P. 1
Aliran Dalam Seni Rupa

Aliran Dalam Seni Rupa

|Views: 998|Likes:
Published by giriiiii

More info:

Published by: giriiiii on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman, antara lain : 1.

Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup, alam, dan benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam, atau landscape. Tokoh-tokoh dalam Naturalisme adalah : Soeboer Doellah, William Blis Baker,, Hokusai, Frasco Mural, Basuki Abdullah, William Hogart, Frans Hail. 2. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan. Tokoh-tokoh dalam Realisme adalah : Karl Biullov, Ford Madox Brown, William Harnet, Jean Francois Millet, Alexander Gierynski, Nikolai Ge, Edgar Degas, Trisno Soemardjo, Basuki Abdullah. 3. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih-lebihkan. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya ini juga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis. Aliran Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.

Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. 4. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “, suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. 5. Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisan nya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekspresikan gairah yang tinggi sekaligus perasaan kesepian. Tokoh dalam Ekspresionisme salah satunya adalah Affandi. 6. Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan.

Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus. Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso. 7. Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik. 8. Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.Dalam seni, abstrak terbagidua kategori besar yaitu: a. Abstrak ekspresionismeDi Amerika abstrak ini terdapat dua kecenderungan yaitu: - Color Field Painting, yaitu lukisan yang menampilkan bidang-bidang lebar dan warna yang cerah. Pelopornya : Mark Rothko, Clyfford Stll, Adolf Got Lieb, Robert Montherwell dan BornetNewman. - Action Painting, yaitu lukisan yang tidak memerhatikan bentuk,yang penting adalah aksi atau cara dalammelukiskannya.Tokohnya adalah : Jackson Polack, Willem deKoning Frans Kliner dan; adik Twarkov.Di Perancis abstrak ekspresionisme diikuti oleh : H. Hartum

GerardSchneider, G. Mathiew dan Piere Souloges. Kemudian yang diberi namaTechnisme dipelopori oleh : Wols Aechinsky dan Asger Yorn. b. Abstrak geometrismeDisebut juga seni non objektif. Dipelopori oleh Kandinsdy. Setelah itubermunculan abstrak geometrisme yang lain dengan nama berbedaantara lain : - Suprematisme, yaitu lukisan yang menampilkan abstraksibentuk-bentuk geometris mumi dengan tokohnya adalah kasimir Malevich.- Konstruktivisme, sebuah corak seni rupa 3 dimensi yangberusaha menampilkan bentuk-bentuk abstrak denganmenggunakan alat-alat modern seperti seperti kawat, besi, kayudan plastik. Tokohnya : Vladimir Tatlin, Antonic Pevner, NaumGabo dan A. Rodehenko Alexander Calder karena patungnya dapat bergerakdisebut Mobilisme, di Amerika patung yang dapat bergerakdisebut Kinetic Sculpture. Minimal Art juga termasuk dalamkelompok Konstruktivisme. Seni ini lahir karena situasi teknologiindustri yang tinggi dan karyanya cenderung arsitektual. - Neo Plastisisme (De Stijil), yaitu corak seni abstrak yangmenampilkan keuniversalan ilmu pasti. Aliran ini berusahapewarna kepada warna pokok dan bentuk yang sikusiku.Tokohnya adalah : Piet Mondarian, Theo Van Daesburg dan BartVan Leck. - Op Art (Optical Art), disebut juga Retinal Art yaitu corak senilukis yang penggambarannya merupakan susunan geometrisdengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur.Karya ini menarik perhatian karena warnanya yang cemerlangdan seakan mengecohkan mata dengan ilusi ruang. Tokoh corakini adalah : Victor Vaserelly, Bridget Riley, Yacov Gipstein danTodasuke Kawayama.

9. Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi

kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri. Aliran inilah yang kemudian berkembang menjadi aliran Surealisme. Tokoh Dadaisme yang terkenal yaitu Marchel Duchamp dari PErancis. 10. Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran. Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Pelopor dari aliran Surealisme ini adalah Andre Breton 11. Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo. 12. Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gayagaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang.

Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa). 13. Faufisme Nama faufisme diberikan oleh seorang kritikus bernama Louis Vauxcelesyang terkejut melihat liarnya sekelompok artis muda yang sedang berpameran disalon d`Automne, tahun 1905. Menurut Matisse yang menjadi tokoh dalam aliranini, faufisme adalah suatu reksi terhadap post impresionisme yang mempunyaiteknik yang lamban dan lambat, dan juga mempunyai teori devision yang kurangtepat. Aliran ini masih dipengaruhi oleh teori cezanne tentang impresionisme.Bahwa tatanan warna masih harus mempunyai struktur yang kuat, yangdibangun hubungan interaksi antara warna-warna tertentu. Faufisme masihmemakai teori ini tetapi lebih dikembangkan lagi, ialah bahwa warna-warna itu jika diamati, kemudian harus di padatkan lagi dan di olah lagi. Disamping itu jugamenentukan sikap bahwa tidak ada pendahuluan secara teoritis terhadap warnaagar cocok untuk suatu pembentukan objek. Tokoh-tokoh aliran ini : HenryMatisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol Dufi dan Kess Van Dongen. 14. Simbolisme Lukisan secara simbolik adalah lukisan yang mengambil sesuatu sebagaipelambang, sering terlihat seperti sindiran. Pada masa Jepang berkuasa di tanahair kita, sensor atas kerangankarangan amat keras. Untuk mencobamelepaskan diri dari jaringan sensor itu, dibuatlah karangan yang simbolis. Jikatidak, maka karangan di tambah lagi dengan kalimat-kalimat yang tak berartisekedar untuk mengelabui mata sensor Jepang. Dalam karangan yang simbolisbiasanya binatang atau tumbuhan dilukiskan sebagai manusia dengan sifat-sifatnya. Misalnya Hikayat Kalilah dan Dimnah, Hikayat Panca Tantra, Syair siBurung Pungguk. Dalam kesusastraan Indonesia, kita lihat misalnya karangan Amin, Tinjaulah Dunia Sana. Tokohnya ikan-ikan dala akuarium. Gerak-gerik dansifat ikan itu dilukiskannya sebagai lukisan manusia yang beraneka ragamsifatnya. Aliran simbolik sejalan dengan surrealism, yakni bahwa ala

minihanyalah sebagai batu loncatan untuk menyatakan perhatian yang lebih tentangmanusia yang hidup. Tokoh yang menganut aliran ini : Charles Baudelaire,Stephane Mallarme, Paul Verlaine, Arthur Rimbaud. 15. Neoklasikisme Modernisme dipandang sebagai gerakan penghapusan danpembongkaran seni yang telah berjalan beberapa decade. Sejak akhir abad ke-18, gerakan modernisme telah membongkar konsep seni rupa klasik bahwa senirupa harus indah, seni rupa harus menghadirkan sensasi menyenangkan mata,harus memiliki subjek penggambaran (subject matter), seni rupa harusmerupakan produk magis dari aura sang seniman dan seterusnya, selangkahdemi selangkah mulai dicampakkan. Seniman modernis mencampakkankeindahan sebagai faktor ideal dalam seni rupa, misalnya terlihat padapenggambaran wanita secara kubistis oleh Pablo Picasso pada lukisan µLesDemoiselles d¶ Avignon¶. 16. Klasikisme Sebutan kata klasik mengandung pengertian sifat dari suatu hal, keadaanatau kejadian pada masa lalu yang mengalami puncak kejayaan, keunggulankehebatan, atau kemasyuran, namun hingga kini sifat-sifat itu masih dirasakan atau diakui. Sifat yang demikian itu disebabkan hal, keadaan atau kejadiantersebut memiliki nilai atau mutu tinggi yang diakui dan menjadi tolak ukur kesempurnaan yang abadi. Karena itu, sesuatu yang klasik akan tetap bertahansampai kapanpun seakan tak lekang oleh zaman. Aliran estetika klasik iniberkembang pada era munculnya. Tokoh-tokoh filsuf besar, yang terkenalkarena kecermelangan pemikirannya hingga sekarang antara lain sepertiSocrates, Plato, Aristoteles, Plotinus, Agustinus dan Thomas Aquinas.

17. Pop Art (Popular Art) Seni Pop atau Pop Art mula-mula berkembang di Amerika pada tahun1956. Nama aslinya adalah Popular Images. Seni ini muncul karena kejenuhandengan seni tanpa objek dan mengingatkan kita akan keadaan sekeliling yangtelah lama kita lupakan. Dalam mengambil objek tidak memilih-milih, apa yangmereka jumpai dijadikan objek. Bahkan bisa saja mereka mengambil sepasangsandal disandarkan diatas rongsokan meja kemudian diatur sedemikian rupakemudian dipamerkan. Kesan umum dari karya-karya Pop Art menampilkansuasana sindiran, karikaturis, humor dan apa adanya. Tokoh-tokohnya antaralain : Tom Wasselman, George Segal, Yoseph Benys, Claes Oldenburg danCristo. Di Indonesia yang menganut aliran ini adalah seniman-seniman yangmemproklamirkan diri : ³Kaum Seni Rupa Baru Indonesia´. 18. Futurisme Futurisme ialah sebuah aliran seni lukis yang lahir pada tahun 1909 oleh seniman Italia, Filippo Marinetti. Aliran ini mengatakan gerak dan dipandang sebagai pendobrak aliran kubismeyang dianggap statis dalam komposisi., garis dan pewarnaan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak sehingga pada lukisan anjing di gambarkan berkakilebih dari empat. Tokoh aliran ini : Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini,Gioccomo Ballad dan Ruigi Russalo. 16. Seni Instalasi Berarti sejumlah kanvas atau objek ide instalasi dimulai dari barang-barang yangditemukan di mana-mana dan kemudian dikembangkan, direkayasa di workshop, di improvisasi dengan ruang, atau merupakan input respons terhadapruang ataupun yang mengelilinginya, susunan dalam sebuah fungsi dirakitdengan objek-objek lain jadilah sebuah system, itulah instalasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->