BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

Hz e. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Menjelaskan Frekuensi garis. Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. MHz g. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. Menjelaskan Lebar bidang Video. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. 3. Hz f. Menjelaskan Modulasi Video i. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. MHz l. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q. MHz h. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Menjelaskan Frekuensi medan.g. Menjelaskan Sinyal Suara j. Menjelaskan Lebar saluran. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. Menjelaskan Kerangka setiap detik d. Menjelaskan Sistem berwarna k. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan Burs Warna p. Menjelaskan Saklar PAL m. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a.

c. a. Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Ringing e. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Menjelaskan system pembentukan gambar b. e. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Memahami VIRS vertical 6. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. Memahami Pengosongan interval h. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g.a. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. Menjelaskan Strealing dan swear d. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 . Menjelaskan Resolusi c. Memahami Uji kuadrat sinus g. Menjelaskan Uji EIA b. Memahami VITS i. d. Memahami Sinyal monoskop f.

Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Memahami pengujian sinyal Video 6 . Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Standar Kompetensi. Indikator 1. Indikator. Kompetensi Dasar. Keterampilan Pengetahuan a.MODUL I I. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Tujuan Pembelajaran A.

f. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. b. Keterampilan Proses a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 . Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.B 3. Keterampilan Afektif a. Tujuan 1. bertanya dan berpendapat E.LP2 sesuai tugas kinerja c. b. Keterampilan Psikomotor a. Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Keterampilan Proses a.B 3. Keterampilan Afektif a. Keterampilan Psikomotor a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2.d.LP2 sesuai tugas kinerja c. Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e. b. b. bertanya dan berpendapat 8 .

Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B. 9 . adalah juga termasuk telekomunikasi.II. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband. yaitu AM dan FM.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. 625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Uraian Materi 1. yang bekerja dengan satu system modulasi.1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV. sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM. yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea.

Pada sisi penerima. maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. sedang untuk scanning vertikal. Gambar 1. Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). Dalam perkembangan teknologinya.(sistem-B. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih).33 : 3. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri. maka beam melakukan scanning dari 10 . tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide. Perlu diketahui disini. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. yaitu 16:9 atau 5. Pada gambar nampak. Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1.1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar. baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel). maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. kedua sinyal informasi tersebut dikirim. Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya.

menunjukkan proses progressive scanning.3. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. Gambar 1.3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda.2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. Gambar 1.3 di atas. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Gambar 1. 11 .

Gambar 1. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 . yaitu field ganjil dan field genap.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas. 1. yaitu perioda pada saat retrace vertikal. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking.4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar.4 .4 Sistem scanning metoda kedua. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.5 garis = 625/2. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis.00086 mm2. Sedang untuk field genap.Pada gambar 1. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Pada Gambar 1. Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah. interlaced sacnning. lurus keatas sehingga sampai ditengah. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Pada sistem interlaced scanning. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver).

akan mempunyai pixel berukuran 0. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2.24 mm2. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. 750 TV lines. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. 625 garis. Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. Makin banyak jumlah garis yang digunakan.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut.76 ns yang tertentu dari. misalnya 600 TV lines. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa.67 sekon= 0. terdapat satu pengertian. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Makin tinggi jumlah pixel/garis. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. Dengan jumlah itu. 13 . dsb. Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis. pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. makin lebar spektrum sinyal videonya. Hasilnya adalah 766. Sistem PAL-B. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. adalah yang nampak pada layar.67 pixel. yaitu berbanding lurus. makin tinggi juga tingkat resolusinya. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi. 1.

Tabel 1.2. Sementara pada puncak sinyal gambar. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. modulasi vision posisf atau negatif. Bila polaritas negatif. Representasion visual 14 .Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar.

..................... 766............ fV = 50 Hz.. Bv = ½ fH x fV ........... akibat dari variasi sinyal yang terjadi.. maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya... Jumlah garis scanning b..... Kemudian.......... Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan. sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah. Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan..... (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel ).... Format scanning d... yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning....67 x 575 ≈ 440................ Aspect ratio Perhitungan pertama adalah....4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan.625 Hz.……………………………………………………... yaitu dengan............ maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah...1.900 μs 15 ... maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas........ = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29..... (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B. (1-2) Dan kemudian.. Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE ........................ Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor. interlaced scanning.......... Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan... 1 B=⅔x ................. menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE ). frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah....833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu.... maka jumlah pixel total pada layar adalah.......... 1 fmax = ...................... yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ .... 5 MHz....... (1-1) Sehingga untuk Sistem-B... fH = 15... yaitu: a......... Jumlah garis aktif c....

dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1. 1 B=⅔x = 4.067826138 μs Sesuai rumus (1-1).5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal. = waktu total / jumlah total pe = 29.5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 .9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1. 2.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1. Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar.900 / 440.833= 0. Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar. (1-2).Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4. dan (1-3).625 titik elemen gambar Gambar 1. maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar.Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2.Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3.Jadi waktu 1 pe ( = per TPE). 2.

Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1.) PAL (Phase Alternating Line) a.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a. Frame rate25 fps d.7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a. frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih.5 periode. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels. 60 Hz refresh rate. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. c.5=6. d. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa.812. VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416. 525 baris. b. c.507. Menggunakan format YIQ b. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416.812. CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. d. Frame rate 30 fps d. b. karena satu detik terdapat 25 frame.5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a.1.) NTSC (National Television System Committee) a. dan Canada. Jepang. b. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c. c.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan . Digunakan di Amerika.507. 50 Hz refresh rate b. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 .5 Hertz atau 6. sedang satu frame diperlukan 625 garis. 625 baris. Korea. Menggunakan format YUV 1.

Jumlah pixel untuk satu frame gambar b.5 periode. sedang satu frame diperlukan 625 garis.0 Megapixels (1600 x 1200) c. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif.pixel.) Frekuensi frame 2.e. karena satu detik terdapat 25 frame. Dengan jumlah itu.horizontal resolution. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416.) Pixel b.) Aspek ratio c.Maka dalam satu detik terdapat? 5.interlaced. Waktu 1 pe d. system garis . Jelaskan pengertian berikut ini: a. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. 5. nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3. maka tentukan a. 11 Megapixels (4008 x 2672) e.garis aktif 18 .) Frekuensi field e. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1.0 Megapixels (2560 x 1920) d.) Frekuensi garis f.) Resolusi d. 1. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame . Ukuran pe dan TPE c. Hasilnya adalah 766. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a.67 pixel.frame. 2. field.3 Megapixels (1280 x 1024) b.

ukuran pixel. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Beri siswa LP2. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . bandwith ? c. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Menganalisis.7. Petunjuk : a. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9. Keterampilan psikomotor b. Penilaian (100) Kinerja Menghitung. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8.

Keterampilan proses 20 . Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3. menganalisis resolusi gambar (20) 4.1. memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith (20) 2. ukuran pixel. Mengukur resolusi gambar(20) 3.

Petunjuk : a. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 . Beri siswa LP2. b.

Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4. 22 . Menganalisis. dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar. 2.LP2 : Kinerja Menghitung. bandwith. ukuran pixel.

Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. 2. Melaksanakan eksperimen a. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.Merumuskan e.No. Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a. Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 . Mengidentifikasi variabel control (5) d.Merumuskan respon (10) f. Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3.

LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan. a. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.1.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. 2. (30) 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. 3 b.LP2. 24 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1.

Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. 3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan. a. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Tujuan Pembelajaran 25 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. (30) b. Indikator.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c.LP2.2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.

LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Indikator 1. b.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i.A. Keterampilan Pengetahuan a. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. g.LP2. Keterampilan Psikomotor a. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D. Keterampilan afektif a.

c. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan psikomotor a. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g. Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 . Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. b. Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. bertanya dan berpendapat E. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Tujuan Pembelajaran 1.

siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP3 sesuai tugas kinerja c. warna merah. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan afektif a. b.LP2.1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 . Uraian Materi 2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.3.

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

2. Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun). a.pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass.Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3.) beberapa sinyal campuran dengan 3. dengan patokan 4. 2.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih. Gambar . ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna. warna batang dalam gambar 2. b. dan hitam bars seperti gambar 2.3b. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan.3 sinyal video dengan dan tanpa warna.kelabu.3a. 32 .58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar.kelabu dan hitam gambar informasi . Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2.) sinyal monokrom sendiri. untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625. dengan putih.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi .58 MHz chominance sinyal.3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2.43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator. Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625.2 Sinyal Pengetesan 2.2.

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya. dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U.4. Gambar 2. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan. Waveform monitor Picture monitor. 6. 4. sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan. 3.EG. LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 .1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah. 5. ABL. hijau. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi .4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER. sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) . biru). rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback).V.Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar. Properti warna pada sistem broadcast: a.2. 2. pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU).EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4.

singkatan dari in-phase (Cb) dan Q.587 G + 0.114 B I = 0. a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL. digunakan parameter I. CHROMINANCE adalah informasi warna.114 B (luminance) U = 0.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC.299 R + 0.27 (B – Y) Q = 0.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c.587 G + 0.48 (R – Y) + 0.492 (B – Y) (chrominance) V = 0. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a.b.299 R + 0.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) . digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0. singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0.74 (R – Y) – 0.41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2.

9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .Gambar 2.

Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2. 4. B.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.c. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9. Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7.Sinyal sinkronisasi: d. Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 .d.b.e D. Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3. Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8. Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a.Sinyal krominansi : c.5µS? 6. C . Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5. A . E.Sinyal burst: 2. Jelaskan peranan penting dari: a.Sinyal luminansi : b.

Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 .a. b. Keterampilan proses Petunjuk : a. Tugas untuk siswa : 1. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. c. b. Penilaian (50) 3. Beri siswa LP2. 1. Beri siswa LP2.

4. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis. 3. LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 .LP2 : Kinerja Menghitung. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna.

Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.Keterampilan afektif 1. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 . 2. a.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 3 b. Standar Kompetensi. Indikator.LP2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. (30) 2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Kompetensi Dasar.

Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.Menjelaskan Burs Warna o. MHz f.Menjelaskan Lebar bidang Video. Indikator 1. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D. MHz k. Hz d.Menjelaskan Kerangka setiap detik c.Menjelaskan Saklar PAL l. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Menghitung. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a. Keterampilan Psikomotor a. Menjelaskan Sistem berwarna j.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Keterampilan Pengetahuan a.Menjelaskan Frekuensi medan. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m.Menjelaskan Garis setiap kerangka b. Hz e. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n.Menjelaskan Modulasi Video h. Menganalisis.A. dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 . MHz g.Menjelaskan Sinyal Suara i.Menjelaskan Frekuensi garis. Menjelaskan Lebar saluran.

3. d. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. g. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. f. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Proses a. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul.LP2 sesuai tugas kinerja c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. bertanya dan berpendapat E. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. 44 ketentuan . h. b. c. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. e. Keterampilan Afektif a. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul.

p.i. 3. o. menganalisis. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan psikomotor a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. n. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa menghitung. keterampilan Proses a. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. l. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. k. m. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. 45 . j.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Keterampilan Afektif a.1 Garsi kerangka 3.1. Uraian Materi 3. bertanya dan berpendapat ketentuan II.4. b.LP3 sesuai tugas kinerja c.1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 .

Hubungan sinyal video. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal.3 volt. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi.5H. sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak. yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya.1.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. ditunjukkan pada Gambar 3. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth.2. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima. sinyal sinkronisasi. Terlihat pada gambar 3. 47 . yaitu CRT-nya. disamping untuk keperluan perekaman.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah).1. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima. yaitu juga garis demi garis. Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning. Kemungkinan yang ada. adalah sinyal sinkronisasi horizontal.1 Gambar 3. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2. Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device. Dalam hal ini.

Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2.3. sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya.2. Rusaknya sinkronisasi horizontal.5 untuk field pertama atau ganjil.Terlihat pada gambar 3. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa. dan pada garis ke312.315 untuk field kedua atau genap. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2. pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa.5 sampai garis ke. Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut.5H juga. Terlihat bahwa. pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal. Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3. Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 . Dengan proses sinkronisasi ini. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame). Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal. Disamping itu.4. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3.

Melalui kabel koaksial. Gambar 3. 49 .3. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel). Nampak pada gambar 3. Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran.5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas. gambar 3. Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip.Gambar 3. sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor).6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera. bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya. gambar 3.4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated).

Pada Tabel-1 disebutkan bahwa.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. Bila polaritas negatif. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. Sementara pada puncak sinyal gambar. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. yaitu berbanding lurus. Sistem PAL-B. makin lebar spektrum sinyal videonya.Gambar 3. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M.3. modulasi vision posisf atau negatif. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 . Tabel 2.

Dalam VSB. sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa. Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106. yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video.5 garis 525 garis 15.5 garis 625 garis 15.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi.6.625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165.734.000 AM FM negatif 6 3.3.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB).1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar.58 MHz 265.3. Perhatikan gambar 3.624 Hz 59.6 Lebar saluran 3.6 51 . Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan.43 MHz 312.

7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3.......6....2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia...... Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM...gm .... sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM. (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 ........Gambar 3............ ZL ... Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = ......... Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor........3..........

5......... Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus. Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan.. 2. Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu....... sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar.. sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0. Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1).....: 53 ..... sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) ....... ZL ... Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb........... Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input. Sesuai namanya. dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0. (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic).... Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1... tetapi memperkuat arus.......026... 3. Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M).026) ..... Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc). 6..... Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%). Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan. 4.Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic). Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula.

Gambar (3. Dan berhubung R4 berharga tetap. Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. 54 . Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm.8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)].8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1).Gambar 3. Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2. yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2. Dalam gambar (3. Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4. yaitu Vm.8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm). mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan. Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)]. maka IE2 akan sebanding dengan VE2.

Gambar (3.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 . Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak. Menurut standar yang berlaku. Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini. Dalam contoh pada gambar (3.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video. maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input.Gambar 3. Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang. Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%. Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi. Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%. dan hal ini harus di hindari.

Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar.7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar. penguat video dan pembalik fasa. Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna. 56 .osilator sinyal pembawa gambar (33.3. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi. Gambar 3. Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar.9 MHz).10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3. rangkaian clamping dan modulator AM. Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat.

8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah. didesain R-Y.43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4.V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik.3 . dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer. B-Y dan G-Y.5 MHz) dan diperkuat bandpass. pada system NTSC memiliki frekuensi 3.58 MHz. Pasa dari sinyal 4. Sinyal merah.5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 . hijau dan biru. 3 . Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4.3. polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal.3.43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint).43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2. 2.9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync .43 ± 0. Amplitudo sinyal 4.43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi). Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U. hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. komponen (R-Y) sinyal V. Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih. Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4.

2 getaran ini disebut burs warna. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY). Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4.10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta. Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu. pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2. Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak.43 MHz yang ada. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi. Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar .3. 58 .3. Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan.

Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2. Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5.Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.5 periode. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312. 24 warna. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6. Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 . sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4. karena satu detik terdapat 30 frame.

2. Keterampilan proses 60 . menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Menganalisis. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c. Tugas untuk siswa : 1. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3. Beri siswa LP2. b. Penilaian (50) Kinerja Menghitung.

merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. 5. No . Beri siswa LP2. membuat tabel data (5) 3.Petunjuk : a. Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 . 2. Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c. Mengidentifikasi variabel control (5) d. mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. b. mengidentifikasi variabel respon (5) c. merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. Tugas untuk siswa : 1. 4.

Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3. Keterampilan psikomotor 1. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 . dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. Menganalisis. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2.

LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 3 dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. a. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. (30) b.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2.LP2. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) .LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No. 2.

Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Keterampilan Afektif 64 . Indikator 1. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Keterampilan Pengetahuan a. Kompetensi Dasar. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3.MODUL IV I. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Tujuan Pembelajaran A. Keterampilan Psikomotor a. Indikator. Keterampilan Proses a. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. Standar Kompetensi. Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tujuan Pembelajaran 1. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.a. bertanya dan berpendapat E. a. b. 3. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. d. kinerja c. b. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. c. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan proses a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 .

Keterampilan afektif a. b. Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c.b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 . Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4.

1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4. maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. 67 . bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal.1.II. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. Perlu diketahui disini. Uraian Materi 4. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. Setelah menyelesaikan satu frame penuh.1 Gambar 4. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. Pada gambar nampak. sedang untuk scanning vertikal.1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning.

Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan. odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar.2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. horizontal Gambar 4.Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning. Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan .5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 .

pada TV pengulasan berkas electron 69 . Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. pada waktu membaca. mata bergeser dari arah kiri kekanan. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu.3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu.Gambar 4.10 . Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4. Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning). baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya. Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan. Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan. dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4.

Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis.10.2.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster. Pada sistem interlaced scanning.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar. Kemudian sinyal 70 .9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar.Pada gambar 4. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah.5 garis = 625/2. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar.7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali.6.4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda.3. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. 4.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. lurus keatas sehingga sampai ditengah. Sedang untuk field genap.4 pengulasan berikutnya menjejaki 5. Pada metode pengulasan gambar ini . maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Pada Gambar 4. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan. yaitu field ganjil dan field genap. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field).

60 fields (half pictures) per second. So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15. 262. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4. 30 frames (complete pictures per second). Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver).dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame. Therefore Time for each scan = 63. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s .gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking.5 Horizontal scan paths per field.5 x 10 – 6 s 71 .750 .

Gambar 4.field field ganjil dan odd field. field genap 72 . interlaced sacnning.11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field . Gambar 4.10 Sistem scanning metoda kedua.

Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna. Scanning berurutan e. Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second).Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada gambar berikut ini tentukan a. raster h.sinyal sinkronisasi. Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3.b.60 fields (half pictures) per second. Scanning d. Scanning bersisipan f. gambar field a b c 2. Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4.c : g.blanking horisontal? 73 . pengulasan horizontal c. garis ulasan b. Jelaskan pengertian berikut ini: a. pengulasan vertical 1.

5. 6. Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 .

b. Tugas untuk siswa : 1. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. Beri siswa LP2. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame.Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c.2. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin.

Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 . Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3. Menganalisis. dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.LP2 : Kinerja Menghitung.

4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP2. a.LP2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. 3 b. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) . Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1.Petunjuk Keterampilan afektif: 1. Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. (30) 2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.

Menjelaskan Ringing e. Memahami VITS a. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f. Menjelaskan Strealing dan swear d. Keterampilan psikomotor a. Menganalisis sinyal jendela g.Menjelaskan Resolusi c. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h.I. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3. Keterampilan Pengetahuan a. Tujuan Pembelajaran A. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Memahami Uji kuadrat sinus g. Keterampilan afektif 78 . Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Menjelaskan Uji EIA b. Indikator 1. Menganalisis uji EIA b. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e. Memahami Pengosongan interval h. Kompetensi Dasar. Indikator. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Memahami VIRS vertical 2. Memahami Sinyal monoskop f. Standar Kompetensi.

Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g. d. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja c. b. bertanya dan berpendapat E.a. h. c. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . Tujuan Pembelajaran 1. ketentuan b. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.e. b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Uraian Materi 80 .LP2.LP3 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat ketentuan II. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. h. f. Keterampilan afektif a. g. Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3.

6. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution.1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. dan kanan.).tengah. additional characteristics of the reproduced picture”. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama. 2. 5. apabila linieritas vertical sempurna. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama. dan dua di bawah. Resolusi horisontal 81 . dua di tengah. 3. Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar.5. interlacing. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna. Apabila linieritas horisontal sempurna. Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. masing-masing dua terletak di atas. maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. 4. scanninglinearity. Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut. Jika pemrosesan sinyal video sempurna. Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri.

Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600. 7. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800.Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. Gambar 5. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan. Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. linieritas scanning. Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal.1. 8. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar. maka angka resolusi dapat ditentukan.

3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal. 5. masing-masing mempunyai fungsi.1.1. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan. teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola. Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter.1. Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster.pemancar televisi.58 MHz.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5. dalam kasus ini disediakan pada penerima.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5. 5. 83 .2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif.1. Gambar 5. Pengetesan untuk hitam putih dan warna.

Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang. Pembacaan horizontal didahulukan. Bila linieritas horizontal sempurna. satu disisi kanan dan satu disisi kiri.Gambar 5. Untuk pengecekan yang lebih teliti. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama. linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. ketiga kotak mempunyai lebar yang sama.untuk kedua kamera dan monitor.diberikan dengan lingkaran putih besar.1. Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur.3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5.4. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya. 84 . Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah.

Gambar 5.5. Dua baris puncak sampai dasar.Setiap batang memiliki 10 85 . semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera.H dan resolusi gambar Gambar 5. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi. 5. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar.4 Pengetesan V. pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal.1. bukan linieritas.5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit.

garis pengambilan menjadi berpasangan.perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3.tingkatan s kala abu-abu. ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih. Bila penjalinan gambar kurang baik . Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga. abuabu sampai hitam.1.2 Resolusi 86 . Gambar 5. ruang berikutnya terlalu besar.1. Bila sinyal video yang sedang diproses linier. Bila garis terlalu dekat satu sama lain.6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah.6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster.7 Pengetesan Interlacing 5. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama. Gambar 5.

2. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi. Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi. Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800. Gambar 5. Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200.5.1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5. Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik.2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 .2. Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik .2. 5.

Waktu ini adalah 53.125 MHz. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs. Jawaban MHz untuk frekuensi video. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis. namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. untuk satu siklus T =40μs / (N/2).58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna.3. 5. Batang terpanjang yang ke dua dari atas. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang.3 μs X 0.3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz. Penjejajakan tampak mengambil waktu 53. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. Dengan resolusi N garis. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5. Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. yaitu ¾ lebar.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge.3 μs untuk pengambilan horisontal. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3.3 Strealing dan swear 5.2. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80.75 = mendekati 40 μs. 5. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz.2. 88 . pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan.

sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 .9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5.5. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. Dalam kuadran kanan bawah. frekuensi video dibagi dengan 80. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal.75 MHz. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal.4 Ringing 5.4. Penguat menghubung singkat osilator. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video.Pada kuadran kanan atas.1. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar. dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video. Sebenarnya. Pada umumnya. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5.

Bila hasil garis keluar seret. 100 IRE pulsa putih. 5.5 IRE dan 11.10 Pola Batang warna 90 . Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru.4.sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya. Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap. Gambar 5. Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor.5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video.5 IRE pedestal dengan 3. 7. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment).5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang .2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang. –I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal). bagaimanapun. 7. Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna.5 IRE pedestal.5 IRE.vertical dari scan obyek. yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui.

10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5.4.Gambar 5.11 Level Sinkonisasi 5. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE.

Merah. Green.Gambar 5. Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron. Biru (Red. yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar.12.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Blue/ RGB).13 92 . Perhatikan gambar 5. Hijau.

Gambar 5.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah. 93 . merah. dan V High bekerja dengan baik. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran.13. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru. V Bias. Gambar 5.1. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik.1) akan menghasilkan warna putih.14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik.1) menghasilkan warna kuning.Pada siaran televisi.13 warna dasar Mencermati gambar 5.Gambar 5. 2) gambar berada pada posisi di tengah layar. Warna merah dicampur hijau (1. 1 )V Sync .

Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar. hijau. cianida. Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. merah dan biru) pada amplitude 75%. Pola ini dipenuhi warna layar merah.kuning. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa. hijau dan biru. saturasi 100%. Gambar 5. pengetesan bidang warna putih 75% 5.5. pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5. magenta. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video. hijau. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar. Bidang warna merah. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas.5.4.4.16.15. Gambar 5. biru dan hitam.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 . Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam.4.

multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi. hijau. Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas. Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband .1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. 5. Kombinasi tes terdiri bendera putih. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. 95 .17 Pengetasan Puritas 5. Lebar paket 0. Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain.5. Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4. 5. Gambar 5.biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan.5. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.5 MHz sampai 4.2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis.5 MHz adalah 5 μs. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7. 40 dan 80 IRE ). Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE. Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE. Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs.Bidang penuh warna merah. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi.5 MHz .5 MHz adalah 5 lebar 4 μs.5 Pengembangan Pola 5.5. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. Lebar paket 0.

terdiri dari 5 tingkat luminansi. Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi. Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst.5. Gambar 5. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 . Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem. Gambar 5.5. Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns.18 pengetesan linieritas sistem 5. μs. 40 dan 80 IRE ). yang tetap tingggal dalam paket 3 μs.5.

Sinyal pertama 6.6. Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns.6 Sinyal monoskop 5. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4.7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video. sumber diidentifikasikan kode. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst. Tempat pengisian waktu itu. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu. dikenal sinyal 97 . Mengganti.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast. Pola dicetak pada pelat sasaran. 5. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir. tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. 5. FCC pengisian test sinyal. disebut vertical blangking interval. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. referensi sinyal.Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns.

sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2.1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. 5. juga.VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 . 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync. dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai .equalizing .VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan .7. FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning. lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a. 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam . Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5. tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar.

area server. Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi . 99 . kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter.distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan. a. VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4). Mengenai system pelaksanaan transimisi. luminansi dan susunan level hitam.dll.

referensi luminansi dan referensi hitam VIRS.21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma.Gambar 5. termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini. Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi. dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat. ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5.20). Gambar 5.22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 . VIRS tersedia di Penerima TV. Sejak bagian sinyal ditransmisi.

meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis. Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan. Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV.18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. Sisanya informasi yang merusak . pertama mitte (NTSC) standar. yang termasuk nomor dan tulisan.21 garis dalam pengosongan vertical. Garis 17. Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 . garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi . Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks. 9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing.

23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.7 8 Gambar 5. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 . Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.

Tentukan frekuensi video. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8.3. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. misal konversi 300 garis? 4. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1.

Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis sinyal jendela 7.3.buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet . Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8. 104 . Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. Menganalisis uji EIA 2. misal konversi 300 garis? 4. Menganalisis. tentukan frekuensi video.

buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2. Menganalisis. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 .Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung.

4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1.LP2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 2. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 .

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. a.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. 3 b. Indikator. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. Standar Kompetensi.LP2. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Kompetensi Dasar. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.No. (30) ketentuan dan 2. Tujuan Pembelajaran A. Indikator 107 .

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. bertanya dan berpendapat ketentuan E. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja c.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 .1. b. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a. Keterampilan afektif a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b. Keterampilan psikomotor a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. Keterampilan Pengetahuan a. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c.

NTSC (59. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3. even field drawn first) 109 . Keterampilan psikomotor a. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 525 lines. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame.2. Keterampilan Afektif a. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. b.94 fields per second.LP2. SECAM (50 fields per second. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. 625 lines. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. 625 lines) c. even field drawn first) b. PAL (50 fields per second.LP3 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat II. Uraian Materi 6. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1.

menyimpan.1 odd field ganjil dan even field genap 2. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 110 .gambar 6. Oleh sebab itu.2 Progressive Scan Gambar 6. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer. Gambar 6. 1. yaitu 4:3.3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi.

Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis.2. 111 . Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. Gambar 6. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio. Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4. c. 6.4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam).1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video. Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi. sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis. 2. 2 Rescanning 6. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H.b. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun).

sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik. yaitu sinyal video ?. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar.4. Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. Selanjutnya. Pada saat retrace ini.Terlihat pada Gambar 6. Berkaitan dengan teknik video itu.5 Sistem scanning pada pickup tube 112 . Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar. yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). 6. beam dimatikan oleh sistem gun.5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. ke arah horizontal maupun vertikal.2. Gambar 6. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya.

Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif. Karena kondisi itu. Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya. seperti ditunjukkan pada Gambar 6. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning.6 Ukuran beam yang lebih besar 113 .6 (d). Dengan demikian. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6.8 Gambar 6. keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube. Dengan sampainya beam pada layar. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel. setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu. sehingga sinyal video dapat dihasilkan. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6. (a). arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal. Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal. Dengan kata lain. Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya. pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu.6). Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar. Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang).5) Selanjutnya.7 dan Gambar 6. maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc. sehingga mengalir arus. maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6.

9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci. atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube. Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan. sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi. perhatikan Gambar 6. (b) reproduksi. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya. Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 .3 Tabung gambar Gambar 6. Gambar 6. Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube).Gambar 6.9. tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal. (b) reproduksi. 6.7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli.

Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya.10. struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah. ditemukan oleh Ferdinand K. 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6.1. kisi pengatur. 6.dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma. G. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT). dan blue. filamen. Brain ahli fisika German pada tahun 1879. ditunjukkan pada Gambar 6. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red. green. dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah. Gambar 6. biru. Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda. .4.dan B. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung.10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R.

Anoda 116 . berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6. Kumparan pemfokus 4. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3.12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1. Dalam perjalanannya menuju layar. Kumparan defleksi 5.11 skema CRT Gambar 6.sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent.

hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 . Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar.6.13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. Lapisan pemisah berkas untuk merah. ditunjukan pada gambar di bawah ini. 7. 8. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. hijau dan biru. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY . Lapisan pospor dengan zona merah.

Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode). Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6.4. Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam. Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas. luminansi tergantung beberapa 118 .terhadap katoda pada kisi pengatur.Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur.2. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya . Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT. Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT.

Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor. pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 .faktor. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6. Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat.

untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT. Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala. P31 luminasi tinggi. Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat. 6. Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV.3. FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah.kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul . ketahanan sedang . Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 . akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. sperti tanda derajat. banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium.4. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul.

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 . 5. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah.energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi.Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik. luminansi tergantung beberapa faktor. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar.

Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 . Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2. Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5.Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3.

b.2. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : 1. Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Keterampilan psikomotor Petunjuk : a.11 skema CRT c. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6.

Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1.

4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. 2.LP2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.

John. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.1993. New York: ATP Publication. Gary. Teknik Reparasi Televisi Berwarna. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy. 2001. a. Dennis & Coolen.1988. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. 3 b. Roddy. Electronic Communication Systems. Singapore.No. McGraw-Hill Co.1981. George. Dennis dan John Coolen. Komunikasi Elektronika Jilid 1.. Roddy. Yoshikatshu Sawamura. Prentice-Hall of 129 . Rockis. Rekario. (30) ketentuan dan 2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Jakarta: Pradnya Paramitra.1986. Jakarta : Erlangga.LP2. Solid state fundamental for electricians. Electronic Communications.

New Delhi.India Ltd. 130 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful