Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Konsep Redoks: Pengolahan Air Kotor Pemecahan Masalah Lingkungandengan Konsep Redoks: Pengolahan

AirKotor (Aerobik dan Anaerobik) 27 th February 2011 Latar Belakang Jika kita mengamati sungai di daerah perkotaan, seringkali kotor dan berbau tidak sedap. Hal ituterjadi karena banyaknya sampah atau limbah yang dibuang ke saluran air dan akhirnya masuk kesungai. Air harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai, sehingga sungainya tetap bersihdan dapat digunakan untuk rekreasi.Para ilmuwan, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dapat menemukan cara untuk mengatasipermasalahan-permasalahan lingkungan yang dapat mengganggu kesejahteraan manusia, salahsatunya dengan cabang ilmu pengetahuan Kimia. Dalam Kimia, terhadap Konsep Redoks yang dapatdigunakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan semacam pengolahan air kotor, dll.Diharapkan dengan diketahuinya kegunaan dari Konsep Redoks, pembaca menjadi termotivasi untukmenemukan resolusi-resolusi baru di ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupansehari-hari dan menyangkut kesejahteraan manusia. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan laporan ini adalah:

Mengetahui tentang fungsi dari konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui salah satu penerapan konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui cara menerapkan konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.

Mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan ilmu murni ke dalam kehidupan sehari-hari.

yaitu red uksi dan oks idasi. Teori Dasar Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi ) adalah istilah yang menjelaskan berubahnyabilangan oksidasi(keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuahreaksi kimia. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transferelektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi.Dapat menerapkan konsep redoks dalam usaha memecahkan permasalahan seharihari. Ia dapat dijelaskan dengan mudahsebagai berikut: Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Konsep Redoks: Pengolahan Air Kotor Oksidasi menjelaskan pelepasan elektronoleh sebuahmolekul. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasikarbonyang menghasilkankarbon dioksida.atom. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan. ataupun ia dapatberupa proses yang kompleks seperti oksidasigulapada tubuh manusia melalui rentetantransfer elektronyang rumit.atau reduksikarbonolehhidrogenmenghasilkanmetana(CH 4 ).atauion.Istilah redoks berasal dari dua konsep.atom.atauion Reduksi menjelaskan penambahan elektronoleh sebuahmolekul. penjelasan di atas tidaklah persisbenar. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi . dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi .

Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk me reduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagaireduktoratau .Cr 2 O 7 2− .klorin.CrO 3 . namun terdapat banyak reaksi yangdiklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut(misalnya yang melibatkan ikatankovalen). Dalam prakteknya.Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsurunsurdengan bilangan oksidasi yang tinggi (sepertiH 2 O 2 . Oksidator dan Reduktor Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk meng oksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagaioksidatoratau agen oksidasi . Oksidator melepaskan elektron darisenyawa lain.Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahanmuatan formal( formal charge ) dikenal sebagaireaksi metatesis.sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebihdengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnyaoksigen.OsO 4 )atau senyawa-senyawa yang sangatelektronegatif.danbromin). sehingga dirinya sendiri tereduksi.transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi.MnO 4 − ..fluorin. ia juga disebutsebagaipenerima elektron. Oleh karena ia "menerima" elektron.

Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Na. Sehingga dalam reaksi. ia jugadisebut sebagaipenderma elektron. reduktor mentransfer elektronnya keoksidator. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuahreaksi disebut sebagai pasangan redoks . Reduktor melepaskan elektronnya kesenyawa lain. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya. misalnya NaBH 4 dan LiAlH 4 ). Contoh-contoh Reaksi Redoks Salah satu contoh reaksi redoks adalah antarahidrogendanfluorin: Kita dapat menulis keseluruhan reaksi ini sebagai dua reaksi setengah: reaksi oksidasi Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Konsep Redoks: Pengolahan Air Kotor .terutama dalam reduksi senyawa-senyawakarbonilmenjadialkohol. Reduktor jenus lainnya adalah reagentransfer hidrida . Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbonkarbon.agen reduksi . reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalamkimiaorganik. sehingga ia sendiri teroksidasi.Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H 2 ) dengankatalispaladium.Unsurunsurlogamseperti Li. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Zn. dan Al dapat digunakan sebagai reduktor.Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah. dan oksidatormendapatkan elektron dan tereduksi. Mg.atau nikel.platinum. reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi. Fe.

dan reaksi reduksiPenganalisaan masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas. . Aki. di mana di dalamnya berlangsung reaksi redoks. dan asam sulfat sebagai elektrolitnya. Limbah pabrik tahu masih banyak mengandung protein dapatdimanfaatkan sebagai media untuk pertumbuhan mikroba misalnya untuk produksi ProteinSel Tunggal/PST atau untuk alga. Contohnya : limbah dari pabrik gula yaitu tetes. Pada reaksi diatas. Limbah Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan/atau proses produksi. Reaksi peruraian olehmikroorganisme juga merupakan reaksi redoks. sebagai contoh terdiri dari logam timbel (Pb) sebagai anode. termasuk di sini limbah B3. Aki dan berbagai jenis bateraimenggunakan reaksi redoks sebagai sumber listrik. Limbah yang memiliki nilai ekonomis limbah yang dengan proses lebih lanjut/diolah dapatmemberikan nilai tambah. jumlah elektron yangberlebihan pada reaksi oksidasi haruslah sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi. Baterai terdiri dari suatu oksidator dan suatureduktor serta suatu elektrolit. Reaksi pembakarandan perkaratan logam merupakan contoh reaksi redoks yang terjadi dalam keseharian kita.Limbah dapat dibedakan berdasarkan nilai ekonomisnya dapat digolongkan dalam 2 golongan yaitu :1. dapat dipakaisebagai bahan baku pabrik alkohol.oksida timbel (PbO 2 ) sebagai katode. ampas tebunya dapat dijadikan bubur pulp dan dipakaiuntuk pabrik kertas. bahkan dalam bentuk molekul.Unsur-unsur. elektron-elektron yang terlibat akan salingmengurangi:Dan ion-ion akan bergabung membentukhidrogen fluorida: Konsep elektrolit dan redoks terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan industri.Karena tidak terdapat perbuahan total muatan selama reaksi redoks. Di dalamtubuh kita terkandung berbagai jenis elektrolit. misalnya Chlorella sp. Reaksi peruraian oleh mikroorganisme dinamakan Bioremediasi dan akan dijelaskan lebih lanjut pada penjelasan selanjutnya. sedangkan fluorin tereduksi daribilangan oksidasi 0 menjadi -1. hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1. sering kali memiliki bilangan oksidasi nol.Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan.yaitu dalam metabolisme dan hantaran signal oleh sel syaraf.

Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Konsep Redoks: Pengolahan Air Kotor 2. dapat didegradasi. pengolahan limbah ini sifatnya untuk mempermudah sistem pembuangan. tidak dapat didegradasi contoh plastik. bubur yangberasal dari sisa kegiatan dan atau proses pengolahan.2. Limbah padatdibagi 2. . limbah dari pabrik gula berupa bagase.Berdasarkan sifatnya limbah dapat dibedakan menjadi :1. limbah dari industri pengolahan unggas. dan lain-lain. Limbah non ekonomis limbah yang tidak akan memberikan nilai tambah walaupun sudahdiolah. potongan logam. limbah dari pabrikpengalengan jamur. lumpur.Contohnya:limbah pabrik tekstil yang biasanya terutama berupa zatzat pewarna. kaca.b. onggok. yaitu :a. Contohnya : limbah dari pabriktapioka yang berupa onggok. Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan. contohnya sampah bahan organik. tekstil. .

Saat bioremediasi terjadi. biotransformasi berujung padabiodegradasi. yang biasanya dihubungkandengan kegiatan industri. Bidang bioremediasi saat ini telah didukung oleh pengetahuan yang lebihbaik mengenai bagaimana polutan dapat didegradasi oleh mikroorganisme. dan lain-lain. Karakterisasi dari gen-gen yang bersangkutandapat meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimanamikroba-mikroba memodifikasipolutan beracun menjadi tidak berbahaya. dan kemampuan untuk meningkatkan bioremediasi melaluiteknologigenetik. limbahdari industri pengolahan susu.Teknologi genetik molekular sangat penting untuk mengidentifikasigen-genyang mengkodeenzimyang terkait pada bioremediasi.petroleum hidrokarbon. Yang termasuk dalam polutanpolutan ini antara lain logam-logam berat. dan akhirnya menjadimetabolityangtidak berbahaya dan tidak beracun.Contohnya antara lain : Limbah dari pabrik tahu dan tempe yang banyak mengandungprotein. Saat ini.dan senyawasenyawa organik terhalogenasi sepertipestisida. Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakanmikroorganismeuntuk mengurangi polutanyang sedang diujicobakan.Limbah Cair adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud cair. Bakteri tersebut tumbuh lebih cepat jika dibandingkanbakteri-bakteri jenis lain yang alami atau bukan yang diciptakan di laboratorium yang telah Pemecahan Masalah Lingkungan dengan Konsep Redoks: Pengolahan Air Kotor . Bakteri ini dapat mengoksidasisenyawahidrokarbonyang umumnya ditemukan pada minyak bumi.dimanapolutan beracun terdegradasi.Strainatau jenis mikroba rekombinan yang diciptakan di laboratorium dapat lebih efisien dalammengurangi polutan.Sejak tahun 1900an.enzim-enzimyang diproduksi olehmikroorganismememodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut.3. Limbah gas/asap adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud gas/asap. sebuah peristiwa yang disebutbiotransformasi.herbisida. Mikroorganisme rekombinan yang diciptakan dan pertama kali dipatenkanadalahbakteri"pemakan minyak". strukturnya menjadi tidak kompleks.Contohnya : limbah dari pabrik semen Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaanmikroorganismeuntuk mengurangipolutandi lingkungan. bioremediasi telah berkembang pada perawatan limbah buangan yangberbahaya (senyawa-senyawa kimia yang sulit untuk didegradasi). orang-orang sudah menggunakanmikroorganismeuntuk mengolah air padasaluran air. identifikasi jenis-jenismikrobayang baru dan bermanfaat.Pada banyak kasus.

penemuan tersebut belum berhasil dikomersialkan karena strainrekombinan ini hanya dapat mengurai komponen berbahaya dengan jumlah yang terbatas. jumlah sumber nutrien2. Akan tetapi. Straininipun belum mampu untuk mendegradasi komponenkomponen molekular yang lebih berat yangcenderung bertahan di lingkungan. Alat dan BahanKonsep Pengolahan Dalam usaha pengolahan air kotor/limbah. danapakah aman saat mikroorganisme itu dilepaskan ke lingkungan. Para ilmuwan belum sepenuhnyamengerti seluruh mekanisme yang terkait dalam bioremediasi. pendekatan itu membutuhkan penelitian yang hatihati berkaitan denganmikroorganisme rekombinan tersebut. ditambahkan ke dalam air atau tanah yangtercemar untuk memperkuat pertumbuhan dan aktivitasbakteriremediasi yang telah ada didalam air atau tanah tersebut. jumlah oksigenContoh dari proses pengolahan limbah secara aerobik antara lain : . Bioaugmentasi Mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu ditambahkanke dalam air atau tanah yang tercemar. Namun ada beberapa hambatan yang ditemuiketika cara ini digunakan. dalam bentuk cair atau gas. Jenis-jenis Bioremediasi Jenis-jenis bioremediasi adalah sebagai berikut: Biostimulasi Nutrien dan oksigen. dan mikroorganisme yangdilepaskan ke lingkungan yang asing kemungkinan sulit untuk beradaptasi.Di masa yang akan datang. Penguraian dilakukan terutamadilakukan oleh bakteri dan hal ini dipengaruhi oleh :1.diujicobakan. Bioremediasi Intrinsik Bioremediasi jenis ini terjadi secara alami di dalam air atau tanah yang tercemar. Cara ini yang paling sering digunakan dalammenghilangkan kontaminasi di suatu tempat.mikroorganismerekombinan dapat menyediakan cara yangefektif untuk mengurangi senyawa-senyawa kimiawi yang berbahaya di lingkungan kita. yang pertama secara AEROBIK dan ANAEROBIK. apakah efektif dalam mengurangi polutan. dapat digunakan dengan dua cara. Sangat sulit untuk mengontrol kondisi situs yang tercemar agarmikroorganismedapat berkembang dengan optimal.Bagaimanapun. Secara Aerobik Prinsip pengolahan secara aerobik adalah menguraikan secara sempurna senyawa organik yangberasal dari buangan di dalam periode waktu yang relatif singkat.

.   3 / 13 Leave a Comment 0c4699804566af json Submit Characters: 400 0c4699804566af json Submit Characters: .. Penerapan Konsep Redoks Pengolahan Air Kotor 2.859 Reads More Info Download or Print .

6889 From Ali_M_Akbar_7218 Next .Uploaded by Dina Puspita Sari 0 inShare      Embed Doc Copy Link Readcast Add To Collection Comments Related Documents 5 p. 6889 From Ali_M_Akbar_7218 13 p. teri From Aang Gunaifi 13 p.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful