Contoh Hasil Komunikasi Efektif:  Pasien merasa dokter menjelaskan keadaannya sesuai tujuannya berobat.

Berdasarkan pengetahuannya tentang kondisi kesehatannya, pasien pun mengerti anjuran dokter, misalnya perlu mengatur diet, minum atau menggunakan obat secara teratur, melakukan pemeriksaan (laboratorium, foto/rontgen, scan) dan memeriksakan diri sesuai jadwal, memperhatikan kegiatan (menghindari kerja berat, istirahat cukup, dan sebagainya).  Pasien memahami dampak yang menjadi konsekuensi dari penyakit yang dideritanya (membatasi diri, biaya pengobatan), sesuai penjelasan dokter.  Pasien merasa dokter mendengarkan keluhannya dan mau memahami keterbatasan kemampuannya lalu bersama mencari alternatif sesuai kondisi dan situasinya, dengan segala konsekuensinya.  Pasien mau bekerja sama dengan dokter dalam menjalankan semua upaya pengobatan/perawatan kesehatannya. Contoh Hasil Komunikasi Tidak Efektif:  Pasien tetap tidak mengerti keadaannya karena dokter tidak menjelaskan, hanya mengambil anamnesis atau sesekali bertanya, singkat dan mencatat seperlunya, melakukan pemeriksaan, menulis resep, memesankan untuk kembali, atau memeriksakan ke laboratorium/fotorontgen, dan sebagainya.  Pasien merasa dokter tidak memberinya kesempatan untuk bicara, padahal ia yang merasakan adanya perubahan di dalam tubuhnya yang tidak ia mengerti dan karenanya ia pergi ke dokter. Ia merasa usahanya sia-sia karena sepulang dari dokter ia tetap tidak tahu apa-apa, hanya mendapat resep saja.  Pasien merasa tidak dipahami dan diperlakukan semata sebagai objek, bukan sebagai subjek yang memiliki tubuh yang sedang sakit.  Pasien ragu, apakah ia harus mematuhi anjuran dokter atau tidak.  Pasien memutuskan untuk pergi ke dokter lain.  Pasien memutuskan untuk pergi ke pengobatan alternatif atau komplementer atau menyembuhkan sendiri (self therapy). definisi komunikasi adalah “Sebuah proses penyampaian pikiran-pikiran atau informasi dari seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi”. (Komaruddin, 1994; Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich, 1988) Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan dan tidak ada hambatan untuk hal itu (Hardjana, 2003). Model proses komunikasi digambarkan Schermerhorn, Hunt & Osborn (1994) sebagai berikut:

Sumber : Schermerhorn, Hunt & Osborn (1994)

Sumber (source) atau kadang disebut juga pengirim pesan adalah orang yang menyampaikan pemikiran atau informasi yang dimilikinya. Pengirim pesan bertanggungjawab dalam menerjemahkan ide atau pemikiran (encoding) menjadi sesuatu yang berarti, dapat berupa pesan verbal, tulisan, dan atau non verbal, atau kombinasi dari ketiganya. Pesan ini dikomunikasikan melalui saluran (channel) yang sesuai dengan kebutuhan. Pesan diterima oleh penerima pesan (receiver). Penerima akan menerjemahkan pesan tersebut (decoding) berdasarkan batasan pengertian yang dimilikinya. Dengan demikian dapat saja terjadi kesenjangan antara yang dimaksud oleh Message Receives Noise. pengirim pesan dengan yang dimengerti oleh penerima pesan yang disebabkan kemungkinan hadirnya penghambat (noise). Penghambat dalam pengertian ini bisa diakibatkan oleh perbedaan sudut pandang, pengetahuan atau pengalaman, perbedaan budaya, masalah bahasa, dan lainnya. Pada saat menyampaikan pesan, pengirim perlu memastikan apakah pesan telah diterima dengan baik. Sementara penerima pesan perlu berkonsentrasi agar pesan diterima dengan baik dan memberikan umpan balik (feedback) kepada pengirim. Umpan balik penting sebagai proses klarifikasi untuk memastikan tidak terjadi salah interpretasi. Unsur-unsur yang perlu diinformasikan meliputi • prosedur yang akan dilakukan • risiko yang mungkin terjadi • manfaat dari tindakan yang akan dilakukan • alternatif tindakan yang dapat dilakukan • kemungkinan yang dapat timbul apabila tindakan tidak dilakukan • ramalan (prognosis) atau perjalanan penyakit yang diderita Komunikasi Efektif dalam Hubungan Dokter-Pasien Tujuan dari komunikasi efektif antara dokter dan pasiennya adalah untuk mengarahkan proses penggalian riwayat penyakit lebih akurat untuk dokter, lebih memberikan dukungan pada pasien, dengan demikian lebih efektif dan efisien bagi keduanya (Kurtz, 1998). Menurut Kurzt (1998), dalam dunia kedokteran ada dua pendekatan komunikasi yang digunakan: - Disease centered communication style atau doctor centered communication style. Komunikasi berdasarkan kepentingan dokter dalam usaha menegakkan diagnosis, termasuk penyelidikan dan penalaran klinik mengenai tanda dan gejala-gejala. - Illness centered communication style atau patient centered communication style. Komunikasi berdasarkan apa yang dirasakan pasien tentang penyakitnya yang secara individu merupakan pengalaman unik. Di sini termasuk pendapat pasien, kekhawatirannya, harapannya, apa yang menjadi kepentingannya serta apa yang dipikirkannya. Carma L. Bylund & Gregory Makoul dalam tulisannya tentang Emphatic Communication in Physician-Patient Encounter (2002), menyatakan betapa pentingnya empati ini dikomunikasikan. Dalam konteks ini empati disusun dalam batasan definisi berikut: (1) kemampuan kognitif seorang dokter dalam mengerti kebutuhan pasien (aphysician cognitive capacity to understand patient’s needs), (2) menunjukkan afektifitas/sensitifitas dokter terhadap perasaan pasien (anaffective sensitivity to patient’s feelings), (3) kemampuan perilaku dokter dalam memperlihatkan/menyampaikan empatinya kepada pasien (a behavioral ability to convey empathy to patient). Sementara, Bylund & Makoul (2002) mengembangkan 6 tingkat empati yang dikodekan dalam suatu sistem (The Empathy Communication Coding System (ECCS) Levels). Berikut adalah contoh aplikasi empati tersebut:

Level 0: Dokter menolak sudut pandang pasien  Mengacuhkan pendapat pasien  Membuat pernyataan yang tidak menyetujui pendapat pasien seperti “Kalau stress ya.” Level 1: Dokter mengenali sudut pandang pasien secara sambil lalu “A ha”.. “Pusing saya ini membuat saya sulit bekerja” Dokter. mengapa datang ke sini?” Atau “Ya. lebih baik operasi saja sekarang. khawatir” Empati pada level 3 sampai 5 merupakan pengenalan dokter terhadap sudut pandang pasien tentang penyakitnya. secara eksplisit. tapi dokter mengerjakan hal lain: menulis. (5) Membantu mengendalikan kinerja dokter dengan acuan langkah-langkah atau hal-hal yang telah disetujui pasien. membalikkan badan. Sesi Pengumpulan Informasi . dan lainlain Level 2: Dokter mengenali sudut pandang pasien secara implisit Pasien. (3) Meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis. “Ya. Beberapa pasien pernah mengalami aborsi spontan. termasuk kemampuan finansial. untuk kepentingan pasien dan atas dasar kemampuan pasien. saya mengerti seberapa besar usaha Anda untuk menyempatkan berolah raga” Level 5: Dokter berbagi perasaan dan pengalaman (sharing feelings and experience) dengan pasien. menyiapkan alat.. (2) Meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar hubungan dokterpasien yang baik. (3) Membantu memberikan pilihan dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien. Manfaat komunikasi efektif dokter-pasien di antaranya: (1) Meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau institusi pelayanan medis. (2) Membantu pengembangan rencana perawatan pasien bersama pasien. Dari sekian banyak tujuan komunikasi maka yang relevan dengan profesi dokter adalah: (1) Memfasilitasi terciptanya pencapaian tujuan kedua pihak (dokter dan pasien). sangat. “Ya. kemudian setelah kehamilan berikutnya mereka sangat. (4) Membimbing pasien sampai pada pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang dihadapinya.? Bagaimana bisnis Anda akhir-akhir ini? Level 3: Dokter menghargai pendapat pasien “Anda bilang Anda sangat stres datang ke sini? Apa Anda mau menceritakan lebih jauh apa yang membuat Anda stres?” Level 4: Dokter mengkonfirmasi kepada pasien “Anda sepertinya sangat sibuk. saya mengerti hal ini dapat mengkhawatirkan Anda berdua. (4) Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam menghadapi penyakitnya.

Di dalam komunikasi dokter-pasien. Pertanyaan-pertanyaan terbuka yang dapat ditanyakan:  Bagaimana pusing tersebut Anda rasakan. dapat diceritakan lebih jauh?  Menurut Anda pusing tersebut reda bila Anda melakukan sesuatu. Inilah yang dimaksud dalam kotak kedua dalam model Van Dalen (2005). yaitu sesi pengumpulan informasi yang di dalamnya terdapat proses anamnesis. berdenyut-denyut? Hilang timbul? Nyeri terus menerus? (character)  Nyeri? Amat nyeri? Sampai tidak dapat melakukan kegiatan mengajar? (severity)  Berapa lama nyeri berlangsung? Sebentar? Berjam-jam? Berhari-hari? (duration)  Setiap waktu tertentu nyeri tersebut dirasakan? Berulang-ulang? Tidak tentu? (frequency)  Apa yang membuatnya reda? Apa yang membuatnya kumat? Saat istirahat? Ketika kerja? waktu minum obat tertentu? (aggravating and relieving factors)  Adakah keluhan lain yang menyertainya? (associated phenomenon) Secara ringkas ada 6 (enam) hal yang penting diperhatikan agar efektif dalam berkomunikasi dengan pasien. 1998). meminum obat tertentu. dan sesi penyampaian informasi. 2000) Penggalian riwayat penyakit (anamnesis) dapat dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka dahulu. model proses komunikasi pada sesi penggalian informasi telah dikembangkan oleh Van Dalen (2005) dan digambarkan dalam sebuah model yang sangat sederhana dan aplikatif. yaitu: 1. Materi Informasi apa yang disampaikan 2. Dalam dunia kedokteran. atau bagaimana menurut Anda? Sedangkan pertanyaan tertutup yang merupakan inti dari anamnesis meliputi:  Eksplorasi terhadap riwayat penyakit dahulu  Eksplorasi terhadap riwayat penyakit keluarga  Eksplorasi terhadap riwayat penyakit sekarang. Inilah yang disebut dalam kotak pertama model Van Dalen (2005). ada dua sesi yang penting. Penggalian riwayat penyakit (Van Thiel. dimana belum tentu keluhan utamasecara medis (Silverman. Pasien menceritakan keluhan atau apa yang dirasakan sesuai sudut pandangnya (illness perspective). contoh menggunakan pedoman Macleod’s clinical examination seperti disebutkan dalam Kurtz (1998) Macleod’s clinical examination:  Di mana dirasakan? (site)  Sampai di bagian tubuh mana hal tersebut dirasakan? (radiation)  Bagaimana karakteristik dari nyerinya. 2.  Kotak 3 : Kesepakatan apa yang harus dan akan dilakukan berdasarkan negosiasi kedua belah pihak (Negotiating agenda by both). Sesi penggalian informasi terdiri dari: 1. yang kemudian diikuti pertanyaan tertutup yang membutuhkan jawaban ”ya” atau ”tidak”.  Kotak 1 : Pasien memimpin pembicaraan melalui pertanyaan terbuka yang dikemukakan oleh dokter (Patient takes the lead through open ended question by the doctor)  Kotak 2 : Dokter memimpin pembicaraan melalui pertanyaan tertutup/terstruktur yang telah disusunnya sendiri (Doctors takes the lead through closed question by the doctor). Dokter sebagai seorang yang ahli. Siapa yang diberi informasi . Mengenali alasan kedatangan pasien. akan menggali riwayat kesehatan pasien sesuai kepentingan medis (disease perspective).

Ingatkan: Percakapan yang dokter lakukan bersama pasien mungkin memasukkan berbagai materi secara luas. Seseorang dikatakan cakap-hukum apabila ia pria atau wanita telah berumur 21 tahun. yaitu:  Pasien yang diberi pengobatan dengan placebo yaitu merupakan senyawa farmakologis tidak aktif yang digunakan sebagai obat untuk pembanding atau sugesti (suggestif-therapeuticum).  Pasien yang sakit jiwa  Pasien yang belum dewasa. Ieda SS. Berikan penjelasan mengenai penyakit. maupun klarifikasi terhadap hal-hal yang masih belum jelas bagi kedua belah pihak serta mengulang kembali akan pesan-pesan kesehatan yang penting. (3) Kode etik harus bersifat universal. Suatu tindakan medik itu sifatnya tidak bertentangan dengan hukum apabila memenuhi syaratsyarat sebagai berikut: • Mempunyai indikasi medis. Dokter dapat menggunakan pertanyaan terbuka maupun tertutup dalam usaha menggali informasi. dan yang akan dijalani/dihadapinya agar ia tidak terjebak oleh pikirannya sendiri. Kapan menyampaikan informasi 5. tunjukkan bahwa Anda bersedia meluangkan waktu untuk berbicara dengannya. Program Family Health Nutrition. Tunjukkan bahwa dokter menghargai pendapatnya. yang tidak mudah diingatnya kembali. serta mengerti perasaannya. atau bagi pria apabila belum berumur 21 tahun tetapi telah menikah. yang ingin diketahuinya. Depkes RI. atau apapun secara jelas dan detil. Berapa banyak atau sejauh mana 4. Di mana menyampaikannya 6. . tetapi tidak kering dari emosi. Bagaimana menyampaikannya Ada empat langkah yang terangkum dalam satu kata untuk melakukan komunikasi. yaitu SAJI (Poernomo. Jangan bicara sendiri. Ajak Bicara: Usahakan berkomunikasi secara dua arah. Dorong agar pasien mau dan dapat mengemukakan pikiran dan perasaannya. Jelaskan: Beri penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi perhatiannya. dapat memahami kecemasannya. ingatkan dia untuk hal-hal yang penting dan koreksi untuk persepsi yang keliru. sapa dia. S = Salam A = Ajak Bicara J = Jelaskan I = Ingatkan Salam: Beri salam. Selalu melakukan klarifikasi apakah pasien telah mengerti benar. Kode Etik harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut: (1) Kode etik harus rasional. (2) Kode etik harus konsisten. terapi.3. Di bagian akhir percakapan. untuk mencapai suatu tujuan yang konkret. Luruskan persepsi yang keliru. misalnya karena kondisinya tidak memungkinkan untuk mendengarkan informasi yang dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatannya. Kode Etik Kedokteran Indonesia dikeluarkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 434/Menkes/SK/X/1983. 1999). adanya 4 kelompok pasien yang tidak perlu mendapat informasi secara langsung.  Pasien yang akan dirugikan jika mendengar informasi tersebut. Kode Etik Kedokteran Indonesia disusun dengan mempertimbangkan International Code of Medical Ethics dengan landasan idiil Pancasila dan landasan strukturil Undang Undang Dasar 1945. tetapi tidak kaku.

12. sesuai tingkat pemahamannya (usia. Beri kesempatan pasien/keluarga untuk bertanya. Sejalan dengan keterampilan yang termuat dalam empat unsur ditambah umpan balik tersebut. media penyampaian.Mendengar. vcd. beri penjelasan dan padanan katanya (kalau memang ada). Menanggapi reaksi psikologis yang ada. Kedua syarat ini dapat juga disebut sebagai bertindak secara lege artis. Menyimpulkan apa yang telah disampaikan. misalnya. Kalaupun harus menggunakannya. Tanyakan. Tidak perlu tergesa-gesa dan sekaligus.Menjaga sikap selama berkomunikasi dengan pasien (bahasa tubuh) agar tidak mengganggu komunikasi. termasuk memotong kalimat. • Harus sudah mendapat persetujuan dulu dari pasien. Panjang pendeknya. Tips dalam Komunikasi Efektif : 1. 4. Apakah hanya berbicara? Apakah percakapan dilakukan secara tatap muka atau melalui telepon. . Gunakan kata atau kalimat yang menimbulkan semangat atau meyakinkannya. gerak tubuh). 2. intonasi. Keempat unsur ini masih perlu dilengkapi dengan umpan balik. 11. parafrase. . pemberian informasi bisa dilakukansecara bertahap. misalnya karena pasien keliru mengartikan gerak tubuh. Media yang digunakan. apakah ada yang dikhawatirkannya. buklet. peraga). kelengkapannya perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi. Ulangi pesan yang penting. Dokter sebagai sumber atau pengirim pesan harus mencari tahu hasil komunikasinya (apa yang dimengerti pasien?). Penerima (yang diberi informasi). jangan memonopoli pembicaraan. penerimanya. seperti “Kalau tidak melakukan anjuran saya. menggunakan lembar lipat. “Boleh saya minta waktu untuk menyampaikan sesuatu?” untuk melihat apakah dia (yang diajak berkomunikasi) siap mendengar berita tersebut. 10. terlihat dari ucapan atau sikap dan dengan empati. ”Saya dapat mengerti jika ibu khawatir”. 7. Siapa dia? Seberapa luas/dalam pengetahuannya tentang informasi yang disampaikannya? Isi pesan (apa yang disampaikan). diperlukan kemampuan berkomunikasi dalam hal-hal berikut: . 5. Hindari memakai kata-kata yang bersifat mengancam. 13. klarifikasi. 8. . Komunikasi efektif mampu menghindarkan kesalahpahaman yang bisa menimbulkan dugaan malapraktik . Pastikan pasien/keluarga mengerti apa yang disampaikan. menjelaskan. raut muka dan sikap dokter. 9.• Dilakukan menurut aturan-aturan yang berlaku di dalam ilmu kedokteran. kalau ada apa-apa jangan datang ke saya”. Tidak dianjurkan memakai bahasa atau menggunakan istilah kedokteran. Keterampilan berkomunikasi berlandaskan empat unsur yang merupakan inti komunikasi: Sumber (yang menyampaikan informasi). Bagaimana karakternya? Apa kepentingannya? (langsung. Jika menyampaikan berita buruk. sosial budaya) 3.Cara berbicara. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. gunakan kata atau kalimat persiapan atau pendahuluan. latar belakang pendidikan. termasuk cara bertanya (kapan menggunakan pertanyaan tertutup dan kapan memakai pertanyaan terbuka). 6. tidak langsung).Cara mengamati (observasi) agar dapat memahami yang tersirat di balik yang tersurat (bahasa non verbal di balik ungkapan kata/kalimatnya. Berikan nomor telpon yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu diperlukan.

harapan. sifat-sifat klien yang relevan dan berpengaruh pada penyesuaian diri. (Depkes RI. dan perasaan klien. kebutuhan. lack of assurance (kurang dukungan) . 2002:15 Tahap-Tahap Konseling Agar konseling berjalan dengan baik. 3. 2000:32). 2001:39 ) Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap fakta. ( Saraswati. Tahap Diagnosis Sebenarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan dan hendaknya dapat menemukan ketetapan yang dapat mengarah kepada permasalahan.masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut. choice anxiety (kecemasan dalam membuat pilihan) Kategori diagnosis Pepinsky : a. Abdul Bari dkk. kelemahan dan kemampuan penyesuaian diri klien. kekuatan. (Saifudin. self conflict (konflik diri) d.Pengertian Konseling Ada banyak pengertian dari konseling yang penulis temukan. Tahap Sintesis Langkah merangkum dan mengatur data dari hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap. dependence (ketergantungan) b. lack of information (kurangnya informasi) c. Berikut beberapa pengertian konseling menurut beberapa ahli : Konseling adalah proses komunikasi antara seseorang (konselor) dengan orang lain. Tahap Analisis Tahap kegiatan yang terdiri pengumpulan informasi dan data mengenai klien. teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini. Diagnosis meliputi : 1. 2. konseling memiliki lima tahapan sebagai berikut : 1. dilakukan secara sistematik dengan paduan ketrampilan komunikasi interpersonal. sebab-sebabnya. Identifikasi masalah yang sifatnya deskriptif misalnya dengan menggunakan kategori Bordin dan Pepinsky Kategori diagnosis Bordin : a. Lukman.

agar klien mengerti dan trampil dalam menggunakan prinsip dan teknik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. d. oleh uji coba dari program kerja berdasarkan diagnosa sementara. masa kini. maka Konselor bertanggung jawab dan membantu klien untuk mencapai tingkat pengambilan tanggung jawab. dan masa depan yang dapat menerangkan sebab-sebab gejala. Menentukan sebab-sebab. 3. Bantuan pribadi dan Konselor. Mendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsis atau penyaluran 5. sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal. sesuai dengan kemampuannya. c. Goal setting. oleh reaksi klien. e. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. Mendidik kembali atau mengajar kembali sesuai dengan kebutuhan individu sebagai alat untuk mencapai tujuan kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya. baik dilembaga. pola hubungan interpersonal. dependence (ketergantungan) d. Pada dasarnya tahap-tahap dengan langkah-langkah konseling mempunyai kesamaan. lack of information (kurang informasi) c. dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benarbenar dialaminya pada waktu itu. 2. 4. self conflict (konlflik diri) 2. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berikut langkah-langkah dalam konseling: 1. Dalam kaitan ini ada lima jenis konseling adalah : a. Teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan individualitas klien. Belajar terpimpin menuju pengertian diri b. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : . Konselor menggunakan intuisinya yang dicek oleh logika. Mencakup hubungan dan teknik yang bersifat menyembuhkan dan efektif.b. Namun disini penulis menemukan perbedaan antara keduanya. Kalau klien belum sanggup berbuat demikian. Tahap Konseling Merupakan hubungan membantu klien untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber diluar dirinya. Prognosis yang sebenarnya terkandung didalam diagnosis misalnya diagnosisnya kurang cerdas prognosisnya menjadi kurang cerdas untuk pekerjaan sekolah yang sulit sehingga mungkin sekali gagal kalau ingin belajar menjadi dokter. Tahap Tindak Lanjut Mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi masalah baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. tingkah laku penyesuaian. Assesment. mencakup perhatian hubungan antara masa lalu. kekuatan dan kelemahannya.

Technique implementation. Menciptakan suasana yang aman 3. dan bahasa lisan. 2. Perilaku attending yang baik dapat : 1. jarak antara konselor dengan klien agak dekat. Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. Perilaku Attending Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata. c. 4. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Untuk lebih jelasnya. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. d. diantaranya : A. Contoh perilaku attending yang baik : • • • Kepala : melakukan anggukan jika setuju Ekspresi wajah : tenang. Meningkatkan harga diri klien. 3. senyum Posisi tubuh : agak condong ke arah klien. bahasa tubuh. Feedback. Evaluation termination. atau melakukan referal. ceria. Tehknik Konseling Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapantahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor.(a) Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien (b) Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling (c) Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : a. di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. 5. . apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien apakah tujuan itu realistik kemungkinan manfaatnya kemungkinan kerugiannya (d) Konselor dan klien membuat keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. b.

menunggu ucapan klien hingga selesai. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”. Empati tingkat tinggi.• Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah. yaitu : 1. pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara. pikiran dan keinginan klien.” Saya mengerti keinginan Anda”. yaitu teknik untuk memantulkan ide. bersandar. diam (menanti saat kesempatan bereaksi). berupa perasaan. B. menggunakan tangan sebagai isyarat. pikiran.” 2. yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan. menggunakan tangan untuk menekankan ucapan. Terdapat dua macam empati. miring. Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : “Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan. • Mendengarkan : aktif penuh perhatian. • Perhatian : terpecah.Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan…” . mengalihkan pandangan. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah …. dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka. jarak duduk dengan klien menjauh. perhatian terarah pada lawan bicara. Contoh perilaku attending yang tidak baik : • • Kepala : kaku Muka : kaku. pikiran. tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati. yaitu : 1. Refleksi pikiran. • Memutuskan pembicaraan. C. mudah buyar oleh gangguan luar. tidak melihat saat klien sedang bicara. yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbalnya. duduk kurang akrab dan berpaling. 2. pengalaman termasuk penderitaannya. yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. ” Saya dapat memahami pikiran Anda”. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending. Empati Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. mata melotot. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam. Empati primer. Refleksi Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Terdapat tiga jenis refleksi. Contoh ungkapan empati primer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”. ekspresi melamun. merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Refleksi perasaan. pikiran. • Posisi tubuh : tegak kaku.

Refleksi pengalaman. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…” D. Dengan teknik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. dan mengamati respons klien terhadap konselor. dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin. Contoh :” Saya terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. tertekan dan terancam. yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan. pikiran. Menangkap Pesan (Paraphrasing) Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien. dan pendapat klien. menutup diri. 3. Eksplorasi perasaan. Contoh dialog : Klien : ”Saya ada keyakinan bahwa operasi yang akan dijalani anak saya akan berhasil meskipun doter memvonis ada kemungkinan gagal. biasanya ditandai dengan kalimat awal : adakah atau nampaknya. yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali pengalaman-pengalaman klien. tapi saya tidak tahu kenapa saya menolaknya ? ” Konselor : ” Tampaknya Anda masih ragu. Tujuan paraphrasing adalah : (1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien (2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan (3) memberi arah wawancara konseling (4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. pikiran. Seperti halnya pada teknik refleksi. saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pengobatan anak Anda” E. mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana. Contoh : ” Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang tindakan lain yang harus saya lakukan”. Eksplorasi pengalaman. yaitu : 1.” F. Eksplorasi Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan.” 2. yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi. Namun. Eksplorasi pikiran. pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan teknik . Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan …. Pertanyaan Terbuka (Opened Question) Pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing pasien agar mau berbicara mengungkapkan perasaan. yaitu teknik untuk menggali ide.3.

Contoh : ” Apakah Anda merasa ada sesuatu yang ingin kita bicarakan ? ” G.pertanyaan terbuka (opened question). jika dia tidak tahu alasan atau sebab-sebabnya. perasaan dan pengalaman klien dengan merujuk pada teori-teori. bagaimana. lalu…. dapatkah. Dorongan ini diberikan pada saat klien akan mengurangi atau menghentikan pembicaraannya dan pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan atau pada saat konselor ragu atas pembicaraan klien. Interpretasi Interpretasi yaitu teknik untuk mengulas pemikiran. . adakah. lebih baik gunakan kata tanya apakah. Dorongan minimal (Minimal Encouragement) Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien. karena adik-adik saya banyak dan amat membutuhkan biaya.” Konselor : ” Pendidikan tingkat SMA pada masa sekarang adalah mutlak bagi semua warga negara. Karena tantangan masa depan makin banyak. Tujuan pertanyaan tertutup untuk : (1) mengumpulkan informasi (2) menjernihkan atau memperjelas sesuatu (3) menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang. Pertanyaan Tertutup (Closed Question) Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka. dengan tujuan untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut. namun mungkin disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong akan meninggalkan SMA”. H. ya…. I. dan…Tujuan dorongan minimal agar klien terus berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan. Terutama hidup di kota besar seperti Anda. bukan pandangan subyektif konselor. dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup. Oleh karenanya. yang harus dijawab dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. maka dibutuhkan manusia Indonesia yang berkualitas. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Contoh dialog : Klien : ” Saya pikir dengan berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua merupakan bakti saya pada keluarga. Misalnya dengan menggunakan ungkapan : oh….. Pertanyaan semacam ini akan menyulitkan klien. terus…. Membantu orang tua memang harus.

” K. Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Menyimpulkan sementara yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas. Tujuan menyimpulkan sementara adalah untuk : (1) memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik dari halhal yang telah dibicarakan. namun masih ada hambatan yang akan hadapi. (2) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap.” Konselor : ” Bisakah Anda mencobakan di depan saya. (3) meningkatkan kualitas diskusi. Saya tak dapat lagi menahan diri.J. Contoh : ” Setelah kita berdiskusi beberapa waktu alangkah baiknya jika simpulkan dulu agar semakin jelas hasil pembicaraan kita. yaitu : sikap orang tua Anda yang menginginkan Anda segera menyelesaikan studi. kedua. tekad Anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas. dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana tuntutan dari perusahaan yang akan Anda masuki. Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan sesuatu. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit. Mengarahkan (Directing) Mengarahkan yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu. kita sudah sampai pada dua hal: pertama. (4) mempertajam fokus pada wawancara konseling. Klien : ” Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab.” Tujuan Konseling Berikut beberapa tujuan konseling dengan dokter :    baik Mendapatkan penjelasan yang lebih rinci mengenai penyakit yang diderita Memberikan alternatif pilihan beserta resikonya dalam pengobatan Membantu dalam memilih pilihan alternatif agar mendapatkan hasil yang pasien bila penyakitnnya tersebut  Memberikan motivasi kepada mematahkan semangat hidupnya  Menghilangkan keraguan dalam mengambil keputusan Menjadi Konselor yang Baik Seorang konselor memiliki beberapa keterampilan sebagai berikut : a) Keterampilan Observasi . bagaimana sikap dan kata-kata ayah Anda jika memarahi Anda. Dari materi-materi pembicaraan yang kita diskusikan.

2.Hal – hal yang ada dalam ketrampilan observasi yaitu “ Apa yang diobservasi/diamati ? “. sopan . b) Keterampilan Mendengar Aktif Terdapat empat bentuk mendengarkan yang bisa digunakan sesuai dengan situasi yang dihadapi.  Menciptakan suasana yang nyaman dalam berkomunikasi dan proses pengambilan keputusan Pertanyaan Terbuka  Jenis pertanyaan biasanya memakai kata tanya “ bagaimana “ atau “apa “  Memberi kebebasan atau kesempatan kepada klien dalam menjawab yang memungkinkan partisipasi aktif dalam percakapan. Berikut sifat-sifat yang harus dimiliki seorang konselor :  Mempunyai motivasi tinggi untuk menolong orang lain  Bersikap ramah. 4. 3. yaitu kesan yang kita berikan terhadap apa yang kita lihat (amati) dan kita dengar. yaitu berbagai tingkah laku yang kita lihat dan dengar. yaitu : 1. Pengamatan Obyektif. Interpretasi/penafsiran. Pertanyaan Tertutup  Menghasilkan jawaban “ ya “ atau “ tidak “ yang berguna untuk mengumpulkan informasi yang factual. dan santun  Menerima klien (pasien) apa adanya  Berempati terhadap klien (pasien) . 2.  Merupakan cara yang efektif untuk menggali informasi dengan menggunakan intonasi suara yang menunjukkan minat dan perhatian. Mendengar Pasif (Diam) Memberi tanda perhatian verbal dan nonverbal Mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi Mendengar Aktif c). Keterampilan Bertanya Semua jenis pertanyaan dapat dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup dan terbuka. Dalam mengobservasi sesuatu ada 2 hal penting yang perlu diperhatikan : 1. Sifat yang Harus Dimiliki Seorang Konselor Ada beberapa sikap yang harus dimiliki seorang konselor agar pasien mendapatkan tujuannya.

padat. Laporan penelitian saja tidak cukup. Membantu dengan tulus  Terbuka terhadap pendapat orang lain ARTIKEL ILMIAH Artikel merupakan karya tulis lengkap. persoalan. Tujuan Membuat Artikel Ilmiah • untuk mendiseminasikan pemikiran kita ke khalayak akademik lebih luas melalui media jurnal yang sesuai dengan disiplin ilmunya baik lingkup nasional maupun antarbangsa. atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).  Artikel ilmiah dipaparkan secara singkat. sistematis. surat kabar. misalnya laporan berita atau esai di majalah. karena sering kali hanya dibaca oleh pemberi dana dalam lingkungan terbatas. sehingga pembahasan dan analisisnya dapat dipahami dengan jelas dan tepat. Bagaimana cara membuat Artikel Ilmiah  Artikel ilmiah selayaknya ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang akurat. Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa. Manfaat dari Artikel Ilmiah  memperoleh pengakuan profesional dari kalangan profesinya  memperdalam penguasaan bidang ilmu  memperlancar peningkatan karir akademik atau jabatan fungsionalnya  berpartisipasi dalam penyebaran dan pengembangan ilmu. dan sebagainya (KBBI 2002: 66). Artikel imiah juga dapat diartikan sebagai hasil berpikir ilmiah yang didasarkan pada rencana yang relatif matang karena akan memudahkan penulis untuk mewujudkan teks artikel. logis. mutakhir dan komprehensif dengan metodologi yang jelas. yang membahas isu tertentu. dan komprehensif (namun tidak bertele-tele). rinci. Langkah Umum Penulisan Artikel Ilmiah  Pengembangan gagasan  Perencanaan naskah  Perencanaan bahasa . dengan menggunakan bahasa Indonesia (asing) yang sesuai dengan “aturan main” yang berlaku di dunia akademik.

ringkasan hasil penelitian Text.Pendahuluan :  latar belakang atau rasional penelitian . Pengembangan paragraph  Penulisan draf [ konsep ] Syarat-syarat Artikel Ilmiah yang Baik  Mengandung masalah  Topik harus spesifik.memuat variabel-variabel yang diteliti Abstrak terdiri dari : . bukti dan contoh. terdiri dari : . usul atau saran kepada pembaca Ciri-ciri Artikel Ilmiah Yang Baik  Aktual  Akurat  Cukup panjang dan bagus  Mempunyai gambar sebagai ilustrasi pelengkap  Mudah di pahami Bagian-bagian yang Harus diperhatikan dalam membuat Artikel Ilmiah Judul .  Panjang artikel antara 3-5 halaman  Sebuah artikel hendaknya menyertakan alternatif pemecahan persoalan atau menyertakan harapan.tidak terlalu panjang atau pendek [5-15 kata] . sehingga dapat dengan mudah dijelaskan atau diuraikan.  Semua gagasan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan mengikutsertakan alasan.masalah dan tujuan penelitian .lengkap .informatif .prosedur penelitian .

Metode : * Desain penelitian * Populasi & Sampel/Sumber data * Bagaimana data dikumpulkan * Bagaimana data dianalisis Hasil : .hasil pengujian hipotesis . landasan teori (kajian pustaka)  wawasan rencana pemecahan masalah  rumusan tujuan penelitian . Ucapan terima kasih Pada ucapan terima kasih ini penulis dapat mencantumkan teman. atau siapa saja yang memberikan bantuan secara substansial kepada penelitian Daftar Pustaka Untuk journal perhatikan : singkatan jurnal tahun volume halaman awal dan akhir Untuk buku : kota terbit nama penerbit .bagian utama artikel ilmiah . dosen.dapat disajikan dengan tabel atau grafik untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal Diskusi : Dalam diskusi pengarang hendaknya menjelaskan makna penemuan penelitian yang dikemukakan dalam Results.hasil bersih tanpa proses analisis data . Tiap pernyataan harus dijelaskan dan didukung oleh literatur yang memadai. Pada penelitian dengan banyak hasil. dianjurkan untuk memberikan subjudul pada tiap bidang yang didiskusikan.

workshop. jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim). 7 Tips Agar Sukses Presentasi  Untuk meyakinkan pendengar.bisa juga diterbitkan dalam seminar yang bersangkutan Pengertian dari Presentasi Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin.  Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar  Pada akhir presentasi. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik.dapat dipresentasikan pada seminar. atau pertemuan ilmiah .penerbitan artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah . sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan  Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.sertakan lampiran yang substansial Cara Mempublikasikan Artikel Ilmiah Publikasi artikel ilmiah dapat dilakukan melalui : .  Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega  Cek lah projector sebelum melakukan presentasi Yang tidak dilakukan Pada Saat Presentasi .tahun halaman awal dan akhir yang dikutip Lampiran . Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar. Jika presentasi terasa berjalan lambat. presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.  Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.

 Perhatikan kelakuan anda.  menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada orang melalui informasi yang diberikan.  Jangan membuat lawakan kalau anda tidak ahli untuk itu. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secara detail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.  Membujuk: presentasi yang berisi informasi. hindari kebiasaan tidak baik.  Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi orang.  Gunakan laser pointer dengan benar. Mumble  Talk to the whiteboard or screen  Apologize all the time  Read your talk [ unless it is a speech ]  Sit down while talking  Talk in a monotone  Have a poor attitude  Say “umm” repetitively  Discuss things you don’t understand Tujuan dari Presentasi  Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada orang lain. Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis akan mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang diberikan. dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik tertentu. data. dan bukti-bukti yang disusun secara logis agar orang mau melakukan suatu aksi/tindakan. . Presentasi dapat berisi bujukan. atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.  Meyakinkan: presentasi berisi informasi. data. dan ulangi kembali di akhir presentasi. dan jangan ganggu audience anda dengannya. Bagaimana Menjadi Presentator yang Baik  Utarakan objective anda diawal prsentasi.

pertanyaan lain. yaitu :  Bersosialisasi  Berempati dengan teman  Menjaga emosi  Leadership  Mengemukakan pendapat  Mengambil keputusan  Toleransi  Saling berbagi Tiga kata kunci meningkatkan nilai kerja sama kelompok : .  Hindari membaca kata per kata [gagap]  Usahakan Anda lihat terlebih dahulu setiap transisi slide ke layar…apakah Audience dapat melihat slide Anda dengan baik ? Pengertian Kerja Sama  Kerja sama atau belajar bersama adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggotaanggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil mufakat. wawasan. dan mereka bertanggung jawab pada Anda  Bergantung pada yang lain. Libatkan audience dalam proses  Awasi waktu anda!  Jangan membahas hal-hal diluar topik. dan menentukan kontribusi (sumbangan) mereka. wawasan dan penyelesaian.  Bertanggung jawab terhadap yang lain. Dalam kerja sama kelompok harus :  Membangun dan membagi suatu tujuan yang lumrah  Sumbangkan pemahamanmu tentang permasalahan: pertanyaaan. dan mereka bergantung pada Anda Kerja sama dapat menimbulkan hal-hal yang positif. dan belajar memahami. dan pemecahan  Tanggap terhadap.  Setiap anggota memperkuat yang lain untuk berbicara dan berpartisipasi.

Ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan dalam upaya pembentukan kelompok/tim. Bagaimana mengukur keberhasilan kelompok. Aturan-aturan dalam kelompok disepakati dalam fase ini.  5. timbullah kesadaran dan kesepakatan akan perilaku yang boleh dan tidak boleh muncul dalam kelompok. Adanya ketergantungan yang sifatnya positif (positive interdependency). Ketrampilan kerjasama (collaborative skills).  Nilai Kerjasama.  Norming. Setelah semua ke-aku-an muncul.  Performing. yaitu :  Forming. Mulailah petir dan badai bermunculan karena benturan-benturan kepentingan antar individu. Sinergi kelompok telah terbukti dengan pencapaian sejumlah tujuan kelompok. Menginjak fase ini. yaitu :  1. Metode.  4. Pembentukan kelompok adalah suatu proses yang terdiri dari fase-fase tertentu yang melibatkan peran serta semua anggota kelompok.  3. Inilah tahap dimana setiap anggota kelompok masih mengenakan topeng sosialnya dengan rapi. Artinya kelompok itu dapat dibuat karena ada caranya. Bagaimana cara membentuk kelompok? Apakah karena ada kesamaan nilai. Sebagai suatu proses. . ataukah tujuan yang dibentuk oleh pihak diluar kelompok?  Proses. ada 3 hal yang menunjukan efektif atau tidaknya suatu kelompok :  kemampuan kelompok tersebut dalam mencapai tujuannya seoptimal mungkin  kemampuan kelompok dalam mempertahankan kelompoknya agar tetap serasi.  2. Disini setiap individu mulai melepaskan topengnya dan menunjukkan ke-akuannya dengan bangga. Keandalan individu (individual accountability). selaras dan seimbang  kemampuan kelompok untuk berkembang dan berubah sehingga dapat terus meningkatkan kinerjanya. ada fase run up dan run down. Proses kelompok (group processing). dari tujuan yang tercapai ataukah dari proses pembentukan kelompok yang menguatkan nilai kerjasama dalam kelompok? Apakah nilai kerjasama menjamin tercapainya tujuan kelompok? Pembentukan kelompok di bagi atas 4. motif. kelompok telah mencapai apa yang disebut oleh Gestalt “The Whole is Greater than The Sum of its Parts”. lnteraksi langsung (face-to-face interaction).  Storming. Secara umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful