Sinyal Digital dan Sinyal Analog

Gelombang Pembawa Gelombang Pembawa (carrier wave) adalah bentuk gelombang (biasanya sinusodial) yang dimodifikasi untuk mewakili informasi yang disalurkan. Gelombang pembawa ini biasanya mempunyai frekuensi yang lebih tinggi daripada sinyal yang mengandung informasinya. Gelombang pembawa digunakan saat mengirimkan sinyal radio pada sebuah pesawat radio penerima. Kedua sinyal modulasi frekuensi (FM) dan modulasi amplitudo (AM) dikirimkan dengan bantuan gelombang pembawa Analogi Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Sedangkan Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Sistem bilangan biner Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad –17. Pengubah Analog-ke-digital Dalam elektronik, sebuah pengubah analog-ke-digital (bahasa Inggris: analog-todigital converter, disingkat ADC) adalah sebuah alat yang mengubah sinyal berkelanjutan menjadi angka digital terpisah. Biasanya, sebuah ADC mengubah sebuah voltase ke sebuah angka digital. Sebuah pengubah digital-ke-analog (DAC) melakukan operasi yang berlawanan.

Audio Sampling Pada dasarnya semua suara audio, baik vokal maupun bunyi tertentu merupakan suatu bentukan dari getaran. Ini menandakan semua audio memiliki bentuk gelombangnya masing-masing. Umumnya bentukan gelombangnya disebut dengan sinyal analog.

Jika lebih kecil akan dinaikkan dan jika lebih besar akan diturunkan. Sinyal-sinyal diskrit yang ada akan disesuaikan levelnya dengan tetapan yang ada. Ada suatu aturan tertentu dari sinyal ini. Setelah dilakukan proses ini maka terbentuklah suatu sinyal analog-diskrit yang bentuknya menyerupai aslinya namun hanya diambil diskrit-diskrit saja. Bentukan sinyal sample dapat dilihat pada gambar diatas.Sinyal analog adalah sinyal yang bentuknya seperti pada Gambar 1. Namun sebuah teknik memungkinkan sinyal ini diubah dan diproses sehingga menjadi lebih baik. Ini adalah batas minimum dari frekuensi sample agar nantinya cuplikan yang diambil menunjukkan bentukan sinyal yang asli (analog). Quantisasi (Perhitungan) Ini adalah proses pembandingan level-level tiap diskrit sinyal hasil sampling dengan tetapan level tertentu. dll. Prosesnya hampir sama dengan pembulatan angka. Digital Signal Prosessing merupakan perkembangan dari teknik ini yang memungkinkan kita membentuk sample-sample yang berupa suara seperti yang ada pada keyboard. Proses sampling Pada proses ini terjadi suatu pencuplikan dari bentukan sinyal analog. karena cuplikan akan lebih menggambarkan sinyal yang asli. Audio Prosessing. Teknik ini memungkinkan perubahan sinyal analog menjadi bit-bit digital. Ini dilakukan dengan sinyal-sinyal sample. Tetapan level yang . Level-level ini adalah tetapan angka-angka yang dijadikan menjadi bilangan biner. syntitizer. Lebih besar tentunya lebih baik. Teori Shannon menyatakan frekuensi sinyal ini paling sedikit adalah 2 kali frekuensi sinyal yang akan disampling(sinyal analog). Pencuplikan dilakukan pada bagian-bagian sinyal analog. Jika telah menjadi sinyal digital maka sinyal ini jauh lebih baik. sedikit noisenya dan juga dapat diproses dengan mudah. Teknik itu disebut teknik sampling.

Proses ini membuat sinyal lebih baik karena bentukkannya lebih tetap. Dan bentukan sinyal akan lebih bervariasi sehingga akan terbentuk seperti aslinya. Sistem dengan mikrokontroler umumnya menggunakan piranti input yang jauh lebih kecil seperti saklar atau keypad kecil. Setelah menjadi sinyal digital maka proses-proses perekayasaan dapat dilakukan. Yang harus dilakukan adalah merubah informasi digital tersebut dengan proses digital sehingga menjadi suarasuara yang kita inginkan. yang disebut . Komputer mainframe menggunakan keyboard dan pembaca kartu berlubang sebagai piranti inputnya. maka terbentuklah bilanganbilangan biner yang merupakan informasi dari sinyal. Karena itu ada piranti input yang mengkonversikan sinyal analog menjadi sinyal digital sehingga komputer bisa mengerti dan menggunakannya. Proses dapat dilakukan dengan berbagai macam alat-alat digital (co:komputer). piranti input yang paling umum adalah keyboard. Ada beberapa mikrokontroler yang dilengkapi dengan piranti konversi ini. Ini membuat pembulatan level sinyal diskrit menjadi tidak jauh dengan level aslinya.ada tergantung pada resolusi dari alat. Hampir semua input mikrokontroler hanya dapat memproses sinyal input digital dengan tegangan yang sama dengan tegangan logika dari sumber. Sample-sample yang ada juga digunakan sebagai informasi untuk menciptakan suara dari berbagai macam alat elektronik (co:keyboard dan syntitizer). maka jika bitnya lebih besar kombinasinya akan lebih banyak dan tetapan akan lebih banyak. Perubahan ke digital Setelah diquantisasi maka tiap-tiap diskrit yang ada telah memiliki tetapan tertentu. Proses ini juga mengecilkan error dari suatu sinyal. Padahal dalam dunia nyata terdapat banyak sinyal analog atau sinyal dengan tegangan level yang bervariasi. Level nol disebut dengan VSS dan tegangan positif sumber (VDD) umumnya adalah 5 volt. Tetapan ini dapat dijadikan kombinasi bilangan biner. Dalam sistem komputer pribadi. karena tetapan level merupakan kombinasi angka biner. Sistem Input Komputer Piranti input menyediakan informasi kepada sistem komputer dari dunia luar. Penyimpanan suara juga akan lebih baik karena informasinya adalah digital sehingga berkembanglah CD dan DAT(Digital Tape).

Unit sample/hold merupakan bagian . Mikrokontroler atau komputer mengolah sinyal secara digital. pengolahan sinyal secara digital telah diterapkan begitu luas. Unit ADC ini terdiri dari sebuah bagian Sample/Hold dan sebuah bagian quantiser. PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Pada masa sekarang ini. diawali dengan proses pencuplikan sinyal masukan yang berupa sinyal kontinyu. terutama dari sudut algoritma dan pemrograman di samping juga sedikit pembahasan tentang pertimbangan hardware dari sistem yang disusun.dengan ADC. Dalam artikel ini akan dibahas dasar-dasar pengolahan sinyal digital. Frasa kontroler dari kata mikrokontroler memberikan penegasan bahwa alat ini mengontrol sesuatu. Tetapi karena istilah ini sudah luas digunakan. Dalam sistem komputer pribadi (PC). peralatan musik. Sistem Pengolahan Sinyal Digital Proses pengolahan sinyal digital. peralatan kesehatan dan peralatan lainnya. yang lebih tepat adalah pengolahan sinyal diskrete. Proses ini mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrete. Sistem Output Komputer Piranti output digunakan untuk berkomunikasi informasi maupun aksi dari sistem komputer dengan dunia luar. Istilah pengolahan sinyal digital sebenarnya kurang begitu tepat. Piranti yang dapat melakukan konversi ini disebut dengan DAC (Digital to Analog Converter). Dari peralatan instrumentasi dan kontrol. Proses ini dilakukan oleh suatu unit ADC (Analog to Digital Converter). piranti output yang umum adalah monitor CRT. maka istilah pengolahan sinyal digital tetap digunakan dalam artikel ini. dalam satu rangkaian terpadu. sehingga untuk dapat memberikan output analog diperlukan proses konversi dari sinyal digital menjadi analog. Sedangkan sistem mikrokontroler mempunyai output yang jauh lebih sederhana seperti lampu indikator atau beeper.

misal 8 bit akan mengubah menjadi 256 tingkatan nilai. Parameter cuplik ini menentukan dari frekuensi harmonis tertinggi dari sinyal yang masih dapat ditangkap oleh proses cuplik ini. yaitu Ts. Pencuplikan dilakukan setiap satu satuan waktu yang lazim disebut sebagai waktu cuplik (sampling time). Resolusi dari quantiser. • Gambar 1. yang berarti nilai masukan selama kurun waktu T dianggap memiliki nilai yang sama.yang melakukan pencuplikan orde ke-0. Metoda kuantisasi akan mempengaruhi terhadap kekebalan noise. pembagian level nilai ini bisa secara uniform ataupun secara non-uniform misal pada Gaussian quantiser. parameter utama yang menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut : • • • Kecepatan maksimum dari waktu cuplik. Sebagai ilustrasi. Filter ini digunakan untuk meyakinkan bahwa komponen sinyal yang dicuplik adalah benar-benar yang kurang dari batas tersebut. Frekuensi sampling minimal adalah 2 kali dari frekuensi harmonis dari sinyal. Dalam representasi yang baru inilah sinyal diolah. Unjuk kerja dari suatu ADC bergantung pada beberapa parameter. Kecepatan ADC melakukan konversi. Untuk mengurangi kesalahan cuplik maka lazimnya digunakan filter anti-aliasing sebelum dilakukan proses pencuplikan. Keuntungan dari metoda ini adalah pengolahan menjadi mudah dan dapat memanfaatkan program sebagai pengolahnya. Bagian quantiser akan merubah menjadi beberapa level nilai. proses pencuplikan suatu sinyal digambarkan pada gambar berikut ini. . Proses sampling Sinyal input asli yang tadinya berupa sinyal kontinyu. x(T) akan dicuplik dan diquantise sehingga berubah menjadi sinyal diskrete x(kT). Dalam proses sampling ini diasumsikan kita menggunakan waktu cuplik yang sama dan konstan.

proses penjumlahan saja dilakukan lebih dari 1 siklus mesin). blok diagram dari suatu pengolahan sinyal digital adalah sebagai berikut : Gambar 3. Proses pengembagan aplikasi DSP Apabila proses pengolahan sinyal dilakukan menggunakan komputer biasa. selanjutnya data ini dapat diolah oleh prosesor menggunakan suatu algoritma pemrosesan yang diimplementasikan dalam program. Hasil dari pemrosesan akan dilewatkan ke suatu DAC (Digital to Analog Converter) dan LPF (Low Pass Filter) untuk dapat diubah menjadi sinyal kontinyu kembali. Untuk chip-chip DSP.Gambar 2. Pengubahan dari sinyal kontinyu ke sinyal diskret Setelah sinyal diubah representasinya menjadi deretan data diskrete. DSP56001. maka pengembangan program tidak berbeda seperti halnya pemrograman biasa lazimnya. 68030. yang memisahkan antara jalur data dan jalur kode. yaitu perkalian dan penjumlahan dilakukan dalam siklus (bandingkan dengan 80386. misal ADSP2100. Untuk kebutuhan pemrosesan real time. misal dalam satu siklus dapat melakukan suatu perkalian matrix. Lazimnya mereka memiliki suatu instruksi yang sangat membantu dalam perhitungan matrix. Arsitektur ini memberikan keuntungan yaitu adanya kemampuan untuk mengolah perhitungan matematis dengan cepat. . Blok Diagram Sistem Pengolahan Sinyal Digital Proses pengolahan sinyal digital dapat dilakukan oleh prosesor general seperti halnya yang lazim digunakan di personal komputer. ataupun oleh prosesor RISC seperti 80860. Secara garis besar. atau untuk kebutuhan proses yang cepat dapat digunakan paralel chip TMS320C40. dibutuhkan prosesor yang khusus dirancang untuk tujuan tersebut. Chip-chip DSP ini memiliki arsitektur khusus yang lazim dikenal dengan arsitektur Harvard. TMS320C25. misal processor 80386. instruksi yang digunakan berbeda pula.

Perangkat lunak pengembang aplikasi pengolahan sinyal digital. yang secara garis besar digambarkan sebagai berikut : Gambar 4. Keterangan : • Design Database. berisi library disain yang telah tersedia dan lazim digunakan misal. Pengembangan model harus dilakukan dengan menggunakan perangkat bantu pengembang (development tool). misal TMS320C25. IIR.Hanya algoritma yang diterapkan dan teknik pengkodean harus mempertimbangkan waktu eksekusi dari program tersebut. FIR. . Terlebih lagi bila sistem tersebut nantinya akan bekerja sendiri (stand alone). Tata cara pengembangan perangkat lunak menjadi berbeda apabila kita menggunakan sistem chip DSP. Sebagai contoh digambarkan suatu sistem pendisain perangkat lunak DSP buatan SPWDSP Frameworks. Comb Filter dan lain-lain.

Assembly Code Generator. Apabila kita telah puas dengan algoritma tersebut. digunakan komputer utama sebagai perangkat bantu pengembang. • • • Pada komputer utama. IIR. menghasilkan program dalam bahasa assembly chip DSP tertentu MultiProx. Misal akan menghasilkan deskripsi dalam format VHDL. • • TIL. Program bantu tersebut tersedia pada program pengembang (development tool program). dan akan dihasilkan koefisien filter yang diingini. akan menghasilkan program yang diimplementasikan pada paralel DSP chip. C Code Generator akan menghasilkan program dalam bahasa C. dan uji-coba awal. untuk mendisain filter dengan response yang kita ingini. berikut pengujian filter tersebut. Sistem Disain Filter. CGS. dengan menggunakan chipchip. misal chip FIR. akan menghasilkan Custon HDL dan Netlist . kita dapat mengimplementasikan sesuai dengan sistem yang akan kita gunakan. kita melakukan simulasi. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah pengembangan program untuk sistem DSP dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 5. apabila kita ingin mengimplementasikan sistem menggunakan chip ASIC. Dapat melakukan manipulasi dan pengolahan sinyal sederhana. Program akan menghasilkan kode atau deskripsi yang dibutuhkan oleh jenis implementasi tertentu. dan sebuah DSP board. sebagai sasaran (target board) dari . Lazimnya menggunakan beberapa algoritma disain seperti Park-McLelland. VHDL Generator.• Signal Calculator. merupakan perangkat lunak. merupakan perangkat lunak simulasi sinyal. akan menghasilkan implementasi algoritma dalam deskripsi VHDL yang lazim digunakan dalam disain chip ASIC. • HDS. DSP ProCoder . disain filter. Atau juga dapat dihasilkan kode dalam bahasa C bila kita menginginkan portabilitas dari implementasi yang dihasilkan. yaitu gambar diagram implementasi algoritma secara perangkat keras. Langkah-langkah pengembangan sistem DSP Dalam tahapan pengembangan ini.

Hasil olahan sinyal tersebut disalurkan ke jalur keluaran untuk menguji hasil akhir sesungguhnya dari algoritma tersebut. ada juga yang berhubungan dengan PC menggunakan hubungan serial atau parallel printer card. Untuk keperluan ini dapat digunakan program-program khusus simulasi ataupun program bantu matematis seperti halnya MATLAB dengan Sinyal Processing Toolbox. Proses penulisan program dilakukan di komputer utama (misal PC). Setelah program berbentuk format biner. dan melalui memori share. sinyal tersebut diolah berdasarkan algortima yang diimplementasikan. Pada tahap ini. Hasil akuisisi tersebut akan berupa deretan data akan digunakan untuk menguji algoritma. Pengkompilasian menggunakan cross-compiler atau cross asseembler khusus. dan sistem DSP tersebut dieksekusi. Pertama kali dicoba mengakuisisi sinyal masukan sesungguhnya. adalah mensimulasikan algoritma pengolahan sinyal dengan menggunakan perangkat simulasi ataupun program. komputer utama hanya bekerja untuk mengawasi keadaan memori. STMIK Gunadarma). Kemudian secara off-line. baik menggunakan program bantu matematis ataupun melalui program yang ditulis untuk keperluan simulasi. Mathematica dengan DSP extension. tetapi tidak melakukan pengolahan sinyal. Langkah-langkah pengembangan program aplikasi adalah sebagai berikut : Langkah pertama. Biasanya pada card DSP telah terdapat unit ADC dan DAC. spectrum analyzer dan lain-lain. Kemudian. Langkah kedua dilakukan dengan menggunakan sistem DSP yang akan kita gunakan akhrinya. DSPWorks. Pengujian terhadap sinyal sesungguhnya dapat diukur dengan menggunakan alat ukur seperti osciloscope.pengembangan program. sehingga benar-benar terpisah dari PC dan proses hubungan dengan PC hanyalah pentransferan kode biner. Proses ini masih dilakukan secara non-real time dan diproses oleh prosesor pada PC. program yang ditulis dengan menggunakan instruksi dari chip DSP yang terdapat pada DSP Board tersebut diuji. . sehingga dapat dilakukan proses pencuplikan sinyal sesungguhnya. dan kerja dari program. Pada tahap ini. dan lain-lain. dan proses kompilasi juga dilakukan di komputer utama. Sinyal masukan disimulasikan dengan menggunakan data-data sinyal standard. Khoros. masukan sesungguhnya digunakan untuk diolah dapat diberikan sehingga kerja dari algoritma dapat diamati pada keadaan sesungguhnya. data akan ditransfer ke dalam memory di DSP board. DSP Board ini ada yang berhubungan dengan PC melalui ekspansion slot. ini dilakukan dengan mencuplik sinyal masukan tersebut. misal dengan menggunakan TMS320C25 Card (tipe ini telah digunakan di Laboratorium Teknik Komputer.

Langkah terakhir adalah dengan menulis kode biner tersebut ke dalam ROM. Eksekusi dan uji dengan sinyal sesungguhnya. sistem dapat dikombinasikan dengan mikrokontroller atau SBC (Single Board Computer) sebagai perangkat pengatur user interface. Sistem siap pakai dengan ditambahkan prosesor utama yang menangani sistem pendukung. tulis kode biner dari program ke ROM. Kemampuan untuk memisahkan sinyal suara dan data ini adalah merupakan suatu keuntungan. Dengan demikian. APLIKASI TEKNOLOGI SINYAL DIGITAL Teknologi DSL (Digital Subscriber Line) membawa kedua sinyal analog serta digital pada satu kabel. Lebih lanjut akan diterangkan tentang algoritma-algoritma yang digunakan untuk pengolahan sinyal digital. • • • • • Demikianlah pada tulisan awal ini telah dijelaskan secara singkat tentang pengolahan sinyal digital dan tahapan pengembangan sistem pengolahan sinyal digital. pengolahan secara off-line dan proses masih dilakukan di PC Tulis program menggunakan instruksi DSP. Sinyal digital untuk komunikasi data sementara sinyal analog untuk suara sperti halanya yang digunakn telepon sekarang yang disebut sebagai POTS (Plain Old Telephone System). Teknologi Digital Subscriber Line . Dibawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Digital Subbscriber Line. secara garis besar langkah-langkah pengembangan perangkat lunak untuk sistem DSP dapat diringkas sebagai berikut : • • Simulasikan algoritma dengan menggunakan data simulasi. Misal DSP sistem tersebut digunakan untuk noise eliminator pada line telepon. Untuk membuat sistem yang lebih lengkap. Kompilasi dan transfer ke RAM di DSP board. Lakukan simulasi dengan sinyal sesungguhnya. dan meletakkannya ke DSP board yang nantinya akan bekerja berdiri sendiri tanpa adanya sebuah PC. Bila program sudah tidak ada kesalahan.

Kemudian muncul pemikiran untuk tetap menggunakan infrastruktur yang ada guna membangun sambungan kecepatan tinggi. Sehingga tidak semua orang dapat menikmati keunggulan teknologi ini. Bebrapa solusi lain pernah muncul untuk komunikasi kanal lebar seperti misalnya DirectPC dari Hughes Communication. Tetapi Kecepatan pertambahan jumlah pengguna internet serta jumlah aliran data (informasi) lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan infrastruktur telekomunikasi. Di Indonesia terdapat layanan jasa telekomunikasi yang menggunakan teknologi ini. hubungan dengan kantor cabang. . Dengan teknologi digital kecepatan pengiriman data dapat dilakukan sampai dengan 64kbps untuk setiap kanal. dan jasa layanan informasi lainnya. Salah satu solusinya adalah dengan teknologi DSL (Digital Subscriber Line) yang merupakan teknologi baru. Akan tetapi kendala utama dari teknologi ISDN ini adalah diperlukannya jaringan telekomunikasi baru.yaitu pasopati tetapi layanan jasa ini baru terbatas di bebrapa kota besar. Dengan semakin banyaknya informasi dan data yang akan diakses apalagi dengan bentuk multimedia semakin memunculkan tuntutan akan kecepatan akses data dan informsi tersebut. Untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik maka ditawarkanlah solusi dengan ISDN (Integrated Service Digital Network). dimana teknologi ini menggunakna satelit untuk mengirimkan data (downlik) secara langsung ke rumah atau kantor dari situs web dengan kecepatan 400 kbps. karena basic ISDN dapat menyediakan dua kanal maka secara keseluruhan bisa didapatkan kecepatan akses sampai 128kbps. Sedangkan untuk komunikasi data ke situs webnya tetap menggunakn salauran telepon biasa. Bagi suatu perusahaan kecepatan akan komunikasi data yang tinggi sangat diperlukan untuk implementasi pada aplikasi multimedia real-time seperti konferensi video. ini didasari dengan mahalnya investasi baru dan besarnya permintaan kebutuhan akan akses yang cepat.sebagai salah satu solusi komunikasi data kecepatan tinggi Perkembangan internet yang sangat cepat sejak adanya World Wide Web tidak saja membawa perubahan terhadap penyebaran informasi tetapi juga membawa perubahan terhadap infrastruktur telekomunikasi.

Yang juga merupakan kelebihan lain dari teknologi DSL adalah pengguanan kabel tembaga yang sudah ada dimana jaringannya sudah mencapai kantor-kantor dan rumah-rumah sehingga pembangunan infrastruktur yang diperlukan tidak terlalu mahal. Perkembangan lalu lintas data yang sangat cepat ini akan membebani jaringan telepon publik (PSTN) yang ada. tetapi untuk komunikasi data yang lama akan memboroskan sumber daya yang dimiliki oleh PSTN. maka akibatnya tingkat keberhasilan penyambungan mengalami penurunan karena sebagian besar saluran telepon terpakai dalam jangka waktu yang lama. Tetapi untuk komunikasi data umumnya para pelanggan menggunakan waktu yang leih lama. karena bisa dimanfaatkan untuk lebih dari satu sambungan secar efisien dan ekonomis.karena hal ini maka sambungan yang sama bisa digunakan secara bergantian sehingga tidak diperlukan penyedian sambungan telepon yang sama banyak denga jumlah saluran teleponnya. Kemampuan untuk memisahkan sinyal suara dan data ini adalah merupakan suatu keuntungan. Untuk komunikasi data yang berbasis sambungan . Dilihat dari sisi teknis teknologi DSL menggunakan basis data paket sementara komunikasi suara berbasis sambungan (circuit-switch). Teknologi DSL ini membawa kedua sinyal analog serta digital pada satu kabel. Sinyal digital untuk komunikasi data sementara sinyal analog untuk suara sperti halanya yang digunakn telepon sekarang yang disebut sebagai POTS (Plain Old Telephone System). sambungan dengan lebar bandwith tertentu harus tetap dipertahankan walaupun tidak ada data yang lewat.DSL bekerja menggunakan kabel telepon standar yang terbuat dari tembaga. terutama dengan adanya intrenet. Sementara komunikasi data yang berbasis paket akan memungkinkan penggunaan bandwith yang optimum. menjadi . Ada dua pilihan yang bisa diambil penyelenggara jasa telekomunikasi untuk mengatasi hal ini yang pertama adalah meningkatkan jaringan PSTN untuk menangani permintaan komunikaais data dan suara yang bertambah dan yang kedua memindahkan lalu litas data ke jaringan yang terpisah yang dirancang khusus untuk komunikasi data. Untuk komunikasi suara yang singkat waktu yang tidak terpakai tidak begitu menimbulkan masalah. saat ini kabel telepon jenis tersebut sudah banyak tersambung dan tersedia luas ke rumah-rumah atau kantor-kantor. Jaringan PSTN (Public Switch Telephone Network) yang ada dirancang untuk komunikasi suara yang hanya berlngsung sebentar sekitar tiga sampai lima menit.

dan derau (noise). IDSL menawarkan layanan seperti BRI dengan kecepatan kirim (uplink) dan terima (downlink) yang sama sebesar 144 kbps. Untuk menghindari efek crosstalk dapat dibuat untuk setiap kabel satu arah. Sasaran teknologi ini adalah terutama pelanggan pribadi yang lebih banyak menerima data daripada mengirim data.Tetapi penggunaan kabel yang sudah ada ini harus memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan sinyal data. Seperti halnya IDSL. Kelebihan ADSL dibanding yang lain adalah kecepatannya yang tertinggi dengan jarak yang memadai dan bisa mendukung layanan komunikasi suara. IDSL hanya menawarkan layanan komunikasi data tidak untuk komunikasi suara pada jalur yang sama. Crosstalk akan mungkin dtimbulkan oleh adanya pasangan kabel telepon yang digunakan. bila gangguan ini lebih tinggi dibandingkan dengan sinyal data maka akna timbul banyak error yang memperlambat kecepatan aliran data.5 km dengan bandwith sekitar 1 MHz. SDSL hanya menawarkan komunikaais data saja. baik untuk kirim (uplink) atau terima (downlink). sehingga sinyal pada masing-masing kabel tidak saling memepengaruhi. Kedua layanan . • SDSL (Symmetric Digital Subscriber Line) dimana teknologi ini menggunakan kecepatan data 784 kbps. Atenuasi adalah melemahnya sinyal yang diakibatkan oleh adanya jarak yang semakin jauh yang harus ditempuh oleh suatu sinyal dan juga oleh karena makin tingginya frekuensi sinyal tersebut. SDSL merupakan solusi yang cocok untuk kalangan bisnis untuk digunakan sebagai komunikasi antar cabang atau hubungan situs web ke internet. • ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line). Gangguan ini bisa timbul karena sinyal dengan kecepatan yang sama dari masing-masing kabel bisa saling mempengaruhi. tetapi dengan perangkat yang lebih murah. Seperti atenuasi. crosstalk.5 km. Teknologi-teknologi tersebut adalah : • IDSL (ISDN Digital Subscriber Line) yang berbasis pada teknologi ISDN BRI (Basic Rate Interface). sebagai contoh adalah untuk mengakses internet. Terdapat beberapa jenis teknologi DSL berdasarkan perbedaan kecepatan data dan jarak maksimum yang disebabkan usaha untuk meningkatkan kecepatan pengiriman data dengan menggunakan jaringan telepon yang ada. Karena faktor jarak dan frekuensi ini maka jarak terjauh yang masih mungkin adalah sekitar 5. teknologi ini mempunyai kecepatan data yang berbeda untu kirim (upink) dan terima (downlink) Untuk uplink bisa mencapai 8 Mbps sementara untuk downlink bisa mencapai 1 Mbps dengan jarak kabel maksimum samapi dengan 5.

seperti ISP atau kantor lain . perangkat pemisah (splitter) memisahkan sinyal telepon dari sinyal digital. Meskipun jalur ADSL tidak berfungsi atau PC tidak dihidupkan jalur telepon tetap dapat berfungsi seperti biasa. kemudian memisahkannya pada modem penerima dengan teknik echo cancellation. Sinyal digital dimodulasi dan di-decode kemudian dikirimkan ke PC. Modem memodulasi dan mengkodekan (encode) data digital dari PC dan kemudian digabungkan dengan sinyal telepon untuk dikirimkan ke kantor telepon. Karena berbagai kelebihan yang dimiliki oleh teknologi ADSL ini maka teknologi ini berkembang sangat cepat. Sinyal telepon yang digabungkan dengan sinyal ASDL dalam satu kabel tetap di beri daya oleh perusahaan telepon. Di kantor telepon sinyal telepon dipisahkan dari sinyal digital ADSL untuk kemudian dimodulasikan dan di-encode. . yang memisahkan sinyal upstream dari sinyal downstream dengan pita pembawa (carrier band) yang terpisah.6 Mbps dan menerima data dengan kecepatan 25 Mbps dengan jarak maksimum sampai 900 meter. Pengiriman data melalui ADSL dilakukan dengan beberapa tahap. Teknik modulasi yang lain adalah DMT (Discrete Multitone). jaringan data yang digunakan ini tergantung dari penyelenggara jasa ASDL. Di masa yang akan datang produk-produk ADSL akan menggunakn teknik modulasi DMT. Terdapat dua teknik modulasi berbeda yang diterapkan pada ADSL.komunikasi data dan suara diberikan melalui dua kanal yang terpisah . teknologi ini dapat mengirimkan data dengan kecepatan 1. Teknik modulasi yang pertama adalah menerapkan teknik modulasi CAP (Carierless Amplitude and Phase). tetapi tetap satu kabel yang sama. Karena kecepatannya yang tinggi maka teknologi imi memerlukan kabel serat optik yang kemampuannya lebih tinggi daripada memakai kabel tembaga yang ada. Sementara sinyal digital dari ISP atau jaringan perusahaan lain dimodulasi dan di-encode menjadi sinyal ASDL di kantor telepon. bisa frame relay atau ATM (Asynchronous Transfer Mode). CAP menggabungkan sinyal data upstream dan downstream. Melalui jaringan komunikasi data sinyal ini dikirimkan ke pihak yang dituju. Sementara teknologi DSL yang lain menggunkan dua kabel yang terpisah untuk bisa memberikan kedua layanan komunikasi tersebut. • VDSL (Very high-bit-rete Digital Subscriber Line). Kemudian modem menggabungkan nya dengan sinyal telepon sebelum dikirimkan ke pelanggan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful