10 Langkah untuk meningkatkan keimanan

Submitted by roemasa on Wed, 10/21/2009 - 13:10

Setiap anak yang baru lahir mengetahui bahwa Tuhannya hanya satu yaitu Allah Swt., tidak peduli keyakinan apa yang dipeluk oleh kedua orang tuanya. Namun bukan berarti seorang anak yang lahir dengan fitrah seperti itu, atau keyakinan alami, ketika nanti dia tumbuh besar akan menjadikannya seorang Muslim yang baik dan beriman. Sudah menjadi tugas setiap Muslim untuk menjaga dan mengevaluasi kadar keimanannya. Artinya seseorang harus secara rutin menjaga imannya dan mengamati apakah kadar keimanannya berkurang atau bertambah dan mencari tahu apa sebabnya. Seandainya kadar keimanannya berkurang, maka ia harus meningkatkannya sebelum benar-benar turun hingga bisa menghancurkan hatinya. Terdapat banyak cara untuk meningkatkan kadar keimanan seseorang dan perbuatan-perbuatan itu termasuk di dalamnya dengan memperbanyak berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa dan menjauhi orang yang mengajak kepada perbuatan dosa itu. Ada 10 langkah yang bisa ditempuh guna meningkatkan kadar keimanan kita: 1. Membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an. Dengan begitu akan membuat hati tenang dan damai. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih, anggap Allah sedang berbicara dengan kita. Manusia digambarkan dalam beberapa kategori di dalam Al-Qur'an; pikirkan kategori manusia seperti apa kita. 2. Menyadari kebesaran Allah Swt. Semuanya berada dalam kendali-Nya. Terdapat banyak tanda-tanda kebesaran-Nya yang bisa kita saksikan. Semua yang terjadi merupakan kehendak-Nya. Allah Swt. melihat dan mencatat segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang berada di bebatuan hitam di dalam malam yang gelap gulita tanpa sinar bulan tetap akan terlihat dan dicatat. 3. Berusahalah untuk menambah pengetahuan, setidaknya sesuatu yang dasar dalam hidup kita misalkan bagaimana berwudhu yang benar. Mengetahui makna di balik nama-nama Allah dalam asmaul husna. Orang yang bertaqwa adalah mereka yang berilmu. 4. Menghadiri majelis-majelis yang di dalamnya berisi kegiatan untuk mengingat Allah. Dalam majelis seperti itu kita akan dikelilingi oleh para malaikat. 5. Kita harus memperbanyak perbuatan baik. Satu perbuatan baik akan diikuti oleh perbuatan baik lainnya. Allah Swt. akan mempermudah jalan bagi seseorang yang melakukan perbuatan baik. Perbuatan baik harus dilakukan secara terus menerus bukan cuma sesekali saja. 6. Kita harus takut akan kematian; mengingat mati akan membuat kita takut untuk berbuat kesenangan. 7. Mengingat beberapa tingkatan akhirat, contohnya ketika kita di dalam kubur, ketika kita diadili atau ketika kita di surga atau neraka. 8. Berdoa, sebagai realisasi bahwa kita membutuhkan Dia. Tundukkan diri kita dan jangan iri terdapat sesuatu yang berbau materi yang ada di dunia ini. 9. Cinta kita kepada Allah Swt. harus ditunjukkan dalam bukti nyata. Kita mengharap Allah akan menerima semua ibadah kita, dan menghindarkan kita dari berbuat dosa. Sebelum tidur, kita harus merenungkan perbuatan baik apa saja yang telah kita lakukan pada hari ini. 10. Menyadari dampak dari dosa dan ketidaktaatan- kadar keimanan seseorang akan meningkat dengan cara berbuat baik dan kadar keimanan kita akan menurun apabila berbuat maksiat. Semua yang terjadi merupakan kehendak-Nya. Ketika musibah menimpa kita- itupun berasal dari Allah Swt. Dan merupakan akibat langsung dari ketidaktaatan kita kepada-Nya.

Referensi: Islamway.com

5 (Lima) Perkara yang Dapat Meningkatkan Iman Seseorang
Posted by Admin pada 27/10/2009

bisa bertambah dan berkurang. Orang yang membaca.” (At Taudhih wal Bayan lisy Syajarotil Iman. Al-Imam Abdurrahman bin Amr Al-Auza‟i rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan. dengan cara mengilmui dan mengamalkannya. dan kepada Rabb mereka itulah mereka bertawakkal. Saudaraku muslimin. Setelah kita tahu bahwa ternyata iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.” Beliau juga menyatakan: “Iman itu (terdiri atas) ucapan dan amalan. dan apabila engkau menyianyiakannya. berusaha untuk menolak atau membentengi diri dari bentuk-bentuk ujian (cobaan) yang tampak maupun tersembunyi yang dapat menafikannya (menghilangkannya). yakni meyakini bahwa sesungguhnya iman seseorang itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang. gemetarlah hati-hati mereka.” (QS.” Demikian pula Imam Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. maka iman pun akan berkurang. kekuasaan dan qudrah-Nya serta ibadah yang diwajibkan atasnya. iman yang ada di dalam diri seorang hamba itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang atau bahkan hilang tanpa bekas dari diri seseorang. Al Anfal [8]: 2) Al Imam Al Ajurri rahimahullah berkata: “Barangsiapa mentadabburi Al Quran. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah iman bereka. Kedua. inilah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama‟ah itu. Beliau menjawab: “Betul (bertambah). apakah bisa bertambah dan berkurang? Beliau menjawab: “Iman bertambah sampai puncak langit yang tujuh dan berkurang sampai kerak bumi yang tujuh. ketahuilah! Ada beberapa amalan yang insya Allah akan dapat menyebabkan bertambahnya iman seseorang. dia akan mengenal Rabb-nya Azza wa Jalla dan mengetahui keagungan. lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang mukmin untuk menjaga kualitas imannya? Al Imam Allamah Abdurrahman bin Nashr As Sa‟di rahimahullah mengatakan: “Seorang mukmin yang diberi taufiq oleh Allah Ta‟ala.” Lalu beliau ditanya lagi: “Apakah bisa berkurang?” Beliau menjawab: “Ya. memurnikan keimanan dan cabang-cabangnya. Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengabarkan tentang orang-orang mukmin yang berbuat demikian: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah.“ . maka iman akan bertambah.Ketahuilah. di antaranya adalah: Pertama: Membaca dan tadabbur (merenungkan atau memikirkan isi kandungan) Al Quranul Karim. hal 38). apakah bisa bertambah. Apabila engkau mengamalkan kebajikan. mentadabburi dan memperhatikan isi kandungan Al Quran akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya kuat dan bertambah. sampai tidak tersisa sedikitpun. Maka dia senantiasa melakukan setiap kewajiban dan menjauhi segala sesuatu yang tidak disukai maulanya (yakni Allah Ta‟ala). sampai seperti gunung. Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan. dia senantiasa berusaha melakukan dua hal: Pertama.“ Nah. membatalkannya atau mengikis keimanannya itu.

. hal 32-33) Kelima: Membaca siroh atau perjalanan hidup Salafush Shalih. memperhatikan dan mempelajari siroh beliau dan sifat-sifatnya yang baik serta perangainya yang mulia. sebagaimana Allah memenuhi cinta-Nya kepada pilihan-Nya. Barangsiapa membaca dan memperhatikan perjalanan hidup mereka. Oleh karena itu seorang hamba akan merasakan manisnya iman yang ada di hatinya. dan bertambah cintanya kepada beliau. paling terpuji akhlaknya. yakni ketaatannya kepada Nabi shallallahu „alaihi wa sallam menjadi kuat. yakni Nabiyullah Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam (lihat QS. Itu adalah tanda bertambahnya keimanan yang mewariskan mutaba‟ah dan amalan sholih. niscaya dia akan mendapatkan manfaat dengannya. Fathir [35]: 28).” Keempat: Mempraktekkan (mengamalkan) kebaikan-kebaikan agama Islam. rasa takut mereka dari dosa.Kedua: Mengenal Al Asmaul Husna dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan Allah secara mutlak dari berbagai segi. Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan: “Dari sini kalian mengetahui sangat pentingnya hamba untuk mengenal Rasul dan apa yang dibawanya. yakni dengan mengamati. Tidak ada jalan untuk mengetahui baik dan buruk secara mendetail kecuali darinya. Al Hujurat [49]: 7) Maka iman di hati seorang hamba adalah sesuatu yang sangat dicintai dan yang paling indah.” (QS. perhatian mereka kepada iman. Allah Ta‟ala berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya adalah ulama. akan mengetahui kebaikan-kebaikan mereka. ittiba‟ mereka kepada Allah. kemudian selamat dari jalan orangorang yang menyimpang. dan membenarkan pada apa yang beliau kabarkan serta mentaati apa yang beliau perintahkan. akhlak-akhlak yang agung. sehingga dia akan menghiasi hatinya dengan pokok-pokok dan hakikat-hakikat keimanan. kuat takutnya dan muroqobahnya kepada Allah Ta‟ala. Ketahuilah. At Taubah [9]: 100). paling adil hukum-hukumnya. Yang dimaksud Salafush Shalih di sini adalah para shahabat Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam dan orang-orangyang mengikuti mereka dengan baik (lihat QS. Dari pandangan inilah Allah menghiasi keimanan di hati seorang hamba dan membuatnya cinta kepada keimanan. Al Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Sesungguhnya hamba yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama yang mengenal Allah. dan menghiasi anggota badannya dengan amal-amal nyata (amal sholih). Ketiga: Memperhatikan siroh atau perjalanan hidup Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. Bila seorang hamba mengenal Rabbnya dengan pengetahuan yang hakiki.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/533). dia termasuk orang yang paling kuat imannya dan ketaatannya.Maka kalau seseorang memperhatikan sifat dan akhlak Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam dalam Al Quran dan Al Hadits. (At Taudhih wal Bayan. paling benar aqidahnya. Karena tidak ada jalan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat kecuali dengan tuntunannya. Karena seorang hamba bila mengenal Allah dengan jalan yang benar. sesungguhnya ajaran Islam itu semuanya baik. sungguh ia telah diberi taufiq dalam mendapatkan tambahan iman.

” (lihat Kitab Al Ubudiyah. kegigihan dan ketekunan untuk mendekati Al-Quran untuk tujuan ini lebih-lebih lagi bagi orang yang baru melangkah ke arah ini." Keadaan ini terjadi apabila Al-Quran dibaca tanpa pemahaman makna dan berinteraksi jiwa dengan Al-Quran. Dikutip dari salafy. Dengan memperhatikan keadaan mereka. barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. edisi XVIII/Shafar/1418 oleh Abu Abdillah Ibnu Zuhri Judul: Iman bisa meningkat dan bisa turun Baca risalah terkait ini: 1. hal 94). lupa dan berpaling dari ketaatan. Perlu ada kesungguhan. di antaranya: Kebodohan terhadap syari‟at Islam. melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa besar.AKANKAH AMALKU DITERIMA? 2. Sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Barangsiapa lebih serupa dengan mereka (para shahabat Rasulullah). .22 Perkara Yang Membatalkan Amalan Seseorang 3. Membaca Perjalanan (siroh) Ulama Ahlus Sunnah Bagaimana cara menambah keimanan melalui Al-Quran Barangkali ada sesaorang telah berkata. juga ketaatan mereka dan bersegera dalam kebaikan. lalai. kekuatan iman mereka dan kuatnya ibadah mereka kepada Allah dan sebagainya. Wallahul musta‟an. Sedangkan apabila kita membaca Al-Quran. Dan tentunya. maka dia lebih sempurna imannya. Itulah beberapa amalan yang insya Allah akan dapat menyebabkan bertambahnya keimanan. seharusnya ia dapat mengubah persepsi jiwa kita dan dapat diambil manfaat darinya dan seterusnya dapat meningkatkan keimanan kita melaluinya.Keutamaan Al Qur’an 4. maka iman menjadi kuat dan timbul keinginan untuk menyerupai mereka dalam segala hal.Al-Qur`an Obat Segala Penyakit 5.id offline Dinukil dan disarikan dari Majalah Salafy. riya‟ dan nifaq. mengikuti hawa nafsu dan sebagainya. Adapun hal-hal yang dapat melemahkan iman seseorang adalah sebaliknya. kesabaran. Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa diberi tambahan iman. maka dia termasuk golongan mereka." Aku telah banyak membaca Al-Quran tetapi aku tidak merasakan perubahan dan nikmat keimanan yang aku peroleh daripadanya. dan dijauhkan dari kelemahan dan kehinaan.or.kemaksiatan.

." paling baik(iaitu) Allagi berulang-ulang.. penghayatan akal dan proses interaksi jiwa dan gerak hati supaya hati jadi lebih sensitif dan merasai akan setiap ayat-ayat yang dibaca. jangan sampai perhatian kamu hanya tertuju ke akhir surah (kerana ingin mempercepatkan bacaan).Quran terhadap jiwa dan perasaan kita. konsisten dalam mendampinginya pada sebarang masa dan keadaan. tentukan waktu untuk ini.." Janganlah kamu mempercepatkan bacaan Al-Quran tanpa adanya tadabbur seperti membaca syair. Janganlah kamu melagukan Al-Quran tanpa aturan. contohnya sejam atau dua jam sehari secara terus menerus.Quran." Interaksi jiwa yang betul dengan Al Quran akan menggetarkan jiwa sebagaimana firman Allah dalam Surah AlZumar:23 yang bermaksud. Maknanya.Pembacaan Al-Quran perlulah di sertai pemahaman. Perlu tanamkan azam. setiap kali kita membaca AlQuran. Berusahalah untuk menemui keajaibannya. "Allah telah menurunkan perkataan yang Quran yang serupa(mutu ayat-ayatnya) gementar kulit orang-orang yang takut kemudian menjadi tenang . hati mereka untuk Ada beberapa cara (atas ketentuan Allah SWT) untuk meningkatkan interaksi dan penguasaan Al. kulit dan mengingati Allah.  Menyibukkan diri dengan Al. yang berguguran ketika pelepahnya digoyang.. tujuan kita adalah untuk memahami apa yang dibaca dan berusaha merasakan pengaruhnya dalam hati kita. Iaitu memberikan waktu yang cukup lama setiap hari. kepada Tuhannya. seperti kurma basah dan buruk. gerakkanlah hatimu dengannya.. Apabila ditentukan waktu . Ibnu Mas'ud pernah berkata.

persiapkan perasaan dan menumpukannya untuk mendengarkan maksud-maksud yang terkandung dalam AlQuran. Dengan kata lain kita perlu menyepi bersama-sama Al-Quran untuk mempercepatkan proses interaksi.berinteraksi ini contohnya selama satu jam terus menerus untuk mendampingi Al-Quran. Peruntukkan masa yang pendek tidak mencukupi untuk interaksi jiwa yang positif dan efektif dengan Al-Quran. untuk memberi kesempatan agar ayat-ayat yang di baca meresap dalam diri. meratap dan merendahkan diri semasa kita berinteraksi dengan Al-Quran. jauh dari keramaian dan kebisingan dan dikerjakan pada waktu kita tidak merasa letih atau mengantuk. Setelah mentelaah dan menghayati Al-Quran.Quran berkali-kali dalam sehari tapi dalam waktu yang terpisah-pisah.  Persiapan mental Persiapan mental untuk menghadapi dan memahami Al-Quran memainkan peranan penting dalam proses integrasi dengannya. berdoa. Lebih-lebih lagi jika kita mula-mula berjinak-jinak dengan Al-Quran. Suasana begini akan dapat mendorong kita untuk menangis . Ini adalah kerana perasaan manusia memerlukan masa yang relatifnya agak lama untuk mengintegrasikan Al Quran dalam hati dan perasaan. ia lebih baik dan berkesan dari membaca Al. kesannya sedikit demi sedikit dapat diserap sehingga dapat mendekatkan jiwa dengan Allah dan menambahkan keimanan padaNya. ia dapat . pengaruh AlQuran akan lebih berkesan dan membekas dijiwa. sunyi dan damai ini. Dalam suasana yang tenang. berkesinambungan setiap hari.  Persiapan hati Persiapan hati bermaksud persiapan hati untuk menghadapi AlQuran. Menyibukkan diri dengan Al-Quran perlulah dilakukan terus menerus. Pertemuan dengan Al-Quran ini perlulah dilakukan di tempat yang tenang.

suara yang lunak dan bagus serta membaca dengan perlahan dan tenang dapat mempertingkatkan proses interaksi dengan Al-Quran. Jika bacaan dihiasi dan diperindah dengan suara yang bagus.. Persiapan hati sebelum membaca Al-Quran ini perlu dititikberatkan untuk kesan lebih positif. lantas hatinya terbuka dan terus memeluk agam Islam. Sebelum membaca Al-Quran. maka kamu akan dibuatnya menangis. berusahalah untuk mempengaruhi perasaan walaupun dalam jangka masa beberapa minit. .mengubah rasa hati kita dari keras dan jumud kepada lembut dan mudah peka. Jika kamu membacanya. maka menangislah.  Membaca Al-Quran dengan Tartil dan Suara yang Indah Dengan bacaan yang benar (tepat mengucapkan makhraj huruf sesuai dengan kaedah tajwid). Fatimah. Jangan ditinggalkan wasilah ini.. Manfaatkan waktu-waktu ketika perasaan boleh berinteraksi secara alami dan jika pada ketika itu ia membaca Al-Quran akan memberi kesan positif dan mempercepatnya proses interaksi jiwa dengannya. Pada ketika itu beliau mendengar bacaan Al-Quran. Rasulullah saw menerangkan dalam hadisnya cara kita berinteraksi dengan Al-Quran yang bermaksud. mendengar nasihat dan membaca buku-buku yang boleh menyentuh perasaan. Seperti kata Al-Zubaidi: " Suara yang bagus akan menambah bacaan menjadi lebih baik." Cara-cara mempersiapkan hati i. ii. " Sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan dalam keadaan dukacita. Kisah Umar Al-Khattab ketika memeluk Islam: jiwanya tersentuh ketika melihat darah mengalir diwajah saudara perempuan. Jika kamu tidak menangis . Contohnya mengingatkan kematian..

maka akan ada daya penarik bagi hati untuk mendengarkan. akan tetapi ia masih boleh terpengaruh dan berhasil mewujudkan kesan yang besar pada jiwa. Walaupun kadang-kadang pemahaman sesaorang akan sesuatu ayat sangat terbatas.  Pengambilan makna ayat secara umum Apabila membaca Al-Quran perlu wujudnya kesinambungan dan tidak memotong-motong bacaan. supaya jiwa dapat berinteraksi dengan ayat Al-Quran secara berterusan. Jiwa perlu diberi kesempatan untuk meresapi maksud ayat Al-Quran dan seterusnya mempengaruhi jiwa sedikit demi sedikit supaya hati jadi lebih sensitif. Interaksi jiwa dengan Al-Quran ini sebenarnya tidak memerlukan pemahaman yang mendalam. Kita perlu meyakini bahawa kita mampu memahami dan berinteraksi dengan Al-Quran yang berbahasa Arab."  Memahami apa yang dibaca Pemahaman dan penghayatan penting untuk berinteraksi dengan Al-Quran. Jika kita menghadapi kesulitan memahami satu atau dua kalimat dalam satu ayat maka memadai mengambil erti yang umum sahaja. bolehlah merujuk kepada kitab tafsir untuk mengetahui makna yang susah difahami. ia tidak memerlukan adanya satu keistimewaan tertentu. Setelah selesai kita membaca Al-Quran. Melalui pengulangan ini jiwa akan lebih merasai dan menghayati apa yang dibaca dan lantas menggerakkan perasaan dan seterusnya menambahkan .  Pengulangan ayat yang memberikan pengaruh di dalam hati Pengulangan bacaan ayat-ayat Al-Quran ini sebenarnya penting semasa kita berinteraksi dengannya. memusatkan fikiran dan perhatian serta menghayatinya.Interaksi jiwa ini bersifat relatif. bahasa yang boleh dan mudah difahami dan dipelajari.

Sebenarnya kita menzalimi diri kita sendiri apabila kita tidak memberikan hak-hak Al-Quran untuk membangunkan dasardasar keimanan dalam hati kita dan tidak meluangkan masa dan kesempatan untuk berinteraksi dengan Al-Quran yang merupakan Mukjizat Allah! Mukjizat yang boleh meningkatkan keimanan kita . Al.dan seterusnya menyakini dan melaksanakan tuntutan ayat tersebut!  Serasikan hakikat keimanan yang telah terhasil. Fokus diberikan pada apa yang telah di baca dan di yakini dari bacaan Al-Quran untuk dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan. yang mana akan memberi kesan pada jiwa.. membersihkan hati kita dan mengingatkan kita tentang hakikat kehidupan di dunia dan akhirat. sebenarnya kita sedang berinteraksi dengan Kalamullah yang Agung dan Mulia. Apabila kita mendekati dan membaca Al-Quran..Quran ini mempunyai peranan yang penting sebagai sumber penghasil keimanan yang tidak dapat ditandingi oleh wasilah lain. berinteraksi dan menghayatinya dalam beberapa waktu. Ia akan mampu merubah sikap dan memperbaiki sikap dan perangai sesaorang agar menjadi lebih baik dan positif. Juga kita menzalimi diri kita bila kita hanya setakat memperbanyakkan .. Segala usaha yang disertai dengan amal akan menambahkan keimanan didalam hati. InsyaAllah. memberi fokus padanya. melalui Al-Quran dasar-dasar keimanan dapat di bina di dalam hati seluas dan sedalam yang mungkin. Berusahalah mengulang-ulang ayat yang dapat memberi pengaruh dalam jiwa sepertimana sahabat-sahabat Rasulullah saw yang mengulang-ulang satu ayat berkali kali sepanjang malam sehingga pagi menjelang! Mereka iringi dengan doa dan tangisan untuk menghayati ayat tersebut didalam jiwa mereka. penawar kepada jiwa yang luntur iman.keimanan.

Perbanyakkanlah membaca dan mentadabbur Al-Quran yang dapat memberikan cahaya dalam hati kita ini.kembalilah pada AlQuran. Jadi sewajarnyalah kita memperbaiki interaksi kita dengan AlQuran supaya ia dapat memberikan kesan yang lebih mendalam dalam jiwa kita .! Rujukan Buku Peranan dan Kekuatan Al-Quran dalam memantapkan keimanan Majdi Al-Hilali Read more: http://cikgurabiah.Ajaklah diri kita dan keluarga kita .. yang meningggikan kalimah Allah di mana sahaja mereka berada! Al.blogspot.bacaan Al-Quran. Mereka merupakan Al-Quran yang berjalan ditengah-tengah masyarakat jahiliyah. petunjuk sepanjang jalan kehidupan kita. memperindahkannya tanpa tadabbur dan menghayatinya......html#ixzz1jHQVLqLm Ciri-ciri Muslim yang soleh ..Quran ini sepatutnya dekat dihati kita selalu.com/2010/11/bagaimana-caramenambah-keimanan....menjadikan Sahabat generasi Al-Quran yang pertama sebagai contoh kita dalam penghayatan Al-Quran...

Inilah yang di suruh oleh Allah SWT dalam firmanNya surah Al Baqarah: 208 yang bermaksud. Aqidah yang sejahtera(salimah) Muslim yang soleh perlulah mempunyai kekuatan aqidah. kita tidak boleh berpuas hati dengan diri sendiri malah perlulah sentiasa memperbaiki dan mempertingkatkan diri sehinggalah kita menjadi seorang Muslim yang soleh. wanita dan lain-lain. hubungan dan keyakinan yang kuat dengan Allah SWT." Menjadi Muslim yang soleh merupakan matlamat kita sebenarnya apabila melalui proses tarbiyyah Islam di mana semua aspek roh. Kekuatan inilah yang membebaskan dirinya dari syirik kepada Allah SWT: dia meninggalkan illah-illah selain Allah berupa harta. gelaran Muslim yang soleh tidaklah bermakna tapi hanyalah dakwaan semata-mata. " Wahai orang-orang yang beriman. Namun penghayatan Islam yang syumul perlu dalam semua aspek hidup untuk menjadi Muslim yang soleh sebenarnya.. dan janganlah kamu mengikuti langkahlangkah syaitan. Allah sahajalah merupakan satusatunya sembahan dalam dirinya.Sebagai seorang Muslim. pangkat . 1. Perasaan takut yang dirasai dalam jiwanya menyebabkan dia rasa di awasi selalu .. dan kerana keyakinannya hanya pada Allah SWT maka semua urusan hidupnya dikembalikan padaNya. akal. masuklah kamu ke dalam Islam sepenuhnya. Tanpa penghayatan ini... jasmani di didik dan di proses sehingga melahirkan natijah yang menyeluruh yang merangkumi semua fakulti insan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu. Berikut merupakan ciri-ciri yang harus dimiliki agar sesaorang Muslim dapat menjadi seorang Muslim yang soleh.

.. Akhlak yang mantap Rasulullah saw adalah contoh yang terbaik bagi seorang Muslim dalam keperibadian dan akhlaq yang mulia. yang mana niat ini sentiasa dijaga dan amalan yang dibuat mengikut syarak supaya segala amalannya adalah ibadah padaNya. maka buruk juga lah ibadah pada Allah. semasa dan setelah melakukan sesuatu amalan.hati mesti ikhlas. Keikhlasaan merupakan perkara utama yang perlu disemak dalam jiwa sebelum. ". sangat lembut dan perihatin pada orang lain..dan Dia bersama kamu di mana sahaja kamu berada dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan..pendekata pada diri Rasulullah itu terkumpul sifat-sifat kesempurnaan seorang manusia! Jika seorang Muslim itu mempunyai akhlak yang buruk. Ibadah yang soleh. sangat bertakwa pada Allah.seperti dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Hadid ayat 4 yang bermaksud. akhlak mesti baik maka ibadah jadi soleh. haiwan atau persekitaran.. Tanpa ikhlas... Seorang Muslim yang soleh mempunyai niat yang ikhlas dalam amalan ... Sewajarnya sebagai Muslim. tiada ibadah yang soleh! 3. 2..... Ibadahnya adalah mengikut dalil-dalil yang soheh dan dia meninggalkan amalan-amalan yang bid'ah atau berbau bi'dah." Aqidah dalam dirinya aqidah yang sejahtera. tidak menzalimi manusia. bersih dan suci dari syirik dan nifak. Sikap Ar-Rasul yang terbaik ini samada kepada lawan atau kawan.

di zaman yang mencabar ini.4. seorang muslim itu adalah contoh yang . tungganglanggang. jadi akal seorang Muslim yang soleh perlulah sentiasa diasah selalu dengan pengisian ilmu yang bermanfaat. Tambahan pula dalam era sekarang . Sifat ihsan dalam bekerja haruslah diamalkan sehingga mampu menghasilkan yang terbaik. Makanan yang baik. Lebih-lebih lagilah di dalam kerja-kerja dakwah dan tarbiyyah. Teratur (sistematik) dalam urusan atau kerja Muslim yang soleh harus bekerja secara teratur yang mana hasil kerjanya terbaik dan berkualiti disertai niat yang ikhlas tadi. Pemikiran yang terdidik dan matang Akal adalah wadah ilmu. Tubuh badan yang kuat Tubuh badan yang kuat memudahkan seorang menjalankan tugas dan tanggungjawab yang berat. 5. hasil kerjanya tidak berkualiti dan ini mungkin akan menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap dirinya dan kerja yang dilakukan. Seorang Muslim yang kuat dan sihat lebih utama dan lebih dikasihi Allah dari Muslim yang lemah dan selalu sakit. Kerja-kerja dakwah yang berat dapat dipikul oleh Muslim yang kuat. Medan dakwah dan tarbiah memerlukan Muslim yang berilmu. kuat dan sihat tubuh badan. halal dan seimbang perlu di ambil kira. Muslim Jadi pemakanan perlu dijaga dan senaman mesti di laksana supaya kesihatan tubuh badan terpelihara. kuat ibadah. 6. kuat aqidah. Jika kerjanya tidak teratur. ketinggian pemikiran atau intelektualisme amat di perlukan. baik akhlak. jadi penguasaan ilmu dalam pelbagai bidang adalah sangat perlu untuk menghadapi cabaran-cabaran musuh Islam yang sentiasa menyerang.

Seorang Muslim yang soleh mampu menjaga masanya agar tidak terbuang begitu sahaja. setiap detik masa diperhatikan dan diisi dengan amal yang soleh. Kerja dakwah dan tarbiah yang berkualiti mempunyai pengaruh dan kesan yang besar dalam menghasilkan hasil yang berkualiti juga. Menguasai diri sendiri Muslim yang soleh mampu menguasai diri. Rasulullah saw mengingatkan kita supaya jangan buang masa atau melengah-lengahkannya .... bersyukur sewaktu senang dan bila menerima nikmat Allah SWT. maka janganlah engkau menunggu waktu petang.. dapat bersabar ketika susah.. Penguasaan diri diperolehi melalui proses yang berterusan. dia sentiasa memperbaiki diri dalam masa yang sama mengajak orang lain! 8. 7. dan pergunakanlah waktu sihatmu sebelum waktu sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum waktu mati. " Jika engkau berada pada waktu petang." (Riwayat Imam Bukhari) . Menjaga waktu dengan baik. Dia tenang dalam melaksanakan tanggungjawabnya lebih-lebih lagi tanggungjawab dakwah yang mencabar. maka janganlah engkau menunggu waktu pagi. dan jika engkau berada pada waktu pagi. sentiasa optimis dengan kejayaan dakwah dan pertolongan Allah SWT dalam kerja-kerja yang dilakukannya kerana Allah SWT sematamata.. Hatinya sentiasa takut pada Allah dan mengharap pada pertolongan Allah SWT .diperhatikan oleh masyarakat.

Dalam usaha mencari nafkah. Mampu bekerja sendiri (berdikari) Seorang Muslim yang soleh boleh berdikari. bertawakkal dalam melaksanakn kerja-kerjanya. Dapat menyampaikan dakwah pada orang lain supaya kembali pada Allah dan mentarbiyyah diri.. tidak perlu banyak bergantung pada orang lain. Jadi orang muslim yang soleh juga perlu sedemikian juga. dia tidak suka meminta-minta.. Bermanfaat pada orang lain.. Menyakini bahawa rezeki itu adalah dari Allah dan sentiasa berusaha untuk mendapatkan rezeki yang halal dan baik.kebaikan bukan hanya untuk diri sendiri tapi ia mengalir keluar pada persekitaran yang di diaminya. Sebaliknya kedua-dua nikmat yang berharga ini di salahgunakan dan seringkali terbuang begitu sahaja. 9. Tiada . bermanfaat pada orang lain dan persekitaran. Inilah dia sebenarnya Muslim yang terbaik. Detik detik waktu adalah kehidupan. jadi mensia-siakan waktu bererti mensia-siakan kehidupan.. Sebenarnya kweajipan kita lebih banyak dari waktu yang kita ada. selalu berusaha sendiri bagi menanggung diri dan dan orang-orang dibawah tanggungannya. sentiasa berdoa . keluarga dan masyarakat supaya terikat dengan Islam. Jadi waktu perlu digunakan dengan cara yang paling effisien dan berkesan.Manusia sering tertipu dengan nikmat sihat dan masa lapang mereka dan tidak mempergunakannya untuk meningkat iman dan takwanya..menjadi rahmat pada orang lain. Pergantungannya banyak hanya pada Allah SWT dalam semua urusannya. jadi perlu merancang waktu kita setiap hari bagaimana ia digunakan. Bermanfaat untuk diri sendiri. 10.. Islam diturunkan sebagai rahmat pada seluruh alam begitu juga kedatangan Rasulullah saw.

..... tapi yang lebih berkesan adalah melalui sahsiah Muslim yang soleh.com/2010/11/ciri-ciri-muslimyang-soleh.. Dihujung perjalanan kehidupan ini......blogspot..guna dia hanya boleh jaga diri saja tapi membiarkan keluarga dan masyarakat.tapi menuntut pengorbanan dari kita! Sanggupkah kita melaluinya yang mana ganjarannya sangat mahal iaitu syurga? Jadi sama-samalah kita renung-renungkan.. Nak memperkatakan dan mengajak pada Islam bukan setakat teori semata-mata.kita hanya mengharap keredhaan Allah SWT sahaja. Kesimpulannya sepuluh ciri-ciri Muslim yang soleh ini merupakan satu keperluan lebih-lebih lagi sekarang dalam rangka kita nak menyampaikan dakwah pada masyarakat dalam suasana yang mencabar dan sofistikated ini .dalam apa saja yang kita buat...html#ixzz1jHR0LWyw ..... Jadi itulah sebenarnya matlamat kita melalui tarbiyyah ini... kita kehilangan contoh peribadi Muslim yang praktik..... bukan redha manusia! Perjalanan yang dilalui bukanlah ditaburi bunga-bunga dan permaidani merah.. Dalam suasana Islam yang dagang ini.. Read more: http://cikgurabiah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.