TANGGUNG JAWAB SOSIAL SEORANG ILMUWAN

Makalah

Oleh : Johnet M. L. Rumondor Staf TU SD Negeri 3 Abepura

DINAS PENDIDIKAN KOTA JAYAPURA SD NEGERI 3 ABEPURA JAYAPURA 2010

1

Ilmu telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Demikian juga tanpa wawasan apa yang disebut indah dan jelek tidak mungkin kita berbicara tentang keindahan ataupun kesenian. yaitu teknologi. Sejarah telah mencacat tragedi kemanusiaan yang luar biasa dasyat diantaranya dijatuhkannya bom atom di Hirozima dan Nagasaki dalam perang dunia II. Tanpa menetapkan kriteria tentang apa yang disebut benar maka tidak mungkin pengetahuan lain berkembang di atas kebenaran. Berkembangnya ilmu membawa keuntungan dan kemudahan bagi kehidupan manusia yaitu banyaknya persoalan yang dapat terpecahkan dan banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.BAB I PENDAHULUAN 1. kebocoran reaktor nuklir di 2 . Indikasi untuk itu adalah munculnya ilmu-ilmu yang baru. serta ditemukannya teori-teori ilmiah dalam berbagai bidang.1 Latar Belakang Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak sekolah dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi. Kita semua telah ketahui secara sadar bahwa semua pengetahuan yang ada sekarang dimulai dari tahap spekulasi. Berkembangnya ilmu yang demikian pesat tidak selalu mendatangkan keuntungan bagi umat manusia. semakin bertambahnya cabangcabang dari ilmu tertentu yang telah ada. Tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu beserta penerapannya. Dari serangkain spekulasi ini kita dapat memilih buah pikiran yang dapat diandalkan yang merupakan titik awal dari penjelajahan dunia pengetahuan. merupakan unsur kebudayaan yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Tanpa menetapkan apa yang disebut baik atau buruk maka kita tidak mungkin berbicara tentang moral.

kaitan ilmu dengan agama. dan pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi. agama dan nilai estetika.2 Rumusan Masalah Dari uraian pada latar belakang di atas dapat dirumuskan masalahmasalah sebagai berikut : 3 . Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan yang sama sifat baik dari segi hereditas maupun penampakannya (Wikipedia. Seorang ilmuwan tidak akan puas mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. yaitu adanya kontroversi berkenaan dengan teknologi kloning. Mereka meremehkan moral. memikirkan hal-hal baru. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya. masih ada sisi negatif lainnya menyangkut perkembangan ilmu.com. Kloning menjadi sorotan publik tahun 1997 ketika teknologi ini berhasil diterapkan untuk pertama kali pada hewan tingkat tinggi oleh tim peneliti dari Institut Roslin di Skotlandia pimpinan Ian Wilmut (Witarto. Selain sisi negatif berupa tragedi seperti disebutkan di atas. dan dia ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan kepada dirinya. dan masih banyak lagi pernyataan seperti itu. diantaranya dalam bidang bioteknologi.wordpress. namun lebih dari itu. Manusia memberi makna akan hidup. dan penggunaan bom biologis dalam peperangan di beberapa tempat.Chernobyl. dimana semuanya pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. karena manusia hidup bukan sekedar hidup untuk kelangsungan hidup. 2008). Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. 2008). Sering kita melihat seorang ilmuwan merasa lebih dari ilmuwan lainnya. 1.

b. 1. b. Bagaimana tanggung jawab sosial seorang ilmuwan?. Dapat memahami tanggung jawab sosial seorang ilmuwan. c.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : a. Dapat memahami hakikat ilmu pengetahuan. Mengapa kita harus menguasai ilmu pengetahuan?. 4 . c. Bagaimana ilmu pengetahuan kita manfaatkan?.a. Dapat memahami manfaat ilmu pengetahuan.

epistemology. di mana keduanya mempunyai ciri-ciri keilmuan yang sama. yakni ontologis. Hal ini memungkinkan kita mengenali berbagai pengetahuan yang ada seperti ilmu. dan aksiologi. seni dan agama serta meletakkan mereka pada tempatnya masing-masing yang saling memperkaya kehidupan 5 . maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmi-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu social. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri. Kita dapat membedakan jenis pengetahuan yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia dengan mengkaji aspek ontology. Semua pengetahuan termasuk ilmu dan seni terdiri dari 3 aspek. Dari pengertian inilah berkembang pengertian ilmu sebagai disiplin yakni pengetahuan yang mengembangkan dan melaksanakan aturan-aturan mainnya dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhannya.BAB II PEMBAHASAN 2. dan tidak mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom. dan aksiologis.1 Hakekat Ilmu Pengetahuan Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Dari semua pengetahuan maka ilmu merupakan pengetahuan yang 3 aspek tersebut telah jauh lebih berkembang dibandingkan pengetahuan lain dan dilaksanakan secara konsekuen dan penuh disiplin. Pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing bidang yang ditelaah. epistemologis. Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu social. Berfilsafat juga berarti berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah kita ketahui. namun tidak terdapat perbedaan yang prinsipil antara ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu social. Ilmu memang berbeda dari pengetahuan secara filsafat. namun karena permasalahanpermasalahan teknis yang bersifat khas.

ilmu tidak dapat bekerja tanpa metode yang rapi c. berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya b. Ilmu harus mempunyai objek. berarti kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak bersifat khusus melainkan berlaku umum. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan. berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur c. apabila dipenuhi syaratsyarat yang intinya adalah : a. percobaan b. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (1987) mempunyai lima ciri pokok : a. Ilmu harus mempunyai metode. Ilmu bersifat universal. pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi d. Tanpa mengenal ciri-ciri tiap pengetahuan dengan benar maka bukan saja kita tidak dapat memanfaatkan kegunannya secara maksimal namun kadang-kadang kita salah dalam menggunakannya. Analitis. Sistematis. Verifikatif. hubungan. dan peranan dari bagian-bagian itu e. Objektif. pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan 6 . berarti dalam memberikan pengalaman. dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga.kita. objeknya dipadukan secara harmonis sebagai suatu kesatuan yang teratur d. pengetahuan ilmiah berusaha membedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. Empiris. Ilmu harus sistematik. berarti untuk mencapai kebenaran yang objektif.

Pengetahuan memiliki peran dalam transformasi teknologi. Desakan tersebut antara lain didasarkan pandangan bahwa kloning merupakan “intervensi penciptaan” yang dilakukan manusia terhadap “tugas penciptaan” yang dilakukan oleh Sang Pencipta. Selain masalah etis yang menjadi keprihatinan utama. Mereka menganggap bahwa kloning manusia merupakan tindakan yang gegabah jika masalah kloning binatang saja belum bisa di atasi. Secara langsung maupun tidak langsung pengetahuan sangat mempengaruhi terhadap budaya masyarakat. ada desakan agar para agamawan. Oleh sebab itu agar kita dapat memanfaatkan segenap pengetahuan kita secara maksimal maka harus kita ketahui jawaban apa saja yang mungkin bisa diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu. Dengan memperhatikan sisi positif dan sisi negatifnya. Penolakan terhadap kloning pada manusia juga terjadi dinegara yang sangat maju seperti Amerika Serikat. Kontroversi kloning semakin hebat ketika teknologi ini diterapkan untuk manusia. Teknologi dapat mempengaruhi budaya yang berkembang di kehidupan masyarakat dan begitu juga sebaliknya budaya yang berkembang di tengah masyarakat akan menentukan teknologi tersebut dapat diterima atau tidak. ahli hukum dan pakar kemasyarakatan segera merumuskan aturan mengenai pemakaian teknologi kloning. mereka yang prokloning yakin bahwa kontroversi kloning akan berakhir sama dengan kontroversi bayi IVF 7 . Meskipun banyak mendapatkan tantangan.1 Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. ahli politik. Jajak pendapat yang dilakukan beberapa waktu yang lalu menunjukkan bahwa 89 persen masyarakat Amerika Serikat menentang penerapan teknologi tersebut pada manusia (Kompas. para ilmuwan yang sudah melakukan kloning binatang juga mengingatkan bahwa banyak masalah yang muncul pada hasil kloning misalnya pada sapi.2. 2008). Terlebih lagi jika teknologi tersebut ditangani oleh ilmuwan yang tidak bertanggung jawab.

dan aksiologi. epistemologi. Polemik yang terjadi berkenaan dengan teknologi kloning dapat disikapi secara kritis. b. menurut mereka yang prokloning. masyarakat di negara tersebut tidak lagi menentangnya. Sebelum Louise Brown. bayi hasil teknologi IVT 25 tahun silam. dalam arti temuan tersebut diperoleh melalui prosedur dan pengujian yang telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah.20 tahun silam. Apa yang dipaparkan di atas menunjukkan bahwa etika keilmuan tidak hanya menyangkut proses ditemukannya kebenaran ilmiah saja tetapi lebih luas dari itu. teknologi tersebut harus ditolak dan usaha tersebut harus dihentikan. Secara ontologis dalam pemilihan wujud yang akan dijadikan objek penelaahannya (objek ontologis / objek formal) ilmu dibimbing oleh kaidah moral yang berazaskan tidak mengubah kodrat manusia. Ditolaknya hasil teknologi tersebut bukan karena tidak benar. tetapi karena tidak memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. dilahirkan. dan tidak mencampuri masalah kehidupan. Tetapi patut dipertanyakan apakah hasil dari teknologi kloning tersebut berguna? Jika ternyata tidak berguna bagi kehidupan manusia. 8 . Bahwa etika keilmuan. menurut Suriasumantri hendaknya dikaji secara cermat dengan mempertimbangkan tiga dimensi filosofis ilmu. namun kini. Menafsirkan hakikat ilmu dan moral sebaiknya memperhitungkan faktor sejarah. c. kebenaran teknologi kloning tidak bisa dibantah. bahkan ternyata merendahkan martabat manusia. Untuk mendapatkan pengertian yang benar mengenai kaitan antara ilmu dan moral maka pembahasan masalah ini harus didekati dari segisegi yang lebih terperinci yaitu segi ontologi. 85 persen masyarakat Amerika Serikat menentang teknologi bayi tabung. maupun penggunaan ilmu dalam lingkup perjalanan sejarah kemanusiaan. tidak merendahkan martabat manusia. Pandangan Suriasumantri (1996 : 15 – 16) mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut : a. baik sejarah perkembangan ilmu itu sendiri.

kepentingan generasi mendatang. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan manusia. bertanggung jawab pada kepentingan umum. dan bersifat universal.d. Keterkaitan ilmu dengan sistem nilai tidak cukup bila hanya dibahas dari tinjauan epistemologis semata. e. Secara aksiologis ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan manusia dengan jalan meningkatkan taraf hidupnya dan dengan memperhatikan kodrat manusia. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. upaya ilmiah tercermin dalam metoda keilmuan yang berporoskan proses logiko-hipotetiko-verifikatif dengan kaidah moral yang berazaskan menemukan kebenaran. dan keseimbangan / kelestarian alam. Kebenaran ilmiah yang berusaha ditemukan melalui kegiatan keilmuan merupakan nilai. Tanggung jawab etis merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. menjaga keseimbangan ekosistem. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. tanpa kepentingan langsung tertentu dan berdasarkan kekuatan argumentasi an sich. Nilai kebenaran ilmiah juga dijadikan acuan dalam kegiatan tersebut. martabat manusia. dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi 9 . martabat manusia. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita harus memaknai sebuah ilmu tidak terlepas dari sistem nilai. Upaya ilmiah ini dilakukan dengan penggunaan dan pemanfaatan pengetahuan ilmiah secara komunal universal. Tinjauan ontologis dan aksiologis juga diperlukan karena azas moral juga mewarnai perilaku ilmuwan dalam pemilihan objek telaah ilmu maupun dalam menggunakan kebenaran ilmiah tersebut bagi kehidupan manusia. Secara epistemologis. Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan penelitian genetika maka masalahnya menjadi sangat lain. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. melainkan manusia itu sendiri sekarang menjadi obyek penelaahan yang akan menghasilkan bukan lagi teknologi yang memberi kemudahan. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Artinya jika kita mengadakan penelaahan mengenai jantung manusia. Dipandang dari sudut filsafat. dan tidak membidik secara langsung manusia sebagai obyek penelaahan. namun penelaahan ini dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. maka hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan penyakit jantung dan di atas pengetahuan itu dikembangkan teknologi yang berupa alat yang memberi kemudahan bagi kita untuk menghadapi gangguan-gangguan jantung. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. 2. ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai 10 . Hal ini bukan berarti bahwa sebelumnya tidak pernah ada penelaahan ilmiah yang berkaitan dengan jasad manusia. menemukan.Revolusi genetika merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuan manusia sebab sebelum ini ilmu tidak pernah menyentuh manusia sebagai obyek penelaahan itu sendiri. dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. kita tidak lagi menelaah organ manusia dalam upaya untuk menciptakan teknologi yang memberikan kemudahan bagi kita. melainkan teknologi untuk mengubah manusia itu sendiri.3 Tanggung Jawab Profesional seorang Ilmuwan Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge).

Tanggung 11 . Hal demikian dapat dilihat pada manusia yang menunjukkan tanggung jawabnya dengan merawat dan mendidik anaknya sampai dewasa.pengetahuan yang dimilikinya. Tanpa memiliki moral. mendidik anak. budayawan. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. seperti makhluk hidup atau bidang yang ditekuni oleh manusia akan tetapi juga menyangkut objek dari tanggung jawab. seperti negarawan. namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri. misalnya sosial. Ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya. Sebenarnya sejak saat pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalahmasalah moral namun dalam perspektif atau pandangan yang berbeda. Tanggung jawab merupakan hal yang ada pada setiap makhluk hidup. Moral adalah sistem nilai (sesuatu yang dijunjung tinggi) yang berupa ajaran (agama) dan paham (ideologi)sebagai pedoman untuk bersikap dan bertindak baik yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Tanggung jawab sosial ilmuwan adalah suatu kewajiban seorang ilmuwan untuk mengetahui masalah sosial dan cara penyelesaian permasalahan sosial tersebut. Tujuan moral adalah mengarahkan sikap dan perilaku manusia agar menjadi baik sesuai dengan ajaran dan paham yang dianutnya. Manfaat moral adalah menjadi pedoman untuk bersikap dan bertindak atau berperilaku dalam interaksi sosial yang dinilai baik atau buruk. memberi nafkah. Tanggung jawab terdapat juga pada bidang yang ditekuni oleh manusia. Dewasa ini ilmu bahkan sudah berada diambang kemajuan yang mempengaruhi reproduksi dan penciptaan manusia itu sendiri. seseorang akan bertindak menyimpang dari norma dan nilai sosial dimana mereka hidup dan mencari penghidupan. dan ilmuwan. Tanggung jawab tidak hanya menyangkut subjek dari tanggung jawab itu sendiri. dan sebagainya. Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi.

maka hal itu berarti ilmu telah mengakibatkan perubahan sosial dan juga ilmu bertanggung jawab atas sesuatu yang bakal terjadi. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. 12 . Jadi ilmu yang diusahakan dengan aktivitas manusia harus dilaksanakan dengan metode tertentu sehingga mendatangkan pengetahuan yang sistematis. Seorang ilmuwan mempunyai tanggung jawab sosial. Manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati sesamanya. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan manusia. kepentingan generasi mendatang. dan bersifat universal.jawab etis merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. bertanggung jawab pada kepentingan umum. Ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat. Jika dinyatakan bahwa ilmu bertanggung jawab atas perubahan sosial. bukan saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di masyarakat namun yang lebih penting adalah karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat. Kreativitas individu yang didukung oleh sistem komunikasi sosial yang bersifat terbuka menjadi proses pengembangan ilmu yang berjalan secara efektif. Fungsinya selaku ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab agar produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi tanggung jawab tersebut bersangkut paut dengan masa lampau dan juga masa depan. membutuhkan Untuk menerapkan etis ilmu pengatahuan pertimbangan dan untuk teknologi proses dimensi sebagai dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut. Penciptaan ilmu bersifat individual namun komunikasi dan penggunaan ilmu adalah bersifat sosial. menjaga keseimbangan ekosistem. martabat manusia.

menerima 13 . Gangguan terhadap keseimbangan alam misalnya pembasmian kimiawi terhadap hama tanaman. menerima kritik. terbuka. Dengan kemampuan pengetahuannya seorang ilmuwan juga harus dapat mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogyanya mereka sadari. sedangkan keteraturan alam dan keteraturan masyarakat selalu menurut kodrat Ilahi. Dia harus tampil di depan bagaimana caranya bersifat obyektif. Umpamanya saja apakah yang akan terjadi dengan ilmu dan teknologi kita di masa depan berdasarkan proses pendidikan keilmuan sekarang. ilmu adalah theoria. karena sekaligus tertuju kepada keseimbangan dalam alam dan terhadap keteraturan sosial. melainkan juga oleh manusia sendiri. kiranya baik juga diketengahkan dengan singkat alam pikiran Yunani Kuno. Setiap keteraturan adalah keteraturan ilahi dan alam (karena mempunyai keteraturan) bahkan dianggap sebagai Ilahi atau sebagai hasil pengaturan Ilahi. Perlu diingat bahwa keberatsebelahan itu sebenarnya bukan hanya karena tanggung jawab ilmu saja. Bukan saja jalan pikirannya mengalir melalui pola-pola yang teratur namun juga segenap materi yang menjadi bahan pemikirannya dikaji dengan teliti. Disinilah kelebihan seorang ilmuwan dibandingkan dengan cara berpikir seorang awam. Untuk memahami ihwal tanggung jawab manusia . sistem pengairan. Di bidang etika tanggung jawab sosial seorang ilmuwan bukan lagi memberikan informasi namun memberi contoh. Seorang ilmuwan tidak menolak atau menerima sesuatu begitu saja tanpa suatu pemikiran yang cermat. Seorang ilmuwan pada hakikatnya adalah manusia yang biasa berpikir dengan teratur dan teliti.Ilmuwan berdasarkan pengetahuannya memiliki kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Tanggung jawab ilmu atas masa depan pertama-tama menyangkut usaha agar segala sesuatu yang terganggu oleh campur tangan ilmu bakal dipulihkan kembali. Menurut alam pikiran Yunani Kuno. Campur tangan ilmu terhadap masa depan bersifat berat sebelah. dan sebagainya.

pendapat orang lain. Tanggung jawab juga menyangkut penerapan nilai-nilai etis setepattepatnya bagi ilmu di dalam kegiatan praktis dan upaya penemuan sikap etis yang tepat. sesuai dengan ajaran tentang manusia dalam perkembangan ilmu. Jadi bila kaum ilmuwan konsekuen dengan pandangan hidupnya. 14 . maka salah satu penyangga masyarakat modern akan berdiri dengan kukuh. Demikian juga dalam masyarakat yang sedang membangun maka dia harus bersikap sebagai seorang pendidik dengan memberikan suri teladan. Berdirinya pilar penyangga keilmuan itu merupakan tanggung jawab sosial seorang ilmuwan. kukuh dalam pendirian yang dianggapnya benar. dan kalau perlu berani mengakui kesalahan. baik secara intelektual maupun secara moral. Pengetahuan yang dimilikinya merupakan kekuatan yang akan memberinya keberanian.

Jadi hubungan antara ilmu dan moral adalah sangat erat bahwa setiap usaha manusia untuk menyelidiki. Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. 15 . Fungsinya selaku ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab agar produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 2. dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.1 Kesimpulan Dari uraian pembahasan pada BAB II di atas. Tanggung jawab ilmuwan di masyarakat adalah suatu kewajiban seorang ilmuwan untuk mengetahui sosial masalah tersebut. menemukan.BAB III PENUTUP 3. bukan saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di masyarakat namun yang lebih penting adalah karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat. menemukan. sosial Seorang dan cara penyelesaian permasalahan ilmuwan mempunyai tanggung jawab sosial. Moral adalah sistem nilai (sesuatu yang dijunjung tinggi) yang berupa ajaran (agama) dan paham (ideologi) sebagai pedoman untuk bersikap dan bertindak baik yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. dan meningkatkan pemahaman dari berbagai segi harus berpedoman pada ajaran agama dan paham ideologi dalam bersikap dan bertindak. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a.

Supaya pembelajar dapat menjadi contoh bagi pemelajar dengan menunjukkan moral yang baik sesuai ajaran agama dan ideologi.3.2 Saran Sebagai pembelajar bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga mendidik pemelajar agar memiliki moral dan tanggung jawab dalam bersikap maupun bertindak. memberi 16 . bertanggung jawab terhadap ilmu yang disampaikan serta manfaat bagi pemelajar maupun masyarakat.

” Tersedia pada www. Jakarta : Sinar Harapan.DAFTAR PUSTAKA Suriasumantri. Diakses pada tanggal 11 Desember 2010.wikipedia. (2008) ”Kloning. (2007) Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer.org/wiki/kloning.ed. 17 . Jujun S. Wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful