P. 1
Pemutusan hubungan kerja

Pemutusan hubungan kerja

|Views: 85|Likes:
Published by De Sambas

More info:

Published by: De Sambas on Mar 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2012

pdf

text

original

Pemutusan hubungan kerja (PHK

)
Dari HukumPedia
Langsung ke: navigasi, cari <imagemap>: gambar tidak sah atau tidak ditemukan Terminate (employment) PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. Apabila kita mendengar istilah PHK, yang biasa terlintas adalah pemecatan sepihak oleh pihak pengusaha karena kesalahan pekerja. Karenanya, selama ini singkatan ini memiliki konotasi negatif. Padahal, kalau kita tilik definisi di atas yang diambil dari UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dijelaskan PHK dapat terjadi karena bermacam sebab. Intinya tidak persis sama dengan pengertian dipecat. Tergantung alasannya, PHK mungkin membutuhkan penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI) mungkin juga tidak. Meski begitu, dalam praktek tidak semua PHK yang butuh penetapan dilaporkan kepada instansi ketenagakerjaan, baik karena tidak perlu ada penetapan, PHK tidak berujung sengketa hukum, atau karena pekerja tidak mengetahui hak mereka. Sebelum Pengadilan Hubungan Industrial berdiri pada 2006, perselisihan hubungan Industrial masih ditangani pemerintah lewat Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) dan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D) serta Pengadilan Tata Usaha Negara.

Daftar isi
[sembunyikan]
   

1 Pekerja kontrak dan tetap 2 Alasan/sebab PHK 3 PHK Sukarela 4 PHK Tidak Sukarela o 4.1 a. PHK oleh Pengusaha  4.1.1 • Kesalahan Berat (eks Pasal 158) o 4.2 b. Permohonan PHK oleh Pekerja o 4.3 c. PHK oleh Hakim o 4.4 d. PHK karena Peraturan Perundang-undangan 5 Mekanisme PHK

Kasasi (Mahkamah Agung) 7 Kompensasi PHK 8 Alasan PHK dan Hak Atas Pesangon o 8.karena perusahaan rugi.2. tidak lulus masa percobaan hingga perusahaan pailit.2 2. force majeure. Pengadilan Hubungan Industrial  6. dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima pekerja.1 1.1. atau peraturan perusahaan Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran pengusaha Pekerja menerima PHK meski bukan karena kesalahannya Pernikahan antar pekerja (jika diatur oleh perusahaan) PHK mMassal . Sedangkan bagi pekerja tetap. perjanjian kerja bersama. Perlu dicatat.   6 Perselisihan PHK o 6.1.4 4. Konsiliasi  6. Perundingan Bipartit  6.1.1. Alasan/sebab PHK Terdapat bermacam-masam alasan PHK.2 b.1.2.1 a. dan atau uang penghargaan masa kerja. diatur soal wajib tidaknya pengusaha memberi kompensasi atas PHK tersebut.3 3. Peleburan. Mediasi  6.1. perubahan status Perusahaan pailit Pekerja meninggal dunia Pekerja mangkir 5 hari atau lebih dan telah dipanggil 2 kali secara patut Pekerja sakit berkepanjangan . atau melakukan efisiensi. pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon.1. Arbitrase  6. penggabungan.1 Contoh Pekerja kontrak dan tetap Pengaturan kompensasi PHK berbeda untuk pekerja kontrak (terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu-PKWT) dan pekerja tetap (terikat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu-PKWTT).3 c. Pekerja dengan kontrak mungkin menerima pesangon bila diatur dalam perjanjiannya. Selain itu:             Selesainya PKWT Pekerja melakukan kesalahan berat Pekerja melanggar perjanjian kerja.1 Penyelesaian Perselisihan PHK  6. dari mulai pekerja mengundurkan diri. pihak yang memutuskan kontrak diperintahkan membayar sisa nilai kontrak tersebut. Dalam PHK terhadap pekerja tetap. Dalam hal kontrak. Perundingan Tripartit  6.2. kewajiban ini hanya berlaku bagi pengusaha yang melakukan PHK terhadap pekerja untuk waktu tidak tertentu.

pengunduran diri kadang diminta oleh pihak pengusaha. (ii) tidak ada ikatan dinas. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. dan ketiga secara berturut-turut. berhenti dengan alasan pribadi. Hal ini tergantung besarnya tingkat kesalahan. Tidak semua kesalahan dapat berakibat pemecatan. kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja. PHK Tidak Sukarela a. setelah sebelumnya kepada pekerja diberikan surat peringatan pertama. Namun dalam praktik. antara lain rendahnya performa kerja. pengunduran diri yang tidak sepenuhnya sukarela ini merupakan solusi terbaik bagi pekerja maupun pengusaha. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. pekerja harus memenuhi syarat: (i) mengajukan permohonan selambatnya 30 hari sebelumnya. Untuk biaya perumahan terdapat silang pendapat antara pekerja dan pengusaha. terkait apakah pekerja yang mengundurkan diri berhak atas 15% dari uang pesangon dan penghargaan masa kerja. Ini. reputasi pekerja tetap terjaga. Surat peringatan masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan. Untuk mengundurkan diri. Kadang kala. dan lain-lain. seperti pindah ke tempat lain. Pekerja yang mengajukan pengunduran diri hanya berhak atas kompensasi seperti sisa cuti yang masih ada. Pengusaha dan pekerja juga dapat membahas besaran pesangon yang disepakati. Undang-undang melarang pengusaha memaksa pekerjanya untuk mengundurkan diri. Disatu sisi. peraturan perusahaan atau kebijakankebijakan lain yang dikeluarkan pengusaha. Pekerja memasuki usia pensiun PHK Sukarela Pekerja dapat mengajukan pengunduran diri kepada pengusaha secara tertulis tanpa paksaan/intimidasi. dll sesuai Pasal 156 (4). melakukan pelanggaran perjanjian kerja. biaya perumahan serta pengobatan dan perawatan. . Pekerja mungkin mendapatakan lebih bila diatur lain lewat perjanjian. PHK oleh Pengusaha Seseorang dapat dipecat (PHK tidak sukarela) karena bermacam hal. Terdapat berbagai macam alasan pengunduran diri. Disisi lain pengusaha tidak perlu mengeluarkan pesangon lebih besar apabila pengusaha harus melakukan PHK tanpa ada persetujuan pekerja. Pengusaha dimungkinkan memPHK pekerjanya dalam hal pekerja melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja. (iii) tetap melaksanakan kewajiban sampai mengundurkan diri. kedua.

Berdasarkan asas praduga tak bersalah. • Kesalahan Berat (eks Pasal 158) Semenjak Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Pasal 158 UU Ketenagakerjaan inkonstitusional. atau di dalam jam kerja atas kesepakatan pengusaha. dan dalam ketiga aturan tersebut. maupun PHK terjadi karena keadaan diluar kuasa pengusaha (force majeure). melakukan penipuan. kecuali telah diatur dalam PK. atau PKB. atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan. f. pengusaha baru dapat melakukan PHK apabila pekerja terbukti melakukan kesalahan berat yang termasuk tindak pidana. sakit akibat kecelakaan kerja. b. atau menyusui bayinya. Tak lupa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya. e. suku. Misalnya bila perusahaan memutuskan melakukan efisiensi. menjadi anggota dan/atau pengurus serikat pekerja. atau status perkawinan. c. melahirkan. kondisi fisik. gugur kandungan. pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus. mabuk. PP. meminum minuman keras yang memabukkan. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan. memakai dan/atau mengedarkan . pekerja mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja lainnya di dalam satu perusahaan. pencurian. warna kulit. jenis kelamin. pemecatan mungkin dilakukan karena alasan lain. Yang termasuk kesalahan berat ialah: a. Selain karena kesalahan pekerja. golongan. peraturan perusahaan (PP).Pengusaha dapat memberikan surat peringatan kepada pekerja untuk berbagai pelanggaran dan menentukan sanksi yang layak tergantung jenis pelanggaran. Undang-Undang tegas melarang pengusaha melakukan PHK dengan alasan: a. i. pekerja perempuan hamil. atau terhadap perbuatan tertentu langsung memPHK. penggabungan atau peleburan. Depnaker mengeluarkan surat edaran yang berusaha memberikan penjelasan tentang akibat putusan tersebut. atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan. atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam PK. h. d. j. b. pailit. Hal ini dengan catatan hal tersebut diatur dalam perjanjian kerja (PK). pekerja yang mengadukan pengusaha kepada yang berwajib mengenai perbuatan pengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan. agama. pekerja dalam keadaan cacat tetap. maka pengusaha tidak lagi dapat langsung melakukan PHK apabila ada dugaan pekerja melakukan kesalahan berat. g. atau perjanjian kerja bersama (PKB). Atas putusan MK ini. disebutkan secara jelas jenis pelanggaran yang dapat mengakibatkan PHK. atau PKB. pekerja melakukan kegiatan serikat pekerja di luar jam kerja. pekerja mendirikan. karena perbedaan paham. pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PP. dalam keadaan merugi. Pengusaha dimungkinkan juga mengeluarkan misalnya SP 3 secara langsung. c. aliran politik. pekerja menikah.

keselamatan. dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja. PHK hanya dapat dilakukan oleh pengusaha setelah memperoleh penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI). atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja. membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara. (v) memerintahkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan. Perusahaan yang pailit. Meski begitu dlama praktek force majeure sering dijadikan alasan pengusaha untuk mem-PHK pekerjanya. d. Apabila hakim memandang hubungan kerja tidak lagi kondusif dan tidak mungkin dipertahankan maka hakim dapat melakukan PHK yang berlaku sejak putusan dibacakan. melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. kesehatan. (vi) memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa. d. (iv) tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja. Mekanisme PHK Pekerja. pengusaha dan pemerintah wajib untuk melakukan segala upaya untuk menghindari PHK. (iii) tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3 bulan berturut-turut atau lebih. b. PHK oleh Hakim PHK dapat pula terjadi karena putusan hakim. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja. Apabila tidak ada kesepakatan antara pengusaha pekerja/serikatnya. menyerang. menghina secara kasar atau mengancam pekerja. dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja. PHK karena Peraturan Perundang-undangan Pekerja yang meninggal dunia. psikotropika. g.dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. dan kesusilaan pekerja/buruh sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada perjanjian kerja.narkotika. menganiaya. Permohonan PHK oleh Pekerja Pekerja juga berhak untuk mengajukan permohonan PHK ke LPPHI bila pengusaha melakukan perbuatan seperti (i) menganiaya. c. (ii) membujuk dan/atau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. h. f. dan force majeure merupakan alasan PHK diluar keinginan para pihak. e. mengancam. atau i. .

pekerja meninggal dunia. e. Perundingan Bipartit Perundingan Bipartit adalah forum perundingan dua kaki antar pengusaha dan pekerja atau serikatpe kerja. perselisihan kepentingan dan perselisihan antar serikat pekerja. atau d. ialah untuk menghindari kemungkinan slah satu pihak ingkar. Dalam perundingan ini. Perselisihan PHK antara lain mengenai sah atau tidaknya alasan PHK. Perselisihan PHK timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat antara pekerja dan pengusaha mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan salah satu pihak. secara tertulis atas kemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan/intimidasi dari pengusaha. 1.Selain karena pengunduran diri dan hal-hal tertentu dibawah ini. pekerja mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian kerja. Perselisihan PHK Perselisihan PHK termasuk kategori perselisihan hubungan industrial bersama perselisihan hak. harus dibuat risalah yang ditandatangai para Pihak. isi risalah diatur dalam Pasal 6 Ayat 2 UU PPHI. Sambil menunggu penetapan. dengan tetap membayar hak-hak pekerja. dan besaran kompensasi atas PHK. c. bilamana telah dipersyaratkan secara tertulis sebelumnya. berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pertama kali. perjanjian kerja bersama. sebagai langkah awal dalam penyelesaian perselisihan. pekerja masih dalam masa percobaan kerja. Perlkunya menddaftarkan perjanjian bersama. Kemudian Perjanjian Bersama ini didaftarkan pada PHI wilayah oleh para pihak ditempat Perjanjian Bersama dilakukan. Hal-hal tersebut adalah : a. Pekerja ditahan f. b. atau peraturan perundang-undangan. pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri. Bila hal ini terjadi. Apabila tercapai kesepakatan maka Para pihak membuat Perjanjian Bersama yang mereka tandatangani. pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan eksekusi. Kedua belah pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan dalam penyelesaian masalah mereka. PHK harus dilakukan melalui penetapan Lembaga Penyelesaian Hubungan Industrial (LPPHI). Pengusaha tidak terbukti melakukan pelanggaran yang dituduhkan pekerja melakukan permohonan PHK Selama belum ada penetapan dari LPPHI. Penyelesaian Perselisihan PHK Mekanisme perselisihan PHK beragam dan berjenjang. . pekerja dan pengusaha harus tetap melaksanakan segala kewajibannya. pengusaha dapat melakukan skorsing. peraturan perusahaan.

Bila tidak dicapai kesepakatan. termasuk perselisihan PHK. Tugas pengadilan ini antara lain mengadili perkara perselisihan hubungan industrial. untuk diputus. terdapat tiga forum penyelesaian yang dapat dipilih oleh para pihak: a. Konsiliasi Forum Konsiliasi dipimpin oleh konsiliator yang ditunjuk oleh para pihak. 2. Selain mengadili Perselisihan PHK. Karena adanya kewajiban membayar arbiter. mekanisme arbitrase kurang populer. Dinas tenagakerja kemudian menunjuk mediator. Kompensasi PHK . Bila tidak dicapai kesepakatan. Nantinya. maka pekerja dan pengusaha mungkin harus menghadapi prosedur penyelesaian yang panjang melalui Perundingan Tripartit. Kasasi (Mahkamah Agung) Pihak yang menolak Putusan PHI soal Perselisihan PHK dapat langsung mengajukan kasasi (tidak melalui banding) atas perkara tersebut ke Mahkamah Agung. putusan arbitrase mengikat para pihak. Pengadilan ini untuk pertamakalinya didirikan di tiap ibukota provinsi. PHI juga akan didirikan di tiap kabupaten/ kota. 3. Seperti mediator. Konsiliator juga mengeluarkan produk berupa anjuran. agar tercipta kesepakatan antar keduanya. serta menerima permohonan dan melakukan eksekusi terhadap Perjanjian Bersama yang dilanggar. agar tercipta kesepakatan antar keduanya. Konsiliator berusaha mendamaikan para pihak. Perundingan Tripartit Dalam pengaturan UUK. dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). (ii) perselisihan kepentingan dan (iii) perselisihan antar serikat pekerja. c. mediator akan mengeluarkan anjuran. Mediator berusaha mendamaikan para pihak. Satu-satunya langkah bagi pihak yang menolak putusan tersebut ialah permohonan Pembatalan ke Mahkamah Agung. Dalam hal tercipta kesepakatan para pihak membuta perjanjian bersama dengan disaksikan oleh mediator. Arbitrase Lain dengan produk Mediasi dan Konsiliasi yang berupa anjuran dan tidak mengikat. b.Apabila gagal dicapai kesepakatan. Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) mengadili jenis perselisihan lainnya: (i)Perselisihan yang timbul akibat adanya perselisihan hak. Pengadilan Hubungan Industrial Pihak yang menolak anjuran mediator/konsiliator. Mediasi Forum Mediasi difasilitasi oleh institusi ketenagakerjaan. 4.

Perhitungan uang penghargaan masa kerja (UPMK) ditetapkan sebagai berikut : Masa Kerja UPMK         masa kerja 3 .Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja.9 tahun 3 (tiga) bulan upah. UPMK. masa kerja 5 . 9 (sembilan) bulan upah. Alasan PHK dan Hak Atas Pesangon Besaran Perkalian pesangon. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.15 tahun 5 (lima) bulan upah.18 tahun 6 (enam) bulan upah. masa kerja 12 .3 tahun.12 tahun 4 (empat) bulan upah. Perhitungan uang pesangon (UP) paling sedikit sebagai berikut : Masa Kerja Uang Pesangon          masa kerja kurang dari 1 tahun. masa kerja 4 . masa kerja 21 .4 tahun 4 (empat) bulan upah. masa kerja 2 .2 tahun. masa kerja 18 . biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja. tergantung alasan PHKnya. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. 3 (tiga) bulan upah.6 tahun 6 (enam) bulan upah. d. UP.21 tahun 7 (tujuh) bulan upah. masa kerja 1 . hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja. masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan upah Uang penggantian hak yang seharusnya diterima (UPH) meliputi : a. Besaran Pesangon tergantung alasan PHK sebagai berikut: Alasan PHK Besaran Kompensasi Mengundurkan diri (kemauan sendiri) -Berhak atas UPH . pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon (UP) dan atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) dan uang penggantian hak (UPH) yang seharusnya diterima. Besaran Pesangon dapat ditambah tapi tidak boleh dikurangi.5 tahun 5 (lima) bulan upah.7 tahun 7 (tujuh) bulan upah. masa kerja 9 . masa kerja 7 – 8 tahun 8 (delapan) bulan upah. masa kerja 6 .6 tahun 2 (dua) bulan upah. masa kerja 15 . c. dan UPH dihitung berdasarkan upah karyawan dan masa kerjanya. 2 (dua) bulan upah.24 tahun 8 (delapan) bulan upah. masa kerja 6 . masa kerja 3 . masa kerja 8 tahun atau lebih. 1 (satu) bulan upah. b.

1 kali UPMK dan UPH Pekerja ditahan dan diputuskan bersalah . 1 kali UPMK.Tergantung kesepakatan Pernikahan antar pekerja (jika diatur oleh perusahaan) .1 kali UP.2 kali UP.000.2 kali UP..000 x1x 4= 12.2 kali UP.1 kali UPMK dan UPH Contoh A yang tinggal di jakarta telah bekerja selama sepuluh tahun di PT B yang juga berdomisili di Jakarta.850. dan UPH Peleburan.x 1x9 = 27.Tidak lulus masa percobaan -Tidak berhak kompensasi Selesainya PKWT -Tidak Berhak atas Kompensasi Pekerja melakukan kesalahan berat .000.850. karena masa kerja 10 tahun UPH = 15% (uang penggantian perumahan dan pengobatan) x (27 juta +12 juta) =Rp5.000 = 44.Sesuai Pasal 167 UU 13/2003 Pekerja ditahan dan tidak dapat melakukan pekerjaan (setelah 6 bulan).000 + 5. atau Peraturan Perusahaan.000. 1 kali UPMK.(tiga juta kali 4 bulan upah. (3 juta Dikali 1 UP (karena melanggar Perjanjan kerja) dikalikan dengan 9 bulan upah) UPMK= Rp3.. Penggabungan. Penggabungan. dan UPH Pekerja meninggal dunia.Berhak atas UPH Pekerja melakukan Pelanggaran Perjanjian Kerja. dan UPH Pekerja memasuki usia pensiun . ia berhak atas kompensasi sebesar: UP = Rp3. perubahan status dan Pekerja tidak mau melanjutkan hubungan kerja1 kali UP. 1 kali UPMK.1 kali UP. 1 kali UPMK. dan UPH PHK Massal karena perusahaan rugi atau force majeure. Maka. dan UPH Pekerja mangkir 5 hari atau lebih dan telah dipanggil 2 kali secara patut .000+ 12.000. 2 kali UPMK. 1 kali UPMK.000. dan UPH Peleburan. dan UPH PHK Massal karena Perusahaan melakukan efisiensi. Perjanjian Kerja Bersama.- . 1 kali UPMK.UPH dan Uang pisah Pekerja sakit berkepanjangan atau karena kecelakaan kerja (setelah 12 bulan) .000. Ia kemudian di PHK perusahaannya karena melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja.000. perubahan status dan Pengusaha tidak mau melanjutkan hubungan kerja . dengan upah Rp 3 juta per bulan.850. dan UPH Pekerja menerima PHK meski bukan karena kesalahannya.Total Kompensasi = UP + UPMK + UPH 27.000.2 kali UP.2 kali UP. 1 kali UPMK.000. dan UPH Perusahaan pailit .1 kali UP. 1 kali UPMK. 1 kali UPMK.000.1 kali UP. . dan UPH Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran pengusaha .000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->