BAB I PENDAHULUAN

A.

Deskripsi Modul Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video ini disusun untuk membantu siswa Mata Diklat kejuruan Audio Video semester 4. Isi modul ini terdiri atas teori singkat, praktek lab. elektronika, soal-soal beserta penyelesaiannya Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini adalah memiliki pengetahuan penerimaan transimisi sinyal video dalam pembentukan proses sinyal gambar penerima TV baik system PAL maupun NTSC pada tabung gambar CRT yang akhirnya diharapkan terampil dalam menganalisis sinyal video .

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, siswa dipersyaratkan telah menguasai peralatan oskiloskop,pattern generator , dan juga amplitudo, peroide frekuensi, dan modulasi dan demodulasi. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 2. 3. 4. Pelajari daftar isi Pelajari tiap kegiatan belajar ini dengan membaca secara berulang-ulang sehingga kamu benar-benar paham dan mengerti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas, kemudian cocokkanlah hasil latihanmu dengan kunci jawaban dari instruktur. Apabila jawabanmu sudah benar lanjutkanlah ke kegiatan belajar selanjutnya.

1

5. 6.

Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada instruktur. Catatlah kesulitan yang kamu dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada instruktur saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar kamu mendapatkan pengetahuan tambahan.

7.

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini terdiri dari enam bagian, yaitu

D. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar 1: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 10 jam tatap muka dan 2 jam praktikum. Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya = 8 jam tatap muka dan 4 jam praktikum. Kegiatan Belajar 3: Menjelaskan perbedaan sistem PAL dan NTSC = 8 jam tatap muka 4 terstruktur. Kegiatan Belajar 4: Menjelaskan sistem pembentukan gambar = 8 jam tatap muka 8 jam praktikum. Kegiatan Belajar 5: Melakukan pengujian Sinyal Video = 11 jam tatap muka 7 jam terstruktur. Kegiatan Belajar 6: Menjelaskan Prinsip tabung gambar = 6 jam tatap muka 6 jam terstruktur.

2

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari modul ini diharapkan Saudara memiliki kompetensi sebagai berikut. 1. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar yang meliputi delapan indikator berikut ini: a. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e. Memahami pengujian sinyal Video f. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar g. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B h. Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem- B 2. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut. a. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video

3

MHz l. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar j. Menjelaskan Garis setiap kerangka c. MHz h. MHz g. Hz f. Menjelaskan Sinyal Suara j.g. Menjelaskan Modulasi Video i. Menjelaskan Frekuensi garis. Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna o. Menjelaskan Frekuensi medan. Menjelaskan Sistem berwarna k. Menjelaskan Kerangka setiap detik d. 3. Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna q. Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. Menganalisis hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC yang meliputi tujuh belas indikator sebagai berikut: a. Menjelaskan Burs Warna p. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC b. Menjelaskan system pembentukan gambar yang meliputi tujuh indikator sebagai berikut: 4 . Menjelaskan Lebar bidang Video. Hz e. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna n. Menjelaskan Pembawa tambahan warna. Menjelaskan Saklar PAL m. Menjelaskan Lebar saluran.

Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 5. Menjelaskan Strealing dan swear d. c. Memahami Uji kuadrat sinus g. a. Menjelaskan Resolusi c. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar yang meliputi lima sebagai berikut:. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier g. d. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning f. Memahami Sinyal monoskop f. Menjelaskan Ringing e. Menjelaskan system pembentukan gambar b. Menjelaskan Uji EIA b. Melakukan pengujian sinyal video yang meliputi sepuluh indikator sebagai berikut: a. e. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Memahami VIRS vertical 6. Memahami VITS i. Memahami Pengosongan interval h. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) e. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar gambar penerima TV indikator 5 . Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c.a.

Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Indikator 1. Kompetensi Dasar. Keterampilan Pengetahuan a. Indikator. Memahami pengujian sinyal Video 6 .MODUL I I. Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar D. Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar b. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya c. Tujuan Pembelajaran A. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC d. Menjelaskan system pembentukan gambar e.

Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.B 3.f. Keterampilan Afektif a. Mencari sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Keterampilan Proses a. b. Keterampilan Pengetahuan a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar 7 .LP2 sesuai tugas kinerja c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Psikomotor a. b. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar 2. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar paling sedikit dapat membuat hipotesis dengan benar b. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya paling sedikit 75 persen dengan benar c. bertanya dan berpendapat E. Tujuan 1.

Diberikan LP2 siswa dapat Mengitung bandwidth sinyal video sistem-B dengan rincian tugas keterampilan psikomotor Diberikan LP2 siswa dapat Menganalisis hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar pada sinyal video sistem. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar paling sedikit 75 persen dengan benar 2. b. Keterampilan Proses a. bertanya dan berpendapat 8 . Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Keterampilan Afektif a. Diberikan LP2 siswa dapat membuat kesimpulan terkait sumber informasi diinternet hubungan pixel dengan kualitas resolusi pada video sistem – B 4. Tanpa membuka Modul Siswa dapat Memahami pengujian sinyal Video paling sedikit 75 persen dengan benar e.LP2 sesuai tugas kinerja c. b.d. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.B 3. Keterampilan Psikomotor a. Tanpa membuka Modul Siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar paling sedikit 75 persen dengan benar f.

1 Ilustrasi di samping ini menunjukkan satu sistem antena DTV (digital TV. yang di ujung menara dengan radome berwarna putih-merah) salah satu stasiun televisi di Korea. adalah juga termasuk telekomunikasi. yaitu AM dan FM.II. Sinyal gambar (vision) dikirimkan dengan modulasi AM vestigial sideband.1 Sistem televisi Sistem Televisi atau lengkapnya sistem penyiaran televisi. 625 garis) seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Uraian Materi 1. Kedua sinyal tersebut akhirnya dipancarkan ke udara dengan bandwidth RF (radio frequency) sebesar 7 MHz (sistem-B. 9 . sedang sinyal suara (sound) dipancarkan dengan modulasi FM. yang bekerja dengan satu system modulasi.

Perlu diketahui disini. Gambar 1. sedang untuk scanning vertikal. Sistem layar lebar inilah yang merupakan system televisi abad 21 yang sebetulnya telah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an untuk versi analognya. yang dikenal dengan nama sistem televisi layar lebar atau high definition television (HDTV). baik melalui media udara (offair) maupun melalui media kabel (televisi kabel). Ukuran itu disebut dengan aspect ratio. maka sistem televisi layar lebar inipun dalam perkembangannya tidak terwujud satu sistem yang satu untuk seluruh dunia. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya.1 Spektrum frekuensi sinyal TV selebar 7 MHz. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut. melainkan terdapat tiga kubu yang masing-masing menciptakan sistemnya sendirisendiri. Seperti halnya sistem televisi konvensional (aspect ratio 4:3) dalam perkembangannya. Pada gambar nampak. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. ukuran layar tersebut dirancang lebih lebar. sinyal televisi yang dikirimkan tersebut diterima dengan pesawat penerima televisi yang mempunyai ukuran layar kaca dengan perbandingan 4:3 untuk panjang dan tingginya. bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. yaitu 16:9 atau 5. Dalam perkembangan teknologinya. maka beam melakukan scanning dari 10 . Pada sisi penerima. kedua sinyal informasi tersebut dikirim.33 : 3. tidak berhasil tercipta sistem yang worldwide. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gambar 1. 625 garis) Dalam hal sistem penyiaran televisi yang sampai saat ini masih dalam versi analog.Antena TV diinstal bersama dengan antena alternatif 14 panel yang diinstal keliling menara (dengan radome berwarna putih).(sistem-B.

2 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. Gambar 1. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field). Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning. sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan.3.arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1.3 di atas. Gambar 1. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Gambar 1. 11 . menunjukkan proses progressive scanning.3 sistem scanning yang berlangsung didalam tabung pengambil gambar (picup tube) Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field.

4 . lurus keatas sehingga sampai ditengah. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver). Misalnya pickup tube ukuran 1 inci akan mempunyai pixel sebesar kurang lebih 0.2 Menentukan pixel per-garis Telah diuraikan bahwa gambar tersusun dari garis-garis seperti diuraikan diatas. garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain.4 tidak dilukiskan jalur-jalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar. Tetapi lebih dari itu sebetulnya gambar tersebut tersusun dari elemen gambar atau biasa disebut dengan pixel (picture element) yang mempunyai ukuran tergantung dari luasan bidang gambar. interlaced sacnning. Pada sistem interlaced scanning. Pada Gambar 1. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312. Kemudian sinyal gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. yaitu field ganjil dan field genap. Sedang untuk field genap.Gambar 1.4 Sistem scanning metoda kedua. Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengah-tengah batas frame yang paling bawah.4 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis.5 garis = 625/2.00086 mm2. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.Pada gambar 1. Jalur retrace vertikal pada field ganjil. sementara layar pesawat televisi ukuran 21 inci 12 . 1.

Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis.24 mm2.0678 ns≈ 70 ns Berkaitan erat dengan jumlah pixel/garis. Disamping ukuran pixel dinyatakan dalam ukuran luasannya. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. adalah yang nampak pada layar. Ukuran pe = (waktu perioda aktif garis)/(jumlah pixel per garis)= (64 12) μs / 766. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi. Makin tinggi jumlah pixel/garis. pixel berbentuk lingkaran dan ditentukan dari formulasi πr2. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M. dimana r adalah jari-jari pixel serta jumlah garis aktif sebanyak 575 karena diambil sebagai contoh bahasan adalah sistem-B. 1. Jumlah garis sebanyak 575 tersebut.3 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. yaitu berbanding lurus. terdapat satu pengertian. nilai 575 tersebut dikalikandengan nilai aspect ratio 4/3. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. pixel (pe = picture element) juga dapat dinyatakan dalam ukuran waktu. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Resolusi dinyatakan dengan satuan sejumlah garis televisi. makin tinggi juga tingkat resolusinya. Sistem PAL-B. Atau dengan kata lain kemampuan pickup device menunjukkan ketajaman gambar. Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel1. makin lebar spektrum sinyal videonya. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. yaitu dalam ns ( nanosekon =10-9 sekon). Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. maka system di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B.76 ns yang tertentu dari. 750 TV lines.67 pixel. yaitu resolusi (resolution) yang didefinisikan sebagai kemampuan tayangan detil (detail) satu pickup device untuk satu frame gambar. Ukuran-ukuran luas tersebut diambil dengan anggapan bahwa. 13 . sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. Nilai ini tidak berubah besarnya seperti dalam ukuran luasnya terhadap ukuran layar pickup tube maupun layar CRT (cathode ray tube) TV receiver. Ternyata resolusi sebanding dengan jumlah pixel/garis. Ukuran dalam waktu tersebut berkisar 67. misalnya 600 TV lines. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia.67 sekon= 0. Dengan jumlah itu. Untuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif. 625 garis. Hasilnya adalah 766.akan mempunyai pixel berukuran 0. dsb.

Tabel 1. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah.2. modulasi vision posisf atau negatif. Bila polaritas negatif. Sementara pada puncak sinyal gambar.Pada Tabel-1 disebutkan bahwa. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. Representasion visual 14 . prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar.

. Aspect ratio Perhitungan pertama adalah......... yaitu: a..... fV = 50 Hz........ maka frekuensi sinyal akan mencapai nilai yang paling tinggi bila terjadi perubahan dari sinyal hitam (level paling rendah) ke sinyal putih (level paling tinggi) atau sebaliknya....... frekuensi sinyal video yang paling tinggi adalah. interlaced scanning........ 766.. maka bandwidth sinyal video yang dihasilkan adalah.... Bv = ½ fH x fV .. maka terjadilah penurunan resolusi vertikal dibandingkan hasil perhitungan di atas.................... Format scanning d............ Jumlah garis aktif c....... = waktu 1 garis aktif x jumlah garis aktif = (64 – 12) μs x 575 = 29.……………………………………………………...... Data yang diperlukan juga spesifikasi sistem garis yang digunakan dan ukuran aspect ratio yang dioperasikan... (1-2) Dan kemudian. yaitu factor Kell yang besarnya sekitar ⅔ ......4 Bandwidth Sinyal Video Bandwidth spektrum sinyal video dapat ditentukan dari frekuensi horizontal ( = fH ) dan frekuensi frame ( = fV ) sistem garis yang dioperasikan.67 x 575 ≈ 440.833 pixel ( = pe) Pixel total tersebut dikirimkan dalam waktu... Tetapi nilai bandwidth tersebut dapat juga dihitung secara pendekatan dari ukuran pixel layar pickup tube yang bersangkutan.. Nilai bandwidth tersebut tertentu dari hubungan... Kemudian......... Penurunan itu ditunjukkan oleh satu faktor..... 1 fmax = .. 5 MHz.... menentukan ukuran pixel dalam satuan waktu ( = TPE )..... yang umumnya bekerja dengan sistem interlaced scanning................ Jumlah garis scanning b. sehingga bandwidth yang sebenarnya adalah........ (1-1) Sehingga untuk Sistem-B...... yaitu dengan. akibat dari variasi sinyal yang terjadi........... (1-4) Tp Misalnya untuk sistem-B...................... (1-3) TP Karena ukuran diameter ‘beam’ yang melakukan scanning tidak sebesar ukuran pixel ( > pixel )........ fH = 15........900 μs 15 ......1........625 Hz.. 1 B=⅔x ..... maka jumlah pixel total pada layar adalah........... Pada saat itu perioda sinyal nilainya mencapai: TP = 2 TPE ...................

Jadi waktu 1 pe ( = per TPE).Media visual film bioskop/cinema yang mempunyai aspect ratio V/H = 1:2.Kelemahan-kelemahan Mata Manusia Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan sumber gambar dengan kecepatan cukup tinggi 4.9145 MHz ≈ 5 MHz TP Film yaitu : 1.Mata manusia tidak dapat mengikuti perubahan gambar dengan pergantian gambar lebih dari 16 gambar per detik 1. (1-2). maka bandwidth sinyal video sistem-B sebesar.5 Resolusi Gambar Adalah suatu ukuran suatu elemen gambar terkecil yang dapat dibedakan atau kemampuan mata untuk dapat membedakan dua buah titik hitam dan putih yang berdampingan baik secara vertikal maupun horisontal. = waktu total / jumlah total pe = 29.Mata manusia peka melihat bidang horisontal dibanding vertical 3. 2. dimana pada setiap pergantian gambar hitam putih akan membentuk sinyal segi empat (sinyal gelombang segi empat atau square wave) dalam sinyal gambar yang harus dipancarkan seperti berikut: 1.625 titik elemen gambar Gambar 1. dan (1-3).5 pixel yang menunjukan sinyal luminansi warna putih dan hitam dalam suatu scanning interlace berbentuk persegi 16 . Dalam satu frame layar tv terdapat jumlah titik elemen gambar sebanyak = jumlah titik elemen gambar arah vertikal x jumlah titik elemen gambar arah horizontal = 625x(4/3x625) = 520. 2.900 / 440. 1 B=⅔x = 4. Dari gambar diberikan suatu contoh hasil satu garis scanning oleh electron gambar pagar. Maka elemen horisontal terdapat titik-titik elemen gambar = 4/3 x 625 garis atau 833 elemen gambar.067826138 μs Sesuai rumus (1-1).833= 0.

b.812.) PAL (Phase Alternating Line) a. 525 baris.Padansetiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar shg hrs dilakukan pemadaman (blanking) 1.) NTSC (National Television System Committee) a. Maka dalam 1s terdapat:(25x625)x416. karena satu detik terdapat 25 frame. b. c.8 Teknologi grafis Teknologi grafis terdiri : a.6 Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV Frekuensi maksimum dari suatu sistem pengiriman gambar TV: a. sedang satu frame diperlukan 625 garis. Frame rate 30 fps d.5 periode. Frame rate25 fps d. c.5=6. 60 Hz refresh rate. Maka untuk pemancaran siaran TV biasa.507. d.5 periode frekuensi Untuk gambar televisi yang berupa 416.1. CGA (Color Graphics Array): Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels. XGA (Extended Graphics Array) a) Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480 b) Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768 17 . Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416. Jepang. d. Digunakan di Amerika. Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. VGA (Video Graphics Array) a) Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels. dan Canada.812. b. 625 baris.507. Jumlah titik elemen gambar berjumlah 833 titik hitam dan putih.5… MHz (gambar TV paling halus) dan jarang digunakan .5 garis hitam putih berselang-seling dengan arah vertikal mempunyai frekuensi gambar 6.7 Teknologi pertelevisian Teknologi terdiri dari system: a. Menggunakan format YIQ b. c. Gambar yang paling halus dilihat kearah horisontal adalah 416 garis vertikal putih dan 416 gris vertikal hitam/selang-seling c. Korea. 50 Hz refresh rate b. Menggunakan format YUV 1.5 Hertz atau 6. EGA (Enhanced Graphics Array) a) Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels. frekuensi gambar yang dipancarkan dibatasi hingga 5 MHZ.

5 periode. Berapakah jumlah pixel pada suatu layar 17 inci? 4. 16 Megapixels (4872 x 3248) Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ____ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Bandwith video negara manakah manakah yang dipakai 3. Ukuran pe dan TPE c. Pada system PALUntuk menentukan jumlah pixel pada setiap garis aktif.interlaced.e. maka tentukan a.) Aspek ratio c. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 416.pixel. Jelaskan pengertian berikut ini: a. system garis .3 Megapixels (1280 x 1024) b.) Frekuensi garis f. Hasilnya adalah 766. sedang satu frame diperlukan 625 garis.67 pixel. 2.0 Megapixels (1600 x 1200) c. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ditinjau dari pembentukan frame .) Resolusi d. karena satu detik terdapat 25 frame. 11 Megapixels (4008 x 2672) e. 1. Waktu 1 pe d.horizontal resolution.) Frekuensi field e.9 Resolusi Megapixel Resolusi Megapixel terdiri dari: a. Jumlah pixel untuk satu frame gambar b. Dengan jumlah itu.) Pixel b. SVGA (Super VGA) a) Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768 1.) Frekuensi frame 2. Jelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya 6.frame.Maka dalam satu detik terdapat? 5. nilai 575 yang Nampak pada layar dikalikan dengan nilai aspect ratio 4/3. field.0 Megapixels (2560 x 1920) d. 5.garis aktif 18 .

Beri siswa LP2. Menganalisis. Petunjuk : a. Pada penerima TV terdapat resolusi 1024 x 678 dengan 32 bit berapakah jumlah warna? 2.7. Penilaian (100) Kinerja Menghitung. Jelaskan system pembentukan gambar berikut ini 8. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 19 . Keterampilan psikomotor b. ukuran pixel. Pada pengujian sinyal video sinyal modulasi apakah yang di transimisikan ke penerima TV ? 9. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar ? 10. Tugas untuk siswa : Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith ? c.

bandwith (20) 2. menganalisis resolusi gambar (20) 4.1. ukuran pixel. Menghitung sesuai rumusan pe:Vx4/3XH(garis aktif) (20) 3. Keterampilan proses 20 . Mengukur resolusi gambar(20) 3. memperoleh data informasi dari internet bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame.

Petunjuk : a. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? c. Beri siswa LP2. Penilaian (100) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ 21 . b.

22 . Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? Format Penilaian Keterampilan Proses tentang resolusi gambar. Carilah sumber informasi bandwith system – B di internet terkait dengan jumlah pixel untuk 1 frame. bandwith. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan pixel dengan resolusi? 3. dan Mengukur Resolusi gambar Soal ! Diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil laporan makalah kelompok 1. 2. Menganalisis.LP2 : Kinerja Menghitung. ukuran pixel. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet/ sumber buku lainnya? 4.

Mengidentifikasi variabel respon (5) c. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1.No. Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) b. Melaksanakan eksperimen a. Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) 4. 2.Merumuskan respon (10) f. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan hipotesis (40) a. Mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Mengidentifikasi variabel control (5) d. Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 23 .Merumuskan e. Membuat tabel data (5) definisi definisi operasional operasional variabel variabel manipulasi (10) komponen untuk menguji 3.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.1. (30) 2. 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan ) ( ) dan aturan yang ditetapkan. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 24 . 3 b. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Guru yang menilai Petunjuk :Keterampilan afektif ( 1. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. a. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK.

4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri Format Penilaian Keterampilan afektif tentang resolusi gambar No. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. (30) b. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP2 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Kompetensi Dasar. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL II ( ) Guru yang menilai ( ) I. Tujuan Pembelajaran 25 . Indikator. 3 ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai 2.2. Standar Kompetensi. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. a.LP2.

Indikator 1. Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna 3. Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan afektif a.Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna sinyal Video i. Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya b. g. Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar 2.LP2.LP3 sesuai tugas kinerja ketentuan 26 . Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.A. Keterampilan Pengetahuan a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Kompetensi Dasar Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya D.

siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Dengan membuka modul siswa dapat menganalisis jumlah maksimum pada elemen gambar paling sedikit 75 persen benar 2. b. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Tanpa Membuka Modul Memahami Bentuk gelombang osiloskop e. Tanpa Membuka Modul Memahami Konstruksi sinyal video komposit c. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan Amplutido sinyal Video f. bertanya dan berpendapat E. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Memahami Gamma dan kontras dalam gambar Informasi warna dalam sinyal Video i. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan amplutido sinyal video d. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Memahami Informasi gambar dan frekuensi sinyal Video g.c. Tanpa Membuka Modul Memahami Komponen arus searah sinyal Video h. Diberikan LP2 siswa mencari informasi sinyal burs di internet terkait hubungannya dengan frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna paling sedikit hipotesis benar 27 .

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. bertanya dan berpendapat ketentuan II. b. Keterampilan afektif a.1 Sinyal Video Komposit Gambar yang dilihat pada televisi warna sebenarnya dibentuk oleh tiga berkas elektron. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. warna merah.3.LP3 sesuai tugas kinerja c. Uraian Materi 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.LP2. hijau dan biru dan gambar dibangkitkan dengan membaca sepintas berkas elektron yang bergerak secara horisontal dan vertikal 28 .

pada layar. Sebagaimana berkas dibaca sepintas, arus diubah untuk membuat daerah terang dan gelap pada permukaan tabung gambar yang berbentuk sebagaimana yang tampak. Pertama apakah sinyal warna? sinyal warna disusun dari sinyal video composite hitam putih. Sinyal video monokrom sebenarnya merupakan kombinasi dari dua komponen sinyal yang diperlukan untuk membentuk gambar hitam putih lengkap. Dua komponen sinyal dibaca pengendali informasi yang dinamakan pulsa sinkronisasi atau disingkat syn, dan intensitas informasi gambar hitam putih dinamakan sinyal luminansi. Gelombang Video komposit mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi gambar CRT, garis ke garis dan field ke field . sinyal yang telah dipakai dalam gambar tabung kemudian di pancarkan kembali kegambar yaitu proses scaning raster . video komposit terdiri dari sinyal luminan (sinyal hitam / putih) , sinyal sub pembawa warana (sinyal informasi) , burs sinkronisasi ,blanking dan sinyal sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mereproduksi proses sinkronisasi. Dalam pembuatan sebuah gambar di CRT , raster mengulas nya dua kali sehingga diperoleh 262 ½ garis pada bagian interlace field . total 525 garis per frame untuk gambar penuh. Tidak semua 525 garis memuat gambar information , bagaimanapun, beberapa garis horizontal untuk video diantara bagian atas dan bawah dalam layar adalah blanked out, dan beberapa yang dipakai dalam vertical menggarisi kembali (retrace). Dua aspek penting untuk sinyal video komposit yaitu polar dan amplitude. Sinyal video memiliki dua polaritas: 1. Polaritas sinkronisasi positif, dengan sinyal sync atas, seperti gambar 2.1.a 2. Polaritas sinkronisasi negative, dengan sinyal sync bawah, seperti gambar2.1.b sinyal dalam gambar 2.1.a dan 2.2.b diantaranya memuat beberapa informasi gambar. Hanya terdapat perbedaan polaritas. Polaritas sinkronisasi negatif yang merupakan standart input atau output sinyal video untuk berbagai peralatan kamera,TV video control dan port video dalam monitor dan VCRs. Untuk polaritas lainnya, bagian putih untuk sinyal video opposite dalam sinyal sync. Bagian hitam sinyal video adalah penutup blanking dan tip sync tiap level, yang benar – benar paling hitam bukan warna hitam. Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video menyebutkan 1 VPP kedalam 75 ohms. Peralatan untuk sinyal video komposit pada inputan yang berbeda CRTs, bagaimanpun beraneka ragam untuk 30 ke 150 VPP atau lebih untuk tabung besar. Dalam relasi kurun waktu, sinyal video composite biasa dibagi kedalam dibagi kedalam 2 perbedaan per bagian yaitu interval horizontal dan interval vertical. 2.1.1 Horizontal interval

29

Sinyal video komposit, pada rate horizontal digambar 2.2 terdiri rangkaian kompleks yang membentuk gelombang dengan menggambarkan 1 garis gambar dalam waktu 63,5μdetik (15,750 Hz). Di sebelah kiri level tinggi adalah sinyal horizontal blanking dengan cut off beam pada tabung gambar selama periode retrace horizontal. Setelah satu garis ditampilkan video, CRT melakukan scan beam yang tak kelihatan saat kembali ke sebelah kiri CRT. Sinyal horizontal blanking alas nya ialah 75% level yang akurat, terbentuk hitam untuk video level hitam. Menumpu diatas alasnya sebuah sinyal sync horizontal. Ayunan oscillator horizontal direset ditepi sinyal sync. Sinyal Vpeak to peak untuk sinyal sync horizontal memiliki 25% total bentuk gelombang “back porch ”(kembali keasal) untuk blanking alasnya menyediakan waktu blanked beam kembali ke sebelah kiri pada layar. amplutido sinyal video system NTSC dalam bentuk gelombang osiloskop

Gambar . 2.1 a.) 2 garis horizontal untuk video composite dengan sync positif . b.) sama dengan sinyal video a.), tapi memiliki polaritas sync negative.Polaritas sinkronisasi negatif untuk mendapatkan pembeda warna (EG-EY)

30

Gambar . 2.2 secara detail untuk 1 horisontal baik dan sync (positive sync). Selama transimisi warna yaitu 3,58 MHz warna gelombang sinus sync sinyal burst adalah penambahan ke “back porch” (kembali keasal) pada frekuensi dan fase kunci warna informasi gambar. Amplitude nampak lebih sedikit dibandingkan sinyal sinkronisasi. penempatan bagaimanapun antara sync horizontal dan warna burst harus diperoleh 25% bentuk amplitude gelombang. interval mengikuti horizontal blanking alas dalam satu garis video. Area video mengandung frekuensi tinggi dengan variasi amplitude, yang memberikan level relatif hitam ke putih, pada penglihatan terbentuk gambar. Video terus menerus mengubah level tegangan sedikit sinyal yang telah ditransmisikan akurat dengan obyek alami (sebagai pattern batang) .level variabel video untuk warna hitam ke putih baru nampak seperti gambar 2.2. Putih pada level 12,5% sisanya untuk hitam dengan level blanking 75%. Beberapa tegangan antara 2 points akan membentuk kelabu, pada tingkat level tegangan. Blanking dan sinyal sync berulang – ulang , namun video selalu mengubah menurut gambar yang discan. Untuk warna televisi, video komposit sekitar 3,58 MHz sinyal chrominance. Sebagai perbandingan , gambar 2.3 menampakkan sinkronisasi video negative sinyal dengan dan tanpa warna. Level relatifnya pada gambar 2.3a menampakkan relative brightness, atau luminance, nilai untuk informasi mochrome. Pada gambar 2.3b. 3,58 MHz chrominance sinyal ditambah ke sinyal video untuk informasi warna. Warna yang specific dalam sinyal warna adalah tidak jelas karena sudut phase relative tidak ditampakkan. 31

Poin terpenting disini berbeda diantara monochrome dan warna televisi sekitar 3. Berkas electron tunggal dibaca sepintas oleh tabung gambar diperagakan secara berjalinan. untuk pembacaan 312 ½ dinamakan bidang gambar kemudian proses diulangi berjalinan ke garis berikutnya dimulai dari 312½ hingga 625. b. warna batang dalam gambar 2. 2.kelabu.3 sinyal video dengan dan tanpa warna.3b.pada sinkronisasi burs dari sinyal video komposit TV berwarna yang dating dari penguat dari penguat band-pass. berkas electron bergerak dari kiri kekanan dan dari puncak ke dasar.2.kelabu dan hitam gambar informasi . Dua bidang gambar ini membentuk satu frame gambar dari garis 1 sampai 625. dengan putih.) beberapa sinyal campuran dengan 3.3a.3a adalah pada level sama rata untuk sinyal yang bervariasi pada gambar 2. Tecatat bahwa level luminansi dalam gambar 2. 2.1 Komponen Sinkronisasi Penyesuaian ulasan pengirim dan penerima disebut sinkronisasi .) sinyal monokrom sendiri.2 Sinyal Pengetesan 2. a. dengan patokan 4.43 MHz agar terjadi sinkronisasi frekuensi dan switch modulator. dan hitam bars seperti gambar 2.58 MHz krominansi sinyal pada warna informasi.3b akan digandakan dalam monochrome sebagai putih. 32 . Gambar . Pada televisi hitam putih hanya memiliki satu senapan electron (elektron gun). ini mengartikan bahwa tanpa sinyal informasi warna.58 MHz chominance sinyal.

Gambar 2.4 penjejakan bingkai gambar Informasi sinkronisasi berupa sederetan pulsa yang mengendalikan bagian pembelok horisontal saat kembali ke sisi kiri layar untuk memulai sapuan garis baru, dan pembelok vertikal saatnya kembali ke puncak layar untuk memuliai frame baru. Ini dikerjakan dengan kecapatan baca sekitar 15625 garis perdetik dan vertikal 25 frame perdetik (kecepatan baca vertikal sebanarnya 50Hz, ini digunakan untuk dua kali perjalanan turun layar melengkapi satu frame. Proses ini diulangi untuk untuk memuliai baca yang baru disebut kembali baca (retrace) atau melayang kembali (flyback). 2.3 Ukuran IRE Beberapa definisi istilah terminology televisi. Satuan ini digunakan untuk menguraikan karakteristik amplitudo sinyal video. Ahli televisi menemukan spesifikasi level sinyal yang lebih meyakinkan dalam IRE lebih baik dari pada milli volt. Warna putih murni didefinisikan sebagai 100 IRE dan level sinyal blanking 0 IRE. Video sistem NTSC memiliki 714 mV berada diantara blanking dan sinyal puncak putih sehingga 1 IRE sama dengan 7.14 mV.berikut ini akan dijelaskan pola pengujian. 2.3.1 Cross Hatch Dengan Titik Pola ini membangkitkan sebuah garis matrix horisontal dan vertical sangat membantu dalam pengaturan konvergensi monitor. Karena garis putih pada layar terbuat dari komponen warna merah, hiau dan biru, masing -masing senapan elektron dalam tabung gambar h arus memiliki berkas masing-masing secara sempurna saling melapisi satu sama lain di daerah pembentukan gambar.

Gambar 2.6 pengaturan konvergensi 33

2.3.2 Area aman pusat perpotongan Sinyal ini serupa dengan Cross Hatch namun digunakan untuk menegaskan bahwa gambar aman. Sinyal video diproduksi tidak akan berisi banyak informasi gambar di luar dari area aman atau diluar kemampuan melihat. Monitor televisi akan menunjukkan area aman ataukah perlu pengaturan.

Gambar 2.7 pengetesan area gambar aman 2.3.3. Pola Pergantian Perdetik Tes Sinyal ini sebagian besar untuk menguji respon frekuensi rendah dan sistem clamp. Sinyal video akan bervariasi dari 0 IRE sampai 100 IRE pada kecepatan per satu detik. Sinyal video tidak akan terdistorsi atau terpotong didan sinyal sinkronisasi tetap konstan pada level tertentu, jika rangkaian pengklem berfungsi secara tepat. Monitor televisi tidak akan berubah tingkat kecerahannya atau lebar rerata dari variasi level kuat sinyal gambar. 2.3.4 Matrik Sinyal Penguji Pola matrix merupakan suatu kombinasi dari Pola yang telah didiskusikan sebelumnya. Setiap Pola memiliki 48 garis untuk membuat satu gambar yang terdiri atas 5 pola yang berbeda. Lima pola membuat matrix dengan batang warna merah, hijau, biru dan sinyal datar 50 IRE. 2.3.5. Sinyal Tes TV Sinyal pengetesan video sangat berguna untuk membantu mengevaluasi sistem pemrosesan sinyal video. Beberapa penggunaan untuk mengatur monitor televisi, Pola tes direkam diproduksi pada head pita video sehingga dapat di playback diatur secara akurat untuk disesuaikan dengan yang direkam atau digunakan sebagai sinyal tetap pada jaringan transmisi sinyal video. Ini diperlukan ketika tidak ada sinyal video yang dipancarkan. Cara terbaik dan termudah untuk mengevaluasi peralatan video dengan uji kestabilan arakteristik system video yang telah diketahui. Semua sinyal video di uji didasarkan pada prinsip input sederhana berupa penerapan tes sinyal yang telah diketahui pada sistem video atau peralatan input dan pengamatan pada sinyal outputnya. Terdapat beberapa cacat (distorsi) 34

yang disebabkan oleh sistem yang diamati dan diukur pada sinyal keluaran atau tampak di monitor. jika terdapat distorsi, peralatan diatur untuk mengeliminasi atau meminimkannya dengan mengganti atau memperbaiki komponen yang cacat. Hasil akhir jika sistem dapat melewatkan sinyal secara tepat dapat melewatkan sinyal gambar dengan jelas baik. Sinyal diperlukan untuk pengujian demikian dapat dipenuhi dari generator tes sinyal. Instrumen ini menghasilkan sinyal video yang akurat dengan baik karakteristik ditegaskan dan dikontrol. Masing-masing sinyal ideal membuktikan satu atau lebih perlengkapan spesifik dari sinyal video yang diuji. Dalam setiap pola pengetesan memiliki tugas yang dikerjakan dengan baik. Terdapat beberapa aplikasi dan penggunaan pola yang disediakan pada generator video 2.3.4 Jumlah elemen gambar Keseluruhan kualitas gambar Semisalnya : jika diketahui pada layar adalah 1024 x 768 dengan 16 warna dan 10 redraw rate berapakah bandwith bus dalam satuan Mbps. Jawab : Bandwith bus= 1024 x 768 x 16 x 10 =125.829.120 bit/s = 15 MB/s (diperoleh dari 1MB= 1024576 , 1byte = 8 bit) Frame Rate (Jumlah gambar per detik). Representasi sinyal video meliputi 3 aspek Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3. b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. c. Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel. 2. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

35

rangkaian penghilang garis melayang kembali (flyback). dan matrik yang digunakan sebagai sinyal perbedaan warna U. 5.Y di grid tabung CCVS adalah sinyal yang sudah lengkap mengandung informasi gambar.8 Blok diagram kamera Prinsip kerja : Kamera dilengkapi dengan dilengkapi camera control unit (CCU). Gambar 2.V. Penguat akhir terdapat penyetel kuat cahaya. hijau.4 Gamma dan kontras Prinsip kerja kamera video 1. LUMINANCE Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata (kadar terang dan gelap) 36 . pada monitor telah terdapat komponen Ic dan demodulasi IF sinyal video terutama sinyal sub pembawa warna yang akan didemodulasi.1 Warna Combined Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah.4. 6.2. Penguat luminan merespon warna 0 sampai 5 MHz dan krominan hanya mampu dilewatkan 4. biru).EB) diberikan ketiap gambar tabung warna 2.EG. sinyal luminan dan krominan yang masih harus di pisahkan. 4.43 ± 1 MHz melalui band pass yang harus diperlambat dari sinyal luminan agar gambar lebih baik sinyal luminan dan sinyal krominan dikembalikan saat ditabung gambar berwarna. blanking dan sinyal Sync Gambar primer (ER. Waveform monitor Picture monitor. Sinyal video output dikuatkan oleh penguat buffer yang melewatkan sinyal sinkronisasi . 3. Properti warna pada sistem broadcast: a. ABL. 2. sinyal warna dikuatkan dan diatur penyetel mutu gambar (gamma) dan kontras sinyal komponen krominan sub pembawa gambar dihilangkan. sinyal krominan dan luminansi didelay (diperlambat) .

41 (B – Y) Suatu siaran Televisi hitam putih harus dapat diterima oleh pesawat TV berwarna Tabel 2.114 B I = 0. CHROMINANCE adalah informasi warna.299 R + 0.587 G + 0.) Chroma signal warna jenuh yang dihilangkan nilai luminannya R+(R‘-Y')=(R‘-Y') (R'-Y') BLOK DIAGRAM NTSC ENCODING ’ -Y' B' -Y' MATRIK 6 (B‘-Y') MATRIK MODULAT OR R 5 MODULAT OR 8 + CHROMA SIGNAL TEST POINT MATRIK : SUATU SUSUNAN RESISTOR 37 B'+(B'-Y') =(B'-Y) . a) Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi) b) Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna c) Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV Dalam sistem PAL. singkatan dari in-phase (Cb) dan Q.877 (R – Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC.48 (R – Y) + 0.) harus ada luminan signal dan chroma signal CORECTOR RANGKAIAN PEMBAGI % b.587 G + 0.b.114 B (luminance) U = 0. Enconding 1 R R’ GAMMA CORECTOR G’ GAMMA CORECTOR 3 2 59 % 30 % Y MATRIK 4 Y AMP DELAYED LINE 7 CV S 9 ADDER STAGE CCV S G PULSA-2 PHASE SINKRON INVERTOR B Syarat-Syarat : B’ GAMMA 11 a. digunakan parameter I.) Y signal harus 100% (R+G+B) = 30%+59%+11% TEGANGAN c.299 R + 0.74 (R – Y) – 0. digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0.27 (B – Y) Q = 0. singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0.492 (B – Y) (chrominance) V = 0.

9 Blok diagram encoding system NTSC Nama (siswa): _________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan 38 .Gambar 2.

Sinyal burst: 2. Jelaskan peranan penting dari: a. Gelombang arus apakah pada gambar tersebut? 7. Fasa sudut berapakah sinyal burs disisipkan agar frekuensi sinkron? 2.Sinyal sinkronisasi: d. Jika diketahui pada layar TV LG 14 inci adalah 640 pixel x 480 pixel dengan 32 warna dan 10 redraw ? 9.Sinyal luminansi : b.c. B. Berapakah frekuensi sinyal Video tersebut untuk periode 63. A .5µS? 6.e D. Apa yang dimaksud dengan sinyal video komposit dan jelaskan bagian – bagian fungsinya? 3. Pada bentuk gelombang tersebut berapakah Standart input/output amplitude untuk peralatan sinyal video? 5.b. 4. Pada gambar video komposite berikut ini tentukan a. Sinyal luminansi apakah yang digunakan pada penembak electron katode pik up tube ? 8.Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.d.Sinyal krominansi : c. Apakah fungsi dari Gamma dan kontras dalam output gambar Informasi penguat warna sinyal Video ? 10. C . E. Keterampilan psikomotor Petunjuk : 39 .

Beri siswa LP2. 1. Penilaian (50) 3. Tugas untuk siswa : Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? c. Tugas untuk siswa : 1. Keterampilan proses Petunjuk : a. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. Beri siswa LP2. b. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ 40 . b.a. c.

Menganalisis.LP2 : Kinerja Menghitung. Tentukan hipotesis dari permasalahan bagaimanakah hubungan sinyal burs terhadap sinyal gelombang TV? Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di Internet atau sumber buku lainnya? Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 2. Carilah sumber informasi sinyal burs di internet terkait frekuensi dan fase gelombang TV sub pembawa warna. 3. dan Mengukur sinyal sub pembawa warna Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : 41 . 4.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. (30) 2. Tujuan Pembelajaran ) ( ) 42 .LP2.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. bertanya dan berpendapat (40) Tidak Penilaian Siswa Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum Siswa yang Dinilai MODUL III Guru yang menilai (I.Keterampilan afektif 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP2 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Standar Kompetensi. a. 3 b. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang sinyal sub pembawa warna No. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. Kompetensi Dasar. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Indikator. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. 2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.

Hz e. Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC a.Menjelaskan Sinyal Suara i. Menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna m. Menghitung. Menganalisis.Menjelaskan Kerangka setiap detik c. Menjelaskan Pembawa tambahan warna.Menjelaskan Frekuensi garis.Menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna 2. Menjelaskan Sinyal sub pembawa warna n. MHz g.Menjelaskan Frekuensi medan. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B.A. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. MHz k. Kompetensi Dasar Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC D.Menjelaskan Garis setiap kerangka b.Menjelaskan Burs Warna o. Menjelaskan Lebar saluran. dan Mengukur perbedaan bandwith setiap chanel sistem PAL 43 .Menjelaskan Saklar PAL l. Menjelaskan Sistem berwarna j.Menjelaskan Modulasi Video h.Menjelaskan Lebar bidang Video. Hz d. Indikator 1. Keterampilan Pengetahuan a. MHz f. Keterampilan Psikomotor a.

Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Kerangka setiap detik sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Modulasi Video sesuai dengan yang tertulis dimodul. b.3. h. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Afektif a. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi medan. 44 ketentuan . d.Mengitung perbedaan bandwith setiap chanel 4. f. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar bidang Video. g. b. Tanpa membuka modul miswa dapat menjelaskan Garis setiap kerangka sesuai dengan yang tertulis dimodul sesuai dengan yang tertulis dimodul. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Keterampilan Proses a. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul.LP2 sesuai tugas kinerja c. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Hz sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan Pengetahuan a. c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Lebar saluran. bertanya dan berpendapat E. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi garis.

o. Tanpa membuka modul Siswa dapat menjelaskan Saklar PAL sesuai dengan yang tertulis dimodul. 3. Diberikan LP2 Siswa menghitung. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal luminan dan sinyal perbedaan warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. n. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sistem berwarna sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Burs Warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. menganalisis. Diberikan LP2 Siswa menghitung siswa perbedaan bandwith setiap chanel sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Tanpa membuka modul Siswa dapat Menjelaskan Pembawa tambahan warna. j. k. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal Suara sesuai dengan yang tertulis dimodul. 2. dan mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL menghitung lebar bidang sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Frekuensi sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. m. l. p. keterampilan Proses a.i. 45 . Keterampilan psikomotor a. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan Sinyal sub pembawa warna sesuai dengan yang tertulis dimodul. MHz sesuai dengan yang tertulis dimodul.

LP2. Keterampilan Afektif a. Sinkronisasi Pengiriman Gambar 46 . bertanya dan berpendapat ketentuan II. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.4.1.1.1 Garsi kerangka 3. Uraian Materi 3. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. b. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP3 sesuai tugas kinerja c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.

sehingga level sinyal video keseluruhan distandarkan sebesar 1 volt peak-peak. Kemungkinan yang ada. Terlihat pada gambar 3. sinyal sinkronisasi juga harus dikirimkan bersama-sama sinyal gambarnya. proses selanjutnya adalah pengiriman atau penyalurannya ke peralatan reproduksi. sinyal sinkronisasi. Di sisi penerima sinyal gambar ditayangkan oleh CRT (cathode ray tube) dengan cara yang sama saat diambil oleh pickup device.1 Hubungan antara sinyal video dengan sinyal sawtooth. disamping untuk keperluan perekaman. Sinyal sinkronisasi vertikal juga berbentuk pulsa dengan lebar 2. Sinyal sinkronisasi yang ditujukkan pada gambar 3. Jadi sinkronisasi yang diperlukan adalah kearah horizontal (sapuan garis dari kiri ke kanan) maupun ke arah vertikal (penggeseran sapuan garis dari atas ke bawah).2. dan tegangan sawtooth untuk proses scanning. Dengan demikian harus terdapat sinkronisasi antara sisi kirim dan sisi terima. yaitu juga garis demi garis. yaitu system monitor atau pesawat penerima televisi. Sementara untuk sinyal sinkronisasi vertikal.1. yaitu menempatkan sinyal sinkronisasi tersebut pada perioda sinyal blanking gambar. diletakkan pada saat perioda blanking vertikal seperti ditunjukkan pada gambar 3. Hubungan sinyal video. adalah sinyal sinkronisasi horizontal.1 Gambar 3. yaitu CRT-nya.3 volt. 47 . Dalam hal ini.5H. yaitu pada saat beam menjalani waktu retrace. ditunjukkan pada Gambar 3.5 x lebar pulsa horizontal sync atau 2. Sinkronisasi diperlukan oleh sistem scanning di sisi penerima.1.Setelah sinyal gambar diperoleh melalui proses scanning seperti diuraikan di atas. bahwa sinyal sinkronisasi atau disebut dengan synch signal berbentuk pulsa mengarah kebawah yang mempunyai level sebesar 0.

maka proses reproduksi gambar juga akan terganggu. bahwa pulsa sinkronisasi vertikal terletak pada garis ke-1 sampai garis ke-2. Terlihat bahwa. Akibat rusaknya sinkronisasi horizontal. terdapat lima pulsa yang disebut sebagai equalizing pulse yang keseluruhannya mempunyai waktu 2. maka gambar akan turun kebawah frame demi frame yang disebut dengan rolling. Pengulasan vertikal Garis pengulasan Pengulasan horisontal Gambar 3.315 untuk field kedua atau genap. Dengan proses sinkronisasi ini. Kerusakan sinkronisasi horizontal adalah termasuk disebabkan karena bila pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong menjadi lima pulsa. Disamping itu.3.3 Proses sinkronisasi yang terjadi antara pengirim dan penerima 48 . pulsa sinkronisasi vertikal dipotong (serrated) menjadi lima pulsa.5H juga. sedang rusaknya sinkronisasi vertikal.4.Terlihat pada gambar 3. pada saat sebelum dan sesudah pulsa sinkronisasi vertikal. yaitu gambar tercabik-cabik ke arah kanan tepat pada garis yang mengalami kerusakan sinkronisasi (tidak keseluruhan frame). Tujuan membuat menjadi lima pulsa tersebut adalah agar generator pulsa sinkronisasi horizontal di sisi terima tetap mendapatkan trigger sinkronisasi pada saat pulsa sinkronisasi vertikal tersebut. sehingga tidak terjadi saat diskontinyu pergantiannya.5 untuk field pertama atau ganjil. akan menyebabkan gambar nampak tercabik-cabik. Fungsi dari pulsa ini adalah untuk menyamakan saat sinkronisasi horizontal field pertama dengan field kedua atau membuat tetap kontinyu urutannya. maka proses scanning satu gambar pada sisi pengirim akan diikuti tepat oleh proses scanning di sisi penerima seperti ditunjukkan pada gambar 3. dan pada garis ke312. Rusaknya sinkronisasi horizontal.5 sampai garis ke.2. Kerusakan frame gambar yang terjadi ditunjukkan pada ilustrasi gambar 3. Disamping itu bila terjadi kerusakan sinyal sinkronisasi.

Gambar 3. gambar 3.6 menunjukkan diagram peletakan CCD chip dalam kamera.5 Kamera ENG yang sudah menggunakan CCD chip. Kalau media udara biasa digunakan untuk penyiaran. Kamera tipe ini sudah menggunakan CCD block sebagai pengganti pickup tube seperti diuraikan di atas. Nampak pada gambar 3.Gambar 3. gambar 3. Media ini dapat berbentuk kabel koaksial maupun udara.4 Kerusakan tayangan frame gambar karena pulsa sinkronisasi vertikal tidak dipotong-potong (serrated).3. bahwa antara sisi kirim dan sisi terima terdapat media transmisi yang menghubungkannya. 49 . sinyal video dapat berbentuk sinyal baseband (misalnya dari kamera ke video monitor).5 menunjukkan satu kamera tipe ENG (electronic news gathering) dimana proses scanning terjadi. Melalui kabel koaksial. ataupun gelombang RF (misalnya pada sistem televisi kabel).

Bila polaritas negatif. Demikian juga karena di Perancis menggunakan sistem warna SECAM dan 625 garis. Beberapa sistem garis tersebut ditabulasikan pada Tabel-1. makin lebar spektrum sinyal videonya. Sementara pada puncak sinyal gambar. system garis 400 dan 819 yang sekarang tidak dioperasikan lagi.3.6 Diagram peletakan CCD chip di kamera 3. Jumlah garis ternyata akan mempengarugi lebar bidang sinyal video yang dihasilkan. Maksudnya adalah polaritas sinyal video tersebut. Tabel 2. Sistem PAL-B. maka sistem di sama disebut sebagai Sistem SECAM-B. prosentasi modulasi pada nilai yang terbesar.Gambar 3. sedang sistem 625 garis dinamakan Sistem-B. maka level puncak sinyal sinkronisasi berada pada level atau prosentasi modulasi yang rendah. Pada Tabel-1 disebutkan bahwa.1 Perbedaan PAL dan NTSC 50 . Dari sistem garis yang disebutkan dalam Tabel-1. tetapi beberapa darinya kemudian tidak dioperasikan lagi untuk sistem televisi negara bersangkutan yang merancangnya. yaitu berbanding lurus. 2 Beberapa Sistem Garis Terdapat beberapa sistem garis yang pernah dirancang di dunia ini. modulasi vision posisf atau negatif. maka secara lengkap sistem televisinya adalah. Makin banyak jumlah garis yang digunakan. Bila sistem warnanya menggunakan PAL seperti di Indonesia. Sistem yang dioperasikan adalah sistem 525 garis yang disebut sebagai Sistem-M.

yang digunakan dalam industri televisi komersial untuk transmisi dan penerimaan sinyal video. Disamping itu juga didapatkan penghematan daya dan lebar bidang jika dibandingkan dengan transmisi DSBFC. sebagian (vestige) komponen bidang sisi bawah (LSB) ikut ditransmisikan bersama komponen bidang sisi atas (USB) dan komponen pembawa.43 MHz 312.6.58 MHz 265.734.6 Lebar saluran 3.5 garis 625 garis 15.3.000 AM FM negatif 6 3. Perhatikan gambar 3. Penapisan semacam ini membutuhkan cara khusus dan proses konversi.1 Vestigial Sideband (VSB) Penapisan salah satu komponen bidang sisi (LSB atau USB) pada transmisi SSB dapat menghemat lebar bidang dan daya pancar. Terdapat suatu teknik intermediet antara SSB dan DSBFC yang disebut vestigial sideband (VSB).625 Hz 50Hz 425: 290 YUV(U:Cb&V:Cr) 165. Dalam VSB.6 51 . Hal ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa komponen USB termasuk pembawa video benar-benar ditransmisikan secara keseluruhan.624 Hz 59.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 standar Fields per detik Frame per detik Frekuensi subcarrier warna Garis per field Garis per frame Frekuensi pengulasan Horizontal Frekuensi pengulasan Vertikal Resolusi Horisontal dan Vertikal Format pixel Sinyal video Sinyal audio Modulasi video bandwith PAL 50 field per detik 25 fps 4.94 Hz 330:242 YIQ(Infase:Cb& Quadrature:Cr) 106.000 AM FM negatif 7 NTSC 60 field perdetik 30 fps 3.3.5 garis 525 garis 15.

............. Untuk itu perlu diketahui lebih dulu tentang bagaimana cara membuat gelombang bermodulasi AM.2 Modulator Gambar Untuk siaran TV di Indonesia.....Gambar 3......7 format kanal standart FCC untuk transmisi gambar warna dan monokrom di US 3.....3............. ZL ........gm . sinyal gambar dipancarkan menggunakan modulasi AM...6. Dalam sebuah transistor Penguat Tegangan besarnya faktor penguatan tegangan adalah: Av = ......... Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan transkonduktansi transistor.. (2-1) Diketahui : Av = Faktor penguatan tegangan gm = Transkonduktansi ZL = Impedansi beban output penguat 52 ........

sehingga persamaan Penguat Tegangan di atas bisa diubah menjadi : Av = (Ic / 0... (2-2) Dari persamaan ini terlihat bahwa faktor penguatan tegangan berbanding lurus dengan arus bias yang mengalir pada kolektornya (Ic).... Dengan demikian bila dengan suatu cara kita bisa mengubah Ic ini maka faktor penguatan tegangan akan berubah secara linier terhadap perubahan Ic itu.. Secara garis besar cara kerja rangkain ini adalah sbb.. sedangkan Transistor kedua (TR2) adalah Penguat Arus dengan input berupa sinyal video (Vm) ... ZL . tetapi memperkuat arus.: 53 . 2........... Penguat Arus tidak memperkuat amplitudo tegangan....026) .. sedangkan arus yang mengalir di output yang membesar.......... 3. dan nilai transkonduktansi (gm) ini juga dipengaruhi oleh suhu dimana pada suhu kamar (300 °K) nilai gm = Ic / 0. 4...... Bila penguatan ini berubah-ubah berarti tegangan atau amplitudo sinyal output yang dihasilkan akan berubah-ubah pula.... Nah dari sinilah sinyal bermodulasi AM kemudian dihasilkan. Rangkaian ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai modulator gambar karena: 1.. 5....Besarnya nilai transkonduktansi (gm) adalah berbanding lurus dengan arus bias di kolektor (Ic).. Hasil modulasinya sangat linier Mampu dimodulasi oleh sinyal video yang memiliki bandwitdh sangat lebar Mampu menghasilkan indeks modulasi yang tinggi (lebih dari 90%).... Sesuai namanya..... 6.....026. Selanjutnya Penguat Tegangan dan Penguat Arus itu kita rangkai secara seri sehingga kita akan mendapatkan rangkaian modulator AM yang sangat populer yang disebut Two Transistor Transconductance Modulator (T3M).. Transistor pertama (TR1) adalah Penguat Tegangan dengan input berupa sinyal carrier (Vc). Jadi bila kita masukkan sinyal input ke dalam Penguat Arus maka tegangan di output akan sama dengan tegangan di input..... Daya RF output yang dihasilkan relatif besar Rangkaiannya sederhana / tidak rumit Komponennya mudah diperoleh dan harganya relatif murah T3M adalah rangkaian penguat dua transistor yang dirangkai secara seri sebagaimana terlihat pada gambar (1). Sekarang kita lihat cara kerja rangkaian Penguat Arus...

Demikian juga besarnya IE1 kira-kira akan sama dengan IE2. Dan berhubung R4 berharga tetap.8) terlihat adanya rangkaian clamping yang befungsi mengembalikan komponen DC sinyal video akibat kopling kapasitor. yaitu Vm. yaitu arus yang mengalir pada emitor TR2. dengan asumsi arus yang mengalir di Base sangat kecil sehingga bisa diabaikan.8 Rangkaian Two Transistor Transconductance Modulator (T3M) Besarnya faktor penguatan TR1 tergantung dari arus yang mengalir pada arus bias di kolektornya (IC1) dimana besarnya IC1 ini kira-kira akan sama dengan arus yang mengalir di emitor (IE1).Gambar 3. Nah berhubung TR2 adalah penguat arus (bukan penguat tegangan) maka VE2 akan selalu sebanding dengan sinyal inputnya (Vm).8) adalah sebuah contoh rangkaian T3M dimana TR1 diberi input sinyal pembawa [Vc(t)] sedangkan TR2 diberi input berupa sinyal video dengan polarisasi yang sudah terbalik [Vm(t)]. Jadi faktor penguatan TR1 akan menjadi sebanding dengan sinyal yang dimasukkan ke input TR2. Dari rangkaian inilah kemudian dihasilkan sinyal gambar bermudulasi AM [Vo(t)]. maka IE2 akan sebanding dengan VE2. Gambar (3. 54 . Dalam gambar (3. Besarnya IE2 adalah sama dengan Tegangan VE2 dibagi dengan resitor R4. mengingat TR1 dan TR2 ini dirangkai secara seri. Lalu mengingat input TR1 adalah sinyal carrier yang amplitudonya tetap tetap maka output dari TR1 (Vo) akan berupa sinyal AM dimana amplitudonya akan berubah-ubah sebanding dengan sinyal Vm.

Indeks modulasi 100 % berarti seluruh sinyal pembawa termodulasi total. Untuk itu indeks modulasi harus dibatasi agar tidak melampaui 90%. Gambar (3. Angka ini akan dicapai pada saat sinyal video berada pada putih puncak (peak white) atau gambar yang paling terang. Efeknya adalah berupa suara berisik yang sangat mengganggu pada saat di layar terdapat gambar yang sangat terang atau putih puncak. Menurut standar yang berlaku.Gambar 3. Sinyal pemodulasi yang dimasukkan ke dalam rangkaian ini adalah sinyal video. maka besarnya indeks modulasi dapat diatur dengan cara mengatur besarnya level video input.10) adalah sebuah contoh rangkaian modulator gambar lengkap dengan 55 . Rangkaian "White Clip" biasanya dipasang untuk membatasi indeks modulasi ini. Dalam contoh pada gambar (3. dan hal ini harus di hindari. indeks modulasi maksimum untuk sinyal gambar adalah 90%.9) besarnya indeks modulasi diatur melalui resistor variabel 100 ohm yang terletak di input penguat video.9 Salah satu contoh rangkaian modulator gambar Indeks modulasi (dinyatakan dalam persen) adalah sebuah angka yang menyatakan seberapa besar sinyal pembawa menyimpang akibat dari sinyal pemodulasi. Bila indeks modulasi melebihi 90% akan menyebabkan terjadinya Incidental Carrier Phase Modulation (ICPM) di pesawat penerima.

Gambar 3. rangkaian clamping dan modulator AM. 56 .7 Sinyal Luminansi (Video Monokrom) Level tegangan sinyal luminansi menentukan kecerahan gambar pada layar.10 Sebuah contoh rangkaian modulator gambar 3.9 MHz). Level tegangan sinyal luminanasi menentukan kecerahan gambar pada layar sesaat.osilator sinyal pembawa gambar (33.3. Sekarang dilihat perubahan sinyal hitam putih dan pembuatan video warna. penguat video dan pembalik fasa. Tegangan Sinyal negatip ekstrim berkaitan dengan daerah gelap dari gambar dan sinyal positip ekstrem berkaitan dengan daerah terang dari gambar. Sinyal sub pembawa warna ditambahkan untuk sinyal luminansi. Sinyal ekstrim negative berhubungan dengan gambar area gelap dan sinyal positip ekstrim berhubungan dengan kecerahan area gambar. NTSC mengenalkan suatu cara genius untuk menjaga kompatibilitas dengan keberadaan sistem televise hitam putih dan menambahkan warna.

Sub pembawa warna digunakan untuk mengkodekan informasi warna merah. hijau dan biru. Demodulator Sinyal penguat Output B B-Y U Sinyal penguat U Sub pembawa baku 4. Pada sinyal sub pebawa warna dipisahkan dari sinyal TV komposit dengan transformator band-pass (band frekuensi 4. Pada tabung gambar RGB diperoleh dari sinyal U.V didemodulator kecuali (G-Y) dengan proses matrik.3 . Sinyal merah. Sub pembawa warna terdiri dari komponen (B-Y) sinyal U.43 MHz menentukan warna apakah yang akan diperagakan (dinamakan hue atau tint). polaritas sinyal V berubah setiap garis pengulasan horisontal.43 MHz Meskipun jenis modulasi yang digunakan pada sub pembawa merupakan kompleks alami namun dapat diturunkan hasil yang sederhana : 1.43 MHz Rangkaian matrik Demodulator R-Y Output G Output R Gambar 2.3. Pasa dari sinyal 4. komponen (R-Y) sinyal V. Amplitudo sinyal 4.8 Informasi Warna (Krominansi) Sebuah tabung gambar warna memiliki tiga buah senapan elektron merah.5 MHz) dan diperkuat bandpass. 3 . pada system NTSC memiliki frekuensi 3.43 MHz menentukan seberapa banyak warna yang akan diperagakan (dianamakan sa turasi).3. hijau dan biru digunakan untuk memodulasi sub pembawa warna (dalam televisi hitam putih ini diabaikan) untuk menghasilkan sinyal perbedaan warna.5 rangkaian demodulasi UV dan matriknya 57 . hijau dan biru pada kamera dan dikodekan kembali pada penerima televisi ke dalam warnawarna primer. didesain R-Y.9 Sinyal sub pembawa warna Sinyal sub pembawa warna terbagi dua di sub pembawa warna dan sebagian sub pembawa warna disisipkan diserambi belakang sinyal sync .58 MHz. Sedangkan pada system PAL seperti yang digunakan di Indonesia frekuensi sinyal pembawa warna adalah 4.43 ± 0. 2. B-Y dan G-Y. Secara virtual banyak warna dapat dibuat sebaik hitam dan putih. dengan pengaturan yang tepat intensitas dari masing-masing warna primer.

tetapi gelombang pembawanya sendiri tidak ikut serta.3. 58 . Getaran itu disebut sub pembawa warna supres yang dipancarkan.10 Burs warna Pesan (informasi) warna dipancarkan oleh sinyal sub pembawa warna. Didalam penerima TV berwarna burs warna itu mensinkronkan frekuensi serta fasa osilator 4. sehingga dengan getaran dari osilator itu sinyal warna dapat didemodulasi. Fasa burs ini dipilih besarnya ±135º dari sumbumbu (EB-EY) sesuai dengan polaritas (fase180º) switching sinyal (ER – EY).3. Jadi yang dipancarkan hanya jalur samping (side-band) yang diisi pesan warna saja sedangkan pembawanya tidak. pada pengirim ( pemancar) sebagian dari sub pembawa warna disisipkan pada serambi belakang sinyal sinkronisasi horizontal seperti pada gambar 2.2 getaran ini disebut burs warna. Agar pada penerima TV berwarna dapat membangkitkan sub pembawa warna dengan frekuensi dan fasa yang benar .43 MHz yang ada. Pada penerima TV berwarna perlu membangkitkan getaran sub pembawa warna yang digunakan sub-pembawa yang digunakan untuk mendemodulasi sinyal – sinyal warna itu.

sedang satu frame diperlukan 525 garis maka dalam satu detik terdapat ? 4. Gambarkan karakteristik respon frekuensi penguat gambar IF pada system TV Pal dengan frekuensi dengan frekuensi penyiaran TVRI 210 – 217? 59 . Apa perbedaan dari ulasan berurutan dengan ulasan bersisipan? 2. 30 frame/s berapakah bandwith bus ? 6. Jika diketahui pemakaian resolusi monitor LG 17’inc adalah 640x480. Dalam satu frame layar tv tentukan jumlah titik elemen gambar jika diketahui 625 garis rasio 4/3? 3. Jelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC ? 5. Setiap satu garis vertikal putih dan satu garis scanning akan terdapat 312.5 periode. 24 warna.Nama (siswa): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. karena satu detik terdapat 30 frame.

mengecek TV Sony yang terdapat penggantian channel (20) 2. menganalisis chanel masingmasing (30) 4. Keterampilan proses 60 . Penilaian (50) Kinerja Menghitung. Menghitung sesuai lebar band chanel VHF dari yang terendah sampai tinggi (30) 3. b. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : 1. Mengukur bandwith chanel (20) Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Mengacu Skor Maksimum 3. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? c. dan Mengukur Resolusi gambar Rincian Tugas Kinerja (Skor Maksimum) 1.2. Menganalisis. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a.

5. merumuskan definisi operasional variabel manipulasi (10) e. Melaksanakan eksperimen Melaksanakan eksperimen sesuai rencana(20) Mengisikan data yang diperoleh ke tabel data (10) Menarik kesimpulan berdasarkan data (10) 61 . 2.Petunjuk : a. Merumuskan hipotesis (20) Merencanakan komponen untuk menguji hipotesis (40) a. Beri siswa LP2. Tugas untuk siswa : 1. No . Penilaian (100) Format Penilaian Keterampilan Proses tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat Tidak Penilaian Siswa Penilaian GuruSiswa Mengacu skor Maksimum 1. merumuskan definisi operasional variabel respon (10) f. mengidentifikasi variabel respon (5) c. b. mengidentihikasi variabel manipulasi (5) b. Mengidentifikasi variabel control (5) d. 4. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? c. membuat tabel data (5) 3.

Keterampilan psikomotor 1. Degan menggunakan TV sony tentukan masing masing canel ? 2.Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung. Menganalisis. Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data di TVsony tersebut catatlah? 4. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 62 . dan Mengukur perbedaan setiap chanel sistem PAL Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok B. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan lebar bandwith masing-masing chanel? 3.

Guru yang menilai bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum ( ) 63 ( ) .LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang perbedaan setiap chanel sistem PAL No. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapa Tidak t 1. a.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. 3 dan aturan yang ditetapkan.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP2. 2. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. (30) b.

Indikator 1. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Keterampilan Afektif 64 . Menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier c. Menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning 3. Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar Menjelaskan system pembentukan gambar D. Keterampilan Psikomotor a. Keterampilan Proses a. Kompetensi Dasar. Menjelaskan system pembentukan gambar b.MODUL IV I. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Tujuan Pembelajaran A. Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier b. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) 2. Indikator. Menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin d. Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4.

siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.a. Tujuan Pembelajaran 1. Keterampilan Pengetahuan Siswa disiplin tepat waktu Bekerja sama dan aktif pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. b. Diberikan LP2 Siswa menganalisis kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan bentuk gelombang gigi gergaji untuk pemayaran linier sesuai dengan yang tertulis dimodul. d. Keterampilan Psikomotor a. kinerja c. 2. dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat E. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan system pembentukan gambar sesuai dengan yang tertulis dimodul. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan kerangka sampel dari pemayaran saling terjalin (sample frame of interlaced scanning) sesuai dengan yang tertulis dimodul. Keterampilan proses a. 3. c. Tanpa membuka modul siswa dapat menjelaskan pola pemayaran yang saling terjalin sesuai dengan yang tertulis dimodul. b. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pembentukan gelombang gergaji untuk pemayaran linier 65 . a.

Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Bekerja sama dan aktif dalam kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan tugas LKS2 sesuai tugas kinerja c. bertanya dan berpendapat ketentuan 66 .b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Diberikan LP2 Siswa Menjelaskan pemayaran yang saling terjalin 4. b. Keterampilan afektif a.

Perlu diketahui disini. bahwa arah dari kiri ke kanan adalah arah yang dilihat dari sisi pengamat (observer) layar monitor. Uraian Materi 4. sedang untuk scanning vertikal.1 Gambar 4.II. Setelah menyelesaikan satu frame penuh. perioda aktifnya dinyatakan dengan TV'. Pada gambar nampak. 67 . bahwa waktu scanning aktif dinyatakan dengan TH' untuk scanning horizontal. sehingga bila dilihat dari sisi cathode ray gun. maka beam kembali di sudut kiri atas untuk memulai satu frame gambar selanjutnya.1 Lingkup tegangan sawtooth pada proses scanning. Dengan kombinasi tegangan sawtooth tersebut.1.1 Gelombang gergaji untuk pemayaran linier Lingkup tegangan sawtooth tersebut pada proses scanning ditunjukkan pada Gamabr 4. maka gerak beam mengikuti garis lurus miring dari kiri ke kanan yang makin lama posisinya makin kebawah untuk menghasilkan sinyal gambar garis berikutnya. maka beam melakukan scanning dari arah kanan ke kiri dengan kemiringan lintasannya ke arah kiri seperti ditunjukkan pada gambar 4.

2 Scanning pattern pada field Bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Tipe scanning ini dinamai dengan interlaced scanning tipe scanning reduces memberikan efek flicker yang patut dipertimbangkan.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame 68 .Biasanya gambar discan sepanjang tampilan garis sampai penuh menscan gambar yang disebut sebagai progressive scanning. odd field menampilkan gambar pertama dan even field dipakai untuk menampilkan mengikuti gambar. horizontal Gambar 4. Namun mengurangi efek flickering pada keberadaan frame tentang penyimpangan dalam 2 field dan field lainnya yang dipakai gambar berurutan .

Pengulasan dapat disamakan dengan mata yang sedang membaca tulisan horizontal seperti pada gambar 4. Maka dengan jalan ini dapat direproduksi gambar aslinya. pada waktu membaca. yaitu sinyal listrik yang menyatakan kuat cahaya dan warna elemen gambar diambil satu per satu dari tabung pengambil dan dikirimkan / dipancarkan Pada pengiriman. sinyal yang sesuai dengan kuat cahaya dan warna dari tiap elemen gambar itu datang secara berurutan satu per satu dan dirubah kembali menjadi elemen gambar yang menyala pada tabung gambar itu. Pengulasan pada TV mempunyai gerakan yang serupa dengan itu.3 Pola pemayaran Bayangan listrik pada permukaan tabung pengambil diuraikan menjadi banyak elemen gambar. Maka untuk mengatasi kesulitan dengan banyak saluran sinyal dikirimkan secara berurutan. Garis horizontal yang timbul dengan pengulasan itu disebut garis ulasan.10 . baris demi baris sampai pada bagian bawah halaman buku dan beralih kehalaman berikutnya.pada TV pengulasan berkas electron 69 . Pada TV pengulasan berkas electron digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar.3 a) bentuk gelombang gigi gergaji horizontal sweep b) sinyal sync horizontal pada level warna hitam dan putih 4. Metoda penguraian dan penyusunan gambar secara itu disebut pengulasan (scanning). mata bergeser dari arah kiri kekanan. dan pesan tiap elemen gambar (pesan bayangan gelap dan kroma) berubah dari waktu ke waktu karena objek kamera berubah. Berkas listrik yang bergerak secara horizontal disebut pengulasan horizontal dan berkas listrik yang bergerak vertical disebut pengulasan vertical. Untuk mengirimkan pesan keseluruh objek secara simultan dibutuhkan sangat banyak saluran.Gambar 4.

5 garis = 625/2.Pada gambar 4. Sedang untuk field genap. Pada sistem interlaced scanning. yaitu scanning dilakukan langsung satu frame gambar dari sudut kiri atas sampai berakhir pada sudut kanan bawah. Sementara retrace vertikal pada field genap mulai dari sudut kanan bawah langsung ke sudut kiri atas frame untuk memulai proses scanning field ganjil. Pada Gambar 4. pertama berkas listrik menjadi garis – garis 1. Sehingga bila jumlah garis total adalah 625 garis. Scanning metoda ini dinamakan sebagai progressive scanning. lurus keatas sehingga sampai ditengah. Kemudian sinyal 70 .4 pengulasan berikutnya menjejaki 5.7 yang berada di antara garis – garis ulasan pertama kali. pada kenyataan digunakan pengulasan secara bersisipan (interlace scanning) agar mengurangi kedipan (flickering) gambar.3. Setelah duakali mengulas maka dipenuhi jumlah ulasan untuk satu gambar. 4.4 Interlaced scanning Pada sistem scanning ini terdapat dua metoda. Metoda kedua ini dinamakan interlaced scanning.tengah batas frame yang paling atas untuk memulai proses scanning field genap. Di sistrm TV Indonesia terdapat 625 ulasan.digunakan pada permukaan tabung pengambil yang menghasilkan bayangan gambar listrik pada permukaan tabung gambar.10. Jalur retrace vertikal pada field ganjil.6. Pada metode pengulasan gambar ini . sehingga satu frame penuh disusun dari kedua field tersebut secara berurutan. Metoda scanning yang kedua dilakukan dengan membagi satu frame gambar ini menjadi dua field. Bidang yang dihasilkan oleh pengulasan horizontal dan pengulasan vertical bersama – sama disebut raster. satu frame gambar dibagi menjadi dua field seperti ditunjukkan pada gambar 4.4 dengan jarak antara seperti pada gambar 10. yaitu field garis-garis ganjil (odd field) dan field garis-garis genap (even field). Scanning pada field ganjil diawali pada sudut kiri atas dan berakhir pada tengahtengah batas frame yang paling bawah.9 dicontohkan jumlah garis yang tidak 625 garis sebagai ilustrasi. yaitu field ganjil dan field genap. scanning diawali pada titik tengah batas frame yang paling atas dan berakhir pada sudut kanan bawah seperti nampak pada gambar. maka pada field ganjil maupun field genap masing-masing dilakukan scanning sebanyak 312.9 tidak dilukiskan jalurjalur retrace garis (horizontal) untuk menyederhanakan gambar.2.

gambar kedua field tersebut diurutkan secara waktu dan dipisahkan oleh perioda vertical blanking. Therefore Time for each scan = 63. yaitu perioda pada saat retrace vertikal.9 Interlaced Scanning TV PAL Pada proses interlaced scanning terdapat dua field yaitu field ganjil (odd field) dan field genap (even field) untuk membentuk 1 frame = 1/25 s . 60 fields (half pictures) per second.dalam 1 detik menghasilkan 25 frame TV NTSC 525 Horizontal scan paths per frame.5 x 10 – 6 s 71 . So the horizontal scan frequency = 525 x 30= 15.750 . garis-garis field ganjil dan genap tersebut saling mengisi celah-celah masing-masing garis pada framenya yang disebut interlace seperti kita memadukan jari-jari kedua tangan kita satu diantara yang lain TV PAL Gambar 4. 262. 30 frames (complete pictures per second).5 Horizontal scan paths per field. Pada saat reproduksi pada layar kaca monitor video (TV receiver).

11 Interlaced scaning pada frame yang terdapat even field .Gambar 4.10 Sistem scanning metoda kedua. field genap 72 . interlaced sacnning. Gambar 4.field field ganjil dan odd field.

60 fields (half pictures) per second. Pada gambar berikut ini tentukan a. Pada scaning horizontal berapakah frekuensi sinyal perbedaan warna. Scanning d. Scanning berurutan e. pengulasan horizontal c.c : g. Dalam system tv NTSC diketahui 525 Horizontal scan paths terdapat 30 frames (complete pictures per second).blanking horisontal? 73 .b. Berapakah frekuensi dan peride waktunya? 3. pengulasan vertical 1. gambar field a b c 2.Nama (siswa): ________________ (____) Kelas: _______ Tgl: __________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1.sinyal sinkronisasi. raster h. Berapakah garis ulasan field horizontal pada system TV NTSC pada gambar berikut 4. Jelaskan pengertian berikut ini: a. garis ulasan b. Scanning bersisipan f.

5. Gambarkan progressive scanning (ulasan berurutan) dan interlaced scanning(ulasan bersisipan) pada TV PAL Pada sinyal gelom bang gigi gergaji yang terjadi pada field system TV PAL berikut ini berapkah nilai waktu masing-masing TH dan Tv (a) (b) 74 . 6.

Beri siswa LP2. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis c. Tugas untuk siswa : 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? Ada perbedaan bahwa pada scaning horizontal terdapat 262. Penilaian (50) Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: ______ 75 .Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. b. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame.2.5 garis tiap field atau 525 garis tiap frame dan scaning vertical 1 garis tiap frame Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin.

Menganalisis. dan Mengukur kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan dari vertical dan horizontal pada proses interlacing scanning? 2. Analisislah kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning berikut ini tersebut catatlah? 3.LP2 : Kinerja Menghitung. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? LP3 : Kinerja Keterampilan afektif 76 .

Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. bertanya dan berpendapat (40) ketentuan dan Tidak Penilaian Siswa Penilaian Siswa Mengacu Maksimum Guru skor ketentuan dan Siswa yang Dinilai MODUL V Guru yang menilai ( ) 77 ( ) .LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. a. 2. (30) 2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.LP2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1. Format Penilaian Keterampilan afektif kerangka sampel dari pemayaran interlaced scanning No.LP2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.Petunjuk Keterampilan afektif: 1. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Dapat 1. 3 b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.

Menganalisis sinyal jendela g. Memahami Pengosongan interval h. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS 3. Standar Kompetensi. Indikator. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C.Menjelaskan Resolusi c. Memahami Uji kuadrat sinus g. Memahami VITS a. Keterampilan afektif 78 . Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus h. Tujuan Pembelajaran A. Kompetensi Dasar Melakukan pengujian sinyal video D. Menjelaskan Ringing e.I. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Indikator 1. Memahami VIRS vertical 2. Menganalisis pengujian strealing dan swear d. Menganalisis resolusi dalam pola uji c. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera e. Menjelaskan Strealing dan swear d. Keterampilan Pengetahuan a. Menganalisis uji EIA b. Memahami Sinyal monoskop f. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA f. Menjelaskan Uji EIA b. Kompetensi Dasar. Keterampilan psikomotor a.

ketentuan b. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis pengujian strealing dan swear Diberikan LP2 siswa Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan sesuai tugas kinerja kamera sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis uji EIA sesuai tugas kinerja Diberikan LP2 siswa Menganalisis resolusi di pola uji sesuai tugas 79 . Keterampilan Pengetahuan a.LP3 sesuai tugas kinerja c.LP2. d. b. h. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Ringing sesuai dimodul e. Keterampilan psikomotor a. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan Uii EIA sesuai dimodul b. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Pengosongan interval sesuai Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VITS sesuai dimodul dimodul i. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Sinyal monoskop sesuai dimodul f. c. bertanya dan berpendapat E. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Resolusi sesuai dimodul c. Tujuan Pembelajaran 1. Tanpa Membuka Modul Siswa Menjelaskan Strealing dan swear sesuai dimodul d. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami VIRS vertical sesuai dimodul 2. Tanpa Membuka Modul Siswa Memahami Uji kuadrat sinus sesuai dimodul g. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan.a.

Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal batang berwarna IEA sesuai Diberikan LP2 siswa Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal Diberikan LP2 siswa Menganalisisi sinyal uji kuadrat sinus sesuai tugas Diberikan LP2 siswa Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS sesuai tugas kinerja jendela sesuai tugas kinerja kinerja tugas kinerja 3. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi.e. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. f.LP2. Uraian Materi 80 . Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. bertanya dan berpendapat ketentuan II. g. Keterampilan afektif a. b.LP3 sesuai tugas kinerja c. h.

dan kanan. Bujur sangkar tersebut berisi garisgaris vertikal dengan jumlah dan ukuran yang sama.). Semua segi empat tersebut harus mempunyai tinggi yang sama. 3. maka garis diagonal kelihatan halus dan tidak patah. 5. 6. dan dua di bawah. 4. Resolusi horisontal 81 . scanninglinearity. Linieritas horisontal Linieritas horisontal diuji dengan melihat tiga bujur sangkar melintasi bagian tengah pola yakni di kiri. Jangkah kontras Sepuluh tingkatan yang diberi nomor 0 s/d 9 dariskala kelabu menunjukkan suatu jangkah dari maksimum putih sampai 1/30 harga tersebut. Pola ini digunakan untuk menguji beberapa aspek kualitas gambar sebagaimana dijelaskan oleh Grob (1984. berarti harus dapat dibedakan kesepuluh bayangan tersebut. Jika pemrosesan sinyal video sempurna. interlacing. additional characteristics of the reproduced picture”. apabila linieritas vertical sempurna. Apabila hal ini benar berarti bujur sangkar yang dibentuk oleh empat balok skala kelabu yang berada di dalam lingkaran besar merupakan bujur sangkar sempurna. berarti lebar ketiga bujur sangkar terlihat sama. masing-masing dua terletak di atas. Penyisipan Garis-garis diagonal 450 di dalam lingkaran besar digunakan untuk menguji penyisipan garis-garis skaning dari raster. Linieritas vertikal Linieritas vertikal diuji dengan melihat enam buah segi empat. Apabila linieritas horisontal sempurna.tengah.5. Perbandingan aspek (aspect ratio) Perbandingan aspek suatu layar adalah 3:4. Kualitas gambar suatu penerimaan dapat diukur dengan pola gambar standar yang dikembangkan oleh EIA (Electronic Industries Association) (lihat gambar 1. 2. Aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA adalah: 1. dua di tengah.1 UJI EIA Kualitas penerimaan suatu pesawat televisi meliputi kualitas gambar dan suara. 196): “This standard pattern providesa reference for checking resolution. Apabila garis-garis genap dan ganjil berjarak sama berarti penyisipannya benar.

Angka-angka dari 200 hingga 800 disebelah garisgaris vertikal menunjukkan resolusi horisontal. Dari kajian teori di atas dapat diajukan sebuah pertanyaan penelitian yang berbunyi: Sejak dikembangkan siaran televisi. Pola pengetesan sinyal video standar EIA ditunjukkan pada gambar 5. Pengetesan lain berupa penggunaan tetap untuk memeriksa performance sambungan jarak jauh dalam jaringan stasiun 82 . Kebutuhan penting untuk penyesuaian perbedaan kamera yang digunakan pada beberapa program. Gambar 5.1. Angka resolusi horizontal menunjukkan jumlah garis yang bisa menempati 3/4 lebar layar atau sama dengan tinggi layar. Resolusi pojok Resolusi pojok dapat dilihat dari empat buah lingkaran yang berada di sudut pola yang masing-masing terdapat garis-garis dan angka-angka dari 150 hingga 600. pola pengetesan khusus dan pengetesan sinyal telah ditingkatkan pada operasi standar televisi untuk perfomansi terbaik.Resolusi atau disebut dengan kualitas detail gambar diuji dengan melihat jumlah garis-garis yang ketebalan dan jaraknya bervariasi. 7. Dengan mengamati garis-garis mana yang masih dapat dibedakan. 8. linieritas scanning. Standarisasi pola pengetesan penting untuk memberikan acuan dalam pengecekan resolusi. maka resolusi vertikal ditentukan dengan melihat susunan garis-garis horisontal yang disebelahnya juga terdapat angka-angka dari 200 hingga 800. Resolusi vertikal Seperti halnya pada resolusi horisontal.1 Pola pengetesan standart uji EIA Pengetesan yang sama digunakan untuk mengecek kamera dan monitor selama set-up. maka angka resolusi dapat ditentukan. interlacing dan karakteristik lain dari reproduksi gambar.

58 MHz.2 Pengetesan penyusunan bingkai 5. Gambar 5. masing-masing mempunyai fungsi.Pola cukup rumit karena terdapat banyak bagian-bagian terpisah dari pola. 83 . dalam kasus ini disediakan pada penerima. teruratama amplitudo dan pasa dari sinyal kroma 3. Penyusunan bingkai perlu diatur guna memantau penjejakan sinyal untuk melihat ujung raster.pemancar televisi.1.1.1. Akhirnya beberapa pengetesan sinyal siaran selama interval pemadaman vertikal diperlukan.1. 5. Pengetesan untuk hitam putih dan warna. Enam tanda mata panah putih yang mengelilingi ujung pola bertujuan untuk kesempurnaan penyusunan bingkai.1 Pola Pengetesan EIA Pola standar yang telah dikembangkan oleh Elektronic Industries Association (EIA) ditunjukkan pada gambar 5. Pringan hitam disisi menunjukkan sumbu horisontal memotong senter. 5.3 Pemusatan Tanda garis berpotongan putih dipuncak dan dasar menunjukkan pemusatan Pembelokan vertical dan horisontal. Terdapat dua mata panah melintasi puncak dan pada setiap sisi.2 Penyusunan Bingkai Pertama kamera harus ditujukan pada pola dan diatur sehingga pola mengisi area layar aktif.

satu disisi kanan dan satu disisi kiri. Bentuk dasar kotak juga menguji linieritas pembacaan.Gambar 5. Ketiga kotak yang terdapat satu ditengah. Pembacaan horizontal didahulukan. linieritas horisontal dan vertikal di cek secara terpisah. Linieritas Pembelokan Mendekati indikator sebelumnya. ketiga kotak mempunyai lebar yang sama. Bila linieritas horizontal sempurna. Kesalahan linieritas dengan mudah dapat dilihat jika lingkaran muncul dalam bentuk elip atau berbentuk bulat telur. Untuk pengecekan yang lebih teliti. Setiap kotak berisi garis vertikal yang sama jumlahnya untuk lebar yang sama.diberikan dengan lingkaran putih besar. 84 .1. Dengan kata lain kotak dapat menjadi tertekan atau melebar sampai empat persegi panjang. Dalam televisi lingkaran berbentuk sederhana susah untuk direproduksi karena memerlukan pembacaan linier.4.3 Pengujian pemusatan dan sumbu horizontal 5.untuk kedua kamera dan monitor.

5.4 Pengetesan V.Gambar 5.5 Aspek Perbandingan Segi empat dibentuk oleh empat batang dari chip skala abu-abu yang ditempatkan didalam piringan putih di bagian tengah. Ukuran segi empat adalah pengetesan linieritas vertikal. pengetesan linearitas vertikal horisontal Pengecekan linieritas vertikal. Dua baris puncak sampai dasar.Setiap batang memiliki 10 85 . semua memiliki tinggi dari puncak sampai dasar pola sama. Juga terdapat empat pola penguji pada sudut digunakan untuk mengecek resolusi dan distorsi ruang. pola mempunyai enam segi empat panjang sempit. 5.H dan resolusi gambar Gambar 5. Pola sudut ini digunakan untuk mengecek performansi kamera.1. bukan linieritas. Perlu diperhatikan bahwa dua segi empat tengah tepat pada bagian tengah dari gambar. Terdapat 200 tanda ditunjukkan pada segiempat ini untuk resolusi.

1. Gambar 5. Bila penjalinan gambar kurang baik . abuabu sampai hitam.perbatasan skala abuabu berupa segiempat sempurna 5. Bila garis ganjil dan genap dari pengambilan raster menempati ruang yang sama.7 Penjalinan Gambar (Interlacing) Batang diagonal pada 45°dalam piringan putih digunakan untuk mengecek penjalinan pengambilan gambar dalam raster.tingkatan s kala abu-abu. Mengakibatkan garis diagonal muncul berbentuk anak tangga.2 Resolusi 86 .6 Pengetesan aspek perbandigan dan kontras 5. Bila garis terlalu dekat satu sama lain.1. Gambar 5. ruang berikutnya terlalu besar. garis pengambilan menjadi berpasangan. ini akan memungkinkan terdapat 10 perbedaan warna secara bertingkat dari putih.6 Cakupan Kontras Jumlah 10 tingkatan skala abuabu mempunyai faktor refleksi dengan cakupan dari maksimum untuk puncak putih sampai kirakira 1/3 nilai maksimumnya. garis diagonal muncul dengan halus dan tidak pecah. Bila sinyal video yang sedang diproses linier.7 Pengetesan Interlacing 5. Jika aspek perbandingan tepat 4 : 3.

Juga sisi wedges harus sama dengan linieritas horizontal yang baik. Pengaturan Pengetesan interlacing jarak wedge secara terus menerus dari 400 sampai 800. 5. Gambar 5.8 Pengetesan Resolusi Horizontal 87 .1 Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan Dalam gambar 5.2 Resolusi horisontal Harga ini ditandai pada atas dan bawah wedges. Resolusi dapat dicek secara visual dengan meniadakan titik pada wedge dimana garis secara individual tidak dapat dilihat lebih lama namun muncul bersama sama buram.2. Pada bagian atas dan bawah wedges memiliki panjang yang sama dengan linieritas vertikal yang baik .5. Bagaimanapun tujuan utama dari wedge adalah mengecek resolusi. Ini dapat terjadi pada sekitar 250 garis resolusi untuk penerima warna pada umumnya. garis memusat sampai 400 garis resolusi dimana wedge bertemu segi empat di pusat.2. Dari bagian terlebar wedge ditandai 200.2. terdapat empat pasang wedges dengan garis-garis memusat untuk menambah jumlah resolusi.

3 Strealing dan swear 5. namun hanya ¾ waktu digunakan karena resolusi yang diberikan dalam hal ini nilai tinggi gambar. Jawaban MHz untuk frekuensi video. Frekuensi distorsi pasa dan smearing dapat dicek dikaitkan dengan lebar batang. khususnya untuk tabung gambar bersudut lebar. Faktor konversi 80 diturunkan sebagai berikut.Pendekatan konversi garis resolusi horisontal sampai MHz dari lebar band sinyal video dapat dibuat dengan membagi garis dengan 80.3 μs X 0. Dengan mengambil hubungan timbal balik frekuensi diperoleh : f = {1/(40X10-6 s)} X (N/2)= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz. Misal distorsi pasa pada 100 kHz menunjukkan sebagai lapisan dari batang terpendek pada bagian bawah piringan putih.2.3. misal konversi 250 garis adalah (250 garis/80) =3. 88 . Dengan resolusi N garis. Harga tipikal untuk penerima adalah 330 garis. Batang terpanjang yang ke dua dari atas. yaitu ¾ lebar.1 Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan Dalam pola pengetesan EIA gambar 5. pemfokusan dan penyisipan garis pengambilan. Penjejajakan tampak mengambil waktu 53. Harga tengah adalah 0 kHz untuk batang atas dan 60 kHz untuk batang kedua dari bawah.3 μs untuk pengambilan horisontal.2 dua batang hitam besar pada bagian atas dari piringan putih dan dua batang di bagian bawah. N/2 merupakan jumlah siklus lengkap untuk variasi sinyal melintasi hitam dalam setiap garis wedge dan spasi antar garis putih. dapat menunjukkan pelapisan untuk 30 kHz. Harga resolusi yang khas untuk tabung kamera biasanya diberikan di tengah dan sudut 5. Resolusi vertikal yang baik merupakan jawaban ukuran bintik berkas. 5.2.3 Resolusi Vertikal Resolusi vertikal ditandai pada sisi wedge. Batang ini sekitar 31/3 kali lebih lebar dari pada batang terpendek untuk frekuensi 0. Harga frekuensi sinyal video tertinggi penerima warna kebanyakan.125 MHz. 5.75 = mendekati 40 μs. Sehingga N/2 siklus sinyal video yang dihasilkan dalam 40 μs. karena tingkatan penyaring penguat video luminansi 3.4 Resolusi Sudut Serupa dengan wedge digunakan dalam empat sudut dari polapen getesan biasanya mempunyai resoluasi kurang dari tengah. untuk satu siklus T =40μs / (N/2).58 MHz untuk meminimkan interferensi dari sinyal warna. Waktu ini adalah 53.3 kali lebih redah dibandingkan dengan batang terpendek.

9 Pengetesan Ringing Jumlah kasar transisi scaning horisontal yang diberikan oleh dashes hitam vertikal alam piringan putih pola EIA gambar 5. Kemudian dash mengambil yang lebih tebal.Pada kuadran kanan atas.5. 300 di bawah dari kelompok lima dash ini untuk dash bawah. Kemudian dash mengambil garis yang lebih tipis. keuntungan diperoleh dalam cakupan frekuensi 2 sampai 4 MHz. 350 dipuncak kelompok lima dash untuk puncak dash. Dalam kuadran kanan bawah. frekuensi video dibagi dengan 80. sebagian kecil ringing yang dapat diijinkan untuk meningkatkan kontras untuk detail frekuensi tinggi pada ujung 89 . dengan beberapa kali garis pada bagian kanan untuk setiap siklus ringing. Pada umumnya. Harga ini adalah frekuensi rangkaian penguat video yang mengeluarkan ringing.1. Karena setiap dash secara individual menunjukkan frekuensi khusus. Misal ringing gambar ditunjukkan dalam Gambar 5.4 Ringing 5. Ketebalan setiap garis vertical mempresentasikan setiap dash vertikal berupa garis tunggal untuk resolusi horisontal cakupan dari 100 sampai 300 dan 350 sampai 550. Sekalagi mengubah jumlah garis resolusi pengujian pola. Jumlah garis resolusi frekuensi terjadinya ringing. Garis lebih tipis berkaitan dengan resolusi lebih tinggi. Ini sesuai dengan frekuensi video 300/80 = 3. Sebenarnya. Penguat menghubung singkat osilator. meningkat pada 550 garis resolusi untuk dash paling tipis pada kelompok bagian bawah. namun dapat di lepaskan beberapa siklus osilasi dengan variasi transien kasar dalam sinyal video. Kondisi bunyi paling buruk muncul dimana energy sesuai dengan frekuensi ringing dalam rangkaian penguat video.4.2 terdapat dua kelompok dashes satu di kanan atas kuadran dan yang lain di bawah sebelah kiri. Ringing dalam gambar menunjukkan kontras yang lebih besar. Pengetesan Ringing Dalam Gambar Bentuk distorsi frekuensi relatip banyak diperoleh pada sinyal video frekuensi tinggi yang mengakibatkan timbulnya ringing atau overshoot. Misal ringing terjadi pada 300 garis resolusi. meningkat pada 100 garis resolusi untuk dash terlebar pada puncak kelompok. Ringing dapat dilihat dalam pola pengetesan sebagai penambahan kontras pada beberapa titik dalam wedge vertikal.75 MHz.

yang ditimbulkan bila berlebihan tak dapat disetujui. PLUG adalah (Picture Line-UP Generating Equipment).5 IRE dan 11.5 IRE.sebaliknya batang biru untuk 1/12 dari bidang berikutnya.2 Batang SMPTE Batang SMPTE disisipkan dikomposisikan dengan standar EIA batang amplitudo putih 75% untuk 2/3 puncak bidang.5 IRE pedestal dengan 3. Monitor diatur hanya untuk warna biru dan batang hue atau pasa diatur sampai monitor terlihat tidak ada perbedaan intensitas antara batang biru reverse dan pengaturan batang warna.5 IRE level hitam pedestal dengan 40 IRE +Q modulasi pasa dan 7. Bila hasil garis keluar seret. Gambar 5.5 IRE pedestal dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-I” modulasi pasaBatang .10 Pola Batang warna 90 . 100 IRE pulsa putih. 7. 7. dan IYQB atau plug sinyal untuk bidang tetap. –I dan +Q sinyal modulasi pasa yang membantu menjamin pemrosesan sub pembawa benar. 5.vertical dari scan obyek. Monitor diatur sehingga hitam berwarna lebih hitam dari pada daerah hitam dapat dibedakan dari yang lain dan sedikit lebih cerah(contrast dapat diatur pada pengaturan normal). Bagian IYQB dari Pola dasar terdiri dari level hitam 7.5 IRE pedestal. Pola ini ada pada dasar dan sisi kanan batang SMPTE digunakan untuk mengatur kecerahan monitor. Pada umumnya ringing diakibatkan oleh kebocoran resonansi yang mempengaruhi rangkaian penguat video. Bidang sisipan disusun memungkinkan pengaturan saturasi warna atau intensitas warna dan hue atau tint pada monitor warna yang hanya memiliki senapan biru. bagaimanapun.4.

11 Level Sinkonisasi 5.4.10 Bentuk Gelombang Tangga Gambar 5.3 Batang Bidang Putih Penuh 100% Batang bidang putih 100% sama seperti EIA batang warna kecuali level putih menggunakan 100 IRE. Sinyal tes ini mengatur penguatan kroma secara tepat batang bar kuning dan cianida dapat menjadi 100% pada tingkatan sesuai dengan puncak amplitude batang putih 91 .Gambar 5.

Hijau.Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Green. Biru (Red. Pengetasan Bidang Putih Penuh Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron. Perhatikan gambar 5. yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar.Gambar 5. Merah.12. Blue/ RGB).13 92 .

Gambar 5. 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik. 93 .14 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru.1) akan menghasilkan warna putih.Pada siaran televisi. dan V High bekerja dengan baik.13. V Bias. dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1.13 warna dasar Mencermati gambar 5. Gambar 5. 2) gambar berada pada posisi di tengah layar.14 pola warna stasiun pemancar TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah.Gambar 5. pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran.1.1) menghasilkan warna kuning. 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik. 1 )V Sync . merah. Warna merah dicampur hijau (1.

magenta. Bidang warna merah. merah dan biru) pada amplitude 75%. Setiap batang warna menggunakan 1/7 dari area gambar.5. biru dan hitam.5.4 Batang Warna Putih EIA 75% Batang warna merupakan bagian dari standarisasi EIA-189-A Terdapat 7 batang (abu-abu. Pola jendela terdiri dari area persegi warna putih ditengahnya dikelilingi oleh warna hitam.4. hijau. pada peragaan osiloskop kecepatan sapuan horisontal dan vertical perlu diatur sedemikian rupa. Ini sangat membantu dalam dalam pengujian monitor TV untuk dilihat jika terdapat masalah dengan puritas. hijau dan biru. Jendela Pola ini digunakan untuk pengecekan frekuensi rendah dari sistem video.15. Pola ini baik untuk menguji respon frekuensi rendah dan ujung sinyal video sebaik performansi dari penjepit video dalam sistem pemroses sinyal video. Sinyal yang terbaik dapat dilihat pada osliloskop dari keluaran sistem video. pengetesan bidang warna putih 75% 5. Untuk meyakinkan bahwa bentuk gelombang jendela datar. saturasi 100%.4. Akan tampak tidak ada warna lebih baik dari pada saturasi penuh warna vivid pada layar. cianida. Gambar 5. Gambar 5.kuning. hijau.4.6 Pola Pengetesan Puritas Warna 94 .16. pola jendela pengecekan frekuensi rendah 5. Pola ini dipenuhi warna layar merah.

multiburst dan sinyal pedestal yang dimodulasi. Kombinasi tes terdiri bendera putih. Terdapat frekuensi marker padagaris yang menuju dasar layar. Lebar paket 0. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.1 Multiburst Sinyal multi burs sangat berguna untuk pengukuran frekuensi respon sistem. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. 95 .Bidang penuh warna merah.3 Tujuh Kombinasi NTC Network Transmision Committee (NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ikatan jaringan transmisi diAmerika mengembangkan tes sinyal dengan mengkombinasikan sinyal sehingga memungkinkan digunakan untuk beberapa keperluan pengetesan.5 Pengembangan Pola 5. Jika warna saturasi atau hue perlu pengaturan puritas. Lebar paket 0. Gambar 5.5 MHz adalah 5 lebar 4 μs. 40 dan 80 IRE ). Lebih baik dari pada paket diskrit seperti sinyal multiburst yang memiliki frekuensi sapuan kontinyu dari 1 sampai 4.5.5 MHz .biru dan hitam dengan raster bidang penuh warna untuk memverifikasi kemurnian (puritas) dan pengaturan monitor. 5.5. Pada umunya sinyal meliputi 6 paket frekuensi diskrit yang turun dalam TV passband . 5. Multi burst memiliki 50 RE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE. Titik awal dari setiap paket frekuensi adalah pasa nol.2 Cable Sweep Kabel sapuan merupakan pengukuran frekuensi respon lain.5. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20. Tes sinyal ini sangat cerdas dinamakan kombinasi NTC-7. Bendera putih memiliki puncak amplitude 100 IRE dan lebar 4 μs. Ini sangat membantu untuk menentukan dimana rolloff terjadi.2 MHz dengan penambahan frekuensi mengarah sisi kanan dari setiap garis.5 MHz sampai 4. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs. Multi burst memiliki 50 IRE pedestal dengan amplitude puncak ke puncak 50 IRE. Setiap paket frekuensi biasanya dalam cakupan 0.17 Pengetasan Puritas 5. hijau.5 MHz adalah 5 μs.

Krominansi termodulasi puncak ke puncak 40 IRE.6 Ramp Termodulasi Sinyal pengetesan ramp termodulasi merupakan campuran dari ramp luminansi 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. Puncak ke puncak sinyal chrominansi termodulasi adalah 40 IRE.19 Pengetesan Ramp Termodulasi 96 . Krominansi termodulasi memiliki pasa 0 terhadap sinyal burst. Gambar 5. terdiri dari 5 tingkat luminansi. Gambar 5.5.5.4 Gelombang Tangga 5 Langkah Sinyal tangga 5 langkah digambarkan di bawah ini.18 pengetesan linieritas sistem 5. μs. yang tetap tingggal dalam paket 3 μs.5. Ramp 80 IRE memberikan pengujian range operasi normal sedangkan ramp 100 IRE dapat digunakan untuk pemilihan range operasi. Waktu naik dari setiap paket modulasi 400 ns. Sinyal chrominansi termodulasi memiliki phase 0 relatif terhadap sinyal burst. Tiga langkah memodulasi pedestal yaitu campuran dari pedestal luminansi 50 IRE dengan tiga amplitude krominansi (20. Sinyal tes ini dapat digunakan untuk mengukur variasi luminansi nonlinier dalam sistem. 40 dan 80 IRE ).

Sinyal monoscope tidak dihasikan oleh kamera dicetak dalam pola pengetesan. Monoscope membutuhkan ketelitian sinkronisasi defleksi dan linieritas sehingga pola dapat digunakan untuk mengatur penerima dan monitor. Pengaturan 0 IRE digunakan rise time dan fall time digunakan pada saat mulai dan sinyal penyelubung (envelope) berakhir yaitu selama 400 ns.Waktu naik (rise time ) dan waktu turun (fall time) merupakan awal dan akhir dari selubung selama 400ns. Pelat sasaran diukir secara potografi dengan alur konduksi dan isolasi dalam bentuk pola area hitam putih. sumber diidentifikasikan kode. Tempat pengisian waktu itu. 5. Pola dicetak pada pelat sasaran. Sinyal test ramp dimodulasi merupakan campuran ramp luminansi dari 0 IRE sampai 80 atau 100 IRE. dikenal sinyal 97 . tabung kamera khusus serupa yang digunakan vidicon. disebut vertical blangking interval. 5. scanning beam dikembalikan ke atas layar dan dimulai semua kembali ke akhir.6. Puncak ke puncak krominansi termodulasi adalah 40 IRE. Bagian bentuk gelombang video komposit lebih kuat karena untuk pengisian sinyal waktu. Sekarang mungkin masih kelihatan pola pengetesan monoscope pada beberapa kanal untuk waktu yang pendek setiap mengawali jam pagi pada saat awal atau akhir hari siaran. Mengganti.1 Sinyal Monoscope Monoscope merupakan tabung kamera khusus dengan gambar tetap berupa pola pengetesan.6 Sinyal monoskop 5. FCC pengisian test sinyal. Pola pengetesan dipancarkan selama siang hari setiap awal siaran televise. resolusi wedge yang ditandai dalam garis atau frekuensi (atau keduanya) dan lingkaran konsentris abu-abu di tengah. Ramp 80 IRE digunakan unuk pengujian system dalam range operasi normal. referensi sinyal. ramp 100 IRE mungkin dapat digunakan untuk pemilihan range operasi pengtesan. Sinyal test ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguatan differensial dan baik untuk mengukur kealahan bit pada pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. Pola monoscope serupa dengan pola pengetesan EIA. Pola monoscope dapat memberikan pengecekan yang baik dari operasi penerima. Sinyal pertama 6. Sinyal krominansi dimodulasi mempunyai beda pasa 0 relatif terhadap burst.7 Interval Vertikal Setelah CRT mengisi garis video. dan informasi mengenai gambar yang terdapat deaf selama penyiaran broadcast. Sinyal pengujian ini dapat juga digunakan untuk mengukur penguat beda dan baik pula untuk mengukur kesalahan dari rangkaian pengubah analog ke digital dalam sistem video digital. yang mengubah 21 garis horisontal yang tidak ditampilkan seperti gambar 4. Meliputi lingkaran untuk pengecekan linieritas.

VITS dipancarkan pada waktu operasinya aktif dan pada warna dan 98 . FCC mengatur garis selama titik sinyal reference dan sinyal komunikasi. 4 komp lit tak Nampak horizontal garis dihasilkan . dengan 5 garis blanked di bawah sebelum flyback dan 4 garis blanked selama flyback. Pengosongan pinggir bergigi tajam di garis tengah interval juga sinyal vertical sync berturut – turut field pada waktu untuk odd-line interlaced scanning. 20 vertikal blangking interval Scanning beam tidak mereset ke atas layar dimulai dari vertical sync karena sinyal sync harus dibangun untuk mengisi dalam kapasitor yang ditrigger oleh rangkaian scync. lebih sinyal terground untuk VITS(Vertikal interval tes signal) dan VIRS (Vertikal interval sinyal referensi) dan dijabarkan sebagai berikut: a. sinkronisasi informasi video dalam fields 1 dan 2.1 Tes sinyal dalam interval vertical blanking Lebih dari stasiun TV memancarkan sinyal referensi yang istimewa pada waktu interval vertical blanking. Kemudian sinyal vertical sinkronisasi sinyal 3 lebar garis melakukan scaning rangkain untuk mulai akhir lagi di atas untuk CRT.7. 12 blanked garis diatas dari raster dimulai dari vertikal trace menuju kebawah. vertical flyback dimulai utama dari tepi pinggir bergigi tajam . juga.equalizing . 12 membekas selama total 21 selama vertical blanking. Mengikuti sinyal vertical adalah sebuah group untuk 6 lebih sinyal equalizing. tiga garis (sinyal equalizing) + 1garis (vertical sync twaktu pengisian ) sama 4 garis blanked dibawah gambar. 5. dalam waktu satu garis dilewatkan selama vertical sync sebelum vertical flyback dimulai .VITS VITS dipakai untuk membantu bermacam parameter pelaksanaan system brodcatcast . Juga scanning beam retraces dari bawah ke atas pada raster. Dalam waktu kedua memastikan field frekuensi sifat beraturan Gambar 5.

99 . area server. VIRS dipakai untuk membuat membenarkan nilai chroma amplitude dan phase. VITS secara khas di tempatkan dalam garis 17 dan 18 selama vertical blanking (seperti gambar 4). luminansi dan susunan level hitam. Mengenai system pelaksanaan transimisi. a. Tipe untuk test sinyal merupakan fabrikan individual networks atau FCC dan keandalan dalam operasi transmisi .dll. kualitas VITS jarak frekuensi yaitu masalah pemancaran ke tempat transmitter.distorsi terus menerus dan ketelitian dalam waktu yang ditentukan.

Sejak bagian sinyal ditransmisi. Gambar 5. termasuk referensi khususnya nilai dalam parameter ini.21 VIRS terdiri dari sebuah referensi chroma. dan secara otomatis level penerima memberikan nilai yang akurat. VIRS tersedia di Penerima TV. Rangkaiannya dalam perkembangan baru untuk mendeteksi VIRS referensi.Gambar 5.20).22 Standar National Television System Commite(NTSC) 100 . ditransmisikan dalam garis 19 untuk interval vertical blanking (seperti gambar 5. referensi luminansi dan referensi hitam VIRS.

21 garis dalam pengosongan vertical. Yang lainnya sama halnya gambar transmisi yang besar kuantitas seperti data kata untuk diizinkan reproduksi pada halaman full alpha-numerical character dalam bentuk teks. garis ini mendatangkan puncak pemakaian untuk sinyal digital encoded pada special system komunikasi . mmendulikasi gambar yang bisa di tampilkan oleh gambar TV. Sisanya informasi yang merusak . pertama mitte (NTSC) standar. yang termasuk nomor dan tulisan. Kemudian data diproses ke alpha-numerical symbol. Bentuk gelombang sinyal video dan audio 101 . Keistimewaan sebuah decoder di TV sort out garis yang dipakai untuk data carry pada gambar. Garis 17. Grafik dengan contoh gambar atau grafik bisa dimasukkan.18 dan 19 adalah dipesan normal oleh VITS dan VIRS. 9 dalam vertical sync dan sinyal equalizing. meskipun 1 telah ditambah ke vertikal individual network dihubungkan ke interval blanking setelah ditutup gambar berbeda sinyal garis.

7 8 Gambar 5. Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui 5pola 9 gambar standar EIA? 4 2.23 Bentuk gelombang sinyal oskiloskop pada penerima TV Nama (siswa): _________________________ (____) Kelas: _______ Tgl:________ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 8 7 3 6 1 102 2 .

Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Pada gambar pola pengetesan standar Uji EIA Resolusi 5 9 8 7 3 6 1 4 103 2 . Jelaskan singkat aspek-aspek kualitas gambar yang bisa diuji melalui pola gambar standar EIA? 2. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Tentukan frekuensi video. misal konversi 300 garis? 4. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? 1. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7.3.

tentukan frekuensi video. Apakah fungsi dari VITS dan VIRS? (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LKS1 : Kinerja Menghitung. misal konversi 300 garis? 4. Menganalisis sinyal jendela 7. Apa itu Sinyal monoskop? 6. Menganalisis resolusi dalam pola uji 3. Menganalisis kart bola untuk kelinieritasan kamera 5. Menganalisis uji EIA 2. dan Mengukur Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Menganalisis. Tes sinyal apa sajakah yang dapat dilakukan? 8. Menganalisis sinyal uji VITS dan VIRS Tugas tiap kelompok dibagi dalam tiap nomor tersebut cari sumbernya diinternet .buat makalah yang terdapat sinyal video system PAL. Menganalisis sinyal batang berwarna IEA 6. Jelaskan peranan ringing yang diakibatkan kebocoran resonansi dalam rangkaian penguat video? 5. Apakah fungsi pola pengetesan batang dan ringing ? 7.3. 104 . Menganalisis pengujian strealing dan swear 4. Menganalisis sinyal uji kuadrat sinus 8.

Buatlah analisis data hasil perhitungan dengan data UJI EIA tersebut catatlah? 4. dan Mengukur perbedaan dengan standar UJI EIA Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Kesimpulan apakah yang bisa di generalisasikan? 105 . buatlah rancanglah penelitian sebelum menguji standar UJI EIA? 2. Tentukan hipotesis dari permasalahan adakah perbedaan switching guided transmisi sisi pemancar dan penerima ? 3. Menganalisis.Nama (Kelompok): __________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menghitung.

siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3. 2.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang analisis uji EIA 106 .LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri.LP2. Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.

LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Standar Kompetensi. Tujuan Pembelajaran A. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Indikator. Indikator 107 . Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar D. Kompetensi Dasar.No. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi.LP2. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai Guru yang menilai ( ) MODUL VI ( ) I. 3 b. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan / Teknik Audio Video B. Standar Kompetensi Menjelaskan Dasar-Dasar Sinyal Video C. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1. a. (30) ketentuan dan 2. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan.

bertanya dan berpendapat ketentuan E. Tanpa Membuka Modul Siswa dapat Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b. Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 2. b. Keterampilan afektif a. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. Tujuan Pembelajaran 1.LP2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. Keterampilan Pengetahuan a.1. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar c. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Menjelaskan proses penguraian gambar pada kamera video b.Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar d. Tanpa Membuka Modul siswa dapat menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV b. Menggambarkan berbagai type tabung gambar 3. Menjelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar b. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai dan aturan yang ditetapkan. Tanpa Membuka Modul siswa Menjelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar 108 . Keterampilan psikomotor a.LP3 sesuai tugas kinerja c. Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar c. Keterampilan Pengetahuan a. Menjelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV a.

625 lines. Keterampilan psikomotor a. Uraian Materi 6. even field drawn first) 109 . Keterampilan Afektif a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan. SECAM (50 fields per second. Diberikan LP2 Siswa dapat Menggambarkan berbagai type tabung gambar sesuai tugas kinerja 3. 1 Penguraian gambar pada video Teknik penguraian video ada 2 yaitu: 1. Siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1.LP3 sesuai tugas kinerja c. yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat untuk setiap frame. bertanya dan berpendapat II. Interlaced Interlaced adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam rasterscanned display device seperti CRT televisi analog.2. siswa dapat melakukan komunikasi meliputi presentasi. 625 lines) c. PAL (50 fields per second. 525 lines. even field drawn first) b. NTSC (59. Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah antara 50-80Hz. Interlace digunakan di sistem televisi analog: a. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa.LP2. b.94 fields per second.

menyimpan.3 Penguraian Gambar Representasi Visual Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu. 1. Vertical Detail dan Viewing Distance a. Gambar 6. Progressive scan Adalah metode untuk menampilkan. Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi. suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene. dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer.2 Progressive Scan Gambar 6.1 odd field ganjil dan even field genap 2.gambar 6. 110 . yaitu 4:3.

2. 111 . Proses pemotongan itu dimulai dari ujung kiri atas gambar ke kanan dan kemudian untuk garis berikutnya dimulai dari sebelah kiri lagi.1 Scanning Di dalam proses menghasilkan sinyal video. Jadi garis pemotongan itu dari kiri ke kanan mengikuti garis lurus yang miring ke kanan seperti ditunjukkan pada Gbr-4. Gambar 6.4 Sistem scanning yang berlangsung di dalam tabung pengambil gambar (pickup tube). Total Detail Content Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio. Keseluruhan proses scanning itu terjadi di dalam unit tabung pengambil gambar (pickup tube) yang ditempatkan dibelakang lensa kamera. sementara bayangan gambar satu frame dilukiskan pada layer peka cahaya (bahan oksida timah hitam). Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel.b. Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi gambar (H) -> D/H. Horizontal Detail dan Picture Width Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar 3. sehingga satu frame tersebut seolah dipotong-potong dengan arah dari kiri ke kanan menjadi beberapa garis.2. c. Demikan seterusnya sampai keseluruhan frame terpotong. 2 Rescanning 6. Proses menjadikan struktur garis itu dinamakan scanning yang pada prakteknya dilakukan dengan menggunakan berkas sinar (beam) yang berasal dari sistem penembak sinar katoda (cathode ray gun). 6. satu frame gambar dibagi menjadi struktur garis.

Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut. ke arah horizontal maupun vertikal. Selanjutnya. yaitu saat beam kembali (retrace) ke sebelah kiri untuk mulai menghasilkan sinyal satu garis berikutnya.2. karena teknik audio pada umumnya sama dengan pengolahan sinyal analog yang telah banyak dibahas sebelumnya. sehingga pada layer tidak menghasilkan sinyal video. masalah utama adalah proses scanning yang menghasilkan struktur sinyal video dalam besaran listrik. beam dimatikan oleh sistem gun. yaitu sinyal video ?.Terlihat pada Gambar 6. Sistem cathode gun seperti dilukiskan pada gambar 6.5 Sistem scanning pada pickup tube 112 . 6.4 diilustrasikan kembali pada gambar 6.4. yaitu dari besaran optis ke besaran elektris yang menggunakan satu device (transducer). Gambar 6. Sedang garis putus yang arahnya dari kanan ke kiri menunjukkan perioda blanking sinyal gambar. Berkaitan dengan teknik video itu. persoalan yang lebih banyak dibahas dalam teknik televisi adalah masalah videonya.5 dengan model rangkaian listrik untuk lebih memudahkan uraian. Pada saat retrace ini. Dalam proses menghasilkan sinyal video tersebut terjadi transfer besaran daya. bahwa garis penuh scanning menunjukkan perioda aktif garis scanning yang berarti pada perioda tersebut dihasilkan sinyal gambar. Proses ini dimungkinkan karena terjadinya simpangan beam oleh sinyal sawtooth dari sistem deflection coil.2 Cacat scanning Mengapa karena proses scanning pada pickup device kemudian dapat dihasilkan sinyal elektris.

6 Ukuran beam yang lebih besar 113 . Dengan sampainya beam pada layar. pada lingkaran tertutup yang terbentuk itu. Demikian juga cacat ini akan terjadi pada arah scanning vertikal.8 Gambar 6. Cacat scanning yang diuraikan diatas adalah cacat scanning ke arah horizontal. maka beam akan berada diatas dua bayangan itu pada perbatasannya seperti ditunjukkan pada Gambar 6.6). seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Hasilnya adalah gambar yang tidak tajam atau terdapat warna abu-abu yang berubah gradasinya. (a). Sementara layar pickup tube sendiri yang bersifat pendar (fluorecent) mempunyai potensial positif sebesar +45 volt. Output pickup tube diambil dari metal yang meling-kari layar di bagian depan pickup tube (perhatikan Gambar 6.Beam yang melakukan scanning bermuatan negatif. sehingga mengalir arus. maka ketika beam bergerak melewati batas bayangan yang tajam perubahannya (dari gelap ke terang). setiap saat akan mengalir arus yang berubah-ubah sesuai pada nilai resistansi saat itu. Reproduksi video yang dihasilkannya ditunjukkan pada Gambar 6. Dengan kata lain. arus yang mengalir sebanding dengan bayangan yang jatuh pada pickup tube tersebut. sehingga sinyal video dapat dihasilkan. Dengan demikian. mengenai cacat yang timbul dari proses scanning.adalah sebuah resistor dengan nilai resistansi tertentu yang tergantung besarnya pada nilai intensitas sinar gambar yang jatuh padanya. adalah disebabkan karena ukuran beam yang relatif lebih besar dari ukuran pixel.5) Selanjutnya. keluar dari sistem katoda dengan mendapat percepatan dari sistem anoda yang bertegangan positif tinggi untuk sampai pada layar pickup tube.7 dan Gambar 6. Untuk setiap pixel yang terkena bayangan gambar.6 (d). Ini terjadi pada perubahan hitam ke warna putih dan sebaliknya. Karena kondisi itu. maka akan terbentuk lingkaran tertutup (close loop) rangkaian listrik dc.

7 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok condong : (a) asli.9 Tabung pengambil gambar (pickup tube) jenis plumbicon dari Philips ukuran 1¼ inci. atau CCD block (CCD = charge couple device) yang sekarang banyak digunakan menggantikan fungsi pickup tube.Gambar 6. Kompensasi untuk distorsi horizontal dapat dilakukan dengan mengatur tanggapan frekuensi penguat video yang digunakan. Unit transducer itu dinamakan pickup device yang dapat berbentuk tabung pengambil gambar (pickup tube). Cacat atau distorsi karena scanning ini dapat dikompensasi. yaitu dengan menaikkan response frekuensi tingginya. Pickup device tersebut digunakan atau merupakan unit di 114 .3 Tabung gambar Gambar 6. (b) reproduksi.9. (b) reproduksi.8 Cacat scanning ke arah vertikal satu gambar balok mendatar : (a) asli. perhatikan Gambar 6. 6. sementara distorsi scanning ke arah vertikal hampir tidak dapat dikompensasi. Gambar 6. tetapi hanya distorsi yang ke arah horizontal.

filamen. dan hijau dari sinyal putih yang ditangkap lensa. Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang Layar Flouresen 115 pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus katoda.dalam sistem kamera video yang berada tepat dibelakang lensa setelah satu sistem prisma. Sistem prisma yang dimaksud digunakan untuk mendapatkan sinyal merah. 4 Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT) 6.dan B. kisi pengatur. struktur bagian dalam sebuah tabung sinar katoda ditunjukkan gambar di bawah. green. Gambar 6.Pemisahan sinar putih menjadi tiga komponen sinyal warna tersebut digunakan untuk mendapatkan sinyal televisi berwarna setelah melalui pengolahan ketiganya.10 Diagram prisma yang memisahkan sinar putih menjadi sinar R.10. . biru. dan blue. ditunjukkan pada Gambar 6. G.4. Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi Anoda Kumparan Pembelok (d) Tabung Kisi pemusat dan gelas dasar tabung. Proses pemisahan sinar putih menjadi sinar red. 6. ditemukan oleh Ferdinand K.1. Brain ahli fisika German pada tahun 1879. Susunan Elektrode CRT dan Prinsip Kerja Tabung sinar katoda ( cathode ray tube atau CRT).

berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan Gambar 6. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Anoda 116 . Dalam perjalanannya menuju layar. Kumparan defleksi 5.sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent.11 skema CRT Gambar 6.12 Cutaway Rendering of a Colour CRT Keterangan : 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4.

6. 8. mengatur intensitas sebenarnya mengubah tegangan negative 117 . hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Sebuah senapan electron konvensional yang digunakan dalam sebuah CRT pemakaian umum. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. Lapisan pospor dengan zona merah. Sebutan senapan elektron berasal dari kesamaan antara gerakan sebuah electron yang dikeluarkan dari senapan electron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan Gambar 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah. Electron – electron menuju layar dilewatkan melalui lubang kecil membentuk arus berkas besarnya arus berkas dapat diatur dengan mengatur alat control yang berada pada panel depan yang diberi tanda INTENSITY .13 Senapan elektron (Electron Gun) Elektron-elektron diionisasikan secara thermonik dengan pemanasan tak langsung pada katoda yang secara keseluruhan dikelilingi dengan kisi pengatur yang terdiri dari silinder nilkel dengan lubang kecil ditengahnya satu sumbu dengan sumbu tabung. hijau dan biru. ditunjukan pada gambar di bawah ini.

Elektron-elektron yang dipancarkan oleh katoda dipusatkan pada lubang kecil di dalam kisi pengatur. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan .2. lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar.4. Lubang-lubang kecil di dalam ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan elektrode-elektrode terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar 6. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya . Layar CRT Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. dipercepat oleh adanya tegangan potensial tinggi yang diberikan pada kedua electrode anoda pemercepat (accelerating anode). fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. yang berarti menurunkan intensitas tabung atau tingkat terangnya bayangan pada layar CRT.terhadap katoda pada kisi pengatur. Kedua anoda pemercepat dan anoda masing pemusat juga berbentuk silinder dengan lubang-lubang kecil ditengah-tengahnya masingsilinder satu sumbe dengan CRT. Penambahan pada kisi pengatur akan menurunkan arus berkas. luminansi tergantung beberapa 118 . Kedua anoda ini dipisahkan oleh sebuah anoda pemusat (focusing anode) melengkapi metode pemusatan electron kedalam berkas terbatas yang sempit dan tajam.

Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh jumlah electron pembombardir yang membentur layar setiap detik. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri. energi benturan dapat ditingkatkan melalui penambahan tegangan pada anoda pemercepat. pada energi benturan elektron bergantung pembombardir pada layar. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan Tabel 6. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.faktor. Jika arus berkas diperbesar atau berkas dengan jumlah yang dengan mengurangi ukuran bintik Kedua luminansi arus sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil maka luminansi akan bertambah.1 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan(William Cooper) Sejumlah factor perlu dipertimbangkan dalam memilih fosfor agar sesuai 119 .

Panas yang mungkin menyebabkan kerusakan fosfor. Kerapatan berkas dikontrol oleh melalui tombol INTESITY. banyak dijumpai dalam kebanyakan CRO standar tipe laboratorium. dicegah dengan mempertahan berkas pada intensitas yang rendah dan waktu pencahayaan yang singkat.4. sperti tanda derajat. Waktu yang diperlukan oleh berkas untuk mengeksitasi suatu permukaan fosfor diatur dengan penyapu atau alat control TIME/DIV. Gratikul di luar mempunyai keuntungan mudah diganti dengan suatu pola gambar khusus. Gratikul yang dipasang dipermukaan luar terdiri dari sebuah plat plastic bening atau berwarna dilengkapi dengan tanda pembagian skala.kebutuhan contoh fosfor P11 memiliki ketahanan singkat . P31 luminasi tinggi. Kerugiannya adalah paralaksis sebab tanda skala tidak sebidang dengan bayangan 120 . 6. Ada kemungkinan kerusakan berat pada CRT yang dikarenakan penaganan yang tidak tepat pada pengaturan alat-alat control yang terdapat pada panel depan. Bila sebuah fosfor dieksitasi oleh berkas elektron pada rapat arus yang berlebihan. untuk analisis vector TV warna selain itu posisi gratikular dapat dengan mudah diatur agar sejajar dengan jejak CRT. akan menyebabkan panas pada fosfor sehingga keluaran cahaya berkurang. sangat baik untuk pemotretan bentuk gelombang tetapi sama sekali tidak sesuai untuk pengamatan visual fenomena kecepatan rendah. Dua factor yang mengontrol terjadinya panas adalah kerapatan berkas dan lamanya eksitasi. tanda skala dapat ditempatkan dipermukaan luar tabung CRT dalam hal ini dikenal sebagai eksternal gratikul. ketahanan sedang .3. merupakan kompromi yang paling baik untuk penglihatan gambar secara umum. FOCUS dan ASTIGMATISM pada panel depan CRO. Gratikulasi Bentuk gelombang pada permukaan CRT secara visual dapat diukur pada sepasang tanda skala horizontal dan vertical yag disebut gratikul .

gelombang yang dihaslkan pada fosfor, sebagai akibat penjajaran jejak dan gratikul akan berubah terhadap posisi pengamatan.

Gambar 6.14. Tanda skala gratikul Gratikul internal pemasangan tidak menyebabkan kesalahan paralaksis karena bayangan CRT dan gratikul berada pada bidang yang sama. Dengan internal gratikul CRO lebih mahal karena tidak dapat diganti tanpa mengganti CRT . disampng itu CRT dengan gratikul dipermukaan dalam harus mempunyai suatu cara untuk mensejajarkan jejak, membawa akibat menambahkan harga keseluruhan CRO

121

III. Kegiatan 1. Keterampilan Pengetahuan Petunjuk a. Beri siswa LP1. b. Tugas untuk siswa :Siswa mengerjakan LP1 dengan ketuntasan 75 1. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video?( 20) a. Interlaced scaning (bersisipan) adalah Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dg garis-garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dg garis-garis bernomor genap 2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali . b. Progressive scanning (berurutan) Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame digambar secara berurutan Biasa digunakan pada CRT monitor komputer 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? (20) Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: (a) Senapan elektron yang terdiri dari anoda pemercepat (b) Perlengkapan pelat defleksi horisontal dan vertikal (c) Layar flouresensi katoda, filamen, kisi pengatur,

122

(d) Tabung

gelas dan

dasar tabung.

Senapan elektron menghasilkan suatu berkas elektron sempit dan terfokus secara tajam pada saat meninggalkan senapan pada kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak akan dibelokkan ke fluorescent. Pada saat electron membentur layar energi kinetic dari electron – electron berkecepatan tinggi diubah menjadi pancaran cahaya dan berkas menghasilkan suatu bintik cahaya kecil pada layar CRT. Dalam perjalanannya menuju layar, berkas electron melalui diantara dua pelat defleksi elektrostatik sehingga berkas resultante defeleksi horizontal dan vertical sehingga membentuk jejak gambar pada layar sesuai dengan masukkan 3.Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar?(15) 1. Senapan elektron 2 Berkas elektron 3. Kumparan pemfokus 4. Kumparan defleksi 5. Anoda 6. Lapisan pemisah berkas untuk merah, hijau dan biru bagian gambar yang diperagakan. 7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. 8. Lapisan pospor sisi bagian dalam layar yang diperbesar. 4. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar?(20) Bila berkas elektron membentur layar CRT yang berlapiskan fosfor akan menghasikan bintik cahaya. Bahan dibagian dalam CRT berupa fosfor sehingga energy kinetik tumbukan elektron pada layar akan menyebabkan penpendaran cahaya .fosfor menyerap energy kinetic dari electron-elektron pembom bardir dan memancarkan kembali energy tersebut pada frekuensi yang lebih rendah dalam spectrum cahaya tampak. Bahan – bahan – bahan flourescen memiliki karakteristik fosforesensi yaitu memancarkan cahaya walaupun sumber eksitasi telah dihilangkan . lama waktu cahaya yang tinggal setelah bahan yang

123

5. luminansi tergantung beberapa faktor. tabel di bawah ini menyajikan karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan 124 .energi benturan ditingkatkan penambahan tegangan pada anoda pemercepat. Akhirnya luminansi merupakan fungsi karakteristik fisik dan fosfor itu sendiri.dibutuhkan oleh bayangan CRT agar berkurang kesuatu persistansi tertentu biasanya 10 persen dari keluaran cahaya semula intensitas cahaya yang dipancarkan CRT disebut lubang kecil di dalam elektrode-elektrode ini memungkinkan berkas elektron dipercepat dan terpusat merambat melalui pelat defleksi vertikal dan horizontal menuju layar. Jika arus berkas diperbesaratau mengurangi ukuran bintik maka luminansi akan bertambah. Kedua luminansi pembombardir pada bergantung pada energi dapat benturan sama dipusatkan pada daerah yang lebih kecil dengan elektron melalui layar. Ketiga luminansi merupakan fungsi waktu benturan berkas pada permukaan lapisan fosfor ini berarti kecepatan penyapuan akan mempengaruhi luminansi.Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar?(25) Pertama intensitas cahaya dikontrol oleh dengan jumlah yang jumlah electron pembombardir arus berkas yang membentur layar setiap detik. Oleh karena itu hampir semua pabrik melengkapi pembeli dengan pilihan bahan fosfor.

Jelaskan konstruksi dan bagian-bagian tabung gambar? 4.Nama (siswa): __________________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP1 : Kinerja Keterampilan Pengetahuan Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan prinsip kerja tabung gambar? 5. Jelaskan proses penguraian gambar pada kamera video? 2. Jelaskan sistem penyusunan kembali gambar pada tabung gambar penerima TV? Komponen utama CRT untuk pemakaian pada umumnya berisi: 3. Jelaskan mekanisme penyetelan tabung gambar? 125 .

2. Keterampilan psikomotor Petunjuk : a. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? Anoda Kisi pemusat Kumparan Pembelok Layar Flouresen pemanas Berkas Katoda elektron Kumparan pemFokus Gambar 6. Beri siswa LP2. b.11 skema CRT c. Penilaian : mengacu pada tipe tabung CRT (100) 126 . Tugas untuk siswa : 1.

Nama (Kelompok): ______________________ (____) Kelas: _______ Tgl: _______ LP2 : Kinerja Menggambar berbagai type tabung gambar Soal ! diskusikanlah dan rumuskan jawaban dengan hasil rancangan kelompok 1. Gambarkan berbagai type tabung gambar cari diinternet? 127 .

Siswa diberi nilai untuk tiap rincian tugas LP1.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas sesuai tugas kinerja 3.LP3 kinerja dengan mengacu pada skor maksimum tiap RTK. 4 Berikan format LP3 ini kepada siswa sebelum hari penilaian agar siswa dapat menilai dirinya sendiri. 2.LP3 : Kinerja Keterampilan afektif Petunjuk : Keterampilan afektif 1. Format Penilaian Keterampilan afektif tentang gambar struktur tabung CRT 128 . Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan.

3 b. bertanya dan berpendapat (40) Siswa yang Dinilai REFERENSI DAFTAR PUSTAKA Guru yang menilai ( ) ( ) Kennedy.LP2. siswa aktif dalam menyelesaikan tugas LP1. (30) ketentuan dan 2.1993. New York: ATP Publication. 2001. Jakarta : Erlangga.John. Solid state fundamental for electricians. Roddy. Electronic Communications. Teknik Reparasi Televisi Berwarna.LP3 sesuai tugas kinerja (30) c. Dennis dan John Coolen. Jakarta: Pradnya Paramitra. Komunikasi Elektronika Jilid 1.No. a. Siswa disiplin tepat waktu pada saat mengumpulkan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Singapore. Prentice-Hall of 129 . Rockis.1986.. siswa dapat melakukan ko-munikasi meliputi presentasi. George. Dennis & Coolen.1981. Electronic Communication Systems. Terlibat dalam KBM yang berpusat pada siswa. Roddy. Yoshikatshu Sawamura. Rincian tugas kinerja (Skor Maksimum)kinerja Penilaian Siswa Dapat Tidak Penilaian Guru Siswa Mengacu skor Maksimum 1.1988. Gary. Rekario. McGraw-Hill Co.

New Delhi.India Ltd. 130 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful