renstra<60%. apabila 60% < Sasaran yg selaras < 80%. di sisi kiri d. apabila 40%< Indikator SMART<60%. RPJMD tidak dilengkapi indikator kinerja e.c.Berdasarkan indikator yg SMART. c. b. apabila keselarasannya < 20% Merupakan cara untuk mencapai. b. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik.b. b.Memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) . target tahunan.5%) a. apabila 60%< berorientasi hasil < 80%.d. apabila 20% < SKPD yang menyusun Renstra<40% e. c.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a.Berdasarkan basis data yang memadai jawaban a. . apabila RPJMD tidak dilengkapi target jangka menengah yang terukur. KUALITAS RENSTRA (6. apabila 60%< SKPD yang menyusun Renstra< 80%. apabila 40% < Sasaran yg selaras < 60%. PERENCANAAN KINERJA (35%) I. c. jawaban a.d.Selaras.c.e mengacu pada penjelasan c. apabila RPJMD telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . program.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 6 Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik a. apabila > 80% sasaran yg ditetapkan telah selaras. apabila 40%< keselarasan < 60%.c.Lampiran 3 LEMBAR KRITERIA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTASI PEMERINTAH DAERAH (PROP/KAB/KOTA) PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA 3 SKPD 4 1 2 A. c. apabila Sasaran yg selaras < 20% jawaban a.b. b. p . artinya: .5%) 1 Dokumen RPJMD telah ada Dokumen Renstra SKPD telah ada Cukup jelas.Cukup untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dalam RPJMD 5 RPJMD/Renstra SKPD telah menyajikan IKU a. apabila 20% < berorientasi hasil<40% e. c. tujuan. b. PEMENUHAN RENSTRA (2. apabila lebih dari 80% IKU yang telah diformalkan dimanfaatkan untuk mengukur tujuan/sasaran dalam RPJMD. c.b.bukan proses/kegiatan . apabila tujuan dan sasaran yg berorientasi < 20% Berorientasi hasil: . d.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil jawaban a. apabila pemanfaatan IKU dalam RPJMD < 20% jawaban a. apabila lebih dari 80% tujuan dan sasaran dalam RPJMD telah berorientasi hasil.d. misi. apabila 40%< berorientasi hasil <60%. d. apabila lebih dari 80% program/kegiatan dalam RPJMD telah mencapai (selaras dengan) selaras dengan tujuan/sasaran. apabila 40%< Target yg baik < 60%.b. apabila 20%< pemanfaatan IKU <40% e. apabila 60%< keselarasan < 80%.d. kecuali target tahunan.b. RPJMD tidak memuat tujuan. apabila 60%< pemanfaatan IKU < 80%. apabila 20%< Indikator SMART<40% e.d. apabila 60%< Target yg baik < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri jawaban a. d. d.berkualitas outcome atau output penting . indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah a.Selaras dengan RPJMN/RPJMD.d.e. apabila RPJMD telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. sasaran. d. b. . apabila 20%< keselarasan <40% e. apabila SKPD yang menyusun Renstra< 20% 2 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah memuat visi.c. indikator dan target a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 1 .d. c. b. Tidak untuk PEMDA Tidak untuk SKPD a. mengacu pada penjelasan di sisi kiri b.b. sasaran. apabila 20%< Target yg baik < 40% e. .c.

c. sasaran. apabila keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 20% c. apabila 40% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 60%. sasaran. c.Sasaran. b. indikator dan target-target kinerja dalam RPJMD/Renstra SKPD telah relevan dengan RPJMN/RPJMD a. apabila lebih dari 80% tujuan/sasaran dalam RPJMD telah selaras dengan tujuan/sasaran Renstra SKPD.c.Sasaran2 yang ada di RPJMD dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra SKPD . d. apabila lebih dari 80% indikator hasil dalam RKA telah selaras dengan RPJMD.tugas dan fungsi .d. b. b. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 60%.b. apabila keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 20% Tidak berlaku untuk SKPD Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: .b. indikator dan target-target kinerja dalam RPJMD telah mengacu pada: .c. apabila 60% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 80%. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 80%. apabila 60% < hal2 yg seharusnya < 80%. apabila 40% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 60%.75%) 10 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan jawaban a. apabila 20% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Yang dimaksud dengan hal-hal yg seharusnya adalah tujuan.kontrak kinerja . indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD 11 Dokumen RPJMD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra SKPD a. apabila lebih dari 80% sasaran dalam rencana kinerja tahunan telah selaras dengan RPJMD.praktik2 terbaik Jawaban tentang Implemetasi RPJMD/Renstra harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RPJMD/Renstra a. IMPLEMENTASI RENSTRA (3.d.Sasaran.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri dijadikan acuan atau selaras: .d.c. apabila 60% < keselarasan tujuan/sasaran RPJMD dengan Renstra SKPD < 80%. apabila 40% < hal2 yg seharusnya < 60%. apabila hal2 yg seharusnya < 20% 9 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah menetapkan hal-hal yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) jawaban a. c.Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Rencana Kinerja Tahunan -S Sasaran2 yang ada di RPJMD dij dik sasaran2 yang akan di j dk d l 2 d dijadikan 2 k diwujudkan dalam R Rencana Ki j T h Kinerja Tahunan .e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras atau (dapat) dijadikan acuan: . indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD 12 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran a.b.Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah dibreakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam Renstra SKPD . d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD < 40% e.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 Selaras artinya tujuan.Target2 kinerja jangka menengah dalam RPJMD telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKA . indikator dan target yang ditetapkan dalam Renstra SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya outcome atau hasil2 program yang ada di RKA 2 . d apabila 20% < hal2 yg seharusnya < 40% e.core business . b.Sasaran. apabila RPJMD telah menetapkan hal2 yg seharusnya lebih dari 80%. apabila keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 20% jawaban a. c.Sasaran2 yang ada di RPJMD dijadikan outcome atau hasil2 program yang akan diwujudkan dalam RKA . d apabila 20% < keselarasan indikator hasil dalam RKA dengan RPJMD < 40% e.

apabila lebih dari 80% indikator di RKT adalah IKU. c. d apabila 20% < indikator di RKT adalah IKU < 40% e.b. c. apabila ada dokumen rencana kinerja tahunan Tidak untuk PEMDA Tidak untuk SKPD a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri a. . apabila kegiatan telah selaras dan cukup < 20% jawaban a.b. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.d. . b.5%) PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1.d. apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e. b. b. apabila RPJMD telah direviu. apabila 40% < kegiatan telah selaras dan cukup < 60%.memenuhi syarat kecukupan untuk terwujudnya sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU a. c. dan dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART. dan dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART. apabila indikator di RKT adalah IKU < 20% j jawaban a. b.b. apabila SKPD yg menyusun RKT < 20% 1 Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT SKPD telah ada 2 Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA 3 Dokumen RKT telah memuat sasaran. program. apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Berorientasi hasil: .d.c. b. d. apabila RKT tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. . apabila RKT disusun sebelum anggaran (RKA) tahunan diajukan jawaban a. d apabila 20% < kegiatan telah selaras dan cukup < 40% e.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 5 Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk mencapai sasaran a.bukan proses/kegiatan .c. c. c. ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan . c apabila 40% < indikator di RKT adalah IKU < 60%. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%.d. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Kegiatan merupakan cara mencapai sasaran (selaras dan cukup): . a.e mengacu pada penjelasan . dan target kinerja tahunan t t ki j t h Ya.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri b.c. b.c.c. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% jawaban a. apabila RPJMD telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (terdapat inovasi). indikator kinerja sasaran. d. apabila 60% < indikator di RKT adalah IKU < 80%.b.berkualitas outcome atau output penting .b.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a.c. apabila RPJMD telah direviu e.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA 3 a.d. apabila RPJMD telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. apabila 40% < SKPD yg menyusun RKT < 60%. b apabila RKT t l h memuat k bil telah t keseluruhan subtansi k l h bt i komponen tersebut.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri II. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun RKT. apabila 60% < kegiatan telah selaras dan cukup < 80%.memiliki hubungan kausalitas (menjadi penyebab) terwujudnya sasaran . Tidak ada reviu SKPD 4 1 2 13 Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah direviu secara berkala jawaban a. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. apabila lebih dari 80% kegiatan telah selaras dan cukup untuk mencapai sasaran. d apabila 20% < SKPD yg menyusun RKT < 40% e. g p p j di sisi kiri 3 .5%) Ya. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil. apabila 60% < SKPD yg menyusun RKT < 80%.d. c.

c. KINERJA TAHUNAN (2. d. b. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik a. apabila 60%< Target yg baik < 80%. apabila lebih dari 80% sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK. apabila keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < 20% Selaras: . c.Sasaran2 yang ada di RKT merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RPJMD. b. b. apabila keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 20% dijadikan acuan atau selaras : .Relevan dengan indikatornya.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam RKT SKPD j .c. .Target2 kinerja dalam RKT dijadikan acuan dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam PK . apabila 40% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah jawaban a. apabila lebih dari 80% indikator di RKT memenuhi kriteria SMART.c. apabila 40%< Target yg baik < 60%.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam PK . apabila 60% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 80%.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 7 Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 a. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 60%.b.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 9 Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen RPJMD/Renstra SKPD dan dengan Dokumen RKPD/RKT atasannya a.d.Sasaran. c.d. apabila 40% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 60%.Berdasarkan basis data yang memadai jawaban a. b. d apabila 20% < iindikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 40% e. apabila 20%< Target yg baik < 40% e.Target2 kinerja RKT merupakan breakdown dari target2 kinerja dalam RPJMD/RKPD. apabila 60% < indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 80%. d apabila 20% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < di sisi kiri 40% e.d.b.b.Sasaran. apabila indikator di RKT memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a. c.Selaras dengan RPJMD. apabila sasaran dan indikator di RKT yg telah ditetapkan dalam PK < 20% dijadikan acuan atau selaras: . apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan tujuan/sasaran RPJMD/RKPD. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD < 80%.d. b. apabila Target yg baik < 20% Target yg baik: . . di sisi kiri d apabila 20% < sasaran dan indikator kinerja di RKT telah ditetapkan dalam PK < 40% e. apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. .Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah di-breakdown dalam (selaras dengan) target2 kinerja tahunan dalam RKT SKPD .c. apabila 60% < keselarasan sasaran RKT dengan sasaran RKT SKPD < 80%.Berdasarkan indikator yg SMART. . indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD/RKPD IMPLEMENTASI PERENCANAAN c. apabila lebih dari 80% sasaran dalam RKT telah selaras dengan sasaran RKT SKPD.Sasaran dan indikator yang diperjanjikan dalam PK didasarkan (mengacu) kepada sasaran dan indikator yang ada di RKT 11 Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RKT SKPD a.e mengacu pada penjelasan 60%.25%) 10 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun penetapan kinerja (PK) Jawaban tentang Implemetasi RKT harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas RKT a. indikator dan target yang ditetapkan dalam RKT SKPD menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya sasaran2 yang ada di RKT Tidak untuk SKPD 4 . . c. c.e mengacu pada penjelasan ditetapkan dalam PK < 60%. apabila 40% < keselarasan sasaran RKT dengan RPJMD/RKPD< jawaban a.

namun hanya dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART.bukan proses/kegiatan . apabila 60% < indikator di PK adalah IKU < 80%.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 a. indikator kinerja. b. apabila terdapat dokumen PK yang secara formal telah ditandatangani (Sesuai PerMenpanNo 29/2010) Tidak untuk PEMDA a. d apabila 20% < SKPD telah menyusun PK < 40% e. c. p y % SKPD yang menyusun PK mengacu pada SE Menpan 29 tahun 2010 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui 3 Dokumen PK telah memuat sasaran.e mengacu pada penjelasan dalam RKA < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 6 Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik jawaban a. c. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut. apabila 40% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 60%. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen jawaban a.d. apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20% Berorientasi hasil: .c. apabila 40% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan jawaban a. apabila lebih dari 80% SKPD telah menyusun PK. KUALITAS PK (7. namun hanya dilengkapi dengan > 40% indikator dan target di sisi kiri yang SMART. program.d. apabila lebih dari 80% indikator di PK adalah IKU.c. d. apabila PK tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran e. d apabila 20% < indikator di PK adalah IKU < 40% e. apabila PK tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran b.d. b.b.c. Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) III. apabila Indikator dan target kinerja di RKT yang telah digunakan dalam RKA < 20% dijadikan acuan atau selaras : . apabila 60% < SKPD telah menyusun PK < 80%.b. c. apabila SKPD telah menyusun PK < 20% . apabila indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 20% jawaban a.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a.l. apabila lebih dari 80% sasaran telah berorientasi hasil. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. d apabila 20% < iindikator di PK memenuhi kriteria SMART < 40% e. apabila 60% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 80%. c. apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut.c.d.b. apabila lebih dari 80% indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA.berkualitas outcome atau output penting . d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40% e.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil a. apabila 40% < SKPD telah menyusun PK < 60%.Hasil2 program. b.d. dan target jangka pendek cukup jelas a. apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%. apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%.Target2 kinerja tahunan dalam RKT telah diusulkan menjadi target2 kinerja tahunan dalam RKA . apabila 40% < indikator di PK adalah IKU < 60%. PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK SKPD telah ada Ya.b. b. apabila lebih dari 80% indikator di PK memenuhi kriteria SMART. indikator dan target2 yang ada di RKT 1 2 12 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk menyusun anggaran (RKA) (a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 PK telah menyajikan IKU a. indikator dan target yang diusulkan dalam RKA dilandasi oleh sasaran.b. di sisi kiri d apabila 20% < indikator dan target kinerja di RKT telah digunakan dalam RKA < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 . b. c. b.c. c. apabila 60% < indikator di PK memenuhi kriteria SMART < 80%.Sasaran2 yang ada di RKT dijadikan sasaran2 (hasil2 program) yang akan diwujudkan dalam RKA .e mengacu pada penjelasan tersebut. apabila indikator di PK adalah IKU < 20% a.

d. . apabila 40%< Target yg baik < 60%.c. c. apabila keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 20% jawaban a. apabila 60% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 80%. .Terdapat hubungan yang logis antara setiap output kegiatan dengan sasaran (outcome) yang akan dicapai. apabila pemanfaatan target kinerja< 20% jawaban a.b. tidak tercapai.Target2 kinerja dalam PK dijadikan acuan untuk mengevaluasi capaian output2 kegiatan.Sasaran2 yang ada di PK merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD.Relevan dengan indikatornya.c. apabila 60% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 80%. apabila lebih dari 80% capaian sasaran di PK telah dimonitor. apabila 40% < pemanfaatan target kinerja < 60%. c. apabila lebih dari 80% sasaran dan target dalam PK dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan. d apabila 20% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 40% jawaban a. apabila 40% < pemanfaatan sasaran dan target di PK < 60%.(Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memberikan penghargaan (reward).e mengacu pada penjelasan e. b. apabila 60%< Target yg baik < 80%. . c. b.(C (Capaian) t i ) target kinerja dij dik d t ki j dijadikan dasar untuk memilih d memilah yang b ki j d t k ilih dan il h berkinerja dengan yang k kurang (tid k) (tidak) berkinerja.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Monitoring pencapaian sasaran: . . apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Target yg baik: .5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Jawaban tentang Implemetasi PK harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas PK a. b. apabila 60% < monitoring capaian sasaran PK < 80%. d apabila 20% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD< 40% e. RKT dan RKA. .d.Sasaran.Berdasarkan basis data yang memadai 8 Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya dan Dokumen RKT a. b.b. d apabila 20% < monitoring capaian sasaran PK < 40% e.c. .Berdasarkan indikator yg SMART.Target2 kinerja PK merupakan uraian lebih lanjut (breakdown) dari target2 kinerja dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD.Setiap ada deviasi segera dilakukan analisis dan dicarikan alternatif solusinya. apabila Target yg baik < 20% SKPD 4 jawaban a. dll) suatu kondisi atau keadaan 6 .d. . berhasil. d apabila 20% < pemanfaatan target kinerja < 40% e. apabila 60% < pemanfaatan target kinerja < 80%. b. . indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD c.b. c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Pemanfaatan target kinerja untuk mengukur keberhasilan. apabila monitoring capaian sasaran PK< 20% jawaban a.d. IMPLEMENTASI PK (4. .Capaian sasaran dalam PK secara periodik (minimal setiap 3 bulan) dipantau kemajuannya. apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah selaras dengan tujuan/sasaran dalam Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD.c.b. c. kurang. gagal. apabila 40% < monitoring capaian sasaran PK < 60%.d.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik PROP/KAB/KOTA 3 a. cukup.c. .Sasaran2 dalam PK dijadikan dasar (acuan) untuk (memulai) pelaksanaan setiap kegiatan.(Capaian) target kinerja digunakan sebagai cara untuk menyimpulkan atau memberikan predikat (baik. apabila 40% < keselarasan sasaran PK dengan Kontrak Kinerja/RPJMD/RKPD < 60%.Terdapat mekanisme yang memungkinkan pimpinan untuk mengetahui progress kinerja yang terbaru (up dated performance) 10 Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan a. apabila pemanfaatan sasaran dan target di PK < 20% di sisi kiri Pemanfaatan PK dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan: . apabila 20%< Target yg baik < 40% e.Selaras dengan RPJMD. . apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan berkriteria baik. tercapai.b.Target2 kinerja dalam PK dijadikan alasan untuk memberikan otorisasi ditunda atau diteruskannya suatu kegiatan . . 11 Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk mengukur keberhasilan a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Selaras: .

apabila lebih dari 80% kriteria mekanisme pengumpulan data yang memadai terpenuhi.d. b. apabila pemenuhan kriteria yang memadai < 20% Mekanisme pengumpulan data yang memadai: .e mengacu pada penjelasan c.Terdapat pedoman atau SOP tentang pengumpulan data kinerja yang up to date.c.Ada kemudahan untuk mengakses data bagi pihak yang berkepentingan.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur kinerja yang seharusnya (lihat penjelasan A. c.b. . apabila PEMDA telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) (IKU) sebagai ukuran kinerja secara formal level PEMDA yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. apabila 60% < IKU dapat diukur (measurable) < 80%. d apabila 20% < IKU yang cukup < 40% e.mewakili (representatif) sasaran utama atau kondisi yang akan diwujudkan 6 IKU telah cukup untuk mengukur kinerja a.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya tujuan atau sasaran utama 7 IKU telah diukur realisasinya a. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. apabila 40% < IKU dapat diukur (measurable) < 60%.berkualitas outcome atau output penting . d apabila 20% < iIKU dapat diukur (measurable) < 40% e. . apabila 40% < pemenuhan kriteria yang memadai < 60%. apabila 60% < IKU yang cukup < 80%. apabila 40% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 60%. d apabila 20% < IKU telah diukur < 40% e.c. jawaban a. apabila 60% < IKU level telah diukur < 80%.Terdapat SOP yang jelas jika terjadi kesalahan data II. apabila IKU yang telah diukur < 20% jawaban a.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Cukup artinya: . PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) 1 Telah terdapat indikator kinerja utama Ya.c.b. .d. apabila IKU yang relevan < 20% jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Relevan: .d. apabila 40% < IKU yang cukup < 60%.b. apabila lebih dari 80% IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil b. b.Ada kemudahan untuk menelusuri sumber datanya yang valid.menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan jawaban a. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP. apabila 60% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 80%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 5 IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur a. b. c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 IKU telah menggambarkan hasil jawaban a. .d.d.b.terkait langsung dengan sasaran utama atau kondisi yang akan diukur . apabila IKU yang cukup < 20% jawaban a. apabila 60% < pemenuhan kriteria yang memadai < 80%.c. apabila 40% < IKU telah diukur < 60%.Terdapat penanggungjawab yang jelas.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 7 . 9 Tahun 2007 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja a. c.I. b. KUALITAS PENGUKURAN (10%) 3 IKU telah dapat diukur secara obyektif a.Jelas waktu deliverynya. 9 Tahun 2007 Tidak untuk PEMDA IKU SKPD telah ada Tidak untuk SKPD Ya. apabila 40% < IKU yang relevan < 60%. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan.b. apabila lebih dari 80% IKU dapat diukur (measurable). c.9) . b.c. di sisi kiri d apabila 20% < pemenuhan kriteria yang memadai < 40% e.d. apabila IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 20% Menggambarkan hasil: . c. apabila iIKU dapat diukur ( .c. p p (measurable) < 20% ) % a.b. .bukan proses/kegiatan . d apabila 20% < IKU yang relevan < 40% e.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN SKPD 4 PROP/KAB/KOTA 1 2 3 B. d apabila 20% < IKU yg ditetapkan telah menggambarkan hasil < 40% e. apabila 60% < IKU yang relevan < 80%. apabila > 60% SKPD telah memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) level SKPD yang telah ditetapkan secara formal dalam suatu keputusan pimpinan sebagaimana diatur dalam PermenPAN No. PENGUKURAN KINERJA (20%) I.

b.c. d apabila 20% < IIndikator yang menggambarkan hasil < 40% e. apabila lebih dari 80% Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya dan dilaporkan dalam LAKIP.b. di sisi kiri d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. apabila indikator yang cukup < 20% Cukup artinya: . apabila 60% < indikator yang cukup < 80%. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < jawaban a. d apabila 20% < Indikator yang dapat diukur< 40% e. apabila 60% < data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 80%. apabila 40% < Indikator yang menggambarkan hasil< 60%. . apabila lebih dari 80% Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. b.Jumlahnya memadai utk menyimpulkan tercapainya sasaran 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya a. c.Informasi capaian kinerja berdasarkan fakta sebenarnya atau bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan.Data yang dikumpulkan didasarkan suatu mekanisme yang memadai atau terstruktur (tidak bersifat dadakan). apabila 40% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < jawaban a. apabila lebih dari 80% indikator yang ditetapkan telah cukup untuk mengukur atau menggambarkan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan. c.c. apabila Indikator yang menggambarkan hasil < 20% jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Menggambarkan hasil: . hasil b.d. d apabila 20% < indikator yang cukup < 40% e. b.b.c.e mengacu pada penjelasan b. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja yang dihasilkan dapat diandalkan.d.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 8 Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif PROP/KAB/KOTA 3 a. apabila 60% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 80%. bukan proses/kegiatan.Data kinerja yang diperoleh tepat waktu. 8 . apabila lebih dari 80% Indikator sasaran dapat diukur (measurable).b. c.c. apabila lebih dari 80% Indikator sasaran telah menggambarkan hasil (outcome). di sisi kiri c.d.Mewakili (representatif) sasaran/kondisi yang akan diwujudkan 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya a. c.c. . jawaban a.berkualitas outcome atau output penting . b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 9 Indikator kinerja sasaran menggambarkan a. .bukan proses/kegiatan . apabila 60% < Indikator yang dapat diukur < 80%.terkait langsung dengan sasaran atau kondisi yang akan diukur . apabila Indikator yang dapat diukur < 20% SKPD 4 jawaban a.Data yang dikumpulkan memiliki tingkat kesalahan yang minimal. apabila 40% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan jawaban a. c.e mengacu pada penjelasan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 60%. apabila 40% < Indikator yang dapat diukur < 60%.b.e mengacu pada penjelasan 60%. apabila 40% < indikator yang cukup < 60%. d apabila 20% < Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < di sisi kiri 40% e.d. apabila Indikator sasaran yang terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 20% Relevan: .b.c. di sisi kiri d apabila 20% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 40% e. apabila Indikator yang ditetapkan telah diukur realisasinya < 20% 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan a.d. apabila data (capaian) kinerja yang dapat diandalkan < 20% Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan. apabila 60% < Indikator sasaran terkait langsung (relevan) dengan sasaran atau kondisi yang akan diwujudkan < 80%.d.Representatif (alat ukur yg mewakili) untuk mengukur sasaran .menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan 10 Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan diukur a. .e mengacu pada penjelasan 60%.b. apabila 60% < Indikator yang menggambarkan hasil < 80%.

c.b. apabila IKU telah direvisi dan hasilnya menunjukkan kondisi yang lebih baik (inovatif). apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%. c. apabila 60% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 80%.dijadikan alat ukur tercapainya outcome atau hasil-hasil program yang ditetapkan dalam dokumen anggaran (RKA) 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja a.b. apabila 60% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 80%. c. digunakan untuk pengendalian dan pemantauan artinya: . apabila 40% < IKU yang telah dimanfaatkan < 60%.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk mengambil tindakan (action) dalam rangka mencapai target kinerja yang ditetapkan . apabila data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 20% SKPD 4 III. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dalam penilaian kinerja.b.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Dimanfaatkan untuk penilaian kinerja: . apabila pemanfaatan hasil pengukuran < 20% jawaban a. apabila 60% < pemanfaatan hasil pengukuran < 80%. b. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%. PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP SKPD telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu cukup jelas Tidak untuk PEMDA Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 Tidak untuk SKPD cukup jelas Tidak untuk SKPD 9 . apabila 40% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 60%. apabila IKU telah direviu secara berkala dan hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% jawaban a.d. apabila IKU telah direviu e. c.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyimpulkan kemajuan (progress) kinerja . c. apabila lebih dari 80% hasil pengukuran kinerja (capaian kinerja) dimanfaatkan untuk pengendalian dan pemantauan. ada upaya perbaikan namun belum ada perbaikan yang signifikan .c. apabila Ipengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 20% a.c. c. RKT dan PK . d apabila 20% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 40% e. PELAPORAN KINERJA (15%) I.c. apabila lebih dari 80% data (capaian) kinerja teridentifikasi secara berkala. b. apabila 40% < data (capaian) kinerja yang teridentifikasi secara berkala < 60%. apabila 60% < IKU yang telah dimanfaatkan < 80%. d apabila 20% < pemanfaatan hasil pengukuran < 40% e. apabila lebih dari 80% IKU yang ditetapkan telah dimanfaatkan dokumen perencanaan dan penganggaran dalam perencanaan dan penganggaran. c.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 18 Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan laporan kinerja jawaban a.b. apabila lebih dari 80% IKU dan indikator kinerja lain yang ditetapkan telah diukur dan dilaporkan dalam laporan kinerja. d apabila 20% < pengukuran dan pelaporan IKU/indikator lain dalam LAKIP < 40% e.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Prasyarat: terdapat pengukuran atau pemantauan kinerja secara berkala (minimal semesteran). d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e.d.dijadikan alat ukur pencapaian tujuan/sasaran utama dalam dokumen RPJMD.Capaian IKU dijadikan dasar promosi atau kenaikan/penurunan peringkat 17 IKU telah direviu secara berkala a.PENJELASAN NO 1 14 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala (bulanan/triwulanan/semester) PROP/KAB/KOTA 3 a. apabila IKU telah direviu. d. d apabila 20% < IKU yang telah dimanfaatkan < 40% e.Capaian IKU dijadikan dasar reward atau punishment .Capaian IKU dijadikan dasar penilaian kinerja .d. b.Hasil pengukuran (capaian kinerja) kinerja menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran C. b. b.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 19 Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan pemantauan kinerja secara berkala jawaban a. IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) Jawaban tentang Implemetasi Pengukuran harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan dan Kualitas Pengukuran 15 IKU telah dimanfaatkan dalam dokumena.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Dimanfaatkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran: . apabila IKU yang telah dimanfaatkan < 20% jawaban a. b. Tidak ada reviu a. apabila 40% < pemanfaatan hasil pengukuran < 60%.b.c.

PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 LAKIP SKPD telah disampaikan tepat waktu PROP/KAB/KOTA 3 Tidak untuk PEMDA SKPD 4 Waktu penyampaian LAKIP mengacu pada SE Menpan dan RB No 29 Tahun 2010 II. d. c. d apabila 20% < informasi outcome dalam LAKIP < 40% e.d. d apabila 20% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 40% e.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri Informasi LAKIP berorientasi outcome artinya: .c.b. apabila 40% < informasi outcome dalam LAKIP < 60%. b. apabila capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 20% a.c. jawaban a.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 10 . di sisi kiri d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 40% e. apabila Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 20% b.LAKIP menguraikan hasil evaluasi dan analisis tentang capaian2 kinerja outcome atau output penting.b. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari SKPD di bawahnya a.b. apabila 40% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 60%. apabila lebih dari 80% Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD. c.d.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja. apabila 60% < informasi outcome dalam LAKIP < 80%.LAKIP tidak berfokus pada informasi tentang kegiatan atau proses yang telah dilaksanakan pada tahun ybs . c. apabila 60% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 80%. c.d. c. apabila informasi outcome dalam LAKIP < 20% jawaban a. bukan hanya proses atau realisasi kegiatan2 yang ada di dokumen anggaran (DIPA) 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan a. b. apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU). apabila 40% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 60%.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri 4 LAKIP menyajikan informasi pencapaian a.d.c. apabila LAKIP menyajikan lebih dari 80% evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja (outcome).Informasi yang disajikan dalam LAKIP menggambarkan hasil2 (termasuk output2 penting) yang telah dicapai sampai dengan saat ini . apabila penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 20% 7 LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja jawaban a. apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) jawaban a. b. apabila 60% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 80%.e mengacu pada penjelasan < 60%. apabila pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 20% jawaban a. apabila 60% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 80%.LAKIP tidak berorientasi pada informasi tentang realisasi seluruh anggaran yang telah digunakan 5 LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU a. apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 80%. sasaran yang berorientasi outcome b. apabila lebih dari 80% informasi yang disampaikan dalam LAKIP berorientasi outcome.c. apabila 20% < Sasaran dan target dalam LAKIP merupakan kompilasi dari SKPD < 40% c. apabila 40% < penyajian evaluasi dan analisis capaian yang bersifat kinerja < 60%. di sisi kiri d apabila 20% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK < 40% e.e mengacu pada penjelasan dijanjikan dalam PK < 60%. apabila 60% < capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 80%.b. apabila 40% < capaian yang disajikan bersifat kinerja yang jawaban a.d. apabila capaian yang disajikan bersifat Kinerja Utama (IKU) < 20% 6 LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan a.c.b. bukan proses.d. d apabila 20% < pembandingan data kinerja (capaian sasaran) < 40% e.b.c. apabila lebih dari 80% capaian yang disajikan bersifat kinerja yang dijanjikan dalam PK. apabila LAKIP menyajikan pembandingan lebih dari 80% data kinerja (capaian sasaran) . artinya: . e. b.

Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. Nilai b.e mengacu pada penjelasan apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan di sisi kiri cukup.c. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan.Realisasi tahun berjalan vs realisasi tahun sebelumnya . jawaban a. apabila keandalan data realisasi kinerja < 20% Dapat diandalkan: . jawaban a. d apabila 20% < keandalan data realisasi kinerja < 40% e. b.b.b.d. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang.d. apabila 60% < keandalan data realisasi kinerja < 80%. c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. apabila 60% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 80%. b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik.e mengacu pada penjelasan di sisi kiri III. jawaban a. apabila informasi keuangan yang terkait sasaran < 20% 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan a.datanya valid . apabila 40% < keandalan data realisasi kinerja < 60%.c. dengan memperhatikan: Nilai a.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA 3 Pembandingan yang memadai. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan capaian kinerja organisasi yang lebih baik periode berikutnya 11 .c. di sisi kiri apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. Nilai c.d. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan.e mengacu pada penjelasan dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. telah digunakan untuk peningkatan kinerja.b. apabila lebih dari 80% realisasi kinerja dapat diandalkan.c.e mengacu pada penjelasan d apabila 20% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 40% di sisi kiri e. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. Nilai b. Nilai b.Realisasi sampai dengan tahun berjalan vs target jangka menengah SKPD 4 9 LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja a. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. telah digunakan dalam perbaikan perencanaan.Target vs Realisasi .diperoleh dari sumber yang kompeten . Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan perencanaan kinerja yang lebih baik periode berikutnya. PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Jawaban tentang pemanfaatan informasi kinerja harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Pelaporan dan Penyajian Informasi Kinerja 11 Informasi yang disajikan telah digunakan Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan perencanaan kinerja. apabila telah jawaban a.d. dengan untuk peningkatan kinerja memperhatikan: Nilai a.b.d.b. 12 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan pelaksanaan program dan kegiatan . apabila LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan lebih dari 80% capaian sasaran (kinerja). Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. c. artinya: informasi dalam LAKIP ( termasuk LAKIP tahun sebelumnya) benar-benar telah digunakan untuk perbaikan pelaksanaan program dan kegiatan periode berikutnya 13 Informasi yang disajikan telah digunakan Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. dengan dalam perbaikan perencanaan memperhatikan: Nilai a.konsisten jawaban a. minimal mencakup: .dapat ditelusuri kesumber datanya . apabila 40% < informasi keuangan yang terkait sasaran < 60%. Nilai c. Nilai c.c.e mengacu pada penjelasan apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan di sisi kiri cukup.

melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pimpinan 3 Evaluasi program telah dilakukan a. .dapat menjawab atau menyimpulkan posisi (prestasi atau capaian) kinerja terakhir. apabila lebih dari 80% SKPD telah dievaluasi b. artinya: Informasi kinerja dalam LAKIP . . mengadministrasikan kemajuan (progress) kinerja.b.Terdapat ukuran yang memadai tentang keberhasilan program Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas SKPD telah dilakukan a. KUALITAS EVALUASI (5%) 12 . -mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi hambatan pencapaian kinerja. . apabila 40% < Program yang dievaluasi < 60%. c. d apabila 20% < Program yang dievaluasi < 40% e. artinya: . Nilai b. apabila Program yang dievaluasi < 20% Program telah dievaluasi: . apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas di sisi kiri pemanfaatan cukup (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment walaupun masih sedikit).Terdapat informasi tentang capaian hasil2 program. telah secara nyata digunakan oleh pimpinan organisasin sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan Pemda/SKPD D. c. apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dipantau kemajuannya 2 Terdapat pemantauan mengenai < 80%.PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN PROP/KAB/KOTA SKPD 3 4 Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. apabila 40% < SKPD yang dievaluasi < 60%. Nilai c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment yang cukup ). kemajuan pencapaian kinerja beserta b. d apabila 20% < SKPD yang dievaluasi < 40% e.mengidentifikasikan.e mengacu pada penjelasan . apabila 60% < SKPD yang dievaluasi< 80%. b. . d apabila 20% < target kinerja yang terpantau < 40% e. apabila lebih dari 80% program telah dievaluasi. hambatannya c. apabila 60% < Program yang dievaluasi < 80%. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas cukup jelas kinerja a. apabila 60% < Target kinerja yang terpantau < 80%. apabila SKPD yang dievaluasi < 20% Ya. jawaban a. EVALUASI KINERJA (10%) I.Terdapat simpulan keberhasilan atau ketidakberhasilan program. 1 2 14 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian kinerja telah digunakan untuk penilaian kinerja. dengan memperhatikan: Nilai a.c. apabila 40% < Target kinerja yang terpantau < 60%.d. . Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. mencari tahu.Terdapat analisis dan simpulan tentang kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya suatu program. apabila target kinerja yang terpantau < 20% pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik (untuk dasar penilaian dan ada reward und phunisment yang baik). Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang (untuk dasar penilaian dan belum ada reward und phunisment yang cukup ). apabila hasil evaluasi telah disampaikan atau dibahas dengan pihak yang dievaluasi (yang berkepentingan) Tidak berlaku untuk SKPD 5 Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan Tidak berlaku untuk SKPD II. mencatat (membuat catatan).

Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas menggambarkan akuntabilitas kinerja yang hasil evaluasi telah menggambarkan kondisi yang ada secara obyektif. apabila evaluasi dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang selaras dengan pedoman evaluasi Menpan & RB dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Cukup jelas. namun modifikasi pedoman belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Jawaban tentang pemanfaatan evaluasi harus selalu dikaitkan dengan (dipengaruhi oleh) kondisi (jawaban) tentang Pemenuhan Evaluasi dan Kualitas Evaluasi 13 .Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada apakah evaluasi program telah dapat menyimpulkan penilaian atas keberhasilan/kegagalan suatu program Cukup jelas. apabila lebih dari 80% evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 80%. c. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan secara cukup baik. apabila dievaluasi kualitas hasil evaluasi baik. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan dangan baik. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri yang sama persis pedoman evaluasi Menpan & RB d. c. apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakan sangat baik. Nilai c. d apabila 20% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 40% e. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi yang dibuat sendiri mengacu pedoman evaluasi Menpan & RB. b. d. Penilaian a/b/c/d/e berdasarkan pada tingkat kualitas pelaksanaan supervisi. apabila kualitas hasil evaluasi kurang.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan peningkatan capaian kinerja organisasi secara berkelanjutan Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 13 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasi-rekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD III. b. apabila pelaksanaan tidak dilakukan supervisi secara berjenjang Tidak berlaku untuk SKPD 9 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja Cukup jelas . apabila pelaksanaan supervisi secara berjenjang telah dilaksanakankurang baik. Nilai a. c.Nilai d. apabila kualitas hasil evaluasi tidak baik (buruk) 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing SKPD cukup jelas . b.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas dalam memberikan penilaian sesuai dengan juklak yang ada.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan perencanaan kinerja secara berkelanjutan. a.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 6 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB PROP/KAB/KOTA 3 a. apabila evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pedoman evaluasi Menpan & RB e.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas oleh SDM yang berkompetensi SDM yang melakukan evaluasi. apabila kualitas hasil evaluasi sangat baik. apabila 40% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 60%. Nilai a. apabila 60% < evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 80%. Nilai b. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 11 Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan 12 Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai keberhasilan program Cukup jelas. a. apabila evaluasi dilaksanakan dengan tidak menggunakan pedoman evaluasi SKPD 4 Tidak berlaku untuk SKPD 7 Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan Cukup jelas. apabila evaluator telah memiliki kompetensi AKIP dengan baik < 20% Tidak berlaku untuk SKPD 8 Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Cukup jelas. Nilai a. apabila kualitas hasil evaluasi cukup baik.Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kelengkapan dan kualitas rekomendasi yang diberikan dalam laporan hasil evaluasinya terkait dengan upaya perbaikan penerapan manajemen kinerja secara berkelanjutan Cukup jelas.

PENJELASAN NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN SKPD 4 PROP/KAB/KOTA 1 2 3 15 Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan perencanaan . apabila 20% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 40% e. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und phunisment walaupun masih sedikit). dengan memperhatikan: telah ditindaklanjuti untuk perbaikan Nilai a. apabila 40% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 60%. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik (untuk dasar penilaian dan ada sudah reward und punishment yang cukup ). PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai a. apabila capaian kinerja lebih dari 80%. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang (untuk dasar penilaian dan belum ada reward und phunisment yang cukup). dengan memperhatikan: Nilai a. apabila 40% < capaian kinerja < 60%. apabila lebih dari 80% capaian kinerja tahun berjalan melebihi capaian tahun sebelumnya. apabila lebih dari 80% informasi capaian kinerja dapat diandalkan. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. apabila 20% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 40% e. apabila 60% < capaian kinerja< 80%. 18 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk mengukur keberhasilan SKPD Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. apabila 60% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 80%. apabila 60% < capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya< 80%. 16 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan secara nyata untuk perbaikan penerapan manajemen kinerja secara keseluruhan . Nilai c. apabila informasi capaian kinerja y g dapat diandalkan < 20% . d. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. d. dengan memperhatikan: Nilai a. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. apabila capaian kinerja tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 20% a. Nilai b. Nilai b. apabila capaian kinerja < 20% a. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 17 Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti Penilaian a/b/c/d/e didasarkan pada tingkat kualitas pemanfaatan untuk perbaikan kinerja secara nyata untuk perbaikan capaian kinerja organisasi. Nilai c. c. apabila 40% < informasi capaian kinerja yang dapat diandalkan < 60%. Nilai b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. b. c. b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik (untuk dasar penilaian dan ada reward und phunisment yang baik). p p j yang p Tidak berlaku untuk SKPD 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Tidak berlaku untuk SKPD 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Tidak berlaku untuk SKPD 14 . Nilai b. Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD E. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. Nilai c. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan baik. Nilai d apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan kurang. d apabila 20% < capaian kinerja < 40% e. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. b. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan cukup. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas pemanfaatan sangat baik. apabila telah dimanfaatkan dengan tingkat kualitas perencanaan pemanfaatan sangat baik. dengan memperhatikan: Nilai a. Nilai e apabila sama sekali tidak dimanfaatkan. Nilai c.

d. . . artinya: . apabila 80% < capaian outcome tahun berjalan < 100%. apabila 50% < capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80% e. d. apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan 120% < capaian outcome tahun lalu < 150%. c. . apabila 80% < capaian outcome tahun berjalan < 120%.up to date Tidak berlaku untuk SKPD 7 Kinerja Bidang Kesehatan 8 Kinerja Bidang Pendidikan 9 Kinerja Bidang Ketenagakerjaan 10 Kinerja Bidang Sosial 11 Kinerja Bidang Ekonomi penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS dan Kemenkes penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS dan Kemendiknas penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS penilaian berdasarkan data sekunder dari BPS Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) 12 Kinerja Pengelolaan Keuangan 13 Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media 14 Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya 15 Kinerja Transparansi 16 Kinerja/Penghargaan Lainnya penilaian berdasarkan data sekunder dari BPK Tidak berlaku untuk SKPD penilaian berdasarkan data sekunder dari pendapat masyarakat (NGO)/ pemberitaan media penilaian berdasarkan data sekunder dari hasil penilaian dari Kementerian/Lembaga cukup jelas penilaian berdasarkan pada data sekunder instansi pemerintah. . Penghargaan yang dimaksud adalah penghargaan atas organisasi (Pemda/SKPD) yang levelnya nasional Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD Tidak berlaku untuk SKPD 15 .Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid.PENJELASAN NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 PROP/KAB/KOTA 3 Informasi kinerja dapat diandalkan.Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). artinya: . . apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan = 100% c.Dapat ditelusuri sumber datanya. . apabila 50% < capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya < 80% e.up to date SKPD 4 Tidak berlaku untuk SKPD KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) 4 Target dapat dicapai a. b.Dihasilkan dari sumber2 atau basis data yang dapat dipercaya (kompeten). apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan 150% dari tahun sebelumnya. apabila capaian outcome tahun berjalan kurang dari 50% dari tahun lalu Tidak berlaku untuk SKPD 6 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Informasi kinerja dapat diandalkan. apabila capaian outcome tahun berjalan yang melebihi tahun sebelumnya kurang dari 50% Tidak berlaku untuk SKPD 5 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya a. apabila tingkat capaian outcome tahun berjalan lebih dari 100% b.Diperoleh dari dasar perhitungan (formulasi) yang valid.Dapat ditelusuri sumber datanya.

Lampiran 4. Template Kertas Kerja Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah .

PEMENUHAN RENSTRA (2. indikator kinerja tujuan dan target jangka menengah b. sasaran.75%) Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan 10 dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan 11 12 13 Dokumen RPJMD digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Dokumen Renstra SKPD Dokumen RPJMD/Renstra SKPD digunakan sebagai acuan penyusunan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah direviu secara berkala PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! y/t Error SKPD Y/T NILAI 5 6 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e Error Error TOTAL 7 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! REF 8 a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #VALUE! #VALUE! II. indikator kinerja sasaran.5%) Dokumen RKT telah ada Dokumen RKT SKPD telah ada Dokumen RKT disusun sebelum mengajukan RKA Dokumen RKT telah memuat sasaran. program.5%) a. dan target kinerja tahunan #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! b. DOKUMEN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (7. 1 2 3 PEMENUHAN PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (1. IMPLEMENTASI RENSTRA (3.25%) 3 Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai 4 tujuan/sasaran/hasil program/hasil kegiatan 5 RPJMD/Renstra SKPD telah menyajikan IKU Indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome 6 dan output) telah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah selaras dengan 8 Dokumen RPJMN/Dokumen RPJMD Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah menetapkan hal-hal 9 yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi) c.25%) Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 10 menyusun penetapan kinerja (PK) Dokumen RKT digunakan sebagai acuan dalam penyusunan 11 RKT SKPD c.5%) a.5%) 1 Dokumen RPJMD telah ada Dokumen Renstra SKPD telah ada Dokumen RPJMD/Renstra SKPD telah memuat visi.75%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil Kegiatan dalam dokumen Renja merupakan cara untuk 5 mencapai sasaran 6 RKT telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran dan kegiatan telah memenuhi 7 kriteria indikator kinerja yang baik 8 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen RKT telah selaras dengan dokumen 9 RPJMD/Renstra SKPD dan dengan Dokumen RKPD/RKT atasannya IMPLEMENTASI PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (2. indikator kinerja sasaran. target 2 tahunan. KUALITAS RENSTRA (6. misi.Lampiran 4 TEMPLATE KERTAS KERJA EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN 1 2 A. tujuan. PERENCANAAN KINERJA (35%) I. KUALITAS PERENCANAAN KINERJA TAHUNAN (3. #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error #DIV/0! a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 1 . DOKUMEN RENSTRA (12. program.

IMPLEMENTASI PENGUKURAN (6%) IKU telah dimanfaatkan dalam dokumen-dokumen 15 perencanaan dan penganggaran 16 IKU telah dimanfaatkan untuk penilaian kinerja 17 IKU telah direviu secara berkala Hasil pengukuran kinerja telah digunakan untuk penyusunan 18 laporan kinerja Pengukuran kinerja digunakan untuk pengendalian dan 19 pemantauan kinerja secara berkala C. IMPLEMENTASI PK (4.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Dokumen RKT telah digunakan sebagai acuan untuk 12 menyusun anggaran (RKA) (a.5%) 4 Sasaran telah berorientasi hasil 5 PK telah menyajikan IKU Indikator kinerja sasaran telah memenuhi kriteria indikator 6 kinerja yang baik 7 Target kinerja ditetapkan dengan baik Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya 8 dan Dokumen RKT c. PELAPORAN KINERJA (15%) I. KUALITAS PK (7. program. DOKUMEN PENETAPAN KINERJA (15%) a. PENGUKURAN KINERJA (20%) I. 3 4 5 6 7 8 9 #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE3 #VALUE! KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 KKE3 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! 2 . PEMENUHAN PELAPORAN (3%) 1 LAKIP telah disusun LAKIP SKPD telah disusun 2 LAKIP telah disampaikan tepat waktu LAKIP SKPD telah disampaikan tepat waktu II. indikator 3 kinerja.5%) 9 Dokumen PK telah dimonitor pencapaiannya secara berkala Dokumen PK telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan 10 pengorganisasian kegiatan Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk 11 mengukur keberhasilan PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e Error SKPD Y/T 5 a/b/c/d/e NILAI 6 Error TOTAL 7 #VALUE! REF 8 #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t y/t #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error #DIV/0! #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! KKE2 KKE3 #VALUE! B. Target kinerja RKT vs Target kinerja RKA) III. PEMENUHAN PK (3%) 1 Dokumen PK telah ada Dokumen PK SKPD telah ada 2 Dokumen PK disusun segera setelah anggaran disetujui Dokumen PK telah memuat sasaran. PEMENUHAN PENGUKURAN (4%) Telah terdapat indikator kinerja utama (IKU) sebagai ukuran 1 kinerja secara formal IKU SKPD telah ada 2 Terdapat mekanisme pengumpulan data kinerja KUALITAS PENGUKURAN (10%) IKU telah dapat diukur secara obyektif IKU telah menggambarkan hasil IKU telah relevan dengan kondisi yang akan diukur IKU telah cukup untuk mengukur kinerja IKU telah diukur realisasinya Indikator kinerja sasaran dapat diukur secara obyektif Indikator kinerja sasaran menggambarkan hasil Indikator kinerja sasaran relevan dengan sasaran yang akan 10 diukur 11 Indikator kinerja sasaran cukup untuk mengukur sasarannya 12 Indikator kinerja sasaran telah diukur realisasinya 13 Pengumpulan data kinerja dapat diandalkan Pengumpulan data kinerja dilakukan secara berkala 14 (bulanan/triwulanan/semester) III. PENYAJIAN INFORMASI KINERJA (8%) II. dan target jangka pendek b.l.

PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (4%) Informasi yang disajikan telah digunakan dalam perbaikan 11 perencanaan 12 13 Informasi yang disajikan telah digunakan untuk menilai dan memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan organisasi a/b/c/d/e Error a/b/c/d/e Error #VALUE! a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! #DIV/0! y/t a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e y/t #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! Error Error Error Error Error #DIV/0! Error Error Error Error Error a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error #DIV/0! Error Error Error Error #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! Informasi yang disajikan telah digunakan untuk peningkatan kinerja Informasi yang disajikan telah digunakan untuk penilaian 14 kinerja D. EVALUASI KINERJA (10%) I. KUALITAS EVALUASI (5%) Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan dengan 6 menggunakan pedoman/juklak evaluasi yang selaras dengan pedoman/juklak evaluasi Menpan dan RB Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksanakan oleh SDM yang 7 berkompetensi Pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja telah disupervisi 8 dengan baik melalui pembahasan-pembahasan yang reguler dan bertahap Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja menggambarkan 9 akuntabilitas kinerja yang dievaluasi 10 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja memberikan penilaian atas akuntabilitas kinerja masing-masing SKPD Evaluasi akuntabilitas kinerja telah memberikan 11 rekomendasi-rekomendasi perbaikan manajemen kinerja yang dapat dilaksanakan Evaluasi program dilaksanakan dalam rangka menilai 12 keberhasilan program Evaluasi program telah memberikan rekomendasi13 rekomendasi perbaikan perencanaan kinerja yang dapat dilaksanakan 14 Evaluasi program telah memberikan rekomendasirekomendasi peningkatan kinerja yang dapat dilaksanakan a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error #VALUE! #VALUE! #VALUE! a/b/c/d/e Error #VALUE! III. PEMANFAATAN EVALUASI (3%) Hasil evaluasi program/akuntabilitas kinerja telah 15 ditindaklanjuti untuk perbaikan perencanaan Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk 16 perbaikan penerapan manajemen kinerja Hasil evaluasi program telah ditindaklanjuti untuk perbaikan 17 kinerja #DIV/0! a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error Error Error #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! 3 .NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 3 LAKIP bukan merupakan kompilasi dari SKPD di bawahnya 4 5 6 7 LAKIP menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome LAKIP menyajikan informasi mengenai pencapaian IKU LAKIP menyajikan informasi mengenai kinerja yang telah diperjanjikan LAKIP menyajikan evaluasi dan analisis mengenai capaian kinerja PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e Error Error Error Error Error SKPD Y/T 5 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e NILAI 6 Error Error Error Error Error TOTAL 7 #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! REF 8 LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang 8 memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja 10 Informasi kinerja dalam LAKIP dapat diandalkan 9 III. PEMENUHAN EVALUASI (2%) 1 Terdapat pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja Terdapat pemantauan mengenai kemajuan pencapaian 2 kinerja beserta hambatannya 3 Evaluasi program telah dilakukan 4 Evaluasi akuntabilitas kinerja atas SKPD telah dilakukan Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan 5 kepada pihak-pihak yang berkepentingan II.

PENCAPAIAN SASARAN/KINERJA ORGANISASI (20%) I.NO 1 KOMPONEN/SUB KOMPONEN 2 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja telah ditindaklanjuti untuk 18 mengukur keberhasilan SKPD PROP/KAB/KOTA Y/T NILAI 3 4 a/b/c/d/e #DIV/0! 0.00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! SKPD Y/T 5 NILAI 6 TOTAL 7 #VALUE! #DIV/0! 0. KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTPUT) (5%) 1 Target dapat dicapai 2 Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya 3 Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan II.00 REF 8 E. 12 13 14 15 16 KINERJA YANG DILAPORKAN (OUTCOME) (10%) Target dapat dicapai Capaian kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya Informasi mengenai kinerja dapat diandalkan Kinerja Bidang Kesehatan Kinerja Bidang Pendidikan Kinerja Bidang Ketenagakerjaan Kinerja Bidang Sosial Kinerja Bidang Ekonomi KINERJA DARI PENILAIAN STAKEHOLDER (5%) Kinerja Pengelolaan Keuangan Kinerja dari Pendapat Masyarakat/Media Kinerja dari Penilaian Instansi Pemerintah Lainnya Kinerja Transparansi Kinerja/Penghargaan Lainnya #DIV/0! KKE1-II KKE1-II KKE1-II KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-IIK KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III KKE1-III #DIV/0! HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA (100%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! KETERANGAN: KETIK 'y' ATAU 't' ATAU 'a' ATAU 'b' ATAU 'c' ATAU 'd' ATAU 'e' PADA KOLOM YANG BERWARNA HIJAU JANGAN MELAKUKAN PERUBAHAN PADA KOLOM YANG BERWARNA KUNING ATAU ABU-ABU 4 .00 Error Error Error #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #VALUE! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0.00 a/b/c/d/e a/b/c/d/e a/b/c/d/e #DIV/0! Error #DIV/0! 0. 4 5 6 7 8 9 10 11 III.

Lampiran 5. Daftar Pemerintah Daerah yang Dievaluasi oleh Kementerian Negara PAN dan RB .

Lampiran 5 DAFTAR PEMERINTAH DAERAH YANG DIEVALUASI OLEH                          KEMENTERIAN PAN DAN RB NO 1 2 3 4 PROVINSI Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara  Sumatera Barat Sumatera Selatan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KABUPATEN/KOTA Kota Banda Aceh Kab Samosir Kota Bukit Tinggi Kab Musi Rawas Kab Banyu Asin Kab Bengkulu Selatan Kab Tanjung Jabung Timur Kab Batang Hari Kab Bangka Kab Tulang Bawang Kab Bintan Kab Karimun Kab Siak Kota Dumai Kab Tangerang Kab Garut Kota Sukabumi Kab Temanggung Kab Karanganyar Kota Yogya Kab Sleman Kota Malang Kab Pacitan Kab Melawi Kab Katingan Kab Tanah Laut Kab Malinau Kab Tabanan Kota Denpasar Kab Sumbawa Kab Timor Tengah Selatan Kab Enrekang Kota Makassar Kab Parigi Moutong Kab Donggala Kab Bone Bolango Kota Bitung Kab Polewali Mandar Kab Maluku Tenggara Barat Kab Merauke 5 Bengkulu 6 Jambi 7 Bangka Belitung 8 Lampung 9 Kepulauan Riau 10 Riau 11 Banten 12 Jawa Barat 13 Jawa Tengah 14 Yogyakarta 15 Jawa Timur 16 17 18 19 20 Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Bali 21 Nusa Tenggara Barat 22 Nusa Tenggara Timur 23 Sulawesi Selatan 24 Sulawesi Tengah 25 26 27 28 29 30 Gorontalo Sulawesi Utara Sulawesi Barat Maluku Papua DKI JAKARTA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful