IKIP BUDI UTOMO MALANG

Analytic Geometry
TEXT BOOK
Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd

2012

DAFTAR ISI
1 VEKTOR
1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Vektor Pada Bidang………………………………………………………………………………………………………………... 4 Vektor Pada Ruang …….………………………………………………………………………………………………………….. 6 Operasi Vektor.………………………………………………………………………………………………………………………. 8 Perkalian Cross…………………...…………………………………………………………………………………………………… 7 Latihan Soal..……………………………………………………………………………………………………………………………. 9

2 SISTEM KOORDINAT
2.1 2.2 2.3 2.4 Sistem Koordinat Cartesius ………………………………………………………………………………………..…………….16 Sistem Koordinat Kutub ……………………………………………………………………………………………………………17 Sistem Koordinat Bola ………………………………………………………………………………………………………………22 Sistem Koordinat Tabung …………………………………………………………………………………………………………23

3 IRISAN KERUCUT
3.1 Parabola …………………………………………………………………………………………………………………………………..31 3.2 Elips …………………………………………………………………………………………………………………………………………34 3.3 Hiperbola ……………………………………………………………………………………………………………………..…………37

4 BIDANG DATAR
4.1 Persamaan Bidang Datar …………………………………………………………….…………………………………………..38 4.2 Jarak Titik dan Bidang ……………………………………………………………….…………………………………………….40

5 GARIS
5.1 Persamaan Garis ……………………………………………………………………………………………………………………41 5.2 Sudut Antara Dua Garis …………………………………………………………………………………………………………44 5.3 Jarak Titik Ke Garis…………………………………………………………………………………………………………………..46

IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI, M.Pd

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga modul pembelajaran matakuliah Geometri Analitik ini selesai disusun. Modul ini digunakan sebagai salah satu media pembelajaran guna menunjang terlaksananya proses perkuliahan matakuliah Geometri Analitik. Di dalam modul pembelajaran ini terdapat kilasan materi prasyarat, materi yang dibahas, contoh soal, latihan soal, kegiatan diskusi, dan peta konsep yang dapat memudahkan mahasiswa memahami keterkaitan antar materi. Modul ini bukan satu-satunya media untuk belajar bagi mahasiswa, sehingga diharapkan didampingi dengan buku teks, handout, dan sumber lain yang relevan. Kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari berbagai pihak demi perbaikan untuk penyusunan modul berikutnya.

Alfiani Athma Putri Rosyadi

IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI, M.Pd

3

1
Pada beberapa bidang, kita sudah mengenal istilah waktu, suhu, massa, dan volume yang masing-masing mempunyai besar (panjang atau nilai). Hal itulah yang dikenal dengan skalar yang dinotasikan dengan lower case italic letter, misalnya a, b, c dst. Selain itu, ada juga beberapa besaran yang sudah kita kenal, antara lain kecepatan, percepatan, gaya, momentum, medan magnet, medan listrik dst yang tidak hanya mempunyai besar tetapi juga mempunyai arah. Besaran tersebut yang dikenal dengan besaran vector. Vektor dinotasikan dengan lowercase boldface letter, misalnya u, v, w dst. Ada beberapa buku yang menggunakan notasi vector seperti misalnya u atau 𝑢. Tetapi pada modul ini, kita sepakati bersama bahwa untuk menotasikan vector dengan lo dwercase boldface letter.

BAB

a

Vektor Pada Bidang

Cobalah menggambar sepasang garis yang saling tegak lurus dan berpotongan di titik O, yang selanjutnya disebut titik pusat/origin. Garis yang horizontal disebut sumbu x sedangkan garis yang vertical disebut sumbu y. Sumbu x dan sumbu y bersama-sama disebut sumbu koordinat serta keduanya membentuk system koordinat kartesius. Gambarkan pada lembar jawaban berikut!

IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI, M.Pd

4

y) 𝑥 Misalkan 𝐴 = 𝑦 . Garis berarah dari O ke P dinyatakan dengan 𝑂𝑃. Dengan 𝑥. Setiap titik P pada bidang adalah pasangan berurutan (x. 𝑦 ∈ 𝑅 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.y). dengan x dan y adalah bilangan real. M. kita pilih sebuah titik pada sumbu x yang terletak di kanan titik O dan sebuah titik pada sumbu y di atas titik O untuk menetapkan titik pada sumbu x dan y yang bernilai positip.Sekarang.y) dari bilangan real yang selanjutnya disebut dengan koordinat. Titik P dengan koordinat (x. O disebut pangkal dan P disebut ujung. 𝑥 𝒂 = 𝑦 .y) dinyatakan dengan P(x. Sehingga X adalah ruas garis berarah dengan pangkal O dan ujung P(x.y) atau (x.1 Sebuah Vektor pada Bidang adalah matriks berukuran 2 × 1.Pd 5 . Bagaimana dengan 𝑃𝑂 Definisi 1.

Pd 6 . M. jika 𝑎 −3 2 + 𝑏 = 7 dan 𝑎 = −3 Hal ini berarti 𝑏 = 7 − 2 = 5 dan 𝑎 = −3 b.Atau vector dapat kita definisikan vector adalah ruas garis berarah yang panjang dan arahnya tertentu.1. cobalah jelaskan pengertian dari vector pada ruang. Karena vector adalah sebuah matrik maka vector 𝑥1 𝑥2 𝒂 = 𝑦 dan. Vektor Pada Ruang Merujuk pada definisi 1. 𝒃 = 𝑦 dikatakan sama (a=b) jika dan hanya jika 𝑥1 = 𝑥2 dan 𝑦1 = 𝑦2 1 2 CONTOH Vektor 7 2 + 𝑏 dan adalah sama. Tuliskan hasil pemikiran Anda pada lembar jawaban berikut IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.

−1 𝐶 −2 −3 1 𝐷 0 3 3.Pd 7 . 𝐵 2 3 2. 𝐴 2 1 −1 3. kemudian tuliskan hasilnya pada lembar yang sudah disediakan Perhatikan penjelasan Dosen Anda tentang teknik menggambar koordinat 𝐴 Latihan Soal Gambarkan koordinat berikut pada lembar yang sudah disediakan! 3 1. IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. selanjutnya 3 tuliskan hasil diskusi dengan teman Anda permasalahan berikut. M.1 2 .

maka perkalian scalar didefinisikan 1 2 𝑘𝒂 = 𝑘𝑥1 .Pd 8 . Operasi Vektor PENJUMLAHAN VEKTOR Definisi 1. Misalkan u v Penjumlahan vector menurut aturan segitiga adalah sebagai berikut u+v u v IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. b= maka 3 7 −2 + 4 2 = 3+7 10 Secara geometri. 𝑘𝑥2 CONTOH Misalkan 𝒂 = 𝒂 + 𝒃 = −2 4 . Hasil jumlah dari a dan b adalah 1 2 𝑥1 + 𝑥2 vector 𝒂 + 𝒃 = 𝑦 + 𝑦 dan jika k adalah sebarang scalar. M.2 𝑥1 𝑥2 Misal 𝒂 = 𝑦 dan 𝒃 = 𝑦 adalah dua vector pada bidang.c. penjumlahan vector dapat dijelaskan sebagai berikut.

Tuliskan hasil diskusi pada lembar yang sudah disediakan 1. M.Pd 9 . Bagaimana dengan aturan jajar genjang? IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Sehingga v+u adalah vector yang diwakili oleh segmen garis berarah yang pangkalnya berimpit dengan pangkal v dan ujungnya berimpit dengan ujung u yang telah dipindahkan sedemikian sehingga pangkal u berimpit dengan ujung v. Bagaimana dengan u-v? 2. Diskusi Diskusikan permasalahan berikut dengan kelompok Anda.

2. 𝑢 + 𝑣 𝑢 + 𝑤 𝑤 + 𝑣 + 𝑢 𝑢 − 𝑣 −𝑢 − 𝑣 − 𝑤 Tuliskan jawabannya pada lembar jawaban di bawah ini! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Latihan Soal Misalkan 𝑢 𝑣 𝑤 Berdasarkan aturan segitiga. M.Pd 10 . 5. 3. tentukan nilai dari 1. 4.

d. 𝑣𝒏 adalah sebarang vector pada 𝑅 𝑛 maka hasilkali dalam/perkalian titik kita definisikan dengan 𝒖 ∙ 𝒗 = 𝒖𝟏 𝒗𝟏 + 𝒖𝟐 𝒗𝟐 + ⋯ + 𝒖𝒏 𝒗𝒏 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. jika i.4 Perkalian titik vector a dan b dituliskan 𝒂 ∙ 𝒃 (dibaca a dot b) dan didefinisikan sebagai berikut 𝒂 ∙ 𝒃 = 𝒂 𝒃 𝑐𝑜𝑠𝜃 𝜃 adalah sudut antara a dan b Berdasarkan definisi perkalian scalar dua vector tersebut. dan z.5 Jika 𝒖 = 𝑢𝟏 . maka a.PERKALIAN TITIK Definisi 1. … .Pd 11 .1 Jika u. b. 𝑢𝟐 . 𝑣𝟐 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝒗 ≠ 𝟎 dan 𝒗 ∙ 𝒗 = 𝟎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝒗 = 𝟎 Definisi 1. y. 𝒖 ∙ 𝒗 = 𝒗 ∙ 𝒖 𝒖 ∙ 𝒗 + 𝒘 = 𝒖 ∙ 𝒗 + 𝒖 ∙ 𝒘 𝑘 𝒖 ∙ 𝒗 = 𝑘𝒖 ∙ 𝒗 = 𝒖 ∙ 𝑘𝒗 𝒗 ∙ 𝒗 > 0. maka: 𝒊 ∙ 𝒊 = 𝒋 ∙ 𝒋 = 𝒌 ∙ 𝒌 = 𝟏 𝒊 ∙ 𝒋 = 𝒋 ∙ 𝒌 = 𝒌 ∙ 𝒋 = 𝟎 Teorema berikut akan menguraikan beberapa sifat penting dari hasil kali titik. M. 𝑢𝒏 dan 𝒗 = 𝑣𝟏 .k berturut-turut adalah vector satuan dengan arah sumbu x. c. … .v dan w adalah vector-vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan k adalah scalar. j . Teorema 1.

Pd 12 .Latihan Soal Berikan contoh tiga buah vector. 𝑟 Tuliskan hasil jawaban pada lembar berikut! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M. namakan vector tersebut dengan 𝑝. 𝑝 ∙ 𝑞 2. 𝑟. Selanjutnya tentukan nilai dari 1. 𝑝 ∙ 𝑞 . 𝑞 .

IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. sedangkan determinan dalam komponen ketiga kita dapatkan dengan cara mencoret kolom ketiga dari matriks tersebut. 𝑣1 𝑢2 𝑣2 Atau terdapat pola yang dapat digunakan untuk mempermudah pengerjaan. 𝑣3 adalah vector di ruang-3. kita perlu membentuk vector di ruang-3 yang tegak lurus terhadap dua vector yang diberikan.PERKALIAN CROSS Dalam banyak penerapan vector untuk soal-soal geometri. determinan dalam komponen kedua kita dapatkan dengan cara mencoret kolom kedua dari matriks tersebut. 𝑢3 𝑣1 − 𝑢1 𝑣3 . yaitu matriks 2 × 3 𝑢1 𝑣1 𝑢2 𝑣2 𝑢3 𝑣3 Dimana entri baris pertama adalah komponen factor pertama u dan entri baris kedua adalah komponen factor kedua v. Disini akan dijelaskan tentang perkalian vector tersebut Definisi 1. 𝑢3 .6 Jika 𝒖 = 𝑢1 . fisika dan teknik. 𝑢2 . 𝑢1 𝑣2 − 𝑢2 𝑣1 Atau dalam notasi determinan 𝒖 × 𝒗 = 𝑢2 𝑣2 𝑢3 𝑢1 . 𝒗 = 𝑣1 .Pd 13 . maka determinan dalam komponen pertama u x v dapat diperoleh dengan cara mencoret kolom pertama matriks tersebut. M. 𝑣2. − 𝑣 𝑣3 1 𝑢3 𝑢1 𝑣3 . maka hasil kali cross didefinisikan 𝒖 × 𝒗 = 𝑢2 𝑣3 − 𝑢3 𝑣2 .

𝟑.0. −𝟏. 𝟒 . IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 𝒗 = 𝟏.CONTOH 3 Tentukan 𝒖 × 𝒗. dengan 𝒖 = 𝟐. M. 3 2 1 2 1 3 = −14.7 Sehingga dapat dilihat bahwa hasil kali cross antara dua buah vector adalah vector.Pd 14 . 𝟐 Penyelesaian 2 −1 4 1 3 2 𝒖 × 𝒗 = −1 4 2 4 2 −1 .− .

𝟏.1 + 𝒅 2. −𝟏 . 𝑀𝑖𝑠𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝒖 = 𝟐. 𝟓 . 𝒖 ∙ 𝒗 d. 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛: a.e sehingga 𝒄 1.0.0.3 = 1. Buktikan bahwa tidak ada scalar c. tentukan x yang memenuhi 𝟐𝒖 − 𝟑𝒗 + 𝒙 = 𝒘 − 𝒖 3.LATIHAN AKHIR BAB 1. 𝟐𝒗 + 𝟑𝒖 c. 𝒘 × 𝒖 ∙ 𝟐𝒗 2.v. M.w adalah vector pada nomor 1. 𝒖 − 𝒗 b. −2. −2.0 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 𝟐. 𝑀𝑖𝑠𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 u.Pd 15 .2 + 𝒆 1.0. 𝟏.2.1.d. 𝟎 . 𝒗 = 𝟏. 𝒘 × 𝒗) e.1. 𝒘 = −𝟐.

Pd 16 . y. yaitu koordinat cartesius yang mengukur jarak-jarak berarah dari tiga bidang tersebut. dan xz yang membagi ruang menjadi delapan oktan (gambar 2.y. Ketiga sumbu tersebut menentukan tiga bidang yaitu bidang xy. 𝑦) Untuk menentukan posisi suatu titik. dan z. Sistem Koordinat Cartesius Koordinat cartesius atau koordinat siku-siku dikenalkan oleh dua orang ilmuwan dari perancis yaitu Pierre Fermat dan Rene Descrates. Dalam sebuah system koordinat cartesius. kita akan mempelajari berbagai macam system koordinat yang merupakan salah satu materi penunjang untuk membahas irisan kerucut dan berbagai jenis kurva. yaitu ada tiga buah sumbu yang saling tegak lurus.1). kita memerlukan sebuah system koordinat. Kita memfokuskan pembahasan pada dimensi 3. M. Pada bagian ini kita membahas tentang system koordinat cartesius. Dasar pemikiran mereka adalah menunjukkan kedudukan titik P pada bidang dengan dua bilangan yang ditulis dengan lambang (𝑥.z). terdapat dua buah sumbu yang saling tegak lurus (dimensi 2) dan terdapat tiga buah sumbu yang saling tegak lurus (dimensi 3).2 Sebelum beranjak pada bab berikutnya. Terhadap titik P dalam ruang yang berpadanan suatu bilangan berurut (x. misalnya sumbu x. BAB a. IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. yz.

Untuk mengenal koordinat kutub.z Bidang yz Oktan Pertama o x y Bidang xy Gambar 2. IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. Cara lain ialah menggunakan koordinat kutub.1 Koord Z X Y Okt 1 + + + Okt 2 + + Okt 3 + - Okt 4 + + - Okt 5 + + Okt 6 + Okt 7 - Okt 8 + - b.Sistem Koordinat Kutub Dengan memberikan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus bukanlah satusatunya jalan untuk menunjukkan kedudukan suatu titik pada bidang. Titik tersebut dinamakan titik kutub atau titik asal. M. kita dapat memulai dengan menggambar sebuah setengah garis tetap yang dinamakan sumbu kutub yang berpangkal di titik 0.1 Berikut adalah tabel pembagian oktan Tabel 2.Pd 17 . Biasanya sumbu kutub ini kita gambar mendatar dan mengarah ke kanan oleh karena itu disebut sumbu 𝑥 positip pada system koordinat cartesius.

2 Koordinat Kutub Latihan Soal Gambarlah koordinat berikut pada kertas yang sudah disediakan! 1.Pd 18 . 𝐵 3. 𝜃) . 𝐴 2. 𝐷 −3. 𝜃 adalah sepasang koordinat kutub dari titik 𝑃. 𝐶 2. 2 Setelah menyelesaikan soal tersebut. apa yang dapat Anda simpulkan! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 5𝜋 2 𝜋 3 𝜋 4. maka 𝑟. .Setiap titik 𝑃 adalah perpotongan antara sebuah lingkaran tunggal yang berpusat di 0 dan sebuah sinar tunggal yang memancar dari 0. M. 2 2. Untuk memperjelas pemahaman Anda.2 berikut. 𝜃 Sumbu kutub Gambar 2. lihat gambar 2. Jika 𝑟 adalah jari-jari lingkaran dan 𝜃 adalah salah satu sudut antara sinar dan sumbu kutub. 2 𝜋 3. 𝑟 𝑃(𝑟.

IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Pd 19 . M.

𝑏 adalah koordinat cartesius. diskusikan bagaimana menyatakan 𝑃 pada koordinat kutub? Diskusikan bersama-sama dengan teman kelompok Anda! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. kita akan membuat sebuah contoh sederhana.HUBUNGAN ANTARA KOORDINAT KUTUB DENGAN KOORDINAT CARTESIUS Untuk memudahkan mencari hubungan antara kedua koordinat tersebut.Pd 20 . M. misalkan 𝑃 𝑎.

M. 𝑁 2. 3 𝜋 b. −2 b. 6 𝜋 2. 𝐾 4.Pd 21 . − 2 1 1 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Latihan Soal 1. Tentukan koordinat cartesius titik berikut yang sudah diketahui koordinat kutubnya! a. 𝐿 −5. 𝑀 −2 3. Tentukan koordinat kutub titik berikut yang sudah diketahui koordinat cartesiusnya! a.

Sistem koordinat tabung menggunakan koordinat kutub 𝑟 dan 𝜃 sebagai pengganti koordinat cartesius 𝑥 dan 𝑦 pada bidang. 4 . Dua jenis koordinat yang penting adalah koordinat tabung dan bola. 𝑦. M. 3 𝜋 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. Untuk lebih memahami koordinat tabung.c. kita membatasi 𝑟 ≥ 0 dan 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋. sketsakan koordinat tabung 𝑃 2. 𝑧 merupakan salah satu cara untuk merinci posisi titik di ruang dimensi tiga. Sedangkan untuk koordinat 𝑧 sama seperti dalam koordinat cartesius. Pada koordinat ini.Pd 22 . Sistem Koordinat Tabung Pemberian cartesius persegipanjang 𝑥.

M.Sistem Koordinat Bola Sebuah titik 𝑃 mempunyai koordinat bola 𝜌.d. 𝜙 . 𝜃. 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋 . jika 𝜌 adalah jarak 𝑂𝑃 dari titik asal 𝑃. sketsakan koordinat bola 𝑃 2. sedangkan 𝜃 adalah sudut kutub yang berhubungan dengan proyeksi 𝑃′ dari 𝑃 ke bidang 𝑥𝑦. 4 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 0 ≤ 𝜙 ≤ 𝜋 𝜋 𝜋 Untuk lebih memahami koordinat bola. Kita batasi 𝜌 ≥ 0 . 4 . dan 𝜙 adalah sudut antara sumbu 𝑧 positip dan ruas garis 𝑂𝑃.Pd 23 .

4 koordinat Tabung IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. kita bisa menggambarkan ketiga koordinat pada gambar 2.3 koordinat cartesius . 𝑦 𝑦 𝑃 𝑟. M. gambar 2. 𝜃. dan gambar 2. 𝑟 𝜃 𝑥 gambar 2. 𝑦. 𝑧 𝑧 𝑥 𝑦 𝑥 gambar 2.Secara sketsa.5 berikut! 𝑦 𝑃 𝑥. 𝑧 𝑧 𝑦 .Pd 24 .3 .4.

𝑧 = 𝜌 cos 𝜙 𝑧 = 𝜌 cos 𝜙 𝑦 = 𝜌 sin 𝜙 sin 𝜃. 𝑧 = 𝑧 Koordinat bola.𝑦 𝜙 𝜌 𝜃 𝑥 .5 koordinat Bola Selanjutnya berikut adalah hubungan antara koordinat tabung dan cartesius serta antara ketiga koordinat tersebut.Pd 25 . 𝜌 = 𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 𝜙 𝑦 𝑃′ gambar 2. Tugas Anda adalah membuktikan kebenaran dari hubungan ini! Koordinat tabung dan koordinat cartesius dikaitkan oleh persamaan berikut 𝑥 = 𝑟 cos 𝜃 𝑟 2 = 𝑥 2 + 𝑦 2 . . . . M. 𝜃 = 𝜃 . tabung. dan koordinat cartesius dikaitkan oleh persamaan berikut 𝑥 = 𝜌 cos 𝜙 𝑥 = 𝜌 sin 𝜙 cos 𝜙 . 𝜃. 𝑃 𝜌. 𝑦 = 𝑟 sin 𝜃 tan 𝜃 = 𝑥 𝑦 .

4 b. 4 . 2. Ubahlah koordinat tabung berikut ke koordinat cartesius! a. 2 3 4. 6 b. 𝐶 8. −8 2. 𝐹 − 2. −4.Pd 26 . Ubahlah koordinat cartesius berikut ke koordinat bola! a.2. Ubahlah koordinat cartesius berikut ke koordinat tabung! a. Ubahlah koordinat bola berikut ke koordinat cartesius! a. . 𝐷 4.LATIHAN AKHIR BAB 1.6 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 𝐸 2.3 b. 𝐵 4. −2 3. −2 b. 𝐻 4 3. 3 . 6 4𝜋 3 𝜋 . 𝜋 3𝜋 4 𝜋 𝜋 3. 𝐴 6. 𝐺 2. M.

Pd 27 .IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M.

3 Pada bagian ini akan dipelajari tiga sub bab yaitu Parabol.Pd 28 . Ada beberapa materi yang sudah pernah Anda jumpai di SMA. 3.1 Elips IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.2. dan hiperbol. 3. Ambillah sebuah kerucut lingkaran tegak. M.3 berikut! BAB Gambar3.Elips.1. Kita potong kerucut itu dengan berbagai bidang dengan sudut yang berbeda dengan sumbu simetri. dengan dua cabangnya. perhatikan gambar 3.

M.Gambar3.2 Parabol IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Pd 29 .

Jika 𝑒 > 1 dinamakan hiperbol IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. Jika 𝑒 = 1 dinamakan parabol c. M. .3 Hiperbol Sebelum memahami definisi dari elips. Merujuk pada nilai 𝑒.Gambar3. dan keeksentrikan. 𝐹 Gambar 3. a.4 𝑙 adalah suatu garis tetap (garis arah) dan 𝐹 adalah sebuah titik tetap (fokus) yang tidak terletak pada garis 𝑙.Pd 30 . Perhatikan gambar 3. dan hiperbol. Himpunan titik-titik 𝑃 yang perbandingan antara jarak 𝑃𝐹 dari fokus dan jarak 𝑃𝐿 dari garis arah adalah suatu konstanta positip 𝑒 (keeksentrikan) yang memenuhi hubungan 𝑃𝐹 = 𝑒 𝑃𝐿 Dinamakan konik/irisan kerucut. didefinisikan sebagai berikut. parabol. 𝑙 𝑃 . focus. Jika 0 < 𝑒 < 1 dinamakan elips b.4 berikut 𝐿 . akan dijelaskan tentang garis arah.

𝑙 𝐹 Gambar 3. diskusikan dengan kelompok Anda. dan menggunakan rumus jarak.Pd 31 . M. berdasarkan definisi parabol yang menyatakan bahwa 𝑃𝐹 = 𝑃𝐿 . Parabol Definisi 3.1 Sebuah parabol adalah himpunan titik-titik 𝑃 yang berjarak sama dari garis arah 𝑙 dan focus 𝐹 yang memenuhi hubungan 𝑃𝐹 = 𝑃𝐿 .5 parabol dengan 𝑒 = 1 Selanjutnya.a. Berikut adalah ilustrasinya . tentukan persamaan parabol secara umum! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.

Pd 32 .IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M.

jelaskan! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. Tentukan empat jenis parabol yang mungkin.Pd 33 . M.Latihan Soal 1. Tentukan focus dan garis arah parabol 𝑦 2 = 12𝑥 2.

𝑙 𝐹 Gambar 3.Pd 34 . IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.2 Sebuah parabol adalah himpunan titik-titik 𝑃 yang berjarak sama dari garis arah 𝑙 dan focus 𝐹 yang memenuhi hubungan 𝑃𝐹 = 𝑒 𝑃𝐿 . Perhatikan gambar 3.b. dengan 0 < 𝑒 < 1 1 Berikut adalah contoh elips dengan 𝑒 = 2 . M.Elips Definisi 3.6 elips dengan 𝑒 = 2 1 Persamaan baku dari elips adalah 𝑥 2 𝑎 2 + 𝑏 2 = 1 𝑦 2 Bilangan 2𝑎 adalah garis tengah panjang dan 2𝑏 adalah garis tengah pendek.7 berikut.

Sketsakan persamaan 36 + 𝑥 2 𝑥 2 𝑦 2 4 𝑦 2 = 1. 𝐴′(−𝑎. 𝑙 𝐵′(0. 𝑏 𝐹 ′ (−𝑐. . 0) 𝐴(𝑎. 0) . M. −𝑏) Gambar 3. kemudian tentukan focus dan keeksentrikannya! 2. kemudian tentukan focus dan keeksentrikannya! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.. 𝑏) 𝑎 𝑐 . 0) . . Sketsakan persamaan 16 + 25 = 1.Pd 35 . 𝐹(𝑐.7 Latihan Soal 1. 0) 𝐵(0.

M.Pd 36 .IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.

dengan 𝑒 > 1 Berikut adalah contoh elips dengan 𝑒 = 2 Diskusikan dengan kelompok Anda tentang persamaan hiperbol. M. Hiperbol Definisi 3.3 Sebuah hiperbol adalah himpunan titik-titik 𝑃 yang berjarak sama dari garis arah 𝑙 dan focus 𝐹 yang memenuhi hubungan 𝑃𝐹 = 𝑒 𝑃𝐿 .Pd 37 . kemudian presentasikan di depan kelas! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.c.

𝑥 − 𝑝 𝑖 + 𝑦 − 𝑞 𝑗 + 𝑧 − 𝑟 𝑘 = 0 BAB Hal ini berarti bahwa 𝐴𝑖 + 𝐵𝑗 + 𝐶 𝑘 merupakan suatu vector yang sudah tertentu besar dan arahnya. Untuk membuktikan kebenaran bahwa persamaan tersebut merupakan persamaan bidang datar. 𝑧). kita tentukan sebarang titik.q.r) yang terletak pada bidang tersebut. 𝑞. M. 𝑧) adalah koordinat titik-titik yang terletak pada bidang yang melalui 𝑃(𝑝. yaitu 𝐴𝑥 + 𝐵𝑦 + 𝐶𝑧 + −𝐴𝑝 − 𝐵𝑞 − 𝐶𝑟 = 0 ↔ 𝐴 𝑥 − 𝑝 + 𝐵 𝑦 − 𝑞 + 𝐶 𝑧 − 𝑟 = 0 Perhatikan bahwa 𝐴 𝑥 − 𝑝 + 𝐵 𝑦 − 𝑞 + 𝐶 𝑧 − 𝑟 = 0 ↔ 𝐴𝑖 + 𝐵𝑗 + 𝐶 𝑘 .q.Pd 38 .r) dan selalu tegak lurus vector 𝐴𝑖 + 𝐵𝑗 + 𝐶 𝑘 serta berubah arah tergantung posisi (𝑥. 𝑦. yang selanjutnya disebut dengan normal bidang yang disimbolkan dengan 𝑛 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. misal P(p. Selanjutnya substitusi nilai D pada persamaan awal. 𝑦. (𝑥.4 a. Jadi. 𝑟) dan tegak lurus 𝐴𝑖 + 𝐵𝑗 + 𝐶 𝑘. sedangkan 𝑥 − 𝑝 𝑖 + 𝑦 − 𝑞 𝑗 + 𝑧 − 𝑟 𝑘 adalah vector yang berpangkal pada P(p. Sehingga diperoleh bahwa 𝐴𝑝 + 𝐵𝑞 + 𝐶𝑟 + 𝐷 = 0 ↔ 𝐷 = −𝐴𝑝 − 𝐵𝑞 − 𝐶𝑟. Persamaan Bidang Datar Persamaan umum bidang datar adalah 𝐴𝑥 + 𝐵𝑦 + 𝐶𝑧 + 𝐷 = 0.

𝑛 (𝐴𝑥 + 𝐵𝑦 + 𝐶𝑧 + 𝐷 = 0) (𝑥.2.1. 𝑧) 𝑃(𝑝. 𝒁𝒑 ) dan mempunyai normal 𝑨𝒊 + 𝑩𝒋 + 𝑪𝒌 maka persamaan bidang tersebut adalah 𝑨 𝒙 − 𝒙𝒑 + 𝑩 𝒚 − 𝒀𝒑 + 𝑪 𝒛 − 𝒛𝒑 = 𝟎 Latihan Soal Tentukan persamaan bidang datar yang melalui titik 𝑃 3. 𝑦. Jika sebuah bidang melalui 𝑷(𝑿𝒑 .Pd 39 . 𝑞. 𝑄 4.3)! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.5 dan 𝑅(2.1 . 𝒀𝒑.4. 𝑟) Jadi. M.

M.Pd 40 .IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.

Berdasarkan persamaan (1) dan (2) tentukan nilai 𝑑 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M. Misalkan vector normal yaitu 𝑛𝑣 = 𝐴𝑖 + 𝐵𝑗 + 𝐶𝑘 .0 . dengan 𝑑 adalah jarak antara titik 𝑃 terhadap bidang 𝛼 .b. 0. Jarak Titik dan Bidang Untuk menentukan jarak titik 𝑃 𝑝. kita menentukan terlebih dahulu sebarang titik yang terletak pada bidang tersebut. Dan cos 𝜃 = 𝑑 𝑄𝑃 𝐷 𝐷 … (2). 𝑟 terhadap bidang 𝑉 ≡ 𝐴𝑥 + 𝐵𝑦 + 𝐶𝑧 + 𝐷 = 0.Pd 41 . sehingga diperoleh 𝑄𝑃 = 𝑝 + 𝐴 𝑖 + 𝑞𝑗 + 𝑟𝑘 . Untuk lebih mudahnya kita ambil salah satu titik yang memotong sumbu 𝑋 yaitu − 𝐴 . Sehingga 𝑄𝑃 ∙ 𝑛𝑣 = 𝑄𝑃 ∙ 𝑛𝑣 cos 𝜃 … (1) dengan 𝜃 adalah sudut antara 𝑛𝑣 dan 𝑄𝑃. 𝑞.

Supaya kita dapat mengetahui posisi garis dengan mudah . Misalnya 𝑥. 𝑧 adalah sebarang titik yang terletak pada garis yang dimaksud. Berdasarkan ini jelaslah bahwa gabungan antara persamaan dua buah bidang datar merupakan suatu 5 persamaan sebuah garis lurus. 𝑦. Sehingga 𝑃𝑄 = 𝑡𝑣 dimana 𝑡 merupakan konstanta yang bernilai positip. 𝑦. 𝑐) dan mempunyai arah 𝑝𝑖 + 𝑞𝑗 + 𝑟𝑘 dapat diperoleh dengan penjabaran sebagai berikut. 𝑏. M.BAB a. Tetapi persamaan garis yang terdiri dari gabungan persamaan dua buah bidang datar tidak dapat dengan mudah diketahui posisi garis tersebut.Pd 42 . Maka 𝑃𝑄 dapat dinyatakan 𝑣. persamaan garis yang melalui titik 𝑃(𝑎. 𝑄(𝑥. Persamaan Garis Perpotongan antara dua bidang datar merupakan sebuah garis lurus. 𝑧) 𝑃(𝑎. 𝑏. 𝑐) 𝑣 Gambar 5.1 Sehingga persamaannya dapat ditentukan sebagai berikut. 𝑥 − 𝑎 𝑖 + 𝑦 − 𝑏 𝑗 + 𝑧 − 𝑐 𝑘 = 𝑡(𝑝𝑖 + 𝑞𝑗 + 𝑟𝑘 ) IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.

𝑏. 𝑦 − 𝑏 𝑡𝑞.Pd 43 .1 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.1) dan titik 𝑄 −2. −3. 𝑐) dan mempunyai vector arah 𝑝 + 𝑞 + 𝑟 adalah (𝑥−𝑎) 𝑝 = (𝑦−𝑏) 𝑞 = (𝑧−𝑐) 𝑟 Sedangkan persamaan garis yang melalui 𝑃 dan 𝑄 adalah (𝑥−𝑥 𝑝 ) 𝑥 𝑞 −𝑥 𝑝 = (𝑦−𝑦𝑝 ) 𝑦𝑞 −𝑦𝑝 = (𝑧−𝑧𝑝 ) 𝑧𝑞 −𝑧𝑝 Latihan Soal Tentukan persamaan garis yang melalui titik 𝑃(2. M.1. 𝑧 − 𝑐 = 𝑡𝑟 Sehingga persamaan garis yang melalui titik 𝑃(𝑎.Hal ini berarti : 𝑥 − 𝑎 𝑡𝑝.

sama halnya dengan menentukan sudut antara dua normal bidang. Sudut Antara Dua Garis Untuk menentukan sudut antara dua garis.b. Misalkan arah garis 𝑚 adalah 𝑚 = 𝑎𝑖 + 𝑏𝑗 + 𝑐𝑘 dan arah garis 𝑛 adalah 𝑛 = 𝑝𝑖 + 𝑞𝑗 + 𝑟𝑘 . dan sudut yang dibentuk oleh garis itu adalah 𝜃. maka tan 𝜃 = 𝑚 × 𝑛 𝑚 ∙ 𝑛 Bagaimana jika kedua garis tegak lurus atau sejajar? IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M.Pd 44 .

Latihan Soal 𝑥 + 𝑝 = 2 Tentukan sudut yang dibentuk oleh garis 𝑝 2𝑦 + 𝑝 = 1 𝑧 = 2𝑝 + 3 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M.Pd 45 .

Misalkan kita akan menentukan jarak antara titik 𝑃 dengan garis 𝑔. Jarak Titik ke Garis Untuk menentukan jarak antara titik dan garis. kita tentukan titik yang terletak pada garis.c. M. kita tentukan sebarang titik 𝑄 pada garis 𝑔 maka berlaku 𝑑 = 𝑃𝑄 ×𝑔 𝑔 Buktikan! IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI.Pd 46 .

1) ke garis 𝑔 4𝑥 + 5𝑦 − 𝑧 = 7 2𝑥 + 3𝑦 − 4𝑧 = 1 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. M.Pd 47 .Latihan Soal Untuk menentukan jarak titik 𝑃(2.5.

1987 3. Howard Anton. Soebari. New Jersey. Geometri Analit. Prentice Hall. Erlangga. M. Malang. IKIP Malang. Aljabar Linier Elementer (Edisi Ke lima).DAFTAR PUSTAKA 1. Bernard Kolman dkk. Elementary Linear Algebra (7th edition).Pd 48 . Jakarta. 1995 IKIP BUDI UTOMO MALANG | ALFIANI ATHMA PUTRI ROSYADI. 2000 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful