Penatalaksanaan Keracunan akibat Gigitan Ular Berbisa

ular tidak berbisa . ular berbisa Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas.‡ Spesies ular dibedakan : A. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular B.

Ular berbisa kuat yang terdapat di Indonesia biasanya masuk dalam famili Elapidae. Hydropiidae. atau Viperidae .

Beberapa contoh anggota famili ini adalah ular cabai (Maticora intestinalis). dan ular king kobra (Ophiophagus hannah) . ular sendok (Naja sumatrana).Elapidae memiliki taring pendek dan tegak permanen. ular weling (Bungarus candidus).

dan ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris) . yaitu Viperinae dan Crotalinae. yang terletak di antara lubang hidung dan mata. Crotalinae memiliki organ untuk mendeteksi mangsa berdarah panas (pit organ). ular tanah (Calloselasma rhodostoma).Viperidae memiliki taring panjang yang secara normal dapat dilipat ke bagian rahangatas. tetapi dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya. Ada dua subfamili pada Viperidae. Beberapa contoh Viperidae adalah ular bandotan (Vipera russelli).

Organ pendeteksi panas (pit organ) pada Crotalinae terletak di antara lubang hidung dan mata .

nelayan. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. pekerja perkebunan. pemburu. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah. .Bagaimanakah Gigitan Ular Dapat Terjadi? Korban gigitan ular terutama adalah petani. pawang ular. atau tikus. dan penangkap ular. katak. ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain. cicak.

dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga. . ukuran gigi taring kecil.

yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak. yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah. dan bisa sitotoksik. bisa neurotoksik. yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan . bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik.‡ Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa.

pembengkakan kelenjar getah bening.‡ Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks). nyeri lokal. melepuh. dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae) .memar. infeksi. pendarahanlokal. radang.

imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot.penatalaksanaan ‡ Metode pertolongan 1 yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas.kmdn bawa ke RS . karena pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening.

mulai dari ujung jari kakisampai bagian yang terdekat dengan gigitan. Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban. . panjang 45 m. tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit. b. Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dengan lebar + 10 cm.‡ Terapi yang dianjurkan meliputi: a. Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir.

Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban. .

Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat mengganggu aliran darah dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat. .

shock perdarahan. hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka. atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus. kelumpuhan saraf pernafasan. penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock.‡ Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi penatalaksanaan jalan nafas. kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban. penatalaksanaan fungsi pernafasan. . serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal. ‡ Pemberian suntikan antitetanus.penatalaksanaan sirkulasi.

‡ Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular. antibisa bersifat polivalen. ‡ Pemberian serum antibisa. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein. ‡ Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik. maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda. yang mengandung antibodi terhadap beberapa bisa ular. Di Indonesia. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful