TINJAUAN PUSTAKA

Serum Darah Hewan

Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi, terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. Akan tetapi bila di biarkan agak lama, gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum. Pada intinya serum adalah plasma dikurangi fibrinogen dan faktor-faktor penggumpalan darah, serum darah hewan terdiri dari air sebanyak 92% dan zat-zat lain sebanyak 8% (Frandson, 1981). Plasma adalah bagian dari darah, merupakan suatu larutan yang luar biasa mengandung banyak sekali ion, molekul anorganik dan molekul organik yang sedang diangkut ke berbagai bagian tubuh atau membantu transport zat-zat lain. Plasma adalah darah di tambah fibrinogen, plasma mengandung gas, glukosa, lemak, subtansi non protein, nitrogen, enzim, hormon, vitamin, dan pigmen. Protein plasma terdiri dari 90% air dan 10% zat padat. Bahan padat ini terdiri dari 7% protein yang meliputi antibodi, phospolipida cholesterol, glukosa, enzim sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari P, Na, Ca, K, Mg, Fe, dan HC03 (Ganong, 2003). Menurut Dukes (1955), komposisi serum darah hewan sangat kompleks dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu (1) air, (2) oksigen, karbondioksida, dan nitrogen (3) protein, lesitin, albumin, dan fibrinogen (4) laktosa, piruvat (5) lipida, lesitin, kolesterol. Selain itu juga mengandung hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang terkandung dalam serum darah disebabkan karena darah dipompa

H. Bahan Organik = 56. Berdasarkan kecepatan reaksi dekomposisi. dan O mulai dari bentuk gula sederhana sampai selulosa. menyerap sari-sari makanan dari dinding usus halus. dan protein sederhana. K = 0.2000.9590 dan komponen serum darah ayam antara lain yaitu N = 0. Sumber dan komposisi bahan organik yang telah dikemukakan sangat menentukan kecepatan dekomposisi dan senyawa yang dihasilkannya. P. karena hal ini di pengaruhi oleh macam pakan hewannya. dan Kadar Air = 89.3040. S. Kandungan protein atau mineral di dalam serum darah dari berbagai hewan berlainan baik kualitas dan kuantitasnya. Lemak merupakan gliserida dan asam lemak seperti butirat. P = 0.2760.930% (Dukes dalam Rahayu. Kadar Air = 93. zat pati.0098. C-Organik = 3. P = 0.4800. Lignin yang juga ditemukan dalam jaringan tua juga tersusun dari C. Hemi selulosa merupakan senyawa yang berada di antara cepat dan lambat didekomposisikan. beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali ke jantung lagi.1400. stearat. H. gula. 2002). O. C-Organik = 5. Adapun kandungan unsur hara yang dimiliki dalam komponen serum darah sapi antara lain (mg/100gr) yaitu N = 0.1000.0058. hemi . oleat dan lain-lain. dan O dalam bentuk struktur lingkaran.0145. Karbohidrat tersusun dari C. protein kasar. Protein merupakan senyawa paling kompleks yang tersusun dari C. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh hewan akan di saring oleh ginjal. Bahan Organik = 9. Pada serum juga terdapat bermacam-macam protein dan mineral yang merupakan sumber unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. H. salah satu filtrat adalah urine.0084.oleh jantung. Fe dan beberapa unsur lainnya. K = 0. bahan organik dapat dikelompokkan menjadi senyawa yang cepat dan yang lambat sekali didekomposisikan. Bahan organik yang cepat didekomposisikan adalah . N.

selulosa. Menurut Guyton (1997). Darah sebagai jaringan pengangkut terbesar. 2007). namun masih banyak yang belum mengetahui apakah sebenarnya hormon itu. dan lain-lain (Hakim. Serum darah ternak dari tempat-tempat pemotongan hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman (Anonim. Ketentuannya. Sejarah . mencegah tekanan osmotik plasma berkurang dari pembuluh kapiler. Serum darah juga merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman adenium. dan unsur mikro ditentukan dalam darah keseluruhan maupun serumnya (Abun. bahan atau organ apa yang menghasilkannya. 1986). hemi selulosa. 2009). kadang-kadang digunakan pada sejumlah eksperimen. Ca dan P anorganik ditentukan dalam serum darah.1997).selulosa. waks. salah satu hara yang terkandung di dalam serum adalah terdapat protein. lignin. Karena dalam kandungan serum. Prinsip dasar albumin memberikan tekanan osmotik larutan. bahwa di dalam protein serum darah hewan terdapat 3 kandungan protein utama yaitu albumin. Unsur globulin di dalamnya terdapat enzim plasma yang berperan terhadap kekebalan dan menghadapi serangan organisme pengganggu (Guyton. Mg. dkk. Na. dan bahan organik lambat sekali didekomposisikan adalah . Evaluasi mineral pakan pada ternak atas dasar kandungan mineral dalam darah. Pupuk organik cair yang diperoleh dari urine mengandung hormon auksin cukup tinggi sehingga baik untuk pupuk sumber zat tumbuh. globulin dan fibrinogen. lemak. Walaupun hormon sudah populer. juga peranan atau pengaruhnya bagi ternak atau tanaman.

dan Halnan. Plasma dan serum darah hewan mengandung 92 % air dan 8 protein. Akhirnya ditemukan pula. minyak. bahwa manusia dan hewan memiliki kelenjar-kelenjar yang fungsinya sama. dan bermacam-macam hasil metabolisme (Marshall. yaitu elemen-elemen seluler. yang terdiri dari eritrosit. enzim. Tetapi volume serum darah hewan lebih dari 50 % dari volume darah keseluruhan. 1946).penelitian berjalan terus dan terbukalah tabir. dan Halnan (1946) bagian darah yang merupakan cairan yang berwarna kekuningan yang jelas terlihat sewaktu sel-sel darah mengendap di dasar tabung. garam-garam.92 %. Plasma dan serum menurut Marshall. kemudian serum darah dan plasma darah dapat dipisahkan dari endapan darahnya. protein 7 %. Mengenai mekanisme kerja . elektrolit. leukosit. lemak. bahwa tumbuhan pun mempunyai hormon sendiri. dalam perkembangan selanjutnya lalu dikenal hormon hewani dan hormon nabati (Rismunandar. glukosa. karbohidrat. 1999). trombosit atau keping darah. tergantung dari jenis hewannya. selama 30 menit. Kini hormon didefenisikan sebagai suatu substansi organik fisiologik yang dibebaskan oleh sel-sel hidup dari suatu daerah terbatas pada organisme yang berdifusi atau diangkut kesuatu lokasi dalam organisme yang sama dimana ia menyebabkan penyesuaian yang cenderung untuk mengintegrasikan bagian-bagian dan fungsi-fungsi komponen-komponen organisme. Selanjutnya dijelaskan bahwa volume serum darah dan plasma darah hewan berkisar 35 % . darah bila disentrifus akan terpisah menjadi dua fraksi yang berbeda. dan hormon. plasma dan serum yang mengandung air 91 % . Untuk memperoleh serum darah dan plasma darah dapat dilakukan dengan cara darah hewan segar dipusingkan dengan kecepatan 3000 kali per menit.50 % dari volume darah keseluruhan.

suhu udara. Hal ini telah diperlihatkan misalnya untuk insulin dalam hal pengangkutan glukosa kedalam sel dalam darah dan untuk hormon STH (somatotropik) dalam pengangkutan asam-asam amino. gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum. Hewan dan tanaman dalam gerak pertumbuhannya bergantung pada faktor ektern dan intern. lemak. serum adalah plasma darah dikurangi fibrinogen dan faktorfaktor penggumpalan darah (Frandson. dan protein menjadi energi atau panas. yang mengubah zat karbohidrat. air dan kelembaban udara. 1981). Akan tetapi bila dibiarkan agak lama. pada tanaman yang lebih tampak adalah faktor ekstern yakni sinar matahari. Timbul pertanyaan apakah ada faktor intern yang ikut berperan dalam kelangsungan pertumbuhan vegetatif tanaman.hormon dalam darah pada hewan atau pun tanaman belum dapat diberikan suatu penjelasan yang gamblang. Ditemukan bahwa sejumlah hormon yang berbeda-beda bekerja pada pengangkutan aktif melalui dinding sel dalam darah. Proses ini disebut metabolisme. Beberapa mekanisme kegiatan hormon telah dikemukakan. Dalam tubuh hewan dan tanaman terjadi proses yang sama untuk mempertahankan hidupnya. 1981). Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi. Perlu disadari bahwa suatu hormon dapat bekerja melalui beberapa mekanisme yang berbeda. Pembentukan hormon auksin . terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. oleh karena itu tidak ada satu mekanisme yang dapat menerangkan semua kegiatan suatu hormon. Pada intinya. Hormon ini adalah suatu hormon penting dilihat dari kerja morfogenetiknya dimana pertumbuhan organisme secara keseluruhan mencerminkan kerja hormon ini (Toelihere.

Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit. Namun sudah lama diketehui. 1999). Protein (bahasa Yunani: proteios) berarti utama (bahasa Inggris: first rank). spheroprotein) merupakan salah satu dari tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. Rumusan umum yaitu: serum = plasma . menstimulasi bagian-bagian tubuh tertentu. juga bukan faktor koagulasi.protein faktor koagulasi. hormon. yang berarti penggerak atau perangsang. Studi yang mempelajari serum disebut serologi. Di dalam darah. meliputi pengertian setiap jenis hormon pada hakikatnya mempunyai daya membangun. Hormon adalah sejenis bahan organik. dan dapat pula digolongkan dalam jenis-jenis zat protein (Rismunandar.1999). Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibrous protein) sehingga dapat . bahwa hormon auksin merupakan sejenis zat protein berbahan baku asam amino (Rismunandar. (bahasa Latin: serum) berarti bagian tetap cair. merupakan suatu proses bikimiawi. Dengan kata lain hormon auksin adalah sejenis bahan organik yang dapat mengatur segala bentuk gejala pertumbuhan tanaman dan dapat aktif di luar titik tumbuhnya dalam jumlah yang sedikit. serum (bahasa Inggris: blood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah. serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen. hormon berfungsi pila sebagai unsur dalam metabolisme zat karbohidrat dan lainnya.dalam tubuh tanaman khususnya dalam titik tumbuh. Serum protein (bahasa Inggris: globular protein. antibodi.fibrinogen . Serum digunakan dalam berbagai uji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah. merangsang. dan semua substansi exogenous. antigen. Perkataan hormon.

piruvat. K. protease inhibitor dan kinin precursor. lipida (lemak. Protein plasma terdiri dari 90 % air dan 10 % zat padat. fibrinogen). nitrogen.9 % bahan organik. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh . dan lain-lain). globulin. Ca. glukosa. fosfolipid kolesterol glukosa. 2010). P.terlarut. Total serum protein dalam darah sekitar 7.8 g/dl atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan: Sirkulasi molekul lipida. kolesterol). magnesium. Cu. vitamin-vitamin. Menurut Suyono. nitrogen). substansi nitrogen non protein. beredar keseluruh tubuh. substansi anorganik (natrium. potasium. Darah dipompa oleh jantung. Komposisi plasma dan serum darah hewan menjadi 8 bagian. dan HCO3. protein. hormon. enzim dan hormon. Bahan padat ini terdiri dari 7 % berbagai macam protein dan 0. fungsional non seluler dalam sistem kekebalan (Wales. menyerap sari-sari makan dari dinding usus halus. Komposisi pada plasma dan serum darah hewan adalah sangat kompleks. lecitin. hormon. yaitu air. vitamin. Bahan padat organik terdiri dari 7 % protein yang meliputi antibodi. dan regulasi aktivitas. kalsium. komponen komplemen. dkk (1994) plasma mengandung beberapa senyawa kimia. Salah satu hormon yang terkandung dalam serum darah hewan adalah merupakan hormon pertumbuhan. protein (albumin. iodin. sulfat. glukosa. Fe. selebihnya adalah bahan anorganik bukan protein. seng. J. karbondioksida. gas. gas (oksigen. lemak. kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali lagi ke jantung. Cl. yaitu : air. laktosa. 1994). mangan. sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari Na. Mg. hormon. enzim. substansi non protein.2 . dan lain-lain (Suyono. pigmen. Enzim. enzim. kobalt. dan pigmen. vitamin dan zat besi. dkk. besi.

dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam. seperti urea. terutama sehabis makan makanan yang berasal dari tumbuhan. Zat-zat selain air yang menyusun komponen 8% dari plasma dalam serum darah dapat dibagi berdasarkan berat molekulnya.000 meliputi glukosa.hewan akan disaring oleh ginjal. mengandung zat pengatur tumbuh. produk buangan metabolik. hormon. 1981). dan gibberellin. yang merupakan 7/8 dari fraksi plasma (7 gram/100 ml). asam amino. 7-8% protein. dan Gatot ( 1985 ) urin mengandung senyawa-senyawa auksin. asam urat dan kretinin. Plasma darah merupakan cair darahan yang didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi yang terdiri dari 90% air.000 gram/molekul adalah protein. lipid. Urin ternyata merupakan suatu substansi yang mengandung auksin yang merupakan hormon pertumbuhan pada tanaman. garam-garam mineral anorganik. Menurut Supriyadi. yang merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. Karena urin mengandung hormon pertumbuhan. Salah satu filtrat oleh ginjal adalah urin. NaCl dan elektrolit lainnya. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah . lipid. sitokinin. Urin hewan. Yang berat molekulnya melebihi 50. dan Gatot. karbohidrat. Ini semua sebanyak 1/8 bagian plasma (Frandson. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial dan dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. sedangkan urin itu sendiri merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. 1985). maka dapat disimpulkan bahwa dalam serum darah hewan juga mengandung hormon pertumbuhan (Supriyadi. yang berat molekulnya kurang dari 50. dan asam amino.

2002). albumin. alfa-globulin. maka globulin disebut juga imunoglobin (IgG). globulin merupakan glikoprotein yang pada pemisahan elektroforesis bergerak paling lambat karena peran sertanya pada reaksi imun. 2010). protein dalam plasma memiliki konsentrasi sekitar 1 mmol/L dengan bantuan elektroforesis dapat dipisahkan menjadi fraksi albumin serta fraksi globulin. albumin dan globulin. karena sebagai protein ia tidak dapat melewati dinding kapiler.dibekukan. Alfa. Gamma-globulin disintesis oleh sel . dan bagian bawah merupakan sel darah merah. Darah hewan setelah dipisahkan dengan sentriuge terdapat bagian atas merupakan serum berwarna kekunung-kuningan (30-50%). globulin 12%.globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol dan bertanggung jawab untuk transpor besi bervalensi tiga dalam plasma. gamma-globulin. Sekitar 56% protein plasma merupakan fraksi albumin. alfa-2. 2globulin sebanyak 10%. 4% adalah 1-globulin. lemak. asam amino. Sementara itu. dan garam (Rahayu. beta-globulin. dan 18% dari jumlah protein plasma merupakan globulin yang diperlukan untuk berbagai fungsi biologik dan mempunyai fungsi transpor khusus untuk kelompok 1. tekanan osmotik koloidnya akan menahan air dalam sirkulasi darah dan peran yang terbesar dilakukan albumin (± 80%) juga mempunyai arti yang besar untuk ikatan protein (Anonim. Protein plasma dalam serum darah hewan terdiri dari dua jenis utama. gula. fibrinogen. urea.dan beta-globulin disintesis dalam hati. Protein plasma juga mempunyai peran yang penting dalam pengaturan distribusi air antara plasma dan ruang interstisial. Dengan demikian. dan gamma. beta-2. Komponen serum darah terdiri atas protein. Jenis-jenis tersebut adalah alfa-1.

dan yang terakhir yaitu fungsi mempertahankan tekanan osmotik.plasma dan limfosit pada saat sel-sel ini dirangsang oleh antigen. fungsi kedua imunitas yakni fraksi gamma globulin dari protein plasma terkait dengan imunitas dan resistensi terhadap penyakit. Ketiga fungsi sebagai bufer. Albumin adalah protein yang melimpah di dalam plasma. asam-asam amino tunggal dan turunannya. Hormon dan enzim efektif dalam darah jumlahnya kecil dan tidak ikut dikonsumsi oleh banyak proses-proses metabolik hewan yang dipengaruhi atau diinisiasinya. Fibrinogen adalah suatu beta-1 globulin yang disintesis di dalam hati. Tetapi kemiripannya hanya sampai disitu. protein plasma membantu mencegah terjadinya perubahan-perubahan besar dalam pH (derajat keasaman atau kebasaan) darah. peptida yang lebih pendek. tetapi apabila terikat dalam protein plasma menjadi terlarut dan karenanya mudah diangkut di dalam plasma. dimana hormon tersebut mungkin memberikan efek-efeknya pada sejumlah jaringan target . hal ini terjadi karena tekanan osmotik tergantung pada jumlah partikel-partikel yang aktif secara osmotis di dalam larutan. Enzim-enzim hampir selalu merupakan protein. Fungsi protein plasma dalam serum darah hewan yaitu pertama sebagai fungsi angkutan yakni banyaknya zat-zat plasma yang tidak larut di dalam air. 1981). dan bukannya massa dari partikel dan jumlah protein dengan berat molekul rendah sangat banyak dibandingkan dengan jumlah protein dengan berat molekul yang tinggi (Frandson. Enzim bisa disintesis dalam sebuah sel untuk berfungsi disana atau mungkin disekresikan kebagian eksterior melalui proses-proses transport aktif dan bahkan seluruh bagian tubuh hewan. sedangkan hormon bisa merupakan protein. yang merupakan protein utama yang dihasilkan oleh hati.

2009). karena pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit. . Hormon memiliki jaringan-jaringan yang berbeda dalam organisme yang sama.250 mm (Rukmana. Hal itu biasanya tidak terjadi pada enzim. tetapi akan lebih baik kalau pH tanahnya 6. Tanah yang demikian harus diolah terlebih dulu sebelum ditanami (Setiadi. tanah harus subur dan kaya akan bahan organik. mengkatalis suatu reaksi tunggal atau jenis reaksi tunggal. Derajat keasaman tanahnya (pH tanah) antara 6. Tanah harus bertekstur remah atau gembur. Hormon memainkan peranan kunci dalam mempertahankan kadarnya sendirin melalui umpan balik negatif yang melibatkan hormon-hormon tropik dan faktor-faktor pelepas dari hipotalamus. hal ini tidak terjadi pada enzim (Fried. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh optimal pada daerah yang mempunyai kisaran suhu udara antara 180 C-270 C. Tanaman cabai rawit tidak menghendaki kelembapan dan curah hujan yang tinggi serta iklim yang basah.5. 2002). dan Hademenos. Enzim umumnya sangat spesifik. Oleh karena ini. tanaman cabai rawit dapat dibudidayakan di dataran rendah (0-200 m dpl) sampai dataran tinggi (> 700 m dpl). Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Rawit Tanaman cabai rawit mempunyai daya adaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh di daerah subtropis dan tropis. 2004). maupun tanah hitam.0.yang berbeda. Kelembapan udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit adalah berkisar antara 50%-80% dengan curah hujan 600 mm. Tanah merupakan tempat tumbuh tanaman.1. Di Indonesia. Walaupun demikian cabai masih dapat di tanam di tanah lempung (berat). tanah agak liat. tanah merah.0-7.

2) dan kadar mineral lapuknya sangat rendah. kandungan fosfor dan kalium rendah serta sangat peka terhadap erosi (Munir.Karakteristik Ultisol Dari semua jenis tanah yang ada di Indonesia. Pencucian . tanah podsolik merah kuning atau Ultisol merupakan yang terluas penyebarannya. 1995).9%).5%). kandungan nitrogen rendah. suhu tinggi dan banyaknya organisme atau biomassa di dalam tanah. Hal ini menyebabkan tanah Ultisol mempunyai kejenuhan basa-basa rendah (kurang dari 355 pada standar pH 8. Kalimantan (29.0%) (Hakim. kejenuhan Al tinggi. Ini berarti Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami pencucian sangat intensif. Tingkat pelapukan dan pembentukan Ultisol berjalan lebih cepat pada daerahdaerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi (seperti halnya Indonesia). Pencucian yang intensif terhadap basa-basa merupakan prasyarat terbentuknya Ultisol. dan Irian Jaya (23. Karena itu Ultisol ini miskin secara kimia dan secara fisik dengan adanya horison B argilik membatasi pertumbuhan dan penetrasi akar tanaman. kapasitas tukar kation rendah (kurang dari 24 me. Proses pembentukan tanah di Indonesia yang beriklim humid berjalan lebih cepat daripada di daerah iklim lain karena gerakan air ke bawah yang terus menerus. kira-kira 30% dari luas daratan Indonesia. 1986). Per 100 gram tanah). Luas penyebaran jenis tanah ini (dari luas masing-masing pulau). dkk. Sulawesi (10.3%). Selain itu Ultisol juga mempunyai kendala kemasaman tanah. Sumatera (43.

2000). sehingga kapasitas tukar kation hanya bergantung pada kandungan bahan organik dan fraksi liat. Dominasi kaolinit pada tanah ini tidak memberi kontribusi pada kapasitas tukar kation tanah.1 me/100g tanah di semua lapisan termasuk rendah. Tekstur tanah Ultisol bervariasi. Kandungan bahan organik lapisan atas yang tipis (8-12 cm) umumnya rendah sampai sedang. Pada tanah Ultisol yang mempunyai horizon kandik. dan pemberian bahan organik (Prasetyo.berjalan sangat lanjut sehingga tanah bereaksi masam dan kejenuhan basa rendah sampai lapisan bawah tanah (Hardjowigeno. sedangkan kandungan bahan organik rendah karena proses dekomposisi berjalan cepat dan sebagian terbawa erosi. Jumlah basa-basa tukar yang rendah. sehingga fraksi lempung tergolong beraktivitas rendah dan daya memegang lengas juga rendah. dkk. peningkatan produktivitas tanah Ultisol dapat dilakukan melalui perbaikan tanah (ameliorasi). 2006). 1985). Kandungan hara pada tanah Ultisol umumnya rendah karena pencucian basa berlangsung intensif. dapat disimpulkan potensi kesuburan alami tanah Ultisol sangat rendah sampai rendah (Subagyo.8). pemupukan. Karena umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah dan fraksi lempungnya . kesuburan alaminya hanya bergantung pada bahan organik di lapisan atas. baik lapisan atas maupun lapisan bawah. Rasio C/N tergolong rendah (5-10). kandungan K-dd hanya berkisar 0-0. Oleh karena itu. Tanah Ultisol memiliki ciri reaksi tanah sangat masam (pH 4. berkisar dari pasiran (sandy) sampai dengan lempungan (clayey).1-4. Kandungan P-potensial yang rendah dan K-potensial yang bervariasi sangat rendah sampai rendah. Fraksi lempung tanah ini umumnya didominasi oleh mineral silikat tipe 1:1 serta oksida dan hidroksida Fe dan Al. dan Suriadikarta.

peningkatan pH akan diikuti oleh peningkatan KTK. Tanah Podsolik atau Ultisol termasuk tanah bermuatan terubahkan (variable charge). sehingga relatif kurang kuat memegang hara tanaman dan karenanya unsur hara mudah tercuci. sehingga nilai KTK dapat berubah bergantung nilai pHnya. . 2009).beraktivitas rendah maka kapasitas tukar kation tanah (KTK) tanah Podsolik juga rendah. lebih mampu mengikat hara K dan tidak mudah tercuci (Madjid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful