P. 1
Konsep an Wilayah Dalam an Pembangunan

Konsep an Wilayah Dalam an Pembangunan

|Views: 532|Likes:

More info:

Published by: Ni Putu Meida Rahayu on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2015

pdf

text

original

NAMA : NI PUTU MEIDA RAHAYU NIM : 1014031013

KELAS : A PERANAN GEOGRAFI DALAM PEMBANGUNAN PERANAN GEOGRAFI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN oleh: Ahmad Munir, Departemen Geografi, FMIPA-UI Depok (Senin, 6/5/09) - Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dipandang sudah tidak relevan dalam perencanaan pembangunan, karena prinsip pendekatan pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya menggunakan pendekatan AMDAL. Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu, yang memandang pembangunan dari berbagai sisi, atau menggunakan cara pandang yang holistik, turut berusaha mencari solusi permasalahan pembangunan. Secara umum, geografi mampu menjelaskan berbagai fenomena perbedaan yang terjadi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Atau minimal, geografi memiliki sense of place yang lebih tinggi dibandingkan dengan disiplin ilmu lain. Jika disiplin ilmu lain selalu menjelaskan fenomena dengan menggunakan sistem thinking yang telah terjadi, maka geografi berusaha menjelaskan fenome secara aktual. Contoh kasus adalah pembangunan jalur busway di Jakarta, yang sesungguhnya dirancang oleh orang Teknik Sipil UI. Pendekatan yang dilakukan pada awalnya, yakni untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, dalam tanda kutip bisa dinyatakan tidak berhasil. Hal ini karena pendekatan program dijalankan menggunakan pendekatan kuantitatif, atau untuk rugi dalam mengatasi permasalahan kemacetan. Sehingga dapat dikatakan program kurang berhasil. Perhitungan yang dilkukan lebih banyak menghitung kost pengembalian, tapi kost kerusakan lingkungan tidak pernah terhitung. dalam kontek kekinian, AMDAL sudah tidak relevan untuk prinsip pembangunan berkelanjutan. Karena AMDAL diberlakukan setelah program disahkan. Apa yang terjadi adalah lingkungan menjadi korban pembangunan.
1

Ada pendekatan pembangunan yang sedang dirumuskan kembali, bahkan dirancang sudah mendunia yakni Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Dalam pendekatanya, KLHS berusahamenggagas visi pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari pembuatan kebijakan. Hal ini penting karena banyak kerusakahan lingkungan yang disebabakan oleh pembanguna itu sendiri. Sebagai sebuah proses yang sistematis, KLHS berusaha menggagas pembangunan yang bervisikan berkelanjutan. Secara umum, KLHS berusaha meningkatkan manfaat pembangun, mengurangi kemungkinan kekeliruan dalam pembuatan perkiraan pada awal proses perencanaan kebijakan atau projek pembangunan. Diposkan oleh Jurnal Geografi Indonesia di 18:21

KONSEP PENGEMBANGAN WILAYAH DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Konsep pengembangan wilayah dikembangkan dari kebutuhan suatu daerah untuk meningkatkan fungsi dan perannya dalam menata kehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kesehateraan masyarakat. Pengaruh globalisasi, pasar bebas dan regionalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika spasial, sosial, dan ekonomi antarnegara, antardaerah (kota/kabupaten), kecamatan hingga perdesaan. Globalisasi juga ditandai dengan adanya revolusi teknologi informasi, transportasi dan manajemen. Revolusi tersebut telah menyebabkan batas antara kawasan perkotaan dan perdesaan menjadi tidak jelas, terjadinya polarisasi pembangunan daerah, terbentuknya kota dunia (global cities), sistem kota dalam skala internasional, terbentuknya wilayah pembangunan antarnegara (transborder regions), serta terbentuknya koridor pengembangan wilayah baik skala lokal, nasional, regional dan internasional. Di kawasan Asia globalisaasi telah menciptakan polarisasi pembangunan yang sangat signifikan dalam bentuk megaurban region yang terjadi di kota-kota metropolitan di sepanjang pantai timur Tokyo, Seoul, Shanghai, Taipei, Hongkong, Guangzhou, Bangkok, Kuala Lumpur,
2

Terjadinya peningkatan urbanisasi di pinggiran kota besar dibandingkan di dalam kota besar itu sendiri. dan SIJORI (Singapura-Johor-Riau). ekonomi dan penduduk semakin tinggi.Singapura. jika tidak didukung suatu 3 . Batas antara kawasan perkotaan dan pedesaan semakin tidak jelas akibat pertumbuhan ekonomi. kecamatan dan desa-desa disekitarnya yang memiliki hubungan ekonomi dan pasar yang cukup kuat. pihak swasta.Guangzhou. Gee pada tahun 1980an. Hongkong. pihak swasta dan lembaga lainnya dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Dimana kegiatan perkotaan telah berbaur dengan perdesaaan dengan intensitas pergerakan investasi. pengembangan wilayah merupakan bagian penting dari pembangunan suatu daerah terutama di perdesaan yang sangat rentan dan berat menghadapi perubahan yang berskala global. Dalam skala antarnegara terjadi pemusatan di Bohai (Cina – Korea). 2. Di Indonesia polarisaisi terpusat di sepanjang Sumetera (Medan-Palembang). Namun perubahan tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana wialayh yang memadai akibat keterbatasan pemerintah. Oleh karena itu. Perubahan ini. Atas dasar uraian di atas. Jakarta. Berubahnya orientasi pembangunan yang harus bertumpu pada peningkatan individu. sehingga memungkinkan masyarakat mampu bertahan (survive). Hal ini sejalan dengan konsep yang dikembangkan oleh Mc. bandung Hingga Surabaya. Koridor mega urban ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya terutama kabupaten. Semakin pentingnya peran lembaga non pemerintah seperti. kelompok dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi persaingan global. Berbagai dampak yang di akibatkan dari globalisasi ekonomi terhadap pembangunan lokal secara sederhana sebagai berikut : 1. dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam pelaksanaan pembangunan dan pembiayaan.Surabaya). dan Jawa (Jakarta-Bandung-Semarang. masyasrakat. 3. mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan.

maka perencanaan pembangunan merupakan alat yang ampuh untuk menterjemahkan strategi pembangunan tersebut kedalam berbagai program kegiatan yang terkoordinir. Dengan demikian Perencanaan pembangunan adalah suatu proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan pembangunan secara sistimatis dimana pilihan-pilihan tersebut dilakukan secara skala prioritas dan bermanfaat bagi masyarakat baik secara efisien dan efektif berdasarkan ukuran atau ketentuan yang dipilih sebelumnya. 4 . sedangkan Pembangunan adalah suatu proses perubahan dari kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik dan atau dari yang belum ada menjadi ada. Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistimatis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. manajemen produksi dan teknologi tepat guna berbasis lokal yang mampu mempengaruhi daerah lainnya secara timbal balik. PERENCANAAN PEMBANGUNAN Oleh : Hamdinor Dalam perencanaan maupun pembangunan mempunyai arti yang berbeda.perencanaan wilayah yang baik dengan mempertimbangkan aspek internal. Secara sederhana konsep pengembangan wilayah perlu dilakukan dalam perencanaan perdesaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat masyarakat di lapisan bawah agar dapat mempengaruhi pasar secara berkelanjutan. Perencanaan pembangunan sanagat erat hubungannya dengan ekonomi pembangunan. bila sekiranya ruang gerak ekonomi pembangunan berusaha mencari strategi pembangunan Negara yang sedang berkembang. sosial dan pertumbuhan ekonomi akan berakibat semakin bertambahnya desa-desa tertinggal. Perubahan paradigma perlu dilakukan dalam menata kembali daerah-daerah yang dikatagorikan miskin dan lemah agar mampu meningkatkan daya saing.

maka akan semakin komplek pula ruang lingkup dan tehnik penyusunan perencanaan pembangunannya. Ruang lingkup perencanaan Negara sedang berkembang tentunya sangat tergantung dengan keadaan ekonomi. akan tetapi perencanaan pembangunan merupakan langkah awal dari serangkaian langkah yang akan ditempuh dimasa yang akan datang.Dalam perencanan pembangunan itu sendiri merupakan suatu usaha untuk merencanakan perkembangan masa depan suatu negara maupun daerah. Dengan penelaahan perencanaan pembangunan tentunya ada tahapan-tahapan yang harus kita ikuti hal tersebut menunjukkan urutan-urutannya saja. Hal ini berlaku pula bagi perencanaan pembangunan nasional maupun perencanaan pembangunan di daerah. suatu perincian jadwal kegiatan. tidak akan menjamin bahwa pelaksanaannya akan berjalan dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan rencana. Akan tetapi harus pula diakui bahwa bagaimanapun kompleksnya sebuah rencana. jumlah pembiayaan serta penentuan lembaga atau kerja sama antar lembaga mana yang akan melakukan program-program pembangunan. semakin maju tahap pembangunannya. Dengan demikian timbulah masalah atau pertanyaan : Apakah tahapan-tahapan perencanaan dapat membantu proses kelancaran pembangunan ? 5 . tentunya tidak akan maju dan berhasil pembangunannya tanpa adanya perencanaan pembangunan yang terarah. Penyusunan suatu perencanaan melalui pendekatan apapun sebenarnya tidak akan banyak manfaatnya bila tahap terakhir tidak mampu melahirkan proyek-proyek pembangunan. Dalam penyusunan perencanaan pembangunan dilakukan perumusan yang lebih terperinci mengenai tujuan dan sasaran dalam jangka waktu tertentu. sosial dan politik dan tahap pembangunannya. sebab didalam kegiatan perencanaan pembangunan nanti diharapkan bisa terkontrol dan kegiatan pembangunannya bisa berjalan dengan lancar. Perencanaan pembangunan sebagai alat kebijaksanaan pemerintah akan tetap memegang peranan penting didalam proses pembangunan nasional maupun daerah.

Dalam tahapan-tahapan perencanaan pembangunan tentunya sangat menunjang dan membantu kelancaran suatu perencanaan pembangunan agar dapat berjalan dengan baik dan lancar serta tepat sasaran yang diharapkan. Penyusunan rencana Penyusunan rencana terdiri dari : 1. Persetujuan rencana. Perkiraan keadaan masa yang akan dilalui rencana Hal ini diperlukan data-data statistik. dalam hal ini pemerintah sebagai pihak penyelenggara dengan rekanan kerja selalu menjunjung tinggi asas-asas transparansi (keterbukaan) dapat dipertanggung jawabkan dan tidak adanya tindakan politik yang mengakibatkan menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu saja serta kehadiran pembangunannya dapat berguna dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. 2. hasil penelitian dan tekhniknya. Tinjauan keadaan Tinjauan keadaan ini dapat berupa tinjauan sebelum memulai suatu rencana atau suatu tinjauan tentang pelaksanaan sebelummnya. Penetapan tujuan rencana dan pemilihan cara-cara pencapaian tujuan tersebut. 6 . Identifikasi kebijakan atau kegiatan usaha yang perlu dilakukan dalam rencana 5. 3.Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah tentang Perencanaan Pembangunan ini adalah agar membuka wawasan penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya tentang perencanaan yang betul-betul terarah dan terkontrol dengan harapan agar pencapaian pembangunan betul-betul mengacu pada kesepakatan awal. 4. Adapun tahapan-tahapan dalam suatu proses perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut : A.

jadwal kegiatan. suatu rencana tentunya harus yang benar-benar sesuai dengan kesepakatan awal. 7 . Pelaksanaan rencana Dalam pelaksanaan rencana. kita akan tau seberapa jauh penyimpangan tersebut dan apa penyebabnya. 3. Apabila terdapat penyimpangan. Dengan adanya perencanaan pembangunan tentunya akan sangat bermanfaat dalam menunjang pembangunan yang akan dilakukan baik bagi pemerintah maupun rekanan kerja dan masyarakat. 2. Dilakukan tindakan korektif terhadap adanya penyimpangan-penyimpangan. jangan sampai menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan bagi yang lainnya. Pengawasan atas pelaksanaan rencana Tujuan pengawasan adalah : 1. jumlah dan jadwal pembiayaan serta penentuan lembaga atau kerja sama antar lembaga mana yang akan melakukan programprogram pembangunan.Proses pengambilan keputusan disini mungkin bertingkat-tingkat dari keputusan dibidang tekhnik kemudian memasuki wilayah proses politik. D. Mengusahakan supaya pelaksanaan rencana berjalan sesuai dengan rencana. E. Penyusunan program perencanaan. C. B. dalam hal ini dilakukan suatu evaluasi atau tinjauan yangberjalan secara terus menerus. Dalam tahapan ini dilakukan perumusan yang lebih terperinci mengenai tujuan dan sasaran dalam jangka waktu tertentu. Evaluasi Evaluasi ini membantu kegiatan pengawasan.

4 Sumbangan Ilmu Geografi dalam Pertimbangan Pembangunan 1.Adanya tahapan-tahapan yang baik dalam perencanaan pembangunan maupun dalam pembangunan itu sendiri diharapkan akan sangat membantu dalam proses perencanaan yang betul-betul bisa bermanfaat baik bagi pemerintah maupun masyarakat dan untuk menunjang kemajuan daerah itu sendiri. Tidak adanya tindakan politik yang tentunya akan hanya menguntungkan kepentingankepentingan tertentu saja. 4. Adanya pembangunan yang betul-betul terencana serta efisien dan efektif. Adanya kesepakatan kerja dalam perencanaan pembangunan yang betul-betul mengacu pada kesepakatan awal yang tentunya sangat menunjang pembangunan itu sendiri dan dapat dipertanggung jawabkan.1 Pengertian Geografi Pembangunan 1. Tugas Geografi Pembangunan DAFTAR ISI BAB I. penulis mencoba mengemukakan saran baik bagi pemerintah maupun rekanan kerja. 3. Dengan adanya perencanaan pembangunan. Adanya keserasian antara teori dan praktek pembangunan yang tentunya sangat berpengaruh akan kualitas pembangunan itu sendiri.2 Objek Formal dan Material 1. antara lain : 1. GEOGRAFI DAN PEMBANGUNAN 1.5 Lingkup Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan 8 . 2. Bagi pembaca dihapkan sumbangsihnya baik saran maupun pikiran yang sifatnya membangun dan tentunya akan sangat membantu dalam penyempurnaan makalah perencanaan pembangunan ini sehingga lebih sempurna dan diharapkan dapat berguna dikemudian hari.3 Fase-fase Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan 1.

flora. fauna.1 Pengertian Geografi Pembangunan Perkataan geografi berasal dari bahasa Yunani : geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. INDIKATOR PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN 3. GEOGRAFI DAN PEMBANGUNAN 1.3 Laporan tentang Pertumbuhan dan Pembangunan Suatu Wilayah 3.4 Hasil Pertumbuhan dan Pembangunan Suatu Wilayah BAB III. Geografi Pembangunan adalah cabang dari disiplin geografi yang mempelajari/ menkaji mengenai keterkaitan antara proses pembangunan yang dilakukan sesuatu region dengan keadaan alam serta penduduk region tersebut. Jadi secara harfiah geografi berarti tulisan tentang bumi. udara dan segala interaksinya. Geografi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari/ mengkaji bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya seperti penduduk.1 Perbedaan Istilah Pertumbuhan dan Pembangunan 2.2 Data Sekunder tentang Pertumbuhan dan Data IPM suatu Wilayah 3.BAB II. Pembangunan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh suatu region untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat dengan cara perencanaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Atau dengan kata lain merupakan bagian dari ilmu geografi yang mempelajari alam semesta dengan segala isinya (aspek keruangan geografi) yang diperlukan untuk menyusun rancangan atau perencanaan pembangunan. PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN 2. iklim. 9 .4 Narasi Interpretasi Angka-angka dari Data Sekunder yang didapat HASIL DISKUSI KELOMPOK I GEOGRAFI PEMBANGUNAN BAB I.2 Konsep-konsep Paradigma Pembangunan 2.1 Perbedaan Prisip Dasar Indikator Pertumbuhan dan Pembangunan 3.3 Pendekatan Pembangunan dalam Kajian Geografi 2. Dengan kata lain geografi adalah studi tentang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam hubungan interaksi dan keruangan tanpa mengabaikan setiap gejala yang merupakan bagian dari keseluruhan itu.

dan pedosfer. kelingkungan. antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Keterkatian atau hubungtan sesama antar gejala tersebut (spatial system). Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. fisika. Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach). hidrologi. biologi.Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer. dan kimia. atmosfer.2 Objek Formal dan Material Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya. Objek kajian Geografi Material dan Formal saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri. hidrosfer. yaitu dan segi keruangan. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji. dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach). Tidak hanya sekedar itu ia juga membahas tentang interaksi dan interdependensi antara objek material dan formal dalam kontek keruangan. sistem dan proses hal ini secara sederhana ditanyakan dalam bentuk 5 W + IH. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain. 10 . sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut. hidrosfer. dan disiplin ilmu lain. dan kewilayahan. seperti geologi. litosfer. Menurut Helinga ada tiga hal yang pokok dalam empelajari objek formal dari sudut pandang keruangan yaitu pola dari gjala-gejala dimuka bumi (spatial Patterns). Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal.Sedangkan objek formal geografi adalah cara memandang dan cara berfikir objek material tersebut dari segi geografi. pola.1. biosfer. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi. yang meliputi litosfer. agronomi. kimia. dan perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala (spatial Processes). karena objek geografi formal merupakan metode atau cara untuk mempelajari geografi material. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Pada obyek material. Objek material geografi adalah yang mempelajari semua tentang fisik bumi (geosfer) seperti atmosfer. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). dan antroposfer. antroposfer. fisika. biosfer. Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya.

tidak hanya merangsang untuk berpikir melainkan dapat mempertajam penghayatan terhadap apa yang terjadi di permukaan bumi.1.Peranan geografi sebagai ilmu penelitian dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan. 1.4 Sumbangan Ilmu Geografi dalam Pertimbangan Pembangunan Dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai pada akhirnya orang menyadari pentingnya spasial dan penelitian tentang kebijakan perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografipun di perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan keterbelakangan. yaitu sekitar periode tahun 1950 an. 2. Pada fase ini mulai membicarakan tentang pembangunan dengan tekanan pada distribusi keruangan. Tidak hanya bernilai teoritis bagi kepentingan pembangunan dirinya sebagai suatu ilmu melainkan dapat dimanfaatkan secara praktis bagi perencana dan pembangunan daerah (regional). Dengan kata lain geogarfi memiliki nilai edukatif bagi yang mempelajarinya (meningkatkan kognisi. dapat melakukan organisasi 11 . • Fase Nemotetik. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan SDM pelaksana pembangunan. geografi. pada zaman ini pembangunan dan keterbelakangan belum dibicarakan.) Geografi sebagai bidang inkuiri.3 Fase-fase Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan Fase-fase keterlibatan geografi dalam pembangunan dibagi menjadi 4 tahap yaitu: • Fase Studi Idiografis.afeksi dan psikomotor). Contoh dari sumbangan ilmu Geografi dalam pertimbangan pembangunan adalah : 1. yaitu masa sekitar zaman penjajah.) Geografi sebagai ilmu tata guna tanah yang diperlukan dalam menata ruang permukaan bumi. • Fase Sintesa dan dan peninjauan kembali fase ini dimulai tahun 1980-an dengan meninjau kembali ide-ide geografi pembangunan yang nomotetik dan studi tentang place pada tingkat mikro. 3.) Geografi sebagai ilmu penelitian yang meneliti segala aspek keruangan dalam munyusun rancangan atau perencanaan pembangunan. • Fase Struktural historis yaitu sekitar tahun 19600an dengan penekanan studi konteks keruangan keberbelakangan. Contohnya saja dalam tata guna lahan. perencanaan pembangunan wilayah yang bersangkutan.

perkantoran. air. Dengan demikian geografi tidak bisa dikotomi menempati salah satu bidang ilmu pengetahuan alam atau ilmu pengetahuan sosial. 1.keruangan (spatial organization). misalnya berapa persen untuk pemukiman. 4. Geografi membantu planologi dalam analisis faktor-faktor geografi untuk menata ruang. batuan. geografi. Dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai pada akhirnya orang menyadari pentingnya spasial dan penelitian tentang kebijakan perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografipun di perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan keterbelakangan.) Geografi sebagai ilmu yang membahas bidang fisik (Ilmu Pengetahuan Alam) dan non fisik (Ilmu Pengetahuan Sosial). gempa dan sebagainya) melainkan untuk mengungkapkan pentingnya alam bagi kehidupan manusia. dan lain lain dengan bantuan data geografi. dapat melakukan organisasi keruangan (spatial organization). 5. Geografi berusaha meneliti dan 12 . perncanaan pembangunan wilayah yang bersangkutan. Sumbangannya bagi pembangunan adalah dengan memperhatikan aspek geografi dalam pembangunan menjadi renungan manusia untuk tidak sembarangan mengolah alam yang pada akhirnya hanya akan merugikan manusia. Geografi membantu planologi dalam analisis faktor-fator geografi untuk menata ruang. misalnya berapa persen untuk pemukiman. perkantoran.5 Lingkup Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan Sejauh ini ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan evaluasi. Peranan geografi sebagai ilmu penelitian dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan. Hakekat studi geografi yang mempelajari dunia nyata baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia maupun lingkungan alamnya. untuk industri. dan lain lain dengan bantuan data geografi. Oleh sebab itu geografi tidak hanya menunjang secara pasif terhadap pembangunan melainkan berperan aktif memberikan data dan informasi tentang aspek-aspek atau faktor-faktor geografi yang menjadi landasan pembangunan.) Sehingga studi geografi tidak hanya mengkhususkan diri mempelajari alam (udara. Contohnya saja dalam tata guna lahan. untuk industri.

persepsi. artinya geografi harus mempu melakukan tugasnya meneliti. dan mengevaluasi hasil pembangunan. nilai. Di Indonesia yang menjadi paradigma pembangunan adalah Pancasila. BAB II. Ruang lingkup geografi sebagai berikut : • Distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspekaspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi. dan praktik yang dimiliki bersama oleh suatu komunitas yang membentuk suatu visi realitas yang menjadi landasan untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakatnya.1 Perbedaan Istilah Pertumbuhan dan Pembangunan Pertumbuhan Pembangunan adalah kemampuan suatu region adalah usaha yang dilakukan untuk menumbuhkembangkan dengan sengaja oleh suatu dirinya sendiri baik karena region untuk memperbaiki pengaruh dari dalam region kondisi kehidupan masyarakat (internal) maupun karena dengan cara perencanaan pengaruh dari luar region dalam segala aspek (eksternal). Paradigma Pembangunan adalah kumpulan konsep. Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek materil dan formal.mendeskripsikan semua fenomena geografi menganalisis dampak. kerangka acuan. dan praktik yang dimiliki bersama oleh suatu komunitas yang membentuk suatu visi realitas yang menjadi landasan bagaimana komunitas itu mengatur dirinya sendiri. menganalisis dan mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan. • Hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. 2. nilai. persepsi.2 Konsep-konsep Paradigma Pembangunan Paradigma berupa kumpulan konsep. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. kehidupan masyarakat. Pembangunan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh suatu region untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat dengan cara perencanaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN 2. • Kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik. merencanakan. 13 . Pancasila sebagai paradigma.

) Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya d.) Paradigma Artefak atau Construct paradigm mengandung artian paling sempit. pengertiannya hanya terbatas pada keberhasilan ilmiah yang konkret yang mendapat pengakuan secara universal. 3. dan paradigma Sosiologis ada dalam lingkup cakupan Metaparadigm.dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Konsep-konsep Paradigma Pembangunan berdasarkan Pancasila adalah : a. cara-cara (teknik) dan sebagainya yang dianut warga suatu komunitas tertentu.) Paradigma Sosiologis.Paradigma ini mencakup wilayah konsensus paling luas dalam suatu disiplin dan menetapkan bagian-bagian wilayah penelitian.) Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Pengertian paradigma secara komprehensif yaitu merupakan kesamaan pandang keilmuan yang didalamnya tercakup asumsi-asumsi. 2. menetapkan apa saja yang sebenarnya (dan yang bukan ) menjadi urusan masyarakat ilmiah tertentu.) Paradigma Metafisika atau metaparadigm yang menggambarkan pandangan secara global keseluruhan sebuah ilmu. dimana mempunyai fungsi dasar yaitu. yang dapat berarti apa-apa yang secara khas (spesifik) termuat dalam suatu buku. Menurut Harvey dan Holly pengertian paradigma dibedakan atas tiga macam pengertian yaitu: 1. Dari segi ini ternyata geografi sosial sebagai ilmu telah mengalami berbagai periode 14 .) Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik b. Secara konseptual paradigma Artefak ada dalam lingkup cakupan paradigma Sosiologis. instrumen ataupun hasil karya pengetahuan klasik. Selain itu. prosedur-prosedur dan penemuan-penemuan yang diterima oleh sekelompok ilmuan dan secara berbarengan menentukan corak/pola kegiatan ilmiah yang tetap. serta memberi petunjuk kepada ilmuwan apa yang dapat diharapkan untuk ditemukan jika ia mendapatkan dan menyelidiki apa-apa yang sebenarnya menjadi urusan dalam bidang ilmunya. memberi petunjuk kepada ilmuwan kearah mana melihat (dan arah mana yang tidak usah dilihat) agar menemukan apa-apa yang sebenarnya menjadi urusannya. paradigma juga diartikan sebagai keseluruhan kumpulan (konstelasi) kepercayaan. nilai-nilai.) Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi c.

antara lain: 1.) Paradigma Determinisme lingkungan yang dikembangkan oleh Ratzel 2. Masing-masing periode menunjukkan kesamaan karakter persepsi terhadap apa yang disebut sebagai suatu Paradigma. Dari kegiatan inilah kemudian muncul tulisan-tulisan atau gambaran-gambaran. a. Paradigma Eksplorasi 2.) Paradigma Regional di Amerika yang dikembangkan oleh Hatshorne 5. Paradigma Regionalisme Masing-masing paradigma ini menunjukkan sifat-sifatnya sendiri dan produknya yang merupakan pencerminan perkembangan suatu tuntutan kehidupan serta pencerminan perkembangan teknologi penelitian serta analisis yang ada.) Paradigma Bentang alam budaya yang juga menerapkan pendekatan kesejahteraan yang dikembangkan oleh Saver 4.) Paradigma Keruangan yang dikembangkan oleh Schaefer yang merupakan penganut positivisme ilmu Sebenarnya perkembangan keilmuan yang terjadi pada ilmu pengetahuan bersifat evolutif dan berjalan melalui kurun waktu yang relatif panjang sehingga perkembangan-perkembangan yang telah berkembang sebelumnya. Secara garis besarnya dimulai sebelum tahun 1960-an. Paradigma Environmentalisme 3. Periode Perkembangan Paradigma-paradigma Tradisional Pada masa paradigma tradisional muncul 3 macam paradigma dalam studi geografi. Contoh paradigma dalam geografi sosial antara lain yaitu : 1. Paradigma eksplorasi Menunjukkan proses perkembangan awal dari pada “geographical thought” yang pernah dikenal arsipnya. peta-peta daerah baru yang sangat 15 . penggambaran-penggambaran tempat-tempat baru yang belum banyak diketahui dan pengumpulan fakta-fakta baru yang belum banyak diketahui dan pengumpulan tempat-tempat baru yang belum banyak diketahui dan pengumpulan faktafakta dasar yang berhubungan dengan daerah-daerah baru. Kekuasaan paradigma ekplorasi ini terlihat dari upaya pemetaanpemetaan. sejalan dengan perkembangan kualitas ilmu pengetahuan beserta alat-alat bantu penelitian dan analisisnya.perkembangannya.) Paradigma atau faham Posibilitis sekaligus sebagai salah satu pengembang paradigma regional yang dikembangkan oleh Vidal 3.

Upaya untuk menjelaskan terkondisinya fenomena-fenomena tertentu. keruangan dan koordinat yang dikerjakan telah membuahkan sistematisasi dan klasifikasi data yang lebih lengkap. merupakan salah satu contohnya dan kemudian sampai batas-batas tertentu dapat digunakan untuk membuat prediksi (model-model prediksi)dan simulasi. b. Bentuk-bentuk analisis morfometrik dan analisis sebab-akibat mulai banyak dilakukan. Suatu hal yang mencolok adalah sangat terbatasnya latar belakang teoritis yang mendasari penelitian-penelitian yang dilaksanakan. akurat dibandingkan dengan tehnik-tehnik terdahulu. Untuk ini. Inilah sebabnya ada beberapa pihak yang menganggap bahwa untuk menyebut perkembangan “geographical thought” atau pikiran/ gagasan secara geografi sebagai suatu deskripsi sederhana tentang apa yang diketahui dan dihasilkan dari pengaturan (ordering) dan klasifikasi (classification) data yang masih sangat sederhana. Muncul analisis newtwork untuk mempelajari pola dan bentuk-bentuk kota misalnya. Sifat dari pada produk yang dihasilkan berupa deskriptif dan klasifikasi daerah baru beserta fakta-fakta lapangannya. Pentingnya sajian yang lebih akurat dan detail telah menuntut peneliti-peneliti pada masa ini untuk melakukan pengukuran-pengukuran lebih mendalam lagi mengenai elemenelemen lingkungan fisik dimana kehidupan manusia berlangsung. ide-ide ini masih terasa gemanya. karya Walter Christaller (1993) merupakan contoh yang baik. khususnya “human phenomena” oleh elemen-elemen lingkungan fisik mulai dikerjakan lebih baik dan sistematik. Akar 16 .menarik dan menumbuhkan motivasi yang kuat bagi para peneliti untuk lebih menyempurnakan produk yang sudah ada. Dalam beberapa hal “morphometric analysis” pada taraf mula ini berakar pada “cognitive description”dimana pengembangan sistem geometris. Paradigma ini terlihat mencuat pada akhir abad sembilan belas. sampai pertengahan abad dua puluh saja. Bahkan. dimana pendapat mengenai peranan yang besar dari “lingkungan fisik” terhadap pola-pola kegiatan manusia di permukaan bumi bergaung begitu lantang (geographical determinism). Paradigma Environmentalisme Paradigma ini muncul sebagai perkembangan selanjutnya dari metode terdahulu. baik berupa tulisan maupun peta-petanya. Penemuan-penemuan daerah baru yang sebelumnya belum banyak dikenal oleh masyarakat barat mulai bermunculan pada saat itu.

Manusia tidak lagi sepenuhnya didekte oleh lingkungan alam tetapi manusia mempunyai peranan yang lebih besar lagi di dalam menentukan bentuk-bentuk kegiatannya di permukaan bumi (geographical possibilism dan probabilism). Harvey.) Analisis spasial (keruangan) Pendekatan ini mengkaji persebaran dan penggunaan ruang. Disamping itu “temporal analysis” sebagai salah satu bentuk “causal analysis” berkembang pula pada periode ini (Rostow. the3rd order.) Analisis ekologis Pendekatan ini lebih mengkaji konsep ekosistem dan mempelajari organisme hidup seperti manusia. dalam menelaah suatu persoalan keruangan. 1960. total. Disini nampak unsur “fact finding tradition of exploration” di satu sisi dan upaya memunculkan sistesis hubungan manusia dan lingkungannya di sisi lain nampak mewarnai paradigma ini.3 Pendekatan Pembangunan dalam Kajian Geografi Secara teoritis. c. duoble topic. 1969). multiple topic. the 2nd order. 2.) Analisis komplek regional sebagai gabungan dari pendekatan 1 dan 2. Pendekatan ini merupakan cara yang lebih tepat digunakan untuk menelaah fenomena geografis yang memiliki tingkat kerumitan tinggi karena banyaknya variable pengaruh dan dalam 17 . Konsep-konsep region bermunculan sebagai dasar pengenalan ruang yang lebih detail. 2. geografi memiliki tiga pendekatan utama yaitu : 1. etc. hewan dan tumbuhan serta lingkungan seperti litosfer. Paradigma Regionalisme Perkembangan terakhir dari periode paradigma tradisional adalah paradigma Regionalisme. combine topic. regions) adalah beberapa contoh konsep-konsep yang muncul sejalan dengan berkembangnya paradigma regionalisme ini. Perkembangannya kemudian nampak bahwa analisis hubungan antara manusia dengan lingkungan alam telah memunculkan bentuk-bentuk lain di dalam menempatkan manusia pada ekosistem. dalam membantu analisis. 3. hidrosfer dan atmosfer. Regions) dan wilayah ditinjau dari segi kategorinya (single topic. Wilayah ditinjau dari segi tipenya (formal and functional regions) wilayah ditinjau dari segi hirarkinya (the 1st order.daripada latar belakang analisis hubungan antara manusia dan lingkungan alam bermulai disini.

baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. kenampakan membulat 18 .lingkup multi dimensi (ekonomi. Beberapa contoh seperti cluster pattern. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 1985. (2) kenampakan garis (line features). dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri. Pendekatan Keruangan. Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. yaitu: (1) kenampakan titik (point features). Fenomena titik. Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure). pola (spatial pattern). pola dan proses. Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon). budaya. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5. Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur. 1989). dan proses (spatial processess) (Yunus. regular pattern. 1. kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern). What? Struktur ruang apa itu? 2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada? 3. dan cluster linier pattern untuk kenampakankenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. 1997). social. garis. Salah satu contoh adalah telaah tentang pengembangan atau pembangunan suatu wilayah. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. 1989). dan (3) kenampakan bidang (areal features). When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu? 4. politik dan keamanan). Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama. Yunus. a. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. random pattern.

tingkat pendidikannya. kenampakan bintang (star shape pattern). Dengan pendekatan itu terlihat 19 . Misalnya jenis mata pencahariannya. dan budidaya. kenampakan gurita (octopus shape pattern). Dengan demikian tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan ruang tersebut. bagaimana cara penanamannya. agak curam. “…. Zona mana yang digunakan untuk konservasi. Bagaimana memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan? Untuk itu diperlukan kerangka kerja studi secara mendalam tentang kondisi alam dan masyarakat di wilayah hulu sungai Konto tersebut. dan kebiasaan-kebiasaan mereka.(rounded pattern). Studi fisik demikian saja masih belum cukup. Berikut pada tahap ketiga ditentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang. pada tahap kedua dapat dilakukan zonasi wilayah berdasarkan kerakteristik kelerengannya. Informasi itu dapat digunakan untuk pengembangan kawasan yang terbaik yang berbasis masyarakat setempat. dan bersamaan dengan itu dapat melakukan budidaya tanaman pertanian pada zona yang sesuai. Setelah itu. agak landai. ketrampilan yang dimiliki. penyangga. dan pemanfaatannya. Erosi dan tanah langsung dapat dicegah. pemeliharaannya. Pada tahap ini dapat diidentifikasi fenomena/obyek-obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Karakteristik penduduk di wilayah hulu sungai Konto itu juga perlu dipelajari. Kerangka analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut. Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya. Zonasi itu akan menghasilkan zona-zona berdasarkan kemiringannya. Jenis tanaman apa yang perlu ditanam.belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. Pada tahap pertama perlu dilihat struktur. dan proses keruangan kawasan hulu sungai Konto tersebut. misalnya curam. pola. empat persegi panjang (rectangular pattern). dan datar. landai. dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada.

Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. yaitu pengembangan nilai dan gagasan. interaksi. Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Lingkungan geografi memiliki dua aspek. termasuk 20 . Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach). Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan.interelasi. b. yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi. dan intergrasi antara kondisi alam dan manusia di situ untuk memecahkan permasalahan banjir dan tanah longsor. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. Lingkungan perilaku mencakup dua aspek. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek. Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Dalam pendekatan kelingkungan. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya. kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.

Dalam geografi lingkungan. (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam. pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi. sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks. yaitu wilayah 21 . Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Faktor determinannya bersifat kompleks. sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan. Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut. (2) mengidentifikasi gagasan. maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. dan sebagainya).mengidentifikasi jenis tanah. dan hewan yang hidup di lokasi itu. Selain itu. tropografi. sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Untuk menghadapi permasalahan seperti itu. c. irigasi. sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula. tumbuhan. melibatkan dua wilayah. Pendekatan Kompleks Wilayah Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate. (4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan.

1. maka perlu visi antara dalam Visi 5 tahunan agar setiap tahap untuk periode pembangunan jangka menengah tersebut dapat dicapai sesuai dengan kondisi. Pembangunan gedung-gedung pemerintahan. Dibangunnya Bank Pembangunan Daerah Riau Tujuannya untuk menjadi mitra usaha penduduk. dan Pengembangan Kebudayaan yang Menempatkan Kebudayaan Melayu secara Proporsional 22 dalam Kerangka Pemberdayaan. rumah sakit umum.2008 ke depan sebagai penggalan lima tahunan kedua dari RENSTRA Provinsi Riau Tahap Pertama periode Tahun 2001 . seperti dicontohkan pada pendekatan pertama 2. Pembangunan Bangunan Fisik (Sarana dan Prasarana Umum). untuk mendorong pertumbuhan daerah. kemampuan dan harapan yang ditetapkan berdasarkan ukuran-ukuran kinerja pembangunan. Untuk itu pada tahun 2004 . pasar. perumahan dan lainnya menjadi prioritas pembangunan fisik di Riau. menerapkan pendekatan keruangan. menerapkan pendekatan kelingkungan. VISI RIAU 2020 Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis.2003 guna mewujudkan Visi Pembangunan Riau 2020 secara berkelanjutan dan konsisten. Sejahtera Lahir dan Batin. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota 2. sekolah. maka dirumuskan visi antara sebagai berikut : Terwujudnya Pembangunan Ekonomi yang Mengentaskan Kemiskinan.4 Hasil Pertumbuhan dan Pembangunan Suatu Wilayah Di Riau sendiri telah dilaksanakan usaha pertumbuhan dan pembangunan yaitu ditandai dengan : 1. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. jembatan. 2. sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua 3. di Asia Tenggara Tahun 2020 Untuk memberikan gambaran secara nyata sebagai upaya penjabaran Visi Pembangunan Riau 2020. dan sebagai bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau.desa dan kota. Pembangunan Pendidikan yang Menjamin Kehidupan Masyarakat Agamis dan Kemudahan Aksesibilitas. jalan. .

b. yakni kelangsungan budaya Melayu secara komunitas dalam kerangka pemberdayaannya Sejak otonomi daerah. maka ke depan Misi Pembangunan Riau yang dilaksanakan bertumpu pada komitmen yang tertuang sebagai berikut : a. 23 . kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.) Makin banyaknya penanam modal (investor) baik dari dalam maupun luar negeri. e. hotel dan industri lainnya. h. menengah. d. f. Terwujudnya kemudahan untuk mengakses dalam bidang transportasi. Terwujudnya kredibilitas Pemerintah Daerah dengan kemampuan profesional. peningkatan mutu dan manajemen pendidikan dasar. Terwujudnya keseimbangan pembangunan antar wilayah (spread of development equilibrium between region). seni budaya dan moral (human resources development). Riau mulai mengadakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kota. kejuruan. produksi.MISI PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mewujudkan Visi Pembangunan Provinsi Riau selama kurun waktu 2004 . Terwujudnya perekonomian berbasis potensi sumberdaya daerah dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan (empowerment of economic society). serta pembangunan agama.) Banyaknya pembangunan sarana dan prasarana umum. moral dan keteladanan pemimpin dan aparat (reinventing government). b. c. Terwujudnya kualitas sumberdaya manusia dengan penekanan kemudahan memperoleh pendidikan. g. Terwujudnya sebuah payung kebudayaan daerah. dan pendidikan tinggi. c.2008. komunikasi dan informasi serta pelayanan publik (accessibility on infrastructure and public service). Terwujudnya sarana dan prasarana untuk menciptakan kehidupan masyarakat agamis. Terwujudnya Supremasi Hukum (Law Enforcement) dan penegakan Hak Azasi Manusia.) Semakin banyak pusat perbelanjaan. Pembangunan di Riau ditandai dengan : a. sebagai tahapan kedua dalam perwujudan Visi Pembangunan Riau 2020.

disamping pembangunan di 24 . d.34%. Upaya yang dilakukan saat ini.01%.Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Riau tahun 2006 pembangunan yang dilakukan sepanjang tahun 2006 s/d 2007 adalah sebagai berikut pembangunan di sektor: a. dan hal ini menginsyaratkan kepada kita semua bahwa pedesaan dengan sektor pertanian merupakan potensi utama yang perlu dan harus kita gerakan secara bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.22% yang berada diatas rata-rata Nasional dan rata-rata Sumatera.23%. Hal ini didasari agar terciptanya kesamaan arah dan kebijakan serta upaya akselarasi dalam pencapaian target dan sasaran pembangunan yang diinginkan. Penciptaan Lapangan Kerja guna mengurangi tingkat pengangguran. angka ini berada jauh diatas rata-rata pertumbuhan Nasional yaitu ± 1.05% sedangkan pada tahun 2006 sebesar 4.57% dan demikian pula dilihat dari mata pencaharian utama penduduk Provinsi Riau bahwa 52. Dari indikator pertumbuhan penduduk menggambarkan bahwa pada periode 2000 2005 pertumbuhan penduduk Riau sebesar 4. secara bertahap dan konsisten tetap dilaksanakan melalui program dan budget sharing antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kab/Kota Se Provinsi Riau. Pelayanan Kesehatan. c. dan berdasarkan perhitungan sementara pada tahun 2007 naik menjadi 5.Jembatan. Lingkungan Hidup (Taman kota dan Drainase). Selanjutnya apabila diukur dari kontribusi lapangan usaha. Akses Pendidikan. g.18% di sektor pertanian.dan Terminal (akses Transportasi) e. Berbagai indikator pembangunan yang terukur pada beberapa tahun terakhir dapat pula kiranya menjadi bahan evaluasi bagi kita semua dalam rangka penguatan Perencanaan Pembangunan tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya. maka pertanian. Jalan. b. industri dan perdagangan memberikan kontribusi sebesar 81. Pengentasan Kemiskinan f. seperti Pertumbuhan Ekonomi Riau tanpa migas pada tahun 2007 berdasarkan angka sementara sebesar ± 8. Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Kota.

wilayah-wilayah perkotaan yang memiliki spesifikasi kebutuhan pembangunan yang berbeda pula. Indikator Sosial Perbedaan antara keduanya adalah : pada pertumbuhan kita membahas mengenai aspek perekonomian saja akan tetapi pada pembangunan yang dibahas tidak hanya aspek ekonomi saja melainkan aspek lain seperti aspek kependudukan.000 hektar lahan pertanian disamping kegiatan peremajaan kebun rakyat dan lain-lainnya. hidrografi.45% dan sampai pada bulan Maret Tahun 2007 sebesar 10. Oleh karena itu. INDIKATOR PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN 3. operasi pangan Riau Makmur (OPRM) dengan target 100. BAB III. pemukiman dan aspek-aspek fisis seperti lahan.91 % sedangkan sampai dengan Februari 2006 menurun menjadi 11. pendidikan. Indikator Pembangunan adalah : a. dari indikator pengangguran terbuka. sebaliknya semakin rendah pendapatan perkapita penduduk maka semakin rendah pula tingkat pertumbuhan yang terjadi di wilayah tersebut. 25 . dimana pada tahun 2005 sebesar 13. layanan kesehatan.39%. juga menunjukkan trend yang semakin menurun. sumber daya alam dan seterusnya.1 Perbedaan Prisip Dasar Indikator Pertumbuhan dan Pembangunan Indikator Pertumbuhan adalah : naiknya pendapatan perkapita penduduk. Indikator Ekonomi b. pada tahun 2009 dan tahun-tahun mendatang perhatian pada sektor pertanian yang didukung sektor industri perlu ditumbuh kembangkan seperti penguatan komoditas unggulan dimasing-masing sub sektor yang berorientasi pada agribisnis dan agroindustri yang perlu di kelola secara professional seperti budidaya ternak sapi. disamping penguatan modal usaha serta upaya masyarakat didalam kemandiriannya. Upaya penanggulangan pengangguran tersebut sangat dipengaruhi oleh terbukanya kesempatan kerjamelalui investasi dari Dunia Usaha dan perbankan serta dukungan Pemerintah melalui penguatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja. Semakin tinggi pendapatan perkapita penduduk maka semakin tinggi pertumbuhan yang terjadi. Selanjutnya. budidaya perikanan.

Kabupaten Siak. daerah-daerah ini dapat dianggap sebagai daerah kantong. daerah ini akan terlihat menjadi outlier (gambar 2) Produksi migas di provinsi Riau terutama terpusat di tiga kabupaten.19 triliun rupiah dan 18. Pada tahun 2006 kontribusi ketiga kabupaten ini sekitar 38 persen total PDRB Provinsi Riau dari sektor migas.18 persen dari total 11 kabupaten/kota. Kabupaten berikutnya adalah Kabupaten Siak. Data sekunder didapatkan dari sumber jurnal pendidikan. atau keduanya masih di bawah 5 persen dari total PDRB kabupaten/kota se-Provinsi Riau. dan sumber lain yang secara instidental ditemukan.61 persen dan 10. Jika dilihat dari distribusi besaran PDRB. adalah data-data yang yang diperoleh secara tidak langsung dalam kegiatan penelitian. Nilai PDRB Kabupaten Bengkalis termasuk migas atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 sebesar 47.65 triliun rupiah dan 4. dan Kabupaten Rokan Hilir. Data sekunder dapat diperoleh dari sensus pendidikan.30 triliun rupiah atau 28. laporan data pendidikan dari kantor dinas pendidikan dan departemen pendidikan. statistik yang berasal dari monografi dan demografi desa dan juga hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Kabupaten yang mengalami PDRB terkecil adalah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Dumai.3. Kabupaten Bengkalis mempunyai PDRB terbesar. dengan nilai PDRB masing-masing 26. dengan nilai PDRB 6. Dukungan utama PDRB daerah-daerah kantong terutama berasal dari minyak dan gas. Data Sekunder Pertumbuhan (Pendapatan Perkapita) 3. PDRB per kapita yang lebih tinggi menyebabkan tingkat kemakmuran 26 . PDRB Per Kapita PDRB per kapita digunakan untuk menggambarkan nilai output tiap-tiap penduduk di suatu wilayah. buku.35 triliun rupiah atau masing-masing 15.93 triliun rupiah.93 persen dari total 11 Kabupaten/Kota.2 Data Sekunder tentang Pertumbuhan dan Data IPM suatu Wilayah Data Sekunder. Dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau.3 Laporan tentang Pertumbuhan dan Pembangunan Suatu Wilayah Besaran PDRB Antar Daerah Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau mempunyai PDRB yang sangat besar. dan Kabupaten Rokan Hilir. Kabupaten Bengkalis. Sumber sekunder juga dapat diperoleh dari media masa (koran) dan lembaran maya (internet).

47. yaitu Kabupaten Rokan Hulu (7. Sementara Kabupaten yang mengalami pertumbuhan terkecil adalah Kabupaten Indragiri Hulu. Kabupaten Siak. dan 19. Pertumbuhan Ekonomi Pada kurun waktu 2001-2006. seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau mencatat pertumbuhan ekonomi (tanpa migas) yang positif dan semua daerah dapat mencapai pertumbuhan yang tinggi. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis pada tahun ini sebesar 7. pertumbuhan ekonomi tertinggi selalu dicapai oleh Kota Pekanbaru dengan rata-rata pertumbuhan 10. PDRB per kapita merupakan gambaran kemakmuran suatu daerah. 18. Untuk tahun 2006. ternyata Kabupaten Bengkalis.1). Pada tahun 2006.20 juta rupiah.69 persen atau hanya sedikit di atas laju pertumbuhan di dua Kabupaten. Kabupaten Siak. dan Kabupaten Rokan Hilir. pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencapai 10. dan Kabupaten Rokan Hilir masih merupakan kabupaten yang mempunyai besaran per kapita tertinggi dengan nilai masing-masing 66. dan Kabupaten Rokan Hilir berada jauh di atas rata-rata PDRB per kapita kabupaten/kota di Provinsi Riau. Dengan kata lain.Dikarenakan besarnya sumber daya alam dan mineral. Bila migas dikeluarkan dari hitungan.20 juta rupiah. dan 43. menjadikan PDRB per kapita Kabupaten Bengkalis.78 juta rupiah. Selama kurun waktu enam tahun terakhir.41 juta rupiah. Kabupaten Bengkalis mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Kabupaten Siak. terutama migas. Secara umum perkonomian kabupaten/kota mengalami pertumbuhan antara 7 persen sampai 11 persen per tahun. yaitu 7.15 persen.34%) dan Indragiri Hulu (7. Klassen Typology 27 . masing-masing hanya sebesar 14.67 persen per tahun. meskipun hanya mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.28 persen. Berdasarkan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dengan migas.53 juta rupiah (lihat tabel 4. besaran per kapita Kabupaten Bengkalis.03 juta rupiah atau jauh di bawah Kabupaten Pelalawan yang mempunyai PDRB per kapita terbesar.28%).yang lebih tinggi juga bagi daerah.

Selanjutnya yang berada pada Kuadran IV adalah Kabupaten Rokan Hilir. Kabupaten Siak. Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuntan Singingi termasuk daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh. yaitu . 3.Klassen Typology. Dari sini dapat dikatakan bahwa pada tahun 2006 untuk Provinsi Riau. Berdasarkan atas klassifikasi Klassen. Terlihat bahwa hampir semua kabupaten/kota mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari rata-rata seluruh kebupaten/kota. 1) daerah cepat maju dan cepat tumbuh. sedangkan di kabupaten/kota tersebut migas menjadi komponen utama dalam perekonomiannya. Secara umum kabupaaten/kota yang berada pada Kuadran IV bisa jadi karena penghitungan Klassen Typology ini dengan menggunakan PDRB Per Kapita tanpa migas. Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. seperti halnya Kabupaten Siak. yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi. PDRB per kapita (tanpa migas) Kabupaten Bengkalis atas dasar harga konstan 2000 adalah yang terkecil di antara yang lain. hanya sebanyak tiga kabupaten saja yang masih mempertahankan di atas rata-rata. pada tahun 2006 terdapat hanya dua daerah yang menempati Kuadran I. Kabupaten Rokan Hulu. Kota Dumai berbeda sendiri yang berada di Kuadran III. PDRB per kapita kabupaten bengkalis setengah dari PDRB per kapita Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu. Pada tahun 2006. yaitu pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita daerah. 2) daerah maju tapi tertekan. pada dasarnya membagi daerah berdasarkan dua indikator utama.4 Narasi Interpretasi Angka-angka dari Data Sekunder yang didapat 28 . dan Kabupaten Bengkalis. Terlihat bahwa hampir semua daerah yang memiliki PDRB yang tinggi (jika termasuk migas) mengalami keadaan yang sama. Indragiri Hilir. karena di kedua daerah ini baik pertumbuhan ekonominya maupun PDRB perkapitanya di atas rata-rata besaran ini dari seluruh kabupaten/kota. 3) daerah berkembang cepat. Dengan dua indikator itu maka daerah dapat diklasifikasikan menjadi empat kuadran. dan 4) daerah relatif tertinggal/rendah pendapatan dan pertumbuhannya dibanding daerah yang lain. Di Kuadran II terdapat Kabupaten Indragiri Hulu.

angka untuk harga konstan menunjukkan 4.636.055. 29 .12 rupiah untuk tahun 1998 atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun 1997 yang berjumlah 4. Sedangkan pendapatan regional tanpa minyak bumi tahun 1998 untuk harga berlaku tercatat 3.919.610.590.9 menunjukkan bahwa pendapatan regional perkapita termasuk minyak bumi dan gas atas dasar harga berlaku tercatat 9.14 rupiah.93 rupiah ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 1997 yang berjumlah 1.543.506.24 rupiah atau menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun 1997 yang berjumlah 2.719.57 rupiah.710.758.16-11.Kesimpulan Angka-angka pendapatan regional baik yang termasuk minyak bumi maupun tanpa minyak bumi yng dimuat pada table 11.52 rupiah.995.140. dan untuk harga konstan 1993 pendapatan regional per kapita tanpa minyak bumi tahun 1998 adalah 1.878.57 rupiah untuk tahun 1998 atau mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 1997 sebanyak 6.485.393.031.49 rupiah.1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->