P. 1
Kurikulum

Kurikulum

|Views: 7|Likes:
Published by Andre Samosir

More info:

Published by: Andre Samosir on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.

PENG ERTIAN K URIK ULUM
I

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan, dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional.

2.

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum agar berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut : 1). Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan. 2). Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita. 3). Perkembangan peserta didik, yang menunjuk pada karakteristik perkembangan peserta didik. 4). Keadaan lingkungan, yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal), lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural), dan lingkungan hidup (bioekologi), serta lingkungan alam (geoekologis). 5). Kebutuhan pembangunan, yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, hankam, dan sebagainya. 6). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa. Keenam faktor tersebut saling kait-mengait antara satu dengan yang lainnya. a. Filsafat dan Tujuan Pendidikan

Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan, mau dibawa kemana pendidikan anak. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Filsafat pendidikan dipengaruhi oleh dua hal yang pokok, yakni : (1). Cita-cita masyarakat, dan (2). kebutuhan peserta didik yang hidup di masyarakat.

Filsafat pendidikan sebagai sumber tujuan. Di sisi lain. C. Lingkungan biologis. lingkungan merupakan suatu sistem yang disebut ekosistem. 2). berdasarkan penyelidikan yang akurat. mengemukakan kriteria. filsafat/keyakinan harus jelas dan tidak boleh meragukan. nilai luhur budaya bangsa. Konsisten dengan pengalaman. sehingga diperlukan penguasaan. pengembangan sarana dan prasarana iptek. yang meliputi keseluruhan faktor lingkungan. meliputi : 1). Pembangunan iptek tertuju pada peningkatan kualitas. Pembangunan iptek harus berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan 2). dan lingkungan hidup. antara lain: 1). yang tertuju pada peningkatan mutu kehidupan di atas bumi ini. dan pengembangan iptek. peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta rekayasa dan produksi barang dan jasa. b. yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadap pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampuan dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek. Keadaan Lingkungan Dalam arti yang luas. maju dan sejahtera. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu. Karena itu. 3). Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pembangunan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa. 3). Kebutuhan Pembangunan Tujuan pokok pembangunan adalah untuk menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin yang lebih selaras. 3). seperti bumi. maka ada tiga hal yang dijadikan sebagai dasar. 4). 2). Untuk mencapai tujuan dan kemampuan-kemampuan tersebut. filsafat pendidikan harus dirumuskan berdasarkan kriteria yang bersifat umum dan objektif. kondisi sosial budaya. Kejelasan. Konsisten dengan kenyataan. Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu mendukung pembangunan ekonomi dan pembangunan di bidangbidang lainnya. Implikasi dan upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktivitas. yakni : 1). dan sebagainya. yang sesuai dengan kehidupan individu. Lingkungan sosial budaya/kultural. Lingkungan geografis. pemanfaatan. The Democratic Process. Pembangunan iptek harus selaras (relevan) dengan nilai-nilai agama. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksudkan untuk memacu pembangunan menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri. yang meliputi flora dan fauna. air. Hopkin dalam bukunya Interaction. berbarengan dengan persaingan antar-bangsa semakin meluas. yakni untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. Faktor-faktor dalam ekosistem itu. Secara sederhana dapat ditafsirkan bahwa filsafat pendidikan adalah hal yang diyakini dan diharapkan oleh seseorang. adil dan merata. d. pembinaan sumber daya manusia. dan pengembangan iptek yang mantap. Lingkungan manusiawi/interpersonal. perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat. .

3. segala bidang. b. Materi kurikulum berupa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran." Isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". efisiensi dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi.4). Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatannya yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan. Bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Pengusaha. a. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. 4). . 3). Tujuan Mata Ajaran. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dilaksanakan oleh berbagai pihak. Bidang studi Bahasa dan Seni. 3). Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakikatnya adalah isi kurikulum. kurikulum merupakan suatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan ini dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai ben'kut : 1). Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi. untuk kepentingan meningkatkan produktivitas. 5). KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum tiap satuan pendidikan harus mengacu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam skala yang lebih luas. 4). yakni : 1). Pemerintah. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Dalam Undang-undang Pendidikan tentang Sistem Pendidikan Nasional telah ditetapkan. Bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam. yakni : 1). mengembangkan iptek untuk disumbangkan kepada pembangunan. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktivitas. pemanfaatan. Akademisi terutama di lingkungan perguruan tinggi. . 2). Sesuai dengan rumusan tersebut. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan sumber daya manusia yang berkualitas umumnya. yang memanfaatkan iptek itu untuk pengembangan masyarakat dan mengembangkannya secara swadaya. Penguasaan. Masyarakat. bahwa . . yang mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan dalam 2).

Pendekatan ini bertujuan mengintegrasikan sekolah dan masyarakat dan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. survei. 3). Bahan pelajaran adalah pesan itu sendiri. Metode C. Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran. belajar modular. masing-masing diberikan dalam waktu yang berbeda. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Guru sebagai penyampai pesan atau komunikator. Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing. atau dengan pusat minat. satuan pendidikan. semua materi diberikan sama. yakni : 1). Metode atau strategi pembelajaran menempati fungsi yang penting dalam kurikulum. tetapi isi/materi dihubungkan dengan hal yang sama. dalam pengajaran Sejarah dan Ilmu Bumi.2). Bahasa Indonesia. proyek pengabdian/pelayanan masyarakat. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan kebutuhan. nara sumber. Penyampaiannya dilakukan melalui komunikasi antara guru dan siswa. yang masing-masing memiliki ciri-cirinya sendiri. 3). Mata Pelajaran Terpisah-pisah (isolated subjects) d. Dalam rangkaian komunikasi tersebut dapat digunakan berbagai metode mengajar. 1). Seperti belajar mandiri. 3). Masing-masing diberikan pada waktu tertentu. kebutuhan. Metode yang digunakan terdiri dari : karyawisata. Dalam hal ini. Prosedur yang ditempuh ialah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. dan tidak mempertimbangkan minat. penyusunannya hendaknya berdasarkan analisa tugas yang mengacu pada tujuan kurikulum dan berdasarkan perilaku awal siswa. Siswa sebagai penerima pesan. berkemah dan unit. Bidang Studi (broadfield) . Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. tujuan pendidikan nasional merupakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk. Dalam hubungan ini. Ilmu Pasti. Karena itu. Prosedur yang ditempuh ialah dengan mengundang masyarakat ke sekolah atau siswa berkunjung ke masyarakat. Mata Ajaran-Mata Ajaran Berkorelasi (correlated). ialah pada waktu guru mengajarkan Sejarah dengan topik tertentu. bersumber dari mata ajaran. di mana materi pembelajaran terutama 2). Cara lain. paket belajar dan sebagainya. dan kemampuan siswa. yang terpisah-pisah. Dalam pendekatan ini lebih banyak digunakan metode dalam rangka individualisasi pembelajaran. ada tiga alternatif pendekatan yang dapat digunakan. 2). kerja pengalaman. dan sebagainya. minat dan kemampuan siswa. Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. Pendekatan yang berpusat pada siswa. Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran seperti : Sejarah. karena memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan guru. Contohnya. dia korelasikan dengan masalah tertentu dalam mata ajaran I1mu Bumi. Metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.

Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat pada peserta didik. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. bukan pada mata ajaran.Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan/difungsikan dalam satu bidang pengajaran. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif. dan kematangan peserta didik. kemampuan. cerita. sedangkan mata ajaran lainnya dikorelasikan dengan cor tersebut. Salah satu mata ajaran dapat dijadikan "core-subject". sedangkan tiap kemampuan itu mengandung unsur-unsur pengetahuan. Ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya. dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belajar. Core Program Core artinya inti atau pusat. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. guru dan siswa memilih. MATEMATIKA. kemudian unsur-unsur itu dlintegrasikan menjadi suatu program. dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. dan lain-lain. karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. Demikian pula bidang studi lainnya. keterampilan dan sikap serta nilai. tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. pembelajaran. mengarang. misalnya bidang studi IPS. Dengan cara memperkaya dan memperluas macam-macam kegiatan. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. kemudian guru bersama siswa tersebut menyusun program bagi mereka. dan kebutuhan siswa. kebutuhan. 6). Misalnya. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini. baik tujuan kurikulum. IPA. 4). Kurikulum ini bersifat luwes. Aspek-aspek yang perlu dinilai bertitik tolak dari aspek-aspek tujuan yang hendak dicapai. bercerita. 5). . Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Sebagian waktu digunakan untuk pengajaran langsung. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. bercakap-cakap. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. dan sebagainya. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan-kemampuan apa yang hendak dikembangkan. misalnya ekskursi. e. Pembagian waktu disesuaikan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan. Masalah itu diambil dari suatu mata ajaran tertentu. untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. misalnya Bidang Studi Bahasa. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang disarankan itu. kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu dilakukan. Berbeda dengan penilaian summatif yang bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu. Evaluasi Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri. penilaian formatif dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Program ini sesuai dengan minat. Caranya ialah memilih unsurunsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jenis organisasi tersebut. mengembangkan apresiasi dan pemahaman. Program yang Berpusat pada Anak (Childecentered Program) Program ini adalah orientasi baru di mana kurikulum dititikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. meliputi membaca. sepertl IPS. Jenis penilaian yang dilaksanakan tergantung pada tujuan diselenggarakannya penilaian tersebut. misalnya pengajaran keterampilan. Dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa.

reliabilitas.Persyaratan suatu instrumen penilaian. karena tidak tersedianya lahan pertanian. dan bahan kajian disusun secara berurutan. tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. diubah. maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. 5). 3). Demikian juga keterbatasan fasilitas ruangan. syarat-syarat ini dijelaskan lebih lanjut pada bab evaluasi belajar dan pembelajaran. antara unsur-unsur keilmuan sains. materi. peralatan dan sumber keterbacaan. dan antara aspekaspek perilaku yang ingin dikembangkan. Dana yang terbatas harus digunakan sedemikian rupa dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran. tingkat perkembangan siswa. Keseimbangan juga perlu diadakan antara teori dan praktik. dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat. isi dan sistem penyampaiannya harus relevan (sesuai) dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat. artinya bagian-bagian. antara semua mata ajaran. humoniora. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : Prinsip Berorientasi pada Tujuan Pengembangan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. kepraktisan. struktur dalam satuan pendidikan. Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program pendidikan keterampilan industri dan pertarnian. 6 jam sehari) harus dimanfaatkan secara tepat sesuai dengan mata ajaran dan bahan pembelajaran yang diperlukan.l. Dengan keseimbangan tersebut diharapkan terjalin perpaduan yang lengkap dan menyeluruh. . pembedaan. Prinsip Relevansi (kesesuaian) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran dan upaya untuk mencapai tujuan satuan dan jenjang pendidikan tertentu. 7). Prinsip Keseimbangan Penyusunan kurikulum supaya memperhatikan keseimbangan secara proporsional dan fungsional antara berbagai program dan sub-program. yang satu sama lainnya saling memberikan sumbangannya terhadap pengembangan pribadi. yang kesemuanya demi untuk meningkatkan efektivitas atau keberhasilan siswa. Prinsip Keterpaduan 2). harus digunakan secara tepat guna oleh siswa dalam rangka pembelajaran. yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan nasional. Prinsip Efisiensi dan Efektivitas Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisien dalam pendayagunaan dana. Dalam hal ini lingkungan sekitar. 6). pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. yang selanjutnya menumbuhkan perubahan tingkah laku peserta didik yang mencakup ketiga aspek tersebut dan bertalian dengan aspek-aspek yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional. sikap dan nilai. waktu. 1). hendaknya didayagunakan secara efisien untuk melaksanakan proses pembelajaran. sesuai dengan jenjang pendidikan. objektivitas. baik dalam jumlah maupun dalam mutunya. Dengan prinsip ini. Tujuan kurikulum mengandung aspek-aspek pengetahuan. 4). melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna. Prinsip Berkesinambungan (kontinuitas) Kurikulum disusun secara berkesinambungan. serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelaksanaannya di kota. sosial. dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum. Sebailknya. aspek-aspek. tidak terlepas-lepas. keterampilan. Waktu yang tersedia bagi siswa belajar di sekolah juga terbatas (k. tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. ialah validitas. 4. Prinsip Fleksibilitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan. dan keilmuan perilaku. keadaan masyarakat. Tenaga di sekolah juga sangat terbatas. tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal. jadi ticlak statis atau kaku.

peralatan/media yang bermutu. baik di lingkungan sekolah maupun pada tingkat intersektoral. Perencanaan terpadu bertitik tolak dari masalah atau topik dan konsistensi antara unsur-unsurnya. yang diharapkan. Kurikulum dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keterpaduan. . Pendidikan mutu berarti pelaksanaan pembelajaran yang bermutu. Di samping itu juga dilaksanakan keterpaduan dalam proses pembelajaran. Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh derajat mutu guru. Dengan keterpaduan ini diharapkan terbentuknya pribadi yang bulat dan utuh. Prinsip Mutu Pengembangan kurikulum berorientasi pada pendidikan mutu dan mutu pendidikan. sedang mutu pendidikan berorientasi pada hasil pendidikan yang berkualitas. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan semua pihak. baik dalam interaksi antara siswa dan guru maupun antara teori dan praktik. Hasil pendidikan yang bermutu diukur berdasarkan kriteria tujuan pendidikan nasional.8). kegiatan belajar mengajar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->