P. 1
Latar Belakang Proses Produksi Tanaman

Latar Belakang Proses Produksi Tanaman

|Views: 3,140|Likes:
Published by narailahi89

More info:

Published by: narailahi89 on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

Proses produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bertahap

untuk menghasilkan suatu produk, dengan tujuan produk yang dihasilkan bermutu

baik. Dalam hal ini, produksi tanaman merupakan suatu kegiatan yang dilakukan

secara bertahap dalam bidang pertanian dengan tujuan menghasilkan suatu produk

pertanian dengan hasil dan mutu berupa produk yang baik.

Penggunaan lahan pertanian umumnya terdiri dari persawahan, tegalan,

perkebunan, pekarangan, kebun campuran dan hutan. Setiap bentuk penggunaan

lahan pertanian mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga penerapan

perlakuan kegiatan budidaya di setiap jenis lahan juga berbeda. Sebagian lahan

pertanian memerlukan kegiatan budidaya yang intensif sedangkan bentuk lahan

pertanian yang lain dilakukan dengan tidak terlalu intensif. Keberhasilan budidaya

tanaman pertanian sangat tergantung dari berbagai faktor diantaranya faktor

lingkungan (cahaya, suhu, air dan zat hara dalam tanah) maupun faktor tanaman

budidaya sendiri. Khusus penggunaan lahan pertanian yang bersifat campuran,

pengaturan tata letak jenis tanaman budidaya menjadi sangat penting guna

memperoleh hasil budidaya yang maksimal.

Indonesia merupakan negara agraris, karena sebagian besar penduduk

Indonesia hidup di sekitor pertanian. Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup

semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman,

hewan, dan mikroba) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga

2

diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis

tanaman tertentu, terutama yang bersifat musiman.

Kacang panjang (Vigna sinensis) termasuk dalam famili Fabaceae dan

merupakan salah satu komoditi sayuran yang banyak diusahakan di daerah dataran

rendah pada ketinggian 0-200 m dpl. Masyarakat dunia menyebutkan dengan nama

Yardlong Beans/Cow Peas. Plasma nutfah tanaman kacang panjang berasal dari India

dan Cina. Adapun yang menduga berasal dari kawasan benua Afrika. Plasma nutfah

kacang uci (Vigna umbellata) diketemukan tumbuh liar di daerah Himalaya India,

sedangkan plasma nutfah kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan asli dari

Afrika. Oleh karena itu, tanaman kacang panjang tipe merambat berasal dari daerah

tropis dan Afrika, terutama Abbisinia dan Ethiopia. Perkembangan paling pesat di

negara beriklim panas tropis seperti Indonesia.

Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dikonsumsi

dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur, memiliki kandungan gizi yang

cukup lengkap (protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan

C. Kandungan protein nabati pada sayur kacang panjang berkisar 17-21% banyak

dikonsumsi sebagian besar penduduk Indonesia.

Selain sebagai masakan, ternyata Kacang Panjang juga dapat digunakan

sebagai bahan obat-obatan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diantaranya :

antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan

saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi,

meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan

fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang,

rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar.

3

Hortikultura merupakan salah satu sub sektor dalam sektor pertanian yang

berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Diantara komoditas pertanian yang ada, tanaman hias merupakan salah satu

komoditas yang memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dan

memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

Mawar merupakan salah satu tanaman bunga hias berupa herba dengan

batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan

simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari

dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar

luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis).

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari

Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan

Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah

padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun. Varietas-

varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia adalah: Coctail,

Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland,

Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar

tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar,Sissel, Laser, dan Kiss.

Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik.

Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot,

Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong.

Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan

Salem untuk tanaman taman.

4

Mawar memiliki manfaat, sebagai tanaman hias di taman di luar atau di

dalam rumah serta di halaman kantor ataupun di dalam kantor. Selain itu, tanaman

hias juga dapat digunakan sebagai dekorasi dalam berbagai acara, baik bersifat

formal maupun non formal, sebagai bunga tabur pada upacara kenegaraan atau

tradisi ritual serta diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan

(pada skala penelitian di Puslitbangtri).

Menyadari praktek pola pembangunan pertanian masa lalu dengan masukan

tinggi (penggunaan pupuk kimia dan obat berlebih) ternyata berdampak negatif luas

pada kesehatan dan lingkungan, maka kita perlu mengembangkan pola masukan

rendah (low input sustainable agriculture, LISA) dengan penggunaan pupuk organik,

pupuk hayati dan obat-obatan organik, yang sehat dan ramah likungan.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengganti pestisida sintetik (kimia), salah

satunya dengan mengembangkan pestisida organik ini terutama untuk mengatasi

masalah hama dan penyakit tumbuhan pada tanaman sayuran, buah, dan tanaman

pangan. Kita yang berada di daerah tropis sangat memungkinkan untuk

mengembangkan pestisida organik, mengingat melimpah sumberkeragaman hayati di

negara kita ini. Yang termasuk pestisida organik meliputi pestisida biologi dan

pestisida nabati. Pestisida biologi ini bahan aktifnya berupa mikrobia yang digunakan

untuk pengendalian hayati. Misalnya Bacillus thuringiensis yang mampu

mengendalikan hama jenis ulat. Tricoderma koninggi untuk mengendalikan jamur

akar karet dan layu pada cabe. Pestisida nabati sekarang banyak dikembangkan, yaitu

pestisida yang dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan atau produk tumbuhannya.

Banyak tanaman yang mempunyai potensi sebagai pestisida nabati baik dari akarnya,

batangnya, daunnya, bunganya bahkan buangan (limbah) dari produk yang telah

5

diproses, misalnya limbah pabrik rokok dan jamu. Para peneliti telah banyak menguji

tentang efektifitasnya antara lain daun kecubung, daun mimbo, daun serai, daun

secang, umbi bawang putih, rimpang lempu yang gajah dan emprit dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->