P. 1
Undang

Undang

|Views: 743|Likes:

More info:

Published by: Wiwi Keropywee Dwifa Haesu on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

3.

4.

5. 6.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824); Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3492); Undang-undang Nomor 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pemberantasan, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hewan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3101); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253): Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1997 tentang Penolakan Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1997 tentang Usaha Peternakan. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952): Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090); Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Dekonsentrasi (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4095); Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerag (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4139); Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1981 tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam Keputusan Presiden Nomor 74 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pengawasan Penyenggaraan Pemerintahan Daerah; Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pembentukan dan Teknik Penyusunan Peraturan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 2 Seri D); Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2000 tentang Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 3 Seri D); Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2000 tentang Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 20 Seri D); Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 54/kpts/UM/1981 tentang Daerah Tingkat I Provinsi Jawa Timur Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku; Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 398/kpts/UM/1981 tentang Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku; Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 928a/kpts/UM/11/1981 tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam;

7. 8. 9. 10.

11.

12.

13. 14. 15. 16.

17. 18. 19. 20. 21.

22. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 928/kpts/org/11/1981 tentang Pembentukan Tim Pengendali Pusat Satuan Tugas Pelaksanaan Pusat dan Satuan Pelaksanaan Daerah, Pelaksana Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1981; 23.. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 928c/kpts/UM/11/1981 tentang Petunjuk Pelaksanaan Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1981; 24. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 487/kpts/UM/6/1981 tentang Pencegahan Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan Menular; 25. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 363/kpts/UM/5/1982 tentang Pedoman Khusus Pencegahan dan Pemberantasan Rabies; 26. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 417/kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman Umum Penyebaran dan Pengembangan Ternak; 27. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 418/kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman Budidaya Ternak Kambing/Domba yang baik (Good Farming Ractice); 28. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 421/kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman Budidaya Ternak Kuda yang baik (Good Farming Ractice); 29. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 423/kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman Budidaya Ternak Babi yang baik (Good Farming Ratice); 30. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 425/kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman Budidaya Ternak Ayam Petelur yang baik (Good Farming Ractice); 31. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 237/kpts/PD.430/6/2005 tentang Pedoman Budidaya Ternak Itik yang baik; 32. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 238/kpts/PD.430/6/2006 tentang Pedoman Budidaya Ternak Ayam Ras yang baik; 33. Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Perindustrian Nomor 40/kpts/UM/2/1975 tentang Perijinan dan Pengawasan Atas Pembuatan Peredaran dan Peredaran dan Penyimpanan Ransum Makanan Ternak; 34. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep/MK/III/11/1975 tentang Pemberian Pembebasan Seluruhnya/ Sebagian Bea Masuk dan Pajak Penjualan Impor Atas Impor Vaccin dan Sera, Obat-obatan dan Bahan Obat-obatan Khusus untuk Hewan; 35. Daftar Lampiran I. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep-130/MK/III/11/1975 tanggal 17 November 1975; 36. Daftar Lampiran II. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep-130/MK/III/11/1975 tanggal 17 November 1975; 37. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 50/kpts/DJP/Deptan/1976 tentang Pelarangan Pengeluaran Sapi dari Pulau Bali ke Pulau Lombok; 38. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 686/kpts/UM/1976 tentang Larangan Pemasukan Hewan, Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal Hewan dari Negara Philipina; 39. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 557/kpts/TN/529/1976 tentang Syaratsyarat Rumah Potong Unggas dan Usaha Pemotongan Unggas; 40. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 146/kpts/Ditjen/1976 tentang Pengeluaran Daging dari Pulau Jawa dan Bali ke Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera; 41. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 539/kpts/UM/12/1977 tentang Peraturan Perijinan Pembuatan, Penyediaan dan Peredaran Obat Hewan; 42. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 328/kpts/UM/4/1978 tentang Daerah

56.210/Kpts/1996 tanggal 5 Desember 1996 tentang Petunjuk Pengendalian Penyakit Hewan Keluron Menular (Brucellosis). Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 179/kpts/DJP/Deptan/1980 tentag Klasifikasi Obat Hewan. Tatacara Permohonan dan Pemberian Ijin Usaha Peternakan. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 108/kpts/DJP/Deptan/1980 tentang Peredaran Obat Hewan Bagi Pedagang Pengecer. 59.43. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 274/kpts/DJP/Deptan/1980 tentang Syarat-syarat Teknis pada Perusahaan Peternakan Ayam Bibit. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 106/kpts/Deptan/1980 tentang Pedoman Peredaran Obat Hewan dan Persyaratan Perlengkapan Importit. 143 Tahun 1978 tentang Peningkatan Pemberantasan dan Penanggulangan Rabies. 54. . 51. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 109/kpts/DJP/Deptan/1980 tentang Syarat-syarat Pembungkusan dan Penandaan Obat Hewan. Pulau Bali dan Pulau Madura Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku. Obat-obatan dan Bahan Baku Obat-obatan Khusus untuk Hewan. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 358/Kpts/DJP/Deptan/1978 tentang Tata Cara Pendaftaran Obat Hewan. Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 19/OT. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 178/kpts/DJP/Deptan/1980 tentang Syarat-syarat Pabrik Obat Hewan.Kes/SK/VIII/1978. Penyediaan. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 107/Kpts/DJP/Deptan/1979 tentang Syarat-syarat dan Tata Cara Permohonan Ijin Usaha Pembuatan. 46. 50. 48. Distribusi/Grosir Obat Hewan. Penyediaan dan Peredaran Obat Hewan. 55. 53. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 139/KMK. Keputusan Direktur Jeneral Peternakan Nomor 75/OT. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 107/kpts/Deptan/1980 tentang Pedoman Pemakaian Obat Keras untuk Hewan. 58. 522/kpts/UM/8/1978.210/Kpts/1996 tanggal 28 Februari 1996 tentang Tata Cara dan Syarat Pelatihan serta Penyelenggaraan Inseminasi Buatan. Peredaran dan Pemakaian Obat Hewan. Menteri Pertanian RI dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 279A/Men. Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 289/Kpts/DJP Deptan/1996 tanggal 1 Mei 1996 tentang Pedoman Pengawasan dan Standar Mutu Bibit Anak Ayam Ras Niaga atau Final.05/1979 tentang Pemberian Pembebasan Seluruh/Sebagian Bea Masuk dan PPN Impor Atas Pemasukan Vaccin dan Sera. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 108/Kpts/DJP/Deptan/1979 tentang Pengawasan Atas Pembuatan. 49. Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 406/kpts/org/6/1980 tentang Syarat-syarat. 44. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 328/kpts/UM/op/5/1978 tentang Peraturan Penolakan Penyakit dan Karantina Hewan. 52. 47. Surat Keputusan Menteri Bersama Menteri Kesehatan RI. 57. 45.

susu. namun masih sederhana sehingga bibit ternak yang dihasilkan kurang dapat bersaing. apabila digunakan bibit . Untuk itu pemerintah berkewajiban membina dan menciptakan iklim usaha yang mendukung usaha pembibitan sapi perah sehingga dapat memproduksi bibit ternak untuk memenuhi kebutuhan jumlah dan mutu sesuai standar. Pengembangan pembibitan sapi perah memiliki potensi yang cukup besar dalam rangka mengurangi ketergantungan impor produk susu maupun impor bibit sapi perah. tenaga kerja dan kebutuhan lainnya. kemudian menyebar ke Eropa. Perancis. Sapi adalah hewan ternak terpenting sebagai sumber daging. Italia. Saat ini sebagian peternakan sapi perah telah dikelola dalam bentuk usaha peternakan sapi perah komersial dan sebagian lagi masih berupa peternakan rakyat yang dikelola dalam skala kecil. Afrika dan Asia (India dan Pakistan). populasi tidak terstruktur dan belum menggunakan sistem breeding yang terarah. seperti halnya bison. Manajemen ternak perah Makalah Manajemen Ternak Perah MEMELIHARA TERNAK SAPI PERAH ( Bos sp.Sentra Peternakan Sentra peternakan sapi di dunia ada di negara Eropa (Skotlandia. Untuk itu bibit sapi perah memegang peranan penting dalam upaya pengembangan pembibitan sapi perah. Sapi berasal dari famili Bovidae. kerbau Afrika (Syncherus). disamping pemberian fasilitas bagi peningkatan nilai tambah produk bibit seperti antara lain pemberian sertifikat. sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni. Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah. banteng. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia. 2. Belanda). produksi dan produktifivitas sapi perah.Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen.000 kg susu/tahun.Latar Belakang Susu sebagai salah satu produk peternakan merupakan sumber protein hewani yang semakin dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sapi Friesian Holstein misalnya.Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. . kerbau (Bubalus). Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 774/kpts/DJP/Deptan/1982 tentang Syarat-syarat Teknis Perusahaan Peternakan Ayam Petelur atau Ayam Pedaging. ) BAB I PENDAHULUAN 1. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan susu tersebut dilakukan peningkatan populasi. Switzerland. Afrika dan seluruh wilayah Asia.60. dan anoa. dengan persentase lemak susu sekitar 3-7%. Australia. 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. walaupun dalam hal manajemen umumnya telah bergabung dalam koperasi. Inggris. Amerika. terkenal dengan produksi susunya yang tinggi (+ 6350 kg/th). Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia. Menjelang akhir abad ke-19. Namun demikian sapi-sapi perah tersebut ada yang mampu berproduksi hingga mencapai 25. Denmark.

lingkungan yang mendukung dan menerapkan budidaya dengan manajemen yang baik. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. kulit yang dimanfaatkan untuk industri dan pupuk kandang sebagai salah satu sumber organik lahan pertanian. BAB II PEMBAHASAN 1. dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Pada kandang tipe tunggal. yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta 2)Kelompok dari Bos primigenius. ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan.5x2 m. tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Friesian Holstein (dari Belanda).Manfaat Ternak Sapi Peternakan sapi menghasilkan daging sebagai sumber protein.Penyiapan Sarana dan Peralatan Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal. apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. 2.Jenis Sapi Perah Secara garis besar. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. seperti creolin. Namun. Saat ini produksi susu di dunia mencapai 385 juta m2/ton/th.5x2 m atau 2. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen. dan bahanbahan lainnya. Produksi susu sapi di PSPB masih kurang dari 10 liter/hari dan jauh dari standar normalnya 12 liter/hari (rataratanya hanya 5-8 liter/hari).Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris). 4. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.Pedoman Teknis Budidaya 1. yaitu 1)Kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk.Persyaratan Lokasi Peternakan Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan. penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran.5x1 m per . Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). khususnya pada zone yang beriklim sedang. Brown Swiss (dari Switzerland).Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua. sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1.8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1.Hasil survei di PSPB Cibinong menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein.unggul. 3. sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. lysol. Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). susu. yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak.

jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar. Sementara calon induk yang baik antara lain: . . bentuk kepala baik. .produksi susu tinggi.5 m dari tanah. . panjang dan berkelokkelok.5 tahun. . dan . .5 tahun dan sudah pernah beranak.pertumbuhan ambing dan puting baik. Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: .ambing cukup besar. pertautan pada tubuh cukup baik.bentuk tubuhnya seperti baji.kepala dan leher sedikit panjang. 3)Sistim Pemuliabiakan . . pundak tajam.tiap tahun beranak.tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular.badan panjang.besar badannya sesuai dengan umur. lingkar dada dan lingkar perut besar. .berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai eturunan produksi susu tinggi. .daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya. bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada ketrunannya. .Pembibitan Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah: . . pundak sedikit tajam dan lebar. . 1)Pemilihan bibit dan calon induk Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi. harus disisihkan. 2)Perawatan bibit dan calon induk Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu. apabila diraba lunak.sehat dan tidak cacat. kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%.berasal dari induk dan pejantan yang baik. dengan tinggi atas + 2-2.memiliki kesuburan tinggi.ekor. punggung dan pinggul rata. .kepala lebar. punggung lurus. terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek.umur sekitar 4.sehat. dada dalam. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m). serta . .5 . punggung kuat.berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi. . jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat. ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur. . leher besar.4. puting susu tidak lebih dari 4. .paha rata dan cukup terpisah. pinggang lebar.Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. kuat. vena susu banyak.dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar. .muka sedikit panjang. sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya. diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. 2. kulit halus.matanya bercahaya. badan cukup panjang.jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris. dada dalam dan pinggul lebar. dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu.umur 3. . . serta .

Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau. panjang badan dan tinggi pundak. gaplek. Kandang harus dibersihkan setiap hari. kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk.Perawatan Ternak Ternak dimandikan 2 hari sekali. 5.Pemberian Pakan Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara. kapur. Hijauan yang berupa jerami padi.Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. pucuk daun tebu. setiap hari sapi digembalakan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1-2 bulan. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.Pemeliharaan Sanitasi dan Tindakan PreventifPada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. 6. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. lamtoro. dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar).Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan.Selain makanan. sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari. dll. 4. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. 3. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. ampas tahu.Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada. alfalfa. rumput gajah. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).Pemeliharaan Kandang . yaitu: a)sistem penggembalaan (pasture fattening) b)kereman (dry lot fattening) c)kombinasi cara pertama dan kedua. Bibit harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Setelah kandang dibersihkan. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. rumput benggala atau rumput raja.Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul. serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara.

Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Gejala: (1) rongga mulut.Hama Dan Penyakit Penyakit a. (6) limpa bengkak dan berwarna kehitaman.Penyakit antraks Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung. Dalam keadaan sangat parah. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri. Gejala: (1) kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa. air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE. Gejala: (1) demam tinggi. mulut. (4) air liur keluar berlebihan. . 3. telinga. pengobatan antibiotika. berwarna merah dan kebiruan. anus dan vagina.Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. (2) demam atau panas. (2) leher. (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Pengendalian: vaksinasi. (2) gangguan pernafasan. dan vulva membengkak. suhu badan menurun drastis. air susu. Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi. sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam. alat kelamin dan badan penuh bisul. mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati. (4) demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE) Penyebab: bakteri Pasturella multocida. leher.Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE) Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing. b. lidah. dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening. makanan/minuman atau pernafasan. 5. (3) pembengkakan pada kelenjar dada. selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua. (4) kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung. (3) paru-paru meradang. (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali. anus. badan lemah dan gemetar.

tingkat penjualan dan pembelian sapi dan produknya secara tunai mencapai 13% dari seluruh peternakan yang ada di dunia. pemerahan. 7. Di Amerika Serikat.5. dan sapi afkiran. .Hasil Tambahan Selain susu sapi perah juga memberikan hasil lain yaitu daging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tidak produktif serta pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran ternak. Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niaga harus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding dengan pemeliharaannya. pejantan. sanitasi dan pencegahan penyakit. Sementara tingkat penjualan anak sapi (pedet). (3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit. 2. serta pengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi. serta tetap memantapkan pola PIR diatas. (2) kulit kuku mengelupas. Selain itu melakukan upaya kooperatif dan integratif (horizontal dan vertikal) dengan petani lainnya dan instansiinstansi lain yang berkompeten. 6.Hasil Utama Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk betina. pejantan sapi perah. dimana minimum pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak (terserap) diusahakan sekitar 3.Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman 1.Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot) Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. walaupun tingkat efisiensinya dapat dicapai dengan minimal pengusahaannya sebanyak 2 ekor dengan ratarata produksi susu sebanyak 15 lt/hari.Panen 1.4% dari bahan kering. 2.Pencegahan Serangan Upaya pencegahan dan pengobatannya dilakukan dengan memotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30 menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yang bersih dan kering. Produksi susu sejumlah itu masih perlu ditingkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di dunia ini. Gejala: (1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh. penerapan sistem recording. (4) sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.Gambaran Peluang Agribisnis Usaha peternakan sapi perah keluarga memberikan keuntungan jika jumlah sapi yang dipelihara minimal sebanyak 6 ekor. Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pembudidayaan sapi perah tersebut dapat juga dilakukan dengan melakukan diversifikasi usaha.Produksi susu sapi di dunia kini sudah melebihi 385 juta m2/ton/th dengan tingkat penjualan sapi dan produknya yang lebih besar daripada pedet.Untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi maka pengelolaan dan pemberian pakan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak. dan sapi afkir hanya berkisar 3%. pengelolaan hasil pascapanen.4. pemberian pakan. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal.Analisis Usaha Budidaya Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih bersifat subsisten oleh peternak kecil dan belum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. A.

Kenaikan ini terjadi karena adanya impor sapi perah asal Australia dan New Zealand ( Achjadi. Menjelang akhir abad ke-19. (feeding). dan anoa. yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. 2001). mulai dari peternak sampai dengan pemerintah. Hasil survei menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein. Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah. banteng. Afrika dan seluruh wilayah Asia. 36% dari Jawa Barat dan sisanya 15% dari Jawa Tengah. dan menjadi 369. Keberhasilan usaha peternakan sapi perah sangat tergantung dari keterpaduan langkah terutama di bidang pembibitan (Breeding). kerbau (Bubalus). yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius. Dari segi perkembangan populasi sapi perah pada tahun 1970 sekitar 3000 ekor menjadi 193. selain kambing. Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris).000 ton. dan tata laksana (management). 2005). seperti halnya bison. Friesian Holstein (dari Belanda). Pengembangan usaha peternakan sapi perah di Indonesia (on farm) beserta industri pengolahannya (off farm) mengalami kemajuan pesat pada tahun 1980 sampai dengan 1990 namun pada tahun 1990 sampai dengan 1999 produksi susu segar relatif tetap. Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia (Menteri Negara Riset dan Teknologi. Untuk memperbaiki keadaan ini dibutuhkan usaha yang keras dari segala komponen yang terkait.000 ekor pada tahun 1991. Pemeliharaan sapi secara intensif mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. kemudian menyebar ke Eropa. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlangsung lama tanpa adanya upaya perbaikan pengelolaan sapi perah. bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan peternak serta . (1999). Banyak permasalahan yang timbul seperti permasalahan pakan. Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia. Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen. pakan. Sapi berasal dari famili Bovidae. kerbau Afrika (Syncherus). Ketiga bidang tersebut kelihatannya belum dapat dilaksanakan dengan baik.Manajemen Sapi Perah Pada Peternakan Rakyat I.000 ekor pada tahun 1985. Produksi tersebut terbagi atas 49% berasal dari Jawa Timur. Sistem peternakan sapi perah yang ada di Indonesia masih merupakan jenis peternakan rakyat yang hanya berskala kecil dan masih merujuk pada sistem pemeliharaan yang konvensional. diperlukan adanya perubahan pendekatan dari pengobatan menjadi bentuk pencegahan dan dari pelayanan individu menjadi bentuk pelayanan kelompok. Agar permasalahan tersebut dapat ditangani dengan baik. sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni. Brown Swiss (dari Switzerland). yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk. Secara garis besar. Pada tahun 1999 industri persusuan nasional hanya memproduksi ± 20% terhadap total kebutuhan industri pengolahan. manajemen pemeliharaan biasanya terbagi atas pemeliharaan sapi perah dan sapi potong. Jumlah susu segar yang diproduksi pertahunnya mencapai kurang lebih 330. domba dan ayam. Di Indonesia. sehingga sisanya masih sangat bergantung kepada bahan baku impor. reproduksi dan kasus klinik. PENDAHULUAN Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang penting sebagai sumber protein hewani. 2005). 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit (Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjaga agar ternak nyaman sehingga dapat mencapai produksi yang optimal. dengan tinggi atas ± 2-2. Pada kandang tipe tunggal. (Hasanudin. Lantai jangan terlalu licin dan terlalu kasar serta dibuat miring (bedakan ± 3 cm). sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1. Oleh karena itu. Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit 3.8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1. MANAJEMEN PEMELIHARAAN Untuk mendapatkan hasil yang optimal. dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Selokan bagian dalam kandang untuk pembuangan kotoran. Tinggi tiang kandang sekurang-kurangnya 200 cm dari lantai kandang j. Ukuran bak pakan : panjang x lebar = bersih 60 x 50 cm c. b. penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran. Ada gudang makanan atau rumput atau c. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran . Tinggi penghalang kepala sapi 100 cm dari lantai kandang f. II. dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak tentang manajemen sapi perah yang baik sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dan ekonomi. Penyiapan sarana dan peralatan tertutama perkandangan 2. Jauh dari daerah hunian d. Atap kandang dibuat dari genteng k. air kencing dan air bekas mandi sapi : Lebar (L) x Dalam selokan (D) = 35 x 15 cm h.5 x 2 m.5 x 2 m atau 2. Ada sumber air atau b. administrasi serta perhitungan ekonomi II. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. Penyiapan Sarana dan Peralatan Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal.5 x 1 m per ekor. 1988). Kesehatan dan sanitasi 4. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan. Selokan bagian luar kandang untuk pembuangan bekas air cucian bak pakan dan minum : L x D = 10 x 15 cm i. yaitu : Persyaratan secara umum a.masih melekatnya budaya pola berfikir jangka pendek tanpa memperhatikan kelangsungan usaha sapi perah jangka panjang. Tinggi bak pakan dan minum bagian dalam 40 cm (tidak melebihi tinggi persendian siku sapi) dan bagian luar 80 cm e. Ukuran bak minum : panjang x lebar = bersih 40 x 50 cm d. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen. pola pemeliharaan sapi potong harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Manajemen pemberian makan 5.1.5 m dari tanah. g. Terdapat lahan untuk bangunan dengan luas yang memadai dan berventilasi : sumur hijauan masyarakat Persyaratan secara khusus : a. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1. tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Letak kandang diusahakan lebih rendah dari sumber air dan lebih tinggi dari lokasi tanaman rumput.

Kaki kuat. . Gangguan reproduksi dapat berupa hipofungsi. Badan berbentuk segitiga. seperti creolin.rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).5 tahun dan sudah pernah beranak. sedangkam sebelum diperah gembung dan besar. Adanya gangguan penyakit pada sapi perah yang disertai dengan penurunan produksi dapat menyebabkan sapi dikeluarkan dari kandang atau culling. halus. Gumba. Umur 3. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. displasia abomasum dan pneumonia. II. Tiap tahun beranak. Agar dapat memperoleh bibit sapi perah yang baik diperlukan adanya seleksi baik berdasarkan silsilah. bentuk luar atau antomis maupun berdasarkan jumlah produksi. punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang 5. retensi plasenta. retensi plasenta. Jika BCS lebih dari 4 dapat menyebabkan gangguan setelah melahirkan seperti mastitis. luas. Selain itu faktor-faktor yang perlu diperhatikan didalam kesehatan sapi perah adalah lingkungan yang baik. ketosis dan panaritium. Leher panjang dan lebarnya sedang. pemerahan yang rutin dan peralatan pemerahan yang baik. 3%. Produksi susu tinggi. 9. Dan saat sehabis diperah ambing akan terlimpat dan kempis. memanjang kedepan kearah perut dan melebar sampai diantara paha. II. 11. tidak pincang dan jarak antara paha lebar 6. 12. nilai BCS yang ideal adalah 3. sempit. Pinggang pendek dan lebar 4. Gangguan kesahatan pada sapi perah terutama berupa gangguan klinis dan reproduksi. Manjememen kesehatan yang baik sangat mempengaruhi kesehatan sapi perah. Sedangkan kondisi tubuh yang kurus menyebabkan produksi susumenurun dengan kadar lemak yang rendah. Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan. Tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular. Ciri-ciri sapi perah betina yang baik: 1. tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol (BCS umumnya 2) 7.5 (skala 1-5). 3 Kesehatan Gangguan dan penyakit dapat mengenai ternak sehingga untuk membatasi kerugian ekonomi diperlukan control untuk menjaga kesehatan sapi menjadi sangat penting. Culling pada suatu peternakan tidak boleh lebih dari 25. 10. lysol. elastis dan diantara keempat kuartir terdapat jeda yang cukup lebar. Kondisi ambing lunak. Dada lebar dan tulang -tulang rusuk panjang serta luas 8. Friesian Holstein (dari Belanda) dan Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). panaritium. Kepala panjang . endometritis dan mastitis baik kilnis dan subklinis. bloot. dan bahan-bahan lainnya. milk fever dan hipocalcemia).2 Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit Sapi perah yang cocok dipelihara di Indonesia adalah sapi Shorthorn (dari Inggris). Ambing besar. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk pemeliharaan sapi dengan melihat body condition scoring. sedikit kurus dan tidak banyak berotot 2.5-4. dan 13.kawin berulang. enteritis. besarnya gelambir sedadang dan lipatan-lipatan kulit leher halus 3. Berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi. Sedangkan gangguan klinis yang sering terjadi adalah gangguan metabolisme (ketosis. distokia.

pemberian pakan. ampas tahu. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 3050 kg/ekor/hari. II. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. rumput benggala atau rumput raja. penerapan sistem recording. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 12 kg/ekor/hari. Umumnya pakan diberikan dua kali perhari pada pagi dan sore hari. rumput gajah. terakhir melahirkan dan sapi yang terlambat kawin Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niaga harus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding dengan pemeliharaannya. pemerahan. Pada anak sapi pemberian konsentrat lebih tinggi daripada rumput. dll.II. gaplek. pengelolaan hasil pascapanen. serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur. periode bunting. yaitu system penggembalaan. . periode kering kandang dan laktasi. daun ubi dan daun kacang-kacangan) dan konsentrat (40%). KESIMPULAN DAN SARAN Dalam upaya pelaksanaan program manajemen kesehatan sapi perah dari segi kesehatan kelompok memerlukan perhatian. Konsentrat diberikan sebelum pemerahan sedangkan rumput diberikan setelah pemerahan. Selain makanan. Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul. Pemberian pakan secara intensif dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB.Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas. kapur. system perkandangan atau intensif dan system kombinasi keduanya. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal. sanitasi dan pencegahan penyakit. Pemberian pakan pada sapi perah dapat dilakukan dengan tiga cara. lamtoro. serta pengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi. pencatatan asal usul sapi (pedigree). III. 5 Administrasi serta perhitungan ekonomi Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih konvensional dan belum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. 2 . pencatatan reproduksi sapi seperti sapi kapan terakhir dikawinkan. seperti kualitas sumber daya manusia yang baik dan peningkatan program pelayanan kepada peternak. 4 Manajemen pemberian makan Pakan sapi terdiri dari hijauan sebanyak 60% (Hijauan yang berupa jerami padi. setiap hari sapi digembalakan. Pemberian jumlah pakan berdasarkan periode sapi seperti anak sapi sampai sapi dara. sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan perhari. daun jagung. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum). Sistem recording meliputi tanggal kelahiran. pucuk daun tebu.

. i Daftar Gambar ……………………………………………………………………. 2011 · Filed under courses MAKALAH PENGHAYATAN PROFESI KEDOKTERAN HEWAN JENIS DAN TATA CARA PEMELIHARAAN SAPI PERAH oleh Anggina Sari Salmi Arian Putra Ica Antika Tantina Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor 2009/2010 DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi …………………………………………………………………………….. 1 TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………………………… 2 .Jenis dan Tata Cara Pemeliharaan Sapi Perah January 25. ii 1 1 Latar Balakang …………………………………………………………………………… Tujuan ………………………………………………………………………………………. ii Daftar Tabel ………………………………………………………………………… PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………..

10 Sistem perkandangan sapi perah ……………………………………………. 6 3. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….. DAFTAR GAMBAR 1... 3 3 3 Penampilan luar dan pertulaangan ………………………………………………………. Brown Swiss…………………………………………………………………………………. Guerensey …………………………………………. Ras ……………………………………………………………………………………. Dinamika laktasi ……………………………………………………………………..………………………………………..…………………………………………………………………………………. 6 4. Friesian Holstein …………………………………………………………………………………. 9 Pakan ………………………………………………………………………………….. Efek lingkungan terhadap penampilan produksi …………………… Manfaat pemeliharaan sapi perah ……………………………………………. Struktur dan pertumbuhan ambing …………………………………………. 4 Pertumbuhan sapi perah ………………………………………………………. Ayrshire ….PEMBAHASAN ……………………………………………………………………. 7 DAFTAR TABEL 1... Peran dokter hewan dalam pengembangan sapi perah …………… 16 14 15 11 8 SIMPULAN ……………………………………………………………………………………….. Estimat Bobot Hidup Sapi Perah pada Berbagai Usia ………………………………… 9 . 17 17 5 2.

brown swiss dan lainnya. Brownswiss. peternak sapi perah sebenarnya mempunyai peluang usaha yang sangat besar dikarenakan kebutuhanan permintaan masyarakat terhadap susu mulai meningkat dan bertambah. banteng dan kerbau. dan Australian milking zebu. Tujuan Tujuan makalah ini dibuat adalah untuk mengetahui jenis-jenis sapi perah. australian milking zebu. seperti spesies. Salah satu hewan ternak penghasil protein yang sangat penting adalah sapi perah. selain itu bahan bakar dari fefesnya dapat menjadi solusi untuk pencemaran udara. Artinya prospek usaha ternak sapi perah cukup baik dan menjanjikan. 1983) Jenis-jenis sapi perah yang ada di dunia antara lain. tenaga untuk bekerja. Persilangan antar sapi perah dilakukan untuk mendapatkan sapi perah yang memiliki kualitas bagus. Fries Holland. Milking shorthorn. Pemeliharaan jenis sapi perah Friesian Holstein memang sangat tepat ditinjau dari produksi susunya karena sapi ini memiliki produksi susu yang paling tinggi bila dibandingkan dengan sapi perah seperti. Sapi perah yang disebut belakangan ini hanya sebagian sapi percontohan yang didatangkan pertama-tama untuk riset. sapi perah juga berperan besar dalam menunjang perekonomi dan kelestarian ekosistem. Sedangkan sisianya hanya sebagian kecil saja dari Friesian Sahiwal. sedangkan populasi sapi perah yang tidak seimbang dengan permintaan tersebut. Sapi perah memiliki banyak manfaat yaitu menghasilkan air susu. Dilihat dari segi ekonomi pula. Red shindi. Jersey dan Friesian Sahiwal (Mahaputra. dan juga Brownswiss cross. Serta mengetahui aspek-aspek pemeliharaan. Sapi perah bisa dijadikan komoditas bisnis. ras. Selain itu masih dikenal beberapa jenis sapi perah yang ada di dunia antara lain Jersey. Persilangan ini dilakukan pada sapi lokal dengan sapi Friesian Holstein di Grati untuk memperoleh sapi perah yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia. Jersey. Ayrshire. Afrika dan seluruh Asia. ciri morfologi. 95% kebutuhan susu. biogas. Sapi menghasilkan sekitar 50% kebutuhan daging di dunia. dan prilaku. Selain jenis sapi persilangan. ada pula jenis sapi asli seperti red shindi. Hal itu menyebabkan kebutuhan susu tidak dapat terpenuhi. TINJAUAN PUSTAKA Sapi perah di Indonesia sebagian besar adalah dari jenis Friesian Holstein dan hasil silang lokal. daging. Protein dalam air susu sangat penting untuk menunjang pertumbuhan kecerdasan dan daya tahan tubuh. Brown swiss. Sapi didomestikasikan sejak 400 tahun SM. Selain bermanfaat bagi tubuh.PENDAHULUAN Latar belakang Sapi perah adalah hewan ternak yang berasal dari family Bovidae seperti bison. Taksonomi sapi perah dapat dilihat pada uraian dibawah ini: . dan 85% kebutuhan kulit. Sapi perah merupakan penghasil air susu yang kaya akan protein yang merupakan sumber gizi yang penting untuk bayi. anak dalam masa pertumbuhan serta lanjut usia.. manfaat yang diberikan sapi perah bagi manusia. Jersey cross. dan peran dokter hewan dalam pemeliharaan sapi perah. dan berbagai kebutuhan lainnya. dan diperkirakan berasal dari Asia tengah yang kemudian menyebar ke Eropa.

Lobulus-lobulus tersebut bergabung menjadi satu membentuk lobus. dan faktor genetik yang diturunkan oleh induknya. termasuk sapi perah. Perkembangan kelenjar mamae pada sapi perah sangat baik. Struktur dan Pertumbuhan Ambing Pada sapi perah ambing merupakan bagian organ yang sangat penting. (Prihadi. Pada beberapa jenis hewan. 1991). walapun demikian sapi harus masuk dalam kategori sehat (aktif. memiliki nafsu makan yang baik. maka ambing tersebut adalah ambing daging. 1997). B. Kolostrum tersebut akan melindungi pedet terhadap infeksi berbagai macam penyakit. 1997). umur ternak. Tonjolan-tonjolan tulangnya terlihat. berkulitnya halus. sapi perah yang baik adalah sapi yang memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu gemuk. Sejumlah alveoli bergabung menjadi satu oleh satu saluran dan terbungkus oleh jaringan ikat membentuk satu lobulus. jika jumlah jaringan sekretorik lebih banyak dibandingkan dengan jumlah jaringan ikat. Apabila jumlah jaringan ikat pada ambing lebih banyak dibandingkan dengan jumlah jaringan sekretorik. . Setiap sapi memiliki ukuran dan bentuk kelenjar susu yang berbeda-beda. maka ambing tersebut disebut ambing kelenjar (Syarief et al. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan berproduksi. 1984). kelenjar susu mengeluarkan kolostrum yang kaya akan bahan-bahan antibodi. Ternak mamalia lain jumlah sekresi susunya berpengaruh terhadap efisiensi produksi daging (Prihadi. Ambing adalah suatu kelenjar kulit yang ditutupi oleh rambut kecuali pada bagian putingnya (Prihadi. rambut mengkilat dan memiliki mata besar serta bersinar) (Blakely and Blade. 1997). Perlindungan ini berlaku selama beberapa minggu setelah lahir. Jaringan sekretorik memiliki jaringan ikat.Taksonomi sapi perah Kingdom Filum Kelas Ordo Sub Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mammalia : Artiodactylia : Ruminansia : Boviadae : Bos : Bos taurus (sebagian besar sapi) Bos indicus (sapi berpunuk) PEMBAHASAN A. Ambing terdiri atas bagian-bagian kecil dari jaringan sekretorik yang tersusun dari alveoli. Penampilan Luar dan Pertulangan Secara penampilan. Hal sebaliknya.

Sapi ini berbadan besar. panjang dan berdaging. Sapi perah jenis Sahiwal ini memiliki warna beraneka ragam dan kelabu kemerah-merahan. Gelambir sapi ini besar. luas. Sahiwal Sapi perah Sahiwal berasal dari Pakistan. memiliki tubuh yang agak panjang dan dalam. Sapi Perah Asal Daerah Sub Tropis Friesian Holstein Asal sapi jenis Friesian Holstein adalah Friesland. Preputium pejantan menggantung. Jumlahnya berkisar antara 80% sampai 90 % dari seluruh sapi perah yang ada. 1984). Hal ini sangat cocok dengan kondisi pemasaran saat ini (Blakely and Blade. berambut lembut dan memiliki ambing yang menggantung dan putingnya besar. 2003). produksi susu sapi ini adalah 1500 sampai 2000 liter per tahun dengan kadar lemak 5% (Sastroamidjojo. produksi air susu sekitar 1300 kg per tahun denngan kadar lemaknya 4-6% (Sastroamidjojo. Sapi ini bertubuh kokoh. Berat badan sapi jantan 450-500 kg.b. tepatnya distrik Punjab. sedangkan sapi betina 300-350 kg. Ciri-ciri fisik sapi FH adalah warna rambutnya belang hitam putih dengan perbatasan tegas sehingga tidak . Berat badan sapi jantan dewasa 500-600 kg. Sapi Friesian Holstein (FH) yang memiliki corak hitam putih memiliki produksi susu yang tinggi dan berkadar lemak rendah. kuat dan berat. dan ambing pada betinanya berukuran besar (Reksohadiprodjo. 1991). Telinganya sedang dan memiliki rambut hitam di bagian pinggirnya. Sapi ini memiliki tanduk yang pendek dan pada sapi betina tanduknya tebal dan longgar pada pangkalnya. sedangkan sapi betina dewasa 450 kg. 1990). yaitu sapi yang berasal dari daerah tropis (Bos indicus) dan sub tropis (Bos taurus) (Blakely and Blade. dan berat. Kulit sapi ini hampir tidak berpigmen dan kepala sapi pejantan lebar dan masif. FH merupakan bangsa sapi perah terbesar yang paling menonjol di Amerika Serikat. tanduknya sangat pendek bahkan pada sapi betina hanya berupa bungkul saja. Ras Sapi perah dibedakan menjadi dua menurut asalnya. 1. Gelambir sapi Red Shindi berukuran lebar. serta memiliki kaki yang pendek. yang berbadan kecil. 1990). padat dan berwarna merah. Sapi jenis ini di subkontinen India merupakan sapi perah yang tergolong baik walaupun digunakan untuk tenaga kerja rinngan dan berat serta banyak di ekspor ke negara-negara tropis untuk memperbaiki produksi air susu sapi lokal (Reksohadiprodjo. Belanda. 1984).C.a Sapi Perah Asal Daerah Tropis Red Shindi Sapi ini berasal dari daerah India. 1. Leher sapi ini lebih besar daripada Red Shindi. berat. Di Indonesia sapi ini dikenal dengan nama Fries Holland (Soetarno. 1991).

Kemampuan merumput sapi ini sangat rendah karena wilayah tersebut dingin dan lembab. perut bawah. Sapi Holstein betina secara umum memiliki bobot 1250 pound (567 kg) dan untuk pejantan bobot minimumnya sebesar 1800 pound (816 kg). salah satu dari pulau-pulau yang terletak di selat antara Perancis dan Inggris. 1991). namun sapi ini tidak tahan terhadap panas. Sapi FH bersifat tenang sehingga mudah dikuasai. Pada dahi ini terdapat warna putih berbentuk segitiga. 1997). Brown Swiss Brown Swiss adalah jenis sapi yang dikembangkan di lereng-lereng pegunungan di negara Swiss. 1984). Sapi-sapi ini memiliki kemampuan merumput yang baik karena terbiasa merumput di kaki-kaki gunung pada musim semi sampai lereng yang paling tinggi selama musim panas (Blakely and Blade. sehingga pada awal seleksinya. Daerah ini berada di bagian barat daya Skotlandia. menjurus ke depan. serta tercatat sebagai sapi yang mudah dikendalikan dengan kecenderungan bersifat acuh. Guernsey Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey. peka dengan keadaan di sekitarnya dan cerdik. 1991). Tujuan pengembangan Sapi Brown Swiss adalah untuk memenuhi kebutuhan keju dan daging. Bangsa sapi perah holstein mempunyai kemampuan menghasilkan air susu lebih banyak daripada sapi perah lainnya. 1991). memiliki tanduk berukuran kecil. sedangkan yang jantan mencapai 1600 sampai 2400 pound . 2003). sifat-sifat dan kemampuan merumput bukan hal penting yang terlalu diperhatikan (Blakely and Blade. serta susunya dalam jumlah besar dengan kandungan bahan padat dan lemak yang relatif tinggi (Prihadi.2 Brown Swiss mencapai 1200 sampai 1400 pound. Jika dibandingkan Friesien Holstein lebih besar dibandingkan dengan sebagian besar ternak yang lain dalam satu bangsa. Pulau tersebut dikenal karena padang rumputnya yang bagus. Sapi Ayrshire memiliki sifat yang sangat aktif.7% (Syarief. yaitu mencapai 5982 liter per laktasi dengan kadar lemak 3. sampai warna mahagoni dan warna merahnya amat terang atau hampir hitam. 1997). Gambar.terdapat warna bayangan. Sapi brown swiss memiliki kisaran berat badan untuk yang betina Gambar. pada bagian dada. Stamina dari sapi ini cukup tinggi sehingga sapi ini kuat dan aktif dalam merumput (Soetarno. Ayrshire Ayr adalah adalah daerah tempat dikembangkannya sapi jenis Ayrshire. ditambah dengan padang rumput tidak banyak tersedia.3 Ayrshire Secara fisik sapi Ayrshire memiliki warna yang bervariasi dari merah dan putih. Dengan demikian jenis ternak tersebut terseleksi secara alamiah (Blakely and Blade. Ciri fisik sapi ini berwarna coklat muda sampai coklat gelap. . Kisaran berat badan sapi ini untuk yang betina mencapai 1250 pound dan yang jantan mencapai 2300 pound (Prihadi. kaki dari tracak sampai lutut dan rambut ekor kipas berwarna putih.

maka kelebihan energinya akan dialihkan menjadi produk lain seperti susu. Produksi susu tinggi . sapi tersebut dapat beranak tiap tahun . Menjelang kelahiran berikutnya dikeringkan selama 2 bulan. dan lipatan kulit leher halus. Kebutuhan sapi perah akan zat makanan erat hubungannya dengan bobot hidup. kaki kuat tidak pincang dan jarak antar paha lebar. Seekor sapi yang memperoleh makanan hanya sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokoknya. mudah dipelihara. Estimasi bobot hidup sapi perah dalam berbagai usia pada disajikan dalam tabel berikut Tabel 1. yaitu kebutuhan untuk mempertahankan bobot hidup. waktu dewasa lambat dibandingkan dengan Jersey.2003).86%. kaki. 1996). Badan berbentuk segitiga tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol. Produksi air susu dapat mencapai 4000 kg per laktasi dengan kadar lemak 4. Dinamika laktasi Jika dirawat secara baik. Jawa Barat 1983 E. rambut kipas ekor.5-4. 1983). Selanjutnya. sudah pernah beranak. tetapi tidak mudah terganggu (Soetarno. maka sapi tersebut tidak akan bisa memproduksi susu. Dalam praktek. Tubuh sehat dan bukan pembawa penyakit (Calder.5 tahun. Bangsa sapi Guernsey peka dan aktif. umurnya masih muda sehingga diharapkan masih tumbuh. Pinggang pendek dan lebar.Gambar. Pertumbuhan sapi perah Kebutuhan sapi perah akan zat makanan terdiri atas kebutuhan hidup pokok dan kebutuhan produksi. Sapi laktasi yang baru beranak untuk pertama atau kedua kalinya. Setelah melahirkan dapat diperah selama 10 bulan. sempit halus. Gumba punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang. Jika sapi tersebut memperoleh makanan lebih dari kebutuhan hidup pokoknya. tidak nervous.4 Guernsey Warna sapi Guernsey bervariasi dari kuning terang sampai merah dengan tanda warna putih pada dahi. Selama laktasi. dan tidak berotot. Kebutuhan akan zat makanan untuk menghasilkan produk-produk tersebut disebut dengan kebutuhan produksi (Toha. lipatan antara paha. PDHI Cab. Umur 3. daging. sedikit kurus. 1984). dan tulang rusuk panjang serta luas. sapi perah betina dapat beranak pada umur sekitar 2. Berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu yang tinggi. kemampuan reproduksi dan tingkat produksi. Secara umum sapi perah dewasa dapat dicirikan dengan kepala panjang. Berat badan untuk sapi betina dewasa 400 sampai 650 kg dan sapi jantan dewasa 850 kg (Syarief. Estimat Bobot Hidup Sapi Perah pada Berbagai Usia Sumber: Ceramah Ilmiah: Tata Laksana Makanan dan Kesehatan Sapi Perah. sapi perah mengalami perubahan-perubahan seperti berikut: . dan tenaga. kebutuhan hidup pokok itu diterjemahkan ke dalam bahasa yang pengertiannya sederhana dan mudah diukur.5 tahun. pertama kali melahirkan umur 26 sampai 28 bulan dan dikawinkan pertama kali umur 15 sampai 16 bulan. besar gelambirnya sedang. luas memanjang ke depan ke arah perut dan melebar sampai di antara paha. dan perut (selangkangan = flank). Dada lebar. Sapi ini lebih jinak dan aktif. Leher panjang dan lebarnya sedang. D. Ambing besar.

Kandungan lemak dan proteinnya mencapai titik terendah dan berangsur naik hingga pada akhir laktasi konsentrasinya menjadi lebih kental (Yusran et al. Hal ini sukar sekali dicegah. Salah satu faktor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap produksi adalah “makanan”. konsistensinya kental dan komposisi zat makanannya serba tinggi. Awal laktasi produksi susu tinggi sedangkan bobotnya menyusut. Tingginya produksi susu sapi perah ditentukan oleh faktor kebakan atau keturunan sebesar 25% dan 75% ditentukan oleh faktor lingkungan. air seni dari pada yang diperolehnya melalui pemberian makanan. F. Pakan Pakan ternak perah adalah bahan-bahan yang dapat diberikan kepada ternak perah sebagian atau seluruhnya dapat dicerna tanpa menggangu kesehatan. artinya ransum tersebut mengandung semua zat-zat maknan (nutrisi) yang diperlukan dalam imbangna yang tepat (Soetarno. sapi perah menghasilkan kolostrum yang berbeda dengan air susu biasa. Kekurangan zat makanan diambil dari tubuhnya sendiri hingga bobotnya menyusut. Pada awal laktasi. 2003). perlu diberi pakan berupa konsentrat sebagai pelengkap zat gizi yang tidak diperoleh dari hijauan. kualitas air susu yang dihasilkan juga ikut berubah. Artinya sapi tersebut lebih banyak mengeluarkan zat makanan kedalam air susu. Terutama kadar lemak dan kadar proteinnya. Pada bulan-bulan pertama laktasi yaitu pada saat produksi air susu tinggi selera makan sapi rendah kemudian berangsur-angsur bangkit hingga mencapai puncaknya hingga bulan laktasi ke tiga. tinja. konsentrat semacam itu disebut konsentrat sumber energi. Kolostrum nampak berwarna kuning. selera makan sapi kembali menurun.Pertama. Agar diperoleh hasil seoptimal mungkin diperlukan susunan ransum yang seimbang. Selanjutnya karena anak yang ada dalam perut sapi banyak meminta ruang dalam rongga perutnya. selera makan sapi memperlihatkan kecenderungan yang berlawanan dengan produksi air susu. dengan tujuan selain untuk kelangsungan hidupnya secara normal juga diharapkan dapat mengoptimalkan produksi. Perubahan yang mempunyai kecenderungan seperti itu menimbulkan beberapa masalah. hasil penimbangan bobot menunjukkan bahwa selama laktasi bobotnya tidak tetap. Sedangkan bila mengandung protein <20% konsentrat seperti itu disebut konsentrat sumber protein. yaitu 3-5 hari pertama setelah melahirkan. produksi air susunya fluktuatif. 1994). Kedua. Selain kuantitas air susu yang berubah. Kemudian berangsurangsur naik kembali dan turun lagi. Ketiga. Pemberian zat makanan yang tidak cukup dan membatasi sekresi susu sapi separ karena laju sintesis dan difusi dari berbagai komposisi susu yang berasal dari makanan yang sifatnya sementara. kemudian meningkat sampai mencapai titik tertinggi pada bulan laktasi kedua. Konsentrat (tidak terminus tambahan protein) merupakan bahan pakan yang berenergi tinggi dan berserat rendah (< 18%) serta mengandung protein 20%. Karena itu program penyediaan mkananan sapi perah yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan keuntungan dari produksi yang dihasilkan. Setelah itu meluncur turun hingga mencapai titik terendah pada bulan laktasi kedelapan hingga kesepuluh. Sapi perah selain diberi pakan hijauan. nangka. Kandungan zat makanan tersebut kemudian berangsur-angsur menyusut hingga puncak laktasi yaitu sekitar bulan laktasi kedua. Mula-mula agak rendah. . Pada awal laktasi sapi berada pada neraca zat makanan yang negatif. Selain itu hijauan dapat berupa daun-daun seperti daun pisang.

Bangunan kandang didasarkan pada keperluan usaha sapi perah. Menurut penjelasan dari Tillman (1983). pengaliran dan penampakkan sisi bangunan. waru. Pada kajian teknis beberapa hal perlu dipertimbangkan antara lain ternak sapi perah harus dapat berada atau meletakkan diri di suatu ruangan yang memungkinkannya melakukan . murah dan membuatnya. Kandang ini terdiri dari kandang lepas sistem loose housing merupakan kandang sapi perah yang sapinya tidak ditambat. ventilasi. P. tempat memerah dengan mesin dan tempat sapi kering. Kandang sapi induk atau sapi dara antara lain kandang tambat (stanchion bain). dan penggunaan kandang antara lain ukuran nyata dari kelompok sapi perah dan rencana ekspansi. bahwa untuk memproduksi 1 kg susu dibutuhkan 4 sampai 5 kg air. sehingga kondisi sapi kurang baik. protein. Kandang ini ada dua jenis yaitu kandang bertingkat dan kandang tunggal atau satu lantai. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan kandang adalah cahaya matahari. Kandang pedet dibedakan menjadi kandang observasi (observasi pens). 1983). Untuk minum diperlukan air. dan tiap sekatnya hanya cukup untuk satu ekor (Sutarno. serta mudah perawatannya (Sutarno. 2003). 1994). Defisiensi Ca pada ternak sapi perah menyebabkan milk fever (demam susu). tempat peranginan dan tempat penyimpanan makanan. Hewan ternak memperoleh air minum dari air yang disediakan dan air yang terkandung dalam pakan serta air metabolic (Tillman. 1994). dan pembangunannya ditujukan untuk mengurangi penggunan waktu dalam pemeliharaan. lemak. vitamin. letak kandang. hujan. Besar bangunan harus disesuaikan dengan rencana jumlah ternak yang akan dipelihara dalam keadaan iklim setempat. Pada kandang freestall tempat istirahat atau tidur sapi disekat-sekat. efisiensi kerja dan tenaga kerja. dengan tujuan mengurangi resiko angin topan. pertumbuhan fetus dan produksi susu (bagi yangsedang laktasi). mineral dan air susu. kandang kelompok (group pens). pada kandang ini kebebasan sapi bergerak sangat terbatas. 2003). Sistem perkandangan sapi perah Jenis kandang untuk sapi perah ada tiga yaitu kandang laktasi tunggal. yaitu sapi dipelihara dikandang dengan tidak ditambat. Pakan sapi perah harus memenuhi hidup pokok. yang kandungan patinya cukup. 1994). mengurangi resiko kebakaran. kandang laktasi ganda dan kandang pedet. tenaga kerja yang tersedia. Macam-macam kandang sapi perah antara lain kandang pedet dan kandang sapi induk. NaCl. bagian kandang ini terdiri dari ruang tempat istirahat. modal yang tersedia. Kandang berfungsi untuk melindungi sapi dari cuaca buruk. kandang pedet berpindah (portable calf pens) (Sutarno. panas matahari serta keamanan dari gangguan binatang buas dan pencurian (Timan. G. kesukaan personel (Soetarno. Jenis kandang yang lain yaitu kandang lepas yang merupakan sistem kandang yang memberi kesempatan sapi bebas karena tidak ditambat.cemara. Sedangkan dari konsentrat dapat berupa tepung tulang. 1994). Kandang tunggal atau satu lantai dilihat dari penempatan sapi dibedakan menjadi satu baris atau lebih dari satu baris. aturan pembangunan dan bangunan di wilayah itu. aturan sanitasi dan aturan perdagangan susu. Selanjutnya sapi perah akan mengkonsumsi air lebih banyak bila diberikan secara bebas. kondisi iklim. mineral Cu. ukuran dan produktivitas usaha. kemiringan. Beberapa faktor yang turut menentukan ukuran. Pakan yang baik harus cukup mengandung karbohidrat. Kandang lepas system freestall pada prinsipnya sama dengan system loose housing. kandang individu (individual pans). tipe. parit (Sutarno.

ventilasi udara kandang tidak boleh terlalu lembap terlebih di negara tropika basah seperti Indonesia. memandikan sapi. Tidak boleh ada pojok. kandang diusahakan agar terhindar dari angin kencang dengan menanami pepohonan di sekitar kandang atau pagar hidup yang biasanya cukup untuk menahan angin (Soetarno. Kandang sapi perah di daerah tropis sebaiknya terbuka (tidak berdinding) kecuali di daerah pegunungan yang udaranya dingin atau anginnya kencang. Pertukaran udara di kandang perlu dijaga agar pertukaran udara di kandang sempurna. kandang sebaiknya tertutup (berdinding). Pembuatan biogas tersebut dapat menjadi cabang usaha yang menjanjikan (Soetarno. Semua kotoran dari kandang (feses dan sisa pakan) dikumpulkan di tempat berlubang yang diberi atap. Tempat makan dan minum harus dibersihkan setiap hari. 2003). tersedia tanah untuk umbaran/pelepasan sapi dan tanaman hijauan pakan sapi. Letak kandang diusahakan tidak terletak pada pusat kota atau pemukiman penduduk. Selama hidupnya sapi perah lebih banyak berada didalam kandang. tempat makanan dan sebagainya yang menyebabkan menyukarkan usaha kebersihan.1999). Kandang dan lingkungan disekitarnya harus dibersihkan setiap hari dan secara teratur. cukup tersedia air bersih sepanjang tahun untuk minum sapi.600 m/jam).2 m3/jam tiap kg berat hidup (Soetarno. peralatan penampung susu dan keperluan lainnya. tempat makan dan minum yang kotor merupakan sarang bibit penyakit. orientasi sumbu utara-selatan menjamin panas yang baik sepanjang hari terutama di pulau Jawa. air dari kandang sebelum masuk sungai harus terlebih dahulu melalui peresapan. Bersihkan lantai kandang bila perlu menggunakan disinfektan untuk membunuh kuman dan bakteri. Kebersihan kandang merupakan syarat penting bagi sapi perah perlu selalu ditekankan dan benar-benar diperhatikan. Apabila memungkinkan feses sapi dan sisa pakan dapat dibuat menjadi biogas. ternak perah butuh suhu optimal pada suhu 1 sampai 15oC. Oleh karena itu kandang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat pemerahan susu dilakukan. Pojokpojok hendaknya dibuat agak bundar. udara sekitar harus mengandung cukup oksigen untuk pernafasan sekitar 0. lobang-lobang atau retak pada lantai. letaknya harus lebih tinggi dari wilayah sekitarnya sehingga sekitar kandang tidak kumuh atau air dari kandang tidak mencemari dan wilayah sekitarnya tetap bersih dan kering. membersihkan kandang. 2003). . tetapi dapat dibuka pada siang hari agar sirkulasi udara dapat dijaga (Soetarno. Kandang dikapur sedikitnya setahun sekali dengan warna agak tua (kelabu) agar tidak menyakitkan mata sapi (Soetarno. Upaya-upaya pencegahan untuk mengatasi pencemaran lingkungan antara lain sebaiknya kandang sapi perah terpisah dengan tempat pemukiman atau lebih tinggi dari sekitarnya. 2003). kecepatan angin kurang dari 0. dan pada pagi hari (saat cuaca baik) sebaiknya sapi dilepas diluar kandang karena sinar matahari pagi baik untuk kesehatan sapi (Soetarno. semua lobang-lobang dan kerusakan lantai harus segera diperbaiki sehingga kandang harus diusahakan tetap bersih.berbagai gerakan dan khususnya untuk tidur: sinar yang dapat menjamin kesehatan yang baik dari ternak dan membuat ruang menjadi menyenangkan.25 m/detik untuk suhu <100C sedangkan untuk suhu >200C kecepatan anginnya >1m/detik (3. 2003). kadar amoniak yang diijinkan adalah 5 ppm (5 bagian per sejuta). Cahaya matahari diusahakan dapat masuk ke dalam kandang sebanyak-banyaknya. 2003). lebihlebih cahaya matahari pagi musuh terbesar dari segala macam kuman-kuman. Untuk menghindari debu sapi diberi makanan kering satu jam sebelum pemerahan atau sesudah pemerahan (Sutarno. kering dan bebas dari sarang laba-laba. 2003).

Pertumbuhan berbagai jenis mikroba tersebut dapat menyebabkan perubahanperubahan pada susu seperti rasa. Susu Sapi Susu merupakan bahan pangan sumber protein hewani yang harganya relatif murah jika dibandingkan dengan daging. kapang. Oksidasi makanan dalam tubuh menghasilkan panas. alkohol. Efek Lingkungan terhadap Penampilan Produksi Diantara bangsa sapi perah. Jika sapi pernah berada dalam lingkungan bersuhu tinggi . Hal ini mengakibatkan produksi air susunya juga turun. Manfaat Pemeliharaan Sapi Perah Salah satu usaha pemerintah dalam pembangunan jangka panjang di bidang pertanian adalah menciptakan kondisi usaha di sub sektor peternakan yang tangguh dan mampu mendukung industri yang kuat. I. Hal ini dapat meningkatkan produsinya dan memberikan kenyamanan pada peternak saat ke kandang (Sutarno. Hal ini disebakan oleh hasil produksi susu yang berkesinambungan sepanjang tahun dan jumlah permintaan susu yang tinggi (Farida. dan khamir. sapi tersebut akan mempertahankan diri dengan mengurangi konsumsi. Protein susu terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu kasein dan whey. pada kenyataannya sapi-sapi tersebut memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi di negara Indonesia. Pengembangan usaha sapi perah merupakan salah satunya. Gumpalan atau padatan tersebut disebabkan oleh . bau. 2004). Walaupun sapi perah memiliki daya tahan yang rendah terhadap suhu tinggi. 2003) .Kandang dan lingkungan yang bersih menghindarkan susu dari pencemaran oleh kotoran dan bau karena sifat susu mudah menghisap bau sekitarnya. Usaha peternakan sapi perah rakyat di daerah pedesaan merupakan pola usaha tradisional unggulan karena dianggap lebih pesat perkembangannya dibanding dengan usaha ternak lainnya. Apabila akan dilakukan pemerahan lantai harus bersih.3oC dengan kelembaban sekitar 55%. Kandang yang bersih membuat sapi nyaman. warna dan bentuk sehingga tidak sesuai lagi untuk dikonsumsi segar ataupun dijadikan sebagai bahan baku dalam memproduksi berbagai olahan susu (Rahman et al. kotoran harus dibuang tidak didekat kandang dengan menggunakan sekop yang berbeda untuk makanan. Kasein dapat diendapkan oleh asam. Hasil penelitian terhadap sapi FH di kawasan tropis seperti Indonesia memperlihatkan bahwa penampilan produksinya tidak berselisih jauh dengan di daerah asalnya yang bersuhu sejuk 18. Oleh sebab itu pemeliharaan sapi perah dapat menunjang peningkatan gizi keluarga di Indonesia. rennet dan logam berat. sapi FH tergolong kedalam bangsa sapi yang paling tinggi daya tahan panasnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sapi perah yang dikembangbiakkan di kota-kota besar untuk menunjang perekonomian (Marshall et al. H. Kasein adalah protein utama susu yang jumlahnya kira-kira mencapai 80% dari total protein. Pemanasan susu sampai mendekati titik didih akan menyebabkan terbentuknya lapisan film atau kulit yang keras dan menggumpal pada permukaan susu.1999). Susu yang mengandung berbagai jenis komponen gizi merupakan substrat yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme baik bakteri. 1992). Harga susu jauh lebih murah dibandingkan dengan daging jika dilihat dari kadar proteinnya.

Kalau sudah lewat dari waktu tersebut. I. Saat ini air susu yang dihasikan peternakan sapi perah rakyat sering mempunyai bobot jenis yang lebih rendah dari bobot jenis standar terendah. Selain itu. B. Peranan utamanya adalah membantu para peternak dalam menghadapi manajemen usaha sapi perahnya. Setelah itu. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menuangkan kotoran sapi yang banyaknya mencapai 22 kg ke dalam tabung yang dibentuk dari 3 buah drum bekas. jika dijual kepada industri pengolah susu maka harganya akan rendah atau bahkan tidak diterima (Hardjosworo et al. K. 4. dan cairan sisa tersebut dikenal sebagai whey (Buckle et al. 1987). 2.1987). 1972). Kotoran sapi yang akan diolah tak boleh terkena air sabun dan sinar matahari secara langsung. Kualitas air susu dapat dipengaruhi oleh kadar mineralnya. Dengan dua unsur itu. Bobot jenis air susu merupakan salah satu kriteria kualitas air susu yang sangat diperhatikan. Penelitian menunjukkan biogas dapat terbentuk dengan 68 persen kandungan gas methan dan 30 persen CO2 di kotoran sapi. akan terlihat hasil olahan otomatis dari tabung untuk dijadikan biogas. Air sabun dan sinar matahari akan menghambat pengolahan biogas. S. Mineral yang terdapat dalam air susu adalah Ca. Gumpalan tersebut dapat dipisahkan dari cairan dengan disaring. 1983) Dokter hewan memiliki peranan penting dalam pengembangan kualitas bahkan kuantitas sapi perah. kotoran itu dieram dalam tabung selama 21 hari. namun komposisinya tidak sama seperti dalam makanan. 3. dan mineral esensial lainnya (Foley et al. Peran Dokter Hewan dalam Pengembangan Sapi Perah (Toha. Pembuatan Biogas Kotoran sapi memiliki kandungan methan yang tinggi. Konsentrasi mineral yang rendah dapat menurunkan bobot jenis air susu. Fe. namun kotoran sapi harus dijaga agar tidak terkena air sabun dan sinar matahari (Aak. 2007).. J. Mn. Mineral yang terdapat dalam air susu berasal dari makanan yang dikonsumsi.5°C. Karena itu walaupun tidak ada seleksi khusus untuk kotoran sapi yang akan diolah. Dua persen lagi zat lain yang bisa digunakan untuk membantu proses pembuatan biogas.027 pada suhu 27. Gas yang dihasilkan kemudian dipakai untuk memasak. Ma. meliputi: 1. Pelaksanaan inseminasi buatan Melaksankan pemeriksaan kebuntingan Pemeriksaan kesehatan hewan dan bila perlu pelaksanaan vaksinasi Membantu kelahiran dan perawatan induk pasca melahirkan . Mg. kandungan karbondioksida (CO2) juga cukup banyak. Air susu dengan berat jenis rendah.komponen kasein bersatu dengan butiran lemak yang dikenal sebagai tahu susu (curd). gas yang dihasilkan akan cukup untuk memasak selama satu jam.. bobot jenis standar terendah adalah 1. Air susu mengandung beberapa macam mineral. Dari 22 kg kotoran sapi yang diolah. pemanfaatan kotoran sapi untuk biogas bisa terjadi.

Jersey. .5. Produktivitas susu sapi akan meningkat jika didukung oleh kelayakan nutrisi pakan. Semakin tinggi konsumsi pakan dan energy yang dihasilkan maka produktivitas sapi akan semakin meningkat. Fries Holland. Di Indonesia terdapat dua jenis sapi perah yang mayoritas dikembangkan yaitu Fresian holstein dan Jersey. Limbah feses sapi dapat dimanfaatkan untuk biogas yang dapat dijadikan sebagai sumber energy alternatif. Hal ini berkaitan dengan kemampuan beradaptasi yang lebih baik dari kedua sapi tersebut dibandingkan dengan sapi perah yang lain. Penyuluhan dalam manajemen ternak SIMPULAN Sapi perah di dunia saat ini memiliki banyak jenis diantaranya : Ayrshire. Pemanfaatan sapi perah yang utama yaitu diambil susunya sebagai sumber protein. Selain itu. Milk Shorhorn. . tempat hidup. Pengklasifikasian tersebut didasarkan oleh tempat sapi berasal. Brown swiss. kotorannya dapat digunakan untuk biogas sebagai bahan energi alternatif. dan vitamin. dan lain sebagainya. mineral. iklim.Guernsey. Sapi Grati.

tetapi setelah didomestikasi (dipelihara secara intensif).Manajemen Reproduksi pada Sapi Perah (Pendahuluan) Posted on 27 December 2011 Pada hewan liar kegagalan reproduksi dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan (alam sekitarnya). terarah serta tidak diterapkan-nya seleksi secara ketat. dan Embrio Transfer. Ada beberapa perusahaan peternakan. Inseminasi Buatan. Usaha peternakan sapi perah di Indonesia. Keterbatasan yang utama . Selain itu faktor lingkungan terutama pakan. masalahnya cukup kompleks. sedangkan pada musim kemarau sedikit. tetapi hasilnya belum memuaskan. teratur. Masalah-masalah tersebut mengakibatkan kurang berkembangnya usaha peternak-an dan produktivitas sapi perah tidak optimal. dan tatalaksana pemeliharaan yang kurang mendukung terhadap kebutuhan hidup sapi perah merupakan faktor penghambat berkembangnya usaha sapi perah. karena ada dua musim. kelembaban. juga ketersediaannnya sepanjang tahun tidak merata. maka faktor lingkungan terutama faktor manusia sangat berperan. Temperatur yang tinggi dan kelembaban udara rendah kurang mendukung untuk kehidupan sapi perah FH. Kegagalan ini disebabkan kelemahan manajemen yaitu tidak adanya program yang berkesinambungan atau program yang tetap. Pada musim hujan produksi hijauan banyak. Walaupun sifat genetis terus diusahakan untuk diperbaiki yaitu dengan beberapa program antara lain mengimpor sapi betina/jantan unggul. suhu udara. Pakan sapi perah di Indonesia baik hijauan maupun konsentrat selain kualitasnya rendah. Walaupun demikian dapat ditolerir di beberapa daerah dataran tinggi. maka tujuan usaha untuk mendapat keuntungan yang optimal tidak akan tercapai. namun langkah mereka terbatas. merupakan permasalahan tersendiri bagi perkembangan usaha. tetapi kondisinya hampir sama dengan peternakan rakyat. Kelemahan manajemen memperburuk kondisi usaha peternakan sapi perah. Selain itu usaha peternakan yang belum berorientasi ekonomi. Walaupun mereka tahu masalah manajemen. Apabila manusia yang menangani ternak tersebut kurang memiliki ilmu pengetahuan dan zooteknis (sumberdaya manusia kurang) tentang ternak yang dipeliharanya.

Oleh karena itu. Salah satu kriteria keberhasilan usaha peternakan sapi perah dapat dilihat dari efisiensi reproduksi. antara lain kelainanan anatomis alat reproduksi. fisiologis (hormonal). Rendahnya efisiensi reproduksi dapat disebabkan beberapa faktor. pencatatan reproduksi dan pengaturan populasi. Lahan terbatas karena bersaing usaha pertanian dan pemukiman. genetik dan manajemen reproduksi.adalah lahan dan modal usaha. Manajemen reproduksi pada sapi perah meliputi penanganan reproduksi. . pathologis. diusahakan agar setiap sapi perah yang dipelihara baik jantan maupun betina diketahui asal usulnya (mempunyai catatan baik produksi maupun reproduksi) dan kondisi kesehatannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->