MAKALAH Hukum Kepegawaian Tindakan Hukum Terhadap PNS yang Tidak Disiplin

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Sudah pemandangan biasa melihat banyaknya PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang bolos kerja dan tidak disiplin, tidak hanya di Kabupaten baru saja. Tapi juga hampir di seleruh Indonesia. Padahal, ancaman sudah ditebar, tapi apa hendak dikata sebagian PNS acuh dengan ancaman seperti itu. Ancaman tinggal ancaman, ratusan PNS tetap saja nekat bolos bahkan sebagian masih banyak yang tidak perduli disaat jam kerja berkeliaran di pasar, ditoko dan di tempat-tempat lain. Padahal Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur negara mempunyai posisi sangat strategis dan peranan menentukan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Sebagai aparatur negara, PNS berkewajiban menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada

Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, negara dan pemerintah. Untuk itu, PNS sebagai pelaksana perundang-undangan wajib berusaha untuk taat pada setiap peraturan perundangundangan di dalam melaksanakan tugas kedinasan. Pemberian tugas kedinasan kepada PNS pada dasarnya merupakan kepercayaan dari atasan yang berwenang, dengan harapan bahwa tugas itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karenanya, setiap PNS wajib melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.

B. Tujuan Penulisan Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Hukum Kepegawaian. C. Metode Penulisan

Rumusan Masalah Bagaimana Kedisiplinan PNS Setelah Diterapkannya Peraturan Pemerintah No. diklat fungsional dan diklat teknis.Pada penulisan Makalah ini metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dari buku Hukum kepegawaian. Diklat dapat berupa diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan antara lain diklat kepemimpinan.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil? BAB II PEMBAHASAN A. Yang dimaksud dengan kinerja instansi pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi. misi dan rencana strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. pemerintah menetapkan program manajemen kepegawaian berbasis kinerja. . penegakan disiplin PNS dan sistem remunerasi di lingkungan kerja instansi pemerintah. Salah satu peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk tujuan tersebut adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M. Google dengan keyword Kinerja PNS. D. dan PP Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negri Sipil. Kinerja PNS Dalam usaha meningkatkan kinerja aparaturnya. Upaya lain yang diupayakan pemerintah dalam memperbaiki kinerja peningkatan profesionalitas aparaturnya adalah pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai.

di antaranya sistem rekrutmennya masih sarat dengan KKN.Pemerintah yakin perbaikan kinerja pemerintah dapat terlaksana bila setiap instansi pemerintah menegakkan disiplin PNS. Faktornya multikomleks. Hal ini berakibat pada rendahnya kinerja yang dimiliki pegawai yang terlihat dari sering terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan. Jadilah ia abdi masyarakat yang minta dilayani. Kedisilinan PNS Sebuah korupsi dalam wujud mengurangi jam kerja yang telah ditentukan. pesangon dan/ atau pensiun. Dengan remunerasi pula. bonus atau prestasi. Besaran gaji pokok didasarkan pada bobot jabatan. Korupsi waktu justru lebih berbahaya jika dibandingkan dengan korupsi uang dan kinerja. peningkatan kesejahteraan pegawai dikaitkan dengan kinerja individu dan kinerja organisasi Harus diakui upaya meningkatkan kinerja dan disiplin PNS tidak mudah. Korupsi uang dan kinerja bisa digantikan. Para pegawai dengan tanpa beban memanfaatkan waktu kerja untuk melakukan hal-hal lain di luar pekerjaannya. Selain itu diharapkan PNS wajib menjaga dan mengembangkan etika profesinya. Penggajian PNS juga berdasar pada pola keseimbangan komposisi antara gaji pokok dengan tunjangan dan keseimbangan skala gaji terendah dan tertinggi. Diketahui bahwa tingkat kedisiplinan pegawai masih rendah. honorarium. B. Banyak yang tidak pantas menyandang status pegawai negeri sehingga mereka sulit di bina dan diarahkan. tunjangan tetap. korupsi kinerja bisa diganti dengan lembur tanpa upah. Penerapan peraturan disiplin PNS harus tegas dan konsisten. Remunerasi adalah pemberian imbalan kerja yang dapat berupa gaji. Namun korupsi waktu tidak dapat tergantikan oleh apa pun dan oleh . Korupsi uang bisa diganti dengan membayar kerugian negara. insentif. Dengan remunerasi diharapkan adanya sistem penggajian pegawai yang adil dan layak. Disiplin tersebut tidak terjadi hanya untuk sementara. dan juga rendahnya semangat pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. bukannya bertugas melayani masyarakat. Hal ini terlihat dari fenomena masih adanya pegawai yang berkeliaran di mall-mall atau pertokoan bahkan di pasar tradisional pada saat jam kerja.

Sayangnya. "Pemerintah telah menyiapkan parameter penilaian aparatur.siapa pun. pendidikan dan latihan. tetapi juga dari luar. PNS tidak bisa berkilah lagi. serta sering bolos kerja dengan alasan klasik. Serta. Disiplin harus menjadi nafas bagi setiap aparatur negara dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Semua itu dilakukann dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya aparatur. 53 tahun 2010. Untuk meningkatkan disiplin PNS sebagai abdi negara dan masyarakat diperlukan pembinaan dan pengawasan terus-menerus. Maka korupsi waktu jelas merupakan ancaman yang serius bagi kehidupan sebuah bangsa. maka reward and punishment juga bisa diterapkan secara konsisten. Gaji kecil ataupun gaji besar tidak banyak pengaruhnya. penghargaan. penempatan. rapat di luar kota atau dinas luar. Jadi . perlu peraturan disiplin yang memuat pokok-pokok kewajiban. Semua jenis korupsi tersebut awalnya adalah virus. Maraknya korupsi waktu oleh oknum PNS sepertinya sulit diberantas. pemindahan. sudah tidak lagi menghargai waktu untuk sebuah pengabdian yang mulia. diperlukan pengawasan yang tidak saja dari atasan langsung. waktu terus berputar dan tidak akan pernah kembali lagi. Pemerintah melalui PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil (PNS) dilakukan secara bertahap sejak pengangkatan. serta pemberhentian. dengan selalu mengacu kepada kode etik dan peraturan disiplin yang diberlakukan. dan disiplin tak bisa ditawar-tawar. mal. Di antaranya adanya upaya mangkir pada jam kerja. larangan. Dengan demikian. bahkan ada yang berkeliaran di hotel-hotel atau tempat wisata dengan pasangan selingkuhannya. sebab ini sudah menyangkut mental. Dengan indikatorindikator yang ditetapkan. Mengingat. didukung mentalitas oknum PNS yang memang sedemikian rendahnya. Bukan rahasia lagi jika banyak oknum PNS melakukan korupsi waktu. Justru itu. kemudian berkembang menjadi penyakit. gerakan moral dari masyarakat untuk memberantas berbagai jenis korupsi tersebut. Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah No. seperti kunjungan lapangan. Jika dibiarkan akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Lemahnya sistem pengawasan jam kerja di lingkungan PNS. dengan ukuran-ukuran yang jelas sebagai parameter penilaian. mereka menghabiskan jam kerjanya di warung makan. Maka sudah saatnya diperlukan sebuah sanksi hukum. Padahal. dan akhirnya menjadi karakter. dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar. jumlah PNS yang dikenakan sanksi relatif sangat kecil. Dalam hal ini.

belum banyak mengukur hasil kerja serta dampak kinerjanya. "Ada tujuh belas tingkatan (grade).bahwa PNS pada umumnya kurang disiplin dan kinerjanya lamban. Pola karier PNS itu berdasarkan pendidikan. dan lamanya masa kerja. "Diharapkan kedisiplinan dan kinerja PNS meningkat. setiap instansi pemerintah perlu mengembangkan budaya kerja di lingkungannya masing-masing. sistem penilaiannya masih menekankan pada proses bekerjanya. Hal ini berkaitan dengan tunjangan kinerja atau remunerasi. Untuk itu perlunya penegakan disiplin PNS. Perubahan pola pikir dan peningkatan budaya kerja pada dasarnya merupakan inti dari reformasi birokrasi. ke depan penilaian tak hanya berdasarkan ijazah dan lamanya seseorang bekerja saja. termasuk melalui peraturan perundang-undangan dengan menerapkan sanksi hukum secara tegas bagi setiap pelanggaran. Targetnya. sekaligus bisa dijadikan tolok ukur . Kecakapan tersebut harus dibuktikan dengan lulus dalam ujian dinas dan prestasi dibuktikan secara nyata. Buruknya wajah birokrasi Indonesia selama ini tak lepas dari proses rekrutmen dalam peraturan tentang Penilaian pengangkatan dalam jabatan structural. yang setiap tingkatan ini punya nilai. yang mengacu pada beban tugas dan tanggung jawab. sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. pengawasan terhadap disiplin kerja PNS atau SDM aparatur juga akan ditingkatkan Untuk itu. diklat yang dimiliki. Pengangkatan seseorang untuk menduduki suatu jabatan atau untuk kenaikan pangkat didasarkan atas kecakapan dan prestasi kerja yang dicapai oleh pegawai. sehingga benar tidaknya penilaian itu bisa diuji secara obyektif dan ilmiah. seperti tanggung jawab dan risikonya. Selain itu. Karena itu akan diukur dari aspek kuantitas.sanksi juga sudah ditetapkan. Untuk itu perlu dibuat ukuran-ukuran. Hal ini sudah dijelaskan dalam PP 53 tahun 2010. aspek biaya dan waktu menyelesaikan pekerjaannya. tetapi tidak menjatuhkan hukuman terhadap anak buahnya. "Jadi. rendah dan kurang responsif. Jadi PNS itu harus mempunyai kompetensi dasar dan juga pengetahuan yang bagus Tentu saja untuk menuju ke sana diperlukan perangkat penilaian terhadap kinerja PNS. pada PP No 53 Tahun 2010 ini juga dicantumkan hukuman juga bisa dikenakan terhadap pejabat yang seharusnya memberikan hukuman. sesuai arahan Presiden semuanya selesai tahun 2011. Selain dari pada itu setiap jabatan juga dievaluasi bobot jabatannya. bukan untuk dilayani. Hal ini sebagai respon atas penilaian masyarakat. Bahkan. Namun untuk saat ini. kualitas. mengutamakan peran bukan wewenang serta untuk melayani. PP tahun 2010 ini untuk memperbaiki PP No 30 Tahun 80 yang bersifat umum. SDM aparatur negara harus mendahulukan kewajiban daripada hak.

Begitulah sistem kerja di instansi itu tidak berjalan penuh dengan "like and dislike". Harusnya secara preodik dilakukan pembinaan. Sebab. buruk. sampai pemecatan! Jika sanksi yang di jatuhkan tegas dan jelas pasti PNS tidak akan berani membolos. Kalau tidak mencapai sasaran kerja akan diberi penilaian. Pasti mereka takut dipecat jika aturan mainnya jelas dan dijalankan tanpa pilih kasih. penilaian dan penindakkan bagi yang bermasalah. C. pintar bekerja. tidak mudah menjdi PNS. karena fakta pegawai yang punya pendidikan. Tapi dalam pengaplikasiannya tidak dilakukan secara utuh karena pada umumnya setelah diberi teguran atau peringatan pertama. Sanksinya bisa saja kenaikan gajinya tertunda." ujarnya. pengawasan. Berprofesi sebagai PNS. bahkan banyak PNS yang makan gaji buta karena memang jarang masuk kantor. misalnya skorsing. Pembinaan PNS Pembinaan PNS tidak mungkin berhasil kalau pengawasannya hanya sesekali. tidak masuk kerja tanpa keterangan dan disiplin menjalankan tugasnya setiap hari. abdi negara melayani masyarakat memang enak. Dalam PP 53 tahun 2010 dijelaskan kewenangan masingmasing eselon. atau jabatan diberhentikan. jenjang karir tidak jelas. Meski gaji pas-pasan untuk hidup. Sayangnya sanksi seperti itu sangat jarang di lakukan sehingga tidak menimbulkan efek jera atau menimbulkan rasa takut bagi mereka yang harusnya merasa beruntung menjadi PNS karena tidak mudah menjadi seorang PNS. mutasi. atau kurang. Disiplinnya longgar. Itu Sebabnya PNS menjadi idola di kalangan masyarakat.dalam penilaian kinerja PNS. Apakah baik. BAB III . Malah yang jarang masuk kantor yang di jadikan pejabat eselon dan menduduki meja basah karena dekat dengan pejabat tertentu di tingkat provinsi maupun kabupaten. tidak punya meja sehingga banyak di luaran. tetapi hari tua terjamin hidupnya karena ada dana pernsiunnya. setiap bulan terima gaji. seharusnya dihukum lebih berat. kemudian kembali ke peringatan pertama lagi. lanjut peringatan kedua. namun tidak pernah dipromosikan menduduki jabatan dikantornya.

Hal itu karena tidak adanya tindakan hukum yang tegas yang dilakukan oleh para pejabat yang seharusnya memberikan hukuman. Mereka (PNS) yang keseringan bolos dan telah diberikan teguran berulang-ulang namun masih melanggar akan diberikan sanksi berat berupa pemecatan. Tidak cukup sekedar datang tapi harus dipantau terus apakah mereka bekerja sampai jam kantor tutup atau tidak. kalau tidak. Selain itu diharapkan PNS wajib menjaga dan mengembangkan etika profesinya. tetapi tidak menjatuhkan hukuman terhadap anak buahnya yang telah melakukan pelanggaran.53 Tahun 2010 jo(juncto) PP 30 tahin 1980 Tentang Disiplin PNS. dianggap disiplin sepanjang tahun.PENUTUP Kesimpulan Melihat semua uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa PP Nomor 53 tahun 2010 belum dapat merubah kelakuan buruk para PNS. Padahal pada PP No 53 Tahun 2010 ini juga dicantumkan hukuman juga bisa dikenakan terhadap pejabat yang seharusnya memberikan hukuman. Penerapan peraturan disiplin PNS harus tegas dan konsisten. yang ada mereka malah acuh dengan PP tersebut. Kalau mereka masuk. Saran Seharusnya Kinerja PNS tidak hanya dilihat sesekali seperti hanya dilihat di hari pertama usai merayakan lebaran saja. Jika disiplin telah menjadi nafas para PNS tentunya kinerja pemerintah akan jauh lebih baik. Diposkan oleh Sadam Damchin "The Khalifah" di 08:52 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Link ke posting ini Label: Makalah Hukum Reaksi: MAKALAH TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN KEAMANAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA BAB I . misalnya PP No. Disiplin tersebut tidak terjadi hanya untuk sementara. mereka juga harus di kenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Justru penilaian sepintas itu harus di hilangkan.

serta bermacam-macam kegiatan dilakukan untuk menjaga jangan sampai jatuh korban maupun kemerosotan materi. pembangunan hukum. pertahanan-keamanan dan hukum. dan lain sebagainya. ramburambu lalu lintas yang tidak jelas. sosiologi hukum adalah mengamati dan mencatat hukum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari dan kemudian berusaha untuk menjelaskannya. Jalan raya mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi. Akan tetapi di sisi lain terdapat pengaruh tertentu yang mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap ketentraman kehidupan manusia. politik. Kenyataan menunjukkan betapa banyaknya kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari yang mengakibatkan matinya manusia.PENDAHULUAN A. kendaraan yang tidak memenuhi syarat. kualitas kendaraan dan jalan raya ditingkatkan. Sosiologi Hukum sebagai ilmu terapan menjadikan sosiologi sebagai subyek seperti fungsi sosiologi dalam penerapan hukum. Latar Belakang Pembangunan dan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat. sosial-budaya. . dengan mempergunakan pelbagai jenis kendaraan baik yang bermotor maupun tidak. Pengertian Sosiologi Hukum Sosiologi hukum adalah merupakan suatu disiplin ilmu dalam ilmu hukum yang baru mulai dikenal pada tahun 60-an. merupakan suatu sarana bagi manusia untuk mengadakan hubungan antar tempat. Pihak-pihak yang bertanggungjawab atas keselamatan penggunaan jalan raya telah berusaha sekuat tenaga untuk menanggulangi kecelakaan lalu lintas. Jalan raya. Penyebabnya berkisar pada faktor-faktor seperti pengemudi maupun pemakai jalan yang lainnya. serta dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.[1] B. Pelbagai peraturan telah disusun dan diterapkan yang disertai dengan penyuluhan. cideranya manusia dan kerugian secara material. mengakibatkan manusia dapat hidup lebih tentram. Lain halnya dengan pemahaman hukum secara normatif. konstruksi jalan yang kurang baik. misalnya. Kehadiran disiplin ilmu sosiologi hukum di Indonesia memberikan suatu pemahaman baru bagi masyarakat mengenai hukum yang selama ini hanya dilihat sebagai suatu sistem perundang-undangan atau yang biasanya disebut sebagai pemahaman hukum secara normatif.

sarana mengatur interaksi sosial agar mencapai keadaan-keadaan sosial tertentu. Akan lebih tepat jika dikatakan sosiologi hukum adalah bias/refleksi hukum dalam masyarakat dan sebaliknya bias/refleksi masyarakat ke dalam hukum.pembaharuan hukum. M. sarana untuk mengubah masyarakat. dampak dan efektivitas hukum. Sedangkan Prof. maka permasalahan yang akan dibahas pada bab selanjutnya adalah : 1. Rumusan Masalah Dalam kenyataannya masih terdapat masalah-masalah di jalan raya yang sangat sulit untuk ditanggulangi. kurang hati-hati dan tidak bertanggungjawab. 2. Berdasarkan latar belakang tersebut. sosiologi hukum memberikan kemungkinan serta kemampuan untuk mengadakan evaluasi-evaluasi terhadap efektifitas hukum dalam masyarakat.[2] Sosiologi hukum merupakan suatu ilmu pengetahuan yang secara teoritis analitis dan empiris menyoroti pengaruh gejala sosial lain terhadap hukum dan sebaliknya.[5] C.[4] Sosiologi hukum memiliki kegunaan antara lain. Hubungan karena hukum bukan manusia yang mempunyai hubungan cinta. memberikan kemampuan bagi pemahaman terhadap hukum dalam konteks sosial. kultur hukum. perubahan masyarakat dan perubahan hukum. oleh karena itu akan dicoba untuk menelaah penegakan hukum di jalan raya dengan meninjau aspek-aspek sosiologisnya.[3] Soerjono Soekanto/Satjipto Rahardjo membuat rumusan yang sama tentang sosiologi hukum yakni sosiologi hukum mempelajari hubungan timbal balik antar hukum dan masyarakat. kurang menyetujui pemakaian istilah. Mengapa pengendara menjalankan kendaraan terlalu cepat. . penguasaan konsep-konsep sosial hukum dapat memberikan kemampuan untuk mengadakan analisa terhadap efektifitas hukum dalam masyarakat baik sebagai sarana pengendalian sosial. Bagaimana para pelanggar harus ditangani dan rehabilitasi. Abduh.

Di dalam menghadapi konflik. kecelakaan lalu lintas. Keadaan kemacetan lalu lintas berarti hambatan proses atau gerak pemakai jalan yang terjadi di suatu tempat. akibatnya adalah perilaku-perilaku yang dihasilkan adalah frustasi.[6] Identifikasi masalah-masalah yang dihadapi di jalan raya berkisar pada lalu lintas. oleh karena konflik sebenarnya merupakan suatu bentuk dari frustasi. Di samping itu maka polisi lalu lintas juga melakukan fungsi regeling (misalnya. Di samping itu mungkin gerakan kendaraan berhenti sama sekali atau mandeg. Hambatan dapat terjadi dalam batas-batas yang wajar. Aparat penegak hukum (Polisi lalu lintas) berperan sebagai pencegah (politie toezicht) dan sebagai penindak (politie dwang) dalam fungsi politie. maka seseorang biasanya melakukan apa yang disebut displacement yang berwujud sebagai pengalihan sasaran perilaku agresif . pengaturan tentang kewajiban bagi kendaraan bermotor tertentu untuk melengkapi dengan segi tiga pengaman) dan fungsi bestuur khususnya dalam hal perizinan atau begunstiging (misalnya. kesabaran dan pencemaran lingkungan. Akan tetapi di dalam kenyataannya tidak sedikit pengemudi yang melakukan hal itu. Penegakan Peraturan Lalu lintas Tinjauan utama dari peraturan lalu lintas adalah untuk mempertinggi mutu kelancaran dan keamanan dari semua lalu lintas di jalan-jalan.[7] Mengendarai kendaraan secara kurang hati-hati dan melebihi kecepatan maksimal.BAB II PEMBAHASAN A. pelanggaran lalu lintas. mengeluarkan Surat Izin Mengemudi). secara konvensional berkisar pada kemacetan lalu lintas. tampaknya merupakan suatu perilaku yang bersifat kurang matang. Walau demikian kebanyakan pengemudi menyadari akan bahaya yang dihadapi apabila mengendarai kendaraan dengan melebihi kecepatan maksimal tersebut. namun mungkin dalam batas waktu yang relatif pendek. Masalah-masalah lalu lintas. Mereka demikian beraninya untuk mengambil resiko.

Kalau pada tempat-tempat tertentu dari jalan tersebut ditempatkan petugas patroli jalan raya. obat-obatan dan lain sebagainya. Dengan menerapkan cara periodic reinforcement. merupakan ciri-ciri mental manusia yang sedang mengalami tekanan tidak jarang bahwa manusia mengalami kegembiraan yang luar biasa. merupakan beberapa faktor yang kemungkinan besar akan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengemudikan kendaraan dengan baik.[8] Peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah lalu lintas dan angkutan jalan raya. yang kemudian mengendarai kendaraannya secara membabi buta. Keadaan lelah. kalaupun petugas kadang-kadang ditempatkan di jalan raya tersebut ada kesan . oleh karena sebab-sebab tertentu. maka pengemudi mengetahui kapan dia harus mematuhi peraturan dan bilamana dia dapat melanggar ketentuan-ketentuan tersebut. Cara yang lazim disebutkan periodic reinforcement atau partial reinforcement. Akan tetapi apabila penempatan petugas dilakukan secara tetap. maka ada kecenderungan untuk melebihi kecepatan maksimal. seperti misalnya acting out yakni individu yang bersangkutan melakukan tindakan-tindakan impulsif. Perilaku semacam ini dapat terjadi pada pengemudi. Tidak jarang manusia mempergunakan mekanisme pertahanannya untuk mengatasi rasa khawatirnya itu. lapar. Cara ini diterapkan apabila terhadap perilaku tertentu. tidaklah sepenuhnya sinkron dan ada ketentuan-ketentuan yang sudah tertinggal oleh perkembangan masyarakat. sehingga dia akan lebih berhati-hati di dalam mengemudikan kendaraannya. Kalau seorang pengemudi sudah terbiasakan menjalani rute jalan raya tertentu. Kelelahan fisik dapat mengurangi kemampuan mengemudi. yang kadang-kadang hanya merupakan anggapan saja dari yang bersangkutan. serta konsentrasi yang diperlukan untuk mengemudikan kendaraan dengan baik.Kekhawatiran timbul sebagai akibat dari perasaan akan adanya bahaya dari luar. Hal itu disebabkan oleh karena pengemudi menganggap dirinya telah mengenal bagian dari jalan raya tersebut dengan baik. Namun demikian tidaklah berlebih-lebihan untuk mengemukakan beberapa cara penegakan peraturan lalu lintas yang menurut pengalaman akan lebih efisien. rasa gembira tersebut mengakibatkan pengemudi menjalankan kendaraan dengan kecepatan yang melebihi kecepatan maksimal. Hal-hal yang dikemukakan di atas. maka ingin ditimbulkan kesan pada pengemudi bahwa di mana-mana ada petugas. tidak selalu diberi imbalan atau dijatuhi hukuman. Tanpa disadari. usia yang sudah mulai tua. maka dia tidak mempunyai kesempatan untuk melanggar batas maksimal kecepatan.

Pakaian seragam maupun kendaraan dinasnya merupakan lambang dari kekuasaan negara yang bertujuan untuk memelihara kedamaian di dalam pergaulan hidup masyarakat. Seorang petugas yang emosional dan impulsif tidak saja akan merusak seluruh korps. bukanlah selalu seorang penjahat (walaupun kadang-kadang petugas berhadapan dengan penjahat). Oleh karena itu. Penanganan terhadap para pelanggar. Yang kedua adalah bahwa seorang petugas atau penegak hukum harus menyadari bahwa dia adalah seseorang yang diberi kepercayaan oleh negara untuk menangani masalah-masalah lalu lintas. siapakah pelanggar peraturan lalu lintas tersebut. Hal ini biasanya akan dapat mencegah seseorang untuk melanggar peraturan. bukanlah sikap professional di dalam menangani masalah-masalah lalu lintas. Yang pokok disini adalah bahwa seorang yang melanggar peraturan lalu lintas. serta pengetahuan dan pemahaman hukum yang cukup besar. memerlukan kemampuan dan ketrampilan professional. Hal ini bukanlah menyangkut apa pekerjaannya. Pengutamaan kekuatan fisik. Seorang pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas adalah seseorang yang lalai di dalam membatasi penyalahgunaan hak-haknya. Cara ini bertujuan untuk menjaga keselamatan jiwa manusia.[9] B. Dengan cara ini dimaksudkan sebagai cara untuk menempatkan mobil polisi atau sarana lainnya secara menyolok. sehingga pengemudi melihatnya dengan sejelas mungkin. Dan sudah tentu. Menangani Para Pelanggar Pertama-tama seorang petugas harus bertanya pada dirinya sendiri. walaupun dia selalu disebut oknum apabila berbuat kesalahan. yang biasanya bertujuan untuk mencegah pengemudi mengendarai kendaraan secara membahayakan. dan seterusnya. Cara ini bertujuan untuk menghasilkan pengemudi yang berperilaku baik. maka para penegak hukum harus mempunyai pendidikan formal dengan taraf tertentu.bahwa petugas itu selalu ada disitu.[10] . siapa namanya. Cara kedua biasanya disebut conspicuous enforcement. bahwa kedua cara tersebut memerlukan fasilitas yang cukup dan tenaga manusia yang mampu serta terampil.

yang tidak hanya melingkupi mereka yang biasa menangani masalah-masalah lalu lintas. maka dia akan dimaki-maki oleh pengemudi-pengemudi yang berada di belakangnya. Pemasangan rambu yang tidak wajar akan menyebabkan terjadinya kebingungan pada diri pengemudi. mempunyai pengaruh terhadap pengemudi. besar kecilnya bentuk huruf. Di dalam sekolah pendidikan pengemudi tersebut. Seorang instruktur harus mempunyai kemampuan untuk mendidik.[11] Pendidikan bagi pengemudi. Murid-murid harus diperlakukan sebagai orang dewasa. maka agak sukar baginya untuk melihat lampu lalu lintas. dan warna rambu lalu lintas. sekolah mengemudi merupakan suatu lembaga pendidikan yang tujuan utamanya adalah menghasilkan pengemudi-pengemudi yang cakap dan terampil di dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. berilah kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengambil keputusan. Pada masyarakat lain di luar Indonesia. Kalau tidak maka kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerugian benda atau hilangnya nyawa seseorang. Pemasangan lampu lalu lintas. akan dapat mencegah terjadinya kecelakaan. Sekolah-sekolah tersebut dikelola oleh para ahli. yang paling pokok adalah sikap dari instruktur. Kalau dia berhenti tepat di garis berhenti. Masalahnya adalah.[12] BAB III . Bentuk jalan raya. juga mempunyai pengaruh terhadap perilaku pengemudi. Apabila lampu lalu lintas tersebut ditempatkan sejajar dengan garis berhenti. Instruktur harus mampu menciptakan suatu suasana dimana muridmuridnya dengan konsentrasi penuh menerima pelajarannya. akan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. oleh karena di dalam mengendarai kendaraan yang terpenting adalah dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat. maka dia harus berhenti jauh di belakang garis behenti. Apabila hal itu dilakukan. misalnya. kemampuan untuk mengajar saja tidaklah cukup.Perencanaan jalan raya dan pemasangan rambu lalu lintas yang disertai pertimbangan. akan tetapi kadang-kadang juga ada psikologinya maupun ahli ilmuilmu sosial lainnya. maka hal itu akan menyebabkan pengemudi menghadapi masalah. untuk melihat lampu dengan jelas. juga merupakan salah satu cara dalam menangani para pelanggar lalu lintas. Pemasangan rambu yang tepat untuk memperingati pengemudi bahwa di mukanya terdapat tikungan yang berbahaya.

apakah jalan tersebut ramai atau sepi. sikap yang lugas (zakelijk) dari para penegak hukum. Di lain pihak dia harus mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri untuk mengambil keputusan yang bijaksana. penyesuaian peraturan lalu lintas dengan memperhatikan usaha menanamkan pengertian tentang peraturan lalu lintas. serta appeal kepada masyarakat untuk membantu penegakan peraturan lalu lintas. dilarang parkir juga tidak membuang sampah sembarangan di jalan. yakni: pemberian teladan kepatuhan hukum dari para penegak hukum sendiri. setiap orang berkewajiban untuk menjaga kesopanan di jalan. Kesimpulan Penegakan peraturan lalu lintas secara baik sangat tergantung pada beberapa faktor yang selama ini kurang mendapatkan perhatian yang seksama. B. Kecepatan dalam mengendarai kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan. Pertama-tama penegak hukum harus dapat menjaga kewibawaannya untuk kepentingan profesinya. siang. penjelasan tentang manfaat yang konkrit dari peraturan tersebut. salah satunya dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Penegak hukum di jalan raya. ataupun malam. Untuk angkutan umum hendaknya tidak menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan. Semenjak calon pengemudi menjalani ujian untuk memperoleh surat izin mengemudi harus dipertimbangkan hal-hal yang menyangkut tingkat kecerdasan pengemudi. kita harus menyadari bahwa bukan hanya kita saja yang menggunakan jalan tersebut. sehingga menghasilkan keadilan. aspek fisik pengemudi/calon pengemudi. . misalnya ke kiri jalan terus atau ke kiri ikuti lampu.PENUTUP A. sore. tetapi setiap orang berhak menggunakannya. Walaupun itu merupakan hak setiap orang namun. Saran Para pengguna jalan harus memiliki etika kesopanan di jalan serta harus mematuhi dan melaksanakan peraturan lalu lintas. merupakan suatu hal yang sangat rumit. Dalam memanfaatkan jalan. waktu pagi. kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Masalah-Masalah Sosial. Sosiologi Hukum. Soerjono. Polisi dan Lalu Lintas (Analisis Menurut Sosiologi Hukum).wikipedia. 1989. 1994. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara http://id. M.DAFTAR PUSTAKA Abduh. 2002. 1990. Jakarta: RajaGrafindo Persada . Soerjono.org/wiki/Hukum. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Soekanto. Soerjono. Bandung: Citra Aditya Bakti Soekanto. Bandung: Mandar Maju Soekanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful