P. 1
modul-proses-kewirausahaan (1)

modul-proses-kewirausahaan (1)

|Views: 179|Likes:
Published by Pipin Andrayani

More info:

Published by: Pipin Andrayani on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

MODUL 3 .

PROSES KEWIRAUSAHAAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami berbagi faktor pemicu kewirausahaan 2. Menjelaskan proses berkembangnya kewirausahaan 3. Menjelaskan ciri2 proses 4. Memahami langkah2 menuju keberhasilan wirausaha 5. Menjelaskan berbagai faktor pendorong dan penghambat

kewirausahaan.

MATERI YANG DIBAHAS : 1. Faktor-faktor pemicu kewirausahaan 2. Model proses kewirausahaan 3. Ciri2 penting tahap permulaan dan pertumbuhan kewirausahaan 4. Langkah menuju keberhasilan wirausaha 5. Faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan wirausaha 6. Keuntungan dan kerugian berwirausaha

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SUSETYA HADI
KEWIRAUSAHAAN

perasaan dan emosi yang keseluruhanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. Dalam pada itu menurut Peter F. merancang ulang proses lama yang sudah ada atas dasar pengetahuan baru. Kebutuhan proses menyempurnakan proses yang sudah ada. Incentive (I) dan external environment (E) atau PK = f (PR. Faktor2 internal tsb mencakup PR. karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. Drucker menyatakan bahwa pada dasarnya peluang terhadap inovasi yang besar muncul akibat adanya ” kebutuhan proses ” yang nyata. Beberapa inovasi yang didasarkan pada kebutuhan proses .C. inovasi. Spesifikasi pemecahannya dapat ditetapkan dengan jelas Kesadaran yang luas bahwa ”pasti ada cara yang lebih baik” Pusat Pengembangan Bahan Ajar . sedangkan lainnya demografi. Jadi kemampuan kewirausahaan (enterpreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengkombinasikan kreativitas. kerja keras.Competency/ability (C). proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (PK) merupakan fungsi dari property right (PR). memanfaatkan ketidak serasian. maupun menemukan ”mata rantai yang hilang”. Inovasi atas dasar kebutuhan proses yang berhasil menghendaki 5 kriteria dasar. Sementara itu menurut Soedjono dan Roopke. yang dalam hal ini lebih mengarah pada tugas (task focused) daripada mengarah pada situasi (situation focused). sedangkan faktor eksternalnya meliputi E.McClelland). nilai2. dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.yaitu :      Merupakan proses yang utuh Adanya mata rantai yang lemah atau hilang Memiliki sasaran yang jelas. I . aspirasi.E) . maka dimensi affective abilities dan cognitive abilities merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (enterpreneurial).Materi 3.I. optimism.1 FAKTOR-FAKTOR PEMICU KEWIRAUSAHAAN Seperti telah dibahas bahwa entrepeneurship ditentukan oleh motif achievement. Menurut Ibnu Soedjono. value attitudes dan entrepreneurial status atau keberhasilan (by C.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . C .

komitmen dan ketidak puasan. pemasok. sosiologi. inovasi. organisasi dan keluarga.Namun demikian berkenaan dengan hal ini ada beberapa constraint yg harus diperhatikan 1. Pemecahan harus sesuai dengan cara kerja dan keinginan dari orang2 yang mengerjakannya. dan jaringan kelompok. toleransi. toleransi. organisasi. pengalaman. dan lembaga2 keuangan yang akan membantu pendanaan. Kita mungkin saja mengerti sebuah proses. implementasi. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi . Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah pesaing. Oleh karena itu. pendidikan. orang tua. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausaha yang besar.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . tahap pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. kebudayaan dan lingkungan (Bygrave). pelanggan. Adapun faktor yang berasal dari pribadi mencakup komitmrn. dimana inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. aktivitas. Adapun faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial mencakup keluarga. pesaing. pengalaman. organisasi. Kebutuhan harus dapat ”dimengerti”. usia. aktivitas dan peluang. nilai2. Faktor2 tsb membentuk ”locus of control”. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. tidak sekedar dapat ”dirasakan” 2. lingkungan dan sosiologi. dan lingkungan. pendidikan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan adalah peluang. dimana inovasi tsb dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. kepemimpinan dan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. Materi 3. model peran. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi antara lain model peran. sumberdaya dan kebijakan pemerintah. 3. nilai2 pribadi. Secara internal inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. kreativitas. Proses kewiraushaan diawali dengan adanya inovasi (by Carol Noore). inkubator.2 MODEL PROSES KEWIRAUSAHAAN. visi.tetapi masih belum mampu melaksanakan pekerjaan tsb. pengambilan risiko.

Produk INOVASI KEJADIAN PEMICU IMPLEMENTASI PERTUMBUHAN Lingkungan: .Model Peranan .Inkubator .Pencapaian Locus of control .Pemasok . Bankir Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Komitmen Sosiologi: .Komitmen .Strategi .Pendidikan . struktur.Jaringan Kelompok .Pesaing .Usia . Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai2.Keluarga .Manajer . sosiologi.Pelanggan . Jadi pedoman2 .Sumber Daya .Aktivitas Lingkungan: .Visi Organisasi: .Investor.Pengambilan Resiko . baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. organisasi dan lingkungan. pola sikap (sikap utama) dan perilaku dengan disertai bekal pengetahuan. Faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok.Pemimpin .Peluang . budaya.Kebijakan Pemerintah Lingkungan : . dan strategi.kemampuan manajerial. dan ketrampilan praktis. MODEL PROSES KEWIRAUSAHAAN (by Carol Noore).Kelompok .Pendidikan .pengharapan2. Pribadi: .Pengambilan risiko . dimana inovasi ini dipengaruhi oleh nilai2 pribadi.Pengalaman Pribadi: .Struktur . pengalaman.Kompetisi . dan nilai2.Nilai-nilai pribadi .Ketidakpuasan .Budaya .Wirausaha wan .Model Peranan Pribadi: .Orang tua .UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . Jadi kewirausahaan dimulai dari inovasi.Toleransi .

organisasi usaha dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar/ kebutuhan konsumen. Beberapa ketrampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman dari lingkungan keluarga ataupun orang lain. sehingga muncul keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul. Pada tahap ini biasanya pengusaha mulai bosan dengan proses produksi yang ada. namun sudah ada sedikit perubahan. Tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda. Teknik produksi. para wirausaha mulai meniru ide2 orang lain. Tahap imitasi dan duplikasi 2. Tahap duplikasi dan pengembangan 3.design. misal semula tekniknya cenderung monoton. Ada keinginan menjadi market challenger. misal untuk memulai usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. Pada tahap proses imitasi dan duplikasi. Meskipun perkembangannya relatif lambat dan cenderung kurang dinamis. keingintahuan dan ketidak puasan terhadap hasil yang ada mulai timbul. pemrosesan. Demikian pula halnya dalam organisasi maupun pemasaran mereka mulai mengembangkan modelnya sendiri. sedangkan pemasaran cemderung dalam bentuk monopsoni oleh para pedagang pengumpul seperti pada usaha kecil pada umumnya. Wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui deversifikasi dan difrensiasi dengan di design sendiri.3 CIRI-CIRI PENTING TAHAP PERMULAAN DAN PERTUMBUHAN KEWIRAUSAHAAN Proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil pada umumnya memiliki tiga ciri penting yaitu : 1.Materi3. Pada tahap duplikasi dan pengembangan para wirausaha mulai mengembangkan ide2 barunya. Organisasi mulai diperluas. Akhirnya masuk ke tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide2 sendiri.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . Namun tidak sedikit yang memperolehnya dari proses pengamatan. mulai berubah dalam 3 sampai 5 tahun sekali. bahkan market leader. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Pengetahuan manajerial & pengalam an dng menggunakan orang lain dan sumberdaya yang ada. * Pengetahuan teknik dan pengalaman ino vasi pada bidangnya. Sama seperti tahap awal Sama seperti pada tahap awal Pusat Pengembangan Bahan Ajar . * Kapasitas untuk menemukan ide2 inova tif yg memberi kepuasan pd konsumen Kapasitas untuk menempa selama pertmbhn cepat.Dilihat dari prosesnya Zimmerer membagi tahap perkembangan perusahaan menjadi dua yaitu : 1. Tahap awal (perintisan) 2. kemurnian organi sasi dan kemampuan berhitung.d dari pada masa sekarang. Mendelegasikan otoritas pengambil an kepada manajer level kedua.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . * Pengambil risiko yang moderat dng tkt toleransi yg tinggi thd perubahan dan kegagalan. * Informal dan system control personal Struktur yang fungsional/vertical. C. Tahap pertumbuhan CIRI2 PERTUMBUHAN KEWIRAUSAHAAN TAHAP AWAL (START-UP) A. Sifat untuk design : * Struktur pola sederhana dan luas dng jaringan kerja komunikasi yg luas secara horisontal.efisien. * Otoritas pengambil keputusan dimiliki wirausaha. usaha menengah diarahkan untuk jangka panjang.a. Kuasi formal (yaitu tidak terlalu kom pleks atau bekerja sama) dalam ber operasi. Sifat atau ciri2 k```unci personal : * Memfokuskan pada masa y.Tapi saluran komunikasi informal sering Digunakan.orientasi laba & rencana langsung untuk mencapainya B. Tujuan pemasaran : * Kesinambungan tujuan dan rencana pokok (menciptakan ide2 pasar) TAHAP PERTUMBUHAN Tumbuh sederhana.

: SUKSES Take responsibility for success or failure Develop relationship with customer. supplier and others Work hard with a sense of urgency Plan. mengorganisasikan dan menjalankannya. Perlu/harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas 2. 3. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Mampu untuk bekerja keras dan mengembangkan hubungan dengan mitra usaha ataupun semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan.Materi 3. Steinhoff & John F Burgess mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk mencapai THE BUILDING-UP OF ENTREPENEURIAL SUCCESS. employees. follow through Be willing to risk time and money Have a business goal or vision Disamping hal2 diatas agar dapat menjadi wirausaha sukses. 4. sbb. organize. Ada kemauan. seyogyanya : 1.4 LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN WIRAUSAHA. Mampu membuat perencanaan usaha. keberanian serta kemampuan dalam menghadapi risiko dalam bentuk waktu maupun uang.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN .

Sementara itu menurut Prof Dr Mas’ud Machfoedz MBA mempunyai karakter sbb. Diam tanpa aktivitas bukan sifat mereka. Mereka golongan orang yang mampu memecahkan persoalan.dan tidak mengenal lelah dalam mencapai tujuan. : wirausaha yang sukses 1. Mereka pemikir yang kreatif 8. 9. Mereka mempunyai pemahaman yang jelas tentang sesuatu yg ingin mereka capai dan dapat dengan cepat mengatasi permasalahan dengan cara yg mereka tempuh. Dalam olah raga mereka lebih menyukai permaianan yg membuat otot dan otak mereka langsung berpengaruh pada hasil akhir dan kecepatan permainan. Mereka mempunyai inisiatif enerjik. 7. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Mereka senantiasa pentingnya rincian dan secara berkesinambungan meninjau segala kemungkinan demi tercapainya tujuan perusahaan. Selalu mencari aktivitas. mereka akan bertukar pikiran dengan orang yang kompeten untuk menghindari keputusan yang bersifatsubyektif. Mereka akan menerima modifikasi solusi yg logis dan akan merubah solusi mereka sesuai dengan alternatif yg lebih baik. 6. Memiliki kepercayaan dan pengendalian diri pada saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan.Mereka akan menganalisis secara cermat setiap kesempatan/peluang sebelum dapat meyakini manfaat peluang tsb bagi dirinya.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . Mereka merupakan penganalisis kesempatan. Mereka pemikir yg obyektif. 3. Mereka mengelola pekerjaan berdasar tujuan. Mereka mampu mengendalikan diri. Mereka tidak dapat duduk menunggu aktivitas yg akan diberikan orang lain kepada mereka. 4. 2. pengambilan keputusan strategis dan yang mempengaruhi ide bisnis berganda secara simultan. Saat mereka menemukan solusi atas suatu permasalahan . 5. Mereka mampu mengatasi permasalahan dengan cepat dan gigih dalam mengejar tujuan. dan mampu memahami situasi rumit yang mungkin mencakup perencanaan.

keberhasilan ataupun kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Wirausaha yang kurang siap menghadapi serta melakukan perubahan. 8. Tidak kompeten dalam manajerial. 4. Sikap yang setengah2 dalam usaha menyebabkan usaha tsb menjadi labil dan akhirnya mengalami kegagalan. yaitu : 1. Pengawasan erat kaitannya dengan upaya menjaga dan meningkatka efektivitas dan efisiensi usaha.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . Gagal dalam perencanaan. 6. faktor utama dalam keuangan adalah memelihara cash flow. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola usaha merupakan faktor utama penyebab kurang berhasilnya perusahaan. mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. 5. sehingga bila gagal dalam perencanaan berarti akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Zimmerer.Materi 3. Kurang berpengalaman dalam : * Kemampuan teknik * Kemampuan memvisualisasikan usaha * Kemampuan mengkoordinasikan * Ketrampilan dalam mengelola SDM * Kemampuan mengintegrasikan opersional usaha. Sikap yang kurang serius dalam berusaha. 7. Lokasi yang kurang memadai. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Kesalahan dalam memelihara cash flow akan menghambat operasional perusahaan .5 WIRAUSAHA. Lokasi usaha yang strategis juga merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Seperti FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN telah dikemukakan sebelumnya bahwa. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 2. sedangkan lokasi yang tidak strategis dapat menyebabkan kurang efisien. Kurangnya pengawasan peralatan. Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan. Perencanaan merupakan titik awal suatu kegiatan. 3. merinci beberapa penyebab kegagalan wirausaha dalam menjalankan usaha barunya.

walaupun telah menjalankan usahanya dengan relatif baik.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN . Materi 3.Kualitas kehidupan yang tetap rendah. Kontrol finansial.Selain faktor2 yang menyebabkan kegagalan wirausaha. sehingga sedikit sekali waktu untuk keluarga maupun rekreasi. 2. 3. ^^^^^&&&&&^^^^^ Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 1.Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Bebas namun tetap penuh tanggung dalam mengelola keuangan dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis.Pendapatan yang tidak menentu .6 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BERWIRAUSAHA Keuntungan dan kerugian berwirausaha identik dengan keuntungan/kerugian pada usaha kecil milik sendiri.Kurang sabar dan kurang kerja keras dalam waktu yang lama dalam upaya mengelola usahanya. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Secara lebih rinci keuntungan dan kerugian tsb. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yg dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. 3. Zimmer juga mengemukakan beberapa hal yang potensial menyebabkan seorang wirausaha mundur dari usahanya : 1. 4. Otonomi (pengelolaan yg bebas dan tidak terikat membuat mejadi seorang ”boss” yg penuh kepuasan) 2.1 KEUNTUNGAN KEWIRAUSAHAAN.Pengorbanan personal. 1.Beban tanggung jawab.6. Tantangan awal ataupun perasaan bermotivasi yg tinggi merupakan hal yg menggembirakan. 2.Kecilnya marjin keuntungan dan adanya kemungkinan mengalami kegagalan. KERUGIAN KEWIRAUSAHAAN. dapat dikemukakan sebagai berikut : 3. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yg lama dan sangat sibuk. 3. sebagai akibat kondisi yang tidak menentu.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar . metode.New York 4. Suryana MSi “ Kewirausahaan : Pedoman praktis.UMB SUSETYA HADI KEWIRAUSAHAAN .DAFTAR PUSTAKA : 1 Dr..Mas’ud Machfoedz MBA. Geoffrey G Meredith et al. kiat dan proses menuju sukses” Salemba empat. Prabtice and principle” Happer and Row Publisher. 2003 2.edisi 2005/2006.manajemen dan implementasi” BPFE UGM. “Kewirausahaan. Prof. “Kewirausahaan teori dan praktek” PPM 2000 3.Dr. Drucker ” Innovation and entrepreneurship. Peter F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->