Tuesday, 15 June 2010 14:22 12 imunisasi untuk bayi Ragam WASPADA ONLINE (Setelah lahir, bayi belum punya daya

tahan yang cukup untuk menangkal berbagai penyakit. Walaupun memperoleh antibodi bawaan yang diberikan ibu sejak dalam kandungan, bayi memerlukan perlindungan tambahan untuk menjaga ketahanan tubuhnya terhadap penyakit. Imunisasi merupakan suntikan vaksin atau bahan antigenik untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh bayi. Gunanya untuk mencegah dan mengenali beberapa penyakit tertentu yang mungkin mengancamnya. Sejak lahir, bayi memerlukan berbagai jenis imunisasi hingga mencapai kanak-kanak. Beberapa imunisasi bayi yang perlu Anda tahu di antaranya: 1. Imunisasi BCG Vaksin ini agar tubuh bayi kebal terhadap bakteri tuberkulosis (TBC). BCG diberikan sekali sebelum anak berumur dua bulan. Imunisasi polio diberikan empat kali pada bayi usia 0-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi Campak diberikan satu kali pada bayi usai 911 bulan. Imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini bersifat wajib dan disubsidi pemerintah. 2. Imunisasi DPT Imunisasi DPT adalah vaksin 3 in 1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi fatal. DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini juga diwajibkan pemerintah. 3.Imunisasi DT Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Imunisasi diberikan bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya sudah mendapat suntikan DPT. 4. Imunisasi TT Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. 5. Imunisasi MMR Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair.

Imunisasi Pneumokokus Konjugata Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. 8. Imunisasi dilakukan bagi bayi di bawah usia satu tahun hingga balita.waspada. 12.php?option=com_content&view=article&id=122725:12imunisasi-untuk-bayi&catid=28&Itemid=48 . Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama. http://www. yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. 6.id/index. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Imunisasi Hib Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul. yaitu Act Hib dan Pedvax. Imunisasi ini mencegah terjadinya infeksi meningitis atau lapisan otak yang banyak terjadi pada bayi dan balita.Imunisasi HBV Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter. meningitis. 10. Hepatitis B adalah infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama tiga-lima tahun dan harus diulang kembali. 7. Sampai saat ini. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel. 9.Imunisasi Tipa Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Imunisasi Meningitis Imunisasi ini belum diwajibkan pemerintah karena biayanya masih cukup besar. pembengkakan buah zakar yang berakibat kemandulan. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Dua jenis vaksin yang beredar di Indonesia.Imunisasi Varisella Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama. pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis. imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib.co. seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah) 11.Imunisasi Hepatitis A Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.Gondongan menyebabkan demam. mengingat harganya yang cukup mahal.

Cakupan Kunjungan Bayi : 90 % 7. 1. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan : 90% 4.puskel. Cakupan Pelayanan Nifas : 90% 5. Cakupan Pelayanan Neonatus dengan Komplikasi : 80% 6. Dalam keluarga.com/11-indikator-dasar-pelayanan-kesehatan-ibu-dan-anak/ . dimana menjadi target khusus pelayanan di tingkat puskesmas. terhadap berbagai masalah kesehatan. http://www. Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI : 100 % 10. Cakupan Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Dasar : 100 % SETIAP cakupan program tersebut merupakan rincian Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD).11 INDIKATOR DASAR PELAYANAN KESEHATAN IBU dan ANAK Tanggal : 20 December 2009 | Oleh : Putu Sudayasa SALAH SATU tujuan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Cakupan Pelayanan Anak Balita : 90 % 9. Cakupan Perawatan Balita Gizi Buruk : 100 % 11. yang diharapkan bisa tercapai pada kurun waktu 2010-2015. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) : 95% 2. sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada setiap Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. melakukan seluruh program kesehatan Ibu dan Anak secara menyeluruh. yang seringkali berakhir dengan kecacatan (disability) atau kematian (mortalitas). Cakupan Imunisasi Bayi (Universal Child Immunization): 100 % 8. imunisasi dan upaya kesehatan sekolah (UKS). PUSKESMAS melalui pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung. ibu dan anak merupakan kelompok yang paling rentan dan peka. dengan memperhatikan beberapa indikator cakupan program KIA yang terpadu dengan beberapa kegiatan lainnya seperti program gizi. seperti: kejadian kesakitan (morbiditas) dan gangguan gizi (malnutrisi). Cakupan Komplikasi Kebidanan : 80 % 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful