LAPORAN LABORATORIUM PENGANTAR TEKNIK KIMIA

Modul 4 Proses Pelunakan Air Sadah

Nama Praktikan NRP Praktikan Nama Partner NRP Partner Nama Asisten Tanggal Percobaan

: Adithya Suryapranata : 6210104 : William B. : 6210100 : Aldi : 23 Februari 2012

Tanggal Pengumpulan Praktikum : 26 Februari 2012 Shift : Kamis Siang

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG 2012

BAB I Tujuan 1. Mempelajari proses pelunakan air sadah menggunakan resin penukar ion 2. Mempelajari metode analisis kesadahan air menggunakan kompleksometri

8856 415.921 311. Penentuan Kapasitas Operasi Resin Penentuan Kapasitas Operasi Resin V resin (L) Vt (L) ∑ Ci/Co Co (mekiv/L) Vop (L) Cop (mekiv/L) .371003 415. Penentuan Kesadahan Air Sebelum Proses Pelunakan Co=415.6965 369.358924 1.8856 415.BAB II Hasil Percobaan 1.8856 415.3577 435.8856 415.4642 307.8856 415.8856 415.7987 453.8856 415.271349 1.8856 4.5428 528.8856 415.8856 415.044861 1.8773 565.389122 1.1568 577.2439 195.0074 434.88783 0.026742 1.8856 415.8856 415.9245 570.8856 mg/L 3.371003 1.2358 393.748918 0.7356 558.073 gram 2.1804 Ci/Co 0.8856 415.1804 568.078079 1. Pembuatan Larutan Standar EDTA Massa EDTA= 0.945207 1.098 448.047881 1.8856 415.8856 415. Penentuan Kesadahan Air Sesudah Proses Pelunakan Co (PPM sebelum Ci (PPM) pelunakan) 158.090159 1.8856 415.739858 0.8856 415.7158 570.3813 427.380499 0.343825 1.8856 415.367983 1.471094 0.

Tersedia dalam bentuk murni Jenis EDTA yang dipergunakan dalam percobaaan kali ini adalah jenis EDTA dengan logam Natrium (Na2H2Y. EDTA di sini memiliki fungsi sebagai larutan penitrasi dalam titrasi reaksi kompleksometri.73 gram EDTA dimasukkan ke dalam 250 mL aquademin (dalam labu ukur 250 mL). Penuangan resin penukar ion Resin sejatinya ada 2 jenis yaitu: resin penukar kation (resin yang mempertukarkan antara ion positif) dan resin penukar anion (resin yang mempertukarkan antara ion yang negatif). Pembuatan Larutan Standar Primer EDTA Pada awal dari percobaan ini dibuat larutan primer EDTA terlebih dahulu.BAB III Pembahasan 1. EDTA dipergunakan sebagai penitrasi karena: 1. 2. EDTA akan langsung berkontak dan mengalami reaksi dan membentuk kompleks dengan ion logam tersebut. Sebanyak 0. Tidak larut dalam pelarut air atau pelarut lainnya . sehingga air yang terkandung di dalam udara tidak ikut terserap ke dalam larutan EDTA tersebut 3. Memiliki gugus yang terbuka agar ion yang akan diikat dapt masuk 2. Penggunaan aquademin ditujukan untuk mengurangi persentase keberadaan kontaminan di dalam larutan standar primer EDTA. seperti buffer dengan PH 10 (Karena indicator EBT baru berfungsi pada range PH 8-10) dan eriochrome black indicator (EBT). Karena begitu ada ion logam di dalam larutan pencampur.H20). Larutan buffer dengan PH 10 tersebut adalah NH3-NH4Cl. Syarat resin yang digunakan adalah: 1. Reaksi dengan ion logam tertentu berjalan dengan cepat EDTA (H4Y) jika dilarutkan di dalam air akan terjadi reaksi kesetimbangan seperti berikut: H4YH3Y-H2Y2-HY3-Y4Reaksi kesetimbangan tersebut menggambarkan bahwa EDTA sangat bergantung dengan PH. Bereaksi secara sempurna dengan ion logam 3. Massa molekul relatifnya yang besar 372 g/mol 2. Keuntungan EDTA dalam percobaan adalah: 1. Sehingga di dalam percobaaan ini dibutuhkan sebuah larutan pengatur PH. dikocokkocok hingga larutan homogen kemudian larutan tersebut dituang menggunakan corong ke dalam buret. Bereaksi dengan ion logam dengan perbandingan yang setara(ekivalen) 1:1 2. Sifatnya yang tidak higroskopi.

Langkah ini dilakukan duplo dan setiap prosesnya volume EDTA yang dibutuhkan dihitung dan diratarata untuk mendapatkan jumlah mol dari kandungan Ca/Mg yang terkandung di dalam sampel. 3. Hal itu diakibatkan beda ketinggian larutan sampel yang nanti kita tuang yang berhubungan langsung baik dengan tekanan udara luar maupun jenis larutan. suatu resin harus ditaruh di tempat resin bekas. Setelah selesai penggunaan resin (perhatian setelah digunakan untuk menukar ion suatu zat. Resin lalu dituangkan hingga mencapai tinggi yang diinginkan di dalam buret. aliran kecepatan tidak selalu konstan seperti pengukuran awal kita. Hingga menunjukkan perubahan warna dari merah ke biru. Pembuatan sampel air sadah Pembuatan sampel dilakukan dengan menimbang (variasi 1 gr dan 2 gr) 1 gram CaCl2/MgSO4 lalu dimasukkan ke dalam 50 mL air di dalam gelas kimia. Pelunakan di sini yang dimaksud adalah penambahan larutan buffer ammonia-amonium klorida dan indicator EBT.3. hal ini menandakan air sadah ini memiliki kesadahan tetap. Umumnya merupakan polimer. Langkah pertama adalah dengan menuangkan sejumlah resin ke dalam buret. Cara kerja di laboratorium kali ini diawali dengan penggunaan aquadest terlebih dahulu dituangkan ke dalam buret lalu dikeluarkan dengan kran buret dibuka untuk menyesuaikan kecepatan aliran larutan. Karena senyawa yang dicampurkan bukanlah ion bikarbonat. . hal tersebut akan merusak resin hingga tidak dapat lagi digunakan. Resin harus selalu di dalam cairan atau tidak boleh kering karena ketika resin kering. Tetapi di dalam prosesnya. Langkah kerja ini menghabiskan waktu yang cukup lama hingga hampir + 1 jam. dan tidak boleh dijadikan 1 tempat dengan yang baru kaena akan mencemari resin lainnya). Mempunyai ion aktif yang dapat bertukar secara reversible tanpa mengakibatkan perubahan materi pada resin tersebut 4. Larutan kemudian diaduk. Kecepatan aliran sangat berpengaruh dan ada 2 variasi kecepatan di dalam percobaan kali in yaitu 7 mL/menit dan 10 mL/menit. Penggunaan tinggi resin di percobaan kali ini hanya ada 2 variasi yaitu 2 cm dan 1 cm. sambil dicuci atau ditambahkan aquadest (agar tidak menempel pada dinding buret). 4. Penentuan Kesadahan Air Penentuan kesadahan air awalnya dilakukan tanpa pelunakan terlebih dahulu. Pemakaian resin sebagai penukar ion di percobaan ini adalah sesua penugasan asisten. Air sadah yang sudah disiapkan. lalu ditunggu hingga terkumpul sebanyak 25 mL lalu dipipet ke labu titrasi kemudian dititrasi secara langsung dengan EDTA tadi. Dalam proses ini butuh ketelitian dalam melihat seberapa banyak aliran larutan yang keluar dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Proses pemindahan resin harus hati-hati. dilewatkan pada resin.

karena jika urutan terbalik akan mengakibatkan EBT terlebih dahulu membentuk kompleks dengan larutan sampel tersebut dan perubahan warna pada saat ditirasi menjadi salah). Dengan penambahan larutan buffer dan EBT menyebabkan larutan tersebut berubah warna dari bening menjadi kemerahan (pink) kemudian setelah dititrasi dengan sejumlah volume EDTA akan terjadi perubahan warna menjadi biru agak gelap. Sebelum dititrasi dengan EDTA.6 1. kemudian dipipet dan dimasukkan ke dalam labu titrasi. Proses ini duilakukan hingga mendapatkan hasil yang konstan. Dan juga diakibatkan resin yang menjadi jenuh karena ion dari air sadah yang tidak bisa melewati celah dari resin.8 0.4 1. air sampel dilewatkan pada resin lalu ditunggu hingga volumenya sebanyak 25 mL. Masih mengulangi langkah yang sama. h resin 1 cm) 1. resin 1 cm .Di tahap yang kedua kesadahan diukur dengan pelunakan.2 1 0. larutan sampel harus terlebih dahulu ditambahkan dengan larutan ammonia-amonium klorida (larutan buffer dengan pH=10) untuk menjaga kondisi keasaman maupun kebasaan suatu larutan kemudian baru ditambahkan dengan indicator EBT (urutan tidak boleh terbalik. V=10ml/menit.2 0 0 100 200 300 400 500 Volume Sampel Tertampung(mL) Ci/Co Ca 1 gram.4 0. larutan sampel harus sampai benar-benar berubah warna secara keseluruhan. Pada saat pentitrasian dengan EDTA.6 0. Berbeda dengan penentuan kesadahan air di atas. Kurva Breakthrough (Ca 1gr/500ml. Lama kelamaan volume EDTA yang dibutuhkan untuk mentitrasi (hingga berubah warna) akan semakin banyak diakibatkan oleh penurunan kualitas resin akibat dilewatkan terus menerus oleh air sadah.

tinggi 2 cm Mg 1 gr.4 1.2 0 0 200 400 600 Volume Sampel (mL) Ca 1 gram. tinggi 2 cm Ci: PPM sampel sesudah pelunakan Co: PPM sampel sebelum pelunakan Kurva Ideal Kurva ideal dengan kurva percobaan agak sedikit berbeda diakibatkan oleh karena kondisi percobaan yang mungkin berbeda. Selain itu diakibatkan karena pencarian laju alir yang memakan waktu lama mengakibatkan penurunan kualitas dari resin itu sendiri.6 0.4 0. tinggi 1 cm Ca 2 gr. .8 0. Sehingga hasil yang didapatkan dari percobaan ini tidak sama persis dengan yang digambarkan pada kurva ideal. tinggi 1 cm Mg 2 gr.2 Ci/Co 1 0.6 1. resin 1 cm Ca 1 gr.Kurva Kurva Breakthrough (gabungan) 1.

Akibat resin yang semakin jenuh dengan pertambahan konsentrasi. semakin lambat laju alir. bahwa dengan kandungan Ca (1 gr dalam 500 mL) menampung volume 400 mL sedangkan dengan Ca (2 gr dalam 500 mL) menampung 250 mL.Pengaruh variasi variable pada proses pelunakan air:  Tinggi resin Semakin tinggi suatu resin akan mningkatkan efisiensi suatu resin dalam proses pengikatan ion dan akan menyebabkan semakin banyaknya volume air yang dapat ditampung. sehingga mengakibatkan resin tidak lagi berfungsi dengan optimal. Hal ini sangat mungkin dikarenakan pemakaian resin saat mengukur laju alir yang berlangsung dalam tempo yang cukup lama. . akan menyebabkan resin menjadi lebih cepat jenuh.  Konsentrasi Semakin besar konsentrasi ion-ion logam. Tetapi hal ini mengalami kebalikan. seharusnya adalah yang memiliki tinggi 2 cm akan menampung air lebih banyak dibandingkan dengan yang 1 cm. Tetapi di dalam percobaan ini didapatkan sebaliknya bahwa pada saat MgSO4 dengan tinggi resin 1 cm menampung 325 mL dan pada saat tinggi resin 2 cm dapat menampung hanya dengan 250 mL. efisiensi dan volume tampungan air lunak berkurang karena ion-ion yang dipertukarkan semakin sedikit. Dengan tinggi resin 2 cm dengan 1 cm. maka akan menyebabkan kontak antara ion dengan resin berlangsung dengan cepat dan dapat dengan mudah meloloskan ion-ion logam.  Laju Alir Hubungan laju alir dengan resin adalah berikut ini: semakin cepat laju alir. karena terjadi kontak yang lebih lama dan sempurna antara ion-ion logam dengan resin. Kesalahan tersebut diakibatkan oleh penggunaan resin yang menggunakan aquademin terlalu lama dilewatkan oleh aquademin sebelum dilewatkan dengan air sadah. sehingga notabene hal tersebut dapat menyebabkan volume tampungan sampel lebih sedikit dan efisiensi resin menjadi berkurang. kapasitas resin akan semakin berkurang. Karena dengan bentuk yang ebih besar akan menyebabkan suatu partikel dengan ion-ionnya lebih sulit lolos dari resin penukar ion. sehingga ion menjadi lebih sulit untuk lolos melewati resin. karena hal itu akan menyebabkan resin semakin jenuh. Jumlah ion yang banyak (karena konsentrasi ion yang besar) akan menyebabkan resin mengikat ion lebih banyak. Sedangkan. Ketika suatu ion dengan bentuk partikel lebih besar dapat sangat mempengaruhi proses penukaran ion.  Jenis Garam Jenis garam dan bentuk partikel mempengaruhi proses penukaran ion pada resin.

Kesadahan semakin besar dengan adanya kenaikan berat molekul relative ion.BAB IV Kesimpulan 1. Kapasitas suatu resin dapat berkurang setelah dilewati larutan yang tidak bebas ion 4. konsentrasi dan laju alir 3. Kapasitas resin penukar dinyatakn dalam kurva breakthrough . semakin kecil konsentrasi dan semakin lambat laju alir akan mengakibatkan banyak ion yang dipertukarkan di resin penukar ion 2. Semakin tinggi resin.

com/49009964/Kolom-Penukar-Ion Bsn.Daftar Pustaka Scribd.krm/1996a.vlsm.jurnal/fmipa.org/v12/sponsor/sponsor pendamping/prawedia Malang.id.id En.org/wiki/ion exchange Bebas.or.htm .ac.wikipedia.

4 3.6 24.0078494 M Volume EDTA: 250 mL Massa EDTA: 0.6 . Penentuan Kesadahan Air Setelah Pelunakan   Tinggi resin: 1 cm Laju Alir: 10 mL/menit Volume EDTA Run 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 V sampel (mL) 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 (mL) 12.5 29. Penentuan Kesadahan Air Sebelum Pelunakan Volume Sampel Run 1 2 (mL) 25 25 Tinggi Resin (cm) 1 1 Volume EDTA (mL) 32.1 34 34.7 36.3 35.73 gram 2.7 33. Pembuatan Larutan Standar EDTA    Konsentrasi EDTA: 0.Lampiran A Data Percobaan 1.4 31.7 34.6 15.8 24.

12 13 14 15 16 17 18 300 325 350 375 400 425 450 42.4 45.4 .3 45.5 45 46 45.1 44.

39714177 mg 415.5 0.6965 9.6 0. tinggi resin 1 cm.2358 9.8 0.098 29.12245064 24.2308944 369.Lampiran B Hasil Antara 1.2439 4.0078494 0.0078494 0.0078494 0.4642 7.6 0.0019623 mol 372 gr/mol 2.3577 .7866048 311.0078494 0.8274488 393.8980256 195. laju aliran 10 mL/min) Volume V sampel Run (mL) 1 2 3 4 5 6 7 25 50 75 100 125 150 175 EDTA (mL) [EDTA] mol Ca massa Ca (mg) Ci (PPM) 12.1923103 3.0078494 0.4 0.0078494 0.05 mL 0.8856 ppm 3.3 0.692412 307.28022358 11.7 0.09890244 15.9560976 158.2089432 448. Penentuan Kesadahan Air Sebelum Pelunakan V avg EDTA M EDTA n Ca2+ m Ca2+ Co 33.0078494 M 0.23077236 31.25942267 mol 10.921 7.24568622 35. Pembuatan Larutan Standar EDTA massa EDTA mol EDTA Mr EDTA 0.19466512 24.0078494 0.73 gr 0. Penentuan Kesadahan Air Setelah Pelunakan (CaCl2 1gr/500 mL.

3813 10.8856 415.8856 415.8635696 434.442896 577.28336334 34 0.35636276 Ci/Co 0.047881 1.389122 1.358924 1.8856 415.0078494 0.090159 1.343825 1.8773 14.8949672 435.0078494 0.026742 1.3 0.271349 1.0078494 0.1 0.12892 565.2545104 570.35557782 45.0078494 0.8856 415.7987 11.739858 0.8856 415.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Co (PPM sebelum pelunakan) 200 225 250 275 300 325 350 375 400 425 450 34.8856 415.35636276 45.1804 14.33045974 44.471094 0.4 0.0078494 0.8856 415.8856 415.9245 14.0078494 0.3610724 45.8856 415.2668796 10.5428 13.0078494 45 0.2231128 568.7356 13.0078494 0.8856 415.3492983 0.8856 415.0078494 0.971932 558.1568 14.078079 1.3345336 453.945207 1.8856 415.8856 415.0074 10.88783 0.0078494 0.1804 34.044861 1.371003 415.2183896 528.27237418 36.8856 .675184 427.2545104 570.0078494 46 0.4 0.8856 415.5 0.27158924 42.380499 0.8856 415.6 0.748918 0.7158 14.7 0.1 0.353223 0.

93434 4.248084 0.0037994 18.415.79427 Vop (L) 0.004 V resin (L) ∑ Ci/Co Vt (L) Cop (mekiv/L) 1829.367983 1. Penentuan Kapasitas Operasi Resin Co (mekiv/L) 20.8856 ∑ 1.93434 0.0025 .371003 18.8856 415.

605 24.405 16.5 0.32 0.3 0.8 0.025 125 58.4 0.605 24.2 0.5 0.025 .4 0.5 0.Fahrizal 3.605 24.3 0.Hasil antara dari Andre.025 150 58.025 50 40.025 175 60.5 0.4 0.12 0.21 8.96 0.025 100 55.2 0.524 20.52 0.588 23. Penentuan Kesadahan Air Sesudah Pelunakan Volume Sampel Volume EDTA L Larutan (mL) (mL) Mol Ca2+ Massa Ca2+ (L) 25 21 0.2 0.583 23.025 75 52.553 22.025 225 60.025 200 60.

.

.

028 m ekivalen/L .15372 206.342 206.635 150 0.635 125 0.205 4.229 5.232 206.635 200 0.229 5.964706 11.75529 Nilai COP= 433.635 Jumlah Run 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 yi=Ci/Co 0.12941 205.342 206.992941 0.68 206.30945 92.21 5.0092 223652 89.635 100 0.205 4.856471 1.205 4.98355 199.176 206.211 5.095 2.635 325 0.964706 0.342 206.432941 0.094 206.20234 208.98355 199.204 206.68 206.635 225 0.98355 199.635 300 0.378 206.964706 0.Hasil Antara dari Fiety-Lidya MgSO4.182 4.635 175 0.209 5.077647 1.988235 1.635 50 0.997647 0.077647 0.635 75 0. tinggi resin 1 cm.08079 203. laju alir 7 mL/min V mol massa Mg Ci Co op(mL) Mg(mmol) (mg) (PPM) (PPM) 25 0.212 5.4608 206.635 275 0.214 5.977 206. 1 gram/ 500ml.42442 176.983529 0.447059 0.007059 0.56699 222.149 206.56699 222.635 250 0.1051 204.

resin 1 cm Kurva Breakthrough (Andre-FahrizalCa. tinggi 2 cm)) Kurva Breakththrough (Ca.5 Ci/Co 1 0.2 0 0 100 200 300 400 500 Volume Sampel Tertampung(mL) Ca 1 gram. Sampel (mL) Linear (Kurva Breakththrough (Ca.6 1.6 0. h resin 1 cm) 1.5 0 0 50 100 150 200 250 V. V=10ml/menit. tinggi 2 cm) .Lampiran C Grafik Kurva Breakthrough (Ca 1gr/500ml.2 Ci/Co 1 0. tinggi resin 2 cm) 1.4 1.4 0.8 0.

Sampel (mL) 300 400 Kurva Breakthrough (Bona-Beatrice. tinggi 2 cm) 1.6 0.8 Ci/Co 0. tinggi 1 cm) 1.4 0.2 0 0 100 200 Vol Sampel (mL) 300 400 Kurva Breakthrough Lidya-Fiety (Mg.2 0 0 100 200 V.2 1 0.Kurva Breakthrough Lidya-Fiety (Mg. Mg 2gr. tinggi 2 cm) .4 0. Mg 2gr.6 0.8 Ci/Co 0. tinggi 1 cm) Kurva Breakthrough (Bona-Beatrice.2 1 0.

6 0. tinggi 2 cm .Kurva Gabungan Kurva Breakthrough (gabungan) 1. tinggi 2 cm Mg 1 gr. tinggi 1 cm Mg 2 gr.2 0 0 100 200 300 400 500 Volume Sampel (mL) Ca 1 gr.8 0.4 1. tinggi 1 cm Ca 2 gr.2 Ci/Co 1 0.4 0.6 1.

Penentuan Kesadahan Air Sesudah Pelunakan Volume EDTA= 12.05(mL)* 0. Penentuan Kesadahan Air Sebelum Pelunakan V avg EDTA (Ca2+)= (V pada run 1+V pada run 2)/2= 32.73 (g)/372 (g/mol)=0.7 (mL)+ 33.73 gr Volume EDTA: 250 mL Mr EDTA: 372 g/mol Mol EDTA = 0. Pembuatan Larutan Standar EDTA Massa EDTA: 0.25942267 mmol Massa Ca2+= mol Ca2+ * Mr Ca2+= 0.6 mL .0078494 M 2.4 (mL)/2= 33.0078494 M= 0.39714177 mg 3.0019623 mol Molaritas EDTA= mol EDTA/volume EDTA= 1.9623 (mmol)/250(mL)= 0.25942267 (mmol) * 40 (mg/mmol)=10.05 mL Titik ekivalen 1 mol EDTA=1 mol Ca2+ V avg EDTA * M EDTA = V Ca2+ * M Ca2+ V avg EDTA * M EDTA= mol Ca2+ Mol Ca2+= 33.Lampiran D Contoh Perhitungan 1.

956 mg Ci= PPM Ca2+=massa Ca2+/volume larutan=3.14) * (2.956 (mg)/ 25.09890244 (mmol) Massa Ca2+= mol Ca2+* Mr Ca2+= 0.24 PPM 4.2 cm Tinggi Resin 1 cm V Resin= ¼ * π * d2 * h V Resin= ¼ * (3.8856 (mg/L)*1/40 (mg/mmol) * 2 (m ekiv/mmol) Co= 20.22 (cm)) * 1 (cm) V Resin= 0.0078494 M 1 mol EDTA=1 mol Ca2+ Volume EDTA*M EDTA= Volume Ca2+*M Ca2+ Mol Ca2+=12.M EDTA= 0. Kapasitas Operasi Resin Co= PPM Ca2+*1/Ar Ca2+* n Ca2+ (m ekiv/mmol) Co=415.10-3 (L)=158.09890244 (mmol) * 40 (mg/mmol)=3.0078494 (M)= 0.79428 m ekiv/L (n= bil valensi Ca2+) Vop= Vsaat Ci/Co pertama kali konstan Vop= 400 mL Diameter Resin=2.0037994 L Vt = selang pengambilan Sampel .6 (mL)*0.

Vt= 250 mL=0.630852 * 0.79428 (mekiv / L)* 2.0037994 (L) Cop= 1829.79428 (m ekiv/L) * (0.248084 (m ekiv/L) .630852 Cop= Co * (VOP (L)/V Resin) – Co * ∑yi * Vt/ V Resin Cop= 20.025 L ∑yi= ∑ ci/co (dari tabel hasil antara)=2.0037994 (L)) – (20.400 (L) / 0.025 (L)) / 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful