P. 1
modulSMK3AVSINYALVIDEO

modulSMK3AVSINYALVIDEO

|Views: 1,221|Likes:
Published by Akang Rachmat

More info:

Published by: Akang Rachmat on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Sistem televisi
  • 1.2 Menentukan pixel per-garis
  • 1.3 Beberapa Sistem Garis
  • 1.4 Bandwidth Sinyal Video
  • 1.5 Resolusi Gambar
  • 1.7Teknologi pertelevisian
  • 1.9Resolusi Megapixel
  • 2.1Sinyal Video Komposit
  • 2.2 Sinyal Pengetesan 2.2.1 Komponen Sinkronisasi
  • 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik
  • 2.3.2 Area aman pusat perpotongan
  • 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik
  • 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji
  • 2.3.5. Sinyal Tes TV
  • 2.4 Gamma dan kontras
  • 3.1.1. Sinkronisasi Pengiriman Gambar
  • 3.3. 2 Beberapa Sistem Garis
  • 3.3.6.1 Vestigial Sideband (VSB)
  • 3.3.6.2 Modulator Gambar
  • 3.3.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom)
  • 3.3.8 Informasi Warna (Krominansi)
  • 3.3.10Burs warna
  • 4.3 Pola pemayaran
  • 4.4Interlaced scanning
  • 5.1.1 Pola Pengetesan EIA
  • 5.1.2 Penyusunan Bingkai
  • 5.1.3 Pemusatan
  • 5.1.4. Linieritas Pembelokan
  • 5.1.5 Aspek Perbandingan
  • 5.1.6Cakupan Kontras
  • 5.1.7 Penjalinan Gambar (Interlacing)
  • 5.2.1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan
  • 5.2.2 Resolusi horisontal
  • 5.2.3 Resolusi Vertikal
  • 5.2.4 Resolusi Sudut
  • 5.3 Strealing dan swear
  • 5.4.1. Pengetesan Ringing Dalam Gambar
  • 5.4.2 Batang SMPTE
  • 5.4.3 Batang Bidang Putih Penuh 100%
  • 5.4.4 Batang Warna Putih EIA 75%
  • 5.4.5. Jendela
  • 5.4.6 Pola Pengetesan Puritas Warna
  • 5.5.1 Multiburst
  • 5.5.2 Cable Sweep
  • 5.5.3 Tujuh Kombinasi NTC
  • 5.5.4 Gelombang Tangga 5 Langkah
  • 5.5.6 Ramp Termodulasi
  • 5.6 Sinyal monoskop
  • 5.7 Interval Vertikal
  • 6.2.1 Scanning
  • 6.2.2 Cacat scanning
  • 6.3 Tabung gambar
  • 6.4.1. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja
  • 6.4.2. Layar CRT
  • 6.4.3. Gratikulasi

BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Menjelaskan Lebar bidang Video. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. Menjelaskan Saklar PAL m. 3. Menjelaskan Sinyal Suara j. Menjelaskan Burs Warna p. Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Hz e. MHz l. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . Menjelaskan Kerangka setiap detik d. Menjelaskan Sistem berwarna k. Hz f. MHz g. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Frekuensi medan.g. Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Modulasi Video i. MHz h. Menjelaskan Lebar saluran. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i.

a. c. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Memahami Sinyal monoskop f. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. Memahami VITS i. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. e. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Memahami Pengosongan interval h. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g. Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. d. Menjelaskan Ringing e. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. Memahami VIRS vertical 6. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. a. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 . Menjelaskan Uji EIA b. Menjelaskan Strealing dan swear d. Menjelaskan Resolusi c. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menjelaskan system pembentukan gambar b.

Memahami pengujian sinyal Video 6 . Indikator. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Keterampilan Pengetahuan a. Indikator 1. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Kompetensi Dasar. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Tujuan Pembelajaran A.MODUL I I. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c.

f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 .LP2 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat E.B 3. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a. b. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan Proses a. Keterampilan Pengetahuan a. Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Tujuan 1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.

B 3. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Keterampilan Afektif a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2.LP2 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat 8 . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. b. Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f. b. Keterampilan Psikomotor a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.d. Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Keterampilan Proses a.

625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Uraian Materi 1.II. sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM.1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV. 9 . yaitu AM dan FM. adalah juga termasuk telekomunikasi.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. yang bekerja dengan satu system modulasi. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband. yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea. Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B.

sedang untuk scanning vertikal. maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. kedua sinyal informasi tersebut dikirim. baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel). bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar. Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya. Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1. Pada sisi penerima. Perlu diketahui disini. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri. tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Gambar 1. yaitu 16:9 atau 5. Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya. maka beam melakukan scanning dari 10 . maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.33 : 3. Setelah menyelesaikan satu frame penuh.1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. Pada gambar nampak.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih). sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. Dalam perkembangan teknologinya. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya.(sistem-B.

menunjukkan proses progressive scanning. Gambar 1. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field). Gambar 1. Gambar 1.3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. 11 .3 di atas.2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning.arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning.3. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field.

Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). yaitu field ganjil dan field genap. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil.5 garis = 625/2. Sedang untuk field genap. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah.00086 mm2. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 . Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar. lurus keatas sehingga sampai ditengah.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. 1.4 .4 Sistem scanning metoda kedua. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Pada Gambar 1. interlaced sacnning.Pada gambar 1.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. Pada sistem interlaced scanning.Gambar 1.

tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. Sistem PAL-B.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1. adalah yang nampak pada layar. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67. makin lebar spektrum sinyal videonya. Hasilnya adalah 766.76 ns yang tertentu dari. terdapat satu pengertian.akan mempunyai pixel berukuran 0.67 pixel. yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar.24 mm2. 13 . pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. Makin tinggi jumlah pixel/garis. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. misalnya 600 TV lines. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi. 1.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa. Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. makin tinggi juga tingkat resolusinya. Dengan jumlah itu. 750 TV lines. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. dsb. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya.67 sekon= 0. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. 625 garis. yaitu berbanding lurus. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B.

2. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. Representasion visual 14 .Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. Tabel 1. Sementara pada puncak sinyal gambar. Bila polaritas negatif. modulasi vision posisf atau negatif.

.......625 Hz............... yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ ........ Aspect ratio Perhitungan pertama adalah.... = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29............833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu. frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah.. Bv = ½ fH x fV ......... (1-1) Sehingga untuk Sistem-B....... fH = 15..... yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning......... 1 fmax = . Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan.. Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan. akibat dari variasi sinyal yang terjadi.. yaitu dengan..... menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE )....... (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel )....... Format scanning d... (1-2) Dan kemudian..... Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor.4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan..…………………………………………………….............. (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B.... Jumlah garis aktif c... maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya.. fV = 50 Hz.. interlaced scanning....... Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE .. Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan.... maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah.... yaitu: a.................900 μs 15 ..... 5 MHz........... sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah.........67 x 575 ≈ 440. 1 B=⅔x ....... maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas............1..................... maka jumlah pixel total pada layar adalah.. Kemudian...... Jumlah garis scanning b.............. 766........

2. maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar.5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 .067826138 μs Sesuai rumus (1-1).Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3.5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal.9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1. 1 B=⅔x = 4. dan (1-3). Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar.Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2.Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4.833= 0. (1-2). Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1. = waktu total / jumlah total pe = 29.900 / 440.625 titik elemen gambar Gambar 1. 2. dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar.Jadi waktu 1 pe ( = per TPE).

c.5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6.1.812. c.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 . sedang satu frame diperlukan 625 garis. CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. Digunakan di Amerika. b.812. 50 Hz refresh rate b.507. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa.) PAL (Phase Alternating Line) a.Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1. c. 625 baris. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416. Menggunakan format YIQ b. dan Canada. d. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. 60 Hz refresh rate.507. Frame rate 30 fps d. Jepang.5=6. 525 baris.5 periode. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan . d.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih. b. Korea. frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ.5 Hertz atau 6. karena satu detik terdapat 25 frame.7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a. Menggunakan format YUV 1. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels. b. Frame rate25 fps d. VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels.) NTSC (National Television System Committee) a.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a.

horizontal resolution. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4.5 periode.) Aspek ratio c.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a. Dengan jumlah itu.) Frekuensi frame 2.) Frekuensi garis f. maka tentukan a.garis aktif 18 . karena satu detik terdapat 25 frame. sedang satu frame diperlukan 625 garis.Maka dalam satu detik terdapat? 5. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1.0 Megapixels (1600 x 1200) c. Waktu 1 pe d. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. field.interlaced. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. 1. 11 Megapixels (4008 x 2672) e.frame. system garis . Ukuran pe dan TPE c.67 pixel. Jumlah pixel untuk satu frame gambar b. Hasilnya adalah 766.pixel.e.) Resolusi d.3 Megapixels (1280 x 1024) b. nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3.) Pixel b. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan pengertian berikut ini: a.0 Megapixels (2560 x 1920) d. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame .) Frekuensi field e. 2. 5.

Petunjuk : a. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9. Menganalisis. Keterampilan psikomotor b. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith ? c. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . ukuran pixel. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2.7. Penilaian (100) Kinerja Menghitung.

1. Mengukur resolusi gambar(20) 3. menganalisis resolusi gambar (20) 4. bandwith (20) 2. memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. ukuran pixel. Keterampilan proses 20 . Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3.

Petunjuk : a. b. Beri siswa LP2. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 . Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c.

Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3. dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. ukuran pixel.LP2 : Kinerja Menghitung. 2. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4. 22 . bandwith. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar. Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Menganalisis.

Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. Melaksanakan eksperimen a. Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Mengidentifikasi variabel control (5) d. 2. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 .No. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.Merumuskan respon (10) f. Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3.Merumuskan e. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. a.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. 3 b. 24 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. (30) 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No.1. 2.

Indikator.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2. Tujuan Pembelajaran 25 . (30) b. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. a. 3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan.2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. Standar Kompetensi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Kompetensi Dasar. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.

A.LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.LP2. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2. Keterampilan Psikomotor a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. g. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan Pengetahuan a.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. b. Indikator 1. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D. Keterampilan afektif a.

Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. b. Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 . Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. bertanya dan berpendapat E.c. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Keterampilan psikomotor a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g.

warna merah.LP3 sesuai tugas kinerja c. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 . Uraian Materi 2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. bertanya dan berpendapat ketentuan II.1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron. b.LP2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan afektif a.3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

dan hitam bars seperti gambar 2.) beberapa sinyal campuran dengan 3.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi .kelabu dan hitam gambar informasi . Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun). Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625.3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2.kelabu.2 Sinyal Pengetesan 2. untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625.2.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih.pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass. b.) sinyal monokrom sendiri.3b. 2. ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna. dengan patokan 4. warna batang dalam gambar 2. Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2.43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator.58 MHz chominance sinyal.3a. dengan putih. Gambar .58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi.Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan. a. 2.3 sinyal video dengan dan tanpa warna. 32 .

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi. biru).43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna. Waveform monitor Picture monitor.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU).2. sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan.EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2. 3.1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah. 2. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi . LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 . rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback).4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya. Gambar 2. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER.V.4. sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) . ABL.EG. 4. hijau. 6. dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U. Properti warna pada sistem broadcast: a. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan.Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar. 5.

27 (B – Y) Q = 0.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC. singkatan dari in-phase (Cb) dan Q. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b.114 B (luminance) U = 0. digunakan parameter I.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) .492 (B – Y) (chrominance) V = 0.587 G + 0.114 B I = 0. a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL.48 (R – Y) + 0.b.74 (R – Y) – 0. singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0. CHROMINANCE adalah informasi warna.299 R + 0.587 G + 0.299 R + 0.41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2. digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c.

Gambar 2.9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .

d.Sinyal sinkronisasi: d.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a.c. Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8.Sinyal burst: 2. Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 . Jelaskan peranan penting dari: a. Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2.5µS? 6. 4.Sinyal luminansi : b. Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3. Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9.b. A . E. Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5.e D. B.Sinyal krominansi : c. Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. C . Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10.

Beri siswa LP2. Beri siswa LP2. c. 1. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. Penilaian (50) 3. b. b. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 . Keterampilan proses Petunjuk : a.a. Tugas untuk siswa : 1.

Menganalisis. dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 .LP2 : Kinerja Menghitung. 3. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. 4.

Standar Kompetensi. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 3 b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Indikator. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. 2. Kompetensi Dasar. (30) 2. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. a. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.Keterampilan afektif 1. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 .

Menjelaskan Frekuensi medan. dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 .Menjelaskan Saklar PAL l.Menjelaskan Garis setiap kerangka b. Keterampilan Pengetahuan a. Menganalisis. Hz d.Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Keterampilan Psikomotor a. Hz e. MHz k.Menjelaskan Kerangka setiap detik c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. MHz g.A. MHz f. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m. Menjelaskan Lebar saluran.Menjelaskan Modulasi Video h. Menjelaskan Sistem berwarna j. Menjelaskan Pembawa tambahan warna.Menjelaskan Lebar bidang Video.Menjelaskan Sinyal Suara i. Menghitung. Indikator 1.Menjelaskan Burs Warna o.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis. d. Keterampilan Afektif a.3. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. b. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. f. g. Keterampilan Proses a.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. c. e. 44 ketentuan . MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. bertanya dan berpendapat E. h.LP2 sesuai tugas kinerja c. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tujuan Pembelajaran 1.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Diberikan LP2 Siswa menghitung. 2. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. 3. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. j. Keterampilan psikomotor a. n. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. o. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul.i. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. m. 45 . p. l. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. menganalisis. keterampilan Proses a. k.

1.4.1.1 Garsi kerangka 3. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Keterampilan Afektif a. Uraian Materi 3. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.

47 .5H. yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima.1. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima.1. Kemungkinan yang ada. diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal.3 volt. sinyal sinkronisasi. disamping untuk keperluan perekaman. yaitu juga garis demi garis. Dalam hal ini.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak.1 Gambar 3. adalah sinyal sinkronisasi horizontal. Terlihat pada gambar 3. Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning. ditunjukkan pada Gambar 3. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar. yaitu CRT-nya. Hubungan sinyal video.2. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah). Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3.

Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3. pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa. Dengan proses sinkronisasi ini.5H juga. Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi. maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. dan pada garis ke312. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik. Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame). Terlihat bahwa. Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal.2. Disamping itu. pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal.5 untuk field pertama atau ganjil. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling.3.4.5 sampai garis ke.Terlihat pada gambar 3. Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2. sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya.315 untuk field kedua atau genap. Rusaknya sinkronisasi horizontal.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 .

6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera.Gambar 3.5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi. 49 . gambar 3. Melalui kabel koaksial. Gambar 3. gambar 3. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas. Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara. Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran. Nampak pada gambar 3.4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated). bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip. sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor).3. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel).

Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. Bila polaritas negatif. Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. modulasi vision posisf atau negatif. Tabel 2. Sistem PAL-B. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. yaitu berbanding lurus. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. makin lebar spektrum sinyal videonya. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 . maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Sementara pada puncak sinyal gambar.Gambar 3. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia.3.

Dalam VSB.3.625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165.1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar.6 51 .3.6. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB). sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi.58 MHz 265.734.6 Lebar saluran 3. Perhatikan gambar 3.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3. yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video.000 AM FM negatif 6 3.624 Hz 59. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4. Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC.5 garis 625 garis 15.5 garis 525 garis 15.43 MHz 312.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106.

........2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia....Gambar 3....gm .. (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 ............ sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM..7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3... Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = ........3.. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor. ZL .......... Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM..6.................

Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic)..: 53 . sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) ............... sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar..... Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb......... Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%)..........026... 2. ZL . Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan... 4.. tetapi memperkuat arus. Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc)..... Sesuai namanya.... Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M).. Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu.. Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula. 3..... 6. (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic)... Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1. Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1). Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan.. dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0. sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0.. Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input.. Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus...026) . 5...

Dalam gambar (3. Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2.8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor. Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)]. Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4. maka IE2 akan sebanding dengan VE2. yaitu Vm. mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri.8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)].Gambar 3. Gambar (3. Dan berhubung R4 berharga tetap. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm). 54 . Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2. Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan.8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1).

Dalam contoh pada gambar (3. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak. dan hal ini harus di hindari. Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 . Menurut standar yang berlaku. Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total. Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%.Gambar 3. Gambar (3. maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%. Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi. Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima. Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video.

56 . Gambar 3. Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi.9 MHz). penguat video dan pembalik fasa. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna. Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar. Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar.3. Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat. rangkaian clamping dan modulator AM.osilator sinyal pembawa gambar (33.10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3.

komponen (R-Y) sinyal V. Amplitudo sinyal 4.5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 .5 MHz) dan diperkuat bandpass. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4. polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal. 3 . dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer. hijau dan biru. Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih.3. Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah. pada system NTSC memiliki frekuensi 3. Sinyal merah.43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1.9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync .43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi).V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik.43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint).43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2. didesain R-Y.3.3 . Pasa dari sinyal 4. B-Y dan G-Y. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna.8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U.58 MHz. Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4. hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. 2. Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4.43 ± 0.

Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar . 58 . tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta.43 MHz yang ada.3. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY). Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4.2 getaran ini disebut burs warna. pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi.3. Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu. Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan.10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak.

Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 . Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3. sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4.Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. karena satu detik terdapat 30 frame.5 periode. 24 warna. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5. Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6.

2. Penilaian (50) Kinerja Menghitung. Tugas untuk siswa : 1. mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2. menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Beri siswa LP2. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1. b. Keterampilan proses 60 . Menganalisis.

merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. No . mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. 4. 5. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c. merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. mengidentifikasi variabel respon (5) c. 2. Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. Mengidentifikasi variabel control (5) d. membuat tabel data (5) 3. Beri siswa LP2.Petunjuk : a. Tugas untuk siswa : 1. Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 . b.

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3. dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2. Keterampilan psikomotor 1. Menganalisis.Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 .

LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) .LP2. a.LP2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. (30) b. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1. 3 dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 2.

Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Indikator 1. Tujuan Pembelajaran A. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Keterampilan Pengetahuan a.MODUL IV I. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Kompetensi Dasar. Keterampilan Proses a. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan Afektif 64 . Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Indikator. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. 3. d. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 . Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul. kinerja c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tujuan Pembelajaran 1. b. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. c. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Psikomotor a. a. 2. b.a. bertanya dan berpendapat E. Keterampilan proses a.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. b. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan afektif a. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 . Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c.b.

Perlu diketahui disini. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. 67 .1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4.1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya.1 Gambar 4.II. Pada gambar nampak.1. Uraian Materi 4. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4. sedang untuk scanning vertikal. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'.

odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar.2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan .5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 . horizontal Gambar 4. Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan.Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning.

Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4.Gambar 4. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman. Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning).3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah. Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan. mata bergeser dari arah kiri kekanan. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran.10 . Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya.pada TV pengulasan berkas electron 69 . Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical. baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya. pada waktu membaca. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4.

satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1. pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar.Pada gambar 4. Kemudian sinyal 70 .4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. lurus keatas sehingga sampai ditengah.2. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah. Pada sistem interlaced scanning. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning.10. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan.3. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field). yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. yaitu field ganjil dan field genap.7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field.9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. 4. Sedang untuk field genap.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap.5 garis = 625/2.6. Pada metode pengulasan gambar ini . Pada Gambar 4.4 pengulasan berikutnya menjejaki 5.digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar.

60 fields (half pictures) per second. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame.5 Horizontal scan paths per field. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4.750 .9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s . So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15.gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. 30 frames (complete pictures per second).5 x 10 – 6 s 71 . Therefore Time for each scan = 63. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). 262.

11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field .10 Sistem scanning metoda kedua.Gambar 4. field genap 72 . interlaced sacnning. Gambar 4.field field ganjil dan odd field.

sinyal sinkronisasi.c : g. Scanning berurutan e. Jelaskan pengertian berikut ini: a. pengulasan vertical 1. Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second). Scanning bersisipan f.b. raster h. gambar field a b c 2. Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna.blanking horisontal? 73 . Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4.Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Scanning d. Pada gambar berikut ini tentukan a. pengulasan horizontal c. garis ulasan b. Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3.60 fields (half pictures) per second.

Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 . 6.5.

Beri siswa LP2.2. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. b.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c. Tugas untuk siswa : 1. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .Keterampilan psikomotor Petunjuk : a.

dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis. Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 .LP2 : Kinerja Menghitung. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2.

a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.LP2. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No. 3 b. (30) 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.Petunjuk Keterampilan afektif: 1. 2.

Memahami Sinyal monoskop f. Tujuan Pembelajaran A. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Memahami Pengosongan interval h. Standar Kompetensi. Indikator 1. Kompetensi Dasar.Menjelaskan Resolusi c. Memahami Uji kuadrat sinus g. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menjelaskan Ringing e. Keterampilan psikomotor a. Memahami VIRS vertical 2.I. Indikator. Menjelaskan Strealing dan swear d. Memahami VITS a. Menganalisis uji EIA b. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Menjelaskan Uji EIA b. Keterampilan Pengetahuan a. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h. Menganalisis sinyal jendela g. Keterampilan afektif 78 . Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f.

Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2.LP3 sesuai tugas kinerja c.a. bertanya dan berpendapat E. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. ketentuan b. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b.LP2. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d. h. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. d. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g. c. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.

LP3 sesuai tugas kinerja c. h. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.LP2.e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. g. Keterampilan afektif a. Uraian Materi 80 . f. Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri. Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1.). Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar. Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. 6.5. 4.1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna. 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut. apabila linieritas vertical sempurna. scanninglinearity. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama. 2. maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. interlacing. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama. additional characteristics of the reproduced picture”. dan dua di bawah. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. Resolusi horisontal 81 . Apabila linieritas horisontal sempurna. dan kanan. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. masing-masing dua terletak di atas. 5.tengah. dua di tengah. 3. Jika pemrosesan sinyal video sempurna. Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama.

Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program. 7. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan.1. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. Gambar 5.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal. maka angka resolusi dapat ditentukan. pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600. Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi. Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal. 8. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar. linieritas scanning.

Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster.2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif. Gambar 5.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5.pemancar televisi.3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal. masing-masing mempunyai fungsi. 83 . Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter.1. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.1.1. dalam kasus ini disediakan pada penerima. 5. Pengetesan untuk hitam putih dan warna.58 MHz. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi.1. teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan. 5.

diberikan dengan lingkaran putih besar.Gambar 5. Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah. satu disisi kanan dan satu disisi kiri. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama. Untuk pengecekan yang lebih teliti. ketiga kotak mempunyai lebar yang sama.4.1. Pembacaan horizontal didahulukan. 84 . Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang.untuk kedua kamera dan monitor. linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur. Bila linieritas horizontal sempurna. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya. Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan.3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5.

5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah.4 Pengetesan V. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal. 5.H dan resolusi gambar Gambar 5.1. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit. Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera. semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar.5. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi. Dua baris puncak sampai dasar. bukan linieritas.Gambar 5. pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal.Setiap batang memiliki 10 85 .

Gambar 5.1. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah.tingkatan s kala abu-abu. ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih. garis pengambilan menjadi berpasangan.2 Resolusi 86 . Bila sinyal video yang sedang diproses linier.perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. Bila penjalinan gambar kurang baik .1. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3.6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5. Bila garis terlalu dekat satu sama lain.6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya. Gambar 5. abuabu sampai hitam.7 Pengetesan Interlacing 5. ruang berikutnya terlalu besar.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster. Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama.

2. 5.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 . Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi. Gambar 5. Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik .2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges. Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram.5.2. Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200.2.1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi. Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya.

Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3.2. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3.3 μs X 0. yaitu ¾ lebar. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar.3 μs untuk pengambilan horisontal. Jawaban MHz untuk frekuensi video. Penjejajakan tampak mengambil waktu 53. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. 88 .125 MHz.2. 5. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0. pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan. Dengan resolusi N garis. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah.3. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih.3 Strealing dan swear 5.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80.75 = mendekati 40 μs. untuk satu siklus T =40μs / (N/2).3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs. Batang terpanjang yang ke dua dari atas. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang. Waktu ini adalah 53. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz. 5.58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis.

Dalam kuadran kanan bawah. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal. frekuensi video dibagi dengan 80. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar.1. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video. keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing.9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola. sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 .75 MHz. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video.4.5.4 Ringing 5. dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550.Pada kuadran kanan atas. Sebenarnya. Pada umumnya. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash. Penguat menghubung singkat osilator. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5.

Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor. Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video. bagaimanapun.5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment).2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang.5 IRE pedestal dengan 3. 100 IRE pulsa putih.5 IRE pedestal. 7. 5.5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang . Bila hasil garis keluar seret. –I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar.4. 7. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal).sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya. Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7. Gambar 5.5 IRE.5 IRE dan 11.vertical dari scan obyek. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap. Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru.10 Pola Batang warna 90 . yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui.

4.11 Level Sinkonisasi 5.10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5.Gambar 5.3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .

Blue/ RGB). Hijau. Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron.13 92 . yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar. Perhatikan gambar 5.12. Merah.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Green. Biru (Red.Gambar 5.

Gambar 5. V Bias. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik.1) akan menghasilkan warna putih.1.Pada siaran televisi.14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. 2) gambar berada pada posisi di tengah layar. dan V High bekerja dengan baik. 1 )V Sync .13 warna dasar Mencermati gambar 5.1) menghasilkan warna kuning. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1.13. Gambar 5. Warna merah dicampur hijau (1. Gambar 5. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik. merah. 93 .

Gambar 5. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video. Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video. magenta. Pola ini dipenuhi warna layar merah. Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar. hijau. pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5.5. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa. Bidang warna merah. saturasi 100%. merah dan biru) pada amplitude 75%. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam.5. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas.4.15. hijau dan biru. pengetesan bidang warna putih 75% 5.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 .16. Gambar 5. hijau. biru dan hitam.kuning. cianida. Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar.4.4. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar.

Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband . Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas. hijau. 5. Lebar paket 0. Lebar paket 0.5 MHz adalah 5 lebar 4 μs.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan.5 Pengembangan Pola 5. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor.5. Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.17 Pengetasan Puritas 5. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.5 MHz . Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4.5 MHz adalah 5 μs. Gambar 5.5 MHz sampai 4. multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi.Bidang penuh warna merah. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7. Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain. Kombinasi tes terdiri bendera putih. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.5. 40 dan 80 IRE ). Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar.5.1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. 95 . Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns.2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0. 5.

5. Gambar 5. Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst. Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE. 40 dan 80 IRE ).5. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.18 pengetesan linieritas sistem 5. Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst. Gambar 5. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. μs.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 .5. terdiri dari 5 tingkat luminansi. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs.

5. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. FCC pengisian test sinyal. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. disebut vertical blangking interval. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. 5. dikenal sinyal 97 .6. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran. Mengganti. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal. Sinyal pertama 6. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. Pola dicetak pada pelat sasaran.Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Tempat pengisian waktu itu. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan. referensi sinyal. Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. sumber diidentifikasikan kode. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns.6 Sinyal monoskop 5. Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns. Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima.7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video.

VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 .7.1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning. Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5. Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT. 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. 5. juga. dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai .equalizing . sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2. Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing.VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar. 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync. dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam . lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan .

Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi . VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4). 99 . area server. VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. a. Mengenai system pelaksanaan transimisi. luminansi dan susunan level hitam.dll. kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter.distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan.

Sejak bagian sinyal ditransmisi.21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma.20). termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini. Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi. referensi luminansi dan referensi hitam VIRS. Gambar 5. VIRS tersedia di Penerima TV. ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5.22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 . dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat.Gambar 5.

18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. Garis 17. Sisanya informasi yang merusak . Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan. meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis. Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks. yang termasuk nomor dan tulisan. pertama mitte (NTSC) standar. Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 .21 garis dalam pengosongan vertical. Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. 9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing. garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi . mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV.

Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 .7 8 Gambar 5.

Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Tentukan frekuensi video. Apa itu Sinyal monoskop? 6.3. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . misal konversi 300 garis? 4. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7.

Menganalisis.buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. Menganalisis sinyal jendela 7. 104 . Menganalisis uji EIA 2. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5. Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet . Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. misal konversi 300 garis? 4. tentukan frekuensi video.3.

Menganalisis. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 .Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 . siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1.

No. Kompetensi Dasar. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. 3 b. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. a. Standar Kompetensi. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Indikator 107 .LP2. Tujuan Pembelajaran A. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. (30) ketentuan dan 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. Indikator.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1.

LP2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Keterampilan psikomotor a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b.LP3 sesuai tugas kinerja c. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 . Keterampilan Pengetahuan a.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. b. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b.1. bertanya dan berpendapat ketentuan E. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Keterampilan afektif a.

SECAM (50 fields per second. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. even field drawn first) 109 . PAL (50 fields per second. Keterampilan psikomotor a. NTSC (59.LP2. 625 lines) c. 625 lines. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1. even field drawn first) b. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP3 sesuai tugas kinerja c.2. Uraian Materi 6. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame. b. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. 525 lines. bertanya dan berpendapat II. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3.94 fields per second. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan Afektif a.

3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan.2 Progressive Scan Gambar 6. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi. Vertical Detail dan Viewing Distance a. 110 . Oleh sebab itu. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer.gambar 6.1 odd field ganjil dan even field genap 2. 1. menyimpan. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. yaitu 4:3. Gambar 6.

satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam). Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. 2 Rescanning 6. Gambar 6.b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. 111 . sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun). Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4. c. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). 2. 6.1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video.2. Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi.

5 Sistem scanning pada pickup tube 112 . sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. 6. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6. Pada saat retrace ini. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6. Gambar 6. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil. Berkaitan dengan teknik video itu. yaitu sinyal video ?.4.Terlihat pada Gambar 6. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya.2. beam dimatikan oleh sistem gun. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. ke arah horizontal maupun vertikal. Selanjutnya. Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar.5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris.

seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6. keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube.6 (d). sehingga mengalir arus.6 Ukuran beam yang lebih besar 113 . Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya. Karena kondisi itu. Dengan demikian.8 Gambar 6. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning. maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Dengan sampainya beam pada layar.5) Selanjutnya. arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel.Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif.6). pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu. Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal. Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya. sehingga sinyal video dapat dihasilkan. maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc. setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu.7 dan Gambar 6. (a). Dengan kata lain. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang). Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar.

Gambar 6. perhatikan Gambar 6. Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube). Gambar 6. atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube. Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli. 6. (b) reproduksi.9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 . Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi.7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli. tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal. sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi.9. (b) reproduksi.3 Tabung gambar Gambar 6. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya.

10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R.Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya.1. filamen. . 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6.dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma. Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah.10. ditemukan oleh Ferdinand K. Gambar 6. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung. kisi pengatur. dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. G. green.dan B. ditunjukkan pada Gambar 6. biru. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT). struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah. Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda. 6. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red.4. dan blue. Brain ahli fisika German pada tahun 1879.

Anoda 116 . Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6. Dalam perjalanannya menuju layar.12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1. Kumparan defleksi 5. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Kumparan pemfokus 4.11 skema CRT Gambar 6.sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent.

Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. Lapisan pemisah berkas untuk merah. hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 8.13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. Lapisan pospor dengan zona merah. mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 . hijau dan biru. ditunjukan pada gambar di bawah ini. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY .6. 7.

terhadap katoda pada kisi pengatur. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur. Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6. fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT. Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam. Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. luminansi tergantung beberapa 118 . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode). yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT.2.4. Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas.

Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6.faktor. pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 . Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.

tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul. akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. sperti tanda derajat. banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium.4. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul . merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV. Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 . ketahanan sedang .kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT. Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah. 6. P31 luminasi tinggi.3. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi.

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

5. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 .dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor. luminansi tergantung beberapa faktor. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah.Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar.energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat.

Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5.Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3. Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 . Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2. Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4.

Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Keterampilan psikomotor Petunjuk : a.2. b. Beri siswa LP2. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6. Tugas untuk siswa : 1.11 skema CRT c.

Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .

siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 2.LP2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 . 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.

Roddy. a. 3 b. Jakarta: Pradnya Paramitra.1981.1988. Rekario. Singapore.1986.1993. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. Dennis dan John Coolen. Teknik Reparasi Televisi Berwarna. Gary. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Rockis. Solid state fundamental for electricians. Komunikasi Elektronika Jilid 1.. George. Yoshikatshu Sawamura.LP2. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Prentice-Hall of 129 . Dennis & Coolen. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 2001. Roddy. Electronic Communication Systems. McGraw-Hill Co. Jakarta : Erlangga.John. New York: ATP Publication. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Electronic Communications.No. (30) ketentuan dan 2.

New Delhi. 130 .India Ltd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->