darah

TINJAUAN PUSTAKA

Serum Darah Hewan

Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi, terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. Akan tetapi bila di biarkan agak lama, gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum. Pada intinya serum adalah plasma dikurangi fibrinogen dan faktor-faktor penggumpalan darah, serum darah hewan terdiri dari air sebanyak 92% dan zat-zat lain sebanyak 8% (Frandson, 1981). Plasma adalah bagian dari darah, merupakan suatu larutan yang luar biasa mengandung banyak sekali ion, molekul anorganik dan molekul organik yang sedang diangkut ke berbagai bagian tubuh atau membantu transport zat-zat lain. Plasma adalah darah di tambah fibrinogen, plasma mengandung gas, glukosa, lemak, subtansi non protein, nitrogen, enzim, hormon, vitamin, dan pigmen. Protein plasma terdiri dari 90% air dan 10% zat padat. Bahan padat ini terdiri dari 7% protein yang meliputi antibodi, phospolipida cholesterol, glukosa, enzim sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari P, Na, Ca, K, Mg, Fe, dan HC03 (Ganong, 2003). Menurut Dukes (1955), komposisi serum darah hewan sangat kompleks dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu (1) air, (2) oksigen, karbondioksida, dan nitrogen (3) protein, lesitin, albumin, dan fibrinogen (4) laktosa, piruvat (5) lipida, lesitin, kolesterol. Selain itu juga mengandung hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang terkandung dalam serum darah disebabkan karena darah dipompa

0098. S.9590 dan komponen serum darah ayam antara lain yaitu N = 0. K = 0. C-Organik = 5.1400. C-Organik = 3. Lignin yang juga ditemukan dalam jaringan tua juga tersusun dari C.2000. protein kasar. P = 0. dan O mulai dari bentuk gula sederhana sampai selulosa.oleh jantung. H. Bahan organik yang cepat didekomposisikan adalah . K = 0. bahan organik dapat dikelompokkan menjadi senyawa yang cepat dan yang lambat sekali didekomposisikan. Bahan Organik = 56. dan Kadar Air = 89. dan protein sederhana. N. stearat. hemi .3040. Lemak merupakan gliserida dan asam lemak seperti butirat. Fe dan beberapa unsur lainnya. dan O dalam bentuk struktur lingkaran.2760. beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali ke jantung lagi. H.0084. Kadar Air = 93. Bahan Organik = 9.4800. karena hal ini di pengaruhi oleh macam pakan hewannya. salah satu filtrat adalah urine.930% (Dukes dalam Rahayu. zat pati. O. Kandungan protein atau mineral di dalam serum darah dari berbagai hewan berlainan baik kualitas dan kuantitasnya. 2002). menyerap sari-sari makanan dari dinding usus halus. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh hewan akan di saring oleh ginjal. Protein merupakan senyawa paling kompleks yang tersusun dari C. oleat dan lain-lain. Karbohidrat tersusun dari C.1000.0145. Pada serum juga terdapat bermacam-macam protein dan mineral yang merupakan sumber unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. gula.0058. P. P = 0. Sumber dan komposisi bahan organik yang telah dikemukakan sangat menentukan kecepatan dekomposisi dan senyawa yang dihasilkannya. Berdasarkan kecepatan reaksi dekomposisi. Adapun kandungan unsur hara yang dimiliki dalam komponen serum darah sapi antara lain (mg/100gr) yaitu N = 0. H. Hemi selulosa merupakan senyawa yang berada di antara cepat dan lambat didekomposisikan.

dan bahan organik lambat sekali didekomposisikan adalah . globulin dan fibrinogen. Darah sebagai jaringan pengangkut terbesar. mencegah tekanan osmotik plasma berkurang dari pembuluh kapiler. Walaupun hormon sudah populer. bahwa di dalam protein serum darah hewan terdapat 3 kandungan protein utama yaitu albumin.1997). Menurut Guyton (1997). namun masih banyak yang belum mengetahui apakah sebenarnya hormon itu. dan lain-lain (Hakim. Ketentuannya. bahan atau organ apa yang menghasilkannya. 2007). Mg. hemi selulosa. dkk. 1986). kadang-kadang digunakan pada sejumlah eksperimen. Prinsip dasar albumin memberikan tekanan osmotik larutan. Na. Pupuk organik cair yang diperoleh dari urine mengandung hormon auksin cukup tinggi sehingga baik untuk pupuk sumber zat tumbuh. Unsur globulin di dalamnya terdapat enzim plasma yang berperan terhadap kekebalan dan menghadapi serangan organisme pengganggu (Guyton. dan unsur mikro ditentukan dalam darah keseluruhan maupun serumnya (Abun. Serum darah juga merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman adenium. lemak.selulosa. salah satu hara yang terkandung di dalam serum adalah terdapat protein. Ca dan P anorganik ditentukan dalam serum darah. Serum darah ternak dari tempat-tempat pemotongan hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman (Anonim. lignin. juga peranan atau pengaruhnya bagi ternak atau tanaman. Sejarah . 2009). waks. selulosa. Karena dalam kandungan serum. Evaluasi mineral pakan pada ternak atas dasar kandungan mineral dalam darah.

yang terdiri dari eritrosit. Plasma dan serum darah hewan mengandung 92 % air dan 8 protein. leukosit. plasma dan serum yang mengandung air 91 % . Mengenai mekanisme kerja . dan Halnan.92 %. bahwa tumbuhan pun mempunyai hormon sendiri. darah bila disentrifus akan terpisah menjadi dua fraksi yang berbeda. dan Halnan (1946) bagian darah yang merupakan cairan yang berwarna kekuningan yang jelas terlihat sewaktu sel-sel darah mengendap di dasar tabung. 1999). Akhirnya ditemukan pula. yaitu elemen-elemen seluler.50 % dari volume darah keseluruhan. Untuk memperoleh serum darah dan plasma darah dapat dilakukan dengan cara darah hewan segar dipusingkan dengan kecepatan 3000 kali per menit. lemak.penelitian berjalan terus dan terbukalah tabir. dan bermacam-macam hasil metabolisme (Marshall. dalam perkembangan selanjutnya lalu dikenal hormon hewani dan hormon nabati (Rismunandar. garam-garam. selama 30 menit. Kini hormon didefenisikan sebagai suatu substansi organik fisiologik yang dibebaskan oleh sel-sel hidup dari suatu daerah terbatas pada organisme yang berdifusi atau diangkut kesuatu lokasi dalam organisme yang sama dimana ia menyebabkan penyesuaian yang cenderung untuk mengintegrasikan bagian-bagian dan fungsi-fungsi komponen-komponen organisme. tergantung dari jenis hewannya. dan hormon. enzim. bahwa manusia dan hewan memiliki kelenjar-kelenjar yang fungsinya sama. 1946). karbohidrat. kemudian serum darah dan plasma darah dapat dipisahkan dari endapan darahnya. elektrolit. glukosa. Tetapi volume serum darah hewan lebih dari 50 % dari volume darah keseluruhan. Plasma dan serum menurut Marshall. protein 7 %. Selanjutnya dijelaskan bahwa volume serum darah dan plasma darah hewan berkisar 35 % . minyak. trombosit atau keping darah.

Pembentukan hormon auksin . Apabila darah menggumpal di dalam suatu tabung reaksi. Perlu disadari bahwa suatu hormon dapat bekerja melalui beberapa mekanisme yang berbeda. suhu udara. air dan kelembaban udara. dan protein menjadi energi atau panas. Hormon ini adalah suatu hormon penting dilihat dari kerja morfogenetiknya dimana pertumbuhan organisme secara keseluruhan mencerminkan kerja hormon ini (Toelihere. terbentuklah suatu massa padat yang berwarna merah. lemak. pada tanaman yang lebih tampak adalah faktor ekstern yakni sinar matahari. Dalam tubuh hewan dan tanaman terjadi proses yang sama untuk mempertahankan hidupnya. Beberapa mekanisme kegiatan hormon telah dikemukakan. yang mengubah zat karbohidrat. 1981). gumpalan itu akan berkontraksi dan menghasilkan cairan kuning supernatan yang dinamakan serum.hormon dalam darah pada hewan atau pun tanaman belum dapat diberikan suatu penjelasan yang gamblang. oleh karena itu tidak ada satu mekanisme yang dapat menerangkan semua kegiatan suatu hormon. Pada intinya. Timbul pertanyaan apakah ada faktor intern yang ikut berperan dalam kelangsungan pertumbuhan vegetatif tanaman. Hewan dan tanaman dalam gerak pertumbuhannya bergantung pada faktor ektern dan intern. Ditemukan bahwa sejumlah hormon yang berbeda-beda bekerja pada pengangkutan aktif melalui dinding sel dalam darah. serum adalah plasma darah dikurangi fibrinogen dan faktorfaktor penggumpalan darah (Frandson. Proses ini disebut metabolisme. Akan tetapi bila dibiarkan agak lama. 1981). Hal ini telah diperlihatkan misalnya untuk insulin dalam hal pengangkutan glukosa kedalam sel dalam darah dan untuk hormon STH (somatotropik) dalam pengangkutan asam-asam amino.

Hormon adalah sejenis bahan organik. juga bukan faktor koagulasi.fibrinogen . serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen. antigen. antibodi. serum (bahasa Inggris: blood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah. merangsang.protein faktor koagulasi. Serum digunakan dalam berbagai uji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah. menstimulasi bagian-bagian tubuh tertentu. Studi yang mempelajari serum disebut serologi. spheroprotein) merupakan salah satu dari tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. hormon. Perkataan hormon. 1999). Serum protein (bahasa Inggris: globular protein. Dengan kata lain hormon auksin adalah sejenis bahan organik yang dapat mengatur segala bentuk gejala pertumbuhan tanaman dan dapat aktif di luar titik tumbuhnya dalam jumlah yang sedikit. (bahasa Latin: serum) berarti bagian tetap cair.dalam tubuh tanaman khususnya dalam titik tumbuh. Namun sudah lama diketehui.1999). dan dapat pula digolongkan dalam jenis-jenis zat protein (Rismunandar. Protein (bahasa Yunani: proteios) berarti utama (bahasa Inggris: first rank). Di dalam darah. yang berarti penggerak atau perangsang. merupakan suatu proses bikimiawi. Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibrous protein) sehingga dapat . hormon berfungsi pila sebagai unsur dalam metabolisme zat karbohidrat dan lainnya. bahwa hormon auksin merupakan sejenis zat protein berbahan baku asam amino (Rismunandar. dan semua substansi exogenous. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit. Rumusan umum yaitu: serum = plasma . meliputi pengertian setiap jenis hormon pada hakikatnya mempunyai daya membangun.

Menurut Suyono. hormon. vitamin-vitamin. menyerap sari-sari makan dari dinding usus halus. Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh . yaitu air. fibrinogen). substansi nitrogen non protein. Protein plasma terdiri dari 90 % air dan 10 % zat padat. K. fungsional non seluler dalam sistem kekebalan (Wales. globulin. Cu. J. sulfat. dan pigmen. substansi anorganik (natrium. enzim dan hormon. mangan. laktosa. hormon. beredar keseluruh tubuh. Enzim. dan HCO3. besi. nitrogen. gas. Darah dipompa oleh jantung. Bahan padat organik terdiri dari 7 % protein yang meliputi antibodi. Cl. fosfolipid kolesterol glukosa. iodin. enzim. vitamin dan zat besi. dan regulasi aktivitas. komponen komplemen. potasium. Ca. dan lain-lain). sedangkan bahan anorganik bukan protein terdiri dari Na.2 . Fe. protein. dkk. kemudian masuk ke dalam ginjal dan akhirnya kembali lagi ke jantung. Bahan padat ini terdiri dari 7 % berbagai macam protein dan 0. kolesterol). gas (oksigen. karbondioksida. lecitin. protease inhibitor dan kinin precursor. protein (albumin. Salah satu hormon yang terkandung dalam serum darah hewan adalah merupakan hormon pertumbuhan. 1994). glukosa. Total serum protein dalam darah sekitar 7. yaitu : air. glukosa. Komposisi pada plasma dan serum darah hewan adalah sangat kompleks. 2010). nitrogen). dan lain-lain (Suyono. magnesium.8 g/dl atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan: Sirkulasi molekul lipida. vitamin. Komposisi plasma dan serum darah hewan menjadi 8 bagian. seng. pigmen. piruvat. lemak. hormon. kalsium. P. enzim. Mg. selebihnya adalah bahan anorganik bukan protein.9 % bahan organik. kobalt. substansi non protein. dkk (1994) plasma mengandung beberapa senyawa kimia. lipida (lemak.terlarut.

Urin hewan. hormon. terutama sehabis makan makanan yang berasal dari tumbuhan. Menurut Supriyadi. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial dan dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. mengandung zat pengatur tumbuh. dan Gatot. produk buangan metabolik. dan gibberellin. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah . asam urat dan kretinin. dan Gatot ( 1985 ) urin mengandung senyawa-senyawa auksin. lipid. 1985). 7-8% protein. maka dapat disimpulkan bahwa dalam serum darah hewan juga mengandung hormon pertumbuhan (Supriyadi. sitokinin. Karena urin mengandung hormon pertumbuhan. 1981). NaCl dan elektrolit lainnya. yang berat molekulnya kurang dari 50. Yang berat molekulnya melebihi 50. Ini semua sebanyak 1/8 bagian plasma (Frandson. seperti urea. garam-garam mineral anorganik. yang merupakan 7/8 dari fraksi plasma (7 gram/100 ml). Salah satu filtrat oleh ginjal adalah urin. yang merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. asam amino. sedangkan urin itu sendiri merupakan filtrat dari darah oleh ginjal. karbohidrat.000 gram/molekul adalah protein. dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam. Plasma darah merupakan cair darahan yang didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi yang terdiri dari 90% air. Zat-zat selain air yang menyusun komponen 8% dari plasma dalam serum darah dapat dibagi berdasarkan berat molekulnya. dan asam amino.000 meliputi glukosa. Urin ternyata merupakan suatu substansi yang mengandung auksin yang merupakan hormon pertumbuhan pada tanaman.hewan akan disaring oleh ginjal. lipid.

dan beta-globulin disintesis dalam hati. Darah hewan setelah dipisahkan dengan sentriuge terdapat bagian atas merupakan serum berwarna kekunung-kuningan (30-50%). 2002). beta-2.dibekukan. Komponen serum darah terdiri atas protein. Protein plasma juga mempunyai peran yang penting dalam pengaturan distribusi air antara plasma dan ruang interstisial. asam amino. globulin 12%. alfa-2. globulin merupakan glikoprotein yang pada pemisahan elektroforesis bergerak paling lambat karena peran sertanya pada reaksi imun. Protein plasma dalam serum darah hewan terdiri dari dua jenis utama. dan 18% dari jumlah protein plasma merupakan globulin yang diperlukan untuk berbagai fungsi biologik dan mempunyai fungsi transpor khusus untuk kelompok 1. Alfa. dan bagian bawah merupakan sel darah merah. gula. Sekitar 56% protein plasma merupakan fraksi albumin. Gamma-globulin disintesis oleh sel . maka globulin disebut juga imunoglobin (IgG). dan gamma. Jenis-jenis tersebut adalah alfa-1. dan garam (Rahayu. alfa-globulin.globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol dan bertanggung jawab untuk transpor besi bervalensi tiga dalam plasma. protein dalam plasma memiliki konsentrasi sekitar 1 mmol/L dengan bantuan elektroforesis dapat dipisahkan menjadi fraksi albumin serta fraksi globulin. beta-globulin. albumin. fibrinogen. Sementara itu. 4% adalah 1-globulin. Dengan demikian. tekanan osmotik koloidnya akan menahan air dalam sirkulasi darah dan peran yang terbesar dilakukan albumin (± 80%) juga mempunyai arti yang besar untuk ikatan protein (Anonim. lemak. 2010). albumin dan globulin. gamma-globulin. 2globulin sebanyak 10%. urea. karena sebagai protein ia tidak dapat melewati dinding kapiler.

peptida yang lebih pendek. fungsi kedua imunitas yakni fraksi gamma globulin dari protein plasma terkait dengan imunitas dan resistensi terhadap penyakit. dan yang terakhir yaitu fungsi mempertahankan tekanan osmotik. Ketiga fungsi sebagai bufer. tetapi apabila terikat dalam protein plasma menjadi terlarut dan karenanya mudah diangkut di dalam plasma. protein plasma membantu mencegah terjadinya perubahan-perubahan besar dalam pH (derajat keasaman atau kebasaan) darah. asam-asam amino tunggal dan turunannya.plasma dan limfosit pada saat sel-sel ini dirangsang oleh antigen. Fibrinogen adalah suatu beta-1 globulin yang disintesis di dalam hati. Enzim bisa disintesis dalam sebuah sel untuk berfungsi disana atau mungkin disekresikan kebagian eksterior melalui proses-proses transport aktif dan bahkan seluruh bagian tubuh hewan. Tetapi kemiripannya hanya sampai disitu. 1981). Hormon dan enzim efektif dalam darah jumlahnya kecil dan tidak ikut dikonsumsi oleh banyak proses-proses metabolik hewan yang dipengaruhi atau diinisiasinya. yang merupakan protein utama yang dihasilkan oleh hati. Fungsi protein plasma dalam serum darah hewan yaitu pertama sebagai fungsi angkutan yakni banyaknya zat-zat plasma yang tidak larut di dalam air. hal ini terjadi karena tekanan osmotik tergantung pada jumlah partikel-partikel yang aktif secara osmotis di dalam larutan. sedangkan hormon bisa merupakan protein. Albumin adalah protein yang melimpah di dalam plasma. Enzim-enzim hampir selalu merupakan protein. dimana hormon tersebut mungkin memberikan efek-efeknya pada sejumlah jaringan target . dan bukannya massa dari partikel dan jumlah protein dengan berat molekul rendah sangat banyak dibandingkan dengan jumlah protein dengan berat molekul yang tinggi (Frandson.

0-7. Tanah harus bertekstur remah atau gembur. tanah merah. Hormon memiliki jaringan-jaringan yang berbeda dalam organisme yang sama.yang berbeda. .250 mm (Rukmana. dan Hademenos. Tanah yang demikian harus diolah terlebih dulu sebelum ditanami (Setiadi. 2004). Hal itu biasanya tidak terjadi pada enzim. Walaupun demikian cabai masih dapat di tanam di tanah lempung (berat).5. Di Indonesia. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh optimal pada daerah yang mempunyai kisaran suhu udara antara 180 C-270 C. tetapi akan lebih baik kalau pH tanahnya 6. Derajat keasaman tanahnya (pH tanah) antara 6. Tanaman cabai rawit tidak menghendaki kelembapan dan curah hujan yang tinggi serta iklim yang basah. tanaman cabai rawit dapat dibudidayakan di dataran rendah (0-200 m dpl) sampai dataran tinggi (> 700 m dpl). Hormon memainkan peranan kunci dalam mempertahankan kadarnya sendirin melalui umpan balik negatif yang melibatkan hormon-hormon tropik dan faktor-faktor pelepas dari hipotalamus. 2002). 2009). karena pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit. Enzim umumnya sangat spesifik.0.1. Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Rawit Tanaman cabai rawit mempunyai daya adaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh di daerah subtropis dan tropis. tanah agak liat. mengkatalis suatu reaksi tunggal atau jenis reaksi tunggal. Tanah merupakan tempat tumbuh tanaman. hal ini tidak terjadi pada enzim (Fried. tanah harus subur dan kaya akan bahan organik. maupun tanah hitam. Oleh karena ini. Kelembapan udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit adalah berkisar antara 50%-80% dengan curah hujan 600 mm.

Proses pembentukan tanah di Indonesia yang beriklim humid berjalan lebih cepat daripada di daerah iklim lain karena gerakan air ke bawah yang terus menerus. 1986).5%). kejenuhan Al tinggi. kandungan fosfor dan kalium rendah serta sangat peka terhadap erosi (Munir. Hal ini menyebabkan tanah Ultisol mempunyai kejenuhan basa-basa rendah (kurang dari 355 pada standar pH 8. dan Irian Jaya (23. Tingkat pelapukan dan pembentukan Ultisol berjalan lebih cepat pada daerahdaerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi (seperti halnya Indonesia).Karakteristik Ultisol Dari semua jenis tanah yang ada di Indonesia.2) dan kadar mineral lapuknya sangat rendah. tanah podsolik merah kuning atau Ultisol merupakan yang terluas penyebarannya. Selain itu Ultisol juga mempunyai kendala kemasaman tanah. Luas penyebaran jenis tanah ini (dari luas masing-masing pulau).3%). kapasitas tukar kation rendah (kurang dari 24 me. Pencucian . Pencucian yang intensif terhadap basa-basa merupakan prasyarat terbentuknya Ultisol. kandungan nitrogen rendah. Ini berarti Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami pencucian sangat intensif. 1995).9%). kira-kira 30% dari luas daratan Indonesia. Kalimantan (29. suhu tinggi dan banyaknya organisme atau biomassa di dalam tanah.0%) (Hakim. Sumatera (43. Per 100 gram tanah). Karena itu Ultisol ini miskin secara kimia dan secara fisik dengan adanya horison B argilik membatasi pertumbuhan dan penetrasi akar tanaman. Sulawesi (10. dkk.

Kandungan hara pada tanah Ultisol umumnya rendah karena pencucian basa berlangsung intensif. Pada tanah Ultisol yang mempunyai horizon kandik.1 me/100g tanah di semua lapisan termasuk rendah. sehingga fraksi lempung tergolong beraktivitas rendah dan daya memegang lengas juga rendah. Dominasi kaolinit pada tanah ini tidak memberi kontribusi pada kapasitas tukar kation tanah. Rasio C/N tergolong rendah (5-10). peningkatan produktivitas tanah Ultisol dapat dilakukan melalui perbaikan tanah (ameliorasi). Fraksi lempung tanah ini umumnya didominasi oleh mineral silikat tipe 1:1 serta oksida dan hidroksida Fe dan Al. pemupukan. kesuburan alaminya hanya bergantung pada bahan organik di lapisan atas. dapat disimpulkan potensi kesuburan alami tanah Ultisol sangat rendah sampai rendah (Subagyo. Karena umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah dan fraksi lempungnya .1-4. 2000). dan Suriadikarta. 1985). berkisar dari pasiran (sandy) sampai dengan lempungan (clayey). dkk. sedangkan kandungan bahan organik rendah karena proses dekomposisi berjalan cepat dan sebagian terbawa erosi. 2006). baik lapisan atas maupun lapisan bawah. Tanah Ultisol memiliki ciri reaksi tanah sangat masam (pH 4. kandungan K-dd hanya berkisar 0-0. Kandungan bahan organik lapisan atas yang tipis (8-12 cm) umumnya rendah sampai sedang. sehingga kapasitas tukar kation hanya bergantung pada kandungan bahan organik dan fraksi liat. Kandungan P-potensial yang rendah dan K-potensial yang bervariasi sangat rendah sampai rendah.8). dan pemberian bahan organik (Prasetyo. Tekstur tanah Ultisol bervariasi.berjalan sangat lanjut sehingga tanah bereaksi masam dan kejenuhan basa rendah sampai lapisan bawah tanah (Hardjowigeno. Jumlah basa-basa tukar yang rendah. Oleh karena itu.

sehingga relatif kurang kuat memegang hara tanaman dan karenanya unsur hara mudah tercuci. lebih mampu mengikat hara K dan tidak mudah tercuci (Madjid. Tanah Podsolik atau Ultisol termasuk tanah bermuatan terubahkan (variable charge). peningkatan pH akan diikuti oleh peningkatan KTK. 2009).beraktivitas rendah maka kapasitas tukar kation tanah (KTK) tanah Podsolik juga rendah. sehingga nilai KTK dapat berubah bergantung nilai pHnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful