Mycobacterium Tuberculosis

Annisha kartika 1102010029 Mycobacterium tuberculosis

Mycobacterium tuberculosis adalah suatu anggota dari famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetalis. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan sejumlah penyakit berat pada manusia dan penyebab terjadinya infeksi tersering. Masih terdapat Mycobacterium patogen lainnya, misalnya Mycobacterium leprae, Mycobacterium paratuberkulosis dan Mycobacterium yang dianggap sebagai Mycobacterium non tuberculosis atau tidak dapat terklasifikasikan (Heinz, 1993). Di luar tubuh manusia, kuman Mycobacterium tuberculosis hidup baik pada lingkungan yang lembab akan tetapi tidak tahan terhadap sinar matahari. Mycobacterium tuberculosis mempunyai panjang 1-4 mikron dan lebar 0,2- 0,8 mikron. Kuman ini melayang diudara dan disebut droplet nuclei. kuman tuberkulosis dapat bertahan hidup pada tempat yang sejuk, lembab, gelap tanpa sinar matahari sampai bertahun-tahun lamanya. T etapi kuman tuberkulosis akan mati bila terkena sinar matahari, sabun, lisol, karbol dan panas api (Atmosukarto & Soewasti, 2000). Kuman tuberkulosis jika terkena cahaya matahari akan mati dalam waktu 2 jam, selain itu kuman tersebut akan mati oleh tinctura iodi selama 5 menit dan juga oleh ethanol 80 % dalam waktu 2 sampai 10 menit serta oleh fenol 5 % dalam waktu 24 jam. Mycobacterium tuberculosis seperti halnya bakteri lain pada umumnya, akan tumbuh dengan subur pada lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Air membentuk lebih dari 80 % volume sel bakteri dan merupakan hal essensial untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel bakteri. Kelembaban udara yang meningkat merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri patogen termasuk tuberkulosis. Mycobacterium tuberculosis memiliki rentang suhu yang disukai, merupakan bakteri mesofilik yang tumbuh subur dalam rentang 25 – 40 C, tetapi akan tumbuh secara optimal pada suhu 31-37 C. Pengetahuan mengenai sifat-sifat agent sangat penting untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit, sifat-sifat tersebut termasuk ukuran, kemampuan berkembang biak, kematian agent atau daya tahan terhadap

2) Besar resiko terjadinya penularan untuk rumah tangga dengan penderita lebih dari 1 orang adalah 4 kali dibanding rumah tangga dengan hanya 1 orang penderita tuberkulosis. Pathogenitas adalah daya suatu mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit pada host. menunjukkan tingkat penularan tuberkulosis di lingkungan keluarga penderita cukup tinggi. 1) Tingkat penularan tuberkulosis di lingkungan keluarga penderita cukup tinggi. Menurut penelitian Atmosukarto dari Litbang Kesehatan (2000). Virulensi adalah keganasan suatu mikroba bagi host. Agent adalah penyebab yang essensial yang harus ada. Pathogenitas agent dapat berubah dan tidak sama derajatnya bagi berbagai host. Berdasarkan sumber yang sama pathogenitas kuman tuberkulosis paru termasuk pada tingkat rendah. 2002). b. Seorang penderita tuberkulosis dapat menularkan pada 10-15 orang (Depkes RI. kuman ini dapat hilang terbawa angin dan akan lebih baik lagi jika ventilasi ruangannya menggunakan pembersih udara yang bisa menangkap kuman TB. Agent yang mempengaruhi penularan penyakit tuberkulosis paru adalah kuman Mycobacterium tuberculosis. Hal yang perlu diketahui tentang host atau penjamu meliputi karakteristik. Agent ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pathogenitas. Berdasarkan sumber yang sama infektifitas kuman tuberkulosis paru termasuk pada tingkat menengah. Agent memerlukan dukungan faktor penentu agar penyakit dapat manifest. infektifitas dan virulensi. Di dalam rumah dengan ventilasi baik. jadi kuman ini tidak dapat dianggap remeh begitu saja. dimana seorang penderita rata-rata dapat menularkan kepada 2-3 orang di dalam rumahnya. gizi atau daya . dimana seorang penderita rata-rata dapat menularkan kepada 2-3 orang di dalam rumahnya. tetapi agent sendiri tidak sufficient/memenuhi syarat untuk menimbulkan penyakit. kuman tuberkulosis menular melalui droplet nuclei. didapatkan data bahwa. Menurut penelitian pusat ekologi kesehatan (1991). Infektifitas adalah kemampuan suatu mikroba untuk masuk ke dalam tubuh host dan berkembang biak didalamnya.pemanasan atau pendinginan. HostManusia merupakan reservoar untuk penularan kuman Mycobacterium tuberculosis. apabila penyakit timbul atau manifest. Berdasarkan sumber yang sama virulensi kuman tuberkulosis paru termasuk tingkat tinggi.

gejala dan tanda penyakit dan pengobatan. ekonomi (kebijakkan mikro dan lokal) dan politik ( suksesi kepemimpinan yang mempengaruhi kebijakan pencegahan dan penanggulangan suatu penyakit. seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi semua elemen-elemen termasuk host yang lain. Host atau penjamu. persawahan dan lain-lain). pertahanan tubuh. pekerjaan. manusia atau hewan hidup. Umur. EnvironmentLingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri host baik benda mati. nyata atau abstrak. Karakteristik host dapat dibedakan antara lain. sosial (pendidikkan. status gizi. Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan non fisik. jenis kelamin. Keadaan geografis (dataran tinggi atau rendah. Memenuhi kebutuhan fisiologis. yaitu dalam pembuatan rumah harus diusahakan agar kontruksinya sedemikian rupa sehingga suhu ruangan tidak berubah banyak dan agar kelembaban udara dapat dijaga jangan sampai terlalu tinggi dan terlalu rendah. temperatur atau suhu. Harus cukup mendapatkan pencahayaan baik siang maupun malam. keturunan. lingkungan tempat tinggal. Adapun lingkungan non fisik meliputi. ras dan gaya hidup.d. higiene pribadi.tahan tubuh. Suhu ruangan. pekerjaan). Untuk ini harus diusahakan agar perbedaan suhu antara dinding. kebiasaan turun-temurun). lingkungan rumah yang sehat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:1. Host untuk kuman tuberkulosis paru adalah manusia dan hewan. keturunan. Menurut APHA (American Public Health Assosiation). c. Harus cukup mempunyai isolasi suara sehingga tenang dan tidak . kelembaban udara.b. lantai. pekerjaan. a. tetapi host yang dimaksud dalam penelitia ini adalah manusia. Beberapa faktor host yang mempengaruhi penularan penyakit tuberkulosis paru adalah. lingkungan fisik terdiri dari. untuk ini diperlukan ventilasi yang cukup untuk proses pergantian udara. Suatu ruangan mendapat penerangan pagi dan siang hari yang cukup yaitu jika luas ventilasi minimal 10 % dari jumlah luas lantai. Ruangan harus segar dan tidak berbau. pengaruh infeksi HIV/AIDS. budaya (adat. termasuk burung dan anthropoda yang dapat memberikan tempat tinggal atau kehidupan untuk agent menular dalam kondisi alam (lawan dari percobaan).c. benda hidup. atap dan permukaan jendela tidak terlalu banyak. kekebalan tubuh (alami dan buatan).

ruang tidur. c. oleh karenanya suatu rumah sangat perlu adanya pencahayaan langsung yang cukup dari sinar matahari. Luas kamar tidur minimal 9 m3 per orang dan tinggi langit-langit minimal 2. juga air pembuangan harus bisa dialirkan dengan baik. Perlindungan terhadap penularan penyakit. misalnya ruangan untuk anak-anak bermain.13 . e. Jumlah kamar tidur dan pengaturannya disesuaikan dengan umur dan jenis kelaminnya. yaitu harus dapat mencegah agar limbah tidak meresap dan mengkontaminasi permukaan sumber air bersih. Harus ada variasi ruangan. artinya dalam satu ruangan anak yang berumur lima tahun ke bawah diberi kebebasan menggunakan volume ruangan 4. sehingga dapat mencegah berkembangnya kuman tuberkulosis paru dalam rumah. baik secara kualitas maupun kuantitas.Faktor lingkungan memegang peranan yang penting dalam penularan penyakit tuberkulosis.e. dll. pakaian dan penghuninya. Harus ada pencegahan agar vektor penyakit tidak bisa hidup dan berkembang biak di dalam rumah. terutama pada pemenuhan physiologis rumah. Harus ada sumber air yang memenuhi syarat. fly fight. sebab sinar ultra violet yang terdapat pada sinar matahari dapat membunuh kuman tuberkulosis paru.5 m3. Harus ada tempat menyimpan sampah dan WC yang baik dan memenuhi syarat. ruang makan. f.f.terganggu oleh suara-suara yang berasal dari dalam maupun dari luar rumah. b.g. sehingga selain kebutuhan untuk makan dan minum terpenuhi. d. Pembuangan kotoran manusia dan limbah harus memenuhi syarat kesehatan. juga cukup tersedia air untuk memelihara kebersihan rumah. Tempat memasak dan tempat makan hendaknya bebas dari pencemaran dan gangguan binatang serangga dan debu.5 m3 (1.75 meter.5 x 1 x3 m3) dan diatas lima tahun menggunakan ruangan 9 m3 (3 x 1 x 3 m3) 2. Ukuran ruang tidur anak yang berumur kurang dari lima tahun minimal 4. Harus ada ruangan udara (air space) yang cukup. jadi rumah dalam kontruksinya harus rat proof.a. mosquito fight. selain itu sinar matahari juga dapat mengurangi kelembaban yang berlebihan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful