TINJAUAN PUSTAKA

Serum Darah Hewan

Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi, terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. Akan tetapi bila di biarkan agak lama, gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum. Pada intinya serum adalah plasma dikurangi fibrinogen dan faktor-faktor penggumpalan darah, serum darah hewan terdiri dari air sebanyak 92% dan zat-zat lain sebanyak 8% (Frandson, 1981). Plasma adalah bagian dari darah, merupakan suatu larutan yang luar biasa mengandung banyak sekali ion, molekul anorganik dan molekul organik yang sedang diangkut ke berbagai bagian tubuh atau membantu transport zat-zat lain. Plasma adalah darah di tambah fibrinogen, plasma mengandung gas, glukosa, lemak, subtansi non protein, nitrogen, enzim, hormon, vitamin, dan pigmen. Protein plasma terdiri dari 90% air dan 10% zat padat. Bahan padat ini terdiri dari 7% protein yang meliputi antibodi, phospolipida cholesterol, glukosa, enzim sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari P, Na, Ca, K, Mg, Fe, dan HC03 (Ganong, 2003). Menurut Dukes (1955), komposisi serum darah hewan sangat kompleks dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu (1) air, (2) oksigen, karbondioksida, dan nitrogen (3) protein, lesitin, albumin, dan fibrinogen (4) laktosa, piruvat (5) lipida, lesitin, kolesterol. Selain itu juga mengandung hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang terkandung dalam serum darah disebabkan karena darah dipompa

stearat. K = 0. C-Organik = 5.0098. zat pati.0145. S. H. gula. dan Kadar Air = 89.2000. protein kasar.0058. Hemi selulosa merupakan senyawa yang berada di antara cepat dan lambat didekomposisikan. Bahan Organik = 56. P = 0. menyerap sari-sari makanan dari dinding usus halus. hemi . dan O mulai dari bentuk gula sederhana sampai selulosa. K = 0. O.oleh jantung. Lignin yang juga ditemukan dalam jaringan tua juga tersusun dari C. salah satu filtrat adalah urine. oleat dan lain-lain. P. Berdasarkan kecepatan reaksi dekomposisi. Pada serum juga terdapat bermacam-macam protein dan mineral yang merupakan sumber unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. dan protein sederhana. Lemak merupakan gliserida dan asam lemak seperti butirat.930% (Dukes dalam Rahayu. bahan organik dapat dikelompokkan menjadi senyawa yang cepat dan yang lambat sekali didekomposisikan. Sumber dan komposisi bahan organik yang telah dikemukakan sangat menentukan kecepatan dekomposisi dan senyawa yang dihasilkannya. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh hewan akan di saring oleh ginjal. 2002).4800. Bahan organik yang cepat didekomposisikan adalah . Protein merupakan senyawa paling kompleks yang tersusun dari C. Kandungan protein atau mineral di dalam serum darah dari berbagai hewan berlainan baik kualitas dan kuantitasnya. Bahan Organik = 9.1000. H. dan O dalam bentuk struktur lingkaran.3040. karena hal ini di pengaruhi oleh macam pakan hewannya.2760. C-Organik = 3. Kadar Air = 93. P = 0. beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali ke jantung lagi. H.9590 dan komponen serum darah ayam antara lain yaitu N = 0.0084. Fe dan beberapa unsur lainnya. N.1400. Karbohidrat tersusun dari C. Adapun kandungan unsur hara yang dimiliki dalam komponen serum darah sapi antara lain (mg/100gr) yaitu N = 0.

2007). Serum darah ternak dari tempat-tempat pemotongan hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman (Anonim. Walaupun hormon sudah populer. Darah sebagai jaringan pengangkut terbesar. Prinsip dasar albumin memberikan tekanan osmotik larutan.1997). bahan atau organ apa yang menghasilkannya. kadang-kadang digunakan pada sejumlah eksperimen. selulosa. bahwa di dalam protein serum darah hewan terdapat 3 kandungan protein utama yaitu albumin. dkk. Serum darah juga merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman adenium. dan bahan organik lambat sekali didekomposisikan adalah .selulosa. 2009). globulin dan fibrinogen. Ca dan P anorganik ditentukan dalam serum darah. Na. lignin. Menurut Guyton (1997). namun masih banyak yang belum mengetahui apakah sebenarnya hormon itu. dan lain-lain (Hakim. hemi selulosa. Sejarah . Ketentuannya. Pupuk organik cair yang diperoleh dari urine mengandung hormon auksin cukup tinggi sehingga baik untuk pupuk sumber zat tumbuh. Karena dalam kandungan serum. dan unsur mikro ditentukan dalam darah keseluruhan maupun serumnya (Abun. lemak. 1986). juga peranan atau pengaruhnya bagi ternak atau tanaman. salah satu hara yang terkandung di dalam serum adalah terdapat protein. waks. mencegah tekanan osmotik plasma berkurang dari pembuluh kapiler. Mg. Evaluasi mineral pakan pada ternak atas dasar kandungan mineral dalam darah. Unsur globulin di dalamnya terdapat enzim plasma yang berperan terhadap kekebalan dan menghadapi serangan organisme pengganggu (Guyton.

Plasma dan serum darah hewan mengandung 92 % air dan 8 protein. garam-garam. tergantung dari jenis hewannya. Selanjutnya dijelaskan bahwa volume serum darah dan plasma darah hewan berkisar 35 % . enzim. bahwa manusia dan hewan memiliki kelenjar-kelenjar yang fungsinya sama. Kini hormon didefenisikan sebagai suatu substansi organik fisiologik yang dibebaskan oleh sel-sel hidup dari suatu daerah terbatas pada organisme yang berdifusi atau diangkut kesuatu lokasi dalam organisme yang sama dimana ia menyebabkan penyesuaian yang cenderung untuk mengintegrasikan bagian-bagian dan fungsi-fungsi komponen-komponen organisme. Untuk memperoleh serum darah dan plasma darah dapat dilakukan dengan cara darah hewan segar dipusingkan dengan kecepatan 3000 kali per menit. elektrolit. leukosit.50 % dari volume darah keseluruhan. yaitu elemen-elemen seluler. Mengenai mekanisme kerja . protein 7 %. dan bermacam-macam hasil metabolisme (Marshall. plasma dan serum yang mengandung air 91 % . karbohidrat. dan hormon.92 %. kemudian serum darah dan plasma darah dapat dipisahkan dari endapan darahnya. darah bila disentrifus akan terpisah menjadi dua fraksi yang berbeda.penelitian berjalan terus dan terbukalah tabir. dalam perkembangan selanjutnya lalu dikenal hormon hewani dan hormon nabati (Rismunandar. selama 30 menit. 1946). yang terdiri dari eritrosit. glukosa. trombosit atau keping darah. dan Halnan. Plasma dan serum menurut Marshall. Akhirnya ditemukan pula. dan Halnan (1946) bagian darah yang merupakan cairan yang berwarna kekuningan yang jelas terlihat sewaktu sel-sel darah mengendap di dasar tabung. 1999). lemak. Tetapi volume serum darah hewan lebih dari 50 % dari volume darah keseluruhan. bahwa tumbuhan pun mempunyai hormon sendiri. minyak.

Ditemukan bahwa sejumlah hormon yang berbeda-beda bekerja pada pengangkutan aktif melalui dinding sel dalam darah. Perlu disadari bahwa suatu hormon dapat bekerja melalui beberapa mekanisme yang berbeda. gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum. 1981). Pembentukan hormon auksin . serum adalah plasma darah dikurangi fibrinogen dan faktorfaktor penggumpalan darah (Frandson.hormon dalam darah pada hewan atau pun tanaman belum dapat diberikan suatu penjelasan yang gamblang. Proses ini disebut metabolisme. Hormon ini adalah suatu hormon penting dilihat dari kerja morfogenetiknya dimana pertumbuhan organisme secara keseluruhan mencerminkan kerja hormon ini (Toelihere. Dalam tubuh hewan dan tanaman terjadi proses yang sama untuk mempertahankan hidupnya. Hal ini telah diperlihatkan misalnya untuk insulin dalam hal pengangkutan glukosa kedalam sel dalam darah dan untuk hormon STH (somatotropik) dalam pengangkutan asam-asam amino. air dan kelembaban udara. Akan tetapi bila dibiarkan agak lama. terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. Beberapa mekanisme kegiatan hormon telah dikemukakan. Pada intinya. dan protein menjadi energi atau panas. Timbul pertanyaan apakah ada faktor intern yang ikut berperan dalam kelangsungan pertumbuhan vegetatif tanaman. lemak. Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi. Hewan dan tanaman dalam gerak pertumbuhannya bergantung pada faktor ektern dan intern. pada tanaman yang lebih tampak adalah faktor ekstern yakni sinar matahari. 1981). oleh karena itu tidak ada satu mekanisme yang dapat menerangkan semua kegiatan suatu hormon. suhu udara. yang mengubah zat karbohidrat.

1999).fibrinogen . Hormon adalah sejenis bahan organik. Serum digunakan dalam berbagai uji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah. Namun sudah lama diketehui. merupakan suatu proses bikimiawi.protein faktor koagulasi. bahwa hormon auksin merupakan sejenis zat protein berbahan baku asam amino (Rismunandar. spheroprotein) merupakan salah satu dari tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. Di dalam darah. dan semua substansi exogenous. Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibrous protein) sehingga dapat . antigen. dan dapat pula digolongkan dalam jenis-jenis zat protein (Rismunandar. juga bukan faktor koagulasi. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit. Dengan kata lain hormon auksin adalah sejenis bahan organik yang dapat mengatur segala bentuk gejala pertumbuhan tanaman dan dapat aktif di luar titik tumbuhnya dalam jumlah yang sedikit. (bahasa Latin: serum) berarti bagian tetap cair. Rumusan umum yaitu: serum = plasma . hormon. 1999). Perkataan hormon. Protein (bahasa Yunani: proteios) berarti utama (bahasa Inggris: first rank). menstimulasi bagian-bagian tubuh tertentu. Studi yang mempelajari serum disebut serologi.dalam tubuh tanaman khususnya dalam titik tumbuh. Serum protein (bahasa Inggris: globular protein. antibodi. merangsang. hormon berfungsi pila sebagai unsur dalam metabolisme zat karbohidrat dan lainnya. yang berarti penggerak atau perangsang. meliputi pengertian setiap jenis hormon pada hakikatnya mempunyai daya membangun. serum (bahasa Inggris: blood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah. serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen.

selebihnya adalah bahan anorganik bukan protein. iodin. seng. kalsium. laktosa. vitamin. dkk (1994) plasma mengandung beberapa senyawa kimia. glukosa. kolesterol). Total serum protein dalam darah sekitar 7. Ca.2 . substansi anorganik (natrium. Salah satu hormon yang terkandung dalam serum darah hewan adalah merupakan hormon pertumbuhan. enzim dan hormon. sulfat. Cu. nitrogen). enzim. dkk. beredar keseluruh tubuh. Bahan padat organik terdiri dari 7 % protein yang meliputi antibodi. protein. dan lain-lain (Suyono. 2010). lipida (lemak. Mg. dan lain-lain). Bahan padat ini terdiri dari 7 % berbagai macam protein dan 0. vitamin dan zat besi. P. lemak. karbondioksida.8 g/dl atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan: Sirkulasi molekul lipida. dan pigmen. gas. Enzim. sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari Na. komponen komplemen. fibrinogen). Fe. piruvat. dan regulasi aktivitas. magnesium. glukosa. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh . Darah dipompa oleh jantung. kobalt. J. Protein plasma terdiri dari 90 % air dan 10 % zat padat. kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali lagi ke jantung. besi. Menurut Suyono. Komposisi pada plasma dan serum darah hewan adalah sangat kompleks. gas (oksigen. yaitu : air. nitrogen. menyerap sari-sari makan dari dinding usus halus. Komposisi plasma dan serum darah hewan menjadi 8 bagian. lecitin. yaitu air.9 % bahan organik. dan HCO3. enzim. substansi non protein. hormon. globulin. hormon. fosfolipid kolesterol glukosa. potasium. fungsional non seluler dalam sistem kekebalan (Wales. protein (albumin. vitamin-vitamin. substansi nitrogen non protein. Cl.terlarut. K. protease inhibitor dan kinin precursor. hormon. mangan. 1994). pigmen.

Menurut Supriyadi. Yang berat molekulnya melebihi 50. seperti urea. Karena urin mengandung hormon pertumbuhan. karbohidrat. Plasma darah merupakan cair darahan yang didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi yang terdiri dari 90% air. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah .000 gram/molekul adalah protein. 1985). hormon. sedangkan urin itu sendiri merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. 1981). yang berat molekulnya kurang dari 50. Ini semua sebanyak 1/8 bagian plasma (Frandson. yang merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. terutama sehabis makan makanan yang berasal dari tumbuhan. garam-garam mineral anorganik. Urin ternyata merupakan suatu substansi yang mengandung auksin yang merupakan hormon pertumbuhan pada tanaman. dan gibberellin. maka dapat disimpulkan bahwa dalam serum darah hewan juga mengandung hormon pertumbuhan (Supriyadi. 7-8% protein. asam urat dan kretinin. asam amino. yang merupakan 7/8 dari fraksi plasma (7 gram/100 ml). lipid. mengandung zat pengatur tumbuh. Zat-zat selain air yang menyusun komponen 8% dari plasma dalam serum darah dapat dibagi berdasarkan berat molekulnya. dan asam amino. sitokinin. dan Gatot ( 1985 ) urin mengandung senyawa-senyawa auksin. produk buangan metabolik. lipid.hewan akan disaring oleh ginjal. dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam. dan Gatot. Salah satu filtrat oleh ginjal adalah urin. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial dan dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Urin hewan.000 meliputi glukosa. NaCl dan elektrolit lainnya.

dan gamma. Darah hewan setelah dipisahkan dengan sentriuge terdapat bagian atas merupakan serum berwarna kekunung-kuningan (30-50%). Sementara itu.dibekukan. globulin 12%. 2globulin sebanyak 10%. fibrinogen. 2002). dan garam (Rahayu. 2010). Alfa. alfa-2. globulin merupakan glikoprotein yang pada pemisahan elektroforesis bergerak paling lambat karena peran sertanya pada reaksi imun. karena sebagai protein ia tidak dapat melewati dinding kapiler. Protein plasma dalam serum darah hewan terdiri dari dua jenis utama. Protein plasma juga mempunyai peran yang penting dalam pengaturan distribusi air antara plasma dan ruang interstisial. albumin. lemak. urea. gula. dan 18% dari jumlah protein plasma merupakan globulin yang diperlukan untuk berbagai fungsi biologik dan mempunyai fungsi transpor khusus untuk kelompok 1. beta-globulin. asam amino. dan bagian bawah merupakan sel darah merah. maka globulin disebut juga imunoglobin (IgG). Dengan demikian. beta-2. 4% adalah 1-globulin. Sekitar 56% protein plasma merupakan fraksi albumin. Gamma-globulin disintesis oleh sel . tekanan osmotik koloidnya akan menahan air dalam sirkulasi darah dan peran yang terbesar dilakukan albumin (± 80%) juga mempunyai arti yang besar untuk ikatan protein (Anonim. albumin dan globulin.globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol dan bertanggung jawab untuk transpor besi bervalensi tiga dalam plasma. alfa-globulin. Komponen serum darah terdiri atas protein. gamma-globulin. protein dalam plasma memiliki konsentrasi sekitar 1 mmol/L dengan bantuan elektroforesis dapat dipisahkan menjadi fraksi albumin serta fraksi globulin.dan beta-globulin disintesis dalam hati. Jenis-jenis tersebut adalah alfa-1.

protein plasma membantu mencegah terjadinya perubahan-perubahan besar dalam pH (derajat keasaman atau kebasaan) darah. 1981). yang merupakan protein utama yang dihasilkan oleh hati. Fibrinogen adalah suatu beta-1 globulin yang disintesis di dalam hati. Tetapi kemiripannya hanya sampai disitu. dan bukannya massa dari partikel dan jumlah protein dengan berat molekul rendah sangat banyak dibandingkan dengan jumlah protein dengan berat molekul yang tinggi (Frandson. Albumin adalah protein yang melimpah di dalam plasma. dan yang terakhir yaitu fungsi mempertahankan tekanan osmotik. Enzim bisa disintesis dalam sebuah sel untuk berfungsi disana atau mungkin disekresikan kebagian eksterior melalui proses-proses transport aktif dan bahkan seluruh bagian tubuh hewan. asam-asam amino tunggal dan turunannya. Fungsi protein plasma dalam serum darah hewan yaitu pertama sebagai fungsi angkutan yakni banyaknya zat-zat plasma yang tidak larut di dalam air. Hormon dan enzim efektif dalam darah jumlahnya kecil dan tidak ikut dikonsumsi oleh banyak proses-proses metabolik hewan yang dipengaruhi atau diinisiasinya. peptida yang lebih pendek. fungsi kedua imunitas yakni fraksi gamma globulin dari protein plasma terkait dengan imunitas dan resistensi terhadap penyakit.plasma dan limfosit pada saat sel-sel ini dirangsang oleh antigen. Ketiga fungsi sebagai bufer. dimana hormon tersebut mungkin memberikan efek-efeknya pada sejumlah jaringan target . sedangkan hormon bisa merupakan protein. Enzim-enzim hampir selalu merupakan protein. tetapi apabila terikat dalam protein plasma menjadi terlarut dan karenanya mudah diangkut di dalam plasma. hal ini terjadi karena tekanan osmotik tergantung pada jumlah partikel-partikel yang aktif secara osmotis di dalam larutan.

Derajat keasaman tanahnya (pH tanah) antara 6.5. Walaupun demikian cabai masih dapat di tanam di tanah lempung (berat). Tanah yang demikian harus diolah terlebih dulu sebelum ditanami (Setiadi. 2004). tanaman cabai rawit dapat dibudidayakan di dataran rendah (0-200 m dpl) sampai dataran tinggi (> 700 m dpl). Oleh karena ini.250 mm (Rukmana. tetapi akan lebih baik kalau pH tanahnya 6. Tanah merupakan tempat tumbuh tanaman. karena pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit. Enzim umumnya sangat spesifik. tanah agak liat. 2002). Hormon memiliki jaringan-jaringan yang berbeda dalam organisme yang sama. tanah merah. dan Hademenos.0-7.0. tanah harus subur dan kaya akan bahan organik.1. Tanaman cabai rawit tidak menghendaki kelembapan dan curah hujan yang tinggi serta iklim yang basah. Hal itu biasanya tidak terjadi pada enzim. Di Indonesia. Tanah harus bertekstur remah atau gembur. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh optimal pada daerah yang mempunyai kisaran suhu udara antara 180 C-270 C. . Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Rawit Tanaman cabai rawit mempunyai daya adaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh di daerah subtropis dan tropis. 2009). maupun tanah hitam. Kelembapan udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit adalah berkisar antara 50%-80% dengan curah hujan 600 mm. Hormon memainkan peranan kunci dalam mempertahankan kadarnya sendirin melalui umpan balik negatif yang melibatkan hormon-hormon tropik dan faktor-faktor pelepas dari hipotalamus. hal ini tidak terjadi pada enzim (Fried. mengkatalis suatu reaksi tunggal atau jenis reaksi tunggal.yang berbeda.

Sulawesi (10. kandungan fosfor dan kalium rendah serta sangat peka terhadap erosi (Munir. tanah podsolik merah kuning atau Ultisol merupakan yang terluas penyebarannya. Karena itu Ultisol ini miskin secara kimia dan secara fisik dengan adanya horison B argilik membatasi pertumbuhan dan penetrasi akar tanaman. Pencucian yang intensif terhadap basa-basa merupakan prasyarat terbentuknya Ultisol. dkk. Sumatera (43. Tingkat pelapukan dan pembentukan Ultisol berjalan lebih cepat pada daerahdaerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi (seperti halnya Indonesia). Proses pembentukan tanah di Indonesia yang beriklim humid berjalan lebih cepat daripada di daerah iklim lain karena gerakan air ke bawah yang terus menerus. kejenuhan Al tinggi.9%).5%). Selain itu Ultisol juga mempunyai kendala kemasaman tanah.2) dan kadar mineral lapuknya sangat rendah.0%) (Hakim.3%). kapasitas tukar kation rendah (kurang dari 24 me. 1995). Luas penyebaran jenis tanah ini (dari luas masing-masing pulau). suhu tinggi dan banyaknya organisme atau biomassa di dalam tanah. Ini berarti Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami pencucian sangat intensif. Kalimantan (29. Pencucian . kira-kira 30% dari luas daratan Indonesia. Per 100 gram tanah). dan Irian Jaya (23.Karakteristik Ultisol Dari semua jenis tanah yang ada di Indonesia. Hal ini menyebabkan tanah Ultisol mempunyai kejenuhan basa-basa rendah (kurang dari 355 pada standar pH 8. kandungan nitrogen rendah. 1986).

Dominasi kaolinit pada tanah ini tidak memberi kontribusi pada kapasitas tukar kation tanah. peningkatan produktivitas tanah Ultisol dapat dilakukan melalui perbaikan tanah (ameliorasi). sehingga fraksi lempung tergolong beraktivitas rendah dan daya memegang lengas juga rendah. dapat disimpulkan potensi kesuburan alami tanah Ultisol sangat rendah sampai rendah (Subagyo. Karena umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah dan fraksi lempungnya .berjalan sangat lanjut sehingga tanah bereaksi masam dan kejenuhan basa rendah sampai lapisan bawah tanah (Hardjowigeno. 2000).1 me/100g tanah di semua lapisan termasuk rendah. Kandungan hara pada tanah Ultisol umumnya rendah karena pencucian basa berlangsung intensif. kesuburan alaminya hanya bergantung pada bahan organik di lapisan atas. 1985). sedangkan kandungan bahan organik rendah karena proses dekomposisi berjalan cepat dan sebagian terbawa erosi. Kandungan P-potensial yang rendah dan K-potensial yang bervariasi sangat rendah sampai rendah. Kandungan bahan organik lapisan atas yang tipis (8-12 cm) umumnya rendah sampai sedang. 2006).8). dan Suriadikarta. Jumlah basa-basa tukar yang rendah. Pada tanah Ultisol yang mempunyai horizon kandik. Tanah Ultisol memiliki ciri reaksi tanah sangat masam (pH 4.1-4. dan pemberian bahan organik (Prasetyo. Oleh karena itu. Tekstur tanah Ultisol bervariasi. Rasio C/N tergolong rendah (5-10). sehingga kapasitas tukar kation hanya bergantung pada kandungan bahan organik dan fraksi liat. kandungan K-dd hanya berkisar 0-0. baik lapisan atas maupun lapisan bawah. berkisar dari pasiran (sandy) sampai dengan lempungan (clayey). dkk. pemupukan. Fraksi lempung tanah ini umumnya didominasi oleh mineral silikat tipe 1:1 serta oksida dan hidroksida Fe dan Al.

Tanah Podsolik atau Ultisol termasuk tanah bermuatan terubahkan (variable charge). sehingga relatif kurang kuat memegang hara tanaman dan karenanya unsur hara mudah tercuci. lebih mampu mengikat hara K dan tidak mudah tercuci (Madjid. peningkatan pH akan diikuti oleh peningkatan KTK. sehingga nilai KTK dapat berubah bergantung nilai pHnya.beraktivitas rendah maka kapasitas tukar kation tanah (KTK) tanah Podsolik juga rendah. . 2009).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful