P. 1
Aktivitas Teknis Sistem en Holtikultura

Aktivitas Teknis Sistem en Holtikultura

|Views: 84|Likes:
Published by Vodoo Woodpecker

More info:

Published by: Vodoo Woodpecker on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

TUGAS

TEKNOLOGI PASCAPANEN HOLTIKULTURA
Aktivitas Teknis Sistem Pascapanen Holtikultura

Oleh :

Md. Arif Sukmawan

( 0811205001 )

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA 2011

Sementara pencucian sudah dilakukan dengan efektif menghilangkan kotoran. melon. Klorin adalah bahan kimia yang umum ditambahkan untuk pengendalian mikroorganisme tersebut. Pencucian setelah penyimpanan: ketela rambat. Pencucian untuk menghilangkan getah. peppers. Tanpa dicuci: polong hijau (green beans). pengemasan penyimpanan. peas. • • • • • Pencucian sebelum pendinginan dan pengemasan: tomat. kol. Legiatan pascapanen umumnya masih belum cukup baik dilakukan oleh petani. mengurangi noda: mangga dan pisang. squash musim panas. okra. Pengeringan dapat dilakukan dengan alat penirisan atau dengan hembusan angin kearah komoditas yang dicuci. memperpanjang daya simpan dan memperpanjang daya ekonomis hasil pertanian. Pada proses pembersihan gunakan baku mutu air (standart air minum) untuk menghindari kontaminasi terhadap prosuk dari organisme dan bahan pencemar lainnya. Namun klorin efektif bila larutan dijaga pada pH netral. dan buah kiwi. Perlakuan klorin dengan konsentrasi 100-150 ppm dapat membantu . Ruang lingkup cara penanganan pascapanen hortikultura meliputi : 1. Pembersihan dapat dilakukan dengan sikat atau melalukan pada semprotan udara. mentimun dan sayur daun. maka disinfektan dapat ditambahkan untuk mengendalikan bakteri dan beberapa jamur pembusuk. Pemilihan apakah penyikatan atau pencucian akan tergantung pada jenis komoditi dan jenis kontaminasinya. Definisi pascapanen hortikultura yang baik adalah suatu kegiatan yang meliputi pembersihan. Saat ini pascapanen di lakangan petani masih cukup trasisional dengan alat yang sederhana. Namun lebih umum digunakan dengan penyemprotan air atau mencelupkan ke dalam air. Pembersihan Tujuan dari pembersihan adalah membersihkan komoditi dari kotoran yang melekat. sortasi. wortel. standarisasi dan transportasi hasil budidaya pertanian. pengawetan.Aktivitas Teknis Sistem Pascapanen Holtikultura Kegiatan pascapanen bertujuan untuk mempertahankan mtut produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen. kentang. Penyikatan kering setelah curing atau penyimpanan: bawang merang dan putih. pengupasan. menekan losses atau kehilangan karena penyusutan atau kerusakan. Bila kotoran agak sulit dihilangkan maka dapat ditambahkan deterjen. menghilankan bibit-bibit penyakit yang masih melekat.

kondisi produk (kematangan dan tingkat kerusakan . khususnya bila pestisida pascapanen tidak digunakan. Buah-buahan. sayur-sayuran dan bunga-bungaan adalah kelompok produk yang nonhomogenous. b) antar individu dalam kelompok dan c) antar daerah produksi. akan mempercepat/meningkatkan pelayuan atau peningkatan aktifitas metabolisme yang dapat mempercepat pematangan/respirasi. berat.Kentang dan ubi jalar tidak disarankan untuk dicuci. mempercepat/meningkatkan aktivitas respirasi dan pematangan. pelayuan. Kontak sinar matahari proses langsung metabolisme menyebabkan yang pada penurunan ujungnya bobot. Pada mentimun pencucian berakibat buah tidak tahan simpan. Sortasi dan Grading  Sortasi Sortasi merupakan pemilahan komoditi hortikultura yang baik dari yang rusak atau cacat dan benda asing lainnya. bahkan pembusukan. Sebagai akibatnya. Sortasi harus dilakukan segera setelah bahan berada dalam bangsal penanganan karena akan menentukan proses selanjutnya. Perlakuan sesegera mungkin dalam sortasi dapat membatasi kerusakan/kehilangan hasil panen. praktik budidaya dan perbedaan varietas. ukuran individu produk. setiap operasi grading harus menangani variasi dalam total volume produk. Pada pisang pencucian dapat menunda kematangan. Untuk menghindari kontak langsung sinar matahari maka grading dilakukan pada lokasi/tempat yang teduh atau penggunaan terpal dan dedaunan untuk menutupi timbunan buah. Memisahkan bahan-bahan busuk akan membatasi penyebaran infeksi ke pada unit-unit produk lainnya. Perbedaan timbul karena perbedaan kondisi lingkungan. juga penularan mikroba ataupun benda asing lainnya. Mereka bervariasi a) antar group. busuk atau cacat sebelum pendinginan atau penanganan tambahan dilakukan. bentuk. sortasi biasanya dilakukan untuk memisahkan produk luka. bentuk dan warna.mengendalikan patogen selama operasi lebih lanjut. Sortasi akan menghemat tenaga dimana bahan-bahan rusak tersebut tidak akan ikut lagi pada penanganan berikutnya. karena lapisan lilin pada permukaan buah ikut tercuci. Selama grading harus diusahakan terhindar dari kontak sinar matahari secara langsung. warna. Pemilahan/grading bertujuan memilah buah berdasarkan kriteria grade/kelas. dan ukuran. 2. Selama sortasi disarankan agar terhindar dari sinar mataharilangsung karena akan menurunkan bobot atau terjadi  Grading Grading adalah kegiatan pengkelasan produk berdasarkankarakteristik fisik seperti ukuran.

Pada sisi lain. karena penyakit dan insekta. Standarisasi merupakan ketentuan mengenai kualitas atau kondisi komoditas berikut kemasannya yang dibuat untuk kelancaran dihubungkan dengan warna dan digunakan sebagai basis sortasi. karena kotoran yang dibawa dari lapang dan sebagainya. • • • • Ukurannya seragam untuk dijual Kematangan seragam Didapatkan buah yang tidak lecet atau tidak rusak Tercapai keuntungan lebih baik karena keseragaman produk. Grading memberikan manfaat untuk keseluruhan industri. Parameter ini umum digunakan karena kesesuaiannya dengan aplikasi mekanis. Beberapa produk sangat ditentukan oleh warna dalam penjualannya. dan • Menghemat biaya dalam transport dan pemasarannya karena bahan-bahan rusak di sisihkan. Kematangan sering Tujuan dari tindakan grading ini adalah untuk memberikan nilai lebih ( harga yang lebih tinggi) untuk kualitas yang lebih baik. Akan tetapi grading. Standard yang digunakan untuk pemilahan (kriteria ) dari masing-masing kualitas tergantung dari permintaan pasar. Alat dapat saja yang canggih dan mahal. Menyisihkan produk yang tidak diinginkan.mekanis) dan keringkihan dari produk. system grading sederhana akan membantu memanfaatkan tenaga kerja manual. membutuhkan biaya. Beberapa factor lainnya juga berpengaruh terhadap mutu sebelum produk degrading. meliputi: • • • • Stadia kematangan saat pemanenan Metode untuk mentransfer produk dari lapangan ke tempat grading Metode panen dan Waktu yang dibutuhkan antara panen dan grading. Ukuran dapat ditentukan oleh berat atau dimensi. dari petani. Beberapa parameter dapat digunakan sebagai basis grading: • 1 Ukuran. • 2 Warna. pedagang besar dan pengecer karena. Ini sering dibutuhkan untuk memisahkan produk dengan produk yang luka karena perlakuan mekanis. seperti pada tomat. .

maka penyimpanan juga berarti upaya mempertahankan komoditi panenan tetap dalam kondisi segar dan sekaligus masih memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu. dapat mencakup kelompok tertentu atau wilayah / negara / daerah pemasaran tertentu.tataniaga/pemasaran. dan mengurangi proses pertumbuhan yang tidak dikehendaki seperti pertunasan.Menyediakan komoditas tertentu sepanjang tahun .Meningkatkan keuntungan finansial bagi produsen .Mengendalikan laju transpirasi . Standarisasi pada dasarnya dibuat atas persetujuan antara konsumen dan produsen. Faktor-faktor tersebut meliputi suhu. Agar supaya penyimpanan komoditi panenan hortikultura dapat berjalan baik sesuai dengan yang diharapkan yaitu dapat memperpanjang masa kesegaran komoditi bersangkutan. dan kualitas bahan yang disimpan. meningkatkan kualitas) .Menampung produk yang melimpah .Mengontrol penyakit yang timbul setelah panen .Membantu dalam pengaturan pemasaran .Memcegah perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki konsumen Lama penyimpanan (ketahanan simpan) dapat diperpanjang dengan .Mempertahankan kualiatas dari komoditas yang disimpan Prinsip dari perlakuan penyimpanan : . Penyimpanan tersebut diperlukan terutama bagi komoditi hortikultura yang mudah mengalami kerusakan setelah memasuki periode pasca panen. mengurangi kehilangan air dan pelayuan. Komposisi atmosfir (udara).Mengendalikan / mencegah serangan penyakit .Memperpanjang kegunaan (dalam beberapa kasus. mengurangi kerusakan akibat aktivitas mikroba. Penyimpanan Penyimpanan komoditi hortikultura pada dasarnya merupakan usaha untuk mempertahankan komoditi (panenan) tersebut dari sejak dipanen hingga saatnya digunakan.Mengendalikan repirasi . Tujuan / guna penyimpanan . kelembaban udara. mengurangi proses penuaan. karena cara penyimpanan tersebut dapat mengurangi laju respirasi dan metabolisme lainnya. 3. maka dalam penyimpanan diperlukan adalah pengetahuan terhadap beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyimpanan tersebut.

Tanaman yang berasal dari daerah tropis umumnya tidak tahan temperatur rendah. ilmu dan teknologi penyiapan bahan untuk . penyimpanan hasil pertanian dalam temperatur rendah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Sifat hasil tanaman. cara penyimpanan dan lama penyimpanan. • “Don’t break the cold-chains” Penyimpanan dingin dari suatu hasil tanaman harus berkelanjutan (dalam tataniaga) sampai di tangan konsumen. efektif (bisa digunakan untuk semua komoditas) dan efisien (dapat dikombinasikan dengan cara-cara penyimpanan yang lain). Penyebab chilling injury bisa karena kepekaan komoditas terhadap temperature rendah. Faktor yang berpengaruh pada keberhasilan penyimpanan .Perlakuan penyinaran (irradiation) .Kebersihan . • Hindari chilling injury..Panen dan penanganan panen . kondisi tempat penyimpanan.Precooling .Penyimpanan dingin (refrigeration) Penyimpanan dingin merupakan cara penyimpanan yang murah (terjangkau).Perlakuan kimia (chemical treatment) . namun untuk kondisi daerah tropis yang mempunyai temperatur udara rata-rata cukup tinggi.Perlakuan sebelum panen . Di dalam mempengaruhi masa simpan komoditi pelaksanaan pengemasan terjadi gabungan antara seni. temperatur penyimpanan dingin umumnya tidak berada di bawah 12oC. Pengemasan Pengemasan adalah proses perlindungan komoditi dari gangguan faktor luar yang dapat dengan memakai media (bahan) tertentu. Ketahanan terhadap temperatur rendah dari berbagai bagian tanaman juga berbeda. storage) . (Kerusakan hasil tanaman karena temperature rendah).Varietas /kultivar hasil tanaman dan tingkat kematangannya 4.A.Mengatur kondisi atmosfer (C.

kertas/karton.pengangkutan dan penjualan. Transportasi Pengangkutan umumnya diartikan sebagai penyimpanan berjalan. Faktor pengangkutan yang perlu diperhatikan adalah: • • • • Fasilitas angkutannya Jarak yang ditempuh atau lama perjalanan Kondisi jalan dan kondisi lingkungan selama pengangkutan Perlakuan “bongkar-muat” yang diterapkan. karung goni dan kain. film. melindungi produk yang ada di dalamnya dan melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan. diantaranya. Contoh dari produk yang diolah minimal adalah salad buah dan sayur. yang dibuat dengan menggunakan aplikasi proses yang minimal (pengupasan. termasuk dalam kondisi kelembaban nisbi yang mendekati jenuh atau setelah terguyur air. Perlakuan minimal ini menyebabkan kesegaran buah dan sayur masih tetap bertahan. Persyaratan bahan kemasan. tetapi proses yang diberikan tidak menginaktifkan mikroba yang ada didalam produk. karena pengemasan harus mampu melindungi bahan yang akan dijual dan menjual bahan yang dilindungi. 5. pemotongan. bahan kayu. kayu. Pengemasan merupakan bagian dari kegiatan pasca panen sebelum dilakukan transportasi atau penyimpanan. dapat melindungi dan mempertahankan mutu dari pengaruh luar. Berbagai jenis bahan digunakan untuk keperluan kemasan. foil. Fungsi lain pengemasan adalah mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan dalam waktu yang lama. plastik. Keunggulan dari produk yang diolah minimal terletak . diantaranya adalah bahan dari logam. dan terbuat dari bahan yang tidak melepaskan unsur yang berpengaruh terhadap kesehatan dan bahan yang dikemasnya. kertas. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan. dan plastik lebih banyak digunakan. benturan. 6. Semua kondisi penyimpanan pada komoditas yang diangkut harus diterapkan. gelas. Teknologi Fresh Cut Teknologi fresh cut dapat disebut juga dengan teknologi olah minimal. pengirisan dan lain-lain) dengan proses pemanasan minimal atau tanpa pemanasan sama sekali. dan getaran). produk buah sayur potong/irisan (fresh cut product) dalam bentuk tunggal atau campuran yang siap untuk dikonsumsi (ready to eat) dan siap masak (ready to cook). Untuk produk hortikultura seperti aneka buah.

Kerusakan produk yang diolah minimal karena perubahan reaksi fisiologis dan biokimia serta kerusakan mikrobiologis menyebabkan degradasi warna. Display Display merupakan salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan dalam melaksanakan promosi penjualan. dan suhu penyimpanan maksimal 50C. Proses pengupasan. . tidak ada pencucian ‘berat’ buah dan sayur setelah dikupas. Suhu yang tepat untuk penyimpanan produk ini adalah ≤50C. maka proses yang dilakukan relatif murah dan sederhana. 7. tekstur dan flavor produk diolah minimal menjadi lebih cepat dari bahan segarnya. pemotongan. Penyimpanan diatas suhu ini sebaiknya dihindari karena akan mempercepat kerusakan dan merangsang pertumbuhan mikroba patogen. pengirisan yang diberikan menyebabkan buah dan sayur yang diolah minimal bersifat sangat mudah rusak dengan umur simpan yang pendek. Fluktuasi suhu penyimpanan juga sedapat mungkin dicegah karena dapat menyebabkan terjadinya kondensasi uap air didalam kemasan yang akan mempercepat kerusakan. Tujuan pokok display adalah:  Untuk menarik konsumen agar membeli barang yang ditawarkannya  Untuk menimbulkan minat beli konsumen pada barang yang dipajang  Untuk mendorong konsumen agar berkeinginan untuk membeli barang yang ditawarkan. Yang penting diperhatikan adalah bahan baku buah dan sayurnya bermutu baik.pada aspek kemudahan dalam pemanfaatannya. pengertian display yaitu merupakan pemajangan atau tata letak barang dagangan untuk menarik minat beli konsumen agar terciptanya pembelian. Dengan melihat barang dagangan. peralatan. dapur. permukaan dan pekerja berada dalam kondisi higienis dan pekerjaan dilakukan dengan menerapkan GMP. selain nilai nutrisi dan kesegarannya yang relatif tidak berbeda dari buah dan sayur segar. konsumen akan tertarik serta memudahkan konsumen dalam memilih barang yang diinginkan. Jika produk disiapkan hari ini untuk dikonsumsi besok seperti yang umum dilakukan oleh industri jasa boga.

Praktik-praktik Penanganan Pascapanen Skala Kecil: Manual untuk Produk Hortikultura (Edisi ke 4).unud. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Susila. Fisiologi dan Biokimia Pada Komoditi Panenan Hortikultura.blogspot. Bali. Utama.com/2011/04/teknologi-buah-dan-sayur. Bogor. 2011a. Bandung.com/doc/35944017/null Diakses 7 Oktober 2011 http://donithp.id/~madeutama/wp-content/uploads/2009/06/5-penanganan-pascapanen. 2002.html Diakses 8 Oktober 2011 http://staff. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran.pdf Diakses 10 oktober 2011 .html Diakses 7 Oktober 2011 http://driexx.blogspot.ac. Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian.. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. MS. Santoso. Mataram.com/2010/08/penanganan-pascapanen. T. Bambang.scribd. B. http://www. Universitas Mataram. 2006.html Diakses 8 Oktober 2011 http://online1pemasaran.blogspot. DA.com/2009/05/teknik-display-produk. 2007.DAFTAR PUSTAKA Mutiarawati. Departemen Agronomi dan Holtikultura IPB.

ucdavis.id/files/2010/03/04-Penanganan-Hasil-Pertanian.lecture.edu/files/93601.ac.pdf Diakses 16 oktober 2011 http://masud.ac.id/wp-content/uploads/2009/11/penanganan_pasca_panen_hasil_pertanian.unpad.pdf Diakses 16 oktober 2011 .ub.http://pustaka.pdf Diakses 16 oktober 2011 http://postharvest.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->