BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

3. MHz h. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Burs Warna p. Menjelaskan Saklar PAL m. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. Menjelaskan Kerangka setiap detik d. Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Menjelaskan Sistem berwarna k. Menjelaskan Sinyal Suara j. Hz f. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Menjelaskan Frekuensi medan. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Lebar saluran. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q.g. Menjelaskan Modulasi Video i. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. MHz g. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . MHz l. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Hz e. Menjelaskan Lebar bidang Video.

Menjelaskan Strealing dan swear d. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. c. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g. Memahami VITS i. Memahami VIRS vertical 6. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan Resolusi c. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menjelaskan Uji EIA b. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. e. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Memahami Sinyal monoskop f. Menjelaskan Ringing e.a. d. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 . Memahami Pengosongan interval h. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. a. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d.

MODUL I I. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Indikator. Memahami pengujian sinyal Video 6 . Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Indikator 1. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Tujuan Pembelajaran A. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D.

Keterampilan Proses a. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. Tujuan 1. b.f. Keterampilan Afektif a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b. Keterampilan Psikomotor a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. b.LP2 sesuai tugas kinerja c. Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan Pengetahuan a. bertanya dan berpendapat E. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.B 3. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

d. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.B 3. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e. Keterampilan Afektif a. Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f. bertanya dan berpendapat 8 .LP2 sesuai tugas kinerja c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan Psikomotor a. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Keterampilan Proses a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2. b.

yaitu AM dan FM. yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband. 9 . yang bekerja dengan satu system modulasi. Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. Uraian Materi 1.1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV. sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM.II. 625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. adalah juga termasuk telekomunikasi.

1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. kedua sinyal informasi tersebut dikirim. maka beam melakukan scanning dari 10 . sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya.33 : 3. yaitu 16:9 atau 5. Perlu diketahui disini. Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar. baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel). Dalam perkembangan teknologinya.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih). tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.(sistem-B. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1. maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Pada sisi penerima. Pada gambar nampak. sedang untuk scanning vertikal. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. Gambar 1. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri.

Gambar 1.arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Gambar 1. 11 .2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning.3 di atas. menunjukkan proses progressive scanning. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan.3. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning.

Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0. yaitu field ganjil dan field genap.Pada gambar 1. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar.4 . yaitu perioda pada saat retrace vertikal.Gambar 1.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. lurus keatas sehingga sampai ditengah. 1.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas.5 garis = 625/2. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar. Pada sistem interlaced scanning. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. Pada Gambar 1. Sedang untuk field genap.4 Sistem scanning metoda kedua.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. interlaced sacnning. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver).00086 mm2.4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 . satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah.

maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Makin tinggi jumlah pixel/garis. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1.24 mm2. misalnya 600 TV lines. Sistem PAL-B. adalah yang nampak pada layar.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini.akan mempunyai pixel berukuran 0. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1.67 sekon= 0. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. 625 garis. 750 TV lines. terdapat satu pengertian. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67. makin lebar spektrum sinyal videonya. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver. 1. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B.67 pixel. Dengan jumlah itu.76 ns yang tertentu dari. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. 13 . Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa. makin tinggi juga tingkat resolusinya. dsb. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. yaitu berbanding lurus. pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis. Hasilnya adalah 766.

Bila polaritas negatif. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. modulasi vision posisf atau negatif. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar.2. Tabel 1.Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. Sementara pada puncak sinyal gambar. Representasion visual 14 . maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah.

...4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan..... Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan......... (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel )....................... fH = 15... 1 fmax = .................... yaitu: a. maka jumlah pixel total pada layar adalah......... Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan......... Jumlah garis scanning b......... 5 MHz.... akibat dari variasi sinyal yang terjadi.. maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya.. Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan...625 Hz.... Bv = ½ fH x fV ..1...... Aspect ratio Perhitungan pertama adalah..... interlaced scanning.... yaitu dengan..... fV = 50 Hz.........67 x 575 ≈ 440.......... Format scanning d. maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas......... frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah.. maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah............ Kemudian.. Jumlah garis aktif c. menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE )... Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor.......... 766. = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29....... 1 B=⅔x ................................... yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning...……………………………………………………. sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah... (1-2) Dan kemudian... Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE .... yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ ....... (1-1) Sehingga untuk Sistem-B......900 μs 15 .833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu. (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B...........

dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1.067826138 μs Sesuai rumus (1-1). maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar. Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520.625 titik elemen gambar Gambar 1.Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3.9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1. 2. 2. 1 B=⅔x = 4. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar.5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 .Jadi waktu 1 pe ( = per TPE).Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2.833= 0. Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar.Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4. (1-2).900 / 440. = waktu total / jumlah total pe = 29.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1. dan (1-3).5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal.

frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ.507. Jepang.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan . c.5 periode. Frame rate 30 fps d. sedang satu frame diperlukan 625 garis.7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 .812.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a. b. dan Canada. c. Menggunakan format YUV 1. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. karena satu detik terdapat 25 frame. b.5 Hertz atau 6. 525 baris.) NTSC (National Television System Committee) a. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c.5=6. VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels. 625 baris. c.1. 50 Hz refresh rate b. 60 Hz refresh rate. d. Korea.Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a. d.507.) PAL (Phase Alternating Line) a. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. b. Frame rate25 fps d.5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6. Menggunakan format YIQ b. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416.812. CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. Digunakan di Amerika.

) Frekuensi garis f. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1. sedang satu frame diperlukan 625 garis.3 Megapixels (1280 x 1024) b. Waktu 1 pe d. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. 1. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4. 5.) Frekuensi field e. Jumlah pixel untuk satu frame gambar b.interlaced.67 pixel. Dengan jumlah itu. Hasilnya adalah 766.garis aktif 18 . nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3.0 Megapixels (2560 x 1920) d. 11 Megapixels (4008 x 2672) e.) Pixel b.Maka dalam satu detik terdapat? 5. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. field. Ukuran pe dan TPE c. Jelaskan pengertian berikut ini: a.0 Megapixels (1600 x 1200) c.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a.) Frekuensi frame 2. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6. 2.e. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame .) Aspek ratio c.5 periode. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. maka tentukan a. system garis .horizontal resolution. karena satu detik terdapat 25 frame. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.pixel.) Resolusi d.frame.

dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . ukuran pixel. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9. Menganalisis. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8. Keterampilan psikomotor b. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith ? c.7. Petunjuk : a. Penilaian (100) Kinerja Menghitung.

memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3. ukuran pixel.1. menganalisis resolusi gambar (20) 4. Keterampilan proses 20 . bandwith (20) 2. Mengukur resolusi gambar(20) 3.

Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 .Petunjuk : a. b. Beri siswa LP2.

dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith. Menganalisis. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3. 2. 22 .LP2 : Kinerja Menghitung. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4. ukuran pixel. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar.

Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 . Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3. 2. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a.Merumuskan respon (10) f. Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b.Merumuskan e.No. Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Mengidentifikasi variabel control (5) d. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4. Melaksanakan eksperimen a. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.

24 . Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. a. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. (30) 2.1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. 3 b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1.LP2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. a. (30) b. Kompetensi Dasar. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Standar Kompetensi. Indikator. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Tujuan Pembelajaran 25 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.

Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d.A. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3. Keterampilan afektif a. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Indikator 1. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.LP2. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e.LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Keterampilan Psikomotor a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. b. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2. g. Keterampilan Pengetahuan a.

siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.c. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tujuan Pembelajaran 1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat E. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g. Keterampilan psikomotor a. Keterampilan Pengetahuan a. b. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 . Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e.

1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron.3. warna merah. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Uraian Materi 2. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 .LP2. Keterampilan afektif a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 sesuai tugas kinerja c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625. Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun).pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih. Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625.) beberapa sinyal campuran dengan 3.3 sinyal video dengan dan tanpa warna.43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator. 2. 2.kelabu dan hitam gambar informasi .2.3b. warna batang dalam gambar 2.3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2. dan hitam bars seperti gambar 2.Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3. Gambar .2 Sinyal Pengetesan 2.kelabu. Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2. a. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan.) sinyal monokrom sendiri. ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna. b.58 MHz chominance sinyal.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi .58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi.3a. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar. dengan putih. dengan patokan 4. 32 .

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

2. 3.2. Gambar 2. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya.Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar. sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan.V. ABL. Properti warna pada sistem broadcast: a. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU).EG. pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4.43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna. Waveform monitor Picture monitor. LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 . biru). sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) .4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1. dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U. hijau.4. 5.1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi .EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2. rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback). 6. 4. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan.

299 R + 0.b.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) . digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC.41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2. CHROMINANCE adalah informasi warna.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a.114 B (luminance) U = 0.74 (R – Y) – 0. digunakan parameter I.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c.299 R + 0.492 (B – Y) (chrominance) V = 0.114 B I = 0.48 (R – Y) + 0.27 (B – Y) Q = 0. singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0.587 G + 0. a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL. singkatan dari in-phase (Cb) dan Q.587 G + 0.

Gambar 2.9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .

Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9.Sinyal burst: 2. Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3.b. Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5. Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 . Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8. C . B.c. Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7. Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10. Jelaskan peranan penting dari: a. Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2.Sinyal luminansi : b. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. 4.e D.Sinyal sinkronisasi: d. A . E.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a.d.5µS? 6.Sinyal krominansi : c.

a. Keterampilan proses Petunjuk : a. b. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. 1. Beri siswa LP2. b. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : 1. c. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 . Penilaian (50) 3. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c.

Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. Menganalisis. LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 . dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.LP2 : Kinerja Menghitung. 3. 4.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Indikator. (30) 2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. a. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 2. 3 b.Keterampilan afektif 1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 . Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.

Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Indikator 1. MHz g. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.Menjelaskan Lebar bidang Video. Menjelaskan Lebar saluran. Menganalisis. Keterampilan Psikomotor a. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D. Hz e.Menjelaskan Garis setiap kerangka b. Keterampilan Pengetahuan a. MHz f.Menjelaskan Sinyal Suara i.Menjelaskan Frekuensi medan.Menjelaskan Kerangka setiap detik c.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a.Menjelaskan Saklar PAL l. MHz k.Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m. dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 . Menjelaskan Sistem berwarna j. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menghitung.Menjelaskan Burs Warna o. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n. Hz d.A.Menjelaskan Modulasi Video h.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. bertanya dan berpendapat E. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. h.LP2 sesuai tugas kinerja c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. b. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul. c. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. g. f. Keterampilan Proses a. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. b. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a.3. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. e.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. 44 ketentuan . Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. d. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran.

menganalisis. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. 3. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. k. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. j. 2. keterampilan Proses a. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung. l. n.i. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. p. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. 45 . m. o. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan psikomotor a.

4. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.1.LP3 sesuai tugas kinerja c.LP2. Keterampilan Afektif a.1 Garsi kerangka 3. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Uraian Materi 3. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.1.

diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. yaitu juga garis demi garis. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah). yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace. Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya. disamping untuk keperluan perekaman.1.3 volt.1 Gambar 3. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning. adalah sinyal sinkronisasi horizontal.1. ditunjukkan pada Gambar 3. sinyal sinkronisasi. Terlihat pada gambar 3. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth. Hubungan sinyal video.2. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi.5H.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. Kemungkinan yang ada. Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima. sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. yaitu CRT-nya. 47 . Dalam hal ini. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal.

pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa. dan pada garis ke312. Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3.3. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal.5H juga. Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame).Terlihat pada gambar 3. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3. Rusaknya sinkronisasi horizontal. Disamping itu.315 untuk field kedua atau genap. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal.4. Terlihat bahwa. maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa.5 sampai garis ke. Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi. Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal. Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya.5 untuk field pertama atau ganjil.2.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 . Dengan proses sinkronisasi ini. sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2.

Nampak pada gambar 3. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas. Gambar 3.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip. gambar 3.4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated). sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor). bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya.3.5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi. 49 . Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran. Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara. Melalui kabel koaksial. gambar 3.6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel).Gambar 3.

3. modulasi vision posisf atau negatif. Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 . maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. Sistem PAL-B. Bila polaritas negatif. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya.Gambar 3. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. makin lebar spektrum sinyal videonya. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. Sementara pada puncak sinyal gambar. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. Tabel 2. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. yaitu berbanding lurus. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3.

Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106. Perhatikan gambar 3.734.5 garis 525 garis 15.5 garis 625 garis 15. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi. Dalam VSB.000 AM FM negatif 6 3. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB).43 MHz 312.624 Hz 59.3.625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165.58 MHz 265. yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4.1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar.6 51 . sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa.6.6 Lebar saluran 3.3.

...6....... (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 .........2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia..........Gambar 3.....7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3..... Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor. Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = .........gm . Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM.........3.... ZL .......... sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM..

... Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1).. 4.. sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0. Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu. Sesuai namanya. 2... Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%)....... tetapi memperkuat arus. sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) ... 6............ Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula... Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan...... Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus.......... (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic). Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan.... 3. Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc)...026) .. ZL .....026.. Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input. Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb.. Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1.Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic)... Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M). dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0...... 5..: 53 .. sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar.

Gambar (3. Dalam gambar (3.8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)]. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan. mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri. yaitu Vm. maka IE2 akan sebanding dengan VE2. Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm.Gambar 3. Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4. Dan berhubung R4 berharga tetap. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm). Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)].8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor. yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2.8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1). Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. 54 . Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2.

maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input. Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total.Gambar 3.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 . Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang. Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini. Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%. dan hal ini harus di hindari. Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi. Dalam contoh pada gambar (3. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video. Menurut standar yang berlaku. Gambar (3. Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video.

Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar.9 MHz). Gambar 3. rangkaian clamping dan modulator AM. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna.osilator sinyal pembawa gambar (33. Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi.10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3.3. 56 . penguat video dan pembalik fasa. Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat. Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar.

9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync .43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint).5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 . pada system NTSC memiliki frekuensi 3. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4. Amplitudo sinyal 4. dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer.8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah.3. Sinyal merah.3 .43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2. 2. 3 .43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi).58 MHz. Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih.3. B-Y dan G-Y. Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah. hijau dan biru.5 MHz) dan diperkuat bandpass. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4. polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal.43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1. hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. didesain R-Y. Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4. Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U. Pasa dari sinyal 4.V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik.43 ± 0. komponen (R-Y) sinyal V. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna.

3. Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4.10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY).2 getaran ini disebut burs warna. tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta.3. 58 . Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak. Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan. Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar . Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu. pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi.43 MHz yang ada.

Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312. Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2. sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6. Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 .Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. 24 warna. karena satu detik terdapat 30 frame. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5.5 periode.

Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. b. Tugas untuk siswa : 1. menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Keterampilan proses 60 . Penilaian (50) Kinerja Menghitung. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c. mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2.2. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3. Menganalisis. Beri siswa LP2. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1.

Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 .Petunjuk : a. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. 4. 2. b. Mengidentifikasi variabel control (5) d. mengidentifikasi variabel respon (5) c. Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. No . membuat tabel data (5) 3. Beri siswa LP2. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c. merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. Tugas untuk siswa : 1. mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. 5.

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3. Menganalisis. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2.Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 . Keterampilan psikomotor 1. dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2.LP2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No. (30) b. Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. a. 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1. 3 dan aturan yang ditetapkan. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

Tujuan Pembelajaran A.MODUL IV I. Keterampilan Psikomotor a. Kompetensi Dasar. Keterampilan Pengetahuan a. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Indikator 1. Keterampilan Afektif 64 . Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2. Indikator. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3. Keterampilan Proses a. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c.

bertanya dan berpendapat E. c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. a. d. Tujuan Pembelajaran 1.a. 3. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Keterampilan Psikomotor a. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 . Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. b. b. kinerja c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan proses a.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan afektif a. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.b. b. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 .

II. sedang untuk scanning vertikal. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. Perlu diketahui disini.1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4. Pada gambar nampak. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun.1 Gambar 4.1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. 67 . maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4. Uraian Materi 4. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor.1.

horizontal Gambar 4.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 .2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan . odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar. Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan.Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning.

Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning). baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu. Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4. pada waktu membaca. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4. dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah. Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan. Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran. mata bergeser dari arah kiri kekanan.Gambar 4.10 .pada TV pengulasan berkas electron 69 . Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu.3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya.

yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah.4 pengulasan berikutnya menjejaki 5. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster.6. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan. Pada metode pengulasan gambar ini .9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar.Pada gambar 4.2. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1.10. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. lurus keatas sehingga sampai ditengah.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10. Sedang untuk field genap. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. yaitu field ganjil dan field genap. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah. Pada Gambar 4.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. 4.4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda.5 garis = 625/2.3. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4. Pada sistem interlaced scanning. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan.digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Kemudian sinyal 70 . scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap.

60 fields (half pictures) per second. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). yaitu perioda pada saat retrace vertikal. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4. So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15.9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s . 30 frames (complete pictures per second). 262.5 x 10 – 6 s 71 .dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame.gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking.750 .5 Horizontal scan paths per field. Therefore Time for each scan = 63.

10 Sistem scanning metoda kedua.Gambar 4. interlaced sacnning. Gambar 4.11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field . field genap 72 .field field ganjil dan odd field.

Pada gambar berikut ini tentukan a.sinyal sinkronisasi. Scanning d. garis ulasan b. Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second).b.blanking horisontal? 73 . Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3. pengulasan horizontal c.c : g.Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. gambar field a b c 2. Scanning berurutan e.60 fields (half pictures) per second. Jelaskan pengertian berikut ini: a. raster h. Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna. Scanning bersisipan f. pengulasan vertical 1. Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4.

6. Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 .5.

b.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Tugas untuk siswa : 1. Beri siswa LP2.2. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame.Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .

Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 .LP2 : Kinerja Menghitung. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2. Menganalisis. dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3.

Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.Petunjuk Keterampilan afektif: 1.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No.LP2. 3 b. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. (30) 2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. a.LP2. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) . 2.

Tujuan Pembelajaran A. Memahami Pengosongan interval h. Menjelaskan Ringing e. Menjelaskan Uji EIA b. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h. Standar Kompetensi. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Keterampilan psikomotor a. Indikator. Keterampilan Pengetahuan a. Indikator 1. Menjelaskan Strealing dan swear d. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Memahami VITS a.Menjelaskan Resolusi c. Memahami Sinyal monoskop f. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.I. Memahami VIRS vertical 2. Keterampilan afektif 78 . Kompetensi Dasar. Menganalisis sinyal jendela g. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3. Menganalisis uji EIA b.

Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. ketentuan b. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2. d. bertanya dan berpendapat E. Keterampilan psikomotor a.a. b. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. h. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b. c. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g.LP3 sesuai tugas kinerja c. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP2. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d.

b. Uraian Materi 80 . siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP2. bertanya dan berpendapat ketentuan II. g. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. f. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan afektif a.LP3 sesuai tugas kinerja c. h.e. Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.

maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. 6. interlacing. Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. 2. dua di tengah. Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. dan kanan. scanninglinearity. Jika pemrosesan sinyal video sempurna. Resolusi horisontal 81 .1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut. 5. apabila linieritas vertical sempurna.). 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution. Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama. 4. Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri. dan dua di bawah.tengah. masing-masing dua terletak di atas. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. Apabila linieritas horisontal sempurna.5. additional characteristics of the reproduced picture”. 3. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1.

Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar. 7.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi.Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan.1. 8. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800. maka angka resolusi dapat ditentukan. Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600. linieritas scanning. Gambar 5. Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal. pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik.

1. Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster. 83 .1.pemancar televisi. Pengetesan untuk hitam putih dan warna. 5. dalam kasus ini disediakan pada penerima. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.58 MHz. Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter. Gambar 5. teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3. masing-masing mempunyai fungsi.3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal.2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif. 5.1. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi.1.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5.

3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5.Gambar 5.untuk kedua kamera dan monitor. Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah. Untuk pengecekan yang lebih teliti. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama. Pembacaan horizontal didahulukan.1. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya.4. Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan. ketiga kotak mempunyai lebar yang sama. satu disisi kanan dan satu disisi kiri. Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang. 84 . linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier.diberikan dengan lingkaran putih besar. Bila linieritas horizontal sempurna.

5.1.4 Pengetesan V. Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera.5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal.H dan resolusi gambar Gambar 5. Dua baris puncak sampai dasar. semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang.Gambar 5. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi. 5.Setiap batang memiliki 10 85 . bukan linieritas. pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal.

ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih. Bila garis terlalu dekat satu sama lain. Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga.6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3. ruang berikutnya terlalu besar.1. Bila sinyal video yang sedang diproses linier. garis pengambilan menjadi berpasangan. Gambar 5.1.7 Pengetesan Interlacing 5. Gambar 5. abuabu sampai hitam. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster.2 Resolusi 86 .perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama. Bila penjalinan gambar kurang baik .6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya.tingkatan s kala abu-abu.

5.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 . Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik . Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi.1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5.2. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200. Gambar 5. Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800.2. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat. Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya. Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik.5. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi.2.2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges.

125 MHz.2. Waktu ini adalah 53. Jawaban MHz untuk frekuensi video.58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna. 5. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah.3 Strealing dan swear 5. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz. pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan. 88 . Penjejajakan tampak mengambil waktu 53. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang.3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis. Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan.3 μs X 0. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3. yaitu ¾ lebar.3 μs untuk pengambilan horisontal. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3.75 = mendekati 40 μs. Batang terpanjang yang ke dua dari atas.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5. 5. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut.2. untuk satu siklus T =40μs / (N/2). namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah. Dengan resolusi N garis.3. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5.

9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola. Sebenarnya. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis.4.5.4 Ringing 5.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri. keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. Dalam kuadran kanan bawah. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah. Pada umumnya. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash.75 MHz. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. Penguat menghubung singkat osilator. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 .Pada kuadran kanan atas. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video.1. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5. frekuensi video dibagi dengan 80.

5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang .5 IRE dan 11. Gambar 5. Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal).5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. Bila hasil garis keluar seret.5 IRE pedestal. bagaimanapun. 7.5 IRE pedestal dengan 3. Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru. 100 IRE pulsa putih. yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui.5 IRE.2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang.4. –I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment).10 Pola Batang warna 90 . Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7. Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor.vertical dari scan obyek. 7. 5.sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya.

3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE.10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .4.11 Level Sinkonisasi 5.Gambar 5.

Gambar 5. Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Green. Merah. Blue/ RGB). yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar. Hijau.13 92 . Perhatikan gambar 5. Biru (Red.12.

Gambar 5.Pada siaran televisi. Warna merah dicampur hijau (1. Gambar 5. 2) gambar berada pada posisi di tengah layar. Gambar 5. dan V High bekerja dengan baik. 1 )V Sync . V Bias.1) menghasilkan warna kuning. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik. merah. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran.13. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru.1. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik.13 warna dasar Mencermati gambar 5.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah. 93 .1) akan menghasilkan warna putih.14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi.

kuning. magenta. Gambar 5. merah dan biru) pada amplitude 75%. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video. Bidang warna merah. Pola ini dipenuhi warna layar merah. hijau.4. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas. Gambar 5.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 .15. cianida. Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video. Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar. Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar. biru dan hitam.5.5.4.4. hijau dan biru. saturasi 100%. hijau. pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. pengetesan bidang warna putih 75% 5. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa.16. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam.

Bidang penuh warna merah.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain.2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20. Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas. 5. multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi. Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband .5. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0. Lebar paket 0.5 MHz adalah 5 μs. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. 40 dan 80 IRE ). 5.1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. Kombinasi tes terdiri bendera putih. Gambar 5. Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.5. 95 . Lebar paket 0.5 Pengembangan Pola 5. Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs. Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4. Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.5 MHz adalah 5 lebar 4 μs.17 Pengetasan Puritas 5. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns.5 MHz .biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar.5.5 MHz sampai 4.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. hijau.

Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst.5. terdiri dari 5 tingkat luminansi. Gambar 5. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst. Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE. Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 . 40 dan 80 IRE ).5. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem. Gambar 5. μs.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.18 pengetesan linieritas sistem 5.5.

referensi sinyal.6. Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns. disebut vertical blangking interval. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas. sumber diidentifikasikan kode. FCC pengisian test sinyal. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4. 5. Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst. Sinyal pertama 6. Pola dicetak pada pelat sasaran.7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video. Tempat pengisian waktu itu.6 Sinyal monoskop 5.Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir. tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. 5. Mengganti. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. dikenal sinyal 97 . Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital.

VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. juga. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan . lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a. Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster.VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 . Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing. Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5.equalizing . FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar. 5. 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam .1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync. dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai .7. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning.

Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi . 99 .dll. kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter. luminansi dan susunan level hitam.distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan. VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4). VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. a. area server. Mengenai system pelaksanaan transimisi.

ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5.21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma. Gambar 5.22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 . Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi.20). dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat. referensi luminansi dan referensi hitam VIRS. termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini. Sejak bagian sinyal ditransmisi. VIRS tersedia di Penerima TV.Gambar 5.

Garis 17. yang termasuk nomor dan tulisan.21 garis dalam pengosongan vertical. 9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing. Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks.18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis. Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV. pertama mitte (NTSC) standar. Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan. Sisanya informasi yang merusak . garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi . Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 .

Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 .23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.7 8 Gambar 5. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.

Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . Tentukan frekuensi video.3. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. misal konversi 300 garis? 4.

Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. Menganalisis sinyal jendela 7. misal konversi 300 garis? 4. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Menganalisis. dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. Menganalisis uji EIA 2.3. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8. 104 .buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet . Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. tentukan frekuensi video. Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8.

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4.Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 . Menganalisis. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2.

siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 .LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.

Indikator. Standar Kompetensi. Tujuan Pembelajaran A. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c.No.LP2. Indikator 107 . siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 3 b. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. a. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. Kompetensi Dasar. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. (30) ketentuan dan 2.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan Pengetahuan a.LP2. Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2.LP3 sesuai tugas kinerja c.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b. Keterampilan Pengetahuan a. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. Keterampilan afektif a. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. bertanya dan berpendapat ketentuan E.1. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 . Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b. Tujuan Pembelajaran 1.

LP3 sesuai tugas kinerja c. Keterampilan psikomotor a. 625 lines. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog. 525 lines. SECAM (50 fields per second. Uraian Materi 6. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. PAL (50 fields per second. 625 lines) c. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. bertanya dan berpendapat II.2. even field drawn first) b. even field drawn first) 109 . b.LP2.94 fields per second. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3. NTSC (59.

1. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi.1 odd field ganjil dan even field genap 2.gambar 6. yaitu 4:3. Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. menyimpan. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Oleh sebab itu. Gambar 6.3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene.2 Progressive Scan Gambar 6. 110 .

4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). c. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis. 2. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun). Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi. 111 .2. 2 Rescanning 6. Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4.b. 6. Gambar 6.1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam). satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis.

4. yaitu sinyal video ?. Berkaitan dengan teknik video itu.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6.2. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya.5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Gambar 6. beam dimatikan oleh sistem gun. yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. ke arah horizontal maupun vertikal. Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. Pada saat retrace ini. sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. Selanjutnya. 6. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar.Terlihat pada Gambar 6.5 Sistem scanning pada pickup tube 112 .

6).Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif. sehingga sinyal video dapat dihasilkan. Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6. Dengan demikian. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal. sehingga mengalir arus. maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar. seperti ditunjukkan pada Gambar 6.5) Selanjutnya. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang). (a). maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc. Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6. pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu. setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning.7 dan Gambar 6. arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut. Dengan kata lain.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya.6 Ukuran beam yang lebih besar 113 . Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel. keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube. Dengan sampainya beam pada layar. Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya.6 (d). Karena kondisi itu.8 Gambar 6.

sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi. Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 . tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal. Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi.Gambar 6.7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli.3 Tabung gambar Gambar 6. Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube).9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli. perhatikan Gambar 6. atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube. 6.9. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya. Gambar 6. (b) reproduksi. (b) reproduksi.

Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah. filamen. kisi pengatur. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT). 6. 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6. Gambar 6.4.1. biru. G. green. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red. Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda.10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R. Brain ahli fisika German pada tahun 1879.dan B. dan blue.10. ditunjukkan pada Gambar 6.Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya. . dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. ditemukan oleh Ferdinand K. struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah.dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma.

12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1.11 skema CRT Gambar 6. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6. Kumparan pemfokus 4. Dalam perjalanannya menuju layar. Anoda 116 .sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Kumparan defleksi 5.

8. Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. Lapisan pemisah berkas untuk merah. mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 .6. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY . ditunjukan pada gambar di bawah ini.13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. Lapisan pospor dengan zona merah. hijau dan biru. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 7.

lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas. luminansi tergantung beberapa 118 .Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur. Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya . Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT. fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak.2.terhadap katoda pada kisi pengatur. dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode). Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6.4. Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT.

faktor.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 . pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.

merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. sperti tanda derajat. 6. untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat.kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV. Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi. P31 luminasi tinggi. Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium. akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul . Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 .3. ketahanan sedang . tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul.4. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah. Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala.

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar.Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor. 5. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 . Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri.dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. luminansi tergantung beberapa faktor.energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat.

Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2. Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 . Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5.

Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6. Tugas untuk siswa : 1. Beri siswa LP2.2. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a.11 skema CRT c. b.

Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

LP2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 .LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 2.

No. Dennis dan John Coolen. (30) ketentuan dan 2. Komunikasi Elektronika Jilid 1.1986.1993. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 2001. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. a. Rockis.1988. New York: ATP Publication.LP2. Roddy. Electronic Communication Systems. Yoshikatshu Sawamura. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy.1981. Singapore. Jakarta : Erlangga. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.John. Rekario. Roddy.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. George. Dennis & Coolen. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. Jakarta: Pradnya Paramitra. 3 b. Teknik Reparasi Televisi Berwarna. Electronic Communications. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Prentice-Hall of 129 . McGraw-Hill Co.. Gary. Solid state fundamental for electricians.

New Delhi. 130 .India Ltd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful