BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . Menjelaskan Sinyal Suara j. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan Lebar saluran.g. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. MHz l. 3. Menjelaskan Burs Warna p. Menjelaskan Lebar bidang Video. Hz e. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Hz f. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Menjelaskan Frekuensi medan. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Menjelaskan Modulasi Video i. Menjelaskan Saklar PAL m. Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. Menjelaskan Sistem berwarna k. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. MHz g. Menjelaskan Kerangka setiap detik d. MHz h.

Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g. Menjelaskan Uji EIA b. d. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. a. Memahami VIRS vertical 6. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. Menjelaskan Ringing e. Menjelaskan Resolusi c. e. Memahami VITS i. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. c. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 . Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Memahami Sinyal monoskop f. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Memahami Pengosongan interval h.a. Menjelaskan Strealing dan swear d.

Indikator. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Kompetensi Dasar. Indikator 1. Standar Kompetensi. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Memahami pengujian sinyal Video 6 . Tujuan Pembelajaran A. Keterampilan Pengetahuan a. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c.MODUL I I.

Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. b. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. bertanya dan berpendapat E. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 . Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c.LP2 sesuai tugas kinerja c. Tujuan 1. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.f. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan Proses a.B 3. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan Afektif a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b.

siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. b.B 3. bertanya dan berpendapat 8 . Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2 sesuai tugas kinerja c. Keterampilan Proses a.d. Keterampilan Afektif a. Keterampilan Psikomotor a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f. b. Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2.

yang bekerja dengan satu system modulasi.II. adalah juga termasuk telekomunikasi. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband. 625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B. yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea. sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. Uraian Materi 1. 9 . yaitu AM dan FM.1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV.

Dalam perkembangan teknologinya. Perlu diketahui disini.1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar.33 : 3. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. sedang untuk scanning vertikal. maka beam melakukan scanning dari 10 . Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya. kedua sinyal informasi tersebut dikirim. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog. Pada sisi penerima. Gambar 1. Setelah menyelesaikan satu frame penuh.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih). bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut.(sistem-B. Pada gambar nampak. tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya. yaitu 16:9 atau 5. sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel). perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'.

Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).3. Gambar 1. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. 11 . Gambar 1.2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. menunjukkan proses progressive scanning. Gambar 1.3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda.arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1.3 di atas.

Pada sistem interlaced scanning.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas.Gambar 1. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver).00086 mm2. Pada Gambar 1. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. interlaced sacnning.Pada gambar 1. Jalur retrace vertikal pada field ganjil.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Sedang untuk field genap.4 .4 Sistem scanning metoda kedua. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. lurus keatas sehingga sampai ditengah. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. 1. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah. yaitu field ganjil dan field genap. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis.5 garis = 625/2. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 .tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar. Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0.

makin tinggi juga tingkat resolusinya. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. Hasilnya adalah 766. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. makin lebar spektrum sinyal videonya.24 mm2. 13 . pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67. misalnya 600 TV lines.76 ns yang tertentu dari. nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya. adalah yang nampak pada layar. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. 750 TV lines. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut.akan mempunyai pixel berukuran 0. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. 1. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). maka secara lengkap sistem televisinya adalah. yaitu berbanding lurus. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis.67 sekon= 0. yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. dsb. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. Makin tinggi jumlah pixel/garis.67 pixel. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2. Dengan jumlah itu. 625 garis. Sistem PAL-B. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa. terdapat satu pengertian. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver.

modulasi vision posisf atau negatif. Bila polaritas negatif. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. Representasion visual 14 . Sementara pada puncak sinyal gambar. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. Tabel 1. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah.Pada Tabel-1 disebutkan bahwa.2.

.. sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah.... Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan.................. maka jumlah pixel total pada layar adalah... maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah.......... interlaced scanning.... frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah.. Jumlah garis scanning b... fH = 15...... 766. Bv = ½ fH x fV ..833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu....……………………………………………………..... Jumlah garis aktif c.1..... 1 B=⅔x ............ (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel )... (1-1) Sehingga untuk Sistem-B..... 5 MHz..900 μs 15 ........ menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE )........ (1-2) Dan kemudian.. fV = 50 Hz. yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning.. maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya..625 Hz.4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan................... = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29............... Kemudian................... Aspect ratio Perhitungan pertama adalah... Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan....67 x 575 ≈ 440. Format scanning d..... akibat dari variasi sinyal yang terjadi.............. yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ . maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas...................... (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B............ Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor.. 1 fmax = ......... yaitu dengan........ Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan............. Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE .... yaitu: a...

Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4. = waktu total / jumlah total pe = 29. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar. 2. dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1. Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar.9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1.Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2. maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar. Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520. dan (1-3).067826138 μs Sesuai rumus (1-1).5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1. (1-2).Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3.Jadi waktu 1 pe ( = per TPE). 2.625 titik elemen gambar Gambar 1.900 / 440.5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 . 1 B=⅔x = 4.833= 0.

7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a. d.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat.5=6.812. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih. b.5 Hertz atau 6.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan . CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. Digunakan di Amerika. VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels. 625 baris. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416. b. karena satu detik terdapat 25 frame. Menggunakan format YUV 1. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 .5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6. dan Canada. Korea. 50 Hz refresh rate b. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. c. Jepang.) PAL (Phase Alternating Line) a. 60 Hz refresh rate. 525 baris. c. d. c. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c. Frame rate 30 fps d. Frame rate25 fps d. b. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels.) NTSC (National Television System Committee) a. Menggunakan format YIQ b. frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ.507.812. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa.507.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416. sedang satu frame diperlukan 625 garis.5 periode.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a.1.Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1.

Dengan jumlah itu. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1. Jumlah pixel untuk satu frame gambar b. Jelaskan pengertian berikut ini: a.5 periode. 2.frame. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame . Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3.Maka dalam satu detik terdapat? 5.0 Megapixels (1600 x 1200) c. sedang satu frame diperlukan 625 garis.0 Megapixels (2560 x 1920) d.e.) Frekuensi garis f.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a.horizontal resolution. Ukuran pe dan TPE c.interlaced. 11 Megapixels (4008 x 2672) e. field. Waktu 1 pe d.) Frekuensi field e. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. 5. 1.) Frekuensi frame 2.pixel.3 Megapixels (1280 x 1024) b. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6. system garis .) Aspek ratio c. Hasilnya adalah 766.) Resolusi d. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.67 pixel. karena satu detik terdapat 25 frame. maka tentukan a.garis aktif 18 .) Pixel b.

Keterampilan psikomotor b. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9. Beri siswa LP2. Petunjuk : a.7. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2. ukuran pixel. Menganalisis. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8. bandwith ? c. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . Penilaian (100) Kinerja Menghitung. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame.

Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3. Keterampilan proses 20 . ukuran pixel. Mengukur resolusi gambar(20) 3. memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame.1. bandwith (20) 2. menganalisis resolusi gambar (20) 4.

b. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 . Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c. Beri siswa LP2.Petunjuk : a.

bandwith. dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. 22 . 2. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3.LP2 : Kinerja Menghitung. Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. ukuran pixel. Menganalisis. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4.

Merumuskan e. Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 . Melaksanakan eksperimen a.Merumuskan respon (10) f. Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a.No. Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Mengidentifikasi variabel control (5) d. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. 2.

(30) 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan. 24 . siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP2.1. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 3 b. 2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. a.

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. (30) b. Standar Kompetensi. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tujuan Pembelajaran 25 .LP2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Indikator. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No.2. Kompetensi Dasar. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I.

Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3.A. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. b. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Indikator 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D. Keterampilan afektif a. g. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2.LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Keterampilan Pengetahuan a. Keterampilan Psikomotor a. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i.LP2. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.

Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. b.c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 . siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. bertanya dan berpendapat E. Keterampilan psikomotor a. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g. Keterampilan Pengetahuan a.

b. warna merah.LP2. Uraian Materi 2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Keterampilan afektif a. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.3.1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 sesuai tugas kinerja c.

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun).3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih. warna batang dalam gambar 2. dengan patokan 4.3b.3 sinyal video dengan dan tanpa warna.Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3. 2. Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar.3a. dengan putih.2.2 Sinyal Pengetesan 2.58 MHz chominance sinyal. Gambar . 32 .) sinyal monokrom sendiri.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi . untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625.pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass. dan hitam bars seperti gambar 2. 2. a. b.43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan.kelabu dan hitam gambar informasi .58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi.kelabu. ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna. Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2.) beberapa sinyal campuran dengan 3.

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar.EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi . rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback).EG.4. dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U. 4. 6. hijau. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya.43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna. Waveform monitor Picture monitor. LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 .1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4. Properti warna pada sistem broadcast: a. Gambar 2. 2. sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan.V. 3. pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi.2. sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) . biru).4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan. 5. ABL.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU).

b.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c. CHROMINANCE adalah informasi warna.299 R + 0. a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a. digunakan parameter I.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) .587 G + 0. singkatan dari in-phase (Cb) dan Q.587 G + 0.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b.114 B I = 0.41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2.492 (B – Y) (chrominance) V = 0.27 (B – Y) Q = 0. digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0. singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0.114 B (luminance) U = 0.299 R + 0.74 (R – Y) – 0.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC.48 (R – Y) + 0.

Gambar 2.9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .

Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a. Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9. B. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8.e D.Sinyal sinkronisasi: d. E. Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10. C .Sinyal krominansi : c.5µS? 6. 4.Sinyal luminansi : b. Jelaskan peranan penting dari: a.c. A . Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 .d. Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2.Sinyal burst: 2. Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5.b.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3.

Tugas untuk siswa : 1. Keterampilan proses Petunjuk : a. 1. Penilaian (50) 3. b. c. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. b.a. Beri siswa LP2. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 .

LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 .LP2 : Kinerja Menghitung. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. Menganalisis. 4. 3. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 . a. Indikator. Standar Kompetensi.LP2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. 3 b. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Kompetensi Dasar.Keterampilan afektif 1. (30) 2.

Hz d.Menjelaskan Kerangka setiap detik c.A. Menganalisis.Menjelaskan Burs Warna o. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m. Menjelaskan Lebar saluran. Keterampilan Psikomotor a.Menjelaskan Lebar bidang Video.Menjelaskan Frekuensi medan. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Hz e.Menjelaskan Garis setiap kerangka b. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n. dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 . MHz f.Menjelaskan Saklar PAL l.Menjelaskan Frekuensi garis. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.Menjelaskan Sinyal Suara i. Indikator 1. Menjelaskan Sistem berwarna j. MHz g.Menjelaskan Modulasi Video h. Menghitung. MHz k.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran. b. 44 ketentuan . Keterampilan Afektif a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis. c. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul.3. Keterampilan Proses a. g.LP2 sesuai tugas kinerja c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tujuan Pembelajaran 1. bertanya dan berpendapat E. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. d. e. f. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. h. b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.

l. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. m. p. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. k. 45 . n. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. 3. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna.i. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung. menganalisis. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. o. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Keterampilan psikomotor a. j. keterampilan Proses a.

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. b. Uraian Materi 3. bertanya dan berpendapat ketentuan II.1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP3 sesuai tugas kinerja c.4.LP2.1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a.1 Garsi kerangka 3. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 .

diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima. yaitu juga garis demi garis.3 volt. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya. sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar.1. Terlihat pada gambar 3.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth. ditunjukkan pada Gambar 3. yaitu CRT-nya.5H. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi. Kemungkinan yang ada.1 Gambar 3. Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. adalah sinyal sinkronisasi horizontal. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal. 47 . Hubungan sinyal video.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2.1. yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace. disamping untuk keperluan perekaman.2. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi. sinyal sinkronisasi. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah). Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device. Dalam hal ini.

Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3.5 sampai garis ke. maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi. Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame). Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 . Dengan proses sinkronisasi ini. Rusaknya sinkronisasi horizontal. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa. pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa.2. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. Disamping itu. Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut.315 untuk field kedua atau genap. dan pada garis ke312. pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal.4.5H juga. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal.5 untuk field pertama atau ganjil. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2.Terlihat pada gambar 3. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3. Terlihat bahwa.3. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2. sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya.

Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara.6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera.3. gambar 3. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel). Nampak pada gambar 3.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip.Gambar 3. Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran. Gambar 3. Melalui kabel koaksial. sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor). bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya. 49 .4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated). gambar 3. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas.5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi.

Sistem PAL-B. Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. makin lebar spektrum sinyal videonya. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. Tabel 2.Gambar 3. Sementara pada puncak sinyal gambar. Bila polaritas negatif. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar.3. yaitu berbanding lurus. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Makin banyak jumlah garis yang digunakan.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 . Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. modulasi vision posisf atau negatif.

3.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4.1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar.58 MHz 265. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3.5 garis 525 garis 15. yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video. Dalam VSB.6 51 .6 Lebar saluran 3.624 Hz 59.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106.5 garis 625 garis 15. Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB). Perhatikan gambar 3.43 MHz 312.734. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi.3.000 AM FM negatif 6 3.625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165.6. sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa.

.......gm ..... Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor. (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 ........ sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM....3........ ZL ........... Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM......6. Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = ............2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia..7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3........Gambar 3..

.... dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0. 3....... sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar.. Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1).. Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan..... 4.. Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus. Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input. Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb...... 2... Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan... Sesuai namanya.. sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) . ZL .026....... Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula...... Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1.... 5. (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic). Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M)..... Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc).026) ...: 53 .Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic)...... sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0.. 6..... Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu... Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%)... tetapi memperkuat arus...

Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri. Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm. Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)].8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor.8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1). yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2. Dalam gambar (3. Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2.8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)]. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan.Gambar 3. yaitu Vm. maka IE2 akan sebanding dengan VE2. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm). 54 . Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4. Gambar (3. Dan berhubung R4 berharga tetap.

Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima. maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi. Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total. Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%. Dalam contoh pada gambar (3. Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video. Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak. Gambar (3. Menurut standar yang berlaku.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 .Gambar 3. Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang. dan hal ini harus di hindari.

Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar. rangkaian clamping dan modulator AM. Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat.3.10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3. Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi. Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar. penguat video dan pembalik fasa. 56 .9 MHz).osilator sinyal pembawa gambar (33. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar. Gambar 3.

2.43 ± 0. pada system NTSC memiliki frekuensi 3.9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync . Pasa dari sinyal 4. Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4. 3 . hijau dan biru. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4.5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 . didesain R-Y. Sinyal merah. polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal. hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U.3.43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1. Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih.43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2. Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U.43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi).3.V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik.58 MHz. dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer. Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah. Amplitudo sinyal 4. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4.5 MHz) dan diperkuat bandpass. komponen (R-Y) sinyal V. B-Y dan G-Y.43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint).8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah.3 .

10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta.43 MHz yang ada. Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY).2 getaran ini disebut burs warna. Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4. Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak. pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2. Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar . 58 .3. Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu.3.

Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5. 24 warna.Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3.5 periode. karena satu detik terdapat 30 frame. Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 . Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2.

Tugas untuk siswa : 1. b. Menganalisis. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c. Penilaian (50) Kinerja Menghitung. menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Beri siswa LP2.2. Keterampilan proses 60 . mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3.

Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.Petunjuk : a. 4. mengidentifikasi variabel respon (5) c. Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 . Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. No . 5. Tugas untuk siswa : 1. Mengidentifikasi variabel control (5) d. mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. b. Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. membuat tabel data (5) 3. Beri siswa LP2. 2. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c.

Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Menganalisis. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. Keterampilan psikomotor 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 . dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2.

siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 3 dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) . Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1.LP2. a.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. (30) b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2. 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2.

Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Keterampilan Afektif 64 . Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Indikator. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Indikator 1.MODUL IV I. Standar Kompetensi. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Tujuan Pembelajaran A. Keterampilan Proses a. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Keterampilan Psikomotor a. Kompetensi Dasar. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c.

Keterampilan Psikomotor a. 2. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 . d. Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. b. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat E. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. 3. Keterampilan proses a. Tujuan Pembelajaran 1.a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. kinerja c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. a. c. b. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul.

b. Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c. b. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 . Keterampilan afektif a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4.

1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. 67 . sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. Uraian Materi 4.1. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. Pada gambar nampak. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. sedang untuk scanning vertikal.1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4. Perlu diketahui disini. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.II.1 Gambar 4.

5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 .2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262.Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning. odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar. Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan. horizontal Gambar 4. Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan .

baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4. Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan.Gambar 4. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu.10 . dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu. Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4.pada TV pengulasan berkas electron 69 . Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning). Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical.3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya. mata bergeser dari arah kiri kekanan. Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan. pada waktu membaca.

4. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. yaitu field ganjil dan field genap.10. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4.2.4 pengulasan berikutnya menjejaki 5. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.6. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field.Pada gambar 4.5 garis = 625/2.3. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1. Jalur retrace vertikal pada field ganjil.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10. Sedang untuk field genap.9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Pada sistem interlaced scanning. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning.4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. Pada Gambar 4. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan. lurus keatas sehingga sampai ditengah.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. Kemudian sinyal 70 .7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali. Pada metode pengulasan gambar ini .

5 x 10 – 6 s 71 . yaitu perioda pada saat retrace vertikal. 262. So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15.5 Horizontal scan paths per field.gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking.750 .9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s .dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame. 60 fields (half pictures) per second. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4. 30 frames (complete pictures per second). Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). Therefore Time for each scan = 63.

Gambar 4.Gambar 4.field field ganjil dan odd field.11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field . field genap 72 . interlaced sacnning.10 Sistem scanning metoda kedua.

blanking horisontal? 73 . Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second). Pada gambar berikut ini tentukan a. Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4. raster h.Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.sinyal sinkronisasi. Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna. Scanning bersisipan f. pengulasan horizontal c.c : g.60 fields (half pictures) per second. pengulasan vertical 1. Jelaskan pengertian berikut ini: a.b. gambar field a b c 2. Scanning berurutan e. Scanning d. garis ulasan b. Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3.

5. 6. Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 .

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin. Beri siswa LP2. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c.2.Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. Tugas untuk siswa : 1. b. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .

LP2 : Kinerja Menghitung. Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3. dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 . Menganalisis.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. 3 b. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c.Petunjuk Keterampilan afektif: 1. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. (30) 2.

I. Menjelaskan Strealing dan swear d. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f. Indikator 1. Memahami Sinyal monoskop f. Indikator. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Menjelaskan Uji EIA b. Standar Kompetensi. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Tujuan Pembelajaran A. Kompetensi Dasar. Menganalisis uji EIA b. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Menjelaskan Ringing e.Menjelaskan Resolusi c. Memahami Pengosongan interval h. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Keterampilan afektif 78 . Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e. Keterampilan psikomotor a. Memahami VIRS vertical 2. Menganalisis sinyal jendela g. Keterampilan Pengetahuan a. Memahami VITS a. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3.

LP3 sesuai tugas kinerja c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat E. h. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. b. d. ketentuan b. Keterampilan Pengetahuan a.a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d. c. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2.LP2. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g.

siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.e. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. h. b. Uraian Materi 80 . Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3. bertanya dan berpendapat ketentuan II. g.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan afektif a. f.

Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. dua di tengah. masing-masing dua terletak di atas. 3. 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution. maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. additional characteristics of the reproduced picture”. 2. 6. dan dua di bawah. Jika pemrosesan sinyal video sempurna.tengah. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. interlacing. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama.). Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar. dan kanan. Apabila linieritas horisontal sempurna. apabila linieritas vertical sempurna. 4.1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. Resolusi horisontal 81 . 5. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna.5. Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut. Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama. scanninglinearity.

pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi.1. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600. Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. 8. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar.Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. 7. Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program. maka angka resolusi dapat ditentukan. linieritas scanning.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal. Gambar 5. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800.

5.pemancar televisi. teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3.58 MHz. 5. Gambar 5.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola. Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter. Pengetesan untuk hitam putih dan warna.1.2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif.1. dalam kasus ini disediakan pada penerima. Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5. 83 .1.1. masing-masing mempunyai fungsi.3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan.

Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama. ketiga kotak mempunyai lebar yang sama. Pembacaan horizontal didahulukan. linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. satu disisi kanan dan satu disisi kiri. 84 . Untuk pengecekan yang lebih teliti.4. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya.untuk kedua kamera dan monitor.1.Gambar 5. Bila linieritas horizontal sempurna.diberikan dengan lingkaran putih besar.3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5. Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah. Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier.

Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal.H dan resolusi gambar Gambar 5.5. bukan linieritas.Gambar 5.Setiap batang memiliki 10 85 . pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar.5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah. semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi.4 Pengetesan V. 5.1. Dua baris puncak sampai dasar. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit.

Bila penjalinan gambar kurang baik .1.6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya. Bila sinyal video yang sedang diproses linier. ruang berikutnya terlalu besar.tingkatan s kala abu-abu. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3. ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih. Bila garis terlalu dekat satu sama lain.6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5. Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga.2 Resolusi 86 .perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. garis pengambilan menjadi berpasangan. abuabu sampai hitam.1.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah. Gambar 5.7 Pengetesan Interlacing 5. Gambar 5.

2.5.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 . Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat. Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi.2.2. 5.2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200. Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik. Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik . Gambar 5. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi. Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram.1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5.

yaitu ¾ lebar.2. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5. 5. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz. 88 . untuk satu siklus T =40μs / (N/2).125 MHz. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. 5. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah.3 Strealing dan swear 5.3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek.3. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3. Batang terpanjang yang ke dua dari atas. pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan.2.75 = mendekati 40 μs. Penjejajakan tampak mengambil waktu 53.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80.3 μs X 0. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5. namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan. Jawaban MHz untuk frekuensi video. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0. Waktu ini adalah 53.58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. Dengan resolusi N garis. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah.3 μs untuk pengambilan horisontal.

dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5. keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal. Penguat menghubung singkat osilator.4. Pada umumnya. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3.75 MHz. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah.4 Ringing 5. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing.5. Dalam kuadran kanan bawah. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis. sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 . Sebenarnya. frekuensi video dibagi dengan 80. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar.1. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola.9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5.Pada kuadran kanan atas. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video.

7. Gambar 5.4. yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap.10 Pola Batang warna 90 .5 IRE pedestal dengan 3. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video.5 IRE dan 11.5 IRE.sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya. Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru. 7. Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor. 5. Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment). –I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal). Bila hasil garis keluar seret.2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang. 100 IRE pulsa putih.5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. bagaimanapun.vertical dari scan obyek.5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang .5 IRE pedestal. Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7.

Gambar 5.10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5.11 Level Sinkonisasi 5. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .4.3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE.

Biru (Red. Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron. Green. Merah.Gambar 5.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain.13 92 . Perhatikan gambar 5.12. Hijau. Blue/ RGB). yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar.

merah.1. Gambar 5. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik.1) akan menghasilkan warna putih. V Bias. 93 . 2) gambar berada pada posisi di tengah layar. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik.Pada siaran televisi. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru. dan V High bekerja dengan baik. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran.Gambar 5.13.13 warna dasar Mencermati gambar 5. Gambar 5.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah. Warna merah dicampur hijau (1.14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1.1) menghasilkan warna kuning. 1 )V Sync .

merah dan biru) pada amplitude 75%.kuning. Pola ini dipenuhi warna layar merah. hijau.15. Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video.5. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam. magenta. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video. hijau. cianida. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar. Gambar 5. Bidang warna merah.16.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. biru dan hitam.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 . pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5.4. pengetesan bidang warna putih 75% 5.4. saturasi 100%. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video.4.5. Gambar 5. Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar. Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar. hijau dan biru. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa.

Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.5 MHz . Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.5.1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas. Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar. 5. Gambar 5. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis.5 MHz adalah 5 lebar 4 μs. 5. hijau. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20. Lebar paket 0.5. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs.5 MHz adalah 5 μs. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi. 95 .5 MHz sampai 4. multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi. Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4.17 Pengetasan Puritas 5.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain. Kombinasi tes terdiri bendera putih.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns.5. Lebar paket 0.biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor. 40 dan 80 IRE ).5 Pengembangan Pola 5. Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband . Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs.Bidang penuh warna merah. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7.

Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi.5.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 . Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst.5. Gambar 5. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini. Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE. 40 dan 80 IRE ). Gambar 5. μs. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem. terdiri dari 5 tingkat luminansi. Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst.18 pengetesan linieritas sistem 5.5.

7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video. 5. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu. Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. Mengganti. dikenal sinyal 97 .6.Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst. Tempat pengisian waktu itu. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. sumber diidentifikasikan kode. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast. FCC pengisian test sinyal. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. referensi sinyal. tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Pola dicetak pada pelat sasaran. Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir.6 Sinyal monoskop 5. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. 5. disebut vertical blangking interval. Sinyal pertama 6. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns.

7. 5. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan .VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 . Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning. 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam . Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5.VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar. sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2. dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai . juga. lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a.1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT. Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing.equalizing .

Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi . luminansi dan susunan level hitam. VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4). area server. VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. 99 .dll. kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter. Mengenai system pelaksanaan transimisi.distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan. a.

referensi luminansi dan referensi hitam VIRS. ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5. Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi. Gambar 5.Gambar 5. dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat. Sejak bagian sinyal ditransmisi.22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 .20).21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma. VIRS tersedia di Penerima TV. termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini.

yang termasuk nomor dan tulisan. mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV. Garis 17. Sisanya informasi yang merusak . Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan.18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis. 9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing. pertama mitte (NTSC) standar.21 garis dalam pengosongan vertical. Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks. Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 . garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi .

Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 .7 8 Gambar 5. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.

Apa itu Sinyal monoskop? 6. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7.3. Tentukan frekuensi video. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . misal konversi 300 garis? 4.

dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. tentukan frekuensi video. Apa itu Sinyal monoskop? 6.3. Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Menganalisis. Menganalisis sinyal jendela 7. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8. Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. Menganalisis uji EIA 2. 104 . misal konversi 300 garis? 4. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet . Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5.

Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4. Menganalisis. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 . Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2.

Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 . siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.

Indikator. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Tujuan Pembelajaran A. (30) ketentuan dan 2. Indikator 107 .LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. a.LP2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. Kompetensi Dasar. 3 b. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. Standar Kompetensi.No. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.

Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. bertanya dan berpendapat ketentuan E. Keterampilan Pengetahuan a. Keterampilan psikomotor a.LP3 sesuai tugas kinerja c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. b. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. Keterampilan afektif a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b.1.LP2. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2.

PAL (50 fields per second. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan psikomotor a. 625 lines. 525 lines. b. 625 lines) c. Uraian Materi 6. even field drawn first) 109 . bertanya dan berpendapat II. SECAM (50 fields per second. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame.2.LP3 sesuai tugas kinerja c. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. even field drawn first) b. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3. NTSC (59. Keterampilan Afektif a.94 fields per second. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1.

110 . Gambar 6. Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. Vertical Detail dan Viewing Distance a. 1. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer. Oleh sebab itu.gambar 6.3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene.2 Progressive Scan Gambar 6.1 odd field ganjil dan even field genap 2. yaitu 4:3. menyimpan.

111 . sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam). 2. Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis. Gambar 6. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun).2. c.1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video. Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H.4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). 2 Rescanning 6. satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. 6. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.b. Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4.

yaitu sinyal video ?. Berkaitan dengan teknik video itu. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya. 6. Pada saat retrace ini.2. Gambar 6. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik.5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian. yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil.Terlihat pada Gambar 6.5 Sistem scanning pada pickup tube 112 . Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). ke arah horizontal maupun vertikal. beam dimatikan oleh sistem gun. sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. Selanjutnya. Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar.4. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya.

seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Dengan kata lain. sehingga mengalir arus. sehingga sinyal video dapat dihasilkan.6 (d). Karena kondisi itu.6 Ukuran beam yang lebih besar 113 .7 dan Gambar 6. Dengan sampainya beam pada layar. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6.6).5) Selanjutnya. setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning. pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu. Dengan demikian. keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube. Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang). maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya.Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif. Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal. Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar. Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6. maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel. (a). arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut.8 Gambar 6.

Gambar 6. sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi.9. Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan. Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi.3 Tabung gambar Gambar 6. 6.7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli. (b) reproduksi. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya.9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci.Gambar 6. (b) reproduksi. perhatikan Gambar 6. tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 . Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube). atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube.

dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma. dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6.10. G. filamen. biru. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung. ditunjukkan pada Gambar 6. kisi pengatur.4. green.Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red. struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah.dan B. Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah.10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT). .1. 6. Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda. Brain ahli fisika German pada tahun 1879. Gambar 6. ditemukan oleh Ferdinand K. dan blue.

Anoda 116 .11 skema CRT Gambar 6. Kumparan pemfokus 4. berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6.12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Kumparan defleksi 5. Dalam perjalanannya menuju layar. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3.sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent.

mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 . Lapisan pemisah berkas untuk merah. 7. hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 8.13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. Lapisan pospor dengan zona merah. ditunjukan pada gambar di bawah ini. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY . Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar.6. Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. hijau dan biru.

lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam. Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas. fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .4. yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT.2.Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur. Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. luminansi tergantung beberapa 118 . Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode).terhadap katoda pada kisi pengatur. Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT.

Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 . tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6. pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi.faktor. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor. Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah.

FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. 6. banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul . Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala. Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV. akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. sperti tanda derajat. merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul.kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 . Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. ketahanan sedang . Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi.4. Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. P31 luminasi tinggi.3. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat. untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT.

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah.dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 .Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik.energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat. luminansi tergantung beberapa faktor. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. 5. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.

Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3.Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2. Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 . Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5.

Tugas untuk siswa : 1. Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Beri siswa LP2.2. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6.11 skema CRT c. b.

Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 .LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.

2001. Rockis. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.1988. McGraw-Hill Co. (30) ketentuan dan 2.No.1993.LP2. Teknik Reparasi Televisi Berwarna. Prentice-Hall of 129 . Dennis dan John Coolen. Jakarta : Erlangga. 3 b.1986. Solid state fundamental for electricians. Dennis & Coolen. Yoshikatshu Sawamura.1981. a. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1.John.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Gary. New York: ATP Publication. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. George. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Komunikasi Elektronika Jilid 1. Rekario. Singapore.. Electronic Communication Systems. Electronic Communications. Roddy. Roddy. Jakarta: Pradnya Paramitra. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy.

India Ltd. 130 . New Delhi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful