BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Menjelaskan Sinyal Suara j. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q. Menjelaskan Kerangka setiap detik d. Hz f. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. MHz h. Menjelaskan Lebar bidang Video. Hz e. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan Lebar saluran. MHz g. Menjelaskan Burs Warna p.g. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Menjelaskan Saklar PAL m. Menjelaskan Modulasi Video i. Menjelaskan Sistem berwarna k. Menjelaskan Frekuensi medan. MHz l. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. 3.

Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Memahami Uji kuadrat sinus g. e. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 .a. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Memahami VITS i. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. Menjelaskan Resolusi c. c. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g. Menjelaskan Uji EIA b. Memahami VIRS vertical 6. Menjelaskan Ringing e. Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. d. Memahami Sinyal monoskop f. Memahami Pengosongan interval h. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menjelaskan Strealing dan swear d. a.

Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Indikator 1. Memahami pengujian sinyal Video 6 . Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D. Tujuan Pembelajaran A. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Indikator. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Keterampilan Pengetahuan a.MODUL I I. Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi.

Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem.LP2 sesuai tugas kinerja c.B 3. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 . b. Keterampilan Proses a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c. Keterampilan Pengetahuan a.f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. bertanya dan berpendapat E. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan Afektif a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Tujuan 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. b.

Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP2 sesuai tugas kinerja c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Keterampilan Psikomotor a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e. Keterampilan Afektif a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2. Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f.B 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. bertanya dan berpendapat 8 . Keterampilan Proses a. b. b.d.

yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea. yaitu AM dan FM.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. adalah juga termasuk telekomunikasi. sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM. Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B.II. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband. Uraian Materi 1. 9 . 625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. yang bekerja dengan satu system modulasi.1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV.

Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar. Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. kedua sinyal informasi tersebut dikirim. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. Pada gambar nampak. Perlu diketahui disini. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel).(sistem-B. tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide.33 : 3. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri. Gambar 1. Dalam perkembangan teknologinya. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. maka beam melakukan scanning dari 10 . Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1. Pada sisi penerima. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya. yaitu 16:9 atau 5. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. sedang untuk scanning vertikal.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih). maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya.

Gambar 1.3. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field.2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Gambar 1. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan.3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. 11 . menunjukkan proses progressive scanning. Gambar 1.arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).3 di atas.

yaitu perioda pada saat retrace vertikal. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). lurus keatas sehingga sampai ditengah. Sedang untuk field genap.Pada gambar 1. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1.4 Sistem scanning metoda kedua. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 . Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah.4 .4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. interlaced sacnning. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar.5 garis = 625/2. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain.00086 mm2. 1. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. Pada sistem interlaced scanning.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. Pada Gambar 1. yaitu field ganjil dan field genap.Gambar 1. Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas.

Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. makin lebar spektrum sinyal videonya. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1.76 ns yang tertentu dari.67 sekon= 0. Dengan jumlah itu. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut. yaitu berbanding lurus. dsb. terdapat satu pengertian. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2. Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Hasilnya adalah 766. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif.akan mempunyai pixel berukuran 0.24 mm2. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Makin tinggi jumlah pixel/garis. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. adalah yang nampak pada layar. maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. 750 TV lines. makin tinggi juga tingkat resolusinya. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. 625 garis.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. 13 . nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia.67 pixel. yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar. Sistem PAL-B. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67. misalnya 600 TV lines. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya. 1. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya.

Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. Bila polaritas negatif. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. Representasion visual 14 .2. Sementara pada puncak sinyal gambar. modulasi vision posisf atau negatif. Tabel 1. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut.

... Kemudian........... yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ ... yaitu: a.. Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor.................……………………………………………………................... = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29.......4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan... (1-1) Sehingga untuk Sistem-B..... akibat dari variasi sinyal yang terjadi.. 5 MHz............. Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE .. maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya. Aspect ratio Perhitungan pertama adalah.... (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel ). yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning. frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah. maka jumlah pixel total pada layar adalah....... Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan..625 Hz.....1.... Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan............ maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas..... sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah. Jumlah garis scanning b. maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah........ Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan.... 1 fmax = . 766................. fH = 15.... (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B..900 μs 15 ....... interlaced scanning............ fV = 50 Hz. Jumlah garis aktif c......................... yaitu dengan.. Format scanning d............ (1-2) Dan kemudian......67 x 575 ≈ 440... 1 B=⅔x .... Bv = ½ fH x fV .......833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu........ menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE )...............

9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1.Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4. 2. maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar. Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520.5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal.625 titik elemen gambar Gambar 1.Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1.Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3. = waktu total / jumlah total pe = 29.067826138 μs Sesuai rumus (1-1).900 / 440.Jadi waktu 1 pe ( = per TPE). dan (1-3).833= 0. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar. dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1. 2. (1-2). Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar.5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 . 1 B=⅔x = 4.

b. Frame rate 30 fps d.812. 50 Hz refresh rate b.5 periode.) PAL (Phase Alternating Line) a. d.1. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416. Frame rate25 fps d. Korea. frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels. 525 baris. karena satu detik terdapat 25 frame.5 Hertz atau 6. b. d.5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6. Menggunakan format YIQ b.Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1. 625 baris.507. b.7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416. dan Canada. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 . c. Digunakan di Amerika. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa.) NTSC (National Television System Committee) a.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan . VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels. c. c. Jepang. Menggunakan format YUV 1. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih. 60 Hz refresh rate.5=6. sedang satu frame diperlukan 625 garis.507.812.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c. CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a.

maka tentukan a. 1.) Frekuensi field e. field. Ukuran pe dan TPE c. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. 11 Megapixels (4008 x 2672) e. sedang satu frame diperlukan 625 garis. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif.) Frekuensi garis f.pixel.) Resolusi d. Hasilnya adalah 766.0 Megapixels (1600 x 1200) c.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a. karena satu detik terdapat 25 frame.) Pixel b.Maka dalam satu detik terdapat? 5. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4.67 pixel. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1. nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3. 5.garis aktif 18 .frame.) Aspek ratio c. 2. system garis . Jelaskan pengertian berikut ini: a. Waktu 1 pe d.3 Megapixels (1280 x 1024) b.5 periode.horizontal resolution.) Frekuensi frame 2.e.interlaced. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. Jumlah pixel untuk satu frame gambar b.0 Megapixels (2560 x 1920) d. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame . Dengan jumlah itu.

Keterampilan psikomotor b. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Beri siswa LP2.7. Menganalisis. Petunjuk : a. bandwith ? c. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . Penilaian (100) Kinerja Menghitung. ukuran pixel. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9.

menganalisis resolusi gambar (20) 4. Mengukur resolusi gambar(20) 3. memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame.1. Keterampilan proses 20 . bandwith (20) 2. ukuran pixel. Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3.

b. Beri siswa LP2. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 . Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c.Petunjuk : a.

dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. ukuran pixel. Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3. Menganalisis. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar.LP2 : Kinerja Menghitung. 22 . 2. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4. bandwith.

Mengidentifikasi variabel control (5) d. Melaksanakan eksperimen a. Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3.Merumuskan e. Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 . Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a.Merumuskan respon (10) f. 2. Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.No.

bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. a.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 2.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 24 . 3 b. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. (30) 2.LP2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Tujuan Pembelajaran 25 . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2. Kompetensi Dasar. (30) b.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c.LP2. Indikator. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Standar Kompetensi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. a. 3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan.

LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Keterampilan afektif a. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. b. Indikator 1. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.LP2. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Keterampilan Pengetahuan a. Keterampilan Psikomotor a. g. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f.A.

Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 . Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. b. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tujuan Pembelajaran 1. bertanya dan berpendapat E. Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.c.

LP3 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. b.LP2. Uraian Materi 2. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 . warna merah. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan afektif a.1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron.3.

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator. a. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan.3a.58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi.kelabu dan hitam gambar informasi .3b.3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2.Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3. dan hitam bars seperti gambar 2. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar. untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625. Gambar .3 sinyal video dengan dan tanpa warna. 32 .2.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi .) beberapa sinyal campuran dengan 3. Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2.) sinyal monokrom sendiri. Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun). dengan putih.58 MHz chominance sinyal. warna batang dalam gambar 2.kelabu.pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass. 2.2 Sinyal Pengetesan 2. dengan patokan 4. ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna. b. 2. Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih.

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

2.V. sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) . pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi. hijau.2.Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar. 4. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER.4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU).EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2.43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna.EG. 3. rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback). ABL. Properti warna pada sistem broadcast: a. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan. biru). Gambar 2. LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 . dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U. 5. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya. Waveform monitor Picture monitor.1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi . sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan. 6.4. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4.

singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0. digunakan parameter I.299 R + 0.114 B I = 0.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b.41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c.48 (R – Y) + 0.74 (R – Y) – 0. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a.b.114 B (luminance) U = 0.299 R + 0.587 G + 0.27 (B – Y) Q = 0. a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL. CHROMINANCE adalah informasi warna.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) .492 (B – Y) (chrominance) V = 0.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC. digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0.587 G + 0. singkatan dari in-phase (Cb) dan Q.

Gambar 2.9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .

Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 . Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a.Sinyal krominansi : c.Sinyal burst: 2. Jelaskan peranan penting dari: a.b. Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10. Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9.Sinyal sinkronisasi: d.c. A .e D.d. Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5. E. Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8. C . B.5µS? 6.Sinyal luminansi : b. Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. 4.

Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c.a. Keterampilan proses Petunjuk : a. 1. b. Tugas untuk siswa : 1. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. Beri siswa LP2. b. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 . Penilaian (50) 3. c. Beri siswa LP2.

LP2 : Kinerja Menghitung. 4. 3. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 . dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna.

Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.Keterampilan afektif 1. Indikator. Standar Kompetensi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 . a. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I. 3 b. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Kompetensi Dasar. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. (30) 2.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c.

dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 . Hz e. MHz k.Menjelaskan Saklar PAL l. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Keterampilan Pengetahuan a. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.Menjelaskan Sinyal Suara i.Menjelaskan Kerangka setiap detik c. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.Menjelaskan Burs Warna o.Menjelaskan Frekuensi medan. MHz g.Menjelaskan Garis setiap kerangka b. Keterampilan Psikomotor a. Menjelaskan Sistem berwarna j.Menjelaskan Lebar bidang Video. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n. Menghitung. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m. Menjelaskan Lebar saluran. Indikator 1.Menjelaskan Modulasi Video h.A. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Hz d. Menganalisis.Menjelaskan Frekuensi garis. MHz f.

f. d. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a. h. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul.LP2 sesuai tugas kinerja c. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan a. 44 ketentuan . Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. c. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. Keterampilan Proses a. Tujuan Pembelajaran 1.3.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. g. bertanya dan berpendapat E. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. b. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis. e.

3. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. p. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. j.i. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna. o. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. n. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. m. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. l. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. 45 . Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. keterampilan Proses a. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. menganalisis. k. Keterampilan psikomotor a.

Keterampilan Afektif a.1. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 sesuai tugas kinerja c.LP2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. bertanya dan berpendapat ketentuan II.4. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.1.1 Garsi kerangka 3. Uraian Materi 3.

47 .1 Gambar 3. yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0. diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2.5H. adalah sinyal sinkronisasi horizontal.2. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning.1. Kemungkinan yang ada. Dalam hal ini. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar. Terlihat pada gambar 3. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya. yaitu juga garis demi garis. disamping untuk keperluan perekaman. Hubungan sinyal video. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima. yaitu CRT-nya.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. ditunjukkan pada Gambar 3.1. Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah). sinyal sinkronisasi. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima. sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak. Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3.3 volt.

Terlihat bahwa. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik.Terlihat pada gambar 3. Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut. Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa.2.4.5H juga. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame). sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya.315 untuk field kedua atau genap.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 . pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal. maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3. Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal.3. Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3. Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya.5 untuk field pertama atau ganjil.5 sampai garis ke. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal. dan pada garis ke312. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2. Rusaknya sinkronisasi horizontal. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2. Disamping itu. Dengan proses sinkronisasi ini.

4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated). Nampak pada gambar 3.Gambar 3. Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran. gambar 3. sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor).3.6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera. 49 . gambar 3. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas. Melalui kabel koaksial. Gambar 3. Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara. bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip.5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel).

Sementara pada puncak sinyal gambar. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3.3. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. makin lebar spektrum sinyal videonya. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. Bila polaritas negatif. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Sistem PAL-B. modulasi vision posisf atau negatif. yaitu berbanding lurus. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1.Gambar 3. Tabel 2. Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 .

6.5 garis 625 garis 15. sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa.58 MHz 265.000 AM FM negatif 6 3.3. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB).624 Hz 59.625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165. Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3. Perhatikan gambar 3.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106.6 Lebar saluran 3. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi.6 51 .No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4.734.43 MHz 312. yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video.3.1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar. Dalam VSB.5 garis 525 garis 15.

.. sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM..........7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3.....................Gambar 3.3. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor........ (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 ..... Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = .......6.2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia....... Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM..gm ....... ZL ...

Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1).... Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc).026..... Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%). 2. Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1... 4.... Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M)... Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan... dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0.... Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan.. Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus..... sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0...... 3. Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input. sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar...... Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula... 6.. Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb. (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic).. tetapi memperkuat arus.... ZL .....: 53 .. Sesuai namanya...026) .Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic)... Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu....... 5....... sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) ..

Gambar 3.8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor. Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4.8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1). mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri. yaitu Vm. Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm). Dan berhubung R4 berharga tetap. Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan. Gambar (3. 54 . yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2. Dalam gambar (3. Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm.8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)]. Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)]. maka IE2 akan sebanding dengan VE2.

Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 . Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%. maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input. Gambar (3. dan hal ini harus di hindari. Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video. Dalam contoh pada gambar (3. Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video. Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang. Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi.Gambar 3. Menurut standar yang berlaku.

Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna. rangkaian clamping dan modulator AM.9 MHz). Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar.3. Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi.10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3. 56 . penguat video dan pembalik fasa.osilator sinyal pembawa gambar (33. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna. Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar. Gambar 3.

43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1.43 ± 0.43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint). 2. hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. B-Y dan G-Y.9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync . Sinyal merah. Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah.3.5 MHz) dan diperkuat bandpass. 3 . Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih. Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4.5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 .3 . didesain R-Y. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4. Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U. hijau dan biru.8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah.43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna. Amplitudo sinyal 4. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4.43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi).58 MHz.3. pada system NTSC memiliki frekuensi 3. polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U.V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik. dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer. Pasa dari sinyal 4. komponen (R-Y) sinyal V.

10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4. Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan.43 MHz yang ada. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY).3. 58 . Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu. Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar . pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2. tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta.3.2 getaran ini disebut burs warna. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi. Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak.

5 periode. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312. Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. karena satu detik terdapat 30 frame. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5. Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 . 24 warna. Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2. sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3.Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.

Tugas untuk siswa : 1. Menganalisis. Beri siswa LP2.2. mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2. b. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1. Keterampilan proses 60 . menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Penilaian (50) Kinerja Menghitung. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c.

Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. b. Beri siswa LP2. membuat tabel data (5) 3. 5. merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. 4. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c. mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 . Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. Tugas untuk siswa : 1.Petunjuk : a. 2. Mengidentifikasi variabel control (5) d. mengidentifikasi variabel respon (5) c. No .

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 . Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B. Keterampilan psikomotor 1. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2.Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Menganalisis.

2. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. 3 dan aturan yang ditetapkan. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1. (30) b. a. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) . 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c.

Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Indikator. Indikator 1. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Keterampilan Proses a.MODUL IV I. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Keterampilan Psikomotor a. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Keterampilan Afektif 64 . Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3. Tujuan Pembelajaran A.

a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Psikomotor a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan proses a. Tujuan Pembelajaran 1. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. b.a. 2. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 . siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 3. d. c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. kinerja c. b. bertanya dan berpendapat E. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

b. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 . Keterampilan afektif a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4.b.

Perlu diketahui disini. sedang untuk scanning vertikal. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'.1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning.1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.II.1. 67 . Setelah menyelesaikan satu frame penuh. maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor.1 Gambar 4. Pada gambar nampak. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Uraian Materi 4. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut.

Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning. Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan. odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar.2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 . Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan . horizontal Gambar 4.

baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman. Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya.Gambar 4.3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. mata bergeser dari arah kiri kekanan. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan. Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning). Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4.pada TV pengulasan berkas electron 69 . Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical. Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4. pada waktu membaca. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran. dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah.10 . Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan.

pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4.5 garis = 625/2.4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1. 4. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10.2. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field). Jalur retrace vertikal pada field ganjil. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Kemudian sinyal 70 .Pada gambar 4.10.digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar.3. Pada Gambar 4. lurus keatas sehingga sampai ditengah.6.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Sedang untuk field genap. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312.9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. yaitu field ganjil dan field genap. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. Pada sistem interlaced scanning.4 pengulasan berikutnya menjejaki 5. Pada metode pengulasan gambar ini .7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali.

60 fields (half pictures) per second. Therefore Time for each scan = 63.5 Horizontal scan paths per field.750 . So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15.dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame.9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s . 262.gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). yaitu perioda pada saat retrace vertikal. 30 frames (complete pictures per second). garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4.5 x 10 – 6 s 71 .

Gambar 4. interlaced sacnning. field genap 72 .11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field . Gambar 4.10 Sistem scanning metoda kedua.field field ganjil dan odd field.

blanking horisontal? 73 .Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. garis ulasan b. Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3. Scanning berurutan e.sinyal sinkronisasi.b. Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4. Scanning bersisipan f. pengulasan vertical 1.60 fields (half pictures) per second. gambar field a b c 2. raster h. Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second).c : g. pengulasan horizontal c. Pada gambar berikut ini tentukan a. Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna. Scanning d. Jelaskan pengertian berikut ini: a.

5. Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 . 6.

Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis.2. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame. Tugas untuk siswa : 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c.Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Beri siswa LP2.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin. b. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2.LP2 : Kinerja Menghitung. Menganalisis. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 . Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3. dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

LP2. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) . Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No. a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. (30) 2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 3 b.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. 2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.Petunjuk Keterampilan afektif: 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.

Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h.Menjelaskan Resolusi c. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Indikator. Memahami VITS a. Menjelaskan Uji EIA b. Memahami Pengosongan interval h. Kompetensi Dasar. Memahami Uji kuadrat sinus g. Keterampilan afektif 78 . Indikator 1. Tujuan Pembelajaran A. Keterampilan psikomotor a. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Menjelaskan Ringing e. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Standar Kompetensi. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Menganalisis uji EIA b. Menganalisis sinyal jendela g. Menjelaskan Strealing dan swear d. Memahami Sinyal monoskop f. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e.I. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Keterampilan Pengetahuan a. Memahami VIRS vertical 2.

a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan psikomotor a.LP2. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. ketentuan b. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d. c. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2. b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. bertanya dan berpendapat E. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tujuan Pembelajaran 1. d. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . h.LP3 sesuai tugas kinerja c.

Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3.e.LP2. g. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. h.LP3 sesuai tugas kinerja c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan afektif a. Uraian Materi 80 . siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. f. b.

dan kanan. scanninglinearity. dua di tengah. additional characteristics of the reproduced picture”. Apabila linieritas horisontal sempurna. 6. Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama. 5. Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri. 4.tengah. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama.1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. dan dua di bawah. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. 3. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut.). masing-masing dua terletak di atas. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna. maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution. interlacing. Resolusi horisontal 81 . Jika pemrosesan sinyal video sempurna. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar. apabila linieritas vertical sempurna. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama. 2.5.

pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik. Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . 8. Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program. Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal. maka angka resolusi dapat ditentukan. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar. 7. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. linieritas scanning.1. Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal.Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. Gambar 5. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600.

teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3.58 MHz. 5. 5.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5. Pengetesan untuk hitam putih dan warna.3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal.1.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola.pemancar televisi. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.1. Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster.1. Gambar 5. dalam kasus ini disediakan pada penerima.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5. 83 . Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter. masing-masing mempunyai fungsi.2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif.1.

ketiga kotak mempunyai lebar yang sama.1.4. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama.3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5.Gambar 5. Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang.untuk kedua kamera dan monitor. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur. Untuk pengecekan yang lebih teliti. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier. Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah. satu disisi kanan dan satu disisi kiri. Pembacaan horizontal didahulukan. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya. Bila linieritas horizontal sempurna. Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan.diberikan dengan lingkaran putih besar. linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. 84 .

H dan resolusi gambar Gambar 5. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi. 5. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit. semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang. pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal.Setiap batang memiliki 10 85 . Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera. bukan linieritas.5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah.4 Pengetesan V.5. Dua baris puncak sampai dasar. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal.1.Gambar 5.

7 Pengetesan Interlacing 5.tingkatan s kala abu-abu.perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih.1.6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5. ruang berikutnya terlalu besar. Bila garis terlalu dekat satu sama lain. abuabu sampai hitam. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama.1. Bila sinyal video yang sedang diproses linier. Gambar 5. Bila penjalinan gambar kurang baik . Gambar 5.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster. Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga. garis pengambilan menjadi berpasangan.6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah.2 Resolusi 86 .

Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800.2.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 . Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya. Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik.5.2. Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik .1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram. Gambar 5.2. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200. Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi.2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges. 5. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat.

58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna. Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3. Penjejajakan tampak mengambil waktu 53. yaitu ¾ lebar. 88 . Batang terpanjang yang ke dua dari atas.3 Strealing dan swear 5.3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek.75 = mendekati 40 μs.125 MHz.3 μs X 0. Waktu ini adalah 53. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis. namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3. 5. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0.2.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut. untuk satu siklus T =40μs / (N/2). pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah. 5. Jawaban MHz untuk frekuensi video.2. Dengan resolusi N garis.3 μs untuk pengambilan horisontal. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz.3. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah.

keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola.1. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash.5. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video. Pada umumnya. sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 . Dalam kuadran kanan bawah. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video.75 MHz. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3. Penguat menghubung singkat osilator. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis. frekuensi video dibagi dengan 80.4. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri.4 Ringing 5. Sebenarnya. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550.Pada kuadran kanan atas.9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal. dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing.

–I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar. 7. Gambar 5. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal).5 IRE dan 11. bagaimanapun. 5.5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video. 7.vertical dari scan obyek. Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor. Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru.sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment).4. Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7.5 IRE pedestal.5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang .5 IRE pedestal dengan 3.10 Pola Batang warna 90 . Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna.5 IRE. 100 IRE pulsa putih. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap.2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang. yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui. Bila hasil garis keluar seret.

4.3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE.11 Level Sinkonisasi 5.10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .Gambar 5.

Merah. Blue/ RGB). Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron.Gambar 5.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Biru (Red. yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar.13 92 .12. Hijau. Perhatikan gambar 5. Green.

2) gambar berada pada posisi di tengah layar. dan V High bekerja dengan baik. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru. Gambar 5. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik.Gambar 5.13.1. V Bias. Warna merah dicampur hijau (1. 93 .14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. merah.1) menghasilkan warna kuning.13 warna dasar Mencermati gambar 5.Pada siaran televisi.1) akan menghasilkan warna putih. Gambar 5.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran. 1 )V Sync .

Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar.4. pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5.16. Bidang warna merah.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. pengetesan bidang warna putih 75% 5.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 . hijau dan biru. magenta. Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video. Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar. Gambar 5.kuning.15. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video. hijau. saturasi 100%. biru dan hitam.5. merah dan biru) pada amplitude 75%. Gambar 5.4. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas.4. cianida.5. hijau. Pola ini dipenuhi warna layar merah. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa.

2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis. Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas.5. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.5 MHz adalah 5 μs. Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE.1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. Kombinasi tes terdiri bendera putih.17 Pengetasan Puritas 5.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain. Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7.5 Pengembangan Pola 5.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan. 5. Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. Lebar paket 0. hijau.biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.5 MHz adalah 5 lebar 4 μs. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0.5 MHz sampai 4. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.Bidang penuh warna merah. Lebar paket 0.5 MHz .5. 5. 40 dan 80 IRE ). Gambar 5.5. multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi. Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar. Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs. 95 . Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband .

Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst.5. Gambar 5. terdiri dari 5 tingkat luminansi. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.18 pengetesan linieritas sistem 5. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini. Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE. Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst. 40 dan 80 IRE ). yang tetap tingggal dalam paket 3 μs.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. μs. Gambar 5.5.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 . Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE.5. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns.

Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima. Sinyal pertama 6. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran. 5. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. Pola dicetak pada pelat sasaran. 5. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns. dikenal sinyal 97 . Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA. tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. referensi sinyal. FCC pengisian test sinyal. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast. Tempat pengisian waktu itu. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu.6. disebut vertical blangking interval.Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan. Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir.6 Sinyal monoskop 5. Mengganti. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. sumber diidentifikasikan kode. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal.7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan.

tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar. 5. 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync.VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 . Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning. Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5.1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT.VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a. juga. 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan . dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2.equalizing . dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai .7. FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam .

a.dll. VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. Mengenai system pelaksanaan transimisi. area server. 99 . VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4).distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan. Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi . luminansi dan susunan level hitam. kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter.

Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi. Gambar 5. ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5. VIRS tersedia di Penerima TV.21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma. termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini.Gambar 5. Sejak bagian sinyal ditransmisi.20). referensi luminansi dan referensi hitam VIRS. dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat.22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 .

9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing. Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan. Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. yang termasuk nomor dan tulisan. Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks. Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 . Garis 17.21 garis dalam pengosongan vertical.18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi . pertama mitte (NTSC) standar. Sisanya informasi yang merusak . mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV. meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis.

Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 .7 8 Gambar 5.23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.

misal konversi 300 garis? 4. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . Apa itu Sinyal monoskop? 6. Tentukan frekuensi video.3. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7.

Apa itu Sinyal monoskop? 6. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5.3. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet . Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8. Menganalisis sinyal jendela 7. Menganalisis uji EIA 2.buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. misal konversi 300 garis? 4. 104 . tentukan frekuensi video. Menganalisis. Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8.

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. Menganalisis. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 . buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung.

Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 .LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 2.LP2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.

LP2. Indikator 107 . siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Indikator. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Kompetensi Dasar. (30) ketentuan dan 2.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Standar Kompetensi.No. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. a. 3 b. Tujuan Pembelajaran A. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.

Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c. Tujuan Pembelajaran 1. Keterampilan afektif a. Keterampilan psikomotor a. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a. bertanya dan berpendapat ketentuan E. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 . Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Pengetahuan a. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. b.LP3 sesuai tugas kinerja c.1.LP2.

SECAM (50 fields per second. even field drawn first) 109 . bertanya dan berpendapat II.LP3 sesuai tugas kinerja c. Keterampilan psikomotor a. Uraian Materi 6. b. 625 lines) c. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame. Keterampilan Afektif a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. PAL (50 fields per second.LP2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.94 fields per second. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.2. 625 lines. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1. 525 lines. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. even field drawn first) b. NTSC (59. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.

Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Oleh sebab itu.2 Progressive Scan Gambar 6.3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer. 110 . Gambar 6.1 odd field ganjil dan even field genap 2.gambar 6. Vertical Detail dan Viewing Distance a. yaitu 4:3. menyimpan. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi.

1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video. Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi. 6. 2 Rescanning 6. 111 . sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam).2.4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis. satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis. Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.b. Gambar 6. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun). 2. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H.

Terlihat pada Gambar 6.5 Sistem scanning pada pickup tube 112 .5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik. yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. Selanjutnya.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). yaitu sinyal video ?. ke arah horizontal maupun vertikal. Berkaitan dengan teknik video itu. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6. Gambar 6. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar. Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar. sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya. 6. Pada saat retrace ini.4. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6.2. beam dimatikan oleh sistem gun.

pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu. sehingga mengalir arus. (a). keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube.6 (d). Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal.6 Ukuran beam yang lebih besar 113 . Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya.Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif. Dengan sampainya beam pada layar. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal.7 dan Gambar 6. Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt.6). maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6. Karena kondisi itu.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang). Dengan kata lain. setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu. Dengan demikian. maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel. sehingga sinyal video dapat dihasilkan. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6.5) Selanjutnya.8 Gambar 6. Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar. arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning. seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya.

6. (b) reproduksi. Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube). Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 .Gambar 6. tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal.9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci.3 Tabung gambar Gambar 6. sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi. atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya.7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli.9. (b) reproduksi.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli. Gambar 6. perhatikan Gambar 6. Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi.

Gambar 6.10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R. G. kisi pengatur.Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya.1. green. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red. .10. filamen.4. dan blue. struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah. ditunjukkan pada Gambar 6. 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6. Brain ahli fisika German pada tahun 1879. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT). Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda. 6.dan B. dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. biru. Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah.dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma. ditemukan oleh Ferdinand K.

Senapan elektron 2 Berkas elektron 3.sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6.12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1.11 skema CRT Gambar 6. Kumparan pemfokus 4. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Kumparan defleksi 5. Dalam perjalanannya menuju layar. Anoda 116 .

hijau dan biru. 7. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. ditunjukan pada gambar di bawah ini. Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. Lapisan pemisah berkas untuk merah. mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 .6. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY .13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. Lapisan pospor dengan zona merah. 8.

4.Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur. luminansi tergantung beberapa 118 . Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas.2. Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT. Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6. dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode). Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya . fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak.terhadap katoda pada kisi pengatur. yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT. Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam. lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar.

Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.faktor.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 . Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik.

6. Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV. untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT.4. Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 . Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala.kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat.3. akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. P31 luminasi tinggi. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi. sperti tanda derajat. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul . banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium. merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. ketahanan sedang . Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah.

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah. 5.dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi.Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik.energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar. luminansi tergantung beberapa faktor. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 . Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.

Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 . Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5. Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2.Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.

b.11 skema CRT c. Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Beri siswa LP2.2. Tugas untuk siswa : 1. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6.

Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .

2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 . Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.

bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy. (30) ketentuan dan 2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. Jakarta : Erlangga.No. Singapore.1993.1981.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c.LP2. a. Jakarta: Pradnya Paramitra. Roddy. Gary. Dennis & Coolen. 2001. Dennis dan John Coolen. Komunikasi Elektronika Jilid 1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. New York: ATP Publication. Yoshikatshu Sawamura. 3 b. Teknik Reparasi Televisi Berwarna. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Solid state fundamental for electricians. Electronic Communication Systems. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.John. Prentice-Hall of 129 . Rekario. George.. McGraw-Hill Co. Electronic Communications. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.1986.1988. Roddy. Rockis.

130 . New Delhi.India Ltd.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.