P. 1
Roda gigi

Roda gigi

|Views: 138|Likes:
Published by Shinigami Icha

More info:

Published by: Shinigami Icha on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2015

pdf

text

original

Roda Gigi

Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menyebutkan defenisi roda gigi Menyebutkan dasar pembentukan profil gigi Menyebutkan sistem menentukan besaran roda gigi Menyebutkan jenis-jenis roda gigi Menjelaskan metoda pembagian pemotongan profil gigi Menyebutkan perhitungan dalam pembuatan roda gigi

Pada bagian-bagian mesin sering dijumpai suatu poros mengerakkan poros yang lainnya. Kadang kala poros itu terletak pada posisi satu garis, baik pada posisi sejajar maupun bersilangan. Untuk memenuhi keperluan pemindahan gerak/putaran/daya putar antara dua poros atau lebih dalam teknologi permesinan terdapat berbagai macam cara yaitu diantaranya dengan meggunakan roda gigi. Roda gigi merupakan sejenis roda cakra dimana pada sekitar sekeliling bagian luarnya memiliki profil gigi yang simentris. Dalam bekerja memindahkan daya/putaran roda gigi mesti berpasangan sesama roda gigi yang sejenis. Dengan keadaan yang sedemikian rupa itu (bentuk dan cara kerja) memberikan beberapa keuntungan dalam memindahkan daya putar/putaran yaitu anti slip dan terjadinya gaya dorong yang positif. Tetapi hanya dapat memindahkan daya putar dengan jarak antara poros relatif singkat, tidak dapat terlalu jauh. DASAR PROFIL GIGI Roda gigi bekerja memindahkan daya putar melalui terjadinya kontak luncur antara permukaan profil gigi dari dua roda gigi yang bekerja berpasangan. Oleh karena itu dalam bekerja selama kontak luncur berlangsung, kecepatan sudut kedua roda gigi harus di jaga tetap dan putaran harus dapat berlangsung dengan halus serta tidak menimbulkan kejutan dan gesekan terlalu besar. Dari hasil penelitian dan percobaan para pakar mekanik ditemui beberapa kurva yang memungkinkan untuk dijadikan dasar pembentukan profil gigi. Adapun kurva yang umum dipakai dan telah merupakan standart untuk pembuatan profil gigi yaitu kurva involute (evolvente) dan kurva cycloide. Kurva evolvente adalah kurva garis lengkung yang terbentuk dari titik-titik ujung sebuah tali/benang yang dibuka dari gulungannya dalam keadaan selalu tegang. Kurva cycloide adalah kurva garis lengkung yang terbentuk dari titik-titik pada sebuah lingkaran dimana lingkaran itu menggelinding pada garis lurus. Gambar 66. Kurva Involute

Terminologi dan Simbol Umum Roda Gigi Root Diameter (Dr) Pitch Diameter (Dt) = Diameter kaki = dalam gigi = Diameter tusuk = lingkaran jarak antara adalah merupakan garis lingkaran bayangan yang harus bertemu/bersinggungan antara sepasang roda gigi Outside Diameter (Dk) Addendum (Ha) Deddendum (Hi) = Diameter luar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi SISTEM MENENTUKAN BESARAN RODA GIGI Untuk menentukan besaran ukuran-ukuran sebuah roda gigi dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari dua sistem yang merupakan standart yaitu: 1.Dasar Pembentukan Profil Gigi Gambar 69. 2.7 s/d 4 kenaikan modul 0.7 kenaikan modul 0. sehingga dalam modul ini disebut juga dengan nama Metrik Modul (MM) Modul adalah merupakan perbandingan antara diameter tusuk (pitch diameter) dengan jumlah profil gigi pada sebuah roda gigi.3 s/d 0. Sistem Modul (M) Satuan ukuran sistem modul ini adalah metrik. Kurva Evolvente Suatu profil gigi dibentuk oleh sepasang kurva yang sama yang saling berseberangan Gambar 68.1 0. Secara matematis dapat ditulis : Dimana: M Dt Z = Modul = Diameter Tusuk = Jumlah gigi Menurut standart DIN ukuran modul yang digunakan dalam prakteknya (ukuran modul standart) dimulai dari 0.3 sampai 50 dengan ketentuan kenaikan modul tiap tingkatan adalah sebagai berikut: 1.Gambar 67.25 . 0. 1.

B. Oleh karena itu sistem DP ini banyak dipakai oleh negara yang menggunakan satuan britis Sistem diametral pitch adalah perbandingan antara banyak/jumlah gigi dengan diameter tusuknya sebuah roda gigi dalam satuan inchi. SpurGear Gambar71. 2. Spur Gear Adalah roda gigi yang bentuk konstruksinya sederhana seperti silinder yang relatif tidak terlalu tipis (memiliki ketebalan tertentu) dan profil gigi disekelilingnya. Roda Gigi Planet Gambar 73. Adapun besaran-besaran yang penting ditentukan adalah: Diameter luar (Dk) Diameter Tusuk (Dt) Tinggi/dalam gigi (Hg) Tusuk gigi (Pg) Kelonggaran (Sg) Tebal gigi (Tg) Addendum (Ha) Deddendum (Z x 2).M ZxM M x 2. Adapun roda gigi yang termasuk jenis spur gear ini adalah: Gambar 70.0 16 s/d 24 kenaikan modul 2 24 s/d 45 kenaikan modul 3 Untuk menentukan harga besaran yang penting dari sebuah roda gigi sistem modul ini dipengaruhi oleh modul (ukuran modul standart).25 pxM 0. Secara matematis dapat ditulis: JENIS-JENIS RODA GIGI 1.25 x M 1. Roda Gigi Lurus Gambar 72.5 7 s/d 16 kenaikan modul 1. Jika dilihat dari profil giginya. Pada umumnya roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan daya atau putaran antara dua poros yang posisinya sejajar atau paralel.25 x M 1.3. 4. maka roda gigi spur gear ini ada yang giginya lurus dan miring/helik. Sistem Diametral Pitch (DP) Satuan Diametral pitch ini adalah inchi.5708 x M 1xM 1. Bevel Gear . Roda Gigi Ve (Roda Gigi Miring Ganda) 1. A. 5. Roda Gigi Miring/Helix Gambar 74. 4 s/d 7 kenaikan modul 0. 6.

Roda Gigi Payung Bergigi Spiral 1. Roda gigi payung bergigi lurus Gambar 77. Roda Gigi Cacing Globoid 1. Gambar 79. Roda gigi cacing globoid Disebut juga dengan cone drive adalah pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing dimana bentuk konstruksi ulir cacingnya disamping berbentuk silinder juga terdapat radius pada bidang panjang ulir yang besar radius sama dengan radius roda gigi cacingnya. Bentuk roda gigi cacing dan ulir cacing dalam pemakaiannya ada dua jenis yaitu: 1. Roda gigi payung bergigi zerol Gambar 78. Rack Gear Disebut juga dengan gigi rack adalah sejenis roda gigi yang memiliki konstruksi persegi empat. Salah satu keistimewaannya dalam mentransmisikan daya adalah daya dapat ditransmisikan dari suatu poros ke poros lainnya yang posisi kedua poros saling bersilangan membentuk sudut 900 (posisi antara kedua poros tegak lurus) dan dapat juga kedua poros membentuk sudut yang lebih besar 900 atau lebih kecil 900 (450 sampai dengan 1350) Jenis-jenis roda gigi payung ini dalam pemakaiannya ada beberapa macam.Spur gear disebut juga dengan roda gigi payung adalah jenis gigi yang berbentuk seperti kerucut terpancung. Kekhususan jenis roda gigi ini adalah 1. Hanya dapat bekerja berpasangan dengan ulir cacing (worm thread) Daya yang ditransmisikan dapat lebih besar karena perbandingan putaran antara roda gigi cacing dengan ulir cacing sangat besar. C. Pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing ini hanya dapat bekerja memperlambat putaran. Dalam bekerja memindahkan daya atau putaran. Roda gigi cacing silindris Adalah pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing yang bentuk konstruksi ulir cacingnya seperti silinder 1. D. yaitu: Gambar 75. gigi rack ini berpasangan dengan roda gigi pinion. 3. Pasangan . 2. Worm Gear Gambar 76. Roda Gigi Cacing Silindris Gambar 80. Roda Gigi Payung Bergigi Hypoid Worm gear disebut juga dengan roda gigi cacing adalah sejenis roda gigi dengan bentuk konstruksinya sama dengan spur gear dengan perbedaan pada bagian lebar roda terdapat kelengkungan (radius) yang besarnya sama dengan radius ulir cacing.

Untuk menghitung banyaknya putaran poros utama setiap selesai satu gigi adalah : Dimana : Bp N 24 = Banyaknya putaran setiap selesai penfraisan = Banyak bagian yang dibuat = Angka pembagian spindel nois 1. Gigi rack miring Adalah jenis gigi rack yang profil giginya miring/helix dan pasangannya juga jenis roda gigi pinion bergigi helix. A. Gigi rack lurus Adalah jenis gigi rack yang profil giginya lurus dan pasangannya juga jenis roda gigi pinion bergigi lurus 1. yaitu: 1. Gigi Rack dan Roda Gigi Pinion Dalam pemakaiannya bentuk gigi rack ini dapat dibedakan atas dua jenis. Dan untuk menentukan banyaknya putaran poros utama setiap kali selesai pengefraisan berpedoman kepada piring pembagi yang terdapat pada ujung poros utama yang disebut dengan spindel nois yang terdapat angka-angka 1 s/d 24 atau 1 s/d 36.roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan daya dari gerak putar menjadi gerak lurus atau sebaliknya. METODA PEMBAGIAN PEMOTONGAN PROFIL GIGI Untuk mendapatkan banyaknya profil gigi yang dikerjakan denganmesin frais dipakai peralatan pendukung dividing head universal. 1. Metoda Pembagian Sederhana (Plain Indexing Method) . Gambar 81. B. untuk berangka 1 s/d 24 pembagian dapat dilakukan adalah apabila bagian yang yang akan membagi menghasilkan angka bulat terhadap 24. Metoda Pembagian Langsung (Direct Indexing Method) Adalah metoda pembagian dimana untuk mendapatkan pembagian/putaran poros utama kepala pembagi dilakukan dengan langsung memutar poros utama dengan terlebih dahulu memutuskan hubungan mekanik ulir cacing dan roda gigi cacing. Salah satu kelebihan dividing head universal antara lain yaitu dapat dilakukan beberapa sistem metoda pembagian benda kerja.

C. maka pada perhitungannya kita harus mengambil angka perkiraan yang mendekati dengan pembulatan keatas atau pembulatan kebawah yang habis dibagi dengan 5 atau 10. Pembagian Sederhana 1. tentukanlah bayak putaran engkol pembagi setiap selesai satu kali penfraisan. Metoda Pembagian Diferensial (Diferensial Indexing Method) Digunakan apabila metoda pembagian sederhana atau metoda pembagian langsung tidak dapat dilaksanakan karena hasil pecahan tidak dapat disederhanakan lagi dan pecahan hasil pembagian itu tidak terdapat ketentuan yang cocok pada plat pembagi. 25. Misalkan diambil angka pembulatan keatas yaitu 70. misal 21. 36. Jika dibagi dengan plat pembagi yang memiliki angka lobang yang habis dibagi dengan 7. piring pembagi harus dilepas dari pen penahannya. berarti penambahan putaran tersebut sebanyak x 21 = 7 bagian untuk lobang yang berangka 21 atau x 36 = 12 bagian untuk lobang yang berangka 36. dsb. telah didapat banyak putaran engkol yaitu putaran. Untuk mendapatkan putaran dipergunakan lobang-lobang pada plat pembagi yang jumlah satu lingkaran penuh habis dibagi dengan tiga dengan melihat angka-angka yang terdapat pada plat pembagi tsb. engkol pembagi diputar sebanyak 1 putaran penuh ditambah putaran. . Dimana perbandingan putaran antara ulir cacing dengan roda gigi cacing adalah 1 : 40. Gambar 82. Maka dalam hal ini diambil lobang yang berangka 21 atau 36. Dalam metoda pembagian ini. karena jumlah pembagiannya tidak terdapat pada plat pembagi. Untuk menghitung banyaknya putaran engkol pembagi setiap selesai satu kali penfraisan adalah dengan menggunakan persamaan: Contoh: Direncanakan pemotongan sebuah roda gigi dengan jumlah gigi 30. Tetapi pada plat pembagi tidak terdapat angka pembagian. Jadi. Perputaran plat pembagi itu diputar oleh roda gigi yang tersedia khusus diperuntukkan bagi kepala pembagi. Penyelesaian: Dan cara pelaksanaanya. Dalam prakteknya tentu terjadi kelebihan atau kekurangan dalam pelaksanaan pembagian pada kepala pembagi Misalkan jumlah gigi yang akan dibuat adalah 67 buah gigi. Tentu engkol pembagi diputar sebanyak putaran atau putaran. Misalnya pada plat pembagi terdapat angka 10.Adalah pembagian yang berdasarkan pada perbandingan antara putaran mekanik ulir cacing dengan roda gigi cacing. 19. 21. 14. karena piring pembagi harus ikut berputar sewaktu engkol diputar. untuk selesai satu kali penfraisan. Jika menggunakan metoda pembagian ini. Maka diambilah pendekatan pembulatan keatas atau kebawah.

Untuk angka pembulatan keatas adalah: Untuk angka pembulatan kebawah adalah: Dimana : Z1 Z2 N A = Roda gigi yang dipasang pada poros utama (roda gigi penggerak) = Roda gigi yang dipasang pada poros roda gigi payung (yang digerakan) = Jumlah pembagian yang akan dibuat = Angka pendekatan pembulatan keatas/kebawah Dan untuk menentukan banyak engkol pembagi setiap selesai satu bidang adalah: Pada prakteknya apabila dalam perhitungan menentukan jumlah gigi roda gigi pengganti mengambil angka pendekatan pembulatan keatas. maka terjadi kelebihan putaran sebesar (67 – 65) x = putaran. Susunan Roda Gigi Pengganti Pada Metoda Pembagian Diferensial Dengan Pendekatan Pembulatan Keatas Gambar 84. Gambar 83. Mekanisme Pembagian Metoda Diferensial 1. Untuk mendapatkan kekurangan itu. Dan sebaliknya jika pendekatan pembulatan kebawah diambil misalnya 65. D. Susunan Roda Gigi Pengganti Pada Metoda Pembagian Diferensial Dengan Pendekatan Pembulatan Kebawah Gambar 85. Jadi setiap selesai satu kali pengefraisan maka engkol pembagi diputar sebanyak 12 bagian pada plat lobang yang berangka 21 untuk pembuatan gigi sebanyak 70 buah. piring pembagi harus ikut berputar perlahan sebanyak putaran tiap benda kerja berputar satu kali. Dan sebaliknya dengan pembulatan kebawah.maka bagian. maka terjadi kelebihan. Metoda Pembagian Sudut (Anggular Indexing Method) . maka hubungan roda gigi pengganti haruslah genap. Pengurangan putaran itu sebesar (70 – 67) x = putaran. Perputaran plat pembagi itulah yang menambah kekurangan putaran yang digerakkan oleh perbandingan putaran roda gigi yang dipasang pada poros utama dan poros roda gigi payung yang berhubungan dengan poros ulir cacing kepala pembagi. maka piring pembagi harus berputar searah putaran engkol pembagi. Sedangkan gigi yang akan dibuat adalah 67 buah. Untuk mengurangi kelebihan itu dipakai roda gigi-roda gigi pengganti yang dipasang pada poros utama kepala pembagi (merupakan roda gigi penggerak) dan poros roda gigi payung yang berhubungan dengan poros ulir cacing kepala pembagi (merupakan roda gigi yang digerakkan). Untuk menentukan jumlah gigi dari roda gigi pengganti tersebut dipakai rumus : 1. maka pada saat poros ulir cacing diputar. Oleh karena itu hubungan roda gigi pengganti harus ganjil (antara Z1 dan Z2 ditambah roda gigi lainnya sebanyak 1 atau 3 yang jumlah gignya sama yang disebut dengan roda gigi perantara. 1.

Dan jika sekiranya lobang pembagi 30. PERHITUNGAN DALAM PEMBUATAN RODA GIGI 1. maka putaran engkol 1 bagian pada lobang pembagi 18 ini adalah menit. dimana 10 = 60 menit maka 1 kali putaran engkol pembagi = 90 x 60’ = 540’. maka setiap 1 bagiannya sama dengan menit. maka spindel akan berputar 10. Terminologi Roda Gigi Payung Keterangan gambar: Dk Dt R b Ha Hi b g l a d x = = = = = = = = = = = = Diameter kepala (outside diameter) Diameter tusuk (pitch diameter) Jari-jari penjuru (pitch cone radius) Lebar gigi (face width gear) Tinggi kepala gigi (Addendum) Tinggi kaki gigi (deddendum) Sudut tusuk (pitch cone angle) Sudut muka (face cone angle) Sudut potong (cutting angle of gear) Sudut poros (shaf angle) Sudut kepala (addendum angle) Sudut kaki (deddendum angle) . Seperti kita ketahui. Maka dapat ditentukan 1 kali putaran engkol sama dengan . Jika engkol berputar putaran. 1. besar sudut lingkaran adalah 3600. Perbedaanya terletak pada perhitungan pembagiannya dimana dalam metoda pembagian sudut ini ditentukan dalam derajat.Pada metoda ini caranya hampir sama dengan metoda pembagian sederhana. Untuk dapat dipergunakan lobang pembagi pada plat pembagi yang habis dibagi 9 misalnya lobang pembagi 18. Terminologi Roda Gigi Payung (Bevel Gear) Gambar 86. Dan bila ditentukan dalam menit. Kemudian jika digunakan plat pembagi yang berangka 18. dimana untuk mendapatkan 10 itu engkol pembagi harus diputar sebanyak x 18 = 2 bagian pada lobang pembagi 18. dengan demikian 1 kali putaran penuh spindel kepala pembagi itu sama dengan 3600. Jadi untuk menentukan derajat yang diperlukan adalah dimana Nd = Jumlah derajat yang akan dibuat.

Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros 900 1. Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya 900 adalah: Untuk roda gigi 1. besar sudut tusuknya = Untuk roda gigi 2. besar sudut tusuknya = Gambar 87.25 x M = Ha + Hi = b+d = b–x = 90 – b = = = = Untuk menentukan besar sudut tusuk masing-masing sepasang roda gigi payung yang dipegunakan dalam memindahkan putaran dengan sudut antara keduan poros tertentu sbb: 1. besar sudut tusuknya = . Dk Dt Ha Hi Hg R Tgd Tgx b g l s = Dt – 2 M Cos b = ZxM = 1XM = 1. Tetapi pada umumnya dipakai sistem metrik. Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya <900 adalah: Untuk roda gigi 1.s = Sudut miring samping belakang (back cone angle) Rumus Untuk Menentukan Dimensi Roda Gigi Payung Untuk menentukan besar dimensi roda gigi payung dapat dilakukan dua sistem sebagaimana yang telah dijelaskan.

Terminologi Roda Gigi Cacing (Worm Gear) Roda gigi cacing berfungsi dalam memindahkan tenaga/putaran antara dua sumbu yang tegak lurus sesamanya. Pasangan roda gigi cacing dan ulir cacing ini dapat memindahkan daya beban besar dengan tenaga yang kecil. Terminologi Roda Gigi Cacing dan Ulir Cacing Keterangan: Dt Do Do’ C q dt dr do R ag = Diameter tusuk rg cacing = Diameter luar pada lengkung = Diameter luar pada ujung tajam = Jarak senter = Sudut muka = Diameter tusuk ulir cacing = Diameter dasar ulir cacing = Diameter luar ulir cacing = Radius luar rg cacing = Sudut helix ulir cacing Hg n L Ha ht p Lw Wc aw P = Dalam pemotongan gigi = Jumlah jalan ulir = Kisar ulir cacing = Addendum = Dalam ulir cacing = Jarak puncak ke puncak ulir cacing = Panjang ulir cacing = Lebar ujung pahat potong ulir = Sudut kemiringan gigi roda gigi = Jarak puncak ke puncak gigi rg cacing 1. 3. Dalam memindahkan daya/putaran roda gigi cacing berpasangan dengan ulir cacing dalam berbagai perbandingan putaran dimana roda gigi cacing sebagai roda gigi yang digerakkan dan ulir cacing sebagai penggerak (tidak bisa sebaliknya).Untuk roda gigi 2. Gambar 90. Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros <900 1. 2. Terminologi Roda Gigi Helix (Helical Gear) . Untuk sepasang roda gigi payung bekerja dengan sudut antara porosnya >900 adalah: Untuk roda gigi 1. besar sudut tusuknya = Gambar 88. Roda Gigi Payung Dengan Sudut Poros >900 1. besar sudut tusuknya = Untuk roda gigi 2. besar sudut tusuknya = Gambar 89.

25 x M = 1.M = 2.Roda gigi helix adalah roda gigi yang profil giginya miring berputar seperti spiral.25 x M =1xM = 1. Keuntungan lainnya dari roda gigi spiral dalam bekerja memindahkan daya bunyinya dalam meluncur tidak terlalu keras. Terminologi Roda Gigi Helix Keterangan : Dt Dk Dr Ha Hi Z Hg P Tg b = Diameter tusuk = Diameter kepala = Diameter dasar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi = Jumlah gigi = Dalam gigi = Tusuk gigi = Tebal gigi = Lebar gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Roda Gigi Helix Dt Dk Hg Ha Hi Tg P =ZxM = Dt + 2.5708 x M =pxM . Gambar 91. Dengan bentuk profil yang demikian memungkinkan roda gigi spiral memindahkan daya antara poros yang bersilangan.

. Hg = 2.25 x M 1. dimana Z adalah jumlah gigi yang akan dibuat. 5. 4. Terminologi Roda Gigi Rack (Rack Gear) Gigi rack adalah batang bergigi yang berfungsi untuk merobah atau memindahkan daya putar menjadi gerak lurus. Biasanya spur gear ini digunakan untuk memindahkan daya putar antara dua poros yang sejajar. Terminologi Roda Gigi Lurus (Spur Gear) Roda gigi lurus adalah roda gigi yang profil giginya arah lebar sejajar dengan garis sumbu. gigi rack berpasangan dengan roda gigi spur gear (pinion) Gambar 92.Dr b = Dt – 2.25 x M =pxM = 1. Terminologi Gigi Rack Keterangan: Ha Hi P Tg = Addendum = Deddendum = Tusuk gigi = Tebal gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Gigi Rack Ha Hi P Tg =1xM = 1.Hg = 0.75 x M Jarak titik center kedua roda gigi Perbandingan putaran 1. Dalam bekerja memindahkan daya.5708 x M Panjang batang gigi (Lg) = p x M x Z.

25 x M =1xM = 1.5708 x M =pxM = Dt – 2. Terminologi Roda Gigi Lurus Keterangan : Dt Dk Dr Ha Hi = Diameter tusuk = Diameter kepala = Diameter dasar = Tinggi kepala gigi = Tinggi kaki gigi Z Hg P Tg b = Jumlah gigi = Dalam gigi = Tusuk gigi = Tebal gigi = Lebar gigi Rumus Untuk Menentukan Dimensi Gigi Lurus Dt Dk Hg Ha Hi =ZxM = Dt + 2.Hg = 0.25 x M Tg P Dr b = 1.M = 2.75 x M Jarak titik center kedua roda gigi Perbandingan putaran .Gambar 93.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->